Anda di halaman 1dari 10

TEORI PELUMASAN Minggu, 12 Desember 2010 @ 13:37 WIB - Komputer &

Internet I. TUJUAN
1. Mahasiswa dapat mengetahui cara perawatan mesin-mesin konvensoinal.
2. Mahasiswa dapat memahami prinsip kerja mesin-mesin konvensional.
3. Mahasiswa dapat mengetahui bagian bagian pada mesin yang harus diganti
4. Mahasiswa dapat menerapkan cara perawatan yang baik pada mesin mesin
konvensional

II. TEORI DASAR PERAWATAN


Perawatan adalah suatu kombinasi dari berbagai tindakan yang dilakukan untuk
menjaga suatu produk atau barang dalam, memperbaikinya sampai pada kondisi
yang dapat diterima.
HUBUNGAN PERAWATAN DENGAN SISTEM PRODUKSI
Alasan pentingnya dilakukan pekerjaan perawatan ?
1. Agar alat tersebut siap dipakai pada saat yang diperlukan.
2. Agar kemampuan kinerja suatu alat tetap dalam kondisi yang baik, secara teknis
maupun ekonomis.
3. Agar umur pakai dari alat tersebut dapat diperpanjang.

BERBAGAI BENTUK PEMELIHARAANDEFINISI :


Pemeliharaan terencana adalah pemeliharaan yang diorganisasi dan dilakukan
dengan pemikiran ke masa depan, pengendalian dan pencatatan sesuai dengan
rencana yang telah ditentukan sebelumnya.
a. Pemeliharaan pencegahan adalah pemeliharaan yang dilakukan pada selang
waktu yang ditentukan sebelumnya, atau terhadap kriteria lain yang diuraikan, dan
dimaksudkan untuk mengurangi kemungkinan bagian-bagian lain yang tidak
memenuhi kondisi yang bisa diterima.
b. Pemeliharaan korektif adalah pemeliharaan yang dilakukan untuk memperbaiki
suatu bagian (termasuk penyetelan dan reparasi) yang telah terhenti untuk
memenuhi suatu kondisi yang bisa diterima.
c. Pemeliharaan jalan adalah pemeliharaan yang dapat dilakukan selama mesin
dipakai.
d. Pemeliharaan berhenti adalah pemeliharaan yang hanya dapat dilakukan selama
mesin berhenti.
e. Pemeliharaan darurat adalah pemeliharaan yang perlu segera dilakukan untuk
mencegah akibat yang serius.

STRATEGI PERAWATAN
1. BREAK DOWN MAINTENANCE
Suatu pekerjaan yang dilakukan terhadap suatu alat/fasilitas berdasar perencanaan
sebelumnya yang diduga telah mengalami kerusakan.
2. SCHEDULE MAINTENANCE
Suatu daftar menyeluruh yang berisi kegiatan maintenance dan kejadian-kejadian
yang menyertainya.
3. PREVENTIVE MAINTENANCE
Suatu pekerjaan yang dilakukan untuk mencegah terjadinya kerusakan pada alat /
fasilitas lebih lanjut.

III. TEORI DASAR PELUMASAN


Pelumasan Dan Pencegahan Korosi
Pelumasan dan pencegahan korosi pada suatu instalasi mesin merupakan hal yang
teramat penting. Kenyataan menunjukkan bahwa kerusakan suatu instalasi mesin,
selain pemakaian yang tidak benar juga disebabkan oleh pelumasan pencegahan
korosi yang salah.
Mesin-mesin perkakas dan motor-motor penggerak yang dirancang, dengan sangat
teliti, baik dari segi bahan dan pengerjaannya, jika pelumasan dan pencegahan
korosi tidak diperhatikan, mesin-mesin tidak akan berfungsi dengan baik dan akan
berumur pendek.
Jenis-jenis minyak pelumas dan cairan pendingin:
1. Minyak pelumas
Fungsi :
• Sebagai pelumas antara dua benda yang saling bergesekan.
• Sebagai zat pendingin.
• Sebagai zat perapat (sealing agent).
• Sebagai zat pembersih.
Sifat-sifat :
• Derajat kekentalan (visicositas) harus sesuai dengan operasi mesin.
• Mempunyai daya lekat yang baik.
• Tidak mudah bersenyawa dengan barang-barang lainnya (tidak korosif) dan
mempunyai sifat mencegah timbulnya karat.
• Mempunyai titik nyala (flash point) yang tinggi dan sukar menguap.
• Mudah memindahkan panas dan mempunyai titik beku yang rendah.
• Tidak mudah berbusa.
Tingkat kekentalan :
Ada dua cara untuk mengukur derajat kekentalan minyak pelumas yaitu :
Menurut derajat kekentalan S.A.E. (The Society Of Automotive Engineers) dimana
kecil derajat kekentalan, berarti kekentalannya semakin rendah.
Contoh :
SAE 30 ………………. Encer
SAE 90 ……………..... kental
Menurut derajat A.P.I (American Petroleum Institute) diisi penggolongannya
menurut syarat pemakaiaan pelumas, konstruksi bagian yang bergesekan, cara
berkendaraan, pemakaian bahan.
Pemakaian :
• Pada mesin-mesin bensin, diesel, gear box, diferensial, pompa, compressor dll.

2. Gemuk (grease)
Fungsi :
Untuk melumasi bagian-bagian yang tidak dapat dilumasi oleh pelumas cair.
Sebagai contoh bagian-bagian tersebut adalah :
1. Tidak rapat
2. Sukar dicapai
3. Mudah terkena debu dan air

Sifat-sifat :
• Mempunyai sifat menyekat kotoran yang masuk.
• Tidak terpengaruh oleh temperatur.
• Sukar mengalir dan menguap.
• Mencegah masuknya air,serta meskipun ada molekul-molekul air daya lumas
tidak berubah.
• Dapat dipakai dalam waktu yang lama.
Pemakaian :
• Bantalan-bantalan
• Roda-roda gigi putaran lambat
• Roda gigi cacing
• Ulir pada ragum dan lain-lain

3. Cairan Pendingin
Fungsi :
• Mendinginkan alat dan benda kerja, mengurangi adanya kikisan dan hilangnya
kekerasan, mencegah distorsi dan ketidak telitian ukuran.
• Melumasi kontak alat dengan benda kerja, mengurangi panas karena gesekan,
menghemat pemakaian daya dan memperbaiki keadaan permukaan.
• Mencegah penempelan logam dengan ujung pahat yang menyebabkan
permukaan kasar .
• Mencegah karat setelah pemakaian mesin.

Sifat-sifat :
• Mudah mengalir dan mempunyai daya melumas.
• Tidak menimbulkan korosi.
• Tidak membawa kotoran dan debu.
• Dapat menempel pada permukaan alat dan benda kerja dalam jumlah tertentu.
• Stabil dalam sifat-sifat.

Pemakaian :
• Pemakaian pada mesin-mesin perkakas seperti pada pembubutan, pengeboran,
frais, sekrap milling dan gerinda.
 
IV. LATIHAN – LATIHAN
i. MESIN BUBUT
Fungsi mesin ini adalah sebagai pengubah bentuk dan ukuran dengan jalan
menyayat benda kerja dengan pahat penyayat. Adapun caranya benda kerja itu
dalam keadaan berputar, sedangkan pisau penyayatnya (pahat) bergerak mendatar
dan melintang.
• Alat :
1. Grease Pump
2. Majun
3. Tool Box
4. Solar/(Pembersih)
5. Kuas
• Bahan :
1. Oil
2. Grease
3. Cairan Pendingin
• Keselamatan kerja :
1. Gunakan pakaian kerja, sepatu kerja dan kaca mata pada saat mengoperasikan
mesin.
2. Gunakan peraratan dan bahan sesuai dengan fungsinya.
3. Rambut dan pakaian jangan sampai terjangkau oleh putaran mesin.

1. MESIN BUBUT PINDAD PL– 550

• LANGKAH KERJA


1. Pastikan keadaan mesin dalam keadaan tidak hidup/OFF.
Tombol Power(ON/OFF)
2. Bersihkan terlebih dahulu bagian-bagian mesin yang akan dilumasi dan
memungkinkan untuk dijangkau dari adanya kotoran dan debu dengan
menggunakan majun.
3. Periksa kebocoran – kebocoran minyak pelumas, jika terjadi terdapat
kebocoran segera laporkan kepada instruktur.

Hasil pemeriksaan : Tidak terdapat kebocoran minyak pelumas pada Gearbox.


4. Berikan grease pada ulir pengarah
5. Buka tutup Gearbox
6. Bersihkan gear dari grease yang lama, dan lumasi dengan grease yang baru
7. Beri pelumasan pada bagian landasan dan eretan dengan menggunakan oli
8. Periksa kekencangan dan keausan Belt. Jika perlu dilakukan penggantian,
laporkan kepada instruktur.
9. Periksa level oli pada oli sight glass, jika kurang maka perlu penambahan.
Hasil Pemeriksaan : Level oli pada Oil Sight Glass masih dalam batas normal.

10. Lakukan pengecekan ulang terhadap mesin, jika perlu hidupkan mesin untuk
mengamati adanya kelainan seperti bunyi, getaran atau kebocoran minyak
pelumas, jika terdapat kelainan laporkan pada instruktur.
11. Bersihkan kembali mesin

2. MESIN BUBUT MAXIMAT

• Langkah Kerja :


1. Pastikan mesin dalam keadaan mati/OFF
2. Bersihkan bagian-bagian mesin terlebih dahulu dengan menggunakan majun dan
solar. Seperti pada eretan, lintasan luncur ulir pembawa dan batang penggerak
seperti pada Gearbox.
3. Lumasi eretan dan lintasan luncur dengan oli agar dapat bekerja secara
maksimum.
4. Buka penutup Gearbox dengan menggunakan kunci L, setelah itu lumasi dengan
gemuk.
5. Lumasi ulir pembawa dan batang penggerak dengan gemuk agar tidak terjadi
keausan.
6. Periksa level oli pada Oil Sight Glass, jika kurang maka perlu dilakukan
penambahan.
7. Lakukan pengecekan ulang terhadap mesin, jika perlu hidupkan mesin untuk
mengamati adanya kelainan seperti bunyi, getaran atau kebocoran minyak
pelumas, jika terdapat kelainan laporkan pada instruktur.
gearbox
Eretan
Ulir pembawa(penggerak)
8. Bersihkan kembali mesin

3. MESIN BUBUT SIMONET


• Langkah Kerja :
1. Pastikan mesin dalam keadaan mati/Off
2. Bersihkan bagian-bagian mesin terlebih dahulu dengan menggunakan majun dan
solar. Seperti pada eretan, lintasan luncur, ulir pembawa dan batang penggerak
seperti pada Gearbox.
3. Lumasi eretan dan lintasan luncur dengan oli agar dapat bekerja secara
maksimum.
4. Lumasi ulir pembawa dan batang penggerak dengan gemuk agar tidak terjadi
keausan.

5. Buka penutup Gearbox dengan menggunakan kunci L, setelah itu lumasi dengan
grease.
6. Periksa level oli pada Oil Sight Glass, jika kurang maka perlu dilakukan
penambahan.
7. Lakukan pengecekan ulang terhadap mesin, jika perlu hidupkan mesin untuk
mengamati adanya kelainan seperti bunyi, getaran atau kebocoran minyak
pelumas, jika terdapat kelainan laporkan pada instruktur.
8. Bersihkan kembali mesin
ii. MESIN BOR
Pengobaran ialah cara atau operasi yang menghasilkan lubang bulat pada logam
perkakas yang digunakan ialah mata bor.
• Alat :
1. Pompa gemuk
2. Pompa Oli
3. Tool box
4. Kacamata pelindung
5. Majun
• Bahan :
1. Gemuk
2. Oli
3. Solar
• Keselamatan kerja :
1. Gunakan baju praktek dan sepatu safety pada saat bekerja.
2. Gunakanlah alat dan bahan sesuai dengan fungsinya.
3. Bertanyalah pada pembimbing/instruktur apabila ada yang belum mengerti.
1. MESIN BOR (ACIERA CH-2400 LE LOCLE 481-0010)
• Langkah Kerja :
1. Pastikan mesin dalam keadaan mati/Off
2. Membersihkan Gear Box
• Buka penutup gear dengan menggunakan kunci
• Oleskan oli/gemuk pada bagian tersebut secukupnya
3. Membersihkan lintasan luncur dan meja ragum
- Bersihkanlah sisa-sisa kotoran, serbuk besi yang terdapat pada lintasan luncur dan
meja ragum dengan menggunakan kuas.
- Bersihkan meja dudukan ragum dengan menggunakan majun yang sebelumnya
dilumasi dengan solar.
- Setelah itu gunakanlah solar untuk menghilangkan sisa-sisa oli yang terdapat
pada ulir.
- Setelah ulir pada lintasan luncur dibersihkan, oleskan gemuk pada ulir tersebut.
- Oleskanlah oli pada permukaan meja dudukan ragum.
- Bersihkan bagian bawah meja perata
-
4. Lakukan pengecekan ulang terhadap mesin, jika perlu hidukan mesin untuk
mengamati adanya kelainan seperti bunyi, dan getaran. jika terdapat kelainan
laporkan pada instruktur.
Gearbox

Meja eretan
Poros landasan

Hasil pemeriksaan: Tidak ada kelainan seperti bunyi dan getaran


5. Bersihkan kembali mesin
2. MESIN BOR SUPER CONDOR TNW type 16
• Langkah kerja :
1. Pastikan mesin dalam keadaan tidak hidup / Off.
2. Bersihkan terlebih dahulu bagian-bagian mesin yang akan dilumasi dan
memungkinkan untuk di jangkau dari adanya kotoran, dan debu dengan
menggunakan majun.
Body gearbox
Meja ragum
Poros landasan
3. Lumasi poros landasan dengan menggunakan Oli
4. Lumasi poros pencekam mata bor dengan menggunakan oli.
5. Periksa keadaan pulley dari keretakan dan kekencangan Belt, serta keausan. Jika
diperlukan penggantian laporkan kepada instruktur.
belt
pulley
6. Lakukan pengecekan ulang terhadap mesin, jika perlu hidukan mesin untuk
mengamati adanya kelainan seperti bunyi, dan getaran. jika terdapat kelainan
laporkan pada instruktur.
7. Bersihkan kembali mesin.

3. MESIN BOR TNW TYPE HIGH STAND NO. 481-0010


• Langkah Kerja :
1. Pastikan mesin dalam keadaan tidak hidup/off.
2. Bersihkan terlebih dahulu bagian-bagian mesin yang akan dilumasi dan
memungkinkan untuk di jangkau dari adanya kotoran, dan debu dengan
menggunakan majun.
3. Lumasi poros landasan dan ulir dengan menggunakan grease.
Poros Landasan

Ulir
4. Periksa pompa dan air pendingin pada tangki penampungan.
5. Lakukan pengecekan ulang dengan menghidupkan mesin untuk mengamati
adanya kelainan seperti bunyi, dan getaran. Jika terdapat kelainan laporkan pada
instruktur.
6. Bersihkan kembali mesin.

 
iii. MESIN FRAIS
Frais (milling) adalah suatu proses permesinan dengan cara
menghilangkan/pengambilan tatal dari bahan/benda kerja, dimana pahat (cutter)
berputar untuk memotong benda kerja.
• Tujuan
Mahasiswa dapat memelihara/merawat Mesin Frais dengan aman dan benar serta
mengetahui bagian-bagian dari Mesin Frais
• Fungsi
Mesin Frais memliki fungsi diantaranya adalah meratakan benda kerja dan bisa
membuat alur.
• Macam-macam mesin Frais menurut jenis dan letaknya :
- Mesin frais horizontal
- Mesin frais vertical
- Mesin frais horizontal + vertical
• Alat dan Bahan
• Alat :
- Kotak alat (Tool Box)
- Pompa gemuk.
- Pompa oli.
- Majun.
- Mesin Frais
- Bahan
- Oli
- Gemuk
- Solar
• Keselamatan Kerja.
- Pelajari job sheet sebelum memulai pekerjaan.
- Pastikan sumber arus listrik dalam posisi “off” sebelum melakukan
pembersihan dan pelumasan.
- Pakai baju, sepatu kerja dan kacamata pengaman pada saat pengoperasian mesin.
- Gunakan peralatan dan bahan sesuai dengan fungsinya.
- Rambut dan pakaian harus tidak terjangkau oleh putaran mesin.
- Tanyakan pada instruktur, jika ada yang belum dimengerti
1. Benda Kerja 1 Mesin frais ACIERA type F3 ISo 30

• Langkah Kerja.


- Pastikan sumber arus listrik dalam posisi “off” periksa lingkungan kerja dan
pergunakan alat keselamatan kerja
- Catat perlengkapan mesin, jika ada yang kurang segera laporkan pada instruktur.
- Bersihkan mesin dengan menggunakan kuas/majun dari sisa-sisa minyak pelumas,
air pendingin, karat maupun debu.
- Periksa minyak pelumas, gemuk jika kurang tambahkan dan oleskan pada
permukaan yang diperlukan mengenai lokasi pelumasan
- Periksa kebocoran-kebocoran minyak pelumas. jika terdapat kebocoran,
dilaporkan keinstruktur.
- Periksa air pendingin dan pompa air pendingin, jika pompa tidak berjalan dengan
normal laporkan pada instruktur
- Lakukan pengecekan ulang terhadap mesin, jika perlu hidukan mesin untuk
mengamati adanya kelainan seperti bunyi, dan getaran. jika terdapat kelainan
laporkan pada instruktur.
- Bersihkan kembali mesin.
- Bersihkan peralatan yang telah digunakan.
- Kembalikan peralatan kerja.
- Melapor kepada instruktur.
• Kerusakan / Kekurangan :
- Cairan pendingin habis.
- Tidak dapat di operasikan.

2. Benda Kerja 2 Mesin frais SCHAUBLIN type 13


• Langkah Kerja.
- Pastikan sumber arus listrik dalam posisi “off” periksa lingkungan kerja dan
pergunakan alat keselamatan kerja
- Catat perlengkapan mesin, jika ada yang kurang segera laporkan pada instruktur.
- Bersihkan mesin dengan menggunakan kuas/majun dari sisa-sisa minyak pelumas,
air pendingin, karat maupun debu.
- Periksa minyak pelumas, gemuk, jika kurang tambahkan dan oleskan pada
permukaan yang diperlukan mengenai lokasi pelumas
- Periksa kebocoran-kebocoran minyak pelumas. jika terdapat kebocoran,
dilaporkan keinstruktur.
- Periksa air pendingin dan pompa air pendingin, jika pompa tidak berjalan dengan
normal laporkan pada instruktur.
- Lakukan pengecekan ulang terhadap mesin, jika perlu hidukan mesin untuk
mengamati adanya kelainan seperti bunyi, dan getaran. jika terdapat kelainan
laporkan pada instruktur.
- Bersihkan kembali mesin.
- Bersihkan peralatan yang telah digunakan.
- Kembalikan peralatan kerja.
- Melapor kepada instruktur.
• Kerusakan / Kekurangan :
- Bagian handle

V. KESIMPULAN
Dari hasil praktek yang kami lakukan dapat kami simpulkan bahwa:
1. Mesin-mesin konvensoinal yang kami berikan perawatan pada umumnya dalam
keadaan baik.
2. Beberapa bagian pada mesin bor mengalami kerusakan seperti terjadinya
korseleting pada kabel yang menuju pompa pendingin,
3. Kondisi fan belt pada mesin bor asiera suda mengalami keausan,lampu
penerangannya juga sudah tidak ada,air pendingin pada bak penampung juga
sudah kurang .
4. Terjadi kerusakan pada system kelistrikan,penutup pegas pada mesin TNW juga
suda hilang.