KEPUTUSAN MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR KEP.

92/MEN/2009 TENTANG PEDOMAN ANALISIS JABATAN DI LINGKUNGAN KEMENTERIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa dalam rangka pelaksanaan penataan kepegawaian dan kelembagaan di lingkungan Kementerian Kelautan dan Perikanan yang berbasis kinerja diperlukan Pedoman Analisis Jabatan di lingkungan Kementerian Kelautan dan Perikanan; b. bahwa untuk itu perlu ditetapkan dengan Keputusan Menteri; Mengingat : 1. Undang-undang Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-pokok Kepegawaian (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1974 Nomor 55, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3041), sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Nomor 43 Tahun 1999 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 169, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3890);

2. Peraturan Pemerintah Nomor 97 Tahun 2000 tentang Formasi Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2000 Nomor 194, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4015) sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 54 Tahun 2003 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 122, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4332);
3. Keputusan Presiden Nomor 84/P Tahun 2009; 4. Peraturan Presiden Nomor 47 Tahun 2009 tentang Pembentukan dan Organisasi Kementerian Negara; 5. Peraturan Presiden Nomor 10 Tahun 2005 tentang Unit Organisasi dan Tugas Eselon I Kementerian Negara Republik Indonesia sebagaimana telah diubah terakhir dengan Peraturan Presiden Nomor 50 Tahun 2008; 6. Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor PER.07/MEN/ 2005 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Kelautan dan Perikanan, sebagaimana telah diubah terakhir dengan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor PER.04/ MEN/2009;

7. Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor KEP.24/ MEN/2002 tentang Tata Cara dan Teknik Penyusunan Peraturan Perundang-undangan di lingkungan Departemen Kelautan dan Perikanan. 8. Keputusan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor KEP/61/M.PAN/6/2004 Tahun 2004 tentang Pedoman Pelaksanaan Analisis Jabatan;

MEMUTUSKAN: Menetapkan : KEPUTUSAN MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN TENTANG PEDOMAN ANALISIS JABATAN DI LINGKUNGAN KEMENTERIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN. : Menetapkan Pedoman Analisis Jabatan di lingkungan Kementerian Kelautan dan Perikanan yang selanjutnya disebut Pedoman Analisis Jabatan KKP, sebagaimana tersebut dalam Lampiran Keputusan ini. : Pedoman Analisis Jabatan KKP memuat tata cara penyusunan Analisis Jabatan dan merupakan acuan bagi setiap unit organisasi di lingkungan Kementerian Kelautan dan Perikanan dalam menyusun Analisis Jabatan sesuai dengan tugas pokok dan fungsi masing-masing. : Keputusan ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan. Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 30 Desember 2009 MENTERl KELAUTAN DAN PERIKANAN R.I, ttd. FADEL MUHAMMAD

PERTAMA

KEDUA

KETIGA

2

Lampiran : Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan R.I. Nomor KEP.92 /MEN/2009 tentang Pedoman Analisis Jabatan di Lingkungan Kementerian Kelautan dan Perikanan

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Guna mendukung terwujudnya tata kelola pemerintahan yang baik (Good Governance), Kementerian Kelautan dan Perikanan melaksanakan penyusunan dan pelaksanaan Program Reformasi Birokrasi di lingkungan Kementerian Kelautan dan Perikanan. Program tersebut bertujuan untuk meningkatkan daya guna, hasil guna, transparansi, dan akuntabilitas penyelenggaraan kepemerintahan. Tujuan tersebut akan dicapai melalui berbagai kegiatan, antara lain penataan kelembagaan, ketatalaksanaan, dan kepegawaian. Sebagai langkah awal dalam penataan kelembagaan dan kepegawaian, diperlukan informasi dasar yaitu informasi tentang jabatan yang diperoleh dari analisis jabatan. Langkah dimaksud bertujuan untuk memperoleh informasi tentang karakteristik pekerjaan yang ada di setiap unit kerja yang selanjutnya dirumuskan atau diformulasikan menjadi peta jabatan. Rumusan peta jabatan kemudian dijadikan dasar untuk melakukan berbagai kegiatan manajemen di bidang kepegawaian diantaranya untuk menyusun formasi jabatan. Formasi jabatan tersebut yang selanjutnya dijabarkan dengan hasil analisis beban kerja yang diterjemahkan dalam penyusunan jumlah kebutuhan pegawai per jabatan. Dengan demikian, kegiatan analisis jabatan menjadi mutlak dilakukan oleh semua unit kerja di lingkungan Kementerian Kelautan dan Perikanan dalam upaya memperoleh komposisi kelembagaan dan jumlah Pegawai Negeri Sipil sesuai dengan kebutuhan berdasarkan kualifikasi dan kompetensi. B. Maksud dan Tujuan 1. Maksud Pedoman Analisis Jabatan dimaksudkan untuk dijadikan acuan bagi seluruh unit kerja di lingkungan Kementerian Kelautan dan Perikanan dalam menyusun analisis jabatan. 2. Tujuan Pedoman Analisis Jabatan disusun dengan tujuan: a. Mempermudah unit kerja di lingkungan Kementerian Kelautan dan Perikanan baik pusat maupun unit pelaksana teknis dalam melaksanakan analisis jabatan. b. Memperoleh kesamaan persepsi dalam melaksanakan analisis jabatan.

1

C. metode dan teknik untuk mendapatkan data jabatan yang diolah menjadi informasi jabatan dan menyajikannya untuk program-program kelembagaan. 3. Analisis Jabatan adalah suatu proses. 4. Pemangku Jabatan adalah orang yang memangku jabatan tertentu dalam suatu institusi atau organisasi. dan pembinaan yang digunakan sebagai pedoman bagi unit kerja di lingkungan Kementerian Kelautan dan Perikanan baik pusat maupun unit pelaksana teknis. Pengertian 1. tahapan pelaksanaan dan manfaat. serta gambaran tentang hal-hal yang berkaitan dengan jabatan. 5. Uraian Jabatan adalah penjabaran mengenai informasi dan karakteristik jabatan. format hasil. Jabatan adalah kedudukan yang menunjukkan tugas. tanggungjawab. Formasi Jabatan disebut juga sebagai jumlah dan susunan jabatan karier yang diperlukan dalam suatu satuan organisasi Kementerian Kelautan dan Perikanan untuk mampu melaksanakan tugas pokok dalam jangka waktu tertentu. dan tanggung jawab jabatan serta persyaratan jabatan. D. Formasi Jabatan adalah jumlah dan susunan jabatan dalam suatu unit kerja menurut jenis dan peringkat yang diperlukan untuk pelaksanaan tugas dan fungsi unit kerja yang bersangkutan secara efektif dan efisien. sehingga menggambarkan seluruh jabatan yang ada dan kedudukannya dalam unit kerja. wewenang. 2 . 7. Peta Jabatan adalah susunan jabatan yang digambarkan secara vertikal maupun horisontal menurut struktur kewenangan. Jabatan Fungsional Umum adalah jabatan fungsional yang tidak secara khusus ditetapkan dalam Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara. kepegawaian serta ketatalaksanaan dan memberikan layanan pemanfaatan bagi pihak-pihak yang menggunakannya. 2. dan hak seorang Pegawai Negeri Sipil dalam suatu satuan organisasi Kementerian Kelautan dan Perikanan. Ruang Lingkup Ruang lingkup pedoman ini meliputi konsepsi dasar. tugas. 6.

b. Data Sekunder: surat-surat keputusan tentang organisasi. wewenang. a. Tim Analis Jabatan Pelaksanaan analisis jabatan dilakukan melalui dua tahapan pelaksanaan yaitu: 1. B. perangkat kerja. Aspek Analisis Jabatan Analisis jabatan dimaksudkan untuk mendapat informasi jabatan dari seluruh pemangku jabatan struktural dan jabatan fungsional umum. yaitu: 1. serta hal-hal lain yang mempengaruhi kemampuan kerja. 3 . ikhtisar jabatan. tanggung jawab. hasil wawancara para pimpinan unit kerja. Sumber Data Dalam menganalisis jabatan diperlukan dua macam sumber data. resiko bahaya. b. 2. Data Primer: a. dan Kepala Biro yang membidangi kepegawaian. dilaksanakan oleh Sub Tim. yaitu nama jabatan. dilaksanakan oleh Tim Analisis Jabatan Kementerian. yang ditetapkan dengan Keputusan Menteri. keadaan tempat kerja. C. kebijakan internal. syarat jabatan. pendidikan. 2. dan Kepala Biro yang membidangi organisasi dan tata laksana sebagai sekretaris.BAB II KONSEPSI DASAR A. c. d. kondisi lingkungan kerja. yang beranggotakan unsur unit kerja eselon II di unit kerja eselon I yang bersangkutan. unsur Biro Hukum dan Organisasi. serta beranggotakan para Sesditjen/Sesitjen/ Sesbadan. Selain itu. peraturan perundang-undangan. serta unsur Biro Kepegawaian. uraian tugas. laporan pelaksanaan pekerjaan. upaya fisik dan korelasi jabatan dengan jabatan lain. aspek lain yang dianalisis antara lain adalah bahan-bahan yang dipergunakan dalam bekerja berikut peralatan kerjanya. beban kerja. yang ditetapkan oleh Sekretaris Jenderal atas nama Menteri. hasil wawancara para pegawai. yang diketuai oleh Sekretaris Jenderal. Untuk mendapatkan informasi jabatan perlu dianalisis beberapa aspek. yang diketuai oleh pimpinan unit kerja eselon II yang membidangi organisasi dan tata laksana di masing-masing unit kerja eselon I dengan Kepala Bagian yang membidangi organisasi dan tata laksana sebagai Sekretaris. hasil kerja.

Pengolahan Data Analisis Jabatan Pengolahan data dilakukan oleh tim pelaksana analisis jabatan sekaligus melakukan verifikasi dan validasi. Wawancara Merupakan tanya jawab antara analis dengan responden. Metode Pelaksanaan Analisis Jabatan Adapun metode pelaksanaan analisis jabatan dilakukan dengan cara : Penyebaran formulir Membagikan formulir analisis jabatan kepada pemangku jabatan. Hasil Analisis Jabatan Hasil analisis jabatan berupa: 1. guna dapat melaksanakan tugas pokok dan fungsi jabatan secara efektif dan efisien. Rekomendasi Rekomendasi adalah paparan masalah atau temuan-temuan yang diperoleh di lapangan yang berkaitan dengan kepegawaian. Peta Jabatan (job map) yang berupa keragaan seluruh jabatan baik struktural maupun fungsional. 4 . 4. Spesifikasi Jabatan (job spesification) atau persyaratan jabatan struktural adalah keseluruhan syarat/kriteria/kondisi yang melekat pada suatu jabatan struktural yang harus dipenuhi oleh seorang Pegawai Negeri Sipil yang menduduki jabatan dimaksud. F. Uraian Jabatan (job description) mencakup jabatan struktural maupun jabatan fungsional umum. 3. Rekomendasi dimaksudkan sebagai pemberian informasi atau laporan tentang adanya hal-hal yang menyimpang yang memerlukan pembenahan dengan analisis jabatan atau memerlukan kebijakan untuk pemecahan masalah. Pengamatan langsung ini biasa digunakan untuk pekerjaan yang sifatnya fisik. E.D. 2. Klasifikasi Jabatan/peringkat jabatan (job grade). sebagai gambaran menyeluruh bagi jabatan yang ada dalam unit organisasi atau dalam instansi. Pengamatan Langsung Mengamati secara langsung Pegawai Negeri Sipil yang sedang melakukan pekerjaannya. organisasi. G. atau tatalaksana. Pengumpulan data dengan cara wawancara adalah bertatap muka langsung dengan responden untuk menanyakan seluk beluk pekerjaan yang dilakukannya.

atau kurang memperlihatkan eksistensi sebuah unit kerja. ditemukan tugas pokok dan fungsi unit kerja yang tidak dapat dijabarkan lebih lanjut menjadi tugas-tugas jabatan atau terlalu sempit. 4. ditemukan duplikasi tugas pokok dan fungsi unit kerja. 5 .Rekomendasi disusun untuk disampaikan kepada para pimpinan. ditemukan data kelebihan atau kekurangan pegawai. 2. ditemukan penempatan pegawai yang tidak sesuai dengan syarat jabatan yang didudukinya. Hasil temuan lapangan disusun menjadi rekomendasi antara lain. 3. apabila: 1.

baik yang belum maupun yang sudah memiliki peta jabatan dan uraian jabatan dapat melaksanakan penyusunan analisis jabatan yang meliputi kegiatan antara lain: a. sedangkan Unit Kerja Eselon I lingkup Kementerian Kelautan dan Perikanan dilaksanakan oleh Sub Tim Analisis Jabatan Kementerian di eselon I masing-masing.BAB III TAHAPAN PELAKSANAAN DAN MANFAAT A. spesifikasi jabatan. pengolahan data jabatan menjadi informasi jabatan. b. pengumpulan data jabatan. 6 . c. dan kepegawaian di lingkungan Kementerian Kelautan dan Perikanan. peta jabatan. Mekanisme Analisis jabatan pada Kementerian Kelautan dan Perikanan dilaksanakan oleh Tim Analisis Jabatan Kementerian. Penyusunan analisis jabatan sebagai program/rencana kerja tahunan masing-masing unit kerja eselon I Kementerian Kelautan dan Perikanan diarahkan untuk : a. b. Unit kerja Eselon I sesuai dengan kebutuhan. Pengisian formulir oleh Pejabat Struktural maupun Pejabat Fungsional Umum yang ada pada unit kerja tersebut. c. uraian jabatan. ketatalaksanaan. b. Pengumpulan data jabatan dilakukan di unit kerja yang akan disusun analisis jabatannya oleh Sub Tim Analisis Jabatan Kementerian unit kerja eselon I yang bersangkutan melalui mekanisme sebagai berikut: a. kemudian hasilnya berupa informasi jabatan tersebut oleh Sub Tim Analisis Jabatan Kementerian disampaikan kepada Tim Analisis Jabatan Kementerian untuk diolah lebih lanjut sebagai bahan pengambilan kebijakan/keputusan pimpinan dalam melakukan penataan organisasi. Pengolahan data jabatan menjadi informasi jabatan di tingkat unit kerja eselon I dilaksanakan oleh Sub Tim Analisis Jabatan Kementerian masing-masing unit kerja eselon I. unit kerja yang belum pernah disusun analisis jabatannya. unit kerja yang sudah disusun analisis jabatannya tetapi berdasarkan hasil monitoring/evaluasi perlu dilakukan analisis jabatan baru sesuai dengan perkembangan. Mengamati secara langsung Pegawai Negeri Sipil yang sedang melakukan pekerjaannya. Wawancara antara analis dengan responden untuk menanyakan seluk beluk pekerjaan yang dilakukannya. dengan menggunakan Formulir Isian Jabatan Struktural maupun Formulir Isian Jabatan Fungsional Umum. sebagaimana tercantum dalam formulir I dan II Keputusan Menteri ini.

program/kegiatan diklat pegawai. Hasil analisis jabatan berupa uraian jabatan. penataan ruang kerja. 5. 1. dan diserahkan kepada unit kerja yang bersangkutan serta unit kerja terkait. Sub Tim Analisis Jabatan Kementerian maupun Tim Analisis Jabatan Kementerian sekaligus melakukan verifikasi dan validasi. spesifikasi jabatan. ketatalaksanaan: penetapan standar pelayanan. kesejahteraan pegawai. c. baik melalui perbandingan data dalam formulir isian jabatan struktural atau formulir isian jabatan fungsional umum dengan apa yang terdapat dalam struktur organisasi dan tata kerja serta konfirmasi langsung dengan unit kerja yang bersangkutan. 4. promosi dan mutasi pegawai. a. c.Pada saat melakukan pengolahan data. Sasaran dan Manfaat Analisis jabatan dilakukan terhadap seluruh jabatan struktural dan jabatan fungsional umum pada setiap unit kerja eselon I termasuk unit pelaksana teknis di lingkungan Kementerian Kelautan dan Perikanan. dan klasifikasi/peringkat jabatan dapat digunakan terutama untuk kepentingan program: a. penilaian kinerja pegawai. d. rekruitment. pendidikan dan pelatihan: analisis kebutuhan diklat pegawai. dan penempatan pegawai. seleksi. b. a. 3. e. pengawasan melekat. kepegawaian: penetapan kebutuhan dan formasi pegawai. penetapan prosedur kerja. d. b. kelembagaan: penetapan unit organisasi. Penyajian hasil analisis jabatan di lingkungan Kementerian Kelautan dan Perikanan dilakukan dengan menetapkan hasil analisis jabatan unit kerja. B. evaluasi pasca diklat. Penetapan hasil analisis jabatan unit kerja tersebut menjadi wewenang dan tanggungjawab Sekretaris Jenderal yang ditetapkan dengan Keputusan Menteri. c. restrukturisasi unit organisasi. peta jabatan. b. a. pembakuan sarana kerja. pengawasan: a. 2. 7 . b.

b. 8 . Setiap pimpinan unit kerja dan pemangku jabatan wajib memperhatikan. mempertimbangkan dan mempergunakan hasil analisis jabatan untuk keperluan sesuai dengan tugas dan fungsi masing-masing. pengawasan fungsional.

Analis. Kepala Seksi. Kepala Biro.BAB IV FORMAT HASIL ANALISIS JABATAN A. Dengan demikian rumusan nomenklatur untuk nama jabatannya mengikuti nama yang tertera dalam surat keputusan pengangkatannya. Direktur Jenderal. Dalam pelaksanaan Analisis Jabatan untuk jabatan fungsional yang dilakukan adalah untuk jabatan fungsional umum. dan Kepala Subdirektorat. Pengumpul dan Pengolah Data. Kepala Subbidang. Sekretaris Direktorat Jenderal. Bendahara. dan Kepala Subbagian. Jabatan Fungsional umum merupakan jabatan non manajerial yang perumusan nomenklaturnya harus mencerminkan pekerjaan atau tugastugasnya. 2. Uraian jabatan disusun berdasarkan uraian jabatan 9 . seperti: Pengadministrasi Kepegawaian. Sekretaris Badan. Pramu Laboratorium. Kepala Badan. Rumusan Nomenklatur Jabatan Rumusan nomenklatur jabatan adalah merupakan rumusan atas suatu jenis pekerjaan yang ditandai dengan penetapan nama jabatan. Cara merumuskan nomenklatur masing-masing jenis jabatan adalah: 1. dan Sekretaris Inspektur Jenderal. b. Contoh: a. Jabatan fungsional umum adalah jabatan fungsional yang tidak secara khusus ditetapkan dalam Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara namun merupakan pelaksana fungsi suatu bidang tugas tertentu yang menuntut keahlian dan keterampilan tertentu. Dengan demikian maka rumusan nomenklatur jabatan merupakan rumusan nama jabatan yang harus dapat menggambarkan tugas-tugas yang terkandung di dalamnya. Kepala Bagian. Kepala Pusat. Jabatan struktural merupakan jabatan manajerial yang rumusan nomenklaturnya ditetapkan menurut nama unit kerjanya serta berstrata sesuai dengan kelembagaan yang berlaku. Penyusun Laporan. Dalam Iingkup unit kerja pada Kementerian Kelautan dan Perikanan. Sekretaris Jenderal. Kepala Unit Pelaksana Teknis. dikenal 2 (dua) jenis jabatan. dan Inspektur Jenderal. Kepala Bidang. Juru Gambar. d. c. Direktur. dan sebagainya. B. yaitu jabatan struktural dan jabatan fungsional. Uraian Jabatan Uraian Jabatan merupakan uraian setiap aspek dan karakteristik yang terkandung dalam jabatan.

layanan atau sesuatu yang bersifat non fisik. kepegawaian diberi nama Sekelompok tugas-tugas pengumpulan dan pengolahan data diberi nama Pengumpul dan Pengolah Data. Sebagai contoh pemberian nama jabatan adalah: • • • Sekelompok tugas-tugas administrasi Pengadministrasi Kepegawaian. termasuk unit pelaksana teknis di lingkungan Kementerian Kelautan dan Perikanan. Uraian Kegiatan merupakan gambaran mengenai langkah-langkah yang harus dilakukan oleh pemangku jabatan dalam menyelesaikan suatu tugas tertentu. Hasil Kerja Hasil kerja merupakan produk atau keluaran (output) jabatan. Sekelompok tugas-tugas penganalisisan diberi nama Analis. Uraian jabatan tersebut berisi antara lain: Nama Jabatan Tugas-tugas yang telah dikelompok-kelompokkan diberi nama yaitu nama jabatan. • Data. Ringkasan tugas dirumuskan dari tugas yang paling inti atau paling esensi dalam jabatan yang bersangkutan. informasi. Setiap jabatan harus mempunyai produk atau keluaran (output). Dengan adanya uraian kegiatan yang jelas maka akan mempermudah setiap pegawai dalam menyelesaikan tugasnya. Uraian Tugas merupakan gambaran mengenai sekumpulan kegiatan yang harus dilakukan oleh pemangku jabatan untuk mencapai tujuan tertentu dalam menyelesaikan suatu tugas jabatan. Uraian Tugas dan uraian kegiatan a. Ikhtisar Jabatan Ikhtisar Jabatan merupakan ringkasan tugas-tugas dari keseluruhan uraian tugas jabatan yang ada dan disusun dalam 1 (satu) kalimat. 10 . Produk jabatan dapat berupa: • Benda-benda atau sesuatu yang bersifat fisik. b. dengan demikian nama jabatan berarti sebutan untuk memberi ciri dan gambaran sekelompok tugas yang menyatu dalam satu wadah jabatan. Nama jabatan dimaksudkan pula untuk membedakan antara jabatan yang satu dengan jabatan yang lain. Pemberian nama jabatan harus mencerminkan isi tugasnya. Selanjutnya nama jabatan menjadi rumusan nomenklatur jabatan.struktural (contoh 1) dan uraian jabatan fungsional umum (contoh 2) pada setiap unit kerja eselon I.

Setiap tugas diuraikan dengan jelas dalam rincian tugas ini. Dalam jabatan berisi antara 5 (lima) sampai 12 (dua belas) tugas. dan bagaimana cara mengerjakannya. Rincian Tugas Setiap jabatan berisi sekelompok tugas. Misalnya: • Konsep surat merupakan bahan kerja bagi jabatan Pengetik. Bahan Kerja Bahan kerja merupakan masukan atau sesuatu yang diolah atau sesuatu yang diproses dalam pelaksanaan tugas-tugas jabatan untuk memperoleh hasil kerja. Dengan adanya perumusan peran yang jelas. rekan kerja yang kedudukannya sama dengan pasangan kerja baik yang kedudukannya sama maupun yang berlainan (hubungan kerja vertikal. dan mencakup di dalam dan di luar Kementerian Kelautan dan Perikanan. tepat pada waktunya. Hubungan Kerja Mencakup kedudukan hubungan kerja antara atasan dengan bawahan. gambaran tentang apa yang dikerjakan. dan diagonal). dsb. 11 . maka dapat dihindarkan terjadinya penyalahgunaan ataupun duplikasi peran.Peran Peran yang dimiliki oleh pemangku jabatan untuk mengambil suatu keputusan atau tindakan yang diperlukan untuk mengajukan pendapat mengenai suatu hal agar tugas yang dilaksanakan dapat berhasil dengan baik. mengapa harus dikerjakan. Tanggung Jawab Kesanggupan pemangku jabatan untuk menjalankan tugasnya dengan sebaik-baiknya. Sesuatu yang diolah atau diproses tersebut dapat berupa data atau benda. komputer. • Teodolit merupakan alat kerja bagi jabatan Juru Ukur. Peralatan Kerja Peralatan kerja adalah alat yang digunakan dalam melaksanakan tugas seperti alat tulis. horisontal. • Data kepegawaian merupakan bahan kerja bagi jabatan Pengadministrasi Kepegawaian. dan alat-alat lain yang spesifik sesuai dengan jabatannya. Hubungan kerja tersebut harus menjelaskan dalam hal apa hubungan kerja tersebut dilakukan. Misalnya: • Alat tulis dan kalkulator merupakan alat kerja bagi jabatan Bendaharawan. dan bersedia memikul risiko atas keputusan yang diambilnya atau tindakan yang dilakukan.

Bentuk penggunaannya seperti melihat jarak dekat. duduk. kaki. memanggul. mulut. Aspek-aspek tempat kerja adalah: • • • • • • • Upaya Fisik Upaya fisik merupakan gambaran penggunaan anggota tubuh dalam melaksanakan tugas jabatan. tangan. telinga. Risiko bahaya fisik dapat berupa kecelakaan yang menimbulkan cacat terhadap anggota tubuh atau meninggal dunia. Contoh: • Nakhoda Kapal Pengawas Sumberdaya Kelautan dan Perikanan dapat terkena risiko bahaya yang berupa kecelakaan kapal serius di laut pada saat mengejar dan menangkap pelaku illegal fishing di laut lepas yang melakukan perlawanan. Upaya fisik yang esensi diuraikan adalah upaya fisik dalam pelaksanaan tugas yang menyerap tenaga berlebihan atau dapat berdampak negatif bagi pegawai. dan pinggang. penerangan. suara. • Petugas konservasi laut di suatu pulau terpencil dapat terkena risiko bahaya mental seperti linglung atau stres. dan aspek-aspek tempat kerja lain yang menyebabkan ketidaknyamanan atau dapat menimbulkan risiko bahaya. hidung. cuaca. mengangkat. berjalan. Risiko Bahaya Risiko bahaya adalah risiko atas bahaya yang mungkin timbul dan menimpa pegawai sewaktu melakukan tugas jabatannya. 12 . suhu. Risiko bahaya dapat berupa risiko bahaya terhadap fisik atau mental. dan sebagainya. Penggunaan anggota tubuh dalam upaya fisik adalah penggunaan mata. Sedangkan risiko bahaya mental dapat berupa terganggunya mental atau kejiwaan seorang pegawai. memutar. letak. bahu. membungkuk.Keadaan Tempat Kerja Keadaan tempat kerja adalah gambaran tentang kondisi tempat beserta Iingkungan di sekitar tempat kerja yang menimbulkan dampak negatif atau menimbulkan risiko bahaya bagi pegawai yang berada di dalamnya. jari. Ruangan tempat bekerja.

pelatihan. pengetahuan kerja: pendidikan. keterampilan kerja. Peta Jabatan Peta jabatan merupakan keragaan seluruh jabatan di seluruh unit kerja. sebagaimana tercantum dalam contoh 3 (tiga) Keputusan Menteri ini. keahlian kerja yang harus dimiliki. Tuntutan kemampuan kerja tersebut dapat berupa: • • • • • • C. Dengan peta jabatan.Syarat Jabatan Syarat jabatan merupakan rumusan tentang kemampuan kerja yang dituntut untuk dapat melaksanakan tugas jabatan. Peta jabatan disusun berdasarkan uraian jabatan. Peta jabatan tersebut menggambarkan jabatan struktural beserta jabatan fungsional yang berada di bawahnya. maka seluruh unit kerja dapat dilihat jenis dan susunan jabatan yang ada di dalamnya. dan pengalaman kerja. kondisi mental yang berupa bakat kerja. kondisi fisik atau kemampuan jasmani. temperamen kerja. 13 . dan minat kerja.

Program pendidikan dan pelatihan analisis jabatan disusun oleh Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan berkoordinasi dengan unit kerja yang menangani organisasi dan tata laksana pada Sekretariat Jenderal.BAB V PEMBINAAN Untuk memenuhi kebutuhan tenaga analis jabatan dilakukan pembinaan melalui pendidikan dan pelatihan analisis jabatan. 14 .

format yang sama akan memudahkan semua pihak dalam melakukan analisis jabatan yang diperlukan. FADEL MUHAMMAD 17 15 . ttd.I. Hasil akhir analisis jabatan yang dilakukan oleh setiap unit kerja tersebut memiliki format yang sama.BAB VI PENUTUP Pedoman Penyusunan Analisis Jabatan di lingkungan Kementerian Kelautan dan Perikanan ini merupakan pedoman bagi seluruh unit kerja di lingkungan Kementerian Kelautan dan Perikanan dalam melakukan penyusunan analisis jabatan. Hal ini dimaksudkan agar dalam penerapannya. khususnya format isi uraian jabatan yang harus disajikan. sehingga mampu menciptakan Pegawai Negeri Sipil yang memiliki kompetensi dan kinerja tinggi dengan struktur kelembagaan yang efektif dan efisien. Pedoman ini akan disempurnakan atau diperbaiki jika dikemudian hari terdapat kekurangan.. MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN R.

bagaimana mengerjakannya (how). atau unit kerja/instansi mana pemegang jabatan berhubungan dalam melaksanakan pekerjaan. baik yang timbal-balik (vertical- 7 Uraian Tugas dan Kegiatan 8 Bahan Kerja 9 Peralatan Kerja 10 Hasil Kerja 11 Hubungan Kerja . dan tujuan pekerjaaannya (why) : Diisi dengan bahan-bahan kerja yang digunakan dalam melaksanakan tugas : Diisi dengan alat kerja yang digunakan untuk memproses bahan kerja menjadi hasil kerja : Diisi dengan hasil-hasil kerja yang diperoleh dalam melaksanakan pekerjaannya baik jenis maupun jumlahnya : Diisi dengan jabatan apa. 1 2 3 Informasi Jabatan Nama Jabatan Nama Pemegang Jabatan/NIP Nama jabatan Satu Tingkat yang berada di bawahnya Alamat Unit Kerja Unit Kerja Ikhtisar Jabatan Isian/Keterangan : Diisi dengan nama jabatan struktural atau pelaksanaan : Tulis nama lengkap dengan NIP : (cukup jelas) 4 5 6 : Diisi dengan alamat kantor unit kerja tempat bekerja : (cukup jelas) Diisi dengan ringkasan tugas dari keseluruhan uraian tugas jabatan yang ada : Diisi dengan ringkasan tugas-tugas sehingga tercermin obyeknya apa yang dikerjakan (what).Formulir I Uraian Jabatan Struktural No.

Diisi dengan pangkat/golongan pemegang jabatan 13 Peran 14 15 Keadaan Tempat Kerja Kemungkinan Risiko Bahaya Syarat Jabatan: Pendidikan Latihan/Kursus Pengalaman Kerja Pangkat dan Golongan 16 17 Upaya Fisik Pada Saat Melaksanakan Tugas : Diisi dengan upaya fisik pemegang jabatan pada saat melaksanakan tugas 19 . Diisi dengan nama dan tempat pemegang jabatan bekerja sebelum menduduki jabatan ini. Diisi dengan nama jenis latihan/kursus yang dimiliki c. maupun diagonal 12 Tanggungjawab : Diisi dengan tanggungjawab terhadap hal-hal. alat kerja. seperti: bahan kerja. Informasi Jabatan Isian/Keterangan horizontal).No. alat kerja. sebutkan bidangnya dan bulan/tahunnya d. dan mengambil kebijaksanaan 16 : Diisi penjelasan tentang kondisi tempat kerja : Diisi hal-hal yang membahayakan pemangku jabatan dalam melaksanakan tugas : a. Diisi dengan nama jenis pendidikan formal yang pernah diikuti b. kerahasiaan. dan hasil kerja yang digunakan/dihasilkan untuk melaksanakan tugas yang dibebankan kepada pemegang jabatan : Diisi dengan peran pemegang jabatan untuk mengambil sikap atau tindakan tertentu atas bahan kerja. jabatan.

.................................. b............. e...................... bagaimana mengerjakannya (how)....... 3 Ringkasan Tugas Diisi dengan ringkasan tugas-tugas sehingga tercermin obyeknya apa yang dikerjakan (what)............... 18 Informasi Jabatan Informasi Lain yang Diperlukan Pemegang Jabatan Isian/Keterangan : Diisi dengan informasi lain yang dianggap perlu untuk dicantumkan Formulir II No..... ................... dan tujuan pekerjaaannya (why) 20 .. ......................... c............... ........................................ 1 2 Uraian Jabatan Fungsional Umum 17 Informasi Jabatan Isian/Keterangan Nama Jabatan Kedudukan: eselon eselon eselon eselon eselon I II III IV V : : : Diisi dengan nama jabatan struktural atau pelaksanaan Diisi sesuai dengan kedudukan a...... ..............No............................ d...................

bagaimana mengerjakannya (how). dan tujuan pekerjaannya (why) Diisi penjelasan tentang kondisi tempat kerja Diisi tentang posisi fisik dalam bekerja Diisi dengan hasil-hasil kerja yang diperoleh dalam melaksanakan pekerjaannya baik jenis maupun jumlahnya Diisi hal-hal yang membahayakan pemangku jabatan dalam melaksanakan tugas 7 8 9 Keadaan Tempat Kerja Upaya Fisik Hasil Kerja : : : 10 11 Kemungkinan Resiko Bahaya Syarat Jabatan: Pendidikan Latihan/Kursus Pengalaman Kerja : : Pangkat dan Golongan a. Diisi dengan nama dan tempat pemegang jabatan bekerja sebelum menduduki jabatan ini. Diisi dengan pangkat/golongan pemegang jabatan : Diisi dengan ketentuan yang telah diatur dalam SK dan atau cara/ langkah-langkah dalam melaksanakan pekerjaan Diisi dengan jabatan apa.No. maupun diagonal Diisi dengan tanggungjawab terhadap hal-hal. alat kerja. atau unit 18 kerja/instansi mana pemegang jabatan berhubungan dalam melaksanakan pekerjaan. Diisi dengan nama jenis pendidikan formal yang pernah diikuti b. seperti: bahan kerja. dan hasil kerja 21 12 Prosedur Kerja 13 Hubungan Kerja : 14 Tanggungjawab : . 4 5 6 Informasi Jabatan Bahan Kerja Peralatan Kerja Rincian Tugas : : : Isian/Keterangan Diisi dengan bahan-bahan kerja yang digunakan dalam melaksanakan tugas (cukup jelas) Diisi dengan ringkasan tugas-tugas sehingga tercermin obyeknya apa yang dikerjakan (what). baik yang timbal-balik (vertical-horizontal). sebutkan bidangnya dan bulan/tahunnya d. Diisi dengan nama jenis latihan/kursus yang dimiliki c.

6) Q-bakat ketelitian. Ada jenis pekerjaan yang dilakukan dalam jam kerja biasa dan ada yang 24 jam serta ada pula yang dilaksanakan pada waktu-waktu tertentu Diisi dengan Penyakit atau kecelakaan fisik maupun mental yang dapat timbul akibat melaksanakan tugas Diisi dengan syarat-syarat lain. minat. 3) N-bakat numerik. Bakat : b. gagasan. umur. dan mengambil kebijaksanaan Diisi dengan jam kerja pemegang jabatan dalam melaksanakan pekerjaannya. 2) V-bakat verbal.No. alat kerja. seperti: bakat. 7) K-bakat koordinasi motor. jenis kelamin. atau fakta dari sudut pandangan pribadi. temperamen. dan merencanakan). 19 . 9) M-bakat kecekatan tangan. kerahasiaan. mengendalikan. kondisi fisik dan kondisi jasmani yang diperlukan pemegang jabatan ini sehingga yang bersangkutan dapat melaksanakan tugas dengan baik a. 3) I-kemampuan 22 16 Sifat Jabatan-Jam Kerja : 17 Risiko Bahaya : 18 Syarat-Syarat Lain: : a. 11) C-bakat membedakan warna Diisi sesuai dengan faktor temperamen kerja. 5) Pbakat pencerapan bentuk. jabatan. Diisi sesuai dengan keadaan pemegang jabatan yang terbagi dalam 11 macam bakat sebagai berikut: 1) Gintelejensi. 8) Fbakat kecekatan jari. Informasi Jabatan Isian/Keterangan yang digunakan/dihasilkan untuk melaksanakan tugas yang dibebankan kepada pemegang jabatan 15 Peran : Diisi dengan hak dan kekuasaan pemegang jabatan untuk mengambil sikap atau tindakan tertentu atas bahan kerja. 10) E-bakat koordinasi matatangan-kaki. Temperamen Kerja : b. kemampuan khusus. meliputi: 1) Dkemampuan menyesuaikan diri menerima tanggungjawab untuk kegiatan memimpin. 2) Fkemampuan menyesuaikan diri dengan kegiatan yang mengandung penafsiran perasaan. 4) S-bakat pandang ruang.

2) 1b-pilihan melakukan kegiatan yang berhubungan dengan komunikasi data. atau pembuatan keputusan berdasarkan kriteria yang dapat diukur atau diuji. jika berhadapan dengan keadaan darurat kritis.No. lebih dari hanya penerimaan dan pemberian instruksi.pilihan melakukan kegiatan yang berhubungan dengan orang dalam niaga. Minat Kerja : d. atau pertimbangan mengenai gagasan. 9) T-kemampuan menyesuaikan diri dengan situasi yang menghendaki pencapaian dengan tepat menurut perangkat batas. 5) M--kemampuan menyesuaikan diri dengan kegiatan pengambilan keputusan. 3) 2a. toleransi. sikap. 4) J-kemampuan menyesuaikan diri dari kegiatan pembuatan kesimpulan. urutan atau kecekatan yang tertentu. 4) 23 c. sesuai dengan perangkat prosedur. Diisi dengan minat kerja pemegang jabatan. pembuatan pertimbangan. Jenis Kelamin f. 6) P-kemampuan menyesuaikan diri dalam berhubungan dengan orang lain. 7) Rkemampuan menyesuaikan diri dengan kegiatan-kegiatan yang berulang atau secara terus menerus melakukan kegiatan yang sama. penilaian atau pembuatan keputusan berdasarkan criteria rangsangan indera atau atas dasar pertmbangan pribadi. atau bekerja dengan kecepatan kerja dan perhatian terus menerus merupakan keseluruhan atau sebagaian dari aspek pekarjaan. Kemampuan Khusus e. Upaya Fisik Pada Saat Melaksanakan . Umur g. tidak biasa atau berbahaya. yaitu: 1) 1a-Pilihan melakukan kegiatan yang berhubungan dengan benda-benda dan obyek-obyek. Ada lima macam minat kerja yang berpasangan. 10) V-kemampuan menyesuaikan diri untuk melaksanakan berbagai tugas yang satu ke tugas yang lainnya yang berbeda sifatnya tanpa kehilangan efisiensi atau ketenangan diri c. atau standarstandar tertentu. 8) S-kemampuan menyesuaikan diri untuk bekerja dengan ketegangan jiwa. Informasi Jabatan Isian/Keterangan menyesuaikan diri untuk pekerjaan mempengaruhi orang lain dalam pendapat.

6) 3b-pilihan melakukan kegiatan yang bersifat abstrak dan kreatif. 19 Informasi Lain yang Diperlukan Pemegang Jabatan : Diisi20 dengan informasi lain yang dianggap perlu untuk dicantumkan 24 . 9) 5a-pilihan kegiatan yang menghasilkan prestasi atau penghargaan dari pihak orang lain.No. dan teknik. Diisi dengan upaya fisik pemegang jabatan pada saat melaksanakan tugas Diisi dengan kondisi jasmani pemegang jabatan yang sebenarnya dalam melaksanakan tugas e. Kondisi Jasmani Isian/Keterangan 2b-pilihan kegiatan yang bersifat ilmiah. h. 5) 3a-pilihan melakukan kegiatan rutin. mesin. 7) 4a-pilihan kegiatan yang dianggap baik bagi orang lain. Informasi Jabatan Tugas h. 10) 5bpilihan melakukan kegiatan yang menghasilkan kepuasan nyata dan produktif d. konkrit. f. Diisi dengan kesanggupan pemegang jabatan sehubungan keadaan dan lingkungan kerja yang bersangkutan Diisi dengan jenis kelamin pemegang jabatan Diisi dengan umur pemegang jabatan g. 8) 4b-pilihan kegiatan yang berhubungan dengan proses. dan teratur.

.3 Gedung B. penyusunan standar.. Ps.M..Contoh 1 Uraian Jabatan Struktural No.NIP . R. norma. 25 6 . Nama jabatan Satu Tingkat yang berada di bawahnya Alamat Unit Kerja Unit Kerja Ikhtisar Jabatan : Pejabat Fungsional Umum 4 5 : Jl..... Harsono No. Ditjen Perikanan Budidaya : Melakukan penyiapan bahan rumusan kebijakan...Minggu.. Jakarta Selatan : Direktorat Usaha Budidaya. 1 2 3 Informasi Jabatan Nama Jabatan 21 Isian/Keterangan : Kepala Seksi Kelembagaan Pembudidaya Ikan Nama Pemegang Jabatan : PM /. Ragunan.

Rencana Kegiatan Sub Direktorat. Membuat konsep surat menyurat terkait dengan pembinaan dan pemberdayaan KPI. dan pemberian bimbingan teknis. c. Arahan/petunjuk atasan. Membuat konsep kuesioner monev. Melakukan koordinasi dengan instansi terkait. b. 22 8 Bahan Kerja: a. Penyusunan Pedoman umum (Pedum) dan Petunjuk Pelaksanaan (Juklak) Kelembagaan Pembudidaya Ikan. prosedur. kriteria. Peraturan Perundang-undangan. Mengumpulkan bahan Pedum dan Juklak. Menyiapkan kuesioner pengumpulan bahan Pedum dan Juklak. Mengubungi nara sumber/pengajar. 9 Peralatan Kerja a. d. b. Menyiapkan rumusan. c. SK. 26 . a. serta evaluasi dan penyusunan laporan di bidang kelembagaan pembudidayaan ikan 7 Uraian Tugas dan Kegiatan: : Pembinaan dan Pemberdayaan Kelembagaan Pembudidaya Ikan: a.No. Pelatihan Kelembagaan Pembudidaya Ikan a. Membuat laporan hasil pelatihan. c. jadwal. : b. Informasi Jabatan Isian/Keterangan pedoman. KPI. Komputer. b. Menyusun data base kelembagaan pembudidaya ikan. Membuat konsep Pedum dan Juklak. c. Panitia.

Usulan. Laporan hasil pelatihan. Konsep kuesioner monev. jadwal. SK. Kelancaran pekerjaan bawahan. Rencana Kerja Seksi Kelembagaan Pembudidaya Ikan. : b. i. g. f. e. Para Kepala Seksi di lingkungan Sub Direktorat Ketenagakerjaan Pembudidaya Ikan. Para Kepala Sub Direktorat di lingkungan Direktorat Usaha Budidaya dalam hal koordinasi pelaksanaan tugas. c. f. Usulan hukuman disiplin pegawai bawahan pada Seksi Kelembagaan Pembudidaya Ikan. pendapat dan saran kepada Kasubdit. Meja dan Kursi 10 Hasil Kerja a. c. b. Kebenaran laporan hasil kegiatan pelatihan. b. : a. Kuesioner pengumpulan bahan Pedum dan Juklak. Tegaknya disiplin bagi pegawai bawahan pada Seksi h. c. Alat Tulis Kantor. KPI. Informasi Jabatan Isian/Keterangan : b. d. c. Rumusan. Penggunaan peralatan kerja untuk kelancaran pelaksanaan tugas. Usul promosi dan mutasi 23 27 11 Hubungan Kerja 12 Tanggungjawab . h. Kepala Sub Direktorat Ketenaga kerjaan Pembudidaya Ikan. Konsep Pedum dan Juklak. Panitia.. Data base kelembagaan pembudidaya ikan. g. Konsep surat menyurat terkait dengan pembinaan dan pemberdayaan KPI. : a. e. Kebenaran DP3 bawahan.No. Kebenaran kelengkapan data. d.

c. e. Meneliti konsep kuesioner monev. b. b. Minimal telah berada dalam pangkat/golongan Penata Muda Tk I/III b selama dua tahun 28 . 13 Peran : a. 16 S1/D4 Diklatpim IV d. Menegakkan disiplin pegawai bawahan. j. Meneliti data base kelembagaan pembudidaya ikan. h. i. Mengajukan permintaan peralatan kerja untuk kelancaran pelaksanaan tugas. memantau pekerjaan bawahan/staf. Membimbing dan mengarahkan pelaksanaan tugas kepada bawahan/staf. f. mengusulkan promosi dan mutasi kepegawaian di lingkungan Seksi Kelembagaan Pembudidaya Ikan. c. Mengusulkan hukuman disiplin pegawai bawahan. Mengajukan usulan. bimbingan dan pengarahan pelaksanaan tugas kepada pegawai. g. d. pendapat dan saran kepada Kasubdit. KPI konsep surat menyurat terkait dengan pembinaan dan pemberdayaan KPI kelembagaan pembudidaya ikan. : : Resiko fisik : Tidak ada Tidak ada 14 15 Keadaan Tempat Kerja Kemungkinan Risiko Bahaya Syarat Jabatan: Pendidikan Latihan/Kursus Pengalaman Kerja Pangkat dan Golongan Resiko Mental : : a. Informasi Jabatan Isian/Keterangan kepegawaian dilingkungan Seksi Kelembagaan Pembudidaya Ikan. j.No. Menilai DP3 bawahan/Staf.

pedoman dan prosedur kerja bidang tugas yang ditangani. b. Peraturan perundang-undangan. c. serta menyiapkan bahan tindak lanjut Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) a. b. Usulan penyelesaian administrasi TP/TGR. Meja dan kursi. 17 18 Informasi Jabatan Upaya Fisik Pada Saat Melaksanakan Tugas Informasi Lain yang Diperlukan Pemegang Jabatan : : Isian/Keterangan Contoh 2 No. d. 29 . a.No. Arahan/petunjuk atasan Analis Penyelesaian LHP/TP/TGR 3 Ringkasan Tugas 4 Bahan Kerja : 5 6 Peralatan Kerja Rincian Tugas : : Komputer. 1 2 Uraian Jabatan Fungsional Umum 24 Informasi Jabatan Isian/Keterangan Nama Jabatan Kedudukan: eselon I eselon II eselon III eselon IV eselon V : : Sekretariat Jenderal Biro Keuangan Bagian Perbendaharaan Subbagian Penyelesaian Ganti Rugi (apabila ada) : Menyiapkan bahan Tuntutan Perbendaharaan (TP) dan Tuntutan Ganti Rugi (TGR) untuk penyelesaian administrasi keuangan. Mempelajari literatur akademis. LHP dari instansi pengawas pemerintah/BPK-RI. Menelaah peraturan perundangundangan.

dan lainlain. Menelaah dasar usulan pelaksanaan TP/TGR dan kewajaran nilai tuntutan. Administrasi keuangan dan sistem pengawasan. Realisasi angsuran kerugian negara. 7 8 9 Keadaan Tempat Kerja Upaya Fisik Hasil Kerja : : : 25 Di ruangan ber AC Duduk. d. f. Laki-laki/perempuan. Bimbingan Teknis Keuangan. Menyiapkan bahan koordinasi di lingkungan KKP untuk penanganan LHP/TP/TGR. Menganalisa laporan hasil pemeriksaan yang diterima dari BPK-RI dan Inspektorat Jenderal KKP. Menyiapkan bahan laporan realisasi angsuran kerugian negara setiap 6 (enam) bulan/semesteran. i. g. Bagi PNS diutamakan 2 tahun kerja di bidangnya. h.No. e. Diutamakan S1 Akuntansi. Menyiapkan bahan tanggapan tindak lanjut LHP untuk keperluan ke Inspektorat Jenderal dan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK-RI). a. sedangkan CPNS tidak diperlukan pengalaman kerja. b. b. 30 . d. c. Melaksanakan arahan dan petunjuk kedinasan dari atasan sesuai garis kewenangan untuk kelancaran tugas. Berjalan. Hasil Pemeriksaan. 10 11 Kemungkinan Resiko Bahaya Syarat Jabatan: Pendidikan Pelatihan Pengetahuan Kerja Pengalaman Kerja Kondisi Fisik Bakat Temperamen Minat : : Tidak ada. Mengadministrasikan bukti setor anggaran kerugian negara baik TP/ TGR. Informasi Jabatan Isian/Keterangan c. e.

Isian/Keterangan V. g. Menilai DP3 bawahan/Staf. M. Menegakkan disiplin pegawai bawahan. e. b. Mengusulkan hukuman disiplin pegawai bawahan. memantau pekerjaan bawahan/staf. 12 13 14 Prosedur Kerja Hubungan Kerja Tanggungjawab : : : (bisa internal atau eksternal) a. h. j. f. c. c. Kebenaran kelengkapan data. Penggunaan peralatan kerja untuk kelancaran pelaksanaan tugas. e. Meneliti data base penyelesaian ganti rugi. Mengajukan permintaan peralatan kerja untuk kelancaran pelaksanaan tugas. N. 3a. i. pendapat dan saran kepada Kabag. a. P. d. f.No. R. Usulan hukuman disiplin pegawai bawahan pada Subbag Penyelesaian Ganti Rugi. pendapat dan saran kepada Kabag. g. 1b. Kelancaran pekerjaan bawahan. h. mengusulkan promosi dan mutasi kepegawaian bawahan di lingkungan 31 15 Peran : . Tegaknya disiplin bagi pegawai bawahan pada Subbag. h. Mengajukan usulan. b. Kebenaran DP3 bawahan. Q. Kebenaran laporan hasil kegiatan. Informasi Jabatan f. Usulan. bimbingan dan pengarahan pelaksanaan tugas kepada pegawai. g. P. Usul promosi dan mutasi kepegawaian dilingkungan Seksi Kelembagaan Pembudidaya Ikan. i. Meneliti konsep surat menyurat terkait 26 dengan penyelesaian ganti rugi d.

Temperamen Kerja c. j. Upaya Fisik Pada Saat Melaksanakan Tugas h. Membimbing dan mengarahkan pelaksanaan tugas kepada bawahan/staf. Minat Kerja d. Jenis Kelamin f. Kemampuan Khusus e. Umur g. Kondisi Jasmani : : : Tidak ada 19 Informasi Lain yang Diperlukan Pemegang Jabatan : Peta LHA dan Kronologis barang yang akan di TGR kan 27 32 . Informasi Jabatan Isian/Keterangan Subbag Penyelesaian Ganti Rugi.No. 16 17 18 Sifat Jabatan-Jam Kerja Risiko Bahaya Syarat-Syarat Lain: a. Bakat b.

BIDANG KERJASAMA JFU = 2 1. 2. 2. Pengadministra 1. BAGIAN TATA USAHA JFU = 4 1. BAGIAN KEPEGAWAIAN JFU = 3 KEPALA BAGIAN KEUANGAN JFU = 4 1. KEPALA SUB. Pengadmini Pengadminist rasi Keuangan. Operator komputer 1. 2. Operator komputer. 3. Pengadmini 1. Penyajian data dan informasi 3. 2. BIDANG INFORMASI JFU = 4 Pengadmini strasian data dan informasi. Bendaharawa KEPALA BIDANG PROGRAM DAN KERJASAMA KEPALA BIDANG TATA PELAYANAN KEPALA SUB. Pembuatan deskripsi hama dan penyakit katak. 2. 2. 2. KEPALA SUB. BIDANG METODE JFU = 2 1. Penyiapan bahan kegiatan proyek 3.Contoh 3 PETA JABATAN PUSAT KARANTINA IKAN Lampiran II-8 KEKUATAN PEGAWAI JUMLAH PNS = 25 ORANG IV/d = 1 orang IV/a = 3 orang III/d = 3 orang III/c = 4 orang III/b = 1 orang III/a = 7 BEBAN KERJA Tahun Anggaran 2001 KEPALA PUSAT KARANTINA IKAN KEPALA BAGIAN UMUM Pembuatan juknis mengenai antibody poliklonal dan monoclonal bagi kepentingan diagnosa penyakit ikan golongan bakteri. Operator Pengadministras ian rencana kegiatan. BIDANG PROGRAM JFU = 3 KEPALA SUB. JFK = 8 Pengendali HPI . Proseding evaluasi metode teknis dan tindak karantika ikan. Penyusunan DIK 3. Pengadmini strasi Jab. Pengumpu lan bahan untuk metode. SUB. Pengadministra si Perlengkapan. Pengadm inistrasian bahan kerjasama. Pengadministra si Rumah Tangga. KEPALA SUB. Pelaksanaan seminar pemantauan hama dan penyakit - KEPALA SUB. strasi Kepegawaian.

1 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful