Anda di halaman 1dari 3

Asalamualaikum Wr.

Wb

Yang terhormat Bapak Kepala Sekolah,

Yang saya saya hormati Bapak Ibu guru sekalian,

Dan rekan-rekanku yang berbahagia,

Pertama-tama marilah kita panjatkan puja dan puji syukur kehadiran Tuhan Yang
Maha Esa yang telah melimpahkan rahmat dan taufik hidayahnya kepada kita semua,
sehingga dapat berkumpul di ruangan ini dalam keadaan sehat wal afiat tanpa aral suatu
apa pun.

Di pagi yang cerah ini saya ingin menyampaikan pidato dengan tema “Guruku
Orang Tuaku di sekolah”.

Bapak Ibu guru dan rekan-rakanku yang berbahagia,

Guru adalah sesesorang yang mendidik kami, mengenai apa yang belum kami
mengerti. Dengan penuh kesabaran Bapak Ibu guru menuntun dan mengarahkan kami
hingga kami mampu memahami. Itulah arti guru bagi para siswa. Dengan kurikulum
sekarang ini yang mengupayakan pembelajaran dengan konsep dua arah, pendekatan
antara siswa dan guru mutlak di terapkan. Hal tersebut akan memicu proses
pembelajaran yang efektif. Dengan menanamkan, bahwasannya guru adalah orang tua
siswa di sekolah, ini akan membantu baik kepada siswa atau bahkan kepada guru
tersebut untuk menjalankan komunikasi yang efektif. Efektif disini, menguntungkan
bagi siswa itu sendiri, sehingga tidak ada ketakutan atau pun keraguan untuk
menanyakan setiap hal yang belum dimengerti kepada gurunya tanpa mengurangi rasa
hormat, dan menguntungkan pula untuk para guru, sehingga mengetahui apa yang
diperlukan atau apa yang belum dipahami oleh anak didiknya. Konsep kekeluargaan
yang dibangun seperti ini, memungkinkan untuk para siswa agar lebih aktif dalam
pembelajaran, karena si siswa tidak akan canggung lagi untuk mengutarakan mengenai
pembelajaran atau bahkan mengenai kehidupan pribadinya. Dan dengan begitu guru
dapat mengontrol anak didiknya dengan mudah.

Para hadirin yang berbahagia,


Pembelajaran tidak hanya dilakukan di dalam kelas dan dengan keadaan formal,
pembelajaran juga bisa dilakukan di mana saja. Hal ini lah yang diupayakan dengan
adanya pembentukan konsep kekeluargaan di lingkungan sekolah. Sehingga selepas
jam pelajaran pun siswa dan guru bisa berkomunikasi mengenai hal apa pun yang
berkaitan dengan hal positif. Mungkin selama ini ada guru yang identik dengan
sikapnya yang pemarah dan ditakuti oleh murid-muridnya, hal itulah yang seharusnya
dibuang jauh-jauh dengan si guru yang memulai terlebih dahulu untuk mendekatkan
diri atau membuka diri kepada siswanya. Sebab, sulit untuk siswa yang terlebih dulu
mendekatkan diri kepada guru yang memiliki image seperti itu. Tanpa saya perjelas,
sudah barang tentu siswa akan takut terlebih dahulu terhadap guru tersebut. Seperti
halnya membeli sesuatu, banyak orang yang menyukai atau membeli sesuatu barang
melihat kemasannya terlebih dahulu. Jika kemasan itu bagus, cantik, rapi, serta sesuai
dengan kebutuhannya, pasti orang tersebut akan menyukai kemudia membelinya, akan
tetapi jika melihat kemasannya sudah buruk, rusak dan jelek, walupun sesuai dengan
kebutuhanya, orang akan berpikir dua kali untuk membelinya. Begitu pula guru dan
ilmu, guru sebagai pack atau kemasannya dan ilmu yang diajarkan adalah kebutuhan
oleh konsumennya, sudah tentu harus dikemas dengan begitu indah. Sehingga
konsumen, yaitu para siswa akan cepat tertarik dan menyukainya.

Bapak Ibu dan rekan-rekan sekalian,

Sebagai orang tua siswa disekolah, guru berhak memperingatkan anak-anaknya


apa bila membuat suatu kesalahan dengan pendekatan tanpa unsur kekerasan yang
berdampak pada mental dan psikologi si anak. Sesuai dengan konsep awal, yaitu
kekeluargaan, unsur asih,asah dan asuh harus selalu diterpkan oleh para guru. Asih
yaitu memberikan kasih sayang pada peserta didiknya. Asah memberikan ilmu pada
murid-muridnya dan asuh yaitu mengarahkan atau mendampingi siswanya. Dengan
begitu, siswa biasanya akan jauh lebih terbuka tentang masalah yang tengah
dihadapinya disamping masalah pendidikannya. Melalui kasih sayang dari seorang
guru kepada muridnya, diharapkan dapat membantu atau setidaknya mengurangi beban
maupun masalah pribadi yang dihadapi siswanya.

Bapak, Ibu yang saya hormati dan teman-temanku yang berbahagia,


Demikianlah pidato dari saya. Kesimpulan dari pidato ini ialah diperlukannya
metode pendekatan yang efektif yang memungkinkan proses pembelajaran dapat
berjalan dengan lancar. Fungsi guru tidak hanya pengajar kita untuk memperoleh ilmu
mengenai apa yang belum kita ketahui, tapi lebih dari itu, mulai dari sekarang kita
jadikan guru sebagi orang tua yang membimbing kita di sekolah guna meraih apa yang
kita cita-citakan atau kita harapkan. Dan untuk mencapai semua itu diperlukan
dukungan dari semua pihak yang terlibat di dalamnya. Semoga apa yang saya
samapaikan pada kesempatan ini dapat bermanfaat bagi kita semua. Terimakasih atas
perhatiannya, maaf apa bila ada salah-salah kata.

Wabilahi taufik wal hidayah wasalamualaikum Wr.Wb.