Anda di halaman 1dari 10

Journal of logistics and Supply Chain Management, Vol. 1, No.

2, June 2008 : 83-92



Pemilihan Supplier Untuk Industri Makanan Menggunakan Metode Promethee

Vivi Triyanti dan M. T. Gadis Jurusan Teknik Industri, Unika Atma Jaya

J1. Jendral Sudinnan 51, Jakarta 12930, Indonesia E-mail: vivi.triyanti@atmajaya.ac.id

Abstrak

Untuk sebuab perusahaan manufaktur, ketersediaan bahan baku tergantung pada performansi suppliernya. Oleh karena itu, ketersediaan sebuah prosedur yang sistema tis dan obyektif untu memilih dan menilai seorang supplier menjadi sangat penting. Penelitian in; berfokus pada supplier bagian packaging. Metode Entropy digunakan untuk menghitung bobot kriteria, dan menghasilkan reject rate sebagai kriteria utama. Metode PROMETHEE kemudian digunakan untuk menentukan ranking dari supplier. Berbeda dengan kondisi saat ini, metode lni merekomendasikan supplier yang berbeda untuk tiap tipe material. Dengan membandingkan semua supplier ddan tipe material, nilai tertinggi adalah 0.649. Berarti performasnsi terbaik hanya sedang-sedang saja (max = I). Bahkan terdapat supplier yang mempunyai nilai negative dengan nilai terendah adalah -0,1149 , yang artinya ia tidak direkomendasikan untuk dipilih.

Kata kunci: Pemilihan supplier, entropy, Promethee

Abstract

In a food manufacturing company, raw material supplies depend on the vendor of the raw material it self. Because of that, a systematic and objective procedure to do supplier selection and evaluation is important. This research focused on the packaging supplier. Entropy method was set to calculate the criterion weight, resulting reject rate as main kriteria. Finally PROMETHEE method was used to process data for define the supplier priority ranking. Not like the existing condition, these methods recommend different supplier for each type of material. Comparing all suppliers, the highest score is 0.649. It means the best performance only average. Moreover, since there are some negative number (the lowest score is -0.//49), some current supplier are not recommended to choose

Kata kunci: Supplier seleetion, Entropy, Promethee

1. Pendahuluan

Pada perusahaan manufaktur makanan, ketersediaan bahan baku produksi merupakan suatu hal yang sangat vital. Oleh sebab itu diperlukan adanya sistem pengadaan yang baik. agar kebutuhan bahan baku material maupun packaging yang diperlukan dapat terpenuhi sehingga proses produksinya dapat berjalan dengan lancar. Pada penelitian ini, masalah yang dihadapi oleh perusahaan disebabkan oleh bahan baku packaging, yaitu keterlambatan pengiriman bahan baku, kualitas bahan baku yang diberikan oleh supplier tidak sesuai standard, cacat, atau reject.. Bahan baku yang cacat biasanya dikembalikan kepada supplier. Namun hal ini menyebabkan waktu menunggu sampai bahan baku yang cacat diganti dengan yang baru.

Selama ini, perusahaan belum mempunyai prosedur pemilihan supplier yang standard. OJeh karena itu penelitian ini bertujuan untuk menerapkan penggabungan dua metode PROMETHEE dan Entropy pada proses pemilihan supplier packaging. Adapun dalam penyusunan penelitian ini akan dibuat suatu prosedur pemilihan supplier serta akan dilakukan identifikasi kriteria yang dipakai dalam pemilihan supplier berikut bobotnya dan juga penentuan urutan performansi dari supplier-supplier yang telah ditentukan. Dengan ini diharapkan nantinya perusahaan dapat menentukan supplier terpilih secara cepat dan tepat untuk setiap bahan baku yang diperlukan.

2. Landasan Teori

2.1 Metode Entropy

Metode Entropy dapat digunakan untuk menentukan suatu bobot. Entropy menyelidiki keserasian dalam diskriminasi diantara sekumpulan data. Sekumpulan data nilai alternatif pada kriteria tertentu digambarkan dalam Decision Matrix (DM). Menggunakan metode entropi, kriteria dengan variasi nilai terteinggi akadn mendapatkan bobot tertinggi. Langkah-langkah yang digunakan dalam metode ini adalah sebagai berikut:

1. Membuat tabel data kriteria

Kriteria yang diidentifikasi bias berupa kriteria kualitatif maupun kuantitaif, namuan semuanya hams bisa terukur. Satuan tiap kriteria boleh berbeda-beda

2. Normalisasi tabel data kriteria

Rumus normalisasi adalah sebagai berikut

d k

X .k j

k

X i maks

(I)

i =1,2, .... ,n ..

(2)

k=l

3.

dimana:

di .. = nilai data yang telah dinonnalisasi.

Xi.. = nilai data yang belum dinormalisasi.

Xikmaks = nilai data yang belum dinormalisasi yang mempunyai nilai paling tinggi. D, = jumlah nilai data yang telah dinormalisasi.

Perhitungan Entropy

Langkah selanjutnya adalah pengukuran Entropy untuk setiap atribut ke-i. Rumusnya adalah :

emax = In m

K=_l_

emax

'" d k d k

e(dl)= - KL _I In _I ,

k=l DI DI

(3) (4)

K>O

(5)

dimana: m = jumlah alternatif

Setelah mendapatkan e(dj) untuk masing-masing atribut, maka dapat ditentukan total Entropy untuk masing-masing atribut, rumusnya adalah :

"

E=Le(dJ

(6)

;=1

4. Perhitungan Bobot Entropy

Langkah berikutnya adalah menghitung bobot dengan menggunakan rumus sebagai berikut :

Ai= 1 [l-e(d;)] ,0:;;2;:;;1 (7)

n-E

(8)

Setelah mendapatkan bobot Entropy untuk masing-masing kriteria jika sebelumnya telah ada bobot awal atau bobot yang telah ditentukan sebelumnya maka hasil bobot Entropy yang sebenarnya untuk tiap kriteria akan didapat dengan perhitungan berikut ini :

i = I, ..... ,n

(9)

t = I

V. Triyan/i dan M. T. Gadis: Pemitihan Supplier Untuk Industri Makanan Menggunakan Metode Promethee 85

Metode Entropy cukup powerful untuk menghitung bobot suatu criteria. Alasannya adalah karena metode ini bisa digunakan untuk berbagai jenis data, baik kuantatif meupun kualitatif. Selain itu metode ini juga tidak mensyaratkan bahwa satuan rnaupun range dari tiap kriteria hams sarna. Hal ini dimungkinkan karena sebelum diolah, semua data akan dinonnalisasi dulu sehingga akan bernilai antara 0 - 1. Pada dasarnya, data yang mempunyai range nilai yang besar (relative terhadap criteria itu sendiri) dan mernpunyai variasi nilai yang tinggi untuk tiap alternatif akan memperoleh bobot yang tinggi. Artinya, eriteria tersebut dianggap mampu untuk membedakan perfonnansi tiap alternative.

Selain itu dengan menggunakan metode entropi, peneliti bisa memberikan bobot (tingkat kepentingan) awal pada tiap criteria. Jadi walaupun misalnya dari perhitungan, metode entropi mernneriokan bobot yang kecil pada suatu criteria (misalnya karena variasi datanya keeil), namun jika criteria tersebut dianggap penting oleh Decision Maker, maka ia bias rnemberikan bobot yang tinggi pada kroiteria terebut. Kedua jenis bobot ini kemudian akan dikaIkulasi bersama-sama (langkah 6) sehingga mendapatkan bobot entropy akhir

2.2 Metode PROMETHEE

Preference Ranking Organization Method For Enrichment Evaluation (PROMETHEE) adalah suatu metode penentuan urutan (prioritas) dalam analisis multikriteria [2,3]. Dalam metode ini informasi penting diberikan dari perbedaan dengan mengevaluasi suatu kriteria dan yang hams diperhatikan dalam menganalisa yaitu perbedaan yang terbesar, intensitas yang kuat dalam pilihan untuk suatu kriteria diatas yang lainnya. Langkah-langkah yang digunakan metode ini adalah sebagai berikut:

1. Mengidentifikasi altematif

2. Penjelasan dari kriteria

Altematif(a) dievaluasi pada beberapa kriteria (k), yang hams dimaksimalkan atau diminimalkan

3. Rekomendasi fungsi preferensi untuk keperluan aplikasi.

Dalam PROMETHEE disajikan enam bentuk fungsi kriteria. Hal ini tentu saja tidak mutlak, tetapi bentuk ini cukup baik untuk beberapa kasus.

4. Evaluasi Matriks

Saat kriteria dan altematif sudah dipilih, langkah selanjutnya adalah membuat matriks payoff. Tabel matriks ini untuk setiap pasangan kriteria-altematif, ukuran kuantitatif dan kualitatif dari efek yang dihasilkan oleh altematif berhubungan dengan kriteria tersebut. Suatu matriks dapat terdiri dari data ukuran cardinal atau skala ordinal.

5. Menentukan indeks preferensi multikriteria

Preferensi dinyatakan dengan angka antara 0 dan 1, dan dinilai dengan prosedur tertentu.

6. PROMETHEE Ranking

Arah dalam grafik nilai outranking ditentukan berdasarkan leaving flow dan enteringflow. Leaving flow adalahjumlah nilai dari garis lengkung yang memiliki arab menjauh dari node a dan hal ini merupakan karakter pengukuran outranking. Penje1asan dari hubungan outranking dibangun atas pertimbangan untuk aksi pada grafik nilai outranking, berupa urutan parsial (PROMETHEE I) dan urutan lengkap (pROMETHEE II) pada sejumlah aksi yang mungkin, yang dapat diusulkan pada pembuat keputusan untuk memperkaya penyelesaian masalah.

Metode PROMETHEE digunakan dalam penelitian ini karena metode ini cukup baik dalarn memperhitungkan karakteristik dari data. Dalam beberapa metode pengarnbilan keputusan multikriteria yang lain, misal Analytical Hierarchy Process [4,5] dan Analytical Network Process [11,5], perhitungan data pada akhirnya hanya dianggap linear karena semua pembobotan hanya rnelalui normalisasi. Padahal kenyataannya tidak sernua data memiliki karakteristik. Tingkat performansi data bisa berbentuk kurva tertentu. Terkadang juga suatu data tidak selamanya bersifat higher better atau smaller better, namun lebih ke optirnal is better (hukan yang makin besar atau kecil yang terbagus). Dalam kedua hal ini, metode PROMETHEE menyediakan banyak fungsi yang dapat mengakomodasi berbagai karakteristik data.

lib .Journal or LOglSIICS ana ::;UPPIY cnam Management, VOl. 1. 1110. "' • aune ",UUD : D"-:l.£

3. Metodologi

3.1. Pendahuluan

Pada tahap ini, dilakukan studi pendahuluan dengan melakukan observasi dan wawancara dengan pihak perusahaan. Dengan didukung Iiteratur, maka masalah dapat diidentifikasikan. Yang menjadi pokok permasatahan adalah pengembangan prosedur untuk menetapkan prioritas supplier bahan baku packaging. Ada banyak jenis bahan baku yang mernpunyai supplier yang bemeda-beda. Berdasar masatah ini tujuan penelitian diidentifikasikan lebih detail

3.2. Pengumpulan Data

Pengumpulan data berdasar metode Entropy dilakukan untuk menghitung bobot dari kriteria pemilihan supplier. Pengumpulan data PROME1HEE dilakukan untuk mengestimasi indeks preferensi dari supplier berdasarkan kriteria-kriteria yang telah ditentukan. Kriteria yang dipakai disini adalah kriteria harga, ting1cat reject, pernenuhan terhadap waktu yang dijadwalkan, pemenuhan terhadap jurnlah pesanan, tingkat komunikasi dan pertukaran informasi, dan juga jangka waktu pembayaran dimana kriteria ini merupakan terpenting dalam pemilihan supplier, Data pendukung yang digunakan antara lain data reject packaging. data produksi, kuantitas order, due date pengiriman, serta data yang berkaitan dengan pelayanan supplierSelanjutnya pengolahan data dilakukan dengan menggunakan metode Enthropi dan PROMETHEE. Untuk lebih jelasnya, metodologi pengolahan data dapat dilihat pada gambar 1.

PEI-IGUMPULAI-I DATA
Data Perusahaan :
-Daia Umum
• Struktur Org an i ••• i
.. Data Proses Produic$t IDIlD Krirerie Pemilihan SllppliBr: I
I
I
i- t
Data EnrroPJ' do. D .... PROMETHEE :
.. Dala supplier
~ DalD peme:sanan bahan baku packing
- Preferemi kriEerla-krheria

1
PENGOLAHAN DATA
I. Perhitungon Enrropy 1
- Penentuan bobot mesing-rnesing kriLeriB
1
Perhiumgan PROMEUlEE
- Pernifihan tipe fungsi preferensi
- PC'Dtlaian preferenai masing.masi"'B !criteria
.tas altcrnatir .. ahernatif
• PROMETHEE I
• PROMETHEE II
I

I ANALISIS I
... [KESThWULAN DAN SARAN I Gambar 1. Metodologi Penelitian

Sebagai obyek pada penelitian ini, digunakanlahuntuk 4 tipe bahan baku, yaitu tipe A,B,C, dan D. Berdasarkan wawancara dan data dari perusahaan, terdapat 6 supplier yang terkait. Supplier 1,2. dan 3 khusus mensupply bahan baku A,B, dan D. Sedangkan bahan baku C selama ini disupplai oleh supplier A

v. Tnyanti dan M. T. Gadis : Pemilihan Suppliar Untuk Industn· Makanan Menggunakan Malode Promethee 87

4. Hasi!

Pada proses pemilihan supplier yang dilakukan prusahaan saat ini, perusahaan mempunyai beberapa supplier untuk tiap jenis bahan baku. Dengan kondisi ini, perusahaan menilai hal ini kurang efisien. Performansi dari tiap supplierpun berbeda-beda, Oleh karena itu perusahaan menghendaki satu supplier saja untuk tiap jenis bahan baku. Karena bingung bagaimana menentukan supplier yang paling tepat daripada supplier saat ini, maka perusahaan masih bertahan dengan sistem saat ini.

Selama ini kriteria utama yang dipakai untuk menetapkan supplier hanya berdasarkan harga.

Akibatnya seringkali performansi dari supplier tersebut buruk. Berdasarkan Iiteratur [6] dan [1] dan penelitian sejenis [5], diperoleh beberapa kriteria yang berhubungan dengan pemilihan supplier dalam suatu sistem logistik. Setelah melalui proses observasi dan diskusi dengan perusahaan, maka terpilihlahlah 6 kriteria yang akan dijadikan dasar pertimbangan pemilihan supplier diperusahaan ini, diantaranya harga, tingkat reject, pemenuhan jadwal, pemenuhan jumlah pesanan, tingkat komunikasi, danjangka waktu pembayaran.

Pada proses pemilihan supplier yang diusulkan, semua kriteria diberi bobot kepentingan.

Sernakin besar bobot berarti kriteria tersebutmakin penting. Metode pemberian bobot sebenamya terserah peruahaan. Namun dalam penilitian ini disarankan untuk mernakai metode entropy, karena metode ini sangat fleksibel serta dapat memberikan bobot berdasarkan karakteristik data, sekaligus dapat mengakomodasi preferensi subyektif dari decision maker bila diperlukan. Selanjutnya performansi tiap altematif supplier dinilai terhadap masing-masing kriteria, berdasarkan metode PROMETHEE. Hasil yang didapatkan akan dikonsultsikan kepada supervisor untuk dicek apakah hasilnya cukup sesuai dengan kebutuhan dan keadaan di perusahaan saat ini, Prosedur pemilhan supplier selengkapnya dapat dilihat pada gambar 2.

Setelah membuat suatu prosedur pemilihan supplier, maka untuk mendapatkan kriteria-kriteria yang mempengaruhi pemilihan supplier dilakukan dengan penalaahan literatur dan diskusi terhadap pihak perusahaan. Dad proses ini, kriteria yang terdentifikasi adalah harga, tingkat reject, pemenuhan terhadap waktu yang dijadwalkan, pemenuhan terhadap jumlah pesanan, tingkat komunikasi dan pertukaran inforrnasi, dan jangka waktu pembayaran.

Idcnr.irt.kaai Kritoori .... lUitcria )"lII.n8 dipBlo:ni unlUk n\ClITl iJ ih ~uppll~'

Perhitunaun SObol Kritcria dcnslU1.

Melto-de £ntl"'Dpy

PCIThit~ Pcrn ilih",n Supplie,. dcnsnn r..-Iet.odc PROMETHEE

Gambar 2. Prosedur Pemilihan Supplier 4.1 Perhitungan Metode Entropy

Perhitungan bobot Entropy ini dilakukan pada keenam kriteria yang telah ditentukan (berdasar diskusi dan kajian literature). Nilai hobot Entropy dihitung untuk masing-masing tipe bahan. Contoh hasilnya adalah pada tipe bahan baku bahan baku "A". Pada jenis bahan baku ini kriteria yang paling

unggul atau yang paling penting untuk diperhatikan adalah kriteria tingkat reject dengan bobot 0.702 disusul oleh kriteria tingkat komunikasi dan pertukaran infonnasi dengan 0.264, kemudian kriteria pemenuhan terhadap waktu yang dijadwalkan yaitu 0.017, kriteria jangka waktu pembayaran dengan 0.009, kriteria harga adalah 0.004 dan yang terakhir adalah kritera pemenuhan terhadap jumlah yang dipesan dengan 0.004.

Nilai bobot Entropy tersebut berlaku jika tidak terdapat hobot awal (prior weight), Karena pada perusahaan ini terdapat bobot awal yang telah ditentukan oleh perusahaan, maka rekalkulasi harns dilakukan lagi dengan mempetirnbangkan bobot awal

Tabel1 Bobot Awal Kriteria

Kriteria Bobot
Harga . 0.3
Tingkat Reject . 0.2
Pemenuhan thd Waktu yg Dijadwalkan 0.18
Pemenuhan thd Jumlah Pesanan 0.12
Tingkat Komunikasi dan Pertukaran Informasi 0.09
Jangka Waktu Pembayaran 0.11 Nilai akhir bobot Entropy adalah nilai bobot Entropy sebe1umnya yang digabungkan dengan bobot awal. Dari tabel2 terlihat bahwa untuk semua jenis bahan baku yang dibandinglan, tingkat reject tetap dianggap sebagai kriteria terpenting. Hal ini sedikit berbeda dari bobot awal yang ditetapkan perusahaan, dirnana kriteria terpenting adalah harga, Dalam hal ini metode Entropi mengidentifikasi variasi yang besar dalam tingkat reject masing-masing supplier, sehingga mengidentifikasi tingkat reject sebagai kriteria terpenting.

Tabe12. Bobot Kriteria

Kriteria Jenis Bahan Baku Packing
A B C D
Harga 0.007 0.009 0.123 0.009
Tingkat Reject 0.826 0.74 0.68 0.91
Pemenuhan thd Waktu yg Dijadwalkan 0.018 0.061 0.009 0.01
Pemenuhan thd Jumlah Pesanan 0.003 0.029 0.007 0.006
Tingkat Komunikasi&Pertukaran Inforrnasi 0.14 0.141 0.13 0.047
Jangka Waktu Pembayaran 0.006 0.02 0.051 0.018 4.2. Pemilihan Supplier dengan Metode PROMETHEE

Pengolahan data ini bertujuan untuk menghitung performansi dari tiap supplier dan mengurutkannya dari yang tertinggi sampai yang terendah sehingga decision maker dapat menentukan supplier yang terbaik dengan berbagai pertimbangan. Data awal yang digunakan untuk menghitung performansi tiap supplier AI, A2, dan A3 terhadap bahan baku A dapat dilihat pada gambar 3.

T b 13 Nil . ti

It

s r

tuk b h bak "AI>

a e ai lap a ernatrve upp ier un a an u
Kriteria Altcrnatif
. (Al) (A2) (A3)
iHarga (K1) 1075 1070 1075
lI'ingkat Reject (K2) 0.6 0.4 0.1
IPcmcnuhan thd Waktu yg Dijadwalkan (K3) 100 95 82.5
lPemcnuhan thdJumtah Pesanan (K4) 1 0.996 0.992
~ingkat Komunikasi&PI: rtukaran Infermasi (&5) 5 2 3
angka Waktu 35 40 40
Pcmbayaran (K6) V. Triyanti dan M. T. Gadis: Pemilihan Supplier Untuk Induslri Makanan Menggunakan Me/ode Prome/hee 89

4.2.1 Penentuan Tipe dan Parameter Tiap Kriteria

Proses pengolahan data PROMETHEE ini berdasarkan penilaian judgment mauapun data kuantitatif terhadap setiap alternative terhadap setiap sub faetor. Tiap subfaktor (kriteria) te1ah mempunyai bobot sesuai hasil metode Entropy. Dalam PROMETHEE tedapat beberapa kaidah preferensi kriteria, yang me1iputi tipe kriteria, pendekatan maksimasi atau minimasi, dan penentuan parameter. Sebagai eontoh, pada tabel 3 dapat dilihat penilaiannya untuk tipe bahan baku "A".

Tabe14. Tipe dan Parameter Fungsi Preferensi (Bahan baku "A")
Kriteria Bobot Tipe Kaidah Parameter Unit
Preferensi (MiniMax)
Harga(KD 0.007 V Min Q=S;p=lO Rupiah
Tingkat Reject (K2) 0.826 III Min p=O.S Persen
Pemenuhan thd Waktu yg Dijadwalkan (K3) 0.018 IV . Max q=S;p=20 -
Pemenuhan thd Jurnlah Pesanan (K4) 0.003 III Max p=O.OOS -
Tingkat Komunikasi&Pertukaran lnformasi (K5) 0.14 V Max q=2;p=5 Kali
Jangka Waktu Pembayaran (K6) 0.006 V Max q=5;p==lO Hari 4.2.2 Perhitungan Nilai Preferensi dan Indeks Preferensi

Dalam menghitung nilai preferensi (P) masing-masing altematif dilakukan perhitungan seeara berpasangan satu per satu berdasarkan pilihan bentuk preferensi yang sudah ditetapkan sebe1umnya.Berikut ini ada1ah eontoh perhitungan nilai preferensi dan indeks preferensi untuk bahan baku "An. Pad a perhitungan preferensi berpasangan antara Al dan A2 dapat dilihat bahwa pada kriteria 1 nilai peAl> A2) ada1ah 0 dan P(A2' AI) = O. Hal ini berarti nilai peAl> A2) adalah tidak berbeda antara Al dan A2, atau tidak ada preferensi dari Al lebih baik dari A2. Pada nilai P(Az, AI) juga menunjukkan bahwa A2 tidak berbeda dari At. Pada basil indeks preferensi multikriteria fungsi peAt. Az) maka dapat diketahui bahwa n(Al. A2) adalah 0.0550, hal ini menunjukkan preferensi yang lemah untuk altematif At lebih dari altematif Al berdasarkan semua kriteria. n(Az. AI) adalah 0.33 yang berarti preferensi yang kuat untuk alternatif Az lebih dari a1tematif Al berdasarkan semua kriteria

Tabe15. Indeks Preferensi (Bahan baku "A")
Altematif Al A2 A3
A 1 (Supplier 1) - 0,0550 0.012
A2 (Supplier 2) 0.33 - 0.0114
A3 (Supplier 3) 0.826 0.4956 - 4.2.3. Perhitungan Arah Preferensi

Perhitungan arah preferensi dipertimbangkan berdasarkan ni1ai indeks leaving flow (<<ll), Entering Flow (<<ll1, dan Net Flow (<<ll). Berikut ini adalah eontoh perhitungan arab preferensi untuk Supplier AI;

Net Flow

: $+ (AI) =_1_(0.067) =0.0305 3-1

: <1>- (AI) =_1_(1.1 56) :::;;0.5782 3-1

: «ll (AI) = 0.0305 - 0.5782 = -0.5477

Lea ving Flow

Entering Flow

Tabe16. Urutan prioritas menurut Leaving Flow dan Enterin Flow a an a A
Altematif Leaving Flow (¢ll Rank Entering Flow (¢I') Rank
Al 0.Q305 3 0.5782 3
A2 0.1709 2 0.2723 2
A3 0.6608 1 0.0117 I (bh bku")

su Journal OT LOglSIiCS ana ::;upply Chain Management, Vol. 1, No.2, June 2008 : 83-92

Perhitungan pada tabel5 menggunakan PROMETHEE I , hasilnya belum final. Perlu dikallrulasi lebih lanjut dengan PROMETHEE 2. Dengan metode PROMETHEE 2, Perhitungan dilakukan untuk masing - masing alternatif untuk mendapatkan nilai net flow. Altematif dengan nilai net flow yang terbesar itu yang akan terpilih dan mempunyai rangking pertama.

Tabel 7 C I Ra lei B d k M Fl (Bah b ku "A")

omptete n nJ! er asar an et ow an a
Altematif Net Flow (<11) Rank
AI: St!Pplier 1 -0.5477 3
A2 : Supplier 2 -0.1014 2
A3 : Supplier 3 0.6491 1 Pada bahan baku "A", altematif supplier yang terpilih adalah Supplier 3 dengan nilai sebesar 0.6491. Urutan performansi untuk rnasing-masing altematif adalah Supplier 3, Supplier 2 dan Supplier 1.

Pada penelitian ini, penelitian dilakukan untuk 4 tipe bahan baku, yaitu tipe A, B, C, dan D. Berdasarkan wawancara dan data dari perusahaan, terdapat 6 supplier yang terkait. Supplier 1,2, dan 3 khusus mensupply bahan baku A,B, dan D. Sedangkan bahan baku C selama ini disupplai oleh supplier A. menggunakan metode PROMETHEE, hasil selengkapnya dapat dilihat pada tabel 7.

Tabel 8. Ranking Supplier
Bhn Baku A B D
Supplier NetF/ow( F) Rank Net Flow( F) Rank Net Flow( F) Rank
Al -0.5477 3 0.1467 1 -0.1149 3
A2 -0.1014 2 0.1191 2 -0.022 2
A3 0.6491 1 -0.2658 3 0.1372 1 r

Tabe18. Ranking Sunolier (lanjutan)
BhnBaku C
Supplier Net Flow( F) Rank
A4 -0.7768 3
A5 0.4063 1
A6 0.3706 2 Gambar 4 dan 5 adalah contoh urutan prioritas supplier untuk bahan baku "A" dan "B"

L- __ ....J --~~! SUPPHerz! __ + L... __ ....J Gambar 4. Urutan Prioritas Supplier Bahan baku "A"

Pada bahan baku "A" supplier 3 mempunyai nilai tertinggi dan ranking pertama karena alternatif ini mempunyai nilai yang baik pada kriteria dengan bobot tertinggi yaitu pada kriteria tingkat reject altematif ini mempunyai nilai yang lebih baik dari Supplier Al dan A2. Sedangkan pada kriteria lainnya Supplier A3 mempunyai nilai yang tidak lebih tinggi dari Supplier A2 tetapi juga tidak lebih rendah dari Supplier AI. Bila meilihat nilai netflow, maka supplier A2 dan A3 bahkan tidak direkomdasikan untuk dipiJih. Hal ini dikarenakan kedua supplier ini mempunyai performansi yang dinilai buruk pada kriteria yang cukup penting. •

a-. a--.

Gambar 5. Urutan Prioritas supplier Bahan baku "B"

Sedangkan untuk bahan baku "B", supplier Al paling direkomdasikan .. hal ini disebabkan karena pada supplier Al berdasarkan data mempunyai nilai yang baik pada kriteria tingkat reject dan waktu pembayaran, pada kriteria-kriteria tersebut Al lebih baik dari pada A2 dan A3. Pada A3 net flownya mempunyai nilai negatif yang berarti bahwa pada altematif supplier ini tidak disarankan untuk dipilih.

V. Triyanli dan M. T. Gadis : Pemilihan Supplier Untuk fnduslri Makanan Menggunakan Metode Promethee 91

5. Analisis

5.1 Analisis Metode Entropy

Berdasarkan data sekunder dan diskusi dengan pihak perusahaan, maka didapatkan nilai bobot paling tinggi untuk semua tipe bahan baku packaging adalah pada kriteria tingkat reject. Dad semua jenis bahan baku yang dibandinglan, tingkat reject tetap dianggap sebagai kriteria terpenting. Hal ini sedikit berbeda dari bobot awal yang ditetapkan perusahaan, dimana kriteria terpenting adalah harga, Pada metode Entropy sebuah kriteria mempunyai nilai bobot yang besar jika perbedaan antar data-data di setiap kriterianya semakin besar, apalagi jika dipengaruhi juga dengan nilai bobot awal yang besar. Dalam kasus ini metode Entropi mengidentifikasi variasi yang besar dalam tingkat reject masingmasing supplier, sehingga mengidentifikasi tingkat reject sebagai kriteria terpenting

5.2 Analisis Metode PROMETHEE

Dalam penelitian ini, metode PROMETHEE digunakan untuk menilai performansi tiap supplier.

Dibandingkan penelitian sejenis mengenai pemilihan supplier yang menggunakan metode AHP [7].[8] maupun ANP [9], maka pengaplikasian metode PROMETHEE lebih mudah, diantaranya adalah karena penilaian tidak perlu dilakukan perbandinghan berpasangan. Seperti diketahui, penilaian dengan pebandingan berpasangan akan cederung menghasilkan inkonsistensi. Akibatnya, penilaian harus dlakukan berulan kali untuk mendapatkan sebuah konsistensi. Namun demikian, metode PROMETIIEE mempunyai kelernahan untuk mengatasi masalah yang berhirarki. Semua kriteria harus dibuat dalam satu level terlebh dadulu.

Menggunakan metode PROMETHEE I, urutan parsial dipcroleh berdasarkan pada pertimbangan nilai <1>+ (karakter leaving flow) yang menunjukkan seberapa baik altematiftersebut bila dibandingkan dcngan altematif lainnya, dan nilai <1>- (karakter entering flow) yang menunjukkan seberapa besar kelemahan altematif tersebut bila dibandingkan dengan altematif lainnya, pertimbangan-pertimbangan ini kemudian dipresentasikan dalam bentuk urutan prioritas. Pada PROMETHEE I ini altematif dengan nilai leaving flow yang besar dan nilai entering flow yang kecil adalah altematif yang baik. Perhitungan dengan PROMETHEE I akan menunjukkan bahwa hasil urutan prioritas yang diajukan kepada decision maker dengan menggunakan pendekatan leaving flow dan entering flow masih menyajikan bentuk incomparable. Atau dengan kata lain, apabila analisis hanya berhenti hingga urutan parsial prioritas saja maka hasil yang ditunjukkan tidak realistik. Ketidakrealistisan tersebut dikarenakan kemungkinan adanya dua supplier atau lebih mempunyai preferensi yang sarna, yang ini akan menyulitkan pengambil keputuasn dalam rnenentukan supplier terpilih. Pada pengolahan dengan PROMETIIEE I yang dilakukan sebelumnya kebetulan hasil yang didapat tidak menyajikan bentuk incomparable, karena urutan prioritas pada leaving flow sarna dengan urutan prioritas pada entering flow, sedangkan bentuk incomparable didapat jika suatu altematif rnempunyai urutan prioritas yang berbeda antara leaving flow dan entering flow- Untuk membuat keputusan menjadi realistik rnaka pertimbangan yang perlu dilakukan adalah dengan membuat perhitungan net flow. Dengan hasil urutan prioritas yang diajukan dengan pendekaan net flow merupakan penghindaran bentuk incomparable.

5.3. Analisis Implementasi

Dengan rnengggunakan sistem usulan, tiap jenis bahan baku akan dipesan dari supplier yang sesuai. Karena tingkat reject merupakan kriteria yang terpenting, maka pada umumnya metode PROMETIIEE juga akan rnengalokasikan suatu bahan baku ke supplier yang memiliki tingkat reject terendah. Berdasarkan diskusi dengan pihak perusahaan, hasil yang diperoleh cukup sesuai dengan keadaan saat ini. Namun sampai akhir periode penelitian usulan ini mernang belum bisa diirnplematasikan oleh perusahaan, karena rnasih terdapat beberapa pertimbangan teknis, termasuk periode kontrak dengan para supplier.

6. Kesimpulan

Kriteria-kriteria pemilihan supplier yang dipentingkan dalam bahan baku packaging adalah kriteria harga, kriteria tingkat reject, kriteria pemenuhan terhadap waktu yang dijadwalkan, kriteria pemenuhan terhadap jumlah pesanan, kriteria tingkat komunikasi dan pertukaran infonnasi, dan yang terakhir adalah kriteria jangka waktu pembayaran. Pada semua tipe bahan baku packaging, tingkat reject menempati bobot terpenting. Pembobotan kriteria ini pada akhirnya akan menghasilkan urutan prioritas supplier yang berbeda-beda untuk tiap jenis bahan baku

Berdasarkan netflow positif tertinggi, dari ketiga supplier untuk bahan baku A,B, dan D, supplier A3 menempati renking tertinggi dan direkomdansikan bagi bahan baku A dan D. Sedangkan bahan baku B sebaiknya disupply oleh suppler A-I. Untuk bahan baku C, direkomendasikan untuk memilih supplier A5 daripada supplier A4 atau A6.

7. Daftar rujukan

[I] Sen, Pratyush dan Yang, Jian-Bo (1998), 'Multiple Criteria Decision Support in Engineering Design', London: Springer-Verlag London Limited,

[2] Brans, J. P., Vinckle dan B. Mareshal. (1986) 'How to Select and How to Rank Projects; The Promethee Method', Journal oj European oj Operational Research, Elsevier Science Publisher B. V.,Holland, p. 228-238, 1986.

[3] Callavaro, F.,(1999) 'An Integrated Multi-Kriteria System to Assess Sustainable Energy Options: An Application oJThe Promethee Method', Journal. University ofMolise, Italy

[4] Gass, Alexandra Muller dan Norbert Gass. (1999) 'A Multikriteria Decision Model to Compute Optimal Treatment Packages Under Constraint Conditions', Journal oj Methods oj

Psychological Research Online, PABST Science Publishers .

[5] Saaty, TL. (1996) 'Decision Making with Dependence and Feedback The Analytic Network Process', Pittsburgh: RWS Publieations,

[6] Marimin (1998) 'Pengambilan Keputusan Kriteria Majemuk', Jakarta: PT Grasindo,

[7] Brans, J. P. dan B. Mareshal.,(1994) 'The Promcalc and GAIA Decision Support System for Multikriteria Deeision Aid' European oj Operational Research Elsevier Science Publisher B. V., Holland, P. 297-310,.

[8] Tanuwijaya, K. Steven.( 2005.) 'Prosedur Pemilihan Priori/as Supplier Kain Pada PT Duta Abadi Prim an tara dengan Metode AHP', Tugas Akhir, Jurusan Teknik Industri Atma Jaya, Jakarta,

[9] Aldo, (2005) 'Pemilihan Supplier Kain Rayon dengan Menggunakan Metode Analytic Network Process (ANP) Pada Perusahaan Panca Wama', Tugas Akhir, Jurusan Teknik Industri Atma Jaya, Unika Atma Jaya, Jakarta,

[10] Al-Aomar, Raid. (2002) 'A Robust Simulation-Based Multikriteria Optimization Methodology' , Proceedings: The 2002 Winter Simulation Conference,

[II] Brans, J. P. dan B. Mareshal (1994) 'How to Decide with PROMETHE', Working paper ULB and VUB Brussels Free Universities,

[12] Mangkusubroto, Kuntoro dan Trisnadi, Listriani (1987) 'Analisa Keputusan : Pendekatan Sistem dalam Manajemen Usaha dan Proyek', Bandung:Ganeca Exact,

[13] Kengpol, Athakom. (2002) 'The Decision Support System to Select the Investment in a New Distribution Centre Using The Analytic Hierarchy Process, a Capital Investment Model and a Transportation Model', The Journal oJKMITNB, Vol. 12, NO.2, April- Juni 2002.

[14] Miranda dan Widjaja, Tunggal (2000) 'Manajemen Logistik dan Supply Chain Management', Jakarta: Harvarindo.