Anda di halaman 1dari 1

c 


  

Fungsi penambahan indikator fenoftalein untuk mengetahui terjadinya suatu titik
ekivalen dalam proses penitrasian dengan terjadinya perubahan warna pada larutan.
Indikator PP dengan range pH 8,0 ± 9,6 merupakan indikator yang baik untuk larutan
basa dimana indikator ini akan merubah warna larutan dari bening menjadi merah muda
akibat dari perubahan pH larutan pada saat penitrasian.

c    



Penambahan indikator metil orange menyebabkan perubahan warna larutan
menjadi kuning. Dalam proses titrasi digunakan indikator metil orange yang
jangkauannya pada pH 3,1 sampai pH 4,4 yang akan memberikan warna kuning.
Penambahan indikator ini bertujuan untuk menandai titik ekivalen titrasi yang ditandai
dengan perubahan warna larutan dari yang awalnya berwarna kuning menjadi berwarna
orange. Warna ini dikarenakan adanya pengaruh ion H+ dari HCl yang bereaksi dengan
indikator metil oranye dengan reaksi :
HIn 
G H+ + In-

r    
Pada percobaan ini digunakan indikator PP dan juga metil orange karena sampel
mengandung natrium karbonat jadi dinetralkan ke titik metil orange dan juga NaOH
menyerap CO2 maka akan berpengaruh apabila ditambahkan indikator fenolftalein jadi
ditetapkan dengan titrasi menggunakan metil orange dan fenolftalein. Fenolftalein
digunakan untuk indikator pertama dikarenakan trayek PP 8,0 ke 9,6 dan pH suatu
larutan NaHCO3 adalah 8,35 sedangkan metil orange cocok untuk titik akhir yang kedua
karena trayek pH nya dari pH 3,1 ke 4,4 dan larutan jenuh CO2 mempunyai pH sekitar
3,9. Titik akhir kedua ini dapat sanagt diperbaiki dengan menyingkirkan CO2.