Anda di halaman 1dari 2

Sragen, 24 Maret 2011

Dengan ini saya yang bertanda tangan dibawah ini :

Nama : Indra Agusta

NIA : 015/080790/V-07

Anggota dari PPAK Himalawu menyatakan vacum dari kegiatan untuk sementara
karena beberapa alasan sebagai berikut.

- Beberapa bulan yang lalu saya bersama rekan-rekan mengajukan rancangan


diklat kepada bagian kesiswaan dan ketua umum dan disetujui.

- Memang saya mengaku salah kurang konfirmasi dengan anggota lain, dan itu
saya sudah minta maaf pada forum tanggal 6 Maret 2011 di tempat sdr.
Asok.

- Forum sudah berbicara bahwa katanya jika diklat pasti ada dan disetujui
oleh semua anggota.

- Tapi setelah malamnya saya pergi ke rumah pak wid dengan damar, rendra,
mukson. Minta ijin tindak lanjut diklat, dan mengusulkan dan disetujui oleh
pak wid mengenai surat tugas untuk mengadakan diklat, dengan susunan
dewan istruktur terlampir dan supaya kuat jika ada pihak/anggota lain yang
bertanya masalah diklat ini.

- Kemudian damar dan rendra pergi ke tempat Sdr. Agus(pake rega) disana
kami dipersulit, dan timbul statement2 yang jujur membuat saya KECEWA.

Antara lain :

a. Himalawu itu organisasi unik, dan terlalu mengagung-agungkan om brind


sebagai penyandang dana terbesar.

b. semua keputusan harus dipertimbangkan kepada ombrind, padahal


menurut saya masalah diklat dia tidak berkompeten mengurusi masalah
diklat. Semua sudah pada porsi masing-masing.

c. Tentang diklat , ada statemen masuk himalawu itu cukup dengan iklas,
dan dengan rancangan diklat yang saya buat itu dibilang terlalu berbelit-
belit.. dan panjang. Padahal itu saya buat untuk kemajuan organisasi,
apabila kita sewaktu-waktu memerlukan anggota yang berkompeten
dalam materi tidak perlu bingung mencari orang.

d. Sejak banjir 2007 saudara agus berstatement PA kita itu sudah hilang dan
kita itu RELAWAN, dan ini saya tidak setuju saya masuk di himalawu
bukan sekedar jadi relawan tapi pencinta alam, dan pendaki gunung
seperti para pendiri-pendiri kita yang banyak menghabiskan waktunya
berkelana khususnya di gunung Lawu.