Anda di halaman 1dari 30

c ‘ 


  
  
Selain mineral ± mineral utama yang terdaftar dalam Deret Reaksi Bowen, ada
baiknya juga disertakan mineral ± mineral hasil differensiasi mineral utama
sebagai pelengkap. Untuk Mineral ± mineral umum pada Deret Reaksi Bowen,
akan ditebalkan penulisannya.
1.1‘ KELOMPOK OLIVIN
1.1.1 FORSTERITE ( orthorombic 2V=850-900 )
3‘ rarna : tidak berwarna
3‘ Bentuk : kristal euhedral sampai anhedral
3‘ Relief : tinggi
3‘ Pleokroisme : -
3‘ Indeks bias : n mineral > n balsam
3‘ Belahan : fracture yang tidak teratur umum
3‘ Birefringence : kuat, teratas orde kedua
3‘ Kembaran : -
3‘ Sudut pemadaman : paralel
3‘ Orientasi optis : length slow
3‘ Sumbu optis : dua (biaxial)
3‘ Tanda optis : positif
1.1.2 
 !""#$""



%%    
&


c Ê Ê  Ê


    Ê
   

3‘ rarna : tidak berwarna
3‘ Bentuk : kristal anhedral dengan polygonal dan dalam
fenokris
3‘ Relief : tinggi
3‘ Pleokroisme : -
3‘ Indeks bias : n mineral > n balsam
3‘ Belahan : paralel yang tidak sempurna dengan (001), fracture
yang tidak teratur umum
3‘ Birefringence : kuat, teratas orde kedua
3‘ Kembaran : kadang-kadang didapatkan
3‘ Sudut pemadaman : paralel
3‘ Orientasi optis : length slow
3‘ Sumbu optis : dua (biaxial)
3‘ Tanda optis : positif atau negative
1.1.3 FAYALITE ( orthorombik 2V=470-540 )
3‘ rarna : tidak berwarna sampai kekuningan atau netral
3‘ Bentuk : euhedral, kristal anhedral
3‘ Relief : sangat tinggi
3‘ Pleokroisme : lemah
3‘ Indeks bias : n mineral > n balsam
3‘ Belahan : tidak sempurna dalam satu arah (010)
3‘ Birefringence : kuat
3‘ Kembaran : -
3‘ Sudut pemadaman : paralel
3‘ Orientasi optis : length slow
3‘ Sumbu optis : dua (biaxial)
3‘ Tanda optis : negative

º Ê Ê  Ê


    Ê
   

1.1.4 MONTICELLITE (orthorombic 2V=750-800 )
3‘ rarna : tidak berwarna sampai kekuningan atau netral
3‘ Bentuk : granular aggregat dari kristal anhedral sampai
subhedral, kristal prismatik euhedral
3‘ Relief : agak tinggi
3‘ Pleokroisme : -
3‘ Indeks bias : n mineral > n balsam
3‘ Belahan : paralel yang tidak sempurna dengan (010)
3‘ Birefringence : sedang, merah orde pertama
3‘ Kembaran : -
3‘ Sudut pemadaman : paralel
3‘ Orientasi optis : length slow
3‘ Sumbu optis : dua (biaxial)
3‘ Tanda optis : negatif
1.2 KELOMPOK PIROKSEN
Belahan 2 arah (membentuk sudut 88 dan 92), umumnya tidak
berwarna, non pleokroik/pleokroisme lemah kecuali aegirin. Sudut
pemadaman besar. Kelompok piroksen terbagi 2 yaitu
à à à enstatite dan hypersten) dan

à à(augit,diopsit,pigeonit,aegirin,hedenbergit,jedeit,spodemen,aeg
irin-augit,walasnit). à à memperlihatkan sudut pemadaman
paralel. Untuk membedakan enstatite dengan hypersten dilihat dari tanda
optiknya(enstatite positif sedangkan hypersten negatif). Untuk 
à à
setiap individu biasanya dapat dibedakan dengan sudut pemadaman
disamping sifat optiknya. Sifat-sifat mineral kelompok piroksen :

V Ê Ê  Ê


    Ê
   

c  c '()(('
 *""#+""






%%   
&
3‘ rarna : tidak berwarna sampai netral
3‘ Bentuk : Kristal prismatik. Inklusi-inklusi umum dan
menghasilkan struktur schiler.
3‘ Relief : Tinggi
3‘ Belahan : (110) dalam dua arah pada sudut 88o sampai 92o
pararel dengan (010).
3‘ Kembaran : jarang ada.
3‘ Pleokroisme : lemah
3‘ Indeks bias : n mineral > n balsam
3‘ Birefringence : agak lemah, kuning muda orde pertama
3‘ Sudut pemadaman : paralel
3‘ Orientasi optis : length slow
3‘ Sumbu optis : dua (biaxial)
3‘ Tanda optis : positif

c   ,-.' (,'' /0"#$""


%%   
&

 Ê Ê  Ê


    Ê
   

ڑ rarna : netral sampai hijau muda atau merah muda
ڑ Bentuk : kristal subhedral prismatik.
ڑ Relief : tinggi
ڑ Pleokroisme : lemah, kehijauan sampai kehijauan
ڑ Indeks bias : n mineral > n balsam
ڑ Belahan : pararel dengan (110), (010) dan (100).
ڑ Birefringence : agak lemah, kuning sampai merah orde pertama
ڑ Kembaran ; -
ڑ Sudut pemadaman : paralel
ڑ Orientasi optis : length slow
ڑ Sumbu optis : dua (biaxial)
ڑ Tanda optis : negatif
c  0 )12(' *+"#/"


%%    
&
3‘ rarna : hampir tidak berwarna
3‘ Bentuk : kristal prismatik pendek.
3‘ Relief : tinggi.
3‘ Pleokroisme : tidak ada sampai lemah
3‘ Indeks bias : n mineral > n balsam
3‘ Belahan : (110) dalam dua arah pada sudut 87o dan 93o. Satu
arah dalam sayatan longitudinal, pararel.
3‘ Kembaran : umum, polisintetis, kombinasi polisintetik yang
dikenal sebagai struktur herringbone.

ÿ Ê Ê  Ê


    Ê
   

3‘ Birefringence : sedang, kira-kira ditengah orde kedua
3‘ Sudut pemadaman : bervariasi dari 360-400(C^X)
3‘ Orientasi optis : length fast kadang-kadang length slow
3‘ Sumbu optis : dua (biaxial)
3‘ Tanda optis : positif
1.2.4 PIGEONITE ( monoclinic 2V = 00-400 )
3‘ rarna : tidak berwarna atau netral
3‘ Bentuk : kristal anhedral.
3‘ Relief : tinggi
3‘ Pleokroisme : lemah
3‘ Indeks bias : n mineral > n balsam
3‘ Belahan : dalam dua arah (110) pada sudut 87o dan 93o
3‘ Birefringence : sedang, bervariasi dari yang terbawah sampai
yang teratas orde kedua
3‘ Kembaran : polisintetik. Sudut pemadaman_: bervariasi dari
22o-45o
3‘ Orientasi optis : slower ray
3‘ Sumbu optis : dua (biaxial)
3‘ Tanda optis : positif
c  * 3.(' *+"#/""


%%    
&
3‘ rarna : tidak berwarna atau netral

§ Ê Ê  Ê


    Ê
   

3‘ Bentuk : kristal subhedral
3‘ Relief : tinggi
3‘ Pleokroisme : lemah
3‘ Indeks bias : n mineral > n balsam
‘ Belahan : dalam dua arah (110) pada sudut 87o dan 93o
3

3‘ Birefringence : sedang, bervariasi dari yang terbawah sampai


yang teratas orde kedua
3‘ Kembaran : Polisintetik
3‘ Sudut pemadaman : bervariasi dari ±370²440(C^Z)
3‘ Orientasi optis : slower ray
3‘ Sumbu optis : dua (biaxial)
3‘ Tanda optis : positif
1.2.6 HEDENBERGITE ( monoclinic 2V=600)
3‘ rarna : netral sampai kehijauan
3‘ Bentuk : columnar aggregaate
3‘ Relief ; sangat tinggi
3‘ Pleokroisme : -
3‘ Indeks bias : n mineral > n balsam
‘ Belahan : (110) dalam dua arah pada sudut 87o dan 93o
3

3‘ Birefringence : sedang, ungu orde pertama


3‘ Kembaran :-
3‘ Sudut pemadaman : dalam sayatan longitudinal kira-kira 420
3‘ Orientasi optis : faster ray
3‘ Sumbu optis : dua (biaxial)
3‘ Tanda optis : positif
1.2.7 AEGIRIN ( monoclinic 2V = 600-660 )
3‘ rarna : hijau, kuning kecoklatan

Î Ê Ê  Ê


    Ê
   

3‘ Bentuk ; kristal prismatik
3‘ Relief : tinggi
3‘ Pleokroisme : kuat, hijau tua, hijau muda, kuning
3‘ Indeks bias : n mineral > n balsam
‘ Belahan ; dalam dua arah (110) pada sudut 87o dan 93o
3

3‘ Birefringence : kuat sampai sangat kuat, orde ketiga atau orde


keempat
3‘ Kembaran : -
3‘ Sudut pemadaman : dalam sayatan longitudinal sangat kecil
(20-100 )
3‘ Orientasi optis : length fast
3‘ Sumbu optis : dua (biaxial)
3‘ Tanda optis : negatif
1.2.8 AEGERIN-AUGITE ( monoclinic 2V=Ca. 60 )
3‘ rarna : hijau
3‘ Bentuk ; kristal euhedral prismatik pendek
3‘ Relief : tinggi
‘ Belahan : dalam dua arah (1100 pada sudut 87o dan 93o
3

3‘ Pleokroisme : sedang, kuning hijau sampai kehijauan


3‘ Indeks bias : n mineral > n balsam
3‘ Birefringence : teratas sampai di tengah orde kedua
3‘ Kembaran : umum
3‘ Sudut pemadaman : dalam sayatan longitudianal bervariasi
dari ±150 sampai -360
3‘ Orientasi optis : length fast
3‘ Sumbu optis : dua (biaxial)
3‘ Tanda optis : positif atau negatif

è Ê Ê  Ê


    Ê
   

1.2.9 JADEITE ( monoclinic 2V=600-660 )
ڑ rarna : tidak berwarna samapai hijau
ڑ Bentuk : granular sampai columnar atau fibrous aggregate
ڑ Tekstur bervariasi dari fine sampai coarse grained. Kristal
euhedral
ڑ Relief ; Agak tinggi
ڑ Pleokroisme : bervariasi
ڑ Indeks bias : n mineral > n balsam
Ú
‘ Belahan : (110) dalam dua arah pada sudut 87o dan 93o
ڑ Birefringence : sedang, orde kedua
ڑ Kembaran : kadang-kadang didapatkan
ڑ Sudut pemadaman : dalam sayatan longitudinal bervariasi dari
300-440
ڑ Orientasi optis : length slow
ڑ Sumbu optis : dua (biaxial)
ڑ Tanda optis : positif
1.2.10rOLLASTONITE ( triclinic 2V=Ca. 390 )
3‘ rarna : tidak berwarna
3‘ Bentuk : columnar atau fibrous aggregate
3‘ Relief : tinggi
3‘ Pleokroisme : -
3‘ Indeks bias : n mineral > n balsam
3‘ Belahan : pararel yang sempurna dengan (100), pararel yang
kurang sempurna dengan (001) dan (102), dan yang tidak
sempurna (101) dan (101)
3‘ Birefringence : agak lembah, ordenya pertama
3‘ Kembaran : kadang-kadang ada
3‘ Orientasi optis : length slow atau length fast

D Ê Ê  Ê


    Ê
   

3‘ Sumbu optis : dua (biaxial)
3‘ Tanda optis : negative
c 0 4' .4) &
Kelompok amfibol dibagi mejadi dua kelompok yaitu à à à

dan 
à à
 Pada 
à à à à à
memperlihatkan sudut
pemadaman paralel sedangkan 
à à
memperlihatkan sudut
pemadaman miring (walaupun dalam sayatan tertentu bisa memperlihatkan
sudut pemadaman peralel). Individu spesies kelompok ini yaitu
anthophyllite, tremolite actinolite, cummingtonite, grunerit, nephrite,
hornblende, lamprobolit, riebeckite. Dengan sifat-sifat : 
1.3.1 ANTHOPHYLLITE (Orthorombic 2V=70o-90o)
3‘ rarna : tidak berwarna atau warna muda
3‘ Bentuk : kristal prismatik panjang dan columnar sampai fibrous
aggregate
3‘ Relief : tinggi
3‘ Pleokroisme : lemah
3‘ Indeks bias : n mineral > n balsam
3‘ Belahan : dalam dua arah (110) pada sudut 540 dan 1260.
Umum
3‘ Birefringence : sedang teratas sampai terbawah orde kedua
3‘ Kembaran : tidak ada
3‘ Sudut pemadaman : paralel dan simetris
3‘ Orientasi optis : length slow
3‘ Sumbu optis : dua (biaxial)
3‘ Tanda optis : positif
1.3.2 TREMOLITE ACTINOLITE ( monoclinic 2V=750-850 )
3‘ rarna : tidak berwarna sampai hijau muda

c Ê Ê  Ê


    Ê
   

3‘ Bentuk : kristal prismatik panjang dan columnar sampai fibrous
aggregate
3‘ Relief : tinggi
3‘ Pleokroisme : lemah
3‘ Indeks bias : n mineral > n balsam
3‘ Belahan : dalam dua arah (110) pada sudut 560 dan 1240 Paralel
dengan panjang
3‘ Birefringence : sedang sampai agak kuat, terbawah atau di
tengah orde kedua
3‘ Kembaran : fine polisintetik
3‘ Sudut pemadaman : Dalam sayatan longitudinal bervariasi dari
10 sampai 20. Paralel dan simetris
3‘ Orientasi optis : length slow
3‘ Sumbu optis : dua (biaxial)
3‘ Tanda optis : negatif
1.3.3 CUMMINGTONITE ( monoclinic 2V=680-870 )
ڑ rarna : tidak berwarna atau warna muda
ڑ Bentuk : kristal prismatik panjang dan columnar sampai
fibrous aggregate subradier
ڑ Relief : agak tinggi
ڑ Pleokroisme : lemah
ڑ Indeks bias : n mineral > n balsam
ڑ Belahan : dalam dua arah (110) pada sudut 560 dan 1240.
Paralel dan panjang
ڑ Birefringence : sedang sampai agak kuat, terbawah atau di
tengah orde kedua
ڑ Kembaran : fine polisintetik

cc Ê Ê  Ê


    Ê
   

ڑ Sudut pemadaman : Dalam sayatan longitudinal bervariasi dari
15 sampai 20.
ڑ Orientasi optis : length slow
ڑ Sumbu optis : dua (biaxial)
ڑ Tanda optis : positif
1.3.4 GRUNERITE ( monoclinic 2V=790-860 )
ڑ rarna : tidak berwarna
ڑ Bentuk : columnar sampai fibrous aggregate
ڑ Relief : agak tinggi
ڑ Pleokroisme : lemah
ڑ Indeks bias : n mineral > n balsam
ڑ Belahan : dalam dua arah (110) pada sudut 560 dan 1240.
Paralel dan panjang
ڑ Birefringence : agak kuat
ڑ Kembaran : kadang polisintetik
ڑ Sudut pemadaman : Dalam sayatan longitudinal bervariasi dari
10 sampai 15.
ڑ Orientasi optis : length slow
ڑ Sumbu optis : dua (biaxial)
ڑ Tanda optis : negatif
1.3.5 NEPHRITE ( 2V=790-850 )
ڑ rarna : tidak berwarna sampai abu-abu
ڑ Bentuk : fibrous sampai fibro lamellar aggregate kristal
prismatik tidak sempurna
ڑ Relief : tinggi
ڑ Pleokroisme : -
ڑ Indeks bias : n mineral > n balsam
ڑ Belahan : menyerupai termolitle actinolite tetapi jarang yang
jelas

cº Ê Ê  Ê


    Ê
   

ڑ Birefringence : sedang dari abu-abu orde pertama sampai
warna cerah di tengah orde kedua
ڑ Kembaran : kadang-kadang dijumpai
ڑ Sudut pemadaman : bervariasi dari paralel sampai yang
maksimum 10 sampai 20.
ڑ Orientasi optis : length slow
ڑ Sumbu optis : dua (biaxial)
ڑ Tanda optis : negative
c 0 / , &'3' /5"#+""


%%    
&
3‘ rarna : hijau atau coklat
3‘ Bentuk : kristal prismatik (monoklin 2V=520-850)
3‘ Relief : agak tinggi
3‘ Pleokroisme : kuat
3‘ Indeks bias : n mineral > n balsam
3‘ Belahan : (110) dalam dua arah pada sudut 560 dan 1240
3‘ Birefringence : sedang, ditengah orde kedua
3‘ Kembaran : agak umum
3‘ Sudut pemadaman : dalam sayatan longitudinal bervariasi dari
120sampai 300
3‘ Orientasi optis : length slow
3‘ Sumbu optis : dua (biaxial)

cV Ê Ê  Ê


    Ê
   

3‘ Tanda optis : negative
1.3.7 LAMPROBOLITE ( monoclinic 2V=64o-84o )
ڑ rarna : kuning sampai coklat, seringkali dengan batas opaq
ڑ Bentuk : kristal euhedral. Prismatik pendek
ڑ Relief : tinggi
ڑ Pleokrisme : agak kuat
ڑ Indeks bias : n mineral>n balsam
‘ Belahan : (110) dalam dua arah pada sudut 56o dan 124o
Ú

ڑ Birefringence : agak kuat sampai sangat kuat, orde tinggi


ڑ Kembaran : tidak nampak
ڑ Sudut pemadaman : bervariasi dari 0o sampai 12o. Simetris
ڑ Sumbu Orientasi optis : length slow
ڑ Optis : dua (biaxial)
ڑ Tanda optis : negatif
1.3.8 RIEBECKITE ( monclinic 2V=large)
ڑ rarna : biru tua.
ڑ Bentuk : kristal prismatik subhedral dan fibrous dan
asbestiform aggregate.
ڑ Relief : tinggi
ڑ Pleokrisme : kuat
ڑ Indeks bias : n mineral>n balsam
‘ Belahan : (110) dalam dua arah pada sudut 56o dan 124o
Ú

ڑ Birefringence : sangat lemah


ڑ Kembaran : -
ڑ Sudut pemadaman : dalam sayatan memanjang kira-kira 5o,
pararel
ڑ Sumbu Orientasi optis : length fast
ڑ Optis : dua (biaxial)

c Ê Ê  Ê


    Ê
   

ڑ Tanda optis : negative

c 5 &((' ""#*"



%%    
&
3‘ rarna : coklat kekuningan, coklat kemerahan, hijau zaitun, atau
hijau
3‘ Bentuk : kristal; euhedral bersisi enam, tabular lamellar aggregate,
plate melengkung
3‘ Relief : fair
3‘ Pleokroisme : kuat
3‘ Indeks bias : n mineral > n balsam
3‘ Belahan : sempurna dalam satu arah (001)
3‘ Birefringence : kuat, merah orde kedua
3‘ Kembaran : kadang-kadang ada
3‘ Sudut pemadaman : paralel dengan belahan 30
3‘ Orientasi optis : length slow
3‘ Sumbu optis : dua (biaxial)
3‘ Tanda optis : negative

cÿ Ê Ê  Ê


    Ê
   

c * 4' .43' '(4(1.)26)'



%%    
&
1.5.1 BYTOrNITE ( triclinic 2V=790-880 )
3‘ rarna : tidak berwarna
3‘ Bentuk : kristal subhedral sampai anhedral
3‘ Relief : sedang
3‘ Pleokroisme : -
3‘ Indeks bias : n mineral < n balsam
3‘ Belahan : (001) sempurna, (010) kurang sempurna, dan (110) tidak
sempurna
1.5.2 LABRADORITE (triclinic 2V=w60-900)
3‘ rarna : tidak berwarna
3‘ Bentuk : kristal euhedral sampai anhedral
3‘ Relief : rendah
3‘ Pleokroisme : -
3‘ Indeks bias : n mineral < n balsam
3‘ Belahan : (001) sempurna, (010) kurang sempurna, dan (110)
tidak sempurna
3‘ Birefringence : lemah, abu-abu atau putih orde pertama
3‘ Kembaran : albite

c§ Ê Ê  Ê


    Ê
   

3‘ Sudut pemadaman : kembar albite bervariasi dari 27½0 sampai
390. Pada (001) = -70- (- 1v0, pada (010) = -160-(-290)
3‘ Orientasi optis : -
3‘ Sumbu optis : dua (biaxial)
3‘ Tanda optis : positif
1.5.3 ANDESINE (triclinic 2V=760-900)
3‘ rarna : tidak berwarna
3‘ Bentuk : kristal euhedral sampai anhedral
3‘ Relief : rendah
3‘ Pleokroisme : -
3‘ Indeks bias : n mineral < n balsam
3‘ Belahan : (001) sempurna, (010) kurang sempurna, dan (110)
tidak sempurna
3‘ Birefringence : lemah, abu-abu atau putih orde pertama
3‘ Kembaran : albite. Sudut sayatan rhombic bervariasi dari +30
sampai ±20 dalam andein
3‘ Sudut pemadaman : kembar albite bervariasi dari 130 sampai
27½0. Pada (001) = 00-(-70), pada (010) = 00-(-160)
3‘ Orientasi optis : m
1.5.4 OLIGOCLASE ( 2V=820-900 )
3‘ rarna : tidak berwarna
3‘ Bentuk : kristal euhedral, subhedral dan anhedral
3‘ Relif : rendah
3‘ Pleokrisme : -
3‘ Indeks bias : n mineral < n balsam
3‘ Belahan : (001) sempurna, (010) kurang sempurna, dan (110)
tidak sempurna

cÎ Ê Ê  Ê


    Ê
   

3‘ Birefringence : lemah atau agak lemah, abu-abu atau putih orde
pertama
3‘ Kembaran : albit
3‘ Sudut pemadaman : kembar albit bervariasi dari 00-120 pada
(001) = 00-30 pada (010) = 00-(+150)
3‘ Orientasi optis : -
3‘ Sumbu optis : dua (biaxial)
3‘ Tanda optis : positif atau negatif
1.5.5 ALBITE ( 2V=770-820)
3‘ rarna : tidak berwarna
3‘ Bentuk : plate atau lath-shaped, jarang dalam fenokris.
Mungkin intergrowth dengan mikcocline
3‘ Relief : rendah
3‘ Pleokroisme : -
3‘ Indeks bias : n mineral < n balsam
3‘ Belahan : (001) sempurna, (010) kurang sempurna, dan (110)
tidak sempurna
3‘ Birefringence : agak lemah, kuning muda orde pertama
3‘ Kembaran : polisintetik sesuai dengan albite jarang tidak ada.
Yang sesuai dengan carlbad atau kombinasinya,percline
3‘ Sudut pemadamn : sesuai dengan kembar albit bervariasi dari
120 sampai 190, yang paralel dengan (001) = 30-50, yang paralel
dengan (010) = 150-200
3‘ Orientasi optis : dua (biaxial)
3‘ Tanda optis : positif

cè Ê Ê  Ê


    Ê
   


c / 4' .4)4) '3.) 
Terdiri dari mineral orthoklas, sanidine, microcline, anorthoclase.
Dengan sifat-sifat :

1.6.1 ORTHOCLASE ( 2V=690-720 )


%%    

3‘ rarna : tidak berwarna, tetapi berkabut
3‘ Bentuk : fenokris, kristal sub hedral dan anhedral dan spherulitic
3‘ Relief : rendah
3‘ Pleokroisme : m
3‘ Indeks bias : Paralel yang sempurna dengan (001). Paralel yang
kurang sempurna dengan (010) dan paralel yang tidak sempurna
dengan (110)
3‘ Birefringence : lemah, abu-abu dan putih orde pertama
3‘ Kembaran : carlsbad, dua individual
3‘ Sudut pemadaman : paralel pada (001), (010) dari 50-120
3‘ Orientasi optik : dua (biaxial)
3‘ Tanda optis : negatif
1.6.2 SANIDINE ( monoclinic 2V=00-120 )
3‘ rarna : tidak berwarna, seringkali berkabut
3‘ Bentuk : kristal yang jelas sebagai fenokris
3‘ Relief : rendah

cD Ê Ê  Ê


    Ê
   

3‘ Pleokroisme : -
3‘ Indeks bias : n mineral < n balsam
3‘ Belahan : paralel yang sempurna dengan (001). Paralel yang kurang
sempurna dengan (010)
3‘ Birefringence : lemah, abu-abu dan putih keabuan orde pertama
3‘ Kembaran : carlsbad, dua individual dan jarang polisintetic
3‘ Sudut pemadaman : pada (001), pada (010) +50n
3‘ Orientasi optis : dua (biaxial)
3‘ Tanda optis : negatif
c / 0 6 6' !!"#+5"


  
%%   
&
3‘ rarna : tidak berwarna, tetapi berkabut(altrasi)
3‘ Bentuk : kristal subhedral sampai anhedral
3‘ Relief : rendah
3
‘ Pleokroisme : -
3‘ Indeks bias : n mineral < n balsam
3‘ Belahan : paralel yang sempurna dengan (001). Paralel yang
kurang sempurna dengan (010). Paralel yang tidak sempurna
dengan (110)
3‘ Birefringence : lemah, abu-abu dan putih orde pertama
3‘ Kembaran : polisintetic, dalam dua arah(albit dan periclin
3‘ Sudut pemadaman : pada (001) = +50, pada (010) = +50

º Ê Ê  Ê


    Ê
   

3‘ Orientasi optik : faster ray
3‘ Sumbu optik : -
3‘ Tanda optik : negatif

1.6.4 ANORTHOCLASE ( 2V=t30-540 )
3‘ rarna : tidak berwarna
3‘ Bentuk : fenokris, kristal subhedral
3‘ Relief : rendah
3‘ Pleokroisme : -
3‘ Indeks bias : n mineral < n balsam
3‘ Belahan : paralel yang sempurna dengan (001). Paralel yang
kurang sempurna dengan (010)
3‘ Kembaran : polisintetic
3‘ Sudut pemadaman : pada (001) = 10-40, pada (010) = +40-100
3‘ Orientasi optis : dua (biaxial)
3‘ Tanda optis : negative
c ! 16(' 0""#5""


%%    
&
3‘ rarna : tidak berwarna sampai hijau muda
3‘ Bentuk : kristal tabular atau scaly aggregate
3‘ Relief : bervariasi
3‘ Pleokroisme : lemah

ºc Ê Ê  Ê


    Ê
   

3‘ Indeks bias : n mineral > n balsam
3‘ Belahan : dalam satu arah (001) sangat sempurna
3‘ Berifringence : kuat, teratas orde kedua
3‘ Kembaran : kadang-kadang
3‘ Sudut pemadaman : paralel dengan belahan, tetapi mungkin
membentuk sudut 20 atau 30
3‘ Orientasi optis : length slow (sumbu panjang kristalografi adalah
sumbu a)
3‘ Sumbu optis : dua (biaxial)
3‘ Tanda optis : negatif
c + 71) (89


%%:&
3‘ rarna : tidak berwarna, seringkali terdiri dari inklusi
3‘ Bentuk : kristal prismatik euhedral, butiran, dan sebagai
penggantian anhedral, intergroup dengan plagioklas dalam bentuk
vermiculer(myrmekit),seringkali terdapat sebagai intersetral
mineral,pseudomorf
3‘ Relief : sangat rendah
3‘ Pleokroisme : -
3‘ Indeks bias : n mineral > n balsam
3‘ Belahan : tida ada, rhombohedral yang tidak sempurna
3‘ Birefringence : agak lemah, orde pertama

ºº Ê Ê  Ê


    Ê
   

3‘ Kembaran : umum jarang terlihat
3‘ Sudut pemadaman : paralel dan simetris
3‘ Orientasi optis : length slow
3‘ Sumbu optis : satu (uniaxial)
3‘ Tanda optis : positif

 ‘ ('4(1 4,11&)(1)&'41
Tektur batuan menggambarkan bentuk, ukuran dan susunan mineral di
dalam batuan. Tektur khusus dalam batuan beku menggambarkan genesis proses
kristalisasinya, seperti intersertal, intergrowth atau zoning. Batuan beku intrusi
dalam (plutonik) memiliki tekstur yang sangat berbeda dengan batuan beku
ekstrusi atau intrusi dangkal. Sebagai contoh adalah bentuk kristal batuan beku
dalam cenderung euhedral, sedangkan batuan beku luar anhedral hingga
subhedral (Tabel 2.1.)

(  c  (
; ; 
; : ; 
; ; :< ; :
 :
;
: :;=;


Jenis batuan
Intrusi dalam Intrusi dangkal
Batuan Vulkanik
(plutonik) dan Ekstrusi
Tekstur
Fabrik Equigranular Inequigranular Inequigranular
Subhedral-
Bentuk kristal Euhedral-anhedral Subhedral-anhedral
anhedral

Ukuran kristal Kasar (> 4 mm) Halus-sedang Halus-kasar

Porfiritik: intermediet-
Porfiritik-poikilitik
- basa
Tekstur khusus Ofitik-subofitik
Vitroverik-Porfiritik:
Pilotaksitik
Asam-intermediet

ºV Ê Ê  Ê


    Ê
   

Derajad Hipokristalin Hipokristalin
Holokristalin
Kristalisasi Holokristalin Holokristalin
Zoning pada
plagioklas, tumbuh
bersama antara
Tekstur khusus - Perthit-perlitik
mineral mafik dan
plagioklas dan
intersertal

(
;


3‘ Dicirikan oleh susunan tekstur batuan beku dengan kenampakan adanya


orientasi mineral ---- arah orientasi adalah arah aliran
3‘ Berkembang pada batuan ekstrusi / lava, intrusi dangkal seperti dike dan sill
3‘ Gambar V.7 adalah tekstur trakitik batuan beku dari intrusi dike trakit di G.
Muria; gambar kiri: posisi nikol sejajar dan gambar kanan: posisi nikol silang

2 c(
;

 :
#:;:
:2;; ; )
:;
# 
 3 
;

%;;%;



; 
:
 
: 
 



º Ê Ê  Ê


    Ê
   



(
;
3‘ Yaitu tekstur batuan beku yang ditunjukkan oleh susunan intersertal antar
kristal plagioklas; mikrolit plagiklas yang berada di antara / dalam massa
dasar gelas  
.

2   (
;  : :> 
  
 %% : 

 
 &;:
(
;.

3‘ Yaitu tekstur batuan yang dicirikan oleh adanya kristal besar (fenokris) yang
dikelilingi oleh massa dasar kristal yang lebih halus dan gelas
3‘ Jika massa dasar seluruhnya gelas disebut tekstur vitrophyric .
3‘ Jika fenokris yang berkelompok dan tumbuh bersama, maka membentuk
tekstur glomeroporphyritic.

ºÿ Ê Ê  Ê


    Ê
   

2  0 2
? (
; 
 :  = 
 : 
 =
:@=;;: 
@:: 
:
; 
 : /   ;< ,A  2
?  = 

@ ;;  
 = : @ = ;; : 
 : 
: 
;: 
;:/ ;<,A
:(
;

Yaitu tekstur batuan beku yang dibentuk oleh mineral plagioklas yang
tersusun secara acak dikelilingi oleh mineral piroksen atau olivin. Jika
plagioklasnya lebih besar dan dililingi oleh mineral ferromagnesian, maka
membentuk tekstur subofitic Dalam suatu batuan yang sama kadang-kadang
dijumpai kedua tekstur tersebut secara bersamaan.
Secara gradasi, kadang-kadang terjadi perubahan tektur batuan dari
intergranular menjadi subofitik dan ofitik. Perubahan tektur tersebut banyak
dijumpai dalam batuan beku basa-ultra basa, contoh basalt. Perubahan tekstur dari
intergranular ke subofitic dalam basalt dihasilkan oleh pendinginan yang sangat
cepat, dengan proses nukleasi kristal yang lebih lambat. Perubahan terstur tersebut
banyak dijumpai pada inti batuan diabasik atau doleritik (dike basaltik). Jika
pendinginannya lebih cepat lagi, maka akan terjadi tekstur interstitial latit antara
plagioclase menjadi gelas membentuk tekstur intersertal.

º§ Ê Ê  Ê


    Ê
   

2  5(
; 
 : :
 >  
 :
  
=: 



2  * (
; ;
 : >  
 :
  
@%;;%;


; 








ºÎ Ê Ê  Ê


    Ê
   

0 ‘ 2) &)  )-)() &)(1) &'41 '4< (' '3'(< :
) 4
3.1‘ Batuan Beku Felsik

20 c@&;&
; 34;<'
;

3.2‘ Batuan Beku Intermediet

20 @&;&
;:(
):<'
;


ºè Ê Ê  Ê


    Ê
   

3.3‘ Batuan Beku Basa

20 0@&;&
;&&<'
;

ºD Ê Ê  Ê


    Ê
   

3) () .1()4)

Endarto, Danang.2005.Ê  à
à  . Surakarta: UNS Press

Setia, Doddy. 1987.    


Bandung : Nova

http://ilmubatuan.blogspot.com (diakses 22 Maret 2011 pukul 01.00 rIB)

http://firdaus.unhalu.ac.id (diakses 22 Maret 2011 pukul 01.00 rIB)

http://wawan-djuandi.blogspot.com (diakses 22 Maret 2011 pukul 01.00 rIB)

http://www.kamilismail.blogspot.com (diakses 22 Maret 2011 pukul 01.00 rIB)

http://firdaus.unhalu.ac.id (diakses 22 Maret 2011 pukul 01.00 rIB)

V Ê Ê  Ê


    Ê