Anda di halaman 1dari 3

MAKALAH KOMPETENSI PROFESIONAL

Disusun oleh kelompok 1B


Anggota:
1. Febriansyah (06091003022)
2. Yohanes Bayu Aditya (06091003023)
3. Forta Oktariansyah (06091003035)
4. Andika Bimantara (06091003036)
5. Sapri (06091003043)
Mata kuliah: Profesi Kependidikan

Program Studi Pendidikan Ekonomi Akuntansi


Fakultas Keguruan dan Ilmu kependidikan
Universitas Sriwijaya, Indralaya
Kompetensi Profesional
Pendahuluan
Guru adalah profesi strategis untuk menuju terciptanya pendidikan yang bermartabat,
yang pada gilirannya akan tercipta generasi yang memiliki SDM handal. Tapi ada keanehan
dan telah menjadi fenomena pada masyarakat bahkan sekolah, bahwa umumnya siswa cerdas
enggan untuk memilih professi guru. Tidak jarang sebagian guru sendiri yang menganjurkan
anak didik mereka yang cerdas agar memilih karir selain guru.
Saat sebagian diantara mereka yang memilih bidang pendidikan dan mereka menjadi
mahasiswa, mereka belajar banyak teori tentang pedagogik, psikologi perkembangan dan
ilmu-ilmu lain, dengan tumpukan buku yang menggunung. Setelah menyelesaikan sejumlah
mata kuliah dalam jumlah tertentu dan tugas akhir maka mereka punya hak untuk wisuda dan
menyandang predikat S.Pd (Sarjana Pendidikan) dan berkarir sebagai guru di sekolah.
Tetapi setelah menjadi guru dan meleburkan diri dalam kehidupan masyarakat
sekolah, fenomena di lapangan, yang terjadi adalah “quality deterioration” dan mereka
terhenti untuk belajar serta puas dengan ijazah keguruan yang telah mereka sandang. Buku
bukan lagi menjadi sarapan pagi, begitu juga dalam membaca koran, majalah dan jurnal.
Mereka mengajar hanya dengan mengandalkan buku-buku teks usang yang dipinjam dari
perpustakaan sekolah Bahkan sebagian dari mereka dalam menyambut kehadiran teknologi,
seperti internet, komputer, laptop, LCD dan lain-lain kurang bergairah dan kurang tertarik
untuk ikut mengaplikasikannya. Mereka bersembunyi dibalik kata-kata “sibuk” sehingga
pada akhirnya mereka menjadi guru-guru yang gaptek. Tidak hanya sampai disitu, dewasa ini
banyak yang juga senang untuk mengejar penampilan daripada meningkatkan kompetensi
profesi sebagai guru.
Tidaklah berdosa bila seorang guru juga mengejar dan memenuhi kebutuhan
penampilan. Guru juga manusia biasa, Tapi semua itu harus dibarengi juga dengan
kepedulian untuk menajamkan kemampuan kompetensi mereka sebagai guru yang
professional Untuk menjadi profesional, seorang guru dituntut memiliki empat hal, yakni:
1. Guru mempunyai komitmen pada siswa dan proses belajarnya. Ini berarti bahwa komitmen
tertinggi guru adalah kepada kepentingan siswanya.
2. Guru menguasai secara mendalam bahan/mata pelajaran yang diajarkan serta cara
mengajarkannya kepada siswa. Bagi guru, hal ini meryupakan dua hal yang tidak dapat
dipisahkan.
3. Guru bertanggung jawab memantau hasil belajar siswa melalui berbagai teknik evaluasi,
mulai cara pengamatan dalam perilaku siswa sampau tes hasil belajar.
4. Guru mampu berpikir sistematis tentang apa yang dilakukannya, dan belajar dari
pengalamannya. Artinya, harus selalu ada waktu untuk guru guna mengadakan refleksi dan
koreksi terhadap apa yang telah dilakukannya. Untuk bisa belajar dari pengalaman, ia harus
tahu mana yang benar dan salah, serta baik dan buruk dampaknya pada proses belajar siswa.

Pembahasan

Kompetensi guru merupakan istilah untuk seperangkat pengetahuan, keterampilan,


dan perilaku yang harus dimiliki, dihayati dan dikuasai oleh guru dalam melaksanakan tugas
profesional. Dalam pasal 10, Undang-undang nomor 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen
dinyatakan bahwa kompetensi pendidik itu meliputi empat jenis, yaitu kompetensi pedagogik,
kompetensi profesional, kompetensi kepribadian, dan kompetensi sosial. Ciri dan kualitas
keprofesionalan seorang guru dapat diukur dari empat kompetensi tersebut.
Kompetensi profesional adalah kompetensi atau kemampuan yang berhubungan
dengan penyesuaian tugas-tugas keguruan. Kompetensi ini merupakan kompetensi yang
sangat penting. Oleh sebab langsung berhubungan dengan kinerja yang ditampilkan. Oleh
sebab itu, tingkat keprofesionalan seorang guru dapat dilihat dari kompetensi sebagai berikut:
(1) kemampuan untuk menguasai landasan kependidikan, misalnya paham akan tujuan
pendidikan yang harus dicapai baik tujuan nasional, institusional, kurikuler dan tujuan
pembelajaran;
(2) pemahaman dalam bidang psikologi pendidikan, misalnya paham tentang tahapan
perkembangan siswa, paham tentang teori-teori belajar;
(3) kemampuan dalam penguasaan materi pelajaran sesuai dengan bidang studi yang
diajarkannya;
(4) kemampuan dalam mengaplikasikan berbagai metodologi dan strategi pembelajaran;
(5) kemampuan merancang dan memanfaatkan berbagai media dan sumber belajar;
(6) kemampuan dalam melaksanakan evaluasi pembelajaran;
(7) kemampuan dalam menyusun program pembelajaran;
(8) kemampuan dalam melaksanakan unsur penunjang, misalnya administrasi sekolah,
bimbingan dan penyuluhan dan;
(9) kemampuan dalam melaksanakan penelitian dan berpikir ilmiah untuk meningkatkan
kinerja.