Anda di halaman 1dari 6

Kata pengantar

Puji syukur kami panjatkan kepada allah s.w.t


karenannya kami dapat menyelesaikan tugas ini
dengan baik dan dapat diselesaikan tepat pada
waktunya .
Semoga klipping ini dapat bermanfaat untuk kita
semua agar kita dapat berhati-hati dalam memilih
kemasan makanan terutama “kemasan kaleng”
yang akan kita bahas .
Terima kasih atas semua pihak yang terlibat dalam
pembuatan klipping ini dan kami mohon ma’af
apabila ada kesalahan ataupun kekurangan dalam
klipping ini.

Jatisari,..... februari 2011

Kaleng
Kaleng yang dipergunakan untuk mengemas makanan
itu cukup aman sebatas tidak berkarat, tidak penyok dan
tidak bocor. Namun demikian bila kita akan
mengonsumsi makanan yang dikemas dalam kaleng ini
perlu melakukan pemanasan ulang. Yakni kurang leblh l5
menit untuk menghindarkan adanya Escherichia coli
yang sangat mematikan.

makanan yang dikalengkan secara hermitis


(penutupannya sangat rapat, sehingga tidak dapat
ditembus oleh udara, air, mikrobia atau bahan asing lain)
merupakan produk teknologi pengawetan yang sudah
lama dikenal. Proses Sterilisasi
Makanan yang diawetkan dengan proses sterilisasi
komersial, masih mengandung mikroba tetapi tidak
dapat tumbuh pada kondisi penyimpanan yang normal.
Proses sterilisasi ini merupakan upaya penghancuran
mikroba patogen
beserta sporanya. Karena ada spora bakteri tertentu
yang tahan terhadap suhu tinggi, sterilisasi harus
dilakukan pada suhu 2500F (1210C) dengan
menggunakan uap panas (autoklav) selama 15
menit.Tidak satu jenis makanan pun yang memiliki daya
simpan tak terbatas alias memiliki mutu yang baik
sepanjang segala abad, meski sudah mengalami
pengolahan dengan teknologi tinggi seperti HTST (high
temperature short time) atau UHT (ultra high
temperature) pada susu ultra, serta pembekuan dan
bahkan freeze drying. Ini artinya, tidak ada jaminan
sehat mengkonsumsi makanan kaleng.

Ada beberapa hal yang harus diwaspadai supaya kita


terhindar dari toksin (racun) Clostridium botulinum
yang kerap hadir dalam makanan kaleng. Bakteri yang
berbahaya ini umumnya menyukai tempat-tempat yang
tidak ada udara (anaerobik) dan mampu melindungi diri
dari suhu yang agak tinggi (termofilik) dengan jalan
membentuk spora.
Cara hidup yang demikian memungkinkan bakteri ini
dapat hidup pada makanan kaleng, terutama pada jenis-
jenis makanan yang bahan bakunya daging, ikan, sayur
yang pHnya di atas 4,6 alias nilai keasaman relatif
rendah.
Pada umumnya, produk makanan yang dikemas dalam
kaleng akan kehilangan citra rasa segarnya dan
mengalami penurunan nilai gizi akibat pengolahan
dengan suhu tinggi. Satu hal lagi yang juga cukup
mengganggu adalah timbulnya rasa taint kaleng atau
rasa seperti besi yang timbul akibat coating kaleng tidak
sempurna. Bahaya utama pada makanan kaleng adalah
tumbuhnya bakteri Clostridium botulinum yang dapat
menyebabkan keracunan botulinin. Tanda-tanda
keracunan botulinin antara lain tenggorokan menjadi
kaku, mata berkunang-kunang dan kejang-kejang yang
membawa kematian karena sukar bernapas. Biasanya
bakteri ini tumbuh pada makanan kaleng yang tidak
sempurna pengolahannya atau pada kaleng yang bocor
sehingga makanan di dalamnya terkontaminasi udara
dari luar. Untungnya racun botulinin ini peka terhadap
pemanasan.

Selain itu, bila kita akan mengonsumsi makanan yang


dikemas dalam kaleng ini perlu melakukan pemanasan
ulang, yakni kurang lebih l5 menit untuk menghindarkan
adanya bakteri Escherichia coli yang sangat mematikan.

Cermat memilih kaleng kemasan merupakan suatu


upaya untuk menghindari bahaya-bahaya yang tidak
diinginkan tersebut. Boleh-boleh saja memilih kaleng
yang sedikit penyok, asalkan tidak ada kebocoran. Selain
itu segera pindahkan sisa makanan kaleng ke tempat
lain agar kerusakan kaleng yang terjadi kemudian tidak
akan mmepengaruhi kualitas makanannya.

kemungkinan bahaya yang akan terjadi jika


mengonsumsi minuman dalam kemasan kaleng
tersebut.
Kontaminasi parasit Leptospirosis
Kita semua tahu bahwa Leptospirosis adalah sejenis
parasit yang berada di air seni tikus. Wabah
Leptospirosis pernah merebak pasca banjir di beberapa
daerah di Indonesia. Parasit mematikan ini hidup di air
tawar dan masuk ke dalam tubuh manusia melalui
kontak dengan air sungai/banjir, air tanah atau tanaman
yang terdapat Leptospirosis.
Dari beberapa milis yang beredar, seorang wanita asal
Amerika meninggal setelah meminum minuman kaleng
bermerk ternama. Diduga asal kematiannya karena ia
terkontaminasi parasit Leptospirosis yang ada di
permukaan kaleng. Konon, pada saat minuman kaleng
tersebut disimpan di gudang, tikus-tikus gudang
mengencingi kemasan tersebut.
Wanita itu langsung menenggak isi minuman kaleng
tanpa membersihkan permukaan kalengnya terlebih
dahulu atau menggunakan sedotan. Maka parasit dari
air seni tikus tersebut masuk ke dalam tubuhnya
sehingga berakibat kematian.
Ternyata, kabar yang beredar di milis tersebut adalah
HOAX alias berita bohong. Leptospirosis hanya bisa
hidup di air tawar yang tergenang. Pada permukaan
yang kering, Leptospirosis akan mati. Belum pernah
dilaporkan kontaminasi Leptospirosis pada permukaan
minuman kaleng atau kasus orang meninggal gara-gara
minuman kaleng yang tercemar parasit tersebut.
solusi
Kiat sehat mengkonsumsi makanan kaleng
Jangan mengkonsumsi makanan kaleng yang
dicurigai sudah menunjukkan tanda-tanda
kerusakan, seperti kaleng kembung, berkarat,
penyok, dan bocor.
Makanan dalam kaleng sebaiknya dipanaskan
sampai mendidih selama 10 menit sampai 15
menit sebelum dikonsumsi.
Bacalah label secara seksama dan perhatikanlah
tanggal kadaluwarsa. Demi keamanan, pilihlah
produk yang belum melampaui tanggal
kadaluwarsa.
Makanan kaleng yang sudah dibuka harus
digunakan secepatnya karena keawetannya sudah
tak sama dengan produk awalnya.
Bila dicurigai adanya kebusukan, makanan kaleng
tersebut harus dibuang.
Sebelum mengkonsumsi pangan yang
dikemasdalam kaleng, baiknya membersihkan
permukaan kalengnya terlebih dahulu atau
menggunakan sedotan.