Anda di halaman 1dari 15

TERMINOLOGI KEDOKTERAN

(Word building)

dr. Zainuri Sabta N


Departemen Anatomi FK UII

Apa itu terminologi kedokteran? Sebagian besar orang beranggapan bahwa terminologi kedokteran
mirip dengan bahasa asing yang hanya profesi dokter yang mengetahuinya. Lagi pula untuk memahaminya
kita harus meluangkan banyak waktu untuk memorisasi mulai dari pengucapan, penulisan dan arti katanya.
Dengan cara belajar yang tersetruktur, tidak lagi butuh waktu 12-24 jam/harinya untuk memahami
terminologi kedokteran.
Pertama, sebagian kita sudah familier dengan istilah seperti arthritis, nausea, nasal, anemia,
electrocardiogram, lensa, Cat scan and hepatitis.kita semua tahu bahwa kata tersebut menerangakan seatu
kondisi, oragn tubuh atau tes medik. Namun demikian kita tidak akan cukup dengan arti tersebut.
kedua, terminologi kedokteran sebenarnya mirip dengan permainan puzzle, dengan materi ini
anda akan belajar memecah-mecah (to break down) kata/istilah kedokteran dengan menggunakan teknik
yang disebut Word Building. Word Building menjelaskan bagaimana suatu istilah kedokteran dibentuk dan
diformat menjadi bermakna dengan menggunakan building block method.
Akhirnya, Word Building akan mengajari anda bagaimana menganalisa masing-masing istilah
kedokteran dengan merinci dan memisahkan ke dalam komponan dasar penyusunnya; prefix, the kata
dasar, dan suffix.
Word Building akan membimbing anda untuk memahami arti dari masing-masing komponen utama
bentukan kata dalam terminologi kedoktran, yaitu prefix, kata dasar (root), dan suffix.setelah anda
mempelajari materi ini, diharapkan mampu memahami arti dan menuliskan istilah-istilah kedokteran.
Sebagian besar istilah kedokteran terbentuk oleh kombinasi 2 atau 3 komponen dasar. Langkah pertama
adalah mengetahui bagaimana teknik memisah komponen tersebut. Kedua mengetahui arti dari masing-
masing komponen pembentuk istilah tersebut. Kedua langkah inilah merupakan kunci dasar dari 'word
building'.

Komponen dasar (part) terminologi kedokteran:

Bagian kata/suku kata yang ditambahkan di awal dari istilah, untuk merubah atau
Prefix
memodifikasi arti dari suatu istilah.
Memberi arti essential pada suatu istilah. Komponen ini mampu berdiri sendiri yang
Root
memiliki arti.
Bagian kata/suku kata yang ditambahkan di akhir dari istilah setelah root word untuk
Suffix
merubah atau memodifikasi arti dari suatu istilah.
Kadang-kadang perlu komponen lainnya untuk menghubungkan root dengan suffixes yang akan
merubah pemngucapannya.
Penghubung antara root words dengan suffixes dan root words dengan root words
Combining Vowel
lainnya.

Combining Form Merupakan kombinasi dari root dan combining vowel.

CONTOH: Konstruksi sebuah istilah: HEMAT / O / LOGY

Root Combining vow el Suffix

• Untuk menganalisa istilah pada contoh dia atas, mulailah dari akhir dari kata yaitu suffix. Ingat! Semua
terminology kedokteran mengandung suffix.

1
• suffix istilah di atas adalah ‘LOGY’, yang berarti “study of=ilmu yang mempelajari”.

• selanjutnya, temukan kata dasar=root yang memiliki arti essential. Dalam istilah contoh di atas yaitu
‘HEMAT’. Yang berarti “blood=darah”.

• akhirnya, apa penghubung root dan suffix? Dalam contoh yaitu combining vowel, yaitu ‘O’. The combining
vowel. Konektor tersebut tidak berarti namun penting dalam pengucapan. Dengan demikian secara lengkap
istilah tersebut memiliki arti ILMU YANG MEMPELAJARI TENTANG DARAH.

Kita coba lagi dengan contoh-contoh di bawah ini, dimana istilah di pecah (break them down) ke dalam
building blocks dari word building:

1. ELECTROCARDIOGRAM ELECTR/O/CARDI/O/GRAM

Combining Combining
Root Root Suffix
Vowel Vowel

Pembacaan arti dari istilah ini yaitu awali dari suffix ke kata dasar pertama (1st root) baru kemudian ke kata
dasar kedua (2nd root) = “rekaman kelistrikan dari jantung”..

2. GASTROENTEROLOGY GASTR/O/ENTER/O/LOGY

Combining Combining
Root Root Suffix
Vowel Vowel
st
Pembacaan arti dari istilah ini yaitu awali dari suffix ke kata dasar pertama (1 root) baru kemudian ke kata
nd
dasar kedua (2 root) = “ilmu yang mempelajari tentang lambung dan usus (saluran cerna)”.

Sebagaimana anda ketahui, banyak istilah kedokteran memiliki lebih dari satu kata dasar (root word), untuk
itu lihatlah penambahan “O” di akhiran kata dasar yang akan membantu anda memisahkan kedalam
komponen-komponennya. Kombinasi vocal dengan kata dasar disebut combining form. (lihat contoh
berikut)
3. GASTRIC GASTR/IC

Combining Form Suffix

Pembacaannya yaitu dari suffix ke root = “berhubungan dengan gaster (lambung)”

4. SUBGASTRIC SUB/GASTR/IC

Prefix Combining Form Suffix

2
Pembacaan arti istilah dari suffix ke prefix, baru kemudian ke root = “menunjukkan ke bagian bawah gaster
(lambung)”

5. TRANSURETHRAL TRANS/URETHR/AL

Prefix Combining Form Suffix

Pembacaan arti istilah dari suffix ke prefix, baru kemudian ke root = “menerobos/melewati urethra”

PREFIXES
The word prefix is a good illustration of how medical terms are formed. PRE- comes from the Latin meaning
‘before’ or ‘in front of’; FIX comes from the Latin figere, meaning ‘to fasten’. Therefore, the term prefix means
‘to fasten in front of or before’.

The prefix is the beginning part of a medical term which modifies the term’s meaning. However, not all
medical terms will have prefixes. In fact, many medical terms do not have prefixes. When you see a hyphen
or dash ( - ) following, a component term, this means it is a prefix as shown below in the examples:

PREFIX MEANING
a-, an- without, lacking, deficient, not
ab- away from
ad-, af- toward, to, near
ambi-, ampho-, amphi- both, double
ana- up, toward, apart
andro- man
ante- before, in front of, forward
anti-, ant- against, opposing, preventing
ap-, apo- separation from, derived from
aut-, auto- self
brachy- short
brady- slow
cata- down, under, lower, against
circum-. around
co-, com-, con- with, together
contra- against, opposed
de- down, from
dextro- to the right
dia- through, between, apart, across
dis- apart, free from
dorso- to the back

3
dys- difficult, bad, painful, abnormal
e-, ec-, ef-, ex- out of, from, away from
ect-, ecto-, exo- outside of
em-, en-, eso- in, into, within
end-, endo-, ent-, ento- within, inside
ep-, epi- upon, on, over
eu- normal, good, healthy
extra-, extro- outside of, beyond, outward
gyn-, gyno- woman, female
hemi- half, partial
hetero- different, other
hyper- excessive, above, beyond
hyp-, hypo- under, beneath, deficient
im-, in- in, into, within, not
infra- below, beneath
inter- between
intra-, intro- within, into
mal- bad, abnormal
mega-, megalo- large, big
mes-, meso- middle
meta- change
micr-, micro- small
mult-, multi- many
neo- new, recent
noso- disease
oligo- little, few
pan- all, entire
para- beside, beyond, after
per- through, excessive
peri- around, surrounding
poly- many, much, excessive
post- after, behind
pre-, pro- before, in front of
pseud-, pseudo- false
pyo- pus
pyro- fire
re-, retro- backward, behind, again
semi- half

4
steno- narrow
sub- under, below, beneath
super-, supra- above, excess, superior
sym-, syn- together, with
tachy- fast
telo- end
therm- heat
trans- across, through, beyond
ultra- beyond, excess
xero- dry
COLORS
albus- white
chloro- green
chromo- color
cirrhos- orange yellow
cyano- blue
erythro- red
leuko- white
luteus yellow
melano- black
polio- gray
porphyro- purple
rhodo- red
xantho- yellow
NUMBERS
nulli- none
haplo- single
mon-, mono- one
bi-, di-, dipl- two, double, twice
tri- three
quadri-, tetra four
penta- five
hex-, sex- six
octo-, octa- eight
nona- nine
deci- ten

5
SUFFIXES
The beginning of the word suffix is SUF-, which comes from the Latin SUB- (also a medical prefix) meaning
‘beneath’, ‘behind’, or ‘below’. FIX comes from the Latin figere, meaning ‘to fasten’. Therefore, the term a
suffix means ‘to fasten behind a root word’ to add to the meaning of a term.

The suffix is the ending part of a medical term which modifies the terms meaning. Most medical terms will
have a suffix. When you see a hyphen or a dash ( - ) before a component term, this means it is a suffix, as
shown below in the examples:

SUFFIX MEANING
-ac, -al, -ic pertaining to, related to, located in
-ar, -ial, -ary
-ous, -tic. -eal
-agra excessive pain
-algia pain
-apheresis removal
-asthenia weakness
-ase enzyme
-ate use, subject to
-atresia absence of normal body opening
-capnia carbon dioxide
-cele protrusion, hernia
-centesis surgical puncture to remove fluid
-cidal killing
-clasia, clast break
-cle, -cule, -ole small
-ola, -ule, -ulum
-ulus
-clysis irrigation, washing
-coccus, -coccis berry-shaped
-crit to separate
-crine separate, secrete
-cyte cell
-desis surgical fixation
-drome run, running
-dynia pain
-ectasis dilation, expansion
-ectomy surgical removal
-ectopic displacement
-emesis vomit
-emia blood condition
-ent, -er, person or agent

6
-ist, -or
-esis, -ia, -a state or condition, disease
-ism, -ity, -y
-osis, -tion, -sis
-iasis, -sia
-form, -oid resembling, shaped like
-gen, -genic producing, causing
-genesis beginning, origin
-gram record
-graph instrument that records
-graphy process of recording
-iac person afflicted with
-ible, -ile capable, able
-ician one who
-ictal seizure, attack
-ist, -ologist a specialist in
-ites, -itis inflammation
-ium membrane
-ize use, subject to
-logy science, study of
-lysis, -lytic destroy, dissolution, separation
-ma, -mat disease, condition
-malacia softening
-mania madness
-megaly enlargement
-metor instrument used to measure
-metry measurement
-morph form, shape
-oma tumor
-opsy to view
-oxia oxygen
-paresis slight paralysis
-pathy disease
-penia deficient, lack of
-pepsia digestion
-pexy, -pexis fixation, storing
-phagia, -phagy eating, swallowing
-philia, -phily love
-phobia abnormal fear, intolerance

7
-phonia pertaining to sound
-phoria feeling
-physis growth
-plasia, -plasm formation, development
-plasty surgical repair
-plegia paralysis
-pnea breathing
-poiesis formation
-porosis passage
-prandial meal
-praxia in front of, before
-ptosis drooping, downward displacement
-rrhage, -rrhagia excessive flow
-rrhaphy suturing in place
-rrhea flow or discharge
-rrhexis rupture
-sarcoma malignant tumor
-schisis split, fissure
-sclerosis hardening
-scope instrument for examining
-scopy visual examination
-sepsis infection
-spasm sudden involuntary muscle contraction
-stasis control, stop
-stenosis narrowing
-stomy surgical opening
-tome instrument for
-tomy cutting, incision
-tripsy surgical crushing
-trophy nourishment, development
-ule little

ROOTS and COMBINING VOWELS & FORMS


The root component in a medical term is the essential meaning of the term. The root component is a word
which can stand-alone and it has a meaning. The root word is the base to which the prefix and the suffix will
be attached to form a meaningful word. The root word is usually the description of a body organ, area or
part. ALL medical terms must have a root word component. Without the root word component the term
would be meaningless.

Roots and Combining Vowels

8
Combining vowels connect the root words to suffixes and root words to other root words. The combining
vowel is a word part, usually an ‘O’, and is used:
Between two root words, and
Between a root word and a suffix to make it pronounceable
The combining vowel is not used between a prefix and a root word.

A combining form is a root word with a combining vowel attached, separated by a vertical slash. The
combining form is not a word part per se. Rather it is the association of the root word and the combining
vowel. In this course the root words are represented by the combining form, as shown below in the

examples:
Examples: enter /o dermat /o cerebr /o neur /o
Small intestine skin Cerebrum; brain nerve

The root word is the core of a medical term. The root component contains the fundamental meaning of the
word. Let’s look at some root words:

When you see a slash ( / ) in behind a root word, this means it is the combining form of the root word, as
shown below.

ROOTS and COMBINING FORMS MEANING


arthr / o joint
bi / o life
cardi / o heart
cerebr / o cerebrum, largest part of the brain
dermat / o skin
enter / o intestines (often the small intestine)
gastr / o stomach
hemat / o blood
hepat / o liver
neur / o nerve
oste / o bone
path / o disease
ren / o kidney
rhin / o nose
urethr / o urethra

TUBUH MANUSIA (HUMAN BODY)


Tubuh manusia dapat dibagi menjadi tiga bagian. Yang pertama adalah badan (truncus) yang
terdiri atas dada (thorax), perut (abdomen) dengan diafragma (phrenicus) menjadi batas antara keduanya,
dan panggul (pelvis). Yang kedua adalah extremitas atas (membrum superius) yang merupakan anggota
gerak atas. Yang terakhir adalah extremitas bawah (membrum inferius) yang merupakan anggota gerak
bawah.

Sebelum mempelajari bab ini lebih lanjut, pembaca perlu memperhatikan tiga istilah penting berikut
ini untuk bangunan-bangunan dewasa yang berasal dari perkembangan embrio. yaitu :
1. Struktur-struktur somatik, terdiri atas dinding badan, tulang atau kerangka (skeleton), otot skelet
(musculer), jaringan ikat, dan kulit.
2. Viscera, berupa alat-alat dalam, misalnya jantung (cor), paru (pulmo), dan saluran pencernaan (tractus
gastrointestinalis).
3. Bangunan-bangunan faringeal, yang berkembang dengan cara sebagai berikut : pada embrio awal,
serangkaian busur (arcus) faringeal berkembang di dinding faring (pharynx), yaitu di bagian dalam
salutan pencernaan segera setelah mulut. Setiap arcus pharyngealis mengandung otot rangka,

9
pembuluh darah (vasa) dan saraf (nervus). Dengan demikian, arci (tunggal: arcus) tersebut
berkembang di dinding usus dan rahang bawah (mandibula), beberapa otot di kepala dan leher, dan
sejumlah struktur dewasa lainnya.

Untuk menentukan bagian dari sesuatu tubuh/alat tubuh dan arah/letak bangunan organ, dipakai
istilah latin (nomina anatomica). Istilah tersebut adalah sebagai berikut ini.
I. Istilah untuk menentukan letak alat yang satu terhadap alat yang lain (lihat gambar 1) :
• Anterior : sebelah muka.( terletak di depan dari ….)
• Posterior : sebelah belakang. (terletak di belakang ….)
• Ventral (Ventralis) : lebih ke arah perut (ventrum = perut)
• Dorsal (Dorsalis) : lebih ke arah punggung (dorsum = punggung)
• Cranial (Cranialis) : Berkaitan dengan kepala; lebih ke arah kepala.
• Caudal (Caudalis) : lebih ke arah ekor.
• Superior : yang lebih tinggi; yang terdapat di sebelah atas.
• Inferior : yang lebih bawah; yang terdapat di sebelah bawah.
• Medius : Pertengahan.
• Lateralis : Lateral; terletak ke arah samping.
• Proximal : lebih dekat dari batang badan.
• Distal (Distalis) : lebih jauh dari

II. Istilah-istilah yang dipakai untuk bidang-bidang yang membagi badan (lihat gambar 3) :
o Koronal (Coronalis)
Bidang ini berhimpit dengan sutura coronalis (sama dengan bidang frontal). Ini merupakan bidang
imajiner vertikal melalui tubuh bersudut tegak lururs dengan bidang median dan membagi tubuh
menjadi bagian depan (anterior) dan belakang (posterior).

o Verticalis
Bidang yang tegak lurus

o Horizontalis
Bidang khayal melalui tubuh dengan sudut tegak lurus terhadap bidang median maupun bidang
koronal. Bidang ini membagi tubuh menjadi bagian atas (superior) dan bawah (inferior); bidang ini
juga disebut bidang transversal, tetapi istilah ini kadang-kadang tidak tepat.

o Medianus (Mediana)
Bidang ini terletak pada garis tengah (midsagittalis). Ini merupakan bidang khayal vertikal yang
berjalan longitudinal melalui tubuh dari depan ke belakang, membagi tubuh menjadi dua belahan
kanan dan kiri. Bidang median memotong permukaan tubuh di depan dan di belakang, masing-
masing sebagai linea mediana anterior dan posterior.

o Bidang sagittal
Bidang ini berjalan di sebelah lateral bidang median dan sejajar dengan bidang median tersebut;
terletak pada bidang sutura sagittalis, membelah tubuh menjadi kanan dan kiri. Garis sejajar yang
tidak melalui bidang median disebut bidang parasagittal.

Kelima bidang di atas merupakan empat bidang khayal utama untuk mempelajari anatomi deskriptif.

o Bidang frontal
Istilah frons berarti kening, sehingga bidang ini berjalan tegak lurus terhadap bidang median dan
berjalan dari kanan ke kiri sejajar dengan tulang kening hingga membagi badan menjadi bagian
muka dan bagian belakang.

o Bidang transversal
Bidang ini memotong bidang median dan bidang frontal secara tegak lurus hingga membagi tubuh
menjadi bagian cranial dan bagian caudal.

o Planum subcostale

10
Planum subcostale merupakan bidang transversa yang melewati tepi bawah (margo inferior)
cartilago costa X.

o Planum transpyloricum
Ini merupakan bidang horizontal yang memotong pertengahan truncus di antara margo superior
symphisis pubis dan margo superior manubrium sterni.

III. Istilah-istilah yang dipakai untuk garis-garis yang membagi badan :


ƒ Linea mediana anterior : Garis mediana anterior; berjalan vertikal melewati pertengahan
truncus.
ƒ Linea sternalis : Garis yang terletak pada margo lateralis sternalis.
ƒ Linea parasternalis : Garis vertikal di pertengahan antara linea sternalis dan linea
midclavicularis.
ƒ Linea midclavicularis : Linea medioclavicularis; berjalan melalui titik pertengahan os clavicula.
ƒ Linea mammilaris : Sama seperti linea midclavicularis, melewati papilla mammae.
ƒ Linea axillaris anterior : Terletak pada lipatan (plica) axillaris anterior.
ƒ Linea midaxillaris : Linea axillaris media; terletak di pertengahan antara linea axillaris
anterior dan posterior.
ƒ Linea axillaris posterior : Terletak pada plica axillaris posterior.
ƒ Linea scapularis : Garis vertikal yang melewati sudut (angulus) inferior os scapula.
ƒ Linea paravertebralis : Garis vertikal yang melewati ujung processus transversus, dan hanya
terlihat pada radiogram.
ƒ Linea mediana posterior : Garis vertikal yang melewati bidang mediana dari truncus posterior.

Istilah-istilah untuk saluran-saluran :


ƒ Yas : saluran
ƒ Canalis : kanal.
ƒ Canaliculus : kanal yang kecil.
ƒ Ductus : pipa.
ƒ Ductilus (Ductuli) : pipa yang kecil.
ƒ Tubus : pipa besar.
ƒ Tubulus (Tubuli) : pipa agak kecil.
ƒ Meatus : gang/liang.

Istilah untuk rongga-rongga :


ƒ Cavum : rongga yang besar.
ƒ Cavitas : rongga yang kecil.
ƒ Sinus : rongga tertutup yang biasanya berisi udara cairan.
ƒ Cellula : rongga-rongga kecil dalam tulang yang berisi udara.

11
Istilah untuk gerakan yang melibatkan sendi/anggota badan:

12
13
14
15