Anda di halaman 1dari 25

BJT TRANSISTOR

MODELLING
OLEH : MUJAHIDIN
http://www.iddhien.com
iddhien@gmail.com
mujahidin@iddhien.com

A. INTRODUCTION
• Akan dibahas mengenai penguat
signal kecil (Small Signal ac
Response) transistor dengan
menggunakan rangkaian model
(ekuivalen ac).
• Ada dua rangkaian model yang
digunakan yaitu re model dan hybrid
equivalent model.

http://www.iddhien.com Mujahidin2008 All Rights Reserved

1
B. PENGUATAN PADA
DOMAIN AC

Transistor merupakan devais yang bisa


berfungsi untuk penguat (amplifier).
Bagaimana cara kerja transistor ketika dia
bekerja sebagai penguat ?

http://www.iddhien.com Mujahidin2008 All Rights Reserved

http://www.iddhien.com Mujahidin2008 All Rights Reserved

2
C. BJT TRANSISTOR
MODELLING
• Model adalah sebuah rangkaian
ekuivalen yang
merepresenatasikan karakteristik
ac sebuah transistor
• Model biasanya menggunakan
elemen rangkaian yang bisa
meniru kelakuan dari transistor

http://www.iddhien.com Mujahidin2008 All Rights Reserved

C. BJT TRANSISTOR MODELLING


Untuk mendemonstrasikan rangkaian ekuivalen ac dapat
digambarkan sebagai berikut :
Transistor circuit
under examination in
this introductory
discussion

http://www.iddhien.com Mujahidin2008 All Rights Reserved

3
C. BJT TRANSISTOR MODELLING

following removal of the dc


supply and insertion of the
short-circuit equivalent for the
capacitors

http://www.iddhien.com Mujahidin2008 All Rights Reserved

C. BJT TRANSISTOR MODELLING

redrawn for small-signal ac analysis

http://www.iddhien.com Mujahidin2008 All Rights Reserved

4
C. BJT TRANSISTOR MODELLING

Rangkaian Ekuivalen AC Didapatkan Dengan Cara :

1. Setting Semua Sumber DC menjadi Nol


2. Menghubungsingkatkan Semua Kapasitor
3. Hilangkan semua komponen pada Langkah 1 dan 2
4. Gambar Ulang Rangkaian

http://www.iddhien.com Mujahidin2008 All Rights Reserved

D. THE IMPORTANT
PARAMETERS
Ada beberapa parameter penting
yang perlu diketahui dalam BJT
Transistor Modelling yaitu : Zi , ZO
, AV , dan Ai .

http://www.iddhien.com Mujahidin2008 All Rights Reserved

5
D. THE IMPORTANT PARAMETERS
Zi, Zo, Av, Ai adalah paramater – parameter yang
diperlukan untuk keperluan analisis karakteristik ac
rangkaian transistor.

Two-port system.

http://www.iddhien.com Mujahidin2008 All Rights Reserved

D. THE IMPORTANT PARAMETERS


Input Impedance, Zi.

Vi
Zi =
Ii

http://www.iddhien.com Mujahidin2008 All Rights Reserved

6
D. THE IMPORTANT PARAMETERS
Input Impedance, Zi.

Impedansi input dapat didemonstrasikan seperti contoh


diatas, sumber signal mempunyai tahanan dalam 600 ohm.
Sistem (bisa berupa transistor amplifier) mempunyai
resistansi input 1.2 kOhm.

http://www.iddhien.com Mujahidin2008 All Rights Reserved

D. THE IMPORTANT PARAMETERS


Input Impedance, Zi.
Jika input ideal (Rs = 0 ohm) tegangan input 10 mVolt akan
masuk semua ke sistem. Tetapi dengan adanya Rs = 600
ohm , maka tegangan input akan menjadi :

Vi =
ZiVs
=
(1.2kΩ )(10mV ) = 6.67mV
Zi + Rsource 1.2kΩ + 0.6kΩ
Hanya 66.7% dari sinyal sumber masuk ke input, andaikan
jika Zi = 600 Ohm maka hanya 50% sinyal sumber masuk
ke input, jika Zi = 8.2 kOhm maka 93.2%. Nilai Zi sangat
berpengaruh terhadap sinyal masukan.
Nilai ac input resistance tergantung pada mode transistor
yang dipakai, apakah Common Emitter, Common Base,
atau Common Collector.
http://www.iddhien.com Mujahidin2008 All Rights Reserved

7
D. THE IMPORTANT PARAMETERS

Tentukan nilai Zi

Vs − Vi 2mV − 1.2mV 0.8mV


Ii = = = = 0.8µA
Rsense 1kΩ 1kΩ
V 1.2mV
Zi = i = = 1.5kΩ
I i 0.8µA

http://www.iddhien.com Mujahidin2008 All Rights Reserved

D. THE IMPORTANT PARAMETERS


Output Impedance, Zo.
Output Impedance Zo, ditentukan sebagai impedansi pada
terminal output dengan melihat kembali ke sistem ketika
sinyal masukan adalah nol.

http://www.iddhien.com Mujahidin2008 All Rights Reserved

8
D. THE IMPORTANT PARAMETERS
Output Impedance, Zo.

V − Vo Vo
Io = Zo =
Rsense Io
http://www.iddhien.com Mujahidin2008 All Rights Reserved

D. THE IMPORTANT PARAMETERS


Output Impedance, Zo.

Pada sebuah penguatan (amplifier) nilai Zo idealnya harus


sangat besar. Seperti pada gambar diatas jika nilai Zo >>
RL maka arus akan menuju ke beban.

http://www.iddhien.com Mujahidin2008 All Rights Reserved

9
D. THE IMPORTANT PARAMETERS
Output Impedance, Zo.

Tentukan nilai Zo

V − Vo 1V − 680mV 320mV
Io = = = = 16 µA
Rsense 20kΩ 20kΩ
Vo 680mV
Zo = = = 42.5kΩ
Io 16 µA

http://www.iddhien.com Mujahidin2008 All Rights Reserved

D. THE IMPORTANT PARAMETERS


Voltage Gain, Av

Untuk mencari nilai Avs dapat diturunkan dari persamaan :


ZiVs Vi Zi
Vi = =
Zi + Rs Vs Zi + Rs
Vo Vi Vo Vo Zi
Avs = = Avs = = AVNL
Vs Vs Vi Vs Zi + Rs
http://www.iddhien.com Mujahidin2008 All Rights Reserved

10
D. THE IMPORTANT PARAMETERS
Voltage Gain, Av

Tentukan nilai AVNL , Ii , Zi , AVS ...!!

http://www.iddhien.com Mujahidin2008 All Rights Reserved

D. THE IMPORTANT PARAMETERS


Current Gain, Ai
Penguatan arus ditentukan oleh persamaan : Ai = Io
Ii

Untuk sistem berbeban seperti gambar dibawah:


Vi Vo
Ii = ; Io = −
Zi RL
Io Vo / RL VoZi
Ai = =− =−
Ii Vi / Zi ViRL
Zi
Ai = − AV
RL

http://www.iddhien.com Mujahidin2008 All Rights Reserved

11
D. THE IMPORTANT PARAMETERS
Phase relationship
Untuk penguatan transistor dengan mengabaikan efek elemen
reaktif, antara sinyal input dan output ada yang sefasa dan
ada yang berbalik 1800 antara keduanya

Common – Emitter ~ 180 degrees

Common - Base ~ 0 degrees

Common – Collector ~ 0 degrees

http://www.iddhien.com Mujahidin2008 All Rights Reserved

E. THE re TRANSISTOR
MODEL
re model mempekerjakan diode
dan sumber arus terkendali
(Controlled Current Source) untuk
mengilustrasikan kerja transistor.

Pada umumnya BJT Amplifier


bekerja sebagai current controlled
devices

http://www.iddhien.com Mujahidin2008 All Rights Reserved

12
E. THE re TRANSISTOR MODEL
COMMON-BASE CONFIGURATION

Subscribt e menekankan adanya


arus DC di emitter yang menentukan
resistsnsi ac pada diode emitter

http://www.iddhien.com Mujahidin2008 All Rights Reserved

E. THE re TRANSISTOR MODEL


COMMON-BASE CONFIGURATION

Impedansi input untuk konfigurasi Common Base adalah :

Zi = re
Biasanya konfigurasi CB ini nilai Zi < 50 Ohm

http://www.iddhien.com Mujahidin2008 All Rights Reserved

13
E. THE re TRANSISTOR MODEL
COMMON-BASE CONFIGURATION

Impedansi output untuk konfigurasi Common Base adalah :

Zo ≅ ∞Ω CB

http://www.iddhien.com Mujahidin2008 All Rights Reserved

E. THE re TRANSISTOR MODEL


COMMON-BASE CONFIGURATION

Penguatan tegangan Av didapat : Vo = − I o RL = −(− I C ) RL = αI e RL


Vi = I e Z i = I e re
Vo αI e RL
Av = =
Vi I e re
αRL RL
Av = ≅
re re
Penguatan arus Ai didapat : IO −I αI
Ai = =− c =− e
Ii Ie Ie
Ai = −α ≅ −1 CB

http://www.iddhien.com Mujahidin2008 All Rights Reserved

14
E. THE re TRANSISTOR MODEL
COMMON-BASE CONFIGURATION

Pada gambar diatas mempunyai nilai IE = 4 mA, α =0.98


sinyal input ac = 2 mV diantara basis dan emiter.
Tentukan : (a) Impedansi Input (b) Hitung Av jika pada
output terdapat beban 0.56 kΩ. (c) Tentukan impedansi output
dan penguatan arusnya

http://www.iddhien.com Mujahidin2008 All Rights Reserved

E. THE re TRANSISTOR MODEL


COMMON-EMITTER CONFIGURATION

I C = βI b Arus yang melewati diode adalah

Ie = Ic + Ib = ßIb + Ib

http://www.iddhien.com Mujahidin2008 All Rights Reserved

15
E. THE re TRANSISTOR MODEL
COMMON-EMITTER CONFIGURATION

Ie = Ic + Ib = ßIb + Ib
Ie = (ß+1)Ib
Jika nilai ß lebih besar dari 1 bisa digunakan pendekatan Ie ≅ β I b
Bentuk yang lebih populer dari penguat Common Emitter ini adalah
Untuk mencari nilai Zi
Vi Vbe
Zi = =
Ii Ib
Vi = Vbe = I e re ≅ βI b re
Vbe β I b re
Zi = ≅
Ib Ib
Zi = β re CE

http://www.iddhien.com Mujahidin2008 All Rights Reserved

E. THE re TRANSISTOR MODEL


COMMON-EMITTER CONFIGURATION

Untuk mencari nilai Zo


Zo = ro = ∞Ω CE

Untuk mencari nilai Av


Vo = − I o RL = − I C RL = − βI b RL
Vi = I i Z i = I b βre
Vo βI R
AV = =− b L
Vi I b βre
RL
AV = −
re CE , ro = ∞Ω

http://www.iddhien.com Mujahidin2008 All Rights Reserved

16
E. THE re TRANSISTOR MODEL
COMMON-EMITTER CONFIGURATION

Untuk mencari nilai Ai I o I c βI b


Ai = = =
Ii Ib Ib
Ai = β CE ,r =∞Ω
o

Setelah diketahui bahwa pada Common Emitter nilai Zi = ßre ;


arus collector ßIb output impedance adalah ro , maka bentuk
ekuivalen model yang cocok untuk common emitter adalah :

http://www.iddhien.com Mujahidin2008 All Rights Reserved

E. THE re TRANSISTOR MODEL


COMMON-EMITTER CONFIGURATION

Jika diketahui sebuah penguat Common Emitter dg nilai


ß = 120 IE = 3.2 mA dan ro = Takterhingga , tentukan :
(a)Zi
(b)Av jika diberi beban 2kΩ
(c)Ai dengan beban 2kΩ

http://www.iddhien.com Mujahidin2008 All Rights Reserved

17
E. THE HYBRID
EQUIVALENT MODEL
Hybrid Equivalent Model akan diuraikan di
bagian ini, beberapa parameter
akan digambarkan pada suatu titik operasi
yang mungkin bisa atau tidak
untuk mencerminkan kondisi-kondisi operasi
yang nyata suatu amplifier.

Dalam kaitannya dengan kenyataan bahwa


data sheet transistor tidak menyediakan
parameter untuk rangkaian ekuivalen pada
tiap-tiap titik operasi yang mungkin.

http://www.iddhien.com Mujahidin2008 All Rights Reserved

E. THE HYBRID EQUIVALENT MODEL


Deskripsi hybrid equivalen model akan dimulai dengan yang
umum dikenal Yaitu Two Port System ; seperti gambar
dibawah

Vi = h11 I i + h12Vo
I o = h21 I i + h22Vo } Persamaan Two Port System

http://www.iddhien.com Mujahidin2008 All Rights Reserved

18
E. THE HYBRID EQUIVALENT MODEL

Vi Vi = h11 I i + h12Vo
h11 = Ohm
Ii I o = h21 I i + h22Vo
Vo = 0

h11 diperoleh dengan dengan membuat Vo = 0 (Short Circuit


the Output Terminal). h11 mempunyai satuan ohm, h11
merupakan perbandingan antara tegangan input dan arus
input. h11 disebut sebagai short-circuit input-impedance
parameter.
Notasi 11 menunjukkan bahwa parameter ini ditentukan oleh
perbandingan pengukuran pada terminal input.

http://www.iddhien.com Mujahidin2008 All Rights Reserved

E. THE HYBRID EQUIVALENT MODEL

Vi Vi = h11 I i + h12Vo
h12 =
Vo I o = h21 I i + h22Vo
I i =0

h12 diperoleh dengan dengan membuat Ii = 0. h12 tidak


mempunyai satuan , h12 merupakan perbandingan antara
tegangan input dan tegangan output. h12 disebut sebagai
open-circuit reverse transfer voltage ratio parameter.
Notasi 12 menunjukkan bahwa parameter ini ditentukan oleh
perbandingan pengukuran input terhadap pengukuran output.

http://www.iddhien.com Mujahidin2008 All Rights Reserved

19
E. THE HYBRID EQUIVALENT MODEL

Io Vi = h11 I i + h12Vo
h21 =
Ii I o = h21 I i + h22Vo
Vo = 0

h21 diperoleh dengan dengan membuat VO = 0. h21 tidak


mempunyai satuan , h21 merupakan perbandingan antara
Arus Output dan Arus Input. h21 disebut sebagai Short-circuit
Forward transfer Current ratio parameter.
Notasi 21 menunjukkan bahwa parameter ini ditentukan oleh
perbandingan pengukuran output terhadap pengukuran input.

http://www.iddhien.com Mujahidin2008 All Rights Reserved

E. THE HYBRID EQUIVALENT MODEL

Io Vi = h11 I i + h12Vo
h22 = Siemens
Vo I o = h21 I i + h22Vo
I i =0

h22 diperoleh dengan dengan membuat Ii = 0. h22 mempunyai


satuan siemens, h22 merupakan perbandingan antara arus
output dan tegangan output. h22 disebut sebagai open-circuit
output admittance parameter.
Notasi 22 menunjukkan bahwa parameter ini ditentukan oleh
perbandingan pengukuran di output.

http://www.iddhien.com Mujahidin2008 All Rights Reserved

20
E. THE HYBRID EQUIVALENT MODEL

Vi = h11 I i + h12Vo I o = h21 I i + h22Vo

Hybrid Input Equivalent Hybrid Output Equivalent


Circuit Circuit

http://www.iddhien.com Mujahidin2008 All Rights Reserved

E. THE HYBRID EQUIVALENT MODEL


Rangkaian hybrid ac equivalen lengkap ditunjukkan pada
gambar berikut:

Dimana:
h11 = Input Resistance Æ hi
h12 = Reverse Transfer Voltage Ratio Æ hr
h21 = Forward Transfer Current Ratio Æ hf
h22 = Output Conductance Æ ho
http://www.iddhien.com Mujahidin2008 All Rights Reserved

21
E. THE HYBRID EQUIVALENT MODEL
Jaringan rangkaian hybrid secara symbol grafis ditunjukkan
pada gambar dibawah (catat bahwa : Ii = Ib , Io = Ic , Ie = Ib + Ic ,
dan Vi = Vbe

Common Emitter

Graphical Symbol Hybrid Equivalent Circuit

http://www.iddhien.com Mujahidin2008 All Rights Reserved

E. THE HYBRID EQUIVALENT MODEL


Common Base
Pada common base Ii = Ie , Io = Ic , Veb = Vi , Vcb = Vo

Graphical Symbol Hybrid Equivalent Circuit

http://www.iddhien.com Mujahidin2008 All Rights Reserved

22
E. THE HYBRID EQUIVALENT MODEL
Keadaan yang sering terjadi nilai hr ≈ 0 sehingga hrVo = 0
(identik dihubung singkat) dan nilai 1 / ho nilainya sangat besar
(identik dengan open circuit). Hal ini akan menghasilkan
rangkaian pendekatan seperti berikut :

Effect of removing hre and hoe from Approximate hybrid Equivalent


the hybrid equivalent circuit Model

http://www.iddhien.com Mujahidin2008 All Rights Reserved

E. THE HYBRID EQUIVALENT MODEL


Perbandingan antara Hybrid Model dan re Model

(a) Common Emitter

(b) Common Base

h ie = β re hib = re
h fe = β ac hfb = −α ≅ −1
http://www.iddhien.com Mujahidin2008 All Rights Reserved

23
E. THE HYBRID EQUIVALENT MODEL
Problem:

Sebuah penguat diketahui nilai IE = 2.5 mA dan hfe = 140 , hoe


= 20 µS dan hob = 0.5 µS , tentukan :

(a). Common-Emitter hybrid equivalent circuit


(b). Common-Base re model

http://www.iddhien.com Mujahidin2008 All Rights Reserved

E. THE HYBRID EQUIVALENT MODEL

(a) 26 mV 26 mV
re = = = 10 .4Ω
IE 2 .5mA
hie = β re = (140 ) (10 .4 Ω ) = 1.456 kΩ
1 1
ro = = = 50 kΩ
hoe 20 µS

http://www.iddhien.com Mujahidin2008 All Rights Reserved

24
E. THE HYBRID EQUIVALENT MODEL

(b)
re = 10.4Ω
1 1
α ≅ 1, ro = = = 2 MΩ
hob 0.5µS

http://www.iddhien.com Mujahidin2008 All Rights Reserved

25