KehidupanBerdemokrasi: Lain di Kamboja, Lain di Amerikadan Lain Pula di Indonesia

Radio Nederland Wereldomroep 28-07-2008 Padatanggal 11 Julimalam, KhimSambor, seorangwartawanKamboja, ditembakmati di tengahkeramaian, olehdua orang tidakdikenal yang mengendaraisepeda motor. Di Kamboja, mendiangjurnalisinidikenalsebagaianggotakelompokmasyarakat, yang jumlahnyasemakinlangka. Yaitu, wartawan yang beranibersikapkritisterhadappemerintahanPerdanaMentri, Hun Sen. Sejauhini, demikianharian The International Herald Tribune, hanyaduakoran yang beranimengeritikpemerintah. Walau pun mengakudemokrastis, namunkebebasanperssebagaisendidemokrasikeempat, tampaknya di Kambojasedangdalamkeadaansangatgawat. Duasendilainnya, yaitusistemperadilanbebasdanperwakilanrakyat, demikian The International Herald Tribune, jugatidakberdayamenghadapikekuasanmutlakpemerintahanpimpinanPerdanaMentri Hun Sen. Namun, koranberbahasaInggris yang sekaligusterbit di berbagaibagianduniainimengakui, sejaktahun 2003, jumlahpembunuhanpolitik di Kambojamakinberkurang. Ahadkemarin, Kambojabarusajamenyelenggarakanpemilulegislatif.BagiKamboja, pemilutampaknyalebihmerupakancaramemperolehlegitimasi. Padahaldalamdemokrasipemerintahjugaharusmempertanggungjawabkankebijakannya. Demokrasiselaluberusahamemeliharakeseimbangantigasendiutamakekuasaan, yaitupemerintahan, peradilandanperwakilan.Sejauhini, demikiansimpul The International Herald Tribune, Kambojatampaknyabelummengenalkeseimbangantersebut. Dari Kambojakitaberalihke Indonesia.HarianThe Jakarta Post memuattulisan Ali Makin, dosenUniversitas Islam NegeriSunanKalijaga, di Yogyakarta. Penulismembandingkan Obama Mania yang sedangmelandadunia, denganpemilihanpresiden Indonesia tahundepan. Khususnya, tampilnyatigawakilgenerasimuda Indonesia sebagaikandidatcapres 2009.Yaitu: Rizal Mallarangeng, FajroelRahmandanRatnaSarumpaet. Penulismempertanyakansejauhmanatigakandidattersebutsungguhsungguhakantampilsebagaicalonpresiden. Lebihpentinglagi, demikian Ali Makin, sejauhmanapeluangmenangmereka?Memang, sebagaimanaterlihatpada Obama Mania, pemilih Indonesia pun menginginkanperubahandantampilnyapemimpinmuda.Namun, dalamkasus Obama, setiapucapannya, setiaptindakannya, akandipublikasikan di berbagai media, berulangkali. Padasaatpemunggutansuarananti, rakyatakanmemilihseorangkandidatberdasarkan program kerjanya.

masihlebihbanyakberdasarkanemosi. demikiankilah Ali Makin. Demikian Ali Makin sebagaimanadiberitakanoleh The Jakarta Post. partai-partaipolitik Indonesia. mungkinsajabisameyakinkanseoranggurubesar agar mendukungnya. Mungkinsajaparapolitisimudainginmengubahkehidupanpolitik di Indonesia. dansekian pula UlasanPers kali ini.Namun. sejauhinitidakberhasilmembangunkehidupanberdemokrasi.Indonesia samasekaliberbeda. sepertimisalnyatukangojek. ketimbangkualitascalon. argumentasimerekasamasekalitidakmenarikperhatianrakyatpemilihbiasa.Politisimuda Indonesia. . ketimbangperhitunganrasional. pemilih Indonesia. Menurut Ali Makin. Demokrasi di Indonesia masihsepenuhnyatergantungpadakuantitaspemilih.Namun.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful