Anda di halaman 1dari 109

PENGARUH STRATEGI GENIUS LEARNING TERHADAP

HASIL BELAJAR SISWA KELAS VIII SEMESTER II


MTs-AZIZI MEDAN PADA MATERI POKOK BUNYI
TAHUN AJARAN 2007/2008

Oleh :

Ruwaidah Nasution
NIM 04311402
Program Studi Pendidikan Fisika

SKRIPSI
Diajukan Untuk Memenuhi Syarat Memperoleh Gelar
Sarjana Pendidikan

JURUSAN FISIKA
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
MEDAN
2008
Judul : Pengaruh Strategi Genius Learning terhadap Hasil
Belajar Siswa MTs-Azizi Medan Kelas VIII Semester II
Pada Materi Pokok Bunyi Tahun Ajaran 2007/2008.

Nama Mahasiswa : Ruwaidah Nasution


NIM : 04311402
Program Studi : Pendidikan Fisika
Jurusan : Fisika

Menyetujui ;
Dosen Pembimbing Skripsi

Drs. Makmur Sirait, M.Si


NIP.131851424

Mengetahui :

FMIPA UNIMED Jurusan Fisika


Dekan, Ketua,

Prof. Drs. Manihar Situmorang, M.Sc, Ph.D Dr. Mara Bangun Harahap, MS
NIP.131572430 NIP.131413655

Tanggal Lulus : 05 September 2008


RIWAYAT HIDUP

Ruwaidah Nasution dilahirkan di Medan, pada tanggal 2 April 1986. Ibu


bernama Marwiyah Lubis dan ayah bernama M. Fauzi Nasution, merupakan anak
keenam dari sembilan bersaudara. Pada tahun 1992, penulis masuk SD Negeri
101767 Tembung dan lulus pada tahun 1998. Pada tahun 1998, penulis
melanjutkan sekolah SLTP GUPPI-SU Medan dan lulus pada tahun 2001. Pada
tahun 2001, penulis melanjutkan sekolah di Madrasah Aliyah Teladan Medan dan
lulus pada tahun 2004. Pada tahun 2004, penulis diterima di Program Studi
Fisika, Jurusan Pendidikan Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan
Alam, Universitas Negeri Medan dan lulus pada tanggal 5 September 2008.
Selama kuliah penulis juga aktif disalah satu organsisasi Intrakurikuler yaitu Unit
Kegiatan Mahasiswa Islam (UKMI) Ar-Rahman UNIMED.
PENGARUH STRATEGI GENIUS LEARNING TERHADAP HASIL
BELAJAR SISWA KELAS VIII SEMESTER II Mts. AZIZI
MEDAN PADA MATERI POKOK BUNYI
TAHUN AJARAN 2007/2008

Ruwaidah Nasution (NIM : 04311402)


ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada pengaruh


pembelajaran dengan menggunakan Strategi Genius Learning terhadap hasil
belajar siswa kelas VIII semester II MTs. Azizi Medan tahun ajaran 2007/2008.
Populasi dalam penelitian ini adalah semua siswa kelas VIII Mts. Azizi
Medan. Sampel dalam penelitian ini terdiri dari dua kelas yaitu kelas Eksperimen
yang berjumlah 31 orang dan kelas Kontrol yang berjumlah 34 orang.
Jenis penelitian ini adalah penelitian Eksperimen, sebagai alat pengumpul
data digunakan tes hasil belajar siswa pada materi pokok Bunyi dalam bentuk
pilihan ganda yang terdiri dari 20 soal dengan 4 option.
Dari pengujian yang dilakukan diperoleh bahwa sampel yang berasal dari
populasi yang homogen dan berdistribusi normal. Dari analisa data diperoleh
nilai rata-rata pretes kelas Eksperimen sebesar 2,85 dengan nilai rata-rata postes
5,94. Sedangkan untuk kelas kontrol diperoleh nilai rata-rata pretes sebesar 2,84
dengan nilai rata-rata postes 4,84. Dari uji hipotesis yang dilakukan dengan
menggunakan uji satu pihak didapat bahwa H O ditolak dan H a diterima.
Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh yang signifikan
Strategi Genius Learning terhadap hasil belajar siswa kelas VIII semester II MTs.
Azizi Medan pada materi pokok Bunyi tahun ajaran 2007/2008.
KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Allah SWT karena dengan rahmat dan Ridho- Nya,
sehingga skripsi ini dapat diselesaikan dengan baik. Skripsi ini berjudul
“ Pengaruh Strategi Genius Learning Terhadap Hasil Belajar Siswa kelas VIII
Semester II MTs-Azizi Medan Pada Materi Pokok Bunyi Tahun Ajaran
2007/2008”, disusun untuk memperoleh gelar sarjana Pendidikan di Jurusan
Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam UNIMED.
Penulis menyampaikan ucapan terimakasih kepada Bapak Drs. Makmur
Sirait, M. Si, sebagai dosen pembimbing skripsi yang telah banyak memberikan
bimbingan dan saran kepada penulis sejak awal penulisan sampai dengan
selesainya skripsi ini. Ucapan terimakasih juga disampaikan kepada Bapak Prof.
Drs. Motlan, M.Sc, Ph.D, Ibu Dra. Derlina, M.Si, dan Bapak Drs. Nurdin Bukit,
M.Si yang telah memberikan masukan dan saran dalam penyusunan skripsi ini.
Ucapan terimakasih juga penulis sampaikan kepada Bapak Drs. Nurdin Siregar,
M.Si selaku dosen pembimbing akademik, kepada Bapak kepala sekolah MTs-
Azizi Medan yang telah membantu penulis selama penelitian, dan kepada seluruh
Bapak dan Ibu dosen beserta staf jurusan Fisika FMIPA UNIMED.
Teristimewa penulis sampaikan terimakasih kepada Ayah dan Ibu
(M. Fauzi Nasution dan Marwiyah Lubis), abang (Ifa, Faisal, Baim, Nurman,
Amat), kakak (Imai, Adek, Jia, Linda), adik (Dona, Beda, Juli) dan keponakan,
yang sudah memberi motivasi dan dana kepada penulis dalam menyelesaikan
studi di UNIMED. Terkhusus penulis sampaikan ucapan terimakasih kepada
sahabat-sahabat penulis (Taliban : Tion, Widi, Fauziah, Erna, Yani, Nurul, Agus,
Wildan) semoga ukhuwah kita semakin erat, serta teman-teman fisika stambuk 04
kelas A, yang telah memberi semangat kepada penulis. Tak lupa penulis
sampaikan ucapan terimakasih kepada Mujahid/Mujahidah tangguh UNIMED
(UKMI Ar-Rahman, KAMMI, dan BTM-3), semoga tetap eksis dalam
menjalankan amanah dakwah di kampus.
Penulis telah berupaya semaksimal mungkin dalam menyelesaikan skripsi
ini, namun penulis menyadari masih banyak kekurangan pada skripsi ini. Penulis
mengharapkan saran dan kritik yang bersifat membangun dari pembaca demi
penyempurnaan skripsi ini, mudah-mudahan skripsi ini bermanfaat.

Medan, September 2008


Penulis,

Ruwaidah Nasution
DAFTAR ISI
Halaman
Lembar pengesahan i
Riwayat hidup ii
Abstrak iii
Kata pengantar iv
Daftar isi vi
Daftar viii
Daftar tabel ix
Daftar lampiran x

BAB I PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang Masalah 1
1.2. Identifikasi Masalah 3
1.3. Batasan Masalah 3
1.4. Rumusan Masalah 3
1.5. Tujuan Penelitian 3
1.6. Manfaat Penelitian 4

BAB II LANDASAN TEORITIS


2.1. Kerangka Teoritis 5
2.1.1. Pengertian Belajar 5
2.1.2. Pengertian Mengajar 5
2.1.3. Hasil Belajar 6
2.1.4. Strategi Genius Learning 7
2.1.5. Bunyi 19
2.1.5.1. Pengertian Bunyi 19
2.1.5.2. Cepat Rambat Bunyi 19
2.1.5.3. Frekuensi Bunyi 20
2.1.5.4. Karektristik Bunyi 21
2.1.5.5. Resonansi 22
2.1.5.6. Pemantulan Bunyi 23
2.2. Kerangka Konseptual 24
2.3. Hipotesis 25

BAB III METODE PENELITIAN


3.1. Lokasi dan waktu penelitian 26
3.2. Populasi dan sampel penelitian 26
3.2.1. Populasi 26
3.2.2. Sampel 26
3.3. Variabel penelitian 26
3.3.1. Variabel bebas 26
3.3.2. Variabel terikat 26
3.4. Jenis penelitian 26
3.5. Desain penelitian 27
3.6. Instrumen penelitian 27
3.7. Prosedur penelitian 30
3.8. Teknik analisa data 32
3.8.1. Menghitung mean dan standar deviasi 32
3.8.2. Uji normalitas 32
3.8.3. Uji homogenitas 33
3.8.4. Uji hipotesis 34

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN


4.1. Hasil Penelitian 35
4.1.1. Deskripsi data penelitian 35
4.1.1.1. Nilai pretes siswa kelas Eksperimen dan kelas Kontrol 35
4.1.1.2. Nilai postes siswa kelas Eksperimen dan kelas Kontrol 36
4.1.1.3. Uji persyaratan analisa data 37
4.1.1.4. Uji Hipotesis 37
4.2. Pembahasan 40

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN


5.1. Kesimpulan 41
5.2. Saran 41

DAFTAR PUSTAKA 42
LAMPIRAN 44
DAFTAR GAMBAR

Halaman
Gambar 2.1. Lingkaran sukses pembelajaran Genius Learning 12
Gambar 2.2. Rentang frekuensi bunyi 20
Gambar 2.3. Hukum pemantulan bunyi 23
Gambar 4.1. Diagram batang Perbandingan Nilai pretes siswa kelas 35
Eksperimen dan kelas Kontrol
Gambar 4.2. Diagram batang Perbandingan Nilai postes siswa kelas 36
Eksperimen dan kelas Kontrol
DAFTAR TABEL

Halaman
Tabel 2.1. Pemasukan informasi untuk masing- masing gaya belajar 16
Tabel 2.2. The Multiple Intelegence Menu 17
Tabel 3.1. Rancangan eksperimen 27
Tabel 3.2. Kisi- kisi tes hasil belajar 28
Tabel 4.1. Nilai pretes siswa kelas Eksperimen dan kelas Kontrol 35
Tabel 4.2. Nilai postes siswa kelas Eksperimen dan kelas Kontrol 36
Tabel 4.3. Hasil Uji Normalitas Data 37
Tabel 4.4. Hasil Uji Homogenitas Data 37
Tabel 4.5. Hasil Uji Hipotesis 37
DAFTAR LAMPIRAN

Halaman
Lampiran 1. Rencana pembelajaran 1 kelas Eksperimen 44
Lampiran 2. Rencana pembelajaran 2 kelas Eksperimen 49
Lampiran 3. Rencana pembelajaran 3 kelas Kontrol 54
Lampiran 4. Kisi- kisi tes hasil belajar 59
Lampiran 5. Tes hasil belajar 68
Lampiran 6. Validitas Tes hasil belajar 71
Lampiran 7. Skor pretes siswa kelas Eksperimen dan kelas Kontrol 72
Lampiran 8. Skor postes siswa kelas Eksperimen dan kelas Kontrol 74
Lampiran 9. Perhitungan Validitas Tes Hasil Belajar Siswa 76
Lampiran 10. Perhitungan ReliabilitasTes Hasil Belajar Siswa 78
Lampiran 11. Perhitungan Indeks KesukaranTes Hasil Belajar Siswa 79
Lampiran 12. Perhitungan Daya Beda Tes Hasil Belajar Siswa 81
Lampiran 13. Data nilai pretes siswa kelas Eksperimen dan Kontrol 83
Lampiran 14. Data nilai postes siswa kelas Eksperimen dan Kontrol 84
Lampiran 15. Tabel Distribusi Frekuensi 85
Lampiran 16. Perhitungan rata-rata, Standar deviasi, dan Varians hasil 86
belajar siswa
Lampiran 17. Uji Normalitas Data 88
Lampiran 18. Uji Homogenitas Data 89
Lampiran 19. Uji Hipotesis 90
Lampiran 20. Peta pikiran gambaran besar materi Bunyi 92
Lampiran 21. Kartu Goal Setting 93
Lampiran 22. Tugas aktivasi ( pertemuan pertama ) 94
Lampiran 23. Tugas aktivasi ( pertemuan kedua ) 95
Lampiran 24. Soal latihan untuk tahap Demonstrasi 96
Lampiran 25. Sistem donat 97
Lampiran 26. Angket siswa 98
Lampiran 27. Data hasil observasi angket siswa 100
Lampiran 28. Lembar observasi kegiatan belajar mengajar 102
Lampiran 29. Lembar observasi guru 103
Lampiran 30. Tabel nilai-nilai r product momen 104
Lampiran 31. Tabel nilai kritis untuk uji lilliefors 105
Lampiran 32. Tabel luas distribusi normal standar 106
Lampiran 33. Tabel nilai krtis distribusi F 108
Lampiran 34. Tabel nilai persentil untuk distribusi t 111
Lampiran 35. Dokumentasi Penelitian 112
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah


Pendidikan merupakan proses mendidik, yaitu suatu proses dalam rangka
mempengaruhi peserta didik agar mampu menyesuaikan diri sebaik mungkin
dengan lingkungannya, sehingga akan menimbulkan perubahan dalam dirinya.
Semakin banyak dan semakin tinggi pendidikan seseorang maka akan semakin
baik. Bahkan, setiap warga negara di harapkan agar terus belajar sepanjang hayat.
Dengan demikian, pendidikan merupakan faktor prioritas yang perlu dibangun
dan ditingkatkan mutunya ( Sutikno, 2006 : 3 ).
Dalam pendidikan harus ada proses pembelajaran, dimana adanya
interaksi guru dengan siswa. Proses belajar didorong oleh adanya motivasi.
Motivasi belajar merupakan kekuatan mental yang mendorong terjadinya proses
belajar. Motivasi belajar pada diri siswa dapat menjadi lemah. Lemahnya
motivasi, atau tiadanya motivasi belajar akan melemahkan kegiatan belajar,
sehingga mutu hasil belajar akan menjadi rendah. Oleh karena itu, motivasi pada
diri siswa harus diperkuat, dengan menciptakan suasana belajar yang
menggembirakan ( Dimayati, 2002 : 239 ).
Pernyataaan di atas jika ditelusuri dalam pengajaran fisika, sangat
berpengaruh. Karena fisika merupakan salah satu pelajaran sains yang kurang
diminati dan membosankan. Banyak siswa yang menganggap fisika merupakan
pelajaran yang sulit yang hanya dapat dipahami oleh orang- orang jenius saja.
Belajar fisika akan lebih menyenangkan ketika dapat memahami keindahan dan
manfaatnya. Jika siswa sudah mulai tertarik, maka akan lebih mudah untuk
menguasai fisika. Maka motivasi belajar sudah tentu menjadi modal pertama
untuk menghadapi kesulitan ketika belajar fisika ( Newsroom, 2007 ).
Kebosanan dalam mempelajari fisika di kelas dan menganggap bahwa
fisika itu sulit ternyata juga dialami oleh siswa-siswi MTs- Azizi Medan.
Berdasarkan observasi yang dilakukan dengan memberikan angket kepada siswa
diperoleh dari 36 orang siswa, 24 orang siswa menganggap pelajaran fisika itu
sulit dan kurang menarik, sedangkan untuk kegiatan belajar mengajar di kelas, 18
orang siswa berpendapat kegiatan belajar mengajar fisika di kelas membosankan
dan sulit dipahami. Berdasarkan hasil observasi ke kelas ketika guru mengajar dan
angket siswa diketahui bahwa kegiatan belajar mengajar di kelas selama ini
berlangsung masih menoton.
Menyikapi masalah di atas, perlu adanya upaya yang dilakukan oleh guru
untuk menggunakan strategi mengajar yang membuat siswa lebih tertarik.
Kurangnya pendekatan yang benar dan efektif dalam menjalankan proses
pembelajaran, yang hanya terpaku pada materi dan hasil pembelajaran. Selama ini
yang terjadi adalah ketika guru mengajar maka yang diasumsikan bahwa siswa
akan belajar. Padahal bukan hal itu seharusnya yang terjadi, tetapi bagaimana
strategi yang dilakukan dalam membelajarkan siswa.
Gunawan menawarkan suatu strategi dengan pendekatan praktis dalam
pembelajaran, yaitu strategi Genius Learning. Strategi ini membantu anak didik
untuk bisa mengerti kekuatan dan kelebihan mereka yang bersesuaian dengan
gaya belajar mereka masing- masing. Strategi Genius Learning menawarkan suatu
sistem yang dirancang dalam suatu jalinan yang sangat efisien yang meliputi diri
anak didik, guru, proses pembelajaran dan lingkungan pembelajaran. Anak didik
ditempatkan sebagai pusat dari proses pembelajaran, sebagai subjek pendidikan,
`1tidak seperti yang selama ini anak didik ditempatkan dalam suatu posisi yang
tidak pasti, yaitu sebagai objek pendidikan.
Dari hasil penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Rita (2007), pada
materi pokok listrik statis di kelas IX semester I terjadi kurang efisiennya waktu
yang digunakan dalam proses pembelajaran.
Dari paparan di atas, maka penelitian ini berupaya mengefisienkan waktu
yang digunakan dalam pembelajaran Genius Learning, untuk meningkatkan hasil
belajar siswa. Untuk itu penelitian ini dirumuskan dengan judul:
“ PENGARUH STRATEGI GENIUS LEARNING TERHADAP HASIL
BELAJAR SISWA KELAS VIII SEMESTER II MTS- AZIZI MEDAN
PADA MATERI POKOK BUNYI TAHUN AJARAN 2007/2008 ”.
1.2 Identifikasi Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah yang telah dikemukakan, maka
permasalahan yang dapat diidentifikasikan adalah sebagai berikut :
1. Kurangnya minat siswa untuk mempelajari fisika
2. Penyampaian materi pelajaran yang cenderung menoton
3. Kurangnya keterlibatan siswa dalam proses belajar mengajar
4. Strategi pembelajaran yang digunakan kurang menarik dan
membosankan.

1.3 Batasan Masalah


Adapun batasan masalah pada penelitian ini adalah:
1. Strategi genius learning yang diterapkan di kelas eksperimen
2. Materi yang diajarkan dalam penelitian ini adalah materi pokok Bunyi
3. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VIII semester II MTs- Azizi
Medan tahun ajaran 2007/2008

1.4 Rumusan Masalah


Berdasarkan batasan masalah di atas, maka rumusan masalah dalam
penelitian ini adalah :
1. Bagaimana hasil belajar siswa MTs-Azizi Medan di kelas VIII
semester II pada materi pokok Bunyi tahun ajaran 2007/2008 yang
diajar dengan menggunakan strategi Genius Learning dan yang diajar
dengan metode Konvensional.
2. Apakah ada pengaruh pembelajaran dengan menggunakan Strategi
Genius Learning terhadap hasil belajar siswa MTs-Azizi Medan di
kelas VIII semester II pada materi pokok Bunyi tahun ajaran
2007/2008.
1.5 Tujuan Penelitian
Sesuai dengan rumusan masalah, maka adapun tujuan penelitian ini adalah
untuk mengetahui:
1. Untuk mengetahui hasil belajar siswa MTs-Azizi Medan di kelas VIII
semester II pada materi pokok Bunyi tahun ajaran 2007/2008 yang
diajar dengan menggunakan strategi Genius Learning dan yang diajar
dengan metode Konvensional.
2. Untuk mengetahui pengaruh pembelajaran dengan menggunakan
Strategi Genius Learning terhadap hasil belajar siswa MTs-Azizi Medan
di kelas VIII semester II pada materi pokok Bunyi tahun ajaran
2007/2008.

1.6 Manfaat Penelitian


1. Sebagai bahan masukan bagi guru ditempat penelitian agar dapat
memahami strategi Genius Learning dan menerapkannya dalam
pembelajaran
2. Sebagai bahan masukan bagi peneliti untuk memperluas wawasan
peneliti mengenai pembelajaran yang menyenangkan
3. Sebagai bahan masukan bagi peneliti lain apabila meneliti strategi
Genius Learning di sekolah.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1 KERANGKA TEORITIS


2.1.1 Pengertian Belajar
Belajar meupakan proses perubahan perilaku karena pengalaman dan
latihan. Artinya, tujuan kegiatan adalah perubahan tingkah laku, baik yang
menyangkut pengetahuan, keterampilan maupun sikap. Bahkan meliputi segenap
aspek kepribadian ( Djamarah, 1996: 11 ), jadi hakikat belajar adalah perubahan.
Defenisi belajar banyak dikemukakan oleh para ahli psikologi pendidikan.
Mereka memberikan defenisi belajar yang berbeda – beda sesuai dengan sudut
pandang masing – masing. Skinner berpandangan bahwa belajar adalah suatu
perilaku, ketika seseorang belajar maka responnya akan menjadi lebih baik.
Sebaliknya bila seseorang tidak belajar maka responnya menurun. Sedangkan
menurut Gagne, belajar merupakan kegiatan yang kompleks. Hasil belajar yang
berupa kapabilitas setelah belajar orang memiliki keterampilan, pengetahuan,
sikap dan nilai ( Dimayati, 2002 : 9 ). Menurut Gage dan Berliner belajar adalah
“suatu proses perubahan tingkah laku yang muncul karena pengalaman”.
Sedangkan Hilgard menegaskan bahwa: belajar dapat dirumuskan sebagai
perubahan perilaku yang relatif permanen, yang terjadi karena pengalaman
( dalam Sukadinata , 2003 : 156 ). Perubahan tersebut dapat berkenaan dengan
penguasaan dan penambahan pengetahuan, kecakapan, sikap, nilai, motivasi,
kebiasaan, minat, apresiasi dan sebagainya. Demikian juga dengan pengalaman,
berkenaan dengan segala bentuk pengalaman atau hal - hal yang pernah dialami.
Pengalaman karena membaca, melihat, mendengar, merasakan, melakukan,
menghayati, membayangkan, merencanakan, menilai, mencoba, menganalisis, dan
sebagainya.

2.1.2 Pengertian Mengajar


Pada hakikatnya mengajar merupakan suatu proses, yaitu proses
mengatur, mengorgaisasi lingkungan yang ada disekitar anak didik, sehingga
dapat menumbuhkan dan mendorong anak didik melakukan proses belajar.
Sehingga pada tahap berikutnya mengajar sutu proses memberikan bimbingan
atau bantuan kepada anak didik dalam melakukan proses belajar ( Djamarah,
1996: 45 ). Menurut Nasution ( dalam Syah, 2003: 182 ) “ Mengajar adalah suatu
aktivitas mengorganisasi, mengatur lingkungan sebaik- baiknya dan
menghubungkannya dengan anak didik sehingga terjadi proses belajar”. Dimana
lingkungan tidak hanya ruang kelas atau ruang belajar, tetapi juga meliputi guru,
alat peraga, perpustakaan, laboratorium, dan sebagainya yang relevan dengan
kegiatan belajar siswa.
Jadi peranan guru sebagai pembimbing bertolak dari cukup banyaknya
anak didik yang bermasalah, dalam belajar ada anak yang cepat menerima materi,
ada anak yang sedang menerima materi dan ada pula anak didik yang lambat
untuk mencerna apa yang di berikan oleh guru. Ketiga tipe anak ini menghendaki
agar guru mengatur strategi pengajarannya yang sesuai dengan gaya belajar anak
didik.

2.1.3 Hasil Belajar


Hasil belajar adalah kemampuan yang diperoleh setelah melalui kegiatan
belajar mengajar. Belajar itu sendiri merupakan suatu proses dari seseorang yang
berusaha untuk memperoleh suatu bentuk perubahan perilaku yang relatif
menetap (Abdurrahman, 2003: 37). Hasil belajar merupakan hasil dari suatu
interaksi tindak belajar dan tindak mengajar, hasil belajar sebagai puncak proses
belajar. Hasil belajar untuk sebagian adalah berkat tindak guru, suatu pencapaian
tujuan pengajaran dan dampak pengajaran adalah hasil yang dapat diukur, seperti
yang tertuang dalam nilai raport, angka ijazah atau kemampuan setelah latihan
(Dimayati, 2002: 3).
Banyak faktor yang ada dalam diri siswa yang mempengaruhi usaha dan
hasil belajar siswa. Faktor- faktor tersebut menyangkut aspek jasmaniah maupun
rohaniah dari siswa. Hasil belajar juga sangat dipengaruhi oleh faktor- faktor luar
diri siswa, baik faktor fisik maupun sosial- psikologis yang berada pada
lingkungan keluarga, sekolah dan masyarakat ( Sukmadinata, 2003: 162 ).
2.1.4 Strategi Genius Learning
Genius learning atau lebih tepat disebut sebagai holistik learning adalah
istilah yang digunakan untuk menjelaskan suatu rangkaian pendekatan praktis
dalam upaya meningkatkan hasil proses pembelajaran. Upaya peningkatan ini
dicapai dengan menggunakan pengetahuan yang berasal dari berbagai disiplin
ilmu seperti pengetahuan tentang cara kerja otak, cara kerja memori, neuro-
linguistik programming, motivasi, konsep diri, keperibadian, emosi, perasaan,
pikiran, metagonisi, gaya teknik mencatat, dan teknik belajar lainnya ( Gunawan,
2006: 2).
Dasar dari genius learning strategy adalah acceleretead learning atau
percepatan belajar. Pemercepatan didefenisikan sebagai memungkinkan siswa
untuk belajar dengan kecepatan yang mengesankan dengan upaya yang normal
dan dibarengi kegembiraan ( DePorter, 2005: 14 ) tujuannya sama yaitu
bagaimana membuat proses pembelajaran menjadi efisien, efektif dan
menyenangkan.
Pada Genius Learning maka kita berkeyakinan jika siswa dapat
dimotivasi dan diajar dengan cara yang benar. Dengan menghargai keunikkan
siswa maka mereka dapat mencapai suatu pembelajaran yang maksimal.
Pendekatan yang digunakan dalam Genius Learning membantu siswa untuk bisa
mengerti kekuatan dan kelemahan mereka yang sesuai dengan gaya belajar
mereka masing- masing, Siswa akan memahami proses belajar yang benar, sesuai
dengan kepribadiaan mereka masing- masing.
Asumsi dasar yang digunakan dalam mendefenisikan kecerdasan dalam
strategi Genius Learning adalah sebagai berikut:
1. Setiap orang lahir dengan kemampuan yang sama dan unik
( Madden, 2002: 11 ). Setiap orang dilahirkan dengan kombinasi
kecerdasan yang beragam, karena perbedaan dari beberapa faktor
yang mendominasi dan tingkat pengembangan kecerdasan yang
dimiliki, kondisi lingkungan dan proses pembelajaran akan
menentukan seberapa cepat atau lambat proses perkembangan
kecerdasan terjadi. Faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan
perkembangan kecerdasan ( Gunawan, 2006: 223 ) antara lain:
a. Lingkungan
Lingkungan yang kaya akan stimulus dan tantangan, dengan kadar yang
seimbang dan ditunjang dengan faktor dukungan dan pemberdayaan akan
memperkuat mental dan kecerdasan.
b. Kemauan dan Keputusan
Kedua faktor ini adalah faktor motivasi, motivasi yang positif akan
muncul sejalan dengan lingkungan yang kondusif, sebaliknya bila
lingkungannya sama sekali tidak kondusif, otak yang paling cerdas
sekalipun tidak akan dapat mengembangkan potensi intelektualnya.
c. Pengalaman Hidup
Potensi otak berkembang sejalan dengan pengalaman hidup, hal- hal kecil
yang menunjukkan kesuksesan maupun kegagalan yang dialami oleh anak.
Bila terjadi berulang– ulang akan menjadi suatu program yang
menentukan seberapa besar potensi kecerdasan yang digunakan.
d. Genetika
Pengalaman hidup mempunyai pengaruh terhadap respon kognitif,
sebaliknya gen mempunyai pengaruh pada kewaspadaan memori,
kemampuan sensori dan juga faktor kecerdasan lainnya.
e. Gaya Hidup
Gaya hidup berpenaruh terhadap level perkembangan kognitif. Termasuk
makanan, orang yang menjadi teman, jumlah jam tidur, olah raga, obat,
minuman dan sebagainya.
2. Kecerdasan menurut Gardner ( dalam Gunawan, 2005: 106 ) : Suatu
kemampuan untuk memecahkan suatu masalah kemampuan untuk
menciptakan masalah baru untuk dipecahkan dan kemampuan untuk
sesuatu untuk menawarkan suatu pelayanan yang berharga dalam suatu
kebudayaan masyarakat. Gardner mengembangkan model kecerdasan
selama lebih dari dua puluh tahun dan dikenal dengan istilah Multiple
Intelligence yang dapat dijelaskan sebagai berikut:
a. Kecerdasan Linguistik
Kecerdasan Linguistik adalah kemampuan untuk menggunakan kata-
kata secara efektif, baik lisan maupun tulisan, juga kemampuan
berkomunikasi. Kecerdasan ini mencakup kemampuan untuk
menangani struktur bahasa, suara arti. Untuk mengembangakan
kecerdasan linguistik dapat dilakukandengan cara menjadi pendengar
yang efektif, dan melatih keahlian bicara.
b. Kecerdasan Logika- Matematika
Kecerdasan Logika-Matematika adalah kecerdasan yang menggunakan
analisis berurutan untuk mencapai kesimpulan tertentu ( Madden,
2002: 211 ). Dimana berturutan dari masalah, kemudian memikirkan ,
menyusun solusi dengan urutan yang logis dan mampu melakukan
proses berfikir deduktif dan induktif.
c. Kecerdasan Musik
Kecerdasan Musik adalah kemampuan untuk menikmati, mengamati,
membedakan, mengarang, membentuk dan mengekspresikan bentuk-
bentuk musik yang meliputi kepekaan terhadap ritme, melodi dari
musik yang didengar.
d. Kecerdasan Interpersonal
Kecerdasan Interpersonal adalah kemampuan untuk mengamati dan
mengerti maksud, motivasi dan perasaan orang lain. Kecerdasan
interpersonal juga melibatkan kepekaan pada ekspresi wajah, suara dan
gerakan tubuh dari orang lain dan mampu memberikan respon secara
efektif dalam berkomunikasi
e. Kecerdasan Intrapersonal
Kecerdasan Intrapersonal adalah kecerdasan yang berhubungan dengan
kesadaran dan pengetahuan tentang diri sendiri. Mengenai kesadaran
atau kondisi emosi dan mental diri sendiri, kesadaran akan tujuan,
motivasi, keinginan, proses berfikir dan kemampuan untuk melakukan
disiplin diri, mengerti diri sendiri dan harga diri.
f. Kecerdasan Kinestetik
Kecerdasan Kinestetik merupakan kecerdasan yang berhubungan
dengan kemampuan dalam mengungkapkan ide atau pemikiran dan
perasaan. Kecerdasan Kinestetik juga meliputi keterampilan fisik
dalam bidang koordinasi, keseimbangan, daya tahan, kekuatan,
kelenturan dan kecepatan.
g. Kecerdasan Visual dan Spasial
Kecerdasan Visual dan Spasial adalah kemampuan untuk melihat dan
mengamati dunia visual- spasial secara akurat, kemudian bertindak dan
melibatkan kesadaran akan warna, garis, bentuk, ruang, ukuran serta
hubungan antara elemen- elemen tersebut.
h. Kecerdasan Naturalis
Kecerdasan Naturalis adalah kemampuan untuk mengamati,
memahami dan menyusun pola atau unsur yang dijumpai dilingkungan
sekitar.
3. Konsep diri seseorang berbanding lurus dengan potensi yang digali dan
dikembangkan. semakin baik konsep diri yang berhasil dibangun, semakin
baik pula untuk mampu memaksimalkan penggunaan potensi yang
dimiliki. Konsep diri terdiri dari komponen yaitu:
a. Diri Ideal
Merupakan gabungan dari semua kualitas dan ciri kepribadiaan yang
sangat dikagumi.
b. Citra Diri
Merupakan cerminan diri sendiri, dimana bagaimana cara melihat diri
sendiri dan berfikir mengenai diri saat ini.
c. Harga Diri
Merupakan kecenderungan untuk memandang diri sendiri sebagai
pribadi yang mampu dan memiliki daya upaya dalm menghadapi
tantangan- tantangan hidup.
4. IQ tinggi sangat membantu keberhasilan akademik, namun bukan satu-
satu – satunya faktor utama, atau sebaliknya.
5. Guru dapat mempengaruhi dan meningkatkan kecerdasan anak didik,
dimana guru sangat berperan penting dalam upaya menghilangkan
berbagai hambatan yang menghambat perkembangan kecerdasan. Guru
melakukannya dengan menggunakan strategi dan teknik yang tepat untuk
membantu mengembangkan kecerdasan anak didik.
6. Kecerdasan berkembang dengan bertahap, dimana perkembangan ini
dikelompokkan menjadi 4 tahap yaitu:
a. Stimulasi
b. Penguatan
c. Belajar dan mengerti
d. Transfer dan pengaruh
7. Berfikir dapat diajarkan
Genius Learning yang disusun berdasarkan hasil riset mutakhir mengenai
berbagai disiplin ilmu, terutama cara kerja otak dan memori. Menekankan
sembilan prinsip utama dalam proses pembelajaran ( Gunawan, 2006: 8 ) yaitu:
1. Otak berkembang dengan maksimal dalam lingkungan yang kaya
stimulus multisensori dan tantangan berfikir . lingkungan demikian akan
menghasilkan jumlah koneksi yang lebih besar diantara sel- sel otak.
2. Besarnya pengharapan berbanding lurus dengan hasil yang di capai. Otak
selalu berusaha mencari dan menciptakan arti dari suatu pembelajaran.
Proses pembelajaran berlangsung pada level pikiran sadar dan pikiran
bawah sadar yang positif dan bersifat pribadi.
3. Lingkungan belajar adalah lingkungan yang memberikan tantangan tinggi
namun dengan tingkat ancaman yang rendah. Keadaan pikiran siswa
adalah kekuatan paling menentukan untuk menuju sukses. Jika siswa
percaya diri, termotivasi dan gembira maka siswa tersebut memiliki
potensi untuk sukses.
4.Otak sangat membutuhkan umpan balik yang bersifat segera dan
mempunyai banyak pilihan.
5. Musik membantu proses pembelajaran dengan tiga cara:
a. musik membantu untuk men-charge otak
b. musik membantu merilekskan otak, sehingga otak siap untuk
belajar
c. musik dapat digunakan untuk membawa informasi yang ingin
dimasukkan ke dalam memori.
6. Dengan menggunakan strategi dan teknik khusus, maka kemampuan
mengingat dapat ditingkatkan
7. Untuk dapat mencapai hasil pembelajarn yang maksimal, maka kondisi
fisik dan emosi harus benar- benar diperhatikan. Siswa tidak tidak akan
bisa belajar bila dalam keadaan lapar, sakit ataupun mengantuk. Hasil
penelitian menunjukkan ketika seseorang berada dalam keadaan emosi
yang positif endrofin terbentuk. Selanjutnya zat ini meningkatnya aliran
neurotransmiter yang disebut asitekoli dan memungkinkan terjadinya
sambungan antar sel otak, sehingga otak dapat bekerja dan berfungsi
dengan efisien ( Rose, 2002: 50 ).
8. Kecerdasan dapat dikembangkan dengan proses pengajaran dan
pembelajaran yang sesuai dengan kondisi lingkungan.
9. Otak kiri dan otak kanan bisa berkerjasama dalam mengolah suatu
informasi
Berdasarkan sembilan prinsip kerja di atas maka pembelajaran Genius
Learning digambarkan dalam sebuah lingkaran sukses (Gunawan 2006: 11)
sebagai berikut:
1. Suasana kondusif
2. Hubungkan
8. Ulangi &jangkarkan 3. Gambaran besar
GENIUS
7. Demonstrasi LEARNIN 4.Tetapkan tujuan
G
6. Aktivasi 5. Pemasukan informasi

Gambar .2.1 Lingkaran sukses strategi Genius Learning

Dari gambar, maka masing- masing tahapan tersebut dijelaskan sebagai


berikut:
1. Suasana Kondusif
Inti dari Genius Learning adalah strategi pembelajaran yang membangun
dan mengembangkan pembelajaran yang positif dan kondusif ( Gunawan, 2006:
334 ). Guru bertanggung jawab untuk menciptakan belajar yang kondusif sebagai
persiapan untuk masuk ke dalam proses pembelajaran yang sebenarnya. Maka
guru harus memanfaatkan waktu untuk membangun hubungan, di samping
menjamin para siswa memperoleh keadaan pikiran yang terbuka, bebas stres dan
cerdas ( Rose, 2002 )
Siswa harus terbebas dari rasa takut, tekanan, psikologi. Dengan
menggunakan musik dan dikombinasikan dengan brain gym untuk menciptakan
suasana awal yang kondusif, sehingga siswa dalam kondisi nyaman dan
mendukung lingkungan belajar, musik membantu pelajar bekerja lebih baik
dalam mengingat banyak hal, musik merangsang, meremajakan dan memperkuat
daya ingat dalam belajar ( DePorter, 2005 ). Sedangkan brain gym adalah
serangkaian gerakan tubuh yang sederhana dan digunakan untuk memadukan
semua bagian otak untuk meningkatkan kemampuan belajar, membangun harga
diri dan kebersamaan ( Gunawan, 2006: 270 ).
Beberapa gerakan – gerakan Brain Gym sederhana yang digunakan pada
pembelajaran ( Denninson, 2002 ) adalah:
1) Gerakan Silang
Menggerakkan tangan kanan bersamaan dengan kaki kiri dan tangan kiri
bersamaan dengan kaki kanan. Bergerak ke depan, ke samping, ke
belakang atau jalan di tempat dan sebaiknya tangan menyentuh lutut yang
berlawanan.
2) 8 Tidur
Membuat angka 8 tidur tiga kali tiap tangan, kemudian tiga kali dengan
kedua tangan.
3) Putaran Leher
Dengan menundukkan kepala ke depan dan pelan-pelan putar leher dari
satu sisi ke sisi yang lainnya, ulangi dengan bahu diturunkan.
4) Mengisi Energi
Duduk di kursi dengan santai dan letakkan dahi diantara kedua tangan di
atas meja. Tarik nafas sambil menegakkan kepala, tengkuk dan punggung
bagian atas, kemudian hembuskan nafas dan kepala bersentuhan kembali
dengan meja.
Selain dengan Brain Gym dan musik guru juga perlu menunjukkan
pengharapan yang besar terhadap keberhasilan siswa, dengan memastikan bahwa
siswa tidak takut untuk membuat kesalahan. Cara yang dapat dilakukan antar lain
dengan membangkitkan kepercayaan diri sendiri pada siswa, dengan kata lain
guru harus menciptakan kondisi fisik dan psikis yang nyaman untuk mendukung
pembelajaran. Kondisi fisik juga dapat diciptakan dengan mengubah posisi duduk,
menambah hiasan dinding dan bunga di atas meja dan dapat diciptakan dengan
membangun hubungan yang positf antara guru dan siswa.
2. Hubungkan
Otak tidak hanya menerima informasi juga memprosesnya. Untuk
memproses informasi secara efektif, otak membantu melaksanakan refleksi dalam
banyak cara. Otak seperti komputer dan kita sebagai penggunanya. Otak perlu
dihubungkan dengan apa yang diajarkan apa yang telah diketahui ( Siberman,
1996: 4 ). Ketika otak menerima informasi baru maka otak memutuskan apakah
informasi itu perlu atau tidak dipelajari. Otak akan lebih mudah untuk memproses
informasi, apabila informasi tersebut ada hubungannya dengan informasi yang
telah diketahui sebelumnya. Hal ini diperlukan agar proses pemasukan informasi
menjadi efektif.
Pada proses menghubungkan cara yang paling mudah adalah dengan
mengajukan pertanyaan yang memancing siswa untuk berfikir dan
menghubungkan antar apa yang telah diketahuinya dengan apa yang akan
dipelajari.
3. Gambaran Besar
Gambaran besar materi yang akan dipelajari disampaikan terlebih dahulu
kepada siswa. Gambaran besar ini berfungsi untuk menciptakan sesuatu yang
akan diisi dengan informasi. Pada pemasukan informasi, materi pelajaran yang
disampaikan secara bertahap. Pada gambaran besar dengan memberikan
ringkasan dari apa yang akan dipelajari dengan menggunakan gambaran atau
Mind mapping, flowcart atau mengajukan pertanyaan yang bersifat terbuka yang
membutuhkan jawaban yang merangsang pemikiran yang mendalam.
4. Tetapkan Tujuan
Tahap selanjutnya, guru nenyampaikan apa yang ingin dicapai pada akhir
sesi proses belajar mengajar kepada siswa. Hasil yang ingin dicapai dapat
dijelaskan langsung kepada seluruh siswa, perkelompok atau dapat juga dijelaskan
secara pribadi. Guru dapat menugaskan siswa untuk membuat kartu goal setting.
Siswa ditugaskan menulis tujuan didalam kartu masing- masing.
Pada tahap ini guru harus dapat membantu siswa untuk mencapai hasil
yang telah ditetapkan dengan bahasa siswa itu sendiri, siswa diminta untuk
membuat goal secara detail dan akan lebih baik jika goal dibuat secara tertulis.
Seperti dikatakan ( Rose, 2002 ) bahwa “ kita tidak mengenai sasaran yang tidak
terlihat, belajar bagi orang yang hendak menempuh suatu perjalanan kita perlu
mengetahui tujuan akhir dan sangat penting mengetahui cara agar sampai ke
tujuan tersebut”.
Cara melakukan goal setting ( Gunawan, 2006: 44 ):
a. Tentukan dan putuskan apa yang kita inginkan
b. Tetapkan target, kapan goal itu harus sudah tercapai
c. Buat daftar tindakan yang harus di lakukan untuk mencapai tujuan
d. Atur daftar tindakan yang akan menjadi suatu perencanaan dengan
menuliskannya diselembar kertas
e. Lakukan sesuatu yang dapat mmbuat semakin dekat dengan pencapaian
tujuan.
5. Pemasukan Informasi
Pada tahap ini, informasi yang akan diajarkan harus disampaikan dengan
melibatkan berbagai gaya belajar. Gaya belajar adalah cara yang lebih disukai
dalam melakukan kegiatan berfikir, memproses dan mengerti suatu informasi.
Semakin banyak cara yang dapat digunakan untuk menangkap informasi, semakin
kuat pula informasi tersebut dan semakin banyak data yang di serap ( Madden,
2002: 141 ). Hasil riset menunjukkan bahwa siswa yang belajar dengan
menggunakan gaya belajar, maka mereka akan menggunakan gaya belajar yang
dominan.
Secara umum gaya belajar terbagi menjadi tiga macam yaitu gaya belajar
visual, gaya belajar auditorial dan gaya belajar kinestetik. Meskipun kebanyakan
orang memiliki akses ketiga modalitas visual, auditorial, dan kinestetik. Hampir
semua orang cenderung pada salah satu modalitas belajar menurut Bandler dan
Grindler ( dalam DePorter, 2004: 85 )
Cara pengajaran dalam pemasukan informasi yang mengakomodasi
masing- masing gaya belajar dapat dilihat dalam tabel berikut:
Tabel 2.1 Pemasukan informasi untuk masing- masing gaya belajar:
Gaya Belajar Gunakan
1.Visual o Gerakan tubuh
o Buku
o Grafik, diagram
o Peta pikiran
o Poster
o OHP/ Komputer
o Flow chart
o Highligting ( memberi warna pada bagian
yang di anggap penting )
o Model/ Peralatan
o Kata- kata kunci yang di pasang di kelas
2. Auditori
o Suara yang jelas dengan intonasi yang
terarah
o Membaca dengan keras
o Sesi tanya jawab
o Rekaman ceramah
o Belajar dengan mendengar atau
3.Kinestetik menyampaikan sesuatu
o Musik
o Kerja kelompok
o Merancang dan membuat aktivitas
o Bermain peran
o Membuat peta pikiran
o Berjalan
o Menggunakan gerakan tubuh
o Brain Gym

6. Aktivasi
Proses aktivasi merupakan proses yang membawa siswa kepada suatu
tingkat pemahaman yang lebih dalam terhadap materi yang diajarkan . Dalam
mengakses berbagai kecerdasan yang ada dalam diri siswa dengan menggunakan
Multiplle Intellegence, dan mengakomodasi macam- macam kecerdasan dengan
cara yang disenangi siswa. Sebaiknya dilakukan dengan mengakses delapan
kecerdasan secara seimbang.
Aktivasi bisa dilakukan dengan menggunakan aktivitas yang dilakukan
seorang diri, secara berpasangan dan kerja kelompok.
Tabel 2.2 The Multiple Intellegence Menu.
Kecerdasan Gunakan
1. linguistik o Menulis Esai
o Pokok- pokok pikiran
o Kata- kata kunci
o Menulis laporan
o Menulis puisi
o Permainan kata
2. Musikal
o Membuat irama
3. Visual
o Grafik
o Peta pikiran
o Menggunakan warna

4. Logika- o Video
Matematik o Flow chart
o Analisis logis
o Perumusan
5. Interpersona o Kerja kelompok
l o Mengajar teman
o Memberikan dan menerima umpan
balik
o Jurnal
6. Intrapertson
o Pemikiran pribadi
al
o Eksperimen
o Gerakan tubuh
7. Kinestetik

7. Demonstrasi
Tahap ini sebenarnya sama dengan proses guru menguji siswa dengan
memberikan ujian, dimana ujian pemahaman siswa langsung dilakukan setelah
proses pembelajaran dilakukan, yang bertujuan untuk mengetahui sampai dimana
pemahaman siswa dan merupakan saat yang tepat untuk bisa memberikan umpan
balik.
Pada tahap ini jika siswa mampu melakukan demonstrasi, maka hal ini
berarti siswa menunjukkan dan membuktikan kalau mereka telah mengerti
jawabannya, mengajar, mengerti aplikasi pengetahuan dalam kehidupan sehari-
hari. Umpan balik yang diberikan bersifat segera, mendidik serta membangun dan
mendorong siswa untuk melakukan pemikiran lebih lanjut mengenai proses yang
digunakan dalam pembelajaran.
8. Tinjau Ulang dan Jangkarkan
Tinjau ulang dan jangkarkan dilakukan pada akhir sesi dan sekaligus
membuat kesimpulan dari apa yang telah dipelajari. Manfaat tinjau ulang dan
jangkarkan untuk menngkatkan daya ingat dan meningkatkan efektivitas dari
proses pembelajaran. Tahap ini dilakukan dengan sendiri, berpasangan dengan
siswa lainnya. Teknik yang dapat digunakan guru dalam melakukan proses tinjau
ulang dan jangkarkan adalah:
a. Penutup sesi pembelajaran
b. Membicarakan Topik
c. “Ngobrol” Santai
d. Donat
e. Rotasi refleksi
f. Operan kertas ide

2.1.5 Bunyi
2.1.5.1 Pengertian Bunyi
Bunyi yang didengar selalu datang dari suatu sumber bunyi yang
melakukan getaran dan merambat berupa gelombang bunyi sehingga sampai ke
telinga. Gelombang bunyi merupakan gelombang longitudinal, bunyi ditimbulkan
oleh benda yang bergetar. Jadi bunyi merupakan hasil getaran. Bunyi dapat
terdengar apabila ada :
a. Sumber bunyi
b. Medium atau zat perantara
c. Alat penerima/ pendengaran
Ada beberapa sifat bunyi antara lain :
a) Bunyi merupakan hasil getaran
b) Bunyi memerlukan zat perantara untuk merambat
c) Bunyi dapat merambat dalam zat padat, zat cair, dan gas
d) Bunyi dapat di pantulkan
2.1.5.2 Cepat rambat bunyi
Cepat rambat bunyi diartikan sebagai hasil bagi antara jarak sumber bunyi
ke pendengar dengan selang waktu yang dibutuhkan bunyi untuk merambat
sampai ke pendengar. Secara matematis dapat di tulis sebagai berikut :
s
V =
t

Dengan :
V = cepat rambat bunyi ( m/s )
s = jarak sumber bunyi ke pendengar ( m )
t = selang waktu yang diperlukan bunyi untuk merambat
sampai kependengar ( s )
Cepat rambat bunyi bergantung pada suhu udara, semakin tinggi suhu
udara, semakin besar cepat rambat bunyi dan sebaliknya semakin rendah suhu
udara, semakin semakin kecil cepat rambat bunyi.
2.1.5.3 Frekuensi bunyi
Telinga manusia normal hanya mampu mendengar frekuensi bunyi
berkisar antara 20 Hz sampai 20.000 Hz. Berdasarkan frekuensinya, bunyi dapat
digolongkan atas :
a. Bunyi Infrasonik
Bunyi infrasonik adalah bunyi yang frekuensinya kurang dari 20 Hz
(kurang dari 20 getaran). Bunyi infrasonik tidak dapat didengar telinga
manusia, melainkan hanya dapat didengar beberapa jenis hewan tertentu.
b. Bunyi Ultrasonik
Bunyi ultrasonik adalah bunyi yang frekuensinya lebih besar dari 20.000
Hz. Bunyi ini tidak dapat didengarkan oleh telinga manusia. Ultrasonik
banyak dimanfaatkan manusia, antara lain untuk :
• Meratakan campuran logam, pada industri logam
• Memusnahkan bakteri pada makanan yang diawetkan
• Meratakan campuran susu agar homogen
• Alat kontrol jarak jauh pada televisi
c. Bunyi Audisonik
Bunyi audisonik adalah bunyi yang dapat didengar oleh telinga manusia,
yaitu yang frekuensinya antara 20- 20.000 Hz.

Infrasonik Audiosonik Ultrasonik


Jangkrik Manusia kelelawar
20 Hz 20 KHz
Gbr. 2.2 Rentang frekuensi Bunyi
Bunyi merupakan gelombang longitudinal yang berasal getaran yamg
merambat melalui medium dari subuah sumber bunyi. Frekuensi getaran yang
dihasilkan sumber bunyi sama dengan gelombang bunyi. Oleh karena itu,
hubungan antara cepat rambat, panjang gelombang dan frekuensi bunyi adalah :

V = λf
Dengan :
V = cepat rambat bunyi (m/s)
λ = panjang gelombang bunyi (m)
f = frekuensi bunyi (Hz)
2.1.5.4 Karakteristik bunyi
Setiap bunyi yang didengar memiliki ciri tertentu. Dengan perbedaan ciri
tersebut maka dibedakan bunyi alat- alat musik, bunyi gemuruh ombak di laut, air
terjun dan petir. Hal itu karena gelombang bunyi memiliki frekuensi dan
amplitudo yang berbeda.
a)Nada
Bunyi yang teratur memiliki frekuensi getaran tertentu. Bunyi yang
frekuensinya selalu sama dan tetap disebut nada. Sedangkan bunyi dengan
frekuensi getaran yang tidak teratur disebut desah. Tinggi rendahnya nada
dipengaruhi oleh besar kecilnya frekuensi getaran,makin tinggi frekuensi getaran
maka semakin tinggi nada yang di hasilkan, sebaliknya semakin kecil frekuensi
getaran maka semakin rendah nada yang dihasilkan .
Menurut Marsenne, faktor- faktor yang mempengaruhi frekuensi sebuah
senar, dawai, atau kawat adalah :
• Panjang senar, semakin panjang senarnya maka semakin rendah frekuensinya.
• Luas penampang senar, semakin tebal senarnya semakin rendah frekuensinya.
• Tegangan senar, semakin kencang senarnya, semakin tinggi frekuensinya.
• Massa jenis senar, semakin kecil massa jenis senar semakin tinggi frekuensinya.
b) Kuat nada
Senar gitar apabila dipetik dengan cara menarik senar sedikit dari
kedudukan semula, maka akan terdengar bunyi yang lemah, dan apabila ditarik
lebih jauh dari kedudukan semula maka akan terdengar lebih kuat. Perbedaan cara
penarikan senar getar menghasilkan amplitudo yang berbeda, tatapi frekuensinya
sama sehingga menghasilkan kuat bunyi yang berbeda. Hal ini menunjukkan
bahwa kuat lemahnya bunyi dipengaruhi oleh besar kecilnya amplitudo getaran,
maka semakin kuat bunyi yang dihasilkan makin besar amplitudo getaran makin
kecil amplitudo getaran, maka semakin lemah pula bunyi yang dihasilkan.
c) Warna bunyi
Pada saat dua alat musik, misalnya gitar dan piano dimainkan pada
frekuensi yang sama, maka bunyi yang dihasilkan akan berbeda. Hal ini karena
adanya nada- nada tambahan (nada- nada atas) yang menyertai nada dasarnya.
Gabungan nada bunyi antara nada dasar dan nada atas yang menyertainya disebut
warna bunyi (timbre).
2.1.5.5 Resonansi
Resonansi adalah peristiwa ikut bergetarnya suatu benda akibat
bergetarnya benda lain yang memiliki frekuensi sama. Syarat terjadinya resonansi
adalah :
- Frekuensinya sama dengan frekuensi sumber getar
- Terdiri dari selaput tipis
1 3 5
- Terjadi pada saat tinggi kolom λ, λ, λ , dan seterusnya yang
4 4 4

1
merupakan kelipatan ganjil dari λ Alat- alat yang bekerja berdasarkan
4
resonansi yakni: pita suara manusia, suara binatang, selaput tipis pada
telinga, kentongan, gitar atau biola.
Keuntungan dari resonansi adalah dapat memperkuat bunyi seperti yang
terjadi pada alat- alat yang bekerja berdasarkan resonansi. Selain itu terdapat
kerugian-kerugian akibat resonansi , antara lain sebagai berikut :
a) Bunyi kendaraan yang lewat didepan rumah dapat menggetarkan kaca
jendela rumah. Apabila frekuensi alamiah bunyi kendaraan sama dengan
kaca jendela rumah memungkinkan kaca bergetar lebih hebat yang
akhirnya pecah.
b) Bunyi gemuruh yang di hasilkan oleh guntur beresonansi dengan kaca
jendela rumah sehingga bergetar dan dapat mengakibatkan kaca jendela
pecah.
c) Pengaruh kecepatan angin pada sebuah jembatan yang menghasilkan
resonansi, sehingga menyebabkan jembatan roboh.
2.1.5.6 Pemantulan bunyi
Salah satu sifat bunyi adalah dapat di pantulkan. Bunyi akan dipantulkan
apabila mengenai permukaan-permukaan keras.
a) hukum pemantulan bunyi
- Bunyi datang, garis normal dan bunyi pantul terletak pada satu
bidang datar.
- Sudut datang sama dengan sudut pantul

bunyi datang i ri bunyi pantul

Gbr.2.3 Hukum pemantulan bunyi


b) Macam- macam bunyi pantul
Berdasarkan letak sumber bunyi dan dinding pemantulnya maka bunyi
pantul dapat berupa :
- Bunyi pantul yang memperkuat bunyi asli
bunyi pantul ini terjadi apabila jarak sumber bunyi dengan dinding
pemantulnya dekat. Contoh nya jika kita berbicara dalam satu ruang kelas, maka
bunyi atau suara yang akan dikeluarkan akan di pantulkan oleh dinding- dinding
ruangan itu, bunyi pantul ini akan memperkuat bunyi aslinya.
- Gaung atau kerdam
Gaung atau kerdam adalah bunyi pantul yang hanya sebagian terdengar
bersama- sama dengan bunyi aslinya, sehingga bunyi asli terdengar tidak jelas.
Gaung atau kerdam dapat terjadi pada ruang yang besar, misalnya gedung
pertemuan, gedung bioskop dan lain- lain.
- Gema
Gema adalah bunyi pantul yang terdengar jelas sesudah bunyi asli. Gema
akan terjadi jika jarak antara sumber bunyi dengan dinding pemantul cukup jauh.
c) Mengukur cepat rambat bunyi di udara
Cepat rambat bunyi di udara dapat diukur dengan memanfaatkan
pemantulan bunyi. Cepat rambat bunyi adalah :
2s
V =
t
Dengan:
V = Cepat rambat bunyi (m/s)
S = Jarak (m)
t = Waktu (s)
c)Manfaat pemantulan bunyi
Pemantulan bunyi dapat dimanfaatkan antara lain untuk :
- Bunyi pantul yang bersamaan bunyi asli dapat memperkeras bunyi
asli
- Gema dapat di manfaatkan untuk mengukur dalamnya laut
- Menentukan cepat rambat bunyi di udara
- Melakukan survei geofisika untuk mendeteksi lapisan-lapisan batuan
yang mengandung minyak bumi
- Mendeteksi cacat dan retak pada logam
- Mengukur ketebalan plat logam

2.2 Kerangka Konseptual


Proses belajar bertambah kuat, apabila didorong oleh lingkungan siswa.
Dengan kata lain aktivitas belajar dapat meningkat apabila program pembelajaran
disusun baik. Dalam proses belajar terjadi berkat pengalaman dan latihan, serta
tujuan kegiatan adalah perubahan tingkah laku yang menyangkut pengetahuan
dalam menggali potensi, keterampilan maupun sikap.
Hakikat belajar fisika adalah proses perubahan tingkah laku siswa dalam
memahami fisika. Siswa sering kali mengalami kesulitan, terutama dalam belajar
fisika, baik kesulitan dalam memahami konsep fisika maupun teknik penyelesaian
soal. Bagi sebahagian siswa untuk menjelaskan, berbicara, atau menjawab
pertanyaan pada pelajaran fisika, hal ini merupakan suatu resiko pribadi yang
besar dan pengalaman yang sulit.
Setiap proses belajar- mengajar selalu menghasilkan hasil belajar,
keberhasilan siswa dalam menguasai suatu materi dipengaruhi oleh banyak faktor.
Faktor yang mempengaruhi hasil belajar di antaranya adalah faktor internal dan
faktor pendekatan belajar. Faktor pendekatan belajar merupakan upaya belajar
bagi siswa yang meliputi strategi dan metode yang digunakan untuk melakukan
kegiatan pembelajaran, agar siswa lebih mudah menguasai materi yang disajikan
guru. Pendekatan pembelajaran yang sesuai dinilai akan lebih berhasil dalam
proses pembelajaran. Dalam hal ini siswa diarahkan pada kegiatan yang lebih
menyenangkan dengan tujuan yang tepat , efektif, dan efisien.
Strategi Genius Learning merupakan salah satu pilihan yang baik jika
diterapkan dengan maksimal dalam proses pembelajaran. Hal ini di dasarkan pada
pembelajaran fisika yang sangat membutuhkan aktivitas- aktivitas yang
menyenangkan. Sehingga siswa tidak lagi menganggap fisika sebagai pelajaran
yag tidak menarik dan membosankan. Hal ini diharapkan mampu meningkatkan
hasil belajar dan minat siswa dalam pelajaran fisika.

2.3 Hipotesis
Ho :Tidak ada pengaruh yang signifikan penggunaan strategi Genius
Learning terhadap hasil belajar siswa kelas VIII semester II MTs-
Azizi Medan dalam pembelajaran getaran dan gelombang.
Ha :Ada pengaruh yang signifikan penggunaan strategi Genius
Learning terhadap hasil belajar siswa kelas VIII semester II MTs-
Azizi Medan dalam pembelajaran getaran dan gelombang.
BAB III
METODE PENELITIAN
3.1 Tempat dan Waktu Penelitian
Penelitian ini akan dilaksanakan di kelas VIII MTs- Azizi Jalan Kesatria
No.70 Medan. Waktu penelitian ini pada semester II Tahun ajaran 2007/2008
yang dilaksanakan pada bulan Mei.

3.2 Populasi dan Sampel


3.2.1 Populasi
Populasi Penelitian ini adalah seluruh Siswa/i di kelas VIII semester II
MTs- Azizi Medan yang terdiri dari 3 kelas dengan jumlah siswa kurang lebih
sebanyak 100 orang siswa.
3.2.2 Sampel
Sampel Penelitian ini adalah kelas VIII semester II MTs- Azizi Medan,
sampel tersebut di ambil secara cluster random sampling artinya setiap kelas
memiliki kesempatan yang sama untuk menjadi sampel penelitian.

3.3 Variabel Penelitian


Penelitian ini memiliki dua variabel yaitu variabel bebas dan variabel terikat.
3.3.1 Variabel bebas
Variabel bebas dalam penelitian ini adalah pembelajaran dengan strategi
Genius Learning.
3.3.2 Variabel Terikat
Variabel terikat dalam penelitian ini adalah hasil belajar siswa pada materi
pokok Bunyi.

3.4 Jenis Penelitian


Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian quasi eksperimen yang
bertujuan untuk menyelidiki kemungkinan saling berhubungan sebab akibat
dengan cara mengenakan satu atau lebih kelompok eksperimen, satu atau lebih
perlakuan dan membandingkan hasilnya dengan satu atau lebih dengan kelompok
kontrol yang tidak dikenai kondisi perlakuan.
3.5 Disain Penelitian
Penelitian ini melibatkan dua kelas yang diberi perlakuan berbeda. Untuk
mengetahui hasil belajar siswa yang di peroleh dengan penerapan dan perlakuan
tersebut maka pada siswa diberikan tes. Dengan demikian rancangan penelitian ini
adalah sebagai berikut:

tabel 3.1 Rancangan Eksperimen


Sampel Pretes Perlakuan Postes
Kelas kontrol T1 X1 T2
Kelas Eksperimen T1 X2 T2
Keterangan:
T1 = Pemberian tes awal (pretes).
T2 = Pemberian tes akhir (postes).
X1 = Perlakuan 1 yang diberikan tanpa menggunakan strategi Genius
Learning.
X2 = Perlakuan 2 yang diberikan dengan strategi Genius Learning.

3.6 Instrumen Penelitian


Adapun alat pengumpul data dalam penelitian ini adalah tes berbentuk
pilihan ganda. Soal pilihan ganda adalah soal pilihan tes yang mempunyai satu
jawaban yang benar atau paling tepat. Tes yang digunakan sebanyak 20 item
dengan 4 option ( a, b, c, d ) tes ini diberikan ketika pretes dan postes. Tes
digunakan untuk mengetahui hasil belajar siswa sebelum dan setelah
pembelajaran dengan strategi Genius Learning.

Tabel 3.2 Kisi-Kisi Test Hasil Belajar Fisika


Materi pokok Bunyi
Tingkat kemampuan kognitif
No Sub Materi Pokok
C1 C2 C3 C4 Jumlah
1 Pengertian bunyi 1,2,1 3
1
Cepat rambat
2 5 3 2
bunyi
3 Frekuensi bunyi 4 6 2
Karakteristik
4 15 7,8 3
bunyi
5 Resonansi 10,13 9 12 4
14,16,18,2
6 Pemantulan bunyi 17 19 6
0
Jumlah 7 7 4 2 20
Keterangan :
C1 = Pengetahuan atau Ingatan.
C2 = Pemahaman.
C3 = Aplikasi atau Penerapan.
C4 = Analisis
Untuk memperoleh data hasil belajar yang dibutuhkan, tes yang akan
digunakan diambil dari soal-soal dari buku Fisika SMP dan soal-soal Ebtanas.
Untuk mengetahui kevalidan soal maka digunakan validitas ramalan dengan
mengujikan tes terlebih dahulu diluar sampel penelitian yang akan dilaksanakan.
a. Validitas tes
Untuk menentukan validitas tes, digunakan rumus korelasi product
Moment (Arikunto, 2003: 72) yaitu:
N ∑ XY − ( ∑ X )( ∑ Y )
rxy =
[N ∑ X 2
− (∑ X )
2
][N ∑Y 2
− ( ∑Y )
2
]
Keterangan :
X = Skor butir
Y = Skor total Butir.
N = Jumlah Sampel.
rxy = Koefisien korelasi.
Untuk menentukan tingkat validitas tes digunakan kriteria dibawah ini :
0,80 < rxy < 1,00 Validitas sangat tinggi
0,60 < rxy < 0,80 Validitas Tnggi
0,40 < rxy < 0,60 Validitas Cukup
0,20 < rxy < 0,40 Validitas rendah
0,00 < rxy < 0,20 Validitas Sangat Rendah
b. Reliabilitas Tes
Persoalan reliabilitas tes berkisar sejauh mana suatu tes dapat
menunjukkan kestabilan skor atau kekonstanan hasil pengukuran.Untuk menguji
Reabilitas tes digunakan KR 20 (Arikunto, 2003:100)

 n  S − ∑ pq 
2
∑Y 2 −
(Y ) 2
r =  N
 n − 1  S2 
 S2 =
N
dengan :
r = Reabilitas secara keseluruhan
n = Banyaknya item
S2 = Varians Skor total
P = Proporsi subjek yang menjawab item dengan benar.
q = Proporsi subjek yang menjawab item dengan salah
Σpq = Jumlah hasil perkalian antara p dan q.
Dengan kriteria :
0,00 - 0,40 reliabilitas rendah
0,40 – 0,70 reliabilitas sedang
0,70 – 0,90 reliabilitas tinggi
0,90 – 1,00 reliabilitas sangat tinggi.
c. Taraf Kesukaran.
Taraf kesukaran tes dicari dengan persamaan (Arikunto, 2003: 208)
B
P=
JS
Dengan :
P = Indeks Kesukaran tes.
B = Banyaknya Siswa yang menjawab soal Benar.
JB = Jumlah seluruh Siswa peserta tes
Klasifikasi indeks kesukaran tes adalah ;
Untuk P = 0,00 – 0,30 Soal Sukar
Untuk P = 0,30 – 0,70 Soal Sedang
Untuk P = 0,70 – 1,00 Soal Mudah
d. Daya Pembeda.
Daya pembeda tes dicari dengan rumus (Arikunto, 2003:213)
B A BB
D= − = PA − PB
JA JB

Dengan :
BA = Banyaknya peserta kelompok atas yang menjawab soal dengan benar.
BB = Banyaknya peserta kelompok bawah yang menjawab soal dengan salah.
JA = Banyaknya peserta kelompok atas.
JB = Banyaknya peserta kelompok bawah.
Klarifikasi daya pembeda :
D = 0,00 – 0,20 Soal jelek (poor)
D = 0,20 – 0,40 Soal cukup (satisfactory)
D = 0,40 – 0,70 Soal baik (good)
D = 0,70 – 1,00 Soal Sangat Baik (excellent).

3.7 Prosedur Penelitian


Penelitian dilakukan dengan tahapan sebagai berikut :
1. Tahap persiapan, meliputi :
a. Menetapkan jadwal penelitian
b. Menentukan sampel penelitian
c. Mempersiapkan materi
d. Menyusun RPP
e. Menyediakan perlengkapan pengajaran untuk kelas Eksperimen
seperti Mind mapping, kaset, kartu umpan balik dan lain- lain.
2. Tahap pelaksanaan meliputi:
a. Melakukan pengajaran kepada kedua kelas :
- Pada kelas eksperimen dilakukan pengajaran dengan Strategi
Genius Learning. Sebelum memulai kegiatan belajar-
mengajar di kelas suasana kelas diatur sedemikian rupa agar
lebih menarik seperti menempel poster- poster yang sudah
dibuat, meletakkan bunga di dalam kelas, memastikan kelas
dalam keadaan bersih. Strategi Genius Learning dilaksanakan
sesuai dengan tahapan- tahapannya yaitu : menciptakan
suasana kondusif, menghubungkan, memberi gambaran
besar, menetapkan tujuan, pemasukan informasi, aktivasi,
demonstrasi, serta tinjau ulang dan jangkarkan.
- Pada kelas kontrol dilakukan pengajaran tanpa menggunakan
Strategi Genius Learning.
b. Kedua kelas diberi postes untuk mengukur hasil belajar siswa.
c. Menguji Hipotesis.
d. Membuat kesimpulan.
3. Tahap Pengumpulan Data
Dalam penelitian ini, data dapat dikumpulkan setelah selesai tes diberikan
kepada siswa kemudian dilakukan penskoran. Langkah-langkah dalam
pengolahan data adalah:
Mentabulasikan data yang berhubungan dengan tes hasil belajar siswa dari kedua
kelompok sampel
a. Mencari nilai rata-rata dan simpangan baku.
b. Pemeriksaan uji normalitas data.
c. Pemeriksaan uji homogenitas varians.
d. Melakukan uji hipotesis dengan uji t.

3.8 Teknik Analisa Data.


Sebelum dilakukan pengujian hipotesis terlebih dahulu dilakukan uji
persyaratan analisis data dalam hal ini dihitung uji normalitas dan uji homogenitas
data. Adapun langkah-langkah yang digunakan adalah sebagai berikut :
3.8.1 Menghitung mean dan Standar deviasi.
Untuk menghitung mean dan standar deviasi skor tes awal dan akhir
pembelajaran pada kedua kelompok eksperimen dan kontrol, menurut Arikunto
(2003: 266) digunakan rumus ;
n
Χi
Χ=∑
i =1 n

n∑FX − ( FX )
2

S =
n( n −1)

Dengan :
X = Rata-rata skor
n = Jumlah Subjek
S = Standar deviasi

3.8.2 Uji Normalitas.


Uji normalitas diadakan untuk mengetahui normal tidaknya data penelitian
tiap variabel penelitian, uji yang dipakai adalah uji Liliefors. Menurut Sujana
(2002 : 466). Langkah-langkah yang dilakukan adalah sebagai berikut :
- Pengamatan X1, X2, . . . . . Xn dijadikan bilangan baku Z1, Z2, . . Zn

Xi − X
dengan menggunakan rumus Zi =
S
( X dan S masing-masing merupakam rata-rata dan simpangan baku
sampel ).

- Untuk tiap bilangan baku ini dan menggunakan daftar distribusi


normal baku, kemudian dihitung peluang F (Zi) = P ( Z≤ Zi ).

- Selanjutnya dihitung proporsi Z1, Z2, . . . . . Zn yang lebih kecil atau


sama dengan Zi. Jika proporsi ini dinyatakan dengan oleh S (zi) ,

banyaknyaZ 1 , Z 2 ,... Z n ≤ Zi
maka S (zi) =
n

- Hitung selisih F (zi) – S (zi) kemudian tentukan harga mutlaknya.

- Ambil harga yang paling besar diantara harga-harga mutlak selisih


tersebut, sebutkanlah harga terbesar ini Lo.
Untuk menerima atau menolak hipotesis di bandingkan Lo dengan nilai
kritis L yang di ambil dari daftar Lilliefors dengan taraf nyata α = 0,05
Dengan Kreteria :
Jika Lo < L tabel, maka berdistribusi normal
Jika Lo > L tabel, maka tidak berdistribusi normal.

3.8.3 Uji Homogenitas


Menurut sujana (2002:250), untuk uji homogenitas data populasi
digunakan uji kesamaan varians, dengan rumus.
VariansTer besar
F=
var iansTerkec il

Uji homogenitas berfungsi untuk mengetahui apakah kedua kelompok


homogen dan dirumuskan hipotesisnya sebagai berikut :

Ho : σ12 = σ22 kedua populasi mempunyai varians yang sama.

Ha : σ12 ≠ σ22 kedua populasi mempunyai varians yang berbeda.


Kriteria Pengujian :
- Jika Fhitung ≥ F tabel, Ho ditolak
- Jika Fhitung ≤ F tabel, Ho diterima
Dimana :
F tabel = F1/2 α ( dk varian terkecil -1 dan dk varian terbesar - 1 )

Taraf Signifikan (α ) = 0,10


3.8.4 Uji Hipotesis
Untuk mengetahui perbedaan hasil belajar siswa kelas eksperimen dan
kelas kontrol digunakan uji t . Rumus untuk uji t adalah (Sujana 2002: 239).
− _
X 1− X 2
t=
1 1
S +
n1 n2

S 2
=
( n1 − 1) S1 + ( n2 − 1) S 2
2 2

n1 + n2 − 2

Dengan :
t = Distribusi t
X1 = Nilai rata-rata sampel eksperimen
X2 = Nilai rata-rata sampel kontrol
n1 = Ukuran sampel eksperimen
n2 = Ukuran sampel kontrol
S12 = Varians pada kelompok eksperimen
S22 = Varians pada kelompok kontrol.
S = Simpangan baku sampel.
Apabila :
t hitung > t tabel Maka hipotesis dapat diterima.
t hitung < t tabel Maka hipotesis ditolak.
Dengan :
Mencari t tabel dengan pengujian dua pihak, dimana derajat kebebasan dan taraf
signifikan masing – masing : (dk) = n1 + n2 – 2 dan (α) = 0,05

BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
4.1. Hasil Penelitian
4.1.1. Deskripsi data penelitian
4.1.1.1.................................................................................................................Nila
i pretes siswa kelas Eksperimen dan kelas Kontrol
Dari hasil penelitian, hasil pretes siswa kelas Eksperimen dan kelas
Kontrol dalam rentang nilai 0 sampai 10 diperoleh bahwa nilai rata-rata pretes
kelas Eksperimen adalah 2,85 dengan simpangan baku 0,92 sedangkan nilai pretes
kelas Kontrol adalah 2,84 dengan simpangan baku 0,95. perbandingan nilai pretes
antar kedua kelas dapat dilihat pada tabel 4.1 berikut :
Tabel 4.1. Nilai pretes kelas Eksperimen dan kelas Kontrol
No Kelas Eksperimen Kelas Kontrol
Nilai pretes Fi X S Nilai pretes Fi X S
1. 1,0 2 1,0 2
2. 1,5 3 1,5 4
3. 2,0 2 2,0 -
4. 2,5 6 2,5 7
5. 3,0 6 2,85 0,92 3,0 6 2,84 0,95
6. 3,5 7 3,5 8
7. 4,0 4 4,0 6
8. 4,5 1 4,5 -
Jumlah 31 34
Keterangan : Fi : ferekuensi, X : nilai rata-rata, S: simpangan baku
Untuk lebih jelasnya perbandingan nilai pretes kelas Eksperimen dan kelas
kontrol dapat dilihat dalam diagram batang berikut :
diagram4.1perbandingannilai preteskelasE
ksperimendankelas
K ontrol
9

7
frekuensi

0
1,0 1,5 2,0 2,5 3,0 3,5 4,0 4,5
nilai pretes

Kelas Eksperimen Kelas Kontrol

4.1.1.2. Nilai postes siswa kelas Eksperimen dan kelas Kontrol


Setelah diterapkan Strategi Genius Learning pada kelas Eksperimen
diperoleh bahwa nilai rata-rata postes kelas Eksperimen adalah 5,94 dengan
simpangan baku 2,19. Sedangkam pada kelas Kontrol yang diterapkan
pembelajaran konvensional adalah 4,84, dengan simpangan baku 2,46.
perbandingan nilai postes antara kedua kelas dapat dilihat pada tabel 4.2. berikut :
Tabel 4.2. Nilai postes kelas Eksperimen dan kelas Kontrol
No Kelas Eksperimen Kelas Kontrol
Nilai pretes Fi X S Nilai pretes Fi X S
1. 1,5 - 1,5 3
2. 2,0 1 2,0 3
3. 2,5 2 2,5 1
4. 3,0 3 3,0 -
5. 3,5 1 3,5 -
6. 4,0 2 4,0 4
7. 4,5 1 4,5 6
8. 5,0 1 5,0 2
9. 5,5 2 5,94 2,19 5,5 4 4,84 2,46
10. 6,0 2 6,0 2
11. 6,5 1 6,5 4
12. 7,0 5 7,0 1
13. 7,5 2 7,5 2
14. 8,0 3 8,0 1
15. 8,5 3 8,5 1
16. 9,0 2 9,0 -
Jumlah 31 34
F
Keterangan : i : ferekuensi, X : nilai rata-rata, S: simpangan baku
Untuk lebih jelasnya perbandingan nilai postes kelas Eksperimen dan
kelas kontrol dapat dilihat dalam diagram batang berikut:
diagram4.2perbandingannilaiposteskelasE
ksperimendankelas
Kontrol
7
frekuensi

6
5

4
3

2
1

0
1,5 2,0 2,5 3,0 3,5 4,0 4,5 5,0 5,5 6,0 6,5 7,0 7,5 8,0 8,5 9,0

nilaipostes

Kelas Kontrol
Kelas Eksperimen

4.1.1.3 Uji persyaratan analisa data


Uji persyaratan analisa data meliputi uji normalitas dan uji homogenitas
data pretes dan data postes siswa kelas Eksperimen dan kelas Kontrol. Uji
normalitas menggunakan uji Lilliiefors. Hasil uji normalitas data dapat dilihat
pada tabel berikut :
Tabel 4.3. Hasil uji normalitas data
No Data Kelas Lhitung Ltabel(α=0,05) Keterangan
1. Pretes Eksperimen 0,1241 0,1520 Normal
Kontrol 0,1266 0,1591 Normal
2. Postes Eksperimen 0,1034 0,1520 Normal
Kontrol 0,0777 0,1591 Normal
Pengujian homogenitas dilakukan dengan menggunakan uji F. Secara
ringkas hasil uji homogenitas data dapat dilihat pada tabel berikut :
Tabel 4.4. Hasil Uji Homogenitas data
No Data Kelas Varians F hitung F tabel Keterangan
1. Pretes Eksperimen 0,85 1.059 1.825
Kontrol 0,90
2. Postes Eksperimen 4,80 1.260 1.825 Homogen
Kontrol 6,05

Tabel 4.5. Uji hipotesis


No Tes t hitung t tabel Keterangan
1. Pretes 0,046 1,94
2. Postes 1,878 1,665 Ha diterima

4.1.1.4. Uji Hipotesis


Pengujian hipotesis ditentukan dengan melihat pengaruh hasil belajar siswa
kelas eksperimen. Nilai rata–rata pretes kelas eksperimen adalah 2,85 dan kelas
kontrol adalah 2,84. Dari Hasil perhitungan diperoleh thitung = 0,46 dan ttabel untuk α
= 0,05 adalah 1,94. Karena thitung < ttabel dapat dinyatakan bahwa tidak ada
perbedaan kemampuan awal antara kelas eksperimen dan kelas kontrol.
Nilai rata–rata postes kelas eksperimen adalah 5,94 dan kelas kontrol adalah
6,05. Dari Hasil perhitungan diperoleh thitung = 1,878 dan ttabel untuk α = 0,05 adalah
1,665. Karena t > t(1−α) = 1,878 > 1,665 berarti ada Pengaruh hasil belajar siswa
menggunakan Strategi Genius Learning pada materi pokok Bunyi kelas VIII
semester II MTs-Azizi Medan ajaran 2007/ 2008.

4.2. Pembahasan
Penelitian yang dilakukan di Mts. Azizi Medan ini melibatkan dua kelas
yaitu kelas Eksperimen dan kelas Kontrol. Sebelum diberi perlakuan kedua kelas
diberi pretes, untuk mengetahui kemampuan awal siswa. Berdasarkan pengujian
yang dilakukan diperoleh bahwa kedua kelas homogen dan berdistribusi normal.
Uji t yang dipakai pada data pretes kelas Eksperimen dan kelas Kontrol
yaitu uji t kesamaan dua rata-rata, yang digunakan untuk mengetahui apakah ada
kesamaan atau ada perbedaan kemampuan awal antara kelas Eksperimen dan
kelas Kontrol. Dari hasil perhitungan diperoleh bahwa tidak terdapat perbedaan
yang signifikan antara nilai pretes kelas Eksperimen dan kelas Kontrol, ini berarti
bahwa kemampuan awal siswa antara kelas Eksperimen dan kelas Kontrol sama
sebelum diberi perlakuan.
Setelah melakukan pretes kemudian kedua kelas diberi perlakuan yang
berbeda. Kelas Eksperimen diberi perlakuan dengan menggunakan Strategi
Genius Learning dan kelas Kontrol diberi perlakuan dengan menggunakan
metode Konvensional. Dari penelitian yang dilakukan dengan menerapkan
Strategi Genius Learning yang terdiri dari 8 langkah, kelebihan dan kekurangan
dari strategi Genius Learning sebagai berikut:
1. Suasana Kondusif, pada tahap ini dilakukan dengan cara senam otak. Pada
tahap ini siswa mampu melakukannya dengan baik, dengan mengikuti
instruksi yang disampaikan. Pada tahap ini siswa sangat senang
melakukannya, sehingga menambah semangat dalam proses pembelajaran.
2. Hubungkan, pada tahap ini siswa juga dapat mengikuti instruksi yang
disampaikan dengan baik. Dan siswa dapat memberikan umpan balik dari
apa yang mereka lakukan.
3. Gambaran besar, pada tahap ini merupakan penyampaian materi yang
disampaikan melalui ringkasan dalam bentuk peta pikiran, dan dibuat
melalui media karton. Terlihat ringkasan materi memang menarik dari peta
pikkiran yang dibuat. Tetapi karena kondisi media kurang begitu besar,
sehingga tulisan kurang terlihat jelas oleh siswa yang jaraknya jauh dari
papan tulis.
4. Tetapkan tujuan, pada tahap ini siswa mengisi kartu goal setting yang
terlebih dahulu telah dijelaskan cara mengisinya. Tahap ini dapat
dilaksanakan dengan baik oleh siswa, karena mereka mengisi kartu dengan
keinginan mereka sendiri.
5. Permasukan Informasi, pada tahap ini materi dijelaskan kembali melalui
siswa, yaitu dengan menyuruh salah seorang siswa membaca materi dengan
dramatisasi puisi, kemudian didengarkan oleh siswa yang lain. Pada tahap
ini kurang efektif, Karena siswa kurang memberi respon dan merasa aneh
dengan cara membaca seperti itu, lain dari cara yang biasanya dilakukan.
6. Aktivasi, pada tahap ini ada beberapa point yang menjadi pilihan siswa
dalam menyampaikan apa yang mereka ketahui atau apa yang mereka ingat
mengenai materi yang telah dipelajari. Banyak siswa yang hanya memilih
point yang sama, padahal yang diinginkan agar siswa dapat memilih pont
yang berbeda untuk melakukan aktivasi tersebut. Sehingga suasana kelas
lebih menyenangkan dan lebih aktif lagi.
7. Demonstrasi, tahap ini dilakukan berkelompok dengan cara memberi latihan
kepada siswa dalam mengerjakan soal dan demonstrasi. Dari penelitian yang
dilakukan tampak siswa kurang bisa melaksanakan tahap ini, karena mereka
tidak bisa bekerjasama dengan baik dengan anggota dikelompoknya masing-
masing. Hal ini dapat dilihat dari aktivitas dalam pelaksanaannya beberapa
dari masing-masing kelompok ada yang kurang mengerti apa yang akan
mereka kerjakan. Sehingga pada tahap ini banyak menghabiskan waktu.
8. Ulangi dan Jangkarkan, pada tahap terakhir ini siswa diminta membuat
kesimpulan dari apa yang telah dipelajari, dengan menggunakan sistem
donat. Siswa diberi kertas dan membuat lingkaran, serta mengisi apa yang
mereka pelajari dan apa yang mereka ketahui didalam lingkaran donat yang
mereka buat. Siswa mampu melakukannya dan dapat mengerjakannya
dengan baik. Mereka lebih tertarik dan merasa bahwa dalam proses
membuat kesimpulan melalui sistem donat lebih menyenangkan.
Setelah diberi perlakuan yang berbeda pada kelas Eksperimen dan kelas
Kontrol, kemudian kedua kelas diberi postes atau tes akhir untuk mengetahui
kemampuan akhir siswa dari kelas Eksperimen dan kelas Kontrol. Dari pengujian
yang dilakukan melalui postes yang diberikan diperoleh bahwa kedua kelas
homogen dan berdistribusi normal.
Uji t yang digunakan pada postes yaitu uji t satu pihak, dimana uji satu
pihak dilakukan untuk melihat apakah ada pengaruh pembelajaran Strategi Genius
Learning yang diterapkan pada kelas Eksperimen terhadap hasil belajar siswa.
Dari pengujian yang dilakukan diperoleh bahwa nilai rata-rata postes kelas
Eksperimen lebih tinggi dari pada kelas Kontrol, dan dari analisa data yang
dilakukan bahwa dapat disimpulkan ada pengaruh Strategi Genius Learning
terhadap hasil belajar siswa kelas VIII semester II MTs-Azizi Medan pada materi
pokok Bunyi tahun ajaran 2007/2008.

BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN

5.1. KESIMPULAN
Kesimpulan yang dapat diambil dari hasil penelitian ini adalah sebagai
berikut:
1. Hasil belajar siswa menggunakan Strategi Genius Learning pada materi
pokok Bunyi kelas VIII semester II MTs-Azizi Medan Tahun Ajaran
2007/2008, diperoleh nilai rata – rata pretes 2,85 dan postes 5,94 .
2. Hasil belajar siswa yang menggunakan metode Konvnsional pada materi
pokok Bunyi kelas VIII semester II MTs-Azizi Medan Tahun Ajaran
2007/2008, diperoleh nilai rata – rata pretes 2,84 dan postes 4,84 .
3. Ada pengaruh Strategi Genius Learning terhadap hasil belajar siswa pada
materi pokok Bunyi kelas VIII semester II Mts-Azizi Medan tahun ajaran
2007/ 2008.

5.2. SARAN
1. Dalam melakukan pembelajaran Strategi Genius Learning sebaiknya dapat
lebih memperhatikan lagi media yang digunakan, agar hasil yang
diharapkan lebih baik lagi.
2. Dalam merancang kegiatan pada rencana pelaksanaan pembelajaran agar
lebih diperhatikan, agar langkah-langkah yang ada dalam Strategi Genius
Learning dapat terlaksana dengan baik dan sesuai, seperti pada tahap
pemasukan informasi yang kurang terlaksana dengan efektif.

DAFTAR PUSTAKA

Abdurrahman, M., (2003), Pendidikan bagi anak berkesulitan belajar, Rineka,


Jakarta.

Arikunto, S., (2003), Dasar- dasar evaluasi pendidikan, Bumi aksara, Jakarta.
Denninson, Paul E., dan Denninson, Gail E., (2002), Brain Gym, PT. Gramedia,
Jakarta.

Dimayati., dan Mudjiono., (2002), Belajar dan pembelajaran, Rineka cipta,


Jakarta.

Djamarah, B., dan Aswan, Z., (1996), Strategi belajar- mengajar, Rineka cipta,
Jakarta.

DePorter, B,. Reardon,. M,. dan Sarah,. S,. (2004), Quantum Teaching, Kaifa,
Bandung.

DePorter, B., (2004), Quantum Learning, Kaifa, Bandung.

Gunawan, Adi W., (2006), Genius Learning Strategy, Gramedia, Jakarta.

Gunawan, Adi W., (2005), Born to be a genius, Gramedia, Jakarta.

Madden, Thomas L., (2002), Fire up your learning, Gramedia pustaka utama,
Jakarta.

Manuwiyoto, W., dan Haryono., (2006), Pokok- pokok fisika SMP, Erlangga,
Jakarta.

Newsroom, (2007), http://www.wahyu media.com/kabar-wahyu media/fisika-


siapa-takut! Html (Senin, 6 Agustus 2007).

Prasodjo, B,. Dkk., ( 2006 ), Teori dan apikasi fisika SMP, Yudistira, Jakarta.

Purnamasari, R, (2007), Penerapan Strategi Genius Learning Terhadap Hasil


Belajar Siswa kelas IX SMP Negeri 2 Hamparan Perak pada matri pokok
Listrik Statis Tahun Ajaran 2007/2008, UNIMED, Medan.

Rose, C., dan Malcolm, J., Nicholl., ( 2002 ), Acceleretead Learning for 21 st
century, Nuansa, Bandung.

Silberman, M., ( 2000 ), Active Learning, Yapenndis, Yogyakarta.

Sukmadinata, Nana S., ( 2003 ), Landasan psikologis proses pendidikan, PT.


Remaja Rosdakarya, Bandung.

Sudjana., ( 2005 ), Metoda statistika, Tarsito, Bandung.

Sutikno, S., ( 2006 ), Pendidikan sekarang dan masa depan, NTP Press, NTB.
Syah, M., ( 2003 ), Psikologi pendidikan, PT. Remaja Rosdakarya, Bandung.

Lampiran 1
RENCANA PEMBELAJARAN I

Sekolah : MTs- Azizi Medan


Mata pelajaran : FISIKA
Kelas/ Semester : VIII/ Genap ( Eksperimen )
Tahun ajaran : 2007/ 2008
Materi pokok : Bunyi
Sub materi pokok : - Pengertian bunyi
- Cepat rambat bunyi
- Frekuensi bunyi
Alokasi waktu : 2 x 45 menit

I. Standar Kompetensi
Memahami konsep dan penerapan getaran, gelombang dan optika
dalam produk teknologi sehari- hari.

II. Kompetensi Dasar


Mendeskripsikan konsep bunyi dalam kehidupan sehari- hari.

III. Indikator
- Menjelaskan terjadinya bunyi
- Menjelaskan hubungan antara jarak dengan cepat rambat bunyi
- Menjelaskan frekuensi bunyi

IV. Media Pembelajaran


1. Sumber
- Buku pokok- pokok fisika SMP kelas VIII karangan
Widagdo mangun wiyoto dan Harjono tahun 2006 penerbit
Erlangga
- Buku teori dan aplikasi fisika SMP kelas VIII karangan Budi
prasodjo dkk tahun 2006 penerbit Yudistira
2. Alat dan bahan
- Mind mapping
- Kartu Goal Setting
- Lembar tugas aktivasi
- Kertas kerja
- Penggaris
- Radio tape
- Kaset

V. Sistem penilaian
1. Prosedur
penilaian hasil : tes hasil akhir
2. Jenis penilaian : tulisan
3. Instrumen penelitian : terlampir

VI. Kegiatan Belajar Mengajar


Kelas Eksperimen Waktu
Fase Kegiatan
No
Guru Siswa
1. Suasana - Memberi salam - Menjawab salam 5’
kondusif - Menciptakan suasana - Melakukan senam
awal yang kondusif otak dengan
dengan membimbing mengikuti instruksi
siswa melakukan guru
senam otak dengan di
iringi musik

2. Hubungkan - Menginstruksikan - Mengikuti 15’


siswa untuk instruksi guru dan
melakukan percobaan memberikan
sederhana untuk tanggapan terhadap
menunjukkan bahwa percobaan yang
bunyi terjadi akibat dilakukan
adanya getaran dengan
cara menyuruh siswa
untuk berbicara sambil
memegang
tenggorokannya
masing- masing.
- Mencatat tanggapan-
tabggapan siswa
dipapan tulis

3. Gambaran - Memberikan - Mendengarkan dan 10’


besar ringkasan keseluruhan memperhatikan
materi bunyi yang penjelasan guru
digambarkan dengan
mind mapping (lamp
5) dalam sebuah
karton dan
menjelasakan bagian
yang akan dibahas
pada pertemuan ini

4. Tetapkan - Memberikan kartu - Mengisi kartu goal 5’


tujuan goal setting setting

5. Pemasukan - Menjelaskan konsep - Mendengarkan 20’


informasi bunyi guru dan memberi
- Meminta siswa pendapat sehingga
mendefenisikan terjadi diskusi
pengertian bunyi
denagn kata- kata
sendiri
- Mengarahkan siswa
untuk memberi alasan
apa yang terjadi jika
manusia
mendengarkan
frekuensi sebesar
20.000 Hz.
6. Aktivasi - Memberi lembar - Mengambil lembar 10’
aktivitas (lamp 6 ) aktivasi dan
mengerjakan tugas
sesuai dengan
pilihan masing-
masing
7. Demonstrasi - Memberi latihan dan - Berada di 15’
membagi kertas warna kelompok masing-
pada siswa untuk masing untuk
mengerjakan tugas mengerjakan latihan
secara individu dan
kelompok
- Membuat
8. Ulangi dan - Menginstruksikan 10’
kesimpulan dengan
jangkarkan siswa membuat sistem donat
kesimpulan materi
yang di ajarkan
dengan sistem donat

Lampiran 2
RENCANA PEMBELAJARAN II

Sekolah : MTs- Azizi Medan


Mata pelajaran : FISIKA
Tahun ajaran : 2007/ 2008
Kelas/ Semester : VIII/ Genap ( Eksperimen )
Materi pokok : Bunyi
Sub materi pokok : - Karekterisatik bunyii
- Resonansi
- Pemantulan bunyi
Alokasi waktu : 2 x 45 menit

I. Standar Kompetensi
Memahami konsep dan penerapan getaran, gelombang dan optika
dalam produk teknologi sehari- hari.

II. Kompetensi Dasar


Mendeskripsikan konsep bunyi dalam kehidupan sehari- hari.

III. Indikator
- Menjelaskan karekteristik bunyi
- Menjelaskan pengertian resonansi dan aplikasinya
- Menjelaskan pemantulan bunyi

IV. Media Pembelajaran


1.Sumber
- Buku pokok- pokok fisika SMP kelas VIII karangan
Widagdo mangun wiyoto dan Harjono tahun 2006 penerbit
Erlangga
- Buku teori dan aplikasi fisika SMP kelas VIII karangan Budi
prasodjo dkk tahun 2006 penerbit Yudistira
2.Alat dan bahan
- Mind mapping
- Kartu Goal Setting
- Lembar tugas aktivasi
- Stop watch
- Radio tape
- Kaset

V. Sistem penilaian
1. Prosedur
penilaian hasil : tes hasil akhir
2. Jenis penilaian : tulisan
3. Instrumen penelitian : terlampir

VI. Kegiatan Belajar Mengajar


Kelas Eksperimen Waktu
Fase Kegiatan
No
Guru Siswa
1. Suasana - Memberi salam - Menjawab salam 5’
kondusif - Menciptakan suasana - Melakukan senam
awal yang kondusif otak dengan
dengan membimbing mengikuti instruksi
siswa melakukan guru
senam otak dengan di
iringi musik

2. Hubungkan -Mengingatkan siswa -Memberi tanggapan 15’


mengenai pelajaran atas pertanyaan guru
minggu lalu
- Mengajukan
pertanyaan yang
berkaitan dengan
aplikasi bunyi
1. mengapa rumah
bergetar atau terasa
seperti terjadi gempa
apabila kereta api
sedang melaju ?
2.bunyi apa yang
enak didengar oleh
telinga manusia, bunyi
musik ataukah bunyi
kendaraan dijalan ?

3. Gambaran - Menunjukkan -Mendengarkan dan 10’


besar kembali ringkasan memperhatikan
keseluruhan materi penjelasan guru
bunyi yang
digambarkan dengan
mind mapping (lamp
6) dalam sebuah
karton dan
menjelasakan bagian
yang akan dibahas
pada pertemuan ini

4. Tetapkan - Memberikan kartu - Mengisi kartu goal 5’


tujuan goal setting setting

5. Pemasukan -Menjelaskan - Mendengarkan 20’


informasi mengenai karakteristik penjelasan
bunyi -Dua orang siswa
-Menginstruksikan membaca
dua orang siswa untuk pemantulan bunyi
membaca pemantulan dengan dramatisasi
bunyi dengan dan siswa yang lain
dramatisasi mendengarkan
-Memberikan contoh -Mengerjakan
soal dan contoh soal dan satu
menginstruksikan satu orang siswa
orang siswa untuk mengerjakan soal
mengerjakannya di dipapan tulis
papan tulis
10’
6. Aktivasi -Memberikan lembar -Melakukan aktivasi
tugas aktivasi ( lamp sesuai dengan soal
7) yang dipilih

7. Demonstrasi -Membagi siswa - Berada 15’


dalam beberapa dikelompok masing-
kelompok setiap masing untuk
kelompok terdiri dari mengerjakan
3 orang. eksperimen
-Menginstruksikan -Siswa melakukan
setiap kelompok untuk eksperimen hingga
melakukan beberapa kali dan
eksperimen, satu kemudian siswa
orang berdiri sejauh 5 menghitung cepat
sambil bertepuk rambat bunyi dari
tangan dan anggota data yang diperoleh
yang lain (pendengar)
mendengarkan bunyi
tepukan hingga
sampai ketelinga
sambil menekan stop
watch ketika bunyi
terdengar.
-Meminta siswa
menghitung cepat
rambat bunyi dari data
yang diperoleh
8. Ulangi dan - Menginstruksikan 10’
- Membuat
jangkarkan siswa untuk membuat kesimpulan dengan
sistem donat
kesimpulan materi
dengan sistem donat
Lampiran 3
RENCANA PEMBELAJARAN

Sekolah : MTs- Swasta Azizi Medan


Mata pelajaran : FISIKA
Kelas/ Semester : VIII/ Genap ( Kontrol )
Tahun ajaran : 2007/ 2008
Materi pokok : Bunyi
Sub materi pokok : - Pengertian bunyi
- Cepat rambat bunyi
- Frekuensi bunyi
- Karekreistik bunyi
- Resonansi
- Pemantulan bunyi
Alokasi waktu : 4 x 45 menit

I. Standar Kompetensi
Memahami konsep dan penerapan getaran, gelombang dan optika
dalam produk teknologi sehari- hari.

II. Kompetensi Dasar


Mendeskripsikan konsep bunyi dalam kehidupan sehari- hari.

III. Indikator
- Menjelaskan terjadinya bunyi
- Menjelaskan hubungan antara jarak dengan cepat rambat bunyi
- Menjelaskan frekuensi bunyi
- Menjelaskan karekteristik bunyi
- Menjelaskan pengertian resonansi dan aplikasinya
- Menjelaskan pemantulan bunyi
IV. Media Pembelajaran
Sumber
- Buku pokok- pokok fisika SMP kelas VIII karangan
Widagdo mangun wiyoto dan Harjono tahun 2006 penerbit
Erlangga
- Buku teori dan aplikasi fisika SMP kelas VIII karangan Budi
prasodjo dkk tahun 2006 penerbit Yudistira

V. Metode pembelajaran
- Ceramah
- Tanya jawab
VI. Sistem penilaian
1. prosedur
penilaian hasil : tes hasil akhir
2. jenis penilaian : tulisan
3. instrumen penelitian : terlampir

VI. Kegiatan Belajar Mengajar


Kelas Kontrol Waktu
Fase Kegiatan
Pertemuan
Guru Siswa
Pembuka - Memberi salam - Menjawab salam 15’
- Memotivasi siswa - Memberikan
dengan mengajukan tanggapan terhadap
pertanyaan : pertanyaan guru
1. Mengapa bunyi
bisa terjadi ?
2. apa yang kamu
ketahui tentang
bunyi ?

Isi - Menjelaskan - Mendengarkan dan 55’


tentang pengertian memperhatikan
bunyi, dan penjelasan guru
bagaimana bunyi - Mengerjakan soal
I bisa terjadi yang diberikan guru
- Menjelaskan
tentang cepat rambat
bunyi dan frekuensi
bunyi dan memberi
contoh soal
mengenai cepat
rambat bunyi dan
frekuensi
- Memberi soal
tentang cepat rambat
bunyi dan meminta
salah seorang siswa
untuk
mengerjakannya
dipapan tulis
- Membahas soal
yang yang
dikerjakan siswa

Penutup - Memberikan - Memberikan 20'


kesempatan siswa pertanyaan berkaitan
untuk bertanya dengan materi yang
- Memberikan sudah dipelajari
umpan balik
terhadap pertanyaan
siswa
Pembuka - Memberi salam - Menjawab salam 15’
- Memotivasi siswa - Memberikan
dengan mengajukan tanggapan terhadap
pertanyaan : pertanyaan guru
1. apa yang dapat
kamu cirikan dari
bunyi, setelah
II mengetahui
pengertiannya ?
2. Aplikasi apa saja
yang dapat kamu
lihat pengenai bunyi
dalalam kehidupan
sehari- hari

Isi - Menjelaskan - Mendengarkan dan 55’


karakteristik bunyi, memperhatikan
resonansi, penjelasan guru
pemantulan bunyi - Mengerjakan soal
- Memberikan yang diberikan guru
contoh soal untuk
menghitung
kedalaman laut
- Memberikan soal
kepada siswa dan
menyuruh salah
seorang siswa untuk
mengerjakannya
dipapan tulis.

Penutup - Memberikan - Memberikan 20’


kesempatan siswa pertanyaan berkaitan
untuk bertanya dengan materi yang
- Memberikan sudah dipelajari
umpan balik
terhadap pertanyaan
siswa
Lampiran 4
Tes hasil belajar
No Indikator Ranah Soal Penyelesaian
Kognitif
1. Siswa mampu C1 Bunyi akan terjadi atau timbul karena… b. Adanya benda yang
menyebutkan a. terjadinya pemanasan sebuah benda bergetar
penyebab terjadinya b. adanya benda yang bergetar
bunyi C1 c. bertemunya atom- atom yang ada dalam benda
tersebut
d. keseimbangan suatu benda

C3
2. Siswa mampu Yang bukan sifat bunyi adalah… d. d. Bunyi di katakan
meninjau sifat bunyi Bunyi merambat memerlukan medium keras jika frekuensinya
a. Bunyi merupakan gelombag longitudinal tinggi
b. Bunyi dikatakan keras jika frekuensinya tinggi
C3
c. Cepat rambat bunyi diudara bergantung pada suhu
udara
d. Cepat rambat bunyi di udara bergantung pada
C2
suhu udara
3. Siswa mampu Suara tembakan terdengar 0,5 detik sesaat setelah
C4
menentukan cepat tembakan terhadap pendengar yang berada 75 m dari a. 150 m/s
rambat bunyi tempat kejadian. Cepat rambat bunyi tembakan di tempat waktu (t )= 0,5 sekon
itu adalah…….. jarak ( s )= 75 meter
a. 150 m/s b. 250 m/s maka
C2 c. 300 m/s d. 400 m/s v=s
t
v = 75 m
C2
0.5 s
V = 150 m/s
4. Siswa mampu Periode suatu bunyi 0,08 sekon, maka bunyi tersebut
menentukan frekuensi C3 termasuk……. b. Ultrasonik
bunyi yang terjadi a. Audiosonik b. Infrasonik periode ( T ) = 0,08 sekon
c. Ultrasonik d. Supersonik maka :
f= 1
T
C1
= 1
0,08
= 12,5 Hz < 20 Hz

5. Siswa mampu Cepat rambat bunyi diudara bergantung pada …


menjelaskan faktor C2 a. Tekanan udara b. Amplitudo c. Suhu udara
yang mempengaruhi c. Suhu udara d. Warna bunyi
cepat rambat

C4
6. Siswa mampu Dua buah garpu tala memiliki frekuensi masing- masing
menganalisis dua buah 420 hz dan 530 Hz. Apabila kedua garputala tersebut a. Kecepatan bunyi
benda ynag memiliki dibunyikan bersamaan, maka garputala pertama lebih
frekuensi berbeda a. Kecepatan bunyi garputala pertama lebih kecil kecil dari pada kedua
dari pada kedua
b. Kecepatan bunyi garputala lebih besar dari pada
garputala kedua
c. Kecepatan bunyi garputala pertama sama dengan
garputala kedua
d. Panjang gelombang garputala pertama lebih kecil
dari yang kedua
C1

C2
7. Siswa mampu Semakin besar amplitudo sebuah sumber bunyi maka …
menjelaskan ketika C1 a. Tidak terdengar bunyi c. Terdengar bunyi yang
C2
amplitudo sumber b. Terdengar bunyi tetapi lemah semakin keras
C1
bunyi diperbesar C2 c. Terdengar bunyi yang semakin keras
C3
d. Terdengar bunyi yang semakin lemah
C2
8. Siswa mampu Seorang pria dan wanita sedang menyanyikan lagu
memahami dengan frekuensi yang sama, tetapi ada yang terdengar b.Amplitudo yang
karakteristik bunyi berbeda hal ini disebabkan oleh adanya … berbeda
a. Nada- nada tambahan
b. Amplitudo yang berbeda
c. Cepat rambat bunyi yang berbeda
d. Kerdam

9. Siswa mampu Pada saat terjadi resonanasi pertama panjang kolom udara
menentukan panjang adalah 80 cm, maka saat terjadi resonansi kedua panjang c. 240 cm
kolom udara ketika kolom udara adalah….. L1 = 80 cm
terjadi resonansi a. 160 cm b. 200 cm L1 = ¼ λ
c. 240 cm d. 320 cm 80 = ¼ λ
λ = 320 cm
Maka :
L2 = ¾ λ
L2 = ¾ x 320 cm
L2 = 240 cm
10. Siswa mampu Resonansi akan terjadi apabila…
mengetahui terjadinya a. Gelombang pantul memiliki frekuensi daur b. Gelombang pantul dan
resonansi amplitudo yang berbeda gelombang asli memiliki
b. Gelombang pantul dan gelombang asli memiliki frekuensi yang sama
frekuensi yang sama
c. Gelombang pantul dan gelombang asli memiliki
frekuensi yang sam dan amplitudo yang berbeda
d. Ada garputala

11. Siswa mampu Bunyi kereta api sudah terdengar jika telinga di dekatkan
memperkirakan apa pada rel sekalipun kereta masih jauh. Hal ini merupakan a. bunyi dapat merambat
yang terjadi bukti bahwa… melalui besi
a. Bunyi dapat merambat melalui besi
b. Udara tidak dapat merambatkan bunyi kereta api
c. Bunyi kereta api sangat nyaring
d. Rel kareta api terbuat dari besi
12. Siswa mampu a. Perhatikan gambar dibawah ini
menganalisis yang c. A dan E
beresonansi melalui
gambar

A C E
Bandul yang akan mengalami resonansi jika di ayunkan
adalah……..
a. B dan C b. C dan D
c. A dan E d. B dan E

13. Siswa mampu Resonansi pada kolom udara dapat terjadi apabila pada
panjang kolom udara dalam tabung sama dengan…
menyebutkan factor Bilangan ganjil kali setengah panjang a. bilangan ganjil kali
resonanasi kolom gelombang setengah panjang
Bilangan genap kali setengah panjang
udara pada tabung gelombang
gelombang
Bilangan ganjil kali satu panjang
gelombang
14. Siswa mampu
d. Bilangan genap kali seperempat panjang
memahami gelombang d. gelombang panjang
pemantulan bunyi yang diterima antena
Dalam kehidupan sehari- hari, di temukan kejadian
pemantulan gelombang seperti berikut ini, kecuali…..
a. Nada yang berubah pada alat musik
b. Gema yang terjadi dalam gua
15. Siswa mampu c. Gaung dalam ruang bioskop
d. Gelombang panjang yang diterima antena
menyebutkan faktor- c. 2 dan 4
faktor yang b. Pada sebuah dawai berlaku :
mempengaruhi dawai (1) Nadanya tinggi bila dawai tersebut panjang
(2) Bila luas penampangnya besar, nadanya rendah
(3) Jika bahannya bermassa jenis besar, nadanya akan
tinggi
(4) Semakin kencang ( tegang ) dawai tersebut semakin
tinggi nadanya
Pernyataan diatas yang benar adalah….
16. a. 1,2, dan 3 b. 1 dan 3
Siswa mampu c. 2 dan 4 d. 4 saja
memahami b. bunyi datang, garis
pemantulan Pernyataan yang benar mengenai hukum pemantulan normal dan bunyi pantul
gelombang bunyi adalah …… terletak pada satu garis,
a. Bunyi datang, garis normal, dan bunyi pantul
terletak pada satu bidang, sudut datang lebih sudut datang sama dengan
kecil dari sudut pantul sudut pantul
b. Bunyi datang, garis normal, dan bunyi pantul
terletak pada satu garis, sudut datang sama
dengan sudut pantul
c. Bunyi datang, garis datang dan bunyi pantul
terletak pada satu bidang, sudut datang sama
dengan sudut pantul
d. Bunyi datang, garis normal, dan bunyi pantul
terletak pada satu bidang, sudut datang tidak
17. Siswa mampu sama dengan sudut pantul
mendefenisikan
b. terdengar hampir
pengertian gaung Gaung atau kerdam adalah bunyi pantul yang ….. bersamaan setelah bunyi
a. Terdengar setelah bunyi asli aslinya
b. Terdengar hampir bersamaan setelah bunyi aslinya
c. Sebagian terdengar bersamaan denagn bunyi asli
18. d. Mengikuti bunyi asli
Siswa mampu
memahami pengertian a. Gema
Bila berteriak di mulut sumur yang dalam terdengar
dari gema
bunyi ulang dari dalam sumur, bunyi ulang tersebut
dinamakan….
19. a. Gema b. Desah
Siswa mampu
c. Gaung d. Resonansi
menentukan d. 10.800 m
Dari permukaan air laut, sinyal bunyi di kirim ke dasar waktu = 12 sekon
kedalaman laut
laut. Sinyal tersebut diterima kembali setelah 12 sekon, cepat rambat bunyi
jika cepat rambat bunyi dalam air adalah 1800 m/s, maka (v)=1800 m/s
kedalaman laut ditempat tersebut adalah…..
a. 3000 m b. 5400 m v = 2s
c. 8100 m d. 10800 m t
s = vt
2
s = 1800. 12
20. Siswa mampu 2
s = 10.800 m
membedakan antara
b. Gaung mengaburkan
gema dengan gaung Salah satu perbedaan antara gema dan gaung adalah… bunyi asli, sedangkan
a. Gaung memperjelas bunyi asli, sedangkan gema gema memperjelas bunyi
mengaburkan bunyi asli asli.
b. Gaung mengaburkan bunyi asli, sedangkan gema
memperjelas bunyi asli
c. Jarak dinding pantul yang menghasilkan gaung
lebih pendek
d. Selang waktu datangnya gaung lebih cepat
Lampiran 5
TES HASIL BELAJAR
Bidang studi : Fisika
Materi pokok : Bunyi
Kelas/ semester : VIII/II
Tahun ajaran : 2007/2008
Waktu : 60 menit
Petunjuk :
1. Tuliskan terlebih dahulu nama, kelas pada lembar jawaban yang
telah tersedia
2. Pilihlah salah satu jawaban yang paling tepat dan beri tanda X
(silang) pada salah satu jawaban yang dianggap paling benar pada
lembar jawaban.
1. Bunyi akan terjadi atau timbul karena…..
a. Terjadi pemanasan pada sebuah benda
b. Adanya benda yang bergetar
c. Bertemunya atom-atom yang ada dalam benda tersebut
d. Keseimbangan suatu benda
2. Yang bukan sifat bunyi adalah….
a. Bunyi merambat memerlukan bunyi
b. Bunyi dikatakan keras jika frekuensinya tinggi
c. Bunyi merupakan gelombang longitudinal
d. Cepat rambat bunyi di udara bergantung pada suhu udara
3. Suara tembakan terdengar 0,5 detik sesaat setelah tembakan terhadap
pendengar yang berada 75 m dari tempat kejadian. Cepat rambat bunyi
tembakan di tempat itu adalah…..
a. 150 m/s b. 250 m/s c. 300 m/s d. 400 m/s
4. Periode suatu bunyi 0,08 sekon, maka bunyi tersebut termasuk…..
a. Audiosonik b. Infrasonik c. Ultrasonik d. Suprasonik
5. Cepat rambat bunyi di udara bergantung pada…..
a. Tekanan udara b. Amplitudo c. Suhu udara d. Warna bunyi
6. Dua buah garputala meiliki frekuensi masing-masing 420 Hz dan 530 Hz.
Apabila kedua garputala tersebut dibunyikan bersamaan, maka….
a. Kecepatan bunyi garputala pertama lebih kecil dari pada garputalakedua
b. Kecepatan bunyi garputala pertama lebih besar dari pada garputala kedua
c. Kecepatan bunyi garputala pertama sama dengan garputala kedua
d. Panjang gelombang garputala 1lebih kecil dari pada garputala 2
7. Semakin besar amplitudo sebuah sumber bunyi, maka…..
a. Tidak terdengar bunyi
b. Terdengar bunyi tetapi lemah
c. Terdengar bunyi yang semakin keras
d. Terdengar bunyi yang semakin lemah
8. Seorang pria dan wanita sedang menyanyikan lagu dengan frekuensi yang
sama, tetapi ada terdengar berbeda hal ini disebabkan oleh adanya….
a. Nada-nada tambahan c. Cepat rambat bunyi yang
berbeda
b. Amplitudo yang berbeda d. Kerdam
9. Pada saat terjadi resonansi pertama panjang kolom udara adalah 80 cm, maka
saat terjadi resonansi kedua panjang kolom udara adalah….
a. 160 cm b. 200 cm c. 240 cm d. 320
cm
10. Faktor yang tidak mempengaruhi tinggi nada suatu senar adalah…..
a. Tegangan senar c. Massa jenis senar
b. Kualitas senar d. Bahan senar
11. Bunyi kereta api yang sudah terdengar jika telinga didekatkan pada rel
sekalipun kereta masih jauh. Hal ini merupakan bukti bahwa….
a. Bunyi dapat merambat melalui besi
b. Bunyi kereta api sangat nyaring
c. Udara tidak dapat merambatkan bunyi kereta api
d. Rel kereta api terbuat dari besi
12. Perhatikan gambar di bawah ini:

B D
A C E
Bandul yang akan mengalami resonansi jika diayunkan adalah….
a. B dan C c. A dan E
b. C dan E d. B dan E
13. seorang anak berteriak menghadap dinding pantul, 4 detik kemudian terdengar
bunyi pantulannya. Bila cepat rambat bunyi pada saat itu 340 m/s, jarak anak
tersebut dengan dinding pantulnya…..
a. 1.360 meter c. 344 meter
b. 680 meter d. 85 meter
14. Dalam kehidupan sehari-hari ditemukan kejadian gelombang seperti berikut
ini, kecuali:
a. Nada yang berubah pada alat musik c. Gaung dalam ruang bioskop
b. Gema yang terjadi dalam gua d. Gelombang panjang yang diterima antena
15. Pada sebuah dawai berlaku:
1) Nadanya tinggi bila dawai tersebut panjang
2) Bila luas penampangnya besar, nadanya rendah
3) Jika bahannya bermassa jenis besar, nadanya akan tinggi
4) Semakin kencang (tegang) dawai tersebut semakin tinggi nadanya
Pernyataan di atas yang benar adalah….
a. 1, 2 dan 3 c. 2 dan 4
b. 1 dan 3 d. 4 saja
16. Pernyataan yang benar mengenai hukum pemantulan bunyi adalah….
a. Bunyi datang, garis normal, dan bunyi pantul terletak pada satu
bidang datar, sudut datang lebih kecil dari sudut pantul
b. Bunyi datang, garis normal, dan bunyi pantul terletak pada satu
bidang datar, sudut datang sama dengan sudut pantul
c. Bunyi datang, garis normal, dan bunyi pantul terletak pada satu
bidang datar, sudut datang lebih besar dari sudut pantul
d. Bunyi datang, garis normal, dan bunyi pantul terletak pada satu
bidang datar, sudut datang tidak sama dengan sudut pantul
17. Gaung atau kerdam adalah bunyi pantul yang….
a. Terdengar setelah bunyi asli
b. Terdengar hampir bersamaan setelah bunyi asli
c. Sebagian terdengar bersamaan dengan bunyi asli
d. Mengikuti bunyi asli
1
18. Bunyi yang dilepaskan ke dalam laut terdengar kembali setelah sekon.
2
Cepat rambat bunyi dalam air 1.500 m/s. jadi, dalamnya laut itu adalah….
a. 137,5 m c. 750 m
b. 375 m d. 1.500 m
19. Untuk mengukur kedalaman laut, gelombang bunyi ditembakkan tegak lurus
ke dalam laut. Jika pantulan bunyi gema diterima setelah 20 sekon sedang
cepat rambat bunyi dalam air 1.400 m/s, maka kedalaman lautnhya adalah…..
a. 140 meter c. 1.400 meter b.700 meter d. 2.800 meter
20. Salah satu perbedaan antara gema dengan gaung adalah…..
a. Gaung memperjelas bunyi asli, sedangkan gema mengaburkan bunyi asli
b. Gung mengaburkan bunyi asli, sedangkan gema memperjelas bunyi asli
c. Jarak dinding pantul yang menghasilkan gaung lebih pendek
d. Selang waktu datangnya gaung lebih cepat
21. Resonansi pada kolom udara dapat terjadi apabila pada panjang kolom udara
dalam tabung sama dengan…..
a. Bilangn ganjil kali setengah panjang gelombang
b. Bilangan genap kali setengah panjang gelombang
c. Bilangan ganjil kali satu panjang gelombang
d. Bilangan genap lkali sepermpat panjang gelombang
22. Dari permukaan air laut, sinyal bunyio dikirim ke dasar laut. Sinyal tersebut
diterima kembali setelah 12 sekon, jika cepat rambat bunyi dalam air adalah
1800 m/s, maka kedalaman laut ditempat tersebut adalah…..
a. 3.000 m c. 5.400 m
b. 8.100 m d. 10.800 m
23. Besarnya frekuensi sumber bunyi berpengaruh pada…..
a. Frekuensinya akan lebih tinggi c. Frekuensinya akan lebih rendah
b. Nadanya akan lebih rendah d. Nadanya akan lebih rendah
24. Resonansi terjadi apabila….
a. Gelombang pantul memiliki frekuensi daur amplitudo berbeda
b. Gelombang pantul dan gelombang asli memiliki frekuensi yang sama
c. Gelombang pantul dan gelombang asli memilki frekuensi yang
sama dan amplitudo yang berbeda
d. Ada garputal
Lampiran 7
SKOR PRETES SISWA
A. KELAS EKSPERIMEN

No Nama Siswa Item Skor


1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20
1. Hendra Syahputra 1 1 0 1 0 0 0 1 1 1 0 0 0 0 0 0 1 0 0 1 8
2. Iskandar 1 1 1 0 0 0 0 0 1 0 1 1 1 0 0 0 0 0 0 0 7
3. Nurliani nasution 0 0 0 1 0 0 1 1 1 0 1 0 1 0 0 0 1 0 0 0 7
4. Rafika putrid 0 1 1 0 0 1 1 0 0 0 0 1 1 0 1 0 0 0 1 0 8
5. Safrina lubis 1 1 1 1 1 0 0 0 0 1 0 1 0 0 1 0 0 0 0 0 8
6. Kumala sari 1 1 1 0 0 0 0 0 0 1 0 0 0 0 0 1 1 0 1 1 8
7. Aulia kartika 1 0 0 0 1 0 1 1 1 1 0 0 0 0 0 0 1 1 0 0 7
8. Ahmad pramono 1 1 0 1 0 0 1 0 0 1 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 6
9. Nurul risky 1 1 1 0 0 1 1 0 0 0 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 6
10. Rini Amelia 1 1 0 1 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 1 1 7
11. Suci ramadhani 1 1 0 1 1 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 5
12. Tesa Amanda 1 1 0 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 3
13. Taufiq arrasyid 1 0 0 0 0 0 0 0 0 1 1 0 0 0 0 1 0 0 0 1 5
14. Zainal arifin 0 1 1 0 0 0 1 0 0 0 1 0 0 0 1 0 0 0 0 0 5
15. Abdul azis 1 1 0 0 0 1 0 0 0 0 0 1 0 0 0 0 0 0 0 0 4
16. Darmendra 1 0 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 2
17. Afriya gumbala 1 1 0 1 1 1 1 1 1 0 0 0 0 0 1 0 0 0 0 0 9
18. Azwar Siddiq 1 1 0 0 0 1 0 0 0 1 0 1 0 0 1 1 0 0 0 0 7
19. Khairuddin 1 0 0 0 0 0 1 0 1 0 0 0 0 0 0 0 0 1 1 1 6
20. M.Fauzi koto 1 1 1 0 0 0 0 1 0 0 0 1 0 0 0 0 0 1 0 0 6
21. Mutiara ananda 1 0 0 1 1 0 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 5
22. Nurfenti 0 1 1 0 0 0 0 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 3
23. Putri moetya 1 0 0 0 1 0 0 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 3
24. Nurhayati 1 0 0 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 2
25. Syahrial winanda 1 1 0 0 1 1 0 0 0 0 0 0 0 0 1 0 0 0 0 0 5
26. Rio pratama 1 1 1 0 0 0 0 0 1 0 0 0 1 0 0 0 0 1 1 0 6
27. Riki hidayat 1 1 0 0 1 1 0 0 1 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 7
28. Nia diniati 1 1 0 0 0 0 0 0 1 0 1 1 0 0 0 1 0 0 0 0 7
29. Kartika harahap 1 1 0 0 0 0 0 1 0 1 1 0 0 0 1 0 0 0 0 6
30. M. Yasser fadli 0 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 0 0 0 1 1 0 4
31. Nur fadillah 0 1 0 0 0 0 0 1 0 1 0 0 0 1 0 0 0 1 0 0 5
B. KELAS KONTROL

No Nama Siswa Item Skor


1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20
1. Junita warni 1 1 0 0 1 1 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 5
2. Rudi irawan 1 1 0 0 1 0 0 0 0 1 0 0 0 1 1 1 1 0 0 0 8
3. Desi hariati 1 0 0 1 1 0 0 1 1 0 1 0 0 0 0 0 0 1 0 0 7
4. Fatma hayati 1 0 0 1 0 0 0 0 0 0 0 1 1 0 0 0 1 1 0 1 7
5. Syakila hsb 0 1 1 1 0 0 0 1 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 5
6. Cintya aulia 1 1 0 1 0 0 0 0 0 1 1 0 0 0 0 0 1 0 0 0 5
7. Hendra 1 1 0 1 0 0 0 0 1 1 0 0 0 0 0 0 1 0 0 0 6
8. Nurlaila 1 1 1 0 0 1 0 0 0 0 0 0 1 1 1 0 0 0 1 0 8
9. Siti khodijah 1 1 0 0 1 0 1 0 0 0 0 1 0 1 0 0 0 0 0 0 6
10. Isma wahyuni 1 0 1 0 0 0 1 1 1 0 0 0 1 0 1 0 0 0 0 0 7
11. Kartika sari 1 0 1 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 3
12. M. Hamid Nst 1 1 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 1 0 0 0 0 5
13. Risky susanti 0 1 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 2
14. Nila silvia 1 1 1 0 1 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 5
15. Abdi R 0 1 0 0 1 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 3
16. Hariyadi 0 1 1 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 3
17. Lilies ayunda 1 1 1 0 0 1 1 0 0 0 0 0 0 0 0 1 1 0 0 0 7
18. Safitri H 1 1 1 0 0 0 1 0 0 0 0 1 1 0 0 0 0 1 0 0 7
19. Merry jelita 1 0 0 0 1 1 0 0 0 0 0 0 1 1 0 1 1 1 0 0 8
20. Nadya sarah 1 1 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 1 0 1 0 0 1 1 8
21. Imran ahmadi 1 1 0 0 1 0 1 1 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 6
22. Amanda P 1 1 0 0 1 1 0 1 0 0 0 0 0 0 0 0 1 0 0 0 6
23. Zainuddin 1 1 0 0 1 1 0 0 1 1 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 7
24. Jefry maulana 1 0 0 1 0 0 0 1 1 0 0 0 1 1 0 0 1 0 0 0 7
25. Nurfika andini 1 1 1 0 1 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 5
26. Ahmad syaf’i 1 0 0 0 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 2
27. Mila irawati 1 1 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 1 0 0 0 5
28. Farah risky 1 1 1 0 1 0 1 0 0 1 0 0 0 0 0 0 1 1 0 0 8
29. Mariana 1 1 0 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 3
30. Sucipto 1 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 2
31. Sri wahyuni 1 0 1 1 1 1 1 1 0 0 0 0 1 0 0 0 0 0 0 0 8
32. Wenny widya 0 1 0 1 1 1 0 0 0 0 1 1 0 0 0 0 0 0 1 0 7
33. Sariana M 0 1 1 1 0 0 0 1 0 1 0 0 0 0 1 0 0 0 0 0 6
34. Bobby Y 1 0 0 0 1 1 1 0 1 0 0 1 0 0 0 0 0 0 0 0 6
Lampiran 8
SKOR POSTES SISWA
A. KELAS EKSPERIMEN

No Nama Siswa Item Skor


1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20

1. Rafika putrid 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 0 18
2. Aulia kartika 1 1 1 1 1 1 0 1 1 0 0 1 1 0 1 1 0 1 0 0 13
3. Rini Amelia 1 1 1 1 1 0 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 0 0 0 15
4. Nia diniati 1 0 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 0 16
5. Khairuddin 1 1 1 0 1 1 1 0 1 1 0 0 0 1 0 0 0 1 0 1 11
6. Nurfadillah 1 0 1 0 0 1 1 0 0 0 1 0 1 1 1 1 0 1 0 1 11
7. M. Yasser 0 1 1 1 0 0 0 0 0 1 0 0 1 0 1 1 1 0 0 0 8
8. Kumala sari 0 0 1 1 0 0 0 1 1 0 0 1 0 0 0 0 0 0 0 0 5
9. Zainal arifin 1 1 0 0 1 0 0 0 0 0 1 1 0 0 0 1 0 0 0 0 6
10. M. Fauzi koto 1 0 1 1 1 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 0 0 0 0 6
11. Nurliani Nst 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 0 1 18
12. Taufiq arrasyid 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 0 0 1 1 16
13. Iskandar 1 1 0 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 17
14. Hendra syahputra 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 0 17
15. Nurhayati lubis 1 1 0 1 1 1 0 0 0 0 0 1 1 1 1 0 0 0 0 0 9
16. Afriya gumbala 1 1 1 1 0 0 0 1 1 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 7
17. Riki hidayat 1 1 1 1 1 1 0 0 0 0 0 0 0 0 1 1 0 0 0 0 8
18. Ahmad pramono 1 0 0 0 0 0 0 0 0 1 1 0 0 0 0 1 1 1 0 0 6
19. Safrina 1 0 1 1 0 1 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 5
20. Nurfenti 0 1 1 1 1 1 0 0 0 0 0 0 1 1 1 1 1 1 1 0 12
21. Azwar siddiq 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 0 0 0 0 1 1 1 0 0 0 12
22. Darmendra 1 1 0 1 0 0 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 0 14
23. Suci ramadani 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 0 0 1 1 1 17
24. Abdul azis 1 0 1 1 1 1 1 1 0 0 0 0 0 1 1 1 0 0 0 0 10
25. Putri moteya 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 0 0 1 1 1 1 0 0 0 14
26. Nurul risky 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 0 0 1 1 1 16
27. Kartika harahap 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 0 0 0 15
28. Syahrial ananda 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 0 1 1 1 0 0 0 0 14
29. Mutiara ananda 1 1 0 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 0 0 0 0 1 14
30. Tesa Amelia 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 0 1 1 1 0 1 1 0 0 0 14
31. Rio pratama 1 1 0 1 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 4
B. KELAS KONTROL
No Nama Siswa Item Skor
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20
1. Hariyadi 1 1 1 1 1 0 0 0 1 1 1 1 0 0 0 0 0 0 0 0 9
2. Mariana 1 1 0 0 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 3
3. Sariana 1 1 1 1 1 1 0 0 0 0 0 0 0 0 1 1 0 0 0 0 8
4. Syakila 1 1 0 0 1 1 1 1 1 1 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 8
5. Nurfika andini 1 0 1 1 1 1 1 1 0 0 0 0 0 1 1 0 0 1 1 0 11
6. Hendra 1 1 0 1 1 1 1 1 1 0 0 0 0 1 1 0 0 0 0 0 10
7. Imran ahmadi 0 1 1 1 1 1 1 0 0 0 0 0 0 0 1 1 1 1 1 11
8. Mila irawati 1 1 0 1 1 1 1 1 0 0 0 1 1 1 1 1 1 1 0 0 14
9. Abdi Ramadan 1 1 0 0 0 1 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 4
10. Sri wahyuni 1 1 0 1 1 0 0 0 0 0 0 0 1 1 0 0 1 1 1 0 16
11. Fatma hayati 1 1 0 1 1 0 0 0 0 0 0 0 1 1 0 0 1 1 1 0 9
12. Lilis ayunda 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 0 0 1 1 1 1 1 0 1 1 15
13. Jefri maulana 1 0 0 0 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 15
14. Amanda P 1 1 0 0 0 0 1 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 0 0 5
15. Sucipto 1 1 1 1 1 1 1 0 0 0 0 0 1 0 0 0 0 0 0 0 8
16. Bobby Y 0 1 1 1 1 1 1 1 0 0 0 0 1 1 0 0 1 1 0 0 11
17. Junita warni 1 1 0 1 1 1 0 0 0 1 1 0 1 1 1 0 1 0 0 0 11
18. Zainuddin 1 0 1 1 1 0 1 1 1 1 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 9
19. Safitri H 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 10
20. Nila silvia 1 1 0 0 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 3
21. Merry jelita 1 1 0 1 1 0 0 0 0 0 1 1 0 0 0 1 1 1 0 0 9
22. Isma wahyuni 0 1 1 1 1 1 1 0 0 0 1 1 1 1 1 1 0 0 0 0 12
23. Desi hariyati 1 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 0 0 3
24. Wenny widya 1 1 0 1 1 0 0 1 1 1 0 1 1 0 0 0 0 0 0 0 9
25. Nurlaila 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 9
26. Rudi irawan 1 1 1 1 1 1 0 0 0 0 0 0 1 1 1 1 1 1 0 0 12
27. Farah risky 1 1 1 1 1 1 1 1 0 0 0 1 1 1 1 1 0 0 0 0 13
28. Nadya sarah 1 1 1 1 1 0 0 1 1 1 0 0 0 0 1 1 1 1 0 1 13
29. Siti khodijah 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 0 1 1 17
30. Kartika sari 0 1 1 1 1 0 0 0 0 0 0 1 1 1 0 0 1 0 0 0 8
31. M. hamid 1 1 1 1 1 1 1 1 0 0 0 1 1 0 1 0 0 1 0 1 13
32. Rizky susanti 1 1 0 0 1 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 4
33. Cintya aulia 1 1 0 0 0 0 0 1 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 4
34. Ahmad Syafi’I 1 1 0 1 1 1 1 0 0 0 1 1 1 1 1 0 0 0 1 1 13
Lampiran 9
Perhitungan Validitas Tes Hasil Belajar Siswa

Untuk mengetahui validitas butir tes prestasi belajar siswa menggunakan


rumus korelasi product moment angka kasar, yaitu :

N .( ΣXY )( ΣY )
rxy =
{N .ΣX − (ΣX ) 2 }{ N .ΣY 2 − (ΣY ) 2 }
2

Keterangan :
rxy = Koefisien korelasi antara ubahan X dan ubahan Y
ΣX = Jumlah skor distrubusi X
ΣY = Jumlah skor total
ΣXY = Jumlah perkalian skor X dan Y
N = Jumlah siswa
ΣX 2 = Jumlah kuadrat skor distribusi X
ΣY 2 = Jumlah kuadrat skor total

Perhitungan Validitas untuk item nomor 1


ΣX = 22
ΣY = 593
ΣY 2 = 10509
ΣXY = 419
Ν = 36
Sehingga r hitung adalah :

36 (419 ) − (22 )( 593 )


rXY =
{36 ( 22 ) − (22 ) 2 }{36 (10509 ) − (593 ) 2 }

= 0,711
Secara lengkap di bawah ini disajikan hasil perhitungan validitas tes hasil
belajar siswa dapat dilihat dari tabel berikut ini:
Ringkasan Perhitungan Validitas Tes Hasil Belajar Siswa
No rhitung rtabel Keterangan
Item (5%)
1 0,711 0,329 Valid
2 0,450 0,329 Valid
3 0,427 0,329 Valid
4 0,348 0,329 Valid
5 0,420 0,329 Valid
6 0,515 0,329 Valid
7 0,476 0,329 Valid
8 0,346 0,329 Valid
9 0,334 0,329 Valid
10 -0,024 0,329 Tidak Valid
11 0,567 0,329 Valid
12 0,441 0,329 Valid
13 0,105 0,329 Tidak Valid
14 0,411 0,329 Valid
15 0,420 0,329 Valid
16 0,468 0,329 Valid
17 0,374 0,329 Valid
18 0,108 0,329 Tidak Valid
19 0,117 0,329 Tidak Valid
20 0,468 0,329 Valid
21 0,401 0,329 Valid
22 0,661 0,329 Valid
23 0,115 0,329 Tidak Valid
24 0,415 0,329 Valid
25 0,547 0,329 Valid

Setelah rhitung dikonsultasikan dengan rtabel pada taraf signifikansi 5%


dan N= 36, maka dari butir soal diketahui yang tidak valid sebanyak 5 butir yaitu
nomor 10,13,18,19 dan 23. sehingga 20 butir yang valid digunakan untuk
menjaring data penelitian.

Lampiran 10
Perhitungan Reliabilitas Tes Prestasi Belajar Siswa
Reliabilitas tes prestasi belajar siswa dihitung dengan menggunakan rumus

 n   S 2 − Σpq 
kuder-Richarson (KR-20) yaitu : r11 =  ] [  
 n − 1  S2 

Dimana : r11 = Reliabilitas instrumen


n = Jumlah butir soal
S2 = Varians total
Σpq = Jumlah varians setiap butir soal

Sebelu, menghitung reliabilitas tes terlebih dahulu dicari varians total dan
jumlah vasians setiap butir soal:
ΣY = 593 ΣY 2 = 10509
N = 36 Σpq = 5,279

Sehingga dapat dihitung varians total :


(ΣY ) 2
ΣY 2 −
S2 = N
N
(593 ) 2
(10509 ) −
= 36
36
= 20,249
Sehingga reliabilitas tes adalah:
 25 20 ,249 − 5,279 
r11 =   
25 −1 20 ,279 

= 0,770
Dari perhitungan diatas didapat harga indeks reliabilitas tes prestasi hasil
belajar siswa sebesar 0,770. setelah dikonsultasikaan dengan indeks korelasi maka
tes termasuk dalam katagori tinggi.

Lampiran 11
Perhitungan Indeks Kesukaran Tes Hasil Belajar Siswa
Untuk mengetahui indeks kesukaran soal dihitung dengan menggunakan
rumus sebagai berikut:
Β
Ρ=
JS
Keterangan :
P = Indeks kesukaran soal
B = Banyaknya subjek yang menjawab benar
J = Jumlah subjek yang menjawab soal
Sebagai contoh, perhitungan indeks kesukaran soal nomor 1 sebagai
berikut : B = 22
JS= 36
Sehingga indeks kesukaran :
22
P= = 0,611
36

Ringkasan perhitungan indeks kesukaran butir tes hasil belajar siswa dapat
dilihat pada tabel berikut ini :
No
Item B P Status
1 22 0.611 Sedang
2 24 0.667 Sedang
3 25 0.694 Sedang
4 25 0.694 Sedang
5 26 0.722 Mudah
6 24 0.667 Sedang
7 24 0.667 Sedang
8 24 0.667 Sedang
9 25 0.694 Sedang
10 8 0.222 Sukar
11 24 0.667 Sedang
12 25 0.694 Sedang
13 26 0.722 Mudah
14 24 0.667 Sedang
15 26 0.722 Mudah
16 25 0.694 Sedang
17 23 0.693 Sedang
18 12 0.333 Sukar
19 27 0.750 Mudah
20 24 0.667 Sedang
21 25 0.694 Sedang
22 26 0.722 Mudah
23 28 0.778 Mudah
24 25 0.694 Sedang
25 25 0.694 Sedang

Dari tabel di atas dapat dilihat bahwa dari 25 butir soal yang disediakan
terdapat 1 butir soal dalam kategori sukar, 18 butir soal dalam kategori sedang,
dan 6 butir soal dalam kategori mudah.

Lampiran 12
Perhitungan Indeks Diskriminasi ( Daya Beda ) Butir Tes Hasil Belajar
Siswa
Untuk mengetahui daya beda butir tes hasil belajar dilakukan
pengelompokkan yaitu kelompok atas ( K A ) dan kelompok bawah ( K B ) :
No Nama Siswa Skor
1. Rizky bela 23
2. Ratih insyiriah 23
3. Nurhafizah 23
4. Rabiatun 22
Kelompok 5. Rizky kurniawan 21
Atas 6. Khairatunnisa 21
7. M. Said 21
8. M. Roni 21
9. Sri astuti 21
10. Rizky satria 20
11. Suci wulandari 20
12. Irma ramadani 20
13. Furnnisa dewi 19
14. Ahmad zulkifli 19
15. Rama irani 19
16. Siti hajar 18
17. Wahyudi 18
18. Mariana 18
Kelompok 19. Tri windasari 16
Sedang 20. Rizky ananda 16
21. M. Ikhsan 15
22. Eko hariadi 15
23. Lela handayani 15
24. Putri sarah 14
25. Arnan ardiansyah 14
26. Desi nidrayanti 14
27. Rahmat hidayat 14
28. Fatima Nst 13
29. Yuni herlina 13
30. Irma silvia 12
Kelompok 31. Siti nadra 12
Bawah 32. Lia aristatry 11
33. Sarifah 9
34. Fitria sari 9
35. Fahmi fauzi 7
36. Nurhayati 7
sebagai contoh perhitungan indeks diskriminasi butir soal nomor 1 sebagai
beriut : BA = 10 BB = 4 J A = 10 J B = 10
10 4
Sehingga : D= − = 0,6
10 10
Berdasarkan perhitungan di atas indeks diskriminasi butir soal nomor 1
termasuk dalam kategori baik.
Ringkasan Perhitungan Indeks Diskriminasi Butir Tes Hasil Belajar Siswa
No BA BB J A JB D Status
Item
1. 10 4 10 0,6 Baik
2. 10 4 10 0,6 Baik
3. 8 4 10 0,4 Cukup
4. 8 4 10 0,4 Cukup
5. 9 5 10 0,4 Cukup
6. 10 2 10 0,8 Sangat baik
7. 10 5 10 0,5 Baik
8. 8 6 10 0,2 Jelek
9. 8 5 10 0,3 Cukup
10. 2 2 10 0 Jelek
11. 10 3 10 0,7 Baik
12. 9 4 10 0,5 Baik
13. 8 8 10 0 Jelek
14. 7 3 10 0,4 Cukup
15. 9 5 10 0,4 Cukup
16. 10 4 10 0,6 Baik
17. 8 4 10 0,4 Cukup
18. 4 4 10 0 Jelek
19. 9 7 10 0,2 Jelek
20. 10 3 10 0,7 Baik
21. 9 4 10 0,5 Baik
22. 10 4 10 0,6 Baik
23. 9 7 10 0,2 Jelek
24. 10 4 10 0,6 Baik
25. 10 3 10 0,7 Baik

Dari tabel di atas dapat dilihat bahwa dari 25 butir soal yang
disediakan 1 butir dalam kategori sangat baik, 11 butir dalam kategori baik, 8
butir dalam kategori cukup, dan 5 butir dalam kategori jelek.
Lampiran 13

Data Nilai Postes Siswa

No Nama Nilai 26
1. Rio Pratama 2 .
2. Kumala Sari 2,5 27
3. Safrina 2,5 .
4. Zainal Arifin 3 28
5. M. Fauzi 3 .
6. Ahmad Pramono 3 29
7. Afriya Gumbala 3,5 .
8. M. Yasser 4 30
9. Riki Hidayat 4 .
10 Nurhayati Lubis 4,5 31
. Abdul Azis 5 .
11 Khairuddin 5,5
. Nur Fadillah 5,5
12 Nurfenti 6
. Azwar Siddiq 6
13 Aulia Kartika 6,5
. Damendra 7
14 Putri Moteya 7
. Syahriyal 7
15 Mutiara Ananda 7
. Tesa Amanda 7
16 Rini Amelia 7,5 No Nama Nilai
. Kartini 7,5 1. Mariana 1,5
17 Nia Diniati 8 2. Nila Silvia 1,5
. Taufiq Arrasyid 8 3. Desi Hariyati 1,5
18 Nurul Rizky 8 4. Abdi Ramadhan 2
. Iskandar 8,5 5. Rizky Susanti 2
19 Hendra Syahputra 8,5 6. Cintya Aulia 2
. Suci Ramadhani 8,5 7. Amanda Pratiwi 2,5
20 Nurliani 9 8. Sariana 4
. Rafika Putri 9 9. Syakila 4
21 10 Sucipto 4
. . Kartika Sari 4
22 11 Hariyadi 4,5
. . Lilis Ayunda 4,5
23 12 Zainuddin 4,5
. . Merry Jelita 4,5
24 13 Wenny Widya 4,5
. . Nurlaila 4,5
25 14 Safitri Handayani 5
. . Hendra 5
15 Nurfika Andini 5,5 27
. Imran Ahmadi 5,5 .
16 Bobby Yolanda 5,5 28
. Junita Warni 5,5 .
17 Isma Wahyuni 6 29
. RudiIrawan 6 .
18 FarahRizky 6,5 30
. Nadya Sarah 6,5 .
19 M. Hamid 6,5 31
. Ahmad Syafi’i 6,5 .
20 Mila Irawati 7 32
. Fatma Hayati 7,5 .
21 Jefri Maulana 7,5 33
. Sri Wahyuni 8 .
22 Siti Khodijah 8,5 34
. .
23
.
24
.
25
.
26
.
Lampiran 14

Data Nilai Pretes Siswa

No Nama Nilai 14 Rio Pratama 3


1. Darmendra 1 . Kartini 3
2. Nurhayati Lubis 1 15 Iskandar 3,5
3. Tesa Amanda 1.5 . Nurliani 3,5
4. Nurfenti 1,5 16 Aulia Kartika 3,5
5. Putri Moteya 1.5 . Rini Amelia 3,5
6. Abdul Azis 2 17 Azwar Siddiq 3,5
7. M. Yasser 2 . Riki Hidayat 3,5
8. Suci Ramadhani 2,5 18 Nia Diniati 3,5
9. Taufiq Arrasyid 2,5 . Hendra Syahputra 4
10 Zainal Arifin 2,5 19 Rafika Putri 4
. Mutiara Ananda 2,5 . Safrina 4
11 Syahriyal 2,5 20 Kumala Sari 4
. Nur Fadillah 2,5 . Afriya Gumbala 4,5
12 Ahmad Pramono 3 21
. Nurul Rizky 3 .
13 Khairuddin 3 22
. M. Fauzi 3 .
23 14 Amanda Pratiwi 3
. . Sariana 3
24 15 Bobby Yolanda 3
. . Desi Hariyati 3,5
25 16 Fatma Hayati 3,5
. . Isma Wahyuni 3,5
26 17 Lilies Ayunda 3,5
. . Safitri Handayani 3,5
27 18 Zainuddin 3,5
. . Jefri Maulana 3,5
28 19 Wenny Widya 3,5
. . Rudi Irawan 4
29 20 Nurlaila 4
. . Merry Jelita 4
30 21 Nadya Sarah 4
. . Farah Rizky 4
31 22 Sri Wahyuni 4
. .
23
.
24
.
25
.
26
.
27
.
No Nama Nilai 28
1. Rizky Susanti 1 .
2. Ahmad Syafi’i 1 29
3. Sucipto 1 .
4. Kartika Sari 1,5 30
5. Abdi Ramadhan 1,5 .
6. Hariyadi 1,5 31
7. Mariana 1,5 .
8. Junita Warni 2,5 32
9. Syakila 2,5 .
10 Cintya Aulia 2,5 33
. M. Hamid 2,5 .
11 Nila Silvia 2,5 34
. Nurfika Andini 2,5 .
12 Mila Irawati 2,5
. Hendra 3
13 Siti Khodijah 3
. Imran Ahmadi 3
Lampiran 15
Tabel Distribusi Frekuensi

A. Data Pretes

Nilai Kelas Eksperimen Kelas Kontrol


X F X2 FX FX2 F X2 FX FX2
1,0 2 1 2 2 2 1 3 3
1,5 3 2,25 4,5 6,75 4 2,25 6 9
2,0 2 4,0 4 8 - - - -
2,5 6 6,25 15 37,5 7 6,25 17,5 43,75
3,0 6 9,0 18 54 6 9 18 54
3,5 7 12,25 24,5 85,75 8 12,25 28 98
4,0 4 16,0 16 64 6 16 24 96
4,5 1 20,25 4,5 20,25 - - - -
Jumlah 31 71 88,5 278,25 34 87,775

A. Data Postes

Nilai Kelas Eksperimen Kelas Kontrol


X F X2 FX FX2 F X2 FX FX2
1,5 - - - - 3 2,25 4,5 6,75
2,0 1 4 2 4 3 4 6 12
2,5 2 6,25 5 12,5 1 6,25 2,5 6,25
3,0 3 9 9 27 - - - -
3,5 1 12,25 3,5 12,25 - - - -
4,0 2 16 8 32 4 16 16 64
4,5 1 20,25 4,5 20,25 6 20,25 27 121,5
5,0 1 25 5 25 2 25 10 125
5,5 2 30,25 11 60,5 4 30,25 22 121
6,0 2 36 12 72 2 36 12 72
6,5 1 42,25 6,5 42,25 4 42,25 26 169
7,0 5 49 35 245 1 49 7 49
7,5 2 56,25 15 112,5 2 56,25 15 112,5
8,0 3 64 24 192 1 64 8 64
8,5 3 72,25 25,5 216,75 1 72,25 8,5 72,25
9,0 2 81 18 162 - - - -
Jumlah 31 523,75 184 1236 34 423,75 164,5 995,75
Lampiran 16

PERHITUNGAN RATA-RATA, STANDAR DEVIASI, DAN VARIANS


NILAI HASIL BELAJAR SISWA
A. Nilai Pretes
1. Kelas Eksperimen 2. Kelas Kontrol
Nilai rata-rata Nilai rata-rata
n = 31 n = 34
Σ FX = 88,5 Σ FX = 96,5
Σ FX2 = 278,5 ΣFX2=303,75

ΣFX 88 ,5 ΣFX 96 ,5
X = = = 2,85 X = = = 2,84
n 31 n 34
Standar deviasi Standar deviasi

n∑ X 1 − ( ∑ X 1 )
2 2
nΣFX − ( FX ) 2
S= S=
n( n −1) n( n − 1)

31 .( 278 ,25 ) − (88 ,5) 2


=
31 ( 31 −1)
= 0,92

34 .( 303 ,75 ) −(96 ,5) 2


=
34 ( 34 −1)
= 0,95

Varians Varians
S2 = 0,85 S2 = 0,90
B. Nilai Postes
A. KELAS EKSPERIMEN B. KELAS KONTROL
Nilai rata-rata Nilai rata-rata
n = 31 n = 34
Σ FX = 184 Σ FX = 164,5
Σ FX2 = 1236 ΣFX2=995,75

ΣFX 184 ΣFX 164 ,5


X = = = 5,94 X = = = 4,84
n 31 n 34

Standar deviasi Standar deviasi

n∑ X 1 − ( ∑ X 1 )
2 2
nΣFX − ( FX ) 2
S= S=
n( n −1) n( n − 1)

31 .(1236 ) − (184 ) 2 34 .( 995 ,75 ) − (164 ,5) 2


= =
31( 31 −1) 34 ( 34 −1)
= 2,19 = 2,46

Varians Varians
S2 = 4,80 S2 = 6,05
Lampiran 17
UJI NORMALITAS DATA
A. Data Pretes
Kelas Eksperimen Kelas Kontrol
Xi Fi Z i F (Z i ) S (Z i ) F ( Z i ) −S ( Z i ) Fi Zi F (Z i ) S (Z i ) F ( Z i ) −S ( Z i )
1,0 2 -2,01 0,0222 0,0465 0,0243 3 -1,93 0,0268 0,0880 0,0614
1,5 3 -1,47 0,0708 0,1271 0,0563 4 -1,41 0,0793 0,2059 0,1266
2,0 2 -0,93 0,1762 0,2743 0,0981 - - - - -
2,5 6 -0,38 0,3520 0,4761 0,1241 7 -0,36 0,3594 0,4118 0,0524
3,0 6 0,16 0,5636 0,6129 0,0493 6 0,17 0,5675 0,5882 0,0207
3,5 7 0,7 0,7580 0,8387 0,0807 8 0,70 0,7580 0,8235 0,0655
4,0 4 1,24 0,8925 0,9677 0,0751 6 1,22 0,8888 1,0000 0,1112
4,5 1 1,78 0,9625 1,0000 0,0375 - - - - -
LO = 0,1241 ; LTabel = 1,520 LO = 0,1266 ; LTabel = 1,591
LO < LTabel ; maka data berdistribusi normal LO < LTabel ; maka data berdistribusi normal

B. Data Postes
Kelas Eksperimen Kelas Kontrol
Xi Fi Z i F (Z i ) S (Z i ) F ( Z i ) −S ( Z i ) Fi Zi F (Z i ) S (Z i ) F ( Z i ) −S ( Z i )
1,5 - - - - - 3 -1,36 0,0869 0,0882 0,0013
2,0 1 -1,80 0,0359 0,0322 0,0037 3 -1,55 0,1251 0,1765 0,0514
2,5 2 -1,57 0,0582 0,0970 0,0388 1 -0,95 0,1711 0,2059 0,0348
3,0 3 -1,34 0,0901 0,1935 0,1034 - - - - -
3,5 1 -1,11 0,1335 0,2258 0,0923 - - - - -
4,0 2 -0,88 0,1894 0,2903 0,1009 4 -0,34 0,3669 0,3235 0,0434
4,5 1 -0,66 0,2548 0,3226 0,0678 6 -0,14 0,4443 0,5000 0,0557
5,0 1 -0,43 0,3336 0,3548 0,0212 2 0,07 0,5279 0,5588 0,0309
5,5 2 -0,20 0,4207 0,4194 0,0013 4 0,27 0,6064 0,6764 0,0700
6,0 2 -0,03 0,5120 0,4839 0,0281 2 0,47 0,6808 0,7353 0,0545
6,5 1 -0,26 0,6026 0,5161 0,0865 4 0,68 0,7517 0,8294 0,0777
7,0 5 0,49 0,6879 0,6774 0,0105 1 0,88 0,8106 0,8824 0,0718
7,5 2 0,71 0,7611 0,7419 0,0193 2 1,08 0,8599 0,9412 0,0813
8,0 3 0,94 0,8264 0,8387 0,0123 1 1,29 0,9015 0,9706 0,0691
8,5 3 1,17 0,8790 0,9355 0,0565 1 1,49 0,9919 1,0000 0,0681
9,0 2 1,40 0,9192 1,0000 0,0808 - - - - -
LO = 0,1034 ; LTabel = 1,520 LO = 0,0777 ; LTabel = 1,591
LO < LTabel ; maka data berdistribusi normal LO < LTabel ; maka data berdistribusi normal

Lampiran 18
UJI HOMOGENITAS DATA
A. Uji homogenitas data pretes
Varians kelas eksperimen (S12) = 0,85
Varians kelas kontrol (S22) = 0,90
VariansTer besar
F hitung =
Varianster kecil
0.90
= = 1,059
0.85
Untuk α = 0,10 dan Ftabel = F1/2α (n1 – 1, n2 – 1), dk pembilang =33 dan dk
penyebut 30 tidak ada dalam daftar distribusi F, maka untuk mencari harga Ftabel
dilakukan dengan interpolasi sebagai berikut :
Untuk dk = 30 dan α = 0,10 didapat F0,05 (30,30) = 1,84
Untuk dk = 40 dan α = 0,10 didapat F0,05 (30,40) = 1,79
Untuk dk = 30 dan α = 0,10 F0,05 (30,30) = R
( 33 − 30 ) (1,79 −1,84 )
R = 1,84 +
( 40 − 30 )
3
= 1,84 + ( − 0,05 )
10
= 1,825
Dari perhitungan diperoleh Fhitung =1,059 dan Ftabel = 1,825. karena Fhitung < Ftabel
maka data petes kelas eksperimen dan kelas kontrol homogen.
B. Uji homogenitas data postes.
Varians kelas eksperimen (S12) = 4,80
Varians kelas kontrol (S22) = 6,05
VariansTer besar
F hitung =
Varianster kecil
6,05
= 4,80

= 1,260
Dari perhitungan diperoleh Fhitung =1,260 dan Ftabel =1,825. karena Fhitung < Ftabel
maka data postes kelas eksperimen dan kelas kontrol homogen.
Lampiran 19
UJI HIPOTESIS
1. Uji kesamaan dua rata-rata pretes
Ho ; X 1 = X 2 Ha ; X 1 ≠ X 2

X 1 = 2,85 X 2 = 2,84 n = 31
S12 = 0,85 S22 = 0,90 n = 34

S2 =
( n1 −1) S12 + ( n2 −1) S2 2 X1 − X 2
n1 + n2 − 2 t=
1 1
S2 =
( 31 −1).0,85 + ( 34 −1).0,90 S +
n1 n2
31 + 34 − 2
2,85 − 2,84
25 ,62 + 29 ,832 t=
S2 = 1 1
63 0,94 +
31 34
S = 0,88
2

t = 0,046
S = 0,94

Untuk ttabel pada taraf signifikan α = 0,05, dk = (n1 + n2 – 2) = 63 tidak ada


dalam daftar distribusi t, tetapi berada diantara dk = 60 dan dk =120. maka untuk
mencari harga ttabel dilakukan dengan interpolasi linier sebagai berikut :
Untuk dk = 60 dan α = 0,05 didapat t1-1/2α = t(0,975) = 2,00
Untuk dk = 120 dan α = 0,05 didapat t1-1/2α = t(0,975) = 1,98
Untuk dk = 63 dan α = 0,05 didapat t1-1/2α = t(0,975) = R
63 − 60
Maka R = 2,00 + (1,98 − 2,00 )
120 − 60
R = 2,00 + (-0,001)
R = 1,94
Jadi t(0,975,63) = 1,94
Dari perhitungan diperoleh thitung = 0,046 dan ttabel = 1,94. karena thitung < ttabel
maka dapat disimpulkan bahwa tidak ada perbedaan kemampuan awal yang
signifikan antara kelas eksperimen dan kelas kontrol sebelum diberikan
pembelajaran.
2. Uji Satu pihak rata-rata postes
H O ; X1 ≤ X 2 H a ; X1 > X 2

X 1 = 5,94 X 2 = 4,84 n1 = 31
S12 = 4,80 S22 = 6,05 n2 = 34

S2 =
( n1 −1) S12 + ( n2 −1) S 2 2
n1 + n2 − 2

S2 =
( 31 −1).4,80 + ( 34 −1)6,05
31 + 34 − 2
143 ,88 + 199 ,68
S2 =
63
S = 2,36

X1 − X 2
t =
1 1
S +
n1 n2
5,94 − 4,84
t =
1 1
2,36 +
31 34
t = 1,878

Syarat t < t1−α maka terima H o dan tolak H o jika t mempunyai harga-
harga lain. Derajat kebebasan untuk distribusi t adalah (n1 + n2 – 2) dengan
peluang . karena ttabel untuk α = 0,05 dan (n1 + n2 – 2) = 63 berada diantara dk
60 dan 120 maka ttabel dihitung dengan interpolasi linear, yaitu:
Untuk dk= 60 didapat t1−α =167
Untuk dk= 120 didapaat t1−α = 1,66
63 − 60
ttabel =1,67 + (1,66 −1,67 )
120 − 60

= 1,67 + (0,05). (-0,01)


= 1,655
Karena t > t(1−α) = 1,878 > 1,665 maka H O
ditolak dan H a diterima,
sehingga ada pengaruh dari pembelajaran Strategi Genius Learning.
Lampiran 26
Angket Siswa
Nama : ………………………..
Sekolah : ………………………..
Kelas : ………………………..

Tandai jawaban yang kamu pilih untuk setiap pertanyaan. Jawaban boleh
lebih dari satu.

A. Minat siswa terhadap pelajaran fisika


1. Mata pelajaran yang kamu gemari:
Bahasa indonesia
Fisika
Sejarah
Matematika
Lain- lain (……………………………………………………………)
2. Bagaimana pendapatmu tentang mata pelajaran fisika? Tuliskan alasanmu.
a) Mudah dan menyenangkan
b) Sulit dan kurang menarik
c) Biasa saja
d) Lain- lain
(……………………………………………………………)
3. Mata pelajaran yang kurang di gemari:
Fisika
Matematika
Olah raga
Bahasa inggris
Lain- lain (……………………………………………………………)
4. Ada berapa buku panduan fisika yang kamu miliki?
a) Tidak punya
b) Satu buku
c) Dua buku
d) Lain- lain (……………………………………………………………)

B. Kegiatan belajar mengajar fisika di sekolah


5. Bagaimana kegiatan belajar- mengajar fisika yang selama ini berlangsung
di kelas mu?
a) Mencatat dan mengerjakan soal- soal
b) Melakukan eksperimen
c) Berdiskusi dan tanya jawab
d) Lain- lain (……………………………………………………………)
6. Bagaimana cara belajar fisika di kelas yang kamu inginkan?
a) Banyak praktikum dan demonstrasi
b) Banyak mengerjakan soal
c) Belajar sambil bermain
d) Lain- lain (……………………………………………………………)
7. Bagaimana pendapatmu tentang kegiatan belajar- mengajar pada mata
pelajaran fisika di kelasmu?
a) Menarik dan menyenangkan
b) Sulit di pahami dan membosankan
c) Biasa saja
d) Lain- lain (……………………………………………………………)

C. Profil guru fisika


8. Bagaimana pendapatmu tentang guru fisika yang mengajar di kelasmu?
a) Ramah dan baik hati
b) Tegas dan berwibawa
c) Galak dan jarang senyum
d) Lain- lain (……………………………………………………………)
9. Bagaimana profil guru fisika yang kamu inginkan?
a) Ramah dan bersahabat
b) Tegas dan berwibawa
c) Pendiam dan jarang tersenyum
d) Lain- lain (……………………………………………………………)

D. Nilai fisika siswa


10. Bagaimana nilai fisika yang kamu peroleh selama ini?
a) Tidak memuaskan ( 0-4 )
b) Memuaskan ( 8-9 )
c) Cukup memuasakan ( 5-7 )
d) Sangat memuaskan ( 10 )
11. Apa yang kamu harapkan dengan nilai fisika mu yang akan datang?
a) Lebih baik lagi
b) Sudah cukup puas dengan nilai yang ada
c) Tidak peduli
d) Lain- lain
(……………………………………………………………)

Tanjung pura, 2008


Responden

(………………………..)
Lampiran 27

DATA HASIL OBSERVASI ANGKET SISWA

Nama Sekolah : MTs- Azizi Medan


Jumlah Responden : 36 orang
Tanggal Pengambilan Data : 17 Maret 2008

A. Minat siswa terhadap pelajaran fisika

No Pertanyaan Jawaban Jumlah


Responden
1. Mata pelajaran yang a. Fisika 4 orang
digemari b. Lain- lain 32 orang
2. Mata pelajaran yang a. Fisika 11 orang
kurang digemari b. Lain- lain 15 orang
3. Pendapat tentang a. Mudah dan menyenangkan 2 orang
mata pelajaran fisika b. Sulit dan kurang menarik 24 orang
c. Biasa saja 3 orang
d. Mudah- mudah rumit 7 orang
4. Jumlah buku a. Empat buku -
panduan pelajaran b. Dua buku 2 orang
fisika yang dimiliki c. Satu buku 31 orang
d. Tidak punya 3 orang

B. Kegiatan belajar mengajar disekolah

No Pertanyaan Jawaban Jumlah


Responden
5. Kegiatan belajar a. Mencatat dan mengerjakan 28 orang
mengajar yang soal
selama ini b. Melakukan eksperimen 1 orang
berlangsung c. Berdiskusi dan tanya jawab 3 orang
disekolah d. Tidak berpendapat 3 orang
e. Semua pilihan jawaban 1 orang
6. Cara belajar fisika a. Banyak praktikum dan 9 orang
yang diinginkan demonstrasi
b. Banyak mengerjakan soal 3 orang
c. Belajar sambil bermain 15 orang
d. Santai tapi serius 5 orang
e. Praktikum, demonstrasi, 4 orang
belajar sambil bermain
f. Tidak berpendapat -

7. Pendapat tentang a. Menarik dan menyenangkan 2 orang


kegiatan belajar b. Sulit dipahamimembosankan 18 orang
mengajar yang selama c. Biasa saja
ini berlangsung d. Kadang menarik, kadang 4 orang
disekolah membosankan 10 orang
e. Kurang suka 2 orang

C. Profil guru fisika

No Pertanyaan Jawaban Jumlah


Responden
8. Pendapat tentang a. Ramah dan baik hati 3 orang
guru fisika yang b. Tegas dan berwibawa 16 orang
mengajar dikelas c. Galak dan jarang senyum 5 orang
d. Kurang senyum tapi ramah 10 orang
e. Galak, jarang tersenyum, 2 orang
tegas dan berwibawa
9. Profil guru fisika a. Ramah dan bersahabat 10 orang
yang diinginkan b. Tegas dan berwibawa 8 orang
c. Pendiam dan jarang senyum -
d. Baik, ramah, murah senyum, 18 orang
tegas dan berwibawa

D. Nilai fisika siswa

No Pertanyaan Jawaban Jumlah


Responden
10. Nilai fisika yang a. Tidak memuaskan ( 0-5 ) 4
diperoleh b. Cukup memuaskan ( 6-7 ) 29
c. Memuaskan ( 8-9 ) 3
11. Harapan terhadap a. Lebih baik lagi 34
nilai fisika yang akan b. Sudah cukup puas dengan 2
datang nilai yang ada