Anda di halaman 1dari 50

EKOSISTEM

1. Susunan Ekosistem
Ekosistem didefinisikan sebagai interaksi antara makhluk hidup dengan
lingkungannya atau merupakan suatu komunitas yang berinteraksi dengan
lingkungan tak hidup.
a. Satuan Makhluk Hidup dalam ekosistem
1) Individu : makhluk hidup tunggal yang secara otonomi
dapat melakukan proses-proses kehidupan secara mandiri. Contohnya:
sebatang pohon rambutan, seekor katak, dan serumpun padi.
2) Populasi : kumpulan dari individu-individu yang terdiri
dari suatu spesies yang menempati wilayah tertentu, dalam waktu
tertentu, mengandalkan sumber dana yang sama, dipengaruhi oleh
faktor lingkungan yang sama dengan dan mempunyai kemungkinan
yang tinggi untuk saling berinteraksi. Contoh : populasi pohon kelapa
di kelurahan Tegakan berjumlah 2552 batang.
3) Komunitas : kumpulan dari beberapa populasi yang saling
berinteraksi, menempati suatu daerah dalam waktu tertentu. Contoh :
komunitas hutan jati dan komunitas padang rumput.
4) Ekosistem : kesatuan fungsional antara makhluk hidup
dengan lingkungan. Bisanya dibedakan berdasarkan habitat atau
fungsinya. Contoh : ekosistem air tawar, ekosistem sawah, ekosistem
terrestrial, dan lain sebagainya.
5) Bioma: kesatuan ekosistem dalam skala yang luas
dibedakan berdasarkan iklim, contoh : bioma hutan hujan tropis, bioma
taiga, dan bioma tundra.
6) Biosfer: kesatuan ekosistem yang berada di seluruh
permukaan bumi. Biosfer meliputi seluruh organisme dan lingkungan
yang berinteraksi untuk memungkinkan berlangsungnya aliran energi
dan siklus materi.
7) Habitat: tempat tinggal organisme di alam. Misalnya:
habitat berudu adalah di perairan yang tenang atau di kolam yang
banyak tumbuhan airnya.
8) Relung/nisia/niche: kekhasan tiap spesies dalam suatu
ekosistem untuk memanfaatkan sumber daya biotik maupun abiotik.
b. Organisme dalam ekosistem berdasarkan fungsinya
1) Produsen: organisme yang dapat menyusun senyawa
organik sendiri dengan menggunakan bahan senyawa anorganik yang
berfungsi untuk menyediakan makanannya sendiri. Kelompok
produsen meliputi: tumbuhan, ganggang dan bakteri (bakteri hijau dan
ungu).
2) Konsumen: organisme yang memanfaatkan bahan organik
dari makhluk hidup lain sebagai sumber makanannya. Berdasarkan
asal sumber bahan makanannya dibedakan menjadi her6ivora
(pemakan tumbuhan) dan carnivora (pemakan daging).
3) Detrivor organisme pemakan partikel-partikel organik
atau detritus. Contoh: cacing tanah, lipan, teripang; dan siput.
4) Decomposerr organisme yang bertugas mengubah
partikel-partikel organik menjadi partikel anorganik. Contoh: jamur
dan bakteri.
c. Komponen Penyusun Ekosistem
1) Komponen biotik
Komponen biotik penyusun ekosistem terdiri dari manusia, hewan,
tumbuhan, dan organisme mikroskopis. Komponen biotik atau
makhluk hidup memiliki ciri dapat berkembang biak. Komponen
biotik suatu ekosistem biasanya terdiri atas:
a) Organisme autotrofik (memberi makan sendiri)
Organisme autotrofik yaitu organisme yang mampu memproduksi
makanan sendiri. Yang tergolong organisme autotrofik adalah
tumbuhan hijau/tumbuhan yang memiliki klorofil. Tumbuhan
berklorofil dengan bantuan Cahaya matahari mampu membentuk
karbohidrat dari komponen anorganik melalui proses fotosintesis.
Karbohidrat yang dihasilkan selain digunakan oleh tumbuhan itu
sendiri juga disediakan bagi organisre lain. Karena itulah
tumbuhan hijau disebut sebagai produsen (penghasil). Contoh
organisme autotrofik dalam suatu kolam adalah alga, dalam suatu
lahan adalah rumput, dan dalam suatu hutan adalah pohon.
b) Organisme heterotrofik (memakan yang lainnya)
Organisme heterotrofik adalah organisme yang berperan sebagai
konsumen. Organisme heterotrofik terdiri atas 2 kelompok
organisme, fagotrof dan saprotrof. .
(1) Fagotrof
Fagotrof adalah kelompok organisme yang memperoleh energi
dari memakan tumbuhan atau organisme lain. Hampir semua
jenis hewan tergolong dalam kelompok ini, misalnya serangga
adalah fagotrof (memperoleh energi dari memakan tumbuhan);
sapi dan kuda adalah fagotrof (memperoleh energi dari
memakan rumput); dan harimau dan katak adalah fagotrof
(memperoleh energi dari memakan organisme yang lain).
(2) Saprotrof
Organisme saprotrof disebut juga organisme pengurai, yaitu
kelompok organisme yang memanfaatkan energi dari hasil
penguraian bahan organik sisa makhIuk hidup. Organisme
tersebut mengubah senyawa organik menjadi senyawa
anorganik. Organisme pengurai berguna dalam pembusukan
bahan-bahan organik. Yang termasuk dalam komponen
pengurai adalah bakteri dan jamur.
2) Komponen abiotik
Komponen abiotik penyusun ekosistem adalah komponen tak hidup.
Komponen abiotik yang utama meliputi suhu, cahaya, air, angin, batu,
dan tanah.
a) Suhu
Suhu sangat berpengaruh pada kehidupan organisme. Sel
dapat pecah jika air yang terdapat di dalamnya membeku pada
suhu di bawah 00 C dan protein pada sebagian besar organisme
akan mengalami uenaturasi pada suhu di atas 450 C. Adaptasi
memungkinkan organisme hidup di luar kisaran suhu tersebut.
Perubahan suhu pada bulan terpanas dan bulan terdingin di
pulau-pulau tropika hanya sekitar 1° C saja atau kurang dan pada
khatulistiwa, di daerah daratan benua perubahan suhu sekitar 50 C.
Semakin jauh dari khatulistiwa, keanekaragaman musim semakin
meningkat. Perbedaan suhu berpengaruh pada proses fisiologi
maupun anatomi makhluk hidup.
Suhu semakin berkurang mengikuti ketinggian
pegunungan. Di daerah tropika, suhu menurun sekitar 0,4° C untuk
setiap kenaikan 100 m sehingga suhu terendah ditemukan pada
pegunungan tropika.
b) Air
Air sangat penting bagi kehidupan. Lebih dari 70% tubuh
makhluk hidup terdiri atas air. Air dalam tubuh berperan sebagai
pelarut. Ketersediaan air bervariasi di berbagai habitat. Salinitas
atau kadar garam dalam air mempengaruhi kemampuan adaptasi
makhluk hidup, sehingga ada yang hidup di air tawar, air laut, dan
air payau. Salinitas menyebabkan adaptasi ikan pada
lingkungannya sehingga ikan yang hidup di laut tidak dapat
dipindahkan hidupnya ke air tawar. Suhu air berpengaruh terhadap
kemampuan adaptasi makhluk hidup pada lingkungan air. Gerakan
air (arus dan ombak) akan mempengaruhi makhluk hidup di
dalamnya, misalkan untuk bergerak dan bertelur. Ikan yang hidup
di air berarus seperti sungai akan memiliki tubuh yang lebih kuat
dibandingkan ikan yang hidup di danau.
c) Cahaya matahari
Matahari memberikan energi yang menggerakkan hampir
seluruh ekosistem, meskipun hanya tumbuhan dan organisme
fotosintesis lain yang menggunakannya secara langsung. Cahaya
berperan penting dalam penyebaran, orientasi, dan pembuangan
tumbuhan. Kebutuhan tumbuhan akan cahaya berbeda-beda,
beberapa tumbuhan membutuhkan banyak cahaya (tumbuhan
surya) dan sebagian tidak banyak membutuhkan cahaya (tumbuhan
teduh). Dalam istilah fisiologi tumbuhan surya disebut sebagai
tumbuhan dengan titik imbang/titik kompensasi tinggi, sedangkan
tumbuhan teduh disebut sebagai tumbuhan dengan titik imbang
rendah. Titik imbang adalah intensitas cahaya yang menunjukkan
bahwa masukan energi tumbuhan melalui fotosintesis diimbangi
dengan pemakaiannya dalam bentuk pernapasan. Contoh tumbuhan
teduh adalah Costus dan Geophila yang tumbuh pada dasar hutan
tropika. Tumbuhan air yang termasuk tumbuhan teduh, misalnya
adalah Ceratophyllum dan Chara yang sering ditemukan di tempat
gelap pada perairan tawar. Untuk dapat berkembang dengan baik,
dalam konsep titik imbang, tumbuhan harus menerima cahaya
sedikit lebih banyak di atas titik imbangnya pada siang hari.,
d) Angin
Angin memperkuat pengaruh suhu lingkungan pada
organisme dengan cara meningkatkan hilangnya panas melalui
penguapan (evaporasi) dan konveksi.
e) Batu dan tanah
Tanah merupakan tempat hidup bagi semua makhluk hidup.
Secara langsung atau tidak langsung tanah menjadi sumber
makanan bagi makhluk hidup yang ada di atasnya. Faktor dalam
tanah termasuk di dalamnya adalah faktor struktur fisik, pH, dan
komposisi mineral serta tanah.
Topografi merupakan keadaan muka bumi suatu daerah
yang akan mempengaruhi distribusi makhluk hidup, misalnya
bunga bangkai dan padma raksasa yang hanya tumbuh di daerah
Bengkulu. Topografi meliputi keadaan daratan dan lautan.
Keadaan daratan berupa gunung, pegunungan, lembah atau dataran
rendah dengan organisme yang berbeda-beda hidup di daerah
tersebut. Sehingga ada organisme endemik yaitu organisme yang
hanya ada dalam wilayah tertentu secara alamiah.
Satu dari sifat universal ekosistem baik daratan, air tawar,
laut atau rekayasa manusia (misalnya pertanian) dalah interaksi
antara komponen autotrofik dan komponen heterotrofik. Keduanya
dipisahkan secara bertingkat yang satu diatas yang lain.
Metabolisme autotrofik terbesar berdada di stratum “jalur hijau”,
atas, dimana energi sinar matahari tersedia dan metabolisme
heterotrofik yang terjadi di “jalur coklat” bawah di mana bahan-
bahan organik menumpuk di dalam tanah dan sedimen-sedimen.
Dalam suatu ekosistem, paling sedikit terdapat satu spesies yang
dapat memproduksi makanan sendiri dari komponen anorganik
yang ada di lingkungannya, satu spesies yang dapat menguraikan
sampah dari spesies pertama, serta media air, udara, atau keduanya.

2. Tipe-tipe Ekosistem
Berdasarkan terjadinya ekosistem dibedakan menjadi ekosistem alami dan
ekosistem buatan. Ekosistem alami adalah ekosistem yang terjadi dengan
sendirinya oleh alam, tanpa campur tangan manusia. Sedangkan, ekosistem
buatan adalah ekosistem yang dibuat oleh manusia dengan tujuan tertentu.
Contoh suatu ekosistem alami adalah hutan. Hutan dibedakan antara lain
berdasarkan iklim yang melingkupi dan jenis tumbuhan yang mendominasi.
Salah satu ekuarium yang dibuat dengan tujuan untuk estetika, waduk yang
dibuat dengan tujuan untuk menampung air dan irigasi.
Secara garis besar ekosistem dibedakan menjadi ekosistem darat dan
ekosistem perairan.
a. Ekosistem Perairan
a) Ekosistem Air Tawar
(1) kadar garam/salinitasnya sangat rendah
(2) variasi suhu sangat rendah
(3) penetrasi cahaya matahari kurang
(4) dipengaruhi oleh iklim dan cuaca
b) Organisme ekosistem air tawar
Berdasarkan cara memperoleh makanan atau energi
(1) Organsisme autrotof : organisme yang dapat mensintesis
makanannya sendiri. Tumbuhan hijau tergolong organisme
autrotof, peranannya sebagai produsen dalam ekosistem air tawar.

(2) Fagotrof dan Saprotof : merupakan konsumen dalam


ekosistem air tawar. Fagotrof adalah pemakan organisme lain,
sedang Saprotrof adalah pemakan sampah atau sisa organisme lain.
Berdasarkan kebiasaan hidup dalam air
(1) Plankton : terdiri atas fitoplankton (plankton tumbuhan) dan
zooplankton (plankton hewan), merupakan organisme yang
gerakannya pasif selalu dipengaruhi oleh arus air.
(2) Nekton : organisme yang bergerak aktif berenang. Contoh : ikan,
serangga air.
(3) Neston : organisme yang beristirahat dan mengapung di permukaan
air.
(4) Bentos : organisme yang hidup di dasar perairan. Bentos dapat
sessil (melekat) atau bergerak bebas, misalnya cacing dan remis.
(5) Perifiton: organisme yang melekat pada suatu substrat (batang,
akar, batu-batuan) di perairan misalnya keong.
c) Adaptasi organisme air tawar
(1) Adaptasi tumbuhan
Tumbuhan yang hidup di air tawar biasanya bersel satu dan
dinding selnya kuat seperti beberapa alga biru dan alga hijau. Air
masuk ke dalam sel hingga maksimum dan akan berhenti sendiri.
Tumbuhan tingkat tinggi, seperti teratai (Nymphaea gigantean),
mempunyai akar jangkar (akar sulur). Hewan dan tumbuhan
rendah yang hidup di habitat air, tekanan osmosisnya sama dengan
tekanan osmosis lingkungan atau isotonis.
(2) Adaptasi hewan
Ekosistem air tawar dihuni oleh nekton. Nekton merupakan hewan
yang bergerak aktif dengan menggunakan otot yang kuat. Hewan
tingkat tinggi yang hidup di ekosistem air tawar, misalnya ikan,
dalam mengatasi perbedaan tekanan osmosis melakukan
osmoregulasi untuk memelihara keseimbangan air dalam tubuhnya
melalui sistem ekskresi, insang, dan pencemaran.

d) Macam-macam ekosistem air tawar


Ekosistem air tenang (lentik), meliputi danau dan rawa
Ekosistem danau
Danau merupakan suatu badan air yang menggenang dan luasnya
mulai dari beberapa meter persegi hingga ratusan meter persegi.
(1) Ekosistem danau ditandai oleh adanya bagian perairan yang
dalam sehingga tumbuh-tumbuhan berakar tidak dapat tumbuh di
bagian ini. Berbeda dengan ekosistem kolam yang tidak dalam
(kedalamannya tidak lebih dari 4-5 meter) yang memungkinkan
tumbuh-tumbuhan berakar dapat tumbuh di semua bagian
perairan.
(2) Danau yang luas seperti danau Toba di Sumatra dapat
berombak karena memungkinkan angin untuk bertiup di sepanjang
permukaan air yang luas sehingga menciptakan ombak.
(3) Danau terjadi karena glacier, tanah longsor yang
membendung lembah, pelarutan mineral tertentu dalam tanah
sehingga permukaan tanah menurun membentuk cekungan. Danau
juga dapat dibentuk oleh kawah gunung api yang sudah mati atau
gobah yang terbentuk di pinggir laut.
Danau dibagi menjadi 4 daerah sebagai berikut.
(1) Daerah litoral
Daerah ini merupakan daerah dangkal.
Cahaya matahari menembus dengan optimal. Air yang hangat
berdekatan dengan tepi. Tumbuhannya merupakan tumbuhan air
yang berakar dan daunnya ada yang mencuat ke atas permukaan
air. Komunitas organisme sangat beragam termasuk jenis jenis
ganggang yang melekat (khususnya diatom), berbagai siput dan
remis, serangga, krustacea, ikan, amfibi, reptilia air dan semi air
seperti kura-kura dan ular, itik dan angsa, dan beberapa mamalia
yang sering mencari makan di danau.

(2) Daerah limnetik


Daerah ini merupakan daerah air bebas yang jauh dari tepi dan
masih dapat ditembus sinar matahari. Daerah ini dihuni oleh
berbagai fitoplankton, termasuk ganggang dan sianobakteri.
Ganggang berfotosintesis dan bereproduksi dengan kecepatan
tinggi selama musim panas dan musim semi.
Zooplankton yang sebagian besar termasuk Rotifera dan udang-
udangan kecil memangsa fitoplankton. Zooplankton dimakan oleh
ikan-ikan kecil. Wan kecil dimangsa oleh ikan yang lebih besar,
kemudian ikan besar dimangsa ular, kura-kura, dan burung
pemakan ikan.
(3) Daerah profundal
Daerah ini merupakan daerah yang dalam, yaitu daerah afotik
danau. Mikroba dan organisme fain menggunakan oksigen untuk
respirasi seluler setelah mendekomposisi detritus yang jatuh dari
daerah limnetik. Daerah ini dihuni oleh cacing dan mikroba.
(4) Daerah bentik
Daerah ini merupakan daerah dasar danau tempat terdapatnya
bentos dan sisa-sisa organisme mati.
Danau juga dapat dikelompokkan berdasarkan praduksi mated
organiknya sebagai berikut.
(1) Danau Oligotropik
Oligotropik merupakan sebutan untuk danau yang dalam dan
kekurangan makanan, karena fitoplankton di daerah limnetik tidak
produktif. Ciri cirinya, airnya jernih sekali, dihuni oleh sedikit
organisme, dan di dasar air banyak terdapat oksigen sepanjang
tahun.
(2) Danau Eutropik
Eutropik merupakan sebutan untuk danau yang dangkal dan kaya
akan kandungan makanan, karena fitoplankton sangat produktif.
Ciri-cirinya adalah airnya keruh, terdapat bermacam macam
organisme, dan oksigen terdapat di daerah profundal. Ekosistem air
mengalir (lotik), misal: sungai dan air terjun. Sungai adalah suatu
badan air yang mengalir ke satu arah. Air sungai dingin dan jernih
serta mengandung sedikit sedimen dan makanan. Aliran air dan
gelombang secara konstan memberikan oksigen pada air. Suhu air
bervariasi sesuai dengan ketinggian dan garis lintang. Komunitas
yang berada di sungai berbeda dengan danau. Air sungai yang
mengalir deras tidak mendukung keberadaan komunitas plankton
untuk berdiam diri, karena akan terbawa arus. Sebagai gantinya
terjadi fotosintesis dari ganggang yang melekat dan tanaman
berakar, sehingga dapat mendukung rantai makanan. . Organisme
sungai dapat bertahan tidak terbawa arus karena mengalami
adaptasi evolusioner. Misalnya bertubuh tipis dorsoventral dan
dapat melekat pada batu. Beberapa jenis serangga yang hidup di
sisi-sisi hilir menghuni habitat kecil yang bebas dari pusaran air.
2) Ekosistem Air Laut
a) Laut
(1) Ciri-ciri ekosistem air laut
(a) Ekosistem air laut luasnya lebih dari 2/3 permukaan
bumi (± 70%), potensinya besar.
(b) Memiliki kadar mineral yang tinggi, ion terbanyak
ialah CI (55%), namun kadar garam di laut bervariasi, ada
yang tinggi (seperti di daerah tropika) dan ada yang rendah
(di laut beriklim dingin).
(c) Ekosistem air laut tidak dipengaruhi oleh iklim dan
cuaca.
(2) Pembagian daerah ekosistem air laut
(a) Daerah Litoral/Daerah Pasang Surut: daerah yang
langsung berbatasan dengan darat. Radiasi matahari,
variasi temperatur dan salinitas mempunyai pengaruh yang
lebih berarti untuk daerah ini dibandingkan dengan daerah
laut lainnya. Biota yang hidup di daerah ini antara lain:
ganggang yang hidup sebagai bentos, teripang, bintang
laut, udang, kepiting, dan cacing laut.
(b) Daerah Neritik: daerah laut dangkal, daerah ini
masih dapat ditembus cahaya sampai ke dasar, kedalaman
daerah ini dapat mencapai 200 m: Biota yang hidup di
daerah ini adalah plankton, nekton, neston dan bentos.
(c) Daerah Batial atau daerah remang-remang: daerah
laut kedalamannya 200-2000 m, sudah tidak ada produsen.
Hewannya berupa nekton.
(d) Daerah Abisal : daerah laut yang kedalamannya
lebih dari 2000 m. Daerah ini gelap sepanjang masa, tidak
terdapat produsen.
(3) Berdasarkan intensitas cahayanya, ekosistem laut
dibedakan menjadi 3 bagian:
(a) Daerah fotik: daerah laut yang masih dapat
ditembus cahaya matahari, kedalaman maksimum 200 m.
(b) Daerah twilight: daerah remang-remang, tidak
efektif untuk kegiatan fotosintesis, kedalaman antara
200=2000 m.
(c) Daerah afotik: daerah yang tidak tembus cahaya
matahari. Jadi gelap sepanjang masa
Menurut wilayah permukaannya secara horizontal, berturut-turut dari
tepi laut semakin ke tengah, laut dibedakan sebagai berikut.
(a) Epipelagik merupakan daerah antara permukaan dengan
kedalaman airsekitar 200 m.
(b) Mesopelagik merupakan daerah dibawah epipelagik dengan
kedalaman 200-1000 m. Hewannya misalnya ikan hiu.
(c) Batiopelagik merupakan daerah lereng benua dengan kedalaman
200-2.500 m. Hewan yang hidup di daerah ini misalnya gurita.
(d) Abisalpelagik merupakan daerah dengan kedalaman mencapai
4.000m; tidak terdapat tumbuhan tetapi hewan masih ada. Sinar
matahari tidak mampu menembus daerah ini.
(e) Hadalpelagik merupakan bagian laut terdalam (dasar). Kedalaman
lebih dari 6.000 m. Di bagian ini biasanya terdapat lele laut dan
ikan Taut yang dapat mengeluarkan cahaya. Sebagai produsen di
tempat ini adalah bakteri yang bersimbiosis dengan karang
tertentu.
Di laut, hewan dan tumbuhan tingkat rendah memiliki tekanan osmosis set
yang hampir sama dengan tekanan osmosis air laut. Hewah tingkat tinggi
beradaptasi dengan cara banyak minum air, pengeluaran urin sedikit, dan
pengeluaran air dengan cara osmosis melalui insang. Garam yang
berlebihan diekskresikan melalui insang secara aktif.
b) Ekosistem pantai
Ekosistem pantai letaknya berbatasan dengan ekosistem darat, laut,
dan daerah pasang surut. Ekosistem pantai dipengaruhi oleh siklus
harian pasang surut laut. Organisme yang hidup di pantai memiliki
adaptasi struktural sehingga dapat melekat erat di substrat keras.
Daerah paling atas pantai hanya terendam saat pasang naik tinggi.
Daerah ini dihuni oleh beberapa jenis ganggang, moluska, dan remis
yang menjadi konsumsi bagi kepiting dan burung pantai.
Daerah tengah pantai terendam saat pasang tinggi dan pasang rendah.
Daerah ini dihuni oleh ganggang, porifera, anemon laut, remis dan
kerang, siput herbivora dan karnivora, kepiting, landak laut, bintang
laut, dan ikan-ikan kecil.
Daerah pantai terdalam terendam saat air pasang maupun surut. Daerah
ini dihuni oleh beragam invertebrata dan ikan serta rumput laut.
Komunitas tumbuhan berturut-turut dari daerah pasang surut ke arah
darat
(1) Formasi pes caprae
Dinamakan demikian karena yang paling banyak tumbuh di
gundukan pasir adalah tumbuhan Ipomoea pes caprae yang tahan
terhadap hempasan gelombang dan angin; tumbuhan ini menjalar
dan berdaun tebal. Tumbuhan lainnya adalah Spinifex littorius
(rumput angin), Vigna, Euphorbia atoto, dan Canaualia martina.
Lebih ke arah darat lagi ditumbuhi Crinum asiaticum (bakung),
Pandanus tectorius (pandan), dan Scaeuola Fruescens (babakoan).

(2) Formasi baringtonia


Daerah ini didominasi tumbuhan baringtonia; termasuk di
dalamnya Wedelia, Thespesia, Terminalia, Guettarda, dan
Erythrina.
Bila tanah di daerah pasang surut berlumpur, maka kawasan ini
berupa hutan bakau yang memiliki akar napas. Akar napas
merupakan adaptasi tumbuhan di daerah berlumpur yang kurang
oksigen. Selain berfungsi untuk mengambil oksigen, akar ini juga
dapat digunakan sebagai penahan dari pasang surut gelombang.
Yang termasuk tumbuhan di hutan bakau antara lain Nypa,
Acathus, Rhizophora, dan Cerbera. Jika tanah pasang surut tidak
terlalu basah, pohon yang sering tumbuh adalah: Heriticra
Lumnitzera, Acgicras, dan Cylocarpus.
(3) Hutan Mangrove
Mangrove merupakan formasi-formasi tumbuhan pantai yang khas
di sepanjang pantai tropis dan sub tropis yang terlindung. Di
Indonesia, mangrove telah dikenal sebagai hutan pasang surut dan
hutan mangrove, atau hutan bakau. Akan tetapi, istilah bakau
sebenarnya hanya merupakan nama dari istilah satu jenis tumbuhan
yang menyusun hutan mangrove yaitu Rhizophora sp.
Karakteristik hutan mangrove
• Umumnya tumbuh pada daerah intertidal (yang jenis tanahnya
berlumpur, berlempung atau berpasir.
• Daerahnya tergenang air laut secara berkala, baik setiap hari
maupun yang hanya tergenang pada saat pasang purnama.
• Frekuensi genangan menentukan komposisi vegetasi hutan
mangrove.
• Menerima pasokan air tawar yang cukup dari darat.
• Terlindung dari gelombang besar dan arus pasang surut yang
kuat. Air bersalinitas payau (2-22 permil) hingga asin (hingga
38 permil).
(Sumber: 3 bp. blogspot.com)
Di hutan mangrove juga terdapat peran besar atas perkembangan
biota seperti gambar di atas. Fungsi hutan mangrove dapat
dikelompokkan menjadi:
(1) Fungsi Fisik
- menjaga garis pantai.
- mempercepat pembentukan lahan baru
- sebagai pelindung terhadap gelombang dan
arus
- sebagai pelindung tepi sungai atau pantai -
mendaur ulang unsur-unsur hara penting
(2) Fungsi Biologi-nursery ground, feeding ground, spawning
ground, bagi berbagai spesies udang, ikan, dan lainnya, habitat
berbagai kehidupan liar.
(3) Fungsi Ekonomi: akuakultur, rekreasi, dan penghasil kayu.
Ekosistem mangrove memiliki lingkungan yang sangat kompleks
sehingga diperlukan beberapa adaptasi baik.morfologi, fisiologi,
maupun reproduksi terhadap kondisi tersebut. Beberapa adaptasi
yang dilakukan
- bertahan dengan konsentrasi garam tinggi
- pemeliharaan air desalinasi
- spesialisasi akar
- reproduktif
- respon terhadap cahaya
c) Estuari
Estuari berasal dari kata aetus yang artinya pasang-surut. Estuari
didefinisikan sebagai badan air di wilayah pantai yang setengah
tertutup, yang berhubungan dengan laut bebas. Oleh, karena itu
ekosistem ini sangat dipengaruhi oleh pasang surut dan air laut
bercampur dengan air darat yang menyebabkan salinitasnya lebih
rendah daripada air laut. Muara sungai, rawa pasang-surut, teluk di
pantai dan badan air di belakang pantai pasir temasuk estuari.
Biota yang hidup di ekosistem estuari umumnya adalah percampuran
antara yang hidup endemik, artinya yang hanya hidup di estuari
dengan mereka yang berasal dari laut dan beberapa yang berasal dari
perairan tawar, khususnya yang mempunyai kemampuan osmoregulasi
yang tinggi. Bagi kehidupan banyak biota akuatik komersial,
ekosistem estuari merupakan daerah pemijahan dan asuhan. Kepiting
(Scylia serrata), tiram (Crassostrea cucullata) dan banyak Nikari
komersial merupakan hewan estuari, Udang niaga yang memijah di
laut lepas membesarkah larvanya di ekosistem ini dengan
memanfaatkannya sebagai sumber makanan.
Daerah muara sungai yang terlindung dan kaya akan sumber daya
hayati menjadi tumpuan hidup para nelayan, sehingga tidak dapat
dihindari terjadinya pemukiman di pinggiran muara sungai. Muara
sungai menjadi penghubung daratan dan lautan yang sangat praktis,
maka manusia menggunakannya sebagai media perhubungan. Daerah
yang terlindung juga menjadi tempat berlabuh dan berlindung kapal,
terutama di saat laut berombak besar. Perkembangan industri pantai
menambah padatnya wilayah estuari ini oleh kegiatan manusia karena
daratan estuari merupakan akses yang bagus buat kegiatan industri itu,
khususnya tersedianya air yang melimpah, untuk pendingin generator
maupun untuk pencucian alat alat tertentu dah untuk membuang
limbah ke lingkungan akuatik.
Mengingat banyaknya perikanan komersial yang tergantung pada
ekosistem estuari ini maka perlindungan ekosistem ini merupakan
salah satu persyaratan ekonomik yang utama agar perkembangan
ekonomi di wilayah ini dapat dijaga kelanjutannya. Banyaknya jenis
pemanfaatan wilayah di ekosistem estuari ini menyebabkan sering
terjadinya bertentangan kepentingan dan kerusakan ekosistem yang
berharga ini. Oleh karena itu, perencanaan terpadu wilayah estuari ini
perlu dilakukan dengan seksama untuk menjaga ekosistem ini agar
tidak rusak.
d) Terumbu karang
Terumbu karang adalah sekumpulan hewan karang yang bersimbiosis
dengan sejenis tumbuhan alga. Hewan karang bentuknya aneh,
menyerupai batu dan mempunyai warna dan bentuk beraneka rupa.
Hewan ini disebut polip, merupakan hewan pembentuk utama terumbu
karang yang menghasilkan zat kapur. Polip-polip ini selama ribuan
tahun membentuk terumbu karang. Dalam ekosistem terumbu karang
ada karang yang keras dan lunak. Karang batu ini menjadi pembentuk
utama ekosistem terumbu karang. Manfaat Terumbu Karang.
Dalam konteks ekonomi, terumbu karang menyediakan sejumlah
manfaat yang dapat dikelompokkan menjadi dua golongan, yaitu
manfaat berkelanjutan dan manfaat yang tidak berkelanjutan.
(1) Manfaat berkelanjutan meliputi:
Perikanan lepas pantai
Berbagai sumberdaya ikan pelagis (mis. Scombridae, Exocoetidae,
Carangidae, Charcharinidae) bergantung pada ekosistem terumbu
karang, baik sebagai lokasi memijah, membesarkan anak, dan
makan.
Perikanan terumbu
Empat kelompok sumberdaya ikan terumbu yang penting bagi
nelayan:
(a) Wan (Muraenidae, Serranidae, Holocentridae, Lutjanidae)
(b) Avertebrata (Gastropoda, Bivalva, Krustasea,
Cephalopoda, Ekhinodermata, Coelenterata)
(c) Reptil (ular laut dan penyu)
(d) Makrofita (alga dan lamun)
Manfaat terumbu karang sebagai daerah tangkap ikan (fishing
ground) nelayan tradisional :
1. Perlindungan pantai dan pulau kecil
2. Wisata bahari
3. Marikultur
4. Bioteknologi-Perdagangan biota omamental
5. Wilayah, perlindungan-Penambangan pasir karang
6. Kerajinan suvenir-Penelitian dan pendidikan
Berbagai manfaat yang dapat diperoleh manusia dari
ekosistem terumbu karang, perlu diatur pengelolaannya karena
terumbu karang merupakan ekosistem yang rentan akan perubahan
lingkungan dan memiliki daya dukung terbatas. Dengan demikian,
beberapa manfaat berkelanjutan yang awalnya mampu disediakan
pada akhirnya tidak berkelanjutan karena laju pemanfaatinya yang
berlebihan atau metode yang digunakan bersifat merusak
(destruktif) seperti penangkapan ikan menggunakan racun sianida
atau bom. Aktivitas seperti pengumpulan biota ornamental (kerang
Conus bintang laut Linckia) yang pada awalnya hanya bertujuan
sebagai hobi atau koleksi, apabila sudah bersifat ekstraktif dan
bertujuan untuk memenuhi permintaan pasar (perdagangan) akan
berpotensi mengganggu keseimbangan ekosistem alami terumbu
karang.
Dampak terbesar dan paling merusak yang mungkin terjadi
atas ekosistem terumbu karang adalah pembangunan pesisir yang
pesat akibat pertumbuhan penduduk yang tinggi dan meningkatnya
berbagai kebutuhan manusia (pemukiman, perikanan, industri,
pelabuhan, dan lain-lain). Hal ini akan memicu peningkatan
tekanan ekologis terhadap ekosistem dan sumberdaya hayati yang
terkandung di dalamnya.
(2) Manfaat yang tidak berkelanjutan
(a) Aktivitas ekstratif
(b) Perikanan dengan metode destruktif
(c) Pengumpulan organisme terumbu
(d) Perdagangan biota ornamental
(e) Pembangunan pesisir

Tipe Terumbu Karang


Berdasarkan bentuk dan hubungan perbatasan tumbuhnya terumbu karang
dengan daratan (land masses) terdapat tiga klasifikasi tipe terumbu karang
yang sampai sekarang masih secara luas dipergunakan.
(1) Terumbu karang tepi (fringing reefs)
Terumbu karang tepi atau karang penerus berkembang di mayoritas
pesisir pantai dari pulau-pulau besar. Perkembangannya bisa
mencapai kedalaman 40 meter dengan pertumbuhan ke atas dan ke
arah luar menuju laut lepas. Dalam proses perkembangannya,
terumbu ini berbentuk melingkar yang ditandai dengan adanya
bentukan ban atau bagian endapan karang mati yang mengelilingi
pulau. Pada pantai yang curam, pertumbuhan terumbu jelas
mengarah secara vertikal. Contoh: Bunaken (Sulawesi), P. Panaitan
(Banten), Nusa Dua (Bali).
(2) Terumbu karang penghalang (barrier reefs)
Terumbu karang ini terletak pada jarak yang relatif jauh dari pulau,
sekitar 0.5 sampai 2 km ke arah laut lepas dengan dibatasi oleh
perairan berkedalaman hingga 75 meter. Terkadang membentuk
lagoon (kolom air) atau celah perairan yang lebarnya mencapai
puluhan kilometer. Umumnya karang penghalang tumbuh di
sekitar pulau sangat besar atau benua dan membentuk gugusan
pulau karang yang terputus-putus. Contoh: Great Barrier Reef
(Australia), Spermonde (Sulawesi Selatan), Banggai Kepulauan
(Sulawesi Tengah).
(3) Terumbu karang cincin (atolls)
Terumbu karang berbentuk cincin yang mengelilingi batas dari
pulau-pulau vulkanik yang tenggelam sehingga tidak terdapat
perbatasan dengan daratan. Menurut Darwin, terumbu karang
cincin merupakan proses lanjutan dad terumbu karang penghalang,
dengan kedalaman rata-rata 45 meter. Contoh: Taka Bone Rate
(Sulawesi), Maratua (Kalimantan Selatan), Pulau Dana (NTT),
Mapia (Papua).
Namun demikian, tidak semua terumbu karang yang ada di
Indonesia bisa digolongkan ke dalam salah satu dari ketiga tipe di
atas. Dengan demikian, ada satu tipe terumbu karang lagi yaitu:

(4) Terumbu karang datar/Gosong terumbu (patch reefs)


Gosong terumbu (patch reefs), terkadang disebut juga sebagai
pulau datar (flat island). Terumbu ini tumbuh dari bawah ke atas
sampai ke permukaan dan, dalam kurun waktu geologis, membantu
pembentukan pulau datar. Umumnya pulau ini akan berkembang
secara horizontal atau vertikal dengan kedalaman relatif dangkal.
Contoh: Kepulauan Seribu (DKI Jakarta), Kepulauan Ujung Batu
(Aceh)
b. Ekosistem Darat
Ekosistem darat ialah ekosistem yang lingkungan fisiknya berupa daratan.
Berdasarkan letak geografisnya (garis lintangnya), ekosistem darat
dibedakan menjadi beberapa bioma, yaitu sebagai berikut.
1) Bioma gurun
Beberapa Bioma gurun terdapat di daerah tropika (sepanjang garis
balik) yang berbatasan dengan padang rumput.
Ciri-ciri bioma gurun
a) Gersang dan curah hujan rendah (25 cm/tahun)
b) Perbedaan suhu antara siang dan malam sangat besar.
Suhu slang hari tihggi (bisa mendapai 45°C) sehingga penguapan
juga tinggi, sedangkan malam hari suhu sangat rendah (bisa
mencapai a°C).
c) Tumbuhan semusim yang terdapat di gurun berukuran
kecil. Selain itu, di gurun dijumpai pula tumbuhan menahun
berdaun seperti duri contohnya kaktus, atau tak berdaun dan
memiliki akar panjang serta mempunyai jaringan untuk
menyimpan air.
d) Hewan yang hidup di gurun antara lain rodentia, ular,
kadal, katak, dan kalajengking.
2) Bioma padang rumput
Bioma ini terdapat di daerah yang terbentang dari daerah tropik ke
subtropik.
Ciri-ciri
a) Hujan kurang lebih 25 – 30 cm per tahun dan hujan turun
tidak teratur.
b) Porositas (peresapan air) tinggi dan drainase (aliran air)
cepat.
c) Tumbuhan yang ada terdiri atas tumbuhan terna (herbs)
dan rumput yang keduanya tergantung pada kelembapan.
d) Hewannya antara lain : bison, zebra, singa, anjing liar,
serigala, gajah, jerapah, kanguru, serangga, tikus, dan ular.
3) Bioma Hutan Basah
Bioma hutan basah terdapat di daerah tropika dan subtropika.
Ciri-cirinya
a) Curah hujan 200-225 cm per tahun
b) Species pepohonan relatif banyak, jenisnya berbeda antar satu
dengan yang lainnya tergantung letak geografisnya.
Tinggi pohon utama antara 20 – 40 cm, cabang-cabang pohon
tinggi dan berdaun lebat hingga membentuk tudung (kanopi).
Dalam hutan basah terjadi perubahan iklim mikro (iklim yang
langsung terdapat sekitar organisme). Daerah tudung cukup
mendapat sinar matahari. Variasi suhu dan kelembapan
tinggi/besar, suhu sepanjang hari sekitar 25oC.
c) Dalam hutan basah tropika sering terdapat tumbuhan khas, yaitu
liana (rotan), kaktus, dan anggrek sebagai epifit.
d) Hewannya antara lain, kera, burung, badak, babi hutan, harimau,
dan burung hantu.
4) Bioma Hutan Gugur
Bioma hutan gugur terdapat di daerah beriklim sedang, ciri-cirinya
adalah sebagai berikut :
a) Curah hujan merata sepanjang tahun
b) Terdapat di daerah yang mengalami empat musim
(dingin, semi, panas, dan gugur)
c) Jenis pohon sedikit (10 s/d 20) dan tidak terlalu rapat
d) Hewannya antara lain rusa, beruang, rubah, bajing,
burung pelatuk, dan rakoon (sebangsa luwak).

5) Bioma taiga
a) Suhu musim dingin rendah
b) Bisanya taiga merupakan hutan yang tersusun atas satu
spesies seperti koifer, pinus, dan sejenisnya.
c) Semak dan tumbuhan basah sedikit sekali.
d) Hewannya antara lain moose, beruang hitam, ajag, dan
burung-burung yang bermigrasi ke selatan pada musim gugur.
6) Bioma tundra
Bioma tundra di belahan bumi sebelah utara di dalam lingkaran
kutub utara dan terdapat di puncak-puncak gunung tinggi.
Pertumbuhan tanaman di daerah hanya 60 hari. Contoh tumbuhan yang
dominan adalah Sphagnum, liken, tumbuhan biji semusim, tumbuhan
kayu yang pendek, dan rumput. Pada umumnya, tumbuhannya mampu
beradaptasi dengan keadaan yang dingin. Hewan yang hidup di daerah
ini ada yang menetap dan ada yang datang pada musim panas,
semuanya berdarah panas. Hewan yang menetap memiliki rambut atau
bulu yang tebal, contohnya muscox, rusa kutub, beruang kutub, dan
insekta terutama nyamuk dan lalat hitam.
Ekosistem Karst
Karst berawal dari nama kawasan batu gamping di wilayah
Yugoslavia. Nama ini kemudian dipakai secara umum oleh masyarakat
ilmiah untuk seluruh kawasan batu gamping yang terdapat di dunia.
Kawasan Karst terdapat di Indonesia antara lain Karst gunung Sewu,
Karst Selatan, Karst Maros, Karst Tuban dan beberapa tempat di
daerah Kalimantan. Tipe Karst di Indonesia merupakan Karst tropik
basah, yang membedakan dengan kawasan Karst di tempat lain di
dunia.
Kawasan Karst di Indonesia rata-rata mempunyai ciri-ciri yang
hampir sama yaitu, tanahnya yang kurang subur untuk pertanian,
sensitif terhadap erosi, mudah longsor, bersifat rentan dengan pori-pori
aerasi yang rendah, gaya permeabilitas yang lamban dan didominasi
oleh pori-pori mikro. Ekosistem karst mengalami keunikan, dengan
keragaman aspek biotis yang tidak dijumpai ekosistem lain.
Habitat dalam gua merupakan suatu habitat yang gelap total,
tidak ada sinar matahari yang masuk sehingga terdapat organisme
heterotrofik. Peran organisme khas gua seperti kelelawar yang setiap
malam hari mencari makan ke luar gua dan pada siang hari kembali
lagi, akan membawa energi dari luar gua untuk kehidupan berbagai
organisme gua (Arthropoda) terutama kotoran (guano) dan bangkai
kelelawar tersebut. Di samping itu energi dibawa oleh akar tumbuhan
yang berada di atas gua yang menembus dinding atas gua. Sungai
dalam lingkungan gua dengan membawa bahan organik. Gua juga
berperan transfer energi ke dalam lingkungan gua dengan membawa
bahan organik.
Di dalam gua sendiri mengalami jaring-jaring makanan yang
rumit. Perubahan-perubahan lingkungan di luar gua sangat
mempengaruhi kehidupan di dalam gua. Dalam kondisi gua yang
sangat ekstrem, tanpa adanya cahaya, kelembapan yang sangat tinggi
dan suhu konstan sepanjang tahun, mengakibatkan organisme
penghuni gua beradaptasi terhadap lingkungannya.
Bentuk adaptasi organisme gua
1) Adaptasi morfologi hewan diperlihatkan dengan
memucatkan warna kulit, adanya alat sensoris yang berkembang
sangat baik, mata mereduksi dll.
2) Adaptasi fisiologis yang diperlihatkan adalah tidak
adanya kemampuan untuk membedakan antara siang dan malam
hari sehingga hewan tidak peka terhadap sinar karena lingkungan
hidupnya yang gelap sepanjang tahun.
3) Tumbuhan di lingkungan gua mempunyai sifat
poiklihidri yaitu mempunyai ketahanan yang besar terhadap
kekurangan air secara berkala.
3. Perubahan Ekosistem
Ekosistem tidak bersifat statis tetapi bersifat dinamis atau lentur, artinya
ekosistem selalu mengalami perubahan. Perubahan yang terjadi ada ekosistem
dapat terjadi karena faktor alam dan faktor manusia.
a. Perubahan Ekosistem secara Alamiah
Akhir-akhir ini sering terjadi bencana alam berupa gunung meletus
atau gempa bumi. Peristiwa-peristiwa tersebut pat menyebabkan terjadinya
perubahan ekosistem. Misalnya, di hutan sekitar Gunung Merapi di Jawa
Tengah banyak hewan, tumbuhan dan makhluk hidup lainnya yang hidup
di sana. Jika terjadi gunung meletus Gunung merapi maka makhluk di sana
akan banyak yang mati. Begitu pula dengan bencana alam yang terjadi,
ekosistem akan berubah secara drastis. Dalam sebuah ekosistem, jika
mempengaruhi keadaan makhluk hidup berkurang maka akan
mempengaruhi keadaan makhluk hidup yang lainnya. Peristiwa alam lain
juga dapat merusak keseimbangan ekosistem adalah kebakaran hutan.
Baik di sengaja maupun tidak sengaja kebakaran hutan mengakibatkan
kerusakan ekosistem yang ada di dalamnya. Bahkan dapat memusnahkan
makhluk hidup yang ada di dalamnya.
b. Perubahan Ekosistem Akibat Perbuatan Manusia
Selain faktor alam faktor manusia juga berpengaruh terhadap ekosistem.
Manusia hanyalah salah satu spesies yang mempengaruhi ekosistem.
Tetapi, manusia membawa pengaruh yang sangat besar pada ekosistem.
Manusia selalu berusaha untuk memenuhi kebutuhannya, manusia
memanfaatkan alam dan lingkungannya. Namum pemanfaatannya secara
berlebihan tanpa memikirkan akibatnya. Beberapa kegiatan manusia dapat
menyebabkan perubahan ekosistem bahkan kerusakan ekosistem.
1) Penebangan pohon
Manusia banyak menebangi pohon-pohon besar untuk dijadikan
sebagai kayu bangunan dan kebutuhan lain, seperti kerajinan dan
peralatan rumah tangga. Bahkan, di beberapa daerah masyarakat
menebangi pohon untuk dijadikan bahan bakar, baik kayu bakar
maupun dijadikan arang. Kerusakan beberapa ekosistem berpengaruh
pada kerusakan habitat beberapa jenis makhluk hidup. Selain,
penebangan hutan tropis, hutan bakau yang sangat berguna juga hancur
karena ulah manusia. Kerusakan hutan-hutan ini berpengaruh pada
makhluk hidup dan tanahnya.
2) Pertanian
Di banyak negara tropis, usaha pertanian banyak didahuluai
dengan pembukaan lahan. Dengan adanya pembukaan lahan, sudah
pasti ada penyingkiran tumbuhan yang berakibat pada kacaunya
keseimbangan ekosistem. Apabila terjadi hujan maka karena tanah
terbuka, pengikisannya meningkat. Hal ini berakibat pada hilangnya
beberapa zat hara tanah dan akan menghasilkan tumbuhan yang
berbeda pada pertumbuhan sekundernya setelah beberapa tahun. Pada
ladang berpindah, ada kondisi bera untuk beberapa saat. Jika masa bera
itu cukup lama maka pertumbuhan kembali akan memantapkan
kembali spesies hutan kayu. Tetapi, jika masa bera pendek
pertumbuhan sekunder tidak mampu mengadakan regenerasi lebih dari
tahap padang rumput dan daerah hutan seperti ini disebut dengan
sabana turunan.
3) Kegiatan lain-lain
Kegiatan lain yang mempengaruhi ekosistem yang dilakukan manusia
antara lain peternakan, irigasi, urbanisasi, dan industrialisasi yang
menyebabkan pencemaran lingkungan. Pencemaran lingkungan ini
meliputi pencemaran air, udara, dan tanah.
Cepatnya pertambahan populasi dan berbagai kemajuan teknologi
berpengaruh pada berbagai habitat di alam. Perubahan ini ada yang
positif dan menguntungkan, tetapi juga dapat menyebabkan perubahan
yang negatif. Salah satu perubahan yang negatif adalah hancur dan
hilangnya kekayaan alam yang sangat berharga, untuk itu pengetahuan
ekologi sangat dibutuhkan agar manusia dapat memanfaatkan
kekayaan alam dengan bijaksana.
Ekosistem mempunyai beberapa karakteristik mendasar, yaitu :
a) Ekosistem mempunyai struktur hidup dan tak hidup
b) Dalam ekosistem terdapat dua proses, yaitu daur
kimia an aliran energi
c) Pada suatu waktu ekosistem mengalami perubahan
dan akan berkembang melalui proses yang disebut suksesi.
c. Pengaruh Penggunaan Bahan Kimia terhadap Lingkungan
Kerusakan lingkungan yang terjadi akhir-akhir ini sudah tergolong
sangat parah. Pencemaran lingkungan sudah terjadi di hampir wilayah.
Indonesia sebagai negara berkembang, memiliki tingkat kerusakan
lingkungan yang tinggi. Selain akibat dari peristiwa alam dan ulah
manusia yang sengaja merusak lingkungan untuk kepentingan pribadi,
penggunaan bahan kimia di lingkungan sekitar kita, tanpa disadari dapat
merusak lingkungan dan ekosistemnya. Misalnya penggunaan pupuk
buatan tidak sesuai dengan takaran yang seharusnya. Petani biasanya
menggunakan pupuk untuk menyuburkan tanaman. Karena keinginan
untuk menghasilkan produksi pertanian yang lebih tinggi maka petani
tidak jarang menggunakan pupuk secara berlebihan. Memiliki kemampuan
sendiri dalam menyerap pupuk. Akibatnya kelebihan pupuk tersebut akan
mengendap di dalam tanah. Jika terjadi hujan, maka pupuk yang tidak
digunakan itu akan ikut dalam aliran air. Misalnya, aliran air itu bermuara
di sungai atau danau. Pada mulanya pupuk yang berada dalam danau ini
akan menyuburkan tanaman air. Namun, jika jumlahnya sangat banyak
pertumbuhan tanaman air tersebut menjadi tidak terkendali. dengan
pertumbuhan yang tidak terkendali dari tanaman air akan menutup
perairan sehingga merintangi atau mengganggu transportasi air,
mempercepat pendangkalan perairan, menyumbat saluran irigasi serta
instalasi pembangkit listrik tenaga air.
Adanya perubahan-perubahan pada populasi mendorong perubahan
pada komunitas. Perubahan-perubahan terjadi menyebabkan ekosistem
berubah. Perubahan ekosistem akan berakhir setelah terjadi keseimbangan
ekosistem. Keadaan ini merupakan klimaks dari ekosistem. Apabila pada
kondisi seimbang datang gangguan dari luar, keseimbangan ini dapat
berubah, dan perubahan yang terjadi akan selalu mendorong terbentuknya
keseimbangan ini dapat berubah, dan perubahan yang terjadi akan selalu
mendorong terbentuknya keseimbangan baru. (Sumber : Keseimbangan
Ekosistem oleh Heri Sulistyanto dari Crayonpedia). Rangkaian perubahan
mulai dari ekosistem tanaman perintis sampai mencapai ekosistem klimaks
disebut suksesi. Terjadinya suksesi dapat kita amati pada daerah yang baru
saja mengalami letusan gunung berapi. Rangkaian suksesinya sebagai
berikut.
Mula-mula daerah tersebut gersang dan tandus. Setelah beberapa
saat tanah akan ditumbuhi oleh tumbuhan perintis, misalnya lumut kerak.
Tumbuhan perintis ini akan menggemborkan tanah, sehingga tanah dapat
dipengaruhi rumput-rumputan yang tahan kekeringan. Setelah rumput-
rumput ini tumbuh dengan suburnya, tanah makin gembur karena akar-
akar rumput dapat menembus dan melapukan tanah, juga karena rumput
yang mati akan mengundang datangnya decomposer (pengurai) untuk
mengurai sisa tumbuhan yang mati. Dengan semakin subur dan
gemburnya tanah maka biji-biji semak yang terbawa dari luar daerah itu
akan tumbuh, sehingga proses pelapukan akan semakin banyak. Dengan
semakin gemburnya tanah, pohon-pohon akan mulai tumbuh. Kehadiran
pohon-pohon akan mendesak kehidupan rumput dan semak sehingga
akhirnya tanah akan didominasi oleh pepohonan. Sejalan dengan
perubahan vegetasi, hewan-hewan yang menghuni daerah tersebut juga
mengalami perubahan tergantung pada perubahan jenis vegetasi yang ada.
Ada hewan dan ada hewan yang pergi. Komunitas klimaks yang terbentuk
dapat berupa komunitas yang homogen, tapi dapat juga komunitas yang
heterogen. Contoh komunitas klimaks homogen adalah hutan pinus, hutan
jati. Contoh komunitas klimaks yang heterogen misalnya hutan hujan
tropis.
1. Ekosiste 4. Berikut
m adalah interaksi antara makhluk hidup ini adalah pernyataan yang benar tentang
dengan …. faktor abiotik lingkungan, kecuali ….
a. lingkungan a. merupakan kumpulan individu
b. komponen biotik b. contohnya adalah batuan, udara, dan
c. organisme lain air
d. lingkungan abiotik c. tidak dapat berkembang biak
e. komunitasnya d. organisme tidak tergolong dalam
Jawab : a kelompok faktor ini
2. Berdasar e. cahaya matahari termasuk dalam
kan aliran airnya, ekosistem dibedakan kelompok faktor ini
menjadi …. Jawab : a
a. tersentrial dan 5. Organis
akuatik me yang mampu memproduksi makanan
b. payau, tawarm sendiri disebut sebagai organisme ….
dan asin a. heterotr
c. tergenang dan of
mengalir b. saprotro
d. tropis dan f
subtropis c. heterotr
e. sungai laut of
Jawab : b d. autotrof
3. Di e. fagotrof
bawah ini termasuk dalam faktor biotik Jawab : b
adalah …. 6. Organis
a. hewan, me yang memperoleh makanan dengan
tumbuhan, dan cahaya makan organisme lain disebut ….
b. hewan, a. kemotrof
pengurai, dan air b. saprotrof
c. tanah, c. heterotrof
tumbuhan, dan pengurai d. autotrof
d. cahaya, suhu, e. fagotrof
dan pengurai Jawab : b
Jawab : e 7. Tupai,
semut, dan tikus tergolong organisme ….
a. autotrof 10. Matahar
b. saprotrof i merupakan sumber energi yang secara
c. karnivora langsung digunakan oleh ….
d. herbirvore a. organisme herbivore
e. omnivore b. makhluk hidup
Jawab : d c. jamur dan bakteri
8. Tumbuh d. organisme fotosintetik
an hijau tergolong organisme autrofik. e. konsumen puncak
Kata autrofik berasal dari kata auto dan Jawab : a
trophe …. 11. Peranan
a. sendiri decomposer pada ekosistem adalah
dan energi membantu ….
b. aliran a. peromba
dan energi kan senyawa organik menjadi
c. aliran senyawa sederhana
dan makanan b. memben
d. sendiri tuk senyawa organik dari senyawa
dan makanan anroganik
e. sendiri c. membus
dan aliran ukkan senyawa organik menjadi
Jawab : d senyawa organik lain
9. Organis d. membon
me saprotrof memperoleh energi dari …. gkar senyawa yang telah lapuk
a. menyera menjadi senyawa organik
p nutrisi organisme lain e. melarutk
b. makan an senyawa anorganik menjadi lebih
organisme lain sederhana
c. mengura Jawab : b
ikan sampah 12. Kompon
d. menjadi en komunitas pada ekosistem laut adalah
parasit dalam tubuh ….
e. memanf 1. ubur-ubur 6. cumi-cumi
aatkan cahaya matahari 2. bunga karang 7.
Jawab : a perifiton
3. zooplankton 8. Jawab : e
kerang 14. Gambar
4. cacing kecil 9. ekosistem air tawar. Berdasarkan gambar
bentos di daerah III terdapat komponen biotik ….
5. fitoplankton 10. a.
udang herbivore
Berdasarkan data di atas produsen yang b.
dapat memenuhi kebutuhan semua karnivore
konsumen adalah …. c.
a. 1,2,3 konsumen dan decomposer
b. 2,3,4 d.
c. 4,5,6 herbivore karnivore
d. 5,7,9 e.
e. 6,8,10 produsen dan konsumen
Jawab : b Jawab : c
13. Diketah 15. Suatu
ui ciri-ciri suatu ekosistem darat sebagai habitat ekosistem darat mempunyai ciri-
berikut …. ciri sebagai berikut ….
- hujan 1. Curah hujan tinggi ± 225 cm per tahun
tidak teratur 2. flora dan fauna heterogen
- porosita 3. terdapat iklim mikro
s dan drainase cepat dan tinggi 4. matahari bersinar sepanjang tahun
- curah 5. tumbuhan khas liana
hujan antara 25-30 cm Berdasarkan ciri-ciri habitat tersebut,
- hewann bioma yang sesuai adalah …. (UAN
ya antara lain : zebra, singa, bison, 1992)
anjing liar. a. hutan gugur
Berdasarkan ciri-ciri tersebut di atas b. hutan hujan tropik
berarti ekosistem darat merupakan bioma c. taiga
…. d. tundra
a. gurun e. padang rumput
b. hutan gugur Jawab : b
c. taiga 16. Organis
d. padang rumput me yang ditemukan hidup di daerah dasar
e. tundra perairan litoral adalah jenis ….
a. bentos Berdasarkan ciri-ciri tersebut, maka dapat
b. perifeton diketahui bioma tersebut adalah … (UAN
c. neuston 1993)
d. nekton a. hutan tropis
e. plankton b. hutan gugur
Jawab : e c. taiga
17. Di d. tundra
bawah ini beberapa vegetasi di daerah e. gurun
pantai : 19. Pada
1. Waru ekosistem pantai ditemukan ciri
2. Bakung lingkungan sebagai berikut…
3. Rumput angin - daerah
4. Pandan turi berpasir atau batu cadas
5. Telapak kambing - terletak
Tumbuhan terdapat ada formasu agak jauh dari pantai
pescaprae adalah …. - ditemuk
a. 1 an juga tanaman Hernandia,
Terminalia dan lain-lain
d. 4
- ditemuk
b. 2
an jenis mammalia
Dari keterangan di atas dapat diambil
e. 5
kesimpulan, bahwa pantainya mempunyai
c. 3
formasi ….
Jawab : b
c. pascaprae
18. Ditemuk
d. baringtonia
an bioma pada ekosistem darat dengan
e. bakau
ciri-ciri sebagai berikut.
f. spenifek
1. curah hujan sangat rendah
g. casuarine
2. evaporasi lebih tinggi dari peresapan
Jawab : a
3. tumbuhan menahun memiliki lapisan
20.
kutikula tebal
Ekosistem darat terbagi atas beberapa
4. tumbuhan semusim mempunyai daun
bioma, seperti gurun, padang rumut, hutan
kecil-kecil bahkan tidak berdaun
basah, hutan gugur, taiga dan tundra.
5. hewannya rodentiam ular, kadal dan
Terbentuknya daerah/bioma di atas,
semut.
karena ….
a. perbedaan udara dan jenis
tanah
b. perbedaan letak ada garis
lintang dan ketinggian
c. perbedaan jenis makhluk hidup
yang mendiaminya
d. persamaan jenis makhluk
hidup yang mendiaminya
e. persamaan jenis tanah dan
makhluk hidup.
Jawab : a
Isilah titik-titik di bawah dengan jawaban yang tepat !
1. Komponen penyusun ekosistem terdiri atas 2
faktor yaitu ? biotik, abiotik
2. Individu sejenis yang bergabung membentuk
satu populasi ? populasi
3. Istilah untuk stratum bawah dimana terdapat
tumpukan bahan-bahan organik adalah ?
4. Protein terdenaturasi disebabkan salah satu
faktor abiotik, yaitu ? suhu
5. Secara garis besar ekosistem dibedakan
menjadi 2, yaitu ? biotik, abiotik
6. Sumber energi dalam metabolisme
dibedakan menjadi 2, yaitu ? klorofil
7. Kumpulan makhluk hidup dari berbagai
jenis akan membentuk ? populasi
8. Organisme yang berperan dalam mengubah
komponen organik menjadi komponen anroganik adalah ? decomposer
9. Organisme yang tergantung pada organisme
lain dalam memperoleh energi disebut ? konsumen
10. Dua proses yang harus ada dalam suatu
ekosistem adalah ? daur kimia dan aliran energi
11. Ekosistem air mengalir disebut sebagai ?
ekosistem perairan
12. Berdasarkan proses terbentuknya, ekosistem
dibedakan menjadi ? 2 macam
13. Kata auto dalam kata autotrofik artinya
adalah ? sendiri
14. energi dalam suatu ekosistem akan
membentuk ….. sehingga menjadi ketersedianya di alam.
15. Teratai, ikan, dan bekicot merupakan
anggota ekosistem ? air tawar
Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini dengan singkat dan jelas !
1. Jelaskan pengertian ekosistem
Jawab : ekosistem adalah interaksi atau hubungan timbal balik antara makhluk
hidup dengan lingkungannya.
2. Suatu ekosistem merupakan keadaan yang mapan. Jelaskan maksudnya !
Jawab :
3. Apakah yang dimaksud dengan homeostasis ekosistem ?
Jawab :
4. Jelaskan yang dimaksud dengan tentang istilah jalur hijau!
Jawab :
5. Suatu ekosistem biasanya terdiri dari 3 komponen biotik. Sebutkan dan
jelaskan peranannya dalam ekosistem!
Jawab :
6. Jelaskan pengertian individu, populasi, dan komunitas! Berilah contohnya!
Jawab :
7. Sebutkan asal kata autotrof, artinya, dan beri contoh organisme yang
termasuk di dalamnya!
Jawab :
8. Mengapa makhluk hidup sangat dipengaruhi faktor biotik ?
Jawab :
9. Apakah syarat suatu hubungan dengan lingkungannya dapat disebut
sebagai ekosistem?
Jawab :
10. Sebutkan beberapa fungsi buatan dan beri contohnya!
Jawab :
1. Hubungan timbal balik antara makhluk e. heterotr
hidup dengan lingkungan hidupnya of
disebut …. Jawab : a
a. ekosiste 4. Satuan terkecil makhluk hidup
m yang menyusun ekosistem adalah ….
b. populasi a. individu
c. individu b. populasi
d. komunit c. komunit
as as
e. lingkung d. ekosiste
an m
Jawab : e e. sampel
2. Berikut ini termasuk Jawab : a
komponen abiotik lingkungan adalah …. 5. Berdasarkan terjadinya
a. tumbuha ekosistem dikelompokkan menjadi ….
n, hewan, dan air a. ekosiste
b. tanah, m perairan dan ekosistem daratan
air, dan cahaya b. ekosiste
c. tanah, m alami dan ekosistem buatan
tumbuhan, dan hewan c. ekosiste
d. suhu, m tropis dan ekosistem subtropis
cahaya, dan hewan d. ekosiste
e. tumbuha m daratan dan ekosistem laut
n, suhu, dan cahaya e. ekosiste
Jawab : b m tunggal dan ekosistem ganda
3. Organisme yang dapat Jawab : a
mengolah makanan sendiri melalui proses 6. Berikut ini contoh ekosistem
fotosintesis disebut …. buatan adalah ….
a. produse a. pegunun
n gan
b. konsum b. sungai
en c. akuariu
c. pengurai m
d. detrivor d. danau
e e. hutan
Jawab : c c. heterotr
7. Termasuk ekosistem terrestrial of
adalah …. d. kemotro
a. hutan f
b. kolam e. heterotr
c. sungai of
d. danau Jawab : a
e. rawa 11. Berikut ini adalah ciri-ciri
Jawab : ekosistem air tawar, kecuali ….
8. Contoh ekosistem perairan a. kadar
lentik adalah …. garam/salinitasnya sangat rendah
a. sungai b. variasi
b. danau suhu sangat rendah
c. rawa c. penetras
d. laut i cahaya matahari kurang
e. hutan d. dipengar
Jawab : uhi oleh iklim dan cuaca
9. Faktor alam yang dapat e. memilik
menyebabkan perubahan pada ekosistem i kadar mineral yang tinggi
adalah …. Jawab : e
a. peneban 12. Daerah laut yang masih dapat
gan pohon ditembus cahaya matahari dengan
b. pertania kedalaman maksimum 200 m disebut ….
n a. daerah
c. urbanisa fotik
si b. daerah
d. irigasi twilight
e. banjir c. daerah
Jawab : a afotik
10. Kelompok organisme yang d. daerah
memperoleh energi dari memakan limfotik
tumbuhan atau organisme lain disebut …. e. daerah
a. fagotrof neritik
b. sapotrof Jawab : a
13. Jamur dan bakteri termasuk 16. Suatu ekosistem anggotanya
komponen penyusun ekosistem yaitu …. adalah alga, udang-udangan, ikan, ubur-
a. produse ubur, dan penyu. Ekosistem yang
n dimaksud adalah ….
b. konsum a. sawah
en b. laut
c. detrivor c. kolam
d. decomp d. danau
oser Jawab : b
e. heterotr 17. Yang dimaksud dengan
of mikroekosistem adalah ….
Jawab : d a. ekosiste
14. Kedaan muka bumi suatu m yang dibuat oleh manusia
daerah yang akan mempengaruhi b. ekosiste
distribusi makhluk hidup disebut …. m yang berukuran besar
a. topograf c. ekosiste
i m yang terbentuk secara alami
b. habitat d. ekosiste
c. bioma m yang berkuran kecil
d. biosfer e. ekosiste
e. komunit m yang telah mengalami suksesi
as Jawab : d
Jawab : d 18. Di bawah ini, urutan dari
15. Kumpulan individu-individu lingkup yang paling kecil adalah ….
yang terdiri dari satu spesies yang a. individu
menempati wilayah tertentu, dalam waktu , komunitas, populasi, ekosistem,
tertentu disebut …. biosfer,
a. individu b. individu
b. populasi , populasi, ekosistem, komunitas,
c. komunit biosfer
as c. individu
d. ekosiste , populasi, komunitas, ekosistem,
m biosfer
e. bioma
Jawab : b
d. individu b. ekosiste
, ekosistem, komunitas, populasi, m
biosfer c. komunit
e. individu as
, ekosistem, populasi, komunitas, d. kumpula
biosfer n individu
Jawab : c e. populasi
19. Ekosistem di bawah ini adalah Jawab : e
…. 22. Tumbuhan hijau dalam proses
a. ekosiste fotosintensis memerlukan ….
m perairan lentik a. cahaya
b. ekosiste matahari dan karbondioksida
m air payau b. cahaya
c. ekosiste matahari dan oksigen
m laut c. cahaya
d. ekosiste matahari, oksigen, dan air
m sungai d. cahaya
e. ekosiste matahari, karbondioksida, dan air
m tropika e. cahaya
Jawab : c matahari, karbondioksida, dan oksigen
20. Semua organisme yang Jawab : a
menempati daerah tertentu merupakan 23. Tumbuhan teduh dan
suatu …. tumbuhan surya adalah pengelompokkan
a. populasi tumbuhan berdasarkan besarnya
b. komunit kebutuhan akan ….
as a. air
c. ekosiste b. hara
m c. cahaya
d. biosfer d. oksigen
e. kumpula e. kelemba
n individu pan
Jawab : b Jawab : c
21. Sepuluh ekor jangkrik dalam 24. Chara adalah tumbuhan teduh
suatu lingkungan merupakan suatu …. yang banyak ditemukan di ….
a. individu
a. sela-sela b. menghas
pepohonan ilkan pangan
b. perairan c. untuk
tawar tujuan konservasi
c. tempat d. menyedi
lembab akan makan pokok
d. lantai e. mencuk
hutan upi kebutuhan pangan
e. air Jawab : c
payau 27. Aliran energi dalam alam
Jawab : a ekosistem terjadi melalui….
25. Berikut ini pernyataan yang a. suksesi
salah tentang organisme heterotrof adalah primer
…. b. rantai
a. organis makanan
me ini tidak dapat menyusun makanan c. suksesi
sendiri sekunder
b. kuda d. proses
dan kerbau tergolong dalam kelompok fotosinstesis
organisme heterotrof e. proses
c. organis adaptasi
me ini bergantung pada makhluk Jawab : b
hidup lain 28. Pada permukaan hutan untuk
d. lumut sistem ladang berpindah, terdapat masa
kerak tergolong dalam kelompok ini bera. Yang dimaksud dengan masa bera
e. memanf adalah ….
aatkan energi cahaya untuk sumber a. masa
energinya pengolahan tanah oleh manusia
Jawab : a b. masa
26. Sawah adalah ekosistem tanah lahan dibiarkan
buatan yang dibuat dengan tujuan sebagai c. masa
berikut, kecuali …. tanam hingga masa panen
a. untuk d. masa
tujuan ekonomi dari panen ke masa panen yang
berikutnya
e. masa 31. Dalam ekosistem, cacing tanah
penanaman tanaman kacang-kacangan merupakan organisme ….
Jawab : a. heterotr
29. Masa bera yang cukup lama of
sampai beberapa tahun maka akan b. konsum
menyebabkan …. en II
a. lahan c. herbivor
kehilangan kesuburan e
b. lahan d. produse
banyak kehilangan hara n
c. terbentu e. konsum
k padang rumput sekunder en II
d. terjadi Jawab : e
pemantapan kembali hutan kayu 32. Senyawa organik pada
e. tanah ekosistem terbentuk dari proses ….
tidak lagi dapat ditanami a. pembus
Jawab : ukan senyawa organik
30. Hal berikut benar tentang b. pembus
ekosistem, kecuali …. ukan senyawa organik
a. merupak c. aliran
an hubungan timbal balik makhluk energi
hidup dan lingkungan d. jaring-
b. terjadi jaring makanan
interaksi antara makhluk hidup dengan e. rantai
lingkungan biotik dan abiotik makanan
c. hubunga Jawab : d
n antarorganisme yang berada pada 33. Kelompok organisme diatas,
level tertentu. dalam istilah ekologi disebut ….
d. mengala a. kelompo
mi perubahan sehingga disebut k jerapah
bersifat dinamis b. gabunga
e. mengala n individu
mi suksesi untuk mencapai c. populasi
kemapanan jerapah
Jawab : d
d. kompon d. laut,
en biotik hutan lindung, dan rawa
e. makhluk e. waduk,
hidup kultur labolatorium, dan akuarium
Jawab : c Jawab : e
34. Berikut ini termasuk 37. Fitoplankton, bakteri, dan ikan
ekosistem perairan tawar, kecuali …. alam akuarium ekosistem secara berurutan
a. rawa berperan sebagai ….
b. sungai a. produse
c. danau n, konsumen, dan pengurai
d. pantai b. produse
e. waduk n, fatograf, dan konsumen
Jawab : d c. produse
35. Berikut ini termasuk produsen n, heterotrof
akuatik adalah …. d. produse
a. eceng n, saprotrof, dan fagotrof
gondok, teratai, dan pacar air e. produse
b. kangkun n, pengurai, dan saprotrof
g, fitoplankton, dan eceng gondok Jawab : d
c. zooplan 38. Berikut ini termasuk makhluk
kton, alga, dan kangkung hidup penghuni ekosistem terrestrial,
d. pacar kecuali ….
air, bakau, dan zooplankton a. rumput,
e. alga, kuda, dan serangga
zooplankton, dan teratai b. kambing
Jawab : a , burung, dan cacing
36. Di bawah ini yang termasuk c. kelinci,
ekosistem buatan adalah …. tikus, dan ular
a. kolam, d. katak,
sungai, dan akuarium serangga, dan fitoplankton
b. hutan, e. sapi,
sawah, dan danau cacing, dan rumput
c. kolam, Jawab : c
sungai, dan waduk 39. Tumbuhan yang bersifat
heterotrof adalah ….
a. Zeea
mays
b. Refflesi
a
c. Pisum
sativum
d. Curcum
a
e. Hibiscu
s
Jawab :
40. Faktor abiotik yang
mempengaruhi secara langsung gugurnya
daun pohon jati adalah ….
a. kelemba
pan
b. suhu
c. air
d. udara
e. panas
Jawab : b
1. Sebutkan ciri-ciri ekosistem air
laut!
Jawab :
2. Apakah yang dimaksud dengan
komunitas ?
Jawab :
3. Jelaskan yang dimaksud habitat!
Jawab :
4. Apakah yang dimaksud dengan
agroekosistem?
Jawab :
5. Sebutkan tujuh macam bioma yang
ada di permukaan bumi!
Jawab :
6. Jelaskan karakteristik dasar
ekosistem!
Jawab :
7. Apakah yang dimaksud dengan
organisme autrofik?
Jawab :
8. Apakah peran cahaya matahari
dalam ekosistem ?
Jawab :
9. Jelaskan tentang hutan mangrove!
Jawab :
10. Jelaskan yang dimaksud dengan
relung/nisia!
Jawab :

Perbaikan
1. Bagaimana peran suhu dalam ekosistem
Jawab : sel dapat pecah jika air di dalamnya membeku pada suhu di bawah
0oC dan protein pada sebagian besar organisme akan mengalami
denutrisi pada suhu diatas 0,5oC.
2. Jelaskan pembagian daerah ekosistem laut berdasarkan intensitas cahaya!
Jawab :

3. Apakah yang dimaksud dengan tundra?


Jawab : Tundra terdaat di belahan bumi sebelah utara di dalam lingkaran
kutub utara & terdapat di puncak-puncak gunung tertinggi
4. Sebutkan ciri-ciri hutan hujan tropis!
Jawab : - Curah hujan 200 – 225 cm per tahun
- Hewannya antara lain : kera, burung, badak, babi hutan, harimau,
dan burung hantu
5. Jelaskan tentang daerah litoral!
Jawab :

6. Jelaskan peran bakteri dan jamur dalam ekosistem


Jawab : organisme yang bertugas mengubah partikel-partikel organik
menjadi partikel anorganik disebut juga decomposer
7. Sebutkan akibat dari penebangan hutan bagi organisme penghuninya!
Jawab : organisme di dalam hutan akan kehilangan tempat tinggalnya
8. Sebutkan akibat dari pembuangan limbah industri kimia ke perairan!
Jawab : ari akan bercampur dan berdampak banyak ikan yang mati
9. Industrialisasi membawa pengaruh positif dan negatif bagi manusia,
jelaskan!
Jawab : + : Industri bisa menghasilkan suatu yang berguna bagi manusia
- : limbah dari industri bisa mencemari lingkungan
10. Pembukaan lahan akan meningkatkan pengikisan tanah apabila terjadi
hujan, jelaskan bagaimana hal tersebut terjadi dan apa akibat ?
Jawab :
1. Individu-individu yang sejenis akan a. alga
berkelompok membentuk suatu …. b. pohon
a. populasi c. ikan
b. komunitas d. rumput
c. ekosistem e. plankton
d. bioma Jawab : b
e. biosfer 6. Daerah ekosistem laut yang langsung
Jawab : a berbatasan dengan darat adalah ….
2. Ekosistem rawa termasuk dalam a. daerah batial
kelompok ekosistem …. b. daerah neritik
a. perairan lotik c. daerah litoral
b. perairan lentik d. daerah fotik
c. air asin e. daerah afotik
d. terrestrial Jawab :
e. daratan 7. Hewan seperti ikan, reptil, mamalia dan
Jawab : a burung merupakan hewan yang hidup di
3. Berdasarkan asal sumber bahan ekosistem ….
makanannya konsumen pemakan a. hutan tropis
tumbuhan disebut …. b. hutan gugur
a. perairan lotik c. hutan mangrove
b. karnivora d. hutan homogen
c. omnivore e. hutan heterogen
d. omne vivum Jawab : a
e. vivum 8. Hewan seperti ikan, reptil, mamalia dan
Jawab : a burung merupakan hewan yang hidup di
4. Contoh organisme autrofik dalam suatu ekosistem ….
hutan adalah …. a. habitat
a. alga b. relung
b. pohon c. bioma
c. ikan d. biosfer
d. rumput e. populasi
e. plankton Jawab :
Jawab : b 9. hutan dengan vegetasi yang terdiri dari
5. Ekosistem yang dipengaruhi oleh iklim tumbuhan berkayu (tinggi 50 – 80cm),
dan cuaca adalah ….
semak, herba, tumbuhan pemanjat (liana) 13. Tumbuhan hijau tergolong organisme
dan tumbuhan epifit adalah …. autotrofik. Kata autotrofik berasal dari
a. hutan tropis kata auto dan trophe yang artinya …
b. hutan gugur a. sendiri dan energi
c. hutan mangrove b. aliran dan energi
d. hutan homogen c. aliran dan makanan
e. hutan heterogen d. sendiri dan makanan
Jawab : a e. sendiri dan aliran
10. Eksosistem yang terjadi dengan Jawab :
sendirinya oleh alam, tanpa campur 14. Matahari merupakan sumber energi yang
tangan manusia disebut …. secara langsung digunakan oleh …
a. ekosistem alami a. organisme herbivore
b. ekosistem buatan b. makhluk hidup
c. ekosistem campuran c. jamur dan bakteri
d. ekosistem homogen d. organisme fotosintetik
e. ekosistem heterogen e. konsumen puncak
Jawab : a Jawab :
11. Berdasarkan aliran airnya, ekosistem 15. Sawah adalah ekosistem buatan yang
dibedakan menjadi …. dibuat dengan tujuan sebagai berikut,
a. terrestrial dan akuatik kecuali ….
b. payau, tawar, dan asin a. untuk tujuan ekonomi
c. tergenang dan mengalir b. menghasilkan pangan
d. tropis dan subtropis c. untuk tujuan konservasi air
e. sungai dan laut d. menyediakan makanan pokok
Jawab : e. mencukupi kebutuhan pangan
12. Hewan seperti tupai, semut, dan tikus Jawab : c
tergolong organisme …. 16. Berikut ini termasuk makhluk hidup
a. autotrof penghuni ekosistem terrestrial, kecuali …
b. saprotrof a. rumput, kuda, dan serangga
c. karnivora b. kambing, burung, dan cacing
d. herbivore c. kelinci, serangga, dan fitoplankton
e. omnivore d. katak, serangga, da fitoplankton
Jawab : e. sapi, cacing, dan rumput
Jawab : c
17. Berikut ini yang termasuk contoh suatu Jawab :
populasi adalah …. 21. Tumbuhan kangkung dalam ekosistem
a. seekor rusa perairan tawar berperan sebagai ….
b. sepetak sawah a. organisme heterotrof
c. sekelompok bebek b. konsumen promer
d. sekumpulan kupu-kupu dan c. organisme kemotrof
sekumpulan rumput d. organisme saprotrof
e. ikan di suatu kolam e. organisme autrotof
Jawab : e Jawab :
18. Senyawa anorganik pada ekosistem 22. Dari komponen penyusunnya, di bawah
terbentuk dari proses …. ini yang dapat disebut ekosistem adalah
a. pembusukan senyawa organik ….
b. pembusukan senyawa organik a. faktor abiotik, ikan, dan udang
c. aliran energi b. ikan, alga, dan organisme pengurai
d. jaring-jaring makanan c. faktor abiotik, tumbuhan, dan
e. rantai makanan pengurai
Jawab : b d. faktor abiotik, tumbuha hijau dan
19. Yang termasuk perairan lotik adalah …. hewan herbivore
a. danau e. tumbuhan, hewan herbivorem dan
b. rawa hewan karnivore
c. sungai Jawab :
d. laut 23. Sabana, hutan tropik, dan gurun pasir
e. waduk termasuk ekosistem ….
Jawab : a. tropika
20. Suatu komunitas disebut komunitas hutan b. terrestrial
pinus, karena …. c. akuatik
a. di semua bagian yang bisa hidup d. dataran rendah
hanya pohon pinus saja e. dataran tinggi
b. spesies yang dominan adalah pohon Jawab :
pinus 24. Berikut adalah anggota dari ekosistem
c. hutan sebagai tempat konservasi yang sama, kecuali….
tanaman a. teratai
d. pinus diambil manfaatnya oleh b. fitoplankton
masyarakat c. eceng gondok
e. pinus berperan sebagai produsen. d. dataran rendah
e. dataran tinggi c. padang rumput
Jawab : d. hutan bakau
25. Suatu ekosistem produsennnya adalah e. pedalaman
pohon, beberapa populasi yang ada adalah Jawab : b
rusa, kelinci, dan semut. Ekosistem 29. Dalam suatu ekosistem, yang berperan
tersebut adalah …. sebagai penyedia makanan dengan
a. laut memanfaatkan cahaya matahari adalah ….
b. kolam a. hewan herbivore
c. rawa b. hewan karnivore
d. hutan c. tumbuhan hijau
e. sawah d. semua tumbuhan
Jawab : e. jamur
26. Berikut ini termasuk dalam golongan Jawab : c
fagotrof, kecuali …. 30. Yang termasuk dalam satu komunitas
a. lalat adalah ….
b. ikan a. padi, serangga, katak, dan kura-kura
c. bakteri b. ikan, penyu, hiu, dan buaya
d. serigala c. pohon, harimau, burung, dan kuda nil
e. beruang d. rumput, capung, serangga, dan kupu-
Jawab : kupu
27. Yang termasuk produsen di perairan e. bakau, ikan, rumput, dan kambing
payau adalah …. Jawab : a
a. bakau 31. Yang termasuk satu populasi adalah ….
b. lili a. kumpulan nyamuk dan lalat
c. suplir b. kumpulan teratai dan katak
d. pandan c. kuda dan beberapa jangkrik
e. genjer d. kerbau dan beberapa jalak
Jawab : a e. kumpulan anjing laut
28. Suatu komunitas terdiri dari sekumpulan Jawab : e
pohon, sekumpulan monyet, dan juga 32. Makhluk hidup ini adalah di daerah yang
terdapat populasi Panthera tigris dan miskin oksigen, kecuali ….
populasi semak. Komunitas tersebut a. lele
adalah …. b. belut
a. sawah c. ikan gabus
b. hutan d. ikan koi
e. ikan betook
Jawab : d
33. Proses-proses yang berlawanan dalam
ekosistem berperan dalam hal di bawah
ini, kecuali …..
a. menjaga keseimbangan ekosistem
b. membuat ekosistem tetap stabil
c. mencegah terjadinya over populasi
d. menjamin ketersediaan sumber daya
bagi kehidupan
e. mengurangi keragaman hayati
Jawab : e
34. Seluruh ekosistem yang ada di bumi
dengan lapisan udara mengelilingnya
disebut dengan ….
a. biota
b. bioma
c. biosfer
d. ekologi
e. akosfer
Jawab : b
35. Jamur adalah makhluk hidup yang
menguraiakan sampah untuk mendapatkan
nutrisi, sehingga disebut ….
a. heterotrof
b. kemolitotrof
c. autotrof
d. fagototrof
e. saprotrof
Jawab : e
1. Bagaimana kegiatan pertanian dapat mengganggu ekosistem?
Jawab :

2. Jelaskan bagaimana topografi komponen penyusun ekosistem!


Jawab :

3. Apakah yang disebut detrivor?


Jawab :

4. Sebutkan beberapa fungsi ekosistem buatan dan beri contohnya!


Jawab :

5. Apakah yang dimaksud homeosatatis ekosistem?


Jawab :

Perbaikan
1. Jelaskan karakteristik hutan gugur daerah tropis!
2. Sebutkan hewan yang terdapat dalam ekosistem sabana!
3. Jelaskan karakteristik daerah neritik!
4. Apakah yang dimaksud ekosistem karang batu?
5. Sebutkan jenis ekosistem yang termasuk ekosistem vegetasi pamah
(dataran rendah)
6. Sebutkan pembagian ekosistem air tawar!
7. Bagaimana pengaruh suhu sebagai komponen ekosistem!
8. Jelaskan ciri ekosistem hutan pegunungan!
9. Sebutkan hewan yang hidup pada bioma gurun pasir!
10. Beri contoh tiga agroekosistem!