Anda di halaman 1dari 22

c c

   

Pada jaman sekarang perekonomian sangat berperan dalam meningkatkan kemamkmuran suatu
negara. Perekonomian harus lah kuat. Tidak boleh ada kelemehan di berbagai sektor karena jika suatu
perekonomian suatu negara jatuh maka akan membahayakan masa depan rakyat di suatu Negara
tersebut. Dengan membangun sistem yang baik pada perekonomian maka akan berjalan dengan baik
juga perekonomian pada Neagara itu. Perlu dukungan dari berbagai kalangan masyrakat tidak hanya
pemrintah sebagai penggerak namun juga harus ada masyarakat yang independen agar ketergantungan
suatu masalah ekonomi terhadap pemerintah bisa berkurang. Dan masayarakat pun menjadi
masyarakat yang mandiri, untuk memutar roda perekonomian tidak hanya mengandalkan pekerjaan
yang dibuat oleh negara namun dapat menciptakan lapangan pekerjaan untuk masyarakat yang lainya.
Ada usaha tertentu yang dilakukan pemerintah dalam menggerakkan perekonomian salah
satunya dengan mendirikan suatu Bank. Bank selain sebagai tempat untuk menyimpan uang, mencetak
dan mengedarkan uang, Bank juga diharapkan bisa menjaga stabilitas perekonomian Negara. Seiring
dengan berkembangnya jaman Bank pun mulai menggunakan teknologi dalam pelaksanaan sistemnya.
Termasuk memberikan terobosan baru bagi para nasabahnya dalam bertransaksi. Kartu Kredit dan Kartu
Debit menjadi salah satu produknya. Dengan kartu ini kita bisa melakukan transaksi tanpa harus
membawa uang untuk membeli segala sesuatu barang yang kita mau. Dan pada perkembanganya Kartu
Kredit dan Kartu Debit masuk dalam perhitungan negara dalam masalah jumlah uang yang beredar.
Dikarenakan sekarang sudah banyak orang yang menggunakan Kartu Kredit dan Kartu Debit sebagai alat
transaksi
Banyak masalah juga terjadi di Indonesia ini terutama masalaha perbankan. Munculnya kasus
Century pun menjadi tamparan serius bagi pemerintah dalam mengelola perekonomian Negara.
Diduganya terjadi korupsi besar-besaran saat Bank Indonesia memberikan suntikan dan segar pada Bank
Century yang sedang colapse namun dalam tindakanya Gubernur BI tidak meminta ijin dari pemerintah.
Oleh karena itu perlu juga intropeksi akan kinerja dari Menteri Ekonomi agar dalam kedepanya bisa
dihindari kesalahan-kesalahan yang telah dilakukan
Suatu sistem perekonomian pun ragam jenisnya. Mulai dari kapitalis, liberalis, dan muncul juga
Sistem Perekonomian Syariah. Sistem Perekonomian Syariah muncul dari kaidah agama Isalam dalam
mengelola perkonomian di dunia. Islam mengedepankan keadilan dalam suatu transaksi. Sehingga
muncul lah sistem bagi hasil yang merupakan inti dari Sistem Perekonomian Syariah ini .
 
c c

c  

  


 
Pengertian kartu kredit dalam Expert Dictionary didefinisikan: ͟kartu yang dikeluarkan oleh
pihak bank dan sejenisnya untuk memungkinkan pembawanya membeli barang-barang yang
dibutuhkannya secara hutang.
Sistem kartu kredit adalah suatu jenis penyelesaian transaksi retail dan sistem kredit, yang
namanya berasal dari kartu plastik yang diterbitkan kepada pengguna sistem tersebut. Sebuah kartu
kredit berbeda dengan kartu debit di mana penerbit kartu kredit meminjamkan konsumen uang dan
bukan mengambil uang dari rekening. Kebanyakan kartu kredit memiliki bentuk dan ukuran yang sama,
seperti yang dispesifikasikan oleh standar ISO 7810.
Konsep penggunaan kartu dalam transaksi perbankan ternyata telah dikenal lebih dari 67 tahun
yang lalu. Meski demikian, muatan teknologi tinggi baru dapat muncul sekitar dekade 1970-an.
Pada tahun - tahun ini muncul pertama kali mesin ATM yang menandai transaksi perbankan yang
ditunjang oleh teknologi telekomunikasi secara on line untuk semua nasabah selama 24 jam, penuh
tidak terputus. Tiga puluh tahun kemudian, gaya transaksi elektronik ini menjadi gaya hidup lebih dari 90
persen transaksi perbankan di negara - negara maju.
Berikut ini sejarah perkembangan layanan kartu kredit yang ada di dunia :

* Tahun 1924, Konsep penggunaan kartu dalam transaksi perbankan telah mulai diperkenalkan.
Beberapa tahun kemudian metode pemakaian kartu ini diikuti oleh 100 buah bank di seluruh dunia.
* Tahun 1950, Dinners Club dan American Express menjadi kartu yang menggunakan plastik pertama.
* Tahun 1958, American Express menawarkan kartu untuk pasar travel dan entertainment.
* Tahun 1966, Bank of Amerika menawarkan lisensi Kartu Amerika Bank ke bank - bank lain untuk
membuat kartu pembayaran.
* Tahun 1969, ATM (Automatic Teller Machine) pertama muncul di Inggris.
* Tahun 1970, Ide pembuatan kartu kredit diterima secara luas.
* Tahun 1977, Bank Americard memberi lisensi kartu kredit yang dipusatkan bersama secara resmi
dibawah nama Visa.
* Tahun 1995, Lebih dari 90 persen transaksi perbankan di Amerika dilakukan secara elektronik.

Kegunaan dari Kartu Kredit :

a. Sebagai alat ganti pembayaran.


Kartu kredit dapat dipergunakan sebagai alat ganti pembayaran, sehingga kita tak perlu membawa
banyak uang tunai, yang dapat berisiko hilang atau jatuh di jalan.
b. Sebagai cadangan.
Kartu kredit juga dapat digunakan sebagai cadangan untuk keperluan mendadak, seperti jika tiba-tiba
ada keluarga yang sakit dan perlu di rawat di rumah sakit, maka pembayaran uang muka dapat
menggunakan kartu kredit, hal ini tak merepotkan dibanding jika kita harus ke ATM dulu atau
mencairkan uang di Bank.
c. Membantu melakukan pembayaran atas tagihan rekening rumah tangga.
Pada kartu kredit ada fasilitas one bill, artinya kita bisa meminta kepada Bank penerbit kartu kredit
untuk sekaligus membayarkan tagihan atas rekening: listrik, tagihan telkom/hand phone, tagihan
PDAM, tagihan internet serta tagihan-tagihan lainnya dengan sepengetahuan intansi yang
mengeluarkan tagihan tersebut. Dengan demikian setiap bulan kita tidak disibukkan membayar ke
beberapa instansi, namun pembayaran dapat dilakukan sekaligus melalui kartu kredit, yang langsung
dilakukan pendebetan setiap bulannya.

' 
Kartu debit adalah kartu plastik yang menunjukkan bahwa pemegangnya adalah nasabah
lembaga keuangan tertentu, dimana ia mempunyai dana deposito dan dapat pula menunjukkan
hubungan rekening tertentu. Mekanismenya untuk melaksanakan pembayaran dengan pengurangan
aktiva langsung dan bukan dengan menambahkan passiva / hutang. Jika digabung dengan sistem
penyerahan yang tepat, mempunyai potensi untuk menjadi pengganti uang dan cek kertas dalam
banyak transaksi pembayaran eceran.
Perbedaannya dengan jenis kartu yang lain adalah :
- Kartu kredit adalah kartu yang hanya dapat dipakai untuk transaksi kredit
- Kartu debit adalah kartu yang hanya dapat dipakai untuk mengaktifkan ATM atau transaksi debit
langsung di tempat penjualan.
- Kartu kombinasi adalah kartu yang menggabungkan fungsi kartu debit dan kredit.
- Kartu debit sekarang dipakai pula bersama dengan ATM.

Tujuan penyediaan jaminan cek atau pelayanan kartu debit dapat dikelompokkan
ke dalam 3 kategori yaitu :
a. Peningkatan Penghasilan
Potensi penghasilan terdapat dalam bentuk :
1) Potongan Pedagang (Merchant Discount)
Bank anggota membayar pedagang kurang dari jumlah nominal weselnya. Selisihnya adalah
discount yang sekarang rata-rata 2.5 %.
2) Fee Saling Tukar (Interchange Fee)
Jika bank pembeli adalah juga penerbit kartu, bank menahan jumlah penuh discount. Jika tidak,
maka bank pedagang membayar bagian discount kepada bank penerbit untuk biaya
pengolahannya (fee saling tukar).
3) Fee Kartu
Lembaga penerbit akan memperoleh penghasilan dari fee kartu tahunan jika memilih untuk
membebankan fee yang demikian kepada para nasabahnya.
4) Bunga Atas Kredit
Lembaga keuangan memperoleh penghasilan bunga jika garis kredit diaktifkan.
b. Penurunan Biaya
Lembaga keuangan memikul biaya pemberian kredit dan dengan segera dapat menutupnya dengan
penghasilan yang diperolehnya.
c. Pelayanan Nasabah
1) Kartu debit nasional meluaskan pemakaian rekening cek ke tempat-tempat dimana membayar
dengan cek ternyata sulit.
2) Kartu debit mengikat nasabah lebih dekat pada lembaga penerbit kartu tersebut.

c   

 Pengaruh Kartu Kredit dan Kartu Debit dalam pengarunhnya pada sistem moneter dan
pengaruhnya dalam permintaan uang.

 
c  

Banyak orang menggunakan kartu kredit atau kartu debit untuk melakukan pembelian. Karena
uang sudah dikenal media pertukaran, mungkin banyak orang ingin mengetahui kartu tersebut dapat
dilihatkan dalam pengukuran dan analisis uang. Mari kita mulai dengan kartu kredit, meskipun orang
mengira bahwa kartu kredit adalah bagian dari persediaan orang dalam perekonomian, namun dalam
kenyataanya pengukuran jumlah uang tidak mencapai kartu kredit. Karu kredit bukan merupakan
metode pembayaran yang sesungguhnya, melainkan metode penundaan pembayaran. Ketika anda
membeli suatu barang dengan kartu kredit bank yang mengeluarkan kartu kredit tersebut, membayar ke
tempat anda membeli barang sesuai dengan harganya. Pada hari berikutnya anda harus membayar
kembali pada bank. Apabila tiba waktunya bagi anda membayar tagihan kartu kredit, Anda mungkin
akan melakukanya dengan menulis cek berdasarkan dana yang ada pada rekening cek anda. Saldo dalam
rekening cek ini merupakan bagian dari persediaan uang dalam perekonomian.

Berbeda pada kartu debit, dimana sejumlah dana secara otomatis akan ditarik dari rekening
bank untuk membayar barang yang dibeli. Alih-alih membuat penggunanya untuk menunda
pembayaran atas barang yang dibeli, kartu debit memungkinkan akses langsung ke simpanan pengguna
ke dalam rekening mereka. Penggunaan kartu debit sama dengan menulis cek. Saldo rekening yang
mendukung kartu debit dimasukkan dalam pengukuran jumlah uang.

Meskipun bukan merupakan bentuk uang, Kartu kredit masih dianggap penting untuk
menganalisis sistem moneter. Karena orang yang memegang kartu kredit dapat membayar beberapa
tagihansekaligus pada akhir bulan, and bukan sesekali seperti waktu melakaukan pembelian, secara
rata-rata mungkin mereka memegang uang yang lebih sedikit daripada orang yang memilik kaartu
kredit. Karena itu, meningkatnya popularitas kartu kredit dapat mempengaruhi jumlah uang yang ingin
dipegang orang. Dengan kata lain, kartu kredit bukan merupakan bagian jumlah uang yang beredar,
tetapi dapat mempengaruhi permintaan akan uang .
Singkat kata pada pemakaian karu kredit dan kartu debit menghasilkan kegiatan ekonomi
walaupun tidak menggunakan uang secara riil. Namun prosesnya kegiatanya berlangsung secara nyata
sehingga mempengaruhi peredaran dari uang itu sendiri.

  
 

 Kartu Kredit dan Kartu Debit juga berpengaruh dalam sistem moneter. Ini berpengaruh pada
permintaan akan uang. Sesuai dengan prekteknya walau pun kartu tersebut tidak mengandung nilai
yang seperti uang namun proses pembayaran suatu barang dengan kartu tersebut realita adanya.
Sehingga dalam mempengaruhi jumlah uang yang diminta.
c c

c  
  


Krisis keuangan yang dialami oleh bank Century hingga saat ini tidak lepas dari dampak dari
krisis global yang dialami oleh dunia perbankan. Hal ini berawal dari permasalahan kegagalan
pembayaran kredit perumahan (subprime mortgage default) di Amerika Serikat, yang dipicu oleh
maraknya penggelembungan harga perumahan di AS yang didorong kebijakan-kebijakan Bank Sentral
Amerika (the Fed) yang kurang pruden untuk menstabilkan sistem keuangan sejak bertahun-tahun.
Kondisi ini didorong oleh keinginan untuk memelihara permintaan properti perumahan agar tetap tinggi,
terutama bagi kalangan berpenghasilan rendah yang tidak memiliki kapasitas keuangan yang memadai .
Kredit perumahan ini kemudian disekuritisasi secara hibrid agar lebih menarik bagi investor yang
terdiri dari bank, perusahaan sekuritas, reksadana, dana pensiun dan asuransi. Celakanya, banyak kredit
tak terbayar dalam jumlah besar dan merata. Akibatnya, bank-bank kesulitan untuk membayar dan
investor dengan cepat menarik dananya dari produk-produk perbankan disaat harga masih tinggi
sehingga hal ini memacetkan perputaran uang di pasar hipotik.
Hal ini menyebabkan pula struktur pasar uang yang produknya saling terkait satu sama lain
menjadi terganggu. Termasuk juga jaminan obligasi utang (collaterlaised debt obligation/CDO) sebagai
bentuk investasi kolektif dari sub-prime mortgage. Perusahaan-perusahaan yang mengalami dampak
dari kejadian ini yaitu Lehman Brothers, yang mengumumkan kepailitannya pada 15 September 2008,
yang disusul oleh lembaga-lembaga keuangan besar lainnya seperti Merryl Linch, Citigroup, dan AIG,
yang akhirnya juga menyerang beberapa perusahaan besar di Amerika, seperti General Motors, Ford,
dan Chrysler. Hal ini tentunya juga berdampak besar pada tingkat pengangguran di Amerika, dimana
total pengangguran mencapai 1.91 juta orang pada tahun 1998. Pada bidang investasi, banyak investor
yang menarik dananya karena kejadian ini, yang tentunya berdampak pada perekonomian Amerika.
Krisis kemudian menggelembung merusak sistem perbankan bukan hanya di AS namun meluas
hingga ke Eropa lalu ke Asia. krisis perbankan di Eropa ditandai dengan permasalahan di sebuah bank
kecil di Inggris, yaitu Bank Northen Rock, pada pertengahan 2007 lalu. Bank ini mengalami krisis pada
Agustus 2007 dan menjadi sorotan public yang memicu sentimen negative pasar. Pada akhirnya bank ini
di nasionalisasikan oleh pemerintah Inggris untuk mencegah dampak sistemik perekonomian di Inggris,
yang diikuti oleh beberapa bank lainnya untuk mencegah dampak tersebut.
Untuk negara Asia seperti China, Jepang, dan India sebagai ikon pertumbuhan ekonomi di Asia
juga tak luput dari hantaman krisis. Berdasarkan prediksi IMF pada 6 November 2008, Jepang
mengalami pertumbuhan ekonomi negatif (-0,2) pada 2009. Sementara China mengalami penurunan
dari 11,9% pada 2007 menjadi 9,7% pada 2008 dan diprediksi terus turun menjadi 8,5% pada 2009.
Demikian juga dengan India yang berturut-turut mengalami tren penurunan pertumbuhan ekonomi
yaitu 9,3% pada 2007 menjadi 7,8% pada 2008 dan dipredikisi terus turun menjadi 6,3% pada 2009.
Krisis ini secara beruntun menyebabkan domino effect terhadap solvabilitas dan likuiditas
lembaga-lembaga keuangan di negara negara besar yang ada di dunia, yang antara lain menyebabkan
kebangkrutan ratusan bank, perusahaan sekuritas, reksadana, dana pensiun dan asuransi. Krisis
kemudian merambat ke belahan Asia terutama negara-negara seperti Jepang, Korea, China,Singapura,
Hongkong, Malaysia, Thailand termasuk Indonesia yang kebetulan sudah lama memiliki surat-surat
beharga perusahaan-perusahaan tersebut.

c   

Dengan mengacu latar belakang diatas maka, identifikasi masalah di dalam makalah ini sebagai berikut :
1. Bagaimana proses berlangsungnya (kronologi) kasus Bank Century?
2. Apakah dampak positif dan negatif dari sudut pandang sosial, politik dan ekonomi yang ditimbulkan
kasus Bank Century?

 
c  
 Proses Berlangsungnya (Kronologi) Kasus Bank Century
Menurut Menkeu pada saat itu, Sri Mulyani, keputusan menyelamatkan Bank Century pada 21
November 2008 itu tidak bisa dinilai berdasarkan kondisi saat ini. Sebab ketika itu kondisi perbankan
Indonesia dan dunia mendapat tekanan berat akibat krisis global. Keputusan KSSK saat itu untuk
menghindari terjadinya krisis secara berantai pada perbankan yang dampaknya jauh lebih mahal dan
lebih dasyat dari 1988. Dengan meminimalkan ongkosnya dan dikelola oleh manajemen yang baik maka
Bank Century punya potensi untuk bisa dijual dengan harga yang baik.
Sri Mulyani menyebutkan hingga Juli 2009 bank hasil penggabungan PT Bank CIC Internasional,
Bank Danpac, dan Bank Pikko itu sudah untung sebesar Rp 139,9 miliar. Bahkan, menurut Bank
Indonesia, jika dilihat posisinya sejak Desember 2008 sampai Agustus 2009, ada kenaikan simpanan
nasabah sebesar Rp 1,1 triliun. Namun, pemberian dana penyertaan Century yang sekarang terus
dipersoalkan membuat Sri Mulyani cemas lantaran bisa berakibat buruk terhadap bank itu. Isu panas
atas penyehatan Century yang tak sesuai dengan fakta bukan mustahil bisa menjungkalkan kembali bank
ini.
Kekhawatiran Sri Mulyani setidaknya mulai terjadi. Sejak Bank Century diributkan. Dana pihak
ketiga Bank Century turun Rp 431 miliar. Seandainya kalau kasus Century didiamkan saja, menurut Sri
Mulyani kejadiannya tidak seperti itu dan dalam hal ini siapa yang ingin disalahkan.
Selain besarnya dana penyertaan, hal lain yang dipersoalkan kenapa Bank Century tak ditutup kabarnya
ada nasabah besar yang dilindungi. Kabarnya, nasabah besar itu memiliki dana sekitar Rp 1 triliun hingga
Rp 2 triliun. Harry Azhar, anggota Komisi XI DPR, menyebut nasabah besar itu antara lain Budi
Sampoerna. Paman Putera Sampoerna, mantan pemilik PT H.M. Sampoerna itu disinyalir punya dana
sebesar Rp 1,8 triliun di Century.
Munculnya Budi Sampoerna turut menyeret Komisaris Jenderal Susno Duadji. Isu tidak sedap
merebak di kalanggan anggota dewan. Kepala Badan Reserse Kriminal Markas Besar Polri itu disebut-
sebut dalam proses pencairan dana Budi Sampoerna. Keterlibatan Susno, seperti ditulis Majalah Tempo,
terlihat dari dikeluarkannya surat Badan Reserse Kriminal pada 7 serta 17 April 2009. Surat itu
menyatakan dana milik Budi Sampoerna dan 18 juta dolar AS milik PT Lancar Sampoerna Bestari di Bank
Century ͞sudah tak ada masalah lagi͟.
Selain itu, Susno turut memfasilitasi beberapa pertemuan direksi Century dengan pihak Budi di
kantor Bareskrim. Pertemuan itu menghasilkan dua kesepakatan. Salah satunya soal persetujuan
pencarian dana senilai 58 juta dolar AS-dari total Rp 2 triliun-milik Budi atas nama PT Lancar Sampoerna
Bestari. Kesepakatan lainnya, pencairan dilakukan dalam rupiah. Atas upaya tersebut, Susno dikabarkan
dijanjikan oleh Lucas, kuasa hukum Budi, komisi 10 persen dari jumlah uang Budi yang akan cair. Namun
perihal komisi 10 persen tersebut, Susno membantahnya.
Sedangkan menurut Wakil Presiden saat itu, Jusuf Kalla, menyebut ada perkara kriminal di Bank
Century sehingga tidak layak diselamatkan. Menurut Wapres, masalah yang dihadapi Bank Century
bukan lantaran krisis global. Melainkan karena pemiliknya yaitu Robert Tantular merampok dana bank
sendiri. Karena itu, Wapres Kalla lalu memerintahkan polisi menangkap Robert Tantular serta direksi
Bank Century. Dia khawatir Robert dan direksi Bank Century melarikan diri.
Arif Havas Oegroseno, Direktur Jenderal Hukum dan Perjanjian Internasional Luar Negeri, seperti dimuat
Majalah Tempo, mengungkapkan modusnya yaitu pemilik Bank Century membuat perusahaan atas
nama orang lain untuk kelompok mereka. Lantas, mereka mengajukan permohonan kredit. Tanpa
prosedur semestinya serta jaminan yang memadai, mereka dengan mudah mendapatkan kredit. Bahkan
ada kredit Rp 98 miliar yang cair hanya dalam dua jam dan jaminan mereka hanya surat berharga yang
ternyata bodong.
Robert sendiri sudah divonis penjara empat tahun serta denda Rp 50 miliar oleh Pengadilan
Negeri Jakarta Pusat, 10 September 2009. Vonis ini jauh lebih rendah dibanding tuntutan jaksa yakni
delapan tahun penjara. Karena itu, Kejaksaan Agung langsung mengajukan banding atas putusan
tersebut. Alasannya, majelis hakim hanya mengenakan pada satu dakwaan dari tiga dakwaan yang
diajukan jaksa penuntut umum.
Tiga dakwaan tersebut pertama, Robert dianggap menyalahgunakan kewenangan
memindahbukukan dan mencairkan dana deposito valas sebesar 18 juta dolar AS tanpa izin sang pemilik
dana, Budi Sampoerna. Kedua, mengucurkan kredit kepada PT Wibowo Wadah Rejeki Rp 121 miliar dan
PT Accent Investindo Rp 60 miliar. Pengucuran dana ini diduga tak sesuai prosedur. Dakwaan yang ketiga
adalah melanggar letter of commitmentdengan tidak mengembalikan surat-surat berharga Bank Century
di luar negeri dan menambah modal bank. Perbuatan Robert dan pemegang saham lain berbuntut pada
krisis Bank Century yang berujung pada pengucuran dana talangan Rp 6,7 triliun.
Selain Robert, mantan Direktur Utama Bank Century, Hermanus Hasan Muslim, juga sudah
divonis tiga tahun penjara dengan denda Rp 5 miliar. Sedangkan mantan Direktur Treasur Bank Century
Laurence Kusuma divonis tiga tahun penjara dan denda Rp 5 miliar. Tersangka lainnya adalah Hesman Al
Waraq Talaat dan Rafat Ali Rizvi. Dua pemegang saham Bank Century ini juga dipersangkakan dalam
tindak pidana pencucian uang.
Polisi turut menetapkan Dewi Tantular selaku Kepala Divisi Bank Note Bank Century sebagai tersangka.
Dewi kini masuk dalam daftar pencarian orang (DPO). Dua tersangka lainnya adalah Linda Wangsa
Dinata, selaku pimpinan KPO Senayan, dan Arga Tirta Kiranah, Kadiv legal Bank Century. Keduanya kini
dalam proses penyidikan.

1. Perbedaan Versi Kronologi


Dalam kasus ini diperoleh dua versi kronologi yang berbeda Sri Mulyani, Jusuf Kalla dan LPS. Hal ini
terjadi ketika mereka dimintai keterangannya di dalam rapat Pansus.

2. Kronologi Versi Menkeu Sri Mulyani


' 
BI mengundang Menkeu untuk rapat konsultasi melalui teleconference. Sri Mulyani berada di
Washington, Amerika Serikat, bersama Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), untuk menghadiri
pertemuan G20.
 ' 
BI mengundang Menkeu untuk rapat konsultasi mengenai permasalahan Bank Century.
' ' 
BI menyampaikan surat Kepada Menkeu, dengan No 10/232/GBI/Rahasia tentang Penetapan
Status Bank Gagal Bank Century dan penanganan tindak lanjutnya yang isinya ditengarai sistemik dan
mengusulkan langkah penyelamatan oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) sesuai pasal 18 Perpu
Jaring Pengaman Sektor Keuangan (JPSK).
BI dan Menkeu rapat Komite Stabilitas Sektor Keuangan (KSSK), membahas Bank Century. Perpu
JPSK Pasal 1 angka 9 Bank Gagal adalah bank yang mengalami kesulitan keuangan dan
membahayakan kelangsungan usahanya serta tidak dapat lagi disehatkan oleh BI sesuai dengan
kewenangan yang dimilikinya.
'' 
Rapat KSSK menetapkan Bank Century sebagai Bank Gagal berdasarkan assesment. BI meminta
pertemuan KSSK menyatakan Century adalah Bank Gagal, jika tidak ditangani dengan benar
berdampak sistemik.
Komite Koordinasi menetapkan penyerahan Bank Century kepada LPS. Landasannya UU LPS
Pasal 1 ayat 9 (UU 24 tahun 2004) Komite Koordinasi yang terdiri dari BI, Menkeu, dan LPS. Kami
serahkan ke LPS karena disebut BI sebagai Bank Gagal yang menyebabkan sistemik sehingga harus
diserahkan ke LPS. Sejak itu, penanganan Bank Century diserahkan ke LPS. Surat No 01/KK.012008
ditandatangani Komite Koordinasi Menkeu, Gubernur BI, Ketua Komisioner LPS tertanggal 21 Nov
2008.
' !""' 
Sampai kini BI tak pernah menggunakan fasilitas pendanaan darurat (FPD). Jika tak gunakan FPD,
maka tidak ada implikasi ke APBN. Penanganan sepenuhnya oleh LPS, tetapi tidak berimplikasi ke
APBN. Jadi, ini ditangani sepenuhnya oleh LPS.
3. Kronologi Versi Wapres Jusuf Kalla
Jusuf Kalla (JK) membantah mendapat laporan bailout dari Menkeu Sri Mulyani pada 22 November
2008. JK baru mendapat laporan pada 25 November 2008 dari Menkeu dan Gubernur Bank
Indonesia Boediono, setelah bailout dilakukan (23 November 2008). Karena pada Sabtu 22 November
, JK tidak berkantor, tapi sedang kunjungan kerja ke Sunda Kelapa dan Cibinong (LIPI).
4. Kronologi Bailout versi LPS
Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) yang mengambil alih Bank Century, membeberkan kronologis
penyuntikan (bailout) dana Rp 6,72 triliun ke Bank Century. Berikut penjelasan Direktur Eksekutif LPS
Firdaus Djaelani, kepada Komisi XI DPR, di Gedung DPR.
'' 
Jumlah dana yang dikucurkan Rp2,776 triliun. Bank Indonesia (BI) menilai untuk CAR delapan
persen dibutuhkan dana sebesar Rp2,655 triliun. Dalam peraturan LPS, LPS dapat menambah modal
sehingga CAR bisa mencapai 10 persen, yaitu Rp2,776 triliun.
#"' 
LPS mengucurkan Rp2,201 triliun. Dana tersebut untuk memenuhi ketentuan tingkat kesehatan
bank.
' 
LPS selanjutnya mengucurkan Rp1,55 triliun untuk menutupi kebutuhan CAR berdasarkan hasil
assesment BI, atas perhitungan direksi Bank Century.
'$%' 
Selanjutnya dikucurkan Rp630 miliar untuk menutupi kebutuhan CAR. Keputusan tersebut juga
berdasarkan hasil assesment BI atas hasil audit kantor akuntan publik (AP). Sehingga dana yang
dikucurkan mencapai Rp 6,762 triliun. Sebelumnya dalam kesepakatan awal pada 20 November 2008,
BI melalui data per 31 Oktober, CAR Bank Century adalah minus 3,52 persen dan kebutuhan modal
untuk menaikkan CAR menjadi delapan persen adalah sebesar Rp 632 miliar.

 Dampak Kasus Bank Century


Dampak kericuhan politik selama penyelesaian skandal Bank Century diperkirakan akan menimbulkan
efek domino yang besar terhadap sudut pandang sosial, politik dan ekonomi.
1. Sosial
Hasil Jajak Pendapat menggunakan telepon rumah, Telkom dengan jumlah responden 100 orang
yang diambil secara acak dan batas usia 20 tahun sampai 65 tahun diketahui hanya 4 responden yang
mengatakan tidak memperhatikan berita Kasus Bank Century baik melalui media cetak atau media
TV, selebihnya 96 responden memperhatikan dan mengikuti berita Kasus Bank Century hampir setiap
hari.
Perhatian dan tingkat media exposure di atas tadi relatif cukup besar dan signifikan bila
dikaitkan dengan proses pembentukan opini publik.
Positifnya, dampak pemberitaan tersebut hampir dapat dipastikan dapat menambah
pengetahuan dan informasi masyarakat akan Kasus Bank Century (Knowledge Building) yang pada
gilirannya menimbulkan Sikap (Attitudes) masyarakat bahkan Persepsi terhadap Kasus Bank Century
dan akhirnya dapat mendorong Tindakan (Practice) masyarakat sebagai reaksi atau respon terhadap
hasil kerja Pansus Bank Century dan penanganan pemerintah terhadap raibnya Rp 6,7 triliun uang
negara untuk bail out Bank Century.
Efek negatif jika pertanggungjawaban kasus ini tidak dilaksanakan oleh pemerintah, maka malah
sebaliknya pemerintah makin bertindak represif dan opresif (menindak dan menindas) terhadap
rakyat atau wakil rakyat yang menentang pemerintah, maka kekuatan rakyat akan bangkit melawan
pemerintah.
People power atau kekuatan rakyat sejati di mana rakyat turun ke jalan-jalan melawan
pemerintah secara terus menerus melalui aksi unjuk rasa dan meningkat menjadi perlawanan rakyat
(civil resistance) melalui pembangkangan, perlawanan tanpa kekerasan, boikot, pemogokan, okupasi,
pendudukan, bahkan kudeta dan revolusi.

2. Politik
Dampak positif kasus Bank Century dalam ranah politik adalah akuntabilitas pengambil keputusan
publik yang bersifat strategis. Pemerintah perlu menyampaikan argumen-argumen tentang mengapa
dan kenapa sebuah keputusan yang menyangkut hajat hidup orang banyak diputuskan. Tidak hanya
sebagai bentuk pertanggungjawaban publik, melainkan juga menghindari gugat menggugat di
kemudian hari.
Efek negatif yang terlihat adalah kurang sinerginya antara Legislatif (DPR) dengan Eksekutif
(Pemerintah). Vonis Pansus yang notabene dari DPR dengan menghasilkan keputusan bahwa
menyatakan baik pemberian Fasilitas Pendanaan Jangka Pendek (FPJP) maupun Penyertaan Modal
Sementara (PMS) bermasalah dan harus dibawa ke ranah hukum untuk memprosesnya, tapi hal itu
tidak ditanggapi dengan baik oleh pemerintah.
Pemerintah melalui pidato Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sehari setelah Rapat Paripurna DPR.
Dalam bahasa yang gamblang, Presiden sangat menghormati, tapi tidak mengakui keputusan rapat
paripurna itu. Padahal, sebagai produk politik lembaga legislatif, keputusan Rapat Paripurna DPR
tentang hak angket Bank Century memiliki basis konstitusional yang kuat dan tidak boleh ditafsirkan
lain. Bagaimanapun, produk politik sangat berbeda dengan praktik politik dan tidak bisa
dicampuradukkan.
Dengan demikian, perlawanan politik yang ditunjukkan pemerintah terhadap vonis DPR itu justru
akan memicu dan memperlebar tensi politik baru. Bahkan, boleh jadi membuat nasib rekomendasi
DPR tentang hak angket Bank Century menjadi tidak menentu.
Tidak menentu karena nasib rekomendasi DPR itu bisa berubah hanya oke di atas kertas, tapi
melempem di realitas. Itu terjadi bila langkah DPR berhenti cuma di angket dan pemerintah ogah-
ogahan menindaklanjuti angket DPR. Padahal, setelah angket, DPR memiliki amunisi lain, yakni hak
menyatakan pendapat.
3. Ekonomi
Pada 21 November 2008, KSSK memiliki opsi untuk mengambil untuk mengambil aksi untuk
menyelamatkan bank Century. Opsi tersebut adalah mengambil aksi / tindakan penyelamatan
dengan menginjeksi modal sebesar Rp 6.7 T dengan potensi balik modal sebesar Rp 3 T setelah tahun
ke-5 (asumsi harga jual setelah divestasi pada tahun ke-5), sehingga biaya bersih opsi pertama adalah
Rp 3 T.
Positifnya dari opsi tersebut adalah memiliki keunggulan dari segi pencegahan krisis. Dengan
mengambil opsi tersebut diasumsikan bahwa bank Century memiliki pertumbuhan yang positif, tidak
terjadi krisis kepercayaan terhadap kredibilitas perbankan, dan tercapainya stabilitas sistem
keuangan.
Namun pada efek negatifnya dari berlarut-larutnya kasus ini adalah mendorong investor asing
mempertimbangkan untuk melakukan kajian ulang atas investasinya di Indonesia. Karena investor
asing yang saat ini menanamkan investasinya di Indonesia dengan melihat kebijakan yang diterapkan
oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani, ketika dia diberhentikan seperti saat ini maka mereka akan
melakukan review terhadap dana yang ditanamkan.Investor yang akan berinvestasi atau
menempatkan dananya di Indonesia cenderung melihat arah perekonomian Indonesia ke depan.
Untuk itu, dia berharap kasus Bank Century ini tidak terus berlarut-larut sehingga dapat
mempengaruhi perekonomian.




  
 
Pascakrisis terjadi tahun 2007, banyak negara yang mengalami kejadian yang sama, yaitu
terjadinya kegagalan sebuah bank sebagai akibat dari krisis ekonomi. Tidak ketinggalan, di Indonesia
mengalami hal yang sama, misalnya penutupan Bank IFI dan kemudian penyelamatan Bank Century.
Penyelamatan Bank Century pada akhirnya menimbulkan polemik yang sampai ke ranah politik juga
(adanya Pansus kasus Bank Century). Penyebabnya bisa karena dalam rangka menggunakan hak
berdemokrasi, merasa lebih paham, dan mungkin justru tidak paham tetapi harus berkomentar.

    
Sejatinya mengapa sebuah bank ada yang diselamatkan dan tidak, harus dilihat dari pemikiran
secara holistik (menyeluruh dan terkait), yaitu dalam kaitannya menjaga stabilitas sistem perbankan di
satu pihak dan menjaga kepercayaan masyarakat di lain pihak. Lebih penting dari itu tentunya adalah
sebagai upaya menghilangkan efek domino, baik terhadap sistem perbankan maupun perekonomian
dalam arti luas.
Pengertian menggunakan ͟bahasa͟ yang sama bukan berarti harus disamakan pendapatnya,
akan tetapi lebih kepada imbauan agar kalau terjadi perbedaan pendapat, maka pembuktian kebenaran
atas perbedaan pendapat itu harus rasional dan proporsional.
Dalam kasus penyelamatan Bank Century misalnya, ada ketidakseimbangan perlakuan dan perhatian.
Upaya mengejar pertanggungjawaban pemilik Bank Century berjalan lebih lamban dibandingkan
mempersoalkan apakah kegagalan Bank Century itu sistemik atau tidak. Ironisnya, pemilik dan
pengurusnya sebagian masih bebas berkeliaran di luar negeri. Celakanya, pendapat mereka dikutip
seolah-olah pasti tak bersalah.
Seyogianya semua pihak sependapat bahwa kalau dapat dibuktikan adanya error omission dan
atau error commission baik sebelum dan sesudah penyelamatan Bank Century harus dilakukan secara
obyektif, jujur, dan tidak dipolitisasi. Sebab kalau tidak, maka sama artinya kita semua menciptakan
ketidakstabilan yang baru, baik di sektor perbankan pada khususnya dan perekonomian pada umumnya.

   
ͻDalam menghadapi kasus bank Cemtury perlunnya kerjasama dengan baik antara pemerrintah,
DPR-RI dan Bank Indonesia
ͻPemerintah harus bertanggung jawab kepadanasabah Bank Century agar bisa uangnyya
dicairkan.
ͻHarus ada trasparansi public dalam menyelesaikan kasus Bank century sehingga tidak terjadi
korupsi
ͻAudit infestasi BPK harus dilakukan dengan tuntas dan dibantu oleh Polri, kejaksaan,
Pemerintah Bank Indonesia.




c c&

c  

  

Sistem Ekonomi Syariah merupakan ilmu pengetahuan sosial yang mempelajari masalah-
masalah ekonomi rakyat yang dilhami oleh nilai-nilai Islam. Ekonomi syariah atau sistim ekonomi
koperasi berbeda dari kapitalisme, sosialisme, maupun negara kesejahteraan. Berbeda dari kapitalisme
karena Islam menentang eksploitasi oleh pemilik modal terhadap buruh yang miskin, dan melarang
penumpukan kekayaan. Selain itu, ekonomi dalam kaca mata Islam merupakan tuntutan kehidupan
sekaligus anjuran yang memiliki dimensi
Tidak banyak yang dikemukakan dalam Al Qur͛an, dan hanya prinsip-prinsip yang mendasar saja.
Karena alasan-alasan yang sangat tepat, Al Qur͛an dan Sunnah banyak sekali membahas tentang
bagaimana seharusnya kaum Muslim berprilaku sebagai produsen, konsumen dan pemilik modal, tetapi
hanya sedikit tentang sistem ekonomi. Sebagaimana diungkapkan dalam pembahasan diatas, ekonomi
dalam Islam harus mampu memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada setiap pelaku usaha. Selain
itu, ekonomi syariah menekankan empat sifat, antara lain:

1. Kesatuan (unity)
2. Keseimbangan (equilibrium)
3. Kebebasan (free will)
4. Tanggungjawab (responsibility)

Manusia sebagai wakil (khalifah) Tuhan di dunia tidak mungkin bersifat individualistik, karena
semua kekayaan yang ada di bumi adalah milik Allah semata, dan manusia adalah kepercayaannya di
bumi. Didalam menjalankan kegiatan ekonominya, Islam sangat mengharamkan kegiatan riba, yang dari
segi bahasa berarti ͞kelebihan͟. Dalam Al Qur͛an surat Al Baqarah ayat disebutkan bahwa Orang-orang
yang makan (mengambil) riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan
syaitan lantaran (tekanan) penyakit gila. Keadaan mereka yang demikian itu, adalah disebabkan mereka
berkata (berpendapat), sesungguhnya jual beli itu sama dengan riba, padahal Allah telah menghalalkan
jual beli dan mengharamkan riba

c   

 Peran Uang dan Modal dalam Ekonomi Syariah
 Prinsip Dasar Transaksi Syariah
 Simpanan Menurut Syariah
 Tabungan Menurut Prinsip Syariah
 Investasi Menurut prinsip Syariah

 
c  

1. Peran Uang dan Modal dalam Ekonomi Syariah
Dalam ekonomi Islam, uang merupakan alat tukar dan alat satuan hitung. Tetapi uang
bukanlah komoditas yang dapat diperjual belikan layaknya barang dan jasa ekonomi. Karena
uang bukan merupakan komoditas, maka uang tidak identik dengan modal dan tidak boleh
dianggap sebagai modal. Sebagai alat tukar uang tidak boleh diendapkan. Uang harus terus
mengalir, bergulir dan berputar dalam masyarakat untuk digunakan dalam kegiatan ekonomi.
Karena itu konsep uang dalam ekonomi Islam adalah 4  dan bukan 
.
Konsep mengalir ini pada gilirannya akan mengharuskan uang sebagai  , di
mana seseorang tidak boleh memperlakukan uang layaknya  . Tulisan ini mencoba
mengurai persamaan dan perbedaan konsep uang dalam ekonomi Islam dan ekonomi
konvensional, peran, fungsi uang di dalam ekonomi, dan teori permintaan uang.

2. Prinsip Dasar Transaksi Syariah


Transaksi syariah berdasarkan pada prinsip:
* persaudaraan (ukhuwah)
* keadilan (͛adalah)
* kemashalatan (maslahah)
* keseimbangan (tawazun)
* universalisme (syumuliyah)

a. Prinsip persaudaraan (ukhuwah)


Merupakan nilai universal yang menata interaksi sosial dan harmonisasi kepentingan para pihak
untuk kemanfaatan secara umum dengan semangat saling tolong-menolong. Transaksi syariah
menjunjung tinggi nilai kebersamaan dalam memperoleh manfaat (sharing economic) sehingga
seseorang tidak boleh mendapat keuntungan diatas kerugian orang lain. Ukhuwah dalam
transaksi syariah berdasarkan prinsip saling mengenal (ta͛aruf), saling memahami (tafahum),
saling menolong (ta͛awun), saling menjamin (takaful), saling bersinergi dan beraliansi (tahaluf).

b. Prinsip keadilan
Menempatkan sesuatu hanya pada tempatna dan memberikan sesuatu hanya pada yang berhak
serta memperlakukan sesuatu sesuai dengan posisinya. Implementasi keadilan dalam kegiatan
usaha berupa aturan prinsip muamalah yang melarang adanya unsur :

1) riba (unsur bunga dalam segala bentuk dan jenisnya, baik riba nasiah maupun fadhl);
2) kezaliman (unsur yang merugikan diri sendiri, orang lain, maupun lingkungan);
3) maysir (unsur judi dan sifat spekulatif);
4) gharar (unsur ketidakjelasan); dan
5) haram (unsur haram baik dalam barang maupun jasa serta aktivitas operasional yang terkait).

Penjelasan :

1) Riba
Adalah setiap tambahan pada pokok piutang yang dipersyaratkan dalam transaksi pinjam-
meminjam serta derivasinya dan transaksi tidak tunai lainnya, dan setiap tambahan yang
dipersyaratkan dalam transaksi pertukaran antar barang-barang ribawi termasuk pertukaran
uang (money exchange) yang sejenis secara tunai maupun tangguh dan yang tidak sejenis
secara tidak tunai.

2) Kezaliman (dzulm)
Adalah menempatkan sesuatu tidak pada tempatnya, memberikan sesuatu tidak sesuai ukuran,
kualitas dan temponya, mengambil sesuatu yang bukan haknya, dan memperlakukan sesuatu
tidak sesuai posisinya. Kezaliman dapat menimbulkan kemudharatan bagi masyarakat secara
keseluruhan, bukan hanya sebagian, atau membawa kemudharatan bagi salah satu pihak atau
pihak-pihak yang melakukan transaksi.

3) Masyir
Adalah setiap transaksi yang bersifat spekulatif dan tidak berkaitan dengan produktivitas serta
bersifat perjudian (gambling).

4) Gharar
Adalah setiap transaksi yang berpotensi merugikan salah satu pihak karena mengandung unsur
ketidakjelasan, manipulasi dan eksploitasi informasi serta tidak adanya kepastian pelaksanaan
akad. Bentuk-bentuk gharar antara lain :
- tidak adanya kepastian penjual untuk menyerahkan obyek akad pada waktu terjadi akad
baik obyek akad itu sudah ada maupun belum ada
- menjual sesuatu yang belum berada di bawah kekuasaan penjual
- tidak adanya kepastian kriteria kualitas dan kualitas barang/jasa
- tidak adanya kepastian jumlah harga yang harus dibayar dan alat pembayaran
- tidak danya ketegasan jenis dan obyek akad
- kondisi obyek akad tidak dapat dijamin kesesuaiannya dengan yang ditentukan dalam
transaksi
- adanya unsur eksploitasi salah satu pihak karena informasi yang kurang atau dimanipulasi
dan ketidak tahuan atau ketidakpahaman yang ditransaksikan.

5) Haram
Adalah segala jenis unsur yang dilarang secara tegas dalam Al-Qur͛an dan As Sunah.

c. Prinsip kemaslahatan
Merupakan segala bentuk kebaikan dan manfaat yang berdimensi duniawi dan ukhrawi, material
dan spiritual, serta individual dan kolektif. Kemashlahatan yang diakui harus memenuhi dua
unsur yakni kepatuhan syariah (halal) serta bermanfaat dan membawa kebaikan (thayib) dalam
semua aspek secara keseluruhan yang tidak menimbulkan kemudharatan. Transaksi syariah yang
dianggap bermashlahat harus memenuhi secara keseluruhan unsur-unsur yang menjadi tujuan
ketetapan syariah (maqasid syariah) yaitu berupa pemeliharaan terhadap :

1) akidah, keimanan dan ketakwaan (dien)


2) intelek (͛aql)
3) keturunan (nasl)
4) jiwa dan keselamatan (nafs)
5) harta benda (mal)

d. Prinsip keseimbangan (tawazun)


Meliputi keseimbangan aspek material dan spiritual, aspek privat dan publik, sektor keuangan
dan sektor riil, bisnis dan sosial, dan keseimbangan aspek pemanfaatan dan pelestarian.
Transaksi syariah tidak menekankan pada maksimalisasi keuntungan perusahaan semata untuk
kepentingan pemilik (shareholder). Sehingga manfaat yang didapatkan tidak hanya difokuskan
pada pemegang saham, akan tetapi pada semua pihak yang dapat merasakan adanya suatu
kegiatan ekonomi.

e. Prinsip universalisme (syumuliah)


Dapat dilakukan oleh, dengan, dan untuk semua pihak yang berkepentingan (stakeholder) tanpa
membedakan suku, agama, ras dan golongan, sesuai dengan semangat kerahmatan semesta
(rahmatan lil alamin).

Transaksi syariah terikat dengan nilai-nilai etis meliputi aktivitas sektor keuangan dan sektor riil
yang dilakukan secara koheren tanpa dikotomi serta keberadaan dan nilai uang merupakan
cerminan aktivitas investasi dan perdagangan.
3. Simpanan Menurut Syariah
Simpanan menurut prinsip syariah dibagi menjadi dua :
a. Titipan / Wadiah
Menitip adalah memberikan kekuasaan kepada orang lain untuk menjaga hartanya/
barangnya. Dengan demikian cara titipan melibatkan adanya orang yang menitipkan
(nasabah), pihak yang dititipi (bank syariah), barang yang dititipkan (dana nasabah).
Menitipkan sebenarnya bukan usaha perniagaan yang lazim, kecuali penerima titipan
menetapkan keharusan membayar biaya penitipan atau administrasi bagi penitip. Maka
Titipan bisa memenuhi syarat perniagaan yang lazim. Artinya bank harus menjaga dan
bertanggung jawab terhadap barang yang dititipkan karena sudah dibayar biaya
administrasinya. Rekening giro di bank syariah dikelola dengan sistem titipan sehingga biasa
dikenal dengan Giro Wadiah, karena pada dasarnya rekening giro adalah dana masyarakat di
bank untuk tujuan pembayaran dan penarikannya dapat dilakukan setiap saat. Artinya giro
hanyalah merupakan dana titipan nasabah, bukan dana yang diinvestasikan. Namun dana
nasabah pada giro bisa dimanfaatkan oleh bank selama masih mengendap, tetapi kapanpun
nasabah ingin menariknya bank wajib membayarnya. Sebagai imbalan dari titipan yang
dimanfaatkan oleh bank syariah, nasabah dapat menerima imbal jasa berupa bonus. Namun
bonus ini tidak diperjanjikan di depan melainkan tergantung dari kebijakan bank yang
dikaitkan dengan pendapatn bank. Rekening tabungan harian yang memberlakukan ketentuan
dapat ditarik setiap saat juga dikelola dengan cara titipan, karena sifatnya mirip dengan giro
hanya berbeda mekanisme penarikannya.

b. Investasi / Mudharabah
Adalah suatu bentuk perniagaan dimana pemilik modal (nasabah) menyetorkan modalnya
kepada pengelola (bank) untuk diusahakan dengan keuntungan akan dibagi bersama sesuai
dengan kesepakatan dari kedua belah pihak. Sedangkan kerugian, jika ada akan ditanggung
oleh si pemilik modal. Dengan demikian cara investasi melibatkan pemilik modal (nasabah),
pengelola modal (bank), modal (dana) harus jelas berapa jumlahnya, jangka waktu
pengelolaan modal, jenis pekerjaan atau proyek yang di biayai, porsi bagi hasil keuntungan.
Deposito di bank syariah dikelola dengan cara investasi atau mudarobah, sehingga biasa
dikenal dengan Deposito Mudharabah. Bank Syariah tidak membayar bunga deposito kepada
deposan tetapi membayar bagi hasil keuntungan yang ditetapkan dengan nisbah. Beberapa
jenis tabungan berjangka juga dikelola dengan cara mudharobah misalnya tabungan
pendidikan dan tabungan hari tua, tabungan haji, tabungan berjangka ini biasa dikenal istilah
Tabungan Pendidikan Mudharabah, Tabungan Haji. Tabungan-tabungan tersebut tidak dapat
ditarik oleh pemilik dana sebelum jatuh tempo sehingga memenuhi syarat untuk
diinvestasikan
4. Tabungan Menurut Prinsip Syarih
Tabungan bagi hasil (Mudharabah) adalah tabungan yang berdasarkan prinsip mudharabah
mutlaqah. Dalam hal ini bank syariah mengelola dana yang diinvestasikan oleh penabung secara
produktif, menguntungkan dan memenuhi prinsip-prinsip syariah Islam. Hasil keuntungannya
akan dibagikan kepada penabung dan bank sesuai perbandingan bagi hasil atau nisbah yang
disepakati bersama.
Contoh perhitungan bagi hasil;
Saldo rata-rata Bapa Huda bulan November 2004 sebesar Rp 1 juta sedangkan saldo rata-rata
tabungan seluruh nasabah Bank Syariah pada bulan tersebut sebesar Rp 50 juta. Bila
perbandingan bagi hasil antara nasabah dan bank sebesar 50:50 dan pendapatan bank yang
dibagihasilkan untuk tabungan sebesar Rp 1 juta maka bagi hasil yang didapatkan oleh Bapa Huda
adalah sebesar:
(Rp 1 juta : Rp 50 juta X Rp 1 juta X 50% = Rp 10.000,00.
Sehingga Bapa Huda akan menerima bagi hasil sebesar Rp. 10 ribu rupiah dalam bulan November
2004 atas tabungan saldo rata-rata sebesar Rp. 1 juta. Berbeda dengan bank konvensional yang
pendapatan bunganya tetap sepanjang tidak ada perubahan. Bagi hasil yang didapatkan dari
bank syariah dapat berubah setiap bulan, tergantung pendapatan bagi hasil yang diterima bank
syariah dari para peminjam.

5. Investasi Menurut Prinsip Syariah


Salah satu bentuk investasi yang sesuai dengan syariah adalah membeli saham perusahaan, baik
perusahaan non publik (private equity) maupun perusahaan publik/terbuka. Cara paling mudah
dalam melakukan investasi saham sesuai syariah di Bursa Efek Jakarta adalah memilih dan
membeli jenis saham-saham yang dimasukkan dalam Jakarta Islamic Index (JII).




















c c&
 

1. Di jaman sekarang teknologi sangat berperan dalam kehidupan manusia sehari-hari. Teknologi di
jaman sekarang identik dengan kualitas suatu negara atau daerah. Suatu Negara bisa saja diukur
tingkat kemajuanya berdasarkan teknologi tersebut. Termasuk juga dalam sistem moneter pada
jaman sekarang. Perubahan cara transaksi suatu barang yang semula menggunakan uang sekarang
secara perlahan mulai digeser dengan adanya Kartu Kredit dan Kartu Debit. Kartu Kredit dan Debit
ini pun juga digunakan sebagai tolak ukur jumlah uang yang beredar dalam suatu Negara. Sehingga
dapat ditarik kesimpulan bahwa Kartu Kredit dan Kartu Debit dapat mempengaruhi jumlah uang
yang beredar dan juga mempengaruhi permintaan akan uang yang beredar pada suatu negara.

2. Kasus yang dialami Bank Century ini harus lah dijadikan cerminan bagi pemerintah dalam
menjalankan ekonomi yang ada di Indonesia. Kasus yang diduga terjadi korupsi besar-besaran di
dalamnya pun pada akhirnya menimbulkan polemik yang sampai ke ranah politik juga (adanya
Pansus kasus Bank Century). Penyebabnya bisa karena dalam rangka menggunakan hak
berdemokrasi, merasa lebih paham, dan mungkin justru tidak paham tetapi harus berkomentar.

3. Perekonomian Syariah adalah suatu sistem perekonomian yang munvul dari kaidah agama Islam
yang bersumber dari Al-Quran dan Hadist. Sistem perekonomian ini diterapkan untuk menghindari
sistem riba yang ada pada Bank dengan cara meberikan bunga pada nasabahnya. Dalam Islam Riba
itu tidak diperbolehkan. Sistem Ekonomi Syariah menggantinya dengan sistem bagi hasil untuk
menghindari Riba tersebut. Dapat ditarik kesimpulan segala sesuatu yang merupakan komponen
pada suatu perbankan mulai dari Tabungan, Transaksi, Simpanan, Investasi menurut Sistem
Ekonomi Syariah harus menerapkan sistem bagi hasil.
MAKALAH TUGAS PENGANTAR ILMU EKONOMI


Oleh:
1. Gilang Noor Pratama 112104249
2. Dedy Fajar Irwanto 112100160
3. Handaru Jati 112100104
4. Ekky Victory Al-Fahd 112100105
5. Sadam Nursaid Alfian 112100101


FAKULTAS REKAYASA INDUSTRI

INSTITUT TEKNOLOGI TELKOM

BANDUNG

2011
 '  

Segala puji dan syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa yang telah
memberikan berkah, anugrah dan karunia yang melimpah, sehingga kami dapat menyelesaikan makalah
ini. Makalah ini disusun untuk memenuhi tugas pengantar ilmu ekonomi. Dalam makalah ini, kami
membahas tentang masalah perekonomian yang ada di Indonesia, jenis Sistem Perekonomian Syariah,
serta masalah kartu kredit dan kartu debit dalam pengaruhnya terhadap permintaan akan jumlah uang
yang beredar pada suatu negara.

Pada kesempatan ini kami mengucapkan terima kasih kepada pengarang buku maupun artikel
yang telah membantu kami dengan tulisannya, dosen pengantar ekonomi yang telah memberikan
kesempatan untuk menyusun makalah ini, orang tua yang telah memberikan dukungan moril dan
materil, serta teman- teman yang selalu memotifasi kami sehingga kami dapat menyelesaikan makalah
ini.

Kami sebagai penyusun makalah ini, dengan kerendahan hati mohon dibukakan pintu maaf,
apabila dalam makalah ini terdapat kesalahan dan kekhilafan yang disengaja maupun tidak disengaja.
Sebagai penutup, izinkanlah penyusun meminjam perkataan Ludwig Wittgenstein dalam menyampaikan
makalah yang tidak seberapa ini.

Demikianlah makalah ini kami susun, dengan harapan dapat berguna bagi pembaca, khususnya
untuk teman- teman yang sedang belajar mata kuliah ini.

Bandung, 18 Maret 2011

Penyusun
    

1. Detik.com (13 Januari 2010), KSSK dan Pengertian Dampak Sistemik

2. Suara Merdeka (15 Januari 2010), Uji Sahih Dampak Sistemik.

3. Suara Merdeka (15 Januari 2010), Uji Sahih Dampak Sistemik Century.

4. www.indonesiarecovery.com, penyelamatan bank Century

5. id.wikipedia.org/Kartu Kredit dan Kartu Debit

6. id.wikipedia.org/Ekonomi_syariah