Anda di halaman 1dari 1

Sebelum kita membahas mengenai pengertian dari proses produksi, sebaiknya terleb

ih dahulu kita mengtahui arti dari proses. Yang dimaksud dengan proses adalah ca
ra, metode, dan teknik bagaimana sesungguhnya sumber-sumber (tenaga keja, mesin,
bahan, dan daya) yang ada diubah untuk memperoleh suatu hasil. Sedangkan produk
si seperti kita ketahui adalah kegiatan untuk menciptakan atau menambah kegunaan
suatu barang atau jasa. Dari uraian diatas kita dapat menarik kesimpulan mengen
ai pengertian dari proses produksi. Proses produksi dapat diartikan sebagai cara
, metode, dan teknik untuk menciptakan atau menambah kegunaan suatu barang atau
jasa dengan menggunakan sumber-sumber (tenaga kerja, mesin, bahan-bahan, dan day
a) yang ada. Seperti kita ketahui bahwa cara, metode dan teknik menghasilkan pro
duk yang cukup banyak, maka proses produksi saat ini sangat banyak macamnya, Wal
aupun jenis proses produksi sangat banyak, tetapi secara ekstrem dapat dibedakan
menjadi dua yaitu proses produksi yang terus-menerus (countinous processes) dan
proses produksi yang terputus-putus (intermitten processes) ( Assauri, Sofjan,
1993).
Proses produksi adalah pengubahan (transformasi) dari bahan atau komponen menjad
i produk lain yang mempunyai nilai lebih tinggi atau dalam prosesnya terjadi pen
ambahan nilai (Yamit, Zulian, 1998).
Casperz, Vincent (2001) mendefinisikan proses produksi sebagai integrasi sekuens
ial dari tenaga kerja, informasi, mede kerja, dan mesin-mesin atau peralatan dal
am suatu lingkungan guna menghasilkan nilai tambah bagi produk agar dapat dijual
dengan harga kompetitif dipasaran. Prses ini mengkonversi input terukur kedalam
output terukur melalui sejumlah langkah yang terorganisai, (lihat pada gambar 2
.1).
tahun 1970-an sejalan dengan semakin berkembangnya komputer dan ditemukannya ber
bagai konsep baru lainnya.
Salah satu alasan mengapa MRP digunakan secara cepat dan meluas sebagai teknik m
anajemen produksi yaitu karena MRP menggunakan kemampuan komputer untuk menyimpa
n dan mengelola data yang berguna dalam menjalankan kegiatan perusahaan. MRP dap
at mengkoordinasikan kegiatan dari berbagai fungsi dalam perusahaan manufaktur,
seperti teknik, produksi, dan pengadaan. Oleh karena itu, hal yang menarik dari
MRP tidak hanya fungsinya sebagai penunjang dalam pengambilan keputusan, melaink
an keseluruhan peranannya dalam kegiatan perusahaan.
MRP sangat bermanfaat bagi perencanaan kebutuhan material untuk komponen yang ju
mlah kebutuhannya dipengaruhi oleh komponen lain (dependent demand). Sistem MRP
mengendalikan agar komponen yang diperlukan untuk kelancaran produksi dapat ters
edia sesuai dengan yang dibutuhkan.
MRP memberikan peningkatan efisiensi karena jumlah persediaan, waktu produksi da
n waktu pengiriman barang dapat direncanakan dengan lebih baik, karena ada keter
paduan dalam kegiatan yang didasarkan pada jadwal induk.
Moto dari MRP adalah memperoleh material yang tepat, dari sumber yang tepat, unt
uk penempatan yang tepat, pada waktu yang tepat. (Vincent Gasper, 2001).