Anda di halaman 1dari 16

MAGNOLIOPHYTA

SUBKELAS HAMMAMELIDAE

A. Waktu Pelaksanaan
Hari / tanggal : Rabu, 18 maret 2009
Tempat : Laboratorium STB
Waktu : 09.30 sampai selesai

B. Tujuan Praktikum
- Untuk mengetahui ciri-ciri famili-famili dalam subkelas Hamamelidae
- Untuk menentukan tingkat kemajuan atau kprimifan antar family dalam subkelas
Hamamelidae
- Untuk mengetahui perbedaan dan persamaan dari setiap species antarfamili dari subkelas
Hamamelidae

C. Alat dan Bahan


 Pisau atau alat penyayat lain untuk mengambil sample
 Mikroskop binkuler dan monokuler
 Lup
 Aquades
 Gelas objek dan penutupnya
 Jarum/jara
 Silet yang tajam
 Ficus septica
 Arthocarpus heterophylus
 Casuarina sp.
D. Landasan Teori
Magnoliophyta atau angiospermae merupakan kelompok tumbuhan yang alat
perkembangbiakan generatifnya berupa bunga. Pada umumnya bunga mempunyai perhiasan
yang terdiri atas kelopak (kaliks)dan mahkota (korola). Alat reproduksi jantan dihasilkan
dalam stamen yang berjumlah satu atau banyak sedangkan alat repoduksi betina berupa putik
(pistilum). Putik ada yang hanya tersusun dari satu daun buah (karpel) tetapi ada juga yang
terbentuk dari karpel. Ovarium mungkin hanya terbentuk dari satu karpel atau beberapa
karpel yag bersatu. Biji terdapat didalam ovarium.

Divisio dari Magnoliophyta terdiri atas dua kelas yaiu Magnoliopsida (dicotiledonae) dan
liliopsida (monocotiledonae). Magnoliopsida mempunyai 64 ordo, 318 famili, dan kurang
lebih 165.000 spesies sedangkan liliopsida mempunyai 19 ordo, 65 familia, dan kurang lebih
50.000 spesies (Conqruis, 1981 :2).

Kelas Magnoliopsida terdiri atas tumbuhan berkayu dan herba. Adanya cambium
membuat aggota-anggota kelas magnoliopsida mangalami pertumbuhan sekunder pada
batang dan akarnya. Pembuluh di batang dan akar tersusun dalam suatu ikatan pembuluh
yang teratur dalam susunan melingkar. Daun dengan venasi menjala berbentuk penninervis.
Daun pada umumnya mempunyai tangkai dan helaian daun yang melebar. Bunga pada
umunya kelipatan 5 atau 4, dan jarang kelipatan 3. Embrio biji mempunyai 2 kotiledon,
jarang hanya 1, 3, atau 4 kotiledon. Kelas Magnoliopsida ini terdiri atas 6 sub kelas, yaitu :
Magnoliidae, Hammamelidae, Caryophillidae, Rosidae, dan Asteriidae . (Anonim 1 : 2009)

Subkelas Hamamelidae merupakan dikotiledon dengan bunga kebanyakan berukuran


kecil yang tereduksi. Umumnya apetal atau seringkali tanpa perhiasan bunga, kalaupun ada
ukuran sepal kecil dan sering kali menyerupai sisik serta ukuran petal yang kecil pula.
Polennya binukleat atau trinukleat. Plasentanya marginal, axilar, apical, atau basal.
Penyerbukan dibantu oleh angin (anemophilus) atau oleh serangga (entomophilus). Seperti
yang berlaku untuk semua nama botani, batasan dari subclass akan berbeda dengan sistem
taxonomic digunakan, yang hanya menjadi kebutuhan yang terdiri dari keluarga
Hamamelidaceae.
Subkelas Hmamelidae ini terdiri dari 11 ordo, 24 familia, dan beranggotakan 300
spesies. Kesebelas ordo tersebut adalah :

Ordo Trohodendrales
Trochodendrales adalah nama botani untuk sebuah susunan tumbuhan berbunga.
Pesanan dengan nama yang diakui dalam sistem Cronquist, sebagai keluarga yang terdiri
dari Tetracentraceae dan Trochodendraceae, masing-masing terdiri dari satu spesies.
Ordo ini memiliki ovarium dimana ovulumnya berjumlah 1 sampai beberapa dalam satu
karpel, system pengangkut atau ikatan pembuluhnya kurang, memiliki idioblas pada
daun (cabang). Bunganya merupakan bunga semperna, karpelnya terdiri 4 buah atau
lebih. Stipula kurang, atau ada hanya sepasang pada petioles.

Ordo Hamamelidales
Ordo ini memiliki ovarium dimana ovulumnya berjumlah 1 sampai beberapa
dalam satu karpel. System pengangkut atau ikatan pembuluhnya banyak, sayangnya
idioblas tidak jelas. Ordo ini memiliki bunga yang sempurna serta jenis kelamin
uniseksual. Terdiri dari 2 sampai beberapa karpel. Ada yang memiliki stipula dan ada
pula yang tidak memiliki stipula.

Ordo Daphnyphyllales
Ovulumnya tidak lebih dari 2 per karpel, embrio kecil, endospermnya banyak.
Ovariumnya bilokular dengan 2 ovulum pada masing-masing lokulus.

Ordo Didymelales
Ordo ini memiliki yang tidak lebih dari 2 per karpel. Embrio berkembang baik,
endosperm dapat berlimpah dan dapat pula kurang banyak. Ovariumnya sangat
bervariasi, serta berjenis unilokular. Bunga tidak dalam amentum, kaliks sering kali ada.
Umumnya tumbuhan pada ordo ini berupa tumbuhan berkayu atau herba. Endospermnya
bisa berkembang baik atau juga bisa berkembang kurang baik. Bunga jantan memiliki
stamen sebanyak 2 buah dan pendek ukurannya. Pembuluhnya bertipe pembuluh
scalariform. Stipulanya tidak ada, ovulum umumnya soliter.
Ordo Eicommiales
Bunga jantan memiliki stamen yang jelas terlihat, biasanya tidak lebih dari dua.
Memiliki bunga tunggal tanpa perhiasan. System pengangkutannya berupa pembuluh
dengan perforasi yang sederhana. Ovulumnya terletak pada 1 lokulus, integumennya
bertipe unitegmik. Stipulanya tidak ada.

Ordo Leitnariales
Bunga/bunga jantan biasanya amentum. Memiliki ovarium dengan 1 sampai
beberepa lokulus. Kaliksnya umumnya tidak ada atau tereduksi. Tumbuhan pada ordo ini
habitus berupa tumbuhan berkayu.endosperm sedikit atau tidak ada. Pistilnya dengan
single karpel, single stilus, dan lokulus. Ovulumnya soliter, pendulum apical. Terdapat
saluran sekretori.

Ordo Juglandales
Ordo ini memiliki pistil yang tersusun dari lebih dari satu karpel, lebih dari satu
stilus dan satu lokulus. Tumbuhan tanpa satu saluran sekretori. Duduk daunnya ada yang
berhadapan, atau berseling serta ada juga yang berkarang. Ovulumnya soliter ortotropus,
memiliki satu kantung embrio. Ordo ini memiliki anggota dimana termasu dalam
tumbuhan yang aromatic dengan titik-titik resin pada daunnya. Tipe tepi daunnya ada
yang majemuk dan partitus.

Ordo Myricales
Tipe daun pada ordo ini adalah daun tunggal. Ovariumnya unilokuler, ovulum
basalis.

Ordo Urticales
Ovulumnya soliter, integumennya bitegmik, mempunyai stipula. Bunga dalam
perbungaan biasanya dengan perhiasan yang vestigial (tereduksi).
 Famili Moraceae
Ciri-ciri :
 Bergetah putih atau bening
 Stipula besar melindungi batang, daun tersebar
 Bunga berbentuk bongkol, cawan dan piala
 Bunga uniseksual, kecil
 Perianthium 2-6
 Plasenta basalis/pendulus
 “ buah “ piala (fig)
 Braktea besar melindungi daun muda
Contoh : Ficus septic, Ficus benyamina, Arthocarpus heterophylus, Morus alba
 Family Urticaceae
Ciri-ciri :
 Tidak bergerah, semak
 Daun tunggal, stipula tidak sama besar dan Daun tersebar / berhadapan
 Bunga dalam perbungaan (Cymosa, spika, capitulum)
 Umumnya uniseksual
 Bunga jantan 4 stamen
 Seringkali ada stamenodium, berupa sisik terdapat pada bagian basis dari
pistilum.
Contoh : Laportea canadensis
Ordo Fagales
 Family Fagaceae
Ciri-ciri :
 Tumbuhan berkayu
 Daun tunggal, letak tersebar, stipula cepat luruh
 Uniseksual, monoecus, dan apetal
 Bunga jantan : tunggal/karangan capitulum/
racemos/amentum,4-6-7 perigonium
pistilum rudimen
 Bunga betina : tunggal / berkelompok, Punya involucrum, Ovarium
inferum, Plasenta axilaris
Contoh : Quercus alba
Ordo Casuarinales
 Family casuarinaceae
Ciri-ciri :
 Cabang kecil, hijau, sering dikelirukan dengan daun
 Daun seperti sisik, berkarang
 Bunga uniseksual
 Bunga jantan di ujung dahan
 Bunga betina di ujung cabang pendek dalam krangan spika
 Biji bersayap
Contoh : Casuarina sp. (Anonim 2 : 2007)

E. Hasil Pengamatan

Ciri yang teramati Takson


Ficus septica Arthrocarpus Casuarina sp.
heterophillus
1. Habitus Pohon 1 Pohon 1 Pohon 1
2. Pola percabangan Simpodial 5 Simpodial 5 Monopodial 1
3. Jenis daun Tunggal 1 Tunggal 1 Tunggal 1
4. Duduk Daun Tersebar 1 Tersebar 1 Berkarang 4
5. Pertulangan daun Brachidodromous 2 Brachidodromous 2 Belum berpola 0.
5
6. Perbungaan Majemuk 3 Majemuk 3 Majemuk 3
7. Jenis kelamin Uniseksual 5 biseksual 1 Uniseksual 5
8. Caliks/corolla Tanpa perhiasan 5 Tanpa perhiasan 5 Tanpa perhiasan 5
9. Stamen Lepas 1 Lepas 1 - -
10. Pistilum (karpel) Stigma bersatu 5 Stigma bersatu 5 Stigma bercabang 2
11. Ovarium Superum 2 Superum 2 Superum 2
12. Simetri bunga Zigomorf 5 Zigomorf 5 Actinomorf 1
13. Kelamin tumbuhan Monoceous 1 Monoceous 1 Dioceous 5
14. Pelekatan karpel Sincarp 5 Sincarp 5 Sincarp 5
15. Jenis buah Tunggal 3 Majemuk 5 Majemuk 5
16. Tipe plasenta Basalis 5 Basalis 5 Basalis 5
17. Umur tumbuhan Tahunan 1 Tahunan 1 Tahunan 1
Total 50 49 46,5

F. Pembahasan
1. Arthrocarpus heterophyllus
Pohon nangka (Arthocarpus heterophylus) umumnya berukuran sedang, sampai
sekitar 20 m tingginya, walaupun ada yang mencapai 30 m. Batang bulat silindris, sampai
sekitar 1 m garis tengahnya. Tajuknya padat dan lebat, melebar dan membulat apabila di
tempat terbuka. Seluruh bagian tumbuhan mengeluarkan getah putih pekat apabila dilukai.
Daun tunggal, tersebar, bertangkai 1-4 cm, helai daun agak tebal seperti kulit, kaku, bertepi
rata, bulat telur terbalik sampai jorong (memanjang), 3,5-12 × 5-25 cm, dengan pangkal
menyempit sedikit demi sedikit, dan ujung pendek runcing atau agak runcing. Daun penumpu
bulat telur lancip, panjang sampai 8 cm, mudah rontok dan meninggalkan bekas serupa cincin.

Tumbuhan nangka berumah satu (monoecious), perbungaan muncul pada ketiak daun
pada pucuk yang pendek dan khusus, yang tumbuh pada sisi batang atau cabang tua. Bunga
jantan dalam bongkol berbentuk gada atau gelendong, 1-3 × 3-8 cm, dengan cincin berdaging
yang jelas di pangkal bongkol, hijau tua, dengan serbuk sari kekuningan dan berbau harum
samar apabila masak. Bunga nangka disebut babal. Setelah melewati umur masaknya, babal
akan membusuk (ditumbuhi kapang) dan menghitam semasa masih di pohon, sebelum
akhirnya terjatuh. Bunga betina dalam bongkol tunggal atau berpasangan, silindris atau
lonjong, hijau tua.

Buah majemuk (syncarp) berbentuk gelendong memanjang, seringkali tidak merata,


panjangnya hingga 100 cm, pada sisi luar membentuk duri pendek lunak. 'Daging buah', yang
sesungguhnya adalah perkembangan dari tenda bunga, berwarna kuning keemasan apabila
masak, berbau harum-manis yang keras, berdaging, terkadang berisi cairan (nektar) yang
manis. Biji berbentuk bulat lonjong sampai jorong agak gepeng, panjang 2-4 cm, berturut-
turut tertutup oleh kulit biji yang tipis coklat seperti kulit, endokarp yang liat keras keputihan,
dan eksokarp yang lunak. Keping bijinya tidak setangkup.

 Divisio : Magnoliophyta   
 Kelas : Magnoliopsida   
Sub-kelas : Hammamelidae
Ordo : Urticales
Familia : Moraceae
Genus : Arthocarpus
Spesies : Arthocarpus heterophyllus  

Daun

Bunga
majemuk

Gambar : Daun dan bunga pada Arthocarpus heterophylus.


Sumber : Hasil dokumentasi

2. Ficus septica

Ficus septica juga mempunyai habitus berupa pohon sama seperti habitus pada
Arthocarpus heterophyllus, dimana pola percabangannya simpodial, jenis daun tunggal
dengan duduk daun tersebar , memilki tipe pertulangan daun brachidodromous. Species ini
memiliki tipe perbugaan yang majemuk, dan tidak memiliki perhiasan bunga, dimana
stamennya lepas dan pistilum atau karpelnya bersatu dan mempunyai tipe syncarp, jenis
kelamin dari spesies ini adalah uniseksual dan monoceous (berumah satu) karena dalam satu
pohon terdapat 2 alat kelamin baik itu jantan maupun betina tapi beda bunga, letak ovarium
terhadap dasar bunga bertipe superum. Jenis buahnya tunggal, dengan tipe plasenta basalis,
umur tumbuhan ini bisa bertahan sampai bertahun-tahun.

Divisio : Magnoliophyta   
 Kelas : Magnoliopsida   
Sub-kelas : Hammamelidae
Ordo : Urticales
Familia : Moraceae
Genus : Ficus
Spesies : Ficus septica  

Daun

Buah

Gambar : Daun, buah pada Ficus septica

Sumber : Hasil dokumentasi

Gambar : Bunga pada Ficus septica


Sumber : Hasil dokumentasi

3. Casuarina sp.
Casuarina sp. mempunyai habitus berupa pohon sama seperti habitus pada
Arthocarpus heterophyllus dan Ficus septica, dimana pola percabangannya monopodial, jenis
daun tunggal dengan duduk daun berkarang, tipe pertulangan daun belum berpola. Species ini
memiliki tipe perbugaan yang majemuk, dan tidak memiliki perhiasan bunga, pistilum atau
karpelnya bercabang dan mempunyai tipe syncarp, jenis kelamin dari spesies ini adalah
dioceous (berumah dua) karena dalam satu pohon terdapat 1 alat kelamin, letak ovarium
terhadap dasar bunga bertipe superum. Jenis buahnya tunggal, dengan tipe plasenta basalis,
umur tumbuhan ini bisa bertahan sampai bertahun-tahun.

 Divisio : Magnoliophyta   
 Kelas : Magnoliopsida   
Sub-kelas : Hammamelidae
Ordo : Casuarinales
Familia : Casuarinaceae
Genus : Casuarina
Spesies : Casuarina sp.   

Buah
Betina

Daun
Gambar : Daun dan buah pada Casuarina sp.

Sumber : Hasil dokumentasi

4. Ficus elastica
Ficus elastica mempunyai habitus berupa pohon sama seperti habitus pada
Arthocarpus heterophyllus dan Ficus septica, dimana pola percabangannya monopodial, jenis
daun tunggal dengan duduk daun tersebar, tipe pertulangan daun brachidodromous. Pada
pucuk biasanya ditemui braktea yang berfungsi melindungi daun muda. Braktea tersebut
berwarna merah.

 Divisio : Magnoliophyta   
 Kelas : Magnoliopsida   
Sub-kelas : Hammamelidae
Ordo : Urticales
Familia : Moraceae
Genus : Ficus
Spesies : Ficus elastica   

Braktea

Daun

Gambar : Daun pada Ficus elastica


Sumber : Hasil dokumentasi

5. Morus alba
Morus alba mempunyai habitus berupa pohon sama seperti habitus pada Arthocarpus
heterophyllus dan Ficus septica, dimana pola percabangannya monopodial jenis daun tunggal
dengan duduk daun tersebar, tipe pertulangan daun brachidodromous. Perbungaannya
merupakan perbungaan majemuk. Buah yang dihasilkan adalah buah majemuk. Tanaman ini
merupakan tanaman monoceous.

 Divisio : Magnoliophyta   
 Kelas : Magnoliopsida   
Sub-kelas : Hammamelidae
Ordo : Urticales
Familia : Moraceae
Genus : Morus
Spesies : Morus alba   

Buah

Daun

Gambar : Daun dan buah pada Morus alba


Sumber : Hasil dokumentasi

G. Jawaban Pertanyaan

1) Dari pemaparan hasil pengamatan beberapa jenis spesies diatas dapat terlihat
beberapa persamaan dari tumbuhan–tumbuhan tersebut antara lain sebagai berikut :
 Habitus berupa pohon
 Jenis daun tunggal
 Perbugaan yang majemuk
 Caliks atau corolla yang tidak mempunyai perhiasan
 Letak ovarium terhadap dasar bunga bertipe superum
 Pelekatan karpel yang synkarp
 Tipe plasenta basalis
 Umur tumbuhan tahunan

2) Tumbuhan-tumbuhan tersebut dimasukkan ke dalam satu subkelas, Karena memiliki


daun yang tunggal dan bunga umumnya kecil, tidak menarik perhatian (tereduksi),
apetal serta kadangkala berupa sisik.

3) Ciri khas dari setiap family :


 Familia Moraceae, cirri khasnya adalah memiliki getah putih atau bening, duduk
daun tersebar, pertulangan daun brachidodromous, dan perbungaan majemuk.
 Familia Casuarinaceae, cirri khasnya adalah duduk daun berkarang dan tulang
daunnya belum berpola. Daun merupakan daun majemuk.

4) Beberapa perbedaaan dari spesies yang diamati berupa :


 Duduk daunnya ada yang tersebar, dan berkarang
 Pertulangan daun ada yang brachidodromous, ada pula yang tidakb berpola
 Pistilumnya ada yang sigmanya bersatu, dan ada pula yang sigmanya bercabang.
 Simetri bunga ada yang actinomorf dan zigomorf
 Kelamin tumbuahnnya ada yang monoceous dan dioceous
 Jenis buah ada yang majemuk dan tunggal

5) Urutan tingkat kemajuan/keprimitifan dari spesies-spesies yang di amati berdasarkan


hasil seriasi dengan 17 ciri atau karakter dari yang paling primitif sampai yang paling
maju adalah sebagai berikut :
a. Casuarina sp
b. Ficus septica
c. Arthrocarpus heterophyllus (nangka)

6) Berdasarkan hasil seriasi, beberapa ciri yang dimiliki Arthrocarpus heterophyllus


(nangka) yang menunjukkan kemajuan dibanding dengan spesies yang lain adalah
sebagai berikut :
 Pola percabangan simpodial dengan skor 5
 Caliks dan corolla tanpa perhiasan dengan skor 5
 Pistilum (karpel) stigma bersatu skornya 5
 Simetri bunganya Zigomorf dengan skor 5
 Pelekatan karpelnya synkarp dengan skor 5

 Jenis buah mejemuk dengan skor 5

 Tipe plasenta basalis dengan skor 5

7) Ordo Urticales, ordo ini lebih maju dari ordo yang lain dalam hal :
 Pola percabangan
 Pertulangan daun
 Pistilum (karpel)

8) Kegunaan dari tumbuhan-tubuhan tersebut adalah sebagai bahan makanan


(Arthrocarpus heterophyllus), pohon pelindung (Arthrocarpus heterophyllus dan
Ficus septica).

H. Kesimpulan

Berdasakan dari apa yang kita amati dapat disimpulakan bahwa :

1. Magnoliophyta merupakan kelompok tumbuhan yang alat perkembangbiakan


generatifnya berupa bunga.
2. Kelas Magnoliopsida ini terdiri atas 6 sub kelas, yaitu : Magnoliidae, Hammamelidae,
Caryophillidae, Rosidae, dan Asteriidae.

3. Dari spesies yang di amati dengan 17 karakter dapat diambil kesimpulan tumbuhan
yang paling primitif adalah Casuarina sp. dan yang paling maju adalah arthrocarpus
heterophyllus.

4. Dari spesies yang diamati, casuarina merupakan satu-satunya tumbuhan yang alat
kelaminnya berumah dua (dioceous).

5. Tumbuhan Hamamelidae memiliki kegunaan yakni sebagai bahan makanan


(Arthrocarpus heterophyllus), pohon pelindung (Arthrocarpus heterophyllus dan
Ficus septica).

DAFTAR PUSTAKA

Anonim 1. 2009. Petunjuk praktikum Botani Phanerogamae. Bandung: FPMIPA UPI.

Anonim 2. 2007. Botani Phanerogamae. Bandung: FPMIPA UPI.

Anonim 3. 2009. Tersedia . http//www.Wikipedia.org/Caryophyllidae [Online : 14 maret 2009].

Pudjoarinto, Agus, dkk. 1987. Biosistematika. Jakarta: Universitas Terbuka Jakarta.

Sudarso, dkk. 2005. Taksonomi Tumbuhan Tinggi. Malang: Universitas Negri Malang.