Anda di halaman 1dari 17

LAPORAN AMANDEMEN

UUD 1945

Disusun Oleh :
Astika Yunita S. (7E/ 04)
Atika Faiqoh (7E/ 05)
Eriska Firma N. (7E/ 14)
Maria Frenny H. (7E/ 25)
Nur Oktafiani (7E/ 31)

SMP 1 WONOSOBO
JALAN PEMUDA NO.7 WONOSOBO TELP. 321012
2005

i
Amandemen UUD 1945

Pasal yang Isi Pasal Sebelum Amandemen Isi Pasal Sesudah Diamandemen
No.
Diamandemen
1 Pasal 1 (1) Negara Indonesia ialah negara (1) Negara Indonesia ialah
kesatuan yang berbentuk negara kesatuan yang
Republik. berbentuk Republik.
(2) Kedaulatan adalah di tangan (2) Kedaulatan adalah di
rakyat, dan yang dilakukan tangan rakyat, dan yang
sepenuhnya oleh MPR. dilakukan sepenuhnya oleh
MPR.
(3) Negara Indonesia adalah
negara hukum.
2 Pasal 2 (1) MPR terdiri atas anggota (1) MPR terdiri atas
DPR ditambah dengan utusan- anggota DPR dan anggota
utusan dari daerah-daerah dan Dewan Perwakilan Daerah
golongan-golongan, menurut yang dipilih melalui pemilihan
aturan yang ditetapkan dengan umum, dan diatur lebih lanjut
undang-undang. dengan undang-undang.
(2) MPR bersidang sedikitnya (2) MPR bersidang
sekali dalam lima tahun di sedikitnya sekali dalam lima
ibukota negara. tahun di ibukota negara.
(3) Segala putusan MPR (3) Segala putusan
ditetapkan dengan suara MPR ditetapkan dengan suara
terbanyak. terbanyak.
3 Pasal 3 MPR menetapkan UUD dan garis- (1) MPR berwenang
garis besar dari pada haluan mengubah dan menetapkan
negara. UUD.
(2) MPR melantik Presiden
dan/atau Wakil Presiden.
(3) MPR hanya dapat
memberhentikan Presiden
dan/atau Wakil Presiden dalam
masa jabatannya menurut
UUD.
4 Pasal 4 (1) Presiden RI memegang (1) Presiden RI memegang
kekuasaan Pemerintahan kekuasaan Pemerintahan
menurut UUD. menurut UUD.
(2) Dalam melakukan (2) Dalam melakukan
kewajibannya Presiden kewajibannya Presiden dibantu
dibantu oleh satu orang Wakil oleh satu orang Wakil
Presiden. Presiden.
5 Pasal 5 (1) Presiden memegang (1) Presiden berhak
kekuasaan membentuk mengajukan rancangan
undang-undang dengan undang-undang kepada DPR.
persetujuan DPR. (2) Presiden
(2) Presiden menetapkan menetapkan peraturan
peraturan pemerintah untuk pemerintah untuk menjalankan
menjalankan undang-undang undang-undang sebagaimana
sebagaimana mestinya. mestinya.

6 Pasal 6 (1) Presiden ialah WNI asli. (1) Calon presiden


(2) Presiden dan Wakil dan calon Wakil Presiden
Presiden dipilih oleh MPR harus WNI sejak kelahirannya
dengan suara terbanyak. dan tidak pernah menerima
kewarganegaraan lain karena
hendaknya sendiri, tidak
pernah mengkhianati negara,
serta mampu secara rohani dan
jasmani untuk melaksanakan
tugas dan kewajiban sebagai
Presiden dan Wakil Presiden.
7 Pasal 6A - (1) Presiden dan
Wakil Presiden dipilih dalam
satu pasangan secara langsung
oleh rakyat.
(2) Pasangan calon
Presiden dan Wakil Presiden
diusulkan oleh partai politik
atau gabungan partai politik
peserta pemilihan umum
sebelum pelaksanaan
pemilihan umum.
(3) Pasangan calon
Presiden dan Wakil Presiden
yang mendapatkan suara lebih
dari lima puluh persen dari
jumlah suara dalam pemilihan
umum dengan sedikitnya dua
puluh persen suara di setiap
provinsi di Indonesia, dilantik
menjadi Presiden dan Wakil
Presiden.
(4) Dalam hal tidak
pasangan caoln Presiden dan
Wakil Presiden terpilih, dua
pasangan calon yang
memperoleh suara terbanyak
pertama dan kedua dalam
pemilihan umum dipilih oleh
rakyat secara langsung dan
pasangan yang memperoleh
suara rakyat terbanyak dilantik
sebagai Presiden dan Wakil
Presiden.
(5) Tata cara
pelaksanaan pemilihan
Presiden dan Wakil Presiden
lebih lanjut diatur dalam
undang-undang.
8 Pasal 7 Presiden dan Wakil Presiden Presiden dan Wakil Presiden
memegang jabatannya selama memegang jabatannya selama
masa lima tahun, dan sesudahnya masa lima tahun, dan sesudahnya
dapat dipilih kembali. dapat dipilih kembali dalam
jabatan yang sama, hanya untuk
satu kali masa jabatan.
9 Pasal 7A - Presiden dan Wakil Presiden dapat
diberhentikan dalam masa
jabatannya oleh MPR atas usul
DPR, baik apabila terbukti telah
melakukan pelanggaran hukum
berupa pengkhianatan terhadap
negara, korupsi, penyuapan, tindak
pidana berat lainnya, atau
perbuatan tercela maupun apabila
terbukti tidak lagi memenuhi
syarat sebagai Presiden dan/atau
Wakil Presiden.
10 Pasal 7B - (1) Usul pemberhentian Presiden
dan/atau Wakil Presiden dapat
diajukan oleh DPR kepada
MPR hanya dengan terlebih
dahulu mengajukan permintaan
kepada Mahkamah Konstitusi
untuk memeriksa, mengadili
dan memutus pendapat DPR
bahwa Presiden dan/atau
Wakil Presiden telah
melakukan pelanggaran hukum
berupa pengkhianatan terhadap
negara, korupsi, penyuapan.
dan tindak pidana berat
lainnya, atau perbuatan tercela;
dan/atau pendapat bahwa
Presiden dan/atau Wakil
Presiden tidak lagi memenuhi
syarat sebagai Presiden
dan/atau Wakil Presiden.
(2) Pendapat DPR bahwa Presiden
dan/atau Wakil Presiden telah
melakukan pelanggaran hukum
tersebut ataupun telah tidak
lagi memenuhi syarat sebagai
Presiden dan/atau Wakil
Presiden adalah dalam rangka
pelaksanaan fungsi
pengawasan DPR.
(3) Pengajuan permintaan DPR
kepada Mahkamah Konstitusi
hanya dapat dilakukan dengan
dukungan sekurang-kurangnya
2/3 dari jumlah anggota DPR
yang hadir dalam sidang
paripurna yang dihadiri oleh
sekurang-kurangnya 2/3 dari
jumlah anggota DPR.
(4) Mahkamah Konstitusi wajib
memeriksa, mengadili, dan
memutus dengan seadil-
adilnya terhadap pendapat
DPR tersebut paling lama
sembilan puluh hari setelah
permintaan DPR itu diterima
oleh Mahkamah Konstitusi.
(5) Apabila Mahkamah Konstitusi
memutuskan bahwa Presiden
dan/atau Wakil Presiden
terbukti melakukan
pelanggaran hukum berupa
pengkhianatan terhadap
negara, korupsi, penyuapan.
dan tindak pidana berat
lainnya, atau perbuatan tercela;
dan/atau terbukti bahwa
Presiden dan/atau Wakil
Presiden tidak lagi memenuhi
syarat sebagai Presiden
dan/atau Wakil Presiden, DPR
menyelenggarakan sidang
paripurna untuk meneruskan
usul pemberhentian Presiden
dan/atau Wakil Presiden
kepada MPR.
(6) MPR wajib menyelenggarakan
sidang untuk memutuskan usul
DPR tersebut tiga puluh hari
sejak MPR menerima usul
tersebut.
(7) Keputusan MPR atas usul
pemberhentian Presiden
dan/atau Wakil Presiden harus
diambil dalam rapat paripurna.
MPR yang dihadiri oleh
sekurang-kurangnya 3/4 dari
jumlah anggota dan disetujui
oleh sekurang-kurangnya 2/3
dari jumlah anggota yang
hadir, setelah Presiden
dan/atau Wakil Presiden diberi
kesempatan menyampaikan
penjelasan dalam rapat
paripurna MPR.
11 Pasal 7C - Presiden tidak dapat membekukan
dan/atau membubarkan DPR.
12 Pasal 8 Jika Presiden mangkat, berhenti, (1) Jika Presiden mangkat,
atau tidak dapat melakukan berhenti, diberhentikan atau
kewajibannya dalam masa tidak dapat melakukan
jabatannya, ia diganti oleh Wakil kewajibannya dalam masa
Presiden sampai habis waktunya. jabatannya, ia diganti oleh
Wakil Presiden.
(2) Dalam hal terjadi kekosongan
Wakil Presiden, selambat-
lambatnya dalam waktu enam
puluh hari, MPR
menyelenggarakan sidang
untuk memilih Wakil Presiden
dari dua calon yang diusulkan
Presiden.
(3) Jika Presiden dan Wakil
Presiden mangkat, berhenti,
diberhentikan, atau tidak
dapat melakukan
kewajibannya dalam masa
jabatannya secara
bersamaan, pelaksana tugas
kepresidenan adalah Menteri
Luar Negeri, Menteri Dalam
Negeri, dan Menteri
Pertahanan secara bersama-
sama. Selambat-lambatnya
30 hari setelah itu. MPR
menyelenggarakan sidang
untuk memilih Presiden dan
Wakil Presiden dari dua
pasangan calon Presiden dan
wakil Presidennya meraih
suara terbanyak pertama dan
kedua dlam pemilihan
umum sebelumnya, sampai
berakhirnya masa
jabatannya.
13 Pasal 9 Sebelum memangku jabatannya, (1) Sebelum memangku
Presiden dan Wakil Presiden jabatannya,
bersumpah menurut agama, atau Presiden dan Wakil Presiden
berjanji dengan sungguh-sungguh bersumpah menurut agama,
di hadapan MPR dan DPR sebagai atau berjanji dengan sungguh-
berikut: sungguh di hadapan MPR dan
Sumpah Presiden (Wakil DPR sebagai berikut:
Presiden): Sumpah Presiden (Wakil
“Demi Allah, saya bersumpah Presiden):
akan memenuhi kewajiban “Demi Allah, saya bersumpah
Presiden RI (Wakil Presiden RI) akan memenuhi kewajiban
dengan sebaik-baiknya dan seadil- Presiden RI (Wakil Presiden RI)
adilnya, memegang teguh UUD dengan sebaik-baiknya dan seadil-
dan menjalankan segala undang- adilnya, memegang teguh UUD
undang dan peraturannya dengan dan menjalankan segala undang-
selurus-lurusnya serta berbakti undang dan peraturannya dengan
kepada Nusa dan Bangsa.” selurus-lurusnya serta berbakti
Janji Presiden(Wakil Presiden): kepada Nusa dan Bangsa.”
“Saya berjanji dengan Janji Presiden(Wakil
sungguh-sungguh akan memenuhi Presiden):
kewajiban Presiden RI (Wakil “Saya berjanji dengan
Presiden RI) dengan sebaik- sungguh-sungguh akan memenuhi
baiknya dan seadil-adilnya, kewajiban Presiden RI (Wakil
memegang teguh UUD dan Presiden RI) dengan sebaik-
menjalankan segala undang- baiknya dan seadil-adilnya,
undang dan peraturannya dengan memegang teguh UUD dan
selurus-lurusnya serta berbakti menjalankan segala undang-
kepada Nusa dan Bangsa.” undang dan peraturannya dengan
selurus-lurusnya serta berbakti
kepada Nusa dan Bangsa.”
(2) Jika MPR atau DPR
tidak dapat mengadakan
sidang, Presiden dan Wakil
Presiden bersumpah menurut
agama, atau berjanji dengan
sungguh-sungguh di hadapan
pimpinan MPR dengan
disaksikan oleh pimpinan
Mahkamah Agung.
14 Pasal 10 Presiden memegang Presiden memegang kekuasaan
kekuasaan yang tertinggi atas yang tertinggi atas Angkatan
Angkatan Darat, Angkatan Laut, Darat, Angkatan Laut, dan
dan Angkatan Udara. Angkatan Udara.
15 Pasal 11 Presiden dengan persetujuan (1) Presiden dengan persetujuan
DPR menyatakan perang, DPR menyatakan perang,
membuat perdamaian dan membuat perdamaian dan
perjanjian dengan negara lain. perjanjian dengan negara lain.
(2) Presiden dalam membuat
perjanjian internasional lainnya
yang menimbulkan akibatg
yang luas dan mendasar bagi
kehidupan rakyat yang terkait
dangan beban keuangan
negara, dan/ atau
mengharuskan perubahan atau
pembentukan undang-undang
harus dengan persetujuan DPR.
(3) Ketentuan lebih lanjut tentang
perjanjian internasional diatur
dengan undang-undang.
16 Pasal 12 Presiden menyatakn keadaan Presiden menyatakn keadaan
bahaya. Syarat-syarat dan bahaya. Syarat-syarat dan
akibatnya keadaan bahaya akibatnya keadaan bahaya
ditetapkan dengan undang-undang. ditetapkan dengan undang-
undang.
17 Pasal 13 (1) Presiden mengangkat duta (1) Dalam hal mengangkat duta,
dan konsul. Presiden memperhatikan
(2) Presiden menerima duta pertimbangan DPR.
negara lain. (2) Presiden menerima
penempatan duta negara lain
dengan memperhatikan
pertimbangan DPR.
18 Pasal 14 Presiden memberikan grasi, (1) Presiden memberikan grasi,
amnesti, abolisi, dan rehabilitasi. amnesti, abolisi, dan
rehabilitasi dengan
memperhatikan pertimbangan
Mahkamah Agung.
(2) Presiden memberikan grasi,
amnesti, abolisi, dan
rehabilitasi dengan
memperhatikan pertimbangan
DPR.
19 Pasal 15 Presiden memberi gelar, Presiden memberi gelar, tanda
tanda jasa, dan lain-lain tanda jasa dan lain-lain tanda
kehormatan. kehormatan yang diatur dalam
undang-undang.
20 Pasal 16 (1) Susunan Dewan Pertimbangan
Agung ditetapkan dengan
undang-
undang. b
(2) Dewan ini berkewajiban
memberi
jawab atas pertanyaan Presiden
dan berhak memajukan usul
kepada pemerintah.
21 Pasal 17 (1) Presiden dibantu oleh menteri-
menteri negara.
(2) Menteri-menteri itu diangkat
dan diberhentikan oleh
presiden.
22 Pasal 18
23 Pasal 18A
24 Pasal 18B
25 Pasal 19
26 Pasal 20
27
28
29
30
31
32
33
34
35
36
37
38
39
40
bangsa untuk kemajuan
peradaban serta kesejahteraan
umat manusia.
65 Pasal 32 Pemerintah memajukan (1) Negara memajukan
kebudayaan nasional Indonesia. kebudayaan nasional Indonesia
di tengah peradaban dunia
dengan menjamin kebebasan
masyarakat dalam memelihara
dan mengembangkan nilai-
nilai budayanya.
(2) Negara menghormati dan
memelihara bahasa daerah
sebagai kekayaan budaya
nasional.
66 Pasal 33 (1) Perekonomian disusun sebagai (4) Perekonomian nasional
usaha bersama berdasar atas diselenggarakan berdasar atas
asas kekeluargaan. demokrasi ekonomi dengan
(2) Cabang-cabang produksi yang prinsip kebersamaan, efisiensi
penting bagi negara dan yang berkeadilan, berkelanjutan,
menguasai hajat hidup orang berwawasan lingkungan,
banyak dikuasai oleh negara. kemandirian, serta dengan
(3) Bumi dan air dan kekayaan menjaga keseimbangan
alam yang terkandung di kemajuan dan kesatuan
dalamnya dikuasai oleh negara ekonomi nasional.
dan dipergunakan untuk (5) Ketentuan lebih lanjut
sebesar-besar kemakmuran mengenai pelaksanaan pasal
rakyat. ini diatur dalam undang-
undang.
67 Pasal 34 Fakir miskin dan anak-anak (1) Fakir miskin dan anak terlantar
terlantar dipelihara oleh negara. dipelihara oleh negara.
(2) Negara mengembangkan
sistem jaminan sosial bagi
seluruh rakyat dan
memberdayakan masyarakat
yang lemah dan tidak mampu
sesuai dengan martabat
kemanusiaan.
(3) Negara bertanggung jawab atas
penyediaan fasilitas pelayanan
kesehatan dan fasilitas
pelayanan umum yang layak.
(4) Ketentuan lebih lanjut
mengenai pelaksanaan pasal
ini diatur dalam undang-
undang.
68 Pasal 35 Bendera Negara Indonesia Bendera Negara Indonesia ialah
ialah Sang Merah Putih. Sang Merah Putih.
69 Pasal 36 Bahasa Negara ialah Bahasa Bahasa Negara ialah Bahasa
Indonesia. Indonesia.
70 Pasal 36A - Lambang negara ialah Garuda
Pancasila dengan semboyan
Bhineka Tunggal Ika.
71 Pasal 36B - Lagu Kebangsaan ialah
Indonesia Raya
72 Pasal 36C - Ketentuan lebih lanjut
mengenai bendera, bahasa, dan
lambang negara, serta lagu
kebangsaan diatur dengan
undang-undang.
73 Pasal 37 (1) Untuk mengubah UUD (1) Usul perubahan pasal-pasal
sekurang-kurangnya 2/3 UUD dapat diagendakan dalam
daripada jumlah anggota MPR sidang MPR apabila diajukan
harus hadir. oleh sekurang-kurangnya 1/3
(2) Putusan diambil dengan dari jumlah anggota MPR.
persetujuan sekurang- (2) Setiap usul perubahan pasal-
kurangnya 2/3 daripada pasal UUD diajukan diajukan
jumlah anggota yang hadir. secara tertulis dan ditunjukkan
dengan jelas bagian yang
diusulkan untuk diubah beserta
alasannya.
(3) Untuk mengubah pasal-pasal
UUD, sidang MPR dihadiri
sekurang-kurangnya 2/3 dari
jumlah anggota MPR.
(4) Putusan untuk mengubah
pasal-pasal UUD dilakukan
dengan persetujuan sekurang-
kurangnya 50% ditambah satu
anggota dari seluruh anggota-
anggota MPR.
(5) Khusus tentang bentuk NKRI
tidak dapat dilakukan
perubahan.
Amandemen Aturan Peralihan UUD 1945
No Pasal yang Isi pasal sebelum amandemen Isi pasal sesudah diamandemen
diamandemen
1 Pasal 1 Panitia Persiapan Segala peraturan perundang
Kemerdekaan Indonesia undangan yang ada masih tetap
mengatur dan menyelenggarakan berlaku selama belum diadakan
kepindahan pemerintahan kepada yang baru menurut UUD ini.
Pemerintah Indonesia.
2 Pasal 2 Segala badan negara dan Semua lembaga negara yang
negara dan peraturan yang ada ada masih tetap berfungsi
masih langsung berlaku, selama sepanjang untuk melaksanakan
belum diadakan yang baru ketentuan UUD dan belum
menurut UUD ini. diadakan yang baru menurut
undang-undang ini.
3 Pasal 3 Untuk pertama kali Presiden Mahkamah Konstitusi
dan Wakil Presiden dipilih oleh dibentuk selambat-lambatnya
Panitia Persiapan Kemerdekaan pada 17 Agustus 2003 sebelum
Indonesia. dibentuk segala kewenangannya
dilakukan oleh Mahkamah
Agung.
4 Pasal 4 Sebelum MPR, DPR, dan -
DPA dibentuk menurut UUD ini,
segala kekuasaannya dijalankan
oleh Presiden dengan dibantu
sebuah komite nasional.
Amandemen Aturan Tambahan UUD 1945

Isi sebelum diamandemen :

(1) Dalam enam bulan sesudah akhirnya perang Asia Timur Raya, Presiden Indonesia

mengatur dan menyelenggarakan segala hal yang ditetapkan dalam UUD ini.

(2) Dalam enam bulan sesudah MPR dibentuk, Majelis itu menetapkan UUD.

Isi sesudah diamandemen :

Pasal 1

MPR ditugasi untuk melakukan peninjauan terhadap materi dan status hukum ketetapan

MPR sementara dan ketetapan MPR untuk diambil putusan pada sidang MPR tahun 2003.

Pasal 2

Dengan ditetapkannya perubahan UUD ini, UUD NKRI Th. 1945 terdiri atas pembukaan

dan pasal-pasal.

24
DAFTAR PUSTAKA

“UUD 1945 DAN AMANDEMENNYA HASIL ST 2000” Penerbit Al-Hikmah

Surabaya.

“UUD 1945 DAN AMANDEMENNYA” Penerbit Pustaka Mandiri Surakarta.

“RPUL INDONESIA-DUNIA” Penerbit Aneka Ilmu Semarang.

26
STRUKTUR ORGANISASI
KELOMPOK

Ketua : Maria Frenny H.

Sekretaris : Atika Faiqoh

Bendahara : Eriska Firma N.

Anggota : 1. Nur Oktaviani

2. Astika Yunita S
DAFTAR ISI

Arca Roro Jonggrang........................................................................................................................1

Arca Tiga Dewa/ Brahma, Syiwa,Wisnu......................................................................................... 2

Candi Tikus.......................................................................................................................................3

Prsasti Batu/ Ciarateun.....................................................................................................................4

Prasasti

Mulawarman........................................................................................................................5

Arca Ganesha............................. ......................................................................................................6

Candi Prambanan..............................................................................................................................7

Patung Raden Sutasoma...................................................................................................................8

Patung Raden Wijaya.......................................................................................................................9

Arca Kendedes................................................................................................................................10

Patung Raja Airlangga....................................................................................................................11

Candi Perahu...................................................................................................................................12
DAFTAR PUSTAKA

KATA PENGANTAR
Dengan mengucapkan Puji Syukur kehadirat Allah swt, yang telah melimpahkan taufik

dan hidayahnya kepada kami sehingga kliping ini dapat terselesaikan tepat pada waktunya.

Berdasarkan segala kemampuan dan keterbatasan yang dimiliki, kami sudah berusaha

dengan sungguh-sungguh untuk menyelesaikan kliping ini.

Terselesainya kliping ini tidak lepas dari bantuan berbagai pihak, maka dengan penuh

kerendahan hati pada kesempatan ini kami ingin mengucapkan terimakasih kepada semua pihak.

Dalam penyusunan kliping ini kami menyadari bahwa masih banyak kekurangan dan jauh

dari sempurna.

Akhirnya kami hanya bisa berharap kliping ini berguna bagi kami dan pembaca semuanya

Wonosobo, 21 Nopember 2006

Penyusun

(Kelompok Belajar Kancil)


UNDANG-UNDANG DASAR
NEGARA REPUBLIK INDONESIA TAHUN 1945
PEMBUKAAN
( Preambule)

Bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala bengsa dan oleh sebab itu,

maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan, karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan

dan perikeadilan.

Dan perjuangan pergerakan Kemerdekaan Indonesia telah sampailah kepada saat

yang berbahagia dengan selamat sentausa mengantarkan rakyat Indonesia ke depan pintu gerbang

kemerdekaan negara Indonesia, yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur.

Atas berkat rahmat Allah Yang Maha Kuasa dan dengan didorongkan keinginan

luhur, supaya berkehidupan yang bebas, maka rakyat Indonesia menyatakan dengan ini

kemerdekaannya.

Kemudian daripada itu untuk membentuk suatu pemerintah negara Indonesia yang

melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan

kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia

yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial, maka disusunlah

kemerdekaan kebangsaan Indonesia itu dalam suatu susunan negara Republik Indonesia yang

berdasarkan kepada : Ketuhanan Yang Maha Esa, Kemanusiaan yang adil dan beradab, persatuan

Indonesia, dan kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam

permusyawaratan/perwakilan, serta dengan mewujudkan suatu keadilan sosial bagi seluruh rakyat

Indonesia.
MOTTO

 Seandainya cahaya ilmu itu bisa diraih dengan angan-angan maka tidak ada di muka bumi

ini seorang bodohpun. Bersungguh-sungguhlah dan jangan bermalas-malasan dan jangan

pula lalai. Kekecewaan itu akibatnya untuk orang yang malas.

 Sesungguhnya di mana ada kesulitan di situ ada kemudahan, maka janganlah mudah

berputus asa.

 Carilah ilmu sampai ke negeri China, gapailah citamu setinggi-tingginya.