Anda di halaman 1dari 8

HUBUNGAN ANTARA ILMU IMAN DAN AMAL

(FILSAFAT ILMU)

DOSEN PEMBIMBING: Drs. AINUR ROFIK, M.Ag

Disusun Oleh:

WAHYUDI AMAN NUR ERNA WIDIAWATI


ADIT MUSAMIL SUHARTININGSIH
UFRON FURADANA WIWID
SANIDIN NURUL BADRIYAH
MUHAMMAD FATHATUL JANNAH
KHALIQ ROBIATUL ADAWIYAH
ANIS TINA HANDAYANISUNARTO
IMAM SYAFI’I

SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM AL–QODIRI JEMBER


STAI AL–QODIRI
2009

i
KATA PENGANTAR

Segala puji bagi Allah SWT Tuhan semesta alam. Shalawat serta salam
semoga di limpahkan kepada Rosulullah SAW. Penulis bersyukur kepada Ilahi Rabbi
yang telah memberikan hidayahnya serta taufiknya kepada penulis sehingga makalah
ini bisa selesai meski jauh dari sempurna.
Penulis atau penyusun mengharap saran dan kritik konstruktif dari para
pembaca agar penyusun dapat membuat makalah yang lebih baik.
Mudah–mudahan makalah ini bermanfaat bagi penyusun pada khususnya dan
para pembaca pada umumnya.

Jember, Juni 2009


Penyusun

ii
DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL........................................................................................ i
KATA PENGANTAR...................................................................................... ii
DAFTAR ISI ................................................................................................... iii
BAB I PENDAHULUAN.......................................................................... 1
1.1 Latar Belakang.......................................................................... 1
1.2 Rumusan Masalah..................................................................... 1
1.3 Tujuan Penulisan Makalah ....................................................... 1

BAB II PEMBAHASAN............................................................................. 2
2.1 Definisi atau Pengertian Tentang Ilmu .................................... 2
2.2 Hubungan Imbal Balik ilmu, Iman dan Amal........................... 2

BAB III PENUTUP....................................................................................... 5


3.1 Kesimpulan............................................................................... 5
3.2 Saran......................................................................................... 5

DAFTAR PUSTAKA....................................................................................... 6

iii
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Islam sebagai agama tidak hanya memuat seperangkat konsep–konsep ideal
(ilmu). Tetapi juga memuat seperangkat amal praktek untuk diaktualisasikan
(diterapkan) dalam kehidupan sosial kemasyarakat. Oleh karena itu, iman yang
merupakan bagian integral dari ajaran islam pengertiannya harus secara menyeluruh
(komprehensif) dan terpadu.
Itulah tiga hal yang harus senantiasa dijadikan prinsip dalam hidup kita.
Hidup manusia tidak akan sempurna apabila salah satu dari iman, ilmu dan amal tidak
dimiliki, di asah, dan diperbaiki.
Keyakinan kalau tidak ada amal perbuatan, tidak ada artinya begitu juga ilmu
yang tidak melahirkan amal umat shaleh dalam kehidupan tidak ada artinya.

1.2 Rumusan Masalah


Ada beberapa rumusan masalah yang kami jadikan pokok bahasan murahan
ini:
1. Apakah definisi atau pengertian ilmu?
2. Seberapa jauh hubungan imbal balik antara ilmu, iman dan amal.
3. Bagaimanakah dampak iman dan amal dalam kehidupan.

1.3 Tujuan Penulisan Makalah


Apapun tujuan rumusan makalah ini antara lain:
1. Untuk mengetahui, kedudukan ilmu menurut islam dalam kehidupan.
2. Agar dapat mengetahui pentingnya ilmu, iman dan amal shaleh.
3. Agar mengetahui hubungan iman dan amal shaleh juga dampak–dampaknya.

1
BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Definisi (Pengertian) Tentang Ilmu


Ilmu merupakan kata yang berasal dari bahasa Arab, masdar dari: alima ya’
lamu yang berarti tahu atau mengetahui dalam bahasa Inggris ilmu biasanya
dipadankan dengan kata science. Dalam bahasa Indonesia kata science umumnya
diartikan ilmu tapi sering juga diartikan dengan ilmu pengetahuan.
Ilmu adalah pengetahuan tentang sesuatu bidang yang disusun secara
bersistem menurut metode–metode tertentu yang dapat di gunakan untuk
menerangkan gejala–gejala tertentu di bidang pengetahuan itu.

2.2 Seberapa Jauh Hubungan Ilmu, Iman dan Amal Shaleh


Ajaran Islam sebagai mana tercermin dari Al-qur'an sangat kental dengan
nuansa–nuansa yang berkaitan dengan ilmu, ilmu menempati kedudukan yang sangat
penting dalam ajaran islam.
Keimanan yang dimilikioleh seseorang akan jadi pendorong untuk menuntut
ilmu, sehingga posisi orang yang beriman dan berilmu berada pada posisi yang tinggi
dihadapan Allah. Yang berarti juga rasa takut kepada Allah akan menjiwai seluruh
aktivitas kehidupan manusia untuk beramal shaleh. Dengan demikian nampak jelas
bahwa keimanan yang dibarengi dengan ilmu akan membuahkan amal–amal shaleh.
Nurcholis Majid menyatakan bahwa keimanan dan amal perbuatan beserta ilmu
membentuk segi tiga pola hidup yang kokoh.
Ilmu, iman dan amal shaleh faktor menggapai kehidupan bahagia. Ketenangan
hati, kebahagiaannnya dan hilangnya kegundahan adalah keinginan setiap orang,
dengan itulah kehidupan yang baik, perasaan senang dan tentram dapat dicapai.

2.3 Bagaimanakah Dampak Iman dan Amal Dalam Kehidupan


Ada kalanya, usaha bebas itu baik dan sesuai dengan keimanan, ada kalanya
tidak baik dan bertentangan dengan arah keimanan, usaha baik akan berpengaruh
positif dalam memperkokohkan iman dan menerangi hati. Sedangkan usaha buruk
akan menyebabkan lemahnya iman dan gelapnya hati.
Perlu kami ulang bahwa iman adalah kondisi jiwa yang timbul atas dasar
pengetahuan dan kecenderungan. Iman ini menuntut sang mu’min agar bertekat dan
berkehendak secara global untuk komitmen pada konsekuensi–konsekuensinya, juga
dituntut agar melakukan perbuatan yang sesuai dengan imannya. Oleh karena itu,

2
seseorang yang mengetahui hakekat sesuatu, namun bermaksud tidak mengamalkan
konsekuensinya dari pengetahuan itu, sebenarnya ia belum beriman kepada sesuatu
itu. Begitu pula orang yang ragu untuk mengamalkannya.
Faktor paling penting dan paling mendasar untuk menggapai bahagia adalah:
“Barang siapa yang mengerjakan amal shaleh, baik laki–laki maupun perempuan
dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan kami berikan kepadanya
kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan kami beri balasan kepada mereka
dengan pahala yang lebih baik dari apa yang mereka telah kerjakan.” (QS: An–Nahl:
97).
Alhasil dalam ayat ini Allah SWT memberitakan dan menjanjikan yang dapat
bagi orang yang dapat mengumpulkan antara iman dan amal shaleh untuk
mendapatkan kehidupan yang baik di dunia ini dan balasan yang baik pula didunia
dan akhirat.

3
BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan

3.2 Saran

4
DAFTAR PUSTAKA

Departemen Agama RI, Al-qur'an dan terjemahannya, edisi 1989.


Al Ghazaly, Abu Hamid, Ihya’ Ulum Ad–din (Semarang)
Drs. Mulyadi, Aqidah Ahlak. Toha Putra Semarang. 2007.
Abdullah Hamid Hakim Assalam Sa’adiyah Putra Jakarta 1989.
Majalah Kreatifitas Santri Al–Khairat Bata–Bata 1997.