Anda di halaman 1dari 9

TUGAS PENGOLAHAN DATA PERIKANAN

SIMULASI PERLAKUAN IKAN

TUGAS PENGOLAHAN DATA PERIKANAN SIMULASI PERLAKUAN IKAN Isma Faujiah Sakinah Septian Haryadi Silmi nurafifah Tyani Fitrian

Isma Faujiah Sakinah Septian Haryadi Silmi nurafifah Tyani Fitrian Achmad Fatah Nurdin

Oleh :

230110090106

230110090109

230110090115

230110090116

230110090132

FAKULTAS PERIKANAN DAN ILMU KELAUTAN UNIVERSITAS PADJADJARAN

2010

SIMULASI PERLAKUAN IKAN

Teknologi semakin lama semakin berkembang seiring berjalannya jaman. Teknologi juga kerap digunakan bahkan sering digunakan dalam bidang perikanan. Contohnya seperti penggunaan mesin dalam pemberian pangan, penangkapan ikan menggunakan kapal, sampai penggunaan suatu software untuk memperkirakan kapan waktu pemanenan dan lain sebagainya. Software yang digunakan dapan membantu kita menghemat pakan dan tentunya biaya. Karena dengan software tersebut, kita dapat mengetahui kapan ikan konsumsi akan berada pada titik tertinggi berat tubuhnya. Dan jika kita mengetahui kapan titik tertinggi berat ikan tersebut, maka kita akan menghemat pakan dan juga menghemat waktu pembesaran dan tentunya menghemat biaya. Untuk mengetahui kapan waktu maksimal berat ikan dengan cara menggunakan software yang bernama “pond” kita membutuhkan beberapa data seperti luas kolam, jenis ikan, pupuk yang digunakan, kualitas air, nutrisi, dan tentunya pakan yang kita gunakan. Beberapa hal seperti keadaan cuaca, jenis kolam, sampai tempat dimana kolam itu berada juga ikut diperhitungkan dalam penggunaan software ini sebelum kita mengetahui waktu maksimal ikan tumbuh. Pada simulasi kali ini, dilakukan dua perlakuan terhadap ikan yang sama namun data yang digunakan berbeda. Hal ini dilakukan agar kita bias mengetahui perbedaan yang terjadi terhadap pertumbuhan ikan.

SIMULASI 1

SIMULASI 1 Pada simulasi pertama, digunakan ukuran kolam yang memiliki panjang 10 m lebar 8 m

Pada simulasi pertama, digunakan ukuran kolam yang memiliki panjang 10 m lebar 8 m dan kedalaman 1 m. pada simulasi pertama ini pula, temperature yang digunakan sekitar 28C. kolam yang digunakan tidak memakai pengaturan air.

Pada ukuran kolam yang tadi sudah dijelaskan di isi sekitar 2500 ekor/ha yang rata – rata

Pada ukuran kolam yang tadi sudah dijelaskan di isi sekitar 2500 ekor/ha yang rata – rata setiap ikan meliki berat sekitar 20 gram dengan tingkat kematian 0.1. makana yang digunakan adalah rice bran yang bias kita dapat dari para petani.

Pada ukuran kolam yang tadi sudah dijelaskan di isi sekitar 2500 ekor/ha yang rata – rata

Spesies yang digunakan adalah common carp

Karakteristik pakan yang digunakan bernama Tilapia HQ yang memiliki kandungan protein 30% karbohidrat 40% nitrogen 5%

Karakteristik pakan yang digunakan bernama Tilapia HQ yang memiliki kandungan protein 30% karbohidrat 40% nitrogen 5% fosfor 10% karbon 30% lipid 10% .

Karakteristik pakan yang digunakan bernama Tilapia HQ yang memiliki kandungan protein 30% karbohidrat 40% nitrogen 5%

Pupuk yang digunakan adalah pupuk UREA yang memiliki kandungan nitrogen 45% yang terkandung 100% ammonia. Pupuk ini diberikan sekitar 10 kg/ha/hari

Setelah semua data digunakan maka akan kita dapatkan suatu grafik yang menunjukan pertumbuhan ikan terhadap waktu.

Pupuk yang digunakan adalah pupuk UREA yang memiliki kandungan nitrogen 45% yang terkandung 100% ammonia. Pupuk

Pada grafik yang sudah kita dapat setelah memasukan data – data yang diperlukan, diketahui bahwa sekitar pertengahan bulan November tahun 1997 ikan berada pada berat maksimumnya sekitar 1,2 kg. pada kondisi inilah waktu yang tepat untuk pemanenan ikan. Karena jika tidak kita akan membuang pakan dan biaya tanpa pertambahan berat pada ikan.

SIMULASI 2

Simulasi kedua ini kita akan mencari tahu perbedaan apa yang terjadi jika kita melakukan perlakuan yang berbeda pada ikan yang sama. Pada simulasi kedua ini kita memakai pakan yang sama namun dengan kandungan yang berbeda.

SIMULASI 2 Simulasi kedua ini kita akan mencari tahu perbedaan apa yang terjadi jika kita melakukan

Kandungan pakan pada simulasi yang kedua ini adalah 50% protein, 55% karbohidrat, 5% nitrogen, #)5 karbon.

Perbedaan perlakuan juga dilakukan pada luas kolam dan pupuk serta nutrisi yang digunakan. Dengan menggunakan pupuk ammonium klorida yang memiliki kandungan nnitrogen sebanyak 24% dan diberikan sebanyak 10 kg/ha/hari juga dengan luas kolam berukuran panjang 15m lebar 12m dan kedalaman 1m, ternyata ada perbedaan tumbuh dan ukuran berat pada ikan.

Dengan jangka waktu yang sama, ternyata berat ikan lebih besar, sekitar 2,8 kg. berbeda dengan simulasi satu yang memiliki berat maksumal 1,2 kg.

Telah kita ketahui bahwa dengan software ini kita dapat mengetahui perkiraan kapan kita bias memanen ikan pada saat ikan berada pada titik berat maksimum tanpa membuang waktu dan membuang pakan serta biaya. Perbedaan berat maksimal ikan pada simulasi 1 dan simulasi 2 bisa disebabkan karena perbedaan kandungan protein yang terkandung lebih besar pada pakan yang diberikan di simulasi 2. Juga dipengaruhi kolam yang lebih luas di simulasi 2 dengan tingkat densitas yang sama.