Anda di halaman 1dari 5

FISIOLOGI SISTEM RESPIRASI PADA MENCIT (Mus musculus L.

)
Lela Juwita Sari (3415080205), Riski Sulistyani (3415080207), Eka Puspita Sari (3415080209) dan Lia Indrianita (3415083256)

ABSTRAK

Fisiologi sistem respirasi pada mencit (Mus musculus L.) adalah suatu kajian mengenai organ dan fungsi serta kerja organ
respirasi pada mencit. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui organ respirasi pada mencit serta mengetahui fungsi
serta kerja dari organ respirasi dalam hal ini adalah paru-paru (pulmo) dalam uji metil blue dan dalam uji permeabilitas.
Penelitian ini dilakukan pada hari Senin, 19 Oktober 2010 di Laboratorium Fisiologi FMIPA UNJ. Mencit yang telah dibedah
kemudian diamati organ respirasi primer dan sekunder serta baik struktur, warna dan bentuk. Mencit dalam keadaan hidup
disuntikkan cairan metil blue sebanyak 1 mL kemudian diamkan selama 20 menit dan dibunuh,dan mengamati bagian syaraf,
otot dan pulmo sebelum dan sesudah disuntikkan metil blue. Kemudian pada uji permeabiitas pulmo yang telah diambil
kemudian ditekan untuk mengempiskan kemudian dimasukkan ke dalam larutan CaCo 3 dan amati perubahan yang terjadi.
Hasil dari ketiga penelitian tersebut adalah, organ respirasi pada mencit hanya organ primer yakni paru-paru, pada uji metil
blue didapat hasil bahwa terdapat perbedaan warna pada bagian yang diamati sebelum dan sesudah disuntikkan metil blue
dan pada uji permeabilitas diperoleh hasil bahwa ada perbedaan warna paru-paru sebelum dan sesudah dimasukkan ke dalam
larutan CaCO3.

Key words : sistem respirasi, mencit, paru-paru.

A. PENDAHULUAN B. METODOLOGI PENELITIAN

Sistem respirasi merupakan aktivitas Penelitian ini dilaksanakan pada hari


terpenting dalam menghasilkan energi sebagai senin, 19 Oktober 2010 berlokasi di
kebutuhan setiap makhluk hidup untuk Laboratorium Fisiologi FMIPA UNJ. Alat yang
melakukan kegiatannya di lingkungan. Setiap digunakan adalah pisau bedah, papan bedah,
makhluk hidup khususnya vertebrata memiliki jarum suntik, gunting bedah, jarum pentul,
organ respirasi yang berbeda-beda juga fungsi gelas kimia. Bahan yang digunakan adalah
yang berbeda, hal ini disebabkan dengan cairan metal blue, 2 ekor mencit dalam
keberadaan mereka dilingkungan yang keadaan hidup dan larutan CaCO3. Metode
memiliki kondisi eksternal yang berbeda. yang digunakan adalah metode eksperimen
Insang yang dimiliki oleh ikan tidak bisa atau percobaan langsung. Percobaan tersebut
beradaptasi di darat, sebab kondisi insang dilakukan dengan 3 uji, yakni :
yang basah akan mudah untuk menguap jika
terkena panas/sengatan matahari langsung, • Mengamati Struktur Organ
begitu pula paru-paru yang secara fisiologis Respirasi primer dan sekunder
tidak bisa terlalu lama dalam air, sebab rongga pada mencit
paru-paru jika kemasukan air akan
mengakibatkan paru-paru menjadi penuh Mencit dalam kondisi hidup dimatikan dan
dengan air dan hal itu berbahaya bagi langsung dibedah, kemudian melakukan
organisme tersebut. pengamatan (warna , struktur, bentuk, dari
paru-paru)
Demikian respirasi sangat penting dalam
menjaga stabilitas tubuh karena pengaruhnya • Uji metil blue
dapat dirasakan secara fisiologis. Struktur
organ respirasi sangat erat kaitannya dengan Mencit yang masih hidup disuntikkan
fungsi yang dihasilkan. Organ respirasi cairan metil blue kurang lebih 1ml dibagian
mamalia yang mudah diamati adalah mencit Saccus lymphaticus Dorsalis kemudian
(Mus musculus L.). meskipun ukurannya kecil, biarkan selama 20 menit. Setelah itu
namun masih dapat terlihat dengan jelas bunuh mencit dan lakukan pembedahan
struktur dari rongga hidung sampai dengan kembali. Bandingkan bagian-bagian
paru-paru. Sel hidup senantiasa melakukan seperti syaraf, otot, paru-paru sebelum
aktivitasnya dan hampir seluruh jaringan hidup dan sesudah disuntikkan metil blue.
mengandung oksigen, hal ini dapat dibuktikan
dengan berbagai percobaan salah satunya • Uji permeabilitas paru – paru
dengan menyuntikkan senyawa metil blue. mencit
Paru-paru memiliki kemampuan untuk
mengembang dan mengempis, juga memiliki Carilah paru-paru mencit yang sudah
kemampuan difusi yang cepat terhadap CO2 dibedah, ikat dengan tali rafia pada bagian
dan O2. Fisiologi sistem respirasi ini bronkus/trakea. Lalu kempiskan kedua
membuktikan bagaimana proses pertukaran paru-paru dengan menekannya saat
udara terjadi di dalam makhluk hidup menekan kondisi tangan harus basah.
khususnya mencit. Amati struktur dan warnanya. Lalu
celupkan paru-paru tersebut kedalam
larutan CaCO3. Amati warna paru-paru Mencit
dan bentuknya dan amati pula warna
CaCO3 sebelum dan sesudah dicelupkan
paru-paru tersebut.
Sebelum Sesudah

C. HASIL DAN PEMBAHASAN *Paru – paru

Berdasarkan hasil pengamatan diperoleh


data sebagai berikut : 1. warna Merah Merah
pucat
• Pengamatan Strukur Organ 2. elatisitas Mengembang
respirasi Primer dan Sekunder Mengempis (lobus kann)
Mencit
*Air

Rong trakea bron bronki Paru- 1. warna Putih keruh Bening


ga kus olus paru
hidun 2. endapan Tidak ada Ada
g

Struk 2 Terdapa Tidak Tidak Terdir


tur luban t cincin terlih terlihat i dari
g dan trakea at jelas 2
basa jelas lobus, Paru-paru mamalia terletak dalam rongga
h kana dada. Paru-paru mamalia memiliki tekstur yang
n mirip spons dan berbentuk seperti sarang
(lebih lebah dengan epithelium lembab yang
besar berfungsi sebagai permukaan respirasi. Pada
) dan pengamatan Organ respirasi pada mencit
kiri diperoleh data bahwa mencit hanya memiliki
organ primer saja, yakni paru-paru. Tidak
Warn Mera Merah Mera Tidak Mera ditemukan adanya organ sekunder lainnya. Hal
a h pucat h terlihat h ini diperkuat dengan teori menurut Knut
muda pucat jelas muda Schmidt 1997 dalam Animal Physyologi bahwa
mamalia hanya memiliki jenis organ respirasi
Bent Segiti Memanj Tidak Tidak Seper yakni paru-paru. Paru-paru mencit berwarna
uk ga ang, terlih terlihat ti merah muda, warna merah menandakan
terbal terdapat at jelas paru- bahwa paru-paru mencit mengandung banyak
ik rongga. jelas paru pembuluh darah. Pembuluh darah ini secara
manu structural melilit alveolus di dalam lobus paru-
sia paru. Selain itu, pembuluh darah juga
membawa darah yang berfungsi untuk
mengangkut oksigen dan juga karbondioksida.

• Uji Metil Blue Pada percobaan kedua uji metil blue


diperoleh data bahwa sebelum dan sesudah
pemberian metil blue terdapat perbedaan pada
mencit. Saat mencit disuntikkan metil blue dan
Sebelum Sesudah dibiarkan beraktifitas selama 20 menit, terlihat
tubuh mencit menjadi membiru. Setelah 20
menit, mencit kemudian dibunuh dan saat
Jantung Merah Merah
pengamatan , organ respirasi dan organ lain
juga syaraf berwarna menjadi pucat. Hal ini
Otot Putih pucat Biru
disebabkan metil blue bereaksi positif terhadap
oksigen, saat kondisi mencit masih hidup maka
Syaraf Putih Putih respirasi berjalan dengan baik dan seluruh
tubuhnya mengandung oksigen, sehingga metil
Paru-paru Merah pucat Merah pucat blue semakin menyerap keseluruh tubuh
mencit sehingga warna tubuh mencit menjadi
Ginjal Merah Merah membiru. Sebaliknya saat mencit dibunuh,
maka secara otomatis jaringan hidup akan
berhenti melakukan fungsinya, sehingga
asupan oksigen terhenti, ketika asupan
• Uji Permeabilitas Paru – Paru oksigen berhenti maka metil blue tidak dapat
berekasi dan warna jaringan menjadi pucat. lebah dengan epithelium lembab yang
berfungsi sebagai permukaan respirasi.
Pada uji permeabilitas paru-paru mencit
yang telah diambil terdiri dari 2 lobus, lobus 2. Mencit hanya memiliki organ primer saja,
kanan dan lobus kiri. Lobus kanan lebih besar yakni paru-paru.
daripada lobus kiri, hal ini disebabkan lobus kiri
terhimpit oleh posisi jantung. Paru-paru 3. Metil blue bereaksi positif terhadap
tersusun dari jaringan epitel yang permeable. oksigen.
Terhadap udara, khususnya oksigen dan
karbon dioksida. Strukturnya yang seperti 4. Paru-paru pada mencit tersusun dari
spons menyebabkan paru-paru dapat jaringan epitel yang permeable.
melakukan proses difusi udara. Untuk menguji
paru-paru bersifat permeable, paru-paru mencit 5. Paru-paru menyerap larutan CaCO3
dikempiskan terlebih dahulu, sebelum secara difusi,
dikempiskan bagian bronkus diikat terlebih
dahulu. Agar tidak ada udara yang masuk. 6. Paru-paru bersifat permeable terhadap
Kemudian paru-paru dicelupkan ke dalam gas dan zat-zat lainnya.
larutan CaCO3. Paru-paru terlihat
mengembang, namun yang mengembang
hanya lobus kanan saja, hal ini disebabkan
saat pemisahan paru-paru dengan tulang E. JAWABAN PERTANYAAN
rusuk, paru-paru kiri mengalami kebocoran,
karena kesalahan teknis.

Warna paru-paru setelah dicelupkan ke 1. Mengapa keluar masuknya O2 dan CO2


dalam CaCO3, menjadi lebih pucat dan larutan
dari organ respirasi ke jaringan dan
berwarna bening. Hal ini disebabkan karena,
sebaliknya berlangsung secara difusi?
CO2 bereaksi dengan CaCO3, sehingga larutan
menjadi bening. Hal ini menandakan bahwa Jawab : Proses keluar masuknya O2 dan
paru-paru menyerap larutan CaCO3 secara
CO2 dari organ ke jaringan dan sebaliknya
difusi, sehingga paru-paru menjadi berlangsung secara difusi karena
mengembang. Senyawa padat CaCO3 akan
Reservoir uatama oksigen molekuler di
bereaksi dengan air/H2O membentuk Bumi adalah atmosfer, yang mengandung
karbondioksida dan kalsium hidroksida, berikut
sekitar 21% O2. Lautan, danau, dan bahan
reaksi kimianya : air lainnya juga mengandung oksigen
dalam bentuk O2 terlarut. Sumber oksigen
yang disebut medium respirasi, adalah
uadar bagi hewan darat (terestrial) dan air
CaCO3 + H2O  CO2 + Ca(OH)2 untuk hewan air (aquatik). Bagian hewan
tempat oksigen dari lingkungan berdifusi
konsentrasi CO2 di larutan lebih tinggi dari
ke dalam sel hidup dan karbondioksida
konsentrasi CO2 di dalam paru-paru maka
berdifusi keluar disebut permukaan
terjadi proses difusi CO2 melalui membran
respirasi. Semua sel hidup harus
alveolus ke dalam paru-paru. Alveolus yang
digenangi air untuk mempertahankan dan
terdapat pada ujung akhir bronkiolus berupa
memelihara membrane plasmanya.
kantong kecil yang salah satu sisinya terbuka
Dengan demikian, permukaan respirasi
sehingga menyerupai busa atau mirip sarang
hewan terrestrial dan hewan akuatik
tawon. Struktur alveolus yang berselaput tipis
bersifat lembab,, dan O2 dan CO2 berdifusi
dan terdapat banyak muara kapiler darah maka
melewatinya setelah larut terlebih dahulu
memungkinkan terjadinya difusi gas.. Akibat
dalam air. Selain itu, permukaan respirasi
dari proses difusi tersebut paru-paru menjadi
seekor hewan harus cukup besar untuk
menggembung karena CO2 masuk melalui
bisa menyediakan O2 dan membuang CO2
pluera dan didifusi oleh dinding alveolus.
bagi seluruh tubuh.
Karbondioksida yang terbentuk menyebabkan
warna larutan menjadi putih keruh. Saat paru
-paru dicelupkan ke dalam gelas kimia maka 2. Buatlah kurva disosiasi HbO2!
paru-paru akan berdifusi dengan CO2 sehingga
warna larutan menjadi bening. Hal ini Jawab :
membuktikan bahwa paru-paru bersifat
permeable terhadap gas dan zat-zat lainnya.

D. KESIMPULAN

1. Paru-paru mamalia memiliki tekstur yang


mirip spons dan berbentuk seperti sarang
dikeluarkan dan lingkungan local lebih
dingin. Dengan demikian, Hb memiliki
afinitas yang lebih besar untuk O2
dilingkungan kapiler paru. Sehingga efek
peningkatan PO2 pada pengikatan O2
dengan Hb meningkat. Perubahan-
perubahan di atas berlangsung
dilingkungan sel darah merah, tetapi suatu
factor di dalam sel darah merah juga dapat
mempengaruhi tingkat pengikatan O2-Hb
=2,3-difosfogliserat (DPG). Konstituen
eritrosit ini, yang dihasilkan selama
metabolisme sel darah merah, dapat
berikatan secara reversible dengan Hb
dan mengurangi afinitasnya terhadap O2 ,
Peningkatan PCO2 menggeser kurva seperti yang dilakukan CO2 dan H+.
disoiasi O2-Hb ke kanan. Persen saturasi Dengan demikian, peningkatan kadar DPG
Hb masih bergantung pada PO2 , tetapi seperti factor-faktor lainnya, menggeser
untuk setiap PO2 , jumlah O2 dan Hb yang kurva O2-Hb ke kanan, meningkatkan
dapat berikatan menurun. Efek ini penting pembebasan O2 pada saat darah mengalir
karena PCO2 dapat meningkat dikapiler ke jaringan. Produksi DPG oleh sel darah
sistemik ketika CO2 berdifusi mengikuti merah secara bertahap meningkat apabila
penurunan gradiennya dari sel ke dalam Hb didarah arteri terus menerus berada
darah. Adanya tambahan CO2 dalam dalam keadaan tidak jenuh (unsaturated)
darah ini menyebabkan penurunan afinitas yaitu apabila HbO2 arteri dibawah normal.
Hb terhadap O2 , sehingga Hb lebih Keadaan ini dapat terjadi pada orang-
banyak membebaskan O2 dijaringan orang yang tinggal ditempat yang tinggi
dibandingkan dengan jika faktor satu- atau mereka yang mengidap jenis-jenis
satunya yang mempengaruhi % saturasi tertentu penyakit-penyakit sirkulasi,
Hb adalah penurunan PO2 dikapiler pernapasan, atau anemia. Dengan
sistemik. Peningatan keasaman juga mendorong pembebasan O2 dari Hb di
menggeser kurva kekanan, karena CO2 tingkat jaringan, peningkatan DPG ini
menghasilkan asam ditingkat kapiler membantu mempertahankan ketersediaan
sistemik karena menyerap CO2 dari O2 untuk digunakan oleh jaringan pada
jaringan. Penurunan afinitas Hb terhadap keadaan-keadaan yang berkaitan dengan
O2 akibat peningkatan keasaman ini penurunan pasokan O2 arteri. Akan tetapi
membantu meningkatkan jumlah O2 yang tidak seperti faktor lain DPG terdapat pada
dibebaskan ditingkat jaringan pada PO2 sel darah merah diseluruh sistem sirkulasi
tertentu. Pada sel-sel yang aktif dan dengan demikian menggeser kurva ke
melakukan metabolisme, misalnya otot kanan dengan derajat yang sama baik di
yang sedang bekerja, tidak saja CO2 jaringan perifer maupun di paru.
penghasil asam yang diproduksi, tetapi Akibatnya, DPG menurunkan kemampuan
juga asam laktat jika sel-sel tersebut Hb menyerap O2 ditingkat paru, yang
menggunakan metabolisme anaerob. merupakan sisi negative dari peningkatan
Akibatnya terjadi peningkatan lokal asam produksi DPG.
di otot tersebut yang selanjutnya
mempermudah pembebasan O2 dijaringan
yang sangat membutuhkan O2 tersebut.
3. Jelaskan secara singkat mekanisme
sintesis ATP di dalam sel !
Dengan cara serupa,
Langkah akhir pada fosforilasi
peningkatan suhu menggeser kurva O2-Hb
oksidatif adalah mengkonservasi ADP
ke kanan, menyebabkan lebih banyak O2
menjadi ATP. Ini terjadi dalam gabungan
yang dibebaskan untuk PO2 tertentu. Otot
molekul protein yang besar, yang
yang berolahraga atau sel lain yang aktif
menonjol ke segala arah melalui bagian
bermetabolisme menghasilkan panas.
dalam membran mitokondria dan
Peningkatan local suhu yang terjadi
menonjolkan kepala seperti bongkol ke
meningkatkan pembebasan O2 dari Hb
bagian dalam matriks. Molekul ini adalah
untuk digunakan oleh jaringan yang lebih
ATPase, dinamai ATP sintetase.
aktif. Dengan demikian, peningkatan CO2 ,
Dipostulasikan bahwa konsentrasi ion
keasaman, dan suhu ditingkat jaringan
hidrogen yang lebih tinggi di dalam ruang
yang kesemuanya berkaitan dengan
antara 2 membran mitokondria dan
peningkatan metabolisme sel dan
perbedaab potensial listrik yang kasar
peningkatan konsumsi O2, meningkatkan
yang melintasi bagian dalam membran ini
efek penurunan PO2 dalam mempermudah
menyebabkan ion hidrogen mengalir ke
pembebasan O2 dari Hb. Efek ini sebagian
dalam matriks mitokondria melalui zat dari
besar dihilangkan ditungkat paru, tempat
molekul ATPase. Dalam melakukan ini,
kelebihan CO2 pembentuk asam tersebut
energi yang berasal dari aliran ion
hidrogen digunakan oleh ATPase. Untuk bronchiolus.
mengubah ADP menjadi ATP dengan
menggabungkan ADP dengan fosfat, pada Reptilia : paru-paru (trakea, bronchua,
waktu yang sama mmbentuk tambahan selat kompleks).
ikatan fosfat berenergi tinggi.
Burung : kantung udara (pundi-pundi
Kini dapat ditentukan jumlah total hawa) dan paru-paru (trachea, bronchus,
moleku ATP yang dibentuk untuk energi parabronkhus, kapiler-kapiler udara).
dari satu molekul glukosa, jumlahnya
adalah 2 selama glikolisis, 2 selama siklus Mamalia : paru-paru (trakhea, bronchus,
asam sitrat dan 34 selama fosforilasi bronkheoli, alveoli).
oksidatif. Yang membuat jumlah total 38
molekul ATP terbentuk untuk tiap molekul
glukosa yang didegradasi menjadi CO2
dan air. Jadi 30.000 kalori energi disimpan DAFTAR PUSTAKA
dalam bentuk ATP, sedangkan 686.00
kalri dikeluarkan selama oksidasi lengkap Schmidt, Knutt. 1997. Animal Physiology .
setiap grm molekul glukosa. Hal ini America : Cambridge University
menggambarkan efisiensi keseluruhan
transfer energi sebesar 44%. Sisa energi Ganong, Wiliam F. 2002. Buku Ajar
sebesar 56% menjadi panas, oleh karena Fisiologi Kedokteran Edisi 20.
itu tidak dapat digunakan oleh sel untuk EGC:Jakarta.
melakukan fungsi spesifik.
Junqueira,Carlos. Et al. 2002. Histologi Dasar
4. Sebutkan membran respirasi atau pada Edisi ke-8. IKAPI : Penerbit Buku
bagian apa pertukaran O2 dan CO2 Kedokteran
berlangsung pada ikan, katak, reptilia,
burung dan mamalia ! Mitchell, Reece. 2000. Campbell Biologi jilid 2.
Jakarta : Erlangga
Ikan : insang (branchia), gelembung
renang (saccus pneumaticus), labirin. Hall, Guyton. 2000. Fisiologi Kedokteran. EGC
: Penerbit Buku Kedokteran
Katak : kulit, paru-paru (pulmo) tepatnya
pada bagian trakea, bronchus,