Anda di halaman 1dari 1

PERBEDAAN BERAT BADAN BAYI ASI DAN BAYI SUSU FORMULA

Perbedaan Berat Badan Bayi ASI dan Bayi Susu Formula

Bayi yang mendapatkan air susu ibu (ASI) eksklusif dengan bayi yang mendapatkan nutrisi dari
susu formula memiliki berat badan yang berbeda. Bayi yang mendapatkan ASI eksklusif
cenderung lebih ramping dan sehat dalam jangka waktu yang panjang.

Dr. Katherine Dewey dari University of California pada tahun 1992 membandingkan pola
pertumbuhan normal antara bayi yang diberi ASI dengan susu formula.

Hasil yang didapatkan pada beberapa bulan pertama didapatkan:

1. Bayi ASI dan susu formula memiliki pola pertumbuhan yang sama pada beberapa bulan
pertama.
2. Usia 4-6 bulan, bayi yang diberi susu formula mengalami kenaikan berat badan yang
cenderung cepat dibanding ASI.
3. Setelah 6 bulan pertama, bayi yang mendapatkan ASI cenderung lebih ramping dibandingkan
dengan susu formula.

“Kelebihan berat badan pada bayi yang mendapatkan susu formula diperkirakan karena
kelebihan retensi air dan komposisi lemak tubuh yang berbeda dibandingkan ASI,” kata Dr.
Katherine seperti dilansir dari Mayo Clinic, Kamis (1/4/2010).

Berbagai penelitian menunjukkan bayi yang mengonsumsi ASI dapat mengatur asupan kalori
sesuai dengan kebutuhannya masing-masing. Kemampuan ini yang diperkirakan menjadi alasan
bayi yang mengonsumsi ASI cenderung kurang memiliki masalah obesitas di kemudian hari.

Ada beberapa pedoman untuk mengetahui apakah berat badan bayinya sudah naik dengan
normal atau tidak jika mengonsumsi ASI, yaitu:

1. Bayi yang baru lahir hingga usia 6 bulan, biasanya mengalami pertumbuhan sebesar 1,5-2,5
cm per bulan dan kenaikan berat badannya sebesar 0,5-1 kilogram setiap bulan. Diharapkan bayi
memiliki berat yang dua kali lipat dengan berat badan saat diusia 6 bulan.

2. Bayi berusia 6 bulan hingga 1 tahun, biasanya mengalami pertumbuhan sebesar 1 cm dan
kenaikan berat badan sebanyak 0,5 kilogram setiap bulannya. Diharapkan berat badan bayi sudah
3 kali lipat dari berat badan bayi saat lahir diusia 1 tahun.

Selain faktor makanan (ASI atau susu formula), kenaikan berat badan bayi bisa dipengaruhi
beberapa hal seperti:

1. Faktor genetik, hal ini menunjukkan bayi memiliki tingkat metabolisme berbeda yang berarti
kemampuan membakar kalorinya pun berbeda.
2. Temperamen bayi, bayi yang santai atau mellow cenderung sedikit membakar kalori sehingga
berat badannya bertambah lebih cepat. Sedangkan bayi yang aktif cenderung membakar kalori
lebih banyak sehingga akan terlihat lebih ramping.
3. Frekuensi menyusui, seberapa sering bayi tersebut menyusui juga mempengaruhi
pertumbuhan berat badannya.
Sumber: health.detik.com