Anda di halaman 1dari 23

Perkembangan Prosesor Intel dan AMD

Prosesor adalah otak dari komputer. Kecepatan sebuah komputer sebagian


besar bergantung kepada kecepatan prosesor yang terpasang didalamnya. Makin cepat
prosesor yang digunakan oleh sebuah PC, makin kencang PC tersebut bekerja.
Salah satu faktor penentu kecepatan sebuah prosesor adalah jumlah transistor
yang berada didalamnya. Pada komputer tempo dulu seperti ENIAC, transistor yang
digunakan berupa tabung-tabung hampa udara, sedangkan transistor pada komputer
masa kini berupa rangkaian silikon yang tersusun sebagai sebuah IC (Integrated
Circuit) yang berada dalam keping sebuah prosesor. Menariknya, keping IC ini cuma
berukuran tidak lebih dari satu inchi persegi (kira-kira seukuran kuku ibu jari), tapi
dapat menampung sampai jutaan transistor.
Industri prosesor saat ini hanya menjadi monopoli segelintir perusahaan kelas
dunia, masing-masing dengan spesialisasinya sendiri-sendiri. Khusus untuk pangsa
komputer pribadi (PC), masih menjadi rebutan dua perusahaan raksasa, Intel dan
AMD (Advanced Micro Devices). Pernah tercatat pemain lain dalam industri ini
seperti Cyrix dan IBM, namun pangsanya kurang signifikan.
Intel masih mengembangkan aneka varian dari prosesor Pentium, termasuk
generasi terbarunya, Pentium 4. Sementara AMD masih terus mengembangkan
produk prosesor Athlon dan Duron. Secara teknis, prosesor buatan kedua perusahaan
ini cukup kompatibel dengan kebanyakan perangkat lunak masa kini, jadi bagi user
yang ingin memilih untuk menggunakan satu di antara keduanya, akan lebih
mempertimbangkan faktor harga dan performa-nya. Berikut akan di jelaskan
perkembangan prosesor yang dipakai pada komputer jenis XT (Extended
Technology).

1. Prosesor Intel 8086 dan 8088


Prosesor yang pertama digunakan pada PC adalah Prosesor 8086 dari Intel
yang dipakai pada komputer jenis XT (Extended Technology). Kemudian disusul
dengan prosesor 8088.
Prosesor Intel 8086 muncul pada tahun 1978, prosesor ini memiliki register
16-bit, bus data eksternal 16-bit, dan memori addressing 20-bit. Prosessor ini juga
dilengkapi dengan teknologi HMOS, komponen pendukung bus 16 bit sangat langka ,
sehingga harganya menjadi sangat mahal.
Intel mengeluarkan prosessor tipe i8088 16bit bus internal, 8bit bus external.
Sehingga i8088 dapat memakai komponen peripheral 8bit bekas i8008. Chip i8088 ini
sangat populer. Chip 8088 dan 8086 kompatibel penuh dengan program yang dibuat
untuk chip 8080, walaupun mungkin ada beberapa program yang dibuat untuk 8086
tidak berfungsi pada chip 8088 (perbedaan lebar bus).
2. Prosesor i286
i286 (1982) juga merupakan prosessor 16 bit. Prosessor ini mempunyai
kemajuan yang relatif besar dibanding chip-chip generasi pertama. Frekuensi clock
ditingkatkan, tetapi perbaikan yang utama ialah optimasi penanganan perintah. 286
menghasilkan kerja lebih banyak tiap tik clock daripada 8088/8086.
Pada kecepatan awal (6 MHz) berunjuk kerja empat kali lebih baik dari 8086
pada 4.77 MHz. Belakangan diperkenalkan dengan kecepatan clock 8,10,dan 12 MHz
yang digunakan pada IBM PC-AT (1984). Pembaharuan yang lain ialah kemampuan
untuk bekerja pada protected mode/mode perlindungan – mode kerja baru dengan “24
bit virtual address mode”/mode pengalamatan virtual 24 bit, yang menegaskan arah
perpindahan dari DOS ke Windows dan multitasking. Tetapi anda tidak dapat berganti
dari protected kembali ke real mode / mode riil tanpa mere-boot PC, dan sistem
operasi yang menggunakan hal ini hanyalah OS/2 saat itu.

3. Prosesor i386, i486, Am386 dan Am486


- Prosesor i386
i386 diluncurkan 17 Oktober 1985. 80386 merupakan CPU 32 bit pertama.
Dari titik pandang PC DOS tradisional, bukan sebuah revolusi. 286 yang bagus
bekerja secepat 386SX pertama-walaupun menerapkan mode 32 bit. Prosessor ini
dapat mengalamati memori hingga 4 GB dan mempunyai cara pengalamatan yang
lebih baik daripada 286. 386 bekerja pada kecepatan clock 16,20, dan 33 MHz.
Belakangan Cyrix dan AMD membuat clones/tiruan-tiruan yang bekerja pada 40
MHz. 386 mengenalkan mode kerja baru disamping mode real dan protected pada
286. Mode baru itu disebut virtual 8086 yang terbuka untuk multitasking karena CPU
dapat membuat beberapa 8086 virtual di tiap lokasi memorinya sendiri-sendiri. 80386
merupakan CPU pertama berunjuk kerja baik dengan Windows versi-versi awal.
- Prosesor i486 DX
i486 dikeluarkan 10 April 1989 dan bekerja dua kali lebih cepat dari
pendahulunya. Hal ini dapat terjadi karena penanganan perintah-perintah x86 yang
lebih cepat, lebih-lebih pada mode RISC. Pada saat yang sama kecepatan bus
dinaikkan, tetapi 386DX dan 486DX merupakan chip 32 bit. Sesuatu yang baru dalam
486 ialah menjadikan satu math coprocessor/prosesor pembantu matematis.
Sebelumnya, math co-processor yang harus dipasang merupakan chip 387 yang
terpisah, 486 juga mempunyai cache L1 8 KB.
- Prosesor i486 SX
Prosessor ini merupakan chip baru yang tidak lengkap. Math co-processor
dihilangkan dibandingkan 486DX.
- Prosesor Am386 dan Am486
Am386 dan Am486 merupakan prosesor AMD pertama tiruan dari prosesor
Intel 80368 dan 80468 tetapi dijual dengan harga murah. Sehingga meningkatkan
pamor AMD. Am386 diluncurkan pada tahun 1990 tersedia dalam kecepatan 25, 33,
dan 40 MHz. Sedangkan Am486 diluncurkan pada tahun 1991 tersedia dalam
kecepatan 66, 80, 90, 100, dan 120 MHz.

4. Prosesor Pentium Classic (P54C)


Chip ini dikembangkan oleh Intel dan dikeluarkan pada 22 Maret 1993.
Prosessor Pentium merupakan super scalar, yang berarti prosessor ini dapat
menjalankan lebih dari satu perintah tiap tik clock. Prosessor ini menangani dua
perintah tiap tik, sebanding dengan dua buah 486 dalam satu chip. Terdapat
perubahan yang besar dalam bus sistem : lebarnya lipat dua menjadi 64 bit dan
kecepatannya meningkat menjadi 60 atau 66 MHz.
Sejak itu, Intel memproduksi dua macam Pentium yang bekerja pada sistem
bus 60 MHz (P90, P120, P150, dan P180) dan sisanya, bekerja pada 66 MHz(P100,
P133,P166, dan P200).

5. Prosesor Pentium Pro dan AMD K5


- Pentium Pro
Pada tahun 1995, kemunculan Pentium Pro. Inovasi disatukannya cache
memori ke dalam prosesor menuntut dibuatnya socket 8 . Pin-pin prosesor ini terbagi
2 grup: 1 grup untuk cache memori, dan 1 grup lagi untuk prosesornya sendiri, yang
tak lebih dari pin-pin Pentium yang diubah susunannya. Desain prosesor ini
memungkinkan keefisienan yang lebih tinggi saat menangani instruksi 32-bit, namun
jika ada instruksi 16-bit muncul dalam siklus instruksi 32-bit, maka prosesor akan
melakukan pengosongan cache sehingga proses eksekusi berjalan lambat. Cuma ada 1
instruksi yang ditambahkan: CMOV (Conditional MOVe) .
- AMD K5
Pada tahun 1995 AMD meluncurkan prosesor yang disebut “K5” yang
diilhami dari “Kriptonyte” yang populer di komik Superman. Arsitektur K5 memiliki
kesamaan dengan Pentium Pro untuk server. K5 kurang sukses di pasaran karena
kinerjanya belum dapat bersaing dengan Ciryx’s 6×68 maupun Pentium. AMD K5
tersedia dalam lecepatan 75, 90, 100, dan 116,5 Mhz.
6. Prosesor Pentium MMX (P55C), AMD K6 dan AMD K6-2
- Pentium MMX
Pada 8 Januari 1997, muncul prosesor Pentium MMX. Sebenarnya tidak lebih
dari sebuah Pentium dengan unit tambahan dan set instruksi tambahan, yaitu MMX.
Intel sampai sekarang masih belum memberikan definisi yang jelas mengenai istilah
MMX. Multi Media eXtension adalah istilah yang digunakan AMD . Ada suatu
keterbatasan desain pada chip ini: karena modul MMX hanya ditambahkan begitu saja
ke dalam rancangan Pentium tanpa rancang ulang, Intel terpaksa membuat unit MMX
dan FPU melakukan sharing, dalam arti saat FPU aktif MMX non-aktif, dan
sebaliknya. Sehingga Pentium MMX dalam mode MMX tidak kompatibel dengan
Pentium.
- AMD K6
AMD K6 diluncurkan 2 April 1997. Chip ini berunjuk kerja sedikit lebih baik
dari Pentium MMX. Oleh karena itu termasuk dalam keluarga P6.
· Dilengkapi dengan 32+32 KB cache L1 dan MMX.
· Berisi 8.8 juta transistor.
K6 seperti halnya K5 kompatibel dengan Pentium. Maka, dapat diletakkan di Socket
7, pada motherboard Pentium umumnya, dan ini segera membuat K6 menjadi sangat
terkenal.
- AMD K6-2
AMD mengeluarkan prosesor K6-2 dengan menambahkan feature terbaru,
yaitu “3Dnow!”. 3Dnow! merupakan instruksi Single Instruction Multiple Data
(SIMD) untuk meningkatkan ketika menjalankan aplikasi 3 dimensi. K6-2 memiliki
L1 cache sebesar 64 KB, menggunakan tegangan 2,2 Volt, dan diproduksi
menggunakan proses fabrikasi 0,25 micron. beberapa prosesor K6-2 sudah
berkecepatan bus FSB 100 MHz yang dapat meningkatkan kinerja. K6-2 tersedia
dalam kecepatan 266, 300, 333, 350, 366, 380, 400, 450, 475, 500, 533, dan 550
MHz.

7. Prosesor Intel Pentium II series


Diperkenalkan 7 Mei 1997, dengan rancangan yang baru, cache L2 mempunyai bus
sendiri. Cache L2 bekerja pada setengah kecepatan CPU, seperti 133 MHz atau 150
MHz. Jelas merupakan sebuah kemunduran dari Pentium Pro, yang dapat bekerja
pada 200 MHz antara CPU dan cache L2. Hal ini dijawab dengan cache L1. Pentium
II mempunyai fitur- fitur :
· CPU diletakkan bersama dengan 512 KB L2 di dalam sebuah modul SECC
(Single Edge Contact Cartridge)
· Terhubung dengan motherboard menggunakan penghubung/konektor slot
one dan bus P6 GTL+.
· Perintah-perintah MMX.
· Perbaikan menjalankan program 16 bit (menyenangkan bagi pengguna
Windows 3.11)
· Penggandaan dan perbaikan cache L1 (16 KB + 16 KB).
· Kecepatan internal meningkat dari 233 MHz ke 300 MHz (versi berikutnya
lebih tinggi).
· Cache L2 bekerja pada setengah kecepatan CPU.
- Pentium-II Celeron
Awal 1998 Intel mempunyai masa yang sulit dengan Pentium Pro II yang agak
mahal. Banyak pengguna membeli AMD K6-233M, yang menawarkan unjuk kerja
sangat baik pada harga yang layak.
Maka Intel membuat merek CPU baru yang disebut Celeron. Prosesor ini sama
dengan Pnetium II kecuali cache L2 yang telah dilepas. Prosessor ini dapat disebut
Pentium II-SX. Pada 1998 Intel mengganti Pentium MMX-nya dengan Celeron
pertama. Kemudian rancangannya diperbaiki. Cartridge Celeron sesuai dengan Slot 1
dan bekerja pda sistem bus 66 MHz. Clock internal bekerja pada 266 atau 300 MHz.
- Pentium-II Celeron A : Mendocino
Bagian yang menarik dari cartridge baru dengan 128 KB cache L2 di dalam
CPU. Hal ini memberikan unjuk kerja yang sangat baik, karena cache L2 bekerja pada
kecepatan CPU penuh.
- Pentium-II Celeron PPGA : Socket 370
Socket 370 baru untuk Celeron. Prosessor 400 dan 366 MHz (1999) tersedia
dalam plastic pin grid array (PPGA). Socket PGA370 terlihat seperti Socket 7
tradisional yang mempunyai 370 pin.
- Pentium-II Xeon
Pada 26 Juali 1998 Intel mengenalkan cartridge Pentium II baru yang diberi
nama Xeon. Ditujukan untuk server dan pemakai high-end. Xeon merupakan Pentium
II degnan cartridge baru yang sesuai konektor baru yang disebut Slot two. Modul ini
dua kali lebih tinggi dari Pentium II.
Chip Xeon bekerja pada kecepatan clock CPU penuh. Dapat diperkirakan,
bahwa akan mempunyai unjuk kerja yang sama seperti cache L1. Tetapi antarmuka
dari L1 ke L2 bernilai beberapa tik clock pada awal tiap perpindahan, sehingga ada
beberapa kelambatan. Tetapi jika data sudah dipindahkan, bekerja pada kecepatan
clock penuh.

8. Prosesor Intel Pentium III, AMD K6-3 dan AMD Athlon


- Intel Pentium III
Pada tahun 1999, Intel mengeluarkan prosessor dengan tipe Intel® Pentium®
III Processor. Processor Pentium III merupakan processor yang diberi tambahan 70
instruksi baru yang secara dramatis memperkaya kemampuan pencitraan tingkat
tinggi, tiga dimensi, audio streaming, dan aplikasi-aplikasi video serta pengenalan
suara. Disamping itu pada tahun yang sama Intel juga mengeluarkan prosesor tipe
Intel® Pentium® III Xeon®. Processor Intel ini kembali merambah pasaran server
dan workstation dengan mengeluarkan seri Xeon tetapi jenis Pentium III yang
mempunyai 70 perintah SIMD. Keunggulan processor ini adalah ia dapat
mempercepat pengolahan informasi dari sistem bus ke processor, yang juga
mendongkrak performa secara signifikan. Processor ini juga dirancang untuk
dipadukan dengan processor lain yang sejenis.
- AMD K6-3
Pada awal tahun 1999 AMD meluncurkan K6-III yang tidak lain adalah K6-2
yang memiliki L2 cache sebesar 256 KB. Kelebihan lainnya adalah prosesor ini masih
menggunakan Super Socket 7. perngguna prosesor lama dapat menggunakan psosesor
ini tanpa mengganti motherboard. Ini yang tidak dimilliki oleh Intel. K6-III tersedia
dalam kecepatan 400 dan 450 MHz.
- AMD Athlon
Pada bulan Agustus tahun 1999 AMD meluncurkan K7 yang lebih dikenal
Athlon “klasik” tersedia dalam kecepatan 500 sampai 650 MHz dengan menggunakan
platform baru yang mirip seperti Slot 1, yang dinamakan Slot A. K7 meruppakan
pengembangan dari K6 yang kemampuan Floating Point Unit (FPU) ditingkatkan dan
memiliki L1 cache sebesar 128 KB dan L2 cache sebesar 512 KB. Sama sperti
Pentium II dan III, L2 cache Athlon klasik berada pada modul prosesornya, tetapi
tidak ditanam di dalam chip-nya. Athlon cukup sukses dalam kurun waktu Agustus
1999 sampai pertengahan tahun 2001 dipasaran karena Intel mengalami permasalahn
pada proses fabrikasi 0,18 micron. Kemunculan AMD dalam masa Intel yang masih
bermasalah, menaikkan pamor AMD lagi. Pada Febuari 2000, AMD tersedia dalam
kecepatan 500, 550, 600, 650, 700, 750, 800, dan 850 MHz.
Tanggal 6 Maret 2000, AMD mengejutkan dunia dengan mengeluarkan
prosesor dengan kecepatan 1000 MHz (1 GHz). AMD berhasil mengungguli Intel.
Kemudian Athlon tersedia dalam kecepatan 900, 950, dan 1000 MHz.

9. Prosesor Intel Pentium IV, AMD Athlon Thunderbird dan AMD Athlon XP
- Intel Pentium IV
Pada tahun 2000, Intel mengeluarkan prosessor dengan tipe Intel® Pentium®
4 Processor. Processor Pentium IV merupakan produk Intel yang kecepatan prosesnya
mampu menembus kecepatan hingga 3,06 GHz. Pertama kali keluar processor ini
berkecepatan 1.5 GHz dengan form factor pin 423, setelah itu intel merubah form
factor processor Intel Pentium 4 menjadi pin 478 yang dimulai dari processor Intel
Pentium 4 berkecepatan 1,3 GHz sampai yang terbaru yang saat ini mampu
menembus kecepatannya hingga 3,4 GHz.
- AMD Athlon Thunderbird
Thunderbird diluncurkan pada tanggal 4 Juni 2000 dengan menggunakan
platform baru yang dinamakan Socket A. Ketika pertama kali diluncurkan,
Thunderbird tersedia dalam kecepatan 650, 700, 750, 800, 850, 900, dan 1000 Mhz.
Thunderbird memiliki L2 cache sebesar 256 KB yang ditanam pada core-nya
dan kecepatan bus (FSB) 100 MHz. Pada bulan Oktober 2000 AMD meluncurkan
Thunderbird yang emiliki FSB 133 MHz yang disebut Athlon “C” tersedia dalam
kecepatan 1000, 1133, dan 1200 MHz dan pada bulan Juni tersedia sampai kecepatan
1400 MHz.
- AMD Athlon XP
Pada tanggal 14 Mei 2001 AMD mengeluarkan Athlon XP versi ketiga dari
Athlon. Berikut versi – versinya :
- Polomino - Barton
- Thorougbred - Althon 64 bit

10. Prosesor AMD Duron, AMD Sempron dan Intel Core 2 Duo
- AMD Duron
Duron adalah prosesor kelas value ditunjukkan untuk pengguna komputer
yang hanya ingin bermain game dan menjalankan aplikasi sehari-hari. Duron
diluncurkan pada tahun 2000 untuk bersaing dengan Celeron.
1. Splitfire
Duron Splifire diproduksi tahun 2000 dan 2001 yang tidak lain adalah
Thunderbird yang L2 cache dipangkas menjadi 64 KB. AMD hanya
menyediakan Splitfire yang berjalan pada 133 MHz dan tersedia dalam
kecepatan 600, 650, 700, 750, 800, 850, 900, dan 950 MHz.
2. Morgan
Morgan adalah generasi kedua Duron yang tidak lain adlah Palamino
yang dipangkas L2 cache menjadi 64 KB, diproduksi menggunakan teknologi
lama yaitu Ceramic Pin Grid Array (CPGA). Perbedaan Morgan dan Splitfire
adlah Morgan sudah memilki intruksi SSE. Sedankan kesamaannya adalah
AMD tetap tidak menyediakan Morgan yang berjalan pada FSB 133 MHz.
Morgan tersedia dalam kecepatan 1000, 1100, 1200, dan 1300 MHz.
3. Applebred
Duron generasi ketiga adalah Applebred yang tidak lain adalah
Thoroughbred yang dipangkas L2 cache menjadi 64 KB. Apllebred memiliki
arsitektur yang sama persis dengan Thoroughbred. Penamaan Apllebred
berdasarkan kecepatan aslinya dan tersedia dalam kecepatan 1400, 1600, dan
1800 MHz.
- AMD Sempron
Pada tahun 2004, AMD mengeluarkan Sempron untuk menggantikan Duron.
Sempron tersedia dalam dua jenis, yaitu Sempron menggunakan Socket A dan Socket
754. Sempron yang menggunakan Socket A tidak lain adalah Thoroughbred B dan
Thorton yang memiliki L2 cache sebesar 256 KB dan berjalan pada FSB 166 MHz.
Sedangkan Sempron yang menggunakan Socket 754 tidak lain adalah A-64 yang
dipangkas sehingga L2 cache menjadi 256 KB dan kemampuan menjalankan 64-bit
dihilangkan. Penamaan Sempron menggunakan PR seperti Athlon XP. Sempron yang
menggunakan Socket A tersedia dalam kecepatan 1500 (2000+), 1670 (2400+), 1750
(2500+), 1830 (2600+), dan 2000 MHz (2800+). Sedangkan Sempron ynag
menggunakan Socket 754 tersedia dalam kecepatan 1800 MHz (3100+).
- Intel Core 2 Duo
Pada tanggal 9 Agustus 2006, Intel Corporation meluncurkan prosesor Intel
Core 2 Duo yang ditujukan bagi PC dan workstation desktop dan laptop consumer
dan bisnis – prosesor dengan teknologi yang dapat menghasilkan kinerja lebih,
konsumsi daya lebih kecil, serta keleluasaan pemakaian bagi para penggunanya.
Prosesor Core 2 Duo desktop berisi 291 juta transistor namun hanya mengkonsumsi
daya 40 persen lebih sedikit dan tetap dapat menghasilkan kinerja yang dibutuhkan
bagi aplikasi-aplikasi masa sekarang dan mendatang.
Konsumer dan dunia usaha akan memiliki dua pilihan untuk membeli
prosesor-prosesor Intel Core 2 Duo sebagai bagian dari platform-platform berfokus
pasar utama dari Intel, yang terdiri dari teknologi-teknologi hardware dan software
Intel yang dibuat khusus untuk kebutuhan-kebutuhan komputasi spesifik, termasuk
teknologi Intel vPro untuk dunia usaha, teknologi bergerak Intel Centrino Duo untuk
laptop, dan teknologi Intel Viiv untuk pengguna di rumah.

11. Prosesor Core 2 Extreme QX9300


Pada tahun 2008, tepatnya pada tanggal 17 Agustus, Intel mengeluarkan
produk terbarunya yaitu prosessor tipe Intel Core 2 Extreme Quad Core. Produk
terbarunya tersebut diberi nama Core 2 Extreme QX9300 processor dengan fitur 45W
TDP dan memberikan perhatian khusus pada sisi pendingin atau cooling system. The
New Intel Core 2 Extreme QX9300 ini memiliki Core clock set pada 2.53GHz dan
mengusung FSB atau Front Side Bus sebesar 1066 serta memiliki cache memory
sebesar 12MB. Berdasarkan sumber lain dari tim pengembang Quad Core,
pengembangan pun akan dilakukan untuk merambah pangsa pasar desktop.
Intel juga meliris jenis prosesor lain yaitu dengan nama Core 2 Quad Q8200.
Prosesor ini memiliki Core clock sebesar 2.33GHz dan direncanakan untuk
diperkenalkan pada bulan Agustus tepatnya tanggal 31. Processor ini memiliki FSB
atau front side bus sebesar 1333 dan besar cache memory 4MB.
12. AMD Phenom II
AMD (Advanced Micro Devices) merilis processor terbaru seri Phenom™ II
yang terdiri dari AMD Phenom™ II X6, AMD Phenom™ II X4, AMD Phenom™ II
X4, AMD Phenom™ II X3 dan AMD Phenom™ II X2. Processor seri AMD
Phenom™ II diproduksi melalui teknologi proses Silicon-On-Insulator (SOI) 45 nano
meter (nm), dikemas dalam socket AM3 (938 pin) dengan nilai TDP (Thermal Design
Power) 140W, 125W, 95W, 80W atau 65W. AMD Phenom™ II mendukung
teknologi HyperTransport™ hingga 4000MT/s full duplex atau setara dengan 16
GB/s. Dalam packing AMD Phenom™ II telah ditanamkan memory controller DDR2
128 bit. Support dual channel memory utama PC2 8500 (DDR2-1066 MHz) dan PC3
10600 (DDR3-1333 MHz).
AMD Phenom™ II X6 merupakan CPU 6 core tercepat yang pernah dibuat oleh
AMD dan dibekali dengan fitur Teknologi AMD Turbo CORE untuk menyesuaikan
kebutuhan dinamis dari user. Fitur lain yang ditawarkan pada AMD Phenom™ II :
• AMD Phenom™ II Triple and Quad-Core Processors, didesain agar tiap
core dapat berkomunikasi dengan baik dalam satu die untuk mendapatkan
kinerja terbaik
• AMD64 with Direct Connect Architecture, membantu meningkatkan
efisiensi dan performa sistem dengan menghubungkan processor, memory
controller dan I/O ke CPU secara langsung
• Integrated Memory Controller, meningkatkan kinerja aplikasi dan
mengurangi latency memory
• AMD Balanced Smart Cache, memperpendek waktu akses data untuk
performa yang lebih baik
• AMD Wide Floating Point Accelerator, jalur data lebih besar dan floating
point unit (FPU) lebih cepat
• HyperTransport™ Technology, mempercepat akses time ke sistem I/O
hingga 16 Gb/s dan pada mode HyperTransport generasi 3 bisa mencapai 37
GB/s
• Integrated DRAM Controller with AMD Memory Optimizer Technology,
dengan tertanamnya memory dalam CPU dapat mengurangi latency
• AMD Virtualization™ (AMD-V™) Technology With Rapid
Virtualization Indexing, membantu agar aplikasi Virtualisasi dapat berjalan
secara efisien dan aman
• AMD PowerNow!™ Technology (Cool’n’Quiet™ Technology), suatu
manajemen daya yang secara otomatis dan cepat dalam menyesuaikan status
kinerja untuk memperoleh operasi yang tenang dan hemat daya
• AMD CoolCore™ Technology, mengurangi konsumsi energi processor
dengan mematikan bagian processor yang tidak terpakai
• Dual Dynamic Power Management™, suatu manajemen daya yang lebih
rinci untuk mengurangi energi processor sesuai dengan kebutuhan

13. Prosesor Intel Core i7, Core i5 dan Core i5


Intel mengeluarkan produk teranyar mereka yaitu Intel Core i7. Processor ini
termasuk dalam keluarga Nehalem dan mempunyai kode Bloomfield. Processor yang
diklaim tercepat di dunia ini memiliki 4 processor dan sudah mengadopsi teknologi
DDR3 sebagai memory controllernya. Untuk menggunakannya harus menggunakan
chipset terbaru yaitu x58. Dari segi arsitekturnya, processor ini memuat 731 juta
transistor dan dibuat dengan proses fabrikasi 45nm. Walaupun “hanya” menggunakan
L1 cache sebesar 64KB dan L2cache sebesar 256KB, namun processor ini didukung
oleh L3cache sebesar 8MB yang penggunaanya dishare ke masing- masing processor.
Intel akan mengeluarkan produk ini dalam 3 macam kecepatan yaitu 2.66Ghz,
2.93Ghz dan 3.20Ghz.
Setelah merilis processor Core i7, Intel kembali merilis dua varian lainnya
yaitu Core i5 dan Core i3. Beberapa tambahan penting lainnya adalah :
1. Brand Core 2 Duo dan Core 2 Quad akan dihilangkan.
2. Brand Pentium, Celeron dan Atom akan tetap dipertahankan.
3. Brand Centrino akan dihilangkan juga.
Kemungkinan produk berbasis Intel WiFi dan WIMAX yang akan
menggunakan nama Centrino, jadi bukan Notebook lagi. Pada dasarnya Core i5 dan
Core i3 merupakan versi “value” (alias memiliki performa lebih rendah) dari Core i7.
Positionignya adalah sebagai berikut; Core i3 sebagai produk Entry Level, Core i5
sebagai produk Mid Level dan Core i7 sebagai produk High Level. Seluruh processor
ini akan tersedia pada PC Desktop & Mobile.
Kelebihan Core i5 adalah ditanamkannya fungsi chipset Northbridge pada inti
processor (dikenal dengan nama MCH pada Motherboard). Maka motherboard Core
i5 yang akan menggunakan chipset Intel P55 (dikelas mainstream) ini akan terlihat
lowong tanpa kehadiran chipset northbridge. Jika Core i7 menggunakan Triple
Channel DDR 3, maka di Core i5 hanya menggunakan Dual Channel DDR 3.
Penggunaan dayanya juga diturunkan menjadi 95 Watt. Chipset P55 ini mendukung
Triple Graphic Cards (3x) dengan 1×16 PCI-E slot dan 2×8 PCI-E slot. Pada Core i5
cache tetap sama, yaitu 8 MB L3 cache.
Intel Core i3 merupakan varian paling value dibandingkan dua saudaranya
yang lain. Processor ini akan mengintegrasikan GPU (Graphics Processing Unit) alias
Graphics On-board didalam processornya. Kemampuan grafisnya diklaim sama
dengan Intel GMA pada chipset G45. Selain itu Core i3 nantinya menggunakan
manufaktur hybrid, inti processor dengan 32nm, sedangkan memory
controller/graphics menggunakan 45nm. Code produk Core i3 adalah “Arrandale”.
Tabel Jumlah Core, Thread & Turbo di Desktop & Mobile Processor.

Itulah beberaapa prosesor dari Intel dan AMD yang dapat disebutkan. Karena
satu dan lain hal, terjadi persengketaan yg cukup sengit antara Intel dan AMD dan
pengadilan mengharuskan AMD mengembangkan sendiri teknologi pembuatan
prosesornya. Dari sejak itu, para engineer AMD terpaksa bekerja keras siang dan
malam. Kucuran keringat mereka itu tidak sia². Setelah beberapa tahun “tirakat” di
dalam laboratorium, mereka berhasil membuat prosesor yang bisa mengimbangi,
bahkan dlm suatu periode waktu tertentu, mengungguli “guru”nya, dlm hal ini Intel,
tentu saja. Namun harus diakui bahwa dalam bidang pemasaran AMD masih
tertinggal jauh dari Intel, tetapi tidak dalam bidang teknologinya.
- Adu Balap Kecepatan Prosesor
Dulu kinerja prosesor dilihat dari kecepatannya, yang diukur dengan satuan
MHz (Mega Hertz) atau GHz (Giga Hertz). Produsen prosesor terus berlomba
menciptakan prosesor dgn kecepatan tertinggi. Sejak jamannya Pentium 4 kecepatan
prosesor sudah lebih dari 1.000 MHz sehingga mulai populer lah satuan GHz (1 GHz
= 1.000 MHz) dalam mengukur kecepatan prosesor.
Perlombaan ini seakan tak ada batasnya, 2 GHz terlampaui, 3 GHz terlampaui.
Sampailah pada suatu titik dimana mulai terjadi keterbatasan (limitasi) dlm
meningkatkan kecepatan prosesor. Limitasi yg paling sulit diatasi adalah temperatur.
Semakin cepat prosesor, semakin tinggi panas yang dihasilkan, semakin diperlukan
sistem pendinginan yg lbh canggih. Limitasi lain adalah konsumsi daya, semakin
cepat prosesor, semakin banyak pula energi yang dibutuhkan untuk menjalankannya.
Efisiensi lalu menukik tajam. Pada titik ini, para perancang prosesor mulai
menciptakan ajang adu balap yang baru, dlm hal ini adu kinerja dan efisiensi prosesor.
- Adu Balap Kinerja Prosesor
Pihak pertama yg menyadari bahwa adu cepat, pada suatu titik, akan menjadi
sebuah ke- sia²an adalah AMD. Mereka sadar akan sulit bersaing dengan Intel kalau
mereka berpacu di lintasan balap yg sama. Mereka mengembangkan prosesor tdk lagi
berbasis kecepatan tapi berbasis kinerja. Yang jadi ukuran bukan lagi tingkat
kecepatan (speed rating) melainkan tingkat kinerja (perfromance rating). Dengan
cerdik AMD menamai prosesornya tidak dengan kecepatan (berapa GHz) tapi dengan
angka perfromance ratingnya. Dan tolok ukurnya juga mereka sendiri yg menentukan.
Jadi orang akan sulit memperbandingkan apple to apple antara prosesor AMD dan
Intel pada saat itu.
Contohnya, AMD mengeluarkan prosesor dgn kecepatan “hanya” 1.8 GHz,
mereka memberi nama Athlon64 3000+. Angka 3000 secara tersamar mengacu ke
angka 3 GHz. Mereka seakan hendak mengatakan bahwa Athlon64 3000+ (sekalipun
kecepatannya hanya 1.8 GHz) memiliki kinerja mengimbangi prosesor (Intel) yg
berkecepatan 3 GHz. Dan pada kenyataannya memang, lebih kurang, demikian.
Dengan kecepatan yg relatif rendah itu, maka panas yg dihasilkan tdk terlampau
tinggi dan lbh hemat daya. Biaya produksinya pun bisa ditekan lbh rendah. Toh pada
akhirnya para pengguna komputer tdk peduli berapa GHz kecepatan prosesornya,
yang penting seberapa banyak output kinerjanya. Sesuai tidak dgn uang yg sdh
mereka bayarkan.
Berikut adalah tabel perbandingan perkembangan Intel dan AMD :
INTEL AMD
Pentium I AMD Duron
Pentium II AMD Sempron
Pentium III AMD Athlon X2
Pentium IV AMD Athlon X3
Intel Celeron AMD Athlon X4
Intel Dual-core AMD Phenom X2
Intel Core 2 Dou AMD Phenom X3
Intel Core 2 Quad AMD Phenom X4
Intel Core i3
Intel Core i5
Intel Core i7
Lampiran
1. Sumber :
- http://blog.math.uny.ac.id/syahland
- http://eritristiyanto.wordpress.com/
- http://eddyandika.blogspot.com/
- http://www.bignet-community.com/

2. Tampilan Sumber
Syahlan's blog
melakukan hal yang luar biasa
• Home

• Profil

• TIK
o Algoritma
o Aljabar Boolean
o Analisis SWOT
o CARA KERJA PROSESOR
o E-Learning
o Gerbang Logika
o ISTILAH

 Basis data
 Bioinformatika
 Kecerdasan buatan
o MACAM KOMPUTER
o MACAM-MACAM HARDWARE
o PERKEMBANGAN PROSESOR
o Bahasa Pemrograman

 ASP
 PERL
 PHP
 XML
• PORTOFOLIO
o Ahlus Sunnah Wal Jamaah
o Contoh Google Earth
o Guru Masa Depan
o PERAN MATEMATIKA DALAM TI

PERKEMBANGAN PROSESOR
PROSESOR INTEL
- Prosesor yang pertama digunakan pada PC adalah Prosesor 8086 dari Intel yang dipakai pada komputer jenis
XT (Extended Technology).
- Disusul dengan prosesor 8088.
- prosesor 8026 yang digunakan pada PC jenis AT (Advanced Technology) yang kinerjanya 10-15 kali lebih
cepat dari XT dan kecepatan Turbonya 5-9 kali kecepatan turbo XT.
- Tahun 1985 Intel memperkenalkan prosesor 80386 atau yang lebih dikenal dengan prosesor Intel i386,
prosesor ini adalah prosesor pertama yang menggunakan arsitektur 32 bit, prosesor ini diproduksi dalam
berbagai macam versi dan bekerja pada kecepatan antara 25 MHz-40 MHz.
- Pada tahun 1989 Intel memperkenalkan pengembangan prosesor i386 yaitu prosesor 80486 atau yang lebih
dikenal dengan prosesor i486 peningkatan yang terjadi tidak terlalu signifikan, namun prosesor ini memiliki lebih
banyak transistor dan dapat bekerja pada kecepatan yang lebih tinggi.
· Terdapat 2 versi dari prosesor i486 yaitu:
1. Versi standar (i486DX).
2. Versi murah (i486SX) yang tidak memiliki chip tambahan untuk mengerjakan instruksi matematika dan
berada pada instruksi 16bit external keduanya berjalan pada kecepatan 25MHz-33MHz.
- Kemudian muncul penerusnya yaitu i486DX-2 yang berjalan pada kecepatan 50, 66, dan75MHz.
- Setelah itu muncul lagi prosesor i486DX-3 yang berjalan pada kecepatan 100MHz.
· Ini urutan prosesor Intel yang menggunakan sistem penamaan x86:
· Setelah itu muncul Intel Pentium Generasi pertama Pentium
- Pada tahun 1993,tepatnya tanggal 22 maret 1993,intel kembali meluncurkan generasi
prosesornya,namun kali ini Intel tidak menamakan generasi prosesornya dengan sistem penamaan x86.
Pada awalnya, prosesor ini dinamakan prosesor 80856 atau i586, namun karena Intel telah menggunakan
paten penamaan i586 sehingga prosesor ini diganti menjadi Pentium.
Pentium menawarkan peningkatan yang cukup tajam, pada awalnya pentium hanya berjalan pada
kecepatan 60 dan 66MHz dan menggunakan platform socket 4.
- Pada tahun 1994 Intel mengeluarkan generasi terbaru dari pentium yang bekerja pada kecepatan 75, 90,
dan 100MHz, Empat pentium ini menggunakan socket 5.
- Pada tahun 1995, Intel kembali mengeluarkan jajaran prosesor Pentiumnya yang bekerja pada kecepatan
120 dan 133MHz.
- Pada tahun 1996, Intel menanam 3,3 juta transistor pada prosesor pentiumnya yang memilki 150, 166,
dan 200 MHz. Jumlah transistor ini meningkat 12 kali dari jumlah transistor yang digunakan pada i386.
Ketiga transistor ini menggunakan socket 7.
- Pada tahun 1997, Intel mengumumkan kehadiran prosesor terbarunya yaitu Pentium MMX, prosesor ini
memilki kelebihan dibandingkan dengan prosesor pendahulunya dalam menjalankan aplikasi game dan
multimedia. Hal ini karena ditambahkannya intruksi baru sebanyak 57 yang dikenal dengan instruksi MMX,
ini penambahan instruksi pertama kalinya sejak i386.
- Pertama kalinya MMX diperkenalkan tersedia dalam dua jenis kecepatan yaitu 166 dan 200 MHz.
- Pada tanggal 2 juni 1997 baru tersedia Pentium MMX yang berkecepatan 233 MHz, Pentium MMx dibuat
dengan pabrikan 0,35 micron dan masih menggunakan socket 7.
- Intel juga mengeluarkan Pentium MMX untuk versi Mobile yang dibuat dengan pabrikan 0,25 micron.
Pentium MMX Mobile tersedia dalam kecepatan 166, 200, 233, 266, dan 300 MHz.
· MMX
MMX adalah instruksi tambahan pada prosesor yang didesain oleh Intel. MMX pertama kali digunakan pada
prosesor Pentium MMX. Sampai sekarang hampir semua prosesor desktop menggunakan instruksi MMX tidak
terkecuali AMD.
MMX terdiri dari 57 instruksi multimedia, prosesor yang telah menggunakan MMX dapat menangani banyak
instruksi multimedia seperti digital signal processing yang dulu hanya dapat digunakan dengan bantuan graphic
card atau sound card tambahan.
Pengembangan dari MMX adalah Streaming SIMD Extensions (SSE) SSE adalah intruksi tambahan dukungan
untuk 32-bit floating point dan tambahan 128-bit vector register. Dukungan tambahan tersebut membuat SSE
dapat melakukan operasi SIMD dan FPU dalam waktu yang bersamaan. Pengembangan selanjutnya dari SSE
yaitu SSE2 dan SSE3.
· Prosesor Intel Pentium II :
Pada 7 Mei 1997 Intel meluncurkan Intel Pentium II. Perbedaan mendasar antara Pentium II dan Pentium MMX
adalah adalah digunakannya platform baru untuk Pentium II yaitu menggunakan slot menggantikan socket dan
dinamakan Slot 1. Ketika diluncurkan Pentium II tersedia dalam kecepatan 233 dan 266 MHz. Kemudian bulan
Oktober 1997, Pentium II tersedia dalam kecepatan 333, 350, 400, dan 450 MHz.
Pentium II 300 MHz menandai akhir dari Pentium II dengan kode nama “Klammath” yang dibuat dengan
fabrikasi 0,35 micron. Untuk semua Pentium II 333 MHz keatas memiliki kode nama “Descuthes” yang dibuat
dengan fabrikasi 0,25 micron. Pentium II memiliki Level 2 (L2) cache terpisah dari prosesor. Hal ini
menyebabkan cache tersebut berjalan hanya setengah dari kecepatan prosesor tetapi lebih murah dan
terjangkau.
· Prosesor Intel Pentium III :
- Katmai
Versi pertama dari Pentium III diberi kode nama “Katmai” yang menggunakan proses fabrikasi 0,25 micron
mirip dengan Pentium II. Perberdaan antara Pentium II dengan Katmai adalah Katamai memiliki intruksi
SSE dan L1 cache yang lebih besar. Pentium III tersedia dalam kecepatan 450 dan 550 MHz lalu pada
bulan Mei dan Agustus tahun yang sama dikeluarkan Pentium III dengan kecepatan 550 dan 600 MHz.
- Coppermine
Versi kedua dari Pentium III yaitu “Coppermine” yang dibuat menggunakan proses fabrikasi 0,18 micron
dan memiliki L2 cache yang terintegrasi sebesar 256 KB yang tersedia dalam dua platform, yaitu Slot 1
dan Socket 370. Ketika pertama kali diluncurkan pada bulan Oktober tersedia dalam kecepatan 500, 533,
550, 600, 650, 667, 700, dan 733 MHz dan pada Mei tahun 2000 tersedia dalam kecepatan 750, 800, 850,
866, 933, dan 1000 MHz (1 GHz). Pada pertengahan tahun 2000, diluncurkan Coppermine yang
berkecepatan 1,13 GHz, namun belum beberapa lama ditarik kembali karena terbukti tidak stabil.
- Tualatin
Versi ketiga dan terakhir dari Pentium III yang diluncurkan ketika pentium 4 sudah tersedia dipasaran yang
diberi kode nama “Tualatin” . Tualatin muncul ke pasaran selama tahun 2001 sampai awal tahun 2002
dengan kecepatan 1,13, 1,2, 1,26, dan 1,4 GHz. Perbedaan Coppermine dan Tualatin adalah Tualatin
dibuat dengan menggunakan fabrikasi 0,13 micron dan beberapa Tualatin memiliki L2 cache sebesar 512
KB dan disebut Pentium III-S yang lebih ditujukan untuk server. Tualatin menggunakan platform baru yaitu
FC-PGA2. yang menarik dari dari Tulatin adalah teknologi yang diusung Tualatin mirip dengan Pentium 4
dan Athlon XP. Sama sperti Pentium 4, Tualatin juga menggunaka heat spreader untuk melindungi core-
nya.
· Prosesor Intel Pentium IV :
Akhir tahun 2000 pada bulan November Intel mengeluarkan Intel Pentium 4. Sebenarnya, kecepatan pada
Pentium 4 tidak lebih baik dari Pentium III dalam menjalankan proses integer dan floating point. Namun Pentium
4 memiliki kelebihan, yaitu berjalan paga kecepatan (MHz) yang lebih tinggi dan memiliki kinerja yang lebih baik
dalam menjalankan intruksi SSE.
- Willamette
Versi pertama ini memiliki kode nama “Willamette” diluncurkan dengan kecepatan 1400 dan 1500 MHz dan
dibuat dengan menggunakan proses fabrikasi 0,18 micron. Willamette berjalan dengan kecepatan bus
(FSB) 400 MHz menggunakan platform baru, yaitu Socket 423 dan diganti menjadi Socket 478. Willamette
menawarkan feature yang menarik namun kinerjanya mengecewakan. Pada beberapa hasil pengujian,
Willamette tidak dapat mengalahkan saingannya prosesor AMD Athlon dan Pentium III. Awal tahun 2001,
Willamette diluncurkan dengan kecepatan 1300 MHz, pada April 2001 diluncurkan dengan kecepatan 1700
MHz dan menarik minat para pengguna saat itu, lalu pada Agustus dikeluarkan Willamette berkecepatan
1600, 1800, 1900, dan 2000 MHz.
- Northwood
Versi kedua ini memiliki kode nama “Northwood” diluncurkan pada awal tahun 2002 tersedia dalam
kecepatan 2000 dan 2200 MHz. Northwood dibuat dengan menggunakan proses fabrikasi 0,13 micron dan
L2 cache-nya menjadi 512 KB. Intel mengeluarkan Northwood 2400 dan 2530 MHz (2,53 GHz). Northwood
2,53 GHz ini mengalami perubahan kecepatan bus menjadi 533 MHz dan dikenal dengan nama Pentium 4
“B”. Lalu pada bulan Agustus dan November tahun 2002 dikeluarkan Northwood dengan kecepatan 2600,
2800, 3060 MHz.ng menarik dari Northwood adalah mengeluarkan kecepatan yang lebih kecil
menggantikan jajaran prosesor Willamette yang dihentikan produksinya.
Yang membawa dampak lebih besar dalam perkembangan Pentium 4 ada Northwood 3,06 GHz karena
prosesor ini mengusung feature yang menjadi treadmark untuk prosesor Intel selanjutnya, yaitu
disediakannya teknologi Hyper-treading pada prosesor untuk komputer pribadi. Hyper-treading membuat
operating sistem menganggap terdapat dua prosesor yang bekerja dalam satu komputer, padahal terdapat
hanya satu logical prosesor dan satu lagi virtual prosesor.
Pada April 2003, dirilis Northwood dengan kecepatan 2400 sampai 3000 MHz. Perbedaan dengan
northwood yang lama adalah prosesor ini sudah memiliki feature Hyper-treading dan berjalan pada FSB
800 MHz dikenal juga sebagai Pentium 4 “C”. Pada pertengahan tahun 2003 dikeluarkan Northwood
dengan kecepatan 3200 MHz dan pada awal 2004 dirilis Northwood yang memiliki kecepatan 3400 MHz.
- Extreme Edition
Pada bulan September 2004 diluncurkan versi terbaru dari Pentium 4, yaitu Pentium 4 Exteme Edition
yang memiliki spesifikasi teknis sama persis dengan Pentium 4. Bedanya hanya pada Pentium 4 EE
ditambahkan Level 3 (L3) cache yang menyebabkan pada aplikasi Office Pentium 4 lebih pelan dari pada
Northwood karena L3 cache menyebabkan waktu jeda dalam mengakses data yang lebih besar.
Peningkatan kinerja terjadi ketika Pentium 4 EE digunakan untuk aplikasi multimedia seperti game. Saat
Pentium 4 EE tersedia dalam kecepatan 3200 dan 3400 MHz. Pentium 4 EE ada juga yang menggunakan
platform baru LGA775, yaitu Pentium 4 EE 3,4 GHz.
- Prescott
Pada 1 Febuari 2004, Intel mengenalkan versi terbaru dengan kode nama “Prescott” yang dibuat dengan
proses fabrikasi 0,09 micron. Prescott tidak memiliki perbedaan kinerja dibandingkan dengan Willmette.
Namun, arsitektur baru memungkinkan Prescott berjalan pada kecepatan yang lebih tinggi. Prescott
memiliki pipeline yang lebih panjang dan sudah memiliki instruksi SSE3 dan dikenal dengan Pentium 4 “E”.
Prescott pada awalnya tersedia dalam kecepatan 2400 sampai 2800 MHz menggunakan FSB 533 MHz.
Kecepatan yang tertinggi terdapat pada Prescott berkecepatan 3,6 GHz. Beberapa Prescott menggunakan
platform LGA775. Perbedaan LGA 775 dengan socket adalah pin atau kaki prosesor sudah tidak terdapat
lagi pada prosesor tetapi menempel pada socket prosesor di motherboard.
· Intel Core 2
Core 2 sendiri adalah generasi ke-8 dari jajaran processor dari Intel yang sudah memakai microprocessor
dengan arsitektur x86. Arsitektur tersebut oleh Intel dinamakan dengan Intel Core Microarchitecture, di mana
arsitektur tersebut menggantikan arsitektur lama dari Intel yang disebut dengan NetBurst sejak tahun 2000 yang
lalu. Penggunaan Core 2 ini juga menandai era processor Intel yang baru, di mana brand Intel Pentium yang
sudah digunakan sejak tahun 1993 diganti menjadi Intel Core.
CONROE
Processor ini dibangun dengan menggunakan teknologi 65 nm dan ditujukan untuk penggunaan desktop
menggantikan jajaran Pentium 4 dan Pentium D. Bahkan pihak Intel mengklaim bahwa Conroe mempunyai
performa 40% lebih baik dibandingkan dengan Pentium D. Core 2 Duo hanya membutuhkan daya yang
lebih kecil 40% dibandingkan dengan Pentium D.
Beberapa jenis Conroe yang sudah beredar di pasaran adalah tipe E6300 dengan clock speed
sebesar1.86 GHz, tipe E6400 dengan clock speed sebesar 2.13 GHz, tipe E6600 dengan clock speed
sebesar 2.4 GHz, dan tipe E6700 dengan clock speed sebesar 2.67 GHz. Untuk processor dengan tipe
E6300 dan E6400 mempunyai Shared L2 Cache sebesar 2 MB, sedangkan tipe yang lainnya mempunyai
L2 cache sebesar 4 MB. Jajaran dari processor ini memiliki FSB (Front Side BUS) sebesar 1066 MT/s
(Megatransfer) dan daya yang dibutuhkan hanya sebesar 65 Watt TDP (Thermal Design Power).
Berdasarkan pengetesan yang ada processor dari keluarga Core 2 tersebut mampu menandingi musuh
besarnya, yaitu AMD. Dan pada saat di-overclocking sampai sebesar 4 GHz sekalipun, processor dengan
tipe E6600 dan E6700 masih mampu berkerja secara stabil walaupun multipliers yang dimiliki sangat
terbatas.
CONROE XE
Conroe XE sendiri adalah core processor dari Intel Core 2 Extreme yang diluncurkan bersamaan dengan
Intel Core 2 Duo pada 27 Juli 2006. Conroe XE mempunyai tenaga lebih dibandingkan dengan Conroe.
Tipe pertama dan satu-satunya yang dikeluarkan oleh Intel untuk jajaran processor Core 2 Extreme adalah
X6800 dan sudah beredar di pasaran saat ini dengan jumlahnya sangat terbatas.
Processor Intel Core 2 yang sudah memakai Intel Core 2 Extreme dengan core Conroe XE ini akan
menggantikan posisi dari Processor Pentium 4 EE (Extreme Edition) dan Dual Core Extreme Edition. Core
2 Extreme mempunyai clock speed sebesar 2.93 GHz dan FSB sebesar 1066 MT/s. Keluarga dari Conroe
XE memerlukan TDP hanya sebesar 75 sampai 80 Watt. Dalam keadaan full load temperature processor
dari X6800 yang dihasilkan tidak akan melebihi 450C. Lain lagi jika fungsi SpeedStep-nya berada dalam
keadaan aktif, maka temperatur processor saat keadaan idle yang dihasilkan oleh X6800 hanya berkisar
sekitar 250C.
Hampir sama seperti Core 2 Duo, Core 2 Extreme memiliki shared L2 cache sebesar 4 MB hanya saja
perbedaan yang paling terlihat dari kedua Conroe tersebut adalah kecepatan dari masing-masing clock
speednya saja. Core 2 Extreme mempunyai fitur untuk merubah multipliers sampai 11x (step) untuk
mendapatkan hasil overclocking yang maksimal. Fitur-fitur unik lain yang disertakan juga pada Core 2
Extreme Edition kali ini adalah FSB yang lebih besar, L2 cache lebih besar, dan adanya L3 cache.
Intel Core 2 Extreme Edition dengan tipe X6800 mempunyai kinerja 36% lebih tinggi dibandingkan dengan
AMD Athlon 64 FX-62. Core 2 Extreme Edition X6800 mampu dioverclock sampai 3.4 GHz hanya dengan
menggunakan sebuah heatsink standar saja.
ALLENDALE
Core processor ini dipakai oleh processor Core 2 Duo dengan core Conroe yang hanya memiliki 2 MB L2
Cache. Beberapa Core 2 Duo yang memakai Allendale sebagai core processornya adalah E6300 dengan
clock speed sebesar 1.86 GHz dan E6400 dengan clock speed 2.13 GHz, keduanya memiliki FSB sebesar
1066 MT/s.
Ø Intel Merancang Konsep Prosesor 80 Core
Baru saja Intel merilis teknologi prosesor inti ganda terbaru atau Core 2 Duo yang akan disusul quad core
di bulan November 2006 mendatang. Namun demikian lompatan besar dilakukan perusahaan pembuat
chip PC tersebut dengan memperkenalkan teknologi prosesor masa depan yang memiliki core sebanyak
80 buah.
Chip tersebut disebut Intel sebagai mikroprosesor pertama di dunia yang dapat diprogram dan memiliki
kemampuan menangani teraflop (tr-flp). Satuan ukuran kecepatan komputer teraflop setara dengan satu
trimiliar operasi floating-point per detik.
Core yang ada saling berhubungan dengan menggunakan simpul-simpul koneksi. Setiap core memiliki
kecepatan clock hingga 3,1 GHz dan didukung memori SRAM 20 MB. Teknologi chip ini masih berupa
konsep semata dan mungkin baru akan diproduksi paling cepat lima tahun mendatang.
· Prosesor Intel Celeron :
Celeron merupakan prosesor entry-level (kelas value) dari Intel. Celeron pertama kali diluncurkan pada Agustus
1998 yang tidak lain adalah prosesor kelas atas yang feature-nya “dikebiri” dan lebih ditujukan bagi pengguna
yang menjalankan aplikasi Office.
- Covington
Covington adalah kode nama Celeron yang pertama yang tidak lain adalah Pentium II yang tidak memiliki
L2 cache. Covington sebenarnya ditujukan untuk mengganti Pentium MMX. Namun, Covington memiliki
kinerja yang lebih pelan dari Pentium MMX meskipun memiliki kecepatan yang lebih tinggi. Hal ini
menyebabkan Covington ditarik dari pasaran.
- Mendocino
Melihat kegagalan Covington, Intel menebus kesalahan dengan mengeluarkan Mendocino yang memiliki
kinerja yang sama baiknya dengan prosesor kelas atas. Rahasia dibalik kehebatan Mendocino adalah
memiliki L2 cache sebesar 128 KB. Mendocino pertama kali tersedeia dalam kecepatan 300 MHz dan
dikenal denga sebutan Celeron-A, hadir dalam kecepatan 333, 366, 400, 433, 466, 500, dan 533 MHz.
- Coppermine-128
Keberhasilan Mendicino membuat Intel mempertahankan Celeron dan dibuatlah Celeron II yang kode
namanya Coppermine-128. prosesor ini tidak lain adalah Pentium III Coppermine yang L2 cache
dipangkas menjadi 128 KB dan berjalan pada FSB 66 MHz. Ini menyebabkan kinerja Coppermine lebih
lamban dari pada pesaingnya dikelas value. Coppermine-128 hadir dalam kecepatan 533, 566, 600, 633,
666, 700, 733, dan 766 MHz. Pada awal tahun 2001 Coppermine-128 diproduksi dengan FSB 100 MHz
yang tersedia dalam kecepatan 800, 850, 900, 950, 1000, dan 1100 MHz.
- Celeron Tualatin (Tualeron)
Celeron Tualatin disebut Tualeron karena gabungan dari Celeron dan Tualatin. Perbedaan antara Tualeron
dan Tualatin adalah FSB yang digunakan Tualeron hanya 100 MHz. Tualeron memiliki L2 cache sebesar
256 KB dan diproduksi menggunakan proses fabrikasi 0,13 micron. Tualeron pertama kali tersedia dalam
kecepatan 1000 dan 1100 Mhz. Tualeron dinamai Celeron “A”. Tualeron tersedia dalam kecepatan 1000,
1100, 1200, 1300, dan 1400 Mhz.
- Willamette-128 dan Northwood-128
Celeron 4 ini merupakan versi murah dari Pentium 4. Perbedaan yang dimiliki Celeron 4 terdapat pada L2
cache sebesar 128, lebih kecil dari Pentium 4 dan Tualeron yang L2 cache sebesar 256 KB. Willamette-
128 adalah Celeron yang basisnya dari Pentium 4 Willamette. Sedangkan Northwood-128 adalah Celeron
yang basisnya dari Pentium 4 Northwood. Celeron Willamette dan Northwood tersedia dalam kecepatan
1600, 1700, 1800, 1900, 2000, 2100, 2200, 2300, 2400, 2500, 2600, dan 2800 MHz.
- Prescott-256
Celeron terakhir yang dikeluarkan Intel adalah celeron D. Celeron D merupakan Prescott yang L2 cache-
nya sebesar 256 KB dan berjalan pada FSB 533 MHz serta memiliki instruksi SSE3. Celeron D tersedia
dalam kecepatan 2800 MHz.
Dari perkembangan yang telah dilakukan intel banyak diikuti oleh pesaingnya baik AMD ,Via maupun Cyrix,berikut
adalah perkembangan clone dari pesaing pesaing intel :
· Sekitar tahun 1989 Intel meluncurkan i80486DX. Seri yang tentunya sangat populer, peningkatan seri ini
terhadap seri 80386 adalah kecepatan dan dukungan FPU internal dan skema clock multiplier (seri i486DX2
dan iDX4), tanpa tambahan instruksi baru. Karena permintaan publik untuk prosesor murah, maka Intel
meluncurkan seri i80486SX yang tak lain adalah prosesor i80486DX yang sirkuit FPU-nya telah disabled .
Seperti yang seharusnya, seri i80486DX memiliki kompatibilitas penuh dengan set instruksi chip-chip seri
sebelumnya.
· AMD dan Cyrix kemudian membeli rancangan prosesor i80386 dan i80486DX untuk membuat prosesor Intel-
compatible, dan mereka terbukti sangat berhasil. Pendapat saya inilah yang disebut proses ‘cloning’, sama
seperti cerita NEC V20 dan V30. AMD dan Cyrix tidak melakukan proses perancangan vertikal (berdasarkan
sebuah chip seri sebelumnya), melainkan berdasarkan rancangan chip yang sudah ada untuk membuat chip
yang sekelas.
· Tahun 1993, dan Intel meluncurkan prosesor Pentium. Peningkatannya terhadap i80486: struktur PGA yang
lebih besar (kecepatan yang lebih tinggi , dan pipelining, TANPA instruksi baru. Tidak ada yang spesial dari chip
ini, hanya fakta bahwa standar VLB yang dibuat untuk i80486 tidak cocok (bukan tidak kompatibel) sehingga
para pembuat chipset terpaksa melakukan rancang ulang untuk mendukung PCI. Intel menggunakan istilah
Pentium untuk meng”hambat” saingannya. Sejak Pentium ini para cloner mulai “rontok” tinggal AMD, Cyrix .
Intel menggunakan istilah Pentium karena Intel kalah di pengadilan paten. alasannya angka tidak bisa dijadikan
paten, karena itu intel mengeluarkan Pentium menggunakan TM. AMD + Cyrix tidak ingin tertinggal, mereka
mengeluarkan standar Pentium Rating (PR) sebelumnya ditahun 92 intel sempat berkolaborasi degan Sun,
namun gagal dan Intel sempat dituntut oleh Sun karena dituduh menjiplak rancangan Sun. Sejak Pentium, Intel
telah menerapkan kemampuan Pipelining yang biasanya cuman ada diprocessor RISC (RISC spt SunSparc).
Vesa Local Bus yang 32bit adalah pengembangan dari arsitektur ISA 16bit menggunakan clock yang tetap
karena memiliki clock generator sendiri (biasanya >33Mhz) sedangkan arsitektur PCI adalah arsitektur baru
yang kecepatan clocknya mengikuti kecepatan clock Processor (biasanya kecepatannya separuh kecepatan
processor).. jadi Card VGA PCI kecepatannya relatif tidak akan sama di frekuensi MHz processor yang berbeda
alias makin cepat MHz processor, makin cepat PCI-nya
· Tahun 1995, kemunculan Pentium Pro. Inovasi disatukannya cache memori ke dalam prosesor menuntut
dibuatnya socket 8 . Pin-pin prosesor ini terbagi 2 grup: 1 grup untuk cache memori, dan 1 grup lagi untuk
prosesornya sendiri, yang tak lebih dari pin-pin Pentium yang diubah susunannya . Desain prosesor ini
memungkinkan keefisienan yang lebih tinggi saat menangani instruksi 32-bit, namun jika ada instruksi 16-bit
muncul dalam siklus instruksi 32-bit, maka prosesor akan melakukan pengosongan cache sehingga proses
eksekusi berjalan lambat. Cuma ada 1 instruksi yang ditambahkan: CMOV (Conditional MOVe) .
· Tahun 1996, prosesor Pentium MMX. Sebenarnya tidak lebih dari sebuah Pentium dengan unit tambahan dan
set instruksi tambahan, yaitu MMX. Intel sampai sekarang masih belum memberikan definisi yang jelas
mengenai istilah MMX. Multi Media eXtension adalah istilah yang digunakan AMD . Ada suatu keterbatasan
desain pada chip ini: karena modul MMX hanya ditambahkan begitu saja ke dalam rancangan Pentium tanpa
rancang ulang, Intel terpaksa membuat unit MMX dan FPU melakukan sharing, dalam arti saat FPU aktif MMX
non-aktif, dan sebaliknya. Sehingga Pentium MMX dalam mode MMX tidak kompatibel dengan Pentium.
Sedangkan AMD K5,AMDK5-PR75 merupakan clone dari i80486DX dengan kecepatan internal 133MHz dan clock
bus 33MHz. Spesifikasi Pentium yang didapat AMD saat merancang K5 versi-versi selanjutnya dan Cyrix saat
merancang 6×86 hanyalah terbatas pada spesifikasi pin-pin Pentium. Mereka tidak diberi akses ke desain aslinya.
Bahkan IBM tidak mampu membuat Intel bergeming (Cyrix, mempunyai kontrak terikat dengan IBM sampai tahun
2005)
Sedangkan AMD K6 adalah K6 sebenarnya adalah rancangan milik NexGen .sewaktu Intel menyatakan membuat
unit MMX, AMD mencari rancangan MMX dan menambahkannya ke K6. Sayangnya spesifikasi MMX yang didapat
AMD sepertinya bukan yang digunakan Intel, sebab terbukti K6 memiliki banyak ketidakkompatibilitas instruksi MMX
dengan Pentium MMX.
Advance Micro Devices (AMD)
Advance Micro Devices (AMD) merupakan produsen prosesor terbesar kedua setelah Intel. AMD didirikan pada
tahun 1969 oleh beberapa orang yang memisahkan diri dari perusahaan Fairchild Semiconductor.
Ø Prosesor Am386 dan Am486
Am386 dan Am486 merupakan prosesor AMD pertama tiruan dari prosesor Intel 80368 dan 80468 tetapi dijual
dengan harga murah. Sehingga meningkatkan pamor AMD. Am386 diluncurkan pada tahun 1990 tersedia
dalam kecepatan 25, 33, dan 40 MHz. Sedangkan Am486 diluncurkan pada tahun 1991 tersedia dalam
kecepatan 66, 80, 90, 100, dan 120 MHz.
Ø AMD K5
Pada tahun 1995 AMD meluncurkan prosesor yang disebut “K5” yang diilhami dari “Kriptonyte” yang populer di
komik Superman. Arsitektur K5 memiliki kesamaan dengan Pentium Pro untuk server. K5 kurang sukses di
pasaran karena kinerjanya belum dapat bersaing dengan Ciryx’s 6×68 maupun Pentium. AMD K5 tersedia
dalam lecepatan 75, 90, 100, dan 116,5 Mhz.
Ø AMD K6
Pada Mei tahun 1997 AMD meluncurkan K6 yang mendapat respon hangat dari para pengguna komputer dan
dapat bersaing dengan prosesor buatan Intel maupun Ciryx. K6 menjadi prosesor tercepat sebelum Intel
mengeluarkan Pentium II dan dijual dengan harga murah dengan menggunakan platform Socket 7 sehingga
pengguna pengguna komputer yang memiliki prosesor Pentium dan 6×68 tidak perlu mengganti motherboard
jika ingin menggunakan K6. K6 tersedia dalam kecepatan 166, 200, 233, 266, dan 300 Mhz.
Ø AMD K6-2
AMD mengeluarkan prosesor K6-2 dengan menambahkan feature terbaru, yaitu “3Dnow!”. 3Dnow! merupakan
instruksi Single Instruction Multiple Data (SIMD) untuk meningkatkan ketika menjalankan aplikasi 3 dimensi. K6-
2 memiliki L1 cache sebesar 64 KB, menggunakan tegangan 2,2 Volt, dan diproduksi menggunakan proses
fabrikasi 0,25 micron. beberapa prosesor K6-2 sudah berkecepatan bus FSB 100 MHz yang dapat
meningkatkan kinerja. K6-2 tersedia dalam kecepatan 266, 300, 333, 350, 366, 380, 400, 450, 475, 500, 533,
dan 550 MHz.
Ø AMD K6-III
Pada awal tahun 1999 AMD meluncurkan K6-III yang tidak lain adalah K6-2 yang memiliki L2 cache sebesar
256 KB. Kelebihan lainnya adalah prosesor ini masih menggunakan Super Socket 7. perngguna prosesor lama
dapat menggunakan psosesor ini tanpa mengganti motherboard. Ini yang tidak dimilliki oleh Intel. K6-III tersedia
dalam kecepatan 400 dan 450 MHz.
Ø AMD Athlon
Pada bulan Agustus tahun 1999 AMD meluncurkan K7 yang lebih dikenal Athlon “klasik” tersedia dalam
kecepatan 500 sampai 650 MHz dengan menggunakan platform baru yang mirip seperti Slot 1, yang dinamakan
Slot A.
K7 meruppakan pengembangan dari K6 yang kemampuan Floating Point Unit (FPU) ditingkatkan dan memiliki
L1 cache sebesar 128 KB dan L2 cache sebesar 512 KB. Sama sperti Pentium II dan III, L2 cache Athlon klasik
berada pada modul prosesornya, tetapi tidak ditanam di dalam chip-nya. Athlon cukup sukses dalam kurun
waktu Agustus 1999 sampai pertengahan tahun 2001 dipasaran karena Intel mengalami permasalahn pada
proses fabrikasi 0,18 micron. Kemunculan AMD dalam masa Intel yang masih bermasalah, menaikkan pamor
AMD lagi. Pada Febuari 2000, AMD tersedia dalam kecepatan 500, 550, 600, 650, 700, 750, 800, dan 850
MHz.
Tanggal 6 Maret 2000, AMD mengejutkan dunia dengan mengeluarkan prosesor dengan kecepatan 1000 MHz
(1 GHz). AMD berhasil mengungguli Intel. Kemudian Athlon tersedia dalam kecepatan 900, 950, dan 1000 MHz.
Ø AMD Athlon Thunderbird
Thunderbird diluncurkan pada tanggal 4 Juni 2000 dengan menggunakan platform baru yang dinamakan Socket
A. Ketika pertama kali diluncurkan, Thunderbird tersedia dalam kecepatan 650, 700, 750, 800, 850, 900, dan
1000 Mhz.
Thunderbird memiliki L2 cache sebesar 256 KB yang ditanam pada core-nya dan kecepatan bus (FSB) 100
MHz. Pada bulan Oktober 2000 AMD meluncurkan Thunderbird yang emiliki FSB 133 MHz yang disebut Athlon
“C” tersedia dalam kecepatan 1000, 1133, dan 1200 MHz dan pada bulan Juni tersedia sampai kecepatan 1400
MHz.
Ø AMD Athlon XP
Pada tanggal 14 Mei 2001 AMD mengeluarkan Athlon XP versi ketiga dari Athlon.
- Palomino
Athlon XP pertama berkode nama “Palamino” yang dibuat dengan proses fabrikasi Organic Pin Grid Array
(OPGA) 0,18 micron dan sudah memiliki dukungan terhadap SSE dan dukungan khas AMD, yaitu 3dNow!.
Palamino pertama kali diluncurkan dengan kecepatan 1333 sampai 1733 MHz. Prosesor ini memiliki
kinerja lebih tinggi sekitar 10% daripada Thunderbird. Pada Palamino inilah pertama kali sistem penamaan
prosesor AMD menggunakan Performance Rating (PR). Palamino tersedia dalam kecepatan 1333
(1500+), 1400 (1600+), 1466 (1700+), 1533 (1800+), 1600 (1900+), 1666 (2000+), dan 1733 MHz (2100+).
- Thorougbred
Thorougbred dikeluarkan pada tahun 2002 setelah AMD beralih ke proses fabrikasi 0,13 micron yang
merupakan generasi keempat Athlon. Pertama kali diluncurkan Thorougbred (T-Bred) tersedia dalam
kecepatan 1800 MHz (2200+). Tersedia dua jenis T-Bred, yaitu T-Bred A dan B. Hal ini dikarenakan T-
Bred menimbulkan panas. Kemudian diluncurkkan T-Bred B untuk mengatasi masalah itu dan tersedia
dalam kecepatan mulai 2000 MHz (2400+). T-Bred awalnya menggunakan FSB 133 MHz, lalu dikeluarkan
T-Bred B yang memiliki FSB 166 MHz digunakan pada T-Bred yang berkecepatan 2083 (2600+), 2167
(2700+), dan 2250 MHz (2800+) tetapi tersedia dalam jumlah terbatas.
T-Bred A tersedia dalam kecepatan 1400 (1600+), 1466 (1700+), 1533 (1800+), 1600 (1900+), 1666
(2000+), 1733 (2100+), dan 1800 MHz (2200+). Sedangkan T-Bred B tersedia dalam kecepatan 1400
(1600+), 1466 (1700+), 1533 (1800+), 1600 (1900+), 1666 (2000+), dan 1733 (2100+), 1800 (2200+), 2000
(2400+), 2133 (2600+), 2083 (2600+), 2167 (2700+), dan 2250 MHz (2800+).
- Barton
Barton merupakan Athlon generasi kelima dikeluarkan pada awal tahun 2003 memiliki L2 cache sebesar
512 KB, lebih besar dibandingkan T-Bred sehingga Barton memiliki kinerja yang tinggi. Barton memiliki dua
versi, versi pertama menggunakan FSB 166 MHz tersedia dalam kecepatan 1833 (2500+), 1917 (2600+),
2000 (2700+), 2083 (2800+), dan 2167 MHz (3000+). Versi kedua menggunakan FSB 200 MHz tersedia
dalam kecepatan 2100 (3000+) dan 2200 (3200+). Barton memiliki kinerja yang sangat baik, bahkan
Hewlett Packard menggunakan Barton 3200+ khusus yang berkecepatan 2333 MHz pada salah satu
jajaran PC-nya. Barton memiliki versi murah yaitu Thorton ynag L2 cache sebesar 256 KB dan tersedia
dalam kecepatan 1666 (2000+), 1800 (2200+), dan 2000 MHz (2400+).
- Athlon 64 bit
Prosesor Athlon 64 bit adlah prosesor x68 yang meiliki kemampuan untuk menjalankan aplikasi 64-bit, 32-
bit dan 16-bit merupakan versi rumah AMD Opteron. Bila Opteron digunakan untuk server, Athlon 64-bit
digunakan untuk komputer pribadi. Ada dua versi Athlon 64-bit, yaitu Athlon 64 (A-64) dan Athlon 64-FX
(A-64-FX). Semua versi Athlon 64 menggunakan platfor baru, yaitu Socket 775 dan 939. seri Athlon 64
memiliki feature baru yaitu Cool’n Quiet. Feature ini memungkinkan kecepatan dan tegangan prosesornya
sesuai dengan beban. Feature ini cukup efektif untuk mengurangi beban yang dihasilkan Athlon 64 dan
bentuk fisik lebih kecil dari Athlon XP dan lebih besar dari Pentium 4.
Ø AMD Duron
Duron adalah prosesor kelas value ditunjukkan untuk pengguna komputer yang hanya ingin bermain game dan
menjalankan aplikasi sehari-hari. Duron diluncurkan pada tahun 2000 untuk bersaing dengan Celeron.
- Splitfire
Duron Splifire diproduksi tahun 2000 dan 2001 yang tidak lain adalah Thunderbird yang L2 cache
dipangkas menjadi 64 KB. AMD hanya menyediakan Splitfire yang berjalan pada 133 MHz dan tersedia
dalam kecepatan 600, 650, 700, 750, 800, 850, 900, dan 950 MHz.
- Morgan
Morgan adalah generasi kedua Duron yang tidak lain adlah Palamino yang dipangkas L2 cache menjadi 64
KB, diproduksi menggunakan teknologi lama yaitu Ceramic Pin Grid Array (CPGA). Perbedaan Morgan
dan Splitfire adlah Morgan sudah memilki intruksi SSE. Sedankan kesamaannya adalah AMD tetap tidak
menyediakan Morgan yang berjalan pada FSB 133 MHz. Morgan tersedia dalam kecepatan 1000, 1100,
1200, dan 1300 MHz.
- Applebred
Duron generasi ketiga adalah Applebred yang tidak lain adalah Thoroughbred yang dipangkas L2 cache
menjadi 64 KB. Apllebred memiliki arsitektur yang sama persis dengan Thoroughbred. Penamaan
Apllebred berdasarkan kecepatan aslinya dan tersedia dalam kecepatan 1400, 1600, dan 1800 MHz.
Ø AMD Sempron
Pada tahun 2004, AMD mengeluarkan Sempron untuk menggantikan Duron. Sempron tersedia dalam dua jenis,
yaitu Sempron menggunakan Socket A dan Socket 754. Sempron yang menggunakan Socket A tidak lain
adalah Thoroughbred B dan Thorton yang memiliki L2 cache sebesar 256 KB dan berjalan pada FSB 166 MHz.
Sedangkan Sempron yang menggunakan Socket 754 tidak lain adalah A-64 yang dipangkas sehingga L2 cache
menjadi 256 KB dan kemampuan menjalankan 64-bit dihilangkan. Penamaan Sempron menggunakan PR
seperti Athlon XP. Sempron yang menggunakan Socket A tersedia dalam kecepatan 1500 (2000+), 1670
(2400+), 1750 (2500+), 1830 (2600+), dan 2000 MHz (2800+). Sedangkan Sempron ynag menggunakan
Socket 754 tersedia dalam kecepatan 1800 MHz (3100+).
CYRIX
Cyrix pada mulanya adalah mitra Intel dalam pembuatan prosesor Intel 80268 dan 80368. Perusahaan ini didirikan
oleh Jerry Rogers.
Ø Cyrix 486SLC dan 486DLC
Produk awal Cyrix yang diluncurkan pada tahun 1992 adalah Cx486SLC dan Cx486DLC dan ditujukan untuk
kelas bawah dan bersaing dengan Intel 386SX dan 486SX. Sayangnya produk yang mengusung nama “486”
hanya berada di antara i386 dan i486. Prosesor ini ttersedia dalam kecepatan 25, 33, dan 40 Mhz. Untuk
bersaing dengan i486, Cyrix mengeluarkan 486SRX2 dan 486DRXS2 yang memiliki kecepatan dua kali lipat.
Ø Cyrix Cx5×86
Pada tahun 1995 dikeluarkan Cyrix Cx5×86 yang menggunakan platform sama seperti i486 dan berjalan pada
kecepatan 100, 120, dan 133 MHz. Prosesor ini cukup digemari karena mampu bersaing dengan Pentium yang
berjalan pada kecepatan 75 MHz.
Ø Cx6×86 dan Cx6×86MX/MII
Prosesor Cyrix Cx6×86 merupakan prosesor yang diandalkan sebagai alternatif dari Pentium dan menggunakan
socket yang digunakan oleh Pentium. Pada waktu game komputer dengan mode first-person 3D naik daun,
Cyrix lemah dalam melakukan floating-point menyebabkan kinerja sangat buruk untuk aplikasi 3D dan pada
awalnya banyak ditemukan masalah panas. Bahkan sampai ada yang rusak karena terlalu panas. Menanggapi
ini Cyrix mengeluarkan versi kedua Cx6×86L. Salah satu kelemahan Cx6×86 adalah masalah kompabilitas.
Cx6×86 tersedia dalam kecepatan 100, 110, 120, 133, dan 150 MHz.
Generasi kedua Cx6×86 adalah Cx6×86MX yang dapat menjalankan intruksi MMX. Cyrix menggunakan nama
“MX” karena Cyrix tidak punya hak untuk menggunakan kata “MMX” lalu Cyrix mengganti nama menjadi Cyrix
MII karena pada tahun 1997 Cyrix berhenti bekerja sama dengan IBM. Lalu Cyrix beralih ke National
Semiconductor. Cyrix MII tersedia dalam kecepatan 150 sampai 300 MHz.
Tidak berapa lama setelah bergabung, National Semiconductor mengalami kesulitan finansial dan sangat
mempengaruhi Cyrix, sehingga Cyrix tidak dapat bersaing lagi. Kejadian berlanjut sampai National
Semiconductor menjual Cyrix kepada perusahaan chipset terkemuka dari Taiwan yaitu VIA Technologies.
Namun, Cyrix dapat dikatakan sudah berakhir karena anggota tim desain mereka sudah keluar.
Notebook dan Server
Selama dua dekade ini tidak hanya perkembangan prosesor di dekstop saja, namun berkembang juga pada prosesor
notebook dan server.
Ø Pentium Pro
Intel Pentium Por merupakan pengembangan dari Pentium pertama. Awalnya diposisikan untuk menggantikan
Pentium, namun Intel mengubahnya untuk diposisikan sebagai prosesor untuk server. Pentium Pro diluncurkan
pada bulan November 1995 dan tersedia dalm kecepatan 150, 166, 180, dan 200 MHz.
Ø Xeon
Xeon merupakan prosesor pertama khusus untuk server. Tersedia dalam beberapa versi, yaitu Pentium II-
Xeon, Pentium III-Xeon, Xeon, dan Xeon MP. Pentium II-Xeon pertama kali muncul pada tahun 1988, kemudian
digantikan oleh Pentium III-Xeon pada tahun 2000. pada tahun 2001 Intel memutuskan untuk menamakan Xeon
dengan trademark sendiri. Xeon merupakan prosesor yang menggunakan arsitektur NetBurst yang memiliki
feature Hyper-Treading dan di kemudian hari feature ini digunakan untuk Pen–tium 4.
Ø Intel Itanium
Hewltt-Packard bersama Intel pada tahun 2001 mengeluarkan prosesor 64-bit yang dinamakan Intel Itanium
bertujuan untuk menghasilkan prosesor RISC berkemampuan tinggi menggunakan Very Long Instruction Word
(VLIW). Semua instruksi di khususkan untuk aplikasi 64-bit sehingga Itanium tidak berjalan dengan normal
ketika menjalankan aplikasi 32-bit. Itanium 2 dikeluarkan Intel pada tahun 2002 sudah tersedia dengan
kecepatan 1,6 GHz.
Ø Intel Pentium M
Pentium M pertama kali dikeluarkan oleh Intel pada tahun 2003 didekasikan untuk notebook. Pentium M
merupakan modifikasi dari Pentium III yang sudah dioptimalisasikan untuk menggunakan listrik seefisien
mungkin. Pentium memiliki kinerja yang baik, bahkan lebih baik dari Pentium 4.
Ø AMD Athlon XP Mobile
Athlon XP-M merupakan Athlon XP untuk dekstop yang memiliki tegangan prosesor yang lebih rendah khusus
untuk notebook. Ini dilakukan untuk mengurangi daya konsumsi baterai pada notebook. Feture tambahan yang
tersedia adalah Power Now!. Fungsi mirip dengan Cool’n Quiet yang dimiliki Athlon 64-bit.
Ø AMD Opteron
Opteron diluncurkan pada tanggal 22 April 2003 yang merupakan prosesor untuk server. Perbedaan utama
dengan Xeon dan Itanium adalah Opteron memiliki kemampuan untuk menjalankan aplikasi 64-bit dan 32-bit
sama baiknya sedangkan Xeon hanya dapat menjalankan aplikasi 32-bit dan Itanium hanya dapat menjalankan
aplikasi 64-bit saja.
Ø Intel Centrino Duo
Intel Centrino Duo Mobile sendiri dibangun menggunakan tiga komponen utama yaitu Intel Core Duo Processor,
Mobile Intel 945 Express Chipset dan Intel Pro/Wireless 3945ABG Network Connection.
Prosesor Intel Core Duo mengusung teknologi dual-core yang dioptimalkan untuk menangani proses aplikasi
secara paralel (multitasking). Komsumsi daya prosesor ini pun hemat. Berkat teknologi Intel Dynamic Power
Coordination dan Intel Deeper Sleep with Dynamic Cache Sizing, prosesor dapat mengalirkan daya hanya di
area yang benar-benar dibutuhkannya.
Chipset Intel 945Gm Express dipilih Intel bukan tanpa alasan. Teknologi chipset Intel 945GM ini juga memiliki
kemampuan menekan konsumsi daya sampai 28% dibandingkan dengan chipset generasi sebelumnya. Kinerja
grafis di chipset ini juga tinggi, berkat adopsi teknologi Intel Graphics Media Accelerator 950.
Terakhir adalah bekal teknologi Intel Pro/Wireless 3945ABG yang akan memberikan dukungan teknologi
nirkabel ke Intel Centrino Duo Mobile. Selain mendukung 3 standar nirkabel (802.11a/b/g) Intel Pro/Wireless
3945ABG memiliki feature keamanan nirkabel yang lengkap seperti WPA dan WPA2.
Ø MEROM
Merom adalah core processor Intel Core 2 versi mobile pertama yang diluncurkan secara bersamaan dengan
Conroe, Conroe XE, dan Allendale. Merom mempunyai kelebihan, yaitu ia hanya membutuhkan daya yang
sedikit. Pihak Intel sendiri mengklaim bahwa Merom mampu mendongkrak kinerja dari notebook sebesar 20%.
Selain itu, Merom adalah processor mobile Intel pertama yang telah mengintegrasikan teknologi EM64T 64-bit
di dalamnya. Merom sendiri mempunyai FSB sebesar 667 MT/s sama persis dengan jajaran processor
sebelumnya yaitu Intel Core Duo.
Processor Core 2 keduanya mempunyai besar shared L2 cache yang berbeda. Pada T5×00 L2 cache yang
diusung adalah sebesar 2 MB, sedangkan pada T7×00 L2 cache-nya adalah sebesar 4 MB.
Beberapa jenis dari Merom adalah T5500 dengan clock speed sebesar 1.66 GHz, T5600 dengan clock speed
sebesar 1.83 GHz, T7200 dengan closk speed sebesar 2.00 GHz, T7400 dengan clock speed sebesar 2.16
GHz, dan T7600 dengan clock speed sebesar 2.33 GHz.
Sesuai dengan jenisnya, processor ini didesain oleh intel untuk diaplikasikan ke dalam notebook, karena
kelebihannya yang hanya membutuhkan sedikit resource daya dari sebuah baterai notebook untuk bisa bekerja
secara maksimal.
Ø AMD Luncurkan Dua Prosesor Mobile 64-Bit
Advanced Micro Devices (AMD merilis dua prosesor terbaru untuk PC notebook. Kedua prosesor terbaru
tersebut masuk dalam keluarga Athlon 64. Yang pertama, Athlon 3400+ didesain sebagai prosesor
berkemampuan besar, dengan kecepatan clock 2,2 GHz dan L2 cache 1 MB. Sementara Athlon XP-M 2200+
merupakan update dari versi chip sebelumnya, yang memiliki kecepatan 1,66 GHz dan L2 cache 512 KB.
Prosesor Athlon XP-M 2200+ bahkan telah dipesan salah satu vendor notebook untuk dipasangkan di produk
Tablet PC. Bila jadi, ini adalah pertama kalinya prosesor AMD dipilih sebagai otak Tablet PC.
Ø Sonoma Processor Terbaru Intel
Sonoma merupakan teknologi terbaru dari processor mobile Intel Centrino, yang ditujukan khusus untuk
notebook. Intel optimis, chipset yang menunjang teknologi mobile akan semakin banyak diminati.
Platform teknologi terbaru Sonoma ini terdiri dari prosesor Intel Pentium M, chipset mobile Intel 915 Express
(dulu bernama sandi Alviso), dan komponen LAN nirkabel Intel PRO/Wireless 2915ABG atau 2200BG untuk
keamanan yang telah ditingkatkan dengan standar 802.11i.
Pilihan Intel® PROSet Wireless Software juga memungkinkan dukungan Cisco* Compatible Extensions terkini.
Para pengguna juga akan memiliki fleksibilitas untuk terhubung ke tiga jenis jaringan Wi-Fi yang paling populer,
dan dengan Intel PROSet Wireless Software v9.0.
Intel Centrino yang terdiri dari Initel 915PM Mobile atau chipset 915GM; koneksi jaringan Intel PRO/Wireless
2195ABG atau 2200BG; dan prosesor Intel Pentium M berkecepatan mulai dari 1,60 hingga 2,13 GHz.
TUGAS
ORGANISASI KOMPUTER

Oleh :

NAMA : SUTAN TAKDIR ALAM


NIM : J1F109038

UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT


FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
PROGRAM STUDI S-1 ILMU KOMPUTER
BANJARBARU
2011