Anda di halaman 1dari 11

MAKALAH ILMU SOSIAL DASAR

MASALAH SOSIAL SEBAGAI EFEK PERUBAHAN ( KASUS LINGKUNGAN HIDUP ) DAN UPAYA PEMECAHANNYA

Oleh : Santi Puspitasari

HIDUP ) DAN UPAYA PEMECAHANNYA Oleh : Santi Puspitasari UNIVERSITAS GUNADARMA FAKULTAS ILMU KOMPUTER BEKASI 2010

UNIVERSITAS GUNADARMA FAKULTAS ILMU KOMPUTER BEKASI

2010

Mata Kuliah

:

Ilmu Sosial Dasar

Dosen

:

Muhammad Burhan Amin

Topik Tugas

:

Masalah Sosial Sebagai Efek Perubahan

( Kasus Lingkungan Hidup ) & Upaya Pemecahannya

Kelas

:

1-KA34

P E R N Y A T A A N

Dengan ini kami menyatakan bahwa seluruh pekerjaan dalam tugas ini kami buat sendiri tanpa meniru atau mengutip dari tim / pihak lain.

Apabila terbukti tidak benar, kami siap menerima konsekuensi untuk mendapat nilai 1/100 untuk mata kuliah ini.

P e n y u s u n

NPM

Nama Lengkap

Tanda Tangan

16110361

Santi Puspitasari

y u s u n NPM Nama Lengkap Tanda Tangan 16110361 Santi Puspitasari Program Sarjana Sistem
y u s u n NPM Nama Lengkap Tanda Tangan 16110361 Santi Puspitasari Program Sarjana Sistem

Program Sarjana Sistem Informasi

UNIVERSITAS GUNADARMA

DAFTAR ISI

Halaman

Surat Pernyataan……………………………………………………………. i

Daftar Isi……………………………………………………………………. BAB I PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang………………………………………………… 1

1.2. Tujuan………………………………………………………… 2

1.3. Sasaran………………………………………………………… 2

BAB II PEMBAHASAN 2.1.Kekuatan ( strength )…………………………………………. 3 2.2.Kelemahan ( weakness )…………….…………………… 4

2.3.Peluang ( Opportunity )………………………………………… 4 2.4.Tantangan ( Threats )…………………………………………… 5 PENUTUP 3.1. Kesimpulan…………………………………………………… 6

3.2. Rekomendasi / Saran…………………………………………

REFERENSI………………………………………………………………… 8

BAB III

ii

6

BAB I PENDAHULUAN

I.1. Latar Belakang

Belakangan ini kita sering dihadapkan pada bencana alam yang kerap kali timbul akibat ulah manusia, mulai dari meluapnya sungai sungai di daerah padat penduduk sampai banjir yang terjadi di pemukiman pemukiman rakyat, tidak hanya itu longsor dan erosi pun menggerogoti daerah daerah pertambangan liar yang tidak dikelola secara bijak. Bahkan iklim dunia pun mulai tidak dapat diprediksi yang kemudian dapat menyebabkan kerugian dari para petani pedesaan, seringnya cuaca yang berubah drastis membuat mereka tidak dapat menentukan kapan waktu yang pas untuk mulai menanam, begitu pula para nelayan yang memiliki permasalahan sama.Seringkali ditemukan pernyataan yang menyamakan istilah ekologi dan lingkungan hidup, karena permasalahannya yang bersamaan. Sebenarnya inti dari permasalahan lingkungan hidup adalah hubungan makhluk hidup, khususnya manusia dengan lingkungan hidupnya. Lingkungan hidup adalah sistem yang merupakan kesatuan ruang dengan semua benda, daya, keadaan dan makhluk hidup, termasuk di dalamnya manusia dengan perilakunya, yang mempengaruhi kelangsungan kehidupannya dan kesejahteraan manusia serta makhluk hidup lainnya. Dari definisi diatas dapat disimpulkan bahwa makhluk hidup khususnya manusia merupakan pihak yang selalu memanfaatkan lingkungan hidupnya dalam hal pemenuhan kebutuhan sandang, pangan, dan papan. Berbagai sumber daya alam yang mempunyai sifat dan perilaku yang beragam tersebut saling berinteraksi dalam bentuk yang berbeda-beda pula. Dalam pemenuhan kebutuhan itulah terkadang manusia tidak peduli akan dampak tindakannya terhadap lingkungan yang kerap kali menimbulkan kerusakan pada alam sekitar. Namun bencana yang timbul tidak selalu disebabkan oleh ulah manusia saja, adapula bencana yang memang murni oleh alam namun berdampak fatal bagi mahluk hidup. Contohnya baru baru ini kita telah menyaksikan gempa di Tasikmalaya dan kedahsyatan letusan gunung merapi di Yogyakarta, Jawa tengah.Banyak sekali kerugian yang diderita akibat bencana ini, tak kurang

sedikitnya 198 orang meninggal dunia dan 1.438 orang luka luka, 303.233 warga Merapi menjadi pengungsi dan belum lagi kerugian materiil serta trauma pasca bencana.

I.2. Tujuan

Melihat dari sudut pandang manapun bencana selalu menimbulkan kerugian yang tidak sedikit pada yang mengalaminya. Kasus Tsunami di Aceh misalnya ribuan orang meninggal dunia, namun ada hikmah dibalik semua bencana yang terjadi. Pemanasan Global efek rumah kaca disebut sebut sebagai salah satu penyebab terjadinya perubahan iklim dunia yang tidak menentu, pecahnya lapisan gletser di kutub utara pun sebagai satu akibat dari pemanasan global tersebut. Semakin lama masalah bencana bencana ini akan menimbulkan efek yang tidak nyaman bagi kehidupan sosial, karena dampak kerusakan lingkungan ini tidak hanya kita yang akan merasakannya, tapi juga akan terus berkepanjangan sampai dengan generasi penerus kita nantinya. Sehingga tanggung jawab kitalah untuk menjaga lingkungan kita agar tetap terjaga dengan baik mulai dari hal terkecil agar tercipta lingkungan yang harmonis antara mahluk hidup dan lingkungannya.

I.3. Sasaran

Banyak faktor yang mempengaruhi kerusakan lingkungan sekitar kita, mulai dari rendahnya tingkat pendidikan masyarakat kita, rendahnya kesadaran untuk hidup bersih, sampai dengan jumlah penduduk yang tidak merata di suatu wilayah merupakan salah satu pencetus utama kerusakan lingkungan yang terjadi. Tidak adanya upaya dari pemerintah untuk menindak pada siapa saja yang terlibat dalam upaya pengrusakan lingkungan pun turut andil dalam kelanjutan rusaknya lingkungan kita, misalnya saja perusahaan perusahaan yang walaupun berizin, namun tidak sadar bahwa limbah hasil produksinya mampu merusak dan mencemari ekosistem. Eksploitasi besar-besaran terhadap suatu daerah penghasil tambang juga berdampak pada kerusakan lingkungan. Maka untuk dapat menghindari bencana bencana yang lebih besar lagi, harus ditingkatkan cara pemikiran pemikiran masyarakat bahaya akan pemanfaatan sumber daya alam yang berlebihan, serta harus diimbangi juga dengan kesadaran bahwa sumber daya alam

yang ada sekarang bukan hanya untuk kita manfaatkan saat ini saja, tapi juga demi kelangsungan hidup anak cucu kita.

BAB II

PERMASALAHAN

Perubahan iklim dunia serta bencana bencana alam yang timbul sebagai akibat ulah manusia, seringkali menjadi masalah bagi manusia itu sendiri. Misalnya karena sungai sungai meluap, maka manusia tidak dapat melakukan pekerjaan sehari hari, tidak dapat bersosialisasi, tidak dapat berniaga, tidak dapat bercocok tanam serta kegiatan kegiatan lain yang semestinya dapat dilakukan.Hal ini dapat saja melumpuhkan perekonomian disuatu wilayah tertentu yang terkena bencana.

2.1. Kekuatan ( Strength )

Segala bencana yang terjadi mengajarkan kepada manusia akan pentingnya menjaga lingkungan demi kelangsungan hidupnya serta keluarga dan generasi generasi penerusnya

Membuat manusia menjadi lebih tanggap menghadapi gejala perubahan lingkungan yang tidak menentu karena semakin seringnya bencana itu terjadi maka manusia menjadi tahu akan sikap dan tindakan yang harus diambilnya.

Meningkatkan kesadaran pada manusia untuk tidak mengekploitasi sumber daya alam secara berlebihan, karena bukan hanya merusak alam tapi juga berarti tidak menyisakan bagi anak cucu kita.

Meningkatnya sumber pendapatan masyarakat karena bencana tersebut, misalnya letusan merapi yang menyisakan banyak sekali material yang bisa dimanfaatkan seperti pasir, batu dll, juga suburnya tanah sekitar gunung pasca letusan yang terjadi.

Meningkatkan rasa persatuan dan kesatuan dalam masyarakat, karena dengan bencana yang timbul muncul simpati dari berbagai kalangan untuk membantu sesama yang sedang mengalami bencana.

2.2. Kelemahan ( weakness )

Perubahan iklim yang tidak menentu membuat sulitnya memprediksi cuaca, hal ini dapat menghambat kehidupan sosial bermasyarakat, baik kegiatan ekonomi serta kegiatan kegiatan lain yang biasa dilakukan sehari hari.

Rusaknya ekosistem yang dikarenakan bencana yang timbul akibat dari keserakahan manusia berdampak pula pada mahluk hidup lainnya seperti mahluk mahluk yang hidup dalam air.

Kadangkala terjadinya bencana alam dimana mana bukan hanya menimbulkan korban jiwa yang sangat banyak, tapi juga kerugian materiil karena hancurnya rumah rumah rakyat, matinya hewan hewan ternak, tak jarang pula menimbulkan trauma pasca bencana yang terjadi.

Rata rata daerah rawan bencana sulit terjangkau bantuan pemerintah sehingga menimbulkan prasangka bahwa pemerintah tidak memperhatikan kesejahteraan dan keselamatan rakyatnya.

Kurangnya peralatan peralatan yang dapat dipergunakan untuk dapat memprediksi bahaya yang akan terjadi yang disebabkan karena terlalu mahalnya peralatan tersebut, sebenarnya dapat saja menjadi salah satu factor banyaknya korban akibat dari bencana.

2.3. Peluang ( Opportunity )

Peran serta masyarakat dalam memelihara dan mengawasi pemanfaatan sumber daya alam

Kesadaran manusia akan hasil dari tindakannya dalam pengeksploitasian secara besar besaran terhadap alam akan menimbulkan kerusakan dan berdampak buruk akan dirinya dan manusia lainnya.

Peran serta pemerintah dalam mengambil tindakan tegas terhadap setiap tindakan perusakan lingkungan baik perorangan maupun berbentuk badan, misalkan saja untuk kasus kasus illegal logging yang membabat habis hutan hutan hujan yang mampu menampung air hujan serta menjadi tempat tinggal dari binatang binatang langka. Mendirikan lembaga lembaga yang dapat berperan serta dalam pemeliharaan lingkungan contohnya seperti WALHI ( Wahana Lingkungan Hidup )

2.4. Tantangan / Hambatan ( Threats )

Rendahnya tingkat pendidikan dan tingkat pemahaman masyarakat menjadi salah satu penghalang lambatnya pemecahan masalah untuk pencegahan bencana, ketidak pedulian terhadap lingkungannya juga menjadi penyebab terjadinya bencana.

Dalam hal ini pemerintah harus berperan aktif dalam menyadarkan masyarakat akan pentingnya menjaga lingkungan, misalnya dengan memberikan penyuluhan.

Walaupun ada peraturan peraturan yang mengikat masyarakat dalam hal pemeliharaan dan pemberdayaan lingkungan namun pemerintah tidak pernah bisa bertindak tegas, dalam hal ini misalnya saja membuang sampah dibantaran kali, pendirian bangunan bangunan yang menghabiskan wilayah serapan air, dll.

Iklim yang tidak bersahabat akhir akhir ini banyak menimbulkan kerugian dalam masyarakat dalam melakukan kegiatan kegiatannya.

BAB III KESIMPULAN DAN REKOMENDASI

3.1. Kesimpulan

Kerusakan lingkungan yang terjadi sebagian besar adalah akibat dari kecerobohan dan keserakahan manusia,maka segala dampak perubahan yang terjadi seyogyanya merupakan tanggung jawab bersama umat manusia sedunia. Pada Hakekatnya alam bisa menghasilkan apabila kita menghormati dan memeliharanya secara baik, dan sudah sepantasnya apabila kita memanfaatkannya dengan tidak berlebihan, karena dengan demikian berarti kita secara tidak langsung mencegah terjadinya bencana yang berarti juga kita turut menciptakan lingkungan yang nyaman demi kepentingan bersama, baik saat ini maupun masa depan. Alam yang dipelihara dan dilestarikan dengan baik akan dapat menghasilkan sumber daya alam yang melimpah dan berkesinambungan, maka hendaknya kita sebagai manusia mampu bertanggung jawab atas apa yang kita lakukan terhadap alam itu sendiri, serta menjaganya demi kelangsungan hidup generasi selanjutnya.

3.2. Rekomendasi

Ada beberapa solusi yang mungkin dapat mengatasi berbagai masalah sosial kerusakan lingkungan hidup antara lain :

Melakukan upaya upaya pencegahan terjadinya bencana dengan pemberian penyuluhan secara kontinyu kepada masyarakat akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan sekitar agar terbebas dari sampah yang notabene menjadi faktor utama terjadinya banjir di lahan padat penduduk.

Melakukan reboisasi di daerah daerah gundul, terutama hutan yang di pangkas habis karena pembalakan liar, sehingga dapat mencegah terjadinya erosi dan longsor selain itu dapat menciptakan habitat baru bagi mahluk hidup lainnya.

Dengan iklim cuaca yang tidak menentu maka petani diharapkan tidak hanya mengandalkan penanaman padi disawah saja, tapi juga mengembangkan system system baru misalnya menanam secara hidroponik yang tetap dapat menghasilkan walaupun ditengah cuaca yang sangat ekstrim.

Mendirikan lembaga-lembaga yang memperhatikan kelestarian lingkungan hidup, serta mahluk mahluk didalamnya, misalnya

Tidak melakukan hal hal yang dapat memicu pengeksploitasian hutan secara berlebihan, misalnya dengan tidak boros menggunakan kertas dalam kehidupan sehari hari, terapkan system Reduce, Re-use, dan Recycle.

Kurangi efek rumah kaca untuk mencegah terjadinya pemanasan global.

Menumbuhkan rasa cinta terhadap lingkungan kepada anak anak usia dini dengan cara mengajak mereka melalui program tanam seribu pohon, mulai me-recycle sampah sampah untuk dijadikan kompos, bergotong royong membersihkan lingkungan sekitar, dll.

REFERENSI

Wikipedia

Perpustakaan.bappenas.go.id

www.scribd.com