Anda di halaman 1dari 16

Ê Ê

   


‘ Ê  

Selama rentang kehidupan manusia, telah terjadi banyak pertumbuhan dan


perkembangan dari mulai lahir sampai meninggal dunia. Sebagaimana telah
disinggung pertumbuhan dan perkembangan Psiko-Fisik, banyak sekali hal-hal
yang seharusnya dibicarakan yang amat penting bagi kita dalam tahap awal
pertumbuhan dan perkembangan Psiko-Fisik itu sendiri. Sesungguhnya terdapat
berbagai persoalan yang semuanya bias dianggap penting yaitu: tugas-tugas
perkembangan, karekteristik pertumbuhan dan perkembangan Psiko-Fisik dalam
masing-masing priode, serta hukum-hukum perkembangan.

Ê
‘ ½      
c. Apa pengertian proses perkembangan?
2. Apa tugas-tugas pada setiap fase perkembangan?
3. Apa hukum-hukum perkembangan?

G
‘ ^    
c. Untuk menjelaskan pengertian proses perkembangan
2. Untuk mengetahui tugas-tugas pada setiap fase perkembangan
3. Untuk mengetahui hukum-hukum perkembangan










c
Ê Ê
Ê   


‘     

Secara umum, proses diartikan sebagai tahapan perubahan yang terjadi


dalam suatu perkembangan sesuatu. Adapun maksud kata proses dalam
perkembangan siswa adalah tahapan-tahapan perubahan yang dialami seorang
siswa, baik yang bersifat jasmaniah maupun yang bersifat rohaniah. Proses dalam
hal ini juga berarti tahapan perubahan tingkah laku siswa baik yang terbuka
maupun yang tertutup. Proses dapat juga berarti cara terjadinya perubahan dalam
diri siswa atau reaksi/respon yang ditimbulkan oleh siswa tersebut. Proses
perkembangan denga pengertian seperti ini menurut Elizabeth B. Hurlock
merupakan perubahan-perubahan yang berhubungan dengan perkembangan
(developmental changes). Manusia, menurut Hurlock, tak pernah statis atau
mandek, karena perubahan-perubahan senantiasa terjadi dalam dirinya dalam
berbagai kapasitas (kemampuan) baik yang bersifat biologis.

Secara global, seluruh proses perkembangan individu sampai terjadi


³person´ (dirinya sendiri) berlangsung tiga tahap:
a.‘ Tahapan proses konsepsi
b.‘ Tahapan proses kelahiran
c.‘ Tahapan proses perkembangan individu

Hurlock memberi istilah ³stages in the life span´ (tingkatan-tingkatan


dalam rentang waktu kehidupan) bagi seluruh proses perkembangan individu.
Life span ini menurutnya berlangsung dalam c tingkatan atau fase, bermula dari
prenatal period (masa sebelum lahir) sampai ³old age´ (masa tua).

Perkembangan dapat juga dilukiskan sebagai suatu proses yang kekal dan
tetap yang menuju ke arah suatu organisasi pada tingkat integrasi yang lebih
tinggi, berdasarkan proses pertumbuhan, kematangan, dan perubahan-perubahan


meliputi beberapa aspek, baik fisik maupun psikis. Perubahan tersebut dapat
dibagi menjadi 4 kategori utama:

c. Perubahan Dalam Ukuran Perubahan. Dapat berbentuk pertambahan


ukuran panjang atau tinggi maupun berat badan.
2. Perubahan dalam perbandingan. Dilihat dari sudut fisik terjadi perubahan
proporsional antara kepala, anggota badan, dan anggota gerak. Perubahan
secara proporsional juga terjadi pada perkembangan mental. Perbandingan
antara yang tidak riil, yang khayal dengan hal-hal yang rasional semakin
lama semakin besar.
3. Berubah untuk mengganti hal-hal yang lama. Kebiasaan untuk melakukan
sesuatu tanpa bisa menahan diri dan menunda emosi sedikit demi sedikit
akan hilang. Kebiasaan bayi untuk merangkak kalau mengambil sesuatu
akan menghilang sesuai dengan meningkatnya kemampuan-kemampuan
motorik dan berganti dengan jalan.
4. Berubah untuk memperoleh hal-hal yang baru. banyak hal yang baru
diperoleh selama perkembangan sesuai dengan keadaan dan
tingkatan/tahapan perkembangannya. Ketika dilahirkan, bayi belum
mempunyai gigi dan beberapa waktu kemudian (kalau sudah sampai
waktunya atau umurnya) gigi tersebut akan tumbuh. Dengan demikian, bayi
memperoleh atau menambah sesuatu yang baru yang sebelumnya belum
ada atau belum dimiliki.

Ê
^       

Perkembangan merupakan suatu proses yang menggambarkan perilaku


kehidupan sosial psikologi manusia pada posisi yang harmonis di dalam
lingkungan masyarakat yang lebih luas dan kompleks. Oleh Havighurst
perkembangan tersebut dinyatakan sebagai tugas yang harus dipelajari, dijalani,
dan dikuasai oleh setiap individu dalam perjalanan hidupnya, atau dengan
perkataan lain perjalanan hidup manusia ditandai dengan berbagai tugas
perkembangan yang harus ditempuh.

0
Setiap fase atau tahapan perkembangan manusai senantiasa berlangsung
seiring dengan kegiatan belajar. Kegiatan belajar ini tidak berarti merupakan
kegiatan belajar yang ilmiah. Tugas belajar yang muncul dalam setiap fase
perkembangan merupakan keharusan universal dan idealnya berlaku secara
otomatis, seperti kengiatan belajar keterampilan melakukan sesuatu pada fase
perkembangan tertentu yang lazim terjadi pada manusia normal.

Disamping itu hal-hal lain juga menimbulkan tugas-tugas perkembangan


tersebut adalah :
c.‘ Karena adanya kematangan fisik tertentu pada fase perkembangan tertentu.
2.‘ Karena adanya dorongan cita-cita psikologi manusia yang sedang
berkembang itu sendiri.
3.‘ Karena adanya tuntutan masyarakat sekitar.

Dalam rangka memfungsikan tahap-tahap perubahan yang menyertai


perkembangannya, manusia harus belajar melakukan kebiasaan-kebiasaan
tertentu, umpanya kebiasaan belajar berjalan dan berbicara pada rentang usia c-5
tahun. Belajar melakukan kebiasaan-kebiasaan tertenru pada saat atau masa
perkembangannya yang tepat dipandang berkaitan langsung dengan tugas-tugas
perkembangan berikutnya.

Adapun mengenai fase-fase perkembangan dan tugas-tugas yang


mengiringi fase-fase tersebut adalah sebagaimana yang dikemukakan Robert
Havigurst berikut ini:


‘ ^      Ê 

Secara à  (menurut urutan waktu), masa bayi ( 


 atau
) berlangsung sejak seorang individu manusia dilahirkan dari rahim
ibunya sampai berusia sekitar setahun. Sedangkan masa kanak-kanak (  

 ) adalah masa perkembangan berikutnya, yakni dari usia setahun
hingga usia antara lima atau enam tahun. Perkembangan biologis pada masa-masa
ini berjalan pesat, tetapi secara sosiologis ia masih sangat terikat oleh lingkungan

D
keluarganya. Oleh karena itu, fungsionalisasi lingkungan keluarga pada fase ini
penting sekali untuk mempersiapkan anak terjun ke dalam lingkungan yang lebih
luas terutama lingkungan sekolah.

Tugas-tugas perkembangan pada fase ini meliputi kegiatan-kegiatan


belajar sebagai berikut:
c.‘ Belajar memakan makanan keras
2.‘ Belajar berdiri berjalan
3.‘ Belajar berbicara
4.‘ Belajar mengendalikan pengeluaran benda-benda buangan dari tubuhnya
5.‘ Belajar membedakan jenis kelamin antara laki-laki dan perempuan
6.‘ Mencapai kematangan untuk belajar membaca dalam arti siap mengenal
huruf, suku kata dan kata-kata tertulis
7.‘ Belajar mengadakan hubungan emosional selain ibunya
8.‘ Belajar membedakan antara hal-hal yang baik dengan yang buruk


^          

Masa anak-anak ( 


 ) berlangsung antara usia 6-c2 tahun,
dengan ciri-ciri utama sebagai berikut:
c.‘ Memiliki dorongan untuk keluar dari rumah dan memasuki kelompok
sebaya (©  ©)
2.‘ Keadaan fisik yang memungkinkan/mendorong anak memasuki dunia
permainan dan pekerjaan yang membutuhkan keterampilan jasmani
3.‘ Memilki dorongan mental untuk memasuki konsep, logika, simbol dan
komunikasi yang luas.

Adapun tugas-tugas perkembangan pada masa perkembangan kedua


meliputi kegiatan belajar dan mengembangkan hal-hal sebagai berikut:
c.‘ Belajar keterampilan fisik yang diperlukan untuk bermain
2.‘ Membina sikap yang sehat (positif) terhadap diri sendiri sebagai seorang
individu yang sedang berkembang

‰
3.‘ Belajar bergaul dengan teman-teman sebaya sesuai dan etika moral yang
berlaku di masyarakatnya
4.‘ Belajar memainkan peran sebagai seorang pria (jika ia seorang pria) dan
sebagai wanita (jika ia seorang wanita)
5.‘ Mengembangkan dasar-dasar keterampilan membaca, menulis dan
berhitung
6.‘ Mengembangkan konsep-konsep yang diperlukan dalam kehidupan sehari-
hari
7.‘ Mengembangkan kata hati, moral dan segala nilai yang selarasdenga
keyakinan dan kebudayaan yang berlaku di masyarakatnya
8.‘ Mengembangkan sikap obyektif/tugas baik
9.‘ Belajar mencapai kemerdekaan atau kebebasan pribadi

x
^      ½ 

Masa remaja (adolescene) menurut sebagaian ahli psikologi terbagi atas


sub-sub masa perkembangan sebagai berikut:
c.‘ Sub perkembanga © ©  selama kurang lebih dua tahun sebelum masa
puber
2.‘ Sub perkembangan ©  selama dua setegah sampai tiga setegah tahun
3.‘ Sub perkembangan ©©  , yakni saat perkembangan biologis sudah
lambat tapi terus berlangsung pada bagian-bagian organ tertentu.

Havighurstmengemukakan c jenis tugas perkembangan remaja, yaitu:


c.‘ Mencapai hubungan dengan teman lawan jenisnya secara lebih
memuaskan dan matang
2.‘ Mencapai perasaan seks dewasa yang diterima secara sosial
3.‘ Menerima keadaan badannya dan menggunakannya secara efektif
4.‘ Mencapai kebebasan emosional dari orang dewasa
5.‘ Mencapai kebebasan ekonomi
6.‘ Memilih dan menyiapkan suatu pekerjaan
7.‘ Menyiapkan perkawinan dan kehidupan berkeluarga

·
8.‘ Mengembangkan keterampilan dan konsep intelektual yang perlu bagi
warga negara yang kompeten
9.‘ Menginginkan dan mencapai tingkah laku yang bertanggung jawab secara
sosial
c .‘Menggapai suatu perangkat nilai yang digunakan sebagai pedoman tingkah
laku.


^       

Masa dewasa awal (    ) ialah fase perkembangan saat


seorang remaja mulai memasuki masa dewasa, yakni usia 2c-4 tahun. Sebelum
memasuki masa ini seorang remaja terlebih dahulu berada pada tahap ambang
dewasa (  
) atau masa remaja akhir yang lazim berlangsung 2c
atau 22 tahun.

Adapun tugas-tugas perkembangan pada masa dewasa awal, meliputi:


c.‘ Mulai bekerja mencari nafkah
2.‘ Memilih teman atau pasangan hidup berumah tangga
3.‘ Mulai memasuki kehidupan berumah tangga
4.‘ Belajar hidup bersama pasangan dalam suasa rumah tangga
5.‘ Mengelola tempat tinggal untuk keperluan rumah tangga dan keluarganya
6.‘ Membesarkan anak-anak
7.‘ Menerima tanggung jawab kewarganegaraan
8.‘ Menemukan kelompok sosial yang cocok dan menyenangkan.


^       Ê  

Masa setagah baya (6 ) adalah masa yang berlangsung antara usia
4 sampai 6 tahun. Adapun tugas-tugas perkembangan pada fase ini, yaitu
sebagai berikut:
c.‘ Mencapai tanggung jawab sosial dan kewarganegaraan secara lebih
dewasa

Î
2.‘ Membuat anak-anak yang berusia belasan tahun agar berkembang menjadi
orang-oarang dewasa yang bahagia dan beratnggung jawab
3.‘ Mengembangkan aktivitas dan memanfaatkan waktu luag sebaik-baiknya
4.‘ Menghubungkan diri sedemikian rupa dengan pasangannya
5.‘ Menerima dan menyesuaikan diri dengan perubahan-perubahan psikologis
yang lazim pada masa setegah baya
6.‘ Mencapai dan melaksanakan penampilan yang memuaskan dalam karier
7.‘ Menyesuaikan diri denga kehidupan orang-orang yang berusia lanjut.


^         

Masa tua ( ) adalah fase terakhir kehidupan manusai. Masa ini
berlangsung antara usia 6 tahun sampai berhembusnya nafas terakhir (akhir
hayat). Pada masa ini terjadinya perubahan-perubahan motorik yang semakin
merosot. Diantara perubahan-perubahan tersebut adalah menurunya kekuatan
otot-otot tangan dan otot-otot yang menyangkut seluruh tubuh.

Tugas-tugas perkembangan pada masa tua adalah sebagai berikut:


c.‘ Menyesuaikan diri dengan menurunnya kekuata dan kesehatam
jasmaniahnya
2.‘ Menyesuaikan diri dengan keadaan pensio dan berkurangannya
penghasilannya
3.‘ Menyesuaikan diri dengan kematian pasanga
4.‘ Membina hubungan yang tegas dega para anggota kelompok seusianya
5.‘ Membina pergaulan jasmaniah sedemikian rupa agar memuaskan dan
sesuai dengan kebutuhannya
6.‘ Menyesuaikan diri terhadap peranan-peranan sosial dengan cara yang
luwes

G
     

Bagi setiap makhluk hidup, sejak kelahirannya dan dalam menjalani


kehidupan seterusnya terdapat dasar-dasar dan pola-pola kehidupan yang berlaku

å
umum sesuai dengan jenisnya. Di samping itu terdapat pula pola-pola yang
berlaku khusus sehubungan dengan sifat-sifat individualnya. Pola kehidupan yang
dimaksudkan bisa dipergunakan sebagai patokan untuk mengenal ciri
perkembangan anak-anak. Lingkungan dan latar belakang kebudayaan masing-
masing bangsa mempengaruhi pola pertumbuhan dan perkembangan bangsa itu.

Hukum dalam pembahasan ini adalah kaidah atau patokan mengenai


terjadinya peristiwa tertentu. Secara spesifik, hukum perkembangan dapat
diartikan sebagai kaidah atau patokan yang menyatakan kesamaan sifat dan
hakikat dalam perkembangan. Dapat juga dikatakan, hukum perkembangan
adalah patokan generalisasi, mengenai sebab dan akibat terjadinya peristiwa
perkembangan dalam diri manusia.

Hukum-hukum perkembangan itu antara lain:

c
    

Perkembangan manusia pada dasarnya tidak hanya dipengaruhi oleh


faktor pembawaan sejak lahir, tetapi juga oleh lingkungan pendidikan. Hal ini
berarti masa depan kehidupan manusia, tak terkecuali para siswa, bergantung
pada potensi pembawaan yang mereka warisi dari orang tua pada proses
pematangan, dan pada proses pendidikan mereka yang alami. Seberapah jauh
perbedaan pengaruh antara pembawaan dengan lingkugan, bergantung pada besar
kecilnya efek lingkungan yang dialami siswa.

Apabila pengaruh lingkungan sama besarnya dan kuatnya dengan


pembawaan siswa, maka hasil pendidikan yang didapat siswa itupun seimbang
dengan baik, dalam arti tidak ada satu faktor pun yang dikorbankan secara sia-sia.
Seterusnya, apabila pengaruh lingkungan lebih besar dan lebih kuat dari
pembawaan, hasil pendidikan siswa hanyanakan sesuai dengan kehendak
lingkungannya, dan pembawaan (watak dan bakat) siswa tersebut akan
dikorbankan. Sebaliknya, jika pembawaan siswa lebih besar dan lebih kuat
pengaruhnya daripada lingkungan, hasil pendidikan siswa tersebut hanya sesuai

ü
dengan bakat dan kemampuannya tanpa bisa berkembang jauh, karena
ketidakmampuan lingkungan. Oleh karena itu, terlalu kecil pengaruhnya
lingkungan pendidikan, misalnya mutu guru dan fasilitas yang rendah akan
merugikan para siswa yang membawa potensi bakat yang baik.


         

Para siswa, seperti juga manusia dan organisme lainnya, memilki


dorongan dan hasrat mempertahankan diri dari hal-hal yag negatif, seperti rasa
sakit, rasa tidak aman, kematian, dan juga kepunahan dan seterusnya. Hal ini
terwujud pada usaha makan ketika lapar, menyelanatkan diri apabila ada bahaya.
Dari usaha untuk memepertahankan diri berlanjut menjadi usaha untuk
mengembangkan diri.

!
    

Peka artinya muda terangsang atau mudah menerima stimulus. Masa peka
adalah masa yang tepat yang terdapat pada diri anak untuk mengembangkan
fungsi-fungsi tertentu. Kedatangan masa peka ini menurut para ahli hanya sekali
selama hidupnya. Sehingga keterlambantan memanfaatkan masa yang senagt
berharga tersebut akan menyebabkan kesulitan belajar. Barangkali karena
keterlambatan masa peka itulah, orang-orang tua yang buta huruf merasa sulit
sekali mengikuti pelajaran membaca, menulis dan berhitung.

"
    Ê  

Yang dimaksud dengan hukum kesatuan organis disini adalah bahwa


berkembangnya fungsi fisik maupun mental psikologis pada diri manusia itu tidak
berkembang lepas satu sama lainnya tetapi merupakan suatu kesatuan.

Antara perkembangan dan belajar terdapat hubungan sangat erat sehingga


hampir semua proses perkembangan memerlukan belajar. Dengan demikian,
dapat dikatakan bahwa setiap anak biasanya berkembang karena belajar.

c
Keperluan belajar bagi proses perkembangan, terutama perkembangan
fungsi-fungsi psikis tak dapat kita ingkari, meskipun kebanyakan ahli tidak
menyebutnya secara eksplisist. Bahkan, kemampuan belajar secara lahiriah
meskipun sekedar memfungsikan organ kaki anak yang sebenarnya berpotensi
untuk bisa berjalan sendiri.

‰
      Ê  

Proses perkembangan fungsi-fungsi organ jasmaniah tidak terjadi tanpa


diiringi proses perkembangan fungsi-fungsi rohaniah. Dengan demikian, suatau
tahapan perkembangan tidak terlepas dari tahapan perkembangan lainnya. Jadi,
perkembangan pancaindra, misalnya tidak terlepas dari perkembangan
kemampuan mendengar, melihat, berbicara dan merasa. Selanjutnya kemampuan-
kemampuan ini juga tidak terlepas dari perkembangan berpikir, bersikap dan
berperasaan.

#
  ^   

Lambat atau cepatnya proses perkembangan seseorang tidak sama dengan


oarang lain. Dengan kata lain, setiap orang memilki tempo perkembangan
masing-masing. Tempo-tempo perkembangan manusai pada umumnya terbagi
dalam kategori : cepat, sedang dan lambat. Tempo perkembangan yang terlalu
cepat atau terlalu lambat biasanya menunjukkan kelainan yang relatif sangat
jarang. Pada dasarnya tempo cepat, sedang dan lambat tidak menunjukkan
kualitas proses perkembangan seorang anak yang normal.

Tahapan perkembangan berlangsung secara berurutan, terus-menerus dan


dalam tempo perkembangan yang relatif tetap serta bisa berlaku umum. Justru
perbedaan-perbedaan waktu, yaitu cepat-lambatnya sesuatu penahapan
perkembangan terjadi, atau sesuatu masa perkembangan dijalani, menampilkan
adanya perbedaan-perbedaan individu.

cc
Dalam praktek sering terlihat dua hal sebagai petunjuk keterlambatan
pada keseluruhan perkembangan mental, yakni:
a.‘ Jika perkembangan kemampuan fisiknya untuk berjalan jauh tertinggal
dari patokan umum, tanpa ada sebab khusus pada fungsionalitas fisiknya
yang terganggu.
b.‘ Jika perkembangan kemampuan berbicara sangat terlambat dibandingkan
dengan anak-anak lain pada masa perkembangan yang sama. Seorang
anak yang pada umur empat tahun misalnya masih mengalami kesulitan
dalam berbicara, mengemukakan sesuatu dan terbatas perbendaharaan
kata, mudah diramalkan anak itu akan mengalami kelambatan pada
seluruh aspek perkembangannya.

Î
       

Di dalam perkembangan juga dikenal adanya irama atau naik-turunya


proses perkembangan. Artinya, perkembangan manusia itu tidak tetap, terkadang
naik terkadang turun.

Menurut pengamatan para ahli psikologi, setiap anak biasanya mengalami


dua masa pancaroba atau krisis yang lazim disebut ³ ´. Masa trotz ini terjadi
dalam periode :

c. Trotz periode ke-c atau krisis pertama terjadi pada masa usia 2 sampai 3
tahun dengan ciri utama anak menjadi egois, selalu bersikap dan bertingkah
laku mendahulukan kepentingan diri sendiri.
2. Trotz periode ke-2 atau krisis kedua terjadi pada umur antara c4 sampai c7
tahun, dengan ciri utama sering membantah orang tuanya sendiri dalam
mecapai identitas pribadi.

å
  ½   

Hukum rekapitulasi berasal dari teori rekapitulasi ( 


©    )
yang berisi doktrin sebagai mana yang telah dikemukakan oleh Rober bahwa

c
proses perkembangan individu manusia adalah sebuah mikrokosmik (dunia
kehidupan kecil) yang mencerminkan evolusi kehidupan jenis makhluk hidup dari
tingkat yang paling sederhana ke tingkat yang paling kompleks. Ada dua aspek
yang digambarkan oleh teori ini, yakni aspek psikis dan aspek fisik.

Hukum rekapitulasi perkembangan yang tampak pada anak adalah sebagai


berikut :
c). Masa berburu dn menyamun, yakni pada umur sekitar 8 tahun
2). Masa mengembala, yakni pada umur sekitar c tahun
3). Masa bercocok tanam, yakni pada umur sekitar c2 tahun ke atas
4). Masa berdagang, yakni pada umur sekitar c2 tahun ke atas.

c0
Ê Ê
^


  

c.‘ Proses perkembangan adalah tahapan-tahapan perubahan yang dialami


seorang, baik yang bersifat jasmaniah maupun yang bersifat rohaniah.
2.‘ Tugas-tugas pada setiap fase perkembangan :
X‘ Masa bayi dan anak-anak
Belajar memakan makanan keras, belajar berdiri berjalan, belajar
berbicara, belajar mengendalikan pengeluaran benda-benda buangan dari
tubuhnya, belajar membedakan jenis kelamin antara laki-laki dan
perempuan, mencapai kematangan untuk belajar membaca dalam arti siap
mengenal huruf, suku kata dan kata-kata tertulis, belajar mengadakan
hubungan emosional selain ibunya, belajar membedakan antara hal-hal
yang baik dengan yang buruk.

X‘ Masa Remaja
Menerima keadaan jasmaniah dan menggunakannya secara efektif,
menerima peranan sosial jenis kelamin sebagai pria/wanita,
menginginkan dan mencapai perilaku social yang bertanggung jawab
social, mencapai kemandirian emosional dari orang tua dan orang dewasa
lainnya, belajar bergaul dengan kelompok anak-anak wanita dan anak-
anak laki-laki, perkembangan skala nilai, persiapan mandiri secara
ekonomi, pemilihan dan latihan jabatan, mempersiapkan perkawinan dan
keluarga.

X‘ Masa Dewasa
Mulai bekerja mencari nafkah, memilih teman atau pasangan hidup
berumah tangga, mulai memasuki kehidupan berumah tangga, belajar
hidup bersama pasangan dalam suasa rumah tangga, mengelola tempat
tinggal untuk keperluan rumah tangga dan keluarganya, membesarkan

cD
anak-anak, Menerima tanggung jawab kewarganegaraan, menemukan
kelompok sosial yang cocok dan menyenangkan.

X‘ Masa Lanjut Usia


Menerima dan menyesuaikan diri terhadap perubahan fisik dan fisiologis,
Menghubungkan diri sendiri dengan pasangan hidup sebagai individu,
Membantu anak-anak remaja belajar menjadi orang dewasa yang
bertanggung jawab dan berbahagia, Mencapai dan mempertahankan
prestasi yang memuaskan dalam karir pekerjaan, Mengembangkan
kegiatan-kegiatan pengisi waktu senggang yang dewasa, Mencapai
tanggung jawab sosial dan warga Negara secara penuh.

3. Hukum-hukum perkembangan

X‘ Hukum konvergensi
X‘ Hukum perkembanga da pengembangan diri
X‘ Hukum masa peka
X‘ Hukum keperluan belajar
X‘ Hukum kesatuan anggota belajar
X‘ Hukum tempo perkembangan
X‘ Hukum irama perkembangan
X‘ Hukum rekapitulasi

Ê
 

 Pengertian, tugas, hukum dan fase perkembangan hendaknya dipahami


oleh para pendidik dan diterapkan dalam dunia pendidikan dengan benar,
sehingga tujuan pendidikan akan benar-benar dapat dicapai. Dengan memahami
perkembangan peserta didik, maka pendidikan yang berkembang di bangsa kita
niscaya akan menghasilkan out put-out put yang berkualitas yang mampu
membentuk manusia Indonesia seutuhnya.


 ^ ½^  

Aisha Sitti, dkk. 2 c . Ô Ã   Ã6  6      Ã6   .


http://docs.docstoc.com/orig /77c68 4/ 74dc4d46-487e-4ac7-becf-
a6f4c3b75c 9.doc. diakses 23 januari 2 cc.

Anonim. Ô  Ã  Ã6  . http://docs.docstoc.com/orig


/222 5c7/64c86c5f-a487-4fcf-b58e-aff85ff7f2c .doc. diakses 23 januari
2 cc

Radhy Muh. Syakir, M.Pd. Drs. 2 cc.  Ã6      Ã Pare-pare:
Umpar.

Rakhmah Annisa, dkk. 2 9. Ô Ã    6      Ã6   Ã


 Ã. http://docs.docstoc.com/orig/954 63/f2fc976b-8dfe-46f5-83ec-
8cbaefd5acc9.doc.