Anda di halaman 1dari 7

UTS, Nur Hidayat, SIM

PENGORGANISASIAN TUGAS PEMBELAJARAN DENGAN


MENGGUNAKAN EMAIL

Nur Hidayat
dayatnursmp@yahoo.co.id.

Abstrak : Perkembangan teknologi informasi yang sangat cepat


membawa dampak yang luar bisa bagi dunia pendidikan, terutama
proses pembelajaran. Hal ini membawa konsekuensi logis bagi
sekolah untuk mengikuti perkembangan teknologi tersebut. Sekolah
yang berperan sebagai agen perubahan dan transformasi nilai
budaya, harus meletakkan teknologi sebagai salah satu dasar
pengelolaannya. Dalam analisis sistem dijelaskan terdapat tiga unsur
dalam proses pembelajaran yang saling terkait, yaitu input, proses,
dan output. Secara skematis dapat digambarkan sebagai berikut :
Input Proses Output

Input, bukan hanya berupa siswa saja tetapi dapat juga berupa guru,
metoda, materi, media, dan teknologi. Sedang proses, merupakan
berinteraksinya input dengan faktor penyerta lain termasuk
lingkungan, yang membentuk suatu rangkaian kegiatan yang saling
mempengaruhi dan tidak dapat dipisahkan satu unsur dengan unsur
yang lain untuk menghasilkan suatu produk. Output itu sendiri
adalah hasil/produk dari suatu proses. Konteksnya dalam
pembelajaran teknologi merupakan input yang ikut berproses dan
ikut memberi warna terhadap output/hasil. Peran teknologi dalam
proses pembelajaran sangat strategis dalam membantu proses
pembelajaran. Sejalan dengan kemajuan teknologi informasi, sudah
saatnya guru mengaplikasikan IT dalam proses pembelajaran. Salah
satu teknonogi IT yang menurut penulis dapat diaplikasikan dalam
proses pembelajaran khususnya dalam pemberian tugas
pembelajaran adalah “Email”. Email merupakan salah satu aplikasi
internet untuk sarana komunikasi dalam bentuk elektronik (Henry
Pandia, 2007 : 3). Pengoperasian yang mudah dan dapat diakses
secara luas, bebas, dan tak terikat waktu. Pengorganisasian tugas-
tugas pembelajaran lewat email sangat membantu guru dalam
memberikan pendalaman materi pembelajaran kepada siswa. Tanpa
operasi kendali dari guru/sekolah, siswa dan guru dapat
berkomunikasi secara bebasterkendali dan terukur, tanpa perasaan
takut, malu, atau beban spikolgis lainnya, siswa bebas
berimprovisasi, bertanya, dan mengatasi kesulitan dalam proses
pembelajaran di kelas/sekolah.
Hal ini sangat membantu siswa dalam penguasaan materi
pembelajaran. Meski merupakan situs yang sudah tua, tetapi dapat
dijadikan salah satu bentuk inovasi dalam pembelajaran. Dengan
email pembelajaran akan lebih menarik dan menyenangkan. Kapan
lagi kalau tidak sekarang.

Kata kunci : Tugas pembelajaran dan Email.

LATAR BELAKANG MASALAH

Salah satu kesulitan yang dihadapi guru dalam proses pembelajaran adalah
pemberian tugas pembelajaran. Dalam panduan penyusunan KTSP, dijelaskan
bahwa PBM selain dilaksanakan dengan tatap muka, juga harus dilaksanakan
dengan pemberian tugas baik tugas terstruktur, maupun tugas mandiri, yang
bobotnya antas jenjang pendidikan berbeda. Untuk SD/MI/SLB maksimal 40
% ; SMP/MTS/SMPLB maksimal 50 %, dan SMA/MA/SMALB/SMK/MAK
maksimal 60 % (BSNP, 2006). Dari pengaturan beban belajar tersebut pastilah
tidak dapat terkaver semua, apalagi kalau intrumentasi penilaiannya tidak
disesuaikan dengan KTSP, jelas penugasan kepada siswa tidak akan maksimal.
Perlu diketahui bahwa fungsi dari pemberian tugas baik terstruktur maupun
mandiri adalah upaya memberikan pendalaman materi pembelajaran.
Bagaimana siswa mampu memahami materi pembelajaran dengan baik kalau
frekwensi dan intensitas tugas minim ? Belum maksimalnya guru dalam
memberikan tugas-tugas pembelajaran disebabkan oleh beberapa faktor, antara
lain :

Kesulitan dalam mengatur waktu, akibat banyak dan kompleksnya materi


pembelajaran tidak sebanding dengan alokasi waktu dalam struktur
kurikulum

Keterbatasan waktu yang dimiliki oleh guru dengan adanya beban mengajar
yang minimal 24 jam per minggu

Belum adanya regulasi yang mengatur tentang pelaksanaan sistem persekolahan


yang jelas, sistem paket atau sistem semester.
UTS, Nur Hidayat, SIM

Dalam hal ini masih rancu. Dengan KTSP ada dua pilihan sistem
persekolahan, yaitu sistem paket dan Semester.

Kesulitan dalam menilai dan memindai hasil pekerjaan/tugas siswa, sekolah


belum memiliki sistem penilaian yang cepat dan akurat, termasuk di
dalamnya instrumentasi penilaian yang belum sesuai dengan KTSP.

Penguasaan ICT/IT yang masih rendah.

Belum diimplementasikannya IT ke dalam PBM, beberapa kasus menunjukkan


prosentase pemakaian IT ke dalam PBM masih sedikit

PENGORGANISASIAN TUGAS PEMBELAJARAN

Tugas pembelajaran merupakan salah satu rangkaian kegiatan dalam proses


pembelajaran, yang menjadi wahana dalam pemahaman dan pendalaman
materi bahan ajar. Dalam petunjuk penyusunan KTSP sub pengaturan beban
belajar sudah jelas disebutkan tentang prosesntase dari tugas terstruktur dan
tugas mandiri. Untuk SD/MI/SLB maksimal 40 % ; SMP/MTS/SMPLB
maksimal 50 %, dan SMA/MA/SMALB/SMK/MAK maksimal 60 %. Yang
menjadi pertanyaan adalah sudahkan ketentuan tersebut dilaksanakan ?
Bagaimana cara guru melaksanakan ? Bagaimana cara guru menilai tugas
tersebut ? Apakah prosentase tugas tersebut realistis dan bukan sesuatu yang
dipaksakan ? Pertanyaan-pertanyaan tersebut memerlukan jawaban dan
tindakan nyata dari guru. Bisa dibayangkan seandainya 50 % saja dari tiap
mata pelajaran memberikan tugas terstruktur dan tugas mandiri, kapan siswa
dapat istirahat, bermain, dapat kita pastikan mulai hari senin sampai dengan
hari minggu sibuk dengan kegiatan belajar, kemudian kapan guru istirahat ?
kapan mengerjakan urusan yang lain ? Dilematis memang, dan itu merupakan
keharusan yang harus dilaksanakan. Dibutuhkan kreasi, inovasi, dan terobosan
baru/kiat khusus dalam menyikapi masalah tersebut. Satu hal yang juga
penting diperhatikan adalah bahwa dengan tugas terstruktur dan tugas mandiri
siswa tidak terbebani dan dilaksanakan dengan senang hati. Solusi yang
menurut penulis dapat menjembatani permasalahan tersebut di atas adalah :

Organisasikan tugas pembelajaran dengan menggunakan email

Dengan metode curah pendapat, siswa diajak mengomentari jawaban/hasil


tugas teman lain, satu poin cara penilaian sudah diperoleh guru

Polakan instrumentasi penilaian sesuai KTSP, dengan menggunakan program


Exel.

Sebagai bukti fisik ambil tiga terbaik dari semua tugas yang diberikan

Dengan solusi tersebut guru tidak akan merasa kesulitan dalam


mengaplikasikan tugas pembelajaran baik terstruktur maupuan mandiri, seperti
yang disyaratkan dalam KTSP.

Keberhasilan proses belajar ditentukan banyak indikator, namun sebagai


guru harus mempunyai tekat, kemauan, dan keyakinan yang tinggi bahwa apa
yang dilakukan dalam proses pembelajaran akan membuahkan hasil, dan
bukan kesia-siaan, sekomplek apapun permasalahan yang dihadapi dengan
semangat dan kemauan yang tinggi pasti dapat dilaksanakan. Kata pepatah
“banyak jalan menuju Roma”.

PROSPEKTIF EMAIL ( SEBUAH TEROBOSAN)

Seiring dengan kemajuan teknologi informasi aplikasi internet semakin


bertambah dan sudah banyak dimanfaatkan dalam berbagai bidang kehidupan,
seperti akademik, militer, ekonomi, medis, farmasi, kelautan, kehutanan,
media masa, periklanan, politik, industri, dll. Dari sekian banyak aplikasin
internet, yang paling banyak digunakan, antara lain adalah ; (1). Web/World
Wide Web; (2). E-mail/Electronic Mail; (3). Mailling List; (3). Newsgroup;
(4). Internet Relay Chat; (5). File Transfer Protocol/FTP; (6). Telnet; (7).
Gopher; (8). Ping (Henry Pandia, 2007).

Dari sekian banyak aplikasi dalam internet, yang akan penulis pakai dalam
UTS, Nur Hidayat, SIM

proses pembelajaran adalah “E-mail”/elektronik mail. Apa dan bagaimana


email ?

Elektronik mail yang sering disingkat email adalah surat yang disampaikan
melalui perangkat elektronik yang dinamakan komputer (Happy Chandraleka,
2008). Email merupakan aplikasi internet yang tergolong paling tua dan
paling banyak digunakan oleh pengguna internet. Banyak hal-hal yang dapat
dilakukan dengan email, seperti : berkirim surat, mengirim gambar, mengirim
file, membaca surat, menyimpan dalam file, mencetak file, dengan biaya
murah dan cepat, bebas mengakses tanpa batasan waktu.

Syarat utama untuk dapat mengaplikasikan email adalah harus memiliki email,
yaitu mendaftar lebih dahulu pada penyedia layanan email. Di internet banyak
sekali penyedia layanan email, baik yang gratis maupun yang berbayar. Untuk
penyedia layanan email gratis dapat menggunakan aplikasi Yahoo ! Mail
Indonesia (http://mail.yahoo.co.id) dan Gmail milik google
(http://google.com).

Banyak buku-buku panduan tentang aplikasi internet yang dapat dipakai


sebagai acuan untuk mengelola email, seperti “Cara Mudah Mengelola Email”
karangan Happy Chandraleka, buku “Cara Menggunakan Internet” karangan
Nana Suarna, ST. Pepatah mengatakan “tak kenal maka tak sayang”. Jadi tidak
ada lagi alasan gaptel sekarang ini, kuncinya ada pada kemauan (good will to
him self).

Jadi email sangat prospektif dalam membantu guru mengorganisasikan tugas-


tugas pembelajaran, sehingga waktu dalam PBM benar-benar dapat efektif.
Guru tidak lagi membagi waktu untuk membacakan tugas/menjelaskan tugas,
guru tinggal mengatakan “tugas ada di email/lihat emal”. Dengan demikian
pencapaian KKM dan ketuntasan dalam PBM dapat terwujud. Good luck !
Selamat mencoba.

PENUTUP
Kemajuan teknologi informasi dan komunikasi yang sangat pesat membawa
pengaruh kuat pada peradaban manusia. Salah satu fungsi sekolah adalah
sebagai agen tranformasi budaya, yang mau tidak mau harus mengikuti
kemajuan tersebut. Guru yang merupakan salah satu agen transformasi nilai-
nilai budaya juga dituntut sama untuk menguasai teknologi terlebih di dalam
pengelolaan proses pembelajaran. Aplikasi IT ke dalam proses pembelajaran
akan memberi warna dan manfaat baik bagi guru maupun siswa yang pada
endingnya dapat memberikan hasil belajar yang bermakna, outhentik, dan
tahan lama. Variasi dan inovasi pembelajaran sangat diperlukan dalam
mengatasi berbagai masalah dalam proses belajar, seperti rasa jenuh, bosan,
kurang menarik, monoton, yang itu semua akan mempengaruhi minat dan
motivasi dalam belajar. Proses belajar bukan sesuatu yang berjalan monoton
dan bersifatb rutin, melainkan suatu kegiatan yang berkembang, berubah-ubah,
dan progresif. Aplikasi teknologi Informasi ke dalam proses pembelajaran
merupakan hal yang tidak dapat dihindarkan tetapi harus dilakukan jika
menginginkan proses pembelajaran itu berhasil.

Majulah guruku, majulah bangsaku, jayalah Indonesiaku.

Bravo Guru !

DAFTAR PUSTAKA

Chandraleka, Happy. 2008, Cara Mudah Mengelola Email, Jakarta, Mediakita

Google, Fitur Email Google, http://www.google.com.

Pandia, Henry. 2007, Teknologi Informasi dan Komunikasi, Bandung, Erlangga

..................., 2006, Panduan Penyusunan Kurikulum Tingkat satuan Pendidikan,


Jakarta, BSNP.
UTS, Nur Hidayat, SIM