Anda di halaman 1dari 12

PARAMETER UDARA DAN AIR

LEMAK, MINYAK, NITRAT, NITRIT, FOSFAT, NOx

DISUSUN OLEH :
NADIA HARDININGTYAS E2A006065
NIKEN AYU TUNJUNG PERTIWI E2A006073
NURUL HANDAYANI E2A006083
PUJI RIYADI E2A006088

FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT


UNIVERSITAS DIPONEGORO
SEMARANG
2009
1. LEMAK
a. Parameter
Lemak merupakan komponen utama bahan makanan yang juga
banyak di dapatkan di dalam air limbah

b. Senyawa kimia
Lemak terdiri atas unsur-unsur karbon, hidrogen, dan oksigen
(CH2)12CH3 untuk trimyristin sejenis trigliserida

c. Bentuk di alam
Disebut lemak secara khusus bagi minyak nabati atau hewani
yang berwujud padat pada suhu ruang. Lemak juga biasanya
disebutkan kepada berbagai minyak yang dihasilkan oleh hewan ,
lepas dari wujudnya yang padat maupun cair.

d. Metode pemeriksaan
Uji lemak bisa dilakukan dengan cara :
Bilangan Reichert Meisel
BRM adalah jumlah 0,1 N basa yang diperlukan setiap lima gram
lemak untuk menetralkan asam-asam lemak yang mudah
menguap pada distilasi yaitu asam lemak dengan C 4 dan C6.

e. Standar baku mutu


Kadar maksimum yang diperbolehkan dalam air minum adalah
0 mg/liter. Jd kriteria kualitas air yang dapat digunakan
sebagai air minum tidak boleh mengandung lemak sama
sekali.
Kadar maksimum yang diperbolehkan untuk keperluan
perikanan dan peternakan adalah 1 mg/liter.
Kadar maksimum yang diperbolehkan dalam air limbah
adalah 15-20 mg/liter.

2
f. Dampak terhadap lingkungan
Pada saluran air limbah dan pada bangunan pengolahan apabila
lemak tidak dihilangkan sebelum dibuang ke saluran air limbah
dapat mempengaruhi kehidupan yang ada di permukaan air dan
menimbulkan lapisan tipis di permukaan sehingga membentuk
selaput.

g. Dampak terhadap kesehatan


Dampak asam lemak trans bagi tubuh dapat memicu penyakit
jantung koroner.

2. MINYAK
a. Parameter
Minyak adalah istilah umum untuk semua cairan organik yang
tidak larut/bercampur dalam air. Dalam arti sempit, kata 'minyak'
biasanya mengacu ke minyak bumi (petroleum) atau bahkan
produk olahannya: minyak tanah (kerosene). Namun demikian,
kata ini sebenarnya berlaku luas, baik untuk minyak sebagai
bagian dari diet makanan (misalnya minyak goreng), sebagai
bahan bakar (misalnya minyak tanah), sebagai pelumas (misalnya
minyak rem), sebagai medium pemindahan energi, maupun
sebagai wangi-wangian (misalnya minyak nilam).

b. Senyawa kimia
Untuk asam lemak CH3(CH2)2COOH

c. Bentuk di alam
Gliserida atau asam lemak biasanya berwujud padat atau cair
pada suhu ruang tetapi tidak mudah menguap.
Minyak tumbuhan dan hewan semuanya merupakan lipid. Dari
sudut pandang kimia, minyak kelompok ini sama saja dengan
lemak. Minyak dibedakan dari lemak berdasarkan sifat fisiknya

3
pada suhu ruang: minyak berwujud cair sedangkan lemak
berwujud padat.

d. Metode pemeriksaan
Pada umumnya identifikasi asam lemak dilakukan dengan
spektofotometri dengan sinar inframerah.

e. Standar baku mutu


Kadar maksimum yang diperbolehkan dalam air minum
adalah 0 mg/liter. Jd kriteria kualitas air yang dapat
digunakan sebagai air minum tidak boleh mengandung
lemak sama sekali.
Kadar maksimum yang diperbolehkan untuk keperluan
perikanan dan peternakan adalah 1 mg/liter.
Kadar maksimum yang diperbolehkan dalam air limbah
adalah 15-20 mg/liter.

f. Dampak terhadap lingkungan


Lapisan minyak di permukaan air akan mengganggu
mikroorganisme dalam air. Ini disebabkan lapisan tersebut
akan menghalangi diffusi oksigen dari udara ke dalam air,
sehingga oksigen terlarut akan berkurang.
lapisan minyak juga akan menghalangi masuknya sinar
matahari ke dalam air, sehingga fotosintesapun terganggu.
Menimbulkan bau yang tidak sedap.

g. Dampak terhadap kesehatan


Memicu penyakit jantung koroner

4
3. NITRAT
a. Parameter
Nitrat adalah bentuk senyawa nitrogen yang merupakan sebuah
senyawa yang stabil. Nitrat merupakan salah satu unsur penting
untuk sintesa protein tumbuh-tumbuhan dan hewan. Nitrat dapat
berasal dari buangan industri bahan peledak , piroteknik, pupuk,
cat dan sebagainya.

b. Senyawa kimia
Nitrat dibentuk dari asam nitrit yang berasal dari ammonia
melalui proses oksidasi katalitik.
Komponen yang mengandung nitrogen berikatan dengan tiga
atom oksigen.

Struktur kimia dari nitrat:

c. Bentuk di alam
Di alam, nitrat sudah diubah menjadi bentuk nitrit atau bentuk
lainnya (misal : amoniak).

d. Metode pemeriksaan
Anaisa nitrat cukup sulit, karena rumit dan peka terhadap berbagai
jenis gangguan. Metoda yang sering digunakan antara lain:
Analisa dengan elektroda khusus ( dan pH meter ) yang
cocok sebagai analisa penduga baik untuk air bersih
maupun air buangan dengan skala kadar NO 3- antara 0,2
sampai 1.400 mg/liter.
Analisa kolorimetris setelah semua zat nitrat direduksi oleh
butir kadmium (Cd); metode ini cocok untuk air dengan
kadar NO3- antara 0,01 sampai 1 mg/liter.

5
e. Standar baku mutu
Kadar maksimum yang diperbolehkan dalam air minum adalah
10 mg/liter.

Standar kualitas air limbah


Mutu air
Parameter Baik Sedang Kurang Kurang sekali
Nitrat 10 mg/liter 20 mg/liter 30 50 mg/liter
mg/liter

f. Dampak terhadap lingkungan


Nitrat pada konsentrasi tinggi dapat menstimulasi
pertumbuhan ganggang yang tak terbatas (bila beberapa
syarat lain seperti konsentrasi fosfat terpenuhi), sehingga air
kekurangan oksigen terlarut yang menyebabkan kematian
ikan.
Nitrat yang berlebih dari sisa pemupukan akan mengalir
bersama air menuju sungai atau meresap ke dalam air tanah.
Nitrat yang berlebih akan terakumulasi di dalam tanah,
sehingga akan mencemari tanah.

g. Dampak terhadap kesehatan


Kadar nitrat yang tinggi di dalam air minum dapat
menyebabkan terganggunya sistem pencernaan manusia.
Nitrat yang dikonsumsi oleh bayi dibawah umur 3 bulan dan
hewan akan berubah menjadi nitrat yang berbahaya, karena
nitrat akan menghambat darah melepaskan oksigen ke sel-sel
tubuh. Sekali nitrat masuk kedalam sistim peredaran darah,
penderita dapat mengalami kekurangan oksigen dalam
tubuhnya. Penyakit ini dikenal sebagai "Baby Blue Syndrome".
Gejalanya adalah mengalami sesak nafas, seluruh tubuhnya

6
kelihatan membiru, selanjutnya jika tidak cepat ditolong dapat
menjadikannya mengalami serangan jantung dan akhirnya
meninggal.

4. NITRIT
a. Parameter
Nitrat (NO3-) dan nitrit (NO2-) adalah ion-ion anorganik alami, yang
merupakan bagian dari siklus nitrogen. Nitrit merupakan bentuk
nitrogen yang teroksidasi +5. Nitrit biasanya tidak bertahan lama
dan merupakan keadaan sementara proses oksidasi antara
amoniak dan nitrat, yang dapat terjadi pada instalasi pengolahan
air buangan, dalam air sungai dan sistem drainase, dan
sebagainya.

b. Senyawa kimia
Nitrit adalah komponen yang mengandung nitrogen berikatan
dengan dua atom oksigen.
Struktur kimia dari nitrit: O == N -- O-

c. Bentuk di alam
Nitrit hampir sama dengan nitrat di alam bisa dalam bentuk NH4
atau amoniak.

d. Metode pemeriksaan
Nitrit ditentukan secara kolorimetris dengan alat spektrofotometer.
Pada PH 2,0 sampai 2,5 , nitrit berkaitan dengan hasil reaksi
antara diazo asam sulfanilik dan N – (1 – naftil) – etilendiamin
dihidroklorida (yaitu, NED dihidroklorida), maka akan terbentuk
celupan yang berwarna ungu kemerah-merahan. Warna tersebut
mengikuti hukum Beer-Lambert dan menyerap sinar dengan
panjang gelombang 543 nm. Metode kolorimetris tersebut sangat
peka, sehingga biasanya perlu pengenseran sampel. Selain dari
metoda ini , tidak ada cara analisa lain yang dapat dianggap
bersifat baku.

7
e. Standar baku mutu
Kadar maksimum yang diperbolehkan dalam air minum adalah
0 mg/liter.
Kadar maksimum yang diperbolehkan untuk air yang
digunakan dalam perikanan dan peternakan adalah 0,06
mg/liter.

Standar kualitas air limbah


Mutu air
Parameter Baik Sedang Kurang Kurang sekali
Nitrit 1 mg/liter 2 mg/liter 3 mg/liter 5 mg/liter

f. Dampak terhadap lingkungan


Nitrit yang berlebih dari sisa pemupukan akan mengalir bersama
air menuju sungai atau meresap ke dalam air tanah. Nitrit yang
berlebih akan terakumulasi di dalam tanah, sehingga akan
mencemari tanah.

g. Dampak terhadap kesehatan


Nitrit membahayakan kesehatan karena dapat bereaksi dengan
hemoglobin dalam darah, hingga darah tersebut tidak dapat
mengangkut oksigen lagi. Disamping ini, NO 2- juga menimbulkan
nitrosamin pada air buangan tertentu; nitrosamin tersebut dapat
menyebabkan kanker.

5. FOSFAT
a. Parameter
Fosfat Fosfat terdapat dalam air alam atau air limbah sebagai
senyawa ortofosfat, polifosfat dan fosfat-organis. Setiap senyawa
fosfat tersebut terdapat dalam bentuk terlarut , tersuspensi atau
terikat di dalam sel organisme dalam air. Dalam air limbah
senyawa fosfat dapat berasal dari limbah penduduk, industri dan

8
pertanian. Di daerah pertanian ortofosfat berasal dari bahan
pupuk, yang masuk ke dalam sungai melalui drainase dan aliran
air hujan polifosfat dapat memasuki sungai melalui air buangan
penduduk dan industri yangmenggunakan bahan deterjen yang
mengandung fosfat seperti industri pencucian, industri logam dan
sebagainya. Fosfat organis dapat pula terjadi dari ortofosfat yang
terlarut melalui proses biologis karena baik bakteri maupun
tanaman menyerap fosfat bagi pertumbuhannya. Bermacam-
macam jenis fosfat juga dipakai untuk pengolahan anti karatdan
anti kerak pada pemanas air (boiler).

b. Senyawa kimia
Sebuah fosfat adalah sebuah ion poliatomik atau radikal terdiri
dari satu atom fosforus dan empat oksigen. Dalam bentuk ionik,
dia membawa sebuah -3 muatan formal, dan dinotasikan PO43-.

c. Bentuk di alam
Fosfat terdapat dalam air alam atau air limbah sebagai senyawa
ortofosfat, polifosfat dan fosfat-organis.
d. Metode pemeriksaan
Analisa fosfat terdiri dari 4 langkah bertahap yang dapat
digabungkan sedemikian rupa sehingga setiap unsur fosfat dapat
ditentukan . langkah tersebut adalah sebagai berikut:
 Penyaringan pendahuluan pada filter membran untuk
memisahkan fosfat terlarut dari yang tersuspensi.
 Hidrolisa pendahuluan untuk merubah polifosfat menjadi
ortofosfat.
 Peleburan (digesti) pendahuluan dengan asan sulfat untuk
merubah semua polifosfat serta fosfat organis menjadi
ortofosfat.
 Analisa ortofosfat.

Pemilihan senyawa fosfat yang akan dianalisa tergantung dari


keperluan pemeriksaan dan keadaan badan air. Untuk sampel air

9
alam yang jernih dan diperlukan untuk pemanfaatan tertentu
(misalnya penyediaan air minum), mungkin hanya diperlukan
pemeriksaan fosfat total terlarut dan ortofosfat terlarut. Sedangkan
badan air yang telah tercemari oleh buangan industri, penduduk
atau pertanian, memerlukan pemeriksaan fosfat lebih lanjut sesuai
dengan maksud studi.

e. Dampak terhadap lingkungan


Dampak Fosfat yang berlebih di lingkungan antara lain
merangsang pertumbuhan ganggang dan eceng gondok.
Pertumbuhan ganggang dan eceng gondok yang tidak terkendali
menyebabkan permukaan air danau atau sungai tertutup sehingga
menghalangi masuknya cahaya matahari dan mengakibatkan
terhambatnya proses fotosintesis. Jika tumbuhan air ini mati, akan
terjadi proses pembusukan yang menghabiskan persediaan
oksigen dan pengendapan bahan-bahan yang menyebabkan
pendangkalan.
f. Dampak terhadap kesehatan
Tidak begitu beracun pada kesehatan

6. NOx
a. Parameter
NOx merupakan parameter yang menunjukkan adanya gas NO
ataupun NO2 dalam udara. Karena gas NO bentuknya mudah
berubah menjadi NO2 sehingga sering disebut sebagai parameter
NOx.

b. Senyawa kimia
NO, NO2

c. Bentuk di alam
Tiga bentuk oksida nitrogen yang secara normal masuk ke
dalam atmosfer adalah nitrogen monoksida (N 2O), nitrogen
oksida (NO), dan nitrogen dioksida (NO2).

10
d. Metode pemeriksaan
Pengukuran gas NOx dilakukan dengan memakai alat
spectrophotometry, yang berfungsi mengukur kadar transmitan
polutan NOx dari sampel yang diambil dengan memakai tabung
pengambil sampel (Absorbing Sampler).

e. Standar baku mutu


Menurut Kepmen Lingkungan Hidup No KEP-
48/MENLH/11/1996, baku mutu udara ambien untuk NO x adalah
0,05 ppm atau 92,50 g/M3.

f. Dampak terhadap lingkungan


Produk akhir dari pencemaran NOx di udara dapat berupa
asam nitrat, yang kemudian diendap kan sebagai garam
nitrat didalam air hujan atau debu yang menjadi hujan
asam
Penyebab kerusakan ozon di stratosfer karena reaksin
rantai sebagai berikut:
O3 + NO NO2 + O2
NO2 + O NO + O2

g. Dampak terhadap kesehatan


Pengaruh NO2 untuk beberapa menit sampai 1 jam, dengan
konsentrasi 50 sampai 100 ppm menyebabkan inflamasi
jaringan paru-paru periode 6 sampai 8 minggu. Setelah itu
subyek normal kembali.
Pada konsentrasi 150-200 ppm NO2 menyebabkan
”bronchiolities fibrosa obliterons” dan keadaan fatal akan
terjadi dalam waktu 3 sampai 5 minggu setelah kejadian.
Kematian biasanya terjadi dari 2 sampai 10 hari setelah
subyek terpapar 500 ppm NO2 atau lebih.

11
DAFTAR PUSTAKA

Achmad, Rukaesih. 2004. Kimia Lingkungan. Universitas Negeri Jakarta,


Jakarta.
Alaerts. 1987. Metode Penelitian Air. Surabaya: Usaha Nasional
Anonim. Bahaya Kandungan Nitrat dalam Air Minum (online).
http://www.purewatercare.com/bahaya_kandungan_nitrat_di_air_minum.h
tm. Diakses tanggal 2 Oktober 2009.
Anonim. 2009. Lemak (online). http://id.wikipedia.org/wiki/lemak. Diakses tanggal
2 Oktober 2009.
Anonim. 2009. Pencemaran Air (online).
http://www.bplhdjabar.go.id/index.php/did-you-know/lingkungan/305-
pencemaran-air. Diakses tanggal 2 Oktober 2009.
Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor
907/Menkes/SK/VII/2002 Tentang Syarat-syarat dan Pengawasan
Kualitas Air Minum.
Lutfi, Achmad. 2009. Sumber dan Bahan Pencemar Air (online).
http://www.chem-is-try.org/materi_kimia/kimia-lingkungan/pencemaran-
air/sumber-dan-bahan-pencemar-air/. Diakses tanggal 2 Oktober 2009.
Nursyamsi, Dedi. Kandungan Beberapa Ion di dalam Sumber Air di Sub DAS
Citarik dan DAS Kaligarang (online). Diakses tanggal 2 Oktober 2009.
Warlina, Lina. 2004. Pencemaran Air: Sumber, Dampak dan
Penanggulangannya (online). Diakses tanggal 2 Oktober 2009

12