Anda di halaman 1dari 6

ARTIKEL 1

Pengaruh strategic Teknologi Informasi (TI) pada perusahaan


Sabtu, 25 Agustus 2007 16.00 WIB

(Vibiznews - ICT)TEKNOLOGI informasi (TI) secara potensial merupakan suatu


strategi, seperti apa yang telah dikatakan oleh Michael Porter,”a leading
scholar of competitive strategy, asserts that the power of technology as
competitive variables lies in its ability to alter competition through changing
industry structure”.

Pernyataan Porter ini mengandung arti bahwa kekuatan teknologi merupakan


suatu gambaran dari startegi kompetitif perusahaan yang artinya adalah dapat
disebut sebagai salah satu variabel kompetitif yang dapat mengindikasikan
kemampuan berkompetisi melalui perubahan struktur industri.

Lingkungan komunitas TI memandang bahwa aplikasi TI merupakan suatu


bagian strategi organisasi, karena berkaitan dengan fungsi perencanaan dan
pengendalian manajemen organisasi. Bagaimana TI dapat menghasilkan
keuntungan yang strategis? Dan Bagaimana bentuk rancangan atau prinsip
yang tersedia untuk memberikan pedoman bagi praktisi dalam
mengeksploitasi TI dan memanfaatkan keuntungan yang strategis?

Untuk pertanyaan yang pertama maka kita melihat bahwa Executives


Information System adalah kebutuhan utama dari Top Management. Sebuah
perusahaan yang menerapkan apa yang disebut Cockpit Room, yaitu ruangan
dengan 6 monitor berisi indikator dimana setiap screen terdiri 6 indikator
perusahaan yang memberikan signal hijau bila kondisi baik, kuning bila ada
masalah dan merah berbahaya.

Untuk kebutuhan eksekutif seperti itu dibutuhkan decisicon support system


yang dihasilkan dari Transaction process system yang cepat dan tepat setiap
hari. Teknologi Informasi adalah pelaku strategis untuk menghasilkan semua
itu.

Sedangkan untuk pertanyaan kedua berkaitan dengan suatu pedoman yang


ditujukan untuk analisa yang mendemonstrasikan pengaruh strategis TI,
namun tidak ada jawaban yang sempurna. Parsons G. L.,dalam artikel
”Information technology:a new competitive weapon” , Sloan Management
Review, Fall 1983. menguraikan model untuk melihat pengaruh IT ini

Model Parson yang mengingatkan bahwa TI dapat menjadi pengaruh pada


industri perusahaan dan tingkat strategi organisasi. Pada level industri Parson
menilai bahwa TI dapat mempengaruhi sifat produk dan jasa industri, pasar
dan ekonomi industri produksi. Sebagai contoh electronic publishing,
computer graphics dan komunikasi yang telah mempengaruhi secara dramatis
siklus hidup produk dan distribusi.

Pada level perusahaan, Parson menggambarkan model adanya lima kekuatan


yang kompetitif (Five Competitive Forces Model) dari Porter untuk
melakukan strategi kompetitif. Bagian ini nampaknya Parson lebih
memperhatikan dengan positioning dari perusahaan, yaitu bahwa kesuksesan
perusahaan dalam mengadopsi teknologi akan dapat mempengaruhi struktur
industri dan usaha-usaha kompetitif.

ARTIKEL 2

PENGARUH TEKNOLOGI INFORMASI TERHADAP USAHA


PERUSAHAAN

PENGERTIAN TEKNOLOGI INFORMASI

Teknologi Informasi dilihat dari kata penyusunnya adalah teknologi dan informasi
dan informasi. Secara mudahnya teknologi informasi adalah hasil rekayasa
manusia terhadap proses penyampaian informasi dari bagian pengirim ke penerima
sehingga pengiriman informasi tersebut akan:

• lebih cepat
• lebih luas sebarannya, dan
• lebih lama penyimpanannya.

Agar lebih mudah memahaminya mari kita lihat perkembangan di bidang teknologi
informasi. Pada awal sejarah, manusia bertukar informasi melalui bahasa. Maka
bahasa adalah teknologi. Bahasa memungkinkan seseorang memahami informasi
yang disampaikan oleh orang lain. Tetapi bahasa yang disampaikan dari mulut ke
mulut hanya bertahan sebentar saja, yaitu hanya pada saat si pengirim
menyampaikan informasi melalui ucapannya itu saja. Setelah ucapan itu selesai,
maka informasi yang berada di tangan si penerima itu akan dilupakan dan tidak
bisa disimpan lama. Selain itu jangkauan suara juga terbatas. Untuk jarak tertentu,
meskipun masih terdengar, informasi yang disampaikan lewat bahasa suara akan
terdegradasi bahkan hilang sama sekali.

Setelah itu teknologi penyampaian informasi berkembang melalui gambar. Dengan


gambar jangkauan informasi bisa lebih jauh. Gambar ini bisa dibawa-bawa dan
disampaikan kepada orang lain. Selain itu informasi yang ada akan bertahan lebih
lama. Beberapa gambar peninggalan zaman purba masih ada sampai sekarang
sehingga manusia sekarang dapat (mencoba) memahami informasi yang ingin
disampaikan pembuatnya.

PEMANFAATAN TEKNOLOGI INFORMASI OLEH PERUSAHAAN

Perkembangan teknologi demikian pesatnya saat ini, awam menyebutnya sebagai


era HiTech sering pula masyarakat menyebutnya NewTech, begitupun dengan
Information & Communication Technology (ICT) atau Teknologi Informasi dan
Komunikasi (TIK) berkembang dengan cepatnya, kadang kita belum mengetahui
sistem yang baru, sudah muncul lagi sistem yang lebih baru. Tentunya sebagai
konsekuensi logis dari era globalisasi dan liberalisasi yang dipicu dan dipengaruhi
oleh perubahan teknologi yang kontinyu dan sangat cepat tersebut, maka dunia
bisnis dihadapkan pada suatu persaingan yang sangat tajam.

Bisnis dan TI

Persaingan ketat di pasar sebuah industri saat ini layaknya sebagai sebuah
pertempuran dan peperangan. Kemenangan dan kekalahan adalah hal yang sangat
lumrah. Tapi menjadi pemenang bukanlah sebuah perkara yang mudah untuk
dilakukan, di samping itu juga tidak ada yang mau berada di pihak yang kalah. Di
sinilah istilah competitive edge mulai populer. Semua perusahaan saat ini bergelut
untuk mampu tetap kompetitif dan selalu memiliki peluang serta potensi untuk
menang. Salah satu jalan untuk menjamin kemenangan ini adalah memiliki
keunikan. Keunikan yang membedakan setiap perusahaan dengan perusahaan
lainnya dalam sebuah industri. Keunikan bisa diwujudkan dalam bentuk akhir dari
produk yang ditawarkan, maupun keunikan dalam proses bisnis perusahaan
tersebut. Dengan adanya keunikan-keunikan ini, setiap perusahaan berlomba untuk
menjadi pemenang. Katakanlah keunikan sebuah perusahaan dibandingkan dengan
perusahaan lainnya adalah pada proses bisnisnya yang sangat efi sien. Ujung-
ujungnya adalah bagaimana perusahaan tersebut, sedemikian rupa, menekan biaya
operasional sehingga produk akhirnya cenderung lebih murah dibanding
pesaingpesaingnya. Keunikan yang memiliki dampak positif bagi bisnis inilah
yang dikatakan sebagai competitive edge dari perusahaan tersebut, yang
membedakannya dari pesaingnya. Cara sebuah perusahaan menjalankan bisnisnya
akan sangat mempengaruhi kesuksesannya dalam memenangi persaingan. Dan
layaknya sebuah peperangan, persaing an bisnis juga memerlukan strategi dan
perencanaan taktis di lapangan. Teknologi informasi dewasa ini dipandang sebagai
salah satu competitive edge tersebut, meskipun tetap bukan satu-satunya.
Perkembangan teknologi informasi yang sangat pesat mampu menawarkan
berbagai solusi bisnis, dari sekadar kemampuan untuk berkirim e-mail hingga
kemampuan untuk melakukan mekanisme kolaborasi atau melakukan pertemuan
virtual. Di samping itu, aplikasi-aplikasi bisnis komersial seperti Enterprise
Resource Planning–ERP, juga dengan sendirinya mampu membentuk karakteristik
bisnis sebuah perusahaan, yang tadinya reaktif menjadi lebih proaktif dalam
persaingan pasar. Strategi perusahaan untuk “berperang” dewasa ini, banyak
dipengaruhi pada bagaimana teknologi informasi diposisikan dalam perusahaan.
Jika kita analogikan gambaran ini dengan sebuah tank, maka teknologi informasi
adalah mekanisme kendali dan pengarah tembakan tank tersebut.

Strategi Persaingan Bisnis berbasis Teknologi Informasi (IT)

Strategi Persaingan Bisnis berbasis Teknologi Informasi ( IT ) harus memiliki


keselarasan dengan strategi bisnis yang dijalankan oleh perusahaan. Dalam
melakukan penyelarasan IT, perlu melakukan pertimbangan arah strategi bisnis
yang jelas, komunikasi, komitmen dan itegrasi dari masing – masing fungsi yang
ada dalam perusahaan. Penyelarasan antar strategi bisnis dengan teknologi
informasi (IT) merupakan permasalahan yang kompleks dan bersifat multidimensi.
Perusahaan yang berhasil melakukan integrasi antar teknologi dengan strategi
bisnis menunjukkan peningkatan pendapatan yang signifikan. Penyelarasan strategi
bisnis dan IT digunakan oleh perusahaan untuk meningkatkan efisiensi,
mengurangi biaya, menciptakan hambatan untuk pendatang baru, meningkatkan
hubungan dengan konsumen dan suplier, dan menciptakan produk dan solusi bisnis
baru. strategi bisnis yang berbasis IT sangat penting bagi perusahaan untuk dapat
memenangkan persaingan pasar. strategi bisnis yang berbasis IT merupakan arahan
dan ruang lingkup dari perusahaan dalam jangka panjang yang akan memberikan
keuntungan bagi perusahaan melalui penggunaan sumber daya yang ada dalam
lingkungan yang mendukung untuk memenuhi kebutuhan pasar dan memenuhi
harapan dari para stakeholder. strategi bisnis yang berbasis IT yang dilakukan oleh
sebuah perusahaan akan membedakannya dengan perusahaan – perusahaan lain.
Perusahaan dapat memberikan performa yang lebih baik dari para pesaing hanya
jika perusahaan dapat menentukan perbedaan yang dimilikinya dan
mempertahankannya. Karena perbedaan ini, maka setiap perusahaan tentunya akan
memerlukan penggunaan IT secara berbeda sesuai dengan strategi diterapkan.
strategi bisnis yang berbasis IT memegang peranan penting dalam mewujudkan
strategi bisnis. Sebuah organisasi yang telah mengadopsi teknologi informasi ke
dalam proses bisnis yang dilakukannya, tentunya akan ikut memikirkan peranan
yang akan dilakukan oleh IT. Beberapa perusahaan ada yang menggunakan IT
untuk menjalankan operasi sehari – hari agar dapat berjalan dengan baik dan
efisien. Ada juga perusahaan yang menggunakan IT sebagai enabler untuk
menciptakan kesempatan – kesempatan baru yang mungkin tidak akan dapat
dilakukan tanpa dukungan IT. Serta IT juga digunakan sebagai cara baru untuk
mengatur fungsi – fungsi yang ada dalam organisasi. Peranaan IT dalam organisasi
ini juga akan mempengaruhi penyelarasan yang terjadi dalam perusahaan. Peranan
Tekonologi Informasi (IT) dalam strategi bisnis yaitu:

1. Berperan sebagai konservatif untuk mendukung dalam organisasi.


Perusahaan ini memilih menggunakan teknologi IT yang sudah terbukti dan
matang.

2. Memegang peran yang kritis dan penting dalam organisasi. Perusahaan ini
memilih menggunakan dan menginvestasikan pada teknologi IT terkini.

3. Berperan sebagai inovator dalam bisnis. Perusahaan ini berkompetisi dalam


dunia usaha yang sangat tergantung pada teknologi dan menggunakan IT
sebagai alat dalam berkompetisi (competitive weapon).

Perusahaan yang menggunakan strategi bisnis yang berbasis IT terbukti efektif


dalam mengembangkan bisnis, sebagai peran yang kritis dan inovatif cendrung
untuk lebih selaras dari pada perusahaan yang menggunakan IT secara konservatif.
Perusahaan seperti itu juga menganggap IT sebagai investasi yang penting yang
akan mempengaruhi performa perusahaan di saat ini dan di masa yang akan
datang.

Sehingga dapat disimpulkan bahwa teknologi informasi memberikan peranan


penting bagi suatu perusahaan dalam memenangkan persaingan dan bekompetisi,
karena IT saat ini telah memegang peranan penting dalam dunia bisnis yang
modern dan berebasis teknologi.