Anda di halaman 1dari 1

Nama ; Santi Puspitasari

Ada dua kehidupan sosial menyangkut hal Yang sudah tentu memiliki hubungan yang erat :
Kelas / NPM : 1KA34 / 16110361 1. Pengaruh dari cita-cita agama dan etika agama dalam kehidupan individu dari kelas sosial
dan group sosial;
2. Perseorangan, kolektivitas dan mencakup kebiasaan dan cara semua unsur asing agama
diwarnainya

Fungsi Agama :
 Dalam pengertian lembaga sosial yang demikian, maka agama merupakan
salah satu bentuk perilaku manusia yang telah terlembaga
 Fungsi agama dalam masyarakat ada tiga aspek penting yaitu: kebudayaan,
sistem sosial dan kepribadian
 Teori fungsional dalam melihat kebudayaan, pengertiannya adalah bahwa
kebudayaan adalah wujud suatu kompleks dari ide-ide, gagasan, nilai-nilai,
norma-norma dan peraturan
 Mempertahankan keseimbangan pribadi, fungsi kepribadian dalam hal ini
merupakan suatu dorongan kebutuhan yang kompleks dan kecenderungan
bertindak
 Aksioma teori fungsional agama adalah segala suatu yang tidak berfungsi akan
lenyap dengan sendirinya, karena agama sejak dulu sampai saat ini masalah
fungsionalisme agama dapat dianalisa lebih mudah pada komitmen agama
menurut Roland Robetson (1984), diklasifikasikan berupa: keyakinan, praktek,
pengalaman, pengetahuan dan konsekuensi

Masyarakat-masyarakat industri sekuler


 Masyarakat industri bercirikan dinamika dan semakin berpengaruh terhadap
semua aspek kehidupan, sebagian besar penyesuaian terhadap alam pisik;
AGAMA & MASYARAKAT  Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi mempunyai konsekuensi penting
bagi agama, salah satu akibatnya adalah anggota masyarakat;
 Pada umumnya kecenderungan sekulerisasi mempersempit ruang gerak
kepercayaan dan pengalaman keagamaan yang terbatas;
 Agama yang menerima nilai-nilai institusional baru, melainkan agama
yang bersifat aliran-aliran

Pelembagaan Agama
 Agama begitu universal, permanen (langgeng) dan mengatur dalam
kehidupan, sehingga bila memahami agama akan sukar memahami
masyarakat;
 Menurut perkataan (Elizabeth K. Notinghan, 1954), yaitu :
 Masyarakat yang terbelakang dan nilai-nilai sakral;
 Masyarakat-masyarakat praindustri yang sedang
berkembang;
 NU, semula organisasi ini tidak mempunyai anggaran dasar (Tahun 1926),
baru setelah Tahun 1927 organisasi ini dirumuskan;
 Dari contoh sosial lembaga keagamaan berkembang pola ibadah, pola ide-
ide, ketentuan (keyakinan) dan tampil sebagai bentuk asosiasinya atau
organisasinya.