Anda di halaman 1dari 5

Mengenal Structured Fund

1. Pendahuluan

Kalau kita mengamati perkembangan Reksa Dana beberapa tahun terakhir menunjukkan peningkatan kinerja yang mengagumkan. Hal ini dapat dilihat dari peningkatan Nilai Aktiva Bersih (NAB) Reksa Dana dimana pada akhir tahun 2001 baru mencapai angka Rp 8 triliun, namun tiga tahun berikutnya-akhir tahun 2004 nilainya telah melebihi Rp100 triliun. Jenis Reksa Dana ditawarkan kepada masyarakat pada umumnya masih terbatas pada keempat jenis Reksa Dana yang terdapat dalam Peraturan Bapepam Nomor IV.C.3 tentang Pedoman Pengumuman Harian Nilai Aktiva Bersih Reksa Dana Terbuka yakni Reksa Dana Pasar Uang, Reksa Dana Pendapatan Tetap, Reksa Dana Saham dan Reksa Dana Campuran.

Untuk mengantisipasi perkembangan model investasi berskala internasional, penganekaragam instrumen investasi juga untuk menghindari tingkat kejenuhan investor terhadap jenis reksa dana yang telah ada dicobalah oleh otoritas pasar modal Indonesia- Insya Allah dalam waktu dekat segera diterbitkan Structured Fund. Apa dan bagaimana structured fund, penulis akan berusaha membahas dalam tulisan berikut ini.

2. Pengertian dan Jenis-Jenis Structured Fund

Stuctured Fund merupakan Reksa Dana yang memiliki tujuan dan kebijakan investasi dengan struktur tertentu. Sementara itu, jenis Structured Fund di pasar modal luar negeri beragam, diantaranya adalah:

Capital Protected Fund

Capital Guaranteed Fund

Index Funds

Hedge Funds

Property Funds

Fund to Funds,dll

Namun pada kesempatan ini penulis akan mengulas konsep dasar tiga jenis structured fund yang akan dicoba dikembangkan di pasar modal Indonesia dalam waktu dekat yaitu Capital Potected Fund, Capital Guaranteed Fund, dan Index Fund

a. Konsep Dasar Capital Protected Funds

Capital Protected Funds adalah Reksa Dana dengan skema atau struktur khusus yang memiliki karakteristik untuk memberikan perlindungan terhadap sejumlah tertentu dana pemodal dan kemudian akan dibayarkan pada waktu yang ditentukan atau saat reksa dana dimaksud mencapai batas waktu operasional. Reksa Dana jenis ini menyerupai Reksa Dana Pendapatan Tetap, tapi dengan klausul tertentu yaitu perlindungan terhadap modal awal dan dengan pembatasan waktu penjualan kembali.

Beberapa karakteristik Capital Protected Funds adalah sebagai berikut :

1) Modal awal investor dilindungi tapi tidak dijamin (protected but not guaranteed). Modal yang dilindungi dapat bervariasi bisa kurang dari 100% maupun bisa lebih dari 100% (contoh: 95% protected, 100% protected, atau 110% protected);

2)

Adanya klausul yang menyatakan bahwa investor tidak dapat menjual kembali (redemption) pada jangka waktu tertentu (lock up period);

3)

Menempatkan dana yang terkumpul dalam instrumen pendapatan tetap sebagai sarana perlindungan (biasanya 80%-90%) dan instrumen lainnya (ekuitas atau derivatif) sebagai sarana untuk menumbuhkan investasi (biasanya 10%-20%);

4)

Mengutamakan instrumen pendapatan tetap yang relatif aman (kemungkinan default kecil) biasanya pada obligasi yang mendekati jatuh tempo atau obligasi tanpa kupon bunga (zero coupon bonds), Surat Utang Negara (SUN), Obligasi perusahaan dengan rating layak investasi atau surat utang dengan harga yang relatif stabil;

5)

Tetap memiliki risiko

Ilustrasi Mekanisme kerja Capital Protected Funds

Dana Investor

Rp 1000

kerja Capital Protected Funds Dana Investor Rp 1000 Capital Protected Funds 80-85% investasi pada Efek

Capital Protected Funds

Funds Dana Investor Rp 1000 Capital Protected Funds 80-85% investasi pada Efek pendapatan tetap dengan bunga

80-85% investasi pada Efek pendapatan tetap dengan bunga 7% per tahun

15-20% investasi pada ekuitas atau derivatif yang memiliki peluang return tidak terbatas

Pembatasan redemption (lock-up periode) 3 tahun

terbatas Pembatasan redemption (lock-up periode) 3 tahun Principal + bunga Rp. 1021 Investasi Awal (modal) investor
terbatas Pembatasan redemption (lock-up periode) 3 tahun Principal + bunga Rp. 1021 Investasi Awal (modal) investor

Principal + bunga Rp. 1021

(lock-up periode) 3 tahun Principal + bunga Rp. 1021 Investasi Awal (modal) investor terlindungi Hasil investasi

Investasi Awal (modal) investor terlindungi

Hasil investasi :

Pesimis < 0% Normal + 7-8% Optimis > 10%

: Pesimis < 0% Normal + 7-8% Optimis > 10% Hasil investasi yang mengalami pertumbuhan pada

Hasil investasi yang mengalami pertumbuhan pada tingkat tertentu

Dilihat dari karakteristiknya, jenis reksa dana dengan perlindungan (capital protected fund) ini memiliki beberapa keuntungan yang dapat diperoleh investor antara lain bahwa investor tidak perlu terlalu khawatir terhadap kerugian atas resiko investasi karena reksa dana ini telah mendesain struktur investasinya sehingga dapat melindungi modal awal investor, selain itu investor mempunyai kemungkinan mendapatkan hasil investasi yang lebih jika pasar saham atau derivatif mengalami trend naik.

Disamping keuntungan, terdapat juga kemungkinan kerugian yang akan dialami investor, antara lain bahwa probabilitas hasil pertumbuhan investasi akan terbatas karena sebagian besar proporsi aset diinvestasikan pada efek pendapatan tetap, sedangkan hanya sebagian kecil proporsi aset diinvestasikan pada efek yang memiliki peluang pertumbuhan investasi yang lebih tinggi. Kemudian jika ada klausul lock up periode, maka investor tidak dapat dengan leluasa menarik kembali dananya jika suatu ketika diperlukan. Investor biasanya akan membayar biaya yang lebih besar untuk paket reksa dana dengan perlindungan ini.

b. Konsep Dasar Capital Guaranteed Funds

Guaranteed Funds adalah Reksa Dana dengan skema atau struktur khusus yang memberikan penjaminan sejumlah tertentu dana pemodal dimana penjaminan tersebut dilakukan oleh pihak tertentu yang disebut penjamin dan kemudian akan dibayarkan pada waktu yang telah ditentukan atau saat reksa dana dimaksud mencapai batas waktu operasional (dibubarkan).

Karakteristik Guaranteed Funds adalah sebagai berikut :

1) Sejumlah tertentu dari modal awal investor dijamin melalui suatu skema penjaminan yang dilakukan oleh pihak penjamin. Biasanya pihak yang dapat bertindak sebagai penjamin adalah bank atau lembaga keuangan yang telah mendapat izin usaha dari pihak otoritas yang mengatur dan mengawasi lembaga tersebut;

2)

Modal awal investor dijamin minimal 100%

3)

Adanya klausul yang menyatakan bahwa investor tidak dapat menjual kembali (redemption) pada jangka waktu tertentu (lock up period);

4)

Sekurang-kurangnya 80% dari nilai NAB diinvestasikan pada efek pendapatan tetap yang masuk kategori layak investasi (investment grade) dan selebihnya diinvestasikan pada efek ekuitas, atau derivatif yang mempunya return cukup tinggi.

5)

tetap memiliki tingkat risiko tertentu;

c.

Konsep Dasar Index Fund

Index Funds merupakan Reksa Dana yang melakukan investasi pada portofolio efek yang terdapat pada suatu indeks tertentu dengan proporsi yang sama atau mendekati bobot kapitalisasi masing-masing efek dalam indeks yang ditargetkan.

Jenis reksa dana ini memiliki strategi kegiatan investasi pasif dengan tujuan untuk mencerminkan gambaran kinerja indeks di bursa atau dengan kata lain untuk menciptakan tingkat pendapatan yang sama atau mendekati kinerja indeks. Hal ini berbeda dengan reksa dana saham yang dikelola secara aktif dengan melakukan pembelian dan penjualan efek berdasar hasil riset dan analisa yang tujuannya adalah untuk melampaui indeks acuan.

Indeks Funds dapat memberikan tingkat pendapatan yang berbeda dengan indeks acuan. Perbedaan atau selisih kinerja ini biasa dikenal dengan istilah tracking error.

Tracking error dapat terjadi karena adanya perbedaan metode yang digunakan para Manajer Investasi dalam memilih efek dalam indeks. Selain itu adanya toleransi dalam pembobotan efek yang tidak sama persis juga memberi peluang adanya perbedaan kinerja

Metode tracking indeks

Dalam melakukan tracking indeks, Reksa Dana Indeks menggunakan dua metode

yaitu :

1) Metode replikasi, dalam metode replikasi dana diinvestasikan pada setiap saham yang ada dalam indeks acuan dengan proporsi atau perbandingan yang kira-kira sama. Misalnya jika 14% IHSG terdiri atas saham PT Telkom (TLKM), maka 14% dari total NAB Reksa Dana tersebut akan diinvestasikan pada saham Telkom. Metode ini lebih mudah diikuti pada indeks yang mempunyai jumlah saham sedikit.

2) metode sampling, dengan metode sampling, reksa dana tidak harus memiliki semua efek dalam indeks, namun cukup memilih sebagian besar efek yang dianggap mewakili pergerakan indeks. Metode ini lebih efektif digunakan untuk melakukan tracking terhadap indeks yang mempunyai jumlah efek cukup besar. Dengan metode ini para Manajer Investasi dapat lebih mengefisienkan dana kelolaan karena dapat mengurangi biaya transaksi penjualan dan pembelian.