Anda di halaman 1dari 14

MAKALAH ILMU EKONOMI

DOSEN PENGAMPU : PAK SABINUS JUMPO, S.E.


KRISIS EKONOMI GLOBAL

D
I
S
U
S
U
N
OLEH

FRANSESCO AGNES RANUBAYA


NIM : 200812048
MIRA SUSANTI
NIM : 200812053
WIDYA MELINDA
NIM : 200812066
YOHANES HERMAN SETIAWAN
NIM : 200812068

JURUSAN MANAJEMEN KOMPUTER DAN INFORMATIKA


SEMESTER I

AKADEMI MANAJEMEN KOMPUTER DAN INFORMATIKA KETAPANG


(AMKI)
Jl. AIP K.S. Tubun No. 03 Ketapang 78815 Kalimantan Barat
Tahun Ajaran 2008/2009
MAKALAH ILMU EKONOMI
DOSEN PENGAMPU : PAK SABINUS JUMPO, S.E.
KRISIS EKONOMI GLOBAL

D
I
S
U
S
U
N
OLEH

FRANSESCO AGNES RANUBAYA


NIM : 200812048
MIRA SUSANTI
NIM : 200812053
WIDYA MELINDA
NIM : 200812066
YOHANES HERMAN SETIAWAN
NIM : 200812068

JURUSAN MANAJEMEN KOMPUTER DAN INFORMATIKA


SEMESTER I

AKADEMI MANAJEMEN KOMPUTER DAN INFORMATIKA KETAPANG


(AMKI)
Jl. AIP K.S. Tubun No. 03 Ketapang 78815 Kalimantan Barat
Tahun Ajaran 2008/2009
KATA PENGANTAR

Krisis Global yang kini melanda penduduk Indonesia menjadi sebuah cekikan
keras bagi rakyat dan pemerintahan. Di mana tidak hanya dari berbagai sektor yang kena
imbas dari dampak negatifnya, tetapi juga mempengaruhi pola kehidupan masyarakat di
Indonesia. Dalam prilaku ekonomi, masyarakat kini harus lebih ekstra selektif untuk
menentukan mana kebutuhan yang benar-benar diperlukan dan mana kebutuhan yang
sifatnya dapat ditunda agar masyarakat tidak mengalami pemborosan dalam memenuhi
kebutuhan hidupnya sehari-hari.
Tidak hanya masyarakat saja yang kewalahan. Dari pemerintahan yang
menjalankan tugas kenegaraan ikut merasakan pusingnya kejenuhan terhadap krisis
ekonomi global yang semakin menyiksa, di mana beberapa sektor ekonomi di Indonesia,
baik berupa penyedia devisa dan berbagai macam pengolahan perekonomian mengalami
keanjlokan yang drastis. Terbukti dengan turunnya indeks bursa Indonesia terhadap mata
uang asing yang sangat mempengaruhi keberlangsungan ekonomi Indonesia terhadap laju
penyebaran pasar Internasional.
Ini adalah salah satu kajian yang sangat menarik karena kita sebagai mahasiswa
dituntut juga untuk krisis dalam menghadapi masalah ini. Dan bagaimanapun dan
kemungkinan apapun bisa saja terjadi, namun bila kita menyikapinya secara krisis, paling
tidak masalah hidup kita secara pribadi dapat teratasi sekian rupa dengan pola pikir kita
yang dinamis. Sehingga akhirnya kelak saatnya terjun di dunia kerja, pola pikir tersebut
dapat membantu orang lain juga.
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR i
DAFTAR ISI ii

BAB I. PENDAHULUAN 1
A. LATAR BELAKANG 1
B. TUJUAN PENULISAN 1
C. RUMUSAN MASALAH 1

BAB II. PEMBAHASAN MASALAH 2


A. PENGERTIAN KRISIS EKONOMI GLOBAL 2
B. AKIBAT TERJADINYA KRISIS EKONOMI GLOBAL 2
C. SEPULUH CARA MENGATASI KRISIS EKONOMI GLOBAL OLEH
PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA 6
D. TANGGAPAN MAHASISWA TERHADAP KRISIS EKONOMI GLOBAL 8

BAB III. PENUTUP 9


A. KESIMPULAN 9
B. SARAN 9

DAFTAR PUSTAKA 10
BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Krisis global adalah salah satu dilema yang sedang dihadapi Indonesia sejak dahulu
hingga sekarang. Dan ini adalah dinamika kehidupan ekonomi yang tidak tetap
perubahannya. Kadang sistem ekonomi dunia naik, kadang sistem ekonomi dunia
merosot drastis. Ini menyebabkan gejolak besar bagi kehidupan ekonomi seluruh dunia,
tak terkecuali Indonesia. Akibat langsungnya adalah meledaknya harga kebutuhan pokok
di Indonesia. Yang mana sebelumnya saja sudah menjepit dompet masyarakat dan kini
semakin menekan sektor-sektor usaha yang menyediakan kebutuhan tersebut. Misalnya:
Petani yang menyediakan sayur mayur kini kesulitan dalam mencari pupuk yang murah,
padi menjadi kurang subur dan pasokan yang terbatas membuat harga beras melonjak. Ini
adalah satu dari ribuan keluhan masyarakat dalam merasakan dampak buruk dari krisis
global ini. Sehingga tema “Krisis Ekonomi Global” ini sangat cocok untuk menjadi
bahan diskusi bagi mahasiswa karena mahasiswa juga mengalami dilema ini dalam
hidupnya.
B. TUJUAN PENULISAN
Supaya mahasiswa dapat lebih kritis terhadap situasi krisis ekonomi global yang
mana sekarang menjadi topik hangat dan dilema luar biasa bagi seluruh dunia. Paling
tidak mahasiswa dapat memecahkan masalah kecil yang berhubungan dengan krisis
ekonomi global tersebut. Diharapkan pula makalah ini dapat menjadi acuan belajar dalam
mempelajari permasalahan ekonomi di Perguruan Tinggi.

C. RUMUSAN MASALAH
Adapun makalah ini dibuat dengan rumusan permasalahan:
• Apa itu Krisis Ekonomi Global?
• Mengapa Krisis Ekonomi Global bisa terjadi?
• Sektor apa saja yang terkena imbas dari Krisis Global tersebut?
• Bagaimana cara mengatasi Krisis Global tersebut?
• Apa tanggapan kita sebagai mahasiswa terhadap masalah ini?
BAB II
PEMBAHASAN MASALAH

A. PENGERTIAN KRISIS EKONOMI GLOBAL


Krisis ekonomi Global merupakan peristiwa di mana seluruh sektor ekonomi pasar
dunia mengalami keruntuhan dan mempengaruhi sektor lainnya di seluruh dunia. Ini
dapat kita lihat bahwa negara adidaya yang memegang kendali ekonomi pasar dunia yang
mengalami keruntuhan besar dari sektor ekonominya. Bencana pasar keuangan akibat
rontoknya perusahaan keuangan dan bank-bank besar di Negeri Paman Sam satu per satu,
tinggal menunggu waktu saja. 1Bangkrutnya Lehman Brothers langsung mengguncang
bursa saham di seluruh dunia. Bursa saham di kawasan Asia seperti di Jepang,
Hongkong, China, Asutralia, Singapura, India, Taiwan dan Korea Selatan, mengalami
penurunan drastis 7 sd 10 persen. Termasuk bursa saham di kawasan Timur Tengah,
Rusia, Eropa, Amerika Selatan dan Amerika Utara. Tak terkecuali di AS sendiri, Para
investor di Bursa Wall Street mengalami kerugian besar.

B. AKIBAT TERJADINYA KRISIS EKONOMI GLOBAL


1. AKIBAT KRISIS EKONOMI GLOBAL BAGI LUAR NEGERI
Pada tahun 1907 krisis perbankan Internasional dimulai di New York, setelah
beberapa decade sebelumnya yakni mulai tahun 1860-1921 terjadi peningkatan hebat
jumlah bank di Amerika s/d 19 kali lipat. Selanjutnya, tahun 1920 terjadi depresi
ekonomi di Jepang. Kemudian pada tahun 1922 – 1923 German mengalami krisis dengan
hyper inflasi yang tinggi. Karena takut mata uang menurun nilainya, gaji dibayar sampai
dua kali dalam sehari. Selanjutnya, pada tahun 1927 krisis keuangan melanda Jepang (37
Bank tutup); akibat krisis yang terjadi pada bank-bank Taiwan
Pada tahun 1929 – 30 The Great Crash (di pasar modal NY) & Great Depression
(Kegagalan Perbankan); di US, hingga net national product-nya terbangkas lebih dari
setengahnya. Selanjutnya, pada tahun 1931 Austria mengalami krisis perbankan,
akibatnya kejatuhan perbankan di German, yang kemudian mengakibatkan
berfluktuasinya mata uang internasional. Hal ini membuat UK meninggalkan standard
1
Agustianto, http://www.opensubscriber.com/message/motivasi@yahoogroups.com/10510614.html
emas. Kemudian1944 – 66 Prancis mengalami hyper inflasi akibat dari kebijakan yang
mulai meliberalkan perekonomiannya. Berikutnya, pada tahun 1944 – 46 Hungaria
mengalami hyper inflasi dan krisis moneter. Ini merupakan krisis terburuk eropa. Note
issues Hungaria meningkat dari 12000 million (11 digits) hingga 27 digits.
Pada tahun 1945 – 48 Jerman mengalami hyper inflasi akibat perang dunia kedua..
Selanjutnya tahun 1945 – 55 Krisis Perbankan di Nigeria Akibat pertumbuhan bank yang
tidak teregulasi dengan baik pada tahun 1945. Pada saat yang sama, Perancis mengalami
hyperinflasi sejak tahun 1944 sampai 1966. Pada tahun (1950-1972) ekonomi dunia
terasa lebih stabil sementara, karena pada periode ini tidak terjadi krisis untuk masa
tertentu. Hal ini disebabkan karena Bretton Woods Agreements, yang mengeluarkan
regulasi di sektor moneter relatif lebih ketat (Fixed Exchange Rate Regime). Disamping
itu IMF memainkan perannya dalam mengatasi anomali-anomali keuangan di dunia. Jadi
regulasi khususnya di perbankan dan umumnya di sektor keuangan, serta penerapan
rezim nilai tukar yang stabil membuat sektor keuangan dunia (untuk sementara) "tenang".

Namun ketika tahun 1971 Kesepakatan Breton Woods runtuh (collapsed). Pada
hakikatnya perjanjian ini runtuh akibat sistem dengan mekanisme bunganya tak dapat
dibendung untuk tetap mempertahankan rezim nilai tukar yang fixed exchange rate.
Selanjutnya pada tahun 1971-73 terjadi kesepakatan Smithsonian (di mana saat itu nilai 1
Ons emas = 38 USD). Pada fase ini dicoba untuk menenangkan kembali sektor keuangan
dengan perjanjian baru. Namun hanya bertahan 2-3 tahun saja.
Pada tahun 1973 Amerika meninggalkan standar emas. Akibat hukum "uang buruk
(foreign exchange) menggantikan uang bagus (dollar yang di-back-up dengan emas)-
(Gresham Law)". Pada tahun 1973 dan sesudahnya mengglobalnya aktifitas spekulasi
sebagai dinamika baru di pasar moneter konvensional akibat penerapan floating exchange
rate sistem. Periode Spekulasi; di pasar modal, uang, obligasi dan derivative. Maka tak
aneh jika pada tahun 1973 – 1874 krisis perbankan kedua di Inggris; akibat Bank of
England meningkatkan kompetisi pada supply of credit.
Pada tahun 1974 Krisis pada Eurodollar Market; akibat west German Bankhaus ID
Herstatt gagal mengantisipasi international crisis. Selanjutnya tahun 1978-80 Deep
recession di negara-negara industri akibat boikot minyak oleh OPEC, yang kemudian
membuat melambung tingginya interest rate negara-negara industri.
Selanjutnya sejarah mencatat bahwa pada tahun 1980 krisis dunia ketiga; banyaknya
hutang dari negara dunia ketiga disebabkan oleh oil booming pada th 1974, tapi ketika
negara maju meningkatkan interest rate untuk menekan inflasi, hutang negara ketiga
meningkat melebihi kemampuan bayarnya. Pada tahun 1980 itulah terjadi krisis hutang di
Polandia; akibat terpengaruh dampak negatif dari krisis hutang dunia ketiga. Banyak
bank di eropa barat yang menarik dananya dari bank di eropa timur.
Pada saat yang hampir bersamaan yakni di tahun 1982 terjadi krisis hutang di Mexico;
disebabkan outflow kapital yang massive ke US, kemudian di-treatments dengan hutang
dari US, IMF, BIS. Krisis ini juga menarik Argentina, Brazil dan Venezuela untuk masuk
dalam lingkaran krisis.
Perkembangan berikutnya, pada tahun 1987 The Great Crash (Stock Exchange), 16
Oct 1987 di pasar modal US & UK. Mengakibatkan otoritas moneter dunia meningkatkan
money supply. Selanjutnya pada tahun 1994 terjadi krisis keuangan di Mexico; kembali
akibat kebijakan finansial yang tidak tepat. Pada tahun 1997-2002 krisis keuangan
melanda Asia Tenggara; krisis yang dimulai di Thailand, Malaysia kemudian Indonesia,
akibat kebijakan hutang yang tidak transparan. Krisis Keuangan di Korea; memiliki sebab
yang sama dengan Asteng.
Kemudian, pada tahun 1998 terjadi krisis keuangan di Rusia; dengan jatuhnya nilai
Rubel Rusia (akibat spekulasi) Selanjutnya krisis keuangan melanda Brazil di tahun
1998. pad saat yang hamper bersamaan krisis keuangan melanda Argentina di tahun
1999. Terakhir, pada tahun 2007-hingga saat ini, krisis keuangan melanda Amerika
Serikat. Dari data dan fakta historis tersebut terlihat bahwa dunia tidak pernah sepi dari
krisis yang sangat membayakan kehidupan ekonomi umat manusia di muka bumi ini.

2. AKIBAT KRISIS EKONOMI GLOBAL BAGI DALAM NEGERI

Resesi ekonomi yang kini melanda AS, juga gejolak keuangan di beberapa
belahan dunia, tak boleh dipandang remeh. Pemerintah harus waspada dan antisipatif,
karena resesi ekonomi AS kemungkinan semakin parah sehingga bisa berdampak hebat
terhadap kehidupan ekonomi di dalam negeri. Di sisi lain, sektor keuangan di beberapa
belahan dunia yang lain kini juga bergejolak dan potensial berimbas ke mana-mana,
termasuk ke Indonesia.

Eropa Timur dan Amerika Latin sebenarnya pernah mengalami krisis ekonomi
dan keuangan. Namun, saat itu krisis tersebut lebih karena pengaruh pergolakan politik di
masing-masing negara. Tapi kini krisis ekonomi di kedua kawasan amat potensial karena
bubble di sektor keuangan sudah amat berlebihan. Artinya, bubble tersebut hampir pasti
segera pecah. Celakanya, kalau negara-negara berkembang yang terkena krisis ekonomi,
lembaga-lembaga keuangan internasional cenderung lepas tangan. Akibatnya, krisis yang
terjadi bisa sangat parah dan potensial mengimbas ke wilayah lain.

Warung-warung di pelosok Jakarta kini bertumbangan ke jurang kebangkrutan.


Itu sebagai bukti bahwa rakyat kebanyakan sudah tak berbelanja lagi. Sementara lapisan
atas justru berbelanja keperluan sehari-hari ke pasar-pasar modern milik pengusaha besar.
Ini menyebabkan kefailitan raksasa bagi dunia bisnis.2

Saat ini dampak resesi ekonomi global yang paling dirasakan adalah pada masyarakat
menengah ke atas, terlebih mereka yang bermain saham, valuta asing dan investasi emas.

Dari pantauan media di sejumlah pasar di tanah air, sejak BEJ melakukan suspend pada
Jum’at (10/10) kemarin, harga bahan-bahan pangan mulai merangkak naik. Jika sudah
begini, masyarakat bawah yang paling merasakan dampaknya.

Walau beberapa kebutuhan pokok, seperti harga beras masih bertahan yakni untuk jenis
IR 64 berkisar; Rp6.000/kg, beras kuku balam super; Rp7.000/ kg, minyak goreng;
Rp.8000/kg dan gula pasir Rp.6.000/kg relatif stabil. Demikian juga dengah harga ayam
kampung yang tetap di harga Rp40.000/kg dan telur bebek Rp1.300-Rp1.400 per butir.
Namun, tak ada jaminan harga-harga kebutuhan pokok ini tidak akan merangkak naik.

Sedangkan harga bahan pangan lainnya seperti daging lembu yang sempat bertengger di
posisi Rp 60.000-Rp65.000/kg, turun menjadi Rp.45.000/kg. Sedangkan harga-harga
yang mulai naik, antara lain; ayam potong yang beberapa waktu lalu Rp22.000/kg, kini

2
Kompas, 2 Oktober 2008 “Kekhawatiran Krisis Ekonomi Global Benamkan Saham Dunia”
menjadi Rp.25.000/kg. Telur ayam potong yang kemarin sempat Rp800-Rp850/butir, kini
naik, Rp.2000/butir. Harga sayur mayur seperti cabai merah Rp20.000/kg, naik menjadi
Rp. 30.000/kg. Adapun bawang merah Rp9.000 naik menjadi Rp10.000/kg; tomat naik ke
posisi Rp 6.000 per kg dari Rp.5000/kg.

Selain itu, kenaikan harga bahan baku di sektor properti akibat pengaruh krisis ekonomi
global, sangat mungkin terjadi. Seperti di kutip dari Antara.co.id, Wakil Ketua DPD Real
Estate Indonesia (REI) Jawa Tengah, Adib Adjiputra, di Solo, beberapa waktu lalu
mengatakan, harga bahan baku yang diproduksi di dalam negeri maupun luar negeri,
berpotensi terpengaruh oleh krisis ekonomi ini.

Harga bahan baku seperti besi, keramik, semen dan sejumlah aksesori rumah lainnya
yang berasal dari industri manufaktur, kata dia, sangat rentan mengalami kenaikan.

Kenaikan bahan baku akibat dampak krisis ekonomi ini akan semakin menyulitkan sektor
properti, setelah sebelumnya juga diterpa kenaikan harga bahan baku akibat kenaikan
bahan bakar minyak (BBM).

Pada sektor properti ini, tipe rumah kelas menengah ke atas yang akan paling besar
terkena dampak terjadinya krisis ekonomi ini. Kenaikan tingkat suku bunga pasti akan
mengikutinya. Sehingga harga cicilan rumah perbulannya akan naik. Sedangkan untuk
rumah kelas menengah ke bawah sedikit tidak berpengaruh karena sebagian sudah
disubsidi pemerintah.3

C. SEPULUH CARA MENGATASI KRISIS EKONOMI GLOBAL OLEH


PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA

Presiden menegaskan 10 langkah yang harus ditempuh semua pihak untuk


menghadapi krisis keuangan yang terjadi di Amerika Serikat (AS), sehingga tidak
berdampak buruk terhadap pembangunan nasional.

3
Jacko Agun,” http://jackoagun.multiply.com/journal/item/34 “Krisis Global dan Cara Mengatasinya (versi
Pemerintah)
Pertama, Presiden mengajak semua pihak dalam menghadapi krisis global harus terus
memupuk rasa optimisme dan saling bekerjasama sehingga bisa tetap menjagar
kepercayaan masyarakat.

Kedua, pertumbuhan ekonomi sebesar enam persen harus terus dipertahankan antara lain
dengan terus mencari peluang ekspor dan investasi serta mengembangkan perekonomian
domestik.

Ketiga adalah optimalisasi APBN 2009 untuk terus memacu pertumbuhan dengan tetap
memperhatikan `social safety net` dengan sejumlah hal yang harus diperhatikan yaitu
infrastruktur, alokasi penanganan kemiskinan, ketersediaan listrik serta pangan dan BBM.
Untuk itu perlu dilakukan efisiensi penggunaan anggaran APBN maupun APBD
khususnya untuk peruntukan konsumtif.

Keempat, ajakan pada kalangan dunia usaha untuk tetap mendorong sektor riil dapat
bergerak. Bila itu dapat dilakukan maka pajak dan penerimaan negara bisa terjaga dan
juga tenaga kerja dapat terjaga. Sementara Bank Indonesia dan perbankan nasional harus
membangun sistem agar kredit bisa mendorong sektor riil. Di samping itu, masih menurut
Kepala Negara, pemerintah akan menjalankan kewajibannya untuk memberikan insentif
dan kemudahan secara proporsional.

Kelima, semua pihak lebih kreatif menangkap peluang di masa krisis antara lain dengan
mengembangkan pasar di negara-negara tetangga di kawasan Asia yang tidak secara
langsung terkena pengaruh krisis keuangan AS.

Keenam, menggalakkan kembali penggunaan produk dalam negeri sehingga pasar


domestik akan bertambah kuat.

Ketujuh, perlunya penguatan kerjasama lintas sektor antara pemerintah, Bank Indonesia,
dunia perbankan serta sektor swasta.

Kedelapan, semua kalangan diharapkan untuk menghindari sikap ego-sentris dan


memandang remeh masalah yang dihadapi.
Kesembilan, mengingat tahun 2009 merupakan tahun politik dan tahun pemilu, kaitannya
dengan upaya menghadapi krisis keuangan AS adalah memiliki pandangan politik yang
non partisan, serta mengedepankan kepentingan rakyat di atas kepentingan golongan
maupun pribadi termasuk dalam kebijakan-kebijakan politik.

Kesepuluh, Presiden meminta semua pihak melakukan komunikasi yang tepat dan baik
pada masyarakat. Tak hanya pemerintah dan kalangan pengusaha, serta perbankan,
Kepala Negara juga memandang peran pers dalam hal ini sangat penting karena memiliki
akses informasi pada masyarakat.

D. TANGGAPAN MAHASISWA TERHADAP KRISIS EKONOMI GLOBAL

Sebagai insan kritis dan intelektual, kita harus menyadari dan mengakui dampak
hebat dari krisis ekonomi global ini. Karena ini bukan saja merupakan masalah negara
saja, kita sebagai rakyat yang juga terkena akibat dari krisis ini. Sehingga menjadi
kewajiban kita untuk ambil bagian dalam mencari pemecahan persoalan dalam
permasalahan ini.

Dalam persoalan sehari-hari kita sebagai rakyat melakukan sesuatu apa adanya.
Dengan cara menghemat dan selektif dalam memilih kebutuhan pokok khususnya, adalah
salah satu cara kita menghadapi krisis ekonomi global. Saran bagi pemerintahan adalah
untuk lebih memperhatikan sektor usaha kecil yang sejujurnya hampir tidak terlirik oleh
pemerintah yang terlalu memprioritaskan usaha raksasa (perusahaan) , BUMN, dan jasa
umum. Padahal sektor usaha kecil adalah salah satu sumber mata pencaharian rakyat
yang harusnya dibesarkan. Usaha kecil dimungkinkan untuk menarik banyak investor
untuk menanamkan modalnya, sehingga rakyat menjadi mandiri dan pemerintah menjadi
lebih diringankan untuk permasalahan pemberdayaan ekonomi rakyat. Untuk selanjutnya
pemerintah tinggal menjalankan program kerja untuk mengatasi krisis global tersebut
sehingga rakyat dan pemerintah menjadi partner dalam menanggulangi permasalahan ini.
BAB III

PENUTUP

A. KESIMPULAN

Setelah membaca makalah di atas, dapat disimpulkan bahwa:

a. Krisis ekonomi Global merupakan peristiwa di mana seluruh sektor ekonomi


pasar dunia mengalami keruntuhan dan mempengaruhi sektor lainnya di
seluruh dunia
b. Krisis ekonomi Global terjadi karena permasalahan ekonomi pasar di sluruh
dunia yang tidak dapat dielakkan karena kebangkrutan maupun adanya situasi
ekonomi yang carut marut.
c. Sektor yang terkena imbasan Krisis Ekonomi Global adalah seluruh sektor
bidang kehidupan. Namun yang paling tampak gejalanya adalah sektor bidang
ekonomi dari terkecil hingga yang terbesar.
d. Cara mengatasi permasalah Krisis ekonomi bagi masyarakat adalah lebih
selektif dalam memenuhi kebutuhan dan bersikap kooperatif bersama
pemerintah dan sebaliknya dari pemerintah untuk lebih sigap dalam situasi
masyarakat.
e. Sebagai mahasiswa kita harus kritis dan menanggapi dengan cepat
permasalahan kehidupan yang terjadi saat ini khususnya krisis ekonomi global
ini. Paling tidak dari hal kecil, sehingga untuk hal besar kita akan lebih siap
menghadapinya.
B. SARAN

Kepada masyarakat untuk tetap bersabar terhadap situasi permasalahan kita ini dan
mempercayakan segala sesuatu kepada pemerintah. Dan dimulai dari pribadi dan diri
sendiri, untuk mengikuti saran yang telah dituliskan di atas. Dan bagi para mahasiswa
untuk menjadi lebih kritis. Semoga makalah ini menjadi kajian yang baik meskipun
masih terdapat kekurangan. Atas perhatian dari seluruh pihak, kami ucapkan terima
kasih.
DAFTAR PUSTAKA

http://www.opensubscriber.com/message/motivasi@yahoogroups.com/10510614.html
http://kompas.co.id/read/xml/2008/10/02/23553141/kekhawatiran.krisis.ekonomi.global.b
enamkan.saham.dunia
http://www.syaldi.web.id/2008/02/gerakan-mahasiswa-indonesia-tahun-1998-sebuah-
proses-perubahan-sosial/
http://borneo-tribune.net/2008/11/01/dampak-krisis-ekonomi-global-sawit-aman-karet-
tak-aman/