P. 1
jurnal obat tradisional

jurnal obat tradisional

|Views: 972|Likes:
Dipublikasikan oleh Yohanes Eko Saputra

More info:

Published by: Yohanes Eko Saputra on Mar 24, 2011
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as TXT, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/02/2013

pdf

text

original

IDENTITAS DOKUMEN (Preview) Judul : Aktivitas Penghambatan Kejadian Kanker Ekstrak Etanol Buah Mahkota Dewa (Phaleria Macrocarpa

Boerl) Pada Mencit yang Diinduksi 7,12Dimetilbenz(a)antrasen Nama Jurnal : Jurnal Logika Edisi : Volume 5-Nomor 1-Agustus 2008 Penulis : Yandi Syukri dan Saepudin Abstrak : Mahkota dewa (Phaleria macrocarpa Boerl.) has been known as a medicine for any kind of diseases, among them is for cancer. To determine the carcinogenesis inhibition effect of mahkota dewa fruit extract, we have examined the effect on 7,12dimethylbenz(a)anthracene (DMBA) induced mice. Newborns mice received 0.25 mg single intraperitoneal injection and the extract was tested at 25 mg, 12.5 mg , and 6.25 mg a day . Anticarcinogenic effect of the extract was evaluated by observing the total number of all types of neoplasm in hepar, kidney, lung, gast ric, intestine, and lymphatic tissue. The organs histopathology was examined at week 16. The result showed that the extract at 6.25 mg and 25 mg decreases carcinogenesis event by 50% and 100% ,respectively, compared to negative control . In conclusion, the extract at 25 mg improved several organs carcinogenesis than other dose, and thereby can be developed as a potential anticancer agent. keywords : mahkota dewa, Phaleria macrocarpa, DMBA, carcinogenesis

Kesimpulan : Ekstrak etanol buah mahkota dewa memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi obat antikanker dan dosis yang diketahui paling efektif berdasarkan hasil peneli tian ini adalah dosis ekstrak yang setara dengan 200 mg serbuk (25 mg). Penerbit : Direktorat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (DPPM) Univervitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta Bahasa : Indonesia Format : PDF Web : http://www.uii.ac.id ; http://dppm.uii.ac.id Tag : Jurnal Penelitian dan Pengabdian

The result showed that the extract at 6. among them is for cancer. The organs histopathology was examined at week 16. we have examined the effect on 7. Phaleria macrocarpa. DMBA. Anticarcinogenic effect of the extract was evaluated by observing the total number of all types of neoplasm in hepar. intestine.25 mg a day . dalam waktu singkat kanker telah menyebabkan kematian yang . In conclusion.25 mg single intraperitoneal injection an d the extract was tested at 25 mg. kidne y. the extract at 25 mg improved several organs carcinogenesis than other dose.12-dimethylbenz(a)anthracen e (DMBA) induced mice. 12. To determine the carcinogenesis inhibition e ffect of mahkota dewa fruit extract. PENDAHULUAN Di beberapa bagian dunia.respectively. and lymphatic tissue.) PADA MENCIT YANG DIINDUKSI 7.) has been known as a medicine for any kind of diseases.5 mg. Keywords : mahkota dewa. carcinogenesis I.com ABSTRACT Mahkota dewa (Phaleria macrocarpa Boerl. and 6.AKTIVITAS PENGHAMBATAN KEJADIAN KANKER EKSTRAK ETANOL BUAH MAHKOTA DEWA (Phaleria macrocarpa Boerl. lung. compared to negative control. Newborns mice received 0. and thereby can be developed as a potenti al anticancer agent. gastric.12DIMETILBENZ(a)ANTRASEN Yandi Syukri dan Saepudin Program Studi Farmasi FMIPA Universitas Islam Indonesia e-mail korespondensi : sae_pau@yahoo.25 mg and 25 mg decreases carcinogenesis event by 5 0% and 100% .

Kematian akibat penyakit kanker di Amerika Serikat mencapai 22%. Di Indonesia. saponin. serta polifenol (Gotama dkk. kecelakaan lalu lintas. Salah satu usaha y ang perlu ditempuh adalah dengna menggali sumber alam nabati yang secara empiris telah ban yak digunakan oleh masyarakat untuk mengobati kanker. Di antara seny awa-senyawa . 2000). Menurut Alberts et al.cukup tinggi pada populasi penduduk. dan flavonoid.000 penduduk tiap tahun (Tjindarbumi and Mang unkusumo. usaha untuk menemukan obat kanker perlu terus dilaku kan untuk mendapatkan obat yang efektif dengan efek samping yang kecil. 2002). Mengenai efek suatu bahan sang at erat kaitannya dengan senyawa kimia yang terkandung dalam bahan tersebut. (1994) pengobatan kanker yang aman dan efektif masih bel um ditemukan. kardiovaskular. kanker menempati peringkat keenam penyebab kematian setelah penyakit infeksi. Diperkirakan ada 170-190 kasus baru pada setiap 100. saponin. 1999). sedang dalam d aunnya terkandung alkaloid. berada di urutan kedua setelah penyakit kardiovaskular 37% (King. Dalam kulit buah mahkota dewa terkandung senyawa alkaloid. Dengan demikian.. defisiensi nutrisi dan penyakit kongenit al.

Toth. Pada umur 21 hari mencit disapih dan s eminggu kemudian dibagi ke dalam beberapa kelompok untuk mendapatkan perlakuan sediaan e kstrak buah mahkota dewa secara oral. parameter total golongan kandungan kimia. flavonoid mempunyai bermacam-macam efek. . METODE PENELITIAN Penelitian dilakukan dalam beberapa tahapan yang meliputi : Ekstraksi kandungan senyawa aktif dari tanaman.tersebut. antivirus. parameter pola kromatogram. di mana masing-masing senyawa mempunyai efek yang berguna terhadap pengobatan penyakit k anker. antiradang (anti inflamasi). antibakteri. antidiare. parameter organoleptik. antioksidan. immunostimulant. dan sebagai vasodil ator (de Padua et al. antihepatotoksik. 1968) yang tela h dibuktikan sebagai metode uji karsinogenisitas yang terbaik dan paling sensitif. 1955). dan sitotoksik. quinones.25 mg di dalam pelarut minyak wijen dengan kadar 0. dan la in-lain. serta uji pr eklinis yang meliputi uji antikarsinogenik dan penilaian kejadian tumor secara in vivo. analgesik. antihiperglikermik. (1999) dikatakan pula bahwa senya wa saponin merupakan larutan berbuih dan diklasifikasikan oleh struktur aglycon ke dalam tr iterpenoid dan steroid saponin. Ekstrak yang diperoleh diuji parameter standar menurut M etode Standarisasi Ekstrak Badan POM (Anonim.. 1999).. Kedua senyawa tersebut mempunyai efek anti inflamasi. yaitu efek antitumor. Sedangkan fenol ataupun polifenol merupakan kelompok yang sangat luas dari metab olit sekunder tanaman seperti komponen fenolik sederhana. 1969. misalnya tanin juga mempunyai efek antikanker dan antivirus (HIV). anti HI V. Oleh de Padua et al. serta mengetahui dosis ekstrak yang optimal memberikan efek antikanker.5% secara intraperitoneal. parameter senyawa terlaru t dalam pelarut tertentu. Ekstraksi dilakukan menurut Farmakope Indonesia (1995) dengan cara perkolasi menggunakan etanol 70%. Pengelompokkan hewan uji dilakukan seperti pada t abel 1. (Willaman. antifungal. standarisasi esktrak buah mahkota dewa. analgesik . Penelitian in i dilakukan dengan tujuan untuk memperoleh informasi tentang potensi efek antikanker ekstrak buah mahkota dewa. Mencit-men cit yang baru lahir (umur kurang dari 24 jam) disuntik dengan DMBA sebanyak 0. tanin. II. 2000) sebagai persiapan untuk sediaan he rbal meliputi : Parameter identitas ekstrak. Induksi karsinogenesis dilakukan dengan menggunakan dimetilbenz(a)antrasen (DMB A) dengan metode newborn mice (Della Porta & Terracini. antocyanine.

.

Pembagian kelompok hewan uji Kelompok Keterangan perlakuan Jumlah mencit I Hanya diberi akuadest sampai akhir masa penelitian 12 II Diinduksi dengan DMBA tanpa pemberian ekstrak bahan uji 12 III Diinduksi dengan DMBA dan diberi ekstrak dengan dosis setara 50 mg serbuk 12 IV Diinduksi dengan DMBA dan diberi ekstrak dengan dosis setara 100 mg serbuk 12 V Diinduksi dengan DMBA dan diberi ekstrak dengan dosis setara 200 mg serbuk 12 Pengamatan terhadap adanya kejadian tumor dilakukan secara mikroskopik dengan m embuat preparat dari organ yang diambil dan dilakukan pengamatan secara histopatologi u ntuk melihat adanya pembentukan tomur pada organ tersebut.Tabel 1. .

Dari hasil pemeriksaan . yang dilakukan dengan KLT menggunakan fase diam silika gel F254 dan fase gerak BAW (4:1:5) menunjukkan ada nya 5 bercak kromatogram dengan karakteristik bercak seperti pada tabel 2. HASIL DAN PEMBAHASAN Dari hasil ekstraksi serbuk buah mahkota dewa sebanyak 500 mg diperoleh ekstrak kental sebanyak 62. III.52%. paru. kelompok kontrol no rmal. dan ginjalnya untuk diamati adanya pembentukan tumor . usus.6 g. Pada umur tersebut mencit dibu nuh dan diambil limfa. Dengan demikian. limfa. dengan bau aromatik khas. Karakteristik organoleptis ekstrak kental yang diperoleh adalah berbentuk kental seperti pasta. Sejumlah organ yang dianggap mewakili keadaan patologis diperiks a secara anatomi-patologis. dan ginjal untuk diamati ada tidaknya tumor. Data yang diperoleh dibandingkan antara kelompok kontrol negatip. Intensitas karsinogenisitas dinyatakan sebagai prosentase mencit yang menderita tumor pada tiap kelompok serta banyaknya organ yang mengalami tumor pada setiap mencit di dalam setiap ke lompok. lambung. berasa pahit. warna coklat.Pada umur 16 minggu diambil paru. rendemen ekstrak yang diperoleh adalah sebesar 12. Hasil identifikasi kandungan senyawa kimia dalam ekstrak. Intensitas karsinogenisitas dinyatakan sebagai jumlah mencit yang terkena tumor di dalam setiap kelompok dan jumlah tumor per mencit di dalam setiap organ . dan kelompok perlakuan ekstrak. hepar. Pemeriksaan tumor dilakukan pada mencit yang berumur 4 bulan. hepar.

83 Ungu . dan pola spektr a tersebut juga menunjukkan perubahan yang khas pada pemeriksaan dengan menggunakan beberapa pel arut khas untuk identifikasi flavonoid.dengan spektrofotometer diketahui bahwa bercak nomor 3 dan 5 positif mengandung flavonoid. Nilai Rf dan warna bercak hasil pemisahan dengan fase diam silika F254 dan fase gerak BAW (4:1:5) dengan pengamatan dibawah sinar UV 254nm Bercak nomor Nilai Rf Warna bercak 1 0.74 Kuning 5 0. Kesimpulan ini didasarkan atas gambaran spektra khas yang dihasilkan oleh masing -masing bercak.09 Putih 2 0.22 Putih 3 0. Tabel 2.49 Putih 4 0. yaitu adanya dua puncak pada panjang gelombang 200-400 nm yang muncul ka rena adanya gugus sinamoil dan benzoil pada struktur kimia flavonoid.

lambung. limfa. serta ginjal. paru-paru. Tabel 3.Uji antikarsinogenisitas dilakukan dengan melakukan pengamatan pada preparat jar ingan berbagai organ. Organ yang diamati meliputi hepar. Berat badan hewan uji pada minggu ke-14 sebelum dilakukan pembedahan Kelompok Jumlah hewan uji Berat badan (mean ± SD) I 8 . dan preparat dibuat dengan jalan mengambil sedikit bagian jaringan dari tiap-tiap or gan. usus. Selain pengamatan secara histopatologi. dilakukan juga pengamatan terhadap parameter pe ndukung berupa jumlah hewan uji yang mati untuk tiap kelompok. serta berat badan hewan u ji. Jumlah hewan uji yang mati selama masa penelitian Kelompok Jumlah hewan uji yang mati I 0 II 3 III 2 IV 0 V 0 Tabel 4.

3 ± 3.8 .3 ± 2.2 ± 2.4 ± 2.7 IV 12 30.4 V 12 34.35.3 III 12 33.3 II 10 27.4 ± 1.

Hasil ini sesuai dengan hasil penelitian H uggins and Fukunishi (1963) yang menemukan adanya tumor pada semua hewan uji yang mendapatk an perlakuan DMBA 0.Data pada Tabel 4 menunjukkan bahwa hewan uji yang berat badannya lebih rendah dari hewan uji yang ada pada kelompok kontrol normal adalah hewan uji pada kelompok k ontrol negatif yang hanya mendapatkan perlakuan induksi DMBA. Jumlah hewan uji yang mengalami tumor setelah dilakukan pembedahan Kelompok Hewan uji yang mengalami tumor Jumlah % I 0 0 II 9 100 III 5 . Sebaliknya pada kelompok II. DMBA merupakan karsinogen yang cuku p poten pada hewan pengerat. Dari data pada tabel 4 terlihat bahwa semua hewan uji pada kelompok I tidak men unjukkan adanya tumor pada berbagai organ yang diperiksa. kejadian kanker pada manusia biasanya diikuti dengan masalah pen urunan nafsu makan sehingga menyebabkan penurunan berat badan. 2003). Adapun hewan uji pada kelompok ya ng diberi ekstrak etanol buah mahkota dewa menunjukkan berat badan yang tidak berbeda berm akna dengan berat badan hewan uji pada kelompok kontrol normal. 2003. se mua hewan uji positip menunjukkan adanya tumor. Sampai saat ini belum ada teori yang secara memuaskan menjelaskan antara kejadian kanker dengan penurunan berat badan. Tabel 5.25 mg sesaat setelah lahir. Cheng et al. Namun demikian. dan secara luas telah digunakan untuk menginduksi terjadiny a kanker (Constantinou et al.

Secara berurutan.50 IV 2 16. Tabel 6. Angka kejadian tumor pada berbagai organ yang diperiksa untuk setiap kelompok Kelompok Angka kejadian tumor berdasarkan organ Hati Ginjal Limfa Paru-paru Lambung Usus I 0 0 0 . ang ka kejadian tumor yang paling tinggi ditemukan pada kelompok hewan uji yang mendapa tkan perlakuan ekstrak dengan dosis setara 50 mg (50%). Pengamatan kejadian tumor pada setiap organ berdasarkan hasil pemeriksaan secara histopatologi menunjukkan angka kejadian tumor pada berbagai organ yang diperiks a untuk setiap kelompok disajikan pada Tabel 5.7 V 0 0 Pada hewan uji yang mendapatkan perlakuan ekstrak etanol buah mahkota dewa. angka kejad ian tumor menurun pada kelompok hewan uji yang diberi ekstrak dengan dosis yang lebih ting gi.

0 0 0 .

II 9 0 4 9 5 0 III 5 0 5 5 2 0 IV 2 0 1 2 2 0 V 0 0 0 0 0 0 Data pada Tabel 5 menunjukkan. kejadian tumor yang ditemukan paling banyak adala .

yaitu menunjukkan gambaran jaringan normal tanpa adanya tumor. Gam baran histopatologi pada kelompok VI hampir sama dengan gambaran histopatologi kelompo k I. Dari keseluruhan hasil uji antikarsinigenisitas dapat diketahui.h pada organ hati dan paru-paru. dosis yang paling efektif yang memberikan efek antikarsinogenik paling tinggi adalah dosis ekstrak yang setara dengan 200 mg . Histopatologi jaringan hepar dan paru-paru (a) jaringan hati normal (b) jaringan hati dengan adanya tumor (c) jaringan paru-paru normal (d) jaringan paru dengan adanya tumor Berdasarkan hasil pemeriksaan histopatologi yang dilakukan dapat diketahui gamba ran perubahan jaringan pada berbagai organ yang diperiksa untuk setiap kelompok. Contoh gambaran histopatologi organ pada berbag ai kelompok disajikan pada Gambar 3. Berdasarkan dosis ekstrak yang digunakan dalam penelitian ini. Contoh gambaran histolo gi jaringan hepar yang ditampilkan pada Gambar 3 adalah jaringan hepar pada kelompok I (norm al) dan dibandingkan dengan jaringan hepar pada kelompok II yang menunjukkan adanya kela inan pada sel-sel jaringan tersebut. serta berikutnya dalam jumlah yang lebih sedikit ditemukan pada organ limfa dan lambung. Paru-paru sendiri merupakan organ yang mudah diserang oleh karsinogen dan sering pula menjadi tempat metastase kanker. bahwa ekstrak etanol buah mahkota dewa memiliki potensi untuk digunakan sebagai antika nker. Mun im dkk (2006) juga menemukan bahwa kejadian tumor yan g paling banyak ditemukan pada hewan uji yang diinduksi dengan DMBA adalah pada organ par u-paru dan kulit. (a) (b) (c) (d) Gambar 3.

Geneva Ansel. 1995.. Husband. Lippincott Williams and Wilkins.F. a novel isoflavone deriv ative. European Journal of cancer 39.4-dihydridiol of 7-metilbenz(c)acridin e on mouse skin and newborn mice..A.12-dimethylbenz(a)anthracene (DMBA)-induced mammary carcinogenesis in female Sprague-Dawley rats. Prodi Farmasi UII.D.fr/dataava/infodata. 20001. Mehta. 1282. M. Darmawan. 46..NY and London Anonim.serbuk buah mahkota dewa (25 mg ekstrak).C. KESIMPULAN Ekstrak etanol buah mahkota dewa memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi oba t antikanker dan dosis yang diketahui paling efektif berdasarkan hasil penelitian ini adalah dosis ekstrak yang setara dengan 200 mg serbuk (25 mg). B... Mortality and Prevalence Worldwide (2000 estima tes). Flavonoid Phytochemicals Regulate Activator Protein-1 Signal Transduction Pathways in Endometrial and Kidney Stable Cell Lines1.V. Farmakope Indonesia. N. J. 2002. Pharmaceutical Dosage Form and D rug Delivery System.. 20002.. 7th Edition. Allen. 1283. 1986. UCAPAN TERIMA KASIH Ucapan terima kasih disampaikan kepada Direktorat Jenderat Pendidikan Tinggi yan g telah membiayai penelitian ini . Garland Publ Inc. Jakarta Anonim. DAFTAR PUSTAKA Alberts. Lewis. AI. Molecular Bio logy Of The Cell.. Donatus. pengaruh praperlakuan infusa buah mahkota dewa terhadap ketoksikan akut teofilin pada tikus jantan. Departemen Kesehatan RI. Cancer Insidence. F. Philadelphia.2003:1012-1018 Daniel E. Y ogyakarta Chang. Lapen.. E. K. L. available at: http: www-dep-iarc. Roberts. Popovich. 1999.. Cancer Res. High tumorigenecity of the 3... Journal of The American S .. 1269. General Guidelines for Methodologies on Research and Evaluation o f Traditional Medicine. inhibits 7. WHO. 1270. A. Bray.htm. I. IV. J.. H.G. 2004. 1255. R. diakses pada bulan Maret 2003 Anonim. Third ed. Aziz. edisi IV. Phenoxodiol. D. Watson.. 4552 Constantinou. 1994.

100: 57-68 Harmanto. H. S. 11 07 Gibbs. 1969. Departemen Kes.. . B. R. Mechanism Based Target Identification and drug Disc in Cance r Research. Sehat Dengan Ramuan Tradisional Mahkotadewa. Sugiarto. Physiological Reviews. . G. S. Prog. I.. N. Carcinogenesis: Role and Regulatin of Mixed Function Oxidases and Related Enzymes. 1980. Jilid V. 1999: 147-148. The Hallmark of Cancer. Jakarta. Inventaris Tanaman Obat Indonesia. Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan. 60. .11. And Terracini. Pr apti. Nurhadi. Tange rang. Cetakan Pertama. 2000. Activation. 2000. LA 1848-1853 Della Porta.ociety for Nutritional Sciences.. J. B.. 334 Gelboin.Vol. 4. Widiyastuti. Benzo(a)pyrene Metabolism. Tumor Res. Y. Science Gotama. B. Exp. Wahyono. M. J. D.. . .A. Hanahan. I. Chemical carcinogenesis in infant anima ls.V. Cell.. Weinberg. I.

R. 2005. Beserta Profil Kromatografi Fraksi Paling Aktif.Med. Penebar Swadaya. Lapen. H. I Dewa Gede. Hyg.] Terhadap Sel Hela. 427-433 . Kapitulnik et al. R. 1991.12dimetilbenz(a)antrasen. Benzo(a)pyrene-7.. Susilowati. J.N. Nature.J.Soc. R. 261-262. Medicinal plants in tropical medicine. Prodi Farmasi UII. Agromedia Pustaka. 67. 1997. 75. 2006. 85(1):18-21 Puspaningsih. Lapen. Isolasi dan Identifikasi flavonoid d alam Ekstrak Etanol Daging Buah Mahkota Dewa (Phaleria macrocarpa Boerl).J. 266. B. 1977. Majalah Ilmu Kefarmasian III:3. diterjemahkan oleh Siti Suyatmi. 153-161 Permatasari. 2: 311-321. Trans.. Beserta Profil Kromatogra fi Fraksi Paling Aktif. K. Prodi Farmasi UII. Saepudin. J. UI Press. Mun im.d. 378 King. The Theoy and Parctice of Industri al Pharmacy.. 13 Jenis Tanaman Obat Ampuh. Soegihardjo. Sumastuti. J.L. Second Ed. 2006. Jogjakarta Philipson. Oncogenes and Protooncogenes. Jakarta Mahendra. Efek Sitotoksik Ekstrak Buah dan Daun Mahkot a dewa [Phaleria macrocarpa (Scheff) Boerl. 2004. C. Andrajati. Uji Toksisitas Akut Buah Matang Mahko ta Dewa (Phaleria macrocarpa Boerl) terhadap Larva Artemia Salina Leach. Yogyakarta Sukemti. H. And Sonlimar M. Lapen.. 2003. in Ensyclopedia of Human Bio logy. B. 2001: 31-35.PT. Uji Hambatan Tumorigenesis sari b uah merah (Pandanus conoideus Lam) Terhadap Tikus putih betina yang diinduksi 7. Yogyakarta Schneider. Second Ed. Ed III.. London Lachman. Lieberman.J.. Prodi Farmasi UII. C. Airlangga University Press. Jakarta. Onkologi Klinik. Uji Toksisitas Akut Buah Mentah Mahkota Dewa (P haleria macrocarpa Boerl) terhadap Larva Artemia Salina Leach. Academi Press..D. 2000..1 medi cinal plants against protozoal disease.. R. 2nd ed. 1997. D.Trop.. 2004. 2000.A. Sukardja. Ennsyclopedia Of Human Biology. C. A. Pearson Education Limited.. Farmakologi Faku ltas Kedokteran UGM. R.8-dihydridiol is more carcinogenic tha n benzo(a)pyrene in newborn mice. A. Lapen. Cancer Genetik... Soegihardjo. Wright. and Kanig.. Yogyakarta Thompson.R. 43-48. L.W. Cancer Biology. Riyanto. Surab aya.

Penerbit Buku Ked okteran EGC. Lapen. D. A critical review of experiments in chemical carcinogenesis usin g newborn animals.E. Jpn. Nature. 2006.) pada Tikus Putih. R.) Pada Membran Korio Alantois (CAM) Embrio Ayam Yang Terinduksi bFGF. M. and Yanif. Lape n. Donatus. Present and Fu ture.D. 4000:40 1-402 Yuniastuti. 1968. Cancer Res. dan Mangunkusumo..B. B. Clin. 2002.Vol 1/Ed 2. 1999.. Keteratogenikann Perasan Daging Buah Mahkota Dewa (Phaleria macrocarpa Boerl. 727 Triastuti. A. Prodi Farmasi.Tjindarbumi. Yogyakarta Underwood.. Hayati.C. UII Jo gjakarta . Efek Antiangiogenik Ekstrak Etanol Buah Mahkota Dewa (Phale ria macrocarpa Boerl. Prodi Farmasi UII.A. Rebuilding the Road to Cancer. Oncol Toth. Weizman. F.... Cancer in Indonesia. Jakarta. 2003. 257-305. Patologi Umum dan Sistemik. J. D. J. 28. I. 1999.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->