Anda di halaman 1dari 12

c 



  
    

Hampir semua diantara kita pernah mendengar kata pestisida, herbisida,


insektisida atau nama lainnya, Petani di pegununganpun tidak lepas dari penggunaan
pestisida. Petani sayuran, nelayan dalam pembuatan ikan asin misalnya, ada yang
menggunakan pestisida. Tentunya cara ini tidak dibenarkan, namun demikian adanya
di masyarakat kita. Pemakaian pestisida di rumah tangga seperti penggunaan obat
nyamuk, anti rayap / ngengat, pengusir nyamuk (repelent) dan banyak lagi
macamnya. Untuk itulah kita perlu mengenal lebih jauh tentang pestisida.

Penggunaan pestisida dalam pembangunan di berbagai sektor seperti


pertanian, kesehatan masyarakat, perdagangan dan industri semakin meningkat.
Pestisida terbukti mempunyai peranan yang penting dalam peningkatan
kesejahteraan rakyat. Pada bidang pertanian termasuk pertanian rakyat maupun
perkebunan yang dikelola secara profesional dalam skala besar menggunakan
pestisida yang sebagian besar adalah golongan organofosfat. Demikian pula pada
bidang kesehatan masyarakat pestisida yang digunakan sebagian besar adalah
golongan organofosfat. Karena golongan ini lebih mudah terurai di alam.
Penggunaan pestisida di bidang pertanian saat ini memegang peranan penting.
Sebagian besar masih menggunakan pestisida karena kemampuannya untuk
memberantas hama sangat efektif.

Pestisida adalah bahan yang beracun dan berbahaya, yang bila tidak dikelola
dengan baik dapat menimbulkan dampak negatif yang tidak diinginkan. Dampak
negatif tesebut akan menimbulkan berbagai masalah baik secara langsung ataupun
tidak, akan berpengaruh terhadap kesehatan dan kesejahteraan manusia seperti
keracunan. Dampak negatif yang terjadi dari penggunaan pestisida pada
pengendalian hama adalah keracunan, khususnya para petani yang sering / intensif
menggunakan pestisida. Pestisida dalam bentuk teknis ° 
   sebelum
digunakan perlu diformulasikan dahulu. Formulasi pestisida merupakan pengolahan
°
 yang ditujukan untuk meningkatkan sifat-sifat yang berhubungan
dengan keamanan, penyimpanan, penanganan °  ), penggunaan, dan
keefektifan pestisida. Pestisida yang dijual telah diformulasikan sehingga untuk
penggunaannya pemakai tinggal mengikuti petunjuk-petunjuk yang diberikan dalam
.

Formulasi pestisida yang dipasarkan terdiri atas bahan pokok yang disebut
bahan aktif (active ingredient) yang merupakan bahan utama pembunuh organisme
pengganggu dan bahan ramuan (inert ingredient).

Jika dilihat dari struktur kimianya, bahan aktif ini bisa digolongkan menjadi
kelompok organic sintetik, orgnik alamiah dan inorganic. Bahan aktif ini jenisnya
sangat banyak sekali. Tahun 1986 badan proteksi lingkungan amerika serikat
mencatat ada 2600 bahan aktif yang sudah dipasarkan. Dan diseluruh dunia ada
35000 formulasi atau merek dagang.

Pestisida organic alamiah berasal dari bahan-bahan tanaman, maka sering


juga disebut pestisida botanik. Pestisida ini cenderung bersifat tidak mantap dan
berumur pendek. Namun daya bunuhnya scepat dan berdaya racun rendah. Sebagai
contoh adala

- nikotin berasal dari daun tembakau.

- Pyrethrum berasal dari daun chrysanthemum cinerariaefolium.

- Red squil berasal dari umbi urginea maritime

- Rotenone berasal dari akar derris sp

- Ryania berasal dari akar ryania speciosa

- Sabadilla berasal dari tanaman schoenocaulon officinale.





Tujuan dari praktikum ini adalah unutk mengetahui jenis-jenis pestisida yang
beredar dipasaran.


cc c  

 c 

      !


1. ConfidorR 200 SL Insektisida Imidaklopid
2. Santaquat 276 SL Herbisida Parakuat diinorida
3. Agronil 75 WP Fungisida Klorotaronil
4. Niklosan 250 EC Moluscasida Niklosamid
5. Dursban 200 EC Insektisida klorofirifos
6. Fastac 15 EC Insektisida Alfametrin
7. Alika 247 ZC Insektisida Lamda sihalotrin
8. Revus 440 SC Fungisida Mandipropamid
9. Explore 250 EC Fungisida Disenokona
10. Ridomil 250 ES Fungisida Mifonokfam
11. cruifer 350 FS Insektisida bromonofsan
 

Pestisida adalah bahan yang digunakan untuk mengendalikan, menolak,


memikat, atau membasmi organisme pengganggu. Nama ini berasal dari 
("hama") yang diberi akhiran   ("pembasmi"). Sasarannya bermacam-macam,
seperti serangga, tikus, gulma, burung, mamalia, ikan, atau mikrobia yang dianggap
mengganggu. Pestisida biasanya, tapi tak selalu, beracun. dalam bahasa sehari-hari,
pestisida seringkali disebut sebagai "racun".

Tergantung dari sasarannya, pestisida dapat berupa

y insektisida (serangga)
y fungisida (fungi/jamur)
y rodentisida (hewan pengerat/Rodentia)
y herbisida (gulma)
y akarisida (tungau)
y bakterisida (bakteri)

dari hasil pencarian yang dilakukan praktikan banyak sekali merk-merk


dagang pestisida di pasaran dan berbagai macam jenis bahan aktif yang dikandung
oleh pestisida tersebut, di antaranya :

G  "#$c# %&& 

insektisida sistemik yang bekerja sebagai racun lambung dan kontak.


Memiliki spektrum kerja yang luas untuk berbagai tanaman, sangat dapat
diandalkan untuk hama penggigit dan penghisap seperti   , belalang, dan 
 .
Selain itu juga melindungi dari virus. Bahan aktifnya  
 , adalah bahan
yang sangat efektif dari jenis baru bahan aktif yang menawarkan cara kerja yang
baru.

Mekanisme kerja barunya adalah dengan reseptor protein dari serangga yang
berbeda dari produk insektisda konvensional, oleh karena itu sangat efektif dalam
mengatasi jenis hama yang tahan terhadap produk insektisida konvensional. Dapat
dipergunakan secara fleksibel di sistem aplikasi yang berbeda, seperti pada
pengaplikasian di daun, tanah, di alur dan di batang. Tahan lama dengan kuantitas
aplikasi yang sedikit, dan punya kemampuan kompatibilitas yang baik dengan
beragam tanaman Secara ekonomis, insektisida ini menarik untuk pengguna karena
menghemat waktu dan tentunya uang.

Confidor sangat cocok untuk program IPM dan


   .

 '!(

y Kelas bahan aktif baru dengan mekanisme dan tempat kerja baru
y Cara kerja melalui akar
y Dapat dipergunakan dalam beragam system aplikasi
y Tahan lama
y Hemat waktu dan biaya
y Dosis rendah
y Cocok untuk berbagai jenis hama dan tanaman
y Effectif melindungi dari virus
y Melindungi kualitas dan hasil panen tanaman
y Aman untuk pengguna dan juga konsumen
y Aman untuk serangga yang berguna, cocok untuk program IPM
y Dapat digunakan untuk
  


  !   
Cabai Aphid 0.25-0.5 Foliar spray dengan volume air 500-1000
  ml/l l/ha. Aplikasikan pada daerah yang

 terkena hama dengan 7 hari interval.
Cabai Thrips 0.25-0.5 Foliar spray dengan volume air 500-1000

   ml/l l/ha. Aplikasikan pada daerah yang
terkena hama dengan 7 hari interval.
Jeruk Aphid 0.5-1 ml/l Foliar spray dengan volume air 500 l/ha.
   Aplikasikan pada daerah yang terkena
hama dengan 14 hari interval.
Jeruk Aphid 5-10 Mengecat batang di bawah cabang
   ml/plant pertama ketika tanaman dalam masa
penyiraman.
Jeruk Leaf miner 0.5 - 1 Foliar spray, dengan volume air 500 l/ha.
Ê   ml/l Aplikasikan pada daerah yang terkena

 hama dengan 14 hari interval.
Jeruk Leaf miner 10 Mengecat batang di bawah cabang
Ê   ml/plant pertama ketika tanaman dalam masa

 penyiraman.
Jeruk Jumping lice 0.5-1 ml/l Foliar spray, dengan volume air 500 l/ha.
(psyllid) Aplikasikan pada daerah yang terkena
 
 hama dengan 14 hari interval.


Jeruk Jumping lice 5-10 Mengecat batang di bawah cabang
(psyllid) ml/plant pertama ketika tanaman dalam masa
 
 penyiraman.


Padi Brown Plant 62.5-125 Foliar spray dengan volume air 500 l/ha.
Hopper ml/ha Aplikasikan pada daerah yang terkena
 
  hama dengan 14 hari interval.
 
Kacang Aphid 0.125- Foliar spray dengan volume air 600-700
panjang    0.25 ml/l l/ha. Aplikasikan pada daerah yang
terkena hama dengan 7 hari interval.
Teh Leaf hopper 100-200 Foliar spray dengan volume air 400 l/ha.
  ml/ha Aplikasikan sehari setelah pemetikan
  daun.
Tembakau Aphid 0.125- Foliar spray, dengan volume air 500 l/ha.
  0.25 ml/l Aplikasikan pada daerah yang terkena

 (spray) , hama dengan 10 hari interval. Membasahi
1.25-2.5 pada 0-10 hari setelah penanaman, satu
ml/10 l kali aplikasi.
water/100
plants
(drench)
Tomat Aphid 0.125- Foliar spray, dengan volume air 500-750
   0.25 ml/l l/ha Aplikasikan pada daerah yang terkena
hama dengan 7 hari interval.
Semangka Aphid 0.125- Foliar spray dengan volume air 500-700
   0.25 ml/l l/ha. Aplikasikan pada daerah yang
terkena hama dengan 7 hari interval.
%  
)
%*+ 

Santaquat 276 SL adalah herbisida kontak purna tumbuh ber bahan aktif :
Parakuat diklorida 276 SL setara dengan ion parakuat 200 Gr/I berbentuk larutan
dalam air berwarna hijau tua.

Cara kerja herbisida santaquat 276 SL :

1. herbisida santaquat 276 SL adalah herbisida kontak purna tumbuh. Larutan


herbisida santaquat 276 SL ini apabila disemprotkan akan cepat meresap ke bagian
hijau tanaman dan akan bereaksi bila terkena sinar matahari yang menghasilkan
senyawa radikal bebas yang mengeluarkan oksigen yang sangat aktif.

2. oksigen aktif ini akan bereaksi dengan sel hijau daun sehingga sel hijau daun
tanaman tidak dapat mengikat air dan tanaman akan layu dan mati.

Keunggulan santaquat 276 SL :

1. herbisida kontak tanpa aktivitas residual di dalam tanah


2. berspektrum luas untuk meberantas berbagai jenis gulma
3. Efektif dalam berbagai ikllim dan kondisi lahan.
4. Diserap dengan cepat oleh gulma sehingga tetap efektif walau hujan
turun 15 menit setelah penyemprotan.
5. Hemat biaya, waktu, dan tenaga kerja
6. Tidak menyebabkan erosi terhadap tanah.

Ñ  #c *,- 

Fungisida kontak dan fungistatik, berbentuk tepung berwarna putih yang


dapat disuspensikan untuk mengendalikan penyakit bercak daun dan penyakit busuk
buah pada tanaman cabai dan busuk daun pada tanaman kentang.

Manfaat penggunaan :
1. melindungi berbagai jenis tanaman dari serangan jamur, karena
fungisida ini memliki spectrum pengendalian yang luas terhadap
berbagai jenis penyakit.
2. alpikasi fungisida ini cukup dengan dosis yang rendah.
3. fungisida ini merupakan fungisida kontak sehingga resistensi penyakit
dapat dihindari
4. fungisida ini aman bagi tanaman karena tidak bersifat meracuni
tanaman, pertumbuhan tidak terhambat, pemanfaatan pupuk yang
lebih sempurna dan hasil panen yang lebih tinggi
5. fungisida ini memiliki daya lekat yang kuat terhadap bidang
permukaan karingan tanaman sehingga tidak mudah tercuci oleh
hujan
6. ukuran butiran fungisida ini sangat halus sehingga mudah larut dan
tercampur serta menyebar merata pada jaringan tanaman.
7. memiliki deposit yang lebih tinggi pada tanaman yang disemprot
sehingga interval penyemproetan bisa lebih berkurang.
8. Memiliki daya larut yang itinggi denga air maupun dengan pestisida
lainnya

r c #%,&"

,   %&&"

Petunjuk Penggunaan

Gunakanlah konsentrasi formulasi 2 ml/ltr air sebanding dengan dosis 1-1.6


ltr Dursban 200 EC dalam 500-800 ltr air per ha tergantung tingkat pertumbuhan
tanaman.

cara, waktu dan interval aplikasi : Penyemprotan volume tinggi apabila populasi atau
intensitas serangan hama telah mencapai ambang pengendaliannya sesuai
rekomendasi. Apabila belum jelas hubungi Petugas Pertanian yang berwenang
Petunjuk Keamanan

Jangan makan, minum, atau merokok selama mencampur/menyemprot.


Waktu menyemprot pakailah pakaian pelindung, jangan menyemprot melawan arah
angin. Cucilah badan dengan air dan sabun sesudah atau terkena larutan . Simpan di
tempat aman, jauh dari api ataupun jangkauan anak-anak dan binatang peliharaan.
Jangan mengotori kolam atau saluran air dengan larutan atau wadah bekasnya.
Rusaklah wadah bekasnya dan kemudian tanam sekurang-kurangnya 0.5 mtr dalam
tanah yang jauh dari sumber air.

+ $
"G,"

Insektisida racun kontak, racun lambung berbentuk pekatan yang data


diemulsikan berwarna jerni kekuningan untuk mengendalikan hama pada tanaman
cabai, kako, kedelai, kelapa sawit, kubis, the tembakau, tomat, semangka yang
mengandung bahan aktif : alfamerin15g/l.

*  c %r*."

Insektisida racun kontak dan lambung, berbentuk pekatan yang larut dalam
air, berwarna putih kecoklat-coklatan.berdaya kerja luas, untuk mengendalikan
hama, kutu-kutuan, ulat-ulatan pada tanaman cabai, jeruk dan kedelai yang berbahan
Aktif: lamda sihalotrin 106 g/l, tiametoksam 141 g/l.

Keunggulan ALIKA 247 ZC

1. alika melekat pada permukaan daun dan mengendalikan hama ulat
dengan cepat
2. Alika dengan cepat menembus dan menyebar keseluru jaringan daun
sehingga memberikan perlindungan lebih lama sapai pertumbuhan
baru.
3. daya kendali luas mengendalikan hama jenis ulat dan hama goongan
pengisap.
4. meningkatkan kualitas panen, biji/buah lebih bersih dan tidak ada
bintik-bintik atau kerusakan akibat hama, sehingga harga jual lebih
tinggi.
5. meningkatkan produksi pada tanaman sayuran dan tanaman pangan.

u  /rr&"

Fungisida protektif yang bersifat transiamir dan kontak, berbentuk pekatan


suspense, berwarna keputih ke abu-abuan, utuk mengendalikan penyakit secara
preventif dan kuratif pada tanaman bawang merah, cabai, kentang, ketimun, melon
dan tomat.

Keuntungan menggunakan REVUS

1. Ampuh mencegah dan mengendalikan penyyakit secara tepat dan


tuntas
2. dapat mengendalikan penyakit di bagian permukaan daun, bagian
dalam daun, dan bagian bawah daun.
3. Pertumbuhan tanaman lebih seragam, batang dan daun kelihatan lebih
besar

^ 0 # %,&"

Fungiida sistemik dan zat pengatur tumbuh berwarwa coklat kekuningan


berbentuk pekatan yang dapat diemulsikan untuk mengendalikan penyakit pada
tanaman padi sawah dan cabai yang berbahan aktif difenokonazol 250g/l.

Keunggulan EXPLORE 250 EC

1. memiliki spectrum pengendalian yang luas unutk mengendalikan


berbagai macam penyakit.
2. cepat meresap sehingga tidak mudah tercuci oleh hjan
3. fitotonik effect menjadikan tanaman lebih sehat dan lebih
hijau.Fungisida sistemik sehingga dapat melindungi seluru bagian
tanaman dari serangan penyakit.
4. dosis rendah
5. fungisida dan BOOSTER padi, dapat meningkatkan hasil dan kualitas
gabah.
6. Tanaman padi lebih tahan rebah.

G&  c#c %,&"

GG " c