Anda di halaman 1dari 9

Laporan Praktikum Hari/tanggal : Rabu/9 Maret 2011

Kimia Polimer Kelompok : B Pagi


Asisten : Fachrurrazie
PJP : Andriawan Subekti, S.Si

PEMBUATAN RESIN TERMOSET

Dwi Utami
G44080103

DEPARTEMEN KIMIA
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
INSTITUT PERTANIAN BOGOR
2011
PENDAHULUAN dengan formaldehida menggunakan katalis
asam dan basa, serta melihat perbedaan fisik
Polimer berasal dari bahasa Yunani, yaitu pada kedua resin tersebut.
poly yang berarti banyak dan meros yang
berarti bagian atau unit (Allcock dan Lampe BAHAN DAN METODE
1981). Berdasarkan sifat termalnya, polimer
sintetik digolongkan ke dalam dua jenis, yaitu
Alat dan Bahan
termoplastik dan termoset. Polimer Alat-alat yang digunakan pada percobaan

termoplastik dapat melunak dan mencair pada ini adalah tabung reaksi, gelas piala, rak

waktu pemanasan dan jika suhu dingin akan tabung, termometer 200ºC, statif, hotplate,

mengeras kembali sehingga dapat diproses sudip, pipet mohr, neraca analitik, dan batang

berulang. Polimer yang termasuk golongan pengaduk. Bahan-bahan yang digunakan pada

termoplastik diantaranya adalah polivinil percobaan ini adalah fenol, formalin, HCl 5N,

klrida (PVC), polietilena (PE), polipropilena NaOH 5N, dan alumunium foil.

(PP), dan polistirena. Polimer termoset ialah


polimer yang mempunyai stuktur rantai Metode Percobaan
bercabang dan cabang ini saling mengikat Fenol sebanyak 1 g dicampurkan dengan
membentuk ikatan silang. Polimer jenis ini 12 ml formalin dalam sebuah tabung reaksi.
bila telah diproses menjadi produk tertentu, Kemudian ditambahkan 1 ml NaOH 5N atau
tidak dapat melunak kembali dengan HCl 5N. Tabung reaksi tersebut dipanaskan
pemanasan. Plimer yang terasuk golongan dalam air mendidih. Setelah campuran reaksi
termoset diantaranya adalah formaldehida, mencapai suhu 80 °C, diaduk dengan batang
poliester, dan silikon. pengaduk hingga campuran reaksi tidak
Fenol formaldehida merupakan resin mengeluarkan gelembung. Selanjutnya
sintetis yang pertama kali digunakan secara dipanaskan selama 1 jam dalam air mendidih.
komersial baik dalam industri plastik maupun Tabung reaksi didinginkan. Resin padat
cat (surface coating). Fenol formaldehida terbentuk. Sebagian dari resin dipaaskan
dihasilkan dari reaksi polimerisasi antara fenol langsung di atas alumunium foil dengan suhu
dan formaldehida. Reaksi terjadi antara fenol 130 °C dan sebagian lainnya didinginkan pada
pada posisi ortho maupun para dengan suhu ruang dan diamati perbedaan sifat fisik
formaldehida untuk membentuk rantai yang kedua perlakuaan tersebut.
crosslinking dan pada akhirnya akan
HASIL DAN PEMBAHASAN
membentuk jaringan tiga dimensi (Hesse
1991). Kegunaan resin ini diantaranya,
Resin fenol formaldehida dibagi menjadi 2
sebagai “molding materials” laminates,
jenis berdasarkan perbandingan mol reaktan
perekat untuk bahan bajan kayu, aditif khusus
dan jenis katalis yang digunakan, yaitu
untuk memperkeras elastomer dan sebagainya.
novolak dan resol. Resol merupakan hasil
Tujuan dilakukannya percobaan ini adalah
reaksi antara fenol dengan formaldehida ekses
membuat resin termoset dari campuran fenol
oleh adanya katalis basa. Jenis katalis basa Novolak merupakan hasil reaksi antara
yang sering digunakan adalah natrium fenol ekses dengan formaldehida oleh adanya
hidroksida dan ammonium hidroksida pada katalis asam. Jenis katalis asam yang sering
pH = 8-11 (Rokhati 2008). Produk fenol digunakan adalah asam sulfat, asam klorida,
formaldehida yang dihasilkan dengan katalis dan asam oksalat dengan konsentrasi rendah.
natrium hidroksida akan mempunyai sifat Hasil reaksi akan membentuk produk yang
larut dalam air dan apabila katalis yang termoplastik dengan berat molekul 500 - 900.
digunakan ammonium hidroksida akan Agar novolak menjadi bersifat termoset maka
memberikan sifat tidak larut dalam air yang membutuhkan pemanasan dan penambahan
dikarenakan terbentuk bis dan tris crosslinking agent (Frisch 1967).
hydroksylbenzylamin (Martin 1956).

Tahap reaksi dalam pembentukan novolak, meliputi :


a. Reaksi Adisi (Metilolasi)
Pada tahap pertama, fenol dan formaldehida akan bereaksi membentuk monometilol fenol.
OH OH

CH2OH
O

+
CH2

Monometilol fenol

Gambar 1. Reaksi Metilolasi


b. Reaksi Kondensasi Polimerisasi (Methylenasi)
Pada tahap ini, gugus metilol akan bereaksi dengan fenol membentuk jembatan metilene dan
air.
OH OH OH OH

CH2OH CH2

+ + H2O

Dihidroksi difenil metana


Gambar 2. Reaksi Metilenasi
(Hesse 1991)
Tahap reaksi pembentukan resol, meliputi :
a. Reaksi Adisi (Metilolasi)
Pada tahap pertama, fenol dan formaldehida akan bereaksi secara adisi membentuk
monometilol fenol.
OH OH

CH2OH
O

+ CH2

Fenol Formaldehida Monometilol fenol


Pada monometilol fenol ini masih ada 2 gugus reaktif yang dapat bereaksi lagi dengan
formaldehida menjadi dimetilol fenol.
OH OH

CH2OH CH2OH
O
+
CH2

CH2OH

Dimetilol fenol

dan pada akhirnya membentuk trimetilol fenol.


OH
OH

CH2OH
HOH2C CH2OH
O

+ CH2

CH2OH
CH2OH

Trimetilol fenol

b. Reaksi Kondensasi Polimerisasi


OH OH

HOH2 CH2OH CH2OH CH2OH


C -H2O CH2 O C
H2
+

-H2O

OH OH OH OH

CH2OH CH2OH CH2OH


C
-H2O H2
+

(Rokhati 2008)
Monomer dan dimer tersebut akan terus menghilangkan gelembung dan
bereaksi dan berat molekul dari resin akan menyempurnakan reaksi, kedua suhu
meningkat. Resol terbentuk pada suasana basa dinaikkan hingga penangas air yang
(Frisch 1967). digunakan mendidih selama 1 jam bertujuan
Resin termoset fenol formaldehida pada untuk membenuk resin.
percobaan diperoleh dari hasil reaksi Pengamatan yang dilakukan pada suhu 80
kondensasi menggunakan katalis asam atau °C untuk campuran dengan katalis asam
pun basa pada suhu tinggi. Reaksi dengan dihasilkan resin berwarna putih, sedangkan
kedua katalis ini menghasilkan warna larutan campuran dengan katalis basa tidak terjadi
yang berbeda. Campuran dengan katalis asam perubahan, peningkatan suhu hingga penangas
dihasilkan larutan bening, sedangkan dengan air mendidih, diperoleh resin putih untuk
katalis basa dihasilkan warna larutan kuning. campuran katalis asam dan resin ungu untuk
Pemanasan dilakukan bertahap, pertama suhu campuran katalis basa (Tabel 1 dan Tabel 2).
dibuat tetap 80 °C sambil diaduk untuk

Tabel 1 Hubungan sifat fisik katalis asam-basa dalam beberapa suhu


Katalis Suhu Pengamatan
NaOH 5N ruang Larutan berwarna kuning
80 °C Larutan berwarna kuning
Air mendidih Terbentuk resin ungu
HCl 5N Ruang Larutan bening
80 °C Terbentuk gel putih
Air mendidih Terbentuk resin putih

Tabel 2 Pengamatan sifat fisik resin


Katalis Perlakuan Pengamatan Warna Sifat
NaOH 5 N Suhu ruang Lunak Ungu Termoplastik
Pemanasan 130 °C Makin lunak Ungu
HCl 5 N Suhu ruang Keras Putih Termoset
Pemanasan 130 °C Makin Keras Putih

Katalis NaOH

Katalis HCl

Gambar 3 Pemanasan awal


Katalis NaOH

Katalis HCl

(a) (b)
Gambar 4 Pengamatan (a) pemanasan suhu 80 °C dan (b) pemanasan pada air mendidih

Katalis
HCl

Katalis
NaOH

Gambar 5 Pengamatan resin Gambar 6 Pengamatan resin dengan


pemanasan suhu tinggi
Resin yang dihasilkan diperoleh dari hasil pada properties produk dan struktur polimer
percobaan didapatkan sedikit untuk kedua yang dihasilkan.
katalis. Hal ini dikarenakan faktor Pada jenis resol, reaksi berlangsung pada
pengadukan dan pemanasan yang kurang suasana basa. Pada suasana basa reaksi adisi
lama, terbuangnya resin ke dalam penangas berjalan dengan cepat sedangkan reaksi
air saat pengadukan serta tidak dilakukannya kondensasi (pembentukan jembatan metilen)
penentuan pH. berjalan lambat sehingga produk yang
Menurut Rokhati 2008 besarnya pH dalam terbentuk bersifat termoset.
reaksi akan mempengaruhi kecepatan dan Namun demikian, hasil percobaan berbeda
waktu reaksi pembentukan polimer. Pada jenis dengan teoritis. Resin dengan katalis NaOH
novolak, reaksi berlangsung pada suasana hasil percobaan memiliki sifat termoplastik,
asam. Pada suasana asam, reaksi adisi yaitu sedangkan HCl memiliki sifat termoset. Hal
pembentukan gugus metilol akan berjalan ini dikarenakan saat kedua resin terbentuk dan
lambat sedangkan reaksi kondensasi yaitu kemudian dipanaskan, perbandingan sifat fisik
pembentukan jembatan metilen berjalan cepat keduanya bertambah kuat. Resin dengan
sehingga produk yang terbentuk bersifat katalis NaOH (ungu) pada suhu ruang lunak
termoplastis. Dengan naiknya pH maka dan saat dipanaskan semakin lunak. Resin
kecepatan reaksi kondensasi semakin lambat, dengan katalis HCl (putih) pada suhu ruang
semakin naik pH maka rantai yang dibentuk keras dan semakin keras saat dipanaskan.
semakin bercabang sehingga BM polimer Perbedaan tersebut terjadi dikarenakan,
bertambah besar. Perbandingan reaktan (rasio pengadukan yang dilakukan memiliki
mol phenol: formaldehid) akan berpengaruh kecepatan yang berbeda, pemanasan yang
kurang, tidak adanya penentuan pH dan reaksi DAFTAR PUSTAKA
yang belum sempurna
Allcock HR dan Lampe FW. 1981.
SIMPULAN Contemporary Polymer Chemistry. New
Jersey: Prentice-Hall

Resin formaldehida terdiri dari 2 jenis Frisch KC. 1967. Phenolic Resin and Plastics
dalam Kirk Othmer Encyclopedia of
yaitu resin nolvolak dan resin resol. Hasil
Chemical Technology. Vol. 15. Edisi 2.
pecobaan yang dilakukan berbeda dengan Mei Ya Publication Inc
teoritis. Resin dengan katalis HCl dan NaOH Hesse W. 1991. Phenolic Resin dalam
berturut-turut memiliki sifat termoset dan Ulmann’s Encyclopedia of Industrial
Chemistry. Vol. 19. Edisi 5. New York:
termplastik. Produk hasil resin yang diperoleh VCH Publishers.
juga sedikit. Hal ini dikarenakan faktor
Martin RW. 1956 .The Chemistry of Phenolic
pengadukan yang dilakukan memiliki Resins. New York: John Willey & Sons
kecepatan yang berbeda, pemanasan yang Inc.

kurang, erbuangnya resin ke dalam penangas Rokhati N, Prasetyaningrum A. 2008.


air saat pengadukan, tidak adanya penentuan Pembuatan resin phenol formaldehid
terhadap aplikasinya sebagai vernis.
pH dan reaksi yang belum sempurna. Reakstor12:42-47.