Anda di halaman 1dari 17

MAKALAH

ANTROPODA

Disusun oleh:

 AGUS RIYANTO

 MEGALIYA MALLAU Y

 TEGUH WALUYO

 WILLY MAULANA

Prodi :DIII KEPERAWATAN

KELOMPOK : F

STIKES MUHAMMADIYAH KUDUS

TAHUN 2011
KATA PENGANTAR

Syukur alhamdulillah kami panjatkan kehadirat Allah SWT karena atas


berkat, rahmat, dan hidayahnya sehingga makalah ini dapat selesai sebagaimana
yang kami harapkan.
Ada hal yang mendasar dari penyusunan makalah ini, yakni latar
belakang, dalam penyusunan makalah ini. Hampir 90% seluruh jenis hewan
yang dikenal manusia adalah Arthropoda. Tentunya dengan hal ini
membuktikan bahwa jumlah phylum Arthropoda merupakan jumlah yang cukup
besar dan cukup unik untuk diteliti dan dibahas tentang ciri-cirinya,
klasifikasinya, serta peranannya bagi kehidupan manusia. Selain itu Arthropoda
sangat mudah kita temui dalam kehidupan sehari-hari, sehingga mempermudah
untuk kita mencocokkan hasil penelitian para ahli tentang phylum Arthropoda
ini. Dan tentunya dapat menjadi pembelajaran yang sanagt berharga bagi kita,
khususnya para siswa.
Kemudian dengan selesainya makalah ini, kami menghaturkan rasa
terima kasih kepada dosen yang telah membimbing kami dalam penyusunan
makalah ini. Khususnya kepada dosen mata pelajaran ini. Semoga malakah
yang telah kami susun ini dapat bermanfaat bagi kami dan bagi para pembaca
pelajar yang sedang menuntut ilmu.

Kudus, 16 maret 2011

Penulis
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Arthropoda berasal dari kata arthron yang berarti ruas, dan podos yang
berarti kaki. Jadi Arthropoda dapat diartikan hewan yang kakinya beruas-
ruas. Merupakan hewan kelompok terbesar dalam arti jumlah species
maupun penyebarannya. Hampir 90% dari seluruh jenis hewan yang
diketahui orang. Bagian dalamnya terdiri atas homosel yang berisi
homolimfe dengan organ-organ dalam mengapung didalamnya. Sebagian
besar artropoda terdiri atas kepala, toraks, dan abdomen. Arthropoda di bagi
menjadi emat kelas yakni :
a. Insecta atau serangga (Hexapoda)
b. Arachnida atau labah-labah
c. Myriapoda atau lipan (kaki seribu)
d. Crustacea atau Udang-udangan

B. TUJUAN
a. Tujuan Umum
Untuk mengetahi lebih mendalam, tentang sifat dan ciri-ciri arthropoda,
bentuk-bentuk, dan infeksi yang di akibatkan oleh arthropoda.
b. Tujuan khusus
Mengetahui lebih mendalam tentang virus-virus yang di akibatkan oleh
arthropoda dan bentuk-bentuk dari hewan arthropoda sendiri
BAB II
ISI
A. Sifat Umum Arthropoda

Arthropoda berasal dari kata arthron yang berarti ruas, dan podos yang
berarti kaki. Jadi Arthropoda dapat diartikan hewan yang kakinya beruas-
ruas.
Merupakan hewan kelompok terbesar dalam arti jumlah species maupun
penyebarannya. Hampir 90% dari seluruh jenis hewan yang diketahui
orang. Bagian dalamnya terdiri atas homosel yang berisi homolimfe
dengan organ-organ dalam mengapung didalamnya. Sebagian besar
artropoda terdiri atas kepala, toraks, dan abdomen. Pada kelas insekta
toraks dibagi dalam tiga segmen. Pada segmen-segmen ini terdapat
umbai-umbai yang dipergunakan untuk pergerakan.
Bentuk kepala pada umumnya sferis dan dihubungkan dengan toraks oleh
leher yang kecil. Kepala mempunya sepasang mata yang sering berbentuk
majemuk dengan faset. Alat tambahan utama pada kepala ialah sepasang
antena.
Bagian mulut terdiri atas labrum, bibir, sepasang rahang atas dan
sepasang rahang bawah. Pada kelas insekta dan sepasang kali sera dan
sepasang pedipalp pada kelas arachnida.
Susunan saraf terdiri atas otak dan sepasang urat saraf yang letaknya di
bagian ventral.sistem peredaran terdiri atas jantung yang berbentuk pipa
yang letaknya dibagian dorsal dan dapat memompa darah dalam hemosel.
Sistem ekskresi terdiri atas tabung malphigi yang mengumpulkan hasil
ekskresi dari hemosel dan di keluarkan dalam usus belakang ( hindgut )
dan artropda dapat menularkan penyakit secara mekanik dan biologis.

Adapun ciri-ciri umum dari Arthropoda lain adalah sebagai berikut:


1) Tubuh beruas-ruas yang terbagi atas kepala (caput), dada (thoraks), dan
badan belakang (abdomen). Beberapa diantaranya ada yang memiliki
kepala dan dada yang bersatu (cephalothoraks).
2) Bentuk tubuh simetris bilateral
3) Rangka luar keras tersusun atas zat kitin
4) Sifat hidup ada yang parasit, heterotropik, dan hidup secara bebas
5) System peredaran darah terbuka (system lakuner) dan alat
peredarannya berupa jantung dan pembuluh-pembuluh darah terbuka
6) Alat pernapasan berupa trakea, insang, dan paru-paru yang merupakan
lembaran paru-paru
7) Alat pencernaan makanan lengkap terdiri atas mulut, kerongkongan
usus, dan anus
8) Sistem reproduksi terpisah, artinya ada hewan jantan dan ada hewan
betina. Reproduksi terjadi secara seksual dan aseksual (partenogenesis
dan paedogenesis)
9) System saraf berupa tangga tali dan alat peraba berupa antena
10) hidupnya di darat dan di air.

B. Morfologi

Lalat Pasir

Lalat ini berukuran sangat kecil, kira-kira 5mm, sayap dan badan
dilingkupi oleh bulu-bulu halus.

Lalat Hitam

Lalat ini berukuran kecil, 1-5mm dan pada umumnya mempunyai bentuk
yang membungkuk.

Lalat Tsetse

Lalat ini besar, berwarna kekuning kuningan sampai kecoklat coklatan,


berukuran 6-15mm.

Pinjal

Bentuk pinjal pipih lateral tanpa sayap, letak antena dicelah bagian
kepala, kakonya panjang dan berotot untuk dipakai meloncat, telurnya
diletakkan dalam liyang dan larvanya seperti belatung.

Tungau

Mempunyai bentuk sangat kecil dan ada yang hanya dapat dilihat dengan
mickroskop. Sefalotoraks dan abdomen menjadi satu tanpa ada batas-
batas jelas, bagian mulut mempunyai kalisera.
Sengkenit

Memiliki hipostom dengan gigi yang besar dan melengkung untuk


menusuk dan melekat pada jaringan hospes, sengkenit biasanya sembunyi
di celah-celah pada siang hari.

C. Bentuk Infeksinya

Infeksi (penyakit) organisme penyebap vektor /


nama umum
Infeksi virus
Penyakit demam kuning virus demam kuning nyamuk
Demam berdarah dengue virus dengue nyamuk
Ensefalitis jepang virus Ej nyamuk
Ensefalitis lembah murray virus ELM nyamuk
Ensefalomielitis equen barat virus EEB nyamuk

Ensefalomielitis equen timur virus EET nyamuk


Chikumunya virus cikumunya nyamuk
O’nyong-nyong virus O’nyong-nyong nyamuk
Ensefalitis sengkenit (eropa) virus Eet sengkenit
Ensefalitis sengkenit(rusia) virus EST sengkenit
Penyakit rimba kyasanur virus PRK sengkenit
Demam berdarah OMSK virus DBO sengkenit
Demam sengkenit colorado virus DSC sengkenit
Demam limbah rift virus lembah rift nyamuk
Demam berdarah epidemik virus DBE tungau
Demam lalat pasir virus lalat pasir lalat pasir
Infeksi Bakteri dan Ricketsia
Tifus sengkenit Rickettsia ricketsi sengkenit
Tifus sengkenit queensland R. Australis sengkenit
Demam Q Coxieiella burnetti sengkenit
Tularenia Pasteurella tularensis sengkenit
Tifus semak R. Tsutsugamushi tungau
Tifus epidemik R. Prowazeki tuma
Demam relaps B. Recurrenlis tuma
Tifus epidemik (murin) R. Mooser pinjal
Sampar, pes yersinia pestis pinjal
Demam oroya bartonella bacilliformis lalat pasir
Infeksi Protozoa
Malaria plasmodium SPP nyamuk
Kala-azzar leishmania donovani lalat pasir
Luka oriyental L. Tropica lalat pasir
Penyakit chagas trypanosoma cruzi tria toma
Penyakit tidur T.rhodesiense lalat tsetse
Babesiosis Babesia SPP sengkenit
Infeksi Cacing
Filariasis (wuchereriasis) Wuchereria bancrofti nyamuk
Filariasis (brugiasis) Brugia malayi nyamuk
Filariasis (dirofillariasis) Dirofilaria SPP nyamuk
Filariasis (dipetalonemiasis) Dipetalonema perstans lalat sambar mata
Filariasis (dipetalonemiasis) D.streptocerca lalat sambar mata
Filariasis (mansonelosis) Mansonella ozzardi lalat sambar mata
Onchocerciasis Onchocerca volvulus lalat hitam
Loaiasis Loa loa lalat rusa
D. Klasifikasi

Arthropoda diklasifikasikan menjadi 4 kelas, yaitu:


a) Insecta atau serangga (Hexapoda)
b) Arachnida atau labah-labah
c) Myriapoda atau lipan (kaki seribu)
d) Crustacea atau Udang-udangan

Insecta atau serangga

Insecta (dalam bahasa latin, insecti =


serangga). Banyak anggota hewan ini
sering kita jumpai disekitar kita, misalnya
kupu-kupu, nyamuk, lalat, lebah, semut,
capung, jangkrik, belalang,dan lebah.Ciri
khususnya adalah kakinya yang berjumlah
enam buah. Karena itu pula sering juga
disebut hexapoda.
Insecta dapat hidup di bergagai habitat,
yaitu air tawar, laut dan darat.Hewan ini merupakan satu-satunya
kelompok invertebrata yang dapat terbang.Insecta ada yang hidup bebas
dan ada yang sebagai parasit.
Tubuh Insecta dibedakan menjadi tiga bagian, yaitu kaput, toraks, dan
abdomen.Kaput memiliki organ yang berkembang baik, yaitu adanya
sepasang antena, mata majemuk (mata faset), dan mata tunggal
(oseli).Insecta memiliki organ perasa disebut palpus.
Insecta yang memiliki syap pada segmen kedua dan ketiga.Bagian
abdomen Insecta tidak memiliki anggota tubuh. Pada abdomennya
terdapat spirakel, yaitu lubang pernapasan yang menuju tabung
trakea.Trakea merupakan alat pernapasan pada Insecta.Pada abdomen
juga terdapat tubula malpighi, yaitu alt ekskresi yang melekat pada
posterior saluran pencernaan.Sistem sirkulasinya terbuka.Organ
kelaminnya dioseus.

Perkembangan Insecta dibedakan menjadi tiga :


1. Pertama Ametabola adalah perkembangan yang hanya berupa
pertambahan ukuran saja tanpa perubahan wujud.Contohnya kutu
buku (lepisma saccharina)
2. Kedua Hemimetabola adalah tahap perkembangan Insecta yang
tidak sempurna, dimana Insecta muda yang menetas mirip dengan
induknya, tetapi ada organ yang belum muncul, misalnya
sayap.Sayap itu akan muncul hingga pada saat dewasa hewan
tersebut.
Insecta muda disebut nimfa.Ringkasan skemanya adalah telur –
nimfa (larva) – dewasa (imago).Contoh Insecta ini adalah belalang,
kecoa (periplaneta americana), jangkrik (gryllus sp.), dan walang
sangit (leptocorisa acuta).
3. Ketiga Holometabola adalah perkembangan Insecta dengan setiap
tahap menunjukan perubahan wujud yang sanagt berbeda
(sempurna).

Tahapnya adalah sebagai berikut ; telur – larva – pupa – dewasa.Larvanya


berbentuk ulat tumbuh dan mengalami ekdisis beberapa kali.
Setalah itu larva menghasilkan pelindung keras disekuur tubuhnya untuk
membentuk pupa..Pupa berkembang menjadi bagian tubuh seperti antena,
sayap, kaki, organ reproduksi, dan organ lainnya yang merupakan struktur
Insecta dewasa.Selanjutnya, Insecta dewasa keluar dari pupa.Contoh
Insecta ini adalah kupu-kupu, lalat, dan nyamuk.

Berdasarkan sayap,Insecta dibedakan menjadi dua sub-kelas :


1. Pertama Apterigota (tidak bersayap), tubuh apterigota berukuran
kecil sekitar 0,5 cm dan memiliki antena panjang.Umumnya
berkembang secara ametabola.Contoh hewan kelas ini adalah kutu
buku.
2. Kedua Pterigota (bersayap), merupakan kelompok insecta yang
sayapnya berasal dari tonjolan luar dinding tubuh yang disebut
Eksopterigota.Kelompok lain yang sayapnya berasal dari tonjolan
dalam dinding tubuh disebut Endopterigota.
Arachnida atau labah-labah

Arachnoidea (dalam bahasa yunani, arachno = laba-laba) disebut juga


kelompok laba-laba, meskipun anggotanya bukan laba-laba saja.
Kalajengking adalah salah satu contoh kelas Arachnoidea yang
jumlahnya sekitar 32 spesies. Ukuran tubuh Arachnoidea bervariasi, ada
yang panjangnya lebih kecil dari 0,5 mm sampai 9 cm. Arachnoidea
merupakan hewan terestrial (darat) yang hidup secara bebas maupun
parasit. Arachnoidea yang hidup bebas bersifat karnivora.Arachnoidea
dibedakan menjadi tiga ordo, yaitu Scorpionida, Arachnida, dan
Acarina.Scorpionida memiliki alat penyengat beracun pada segmen
abdomen terakhir, contoh hewan ini adalah kalajengking (Uroctonus
mordax) dan ketunggeng ( Buthus after). Pada Arachnida, abdomen tidak
bersegmen dan memiliki kelenjar beracun pada kaliseranya (alat sengat),
contoh hewan ini adalah Laba-laba serigala (Pardosa amenata), laba-laba
kemlandingan (Nephila maculata). Acarina memiliki tubuh yang sangat
kecil, contohnya adalah caplak atau tungau (Acarina sp.).

Berikut adalah ciri-ciri dari salah satu hewan Arachnoidea yang sering
kita jumpai, yaitu laba-laba. Tubuhnya terdiri dari dua bagian, yaitu
sefalotoraks (kepala-dada) pada bagian anterior dan abdomen pada bagian
posterior.Sefalotoraks adalah penyatuan tubuh bagian sefal atau kaput
(kepala) dan bagian toraks (dada). Pada sefalotoraks terdapat sepasang
kalisera (alat sengat), sepasang pedipalpus (capit), dan enam pasang kaki
untuk berjalan. Kalisera dan pedipalpus merupakan alat tambahan pada
mulut.
Pada bagian abdomen (opistosoma) laba-laba terdiri dari mesosoma dan
metasoma. Pada bagian posterior abdomen terdapat spineret yang
merupakan organ berbentuk kerucut dan dapat berputar bebas. Didalam
spineret terdapat banyak spigot yang merupakan lubang pengeluaran
kelenjar benang halus atau kelenjar benang abdomen.Kelenjar benang
halus mensekresikan cairan yang mengandung protein elastik. Protein
elastik tersebut akan mengeras di udara membentuk benang halus yang
digunakan untuk menjebak mangsa.
Laba-laba bernapas dengan paru-paru buku atau trakea. Paru-paru buku
adalah organ respirasi berlapis banyak seperti buku dan terletak pada
bagian abdomen. Ekskresi laba-laba dilakukan dengan tubula ( tunggal =
tubulus ) Malpighi. Tubula Malpighi merupakan tabung kecil panjang dan
buntu dan organ ini terletak di dalam hemosol yang bermuara ke dalam
usus. Selain Tubula Malpighi, ekskresi lainnya dilakukan dengan kelenjar
koksal. Kelenjar koksal merupakan kelenjar ekskretori buntu yang
bermuara pada daerah koksa (segmen pada kaki insecta).

Myriapoda atau lipan

Myriapoda (dalam bahasa yunani, myria = banyak, podos = kaki)


merupakan hewan berkaki banyak. Hewan kaki seribu adalah salah
satunya yang terkadang kita lihat di lingkungan sekitar kita. Myriapoda
hidup di darat pada tempat lembap, misalnya di bawah daun, batu, atau
tumpukan kayu. Bagian tubuh Myriapoda sulit dibedakan antara toraks
dan abdomen.Tubuhnya memanjang seperti cacing.
Pada kaput terdapat antena, mulut, dan satu pasang mandibula (rahang
bawah), dua pasang maksila (rahang atas), dan mata yang berbentuk oseli
(mata tunggal). Tubunya bersegmen dengan satu hingga dua pasang
anggota badan pada tiap segmennya.Setiap segmen terdapat lubang
respirasi yang disebut spirakel yang menuju ke trakea. Ekskresinya
dengan tubula malpighi. Myriapoda bersifat dioseus dan melakukan
repsroduksi seksual secara internal.Myriapoda dibedakan menjadi dua
ordo, yaitu Chilopoda dan Diplopoda.

Chilopoda
Kelompok hewan ini dikenal sebagai kelabang. Tubuhnya memanjang
dan agak pipih. Pada kepalanya terdapat antena dan mulut dengan
sepasang mandibula dan dua pasang maksila. Pada tiap segmen tubuhnya
terdapat kaki dan sepasang spirakel. Pasangan pertama kaki termodifikasi
menjadi alt beracun.Alat penyengat digunakan unutk menyengat musuh
atau pengganggunya. Sengatannya menimbulkan bengkak dan rasa sakit.
Contoh hewan ini adalah kelabang (scutigera sp.).

Diplopoda
Hewan pada ordo ini dikenal dengan kaki seribu, meskipun jumlah
kakinya bukan berjumlah seribu. Ada yang menyebutkan nama lain
seperti keluwing.Tubuhnya bulat panjang. Mulutnya terdiri dari dua
pasang maksila dan bibir bawah. Pada tiap segmen tubuhnya terdapat dua
pasang kaki dan dua pasang spirakel. Diplopoda tidak memiliki cakar
beracun karenanya hewan ini bersifat hebivora atau pemakan sisa
organisme. Gerakkan hewan ini lambat dengan kaki yang bergerak seperti
gelombang. Bila terganggu hewan ini akan menggulungkan tubuhnya dan
pura-pura mati. Contoh hewan ini adalah kaki seribu(lulus sp.).

Crustacea atau Udang-udangan

Crustacea (dalam bahasa latinnya, crusta = kulit) memiliki kulit yang


keras. Udang, lobster, dan kepiting adalah contoh kelompok ini.
Umumnya hewan Crustacea merupakan hewan akuatik, meskipun ada
yang hidup di darat. Crustacea dibedakan menjadi dua subkelas
berdasarkan ukuran tubuhnya, yaitu Entomostraca dan Malacostraca.
Entomostraca
Entomostraca adalah crustacea yang berukuran mikroskopik, hidup
sebagai zooplankton atau bentos di perairan, dan juga ada yang sebagai
parasit.Contoh hewan ini adalah Daphnia, Cypris virens, dan Cyclops sp.

Malacostraca
Malacostraca adalah crustacea yang berukuran lebih besar dari pada
entomostraca.Hewan yang termasuk kelompok ini adalah Udang, lobster,
dan kepiting.Berikut akan dibahas sedikit mengenai urain hewan
kelompok satu ini.

Kelas Ordo Famili Nama Umum

Insekta Diptera Simuliidae Lalat hitam


Psychodidae Lalat pasir
Culicidae Nyamuk
Ceretopogonidae “ Bitingmitges”
Tabanidae Lalat kuda
Lalat rusa
Gasterophilidae “bot fliet”

Oestridae “warble flies”

Muscidae Lalat rumah

Lalat tsetse dll.

Calliphoridae Lalat daging

“blow flies”

Hipphoboscidae “keds”

Lalat tuma

Hemiptera Reduviidae “Assassin bug”

Cimicidae Pinjal
Siphonaptera Pulicidae Pinjal

Anoplura Pediculidae Tuma

Hymenoptera Apidae Tawon madu

Vespidae “wasps”

(banyak famili lainya)

Orthoptera Blattidae Lipas (kacoa)

Coleoptera Stapylinidae kumbang

Cantharidae kumbang

Scarabaeidae kumbang

Arachnida Acarina Ixodidae Sengkenit keras

Argasidas Sengkenitlunak

Sarcoptidae Tungau kudis

Trombiculidae “Chiggers”

Demodicidae Tungau folikel

Araneida Banyak famili laba-laba

Scorpionida Buthidae

Scorpinida kalajengking

Centruridae

Pentastonida Linguatulidae Cacing lidah

Porocephalidae

Sub kelas

Myriapoda Diplopoda Lengkibang

Crustacea Chilopoda kelabang/lipan


Termasuk lopster, kepiting dan pinjal air

yang dapat bertindak sebagai hospes perantara cacing.

Peran Arthropoda bagi Manusia

Berbagai jenis Arthropoda memberikan keuntungan dan kerugian bagi


manusia. Peran arthropoda yang menguntungkan manusia misalnya
dibidang pangan dan sandang yaitu sebagai berikut :
1. Sumber makanan yang mengandung protein hewani tinggi.
Misalnya Udang windu (Panaeus monodon), rajingan (portunus
pelagicus), kepiting (scylla serrata), dan udang karang (panulirus
versicolor)
2. Penghasil madu, yaitu lebah madu (Apis indica)
-Bahan industri kain sutera, yaitu pupa kupu-kupu sutera (Bombyx
mori)
Sementara yang merugikan manusia anatara lain :

1. Vektor perantara penyakit bagi manusia.Misalnya nyamuk malaria,


nyamuk demam berdarah, lalat tsetse sebagai vektor penyakit tidur,
dan lalat rumah sebagai vektor penyakit tifus.
2. Menimbulkan gangguan pada manusia.Misalnya caplak penyebab
kudis, kutu kepala, dan kutu busuk
3. Hama tanaman pangan dan industri. Contohnya wereng coklat dan
kumbang tanduk
4. Perusak makanan.Contohnya kutu gabah
5. Perusak produk berbahan baku alam.Contohnya rayap dan kutu
buku
BAB III

KESIMPULAN

Berbagai jenis Arthropoda memberikan keuntungan dan kerugian


bagi manusia. Salah satu dari Keuntunganya mengandung protein yang
sangat tinggi bagi tubuh seperti rajingan, kepiting, dan udang. Juga
penghasil madu seperti lebah madu. Penghasil sutra pupa kupu-kupu sutra.
Kerugianya adalah perantara penyakit bagi manusia.Misalnya
nyamuk malaria, nyamuk demam berdarah, lalat tsetse sebagai vektor
penyakit tidur, dan lalat rumah sebagai vektor penyakit tifus. Hama
tanaman pangan dan industri. Contohnya wereng coklat dan kumbang
tanduk. Perusak produk berbahan baku alam.Contohnya rayap dan kutu
buku.
Daftar Pustaka

Source:http://gurungeblog.wordpress.com

http://aunipunyecerita.blogspot.com/2010/12/lipan-gergasi-menggegar-
uma.html

http://www.scribd.com/doc/32027911/filum-arthropoda

http://ihramsulthan.com/topik/ciri+ciri+umum+antropoda.html