Anda di halaman 1dari 46

À ÀÀ


    À

   À  

p 
     

|
p  


  

    
 

    
 

  
 
 p  
  
    
  

—

  




 

Penggunaan APBN untuk mencapai beberapa tujuan


ekonomi makro seperti tingkat kesempatan kerja
penuh, pertumbuhan ekonomi jangka panjang yang
berkelanjutan, dan stabilitas tingkat harga.
Dalam rangka mendorong kinerja ekonomi, kebijakan
fiskal dapat berupa :

÷ ÷kesinambungan beban pajak



   ÷ kenaikan belanja pemerintah

0
  p  

 

 
xencapai atau meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui upaya:
xeningkatkan pertumbuhan ekonomi.
xemperluas lapangan kerja dalam rangka mengurangi pengangguran dan
menanggulangi kemiskinan.
xenstabilkan harga-harga barang, khususnya mengatasi inflasi.

     


 


Sebagai rencana kerja dan keuangan tahunan Pemerintah, APBN
mengemban fungsi:
  : sebagai dasar untuk melaksanakan pendapatan dan belanja negara
: sebagai pedoman untuk merencanakan kegiatan
 : sebagai pedoman untuk menilai kesesuaian antara pelaksanaan
dengan ketentuan.
^

    

Œ
 p      
  


 
—  ! "#$ 
"%"&' "(() *"$+($" #%#,


  -—.  !

xencapai pertumbuhan ekonomi sebesar 6%


xenurunkan tingkat kemiskinan menjadi 12% -14%
xenurunkan tingkat pengangguran menjadi 7,0% - 8,0%


   (—!
Peningkatan pelayanan dasar dan pembangunan perdesaan.
Percepatan pertumbuhan yang berkualitas dengan memperkuat daya
tahan ekonomi yang didukung oleh pembangunan pertanian,
infrastruktur, dan energi.
Peningkatan upaya anti korupsi, reformasi birokrasi, serta pemantapan
demokrasi, pertahanan dan keamanan dalam negeri.

V

  

*  .  !
Pemberian pajak ditanggung pemerintah (DTP) : PPh panas bumi
dan bunga obligasi internasional, PPN minyak goreng, PPN BBx
bersubsidi, PPN impor (PDRI) dan bea masuk impor (PDRI).
Amandemen UU PPN

*   .  !

Peningkatan stimulus melalui pembangunan infrastruktur


Pengalokasian anggaran subsidi yang lebih tepat sasaran untuk
menjaga stabilitas harga dan perlindungan kesejahteraan
masyarakat
Perlindungan sosial, diantaranya melalui pendidikan, kesehatan,
dan PNPx
Peningkatan kesejahteraan aparatur negara dan pensiunan
u
 
!"#" $!%"&  

/ 1

÷ 
     
 
  ÷  
! "#÷ $%%$ 
  &÷ &÷'"÷ 

( ÷ ÷)*'+, - . 
# "/*'+)÷
 0 
&   $÷ /  -

 #'!$$#  

|


    

||
 
 $    -   
- 2,,

 — 3  — 3  — 4  — 4  — 4

 — 4   — 4  —  —



(#) *$# +$  (* (,(%$-$(,$'$
($#'$#p# $$#'$*p%$* .
   7 &
 —  —
   7  8— —V

 
    6        
5   
     

   
 

0
0 
      0    

6  6

& 5  




  

6  
 




 0  
 

|
/ 0$#(#'$#''%$#(# #'!$*0$% 1$!*!(
1$!*.

Tingkat Pengangguran di US dan


 #  |.—  UK xeningkat Tajam ««
 %  
 |9

|Œ9, G  

   
 
V.9  |9, US
 -  ! Des 2007
UK
  ^—, Nop 2008

  ^, 0 1 2 3 4 5 6 7 8

  #  |,—

  ^,
  0,
%    |u,
' ,
  ÷ ÷ |0
%"2(! (%*,3$#
!"#" p# $
*(%0 %(4  (#%#
Pertumbuhan PDB Global (%)
a a a  a a
a a a

 0 0      
G        
 
 
     
       
   
   
  
  
     0
0   

 


P e rs e n , y o y



0





 — —  — — —  —  —  —  —  —  —  

0 º    


 
£

 
  

    
 
 |^
%"-(!
!"#" #0"#( $

*
. :;
<  (2,

%"2(! (%*,3$#
!"#" "+(3-$%$ #$+ 
(,$'$ ($#'$#5'$(#'$+$ !"%(! 0$% 
1$!*!(1$!*
a   
     
p    

     

       
 p          
         
       
!"# "$
  %     


 &       
 ' '  '      
    

       
(
p)      
*"'         
$+     
 , -      
|V
((% #*$3(-%"2(! !$#-(%*,3$#
(!"#" *$3#(#5$0 &6 &6

8% Pertumbuhan PDB 24%


PDB Konsumsi RT Ekspor Investasi
6.3% 6.2% 6.0%
6% 5.7% 5.5%
5.0% 5.0% 16%
4.0%
4%

8%
2%

0% 0%
2004 2005 2006 2007 2008* 2009 2009*

A Untuk mencapai pertumbuhan ekonomi 2009 ke 4,0% - 5,0%, pertumbuhan konsumsi


RT diharapkan 4,7%, kisaran pertumbuhan ekspor adalah 0 ± 5 % tergantung pada
perkembangan perdagangan dan pertumbuhan dunia
A ika proyeksi pertumbuhan ekspor 0% mengakibatkan proyeksi pertumbuhan ekonomi
sedikit atas 4%, jika 5% maka proyeksi pertumbuhan ekonomi di atas 4,5%
|u
/ 0 ,(,(%$-$#0*% p"(* !

%  & —
Lainnya** |   

 
 

Industri Sepatu | |  
 
 
  
Pertambangan | |
   x   
  
Perkayuan >
     
 
Elektronik  >      

Industri Kertas |

Perkebunan |

Tekstil dan Garmen >

0 10000 20000 30000 40000 50000 60000

PHK Rencana PHK Dirumahkan Rencana Dirumahkan Total

%,& —.'—0,V,
'      
  |^—^u . 


—0 . |0|| .     ||0 .
  |—V| .
   
  ||V
*'.%!*
 |


 
 

—
  
 

Krisis ekonomi global telah mempengaruhi


perekonomian Indonesia secara signifikan, dalam
bentuk:
Penurunan ekspor
Penurunan tingkat produksi
Penurunan pertumbuhan ekonomi
Peningkatan pengangguran dan kemiskinan
Negara-negara lainnya seperti China, Australia, epang,
Hongkong, New zealand, negara-negara ASEAN juga
terpengaruh krisis global.
Untuk meminimalkan efek negatif dari krisis ekonomi
global, Pemerintah dan DPR sepakat untuk merumuskan
langkah penyesuaian melalui program stimulus fiskal.

—|
  %   
 —

%    
     

 

3

 
—

— —
1 
—
1

          ? 

— —   

Negara-negara ASEAN
Stimulus fiskal di beberapa
melakukan koreksi defisit
negara mencapai di atas 1%
karena penerimaan turun &
PDB
program stimulus fiskal
——
(, 5$!$#*
5$!$#* + !$+0  (,(%$-$
(,(%$-$ ('$%$
('$%$


 
 
      @             
  
        
 

—      @             
     
 


     

      
0     
       
^      
        
      
        
 
     
           A   
   

—    @
        A    
0        
^       B              
       
V   
      
  
u     
           
  
 
  
 
      
—
+&+"#&% # +:+% #%:

1. xempertahankan kesejahteraan masyarakat (daya beli) a.l.


melalui : penurunan tarif pajak PPh OP, kenaikan PTKP,
kenaikan gaji PNS/TNI Polri/Guru/Dosen/
Pensiunan/Tunjangan Veteran, peningkatan alokasi belanja
sosial dan subsidi langsung ke RTS dalam APBN 2009
2. xemperbaiki daya saing dan daya tahan sektor usaha a.l.
xelalui : penurunan tarif PPh Badan, pemberian fasilitas
DTP untuk bea masuk, PPh pasal 21 dan 25, dan PPN,
subsidi energi dan air bersih, PxN dalam rangka KUR
. xenangani dampak PHK melalui peningkatan anggaran
belanja infrastruktur (termasuk PNPx).

—0
POKOK-POKOK KEBIJAKAN STIMULUS FISKAL 2009 (1)

|, 
a. Stimulus fiskal sebesar Rp 7 , T, terdiri dari
stimulus keringanan perpajakan dan kepabeanan
(Rp. 56,4 T), serta stimulus belanja negara dan
pembiayaan (Rp. 17,0 T)
b. Defisit APBN 2009 meningkat dari 1% PDB
menjadi 2,5% PDB
c. Kenaikan defisit dibiayai dari:
1) SILPA 2008
2) Pembiayaan utang dari penarikan pinjaman
siaga
) Tambahan pinjaman program —^
POKOK-POKOK KEBIJAKAN STIMULUS FISKAL 2009 (2)

÷ Penet÷÷n Kriteri÷ Progr÷


rogr÷egi÷t÷n
1) xenciptakan lapangan kerja yang signifikan,
2) Hasilnya seketika dan dapat diselesaikan dalam tahun 2009,
) xemenuhi sasaran Inpres Nomor 5 Tahun 2008 tentang Fokus Program
Ekonomi 2008-2009
4) Harus melengkapi sistem jaringan infrastruktur agar lebih efisien,
5) xerupakan bagian dari Program/Kegiatan rencana strategis
pembangunan 2009
6) Kegiatan sudah memiliki desain atau dapat menyiapkan desain secara
cepat
7) Kegiatan tersebut sudah tidak tersangkut dengan masalah tanah.
8) Dipastikan dapat diserap pada tahun 2009.
—Œ
POKOK-POKOK KEBIJAKAN STIMULUS FISKAL 2009 (3)

—,    
b. Penalti :
Anggaran stimulus yang tidak berhasil direalisasikan oleh
Kementerian negara/Lembaga, propinsi, dan kabupaten/ kota
akan menjadi faktor pengurang bagi alokasi anggaran tahun
2010.

c. Pelaporan :
1) Program stimulus fiskal disampaikan dalam laporan
pelaksanaan APBN semester I 2009
2) Pelaksanaan kebijakan, program dan kegiatan stimulus fiskal
APBN 2009 dilaporkan dalam LKPP 2009

—V
Instrumen Stimulus Fiskal 2009
 : å (V.  |.9*
*  ++  —    
  -  
  ›  ›   

    
  -  
  

  
*  ++  — ( ^Œ. !
| enghematan embayaran ajak (½   )
Tarif h Badan dan Orang ribadi serta kenaikan TK å @  T (0,8% B), melalui
enurunan tarif h sesuai dengan amandemen UU h
2 Subsidi ajak-BM/T ke ada dunia usaha/@TS å @ |, T
 eks lorasi Migas, Minyak goreng
Bea Masuk Bahan Baku & Barang Modal
h Karyawan, realokasi dari T 
h anas Bumi

-++— (|V.
 Subsidi + Belanja egara ada unia Usaha/La Kerja

enurunan harga Solar (Subsidi Solar)


iskon beban uncak Listrik Industri
Tambahan Belanja Infrastruktur, KU@ & BLK
erluasan M
—u
* +#*!(# #'!$*$#p$2$ (+ $2$%$!$*&
7 + $%%- $38

)
  O 

O 
  
  
  
  
£   
  â  
  
      !  

" "  #$ 


 #$ %&' 
£ 
 
£   
 #$   
£    

( #  !


—
* +#*!(# #'!$*$#p$2$$ #'0$#p$2$$3$#$3$
7 + $%%- $38

 
 O 

O   
         
£  
   â
   

   â 

 

î î    * + 
|     
  
  
     
    
  |  
      + 
         
    !       | 
 " " "   #   |
,  ^ 
   #    $    
      + 

%   
 +
 
# 

/ - -

. / 1/  02/. /1 1  0 
    
  -

 
  -.   

/ î     

 !  "
$ $ $%
|# "$  
   " $   $% &#&|
%
 "$$$
$    $  "$$ | '
%
 "$$$
$    $$  &
$ $ $%
' "$  
   $  $ (  '
%
& "$$$
$     $  $( |
%
& "$$$ $ ("
$    $$%*$ $
$ 
$ &
%
 "$$$
$      |&
 $$ $$ $($  $ 
$ $ $%
' "$  
    $($ |&

// î  
)*+

| () $ " $       $     |
, $ $ ,
     "      |&

-
  0*

|

 
p 
 


#0 !$*"%
!"#" $!%"9
$!%"9 

a  a K
 j÷ ÷
a
   a
a
aa a a
*  a
 

÷ 
   ÷        
 
  ÷ 
  !  "  
# $ %÷ !&''&  """  
 ( )÷  )÷*$÷ !    

+ ÷  ÷,-*."  "  ""   "" 


% /÷)÷ &÷-*.,÷
    
)   &÷01  "  


(  —u 
—
   -

+** +**&

 ./ /. (  /0.3 2
#-# #
) / 0 1
%# . 3 /

   (   u  uu u u0u


  ( ( u—  u0u u0
 (( — u —u u
— ((  —u—u — —u u
  — —  

 ( u u  uu


 (   — 0 u
£ 

  

  
£    
      
 ( !( ( ——0 —— — 
"  ((  u  —u
 (  ! (   0   
6  

    
 #$  %  &' ' ( (&
 #$ )   * ' * *&
 #$     ( &+ &' '
  #$  ** ** ** ''
,   #$ ** + ** **

0
(#0$-$*$# ('$%$0$#/ ,$3&9
,$3&9 
70$+$ + $%%- $38

 

 -$$ 
á/.
$*.+
 0  
$á /
!+-$

99 9 9 ? C C
23 4565728 6 : ; 8 65<572 => @A >B>@^ >= @= = B@D
99 9F9 9 ? ?
E3 4565728 6 4574 G 6 DA>@ D^ =@B B ^ @= DDE@=
F C C C C
H3 4IJIKLMHHJ : 4 =A@> > @E D B@> ^ =B@=
|       |


 |   

     
     |   
    !      
 " #$"    
  %    
á 
    
| &   |  
 "   |  | |
 " '  || |  
  
    
 !     
" ! #$     
" %#$    
á #&á      
(  |   |  |
(   |  | |
'  &(    

!( " #   ""  |  |
) )*+ &    
 , ,    


&,     
^
(+$#5$ ('$%$&99 
(+$#5$ ('$%$&
70$+$ + $%%- $38

&**) &**$

~~ + ,4,w
}z   ~ z+,sm0,0m 1% ~ |+0+ „,4, ,t
‚r2 ‚ ‚r u
5+0+. l+{ ‚
.,t , 0

R R WR RW
NO P!Q S" T!U!VNS # TXY Π$Z[% Π$&[' Z%Π[( Π)'[*
R ^
O P+\,] , _- Q &$* [* &Π([)  &&[    ['
^
PO P+\,] , S`] _- Q (*Z[* (& Z[Z  $([%  '%['
^
%O P+\,] , T+a,b ,c %& [' %%&[) %(*[& %(*[&
^
&O P+\,] , P,d,]a ΠZ[' ''[& $%[Z $%[Z
^
O P+\,] , U`e,\ Z$[% Z&[Z Z&[* Z&[*
h
(O T+. f,/,d,] Pg]a, X ,]a $( [) ))[Œ %*%[Z %%*[Œ
?  
 ?    
??  
 ?    
???   ?    
'i jkl0mnm &1( o( &p'o1 %qqop %&1o'
       !
 ?" ?#   !  !
u
qi r+s,t , # ml,v    
w
pi r,t k,t jx0 m,s '$ op ' qo$ p$o* p$o*
u
)i rw+s,t , y,mt2 y, mt 1) o* 1%o* q'o% ' qo)
$i j m.ksk0 3 m04, w s ~ * o* *o* *o* %%o&
z+,sx4,0m 0 mw. ksk0 n, {m |}z n,t j!
2€ * o* *o* *o* %o'
2 ,. l, v, t j m.ksk0 3 m04,s * o* *o* *o* &o*
€ ~ ~ ~
i z j3!z |! 5 !z # &$& o( &$&oq 1&*op 1*1o%
%i 5,t, ‚+{m. l, tƒ,t &p) o( &p)o$ &$ po* &p$o1
 ?$"?    
 %&#"?     !  !
' %&#"?(""   ! !
w
&i 5,t, 6 xtx.m |vk0k0 n,t ‚+ t/i %( o* %1op &1op &1op

" # $)$ o' $)'o% % i*1 po% $))o%



(, $2$$#&9
$2$$#&9 
70$+$ + $%%- $38

 

&  11$  /1#'


/(
" 

1 (
%'))1

77 8 9 8 9 8 9 8 9 8  9
6  

    

× ×8 9
 ×
 ×7×      
 8 9 8 9  
!"# $ $ %% %$
÷ ÷÷÷ 
÷
 
 ÷
÷÷
        
 ÷ ÷÷÷÷  !   "  !  !
# $÷÷%
÷
 ÷#÷&
'(    )   
÷  * ( +,÷+##÷÷
+#-'& 
 × & ×7× 8'!9 8 $ 9 8  9 8%9 8 %9
( 8)'!9 % %%   
÷ .÷÷÷   "    ) "
 .÷÷/+      !  !
* +,!!&'  8 $9 8$ 9 8 9 8  9
 -.×&-7    %%
/× ×.08/×/& 79×     

V
    

  

u
(#0$3+$#

1. Sebagai APBN masa transisi (dari Pemerintah


lama ke Pemerintah hasil Pemilu 2009), maka
APBN 2010 bersifat ÷    , yaitu:
Hanya mempertimbangkan penyelesaian kegiatan-kegiatan
yang harus dituntaskan oleh Pemerintah; dan
memperhitungkan kebutuhan dasar (pokok) bagi kelancaran
penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan kepada
masyarakat.
Penyusunan ÷     ini dimaksudkan untuk
memberikan ruang gerak dan keleluasaan bagi Pemerintah
baru untuk melaksanakan program dan kegiatannya sesuai
dengan ÷ Presiden terpilih.
2. Dilatar belakangi oleh dampak krisis global

  

  

£ 
 
   
£
 

£  

£ £   
£
 

£   
 



 ! ! 
£
! 

£ " 
 
#$%&'( )* ((* )*
£
(* (*

£ +
 
&'% ,  
£
 

£  - 
 
./0 ) ) )
£
)! )

0
:
  p 

Pendapatan Negara dan Hibah diproyeksikan


14,9% terhadap PDB (2009: 15,5% terhadap
PDB)
÷÷ 12, % (2009: 12,1%).
Belanja Negara 15,7% terhadap PDB (2009 :
18,0 %).
Defisit anggaran 0,8% terhadap PDB (2009 :
APBN = 1%, Dokumen Stimulus 2,5%).

0|
%"2(!  (+$#5$((% #*$3$*&

|,   memperhitungkan antara lain pemberian Gaji ke-1


bagi PNS/TNI/POLRI, ÷ dan kenaikan Gaji Pokok
PNS/TNI/POLRI sebesar 5 persen;
2. B memperhitungkan kenaikan secara    ÷
dengan mempertimbangkan tingkat inflasi;
. Proyeksi   memperhitungkan antara lain pendanaan
kegiatan  ÷ guna mendukung kesinambungan pembiayaan,
dengan fokus pada penyediaan Infrastruktur dasar;
0, %  dialokasikan dalam rangka agar harga barang/jasa yang
memenuhi hajat hidup orang banyak dapat terjangkau oleh
masyarakat.
^, %   
 kesinambungan
program/kegiatan prioritas antara lain BOS, PKH, PNPx, dan
Askeskin/ amkesmas, dan Alokasi cadangan dana penanggulangan
bencana.


%"2(! %$#;(% (p$(%$3&
%$#;(% (p$(%$3&

Ë p 
 


Ë p
 p  

 



 

!
Ë p"

 
 !# 
p"
 

 
   




$"
%&
Ë p

  

'



'
( 
)

 *

 p


Ë p


*

+










 


,


 !
Ë p

 , 

 
 
p


*

p-p'
*

,

 .
 $ /!'
#   
 
*


*
' 



'

)
&
0



00
 !
Kebijakan stimulus fiskal harus dilaksanakan secara
efektif dan efisien.
Keberhasilan kebijakan stimulus fiskal akan memberikan
pondasi bagi kondisi ekonomi tahun 2010.
APBN 2010 dilatar belakangi oleh dampak krisis global
RAPBN 2010 = ÷     , untuk memberi ruang
gerak dan keleluasaan bagi Pemerintah baru untuk
melaksanakan program dan kegiatannya sesuai dengan
÷ Presiden terpilih.

0^
"(# %#'