Anda di halaman 1dari 110

i

ii
Pedoman perawatan pasien
iii
PENTING DIKETAHUI
Penerbit adalah rekanan pengarang untuk menerbitkan sebuah buku. Bersama
pengarang, penerbit menciptakan buku untuk diterbitkan. Penerbit mempunyai hak atas
penerbitan buku tersebut serta distribusinya, sedangkan pengarang me-megang hak
penuh atas karangannya dan berhak mendapatkan royalti atas penjual-an bukunya dari
penerbit.
Percetakan adalah perusahaan yang memiliki mesin cetak dan menjual jasa pen-
cetakan. Percetakan tidak memiliki hak apa pun dari buku yang dicetaknya kecuali upah.
Percetakan tidak bertanggung jawab atas isi buku yang dicetaknya.
Pengarang adalah pencipta buku yang menyerahkan naskahnya untuk diterbitkan di
sebuah penerbit. Pengarang memiliki hak penuh atas karangannya, namun menyerahkan
hak penerbitan dan distribusi bukunya kepada penerbit yang ditunjuknya sesuai batas-
batas yang ditentukan dalam perjanjian. Pengarang berhak mendapatkan royalti atas
karyanya dari penerbit, sesuai dengan ketentuan di dalam perjanjian Pengarang-
Penerbit.
Pembajak adalah pihak yang mengambil keuntungan dari kepakaran pengarang
dan kebutuhan belajar masyarakat. Pembajak tidak mempunyai hak mencetak, tidak
memiliki hak menggandakan, mendistribusikan, dan menjual buku yang digandakannya
karena tidak dilindungi copyright ataupun perjanjian pengarang-penerbit. Pembajak tidak
peduli atas jerih payah pengarang. Buku pembajak dapat lebih murah karena mereka
tidak perlu mempersiapkan naskah mulai dari pemilihan judul, editing sampai persiapan
pracetak, tidak membayar royalti, dan tidak terikat perjanjian dengan pihak mana pun.
PEMBAJAKAN BUKU ADALAH KRIMINAL!
Anda jangan menggunakan buku bajakan, demi menghargai jerih payah para penga-rang
yang notabene adalah para guru.
Kutipan Pasal 72:
Sanksi Pelanggaran Undang-Undang Hak Cipta
(Undang-Undang No. 19 Tahun 2002)
1. Barangsiapa dengan sengaja dan tanpa hak melakukan perbuatan sebagai-mana
dimaksud dalam Pasal 2 ayat (1) dipidana dengan pidana penjara masing-masing paling
singkat 1 (satu) bulan dan/atau denda paling sedikit Rp.1.000.000,00 (satu juta rupiah),
atau pidana penjara paling lama 7 (tujuh) tahun dan/atau denda paling banyak
Rp.5.000.000.000,00 (lima miliar rupiah).
2. Barangsiapa dengan sengaja menyiarkan, memamerkan, mengedarkan, atau menjual
kepada umum suatu ciptaan atau barang hasil pelanggaran Hak Cipta atau Hak Terkait
sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dipidana dengan pidana penjara paling lama 5
(lima) tahun dan/atau denda paling banyak
iv
Pedoman perawatan pasien
v
Isi di luar tanggung jawab percetakan
EGC 1439
Published by the World Health Organization in 1998
under the title Nursing care of the sick: A guide for nurses working in small rural hospitals
© World Health Organization 1998
The Director-General of the World Health Organization has granted
translation rights for an edition in Indonesian to EGC Medical Publisher
which is solely responsible for the translation.
PEDOMAN PERAWATAN PASIEN
Alih bahasa: Monica Ester., S.Kp
Editor edisi bahasa Indonesia: Ns. Esty Wahyuningsih, S.Kep
Nike Budhi Subekti, S.Kp
Copy Editor: Tri Indah Marty Rahayu, A.Md
Hak cipta terjemahan Indonesia
© 2000 Penerbit Buku Kedokteran EGC
P.O. Box 4276/Jakarta 10042
Telepon: 6530 6283
Anggota IKAPI
Desain kulit muka: Samson P. Barus
Hak cipta dilindungi Undang-Undang
Dilarang mengutip, memperbanyak, dan menerjemahkan sebagian atau
seluruh isi buku ini tanpa izin tertulis dari penerbit.
Cetakan I: 2005
Perpustakaan Nasional: Katalog Dalam Terbitan (KDT)
Pedoman perawatan pasien / alih bahasa, Monica Ester ; editor edisi bahasa Indonesia, Esty
Wahyuningsih, Nike Budhi Subekti. —
Jakarta : EGC, 2005.
xi, 188 hlm. ; 15,5 × 24 cm.
Judul asli: Nursing care of the sick: A guide for nurses working in small rural hospitals
ISBN 979-448-738-4
1. Perawat dan perawatan dalam kesehatan rakyat. I. Ester, Monica.
II. Wahyuningsih, Esty. III. Subekti, Nike Budhi
610.734
vi
Pedoman perawatan pasien

Daftar Isi
Kata Pengantar
Bab 1 Peran perawat dalam tim perawatan kesehatan 1
Merawat pasien 1
Bekerja dengan dokter untuk mengobati pasien 2
Mengoordinasi perawatan pasien 3
Melindungi pasien 4
Memberi pengajaran pada pasien dan keluarga 4
Advokat untuk pasien 5
Bab 2 Berkomunikasi dengan pasien dan keluarganya 6
Berkomunikasi dengan pasien 6
Bagaimana berkomunikasi dengan pasien yang sulit 7
Berespons terhadap kebutuhan pasien 8
Memberikan informasi kepada pasien 9
Bagaimana memberi tahu pasien kabar buruk 10
Pasien yang mengalami kesulitan berkomunikasi 11
Bagaimana berkomunikasi dengan keluarga 11
Bab 3 Pemantauan pasien dan pencatatan asuhan
keperawatan 13
Dapatkan informasi latar belakang 13
Amati pasien 13
Bicara dengan pasien 14
Memeriksa pasien 14
Memeriksa peralatan yang digunakan 15
Daftar isi
vii
Mengkaji lingkungan pasien 15
Mengukur tanda vital pasien 16
Merencanakan asuhan keperawatan 26
Mencatat status pasien dan asuhan keperawatan 26
Evaluasi perawatan yang diberikan 27
Bab 4 Perawatan pasien sehari-hari 28
Higiene 28
Perawatan rambut 32
Mencukur pasien pria 32
Perawatan mata 33
Perawatan telinga 34
Perawatan kuku 35
Perawatan tungkai dan kaki 35
Masase punggung 37
Bagaimana mencegah dan mengatasi dekubitus 38
Membantu pasien memenuhi kebutuhan tidur dan istirahat 39
Menjamin keselamatan pasien 40
Menunjukkan kepada keluarga bagaimana membantu
perawatan pasien 40
Bab 5 Melindungi pasien dari infeksi 42
Mencegah infeksi 42
Teknik bersih 43
Teknik mencuci tangan 44
Perawatan alat 46
Teknik steril 46
Kewaspadaan universal 48
Sarung tangan 49
Teknik isolasi 50
Bagaimana merawat pasien dengan penyakit menular 51
viii
Pedoman perawatan pasien
Bab 6 Pemberian obat yang aman 56
Pemberian obat oral 59
Obat oral untuk anak 61
Menginjeksikan obat 61
Injeksi ke dalam kulit 63
Injeksi di bawah kulit 64
Injeksi ke dalam otot 65
Terapi intravena (drip) 68
Bagaimana memberikan cairan intravena dan obat dengan
aman 69
Memulai terapi intravena 70
Bab 7 Merawat anak di rumah sakit 75
Bagaimana mengidentifikasi dan mengobati anak yang
perlu perawatan segera 75
Merawat anak yang menderita diare dan dehidrasi berat 78
Merawat anak yang menderita malnutrisi berat 80
Merawat anak yang menderita meningitis atau malaria 83
Merawat anak yang menderita infeksi pernapasan akut 83
Penyakit kronis 88
Mengimunisasi anak 89
Melibatkan keluarga dalam perawatan 89
Mengajarkan ibu merawat anaknya di rumah 89
Bab 8 Merawat pasien maternitas 93
Memeriksa kondisi risiko dalam kehamilan 93
Tanda bahaya selama kehamilan 94
Tiga kala persalinan 95
Memutuskan apakah persalinan normal atau ada tanda risiko 95
Bagaimana memeriksa ibu dalam persalinan 96
Bagaimana mencegah masalah selama kala satu persalinan 97
Daftar isi
ix
Membantu membuat kelahiran lebih aman dan lebih mudah
(kala dua persalinan) 99
Tanda risiko selama kelahiran (kala dua persalinan) 100
Asuhan keperawatan pada kala tiga persalinan 100
Asuhan keperawatan ibu dalam enam jam pertama setelah
kelahiran 103
Asuhan keperawatan bayi dalam enam jam setelah kelahiran 104
Apa yang dilakukan dalam keadaan darurat sementara
menunggu bantuan 104
Bab 9 Perawatan untuk pasien yang mengalami masalah eliminasi 108
Terlalu sedikit cairan 108
Terlalu banyak cairan 110
Ketidakseimbangan elektrolit 111
Bagaimana mengukur dan mencatat asupan dan haluaran 111
Membantu pasien mendapatkan jumlah cairan yang
semestinya 113
Eliminasi sampah tubuh melalui berkemih 114
Membantu pasien berkemih 115
Kateter urinarius 115
Melepaskan kateter menetap 117
Eliminasi fekal 117
Bagaimana membantu pasien konstipasi 118
Bagaimana membantu pasien diare 119
Bagaimana mencegah dehidrasi pada anak 120
Bab 10 Pemenuhan kebutuhan nutrisi pasien 122
Masalah nutrisi pada pasien yang dihospitalisasi 123
Bagaimana memenuhi kebutuhan nutrisi pasien 124
Membantu pasien untuk makan 125
x
Pedoman perawatan pasien
Bab 11 Merawat pasien yang mengalami keterbatasan
mobilitas 127
Mencegah masalah yang disebabkan oleh imobilitas 128
Pemberian posisi yang benar 129
Memindahkan pasien atau mengubah posisi 132
Melatih pasien 133
Membantu pasien berjalan 137
Merawat orang yang menggunakan gips 140
Bab 12 Merawat pasien bedah 143
Menyiapkan pasien untuk pembedahan 143
Segera sebelum pembedahan 146
Peran perawat selama dan segera setelah pembedahan 146
Merawat pasien setelah pembedahan 147
Bagaimana membantu pasien bedah untuk pulih 149
Mengamati pasien terhadap munculnya komplikasi 151
Memulangkan pasien 153
Bab 13 Merawat pasien nyeri 154
Mengkaji nyeri pasien 154
Bagaimana mengatasi nyeri pasien 157
Medikasi nyeri 157
Tindakan keperawatan untuk peredaan nyeri 160
Bab 14 Merawat pasien kedaruratan yang mengancam jiwa 162
Bersiap untuk keadaan darurat 162
Resusitasi A, B, C dan D 163
Bagaimana mengatasi syok 168
Bagaimana mengatasi perdarahan 169
Daftar isi
xi
Tegakkan diagnosis pasien 170
Tindakan kedaruratan 171
Berkomunikasi dengan keluarga 172
Bab 15 Merawat pasien menjelang ajal dan keluarganya 174
Meredakan nyeri orang yang menjelang ajal 174
Pertahankan kenyamanan pasien 176
Bagaimana membantu pasien meninggal dengan damai 176
Perawatan setelah kematian 177
Bab 16 Menyiapkan pasien untuk pulang 179
Tujuan perencanaan pulang 179
Menyiapkan pasien untuk pulang 180
Prinsip dasar penyuluhan pasien yang baik 182
Ketika pasien meninggalkan rumah sakit 183
xii
Pedoman perawatan pasien
KATA PENGANTAR
Perawat memainkan peran penting dalam memberikan pelayanan kesehatan di setiap
negara. Di dunia, sedikitnya 50% dari semua petugas kesehatan adalah perawat. Pada
beberapa negara, jumlah perawat hampir mencapai 80% dari semua tenaga kesehatan.
Perawat memainkan peran penting dalam memberikan pelayanan kesehatan dasar di
daerah pedesaan, yang kerap kali merupakan satu-satunya petugas kesehatan di sana.
Perawat di komunitas pedesaan (rural) ini sering memberikan perawatan dalam kondisi
yang sulit. Banyak perawat yang merawat orang sakit harus berhadapan dengan
keterbatasan obat-obatan esensial dan perlengkapan serta peralatan dasar. Beberapa
fasilitas kesehatan di daerah pedesaan kekurangan persediaan air dan sanitari yang
adekuat. Sebagian yang lain, memiliki jumlah staf yang minim.
Banyak tenaga perawat yang bekerja di daerah pedesaan memiliki sedikit kesempatan
untuk mengikuti pelatihan. Sebagian besar fasilitas kesehatan di daerah pedesaan tidak
memiliki buku-buku tentang asuhan dasar keperawatan.
Buku pedoman ini merupakan salah satu buku yang diterbitkan WHO dalam perayaan
yang ke-50. Buku ini telah ditulis untuk mendukung perawat dan mahasiswa
keperawatan yang memiliki keterbatasan sumber-sumber di rumah sakit atau pusat
pelayanan kesehatan di pedesaan. Buku ini berfokus pada perawatan dasar orang sakit
dan cedera. Perhatian ditekankan pada pemberian informasi yang akan membantu
perawat memberikan asuhan keperawatan yang baik, bahkan pada kondisi yang sangat
terbatas.
Saya harap buku panduan ini akan membantu perawat yang bekerja keras untuk
memberikan perawatan untuk orang sakit di komunitas pedesaan. Kami akan dengan
senang hati menerima tanggapan dan saran-saran demi perbaikan buku ini agar lebih
bermanfaat di masa datang.
S.T. Han. MD, Ph.D.
1
Peran perawat dalam
tim perawatan kesehatan
Pasien adalah pusat perhatian perawat
Perawat merawat orang sakit dan cedera di rumah sakit, tempat mereka bekerja untuk
memperbaiki kesehatan dan memperingan penderitaan. Banyak orang dipulangkan ke
rumah dari rumah sakit ketika mereka masih membutuhkan asuhan keperawatan,
sehingga perawat sering memberikan perawatan di rumah yang hampir sama dengan
perawatan yang mereka berikan pada pasien di rumah sakit. Di klinik dan pusat
kesehatan di komunitas yang mempunyai sedikit dokter, perawat mendiagnosis dan
mengobati penyakit umum, meresepkan dan memberikan medikasi, bahkan melakukan
pembedahan minor. Perawat juga makin meningkat pekerjaannya untuk meningkatkan
kesehatan masyarakat dan mencegah penyakit di seluruh komunitas.
Buku ini berfokus pada peran perawat ketika individu sakit atau cedera dan di rumah
sakit. Terdapat banyak peran dalam keperawatan. Perawat merawat pasien, melakukan
prosedur yang diprogramkan oleh dokter dan berkolaborasi dengan dokter dan anggota
tim kesehatan lain, mengkaji pasien dan mengatasi masalah mereka. Perawat
mengoordinasikan pekerjaan orang lain yang terlibat dalam perawatan pasien, termasuk
keluarga pasien, yang dapat melakukan banyak perawatan untuk pasien. Perawat juga
melindungi pasien, bekerja untuk mencegah infeksi dan menjamin lingkungan yang
aman dan sehat dalam rumah sakit. Akhirnya, perawat mengajarkan pasien dan keluarga
tentang segala hal yang berkaitan dengan kesehatan dan meningkatkan kesejahteraan
pasien dalam semua situasi, berbicara mewakili pasien (advokat), bila perlu. Perawat
rumah sakit memainkan banyak peran dalam tim perawatan kesehatan.
Merawat pasien
Perawat merawat pasien secara kontinu, 24 jam sehari. Mereka membantu pasien
melakukan apa yang akan mereka lakukan untuk diri mereka sendiri jika mereka
1

2
mampu. Perawat memperhatikan pasien mereka, menjamin bahwa mereka dapat
bernapas dengan baik, melihat bahwa mereka mendapat cukup cairan dan cukup nutrisi,
membantu mereka istirahat dan tidur, meyakinkan bahwa mereka nyaman,
memerhatikan kebutuhan mereka untuk eliminasi produk sisa dari tubuh, dan membantu
mereka menghindari konsekuensi bahaya dari imobilisasi, seperti sendi kaku dan
dekubitus.
Perawat sering membuat keputusan mandiri tentang perawatan pasien yang
memerlukan dasar tentang apa yang diketahui perawat mengenai individu tersebut dan
masalah yang dapat terjadi. Sebagai contoh, perawat dapat memutuskan bahwa, dengan
tujuan untuk mencegah dekubitus, pasien perlu dibalik setiap dua jam. Namun, perawat
dapat berkonsultasi dengan dokter tentang hal ini jika terdapat kemungkinan bahwa
pengubahan posisi pasien dapat menyebabkan beberapa masalah lain. Karenanya
perawat menggunakan pemahaman tentang kondisi medis, serta pengetahuan tentang
keperawatan, dalam memutuskan perawatan pasien.
Perawat tidak hanya memerhatikan pasien tetapi juga memberikan kenyamanan dan
dukungan pada pasien dan keluarganya. Ketika pasien tidak dapat pulih, perawat
membantu untuk meyakinkan bahwa kematian adalah kedamaian.
Dalam merawat pasien, perawat memper-hatikan pasien.


Bekerja dengan dokter untuk mengobati pasien
Ketika individu sakit atau cedera, secara umum dokter mengkaji pasien, mendiagosis
masalah pasien dan memutuskan tindakan yang diperlukan untuk mengobati masalah
atau meredakan gejala pasien. Pada masa lalu, hanya dokter yang mengkaji dan
mendiagnosis. Sekarang, bagaimanapun perawat memainkan peran besar dalam
mengevaluasi pasien dan mendeteksi masalah. Di beberapa daerah pedesaan, perawat
menerima pasien di rumah sakit dan menangani perawatan mereka, hanya merujuk
pasien yang kritis saja ke pusat medis yang jauh.
Di setiap rumah sakit, perawat menjalankan banyak tindakan yang ditentukan untuk
pasien. Sebagai contoh, dokter dapat memprogramkan pembedahan atau tirah baring
atau terapi tertentu. Dokter akan melakukan beberapa tindakan, seperti pembedahan.
Perawat adalah orang yang memberikan paling banyak tindakan. Jika pasien
memerlukan terapi intravena, biasanya perawat memasang
Merawat adalah
jantung keperawatan
Pedoman perawatan pasien
3
jalur intravena dan memberi pasien cairan dan obat yang ditentukan. Jika pasien
memerlukan injeksi, maka perawat yang memberikannya. Perawat mengganti balutan
pasien dan memantau penyembuhan lukanya. Perawat memberikan medikasi untuk
nyeri. Banyak dokter memprogramkan medikasi untuk nyeri “untuk diberikan sesuai
kebutuhan”. Mereka membiarkan perawat memutuskan kapan memberikan medikasi
tersebut.
Perawat juga memantau kemajuan pasien untuk meyakinkan bahwa pemulihan tanpa
komplikasi. Karena perawat yang lebih sering kontak dengan pasien daripada staf lain,
mereka sering menemukan masalah sebelum orang lain menemukannya.
Mengoordinasi perawatan pasien
Dalam melakukan perawatan pasien, perawat berkolaborasi dengan anggota tim
perawatan kesehatan lain. Perawat bekerja sama erat dengan dokter, serta perawat lain,
ahli terapi fisik, dan profesional lain yang terlibat dalam perawatan pasien. Di banyak
rumah sakit saat ini, anggota tim bersama-sama merencanakan perawatan pasien.
Perawat adalah individu yang mengoordinasikan pekerjaan dari semua anggota tim dan
melihat bahwa rencana tersebut dijalankan. Sebagai contoh, perawat memastikan bahwa
perjanjian pasien untuk pemeriksaan laboratorium dibuat dan disimpan, melihat bahwa
tindakan telah dilaksanakan, dan memeriksa untuk meyakinkan bahwa adanya
kebutuhan rujukan dilakukan sebelum pasien dipulangkan.
Perawat juga merencanakan dan mengawasi perawatan yang diberikan oleh asisten
keperawatan, memeriksa pekerjaan staf rumah tangga yang ditugaskan untuk
membersihkan ruangan pasien, dan menjamin bahwa pasien men-dapatkan cukup
makanan sehat. Keluarga mempelajari bagaimana memberikan perawatan dasar dari
perawat, yang juga membantu mereka bila perlu. Hal ini meliputi mempelajari
bagaimana menggunakan cara tradisional tentang penyembuhan dengan perawatan
kesehatan moderen. Perawat mendukung ke-luarga dalam memberikan perawatan dasar
untuk orang sakit yang mereka cintai. Perawat mempunyai tanggung jawab akhir untuk
kualitas perawatan pasien yang diterima pasien selama tinggal di rumah sakit.
Dalam mengoordinasikan pekerjaan orang lain, perawat selalu menempatkan pasien
sebagai pusat perhatian.


Bab 1. Peran perawat dalam tim perawatan kesehatan
4
Melindungi pasien
Ketika seseorang sakit dan lemah, ia lebih rentan terhadap infeksi dan cedera. Salah
satu tanggung jawab utama perawat adalah melindungi pasien dengan menjamin bahwa
lingkungan aman dan sehat. Secara khusus, perawat me-lakukan setiap tindakan
kewaspadaan untuk mencegah penyebaran infeksi dari satu pasien ke pasien lain.
Perawat mengkaji apakah ruangan pasien bersih, pasien bersih, air telah direbus atau
aman, jarum dan materi lain yang digunakan untuk prosedur steril, bahan yang telah
kotor disimpan jauh dari pasien, dan jarum serta objek tajam lain ditempatkan dalam
wadah yang aman setelah penggunaan. Perawat mencuci tangan dengan cermat
sebelum dan setelah perawatan pasien dan antarpasien.
Perawat melindungi martabat pasien dan mencoba untuk mengamankan pasien dari rasa
malu atau memalukan. Ketika pakaian pasien harus dilepas, perawat berusaha untuk
menjamin privasi pasien.
Perawat juga meyakinkan bahwa pasien aman secara fisik, tidak dapat jatuh dari atas
tempat tidur, atau jatuh ketika mencoba berjalan, atau terpeleset di lantai basah.
Perawat mencoba untuk melindungi pasien terhadap apa pun yang dapat
membahayakan di lingkungan.
Memberi pengajaran pada pasien dan keluarga
Pengajaran adalah peran utama perawat dalam memperbaiki kesehatan, me-ningkatkan
kesehatan dan mencegah penyakit. Ketika seseorang sakit, perawat menunjukkan
sesuatu pada pasien yang dapat dilakukan untuk membantu pemulihannya. Sebagai
contoh, perawat mengajarkan pasien untuk batuk dan napas dalam setelah pembedahan
untuk mencegah komplikasi paru. Perawat menunjukkan pada pasien bagaimana
berjalan dengan kruk. Mereka mengajarkan individu yang menderita diabetes untuk
memantau gula darahnya.
Kapan pun perawat bekerja dengan pasien, perawat menggunakan kesempatan untuk
mengajarkan individu tersebut tentang perawatan mandiri. Perawat me-ngajarkan baik
pasien dan keluarga mereka tentang diet dan nutrisi yang tepat, kebersihan dan higiene,
latihan, tidur dan istirahat serta semua aspek lain dari hidup sehat.



Perawat melindungi privasi pasien
Pedoman perawatan pasien
5
Sebelum pasien meninggalkan rumah sakit, perawat mengajarkan pasien dan keluarga
tentang perawatan di rumah. Sebagai contoh, perawat mengajarkan anggota keluarga
bagaimana memandikan atau mencuci rambut di tempat tidur, dan bagaimana memberi
makan atau mengganti balutan.
Perawat mengajarkan individu bagaimana meminimalkan efek ketidakmampuan
sehingga mereka mempunyai kualitas hidup terbaik.
Advokat untuk pasien
Perawat adalah orang yang bersama individu selama kebanyakan waktu kritis kehidupan
mereka. Perawat adalah orang yang bersama individu ketika mereka lahir, ketika mereka
cedera atau sakit, ketika mereka meninggal. Individu berbagi banyak hal yang intim
dalam kehidupan mereka dengan perawat; mereka menanggalkan pakaian untuk
perawat, dan mempercayai perawat untuk me-lakukan prosedur yang menimbulkan
nyeri.
Perawat berada di samping tempat tidur individu yang sakit dan menderita selama 24
jam sehari. Mereka ada ketika pasien tidak dapat tidur karena nyeri atau ketakutan atau
kesepian. Mereka ada untuk memberi makan pasien, me-mandikannya, dan mendukung
mereka.
Perawat mempunyai sejarah panjang tentang perawatan pasien dan berbicara untuk
kebutuhan pasien. Inilah yang disebut advokasi; mendukung pasien, bicara mewakili
individu pasien, dan menengahi bila perlu. Advokasi ini adalah bagian dari perawatan
perawat dan bagian dari kedekatan dan kepercayaan antara perawat dan pasien yang
memberi keperawatan sebuah tempat yang sangat khusus dalam pelayanan kesehatan.


Bab 1. Peran perawat dalam tim perawatan kesehatan
6


Berkomunikasi dengan pasien dan
keluarganya

2
Berkomunikasi dengan pasien
Penyakit dan hospitalisasi menimbulkan stres, seringkali merupakan pengalaman yang
sangat menakutkan bagi pasien dan keluarganya. Perawat berada di samping pasien
untuk membantu pasien melalui pengalaman ini. Komunikasi yang baik, jelas, dan
mendukung adalah bagian penting dari bantuan yang diberikan. Ketika Anda pertama
kali bertemu pasien, katakan, :”Saya di sini untuk membantu Anda.” Juga dengan segera
memberi tahu pasien siapa Anda: “Saya Corpus, perawat Anda.” Kemudian setiap waktu
Anda memasuki ruangan pasien, ambil kesempatan untuk berkomunikasi. Senyum Anda,
perhatian dan kesiapan Anda untuk berhubungan akan memudahkan penyesuaian
pasien di rumah sakit. Ikuti pedoman dasar berikut untuk berkomunikasi dengan pasien.
Mendengarkan pasien
Mulai percakapan dengan pasien dengan menggunakan pertanyaan terbuka seperti di
bawah ini:
“Bagaimana perasaan Anda hari ini?”
“Kemarin Anda merasa sangat khawatir; bagaimana dengan hari ini?”
Konsentrasi pada pasien dan jangan membiarkan hal lain mengalihkan perhatian Anda.
Gunakan mata Anda, ekspresi wajah, dan tekanan suara untuk menunjukkan minat. Coba
untuk tidak menginterupsi. Biarkan pasien mengatakan apa yang perlu ia katakan.
Jika pesan pasien tidak jelas, ajukan pertanyaan untuk mendapatkan lebih banyak
informasi atau memperjelas apa yang dikatakan. Jangan meloncat pada kesimpulan
tentang apa yang dimaksud pasien atau apa yang diperlukan pasien. Dengarkan pada
apa yang dikatakan pasien dan juga bagaimana ia
7
mengatakannya dan apa yang tidak dikatakan. Perhatikan ekspresi pada wajah pasien,
dan sikap tubuh serta gerakan tubuh. Kadang wajah pasien atau tekanan suara, atau
cara bicara dapat mengatakan lebih banyak daripada kata-kata.
Simpan kerahasian apa yang dikatakan pasien
Jika informasi dari pasien perlu diberikan pada orang lain dalam upaya menolong pasien,
biarkan pasien mengetahui apa yang akan Anda katakan pada orang tersebut. Sebagai
contoh, jika pasien mengatakan pada Anda tentang gejala yang ia tidak rasakan
sebelumnya, beri tahu pasien bahwa Anda akan memberi tahu dokter. Bila informasi
tidak bermanfaat dalam membantu pasien, jangan mengulangnya pada orang lain. Di
atas semua itu, jangan bergosip tentang pasien dengan perawat atau staf lain.
Tempatkan diri Anda sebagai pasien dan coba untuk memahami apa
yang dirasakannya
Peraturan yang paling penting dalam berkomunikasi dengan pasien adalah
membayangkan diri Anda berada pada posisi pasien. Kemudian Anda dapat memahami
perasaan mereka dan menanggapi secara emosional pada kebutuhan atau distres
mereka.
Kuncinya adalah perhatian terhadap pasien sebagai individu, untuk mengenali bahwa ia
adalah mahluk hidup seperti Anda, yang sakit dan mungkin nyeri, yang membutuhkan
bantuan Anda. Untuk mengekspresikan perhatian ini, tunjukkan kehangatan dan minat
ketika Anda bersama pasien. Bersikap perhatian dan menghargai. Coba untuk memenuhi
kebutuhan pasien dan berespons terhadap perasaannya.
Ingat bahwa jika Anda baik pada orang lain, hal ini akan memperkaya baik hidup orang
tersebut maupun hidup Anda sendiri.
Bagaimana berkomunikasi dengan pasien yang sulit
Kadang Anda harus menghadapi pasien yang sangat marah, mereka berteriak atau
mengkritik Anda atau perawat lain atau dokter dengan keras, menolak perawatan yang
mereka butuhkan, menarik slang atau membuka balutan. Di lain waktu, Anda akan
menghadapi pasien yang mengeluh terus-menerus dan menginginkan sesuatu dilakukan
untuk mereka setiap saat. Kadang pasien memaki Anda atau menyebut Anda tidak
mampu bila Anda tidak datang segera memenuhi panggilannya.


Bab 2. Berkomunikasi dengan pasien dan keluarganya
8
Pasien seperti ini tidak mudah dihadapi. Sering staf berespons dengan berbalik marah
terhadap mereka. Kadang staf menghindari begitu saja pasien ini. Sayangnya, respons
ini hanya memperburuk masalah.
Ketika pasien marah, penting untuk mencoba menemukan apa yang menyebabkan
mereka marah. Seseorang mungkin mengkritik perawat tetapi sebenarnya ia merasa
marah bahwa telah didiagnosis mengidap penyakit serius. Sering membantu bila Anda
bertanya kepada pasien dengan tenang untuk membicarakan apa yang mereka rasakan.
Penting untuk mendengarkan dan berespons dengan memahami nyeri dan kesulitan
tersebut.
Bila pasien tampak mempunyai keluhan yang jelas, katakan bahwa Anda akan memberi
tahu perawat atau dokter yang bertugas, dan sebagainya.
Jika pasien terus-menerus mengeluh, Anda dapat menenangkan dengan suara lembut,
membiarkan ia mengeluh, dan mungkin menggunakan humor atau senyuman untuk
membantu. Pada saat yang sama, Anda dapat menyusun suatu batasan pada tuntutan
pasien, sambil menunjukkan kehangatan dan pemahaman tentang kesulitan tersebut.
Sebagai contoh, mungkin Anda mengakui frustrasi yang dialami seorang individu adalah
karena perasaan harus bergantung pada orang lain untuk segala hal.
Berespons terhadap kebutuhan pasien
Kebanyakan pasien berbicara pada Anda, mereka mengungkapkan informasi tentang
perasaan dan kebutuhan dasar mereka, dan penting untuk mencoba memenuhi
kebutuhan ini secepat mungkin. Pasien merasa diperhatikan ketika Anda mencoba untuk
membuat mereka merasa lebih baik dengan melakukan sesuatu seperti membawakan
air ketika mereka memintanya. Senyuman atau sentuhan yang menunjukkan perhatian
dan kekhawatiran terhadap kebutuhan mereka akan selalu membantu.
Ketika pasien memberikan Anda informasi tetang kondisi fisiknya, dengarkan dengan
cermat dan bertindak cepat terhadap informasi tersebut. Bila pasien mengatakan ia
mengalami nyeri, kaji nyeri dan berikan pereda (lihat bab merawat pasien nyeri). Jangan
menunggu satu jam untuk memberikan medikasi karena Anda mempunyai hal lain untuk
dilakukan.
Bila pasien mengatakan pada Anda tentang masalah baru, yakinkan bahwa Anda
mempunyai informasi penting dan berespons dengan cepat. Sebagai contoh, bila pasien
mengatakan bahwa ia muntah pagi ini, coba temukan penyebab dan kemungkinan
masalah yang berhubungan. Anda dapat mengajukan pertanyaan sebagai berikut.


Pedoman perawatan pasien
9
“Kapan Anda muntah?”
“Apakah Anda muntah sebelum atau setelah makan?”
“Apakah Anda merasa mual sebelum muntah?”
“Pernahkah Anda merasa mual sebelum ini?”
”Apakah muntahnya tiba-tiba?”
“Pernahkan Anda diare?”
Informasi dari jawaban pasien tersebut akan membantu Anda menemukan apa yang ia
butuhkan. Bila masalah tampak serius, informasikan kepada dokter.
Memberikan informasi kepada pasien
Ketika Anda memberikan informasi kepada pasien, hendaknya sederhana dan
jelas. Selalu tulus dan jujur. Jangan menggunakan kata-kata medis untuk
menggambarkan masalah atau menjelaskan apa yang akan dilakukan atau apa yang
akan dialami pasien. Jangan menggunakan kata-kata yang tidak dipahami oleh
masyarakat di luar rumah sakit. Gunakan bahasa sehari-hari. Katakan berjalan, bukan
ambulasi. Jangan mengatakan Anda akan mengukur nadi apikal. Katakan Anda akan
mendengarkan jantung pasien.
Jangan berpura-pura bahwa Anda mengetahui sesuatu ketika Anda tidak
mengetahuinya. Bila Anda tidak dapat menjawab pertanyaan pasien, katakan bahwa
Anda tidak tahu dan tunjukkan Anda akan mencari jawabannya. Jika hanya dokter yang
tahu jawabannya, beri tahu pasien bahwa Anda akan menanyakan kepada dokter, atau
anjurkan pasien menanyakan ke dokter.
Jangan pernah berbohong kepada pasien. Bila pasien akan merasakan nyeri ketika
slang diangkat, jangan mengatakan bahwa ini tidak akan menyakitkan.
Ketepatan waktu informasi adalah penting. Ketika pasien kecewa, ia mungkin
menemukan kesulitan untuk memahami apa yang Anda katakan. Lihat dan dengarkan
dengan cermat sebelum memutuskan apakah pasien siap untuk mendengar Anda
sekarang atau bila perlu Anda harus menunggu.
Ketika Anda menjelaskan sesuatu kepada pasien, lihat apakah Anda dapat memberi
informasi dengan cara yang dapat dipahami oleh pasien. Minta individu tersebut untuk
memberi tahu Anda apa yang ia dengar, atau menunjukkan pada Anda bagaimana ia
akan melakukan apa yang telah mereka pelajari. Ingat bahwa meskipun pasien mungkin
tersenyum dan menganggukkan kepala sebagai respons, mereka mungkin mencoba
menyenangkan Anda. Mereka mungkin tidak selalu memahami apa yang Anda katakan.


Bab 2. Berkomunikasi dengan pasien dan keluarganya
10
Meskipun Anda bicara sangat jelas, kemungkinan pasien tidak memahami seluruhnya. Ia
mungkin lupa sebagian besar apa yang Anda katakan. Individu yang sakit merasa takut,
dan rumah sakit adalah tempat yang asing dan membingungkan. Pasien yang ketakutan
dan bingung sulit untuk mendengarkan dengan cermat. Mudah bagi mereka untuk
melupakan sesuatu. Anda harus memberi tahu pasien lebih dari sekali.
Beberapa pasien ingin mengetahui banyak tentang bagaimana keadaan mereka,
sementara yang lain tidak ingin tahu. Memberi pasien kesempatan untuk mengajukan
pertanyaan dan bicara tentang rasa takut mereka adalah penting. Namun, jika mereka
tidak ingin informasi detail, jangan memaksa mereka.
Bagaimana memberi tahu pasien kabar buruk
Salah satu tugas berat dokter dan perawat adalah memberi tahu kabar buruk pada
pasien. Biasanya dokter yang memberi tahu pasien bahwa ia tidak akan sembuh.
Namun, kadang pasien memutuskan untuk menanyakan hal itu kepada perawat. Penting
bagi perawat dan dokter untuk bicara dan menyetujui tentang bagaimana dan kapan
memberi tahu pasien. Kadang kebenaran sejati terlalu berat bagi pasien. Kadang
mungkin lebih baik untuk memberi tahu individu sedikit informasi tentang apa yang akan
terjadi di masa depan. Penting untuk mengetahui bagaimana pasien memahami dan
seberapa besar ia ingin memahami. Tidak semua pasien ingin mengetahui segala
sesuatu. Pendekatan paling baik adalah memberi tahu individu sebanyak yang mereka
ingin tahu, dan kemudian mencoba untuk membantu mereka menghadapi perasaan
mereka.
Ketika individu diberi tahu kabar buruk, pada awalnya mereka sering tidak ingin
mempercayainya. Ini disebut penyangkalan. Penyangkalan bermanfaat sebagai respons
pertama, untuk membantu pasien mengatasi masalah. Namun, perawat perlu membantu
pasien bergerak dari penyangkalan. Individu perlu memahami bahwa situasi tersebut
nyata. Dengan perlahan pasien diberi tahu tentang apa yang terjadi. Ketika pasien
memahami apa yang akan terjadi, mereka mengalami sedih dan depresi. Mengenali
kesedihan dan respons mereka dengan sikap simpatik adalah penting. Juga penting
untuk memberi pasien harapan tetapi Anda seharusnya tidak memberi mereka informasi
yang salah untuk membuat mereka merasa lebih baik. Untuk memberi mereka harapan,
Anda dapat membicarakan tentang apa yang mungkin, bukan tentang apa yang akan
terjadi sebenarnya. Anda juga dapat memberi pasien harapan dengan memberi tahu
mereka bahwa mereka akan memiliki hal baik di masa depan yang akan membuat
mereka mampu melakukan banyak hal.


Pedoman perawatan pasien
11
Pasien yang mengalami kesulitan berkomunikasi
Kadang pasien tidak dapat berkomunikasi dengan jelas. Mereka mungkin tidak berbicara
dengan bahasa yang digunakan di rumah sakit, atau mereka mungkin hanya mampu
bahasa tersebut sedikit. Anda dapat menemui anggota keluarga mereka untuk
membantu, atau anggota staf lain yang dapat bicara dalam bahasa asal pasien. Anda
dapat bekerja dengan penerjemah yang mengetahui kedua bahasa dan menerjemahkan
pertanyaan Anda serta jawaban pasien. Posisi menghadap pasien dan arahkan
pertanyaan Anda padanya. Dengan hati-hati perhatikan bagaimana rupa pasien ketika
bicara. Anda dapat memahami banyak tentang apa yang dimaksud pasien atau
dirasakan pasien meskipun tanpa kata-kata. Jangan mengabaikan penerjemah. Biarkan
penerjemah menerjemahkan pertanyaan saat Anda menghadap pasien.
Kadang pasien tuli, buta, atau penglihatan buruk. Bila pasien tidak dapat mendengar
dengan baik, perhatikan apakah mereka membaca bibir Anda atau apakah mereka
mencoba untuk berkomunikasi dengan bahasa isyarat. Bila mereka menggunakan
tangan mereka untuk berkomunikasi dan Anda tidak memahami, coba minta bantuan
anggota keluarga.
Kadang pasien bingung, atau tidak dapat membentuk kata-kata, atau menemukan kata
yang tepat. Ketika seseorang mempunyai slang terpasang, ia tidak dapat bicara sama
sekali. Pada pasien ini, coba untuk berkomunikasi tanpa menggunakan kata-kata. Minta
pasien untuk memberi tanda ya atau tidak terhadap pertanyaan dengan menggunakan
genggaman tangan, atau gerakan kepala, atau kedipan mata. Atau berikan pasien kertas
atau papan untuk menulis.
Jika pasien mencoba untuk berkomunikasi tetapi Anda tidak memahami, katakan bahwa
Anda tidak memahami, tetapi berikan dukungan dan dorongan, dan lanjutkan
percakapan. Jangan berpura-pura memahami ketika Anda tidak memahaminya. Ketika
pasien tidak dapat berkomunikasi dengan Anda melalui kata-kata, secara khusus penting
bagi Anda untuk menunjukkan perhatian, keha-ngatan, dan respek melalui sentuhan dan
senyuman Anda.
Bagaimana berkomunikasi dengan keluarga
Keluarga pasien harus membuat banyak penyesuaian dan perubahan dalam berespons
terhadap penyakit, terutama bila ini penyakit serius dan terminal. Sebagai contoh,
mereka harus memberikan banyak waktu untuk melakukan tugas yang menjadi tugas
pasien dalam keluarga sebelum sakit. Mereka juga harus menyediakan waktu untuk
berkunjung dan mencoba merawat si sakit, baik di rumah sakit maupun ketika ia kembali
ke rumah. Mereka juga kehilangan



Bab 2. Berkomunikasi dengan pasien dan keluarganya
12
uang karena keadaan sakit ini. Anggota keluarga dapat mengalami banyak stres. Hal ini
dapat membuat mereka marah dan sulit saat itu. Ketika ini terjadi, penting untuk
memikirkan tentang bagaimana perasaan mereka. Coba untuk memahami seberapa sulit
situasi ini bagi mereka.
Sediakan waktu untuk bicara pada keluarga pasien segera saat pasien masuk rumah
sakit; makin cepat makin baik. Jawab pertanyaan mereka dengan sederhana tetapi jelas.
Bila mereka menginginkan lebih banyak informasi dari yang Anda dapat berikan, rujuk
pada dokter atau bantu menemukan waktu untuk dapat berbicara dengan dokter.
Tanyakan kepada keluarga tentang pasien; anggota keluarga mempunyai banyak
informasi yang bermanfaat.
Kapan pun keluarga datang menjenguk, beri tahu mereka apa yang telah terjadi pada
anggota keluarga mereka. Berikan dukungan dan dorongan. Jangan berbohong pada
keluarga. Bila mereka ingin tahu lebih banyak dari yang Anda kira, coba untuk
membantu mereka berbicara dengan dokter.
Bila beritanya buruk, Anda dapat memberitahu keluarga lebih dulu dan meminta mereka
untuk ambil bagian dalam diskusi tentang cara terbaik untuk memberi tahu pasien. Anda
dapat memutuskan dengan dokter bahwa pasien harus diberi tahu lebih dulu, dan
kemudian keluarga. Kadang keluarga ingin membantu memutuskan apa yang akan
dilakukan terhadap anggota keluarga mereka. Sebagai contoh, mereka ingin membantu
memutuskan apakah pasien akan menjalani pembedahan untuk kanker. Ketika mereka
tahu apa yang akan terjadi, mereka mungkin merasa bahwa lebih baik untuk tidak
melakukan apa pun kecuali memerhatikan gejala pasien tersebut.
Bila anggota keluarga ingin tinggal dengan pasien, buat hal ini semudah mungkin.
Jika keluarga ingin membantu merawat pasien, beri mereka instruksi dalam pemberian
perawatan harian.
Sebelum pasien meninggalkan rumah sakit, bicarakan pada keluarga tentang perawatan
yang diperlukan pasien di rumah. Yakinkan mereka mampu mem-berikannya. (Hal ini
didiskusikan lebih lanjut pada bab menyiapkan pasien untuk pulang.)
Pedoman perawatan pasien
13
Perawat melihat pasien lebih sering dari-pada pemberi perawatan lain. Karenanya,
perawat berada pada posisi terbaik untuk memantau kemajuan pasien dan menilai
perawatan apa yang diperlukan untuk mengatasi masalah. Untuk melakukan hal ini,
perawat harus menggunakan setiap kesempatan untuk mengkaji pasien, selalu
mengajukan pertanyaan, “Apa yang terjadi pada pasien ini?”
Berikut ini adalah beberapa pedoman dasar untuk Anda gunakan saat memeriksa apa
yang terjadi pada pasien.
Dapatkan informasi latar belakang
Sebelum Anda memasuki ruangan pasien, periksa catatan untuk melihat apa yang telah
dilakukan hari ini, apa masalah pemberi perawatan lain yang telah dicatat, dan apakah
ada informasi baru lainnya tentang pasien. Bila mungkin, bicarakan hal ini dengan
perawat yang telah selesai tugas.
Amati pasien
• Dengarkan pernapasan pasien, lihat warna kulitnya, dan lihat apakah pasien sadar.
• Dengan segera ukur tanda vital pasien bila Anda melihat ada tanda
Kapan pun Anda memasuki ruangan pasien, dengan cermat perhatikan
bagaimana keadaan pasien, periksa semua peralatan dalam ruangan, dan
periksa lingkungan ruangan.
Pemantauan pasien dan pencatatan asuhan
keperawatan

3


14
bahwa pasien mengalami masalah pernapasan, apakah pernapasan terlalu cepat, atau
warna kulitnya pucat atau kemerahan, atau apakah pasien tampak mengalami
kegawatan. Laporkan masalah pada perawat yang bertanggung jawab atau dokter.
• Jangan membangunkan pasien untuk pengkajian atau perawatan kecuali pernapasan
atau warna kulit pasien menunjukkan ada masalah. Bila pernapasan, warna kulit, atau
posisi pasien di tempat tidur menunjukkan ketidaksadaran bukan keadaan tidur, coba
untuk membangunkan pasien. Jika Anda tidak berhasil membangunkan pasien, panggil
bantuan. Pada saat yang sama, pastikan bahwa jalan napas pasien terbuka; jika perlu,
buka jalan napas dengan mengangkat rahang bawah.
Bicara dengan pasien
• Jika pasien sadar, tanyakan bagaimana keadaannya dan apakah ia merasa nyaman.
• Tanyakan adanya nyeri.
• Tanyakan apakah tindakan atau medikasi yang diberikan membantu.
• Tanyakan apakah pasien telah makan dan minum
• Tanyakan tentang eliminasi urinarius dan fekal.
• Perhatikan masalah yang disebutkan pasien.
Jika pasien tidak memberikan informasi, tanyakan khususnya tentang gejala yang
mungkin Anda temukan, seperti keletihan, mual, atau masalah pernapasan. Bila ada
anggota keluarga, akan membantu untuk menanyakan keadaan pasien dan apakah
mereka melihat ada masalah. Tanyakan juga pada mereka tentang apa yang telah
dimakan dan diminum pasien.
Memeriksa pasien
Periksa pasien dengan singkat dari kepala sampai kaki, perhatikan adanya perubahan
atau abnormalitas. Perhatikan pada masalah yang membawa pasien ke rumah sakit.



Pedoman perawatan pasien
15
Apa yang Anda cari bergantung pada masalah apa dan sistem tubuh mana yang
sakit.
Memeriksa peralatan yang digunakan
Pemeriksaan yang Anda lakukan akan bergantung pada masalah pasien dan peralatan
apa yang digunakan untuk masalah tersebut; mungkin saja berupa sistem
oksigen, slang nasogastrik, kateter menetap, atau jalur intravena.
Bila pasien mendapatkan oksigen:
Yakinkan bahwa kanula atau kateter dipasang dengan tepat.
Periksa bahwa oksigen dilembapkan dan diberikan dalam jumlah liter per menit
sesuai program. Periksa juga bahwa oksigen di dalam tabung dalam jumlah
cukup.
Bila pasien terpasang jalur intravena:
Pastikan jalur intravena terbuka dan larutan yang tepat mengalir dalam kecepatan
yang benar.
Periksa area masuknya kateter ke dalam kulit untuk adanya kemerahan, panas,
atau tanda cairan yang mungkin bocor dari vena ke dalam jaringan. Bila kulit
bengkak atau pucat pada sisi tersebut dan pasien merasa nyeri, mungkin cairan
telah masuk ke dalam jaringan dan jalur intravena harus dilepas dan dipasang
lagi.
Bila pasien menggunakan kateter Foley:
Periksa haluaran urine. Perhatikan apakah urine jernih, berkabut, kemerahan,
atau gelap dan pekat.
Periksa catatan asupan dan haluaran untuk membantu Anda menganalisis status
cairan pasien.
Yakinkan bahwa slang kateter Foley tidak terpelintir. Kantong Foley tidak boleh
berada di lantai.
Mengkaji lingkungan pasien
Tindakan ini adalah tanggung jawab perawat untuk melihat apakah lingkungan
bersih dan aman.
• Periksa seluruh kebersihan ruangan dan lantai. Yakinkan bahwa
lantai kering.



Bab 3. Pemantauan pasien dan pencatatan asuhan keperawatan
16
• Periksa tempat tidur pasien dan area sekitarnya. Yakinkan bahwa seprai bersih dan
halus serta area sekitar tempat tidur bersih dan rapi. Peralatan makan yang kotor dan
tisu kotor dapat menjadi sumber infeksi bagi klien dan perawat.
• Periksa bahwa area toilet bersih. Bila mungkin, lihat apakah pasien mempunyai sabun
dan handuk untuk mandi.
• Periksa apakah pasien mempunyai apa yang diperlukannya.
• Bila pasien dapat minum air, yakinkan bahwa tersedia air bersih di samping tempat
tidur.
Mengukur tanda vital pasien
Salah satu aspek paling penting dari pengkajian pasien adalah mengukur tanda-tanda
vital. Tanda-tanda vital pasien adalah suhu, nadi, pernapasan (respirasi), dan tekanan
darah. Perubahan pada tanda-tanda vital ini dapat menunjukkan perubahan pada kondisi
pasien. Perubahan besar atau tiba-tiba harus selalu dilaporkan pada dokter.
• Tanda-tanda vital harus diperiksa pada saat pasien masuk dan pada interval reguler
setelah masuk. Di banyak rumah sakit mereka memeriksa setiap 4 jam.
• Ketika pasien berada di unit perawatan intensif atau baru kembali dari pembedahan,
tanda vital diperiksa lebih sering.
• Tanda vital juga harus diperiksa:
♦ sebelum dan setelah prosedur invasif
♦ sebelum dan setelah memberikan medikasi yang dapat me-mengaruhi tekanan darah
atau pernapasan
♦ sebelum dan setelah prosedur keperawatan yang dapat memengaruhi tanda-tanda
vital, sebagai contoh, pasien yang akan berjalan setelah tirah baring.


Tanda vital adalah sangat penting
Pedoman perawatan pasien
17
Selalu periksa tanda-tanda vital ketika pasien mengeluh kunang-kunang,
pusing, tiba-tiba panas, atau kapan pun kondisi pasien berubah menjadi buruk.
Suhu
Suhu tubuh adalah panas tubuh yang diukur dalam derajat. Suhu rata-rata orang dewasa
diukur secara oral antara 36,7oC dan 37oC.
Suhu lebih tinggi dari rata-rata disebut demam atau hipertermia. Pada penampilan
pertamanya, tanda demam meliputi:
• peningkatan nadi
• peningkatan pernapasan
• menggigil
• kulit dingin
• perasaan kedinginan (menggigil).
Selama perjalanan demam, tanda klinis meliputi:
• kulit hangat saat disentuh
• peningkatan kontinu frekuensi nadi dan pernapasan
• rasa haus
• dehidrasi
• kehilangan nafsu makan
• perasaan umum tidak enak
• mengantuk, gelisah dan pada kasus berat, delirium.
Ketika demam mulai turun, pasien masih merasa hangat dan kemerahan serta
berkeringat; pasien juga mengalami dehidrasi tetapi tidak merasa menggigil.
Kewaspadaan klinis: Demam tinggi ekstrem dapat
menyebabkan konfusi. Suhu ini dapat merusak hati,
ginjal dan organ lain dan bahkan menyebabkan
kematian.
Bab 3. Pemantauan pasien dan pencatatan asuhan keperawatan
18
Suhu tubuh yang lebih rendah dari rata-rata disebut hipotermia. Tanda klinisnya:
• menggigil berat
• pucat, dingin, kulit mengkilat
• tekanan darah rendah (hipotensi)
• penurunan haluaran urine
• disorientasi
• pada kasus berat, mengantuk dan koma
Perawat secara rutin mengukur suhu pasien untuk memeriksa adanya infeksi. Demam
adalah tanda infeksi. Bila pasien mengalami demam, perawat memeriksa suhu untuk
melihat apakah demam berlanjut, memburuk, atau apakah medikasi telah menurunkan
suhu tersebut.
Suhu tubuh dapat diukur di oral, rektum, dan aksila (lipatan lengan). Suhu juga dapat
diukur di telinga pada membran timpatik (gendang telinga).
Termometer air raksa umum digunakan untuk mengukur suhu. Termometer mempunyai
ujung panjang pipih atau membulat. Ujung pipih paling baik untuk suhu aksila; ujung
bulat untuk mengukur suhu rektal.
Untuk membaca suhu air raksa, pegang termometer setinggi mata dan balik sampai
Anda melihat garis air raksanya. Ujung garis atas, titik paling tinggi air raksa yang
tercapai menunjukkan suhu tubuh.
Bagaimana mengukur suhu oral
Suhu tubuh biasanya diukur di mulut atau per oral. Ini adalah cara paling mudah untuk
mengukur suhu. Bila pasien berusia kurang dari lima tahun atau konfusi, suhu ini harus
diukur di tempat lain pada kasus pasien menggigit termometer dan memecahkannya.
Bila pasien mengalami baru minum dingin atau panas atau merokok, Anda harus
menunggu 15 sampai 30 menit sebelum mengukur suhu oral untuk meyakinkan bahwa
pembacaan suhu akurat.
• Cuci tangan Anda.
• Kibaskan termometer hingga turun menjadi 35oC.
• Tempatkan termometer di bawah lidah pasien, ke kantung perawatan pasien
19
kanan atau kiri pada dasar lidah.
• Beri tahu pasien untuk menutup bibirnya, tetapi buka giginya,
mencakupi termometer. Biarkan termometer sedikitnya selama
tiga menit.
• Lepaskan termometer dan baca suhunya.
• Cuci termometer dengan air hangat bersabun (jangan air
panas), bilas dengan air dingin, usap dengan disinfektan dan
simpan dalam keadaan kering.
• Cuci tangan Anda dan catat suhunya.
Bagaimana mengukur suhu aksila
Untuk mengukur suhu aksila, termometer di tempatkan di bawah lipatan lengan
(di aksila). Area ini paling tidak akurat untuk mengukur suhu, tetapi dilakukan untuk
orang dewasa yang mengalami peradangan mulut dan pasien yang konfusi.
Suhu aksila biasanya setengah derajat lebih rendah dari suhu oral.
• Cuci tangan Anda.
• Siapkan termometer seperti pada saat mengukur suhu oral.
• Tempatkan termometer di bawah lengan pasien di aksila.
• Minta pasien untuk mengapit erat lengan ke dada dan biarkan
termometer selama lima menit pada anak-anak dan sembilan
menit pada orang dewasa.
• Ambil termometer, baca suhu dan bersihkan serta simpan termometer
tersebut.
• Cuci tangan Anda dan catat suhunya.
Bagaimana mengukur suhu rektal
Suhu rektal dipertimbangkan paling akurat. Pengukuran ini biasanya hanya pada
bayi dan anak yang tidak dapat memegang termometer di mulut tanpa
memecahkannya.
Suhu rektal biasanya satu derajat lebih tinggi dari suhu oral.
Ketika Anda mengukur suhu rektal, gunakan termometer dengan ujung bulat.
• Cuci tangan Anda.
• Minta pasien untuk berbaring miring, dengan lutut fleksi. Anak
harus berbaring pada salah satu sisi atau telungkup, pada pan-
Bab 3. Pemantauan pasien dan pencatatan asuhan keperawatan
20
• Periksa suhu yang tercatat pada termometer. Bila terbaca lebih dari 35oC, kibaskan
termometer.
• Oleskan lubrikan atau gel pada jaringan dan kemudian pada 2,5 cm ujung termometer.
Lubrikasi mempermudah bukan untuk mengiritasi membran ketika Anda memasukkan
termometer.
• Minta pasien napas dalam dan menempatkan termometer ke dalam anus dari 1,5
sampai 4 cm bergantung usia dan ukuran pasien. Jangan mendorong paksa termometer.
• Pegang termometer selama dua menit.
• Angkat termometer, bersihkan dengan tisu, dan buang tisu. Baca termometer tersebut.
• Cuci dan bilas termometer, basuh dengan disinfektan, keringkan dan simpan dalam
keadaan kering.
• Cuci tangan Anda.
• Catat suhu tersebut.
Bagaimana mengukur nadi pasien
Jantung adalah suatu pompa yang mendorong darah masuk ke dalam arteri. Dengan
setiap denyutan, terdapat tekanan denyut saat darah masuk ke dalam arteri. Nadi
menunjukkan denyut jantung tersebut. Nadi orang dewasa normal biasanya 60 sampai
80 kali per menit, tetapi rentangnya 60 sampai 100.
Nadi lebih cepat pada wanita daripada pria. Le-bih cepat pada anak daripada orang
dewasa. Nadi meningkat karena latihan dan stres, dan ketika pasien demam. Nadi juga
lebih cepat ketika pasien kehilangan darah. Beberapa medikasi menurunkan frekuensi
nadi dan obat lain meningkatkannya.
Mengukur nadi pasien penting untuk mengetahui apakah ada dalam rentang normal, dan
apakah nadi ini teratur atau tidak. Kebanyakan nadi diukur pada sisi dalam pergelangan
tangan; ini disebut nadi radialis.
Pedoman perawatan pasien
21
Nadi juga dapat diukur pada banyak tempat lain di tubuh. Bila Anda tidak dapat
mengukur pada nadi radialis karena pasien menggunakan balutan di tempat
tersebut, atau Anda perlu mengkaji nadi pada bagian tertentu tubuh, gunakan
tempat lain. Nadi yang diambil dari tempat yang jauh dari jantung disebut nadi
perifer.
Untuk mengukur nadi perifer pasien, apakah pada pergelangan tangan atau tempat
lain, Anda memerlukan jam dengan detik.
• Gunakan jari telunjuk Anda dan ujung jari tengah atau ketiga
ujung jari tengah dan berikan tekanan sedang di atas titik nadi,
sampai Anda merasakan denyutan. Jangan menggunakan
ibu jari karena Anda mempunyai nadi pada ibu jari tersebut
yang dapat menyebabkan kesalahan penghitungan nadi pasien.
• Hitung jumlah denyutan selama satu menit penuh. Setelah itu,
bila nadi normal, hitung selama 30 detik dan kalikan dua.
• Perhatikan apakah nadi lemah, normal, atau terlalu kuat (menonjol).
• Perhatikan apakah nadi teratur atau tidak.
• Bila nadi lebih cepat atau lebih lambat dari biasanya pada
pasien tersebut, atau nadi tidak teratur atau sangat kuat atau
lemah, laporkan hal ini
pada perawat atau dokter
yang bertanggung jawab.
Bagaimana mengukur
nadi apikal
Kadang-kadang nadi mungkin sangat
lemah sehingga Anda tidak dapat mendengarnya
kecuali Anda mendengarnya
di dekat jantung. Nadi yang diambil
di apeks jantung disebut nadi apikal.
Untuk mengukur nadi apikal, Anda memerlukan
stetoskop dan jam yang menunjukkan
detik.
• Cuci tangan Anda.
• Gunakan usapan antiseptik untuk membersihkan bagian telinga
dan diafragma stetoskop (tepi datar dari stetoskop) bila
alat ini kotor.
Bab 3. Pemantauan pasien dan pencatatan asuhan keperawatan
22
• Temukan nadi pada sisi kiri dada.
• Tempatkan bagian telinga stetoskop pada telinga Anda, dengan bagian telinga
menunjuk atau menghadap ke depan.
• Tempatkan diafragma stetoskop di atas nadi apikal dan dengarkan bunyi jantung, yang
menyerupai bunyi “lub dub”.
• Perhatikan apakah ruang di antara bunyi jantung tersebut teratur atau tidak. Ini adalah
irama denyut jantung.
• Perhatikan kekuatan atau kelemahan (volume) bunyi jantung.
• Hitung denyut jantung selama 30 detik dan kalikan dua jika iramanya teratur; hitung
selama 60 detik jika nadi tidak teratur. Ini adalah frekuensi nadi.
• Cuci tangan Anda.
• Catat frekuensi nadi, irama, dan kekuatannya.
Memeriksa pernapasan pasien
Frekuensi pernapasan normal atau respirasi, pada orang dewasa dalam keadaan istirahat
adalah 12 (atau lebih umum 15) sampai 20 kali per menit. Frekuensi lebih tinggi pada
bayi. Juga lebih tinggi pada individu yang melakukan latihan atau stres, dan ketika suhu
luar lebih tinggi. Infeksi dan gangguan pernapasan meningkatkan frekuensi pernapasan
juga. Beberapa medikasi seperti narkotik menurunkan respirasi. Ketika individu
berbaring telentang, mereka bernapas sedikit lebih dalam.
Penting untuk memeriksa pernapasan ketika pasien beristirahat. Paling baik pada pasien
yang tidak menyadari bahwa pernapasannya sedang diperiksa, sehingga ia bernapas
secara normal. Hitung pernapasan saat Anda masih menempatkan jari Anda
pada nadi pasien, seolah-olah Anda sedang menghitung nadi. Pasien tidak
memperhatikan bahwa Anda sebenarnya sedang memeriksa pernapasan.
• Untuk memeriksa frekuensi pernapasan, hitung jumlah pernapasan selama sedikitnya
satu menit.
• Untuk memeriksa irama, perhatikan apakah ruang di antara pernapasan teratur atau
tidak
• Untuk memeriksa kedalaman pernapasan, perhatikan gerakan dada pasien atau
tempatkan tangan Anda pada dada pasien untuk merasakan gerakan. Ketika pasien
bernapas, iga bergerak ke atas dan ke bawah sehingga paru dapat berekPedoman
perawatan pasien
23
spansi; ketika pasien menghembuskan napas, iga bergerak ke
dalam seolah paru ditekan. Bila ada banyak gerakan dada,
pernapasan dalam; bila gerakan sangat sedikit, pernapasan
dangkal.
• Perhatikan jumlah upaya pasien untuk bernapas, dan dengarkan
bunyi pernapasannya. Pernapasan normal adalah tidak
bersuara dan mudah. Kadang pasien dengan jelas bekerja
keras untuk bernapas, terutama ketika ia berbaring datar. Bila
pasien sukar bernapas, Anda akan melihat kekencangan otot
leher dan bahu. Kadang
Anda akan melihat bahwa
kulit telah tertarik ke atas
sternum atau di bawah iga
(disebut pengisapan ke dalam
atau retraksi).
• Dengarkan adanya mengi,
yaitu bunyi bersiul atau berdesah.
Mengi adalah tanda
infeksi serius, asma, atau
adanya penghambatan jalan
napas.
• Tuliskan apa yang Anda
temukan tentang pernapasan
pasien. Bila Anda melihat
ada perubahan pada pasien,
beri tahu perawat yang
bertanggung jawab atau
dokter dengan segera.
Bagaimana mengukur tekanan darah
Tekanan darah adalah suatu ukuran tekanan yang dibuat darah saat bergerak
melalui arteri tubuh. Terdapat dua jenis tekanan darah: tekanan sistolik dan
tekanan diastolik.
• Tekanan sistolik adalah tekanan paling tinggi yang dihasilkan
ketika ventrikel kiri jantung berkontraksi. Ini adalah tekanan
gelombang darah yang memasuki arteri.
• Tekanan diastolik adalah tekanan paling rendah yang dihasilkan
ketika ventrikel kiri relaksasi. Ini adalah tekanan yang selalu
ada dalam arteri.
Kewaspadaan klinis. Selalu laporkan pernapasan cepat.
Pernapasan cepat merupakan tanda bahwa ada yang
salah. Hal ini dapat berarti bahwa pasien mengalami
infeksi, seperti pneumonia, gagal jantung, kehilangan
darah atau masalah lain.
Bab 3. Pemantauan pasien dan pencatatan asuhan keperawatan
24
• Tekanan darah diukur dalam milimeter air raksa (mm Hg) dan biasanya diberikan
sebagai tekanan sistolik diikuti dengan tekanan diastolik, dengan garis miring di
antaranya.
• Tekanan darah normal orang dewasa dalam rentang dari 110/60 mm Hg sampai
140/90 mm Hg, dan rata-rata adalah 120/80 mm Hg.
Penting untuk mengetahui tekanan darah normal pasien dalam upaya melihat
perubahan yang dapat menunjukkan adanya masalah.
Tekanan darah diukur dengan manset tekanan darah, sfigmomanometer, dan stetoskop.
Stetoskop digunakan untuk mendengar bunyi darah dalam arteri.
Mengukur tekanan darah pada lengan pasien dengan menggunakan arteri brakialis, yang
terdapat di bagian tengah lipatan siku.
• Untuk memulai, cuci tangan Anda.
• Tempatkan pasien pada posisi yang nyaman, duduk atau berbaring dengan lengan
yang akan diukur agak menekuk dan disokong. Manset harus berada pada setinggi
jantung.
Contoh tekanan darah:
tekanan  140 tekanan
sistolik 90  diastolik
Tekanan darah tinggi atau hipertensi adalah tekanan
yang berlanjut sampai di atas 140/90 mm Hg.
Tekanan darah rendah atau hipotensi adalah tekanan
sistolik yang ada di bawah 100 mm Hg.
Pedoman perawatan pasien
25
• Lingkarkan manset
pada lengan atas
dan kencangkan.
Balon di bagian
dalam manset harus
berada tepat di atas
arteri. Batas bawah
manset harus kira-kira
2,5 cm di atas lipatan
siku (disebut ruang
antekubitus).
• Raba arteri dengan
ujung jari Anda. Ini harus
di bagian tengah
ruang antekubitus.
Nadi Ini disebut nadi
brakialis.
• Sambil Anda meraba nadi brakialis dengan satu tangan, tutup
katup dan pompa manset dengan tangan lain. Pompa sampai
pembacaan sfigmomanometer adalah 30 mm di atas titik di
mana nadi brakialis menghilang.
• Tempatkan diafragma stetoskop di atas arteri brakialis.
• Lepaskan katup pada manset dengan perlahan sehingga
tekanan berjalan turun pada kecepatan 2-3 mm per detik.
• Dengarkan bunyinya.
Tekanan sistolik adalah tekanan yang pertama kali Anda mendengar bunyi denyut.
Yakinkan bahwa Anda mendengar dua bunyi, untuk meyakinkan Anda
tidak membuat kesalahan oleh bunyi lain untuk bunyi darah.
• Perhatikan pembacaan pada sfigmomanometer ketika Anda
pertama kali mendengar bunyi denyutan, yang merupakan
pembacaan tekanan sistolik.
• Sekali lagi, perhatikan pembacaan pada sfigmomanometer
ketika Anda mendengar bunyi terakhir; yang adalah pembacaan
tekanan diastolik.
Tekanan diastolik adalah titik bunyi yang terdengar paling
akhir.
• Lepaskan katup dan kempeskan manset dengan cepat.
Bab 3. Pemantauan pasien dan pencatatan asuhan keperawatan
26
• Lepaskan manset dari lengan pasien dan catat pembacaan tekanan darah, dengan
sistolik pertama dan diastolik kedua.
• Bila ada perubahan bermakna pada tekanan darah terakhir kali diukur, laporkan hal ini
dengan segera.
Merencanakan asuhan keperawatan
Setelah memeriksa bagaimana keadaan pasien (status), rencanakan perawatan yang
akan Anda berikan hari ini.
Rencana perawatan akan mencakup:
• prosedur yang diprogramkan dokter
• tindakan keperawatan untuk memberikan kenyamanan dan meningkatkan pemulihan
Mencatat status pasien dan asuhan keperawatan
Mencatat informasi adalah bagian penting dari asuhan keperawatan. Setelah Anda
memeriksa pasien dan memberikan perawatan, Anda perlu mencatat tiga tipe informasi
berikut:
• informasi penting tentang status pasien
• perawatan yang Anda berikan pada pasien
• respons pasien terhadap perawatan Anda
Alasan utama penulisan informasi tentang pasien adalah agar pemberi perawatan yang
bertugas setelah Anda, mengetahui apa yang telah terjadi. Pemberi perawatan
berikutnya perlu mengetahui bagaimana keadaan pasien sebelumnya, untuk melihat
apakah ada perubahan. Sebagai contoh, Anda mengukur tanda vital tidak hanya untuk
memutuskan apakah pasien mempunyai masalah yang memerlukan perhatian Anda
segera, tetapi juga memberikan data dasar untuk perawat yang bertugas setelah Anda.
Ketika perawat tersebut mengukur tanda-tanda vital, ia dapat dengan cepat melihat
apakah tanda ini stabil atau ada perubahan yang harus diperhatikan dan perlu diatasi
dengan segera.
Tuliskan catatan perawat hanya tentang apa yang Anda pikir penting. Catatan



Pedoman perawatan pasien
27
perawat dapat melihat contoh ini:
Sangat penting untuk menuliskan catatan Anda segera saat Anda meninggalkan pasien.
Bila Anda menunda, Anda akan lupa apa yang telah Anda lihat atau lakukan atau Anda
akan bingung apa yang Anda lihat pada pasien ini dengan apa yang Anda lihat pada
pasien lain. Jangan pernah menunda untuk mencatat.
Evaluasi perawatan yang diberikan
Setelah merawat pasien, selalu kembali melihat apakah asuhan keperawatan Anda telah
efektif. Sebagai contoh, bila Anda memberi pasien medikasi untuk nyeri, kembali untuk
melihat apakah pasien merasa lebih nyaman.
Jika tindakan keperawatan Anda belum efektif, Anda mungkin memerlukan rencana dan
melaksanakan tindakan lain untuk membantu pasien.
Pengingat
Status pasien harus dikaji setiap kali perawat memberikan perawatan.
Pengamatan Anda dan informasi yang Anda dapat dari pasien membantu Anda
memutuskan apakah pasien menjadi lebih baik atau mengalami masalah yang
memerlukan perhatian.


Bab 3. Pemantauan pasien dan pencatatan asuhan keperawatan
28
Perawatan pasien sehari-hari
Aktivitas dasar kehidupan sehari-hari adalah makan, berpakaian, mandi, ke toilet, tidur
dan istirahat, berjalan dan berkomunikasi dengan orang lain. Seringkali ketika seseorang
sakit, mereka tidak dapat melakukan semua ini sendiri dan memerlukan bantuan Anda.
Ketika orang dalam keadaan sangat sakit, Anda harus melakukan hampir semuanya
untuk mereka. Di banyak rumah sakit, keluarga dapat memberikan kebanyakan
perawatan ini, dengan bimbingan dan pengawasan perawat.
Bab ini menggambarkan beberapa prosedur yang digunakan perawat atau anggota
keluarga untuk membantu pasien dengan aktivitas hidup sehari-hari dan untuk
menjamin kenyamanan mereka.
Membantu pasien berjalan dan melakukan latihan fisik, digambarkan dalam bab ini pada
perawatan untuk pasien dengan keterbatasan mobilitas. Membantu pasien untuk makan
dengan baik ada dalam bab pemenuhan kebutuhan nutrisi pasien. Membantu pasien
eliminasi (ke toilet) ada dalam bab perawatan untuk pasien yang mengalami masalah
eliminasi. Komunikasi dibahas dalam bab berkomunikasi dengan pasien dan
keluarganya.
Higiene
Higiene penting untuk membantu pasien tetap bersih dan untuk merawat kulit, mulut,
rambut, mata, telinga, dan kuku. Ketika seseorang sakit, akan sulit memikirkan tentang
mandi atau menyikat gigi atau membersihkan kuku; bernapas atau mengatasi nyeri
tampak lebih penting. Oleh karenanya, perawat perlu melihat apakah pasien dapat
membersihkan diri mereka sendiri dan membantu mereka bila mungkin. Penting untuk
menanyakan pasien apa yang biasanya mereka lakukan dan bagaimana mereka
menginginkan bantuan.

4

29
Perbedaan budaya dan agama dapat membedakan praktik higiene. Higiene
adalah sangat pribadi dan masing-masing individu mempunyai ide yang berbeda
tentang apa yang mereka ingin lakukan. Jika memungkinkan, perawat harus
membantu pasien memenuhi kebutuhan pribadinya daripada melakukan standar
rutin.
Mandi
Kesehatan kulit adalah penting. Kulit melindungi jaringan dari cedera dengan
mencegah kuman (mikroorganisme) memasuki tubuh. Ketika kulit tergores atau
luka, mikroorganisme dapat masuk dan pasien rentan terhadap infeksi. Ketika
kulit kering atau bersisik, kulit dapat pecah. Bila pasien mengalami ruam atau
gatal lain, akan mudah untuk menggores kulit.
Dengan demikian penting untuk selalu memeriksa kulit pasien. Menghindari
cedera kulit dan memperbaiki kesehatan kulit bila mungkin, melalui nutrisi, losion
dan yang paling penting adalah mandi.
Mandi menghilangkan mikroorganisme dari kulit serta sekresi tubuh, menghilangkan
bau tidak enak, memperbaiki sirkulasi darah ke kulit dan membuat
pasien merasa lebih rileks dan segar.
Pasien dapat dimandikan setiap hari di rumah sakit. Namun, bila kulit pasien kering,
mandi mungkin dibatasi sekali atau dua kali seminggu sehingga tidak akan
menambah kulit menjadi kering.
Perawat atau anggota keluarga mungkin perlu membantu pasien berjalan ke
kamar mandi atau kembali dari kamar mandi. Sediakan kursi di kamar mandi,
pada kasus pasien perlu duduk dan istirahat. Perawat atau anggota keluarga harus
ada untuk membantu pasien mengguyur atau mengeringkan, bila perlu, atau
mengganti pakaian bersih setelah mandi.
Kadang pasien dapat mandi sendiri di tempat tidur. Kadang mereka memerlukan
bantuan dari perawat atau anggota keluarga, sebagai contoh, untuk me-
Memandikan pasien memberi perawat kesempatan yang
baik untuk melihat kondisi kulit pasien dan melihat
seberapa baik pasien dapat bergerak.
Bab 4. Perawatan pasien sehari-hari
30
mandikan bagian punggung atau kakinya. Kadang pasien tidak dapat mandi sendiri dan
perawat atau anggota keluarga memandikan mereka di tempat tidur.
Sebelum memulai mandi di tempat tidur, coba untuk menghindari aliran udara dengan
menutup pintu dan jendela, bila perlu, dan melakukan semua yang dapat Anda berikan
untuk privasi pasien.
Siapkan sebaskom air hangat, sabun, satu waslap untuk mandi dan satu untuk membilas,
selimut mandi atau seprai dan dua handuk, jika ada, satu untuk mengeringkan pasien
dan yang lain menutup bagian tubuh saat Anda meman-dikan. Anda harus mengganti air
mandi sedikitnya sekali dan lebih baik dua kali bila air cukup tersedia.
Perawatan mulut
Perawatan mulut yang baik memerlukan dua kali sikat gigi sehari, masase gusi dan
pembilasan mulut. Pasien di rumah sakit mungkin mampu bangun dan menyikat gigi
mereka dan mencuci mulut mereka. Bila perawat membawa sikat gigi dan sebaskom air,
pasien dapat duduk di tempat tidur dan menyikat gigi mereka di atasnya. Namun,
kadang pasien terlalu lemah untuk melakukan perawatan mulut mereka; sebagai
akibatnya, mulut menjadi terlalu kering atau teriritasi atau menimbulkan bau tidak enak.
Masalah ini dapat meningkat akibat penyakit atau oleh medikasi yang digunakan pasien.
Perawat perlu memeriksa mulut pasien setiap hari dan membantu pasien tersebut untuk
merawat mulut atau melakukan perawatan mulut untuk pasien. Biasanya perawatan
mulut harus dilakukan setiap hari. Bergantung pada kondisi mulut pasien, perawatan ini
mungkin diperlukan lebih sering.
Melakukan perawatan mulut dengan sering adalah penting terutama untuk pasien yang
puasa.
Saat Anda melakukan perawatan mulut, selalu perhatikan adanya perdarahan atau
ulserasi dan tanyakan pasien tentang adanya nyeri.
Tipe perawatan mulut yang diberikan perawat akan bergantung pada bahan yang
tersedia. Bila mungkin, gigi dan gusi harus disikat dengan perlahan memakai sikat halus.
Bila tidak tersedia sikat gigi, pasien dapat mengunyah serat-serat pada ujung batang,
dengan menggunakannya sebagai sikat, atau Anda dapat membungkuskan kain handuk
atau kasa pada ujung batang atau jari Anda dan gunakan sebagai sikat gigi. Pasta gigi
membantu tetapi tidak perlu.
Pedoman perawatan pasien
31
Anda dapat membuat bubuk gigi dengan mencampur garam dan bikarbonat soda
dalam jumlah yang sama. Untuk membuatnya lengket, basahi sikat sebelum
menempatkannya dalam bubuk.
Bila pasien menggunakan gigi palsu dan mereka tidak dapat membersihkannya,
minta mereka untuk melepaskan gigi tersebut setiap malam. Sikatlah gigi palsu
dengan menggunakan sikat gigi dan pasta gigi atau bubuk pembersih gigi yang
telah Anda buat, bilas, dan tempatkan dalam wadah dan letakkan di meja tempat
tidur pasien.
Bahkan membantu individu membersihkan mulut mereka dengan larutan garam
atau air bersih akan membantu mencegah mukosa kering dan infeksi serta membuat
pasien merasa lebih nyaman.
Bila membran mulut tampak kering atau kotor, berikan minyak dan jus lemon,
jika tersedia, pada sebuah bantalan kasa atau kain bersih, dan usapkan pada
membran. Sedikit minyak pada bibir akan membantu mencegah kekeringan dan
bibir pecah-pecah yang sering menimbulkan rasa sakit.
Perawatan mulut untuk pasien tidak sadar
Perawatan mulut penting terutama untuk pasien tidak sadar. Tindakan kewaspadaan
khusus perlu dilakukan.
• Jika mungkin, posisikan pasien miring, mendekati tepi tempat
tidur.
• Cuci tangan Anda.
Bab 4. Perawatan pasien sehari-hari
32
• Tempatkan baskom kecil di bawah dagu pasien dengan handuk di bawah baskom
untuk menyerap tetesan air.
• Buka mulut pasien secara perlahan dengan spatel lidah atau alat lain, seperti sendok.
• Bersihkan gigi dan membran, kemudian bilas mulut dengan menyemprotkan sedikit air
ke dalam mulut dengan spuit. Atau gunakan bantalan kasa atau kain yang dilembapkan
untuk membilas mulut.
• Bila Anda menyemprotkan air ke dalam mulut pasien, yakinkan bahwa air tersebut
mengalir keluar dari samping mulut atau isap mulut untuk mengeluarkan air tersebut.
Cairan yang tertinggal di mulut dapat meyebabkan pasien tersedak. Air ini dapat terhirup
ke dalam paru dan menyebabkan pneumonia.
• Setelah membersihkan mulut pasien, cuci tangan Anda.
Perawatan rambut
Rambut perlu disikat atau disisir setiap hari untuk tetap sehat. Banyak pasien mampu
bangun dari tempat tidur dan menyisir rambut mereka, atau menyisirnya di tempat tidur.
Bila pasien tidak dapat menyisir atau menyikat rambutnya, perawat atau anggota
keluarga perlu melakukannya, sedikitnya sekali sehari.
Pencucian rambut umumnya bergantung pada berminyaknya rambut dan kebiasaan
pasien. Pasien yang lama di rumah sakit, perlu melakukan pencucian rambut. Pasien
yang mampu mandi sendiri dapat juga mencuci rambut mereka. Pasien lain mungkin
mampu duduk di kursi di depan bak cuci. Perawat atau kerabat pasien kemudian dapat
mencucikan rambut mereka.
Beberapa pasien tidak mampu bangun ataupun mencuci rambut sehingga perawat perlu
melakukannya di tempat tidur. Minta pasien untuk bergerak mendekati tepi tempat tidur,
dan sediakan sampo dan dua baskom air. Tempatkan satu handuk di bawah kepala dan
bahu pasien untuk mencegah tempat tidur basah. Basahi rambut, berikan sampo dan
cuci, masase kulit kepala dengan jari-jemari Anda. Kemudian bilas rambut, keringkan
dengan handuk bersih, dan sisir untuk mencegah kekusutan.


Pedoman perawatan pasien
33
Mencukur pasien pria
Biasanya pasien pria yang terlalu lemah untuk mencukur wajah mereka akan
merasa lebih nyaman bila Anda atau anggota keluarganya melakukan hal ini
ketika dibutuhkan.
• Untuk mencegah infeksi, paling baik menggunakan satu alat
pencukur untuk satu pasien. Bila keluarga pasien dapat menyediakan
alat pencukur, minta mereka untuk membawakannya.
• Cuci tangan Anda sebelum memulai pencukuran.
• Lembapkan wajah pasien dengan waslap basah air hangat.
Kemudian berikan sabun atau losion pencukur pada satu sisi
wajahnya.
• Cukur dengan perlahan, ikuti arah rambut.
• Sambil mencukur pasien, hati-hati mencukur bagian yang
menonjol seperti dekat mulut dan hidung. Area ini paling baik
dicukur dengan tekanan pendek sambil dengan hati-hati
meregangan kulit agar mendatar dengan tangan kiri Anda.
• Ketika Anda selesai, bilas wajah pasien dengan air hangat.
• Cuci tangan Anda.
Perawatan mata
Biasanya mata manusia tidak memerlukan perawatan khusus karena mata itu
sendiri secara kontinu dibersihkan oleh cairan dalam mata, dan bulu mata serta
kelopak mata mencegah partikel masuk ke dalam mata. Namun, pasien yang
mengalami cedera atau pembedahan mata, pasien yang mengalami infeksi mata,
atau pasien tidak sadar memerlukan perawatan khusus terhadap mata. Pada
infeksi atau cedera, mata cenderung mengeluarkan rabas dan cairan yang dikeluarkan
mungkin terakumulasi dan mengering di bulu mata seperti krusta. Pasien
tidak sadar tidak dapat mengedipkan mata dan mata mereka menjadi kering dan
teriritasi. Rabas dari mata juga dapat terbentuk.
Bila Anda merawat pasien, periksa kondisi mata dan bulu mata.
• Lunakkan dan bersihkan rabas yang telah mengering pada
kelopak atau bulu mata, dengan menggunakan bola kapas
steril atau kain bersih yang dilembapkan dengan air atau larutan
salin. Usap dari bagian dalam kelopak mata ke arah luar.



Bab 4. Perawatan pasien sehari-hari
34
• Bila pasien tidak sadar dan tidak dapat menutup kelopak mata atau berkedip, tetes
mata dapat digunakan untuk mempertahankan mata cukup basah. Atau memasang
tameng mata untuk melindungi mata.
• Bila pasien menggunakan kacamata, bersihkan dengan hati-hati menggunakan air
hangat dan tisu atau kain lembut untuk menghindari goresan pada lensa. Bila kacamata
tidak digunakan, tempatkan di tempat yang aman agar tidak pecah.
Perawatan telinga
Normalnya, telinga sangat sedikit memerlukan pembersihan. Namun, pasien dengan
serumen yang terlalu banyak, telinganya perlu dibersihkan sehingga dokter atau perawat
dapat melihat bagian dalam telinga.
Ketika Anda merawat pasien, pe-riksa telinga untuk adanya rabas, pembentukan
serumen telinga, atau inflamasi. Usap telinga ke arah luar dengan waslap bersih dan
keluarkan kelebihan serumen. Biasanya Anda dapat menghilangkan serumen dengan
menarik daun telinga ke bawah. Jika serumen masih tidak dapat dikeluarkan, Anda
mungkin perlu melakukan irigasi saluran telinga.
Anda akan memerlukan larutan pengirigasi pada suhu ruang, wadah untuk larutan
tersebut, spuit atau pipet pengisap, baskom kecil untuk menampung cairan, handuk, dan
bola kapas, jika tersedia.
• Cuci tangan Anda
• Isi spuit atau pipet pengisap dengan larutan pengirigasi, dan dengan perlahan tarik
daun telinga ke atas dan ke belakang untuk meluruskan saluran telinga sehingga larutan

dapat mengalir 
Kewaspadaan klinis: Jangan pernah mengirigasi telinga
pasien jika gendang telinga mengalami perforasi.
Pedoman perawatan pasien
35
melalui seluruh saluran.
• Masukkan ujung spuit atau pipet pengisap ke dalam telinga
dan dengan sangat perlahan arahkan larutan ke dalam saluran.
Biarkan cairan menetes ke luar dan yakinkan spuit tidak
menghalangi tetesan tersebut.
• Bila Anda selesai, usap bagian luar telinga dan minta pasien
memalingkan kepala ke salah satu sisi dengan telinga ke
bawah, sehingga seluruh larutan akan mengalir keluar. Tempatkan
handuk di bawah telinga untuk mencegah tempat
tidur basah.
Perawatan kuku
Beberapa pasien mungkin memerlukan bantuan dalam membersihkan atau
memotong kuku jari tangan dan kaki. Dengan menggunakan pemotong atau
gunting kuku yang tajam, potong kuku lurus menyilang dan kemudian gunakan
kikir kuku, jika ada, untuk menghaluskan tepi guntingan kuku. Bila Anda telah
memotong semua kuku, dengan perlahan bersihkan bagian bawahnya. Jika pasien
mengalami diabetes atau masalah sirkulasi, atau jari mengalami infeksi, Anda
harus sangat hati-hati untuk tidak mencederai jaringan tersebut.
Apabila kuku jari kaki pasien tebal dan keras, Anda mungkin perlu merendam
kaki di dalam baskom sebelum memotong kukunya. Periksa baik jari kaki maupun
tangan apakah ada tanda inflamasi.
Perawatan tungkai dan kaki
Selalu periksa tungkai bawah dan kaki pasien, khususnya pasien geriatrik atau
pasien diabetes atau yang mengalami masalah sirkulasi. Pasien mungkin mengalami
sensasi dan sirkulasi buruk tetapi mungkin tidak mengetahuinya. Pasien
kemungkinan tidak mengetahui bahwa ia mengalami sakit atau luka pada kaki
atau jari kakinya.
Perhatikan dan raba tungkai bawah dan kaki. Bila kulit tungkai bawah kecokelatan
dan tebal, atau bila kemerahan dan mengilap, pasien mungkin mengalami masalah
sirkulasi. Periksa adanya dan kekuatan denyut nadi pada kaki. Periksa warna
dan suhu kaki dan jari kaki. Periksa adanya pembengkakan kaki, pergelangan
kaki, dan tungkai bawah. Perhatikan antara jari kaki dan pada dasar kaki.
Bila ada luka atau ulkus, dapatkan program pengobatan. Kalus dapat dilunakkan
dengan merendam kaki dalam air hangat, kemudian memotong kalus



Bab 4. Perawatan pasien sehari-hari
36
tersebut. Bila pasien mempunyai kulit kering, basahi kaki atau rendam dalam air hangat.
Keringkan dengan seksama bagian di antara jari. Berikan losion atau minyak, masase
dengan seksama. Jangan menggunakan losion di antara jari kaki.
Masase kaki setelah mandi atau merawat kaki dapat sangat merilekskan pasien.
Nadi dorsalis pedis
Nadi tibialis posterior
Kewaspadaan klinis:
Tanda bahaya yang menunjukkan penurunan sirkulasi, infeksi berat, atau
gangren harus dilaporkan dengan segera kepada dokter. Tanda-tanda ini
adalah:
• ulkus atau area terinfeksi dengan bau tidak enak
• area nyeri bila disentuh
• tungkai atau kaki, dingin atau lembap dan kebiruan
• kulit keras berwarna putih atau hitam atau kulit terkelupas
• nadi melemah atau tidak teraba
• lapisan merah dan hangat dari suatu ulkus atau infeksi yang meluas
Pedoman perawatan pasien
37
Beri tahu pasien bagaimana merawat adanya deformitas, luka, ulkus, atau sirkulasi atau
sensasi buruk pada kaki dan tungkai. Pasien atau anggota keluarga harus memeriksa
kaki setiap hari dan menjaga kaki tetap bersih dan kering. Ketika pasien pulang ke
rumah, ia tidak boleh bertelanjang kaki. Bila ada luka bakar, lepuh atau luka, pasien
harus diperiksa oleh petugas perawatan kesehatan.
Masase punggung
Masase punggung adalah salah satu tindakan memberi kenyamanan yang dapat Anda
lakukan untuk pasien. Tindakan ini meredakan ketegangan, merilekskan pasien dan
meningkatkan sirkulasi. Karena efeknya pada sirkulasi, masase punggung terutama
bermanfaat untuk mencegah luka tekan (dekubitus) pada pasien tirah baring. Tindakan
ini juga memungkinkan perawat untuk memeriksa kulit pasien dan melihat area
kemerahan yang kemudian dapat menjadi dekubitus. Bila kulit kemerahan, masase
dapat menyebabkan kerusakan lebih lanjut.
Waktu terbaik untuk memberi masase punggung adalah setelah mandi atau se-belum
pasien tidur.
Losion dapat digunakan untuk melembut-kan kulit selama masase. Alkohol bersifat
menyegarkan, tetapi umumnya tidak dianjurkan karena alkohol mengeringkan kulit.
Pertama cuci tangan Anda. Ke-mudian tuangkan losion ke tangan Anda dan hangatkan
dengan menggenggamnya selama beberapa detik sebelum memulai masase. Sekarang,
dengan menggunakan gerakan sirkular, masase bagian tengah punggung bawah pasien.
Kemudian tekan ke arah atas dan masase area di atas belahan bahu kiri dan kanan,
sekali lagi dengan menggunakan gerakan sirkular. Kemudian tekan ke arah bawah dan
akhiri dengan menggunakan masase krista iliaka, otot besar dari bokong kanan dan kiri.
Ulangi proses ini selama tiga sampai lima menit, dan kemudian bersihkan losion yang
tersisa di kulit dengan handuk.


Kewaspadaan klinis: Jangan memasase di atas area kulit
yang kemerahan karena memasase kulit ini dapat
menyebabkan timbulnya dekubitus.
Masase punggung
Bab 4. Perawatan pasien sehari-hari
38
Bila Anda memasase punggung, periksa kulit untuk adanya kemerahan yang tidak hilang
setelah dimasase. Area ini harus diperhatikan karena dapat menjadi dekubitus.
Bagaimana mencegah dan mengatasi dekubitus
Dekubitus atau luka tekan adalah salah satu komplikasi dari tirah baring. Dekubitus
biasanya terbentuk pada bagian tulang tubuh seperti siku dan panggul, lutut, dan
sakrum atau tulang besar pada bagian belakang pelvis. Pertama-tama area ini tampak
kemerahan, kemudian terbentuk luka terbuka.
Jika ulkus tidak diatasi, kerusakan berlanjut dan jaringan di bawah kulit terkena,
kemudian bahkan otot dan tulang terkena. Dekubitus yang tidak diatasi akan mudah
terinfeksi.
Pasien yang dapat berjalan kemungkinan mengalami dekubitus lebih kecil. Penting untuk
mengubah dan membalik posisi pasien, melatih sendi-sendinya, dan membuat pasien
bangun dan berjalan sesegera mungkin.
Cara untuk menghindari dekubitus:
• Bantu pasien mengganti posisi setiap satu sampai dua jam
• Pertahankan pasien mendapat nutrisi yang baik. Lihat bahwa pasien mendapat kalori,
protein, dan vitamin C yang cukup.
• Pertahankan pasien tetap bersih. Bila kulit tidak bersih, bakteri akan terkumpul dan
membuat dekubitus terjadi lebih cepat.
• Pertahankan kulit kering. Kelembapan karena urine dan keringat mempercepat
terjadinya dekubitus.
• Pertahankan linen tempat tidur bersih dan bebas kusut. Ini akan mengurangi gesekan,
yang juga menimbulkan dekubitus.
• Bila perlu, gunakan busa karet atau matras lembut. Ini akan mengurangi tekanan pada
bagian tulang tubuh seperti bagian belakang pelvis (sakrum). Dengan meninggikan tumit
memperkecil kemungkinan terjadinya dekubitus.
Setiap kali Anda memberi perawatan pada pasien yang tirah baring atau mengalami
keterbatasan mobilitas, periksa bagian tulang tubuh apakah ada tanda dekubitus,
sehingga Anda dapat memulai tindakan. Tanda awal meliputi kulit merah atau pucat
atau bengkak setempat dan rasa kesemutan atau terbakar. Dorong pasien untuk
mengubah posisi sesering mungkin bila ada tanda ini, dan latih area tersebut untuk
merangsang sirkulasi darah.


Pedoman perawatan pasien
39
Bagaimana mengatasi dekubitus:
• Bila terjadi dekubitus, harus dibersihkan dan dibalut dengan
hati-hati. Gunakan teknik aseptik yang digambarkan pada
bab melindungi pasien dari infeksi. Dekubitus dapat dibersihkan
dengan larutan salin atau hidrogen peroksida, dan
pemberian salep. Bila luka ini tidak terinfeksi, harus ditutup
dengan balutan yang menghambat udara mengenai luka
dan mempertahankan kelembapan tubuh. Biarkan balutan
tetap terpasang selama beberapa hari untuk mencegah infeksi
dan meningkatkan penyembuhan. Jika dekubitus ini telah
terinfeksi, berikan salep atau larutan antibiotik. Jika dekubitus
mengalami keropeng atau krusta kering di atasnya, bagian
ini harus dilunakkan dengan larutan salin sebelum dapat
dilepaskan. Bila bagian ini melunak, lepaskan dengan menggunakan
gunting dan pinset. Bersihkan luka dengan larutan
salin dan berikan salep.
• Reposisi pasien sedikitnya setiap dua jam untuk mempertahankan
tidak ada tekanan pada titik luka, dan mendorong
pasien memindahkan berat badannya, hanya jika berat
badannya ringan, sesering mungkin.
• Jika dekubitus terjadi di pelvis pasien, pertahankan tempat
tidur datar atau kepala ditinggikan tidak lebih dari 30 derajat,
untuk mencegah gesekan dan menambah tekanan pada
area pelvik.
Membantu pasien memenuhi kebutuhan tidur
dan istirahat
Orang yang sedang sakit, sering membutuhkan istirahat dan tidur lebih banyak
daripada saat mereka normal karena tubuh sedang bekerja keras menyediakan
energi untuk pemulihan. Sayangnya, banyak aspek penyakit juga membuat sulit
dalam memenuhi kebutuhan tidur dan istirahat. Seseorang yang sesak napas
atau mengalami bendungan paru sering mengalami kesulitan tidur. Pasien yang
mengalami nyeri sering terbangun karena nyeri tersebut. Pasien yang cemas
juga akan sulit untuk tertidur. Berada di tempat yang asing seperti rumah sakit
menyebabkan sulit tidur. Rumah sakit cenderung bising pada waktu pasien biasanya
tenang.
Untuk menyiapkan pasien tidur, yakinkan mereka mendapat cukup selimut agar
menjadi hangat dan pakaian mereka nyaman. Bantu mereka ke kamar mandi


Bab 4. Perawatan pasien sehari-hari
40
untuk berkemih sebelum waktu tidur, sehingga mereka tidak perlu bangun pada malam
hari. Berikan medikasi nyeri 30 menit sebelum waktu tidur sehingga nyeri tidak
membangunkan mereka. Kecuali bila pasien mengalami nyeri hebat sehingga harus
mendapat medikasi selama malam hari untuk mengendalikan nyeri, usahakan untuk
menghindari pemberian medikasi tersebut lagi sampai pagi hari. Memberi pasien masase
punggung tepat sebelum mereka tidur akan selalu membantu.
Staf dan kerabat harus mempertahankan area pasien setenang mungkin. Percakapan
staf di dekat pasien harus diminimalkan. Cahaya di ruangan harus redup atau dimatikan.
Percakapan di kantor perawat harus dilakukan dengan sangat pelan. Hindari percakapan
keras atau kebisingan. Yakinkan bahwa semua radio dimatikan selama jam tidur.
Menjamin keselamatan pasien
Pasien di rumah sakit dapat dengan mudah jatuh karena mereka lemah dan rasa
perlindungan mereka mungkin tidak sebaik biasanya. Untuk mencegah jatuh, lantai di
ruang pasien, kamar mandi dan koridor harus dipertahankan bersih dan kering. Pasien
mungkin dengan mudah tergelincir di lantai basah. Juga, pertahankan lingkungan dan
kamar mandi pasien bersih. Pasien membutuhkan jalan yang terbuka.
Beberapa pasien mungkin membutuhkan pengikatan untuk mencegah mereka jatuh dari
tempat tidur. Pagar tempat tidur, jika ada, biasanya sudah cukup. Kadang-kadang pasien
yang bingung atau teragitasi berada pada bahaya cedera karena menarik slang atau
menggerakkan lengan dengan kateter intravena terpasang. Minta anggota keluarga
untuk mengawasi pasien dan mencegah mereka menyakiti diri sendiri. Beri tahu mereka
untuk mencari bantuan jika diperlukan. Kadang Anda perlu membatasi gerakan pasien
dengan pengikatan. Biasakan untuk menggunakan sedikit mungkin alat restriktif.
Berlakukan semua tindakan kewaspadaan untuk mencegah penyebaran infeksi.
Pertahankan pasien bersih, pertahankan pakaian tidur bersih, pertahankan semua
permukaan bersih, pertahankan lantai bersih, dan pertahankan kamar mandi bersih.
Yakinkan udara bersirkulasi. Jangan membiarkan pakaian kotor basah atau linen berada
di ruangan pasien. Bantu keluarga untuk memahami pentingnya kebersihan dalam
mencegah infeksi.


Pedoman perawatan pasien
41
Menunjukkan kepada keluarga bagaimana
membantu perawatan pasien
Anggota keluarga sering berkeinginan untuk membantu perawatan pasien bila
mereka diizinkan untuk melakukannya. Tunjukkan kepada mereka bagaimana
memberi perawatan dengan cara sebagai berikut.
• Beri tahu anggota keluarga untuk selalu mencuci tangan mereka
sebelum memberikan perawatan.
• Ajarkan anggota keluarga bagaimana membalikkan pasien
sehingga mereka tidak menyakiti pasien.
• Beri tahu keluarga bagaimana memandikan pasien dan
bagaimana memberi perawatan mulut, perawatan rambut,
dan perawatan kaki.
• Tunjukkan pada anggota keluarga bagaimana memberi pasien
masase punggung.
• Tunjukkan pada keluarga bagaimana melakukan latihan rentang
gerak dan bagaimana membantu pasien bangun dan
duduk di kursi atau berjalan.
• Beri tahu keluarga apa yang dapat dimakan pasien, dan ajarkan
mereka tentang persiapan makan. Tunjukkan pada mereka
bagaimana membantu pasien makan dan bagaimana
mendorong pasien minum cairan.
• Tunjukkan pada keluarga bagaimana membantu pasien ke
kamar mandi, kapan asupan dan haluaran diukur, bagaimana
melakukan pencatatan frekuensi berkemih pasien.
• Beri tahu keluarga untuk memerhatikan pasien dengan cermat
dan melaporkan apapun yang mungkin menandakan adanya
masalah.


Bab 4. Perawatan pasien sehari-hari
42
Melindungi pasien dari infeksi

5
Tanggung jawab penting perawat adalah mencegah penyebaran infeksi di rumah sakit.
Banyak orang di rumah sakit membawa infeksi. Pasien dapat terinfeksi oleh kuman
(mikroorganisme) ini. Mikroorganisme dibawa oleh staf yang tidak mencuci tangan
mereka dengan baik atau yang seragamnya terkontaminasi, oleh debu atau droplet
udara yang membawa infeksi, oleh pengunjung yang membawa penyakit, oleh pasien
yang menderita penyakit tertentu, atau melalui material atau alat yang tidak steril.
Karena pasien telah sakit atau baru mengalami pembedahan, pasien sangat mudah
terinfeksi. Pencegahan penyebaran infeksi sangat penting di rumah sakit.
Mencegah infeksi
Cara paling mudah untuk mencegah penyebaran infeksi adalah membunuh
mirkoorganisme ketika mereka ada di tangan, alat dan perabot, seperti, tempat tidur
pasien. Cara efektif untuk membunuh mirkoorganisme meliputi:
• Antisepsis - membunuh atau menghentikan pertumbuhan mikro-organisme.
• Dekontaminasi - membuat objek lebih aman untuk dipegang sebelum pembersihan.
• Pembersihan - menghilangkan kotoran dan mikroorganisme dari kulit dan objek,
dengan menggunakan sabun dan air.
• Disinfeksi kadar tinggi - membunuh kebanyakan mikroorganisme pada objek.
• Sterilisasi - membunuh semua mikroorganisme pada objek, misalnya, peralatan bedah.
Metode tambahan untuk mencegah infeksi meliputi:


43
• Pakaian pelindung
• Pembuangan yang aman limbah tubuh dan benda-benda
terinfeksi, misalnya, balutan.
Untuk mencegah penyebaran infeksi di rumah sakit, perawat dan pemberi perawatan
kesehatan yang lain mengikuti praktik medis dan asepsis bedah.
Teknik bersih (asepsis medis) mengurangi jumlah mikroorganisme yang ada dan
mencegahnya masuk ke pasien.
Teknik pembedahan (asepsis bedah) mencakup mempertahankan objek dan area
yang bebas mikroorganisme untuk meyakinkan bahwa prosedur pembedahan
steril.
Teknik bersih
Untuk teknik bersih, ikuti pedoman berikut:
• Bersihkan luka dari sisi luka bagian dalam ke arah luar. Ganti
balutan atau balutan yang kotor dan buang dengan benar.
Gunakan salin normal untuk mencuci luka yang bersih. Gunakan
Betadine dan Chlorhexidine untuk membersihkan kulit.
Gunakan sabun dan air untuk mencuci luka kotor.
• Cegah penyebaran mikroorganisme dalam droplet. Dorong
pasien menutup mulut mereka dengan menggunakan tisu
atau sapu tangan bila batuk atau bersin.
• Jangan pernah mengizinkan pasien menggunakan alat pribadi
bersama orang lain. Pertahankan tempat tidur bersih dan
kering. Tidak boleh ada air dan botol terbuka di atasnya.
• Bersihkan dan desinfeksi objek kotor yang akan digunakan
ulang.
• Jangan membiarkan linen kotor dan artikel lain menyentuh
seragam Anda. Buang dengan tepat.
• Kosongkan pengisap dan botol drainase sebelum botol ini penuh.
• Jangan menyebarkan debu dengan mengibaskan linen.


Bab 5. Melindungi pasien dari infeksi
44
• Jangan menempatkan alat atau bahan di lantai.
• Gunakan sarung tangan bersih jika ada, ketika memegang cairan tubuh. Cuci tangan
Anda setelah melepas sarung tangan.
• Gunakan gown atau pakaian pelindung, jika ada, kapan pun Anda melakukan prosedur
“kotor.”
• Ketika area pasien kotor, pertama bersihkan area yang paling tidak kotor. Bersihkan
area yang paling kotor terakhir.
• Tuangkan cairan ke wastafel dekat kran sehingga tidak menimbulkan cipratan.
• Tempatkan jarum dan spuit sekali pakai serta benda “tajam” lain dalam wadah tahan
tusuk untuk pembuangan.
• Cuci tangan Anda dengan sering.
 Cuci tangan sebelum dan setelah makan, menyiapkan makanan dan memberi makan.
 Cuci tangan setelah pergi ke kamar mandi.
 Cuci tangan setelah mengeluarkan ingus, batuk, atau bersin ke tangan Anda.
 Cuci tangan sebelum dan setelah prosedur keperawatan khusus.
 Cuci tangan sebelum dan setelah kontak dengan luka.
 Cuci tangan setelah memegang linen kotor dan limbah.
 Cuci tangan sebelum dan setelah memakai sarung tangan.
 Cuci tangan setelah kontak dengan pasien.
 Cuci tangan setelah memegang balutan terkontaminasi atau peralatan seperti pispot.
Cuci tangan Anda sebelum dan setelah kontak dengan
pasien.
Pedoman perawatan pasien
45
Teknik mencuci tangan
Cuci tangan secara seksama adalah cara paling efektif
untuk mencegah penyebaran infeksi di rumah sakit.
Prinsip-prinsip berikut penting untuk pencucian tangan
yang efektif:
• Selalu melepas perhiasan sebelum mencuci
tangan.
• Menggunakan sabun dan air mengalir, jika ada.
• Basahi tangan dan pergelangan Anda, pertahankan tangan
lebih rendah dari siku. Hal ini memungkinkan air mengalir ke
ujung jari tangan Anda dan menghindari kontaminasi lengan
Anda.
• Gosokkan dengan keras hingga berbusa dan gerakan melingkar
selama 30 detik untuk mencuci telapak, punggung tangan,
jari, di antara jari, buku jari, pergelangan dan lengan bawah.
• Jika tangan Anda terlihat kotor, gosok selama satu sampai empat
menit.
• Bersihkan bagian bawah
kuku Anda.
• Jika Anda menggunakan sabun
padat, setelah mencuci,
bilas sabun dengan air.
• Bila ada air mengalir, cuci
tangan Anda secara seksama.
Gunakan teko bila tidak
ada air mengalir. Jangan
memasukkan tangan Anda
ke dalam baskom untuk
mencuci. Ini akan mengontaminasi tangan.
• Keringkan tangan Anda dengan cermat dengan handuk kering
bersih atau keringkan dengan udara.
• Gunakan sudut handuk bersih untuk mematikan air jika kran dioperasikan
dengan tangan, bukan dioperasikan dengan kaki
atau siku.


Hindari mengulang merendam tangan Anda ke dalam
baskom, bahkan ketika ditambahkan dengan antiseptik.
Bab 5. Melindungi pasien dari infeksi
46
Merupakan tanggung jawab perawat untuk mencoba meyakinkan bahwa setiap
pasien mempunyai wadah untuk air, sabun, dan handuk bersih. Jika tidak ada air
mengalir, gunakan salah satu di bawah ini:
• ember dengan kran yang dapat dimati-hidupkan
• ember dan teko.
Jika Anda menggunakan ember air bersih, selalu kosongkan dan isi lagi dengan air bersih
untuk digunakan oleh orang berikutnya.
Perawatan alat
Pembersihan juga perlu untuk objek yang digunakan pada perawatan pasien.
Sebelum mencuci alat bedah yang digunakan, jarum dan spuit yang dapat
dipakai ulang, dan sarung tangan harus didekontaminasi. Larutan pemutih klorin
0,5% paling baik digunakan untuk dekontaminasi karena dengan cepat membunuh
HIV/AIDS dan virus hepatitis B. Namun, kekuatan larutan pemutih klorin 0,5% untuk
membunuh mikroorganisme cepat hilang. Siapkan larutan baru setiap hari. Ganti
sesegera mungkin bila tampak kotor. Larutan ini juga baik untuk membersihkan tetesan
darah. Jika Anda tidak mempunyai pemutih klorin, alkohol atau larutan fenolik juga dapat
digunakan.
Ketika Anda mencuci objek kotor, pertama kali cuci dengan air dingin untuk
melepaskan material organik seperti mukus dan darah. Kemudian cuci objek
dalam air bersabun yang panas. Gunakan sikat untuk membersihkan lekuk dan sudut
yang sulit dicapai. Akhirnya, bilas sabun dan keringkan.
Untuk mendesinfeksi objek, gunakan preparat kimia (desinfektan), seperti
fenol atau senyawa iodin. Desinfeksi dengan natrium dan kalsium hipoklorit, sebagai
contoh, merusak mikroorganisme yang ada pada objek tetapi tidak akan membunuh
spora, virus, atau jamur. Antiseptik kurang pekat dibanding desinfektan. Antiseptik
digunakan untuk tangan atau area kulit lain. Larutan ini meliputi iodin, alkohol,
Chlorhexidine, dan Betadine.
Sterilisasi, atau destruksi semua mikroorganisme, dapat dilakukan dengan
pemanasan (autoklaf atau pressure cooker), atau air mendidih. Pemasakan
dalam air mendidih adalah cara sterilisasi yang paling praktis dan

Kewaspadaan klinis: Cuci tangan Anda dengan sering
bahkan jika air mengalir tidak tersedia.
Pedoman perawatan pasien
47
tidak mahal. Panas kering tidak mensterilkan. Cara ini akan mendesinfeksi atau merusak
mikroorganisme yang ada pada objek.
Teknik steril
Teknik steril (asepsis bedah) digunakan dalam ruang operasi dan ruang bersalin. Anda
juga harus menggunakan teknik steril pada tempat tidur pasien untuk prosedur invasif,
seperti:
• memasukkan jarum intravena
• mengisap jalan napas pasien
• memasukkan kateter urinarius
• mengganti balutan luka
Teknik pembedahan memerlukan area kerja tanpa mikroorganisme (lapangan steril).
Area ini mengandung benda-benda steril untuk pembedahan atau prosedur invasif lain.
Daerah steril biasanya dibatasi dengan duk steril atau lapisan tebal kertas
berlilin atau kemasan terbuka tempat bahan-bahan steril dikemas. Daerah steril
ditempatkan di atas permukaan bersih, dingin, halus, kering seperti troli. (Troli yang
digunakan untuk teknik aseptik tidak boleh digunakan untuk tujuan lain). Teknik steril
digunakan untuk menghentikan pertumbuhan mikroorganisme ke dalam tubuh dan
untuk mencegah penyebaran infeksi. Berikut ini adalah prinsip dasar teknik steril:
• Cuci tangan Anda dengan seksama. Gosok tangan Anda de-ngan larutan bakterisida
seperti Chlorhexidine, jika ada.
• Pertahankan tangan Anda lebih tinggi dari siku saat mencuci. Hal ini menghentikan
kontaminasi pada lengan bawah karena menyentuh tangan Anda.


Kewaspadaan klinis: Selalu gunakan teknik steril ketika
melakukan prosedur yang dapat memasukkan infeksi ke
dalam tubuh pasien. Lindungi pasien sebaik mungkin
terhadap infeksi.
Bab 5. Melindungi pasien dari infeksi
48
• Pakai sarung tangan bila mela-kukan prosedur di tempat tidur. Di ruang operasi, juga
pasang gown steril dan topi bedah, dan gunakan masker.
• Objek steril menjadi tidak steril jika tersentuh dengan objek tidak steril, atau bila keluar
dari daerah steril, atau berada di bawah pergelangan tangan perawat.
Objek apapun yang menjadi tidak steril harus disterilkan ulang sebelum digu-
nakan.
• Udara yang bergerak dapat membawa mikroorganisme. Pertahankan pintu tertutup
dan lalu lintas minimal di tempat prosedur steril dilakukan.
• Yakinkan bahwa jendela tertutup dan pengendali serangga dipertahankan dalam ruang
operasi.
• Jangan bersin atau batuk di atas daerah steril. Bicara sesedikit mungkin.
Kewaspadaan universal
Kewaspadaan universal dianjurkan untuk darah dan semua cairan tubuh serta ekskresi.
Kewaspadaan ini untuk mencegah penyebaran patogen melalui darah. Patogen ini
meliputi virus hepatitis B, hepatitis C, dan human immunodeficiency virus (HIV).
Terapkan kewaspadaan universal pada semua pasien
• Kewaspadaan universal yang paling penting adalah mencuci tangan. Cuci tangan Anda
dengan segera dan permukaan kulit lain yang terkon-

Memasang sarung tangan steril
Kewaspadaan klinis: Bila ada keraguan tentang
sterilitas, asumsikan bahwa objek tersebut tidak steril.
Pedoman perawatan pasien
49
taminasi dengan darah, cairan tubuh yang mengandung darah, atau cairan tubuh
berpotensi infeksius lain.
• Hati-hati terhadap objek tajam. Gunakan satu tangan untuk menutup jarum bersih.
Tempatkan tutup pada permukaan datar dan selipkan jarum ke dalamnya. Jangan
menutup ulang jarum yang akan dibuang. Jangan melepaskan jarum yang digunakan dari
spuit sekali pakai dengan tangan. Jangan menekuk, memotong atau bahkan melepaskan
jarum yang telah digunakan dengan tangan.
• Untuk mencegah cedera tusukan jarum, tempatkan spuit sekali pakai yang digunakan
dan jarum, pisau bedah dan benda tajam lain dalam wadah tahan tusukan untuk
pembuangan dengan segera setelah digunakan. Pertahankan wadah ini tertutup serapat
mungkin sampai objek tajam digunakan.
• Hati-hati untuk menghindari cedera ketika menggunakan jarum, pisau bedah dan alat
tajam lain, member-sihkan alat yang telah dipakai dan membuang jarum dan alat tajam
yang telah digunakan.
• Bila mungkin, lindungi diri Anda sendiri ketika terpajan darah dan cairan lain yang
dapat menginfeksi Anda. Gunakan sarung tangan ketika ada kontak dengan darah atau
cairan tubuh lain yang mengandung darah. Ganti sarung tangan Anda setelah kontak
dengan pasien. Gunakan gown jika ada kemungkinan bahwa droplet darah atau cairan
tubuh akan terciprat. Gunakan masker dan kacamata pelindung ketika droplet darah
atau cairan tubuh lain dapat terciprat ke mata, hidung atau mulut Anda. Gunakan
mouthpiece atau kantung resusitasi ketika memberikan resusitasi.
• Pegang linen kotor sesedikit mungkin. Tempatkan linen yang kotor dengan darah atau
cairan tubuh dalam kantung tahan bocor. Tempatkan semua spesimen darah dan cairan
tubuh dalam wadah dengan penutup pengaman. Buang limbah infeksius sesuai
kebijakan rumah sakit.
• Gunakan desinfektan untuk mendekontaminasi permukaan kerja ketika ada tetesan
darah atau cairan tubuh lain. Jika tidak terdapat banyak
Buang benda-benda tajam dalam wadah yang tahan dengan benda tajam (tahan bocor)
Bab 5. Melindungi pasien dari infeksi
50
desinfektan, jangan mengencerkan larutan tersebut, karena ini membuatnya tidak
efektif.
• Jangan merawat pasien ketika Anda mengalami lesi kulit terbuka. Jika Anda harus
melakukannya, gunakan sarung tangan.
Sarung tangan
Gunakan sarung tangan karet bila Anda menyentuh darah atau cairan tubuh. Jika
persediaan sarung tangan tidak banyak, simpan sarung tangan untuk kebutuhan paling
penting, misalnya, ketika Anda akan kontak dengan darah. Bila Anda akan menggunakan
ulang sarung tangan, perhatikan dengan cermat dan buang bila rusak. Untuk memeriksa
kerusakan ini, dengan perlahan tiup sarung tangan, putar bagian pergelangan sarung
tangan dan pegang di bawah aliran air bersih. Anda dapat juga mengisi dengan air bersih
dan meremasnya untuk melihat adanya kebocoran. Cuci darah dan cairan tubuh dari
sarung tangan yang tidak rusak. Gunakan air, bukan sabun, dan desinfeksi sarung
tangan. Akhirnya sterilisasikan sarung tangan. Sarung tangan karet berkualitas tinggi
dapat direbus atau diputihkan lima kali atau lebih. Keringkan sarung tangan jauh dari
sinar matahari langsung.
Teknik isolasi
Anda kadang perlu mengisolasi pasien untuk mencegah penyebaran infeksi. Ini dapat
terjadi bila pasien mempunyai penyakit yang mudah ditularkan pada orang lain (penyakit
yang sangat menular atau sangat virulen) atau infeksi yang resisten terhadap antibiotik
standar. Tujuan isolasi adalah untuk melindungi pasien lain di rumah sakit, pengunjung
dan staf, sambil juga memberikan perawatan yang tepat pada pasien terinfeksi.
Idealnya, tempatkan pasien yang menularkan penyakit, dalam kamar terpisah dengan
pintu tertutup. Siapa pun yang masuk ruangan tersebut harus meng-gunakan gown,
masker dan sarung tangan, jika ada. Pertahankan kontrol ketat terhadap pengunjung.
Tempatkan tanda pada pintu untuk menginformasikan siapa pun yang masuk bahwa
pasien ini diisolasi.
Jangan menghindari pasien yang diisolasi. Berikan pasien yang menderita penyakit
menular tindakan serupa yang diberikan pada pasien lain.
Bila pasien harus diisolasi, siapkan ruangan dengan menyingkirkan semua perabot yang

tidak perlu. Pasien juga harus mempunyai sesedikit mungkin benda 



Pedoman perawatan pasien
51
dalam ruangan. Semua ini harus dapat dicuci. Simpan segala sesuatu yang diperlukan
pasien dalam ruangan untuk mencegah masuk atau keluar ruangan yang
tidak diperlukan.
Alat makan yang digunakan pasien harus dicuci secara terpisah. Pasien harus
mempunyai toilet terpisah atau pispot atau urinal terpisah. Cuci alat ini secara
terpisah.
Tempatkan benda-benda terkontaminasi dari ruangan pasien dalam wadah atau
kantung berlapis plastik. Beri label sebagai barang infeksius. Pertahankan wadah
benda tajam dalam ruangan. Buang urine, feses, dan muntahan sekaligus. Bersihkan
tetesan air dengan segera dan bersihkan area dengan desinfektan. Yakinkan
bahwa staf kebersihan memahami pembatasan tersebut. Gunakan alat pembersih
terpisah untuk ruangan ini. Ketika di dalam ruangan, staf kebersihan harus
menggunakan
sarung tangan jika ada.
Setelah kontak dengan pasien, lepaskan sarung tangan Anda dan cuci tangan
dengan larutan antiseptik atau sabun dan air.
Pendidikan pasien
Dengan cermat jelaskan pada pasien dan keluarga mengapa pembatasan diperlukan.
Yakinkan bahwa seseorang tidak merasa secara emosional terisolasi
atau dipandang sebagai seseorang yang buruk. Pasien dan keluarga akan lebih
kooperatif dengan pembatasan tersebut jika mereka memahaminya tetapi tidak
merasa keberatan. Biarkan mereka mengajukan pertanyaan dan diskusikan rasa
takut mereka.
Pasien yang memerlukan isolasi ketat dapat mengalami masalah. Mereka dapat
merasa distigma. Mereka merasa sendirian sepanjang waktu dan tidak mengalami
stimulasi. Waspada terhadap masalah yang dapat timbul, seperti ansietas
tinggi dan kebingungan, akibat stimulasi yang terlalu sedikit. Coba untuk bicara
dengan pasien secara teratur. Bawakan pasien radio atau bahan bacaan. Lebih
dari semua itu, bersikap sopan dan menerima. Jangan menunjukkan perasaan
apapun tentang jijik atau takut tertular infeksi.
Bagaimana merawat pasien dengan penyakit
menular
Pasien tuberkulosis
Pasien tuberkulosis paru (TB) harus ditempatkan di ruangan pribadi atau bangsal
terpisah. Jika bangsal terpisah tidak tersedia, pertahankan mereka


Bab 5. Melindungi pasien dari infeksi
52
pada bagian bangsal yang jauh dari pasien lain. Pasien yang dicurigai TB tidak boleh
ditempatkan di bangsal TB sampai Anda tahu bahwa ia mengalami penyakit dengan
pasti. Pasien yang positif HIV tidak boleh kontak dengan pasien TB karena mereka rentan
secara khusus terhadap infeksi TB.
Ruangan pasien TB harus mendapat ventilasi yang baik. Pintu ke arah koridor harus
ditutup dan jendela ke luar terbuka. Ini akan mengurangi kesempatan infeksi melalui
udara. Bila mungkin, ruangan pasien harus mempunyai jendela besar tanpa tirai untuk
memungkinkan sinar matahari.
Jangan mengeringkan ruangan atau mengibaskan linen tempat tidur dan pakaian yang
kotor di dalam ruangan. Infeksi dapat disebarkan melalui partikel pada debu dari seprai,
pakaian, lantai, dll. Seprai dan pakaian yang kotor harus segera dicuci.
Masker wajah mengurangi risiko menginfeksi orang lain. Pasien TB dan pasien yang
dicurigai mengalami TB harus menggunakan masker ketika berpindah dari satu ruangan
rumah sakit ke ruangan lain dan selama prosedur. Pasien dapat menggunakan sapu
tangan bersih atau kain yang diikatkan untuk menutup hidung dan mulut. Tindakan ini
akan melindungi pasien lain dan perawat. Tidak akan membantu bila perawat
menggunakan masker kecuali ia melakukan prosedur yang menimbulkan batuk. Anggota
keluarga yang berkunjung tidak perlu menggunakan masker. Mencuci tangan setelah
kontak dengan pasien sangat esensial.
Cara terbaik untuk mencegah penyebaran TB adalah dengan diagnosis cepat dan
pengobatan terhadap kasus infeksius. Semua pasien tuberkulosis harus menjalani
kemoterapi program singkat untuk penyakit tersebut. Pasien infeksius biasanya menjadi
tidak infeksius dalam kira-kira dua sampai empat minggu, dan gejala membaik. Risiko
penyakit ini terhadap orang lain tidak ada lagi.
Bayi harus dipisahkan dari ibu yang infeksius selama dua sampai empat minggu; setelah
itu ia tidak akan menular lagi. Jika ibu meminum obat, ia tetap dapat menyusui. Selama
waktu ketika ia terpisah dari bayi, ia harus memeras air susu ibu untuk menjamin bahwa
ia mempunyai air susu setelah dua sampai empat minggu.
Penting bahwa pasien mengonsumsi setiap dosis tunggal obat yang diresepkan. Ajarkan
pasien dan keluarga bahwa TB dapat disembuhkan selama pasien meminum obat
seluruhnya dengan teratur. Program pengobatan biasanya berakhir enam sampai
sembilan bulan. Untuk menjamin bahwa pasien mengonsumsi medikasi mereka dengan
teratur, pengawasan langsung oleh petugas kesehatan diperlukan selama sedikitnya dua
bulan pertama pengobatan.
Pedoman perawatan pasien
53
Jelaskan kepada pasien bahwa bila mereka berhenti minum obat, mereka berisiko
mengalami resistansi terhadap obat TB. Mereka juga akan menjadi infeksius
kembali, menyebabkan orang lain pada risiko. Tunjukkan pasien bagaimana
mengurangi risiko infeksi kepada orang lain, yaitu menutup mulut mereka dengan
tangan ketika batuk dan menggunakan pot sputum dengan penutup. Beri
tahu pasien dan keluarga untuk menghindari meludah. Lebih dari semua itu, bersikaplah
baik pada pasien dan tidak menghindari mereka karena penyakit ini.
Pasien lepra
Sedikit pasien lepra dihospitalisasi. Terapi untuk pasien ini umumnya rawat
jalan. Dalam satu minggu dimulainya standar terapi obat multipel, pasien lepra
tidak menular. Penting untuk memahami hal ini jika Anda mempunyai pasien
lepra di rumah sakit Anda. Tidak ada kewaspadaan yang perlu dilakukan untuk
melindungi pasien atau staf lain. Juga tidak terdapat risiko terhadap bayi dari ibu
yang mengidap lepra.
Anak-anak yang mendapat vaksin BCG untuk tuberkulosis juga terlindungi terhadap
lepra.
Ketika Anda merawat pasien lepra, jangan membuat pasien merasa bahwa mereka
buruk karena mereka mengalami penyakit tersebut, seperti yang telah terjadi
pada masa lalu. Hal ini penting. Anda dapat membantu pasien untuk memahami
pentingnya meminum obat dengan teratur dan menyelesaikan pengobatan tersebut.
Untuk pasien berisiko kerusakan saraf, ajarkan perlindungan sederhana.
Sebagai contoh, seseorang harus menggunakan sepatu untuk melindungi kaki
yang tidak sensitif, menggunakan sarung tangan ketika bekerja dengan objek
panas atau tajam, dan menggunakan kacamata pelindung untuk melindungi mata
terhadap debu.
Ajarkan pasien untuk mencuci tangan mereka dan menggunakan Vaseline dengan
teratur untuk mencegah pecah-pecah. Bila seseorang mengalami kaku sendi,
ajarkan untuk melakukan latihan rentang gerak. Bila ada pecah-pecah pada kaki,
pasien juga harus mencuci kaki dan menggunakan Vaseline.
Bab 5. Melindungi pasien dari infeksi
54
Pasien yang menderita Human Immunodeficiency Virus (HIV) dan
Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS)
Human immunodeficiency virus (HIV), yang merupakan virus penyebab sindrom
defisiensi imun didapat atau AIDS, dapat ditularkan melalui:
• koitus vagina atau anal yang tidak terlindungi
• adanya kontak dengan darah, semen, atau cairan vagina tanpa perlindungan
• transfusi darah atau produk darah dari donor
• dari ibu ke bayi selama kehamilan atau persalinan atau melalui air susu ibu.
Virus AIDS sangat berbahaya, tetapi juga sangat rapuh dan cepat mati. AIDS tidak
disebarkan melalui kontak biasa atau dengan batuk, bersin, atau sentuhan, dengan
menggunakan alat makan bersama atau melalui makanan atau air. Cara paling umum
penyebaran infeksi ini adalah melalui hubungan seksual.
Individu yang terinfeksi virus ini mungkin tidak mengalami gejala penyakit selama
beberapa tahun tetapi dapat menginfeksi orang lain.
Kebanyakan orang dengan HIV akhirnya akan mengalami sindrom defisiensi imun
didapat atau AIDS. Gejala ini meliputi:
• imunitas sangat menurun terhadap penyakit lain
• berkeringat malam terus-menerus tanpa sebab yang jelas
• keletihan
• penurunan berat badan
• pembesaran kelenjar limfa
• diare persisten
• ruam kulit atau lesi kulit biru-keunguan
• lapisan putih-keabuan yang tebal pada lidah, membran mukosa atau tenggorok
• batuk kronis dan infeksi paru atau bagian tubuh lain yang berulang
• infeksi oportunistik: ini adalah infeksi dari mikroorganisme yang umum ditemukan di
tubuh tetapi tidak menyebabkan masalah bila sistem imun berfungsi dengan benar.
Pedoman perawatan pasien
55
Perawatan pasien AIDS memerlukan kewaspadaan universal, seperti pasien dengan
patogen melalui darah lainnya. Risiko infeksi terhadap petugas kesehatan
sangat rendah bila kewaspadaan universal yang diuraikan pada awal bab ini
dipatuhi. Oleh karena AIDS adalah fatal, kewaspadaan ini esensial.
Darah merupakan rute paling mungkin untuk penularan virus ini di rumah sakit.
Hal ini terjadi melalui cedera tusukan jarum atau melalui cedera dengan alat
tajam lain yang terkontaminasi dengan darah orang terinfeksi. Virus ini tidak
menembus kulit utuh. Virus ini dapat masuk jika luka terbuka terpajan darah
yang terinfeksi atau cairan tubuh lain. Virus ini juga dapat masuk melalui cipratan
darah terinfeksi ke dalam membran mukosa.
Untuk mencegah penularan virus ini, secara khusus berhati-hati dengan jarum
sekali pakai dan alat tajam lainnya. Gunakan alat ini hanya sekali dan tempatkan
dalam wadah benda tajam dengan segera setelah penggunaan. Kemudian bakar
atau kubur alat tersebut. Gunakan sarung tangan tebal untuk membersihkan alat
tajam yang dapat digunakan lagi, kemudian disinfeksi atau sterilkan.
Banyak orang dapat hidup lebih lama dengan penyakit tersebut saat ini. Penting
untuk mengajarkan pasien AIDS dan keluarga mereka untuk merawat pasien di
rumah dan menghindari masalah. Nutrisi yang baik dan istirahat serta tidur yang
cukup sangatlah penting. Juga pasien harus tetap seaktif mungkin. Latihan fisik
adalah baik untuk pasien. Namun, pasien harus menghindari pemajanan terhadap
infeksi lain yang tidak perlu.
Beri tahu keluarga bahwa merawat pasien AIDS adalah aman. Mereka harus
mencuci tangan mereka dengan sabun dan air setelah mengganti seprai yang kotor
atau setelah kontak dengan cairan tubuh. Jika pakaian atau seprai kotor oleh
darah atau diare, pisahkan dari cucian lain. Pertama, cuci noda darah tersebut,
pegang kain dengan bagian yang tidak ternoda. Kemudian cuci seperti biasa. Juga
pertahankan pakaian bersih. Bila anggota keluarga mempunyai luka terbuka,
luka ini harus ditutup, dan orang lain harus mencuci pakaian dan linen pasien.
Jangan menggunakan bersama sikat gigi, pencukur, atau jarum. Akhirnya untuk
menghindari menularkan infeksi pada pasien AIDS, cuci tangan sebelum memasak,
makan, memberi makan pada orang lain atau memberi obat.
Pasien dengan penyakit infeksi
Pasien hepatitis A, demam tifoid, kolera dan ensefalitis perlu dipisahkan dari
ruangan hanya jika mereka tidak dapat mengontrol urine mereka (mengalami
inkontinensia). Pasien meningitis perlu diisolasi hanya selama 24 jam pertama.
Gunakan gown atau pakaian pelindung jika tersedia. Gunakan sarung tangan bila
Anda menyentuh materi terinfeksi. Mencuci tangan Anda setelah kontak dengan
pasien adalah esensial.
Bab 5. Melindungi pasien dari infeksi
56
Pemberian obat yang aman

6
Menyiapkan dan memberikan obat yang diprogramkan dokter dengan aman merupakan
tanggung jawab perawat. Bila tidak diberikan dengan tepat, obat dapat membahayakan
atau bahkan fatal. Sebelum memberikan medikasi apapun perawat perlu mengetahui:
• dosis obat yang aman untuk diberikan
• dosis obat yang telah diresepkan untuk pasien
• metode pemberian
• kerja obat dan efek yang diharapkan
• kemungkinan efek samping (efek yang tidak diinginkan)
Juga penting untuk mengetahui apakah pasien alergi terhadap suatu obat. Tanyakan
pada pasien tentang adanya reaksi buruk yang mereka alami setelah mereka minum
obat pada masa lalu.
Untuk pemberian obat yang aman: berikan dosis yang benar dari obat yang benar pada
pasien yang benar dalam rute yang benar pada waktu yang benar.
Ketika memberikan medikasi, perawat per-lu menyadari tentang interaksi yang mung-kin
antara obat yang berbeda pada pasien. Interaksi obat kadang dapat membahaya-kan
pasien.
Melindungi pasien dari bahaya adalah tang-gung jawab perawat. Bila Anda berpikir
Prinsip lima benar pemberian obat:
· dosis benar
· obat benar
· pasien benar
· rute benar
· waktu benar
57
obat atau dosis yang salah telah diprogramkan, minta bantuan dari perawat atau dokter
lain yang bertanggung jawab.
Dosis yang benar
Perawat perlu mengetahui dosis obat yang aman untuk diberikan. Kadang-kadang ahli
farmasi memberikan obat dalam gram ketika program menunjukkan miligram, atau hal
lain yang serupa. Anda perlu mengubah ini. Ingat bahwa:
Obat cair
Kadang obat cair diberikan dalam vial atau ampul. Vial adalah botol plastik atau kaca
yang mengandung satu atau lebih dosis obat. Ampul adalah wadah kaca atau plastik
steril kecil yang mengandung satu dosis obat. Biasanya wadah ini mempunyai leher kecil
dengan tanda berwarna untuk menunjukkan di mana leher dapat dengan mudah
dipatahkan dan obat diambil.
Kadang vial mengandung lebih dari dosis yang Anda perlukan. Anda kemudian harus
melakukan perhitungan seberapa banyak larutan diberikan untuk men-dapatkan dosis
yang tepat.
Anda dapat menghitung dengan menggunakan rumus ini:
Jadi, bila Anda perlu memberikan dosis 500 mg ampisilin dan dosis ini dalam larutan
yang mengandung 250 mg dalam 5 ml, Anda harus menghitung dengan rumus ini:
Dosis yang benar adalah 10 ml
1000 mg (miligram) = 1 g (gram)
1000 g = 1 kg (kilogram)
Bab 6. Pemberian obat yang aman
58
Pil atau kapsul
Bila obat berbentuk pil atau kapsul, perhatikan pada wadah untuk melihat seberapa
banyak obat pada setiap pil. Bila obat tidak dikemas secara terpisah dalam jumlah yang
Anda perlukan, hitung jumlah penggunaannya. Jumlah pil yang benar adalah dosis yang
diinginkan dibagi dengan jumlah obat dalam setiap pil.
Bila Anda perlu memberikan 100 mg obat, dan setiap pil dalam botol mempunyai 50 mg,
maka Anda perlu memberikan pasien dua pil. Kadang Anda perlu menghitung fraksi atau
dosis lebih kecil, terutama bila memberikan dosis pada anak. Dosis orang dewasa dari
kebanyakan obat adalah standar, tetapi dosis anak tidak standar. Dosis anak normalnya
berdasarkan berat badannya dalam kilogram.
Rute yang benar
Terdapat banyak rute untuk pemberian obat:
• melalui mulut (per oral), dalam bentuk pil, kapsul, atau cair
• melalui injeksi (parenteral), ke dalam jaringan tubuh dengan jarum dan spuit
• di area tertentu (secara topikal), diberikan pada kulit atau membran mukosa
• dalam mata atau telinga
• ke dalam rektum (per rektal), dalam bentuk supositoria atau dengan memasukkan
beberapa cairan
Selalu yakinkan bahwa Anda menggunakan rute yang benar.
Obat yang benar
Untuk meyakinkan bahwa Anda memberikan obat yang benar pada pasien yang benar,
periksa apa yang Anda lakukan setiap langkahnya.
Pedoman untuk memberikan medikasi:
• Periksa kartu medikasi pasien atau catatan dengan program dokter. Yakinkan bahwa
apa yang ada dalam kartu adalah apa yang diprogramkan dokter.
• Bandingkan label pada botol obat atau label kemasan dengan kartu atau catatan
medikasi pasien. Yakinkan bahwa Pedoman perawatan pasien
59
Anda memegang obat yang benar.
• Setelah Anda menyiapkan obat, periksa ulang label sebelum
membawa obat ke dalam ruangan pasien.
Pasien yang benar
Yakinkan Anda memberikan obat yang benar pada pasien yang benar. Banyak
pasien mempunyai nama belakang yang sama. Karenanya Anda harus:
• memeriksa kartu/catatan medikasi, dicocokan dengan nama
di tempat tidur atau identifikasi pasien lain
• minta pasien menyebutkan namanya.
Waktu yang tepat
Banyak obat diprogramkan untuk waktu tertentu dalam satu hari. Insulin, sebagai
contoh, normalnya diberikan sebelum makan. Antibiotik biasanya diprogramkan
setiap 6, 8, atau 12 jam, sepanjang siang dan malam hari (selama 24 jam),
bukan hanya selama jam terjaga. Obat ini harus diberikan selama waktu dua
puluh empat jam untuk mempertahankan kadar obat cukup tinggi dalam tubuh
pasien. Diuretik biasanya diberikan pada pagi hari bukan malam hari, sehingga
tidur pasien tidak terganggu karena sering berkemih. Cari tahu jadwal medikasi
yang digunakan di rumah sakit dan institusi Anda, dan berikan obat pada waktu
terjadwal.
Pemberian obat oral
Cara termudah, teraman, dan ternyaman untuk memberikan obat adalah melalui
mulut. Bila Anda mengetahui bahwa sulit bagi pasien untuk menelan, Anda dapat
menggerus tablet menjadi puyer. Kemudian campur puyer dengan makanan
lunak yang dapat ditelan pasien. Tidak semua obat dapat digerus. Misalnya, obat
dengan lapisan pelindung atau bentuk reaksi lambat tidak boleh digerus.
Cuci tangan Anda. Hitung jumlah yang Anda perlukan. Ambil cairan atau obat
padat ke ruangan pasien dalam nampan atau troli, dan yakinkan bahwa Anda
menuju pasien yang tepat.


Bab 6. Pemberian obat yang aman
60
Jika Anda memberikan obat yang menuntut Anda untuk mengkaji pasien, lakukan hal ini
lebih dulu. Jika tanda-tanda vital menunjukkan masalah, periksa bersama dokter atau
perawat yang bertanggung jawab sebelum memberikan obat.
Pertama kali pasien mendapat medikasi, jelaskan tujuan obat tersebut. Bila obat
mempunyai efek samping, beri tahu pasien apa yang akan terjadi.
Bantu pasien untuk duduk atau berbaring ke salah satu sisi. Ini akan membuat obat lebih
mudah ditelan.
Jika pasien mengatakan bahwa obat tersebut tidak sama dengan yang pernah diberikan
padanya, periksa pesanan sekali lagi untuk meyakinkan bahwa obat tersebut tepat.
Berikan obat cair dalam cangkir untuk diminum pasien. Jika pasien tidak dapat
memegang cangkir, bawa cangkir ini ke mulutnya. Jika obat mempunyai rasa tidak enak,
berikan pasien jus jeruk atau roti untuk menutupi rasa tersebut.
Berikan segelas air untuk pasien yang minum obat pil. Ini akan membantu pasien
menelan. Bila ia tidak dapat memegang gelas, Anda harus membantu memegangnya,
dan berikan pil satu per satu, diikuti dengan tegukan air.
Selalu kembali dan periksa pasien untuk adanya reaksi merugikan atau efek samping
obat.
Tulis obat yang telah diminum pasien. Tuliskan nama obat, dosis, metode pemberian,
waktu pemberian dan setiap informasi penting pasien seperti frekuensi nadi.
Kewaspadaan klinis: Obat yang menuntut Anda
memeriksa tanda-tanda vital meli-puti:
• digoksin—periksa nadi
• obat hipotensif (obat yang menurunkan tekanan darah)—
periksa tekanan darah
Kewaspadaan klinis: Tinggal dengan pasien sampai ia
menelan semua obat.
Pedoman perawatan pasien
61
Obat oral untuk anak
Banyak obat diberikan pada anak dalam bentuk tetes, spuit atau cangkir. Penting
untuk mengukur obat dalam jumlah sedikit dengan akurat. Untuk volume kurang
dari 1 ml, gunakan spuit tuberkulin, jika tersedia, atau spuit lain, tanpa jarum terpasang.
Anda dapat memasukkan obat langsung ke dalam mulut anak dari spuit,
atau meneteskannya dari cangkir kecil.
Anak kecil dan beberapa anak yang lebih besar mengalami kesulitan menelan
pil. Jika preparat cair tidak tersedia, gerus tablet dan campurkan dengan makanan
lunak.
Berikan obat pada anak sambil mereka duduk, sehingga mereka tidak tersedak.
Menginjeksikan obat
Obat dapat diinjeksikan (diberikan secara parenteral) ke dalam kulit, di bawah
kulit, ke dalam otot, atau ke dalam vena. Obat yang diberikan dengan salah satu
cara tersebut diserap lebih cepat daripada obat yang diminum. Karenanya secara
khusus penting untuk meyakinkan bahwa Anda memberikan obat yang benar
pada orang yang benar dalam jumlah yang benar.


Untuk memberikan obat secara parenteral, perawat menggunakan vial atau
ampul, spuit dan jarum. Spuit mempunyai tiga bagian: ujung yang berhubungan
dengan jarum; bagian luar atau barrel, di mana skala tercetak, biasanya dalam
mililiter, untuk menunjukkan volume dalam spuit; dan plunger, yang pas dengan
bagian dalam barrel dan digunakan untuk mendorong obat ke dalam jarum.
Spuit


Kewaspadaan klinis: Cara paling aman dan paling
mudah untuk memberikan obat adalah melalui mulut.
Bab 6. Pemberian obat yang aman
62
kaca yang dapat digunakan ulang dan spuit plastik sekali pakai digunakan di banyak
rumah sakit dan klinik. Spuit plastik biasanya berupa ke-masan individual untuk me-
yakinkan alat ini steril. Alat ini biasanya sudah terisi dosis unit.
Terdapat ukuran yang berbeda untuk pengguna-an yang berbeda. Jenis yang paling
umum adalah spuit hipodermik (yang digunakan untuk mem-berikan medikasi), spuit
insulin dan spuit tuber-kulin. Spuit insulin mirip dengan spuit hipodermik tetapi
mempunyai skala khusus pada sisi yang menunjukkan jumlah insulin di dalamnya. Spuit
tuberkulin sempit dan ditandai (terkalibrasi) dalam sepersepuluh dan seperseratus
mililiter. Jenis spuit ini berguna untuk memberikan dosis sangat kecil.
Jarum juga mempunyai tiga bagian: hub, yang dipaskan ke dalam spuit; batang tipis
yang dipasang ke hub; dan bevel, yang merupakan bagian landai di ujung. Jarum dapat
lebih pendek atau lebih panjang, dengan diameter lebih besar atau lebih kecil (gauge)
dan mata jarum yang lebih pendek atau lebih panjang. Gauge dapat beragam dari #14
sampai #28. Jarum dengan diameter terbesar adalah #14 dan #28 adalah yang terkecil.
Jarum dengan bevel yang lebih panjang akan lebih tajam dan lebih nyaman untuk pasien.
Untuk injeksi di bawah kulit, gunakan jarum yang pendek dengan diameter kecil dan
bevel yang panjang.
Untuk injeksi ke dalam otot, gunakan jarum yang lebih pan-jang dengan dimeter yang
lebih besar dan bevel yang panjang. Gunakan bevel yang pendek untuk injeksi ke dalam
kulit atau ke dalam vena. Anak-anak dan dewasa yang berukuran kecil biasanya
membutuhkan jarum yang lebih pendek. Kaji pasien untuk memutuskan ukuran yang
tepat. Semua jarum yang dikemas disertai dengan tutup.
Kewaspadaan klinis: Spuit plastik harus dibuang setelah
penggunaan untuk mencegah penyebaran infeksi.
Tiga bagian spuit
Kewaspadaan klinis: Jangan pernah meninggalkan jarum
dalam vial
Pedoman perawatan pasien
63
Injeksi ke dalam kulit
Injeksi intradermal diberikan dalam
lapisan dermal kulit, tepat
di bawah lapisan atas, yang disebut
epidermis. Injeksi intradermal
digunakan untuk tes
alergi, tes tuberkulin, dan banyak
imunisasi. Tempat paling
umum untuk tipe injeksi ini adalah
lengan bawah. Tempat lain
meliputi dada atas dan punggung
di bawah belikat bahu.
Vaksinasi BCG juga diberikan
secara intradermal. Tempat paling
umum adalah lengan atas,
lengan bawah dan bokong atau
paha atas. Untuk memberikan injeksi BCG atau injeksi intradermal lain:
• Cuci tangan Anda sebelum memulai.
• Periksa nama pasien.
• Beri tahu pasien bahwa injeksi akan menyebabkan benjolan
kecil, seperti digigit nyamuk atau lepuh kecil, tetapi akan cepat
hilang. Pilih salah satu tempat yang tidak ada perubahan
warna atau ruam atau kerusakan kulit. Bersihkan tempat tersebut
dengan alkohol yang Anda punya, atau agens pembersih
lain, dengan menggunakan gerakan melingkar.
• Tarik kulit pasien mendatar. Pegang spuit dengan sudut kira-kira
15o, dan masukkan jarum melalui epidermis ke dalam dermis.
• Injeksikan cairan dengan perlahan sampai tampak benjolan.
Hal ini menunjukkan bahwa cairan berada dalam dermis.
• Tarik jarum dengan cepat dan usap perlahan tempat tersebut
dengan kapas alkohol atau antiseptik.


Injeksi intradermal
Kewaspadaan klinis: Jangan memasase tempat injeksi
karena dapat menyebabkan obat masuk ke dalam
jaringan atau keluar dari tempat injeksi.
Bab 6. Pemberian obat yang aman
64
Injeksi di bawah kulit
Injeksi subkutan masuk ke dalam jaringan lemak tepat di bawah kulit. Banyak obat
diinjeksikan secara subku-tan, termasuk vaksin, obat praoperasi, narkotik, insulin dan
heparin. Tempat paling umum untuk injeksi sub-kutan adalah: bagian bela-kang lengan
atas dan bagian depan paha, punggung atas, dan bantalan lemak pada abdomen.
• Cuci tangan Anda.
• Sebelum memberikan obat, periksa nama pasien.
• Ambil obat dengan spuit
• Buang gelembung udara yang ada dalam spuit dengan mengetuk spuit tegak lurus dan
dengan perlahan dorong plunger sampai Anda melihat tetesan larutan dalam bevel atau
ujung jarum.
• Cubit kulit pasien dengan ibu jari dan jari telunjuk tangan kiri Anda (kanan jika Anda
kidal) untuk meninggikan jaringan subkutan dan membentuk lipatan lemak.
• Dengan tangan kanan Anda, tempatkan jarum pada sudut 45o atau 90o dan tarik
dengan perlahan plunger untuk melihat apakah Anda telah menusuk pembuluh darah.
• Jika tidak ada darah masuk ke dalam spuit, berikan injeksi dengan perlahan dan
dengan mantap dorong plunger.
• Dengan cepat tarik jarum keluar dan tekan kulit tersebut.
• Biasanya tidak ada perdarahan dari injeksi subkutan, Namun, bila ada, tekan dengan
perlahan sampai berhenti.


Injeksi subkutan
Pedoman perawatan pasien
65
Injeksi ke dalam otot
Injeksi intramuskular (yaitu, injeksi
ke dalam otot) diabsorpsi
lebih cepat daripada injeksi subkutan.
Injeksi obat dalam jumlah
besar (sampai 1-2 ml untuk
anak dan 3 ml untuk dewasa)
dapat diberikan dengan cara
ini karena otot dapat menyerap
lebih banyak cairan daripada
jaringan lemak.
Tempat yang disukai untuk injeksi
intramuskular adalah dorsogluteal
di otot gluteus medius
di posterior panggul, atau ventrogluteal
di otot gluteus medius
di lateral panggul (lihat di halaman
ini dan hlm. 66).
Sisi ventrogluteal
Injeksi ventrogluteal lebih mudah
untuk dikenali dan aman
digunakan. Tempat ini menghindari
saraf mayor dan pembuluh
darah.


Injeksi intramuskular
Sisi ventrogluteal untuk injeksi intramuskular
Kewaspadaan klinis: Bila darah masuk ke dalam spuit
ketika Anda menarik plunger, berarti Anda telah
menusuk vena. Kemudian Anda harus menarik jarum,
membuang spuit dan menyiapkan injeksi baru. Hal ini
karena injeksi subkutan dapat membahayakan bila
masuk secara langsung ke dalam aliran darah, karena
obat dapat diabsorpsi lebih cepat daripada jaringan
lemak.
Bab 6. Pemberian obat yang aman
66
Sisi dorsogluteal
Bila Anda menggunakan sisi dorsogluteal, Anda harus hati-hati untuk menghindari saraf
skiatik, karena injeksi tak di-sengaja pada saraf ini dapat menyebabkan paralisis perma-
nen atau parsial pada kaki.
Sisi dorsogluteal untuk injeksi intramuskular
Kewaspadaan klinis: Jangan menggunakan sisi
dorsogluteal pada posterior panggul untuk bayi atau
anak yang belum berjalan. Beri injeksi pada otot rektus
femoris atau vastus lateralis pada sepertiga tengah
paha.
Pedoman perawatan pasien
67
Otot deltoid
Otot lengan atas, otot deltoid, dapat juga
digunakan untuk anak besar atau dewasa.
Namun, ingat bahwa Anda tidak dapat menginjeksikan
cairan ke dalam lengan sebanyak
cairan yang dimasukkan ke dalam otot panggul.
Bagaimana memberikan injeksi
ke dalam otot
• Cuci tangan Anda.
• Lindungi privasi pasien dengan memasang kain di atas bagian
tubuh yang tidak perlu dibuka.
• Jika Anda memberikan injeksi pada anak, tunjukkan pada ibu
bagaimana memegang anak.
• Pilih tempat untuk
injeksi yang tidak ada
kerusakan kulit, bengkak,
keras, nyeri tekan,
kemerahan atau
hangat. Tentukan
tempat yang tepat
dan bersihkan dengan
swab antiseptik
atau bola kapas dengan
menggunakan gerakan melingkar dan ke arah luar kirakira
5 cm pada setiap sisi atau 10 cm secara keseluruhan.
• Dengan menggunakan tangan kiri Anda, regangkan kulit pada
tempat tersebut. Ini membuatnya lebih keras sehingga lebih
mudah untuk memasukkan jarum.
• Masukkan jarum dengan cepat pada sudut 90o melalui kulit
dan ke dalam otot.
• Aspirasi dengan menarik
plunger. Bila terlihat
darah, tarik keluar
jarum, buang spuit dan
siapkan injeksi baru.
Jangan membiarkan injeksi masuk ke dalam pembuluh
darah
Injeksi ke dalam otot deltoid
Kewaspadaan klinis: Jangan menginjeksikan lebih dari 1
ml ke dalam lengan orang dewasa atau anak.
Bab 6. Pemberian obat yang aman
68
• Bila darah tidak terlihat, kemudian dengan perlahan, dorong mantap plunger untuk
menginjeksikan medikasi.
• Dengan cepat tarik jarum dan berikan tekanan kuat pada tempat tersebut dengan
menggunakan swab antiseptik.
• Cuci tangan Anda.
Terapi intravena (drip)
Terapi intravena adalah menem-patkan cairan steril melalui jarum langsung ke vena
pasien. Biasanya cairan steril mengandung elektrolit (natrium, kalsium, kalium), nutrien
(biasanya glukosa), vitamin atau obat.
Terapi intravena (IV) digunakan untuk memberikan cairan ketika pasien tidak dapat
menelan, tidak sadar, dehidrasi atau syok, untuk memberikan garam yang diperlukan
untuk mempertahankan keseimbangan elektrolit, atau glukosa yang diperlukan untuk
metabolisme, atau untuk memberikan medikasi.


Terapi intravena
Pedoman untuk terapi intravena
· Ketahui cairan atau obat yang diprogramkan, kerja dan efek samping.
· Ketahui jumlah cairan atau obat yang akan diberikan selama periode
waktu berapa lama
· Ketahui jumlah dan tipe larutan untuk mengencerkan obat
· Ketahui berapa lama obat dapat diberikan dengan aman
· Ketahui kompatibilitas semua obat yang diterima pasien
· Pantau dengan cermat baik pasien dan kecepatan penginfusan
Pedoman perawatan pasien
69
Obat yang diberikan secara intravena memasuki aliran darah secara langsung dan
diabsorbsi lebih cepat daripada cara pemberian obat lain. Karenanya obat diberikan
secara intravena bila diperlukan efek cepat, atau bila obat terlalu mengiritasi
jaringan tubuh bila diberikan dengan cara lain. Obat yang diberikan dengan cara
ini biasanya diberikan (diinfuskan) dengan perlahan untuk mencegah reaksi.
Bagaimana memberikan cairan intravena dan
obat dengan aman
Anda harus memberikan perhatian khusus untuk menghindari kesalahan dalam
menghitung dosis dan dalam menyiapkan obat, karena obat intravena memberikan
efek segera. Lakukan pemeriksaan ganda lima “benar” pada pemberian
obat: benar dosis, benar obat, benar pasien, benar rute, benar waktu.
Anda juga harus mengetahui kerja yang diinginkan dan kemungkinan efek samping
semua obat intravena yang Anda berikan.
• Kebanyakan obat memerlukan pengenceran minimum dan/
atau kecepatan aliran.
• Banyak obat sangat mengiritasi atau merusak jaringan di luar
vena.
• Hanya satu antibiotik yang diberikan sekali secara intravena.
Jalur IV dibilas di antara pemberian antibiotik.
• Jangan pernah memberikan obat, air steril, atau air dekstrosa
dengan darah atau produk darah.
• Anda harus memantau dengan cermat semua pasien yang
mendapatkan terapi IV. Perhatikan pasien terhadap adanya
tanda reaksi merugikan, termasuk ruam, masalah pernapasan,
peningkatan nadi, muntah, dan tanda dehidrasi atau kelebihan
beban cairan (untuk dua tanda terakhir ini lihat dalam bab
perawatan pasien yang mengalami masalah eliminasi).
• Periksa tempat pemasangan terhadap adanya pembengkakan,
kemerahan, kekerasan, nyeri, atau hangat.
• Periksa kecepatan aliran IV untuk meyakinkan bahwa ini tepat.
Kecepatan aliran harus dipantau dengan sangat cermat dan
sering pada bayi, anak, lansia, pasien sakit akut, dan pasien
dehidrasi, penyakit jantung atau ginjal, atau diabetes.


Bab 6. Pemberian obat yang aman
70
Memulai terapi intravena
Tempat untuk pungsi vena (memasukkan jarum ke dalam vena) biasanya adalah salah
satu dari vena lengan bawah atau tangan. Pasien yang memerlukan penginfusan yang
lebih cepat atau transfusi darah memerlukan jarum lebih besar sehingga memerlukan
vena yang lebih besar.
• Memulai terapi IV memerlukan teknik steril
• Pilih vena yang mudah diraba dan cukup lurus. Vena harus penuh, lunak, dan mudah
diraba. Vena tidak boleh teraba keras atau kenyal. Hindari vena yang meradang (merah
dan hangat), teriritasi atau nyeri.
• Coba untuk tidak menggunakan vena yang telah digunakan sebelumnya, karena
mungkin sudah rusak.

Bagaimana menentukan kecepatan cairan intravena
yang harus masuk:
• Pertama atur kecepatan tetesan pada tabung IV. Tabung makrodrip
dapat meneteskan 10 atau 15 tetes per 1 ml. Tabung mikrodrip
meneteskan 60 tetes per 1 ml. Jumlah tetesan yang diperlukan untuk 1 ml
disebut faktor tetes.
• Atur jumlah mililiter cairan yang akan diberikan dalam satu jam. Bagi
jumlah total cairan yang akan diberikan dengan jumlah jam infusi yang
akan berlangsung. Kemudian kalikan hasil tersebut dengan faktor tetes.
• Untuk menentukan berapa banyak tetesan yang akan diberikan per
menit, bagi dengan 60.
• Hitung jumlah tetesan per menit yang akan diinfusikan. Jika kecepatan
alirannya tidak tepat, sesuaikan kecepatan tetesan.
kulit
vena
Injeksi intravena
Pedoman perawatan pasien
71
Bagaimana menambahkan obat pada jalur IV
Obat intravena dapat diberikan dengan perlahan dari botol atau kantung yang
berisi larutan. Ini disebut infus kontinu dan serupa dengan terapi intravena lain.
Bedanya, obat dapat diberikan semua sekaligus, dan ini disebut bolus intravena.
Untuk infus kontinu, obat dapat ditambahkan pada wadah cairan baru sebelum
digantung atau ditambahkan pada wadah yang sedang digunakan.
• Dengan cermat periksa program medikasi terhadap kartu atau
catatan medikasi pasien, seperti saat Anda akan memberikan
rute obat lain. Juga yakinkan bahwa obat kompatibel dengan
larutan yang akan dicampurkan.
• Tempatkan nama pasien di wadah dengan nama dan jumlah
obat, kecepatan aliran, waktu penginfusan dimulai, dan nama
atau inisial Anda.
• Selalu periksa pasien untuk meyakinkan bahwa tidak ada reaksi
merugikan pada obat yang diinfuskan. Perhatikan adanya
perubahan kecepatan nadi, menggigil, mual, muntah, sakit
kepala atau masalah pernapasan. Jika pasien mengalami
reaksi, hentikan atau perlambat kecepatan infus dan beri tahu
dokter atau perawat yang bertanggung jawab dengan segera.
• Catat nama dan jumlah obat, larutan yang ditambahkan obat,
dan waktu obat diberikan.
Bagaimana memberikan bolus IV
Untuk bolus intravena, Anda memberikan medikasi semua sekaligus, menginjeksikan
obat ke dalam jalur IV infus kontinu yang telah ada.
• Setelah memasukkan jarum, tarik plunger untuk menarik darah
(untuk meyakinkan jarum masuk ke dalam vena).
• Injeksikan obat pada kecepatan yang diprogramkan. Hati-hati
untuk tidak menginjeksikan obat terlalu cepat.
Bagaimana memberikan transfusi darah
Sebelum memberikan transfusi darah, kirim sampel darah pasien ke laboratorium
untuk golongan darah dan pencocokan-silang, kecuali Anda telah mempunyai
informasi jelas tentang hal ini pada catatan.
Bab 6. Pemberian obat yang aman
72
• Ketika darah tiba, pastikan nama pasien, golongan darah dan faktor Rh sama dengan
yang ada pada darah yang akan ditransfusikan. Jangan memberikan darah bila informasi
tidak tepat sama.
• Untuk mencegah pertumbuhan bakteri, transfusikan darah dalam 30 menit dari waktu
darah tiba di ruangan.
• Periksa tanda vital pasien sebelum memulai.
• Yakinkan ruang tetesan mempunyai filter untuk menyaring bekuan atau debris.
• Berikan transfusi darah hanya dengan salin normal. Larutan lain tidak kompatibel
dengan produk darah.
• Tinggal dengan pasien selama sedikitnya 15 menit dan observasi dengan cermat
terhadap tanda reaksi. Tanda ini meliputi menggigil, mual dan muntah, sakit kepala,
sakit otot, sulit bernapas, mengi, demam, berkeringat, nyeri dada, kesemutan, kebas,
dan nadi cepat. Makin cepat terjadi reaksi, makin berat kemungkinan masalahnya.
• Bila ada tanda reaksi, hentikan transfusi dan segera beri tahu dokter.
• Bila pasien tidak menunjukkan reaksi, lanjutkan infusi. Periksa tanda vital 15 menit
setelah memulai infusi. Kemudian periksa lagi setiap 30 menit sampai 1 jam setelah
transfusi selesai. Beri tahu pasien untuk segera memanggil perawat jika ia mengamati
ada sesuatu yang tidak lazim.
• Catat waktu, golongan darah, jumlah, dan kecepatan tetesan.
Bagaimana memberikan obat mata atau mengirigasi mata
Kadang mata perlu dicuci, untuk membersihkannya atau membuang partikel benda
asing. Obat juga dapat diberikan pada mata. Teknik steril harus selalu digunakan untuk
membersihkan (mengirigasi) mata atau memberikan obat.
Mengirigasi mata:
Pedoman perawatan pasien
73
• Beri tahu pasien apa yang akan Anda lakukan dan jelaskan
bahwa hal tersebut tidak akan sakit.
• Minta pasien memiringkan kepala ke arah sisi mata yang akan
Anda cuci dan tempatkan baskom kecil di bawah mata.
• Cuci tangan Anda. Dengan menggunakan bola kapas yang
dilembapkan larutan steril atau salin, usap kelopak mata, lakukan
dari bagian dalam ke sisi luar.
• Sekarang regangkan kelopak mata dengan ibu jari dan jari telunjuk
dan dengan perlahan tekan tulang pipi di bawah mata
untuk menahan kelopak mata terbuka dan membuat saluran.
• Pegang irigator di atas mata dan arahkan larutan ke saluran.
Lakukan dari bagian dalam ke luar mata.
• Kemudian beri tahu pasien untuk menutup matanya dan
menggerakkan bola mata melingkar beberapa kali, untuk
meyakinkan larutan mencapai semua mata.
Meneteskan obat cair ke dalam mata:
• Beri tahu pasien apa yang akan Anda lakukan. Jelaskan bahwa ini tidak akan sakit,
beri tahu bahwa obat menyebabkan perih sebentar.
• Saat pasien melihat ke atas, dengan kepala ditengadahkan ke
belakang, secara perlahan tarik kelopak mata bagian bawah
ke bawah untuk membuat saluran.
• Berdiri di samping pasien saat Anda bekerja. Ia kurang berkedip
jika Anda tidak berada di depannya langsung.
• Tempatkan sejumlah tetesan yang tepat ke dalam saluran
di bagian bawah mata, tidak
langsung ke kornea.
Mengoleskan salep ke dalam mata:
• Untuk memberikan salep ke dalam
mata, minta pasien untuk
menahan kepalanya ke belakang
dan melihat ke atas.
• Buang ujung salep pertama
yang keluar dari tube. Bagian
ini dianggap terkontaminasi.
Bab 6. Pemberian obat yang aman
74
• Saat pasien melihat ke atas, dengan perlahan tarik bagian kelopak mata bawah ke
bawah untuk membuat saluran.
• Pegang tube sedekat mungkin di atas mata, tanpa menyentuhnya, dan pencet 2 cm
(kira-kira ¼ ukuran ujung jari) salep ke dalam saluran tersebut, lakukan dari bagian
dalam ke tepi luar kelopak mata.
• Beri tahu pasien untuk menutup mata selama dua menit tetapi tidak memejamkannya.
Ketika Anda telah selesai, beri pasien kasa atau kapas untuk mengusap kelebihan salep
di kelopak mata.
Bagaimana memberikan obat di telinga
Telinga kadang perlu diirigasi untuk melunakkan serumen, menghilangkan pus, atau
mengeluarkan benda asing dalam saluran telinga (lihat bab perawatan pasien sehari-
hari).
Bila telinga meradang atau pasien merasa nyeri di dalamnya, Anda perlu memberikan
obat di telinga.
• Minta pasien berbaring miring ke salah satu sisi.
• Hangatkan wadah obat dalam tangan Anda sehingga obat tidak terasa dingin pada
pasien. Kemudian isi tetesan telinga dengan jumlah obat yang tepat.
• Tarik daun telinga pasien ke atas dan belakang. Tempatkan jumlah tetesan yang tepat
sepanjang sisi saluran telinga.
• Beri tahu pasien untuk terus berbaring ke salah satu sisi selama lima menit agar obat
keluar dari telinga.
Tempatkan kapas steril di dalam telinga untuk mempertahankan obat di dalam telinga
ketika pasien berdiri.
Pedoman perawatan pasien
75
Merawat anak di rumah sakit

7
Ketika anak datang ke rumah sakit, mereka sering mengalami sakit atau cedera yang
serius. Mereka mempunyai masalah yang mengancam hidup. Setiap jam tanpa tindakan
menyebabkan mereka semakin dekat dengan kematian. Penting bagi perawat untuk
mengidentifikasi anak-anak ini dan memberi mereka tin-dakan prioritas.
Harus ada area khusus unit anak-anak untuk perawatan darurat dan perawatan anak
yang sangat sakit. Unit ini harus mempunyai peralatan darurat, termasuk oksigen,
kantung dan masker ambu, peralatan dan obat intravena. Perawat harus selalu ada
untuk mengawasi anak-anak ini.
Bagaimana mengidentifikasi dan mengobati anak yang perlu
perawatan segera
CATATAN: Tidak semua pedoman untuk identifikasi dan pengobatan terhadap anak
memerlukan perawatan urgen yang sama. Bila pedoman ini tidak sama seperti tindakan
standar Departemen Kesehatan Anda, ikuti pedoman Departemen Kesehatan.


Gunakan tanda ABCD untuk menemukan anak mana yang
memerlukan tindakan segera
Airway (jalan napas)
Breathing (pernapasan)
Circulation (sirkulasi)
Neurological Danger signs (tanda bahaya neurologis)
76
• Periksa jalan napas dan pernapasan anak lebih dulu. Perhatikan adanya sumbatan
dalam mulut, tenggorok, atau trakea.
• Buka jalan napas dengan perlahan mengangkat rahang anak ke depan. Gunakan
pengisap untuk menghilangkan saliva atau mun-tahan. Jika pengisap tidak ada,
bersihkan mulut anak dengan kain lembap.
• Jika anak berwarna kebiruan (sianosis) atau mengalami kesulitan bernapas, berikan
oksigen. Pertahankan jalan napas bersih.
• Jika anak mengalami henti na-pas, mulai segera bantuan per-napasan mulut-ke-mulut.
• Lihat apakah anak mengalami perdarahan, dan hentikan perdarahan.
• Perhatikan adanya tanda syok: nadi cepat dan lemah, tekanan darah rendah, tangan
dan kaki dingin dan kebiruan, dan masa pengisian kapiler lebih lama dari dua detik.
Cubit cuping hidung anak dengan jari-jari Anda. Tutup mulut anak dengan mulut Anda
dan tiupkan dengan kuat sehingga dada anak naik. Berhenti untuk membiarkan udara ke
luar dan tiup lagi. Ulangi kira-kira satu setiap lima detik. Pada bayi dan anak kecil, tutup
hidung dan mulut dengan mulut Anda dan
Bagaimana memeriksa masa pengisian kapiler: tekan
salah satu kuku jari anak di antara ibu jari dan jari
telunjuk Anda sampai berwarna putih, kemudian lihat
berapa lama warna tersebut kembali seperti semula.
Pedoman perawatan pasien
77
tiupkan napas dengan sangat perlahan sekali setiap tiga detik.
Lanjutkan bantuan pernapasan mulut-ke-mulut sampai anak
dapat bernapas sendiri.
• Jika anak menunjukkan tanda syok, dengan cepat berikan
cairan intravena. Juga berikan larutan garam rehidrasi oral
(ORALIT) jika anak mampu minum. Minumkan ORALIT dengan
sendok. Jangan menggunakan botol.
• Tempatkan anak
yang tidak sadar
dalam posisi koma.
• Jika anak mengalami
konvulsi, bersihkan
sekresi dengan
pengisap
atau kain bersih.
Jangan memaksa objek seperti sendok atau spatula masuk ke
dalam mulut anak.
• Jika konvulsi berakhir lebih dari lima menit atau anak sianotik
atau mengalami penurunan tekanan darah, berikan oksigen.
Siapkan untuk memulai tindakan dengan diazepam (Valium).
Perhatikan dengan ketat adanya penurunan pernapasan
(depresi pernapasan).
• Periksa gula darah anak. Bila rendah dan anak tidak sadar,
siapkan untuk pemberian glukosa intravena. Jika Anda tidak
mempunyai bahan ini, masukkan slang nasogastrik, periksa
apakah masuk ke lambung. Kemudian berikan 50 ml air gula
melalui slang nasogastrik. Untuk membuat air gula, larutkan
5 gram (1 sendok teh penuh) gula dalam 50 ml (3 ½ sendok
makan) air. Bila anak sadar, berikan 50 ml air gula melalui mulut.
Bila Anda tidak dapat mengukur gula darah, asumsikan anak
mengalami penurunan gula darah dan atasi.
• Buat biakan darah untuk parasit malaria.
Lanjutkan untuk memeriksa kesadaran anak, dengan menggunakan skala berikut
ini:
Anak berbaring menyamping ke satu sisi pada posisi koma
Kewaspadaan klinis: Diazepam (Valium) diberikan baik
secara intravena atau rektal; obat ini tidak diberikan
melalui injeksi intramuskular.
Bab 7. Merawat anak di rumah sakit
78
Merawat anak yang menderita diare dan dehidrasi berat
Anak dengan diare ringan dan tidak ada tanda dehidrasi biasanya dirawat di rumah.
Pengobatan di rumah untuk anak diare dibahas pada bab merawat pasien yang
mengalami masalah eliminasi.
Banyak anak datang ke rumah sakit karena mereka mengalami dehidrasi ringan atau
berat, diare persisten, atau diare berdarah yang tidak menunjukkan perbaikan. Anda
harus mengetahui bagaimana mengkaji derajat dehidrasi pada bayi atau anak dengan
cepat dan untuk memulai penanganan yang benar.
Tanda dehidrasi
• kondisi umum-gelisah atau mudah terangsang
• haus
• mata cekung
• mulut dan lidah kering
• nadi cepat
• elastisitas (turgor) kulit buruk. Ketika kulit di-cubit, lipatan kulit te-tap dalam keadaan
tersebut selama beberapa detik bukan cepat kembali seperti semula.
• pernapasan sangat cepat dan sangat dalam.


A = 0 anak Sadar (Alert)
V = 1 anak berespons terhadap Suara (Voice)
P = 2 anak berespons hanya pada Nyeri (Pain)
U = 3 anak Tidak Responsif (Unresponsive) terhadap
stimulus
Memeriksa elastisitas kulit pada perut anak
Pedoman perawatan pasien
79
Anak yang mengalami dehidrasi berat
Pencegahan dehidrasi dibahas dalam bab perawatan pasien yang mengalami
masalah eliminasi. Bab ini berfokus pada pengobatan terhadap anak yang sakit
berat.
• Anak yang mengalami dehidrasi berat harus cepat diberi
cairan intravena (laktat
Ringer, larutan Hartman,
atau, jika tidak ada salin
normal). Jika anak dapat
minum, ia juga harus
diberi larutan garam
rehidrasi oral (ORALIT)
sementara tetesan infus
disiapkan. Jika anak tidak
dapat minum, berikan
larutan ORALIT sesegera
mungkin saat ia dapat minum
tanpa kesulitan.
• Ketika anak membaik dan dapat minum, hentikan IV dan
berikan larutan ORALIT. Tanda perbaikan mencakup berkemih,
perbaikan kesadaran, dan frekuensi pernapasan dan nadi lebih
normal (kecuali anak mengalami infeksi atau gagal jantung
atau hidrasi berlebihan). Perhatikan anak selama beberapa
jam sebelum dipulangkan untuk meyakinkan ia dapat menahan
cairan.
Pemberian makan anak dehidrasi
Pemberian makan adalah penting. Bila anak tersebut adalah bayi muda, ibu
harus didorong untuk melanjutkan pemberian air susu ibu (ASI), atau bayi dapat
diberi yogurt. Bayi yang lebih besar dan anak harus diberi makan enam kali sehari
segera setelah mereka dapat makan.
Kewaspadaan klinis: Dehidrasi berat memerlukan
tindakan segera. Anak dehidrasi berat mengalami
letargik atau tidak sadar atau terkulai. Anak kurang
minum atau tidak dapat minum sama sekali, dan kulit
sangat lambat kembali ke normal setelah dicubit.
Kewaspadaan klinis: Jika anak tidak dapat minum dan
jalur IV tidak dapat dipasang, pasang slang nasogastrik
dan berikan larutan ORALIT melalui slang.
Bab 7. Merawat anak di rumah sakit
80
Anak yang telah mengalami diare selama 14 hari atau lebih mungkin mengalami infeksi
serius. Penting untuk mendiagnosis infeksi dan mengatasinya dengan antibiotik. Juga
penting untuk memberi:
• cairan yang benar untuk mencegah dan mengatasi dehidrasi
• diet nutrisi yang tidak menyebabkan diare memburuk
• vitamin suplemen dan mineral karena banyak anak yang mengalami diare malnutrisi
Dua tipe diet yang secara khusus membantu.
• Untuk kedua diet, berikan satu cangkir penuh untuk setiap kilogram berat badan setiap
hari selama tujuh hari. Bila anak berespon terhadap diet, tambahkan buah segar dan
sayuran masak. Kemudian tingkatkan ke diet biasanya, termasuk susu.
• Jangan memberikan antibiotik untuk diare kecuali ini disebabkan oleh infeksi usus
(shigellosis, amoebiasis, atau giardiasis).
• Diare berdarah (disentri) biasanya disebabkan oleh bakteri shigella. Anak harus diobati
dengan antibiotik. Mereka juga harus diobati untuk dehidrasi dan, bila perlu, malnutrisi.
Merawat anak yang menderita malnutrisi berat
Anak malnutrisi berat mengalami pelisutan (marasmus) dan/atau wajah bengkak, tangan
dan kaki (kwashiorkor). Pengobatannya sama untuk kedua tipe malnutrisi ini.


Diet #1: Campurkan:
5 sendok teh penuh nasi
2/5 cangkir teh susu segar
3/4 sendok teh minyak
2/3 sendok teh peres gula
Tambahkan air secukupnya untuk membuat secangkir teh penuh
Diet #2: Campurkan:
1 sendok teh penuh nasi
2 butir telur kecil atau 1 ½ sendok teh penuh ayam cincang atau ikan masak
1 sendok teh minyak
2/3 sendok teh peres gula
Tambahkan air secukupnya untuk mem-buat secangkir teh penuh
Pedoman perawatan pasien
81
Pertama mencegah atau mengatasi gula darah rendah
dan suhu tubuh rendah (hipotermia)
• Tes gula darah dengan strip tes glukosa. Jika dipastikan gula
darah rendah, berikan 50 ml larutan glukosa 10% atau air gula.
Untuk membuat air gula larutkan 5 gram (1 sendok teh penuh)
gula dalam 50 ml (3 ½ sendok makan) air. Bila Anda tidak dapat
melakukan tes ini, asumsikan bahwa semua anak malnutrisi
memiliki gula darah rendah dan berikan mereka air gula.
• Periksa suhu anak. Jika di bawah 35°C suhu aksila atau 35,5°C
suhu rektal, mulai rehidrasi, jika diperlukan dan beri makan
anak. Tempatkan anak pada dada ibu dan tutupi keduanya.
Bila ibu tidak ada, tutup anak, termasuk kepala, dengan selimut
hangat. Tempatkan pemanas atau lampu didekatnya.
Jangan menggunakan botol panas.
• Periksa suhu anak setiap dua jam sampai meningkat suhunya
di atas 36,5°C. Pertahankan anak terselimuti sepanjang waktu.
Beri makan anak setiap dua jam, dengan menggunakan salah
satu resep yang ditunjukkan pada hlm. 80.
Mengoreksi ketidakseimbangan elektrolit anak
Semua anak malnutrisi memiliki terlalu banyak natrium (garam) dan terlalu
sedikit kalium dan magnesium. Pembengkakan (edema) sebagian akibat dari
ketidakseimbangan
ini. Berikan anak ekstra kalium dan magnesium dengan memberi
anak larutan ORALIT yang dimodifikasi, yang mencakup ekstra kalium dan elektrolit
lain, bila ada. Siapkan makanan anak tanpa garam, dan berikan makanan
tinggi kalium seperti wortel dan pisang. Haluskan makanan sehingga lunak dan
mudah bagi anak untuk memakannya.
Berikan air kelapa jika ada. Air kelapa adalah cairan yang sangat baik untuk pasien
dengan diare dan dehidrasi. Air ini aman untuk diminum dan kaya vitamin
dan mineral.
Mengobati infeksi
Jika anak menderita malnutrisi berat, tanda umum infeksi mungkin terlewatkan.
Karenanya, semua anak malnutrisi harus diatasi dengan antibiotik spektrum luas,
atau antibiotik untuk infeksi khusus, seperti shigellosis. Juga mencegah penyakit
berat lain dengan memberi vaksin campak pada anak yang tidak diimunisasi.
Bab 7. Merawat anak di rumah sakit
82
Mengoreksi defisiensi vitamin dan mineral
Anak dengan malnutrisi berat mengalami defisiensi vitamin dan mineral. Beri anak
suplemen multivitamin untuk memperbaiki defisiensi ini dan larutan ORALIT yang
dimodifikasi jika ada. Berikan zat besi hanya bila anak telah mulai meningkat berat
badannya. Jika anak tidak mendapat vitamin A dalam sebulan terakhir, berikan vitamin
tersebut sekarang.
Memberi makan anak dengan kewaspadaan
Penting untuk memulai pemberian makan pada anak sesegera mungkin. Beri makan
sedikit dan sering.
Anak harus mendapat 100 kalori per kilogram (kkal) berat badannya setiap hari dan 1-
1,5 g protein untuk setiap kilogram berat badan setiap hari. Jika anak menyusu,
dorong untuk melanjutkan menyusu pada ibu.
Apabila anak terlalu lemah untuk makan, suapi dengan sendok, pipet atau spuit (tanpa
jarum), atau gunakan slang nasogastrik.
Memberi stimulasi dan perawatan penuh kasih
Anak yang menderita malnutrisi berat akan lambat perkembangannya. Perawat dapat
membantu mengatasi keterlambatan ini dengan memberikan perawatan yang lembut,
penuh kasih, dan aktivitas bermain secepat mungkin anak cukup baik keadaannya, dan
dengan memberikan lingkungan yang ceria dan merangsang.
Tempatkan gambar terang di dinding dan tunjukkan hal ini pada anak. Dorong orang tua
untuk membawa barang mainan sederhana dari rumah dan letakkan dalam jangkauan
anak.
Bicara pada anak dan beri tahu anak, perawatan apa yang akan Anda berikan.
Dengarkan anak dan dorong ia bicara dengan Anda.
Dorong ibu menyusui dan memandikan anak dan bermain dengannya. Beri tahu ibu
bahwa ketika anak kembali ke rumah, ia perlu memperbaiki perkembangan-nya melalui
bermain, dan memberi makan anak makanan sehat beberapa kali sehari.
Anak lebih dari enam bulan harus diberi makan sedikitnya lima kali sehari. Beri tahu ibu
bahwa makanan yang baik yang diperlukan meliputi sereal dan umbi-umbian, kacang-
kacangan, makanan hewani seperti telur, susu, ikan atau daging, sejumlah kecil lemak
untuk memberi kalori tambahan, dan buah serta sayuran.
Pedoman perawatan pasien
83
Merawat anak yang menderita meningitis atau
malaria
Bila anak demam, cari sumber infeksi. Anak mungkin mengalami infeksi telinga,
infeksi saluran kemih, abses, dll. Bila anak mengalami ruam, ini dapat menunjukkan
demam dengue, penyakit meningokokus atau campak.
Cari tanda meningitis, seperti kaku leher dan mudah terangsang. Pada bayi
tanda ini juga mencakup menangis dengan nada tinggi, mengisap ASI buruk,
dan fontanel menegang atau menonjol, yang merupakan bagian lunak di kepala.
Konvulsi dapat menyembunyikan tanda-tanda meningitis.
Bila Anda melihat tanda meningitis, siapkan untuk mulai tindakan intravena
atau antibiotik intramuskular. Jangan menunggu hasil laboratorium. Makin cepat
Anda memulai tindakan, makin baik kesempatan Anda untuk berhasil. Dengan
cermat perhatikan asupan cairan anak dan haluran urine. Kelebihan beban
cairan pada anak dapat mengakibatkan pembengkakan otak makin buruk.
Pada area dengan insidensi malaria umum terjadi, semua anak yang
dihospitalisasi
harus dilakukan pembiakan darah untuk memeriksa parasit malaria.
Seperti pada malaria, anak mungkin juga mengalami anemia berat, gula darah
rendah, pernapasan dalam dan cepat (asidosis), ikterik, urine berwarna darah,
atau gagal ginjal. Anak dengan salah satu dari komplikasi ini adalah sangat sakit.
Mereka harus diatasi dengan quinin intravena atau intramuskular dan dipantau.
Periksa anak apakah ada demam dan dehidrasi serta haluaran urine. Perhatikan
tanda anemia.
Merawat anak yang menderita infeksi pernapasan
akut
Tanda umum infeksi saluran pernapasan adalah batuk, sulit bernapas, sakit tenggorok,
hidung tersumbat dan masalah telinga. Demam juga umum terjadi. Semua
anak dengan batuk atau kesulitan bernapas harus diperiksa untuk mengetahui
adanya pneumonia.
Pneumonia
Dengan cermat perhatikan penampilan
umum anak, usaha
untuk bernapas dan gerakan
dada. Hitung frekuensi perna-



Pernapasan cepat adalah tanda pneumonia.
Bab 7. Merawat anak di rumah sakit
84
1Anak yang tepat berusia 12 bulan akan mempunyai pernapasan cepat bila ia bernapas 40 kali
atau lebih per menit.
Anak bernapas dengan tarikan dinding dada ke dalam
Jika usia anak:
1 minggu sampai 2 bulan
2 bulan sampai 12 bulan
12 bulan1 sampai 5 tahun
Maka ia mempunyai frekuensi pernapas-an cepat jika Anda menghitung:
60 kali per menit atau lebih
50 kali per menit atau lebih
40 kali per menit atau lebih
pasan anak selama satu menit penuh. Perhatikan gerakan pernapasan dimana pun pada
dada atau abdomen anak. Bila Anda tidak dapat melihat gerakan ini dengan mudah,
minta ibu untuk membuka pakaian anak. Jika anak mulai menangis atau marah, minta
ibu menenangkan anak sebelum menghitung pernapasan anak.
Dengarkan untuk adanya bunyi kasar (stridor), ketika anak berinspirasi.
Dengarkan adanya mengi, ketika anak berekspirasi. Mengi disebabkan oleh penyempitan
jalan udara dalam paru-paru.
Periksa apakah ada chest indrawing (tarikan dinding dada ke dalam)—dinding dada
bawah ke dalam ketika anak berinspirasi.
Berdasarkan tanda ini, klasifikasi-kan anak sebagai:
· bukan pneumonia
· pneumonia (tidak berat)
· pneumonia berat
· penyakit sangat parah.
Bukan pneumonia
Anak yang tidak mengalami chest indrawing dan tidak mengalami pernapasan cepat
diklasifikasikan sebagai bukan pneumonia.
Pedoman perawatan pasien
85
Anak ini tidak perlu diberi antibiotik kecuali ia mengalami infeksi telinga.
Berikan nasihat ini pada ibu tentang perawatan di rumah:
• Pertahankan bayi tetap hangat
• Beri ASI dengan sering
• Bersihkan hidung anak bila ini memengaruhi makan
• Bawa anak kembali ke klinik dengan cepat bila:
 pernapasan menjadi sulit
 pernapasan menjadi cepat
 pemberian makan menjadi masalah
 anak atau bayi menjadi tambah sakit
 anak atau bayi mengalami demam.
Pneumonia (tidak berat)
Anak dengan pernapasan cepat dan tidak ada chest indrawing diklasifikasikan sebagai
menderita pneumonia (tidak berat).
Anak harus diberi antibiotik dan perawatan di rumah.
Beri tahu ibu untuk membawa anak ke klinik setelah dua hari untuk pengkajian ulang,
atau lebih awal jika kondisi anak memburuk.
Pneumonia berat
Jika anak mengalami chest indrawing tetapi tidak sianosis dan dapat minum, anak ini
diklasifikasikan menderita pneumonia berat.
Anak ini harus tetap di rumah sakit dan harus diberi antibiotik. Pertahankan bayi tetap
hangat.
(Catatan: Anak dengan chest indrawing dan mengi kambuhan dapat mengalami asma
bukan pneumonia berat. Anak asma diatasi dengan cara berbeda).
Penyakit sangat berat
Jika anak mengalami tanda bahaya berikut, ia mengalami penyakit sangat berat:
Bab 7. Merawat anak di rumah sakit
86
• sianosis
• ketidakmampuan untuk minum
• mengantuk abnormal atau kesulitan bangun
• stridor pada anak tenang
• malnutrisi berat
• konvulsi.
Anak dapat juga menunjukkan chest indrawing atau tarikan dinding dada ke dalam.
Anak yang diklasifikasi menderita penyakit sangat berat harus mendapat pengobatan
rumah sakit urgen oleh dokter ahli.
Bila anak sianosis, atau frekuensi pernapasan di atas 70 kali per menit, atau gawat
pernapasan, berikan osigen pada frekuensi 1-2 liter per menit.
Bayi harus dipertahankan hangat.
Bila anak mengalami demam tinggi, atasi demam dengan parasetamol.
Pada area dengan kasus malaria tinggi, Anda harus selalu memberi antimalaria bila anak
mengalami demam.
Jika anak mengi, berikan bronkodilator seperti salbutamol atau epinefrin. Ini akan
membuka jalan udara dan merelakskan spasme bronkus. Salbutamol diberikan dengan
nebulizer dan melalui mulut. Epinefrin diberikan di bawah kulit (injeksi subkutan).
Dorong anak untuk minum atau menetek.
Kewaspadaan klinis: Pada bayi di bawah usia dua bulan,
curigai penyakit berat atau sangat berat atau penyakit
lain dengan tanda berikut: kemampuan makan yang
buruk, warna kebiruan, mengantuk abnormal atau sulit
terjaga, stridor, mengi, mengorok, pernapasan cuping
hidung, demam atau suhu tubuh rendah, atau konvulsi.
Pedoman perawatan pasien
87
Infeksi telinga dan tenggorok
• Jika anak mengalami nyeri telinga atau pus mengalir dari
telinga, ia mungkin mengalami infeksi telinga. Beri anak ini
antibiotik tepat seperti untuk pneumonia.
Juga atasi demam dan keringkan
telinga. Untuk melakukan hal
ini, gulung kapas bersih dan halus.
Tempatkan dengan perlahan dalam
telinga anak, dan ganti bila basah.
Tempatkan gulungan kapas baru
yang kering dan lanjutkan sampai
telinga kering. Ini disebut pemasangan
tampon.
• Jika anak mengalami bengkak nyeri, tekan di belakang telinga,
mungkin ada infeksi dalam di tulang mastoid, disebut
mastoiditis. Obati anak ini segera dengan antibiotik. Ia mungkin
memerlukan pembedahan.
• Jika anak mengalami sakit tenggorok dengan pembengkakan
kelenjar di depan leher, periksa tenggorok. Jika anak menunjukkan
ada pus putih atau kuning pada tenggorok, ia mungkin
mengalami infeksi streptokokus. Anda harus mengobati anak
ini dengan antibiotik untuk mencegah demam reumatik.
Campak, pertusis, dan difteri
Campak, pertusis, dan difteri dapat dicegah dengan imunisasi. Anak yang belum
diimunisasi dapat meninggal karena infeksi pernapasan akut yang disebabkan
oleh penyakit ini. Oleh karenanya, mereka harus diobati dengan segera.
Campak
• Anak yang menderita campak mengalami demam, ruam
menyeluruh dan batuk, hidung tersumbat dan mata kemerahan.
• Bila anak yang menderita campak menunjukkan tanda bahaya
penumonia, atau mengalami diare berdarah atau infeksi
telinga akut, obati anak ini dengan antibiotik sekaligus. Sebaliknya
jangan menggunakan antibiotik untuk campak.
• Anak yang menderita campak juga harus mendapat vitamin
A untuk mencegah infeksi mata. Jika mata anak berkabut dan
pus mengalir dari mata, ia juga harus diobati dengan salep
mata tetrasiklin. Jangan menggunakan salep mata steroid.
Tampon telinga
Bab 7. Merawat anak di rumah sakit
88
· Jika anak mengalami sariawan mulut, bersihkan mulut dengan air bersih dan sejumput
garam sedikitnya empat kali sehari.
· Jika anak mengalami diare, berikan larutan ORALIT.
· Observasi anak dengan ketat untuk tanda bahaya, termasuk ketidakmampuan minum,
penurunan kesadaran, stridor, atau konvulsi.
· Dianjurkan bahwa anak campak diisolasi sampai empat hari setelah ruam mulai
muncul. Anak yang kontak dengan anak sakit harus mendapat vaksin campak kecuali
mereka dapat membuktikan bahwa mereka telah diimunisasi.
Pertusis
Pertusis atau batuk rejan menyebabkan batuk spasmodik yang hebat. Anak dapat
berubah menjadi biru atau mengalami konvulsi atau mengalami periode tidak bernapas
(apnea). Pneumonia adalah komplikasi paling sering.
Difteri
Difteri diindikasikan oleh membran keabu-abuan pada tenggorok yang tidak dapat
dihilangkan dengan swab. Anak perlu diobati dengan segera dengan antibiotik dan
antitoksin difteri.
Penyakit kronis
Beberapa anak di rumah sakit ketidakmampuan atau mengalami penyakit kronis seperti
penyakit jantung dan kanker. Anak ini mungkin sering masuk rumah sakit. Beberapa
anak tinggal di rumah sakit dalam waktu yang lama.
Anak ini perlu perawatan khusus sehingga mereka akan tumbuh dan berkem-bang
secara normal. Mereka memerlukan rasa dicintai dan aman. Mereka perlu merasa
diterima sebagai individu, meskipun mereka berbeda. Mereka perlu mengetahui bahwa
orang tua mereka bahagia dan senang ketika mereka sedang belajar melakukan sesuatu
yang baru, mereka perlu mengetahui apa yang dapat dan tidak dapat mereka lakukan.
Saat mereka bertambah dewasa, mereka perlu diizinkan untuk memutuskan lebih
banyak hal untuk diri mereka sendiri.
Anak juga perlu belajar. Mereka belajar melalui bermain, bicara dan bernyanyi.
Berikan perhatian khusus pada anak di rumah sakit yang menderita penyakit kronis dan
ketidakmampuan. Dorong anggota keluarga untuk meluangkan waktu sebanyak mungkin

dengan mereka. Bicara dengan anak. Bernyanyi dengan 


Pedoman perawatan pasien
89
mereka. Dorong mereka untuk membacakan cerita. Coba untuk menemukan
sesuatu yang dapat dimainkan dengan anak. Saat mereka tambah besar, libatkan
mereka dalam keputusan tentang perawatan harian mereka. Dorong anggota
keluarga untuk menemukan cara membantu anak mereka berkembang secara
normal.
Mengimunisasi anak
Ketika anak datang ke rumah sakit, selalu tanyakan ibu mereka apakah anak telah
diimunisasi terhadap tuberkulosis, difteria, batuk rejan, tetanus, poliomielitis
dan campak. Bila anak belum mendapat semua imunisasi ini, berikan pada anak
sebelum mereka dipulangkan.
Bila ibu belum diimunisasi, beri ibu vaksin tetanus.
Melibatkan keluarga dalam perawatan
Ibu adalah pemberi perawatan terbaik untuk anak. Penting untuk melibatkan ibu
dalam perawatan anak.
Dengarkan ibu untuk mengetahui bagaimana ia melihat penyakit anak. Puji
tindakannya membawa anak ke rumah sakit, dan tunjukkan penghargaan atas
pemahamannya terhadap anak.
Jelaskan pada ibu apa yang akan Anda lakukan untuk anak dan mengapa. Tunjukkan
ibu alat yang akan Anda gunakan, sehingga ia tidak ketakutan terhadap
hal itu.
Biarkan ibu menggendong anak ketika Anda memberikan injeksi. Beri tahu ibu
dan anak bahwa ini akan sakit, sehingga mereka tidak terkejut. Dorong ibu untuk
menenangkan anak setelahnya.
Jika anak memerlukan larutan ORALIT, tunjukkan pada ibu bagaimana cara
memberikan makan anak dengan sendok dan cangkir.
Jika ayah, nenek atau anggota keluarga lain datang ke rumah sakit atau pusat
kesehatan, dorong mereka terlibat dalam perawatan anak.
Mengajarkan ibu merawat anaknya di rumah
Sebelum anak pulang, beri ibu instruksi jelas tentang perawatan lanjutan. Buat
hal berikut jelas bagi ibu:




Bab 7. Merawat anak di rumah sakit
90
• Yakinkan anak mendapat banyak cairan. Jika anak menyusu, tingkatkan menyusu ASI.
• Yakinkan anak tidak terlalu kepanasan atau kedinginan.
• Berikan anak sebanyak mungkin makanan bergizi.
• Berikan obat dengan benar.
• Bawa anak kembali bila ia bertambah parah, mengalami kesulitan bernapas,
pernapasan cepat, atau tidak dapat minum.
• Ajarkan ibu bagaimana memantau kesehatan anak dan mencegah masalah yang akan
datang.
• Beri tahu ibu bahwa anak harus menerima pemeriksaan kesehatan teratur pada klinik
setempat sampai ia usia sekolah.
• Tunjukkan ibu kartu pertumbuhan. Beri tahu ibu bagaimana mengukur berat badan dan
tinggi badan anak dengan tepat untuk memastikan bahwa anak tumbuh sebagaimana
mestinya.
• Jelaskan pada ibu bahwa anak memerlukan makanan yang cukup agar tumbuh
sebagaimana mestinya. Ajarkan ibu tentang makanan yang diperlukan anak. Termasuk:
 daging, ikan, telur, kacang-kacangan dan miju-miju
 kentang, beras, pisang raja, talas, singkong
 buah dan sayuran
 susu
 beberapa makanan tinggi kalori seperti minyak dan gula.
• Jelaskan pentingnya kebersihan, terutama mencuci tangan. Setiap orang dalam
keluarga harus mencuci tangan mereka setiap pagi, sebelum setiap kali makan, setelah
ke toilet, dan sebelum membantu anggota keluarga lain dalam hal makan, berpakaian,
dll.
• Tekankan pentingnya makanan bersih dan air bersih. Beri tahu ibu bahwa air dari
sumur atau sungai harus direbus. Makanan harus dimasak secara seksama dan makan
segera setelah dimasak.
• Jelaskan pentingnya menyusui bayi. Beri tahu ibu bahwa ASI lebih baik untuk bayi
daripada susu botol.
• Jelaskan pentingnya memberi semua anak imunisasi terhadap penyakit infeksi.
Pedoman perawatan pasien
91
• Tunjukkan pada ibu bagaimana merawat anak yang sakit.
Misalnya, beri tahu ibu untuk memberi satu gelas cairan rehidrasi
setiap kali anak defekasi berair atau berdarah. Jelaskan
bahwa cairan apapun bila diberikan cukup dini, akan membantu
mencegah dehidrasi.
• Beri tahu ibu bahwa kadang obat rumah yang teruji bekerja
dengan baik seperti teh herbal untuk batuk dan pilek dan air
kelapa atau air beras untuk diare. Bantu ibu untuk menggunakan
obat ini dalam perawatannya. Namun, ibu tidak boleh
bergantung pada obat di rumah untuk penyakit serius. Ia harus
membawa anak ke klinik tanpa ragu-ragu. Beri tahu ibu untuk
memperhatikan tanda bahaya ini.
 Anak tidak dapat minum atau menyusu ASI
 Anak menjadi lebih sakit
 Anak mengalami demam
 Anak mengalami pernapasan cepat atau kesulitan bernapas
 Anak menunjukkan darah dalam feses
 Anak letargik atau mengalami konvulsi.
• Tanyakan pada ibu jika ia khawatir tentang kesehatannya
sendiri. Bantu ibu mendapat perawatan bila ia mengalami masalah
kesehatan. Beri informasi mengenai bagaimana merawat
kesehatannya sendiri.
Gunakan langkah dasar berikut untuk mengajar ibu:
• Beri informasi
• Tunjukkan dengan contoh
• Biarkan ia mempraktikkan sendiri
• Periksa pemahamannya.
Beri informasi
Jelaskan pada ibu bagaimana melaksanakan tugasnya. Sebagai contoh, beri tahu
ibu bagaimana menyiapkan larutan ORALIT atau bagaimana meredakan sakit
tenggorok.
Bab 7. Merawat anak di rumah sakit
92
Tunjukkan dengan contoh
Biarkan ibu memperhatikan Anda mencampur larutan ORALIT atau tunjukkan padanya
obat rumah yang aman untuk sakit tenggorok yang dapat ia buat di rumah.
Biarkan ia mempraktikkan sendiri
Minta ibu melakukan tugas saat Anda memperhatikan. Misalnya, biarkan ia mencampur
larutan ORALIT atau mengatakan pada Anda bagaimana ia menyiapkan obat sakit
tenggorok di rumah.
Memeriksa pemahamannya
Jangan mengajukan pertanyaan “ya” atau “tidak”.
Pertanyaan yang baik membuat ibu me-ngatakan pada Anda mengapa, bagai-mana atau
kapan ia akan memberikan pengobatan. Bila ia tidak dapat men-jawab dengan tepat,
berikan lebih ba-nyak informasi atau perjelas instruksi Anda.
Selalu menghargai ibu dari anak yang sakit.
Pedoman perawatan pasien
93
Merawat pasien maternitas

8
Bab ini ditulis untuk perawat di rumah sakit kecil yang bekerja dengan dokter atau bidan.
Tidak semua rumah sakit kecil dapat memberikan tindakan khusus atau pembedahan
yang diperlukan oleh wanita yang mengalami masalah selama persalinan dan pelahiran.
Wanita yang mungkin mengalami masalah baik selama kehamilan dan saat melahirkan
perlu dirujuk ke dokter atau bidan yang dapat merawat mereka dengan cermat selama
kehamilan dan memberikan nasihat tentang tempat melahirkan yang tepat. Ini adalah
peran perawat untuk membantu memutuskan apakah wanita tersebut perlu dirujuk ke
fasilitas kesehatan untuk mendapat pelayanan obstetrik esensial. Anda perlu mengetahui
tanda-tanda apa yang harus diperhatikan untuk melihat apakah wanita tersebut perlu
dirujuk.
Memeriksa kondisi risiko dalam kehamilan
Perhatikan pada kartu antenatal. Bicara pada wanita tersebut untuk melihat apakah ia
mengalami kondisi risiko di bawah ini:
• Usia sangat muda atau lebih dari 35 tahun
• Tinggi badan sangat pendek
• Kurang dari dua tahun sejak kelahiran anak terakhir
• Lebih dari empat kali kehamilan sebelumnya
• Sebelumnya mengalami kesulitan pelahiran
• Sebelumnya melahirkan dengan seksio sesaria
• Bayi lahir meninggal (stillbirh) atau keguguran di masa lalu


94
• Bayi prematur atau sangat kecil di masa lalu
• Perdarahan selama kehamilan lalu atau perdarahan selama kehamilan yang sekarang
• Tekanan darah tinggi saat ini atau selama kehamilan sebelumnya
• Kehamilan kembar saat ini atau sebelumnya
• Abdomen lebih besar dari normal untuk usia kehamilan
• Ibu mengalami masalah medis, seperti anemia berat, tuberkulosis, penyakit jantung,
diabetes, malaria, penyakit hati, penyakit ginjal, infeksi saluran kemih, atau penyakit
menular seksual
• Ibu malnutrisi
Wanita dengan kondisi risiko ini perlu dirawat di fasilitas kesehatan yang dilengkapi
dengan staf dan peralatan untuk memberikan pelayanan obstetrik esensial, termasuk
pembedahan.
Tanda bahaya selama kehamilan
Suatu tanda bahaya berarti bahwa wanita tersebut dapat mengalami masalah serius.
Wanita ini perlu perawatan segera dari bidan atau dokter. Tanda bahaya yang paling
sering selama kehamilan adalah:
• Perdarahan dari vagina
• Sakit kepala hebat, pusing, dan penglihatan kabur
• Wajah, tangan, dan kaki membengkak
• Demam
• Warna kulit tidak normal (pucat)
• Nyeri abdomen atau nyeri tekan.
Pengobatan medis yang segera dapat mencegah kematian ibu dan anak.


Atur untuk perawatan medis segera bila ibu mengalami
tanda bahaya.
Pedoman perawatan pasien
95
Tiga kala persalinan
Terdapat tiga kala persalinan:
• Kala satu persalinan adalah ketika kontraksi menimbulkan nyeri
dan teratur, mendorong bayi turun dan membuka serviks.
• Kala dua persalinan adalah ketika serviks terbuka penuh (dilatasi)
dan bayi keluar. Kala dua berakhir ketika bayi lahir.
• Kala tiga persalinan adalah waktu setelah bayi dilahirkan ketika
plasenta terpisah dari uterus dan keluar. Kala tiga berakhir
ketika plasenta keluar.
Memutuskan apakah persalinan normal atau
ada tanda risiko
Ketika wanita bersalin datang ke rumah sakit, pertama putuskan apakah ia dalam
persalinan normal atau ia mempunyai tanda-tanda risiko (lihat di bawah).
Tanda persalinan normal (kala satu persalinan)
• Kontraksi makin lama, lebih kuat dan saling berdekatan.
• Bayi mulai keluar setelah 12 jam persalinan atau kurang untuk
wanita yang pernah melahirkan bayi sebelumnya; 24 jam atau
kurang untuk bayi pertama.
• Sejumlah kecil mukus terwarnai darah dapat terlihat dua sampai
tiga hari sebelum mulai persalinan dan berlanjut selama
persalinan.
• Jika “air” ketuban pecah, warnanya jernih seperti air biasa.
• Suhu tubuh ibu tetap di bawah 37,8oC.
• Tekanan darah ibu tetap normal dan tetap di bawah 140/90.
• Tekanan darah ibu tidak tiba-tiba turun.
• Nadi ibu ada antara 60 dan 100 kali per menit.
Tanda berisiko pada kala satu persalinan
Bila ibu mengalami tanda risiko berikut, ia perlu melahirkan bayi di rumah sakit
yang dapat memberikan pelayanan obstetrik darurat esensial.



Bab 8. Merawat pasien maternitas
96
• Persalinan terjadi sebelum bulan kedelapan kehamilan.
• Ibu mengalami demam lebih dari 37,8oC.
• Nadi ibu lebih dari 100 kali per menit.
• Ibu mempunyai kondisi serius yang disebut preeklampsia. Ketika ibu mengalami
preeklampsia, tekanan darahnya lebih tinggi dari 140/90 dan ia mengalami
pembengkakan pada wajah dan tangan, sakit kepala, dan masalah penglihatan.
• Ibu mengalami kekakuan (konvulsi).
• Ketuban pecah tetapi persalinan tidak terjadi dalam delapan jam.
• Meskipun kontraksi kuat, persalinan berakhir lebih dari 12 jam untuk wanita dengan
kehamilan sebelumnya, atau 24 jam untuk bayi pertama.
• Ibu mengalami jumlah perdarahan yang tidak lazim. Ini meliputi bekuan darah, darah
segar atau lebih dari “yang tampak”.
• Ibu merasa nyeri antara kontraksi dan uterus tetap keras.
• Denyut jantung bayi lebih dari 160 kali per menit atau kurang dari 110 kali per menit.
• Tali pusat keluar sebelum bayi lahir.
Jika wanita datang ke rumah sakit dengan salah satu tanda tersebut atau jika ia
mengalaminya selama persalinan, wanita perlu perawatan obstetrik darurat. Ia dan
bayinya ada dalam bahaya kematian. Dapatkan segera bantuan.
Bagaimana memeriksa ibu dalam persalinan
Ketika ibu tiba di rumah sakit dalam persalinan, periksa kondisi ibu dan bayi. Jika ada
tanda risiko persalinan abnormal, atur untuk ibu segera mendapatkan bantuan ahli
obstetrik.
Periksa posisi bayi. Kebanyakan bayi berposisi dengan kepala di bawah. Jika ibu ada
dalam persalinan aktif dan kepala bayi di atas di bawah iga atau jika posisi bayi
melintang, atur untuk menempatkan ibu pada fasilitas kesehatan yang mempunyai
pelayanan obstetrik darurat. Ibu mungkin memerlukan pembedahan untuk melahirkan
bayi tersebut.


Pedoman perawatan pasien
97
Periksa denyut jantung bayi. Denyut jantung bayi sehat antara 120 dan 160 kali
per menit selama persalinan. Denyut ini dapat berubah cepat atau lambat. Denyut
harus tetap dalam rentang 120 dan 160. Lanjutkan untuk memeriksa denyut
jantung bayi setiap setengah jam selama persalinan.
Periksa suhu ibu. Ukur suhu ibu ketika ia datang ke rumah sakit. Lanjutkan untuk
mengukur suhu sedikitnya setiap empat jam selama ia di rumah sakit. Jika Anda
tidak mempunyai termometer, sentuh dahi untuk meraba apakah ia panas. Jika
ia merasa panas atau jika suhunya di atas 37,8oC, ia mungkin mengalami infeksi.
Dapatkan bantuan medis dan berikan ia banyak cairan dan parasetamol untuk
menurunkan demam.
Periksa tekanan darah ibu. Ukur tekanan darah ibu ketika ia datang ke rumah
sakit. Periksa setiap jam. Jika tekanan darahnya terus meningkat, periksa setiap 15
sampai 30 menit. Ingat, jika tekanan darah meningkat, hal ini merupakan tanda
risiko. Dapatkan bantuan medis.
Tanda risiko lain adalah tekanan darah diastolik (angka bawah) tiba-tiba turun 15
angka atau lebih. Hal ini berarti ia mengalami perdarahan di dalam. Dapatkan
bantuan medis.
Periksa nadi ibu. Pada persalinan awal, nadi ibu harus antara 60 dan 100 kali per
menit di antara kontraksi. Jika nadinya di atas 100 di antara kontraksi, ia mungkin
mengalami infeksi, atau perdarahan di dalam, atau dehidrasi.
Tanyakan pada ibu apakah ketuban sudah pecah. Jika ketuban sudah pecah
mikroorganisme dapat bergerak masuk ke uterus. Untuk mencegah infeksi pada
ibu dan bayi:
• Jangan melakukan pemeriksaan vagina
• Jangan menempatkan apa pun ke dalam vagina ibu
• Jangan membiarkan ibu duduk dalam air untuk mandi.
Bagaimana mencegah masalah selama kala
satu persalinan
Asuhan keperawatan yang baik penting untuk mencegah masalah dalam persalinan
dan untuk memantau kesehatan ibu dan bayi.


Bab 8. Merawat pasien maternitas
98
Ganti seprai di bawah ibu jika basah atau kotor. Ganti pakaian dan pembalut
ketika sangat basah. Ketika Anda mengganti seprai, periksa apakah ibu mengalami
pendarahan terlalu banyak, mengeluar-kan bekuan darah, atau mengeluarkan air yang
berwarna cokelat, kuning atau hijau. Bila Anda melihat tanda risiko ini, segera lakukan
tindakan.
Yakinkan ibu minum sedikitnya satu gelas air setiap jam. Jika ibu muntah dan
tidak dapat minum segelas air sekaligus, minta ia minum seteguk setelah setiap
kontraksi. Minum minuman seperti air kelapa, teh dengan madu atau gula, dan jus buah
dicampur dengan air akan memberi tenaga untuk persalinan. Biarkan ibu makan atau
minum apa pun yang ia inginkan.
Yakinkan ibu berkemih sedikitnya sekali setiap dua jam. Bila kandung kemih ibu
sangat penuh, hal ini dapat menyebabkan masalah dalam persalinan dan membuat
persalinan menjadi lama.
Lima bersih
Kebersihan adalah cara terbaik untuk mencegah
infeksi
Membersihkan tangan.
Membersihkan perineum.
Membersihkan permukaan tempat untuk pelahiran.
Kebersihan dalam pemotongan tali pusat.
Kebersihan dalam merawat tali pusat bayi baru lahir.
Kewaspadaan klinis: Enema tidak perlu dan tidak boleh
diberikan kecuali diminta oleh ibu.
Kewaspadaan klinis: Jangan mencukur rambut pubis.
Pencukuran dapat menyebabkan infeksi.
Pedoman perawatan pasien
99
Yakinkan ibu mengganti posisi setiap jam. Ibu tidak boleh berbaring telentang.
Posisi ini memilin pembuluh darah dan membuat sirkulasi darah lebih sulit.
Periksa tanda kemajuan persalinan. Tanda kemajuan persalinan meliputi:
• kontraksi makin lama, makin kuat, dan saling berdekatan
• ibu mengatakan kontraksi
terasa lebih kuat
• uterus terasa lebih
keras selama kontraksi
ketika Anda
menyentuhnya
• jumlah mukus terwarnai
darah meningkat
• ketuban pecah
• ketika ibu mengalami
desakan mengejan
yang kuat, kala dua
persalinan (kelahiran)
mungkin mendekat atau sedang mulai
Mulai membuat rencana untuk mendapatkan bantuan ahli untuk ibu bila batas
waktu ini mulai menyempit.
Membantu membuat kelahiran lebih aman dan
lebih mudah (kala dua persalinan)
Bidan atau dokter akan selalu membantu
untuk melahirkan bayi. Perawat
masih mempunyai peran yang penting
untuk dimainkan.
• Atur agar ibu melahirkan di tempat
yang melindungi privasinya. Suhu ruangan
setidaknya 25oC sehingga bayi
tidak terlalu kedinginan.


Jika persalinan berlangsung lebih dari 12 jam untuk
wanita yang sebelumnya pernah melahirkan atau 24 jam
untuk bayi pertama, ini adalah tanda risiko penting.
Dapatkan bantuan medis ahli untuk ibu tersebut.
Jangan menghardik atau mengancam ibu. Menakuti atau
mengecewakan ibu dapat memperlambat kelahiran.
Bab 8. Merawat pasien maternitas
100
• Yakinkan bahwa alat steril ditempatkan di tempat bersih yang mudah dijangkau.
• Bersihkan alat kelamin ibu secara lembut dan hati-hati, menggunakan air bersih atau
matang dan desinfektan jika Anda punya.
• Pertahankan alas ibu bersih dan pakaian yang sangat bersih di dekatnya pada keadaan
diperlukan selama kelahiran. Jika ada feses keluar ketika ibu mengejan, bersihkan
dengan kain bersih. Bila mungkin mandikan ibu.
• Periksa tekanan darah ibu setiap 30 menit.
• Bantu bidan untuk memutuskan apakah persalinan berjalan dengan normal. Selama
bayi terus bergerak turun dan ibu kuat, tidak perlu dikhawatirkan, meskipun
kemajuannya lambat. Yakinkan ibu terus minum air dan terus berkemih. Jika genitalia
tidak menonjol setelah 30 menit mengejan kuat, ini berarti kepala tidak turun. Jika bayi
tidak turun sama sekali setelah satu jam mengejan, ini merupakan tanda kemungkinan
ada masalah.
Tanda risiko selama kelahiran
(kala dua persalinan)
• Bayi tidak lahir setelah satu sampai dua jam kontraksi kuat atau
mengejan yang baik.
• Darah keluar memancar sebelum bayi lahir.
• Air berwarna cokelat, kuning, atau hijau.
• Denyut jantung bayi lebih dari 160 atau kurang dari 90 kali per menit.
• Tali pusat melilit dengan ketat melingkari leher bayi.
• Bayi terjebak pada bahunya.
• Kaki dan tungkai bayi keluar lebih dulu (kelahiran presentasi bokong)
• Bayi sangat kecil atau lebih dari lima minggu lebih dini dari tanggal perkiraan lahir.
Asuhan keperawatan pada kala tiga persalinan
Kala 3 dimulai ketika bayi dilahirkan dan berakhir ketika plasenta keluar.



Kewaspadaan klinis: Mendorong abdomen ibu untuk
mengeluarkan bayi adalah tindakan berbahaya.
Pedoman perawatan pasien
101
Asuhan keperawatan ibu
Perhatikan tanda kapan plasenta terpisah dari uterus. Plasenta biasanya lepas
beberapa menit setelah kelahiran, tetapi mungkin sampai setengah jam. Tanda
bahwa plasenta telah lepas meliputi:
• sedikit pancaran darah
keluar dari vagina.
• tali pusat lebih panjang
• uterus naik setinggi umbilikus
atau di atas umbilikus.
Bagian atas uterus
(fundus) terasa lebih bulat
dan lebih keras.
Bila plasenta telah terpisah,
ibu harus dapat
mengejankan keluar
ketika ia kontraksi.
Kadang bidan perlu menarik plasenta keluar dengan perlahan pada tali pusatnya.
Ini hanya dilakukan setelah plasenta benar-benar terlepas.
Perhatikan adanya perdarahan hebat. Jika darah memancar keluar atau jika
wanita mengalami perdarahan lebih dari dua cangkir darah, ini adalah tanda
bahaya.
Perhatikan adanya kekakuan (konvulsi). Jika wanita mengalami pre-eklampsia
(pembengkakan dan tekanan darah tinggi) selama kehamilan atau persalinan,
ia mungkin mengalami kekakuan (konvulsi) pada 24 sampai 48 jam pertama
setelah melahirkan.
Setelah plasenta keluar, bidan akan memeriksa bagian atas dan dasar plasenta
dan membran untuk meyakinkan semuanya telah keluar.
Asuhan keperawatan pada bayi
Keringkan bayi dan pertahankan hangat.
Tidak perlu memandikan bayi. Bayi akan
cepat kehilangan panas tubuhnya jika ia
tidak segera dikeringkan setelah lahir.
Pengeringan juga merangsang bayi bernapas.
Kewaspadaan klinis: Penarikan tali pusat dapat
membahayakan. Penarikan kuat pada tali pusat dapat
memutuskannya dari plasenta atau dapat menarik
uterus keluar. Tindakan ini dapat membunuh ibu.
Kewaspadaan klinis: Bayi baru lahir tidak perlu
dimandikan
Bab 8. Merawat pasien maternitas
102
Setelah pengeringan, bungkus bayi dalam kain kering atau tempatkan bayi pada
sentuhan kulit-ke-kulit payudara atau perut ibu. Kemudian tutupi bayi. Jangan lupa
menutupi kepala bayi. Anda dapat memeriksa bayi dan memotong tali pusat ketika ia
berbaring di atas ibu. Ketika Anda merawat bayi, pertahankan sebanyak mungkin tubuh
yang terselimuti.
Bila cuaca panas, jangan membungkus bayi dengan selimut atau pakaian tebal. Terlalu
banyak panas berbahaya. Hal ini akan menyebabkan bayi dehidrasi.
Periksa kesehatan bayi.
• Pernapasan: Bayi baru lahir harus mencoba bernapas dalam satu sampai dua menit
setelah lahir. Normalnya bayi baru lahir memerlukan lebih dari 60 kali pernapasan per
menit dalam dua jam pertama setelah lahir.
• Menangis: Menangis kuat berarti bahwa bayi bernapas dengan baik. Jangan memukul
atau menyakiti bayi untuk membuatnya menangis.
• Denyut jantung: Jantung bayi baru lahir harus berdenyut antara 120 dan 160 kali per
menit. Jika denyut jantung bayi kurang dari 100, dapatkan bantuan segera.
• Gerakan: Bayi sehat harus secara aktif menggerakkan lengan atau kakinya.
• Warna: Banyak bayi biru ketika mereka lahir, tetapi dengan cepat berwarna normal
dalam satu sampai dua menit. Jika bayi tetap biru, ia memerlukan pertolongan.
Berikan bayi injeksi intramuskular vitamin K, jika ini adalah kebijakan di negara
Anda. Berikan injeksi pada paha bayi.
Bantu bayi memulai menyusu. Bayi harus menyusu ASI sesegera mungkin setelah
lahir.
Air susu ibu adalah se-mua yang diperlukan ba-yi selama empat sampai enam bulan
pertama kehidupan. Tidak ada kebutuhan untuk memberi bayi air.
Bantu ibu untuk menyusui bayi dalam posisi yang benar.
Tubuh bayi harus dipalingkan ke arah ibu. Mulut bayi harus
mencakup puting dan kulit berwarna kecoklatan (aerola) yang
mengitari puting. Dagu bayi harus menyentuh payudara.
Pedoman perawatan pasien
103
Tidak ada kebutuhan untuk memberikan yang lain, seperti air gula pada bayi,
sementara menunggu ASI keluar.
Cairan pertama yang keluar dari payudara ibu setelah kelahiran (kolostrum) harus
diberikan pada bayi. Kolostrum melindungi bayi dari infeksi.
Pertahankan bayi dengan ibunya. Bayi
harus dibiarkan mengisap sesering ia
inginkan, siang dan malam hari. Makin
banyak bayi menyusu, makin banyak ASI
yang diproduksi. Kedua payudara harus
digunakan pada setiap kali menyusui.
Menyusui harus tetap berlanjut meskipun
bayi sakit.
Berikan obat pada mata bayi untuk
mencegah kebutaan. Pertama, usap
dengan perlahan mata bayi untuk membersihkan.
Kemudian berikan salep mata
tetrasiklin 1%, salep eritromisin 0,5% atau 1% tetes nitrat perak pada setiap mata
bayi. Lakukan ini dalam jam pertama kelahiran.
Asuhan keperawatan ibu dalam enam jam pertama
setelah kelahiran
Mencegah perdarahan hebat. Periksa
uterus dengan segera setelah plasenta
keluar. Periksa sekali lagi setiap 15
menit selama satu jam, dan kemudian
setiap 30 menit selama satu sampai
dua jam berikutnya. Puncak uterus
(fundus) harus keras. Jika lunak, dengan
perlahan masase uterus sampai
mengeras.
Periksa pembalut ibu dengan sering.
Setelah kelahiran, normal apabila ibu
mengalami perdarahan seolah ia mengalami menstruasi normal. Jika perdarahan
yang dialami oleh ibu lebih dari ini, hal tersebut berbahaya. Laporkan segera hal
tersebut pada dokter atau bidan.


Bayi mengisap dalam posisi yang baik
Kewaspadaan klinis: Jika uterus terasa keras tetapi
bertambah besar, uterus mungkin berisi darah. Hal ini
berbahaya. Dapatkan bantuan dengan segera.
Bab 8. Merawat pasien maternitas
104
Pantau tekanan darah dan nadi ibu. Ukur tekanan darah ibu dan nadi setiap 15
menit selama satu jam dan kemudian setiap jam selama empat jam berikutnya.
Laporkan pada dokter atau bidan jika ada peningkatan nadi atau penurunan tekanan
darah.
Bantu ibu untuk membersihkan dirinya sendiri, dan ganti seprainya.
Periksa area genital ibu apakah ada robekan dan pembengkakan.
Pastikan ibu berkemih.
Beri ibu Vitamin A jika hal ini adalah kebijakan di negara Anda.
Beri ibu minum dan tawarkan makanan.
Asuhan keperawatan bayi dalam enam jam setelah kelahiran
Berikan keluarga waktu untuk bersama bayi. Pertahankan bayi bersama ibu
sebanyak mungkin.
Dorong ibu menyusui bayi sesering bayi menginginkannya.
Pertahankan ujung tali pusat kering dan bersih. Tutup dengan kasa steril, jika ada.
Jangan menempatkan apapun pada puntung tali pusat.
Beri bayi BCG 0,05 cc di antara lapisan kulit (intradermal) sebelum pulang.
Pada beberapa negara, juga merupakan kebijakan untuk memberi imunisasi Hepatitis B
dan poliomielitis pada bayi baru lahir.
Apa yang dilakukan dalam keadaan darurat sementara menunggu
bantuan
Jika bayi mulai keluar sebelum bidan atau dokter tiba, perawat perlu membantu proses
kelahiran bayi tersebut.
Bayi mulai keluar sebelum bidan tiba. Ketika kepala bayi hampir siap untuk lahir,
bantu ibu untuk mengambil posisi yang baik. Perintahkan ibu mengejan dengan
perlahan. Kemudian ketika kepala akan keluar beri tahu ibu untuk berhenti mengejan
sehingga kepala bayi keluar dengan perlahan. Sokong kepala bayi saat ia keluar.



Pedoman perawatan pasien
105
Setelah kepala lahir, periksa apakah tali pusat melilit leher. Jika tali pusat melilit
leher, dengan perlahan kendurkan dan lepaskan dari kepala dan bahu bayi.
Setelah kepala bayi lahir, bagian tubuh berikutnya biasanya keluar dengan mudah.
Lahirkan badan bayi. Bayi baru lahir basah dan licin. Hati-hati untuk tidak
menjatuhkan bayi.
Bayi tidak bernapas atau bernapas buruk. Jika bayi tidak menangis, isap atau
dengan perlahan bersihkan mulut dan hidung bayi dengan kain bersih yang
membungkus jari Anda.
Jika bayi masih tidak bernapas,
Anda perlu membantu napas
bayi. Tempatkan mulut Anda
di atas mulut dan hidung bayi.
Dengan perlahan tiupkan udara
ke dalam bayi pada kira-kira
30 tiupan per menit. Jangan
meniup terlalu keras. Tiupkan
sedikit udara dari pipi Anda,
bukan dari dada Anda. Biarkan
bayi bernapas di antara tiupan
tersebut.
Jika bayi meninggal, beri tahu ibu dengan lembut. Berikan bayi tersebut untuk
digendong. Jika anggota keluarga lain ingin melihat bayi, biarkan mereka bergabung
dengan ibu. Tunjukan bahwa Anda memahami kedukaan keluarga. Beri
mereka waktu dan privasi untuk mengucapkan perpisahan kepada bayi
Ibu mengalami perdarahan dari vagina selama kehamilan. Jika ibu mengalami
perdarahan hebat (pembalut bersih basah dalam lima menit) dan bukan waktunya
untuk melahirkan, dapatkan segera bantuan medis ahli untuknya.
Perdarahan vagina dalam kehamilan selalu merupakan tanda bahaya dan perdarahan
hebat selalu suatu kedaruratan. Ada banyak penyebab perdarahan vagina
dalam kehamilan. Salah satu penyebab yang paling sering dalam trimester pertama
dan kedua kehamilan adalah aborsi.
Ketika aborsi dilakukan oleh orang yang tidak terlatih, hal ini dapat sangat
membahayakan.
Ada banyak metode tidak aman untuk mengakhiri kehamilan, seperti
memasukkan sesuatu kedalam vagina atau melalui serviks, meremas uterus, atau
memberi obat moderen atau tanaman untuk memulai keguguran. Metode ini
dan metode serupa lainnya dapat menyebabkan perdarahan berat,
Tutup mulut dan hidung bayi dengan mulut Anda.
Bab 8. Merawat pasien maternitas
106
infeksi, penyakit, dan kematian. Aborsi yang tidak aman adalah penyebab kematian
utama wanita.
Ketika wanita datang ke rumah sakit mengeluh perdarahan vagina, perawat perlu
mengetahui seberapa banyak perdarahan tersebut, berapa lama ia telah mengalami
perdarahan, dan kemungkinan penyebab perdarahan. Bersikap baik pada wanita
tersebut dan tidak menyalahkan atau menudingnya apakah ia telah melakukan aborsi
tidak aman. Peran perawat adalah untuk membantu wanita tersebut pulih kembali.
Semua wanita hamil yang mengalami perdarahan vagina hebat—apa pun penyebabnya
—memerlukan perawatan di fasilitas kesehatan yang mempunyai staf dan alat yang
diperlukan untuk melakukan bedah penyelamatan jiwa dan prosedur medis. Jika
pelayanan penting ini tidak ada di rumah sakit Anda, dengan segera mulai pemberian
cairan intravena dan segera rujuk wanita ini ke rumah sakit rujukan. Jika wanita ini
mengalami demam atau bau rabas vagina tidak enak dan nyeri abdomen, berikan
ampisilin 3 gram per oral atau penisilin prokain 1,2 juta unit melalui injeksi intramuskular
sebelum Anda membawa wanita ini atau berikan apa pun yang diinstruksikan dalam
manual prosedur standar setempat, bila ada. Berikan parasetamol 500 mg setiap empat
jam jika ada demam. Selalu tanyakan tentang alergi obat sebelum memberikan
medikasi.
Wanita yang mengalami perdarahan hebat setelah melahirkan. Jika wanita
mengalami perdarahan lebih dari dua cangikir darah setelah melahirkan (500 ml atau
basah lebih dari satu pembalut dalam satu jam), lakukan tindakan cepat untuk
menyelamatkan jiwa ibu sambil Anda menunggu bantuan.
Pertama, masase uterus sampai mengeras. Kemudian remas uterus di antara dua tangan
Anda sekeras mungkin (kompresi bimanual), untuk menghentikan perdarahan.
Cara lain yang sangat baik untuk menghentikan perdarahan adalah menekan aorta
(kompresi aorta). Baringkan ibu pada permukaan ke-ras. Buat kepalan tangan. Tempat-
kan kepalan tangan Anda satu atau dua jari di bawah umbilikus. Tekan dengan perlahan
ke bawah sampai tulang belakang. Anda akan me-rasakan nadi aorta. Dengan tangan
Anda yang lain, periksa nadi femoralis di lipat paha. Pertahankan tekanan kepalan Anda
ke bawah sampai Anda tidak merasakan Kompresi bimanual untuk menghentikan perdarahan.
Pedoman perawatan pasien
107
nadi femoralis lagi. Pada
kedaruratan, Anda dapat
mengajarkan orang lain
untuk mengompresi aorta
sehingga Anda dapat
melakukan hal lain. Kompresi
ini dapat dilanjutkan
selama satu jam, jika
perlu.
Jika perdarahan tidak
berkurang sama sekali
dalam 15 menit, ibu harus
mendapat perawatan
medis ahli segera. Kompresi
aorta dapat dilanjutkan
selama perjalanan, jika perlu.
Dorong wanita ini mengeluarkan urine. Jika kandung kemih penuh dan tidak
dapat berkemih, lakukan kateterisasi.
Berikan cairan intravena jika wanita mengalami syok.
Tindakan perawat yang tepat dan cepat dapat menyelamatkan jiwa ibu dan
bayi.
Tangan yang memeriksa nadi arteri femoralis.
Uterus
Aorta
Arteri uterina
Arteri uterina
Kolumna vertebra
Kompresi manual aorta untuk menghentikan perdarahan
Bab 8. Merawat pasien maternitas
108
Perawatan untuk pasien yang mengalami
masalah eliminasi

9
Tubuh harus cukup cairan un-tuk tetap sehat. Lebih dari se-tengah berat badan orang
de-wasa terdiri dari cairan. Jumlah atau volume cairan yang ada dalam tubuh kurang
lebih konstan. Individu mendapat cukup cairan melalui minum air dan cairan lain dan
melalui makan makanan yang mengandung cairan. Volume ini diseimbangkan oleh
jumlah cairan yang dikeluarkan individu dalam pernapasan, keringat, urine, dan cairan
dalam feses yang dieliminasikan dari saluran gastroinstetinal.
Cairan tubuh mengandung elektrolit seperti natrium, kalium, klorida, fosfat, dan kalsium.
Pada individu sehat, elektrolit ini seimbang. Beberapa penyakit menyebabkan cairan
atau elektrolit tidak seimbang. Ketika individu sakit, perawat harus memerhatikan
dengan ketat jumlah cairan yang masuk dan keluar, untuk meyakinkan bahwa cairan dan
elektrolit seimbang.
Ada dua tipe masalah cairan: terlalu sedikit cairan dan terlalu banyak cairan.
Terlalu sedikit cairan
Terlalu sedikit cairan (dehidrasi) dapat diakibatkan terlalu sedikit mendapatkan cairan
atau kehilangan terlalu banyak cairan.
Alasan utama terlalu sedikit mendapat cairan:
• tidak dapat menelan
• mual


AGAR TETAP SEHAT
ASUPAN=HALUARAN
109
• kurang nafsu makan
• kebingungan
Alasan utama terlalu banyak mengeluarkan cairan:
• diare dan muntah
• berkeringat berlebihan
• kehilangan darah selama pembedahan
• kehilangan cairan akibat luka bakar
• demam
• terlalu banyak berkemih, seperti pada diabetes tidak terkontrol
• drainase dari luka
Selalu perhatikan tanda dehidrasi.
Salah satu tanda yang paling mudah
diketahui adalah kurangnya elastisitas
pada jaringan kulit. Ketika Anda mencubit
kulit normal, kulit akan segera
kembali ke posisi semula. Jika individu
mengalami dehidrasi, kulit lambat
untuk kembali ke posisi semula.
Pada orang dewasa, tempat paling
baik untuk menguji adalah dahi, sternum
dan paha sebelah dalam. Pengujian
pada abdomen atau paha tengah
pada anak. (Elastisitas kulit tidak selalu merupakan tanda akut pada individu
lansia, yang normalnya mempunyai elastisitas kulit kurang).
Tanda dehidrasi:
• elastisitas kulit buruk (turgor)
• kehilangan berat badan
• membran mukosa kering (mudah untuk melihat hal ini di mulut)
• mata cekung
Jika lipatan kulit tidak kembali ke normal dengan cepat, individu tersebut mengalami dehidrasi.
Bab 9. Perawatan untuk pasien yang mengalami masalah eliminasi
110
• nadi cepat dan lemah
• tekanan darah turun (khususnya penurunan tekanan darah pada individu yang
berbaring dan mencoba untuk bangun)
• perasaan lemah menyeluruh
• haus
• penurunan haluaran urine, pekat, urine lebih kental
Terlalu banyak cairan
Individu yang sakit juga dapat mengalami terlalu banyak cairan dalam tubuhnya
(hipervolemia)
Penyebab utama kelebihan beban cairan:
• terlalu banyak garam (natrium klorida)
• cairan intravena diinfuskan terlalu cepat
• gagal jantung, gagal ginjal, dan sirosis hati
• terlalu banyak menggunakan steroid
Tanda terlalu banyak cairan:
• bengkak (edema), khususnya pada tangan dan kaki
• bengkak sekitar mata
• vena leher menonjol
• penambahan berat badan
• cairan terkumpul dalam abdomen (asites)
• tekanan darah tinggi
• bunyi nadi sangat kuat
• pengosongan vena lambat pada tangan ketika Anda mengangkat tangan
• kesulitan bernapas dan terdengar ronkhi kasar pada paru ketika mendengar dengan
stetoskop


Pedoman perawatan pasien
111
Ketidakseimbangan elektrolit
Untuk meyakinkan bahwa pasien tidak mengalami ketidakseimbangan cairan
atau elektrolit, Anda harus memperhatikan dan mencatat asupan makanan dan
cairan. Haluaran cairan melalui urine juga harus diperhatikan. Hal ini khususnya
penting untuk pasien yang telah mengalami ketidakseimbangan atau yang secara
khusus berisiko.
Pasien yang berisiko khusus terhadap ketidakseimbangan
elektrolit:
• lansia, bayi, dan anak kecil
• pasien yang tidak dapat makan atau minum per oral atau
yang dibatasi cairannya
• pasien yang mendapat cairan intravena
• pasien yang mengalami pembedahan, luka bakar hebat atau
cedera
• pasien yang terpasang kateter urinarius atau dengan drain
khusus atau pengisap
• pasien yang menahan cairan
• pasien yang menderita gagal jantung kongestif, diabetes, penyakit
paru obstruksif menahun atau penyakit ginjal
• pasien yang mendapat diuretik
Bagaimana mengukur dan mencatat asupan
dan haluaran
Selalu mengukur setepat yang dapat Anda lakukan, jumlah cairan yang dikonsumsi
individu dan jumlah yang dikeluarkan. Banyak rumah sakit mempunyai
apa yang disebut catatan asupan dan haluaran atau grafik cairan. Catatan
atau grafik ini adalah tempat perawat menuliskan cairan yang dikonsumsi individu
melalui intravena (tetesan), slang makan, atau per oral, dan jumlah yang
diekskresikan melalui urine atau muntah. Jika rumah sakit Anda tidak mempunyai
catatan asupan/haluaran atau grafik cairan, buat catatan sendiri.



Bab 9. Perawatan untuk pasien yang mengalami masalah eliminasi
112
Untuk memantau asupan dan haluaran, perhatikan dan ukur apa yang diminum pasien.
Membuat grafik dengan pengukuran terhadap semua jenis alat yang digunakan untuk
cairan di rumah sakit Anda, adalah sangat bermanfaat. Sebagai contoh, mangkuk sup
yang digunakan di rumah sakit dapat menampung cairan 180 ml. Bila keluarga pasien
membantu memberi makan pasien, ajarkan mereka cara mengukur apa yang diminum
pasien dan minta mereka menuliskan atau mengingatnya untuk Anda.
Asupan
Perhatikan jumlah semua cairan yang dikonsumsi selama periode 24 jam:
• air, susu, jus, teh, krim, sup, air kelapa, air beras, dan minuman lain
• makanan yang mencair pada suhu ruangan seperti es krim, mustard, dan gelatin
• slang makan
• cairan intravena
• obat intravena yang diberikan dengan larutan salin atau pe-ngenceran lain
• cairan yang digunakan untuk mengirigasi slang nasogastrik atau kateter.
Anda tidak akan dapat mengukur cairan dalam makanan yang dimakan pasien. Namun,
Anda dapat menuliskan apa yang ia makan atau meminta pada keluarga mengingatnya
untuk Anda.
Haluaran
Untuk mengukur ekskresi cairan selama periode 24 jam, buat catatan tentang hal
berikut:
• urine yang diekskresikan ke dalam pispot atau urinal atau dalam kantung drainase
kateter (atau jumlah kira-kira jika pasien menggunakan toilet)
• volume perkiraan muntahan atau feses yang berair
• jumlah perkiraan drainase slang
• jumlah perkiraan drainase luka.
Pedoman perawatan pasien
113
Jika Anda tidak dapat mengukur jumlah urine, perhatikan jumlah berapa kali
pasien berkemih.
Jika keluarga membantu pasien untuk ke kamar mandi atau membantu pasien
menggunakan pispot atau urinal, minta mereka mengingat jumlah berapa kali
pasien berkemih dan apakah ada atau tidak warna yang tidak lazim. Juga minta
mereka untuk memberi tahu atau mengingatkan Anda jumlah berapa kali pasien
defekasi dan apakah feses berair.
Untuk memperkirakan drainase luka, tuliskan jumlah berapa kali balutan basah
dan perlu diganti.
Jumlahkan asupan dan haluaran pada akhir pergantian tugas. Tuliskan jumlah
pada lembar asupan-haluaran pasien atau grafik cairan.
Bandingkan jumlah dengan apa yang telah dicatat sebelumnya untuk melihat
adanya perubahan.
Laporkan asupan cairan yang terlalu banyak atau terlalu sedikit pada perawat
yang bertanggung jawab atau pada dokter.
Membantu pasien mendapatkan jumlah cairan
yang semestinya
Jika pasien mendapat cairan terlalu sedikit, coba untuk meminta mereka minum
lebih banyak jika mungkin. Selalu jelaskan mengapa mereka perlu minum lebih
banyak. Buat mudah bagi mereka untuk lebih banyak minum. Selain air, berikan
jus buah, teh, air kelapa, dll. Selalu simpan cairan dekat pasien. Dorong
pasien untuk minum kapan pun Anda datang ke ruangan. Juga minta anggota
keluarga yang ada untuk membantu pasien minum lebih banyak. Individu yang
minum cukup seharusnya tidak merasa haus, membran mukosanya lembap, dan
urinenya jernih.


Kewaspadaan klinis: Jika pasien mendapat cairan secara
intravena, Anda harus memeriksa kecepatan aliran
setiap jam untuk meyakinkan pasien tidak kelebihan
beban cairan atau mendapat kurang dari yang
diperlukan.
Bab 9. Perawatan untuk pasien yang mengalami masalah eliminasi
114
Pasien yang perlu cairan ekstra dapat memperolehnya secara intravena.
Jika pasien kelebihan beban cairan, jelaskan bahwa ia perlu untuk membatasi asupan
cairan, dan alasannya. Gunakan cangkir kecil untuk minum. Ini membuat jumlah tampak
lebih dari sebenarnya. Juga bantu pasien untuk mencuci mulut dengan air jika ini dapat
dilakukan tanpa pasien menelannya.
Eliminasi sampah tubuh melalui berkemih
Membuang (mengeliminasikan) sampah dari tubuh melalui berkemih adalah sesuatu
yang normal. Individu biasanya dapat merasakan ketika kandung kemihnya penuh. Bila
otot mereka sedang bekerja, mereka dapat mengendalikan perkemihan dengan sadar.
Banyak kondisi dapat membuat individu tidak dapat merasakan kepenuhan, atau dapat
menyebabkan kehilangan kontrol terhadap perkemihan.
Individu dengan cedera otak atau medula spinalis, sebagai contoh, tidak dapat
mengontrol pengosongan kandung kemih mereka. Juga lansia yang bingung atau
demensia mungkin tidak tahu kandung kemih mereka penuh. Banyak individu lansia
tidak dapat mengendalikan otot yang digunakan untuk berkemih.
Inkontinensia urinarius adalah ketidakmampuan mengendalikan aliran urine.
Retensi urinarius adalah ketidakmampuan untuk berkemih bahkan ketika kan-dung
kemih penuh.


Kewaspadaan klinis: Karena mengeliminasikan sisa
cairan sangat penting, Anda harus memantau dan
memerhatikan haluaran cairan pasien, khususnya jika
pasien berisiko terhadap masalah cairan. Anda juga
harus mendorong pasien untuk mendapatkan cukup
cairan, karena ini membantu meyakinkan bahwa cairan
dikeluarkan dengan adekuat. Jika keluarga membantu
memberikan perawatan, jelaskan pada mereka
pentingnya memberi pasien banyak minum.
Pedoman perawatan pasien
115
Masalah lain perkemihan meliputi terlalu sering berkemih, jumlah urine tidak
wajar, sering berkemih pada malam hari, harus segera berkemih, dan berkemih
dengan nyeri.
Perkemihan dipengaruhi oleh jumlah cairan yang dikonsumsi individu setiap
hari dan tipe cairan. Individu yang minum banyak cairan akan berkemih lebih
sering dari indvidu yang hanya minum sedikit. Alhokol dan cairan yang mengandung
kafein cenderung meningkatkan perkemihan. Beberapa obat menimbulkan
retensi urine. Obat lain meningkatkan produksi urine. Diabetes juga
meningkatkan urine. Beberapa penyakit jantung menurunkan produksi urine.
Penyakit ginjal dapat menimbulkan kegagalan sistem untuk mengeliminasi sisa
cairan. Ini disebut gagal ginjal. Akan fatal jika sampah tubuh tidak dikeluarkan
dengan beberapa cara lain seperti dialisis.
Membantu pasien berkemih
Ketika pasien ingin berkemih, bantu mereka untuk ke toilet jika mereka tidak
dapat berjalan sendiri. Bantu mereka untuk membersihkan diri setelah menggunakan
toilet. Bantu mereka mencuci tangan mereka. Selalu mencuci tangan
Anda sendiri setelah tindakan. Bila anggota keluarga ada, tunjukkan pada
mereka cara membantu pergi ke kamar mandi dan pastikan bahwa pasien bersih
setelah menggunakan toilet. Instruksikan anggota keluarga untuk membantu pasien
mencuci tangan pasien dan kemudian mencuci tangan mereka sendiri.
Apabila pasien tidak dapat berjalan ke toilet meskipun dengan sokongan, bantu
mereka menggunakan urinal atau pispot. Beri mereka sebanyak mungkin privasi,
dan bersihkan pasien setelahnya. Kemudian cuci tangan Anda.
Kateter urinarius
Kadang pasien tidak dapat berkemih dan Anda perlu memasang kateter.
Kateterisasi selalu membawa risiko infeksi dan ini harus dihindari jika
mungkin.
Kateterisasi melibatkan pemasangan slang yang disebut kateter melalui uretra
ke dalam kandung kemih. Seperti juga mengalirkan urine, kateterisasi dapat digunakan
selama pembedahan untuk mempertahankan kandung kemih kosong.
Ada dua jenis kateter. Kateter lurus digunakan untuk mengeluarkan isi kandung
kemih selama beberapa menit. Kateter Foley atau menetap (indwelling) tetap
dipasang dan terus-menerus mengalirkan urine.



Bab 9. Perawatan untuk pasien yang mengalami masalah eliminasi
116
Selalu berikan privasi untuk pasien bila prosedur melibatkan area genital. Tutup pintu
atau tarik tirai di sekeliling tempat tidur.
Sebelum Anda mulai, jelaskan apa yang akan Anda lakukan dan alasannya. Beri tahu
pasien bahwa pemasangan kateter tidak akan menyakiti meskipun mereka dapat
merasakan adanya tekanan.
Gunakan teknik steril dan sangat berhati-hati ketika memasang kateter.
Jika kateter tidak steril Anda dapat memasukkan mikroorganisme ke dalam kandung
kemih dan menyebabkan infeksi. Jika Anda tidak cermat ketika memasukkan slang
kateter, Anda dapat merusak uretra. Kerusakan uretra khususnya mungkin terjadi pada
pria, yang uretranya lebih panjang daripada wanita.
Perawatan pasien yang terpasang kateter
Dalam merawat pasien dengan kateter menetap, tujuan utamanya adalah
mencegah infeksi saluran kemih.
Cara terbaik untuk mencegah infeksi adalah memastikan bahwa pasien minum banyak
air setiap hari, sam-pai tiga liter. Minum banyak meng-hasilkan banyak urine. Ini
memper-tahankan kandung kemih terbilas dan menghilangkan sedimen yang me-lekat
pada kateter. Ajarkan pasien dan keluarganya untuk memeriksa slang drainase dan
kantung serta meyakin-kan bahwa alat ini selalu berada lebih rendah dari kandung
kemih pasien, sehingga gravitasi akan membantu aliran urine. Ingatkan pasien jangan
pernah berbaring di atas slang dan memerik-sanya untuk meyakinkan tidak ada tekukan
pada slang. Berikan atau bantu pasien dengan higiene perineum dua kali sehari.
Penggantian kateter meningkatkan kesempatan infeksi. Jangan melepaskan slang kecuali
benar-benar perlu. Lepaskan kateter sesegera mungkin. Infeksi mudah ditularkan melalui
kateter. Selalu cuci tangan Anda dengan seksama sebelum dan setelah merawat kateter.
Jika sedimen menumpuk di dalam slang atau kantung drainase, atau bila ada kebocoran,
Anda perlu mengganti slang dan kantung. Jika Sisi tempat mikroorganisme dapat masuk dan
menyebabkan infeksi saluran kemih.
Kandung kemih
Pedoman perawatan pasien
117
Anda mengganti slang, Anda harus menggunakan teknik steril yang ketat (lihat
bab melindungi pasien dari infeksi).
Melepaskan kateter menetap
Pasien dapat kehilangan beberapa tonus otot ketika mereka menggunakan
kateter menetap. Akan membantu jika mengklem kateter untuk beberapa jam
setiap hari, selama beberapa hari sebelum Anda melepasnya. Pengkleman
memungkinkan kandung kemih menjadi penuh, yang merangsang otot kandung
kemih. Tindakan ini membantu pasien mendapatkan kembali kontrol berkemihnya
setelah kateter dilepas.
Setelah melepas kateter, yakinkan pasien mulai berkemih.
Eliminasi fekal
Tubuh perlu mengeluarkan produk sisa padat dari pencernaan (eliminasi fekal),
yang disebut pengeluaran feses, atau defekasi. Individu sehat dapat melakukan
defekasi beberapa kali dalam sehari atau hanya dua atau tiga kali seminggu. Rutinitas
individu dapat berbeda bergantung pada tipe makanan dan jumlah cairan
yang dikonsumsi.
Individu mempunyai dua tipe utama pada masalah eliminasi fekal. Masalah ini
adalah konstipasi dan diare.
Konstipasi adalah ketika feses kecil, keras dan sulit dikeluarkan, atau ketika tidak
ada feses yang keluar. Konstipasi jangka panjang dapat menimbulkan impaksi
fekal (lihat bagian berikut).



Kewaspadaan klinis: Jangan pernah meninggalkan
kantung urine tergeletak di atas lantai. Lantai banyak
mengandung mikroorgnisme yang dapat masuk ke
dalam kantung, slang, dan uretra. Hal ini dapat
menyebabkan infeksi hebat atau sepsis pada pasien.
Bab 9. Perawatan untuk pasien yang mengalami masalah eliminasi
118
Diare adalah ketika feses yang dikeluarkan berair, disertai sering berdefekasi. Diare
berat, jika tidak diobati, dapat menimbulkan dehidrasi dan kematian.
Bagaimana membantu pasien konstipasi
Konstipasi adalah umum pada pasien yang dihospitalisasi. Kekurangan gerak
menempatkan mereka pada risiko dan juga karena obat tertentu. Stres hos-pitalisasi dan
kehilangan rutinitas membuat konstipasi lebih mungkin terjadi.
Ketika Anda merawat pasien, tanyakan pada mereka apakah mereka telah berdefekasi,
apakah mereka konstipasi, atau apakah mereka sulit mengeluarkan feses.
Jika pasien mengalami konstipasi, dorong mereka minum banyak air. Minuman hangat
dan jus buah sangat membantu. Juga pastikan bahwa pasien makan makanan yang
mengandung serat, seperti buah segar, dan sayuran, akar-akaran, polong-polongan,
kacang-kacangan, miju-miju, sereal, gandum, dan roti gandum.
Beri tahu pasien bahwa mereka tidak boleh mengabaikan dorongan untuk defekasi.
Segera saat mereka merasakan desakan untuk defekasi, bantu mereka untuk berjalan ke
toilet, atau instruksikan anggota keluarga untuk membantu. Jika pasien tidak dapat
berjalan ke toilet, meskipun dengan bantuan, berikan pispot. Selalu beri pasien privasi.
Kadang pasien memerlukan laksatif dalam upaya mendorong defekasi. Jika konstipasi
berlanjut meskipun setelah menggunakan laksatif, mungkin perlu memberikan enema
untuk mengeluarkan feses.
Pemberian enema
Enema adalah larutan yang dimasukkan ke dalam rektum. Cairan tersebut membuat
kolon lebih besar, melunakkan feses, dan melumasi rektum untuk membuat pengeluaran
feses lebih mudah. Enema kadang juga diberikan untuk menyiapkan pasien untuk uji
diagnostik tertentu. Gunakan larutan salin normal untuk enema. Jika tidak ada, Anda
dapat membuat larutan dengan mencampur satu sendok teh garam meja dalam 500 ml
air.
Pengeluaran impaksi
Jika tindakan di atas tidak ada yang efektif, Anda kadang harus mengeluarkan impaksi
feses dengan jari Anda. Gunakan sarung tangan dan lumasi jari telunjuk Anda. Dengan
perlahan masukkan ke dalam rektum dan kendurkan serta patahkan feses yang keras.
Lakukan hal ini dengan sangat hati-hati untuk menghindari cedera membran mukosa
usus.


Pedoman perawatan pasien
119
Bagaimana membantu pasien diare
Pada diare, feses mengandung lebih banyak air daripada feses normal dan disebut
mencret atau berair. Jika feses mengandung darah, diare disebut disentri.
Bahaya besar dari diare adalah dehidrasi, dan pada kasus anak, malnutrisi. Penting
untuk memeriksa pasien terhadap tanda klinis dehidrasi: nadi cepat, tekanan
darah rendah, elastisitas kulit buruk, mata cekung, membran mukosa kering,
tidak ada air mata, dan penurunan berat badan. Juga penting untuk melakukan
usap feses jika mungkin, untuk melihat penyebab diare.
Diare disebabkan oleh bakteri seperti shigella dan salmonella, dan disentri
amoba akut seperti giardiasis, diobati dengan antibiotik.
Kasus kolera berat juga diobati dengan antibiotik.
Kebanyakan diare disebabkan oleh virus. Pada kasus ini pengobatan antibiotik
tidak dianjurkan.
Bahkan jika pasien yang menderita diare tidak menunjukkan tanda dehidrasi,
bantu pasien untuk meningkatkan asupan cairan.
Jika pasien menunjukkan sedikitnya dua tanda dehidrasi, kondisi ini harus segera
diatasi.
Tindakan utama, baik untuk anak maupun orang dewasa adalah rehidrasi, melalui
mulut (per oral) bila mungkin. Jika rehidrasi per oral tidak mungkin, kemudian
lakukan melalui slang nasogastrik atau cairan melalui intravena. Jika pasien
dapat minum, mereka biasanya diberi larutan garam rehidrasi oral (ORALIT)
meskipun mereka telah diberi cairan
intravena.
Pasien yang mendapat antibiotik
juga perlu rehidrasi dan medikasi
yang adekuat.
Larutan ORALIT saat ini telah banyak
diproduksi dalam kemasan sehingga Anda tinggal melarutkan dalam air bersih.
Yakinkan bahwa Anda menambahkan jumlah air yang tepat.


Tindakan utama untuk diare adalah rehidrasi melalui
mulut
Bab 9. Perawatan untuk pasien yang mengalami masalah eliminasi
120
Selalu cuci tangan Anda sebelum mencampurkan larutan. Gunakan air paling bersih yang
ada, lebih baik air mendidih. Dinginkan air sebelum memberikan larutan pada pasien.
Campurkan larutan baru setiap hari dalam wadah bersih.
Jika kemasan ORALIT tidak ada, cairan lain yang dapat digunakan untuk rehidrasi oral
adalah air kelapa, sup, minuman yoghurt, dan air beras. Air minum bersih juga harus
selalu diberikan.
Beri pasien satu sampai dua cangkir cairan setiap kali mencret.
Bagaimana mencegah dehidrasi pada anak
Anak dapat mengalami dehidrasi dengan sangat cepat. Ajarkan ibu bagaimana
mencegah dehidrasi ketika anak mengalami diare.
Tiga cara untuk mengatasi diare di rumah adalah:
1. Beri anak lebih banyak cairan dari biasanya untuk mencegah dehidrasi
• Beri larutan ORALIT dan cairan lain seperti sup, air beras, air kelapa, dan air putih
bersih.
• Beri sebanyak mungkin cairan ini sesuai kemampuan anak.
• Lanjutkan pemberian cairan ekstra sampai diare berhenti.
2. Beri anak banyak makanan untuk mencegah malnutrisi
• Lanjutkan untuk sering menyusui.
• Jika anak tidak menyusu ASI, berikan susu biasanya.
• Jika anak berusia enam bulan atau lebih, atau telah makan makanan padat, berikan
makanan sedikitnya enam kali sehari.
• Setelah diare berhenti, berikan makanan ekstra setiap hari selama dua minggu.
3. Bawa anak ke petugas kesehatan jika anak tidak menjadi lebih baik dalam tiga hari
atau mengalami tanda bahaya berikut:


Pedoman perawatan pasien
121
• banyak feses cair;
• muntah berulang;
• haus hebat;
• makan atau minum yang buruk;
• demam;
• darah dalam feses.
Mungkin perlu memberikan cairan pada anak dengan cangkir dan sendok.
Ajarkan ibu cara menyiapkan ORALIT dan cara memberikan cairan pada anak
mereka.
Bab 9. Perawatan untuk pasien yang mengalami masalah eliminasi
122
Pemenuhan kebutuhan nutrisi pasien

10
Kita memerlukan nutrien untuk mempertahankan fungsi tubuh dan untuk tum-buh. Kita
memerlukan air dan kabrohidrat, protein, lemak, vitamin dan mineral. Setiap sel dalam
tubuh memerlukan energi. Individu harus mendapat kalori yang cukup, dalam bentuk
karbohidrat, lemak, dan protein untuk menyuplai energi. Tubuh juga memerlukan asam
amino yang ditemukan dalam protein untuk membangun dan mempertahankan struktur
sel dan jaringan yang lebih besar. Akhirnya, tubuh memerlukan vitamin dan mineral
untuk metabolisme dan untuk mengatur banyak proses tubuh.
Untuk mendapatkan gizi yang tepat bagi tubuh, individu perlu mengosumsi cukup
makanan dan berbagai makanan. Makanan dapat dibagi ke dalam kelompok. Setiap
kelompok mengandung beberapa zat gizi.
Roti, sereal, umbi-umbian, beras, kacang-kacangan, miju-miju dan kentang manis
memberikan karbohidrat untuk energi, beberapa protein, banyak vitamin dan mineral
yang diperlukan untuk mengatur proses tubuh, dan serat, yang membantu usus bekerja
dengan baik.
Sayuran dan buah juga memberikan karbohidrat, serta menyuplai banyak vitamin dan
mineral, terutama vitamin A dan C. Sayuran dan buah segar juga mengandung serat.
Daging, unggas, ikan, telur dan kacang tanah adalah sumber protein utama untuk
pertumbuhan dan perbaikan jaringan tubuh dan melawan infeksi. Golongan ini juga
mengandung vitamin B, beberapa mineral, dan lemak.
Susu, yoghurt, dan keju juga menyuplai protein dan lemak serta vitamin dan mineral.
Lemak, minyak, dan gula menyuplai terutama lemak dan karbohidrat yang sangat tinggi
kalorinya.
123
Kebutuhan tubuh terhadap air dibahas dalam bab perawatan pasien dengan
masalah eliminasi. Bab ini menunjukkan cara untuk merawat pasien yang mempunyai
kesulitan makan cukup untuk memenuhi nutrisi tubuh.
Masalah nutrisi pada pasien yang dihospitalisasi
Individu sakit membutuhkan lebih banyak makanan daripada orang sehat, dalam
upaya penyembuhan dan pemulihan. Sebagai contoh, pasien yang menjalani
pembedahan membutuhkan diet yang mengandung banyak vitamin C dan
protein karena ini dapat membantu penyembuhan. Juga, protein secara khusus
penting untuk melawan infeksi karena antibodi yang digunakan tubuh untuk
melawan infeksi adalah protein. Orang sering menggunakan cadangan protein
mereka ketika mengalami pembedahan atau cedera atau mengalami sakit disertai
demam. Diet adekuat juga penting. Namun, banyak penyakit membuat seseorang
sulit untuk makan, atau membuat individu sulit untuk mencerna makanan.
Kondisi-kondisi yang mempersulit mendapatkan nutrisi yang adekuat
• Individu yang menderita luka pada tenggorok mungkin mengalami
kesulitan untuk menelan.
• Individu yang mengalami masalah lambung mungkin mual
terhadap makanan.
• Individu yang demam mungkin tidak nafsu makan.
• Pasien di rumah sakit hampir selalu berisiko mengalami kekurangan
nutrisi karena penyakit mereka atau karena tindakan terhadap
penyakit mereka.
• Banyak pasien telah mengalami kekurangan nutrisi ketika masuk
rumah sakit.
• Makanan yang dihidangkan di rumah sakit mungkin berbeda
dari makanan yang biasa dikonsumsi pasien. Pasien mungkin
tidak suka makanan rumah sakit.
• Makanan mungkin dihidangkan pada waktu ketika pasien
tidak biasa makan dan ketika mereka tidak merasa lapar.
• Pasien sering mendapat diet khusus di rumah sakit untuk membantu
terapi penyakit mereka (sebagai contoh, individu
yang mengalami


Bab 10. Pemenuhan kebutuhan nutrisi pasien
124
masalah jantung biasanya mendapat diet rendah garam). Pasien mungkin tidak suka
perubahan pada diet.
• Keluarga pasien mungkin tinggal jauh sehingga mereka tidak dapat membawa
makanan yang disukainya, atau keluarga mungkin tidak tahu makanan yang tepat untuk
dibawa, atau mungkin tidak dapat mengupayakan makanan yang tepat.
Bagaimana memenuhi kebutuhan nutrisi pasien
Untuk memastikan bahwa individu yang sakit serius atau yang baru mengalami
pembedahan mendapat cukup cairan dan sedikitnya beberapa kalori, mereka dapat
diberi makanan secara intravena sampai mereka dapat makan. Terapi intravena dibahas
pada bab pemberian obat yang aman. Cairan intravena memberikan cukup cairan, tetapi
tidak cukup kalori. Pasien tidak dapat mengandalkan hanya pada cairan intravena.
Pasien biasanya meningkat dari pemberian makan intravena menjadi cair, sampai diet
lunak dan kemudian diet reguler. Kadang individu mampu langsung mengganti dari diet
cair ke diet reguler.
Diet cair
Cairan mencakup kopi, minuman ringan, jus buah, air kelapa, sup bening atau teh manis.
Individu yang mendapatkan diet cair dapat juga makan gelatin, gula dan permen. Diet
cair akan memberi pasien cukup cairan dan beberapa karbohidrat (dari gula dan jus
buah). Diet cair tidak memberi protein, lemak, besi, atau kalori atau vitamin yang cukup.
Biasanya individu harus mendapatkan diet cair hanya dalam waktu singkat setelah
pembedahan atau saat pemulihan dari penyakit perut atau usus akut. Pasien yang
mendapatkan diet cair untuk waktu lama harus diberi suplemen nutrisi.
Diet lunak
Diet lunak meliputi semua makanan yang dapat dengan mudah dikunyah dan dicerna.
Sebagai contoh, diet lunak dapat mencakup berbagai makanan dimasak, umbi-umbian
tumbuk seperti talas, kentang manis, singkong, dan ubi jalar serta nasi, telur, daging
limpa yang sangat lunak atau ikan, pasta, tapioka, sayuran yang dimasak menjadi sup
kental atau lunak, buah dimasak, roti, dan makanan penutup yang lunak. Diet ini
digunakan untuk pasien yang mengalami kesulitan mengunyah dan menelan.


Pedoman perawatan pasien
125
Diet reguler
Diet reguler adalah makanan yang biasa dimakan pasien, terutama makanan
lokal, yang tinggi protein, serat, zat besi dan vitamin.
Membantu pasien untuk makan
Buat pasien nyaman. Untuk membantu pasien yang mengalami masalah dengan
makan dan yang mengalami nyeri, akan bermanfaat jika memberi obat nyeri 30
menit sebelum jam makan. Untuk individu yang mengalami demam, berikan
parasetamol atau obat anti-demam lain sebelum makan untuk menghindari demam
memengaruhi nafsu makan. Juga, hindari melakukan tindakan yang menimbulkan
nyeri atau ketidaknyamanan sebelum makan.
Jelaskan pentingnya nutrisi yang baik. Jelaskan tentang pentingnya makan yang
semestinya. Dorong pasien untuk mencoba makan setidaknya porsi kecil untuk
membantu pemulihan.
Dorong keluarga untuk membawa makanan yang disukai pasien dari rumah.
Yakinkan bahwa keluarga memahami makanan apa yang dapat dan tidak dapat
dimakan pasien. Gunakan kesempatan ini untuk mengajarkan keluarga tentang
diet yang tepat. Hal ini akan membantu semua anggota keluarga serta pasien.
Jelaskan pada mereka pentingnya menggunakan susu yang dipasteurisasi, bukan
susu mentah, mencuci makanan misalnya selada yang dimakan mentah, dan
memasak daging, unggas dan telur secara seksama. Beri tahu mereka untuk
menyimpan makanan yang dimasak dengan cermat, melindungi makanan dari
serangga dan hewan pengerat, dan mempertahankan permukaan meja tetap bersih.
Ingatkan mereka untuk memasak air kecuali mereka mengetahui air tersebut
aman dan selalu mencuci tangan mereka sebelum menyiapkan makanan.
Posisikan pasien untuk makan. Jika pasien diizinkan untuk duduk, bantu ia untuk
melakukannya saat makan. Makan akan lebih mudah pada posisi duduk.
Buat lingkungan sekitar nyaman. Bersihkan meja tempat tidur dan yakinkan ada
tempat untuk semua piring. Makanan harus dihidangkan pada nampan bersih
dan harus terlihat menarik. Yakinkan ada alat makan yang digunakan.
Pertahankan area sekitar bersih dan bebas dari bau tidak sedap. Singkirkan pispot,
urinal, dan objek lain dari pandangan pasien. Penting bahwa ruangan pasien
dan meja memberikan lingkungan makan yang menyenangkan.


Bab 10. Pemenuhan kebutuhan nutrisi pasien
126
Tempatkan makanan secara tepat untuk pasien. Beri bantuan sesuai kebutuhan.
Dorong keluarga pasien berkunjung pada waktu makan dan membantu pasien untuk
makan. Ingatkan mereka untuk mencuci tangan sebelum membantu pa- sien.
Jika perlu, bantu pasien makan. Beberapa pasien memerlukan bantuan khusus untuk
makan. Sebagai contoh, pasien lansia yang lemah dan mudah lelah. Upaya memasukkan
makanan ke mulut mungkin lebih sulit dari yang dapat mereka lakukan. Anda mungkin
perlu memberi makan pasien seperti ini jika keluarga mereka tidak ada untuk membantu
mereka. Cuci tangan Anda terlebih dahulu. Tanyakan pada pasien apakah ia ingin
dibantu. Jika ya, tanyakan apa yang ingin mereka makan pertama kali. Berikan makan
dalam gigitan kecil. Beri waktu untuk mengunyah dan menelan sebelum memberikan
suapan berikutnya. Jangan memburu-buru pasien atau menunjukkan bahwa Anda sedang
tergesa-gesa. Gunakan waktu untuk mengenal pasien. Singkirkan alat makan ketika
pasien telah selesai dan lihat bahwa alat makan tesebut telah dibersihkan.
Pedoman perawatan pasien
127
Manusia memerlukan kemampuan untuk bergerak. Ketika orang dapat berdiri dan
bergerak, mereka lebih sehat. Paru-paru mereka mengembang lebih mudah. Mereka
mencerna makanan secara seksama lebih baik. Mereka mampu berdefekasi dengan baik,
fungsi ginjal mereka lebih baik dan tulang serta otot mereka lebih sehat. Jika sedang
sakit, mereka sering tidak dapat bergerak atau hanya dapat bergerak sedikit.
Kadang tirah baring atau tidak ada gerakan sama sekali diperlukan untuk mengatasi
masalah kesehatan. Istirahat meningkatkan penyembuhan dan mengurangi nyeri. Tirah
baring jangka panjang atau kurang pergerakan dapat menyebabkan masalah serius.
Masalah yang disebabkan oleh imobilitas lama
• Berkunang-kunang
Darah cenderung berkumpul di kaki dan tungkai (disebut hipotensi ortostatik). Ketika
seseorang mencoba berdiri atau duduk, ia merasa berkunang-kunang dan mungkin
pingsan atau jatuh.
• Infeksi
Ketika pasien berbaring dan tidak bergerak, pernapasan lebih dangkal. Tumpukan cairan
dapat terbentuk di dalam paru. Penumpukan ini mempermudah pertumbuhan bakteri
dan dapat menyebabkan infeksi berat.
• Kelemahan otot
• Kehilangan pergerakan sendi (kontraktur)
• Kekakuan dan nyeri pada sendi

11
Merawat pasien yang mengalami
keterbatasan mobilitas
128
• Kehilangan kalsium yang menyebabkan fraktur tulang
• Konstipasi (defekasi buruk)
• Sirkulasi darah buruk yang mengakibatkan dekubitus, bekuan darah, atau peradangan
pada vena kaki.
Peran perawat
Tanggung jawab perawat adalah untuk:
• membantu pasien bergerak semudah mungkin
• mencegah masalah yang terjadi pada pasien yang tidak bergerak
• membantu pasien menghindari cedera karena jatuh
• membantu pasien agar mampu berpindah secara mandiri, jika mungkin.
Mencegah masalah yang disebabkan oleh imobilitas
Untuk mencegah berkunang-kunang ketika pasien berdiri:
• ajarkan pasien untuk melakukan latihan kaki dan latihan lain selama di tempat tidur
• membuat pasien turun dari tempat tidur secepat mungkin
• meminta pasien menggantungkan kaki di samping tempat tidur sebelum mencoba
berdiri.
Untuk mencegah infeksi paru:
• ajarkan pasien melakukan napas dalam dan latihan batuk
• ganti posisi pasien setiap dua jam
• yakinkan pasien minum cukup cairan.
Untuk mencegah kehilangan mobilitas sendi (kontraktur) dan kehilangan tonus otot dan
tulang:
• tunjukkan pasien atau anggota keluarga bagaimana melakukan latihan rentang gerak
(dijabarkan di hlm. 129)
• beri tahu pasien untuk mencoba meningkatkan latihan fisik secara bertahap.


Pedoman perawatan pasien
129
Untuk mencegah konstipasi:
• yakinkan bahwa pasien mendapat cukup cairan dan gizi lain,
terutama buah dan sayuran
• bantu pasien menggunakan pispot atau bila perlu, kateter,
untuk membuang cairan sisa dan mencegah peregangan
kandung kemih
• bila perlu berikan pasien pelunak feses, atau laksatif. Pada kasus
ekstrem, berikan enema.
Untuk mencegah dekubitus:
• ganti posisi pasien setiap dua jam
• pertahankan seprai tempat tidur halus (tanpa kerutan)
• pertahankan kulit pasien bersih dan kering
• yakinkan bahwa pasien tidak pernah menindih satu bagian
tubuh dengan bagian tubuh yang lain
• jika pasien berbaring pada salah satu sisi, tempatkan bantal di
antara kaki dan fleksikan kaki yang posisinya di atas
• gunakan bantal, selimut, dan gulungan handuk untuk
menyokong area penekanan
• periksa pemberian posisi yang baik dan ganti posisi, dengan
meningkatkan aktivitas fisik.
Untuk mencegah bekuan darah (trombosis) atau inflamasi pada vena di kaki
(tromboflebitis):
• lakukan latihan rentang gerak kaki dan tungkai pasien
• dorong pasien untuk turun dari tempat tidur dan berjalan sesegera
mungkin. Bantu pasien bila perlu.
Pemberian posisi yang benar
Kebanyakan orang mengganti posisi mereka secara konstan dan bergerak meskipun
di atas tempat tidur. Namun, ketika pasien lemah atau nyeri, atau


Bab 11. Merawat pasien yang mengalami keterbatasan mobilitas
130
mengalami fraktur, atau paralisis atau tidak sadar, mereka tidak dapat mengubah posisi
seperti orang normal. Mereka memerlukan bantuan untuk mengubah posisi.
Posisi telentang
Posisi telentang umumnya digunakan untuk membantu pemulihan setelah operasi
tertentu.
• posisi telentang adalah datar di atas punggung, sering dengan bantal kecil yang
menyokong kepala.
• Kepala pasien lurus dengan punggung, bahu, panggul dan lutut. Tubuh pasien tidak
boleh memuntir.
• Panggul bergerak sesedikit mungkin, dan jari kaki pasien ke arah atas.
• Kaki pasien mungkin perlu disokong di atas papan keras dengan bantalan atau bantal
keras untuk mencegah kulai kaki (foot drop).
• Lengan dapat ditekuk dan diletakkan di atas lambung, dengan bantal di bawah lengan
atas.
• Gulungan handuk dapat digunakan untuk memisahkan kaki sehingga kulit tidak
bergesekan.
Posisi telungkup (prone)
Posisi telungkup sering digunakan untuk pasien tidak sadar karena posisi ini membantu
drainase. Namun, posisi ini harus digunakan hanya untuk waktu singkat pada pasien lain
karena posisi ini menyebabkan kesulitan bernapas.
Posisi telentang
Apa pun posisi pasien, jangan menempatkan salah satu
bagian tubuh langsung di atas bagian tubuh yang lain.
Pedoman perawatan pasien
131
• Posisi telungkup adalah
datar di atas perut biasanya
dengan bantal kecil
di bawah kepala dan
bantal di atas pelvis.
• Kepala pasien dipalingkan
ke salah satu sisi.
• Siku difleksi kan.
• Jari kaki melewati tepi matras, atau sebuah gulungan ditempatkan
di bawah pergelangan kaki.
Posisi miring (lateral)
Posisi miring membantu menghilangkan
tekanan pada punggung
dan tumit untuk individu yang tidak
dapat turun dari tempat tidur
atau yang duduk untuk waktu lama.
Posisi ini baik untuk istirahat
atau tidur.
• Pasien berbaring pada salah
satu sisi, biasanya dengan panggul dan lutut bagian atas ditekuk
dan disokong dengan bantal.
• Lengan atas ditekuk, de-ngan bantal di bawahnya.
• Kaki pasien disokong dengan
bantal keras, jika perlu,
untuk mencegah foot drop.
Posisi semi-telungkup (semi-prone)
Posisi semi-telungkup (atau posisi Sims) sering digunakan untuk pasien paralisis
karena ini mengurangi tekanan pada bokong dan panggul. Banyak orang menemukan
posisi ini nyaman untuk tidur.
Posisi telungkup
Posisi miring
Posisi semi-telungkup
Bab 11. Merawat pasien yang mengalami keterbatasan mobilitas
132
• Pasien di antara posisi miring dan telungkup dengan salah satu lengan di belakang dan
salah satu lagi di depan. Kedua kaki difleksikan.
Memindahkan pasien atau mengubah posisi
Sebelum mencoba untuk memindahkan pasien, perawat harus berpikir tentang hal
berikut:
• kemampuan pasien sendiri untuk bergerak atau mem-bantu bergerak
• kemampuan pasien untuk memahami ketika Anda menjelaskan bagaimana ia dapat
membantu
• nyeri atau ketidak-nyamanan pasien ketika bergerak.
Penting untuk berpikir mengenai kekuatan dan kemampuan Anda sendiri untuk
memindahkan pasien. Pada beberapa kasus, membutuhkan dua perawat untuk
memindahkan pasien, atau bahkan tiga orang. Jika pasien tidak berdaya, selalu dapatkan
bantuan perawat kedua. Sebelum memulai berpindah, coba untuk meyakinkan bahwa
seprai rapi (tidak kusut).
Cara-cara memindahkan pasien yang lebih mudah
• Berdiri sedekat mungkin dengan tempat tidur.
• Membungkuk ke depan dan menekuk panggul Anda serta lutut untuk meningkatkan
keseimbangan dan stabilitas Anda.
• Menghadap langsung ke arah pasien yang akan Anda pindahkan.


Jika pasien tidak dapat mengubah posisi sama sekali,
perawat harus membantunya untuk mengubah posisi
kira-kira setiap dua jam.
Kadang, ketika pasien nyeri hebat, akan membantu jika
diberikan pereda nyeri 30 menit sebelum bergerak.
Pedoman perawatan pasien
133
• Kuatkan otot bokong dan otot perut Anda untuk memberi kekuatan tubuh Anda saat
menarik atau mendorong pasien.
• Berdiri dengan kaki saling berjarak sehingga mendapatkan pusat gravitasi lebih lebar
untuk tubuh Anda sendiri.
• Gerakkan dari depan kaki Anda ke bagian belakang tungkai Anda untuk menarik, atau
dari belakang Anda ke depan Anda untuk mendorong.
• Geser, gulingkan, dorong, atau tarik pasien bukan mengang-katnya, kapan pun
mungkin.
• Gunakan otot panjang pada lengan dan kaki Anda, bukan otot punggung Anda, dan
gunakan berat badan tubuh Anda untuk membantu mendorong atau menarik.
Memindahkan pasien ke kursi roda
Selalu kunci rem pada kedua roda kursi sebelum Anda memindahkan pasien ke kursi
roda. Naikkan sanggaan kaki sehingga pasien dapat duduk di kursi roda. Turunkan
sanggaan kaki ketika pasien berada di atas kursi roda.
Melatih pasien
Latihan penting untuk mempertahankan kekuatan otot dan gerakan sendi
Individu secara otomatis melatih sendi dan otot mereka dalam kehidupan sehari-hari,
ketika mereka mandi, menyisir rambut, berpakaian, makan, menulis, menggapai
sesuatu, berjalan, dll. Ketika individu sakit dan di rumah sakit, mereka tidak dapat
melakukan latihan normal. Mereka perlu latihan rentang gerak untuk mendapatkan
kembali tingkat aktivitas fisik normal mereka.
Rentang gerak adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan rentang
penuh gerakan sendi.
Bahkan ketika pasien mampu berdiri untuk berjalan dengan jarak pendek atau duduk di
kursi, mereka mungkin perlu lebih banyak melatih beberapa sendi.


Bab 11. Merawat pasien yang mengalami keterbatasan mobilitas
134
Latihan rentang gerak aktif
Latihan disebut rentang gerak ak-tif jika pasien melakukan latihan sendiri dengan
instruksi dan ke-mungkinan beberapa bantuan dari perawat dan anggota keluarga.
Perawat menunjukkan pasien ba-gaimana melakukan latihan pada titik tahanan ringan.
Latihan tidak boleh menyebabkan nyeri.
Bagaimana mengajar pasien dan anggota keluarga untuk melakukan latihan
rentang gerak aktif
• Jelaskan apa yang harus dilakukan oleh pasien.
• Tunjukkan latihan pada setiap sendi yang perlu digerakkan pasien.
• Minta pasien menunjukkan pada Anda cara pasien atau ia melakukan latihan tersebut.
Minta untuk demonstrasi kembali.
• Pasien harus melakukan setiap latihan tiga kali dan menyelesaikan set latihan
sedikitnya dua kali sehari. Jika pasien mengalami kelemahan kaki atau lengan, bagian
lain, kaki atau lengan yang lebih kuat harus menyokong yang lemah, menggerakkanya
sejauh mungkin. Perawat atau anggota keluarga kemudian dapat membantu pasien
menggerakkan tungkai pada titik tahanan.
Latihan rentang gerak meregangkan semua kelompok
otot di semua sendi.
Pasien melatih kaki
Kewaspadaan klinis: Latihan rentang gerak pada kaki
dan tungkai terutama penting setelah pembedahan,
untuk mencegah bekuan darah yang terbentuk di kaki.
Pedoman perawatan pasien
135
Latihan rentang gerak pasif
Kadangkala pasien terlalu sakit untuk melakukan latihan rentang gerak. Pada
kasus ini perawat melatih sendi untuk pasien. Ini disebut latihan rentang gerak
pasif.
Beberapa pasien mulai dengan
latihan rentang gerak
pasif dan meningkat pada
latihan rentang gerak aktif.
Latihan rentang gerak pasif,
seperti yang aktif, harus dilakukan
pada titik tahanan
tetapi bukan pada titik yang
menyebabkan nyeri. Setiap
latihan dilakukan oleh perawat
dengan pasien tiga kali. Satu set penuh latihan dilakukan sedikitnya dua kali
sehari.
Bagaimana melakukan latihan rentang gerak pasif
• Jelaskan pada pasien apa yang akan Anda kerjakan dan alasannya.
• Pasien harus bertelanjang kaki, tetapi tubuh harus tertutup untuk
privasi.
• Sebelum Anda mulai, beri tahu pasien untuk mengatakan sesegera
mungkin jika gerakan menyebabkan nyeri, sehingga
Anda dapat menghentikannya.
• Lakukan pada salah satu sisi tubuh lebih dulu.
• Kemudian berpindah ke sisi tubuh yang lain.
• Untuk setiap sendi yang Anda gerakkan, sokong tungkai pasien
di atas dan di bawah sendi untuk menghindari regangan otot.
• Gerakkan tungkai atau bagian tubuh lain dengan perlahan
dan halus.
• Bila terjadi spasme otot, hentikan gerakan dan tekan dengan
perlahan pada otot tersebut sampai relaks.
Bab 11. Merawat pasien yang mengalami keterbatasan mobilitas
136
Latihan sendi
• Pertama, latih sendi leher pasien, sambil menyokong kepala dan lehernya.
• Kemudian sokong siku dan perge-langan dan gerakkan bahu melalui rentang geraknya.
• Kemudian fleksikan siku, pergelangan tangan, jari-jari dan ibu jari.
• Sokong lutut dan pergelangan kaki, fleksikan dan ekstensikan panggul dan lutut.
Latih sendi pasien yang tidak dapat menggerakkan
sendinya sendiri.
Melatih bahu
Melatih pergelangan tangan
Pedoman perawatan pasien
137


• Bergerak ke pergelangan kaki dan fleksikan bagian ini melalui rentang geraknya
• Berikutnya fleksikan kaki dan jari kaki
• Ketika Anda selesai, latih sendi pada sisi tubuh pasien yang lain.
Ajarkan anggota keluarga membantu pasien untuk
melakukan latihan rentang gerak.
Membantu pasien berjalan
Bagi kebanyakan orang, berjalan adalah hal yang biasa ketika mereka sehat. Setelah
mereka harus tetap di tempat tidur, mereka mengalami kesulitan untuk mulai berjalan
kembali. Tirah baring membuat orang merasa gemetar dan tidak yakin tentang
keseimbangannya. Makin lama tirah baring, makin lemah orang tersebut merasakannya.
Juga mereka yang menjalani pembedahan mungkin merasa nyeri ketika mencoba
berjalan atau bangun.
Bab 11. Merawat pasien yang mengalami keterbatasan mobilitas
138
Penting untuk membuat pasien turun dari tempat tidur dan ber-jalan sesegera mungkin.
Makin lama orang tirah baring, makin besar kemungkinan mereka me-ngalami
komplikasi karena ku-rang pergerakan.
Dokter biasanya memberikan program untuk membangunkan pasien. Waktu untuk hal ini
ber-gantung pada derajat cedera atau penyakit pasien. Bahkan orang yang mengalami
pembedahan mayor sering berjalan dalam beberapa jam setelah pembedahan.
Bagaimana menyiapkan orang untuk berjalan
• Periksa nadi pasien, pernapasan dan tekanan darah, khususnya bila ini adalah yang
pertama kali.
• Periksa rentang gerak sendi pasien yang akan diperlukan untuk berjalan dan kekuatan
otot pada kakinya.
• Jika pasien mengalami nyeri, berikan medikasi pereda nyeri 30 menit sebelum berjalan,
karena penggunaan otot untuk berjalan akan meningkatkan nyeri.
• Minta pasien untuk duduk di tepi tempat tidur, dan berikan bantuan jika diperlukan.
Pasien harus menggantungkan kakinya di tepi tempat tidur selama beberapa menit dan
melakukan napas dalam sebelum berdiri. Yakinkan pasien tidak merasa pusing atau
berkunang-kunang ketika berdiri. Buat pasien berdiri di samping tempat tidur selama
beberapa menit sampai ia merasa stabil.
Kewaspadaan klinis: Bantu pasien untuk bangun. Bantu
mereka untuk berjalan secepat mungkin setelah
pembedahan atau selama sakit. Hal ini mempercepat
pemulihan dan mencegah pneumonia, bekuan darah,
dan pelisutan otot.
Kewaspadaan klinis: Periksa tekanan darah dan nadi
pasien saat duduk atau berdiri jika ada pusing, mual,
atau kelemahan, atau jika pasien tampak pucat dan
berkeringat.
Pedoman perawatan pasien
139
Jika pasien dapat berjalan sendiri, dorong kemampuan ini tetapi berjalan dekat
pasien sehingga Anda dapat membantu jika pasien tergelincir atau merasa pusing.
Anda dapat menggandeng lengan bawah Anda dengan lengan bawah pasien
dan berjalan bersama. Jika pasien tampak tidak mantap, tempatkan satu lengan
merangkul pinggul pasien untuk menyokong dan memegang lengan paling dekat
dengan Anda, dengan menyokong pasien pada siku. Jika pasien mengalami pusing
dan mulai jatuh, bantu ia ke kursi paling dekat. Tempatkan kepala pasien di
antara lututnya. Ketika pasien merasa lebih baik, bantu ia kembali ke tempat tidur.
Jika tidak ada kursi, bantu pasien perlahan duduk di lantai. Hati-hati dengan
kepala pasien agar tidak membentur lantai.
Kadang pasien sangat lemah dan dua perawat atau satu perawat dan satu anggota
keluarga diperlukan untuk membantu. Setiap penolong harus memegang
punggung lengan atas pasien dengan satu tangan dan memegang lengan bawah
dengan tangan yang lain. Bila pasien mengalami pusing dan mulai jatuh, genggam
lengan bawah dan bantu ia duduk di atas lantai atau di kursi terdekat.
Menggunakan alat untuk membantu pasien berjalan
Banyak pasien harus belajar untuk berjalan dengan tongkat atau kruk. Sebelum
pasien meninggalkan rumah sakit, bantu pasien untuk memutuskan alat apa yang
diperlukan, bantu untuk mendapatkan alat dan ajarkan pasien bagaimana
menggunakannya.
Tongkat
Tongkat khususnya membantu jika pasien mengalami kelemahan pada satu
kaki.
• Ketika pasien siap untuk melangkah, jelaskan bagaimana menggerakkan
tongkat ke depan,
sedikit melewati langkah,
dan menempatkannya dengan
mantap di atas lantai.
• Selanjutnya, menggerakkan
kaki yang lemah ke depan
dengan berat badan pasien
pada kaki yang kuat dan
tongkat.
• Ketika kaki yang lemah di atas lantai, gerakkan kaki yang kuat
ke depan. Berat badan pasien disokong oleh tongkat dan kaki
yang lemah.
• Ulangi proses ini.
Ajarkan pasien untuk memegang tongkat pada sisi
tubuhnya yang kuat.
Bab 11. Merawat pasien yang mengalami keterbatasan mobilitas
140
Kruk
Kruk mungkin digunakan sementara, tetapi untuk bebe-rapa orang mungkin permanen.
Tipe kruk paling umum ditempatkan di bawah lengan dan mempunyai batang untuk
pegangan tangan.
Kruk harus tepat tinginya untuk pasien dan batang pada lengan harus tepat.
Ketika berjalan dengan kruk, berat badan pasien perlu disokong oleh bahu dan lengan,
bukan di bawah lengan. Siku harus menekuk.
Merawat orang yang menggunakan gips
Pasien yang mengalami patah tulang, peregangan hebat, atau dislokasi sendi sering
dipasang gips. Tindakan ini mencegah bergeraknya tulang dan jaringan sampai bagian
ini sembuh. Gips pada kaki atau tungkai, jari kaki biasanya dibiarkan terbuka. Jika gips
dipasang pada tangan atau lengan, jari tangan dibiarkan terbuka. Untuk mencegah
pembengkakan (edema), pasien yang menggunakan gips sedapat mungkin harus
mempertahankan bagian yang digips lebih tingi dari tinggi jantung.
Perawat perlu memerhatikan pasien dengan cermat terhadap tanda adanya masalah.
• Jika gips pada kaki atau tungkai, periksa warna, suhu, ukuran, gerakan dan perasaan
pada jari kaki. Bandingkan ini dengan kaki yang lain.
• Jika gips pada tangan atau lengan, periksa jari dan bandingkan dengan tangan yang
lain.
• Periksa pengisian ulang kapiler. Warna merah muda harus kembali dengan cepat pada
bantalan kuku ketika Anda me-nekannya.


Kewaspadaan klinis: Jika kulit pucat, kebiruan, atau
dingin, ada masalah sirkulasi. Beri tahu dokter dengan
segera.
Pedoman perawatan pasien
141
• Perhatikan kulit di sekitar tepi gips untuk tanda iritasi. Bila gips
mempunyai tepi kasar, tepi yang mengiritasi, tutup bagian ini
dengan plester, dan beri tahu dokter. Jangan memotong gips.
• Perhatikan warna kulit jari tangan atau kaki, atau area lain
yang terkena gips.
• Jika jari tangan atau kaki atau area lain yang dipasang gips
bengkak, hal tersebut juga menunjukkan masalah sirkulasi.
Tinggikan area yang digips lebih tinggi dan beri tahu dokter.
• Periksa suhu area sekitar gips. Jika area tersebut lebih hangat
dari daerah sekitarnya, hal ini merupakan tanda infeksi. Jika
area lebih dingin dari kulit
sekitar, itu merupakan
tanda masalah sirkulasi.
Perawat harus menghubungi
dokter bila area
sekitar gips lebih hangat
atau lebih dingin dari
normal.
• Cium bau gips. Bau tidak
sedap yang timbul dari gips menunjukkan infeksi.
• Tanyakan pasien tentang adanya nyeri. Jika ada peningkatan
nyeri di bawah gips, yang juga menjadi tanda infeksi, atau
mungkin tanda bahwa gips terlalu ketat.
• Periksa warna, suhu, ukuran, dan sensasi area yang digips setiap
jam selama 8-12 jam pertama setelah pembedahan atau
setelah pemasangan gips; kemudian periksa sedikitnya sekali
setiap hari.
Area yang mungkin terjadi dekubitus pada gips kaki yang panjang
Kewaspadaan klinis: Jika pasien mengeluh ada
peningkatan nyeri atau nyeri hebat pada gips lengan
atau tungkai, segera beri tahu dokter. Pembengkakan di
bawah gips dapat memengaruhi aliran darah dan fungsi
saraf tungkai.
Bab 11. Merawat pasien yang mengalami keterbatasan mobilitas
142
Nasihat untuk pasien dan keluarga tentang perawatan gips
Tunjukkan pada pasien dan anggota keluarga cara mencegah masalah dan
memerhatikan tanda komplikasi. Beri instruksi berikut:
• Pertahankan area yang digips lebih tinggi.
• Jangan menempatkan apa pun ke dalam gips untuk menggaruk area yang gatal.
• Jangan membasahi gips.
• Periksa warna, suhu, ukuran, dan sensasi area yang digips.
• Beri tahu perawat jika pasien merasa ada kebas atau kesemutan pada area yang
digips, jika pasien merasa ada peningkatan nyeri, atau jika pasien mengalami nyeri dada
atau sesak napas.
Beri tahu pasien dan anggota keluarga untuk melatih sendi pasien yang lain saat di
tempat tidur. Jika gips pada kaki atau tungkai, perawat atau anggota keluarga perlu
membantu pasien berjalan dengan kruk. Pasien harus makan diet seimbang dan minum
air ekstra untuk mencegah konstipasi karena penurunan gerakan.
Pedoman perawatan pasien
143
Merawat pasien bedah
Banyak pasien masuk rumah sakit untuk melakukan pembedahan. Pasien memerlukan
pembedahan dengan berbagai alasan: untuk menemukan penyebab masalah, untuk
membantu mengurangi masalah tersebut, atau untuk mem-perbaiki, mengganti atau
mengangkat jaringan atau organ. Pembedahan juga dilakukan sebagai keadaan darurat,
untuk menyelamatkan jiwa pasien.
Menyiapkan pasien untuk pembedahan
Sebelum pembedahan, dokter meminta uji dan pemeriksaan terhadap pasien tersebut.
Uji dan pemeriksaan tersebut memberikan informasi tentang masalah yang memerlukan
pembedahan. Informasi ini juga memberi tahu dokter tentang kesehatan pasien dan
risiko pembedahan. Perawat memainkan peran utama dalam menyiapkan pasien untuk
operasi.
• Perawat memeriksa kesehatan pasien.
• Perawat meyakinkan bahwa semua penyelidikan telah dilakukan.
• Perawat menjelaskan pada pasien apa yang akan terjadi sebelum pembedahan dan
apa yang akan dirasakannya setelah pembedahan.
• Perawat secara fisik menyiapkan pasien untuk pembedahan.
• Perawat menunjukkan kepada pasien apa yang harus dilakukan untuk membantu
pemulihan setelah pembedahan.
Pembedahan mengganggu hidup pasien. Pembedahan menimbulkan ansietas dan rasa
takut, nyeri dan ketidaknyamanan. Dengan memberikan informasi dan menenangkan
pasien, Anda dapat mengurangi rasa takut ini dan menyiapkan pikiran pasien untuk
pengalaman tersebut. Pasien yang dipersiapkan dengan baik akan menghadapi
pengalaman pembedahan yang lebih mudah.

12
144
• Jika pasien ke rumah sakit sebelum pembedahan, jelaskan sesegera mungkin saat
pasien tiba, pengujian apa yang akan dilakukan dan mengapa harus dilakukan.
• Pada hari sebelum pembedahan, jelaskan pada pasien cara menyiapkan pembedahan,
misalnya, pasien mungkin harus dilakukan enema sebelum pembedahan usus.
• Jelaskan bahwa pasien tidak makan atau minum selama 8 sampai 12 jam sebelum
pembedahan. Karena di bawah pengaruh anestesia pasien dapat muntah atau tersedak.
• Minta pasien untuk mandi pada pagi hari, lepaskan semua perhiasan, tata rias, kaca
mata, gigi palsu, dll., sebelum pergi ke kamar operasi.
• Jika pasien mempunyai anggota keluarga yang hadir, beri tahu mereka, tempat mereka
dapat menunggu selama pembedahan.
• Jelaskan pada pasien bagaimana situasi ruang operasi dan ruang pemulihan. Beri tahu
pasien bahwa anggota staf akan menggunakan gaun dan masker bedah. Beri tahu
pasien bahwa setelah pembedahan, ia akan di bawa ke ruang pemulihan untuk
pemantauan ketat. Pasien mungkin menggunakan masker oksigen, manset tekanan
darah pada lengannya dan alat pemantau lain yang dipasangkan.
• Ajarkan pasien untuk melakukan latihan batuk dan napas dalam. Ini diperlukan setelah
pembedahan untuk mempercepat pemulihan dan mencegah komplikasi.
 Pertama, tunjukkan pasien cara napas dalam. Inspirasi dengan perlahan melalui
hidung sambil merasakan gerakan diafragma ber-gerak ke luar dan ke atas. Tahan napas
Anda selama satu atau dua detik, kemudian ekspirasikan melalui hidung atau mulut
dengan bunyi berdesir.
 Kemudian minta pasien untuk du-duk dan menunjukkan pada Anda cara pasien dapat
melakukan na-pas dalam. Setelah ini, minta pa-sien untuk bernapas dalam dan
kemudian batuk.
 Selanjutnya, tunjukkan pada pasien cara menyokong area Menyokong area perut dengan
bantal saat batuk.
Pedoman perawatan pasien
145
perut dengan memegang bantal kuat-kuat pada area
tersebut saat batuk. Hal ini akan melindungi insisi bedah dan
mengurangi nyeri ketika batuk.
 Tunjukkan pada pasien cara miring di tempat tidur, dengan
memegang bantal kecil pada sisi insisi untuk menyokongnya.
• Tunjukkan pada pasien latihan
tungkai ini untuk dilakukan
setelah pembedahan.
 Tarik lutut ke atas, kemudian
luruskan tungkai dan
tekan bagian belakang
lutut ke bawah.
 Tarik satu lutut kemudian luruskan
tungkai ke depan.
 Kemudian tahan tungkai
lurus dan gerakkan kaki
memutar.
 Tinggikan salah satu tungkai
sambil menahan lutut
lain yang difleksikan.
Yakinkan bahwa pasien memahami bahwa ia akan mendapat pereda nyeri
setelah pembedahan. Beri tahu pasien
bahwa aman menggunakan medikasi
nyeri narkotik setelah pembedahan.
Jelaskan bahwa mereka akan sembuh
lebih baik jika bebas dari nyeri. Ingatkan
pasien untuk memberi tahu staf
rumah sakit bila ia merasa nyeri.
Beri tahu pasien untuk mulai latihan batuk dan napas
dalam ini sesegera mungkin setelah pembedahan.
Tindakan ini dilakukan sedikitnya empat kali sehari,
ambil lima kali pernapasan dan batuk dua kali setiap
kali pernapasan.
Melatih tungkai dan kaki setelah pembedahan
Beri tahu pasien alasan penting berjalan sesegera
mungkin setelah pembedahan.
Bab 12. Merawat pasien bedah
146
Segera sebelum pembedahan
Pasien harus mengosongkan kandung kemih sebelum pembedahan. Mereka harus
melepaskan gigi palsu, jepit rambut, dan kaca mata, cincin, cat kuku, lipstik, dll.
Pasien dapat diberi narkotik sebelum pembedahan dan atropin untuk me-ngeringkan
sekresi mulut. Kadang tranquilizer juga diberikan. Namun, kerap kali tidak ada program
medikasi sampai pasien dibawa ke kamar operasi.
Cuci kulit sekitar area insisi dan bersihkan dengan agens antimikroba. Area
yang bersih harus lebih lebar dari insisi sehingga bila pemotongan perlu dibuat lebih
besar, kulit telah disiapkan dengan semestinya. Area ini tidak harus secara rutin dicukur
karena ini membuat kulit rentan terhadap infeksi. Jika ada banyak rambut dan benar-
benar harus dicukur, sebaiknya dijepit saja rambut tersebut. Hanya mencukur bila
penting.
Biasanya jalur intravena dengan larutan salin dimulai sebelum pembedahan. Ini
dilakukan di kamar pasien, atau di ruang operasi. Bila ada risiko tinggi infeksi, biasanya
antibiotik diberikan secara intravena.
Siapkan keluarga untuk pembedahan. Setelah pasien dibawa ke kamar operasi, beri
tahu keluarga berapa lama pembedahan mungkin dilakukan. Tunjukkan pada mereka
tempat mereka dapat menunggu dengan nyaman. Janjikan untuk memberi mereka
informasi secepat mungkin. Akan sangat membantu bagi perawat keluar dari kamar
operasi dari waktu ke waktu untuk memberi tahu bahwa pembedahan berlangsung baik.
Namun, jika ada masalah serius, tidak akan bermanfaat untuk menginformasikan pada
keluarga sampai Anda mendapat keterangan tetang apa yang sebenarnya terjadi.
Segera saat pembedahan selesai dan pasien telah dipindahkan ke ruang pemulihan atau
ke kamar operasi, beri tahu keluarga. Beri tahu mereka kapan mereka bisa menemui
pasien. Izinkan mereka berkunjung sesegera mungkin bila pasien dalam kondisi stabil.
Peran perawat selama dan segera setelah pembedahan
• Sebelum pembedahan dimulai, perawat kamar operasi memeriksa kondisi pasien
(tanda-tanda vital, dll.), menyiapkan pasien untuk pembedahan, dan membantu
menyiapkan daerah steril untuk pembedahan.



Pedoman perawatan pasien
147
• Selama operasi, perawat membuka bahan dan mengeluarkannya,
mengatur slang atau drain, dan mengurus medikasi
intravena dan larutan. Perawat memastikan bahwa pasien
aman selama pembedahan, bahwa ada asepsis bedah dan
daerah steril, dan bahwa pemberian posisi bedah tidak menyakiti
pasien. Perawat menghitung jarum dan kasa yang digunakan
selama operasi untuk meyakinkan tidak ada yang tertinggal
di bagian dalam tubuh pasien setelah pembedahan.
• Di banyak negara, perawat telah diajarkan untuk memberikan
anestesia. Di negara lain, ini adalah peran dokter.
• Setelah pembedahan, pasien biasanya masuk ruang pemulihan
atau unit perawatan intensif tempat perawat memeriksa
bagaimana keadaan pasien dan merawatnya. Di ruang pemulihan,
pasien biasanya ditidurkan tanpa bantal di kepala. Posisi
ini mempertahankan jalan napas terbuka dan memungkinkan
drainase mukus atau muntah. Pasien yang mendapat anestesi
spinal harus berbaring datar. Lengan atas pasien di beri bantal
di bawahnya, sehingga tidak menghentikan gerakan dada untuk
bernapas. Pasien dipertahankan hangat dalam selimut. Semua
alat pemantau, IV, drain, dan kateter terpasang aman.
• Perawat tetap memperhatikan dengan cermat jalan napas pasien,
frekuensi dan kedalaman pernapasan, dan warna membran mukosa
serta bantalan kuku. Tingkat kesadaran pasien, nadi, tekanan darah
dan suhu dipantau dan dicatat dengan cermat. Biasanya pasien
masih menggunakan jalan napas buatan. Perawat perlu mengisap
faring sampai refleks batuk kembali.
• Pasien bangun dari anestesi dan mendapatkan kembali refleksnya
pada kecepatan yang berbeda. Untuk membantu
mereka bangun, perawat dapat memanggil nama pasien dan
mengulangi memberi tahu mereka bahwa pembedahan telah
selesai. Orang tua harus ada di samping tempat tidur untuk
menenangkan anak ketika ia bangun. Saat tanda-tanda vital
stabil dan mereka mulai bangun, perawat meminta pasien untuk
melakukan beberapa kali napas dalam setiap lima sampai
sepuluh menit. Posisi pasien diubah setiap 10 sampai 15 menit.
Merawat pasien setelah pembedahan
Pasien biasanya dibawa ke unit atau kamar rawat, ketika mereka sudah bangun,
dengan refleks telah kembali, dan pernapasan, nadi tekanan darah serta suhu
tubuh stabil. Pada kasus risiko tinggi atau pembedahan sangat rumit, pasien
mungkin tetap di unit perawatan intensif untuk mendapatkan asuhan keperawatan
khusus.


Bab 12. Merawat pasien bedah
148
Bila kembali dari pembedahan, perawat melihat program dokter dan memeriksa
bagaimana keadaan pasien.
• Pertama, lihat jalan napas dan pernapasan pasien. Periksa warna bibir dan bantalan
kuku. Periksa warna kulit dan suhu. Kulit, termasuk membran mukosa, bibir, dan
bantalan kuku harus merah muda. Jika kebiruan atau kulit dingin dan lembap, pasien
mungkin mengalami masalah pernapasan, tekanan darah atau sirkulasi.
• Periksa tingkat kesadaran pasien. Pasien harus sadar penuh meskipun ia mungkin
merasa ngantuk.
• Ukur tanda-tanda vital pasien. Jika mereka belum sepenuhnya stabil, ukur setiap 15
menit sampai stabil. Jika pasien mengalami nadi lemah, cepat, tekanan darah rendah,
pucat, kulit basah dan pernapasan cepat, mungkin ada perdarahan internal. Jika Anda
mencurigai bahwa ada terlalu banyak perdarahan atau perdarahan internal, yakinkan
bahwa pasien telah dipasang drip intravena dan oksigen. Dengan segera beri tahu
perawat yang bertanggung jawab atau dokter. Bila tanda-tanda vital stabil, ukur setiap
jam selama hari pertama operasi.
• Periksa balutan pasien dan seprai di bawah pasien. Jika ada banyak darah pada balutan
atau seprai di bawah pasien, ia mungkin mengalami perdarahan. Anda harus segera
menghubungi perawat yang bertanggung jawab. Bila untuk alasan ini Anda merasa
bahwa pasien tidak benar-benar stabil atau Anda khawatir tentang pernapasan, tanda-
tanda vital atau kemungkinan kehilangan darah, yakinkan bahwa pasien dipantau secara
kontinu. Jangan ragu untuk meminta perawat yang bertanggung jawab atau dokter untuk
memeriksa pasien.
• Periksa jumlah cairan yang dikonsumsi pasien dan haluaran cairan dengan cermat.
Kebanyakan pasien akan terus diberikan cairan secara intravena selama periode pasca-
pembedahan. Pemberian cairan ini memastikan bahwa kehilangan cairan selama
pembedahan tergantikan. Namun, pada saat yang sama, perhatikan bahwa pasien tidak
terlalu banyak mengonsumsi cairan dari yang dapat ditanggung tubuh. Perhatikan
kembali program dokter untuk jumlah cairan bagi pa-sien. Periksa kecepatan aliran IV
untuk meyakinkan bahwa pasien mendapat jumlah cairan yang cukup.
Banyak pasien haus ketika mereka terbangun dari anestesi. Beri mereka kasa basah
untuk membasahi mulut sampai mereka diizinkan untuk minum per oral. Kemudian
ketika pasien diizinkan minum, berikan air dalam jumlah sampai Anda yakin mereka
tidak akan muntah.
Pedoman perawatan pasien
149
• Periksa ulang kecepatan aliran dan kerja jalur IV setiap jam.
Juga periksa tinggi cairan IV dalam kantung atau botol, untuk
meyakinkan bahwa pasien mendapat jumlah cairan yang
tepat setiap jamnya. Periksa slang drainase jika ada untuk
meyakinkan alat ini bekerja dengan benar.
• Tuliskan semua inisial Anda dan pengkajian terus-menerus
pada catatan pasien, termasuk tanda-tanda vital pasien, kesadaran,
warna kulit, drainase berdarah, dan asupan cairan.
Bagaimana membantu pasien bedah untuk pulih
Mengontrol nyeri pasca-operasi
Periksa tingkat dan lokasi nyeri pasien. Beri pasien pereda nyeri yang diprogramkan
dokter, secara teratur atau sesuai jadwal.
Nyeri adalah ketidaknyamanan ekstrem bagi pasien. Nyeri juga memperlambat
pemulihan dan dapat menimbulkan komplikasi. Biasanya terjadi nyeri paling
hebat selama beberapa hari pertama setelah pembedahan. Setelah itu nyeri
berkurang dengan perlahan. Pada hari pertama pasca-pembedahan, obat nyeri
biasanya diberikan setiap tiga sampai empat jam. Medikasi ini sering diberikan
secara intravena. Pada hari kedua atau ketiga pasien dapat menggunakan medikasi
nyeri per oral.
Bila pasien menolak obat karena tidak ada nyeri, beri tahu pasien bahwa pengendali
nyeri bekerja paling baik bila medikasi diberikan sebelum nyeri menjadi
intens.
Instruksi PRN memungkinkan perawat menilai kapan memberikan obat. Pasien
kadang tidak mendapat semua obat untuk nyeri yang mereka perlukan. Yakinkan
pasien mendapat cukup obat nyeri.
Yakinkan bahwa pasien hangat dan
nyaman. Nyeri meningkat seiring
dengan ketegangan. Bantu pasien rileks
dengan gosokan punggung dan
tindakan kenyamanan lain.

Selalu berikan obat nyeri sebelum melatih pasien
berjalan dan sebelum waktu tidur.
Bab 12. Merawat pasien bedah
150
Pastikan asupan cairan adekuat
Penting bahwa pasien mendapat cukup cairan. Periksa pasien terhadap adanya tanda
dehidrasi atau kelebihan beban cairan. Tanda-tanda dehidrasi adalah: membran mukosa
kering, elastisitas kulit buruk (turgor), haus dan jumlah urine pekat sedikit. Tanda
kelebihan beban cairan adalah: sulit bernapas, vena leher distensi, bunyi atau ronki
basah pada paru dan pembengkakan (edema).
Pasien mungkin mendapat cairan intravena selama beberapa hari setelah pembedahan.
Pemberian cairan intravena bergantung pada seberapa serius pembedahan tersebut.
Sebelum meningkatkan pasien untuk minum cairan per oral, periksa bising usus dengan
mendengarkan melalui stetoskop pada abdomen pasien. Bunyi gemuruh pada usus
adalah tanda peristalsis. Dengarkan sekali atau dua kali sehari sampai Anda mendengar
bising usus. Setelah cairan intravena berhenti, berikan sisipan sedikit air untuk
memulainya. Kemudian tingkatkan dengan cairan lain. Yakinkan pasien mendapat cukup
cairan. Cairan yang cukup mencegah dehidrasi, mencegah mukus menjadi tebal dan
membantu mencegah konstipasi.
Memeriksa haluaran urine
Penting bahwa pasien berkemih. Pasien mungkin masih tetap menggunakan kateter
urinarius selama waktu setelah pembedahan. Bila tidak, Anda harus membantu pasien
berkemih. Asupan cairan kurang dan kateterisasi kontinu dapat me-nimbulkan infeksi
urinarius. Retensi urine dapat menimbulkan masalah ginjal.
Jika pasien tidak berkemih dalam delapan jam pembedahan, informasikan
kepada dokter.
Dengan cermat catat jumlah cairan yang dikonsumsi dan jumlah yang dikemihkan. Jika
pasien mendapat cukup cairan per oral atau intravena, urine harus jernih.
Miringkan dan latih pasien
Pasien perlu dimiringkan dari satu sisi ke sisi lain setiap dua jam. Mereka harus bangun
dan berjalan sesegera mungkin setelah pembedahan. Biasanya pasien mulai berjalan di
sore hari pada hari pertama pembedahan. Yakinkan pasien nyaman dan nyeri mereka
terkontrol. Minta mereka duduk pada tepi tempat tidur sebentar, dengan kaki tergantung
ke bawah. Kemudian bantu mereka berjalan. Jika pasien tampak pucat atau kulit basah
dan pusing ketika berdiri atau berjalan, periksa tekanan darah dan nadi untuk
meyakinkan bahwa tanda-tanda vital pasien normal.
Pedoman perawatan pasien
151
Sirkulasi yang baik pada kaki dan tungkai adalah penting setelah pembedahan.
Trombus atau bekuan pada vena di tungkai dapat lepas dan menjadi embolus
yang bergerak ke paru-paru atau jantung dan menyumbat arteri. Bekuan di kaki
sangat berbahaya. Latihan kaki, berjalan dini, minum banyak cairan dan stoking
(kaus kaki) elastik, jika tersedia, adalah cara terbaik untuk mencegah bekuan
pada vena.
Perhatikan kulit pasien terhadap tanda inflamasi, yang biasanya dikaitkan dengan
bekuan. Perhatikan adanya bengkak, area kemerahan yang hangat saat disentuh
dan nyeri, vena yang teraba keras dan sakit atau kram. Mungkin ada bekuan jika
pasien merasa tidak nyaman ketika kaki difleksikan.
Untuk mencegah bekuan, dorong pasien untuk melakukan latihan tungkai dan
kaki setiap jam atau setiap dua jam kapan pun ia terjaga.
Mendorong batuk dan napas dalam
Pasien harus melakukan latihan batuk dan napas dalam setiap dua jam selama
hari pertama atau setelah pembedahan. Latihan ini dilanjutkan sampai pasien
berdiri dan berjalan dengan teratur. Bila pasien mempelajari latihan ini sebelum
pembedahan, latihan ini akan tampak mudah. Bantu pasien menyokong insisi
bila merasa nyeri. Jika pasien tidak dapat batuk, ia mungkin membutuhkan tindakan
pengisapan (suction).
Memberikan diet adekuat
Pasien akan meningkatkan diet dari cair ke lunak dan kemudian diet reguler.
Asupan cairan yang baik dan berjalan dini membantu mencegah infeksi saluran
kemih, konstipasi atau distensi abdomen, dan gas yang tertinggal di usus. Pasien
harus makan cukup makanan sehat untuk mendapatkan protein, kalori, dan vitamin
untuk menyembuhkan luka bedah dan tubuhnya.
Memeriksa fungsi usus
Periksa bahwa pasien dapat mengeluarkan produk sisa dari usus dan bahwa feses
lunak. Tanda konstipasi adalah: bengkak pada abdomen, nyeri dan tidak ada
feses atau feses keras.
Bab 12. Merawat pasien bedah
152
Mengamati pasien terhadap munculnya komplikasi
Perhatikan dengan cermat tanda komplikasi setelah pembedahan.
• Pneumonia dan kolaps kantung udara kecil (alveoli) dalam paru (disebut atelektasis).
Tanda pneumonia atau atelektasis meliputi: demam, napas pendek atau pernapasan
cepat, nyeri dada, batuk, sputum berdarah atau terinfeksi, dan penurunan bunyi
pernapasan atau bunyi ronki basah (krepitasi) yang terdengar di paru dengan stetoskop.
Kadang pasien juga mengalami warna kebiruan pada membran mukosa dan bantalan
kuku.
Nyeri dada tiba-tiba dan napas pendek, warna kebiruan, gelisah, dan tanda syok
(tekanan darah rendah dan nadi sangat cepat) menunjukkan bekuan darah atau emboli
udara pada salah satu pembuluh darah di paru (embolisme pulmonal).
• Perdarahan
Tanda perdarahan dapat meliputi balutan dan seprai yang berdarah. Bila pasien
mengalami perdarahan internal, Anda mungkin tidak melihat tanda ini. Salah satu tanda
pertama kehilangan darah adalah peningkatan pernapasan. Tanda selanjutnya meliputi
nadi cepat dan lemah, penurunan tekanan darah, kulit dingin, basah, dan pucat, dan
penurunan jumlah urine.
• Masalah urinarius
Tanda retensi urinarius adalah: ketidakmampuan untuk berkemih atau berkemih dalam
jumlah kecil, kandung kemih meregang, dan ketidaknyamanan pada regio kandung
kemih. Tanda infeksi saluran perkemihan meliputi rasa terbakar ketika berkemih, rasa
desakan, nyeri pada abdomen bawah, urine berkabut dan kadang demam.
• Infeksi luka
Merawat luka pasien dan membantunya sembuh adalah tanggung jawab utama perawat.
Jika penyembuhan terlambat, luka lebih mungkin menjadi terinfeksi.


Pedoman perawatan pasien
153
Tanda infeksi meliputi kemerahan, nyeri tekan, rabas terinfeksi,
bau luka tidak enak, dan demam. Pasien juga mengalami nadi
cepat dan pernapasan cepat.
Untuk mencegah infeksi, selalu cuci tangan Anda sebelum
merawat luka pasien. Gunakan teknik steril dan balutan steril
jika mungkin.
Lakukan yang terbaik untuk mempertahankan area luka sebersih
mungkin. Ganti balutan di atas luka ketika balutan basah.
Ketika Anda mengganti balutan, bersihkan luka dengan larutan
salin steril.
Gunakan teknik steril dan instrumen steril untuk mengangkat
jahitan. Perhatikan dengan cermat jahitan yang telah Anda
angkat untuk meyakinkan semua benang jahitan telah keluar.
Benang jahitan yang tertinggal dalam luka dapat menyebabkan
infeksi.
Anda dapat menggunakan balutan untuk menyokong atau
mengimobilisasi luka, amankan balutan atau beri tekanan
pada area tubuh. Bila mungkin, balut bagian tubuh dalam
posisi normal. Biarkan ujung bagian tubuh (misalnya, jari kaki)
terpajan sehingga Anda dapat memeriksa sirkulasi darah.
Memulangkan pasien
Tujuan tim kesehatan adalah mempersingkat waktu pasien tinggal di rumah
sakit dan kembali ke rumah semudah mungkin. Sebelum pulang, beri pasien
dan keluarga informasi tentang aktivitas dan latihan, higiene, perawatan luka,
setiap medikasi dan perjanjian tindak lanjut. Dorong pasien untuk mengajukan
pertanyaan.
Pemulangan pasien didiskusikan selanjutnya pada bab menyiapkan pasien untuk
pulang.


Bab 12. Merawat pasien bedah
154
Merawat pasien nyeri
Nyeri adalah alasan paling umum untuk mencari bantuan medis. Banyak pasien yang
ditemui perawat mengalami nyeri. Nyeri mereka menyebabkan penderita-an dan
memengaruhi penyembuhan. Tanggung jawab perawat adalah untuk melakukan segala
sesuatu yang mungkin untuk mengurangi nyeri pasien. Perawat mungkin tidak
mengetahui apakah orang lain mengalami nyeri atau tidak, atau seberapa nyeri orang
tersebut merasakannya. Nyeri adalah perasaan pribadi yang tidak dapat secara akurat
digambarkan atau diukur. Perawat tidak dapat merasakan nyeri pasien atau melihatnya.
Perawat harus meyakini nyeri tersebut dan mempercayai penilaian seseorang tentang
seberapa berat nyeri tersebut.
Mengkaji nyeri pasien
Untuk melakukan penatalaksanaan nyeri pasien, perawat pertama harus me-ngetahui di
mana (lokasi), seberapa lama (kualitas), dan seberapa kuat (intensitas) nyeri tersebut.
Untuk pasien bedah, pasien luka bakar, dan pasien yang mengalami trauma, informasi
tersebut biasanya jelas. Untuk pasien lain, perawat perlu menanyakan tentang detil-detil
ini. Mungkin juga bermanfaat jika menanyakan tentang apa yang membuat nyeri atau
membuatnya makin buruk, sesuatu yang tampak dapat meredakan nyeri, gejala lain
yang menyertai nyeri, dan efek nyeri tersebut.
Berikut ini adalah pertanyaan untuk diajukan pada pasien yang tampak me-ngalami nyeri
akut hebat:
• Di mana nyeri Anda?
• Dapatkah Anda menggambarkan nyeri Anda? Seperti apa rasanya?
• Seberapa hebat nyeri Anda?

13
155
Pertanyaan-pertanyaan ini akan memberikan informasi dasar yang diperlukan
untuk memberi peredaan nyeri. Selain itu, tanyakan pasien obat yang telah diminum.
Tanyakan apakah pasien alergi terhadap obat nyeri.
Bila tidak jelas apakah pasien merasa nyeri, mulai dengan mengajukan pertanyaan
sederhana ini:
• Apakah Anda merasa nyeri?
Berikut ini adalah pertanyaan lain yang dapat Anda ajukan, khususnya tentang
nyeri kronis atau kambuhan, atau nyeri yang sulit untuk diidentifikasi:
• Kapan nyeri mulai? Seberapa lama Anda telah mengalaminya?
• Apakah Anda merasa nyeri terus-menerus? Jika tidak, seberapa
lama nyeri ini berlangsung?
• Apa yang biasanya membuat nyeri timbul? Apa yang membuatnya
memburuk?
• Apa yang dapat membantu menghilangkan nyeri?
• Apakah Anda mempunyai gejala lain tepat sebelum atau selama
atau setelah nyeri (mis., mual, penglihatan buram, pusing,
dan napas pendek)?
• Apakah nyeri memengaruhi tidur, makan, pekerjaan, dan aktivitas
Anda yang lain?
• Apa yang biasa Anda lakukan untuk mencoba membantu
menghilangkan nyeri?
Lokasi nyeri
Nyeri dapat dirasakan pada salah satu tempat dan mudah diidentifikasi. Nyeri
dapat dirasakan di banyak area tubuh, khususnya bila timbul dari organ internal.
Kadangkala nyeri dapat berpindah dari tempat cedera internal ke bagian tubuh
yang lain. Kadang nyeri disebabkan pada satu tempat dan dirasakan di tempat
lain (nyeri alih). Beberapa pasien merasa apa yang disebut nyeri fantom. Nyeri
fantom adalah nyeri pada bagian tubuh yang telah diamputasi. Nyeri ini dapat
berlangsung setelah luka sembuh. Untuk membantu pasien mengatakan di mana
nyeri tersebut, Anda dapat menggunakan gambar tubuh atau gambar orang.
Minta pasien menunjukkan tempat rasa sakit tersebut. Hal ini secara khusus
membantu pada anak-anak.
Bab 13. Merawat pasien nyeri
156
Karakter nyeri
Kadang dengan memberi pasien daftar sifat-sifat dapat membantu mereka
menggambarkan nyeri mereka. Kata-kata yang umumnya digunakan untuk
menggambarkan nyeri termasuk: tajam, berdenyut-denyut, terbakar, kuat, menyengat,
intens, pedih, tumpul, mantap, sakit, menyebar, menusuk, menekan, digaruk, dll. Bila
pasien memilih kata-kata ini, ia dapat menunjuk salah satu kata yang tepat.
Bagaimana mengidentifikasi pasien nyeri
Kadang Anda mengetahui pasien merasa nyeri hanya dengan melihatnya. Individu yang
mengalami nyeri sering mengatupkan gigi mereka, memejamkan mata mereka dengan
kuat, menggigit bibir bawah dan meringis. Mereka dapat mengalami penampilan tersiksa
dan mata dangkal. Individu yang mengalami nyeri sering memegang bagian tubuh yang
nyeri. Individu ini dapat menggosok bagian tubuh yang sakit. Gerakan tubuh seperti
berguling dan miring di tempat tidur juga dapat menunjukkan adanya nyeri. Individu
yang mengalami nyeri juga merintih atau menangis. Mereka mungkin berkeringat,
tampak pucat atau menunjukkan pernapasan cepat atau dangkal
Pasien mungkin mengalami lebih banyak atau lebih sedikit nyeri, bergantung pada apa
maknanya bagi mereka. Sebagai contoh, wanita yang melahirkan mungkin mudah untuk
menahan nyeri mereka. Ia mengetahui bahwa ia akan mendapatkan bayi. Individu yang
menderita nyeri punggung kronis yang ke-sakitan dan tidak dapat menghilangkan nyeri
mungkin sulit untuk menerimanya. Beberapa pasien belajar cara untuk mengatasi nyeri
yang membuatnya lebih dapat ditoleransi. Sedangkan orang lain tampak tidak dapat
mengatasi nyeri mereka.
Respons pasien terhadap nyeri juga da-pat dipengaruhi oleh latar belakang dan budaya.
Seseorang dapat mengatakan nyerinya tidak terlalu serius ketika ke-luarga ada
didekatnya, sementara orang lain mungkin mencoba mendapatkan sim-pati dari anggota
keluarga. Seseorang mungkin tidak mengatakan apapun tentang nyeri sementara orang
lain menangis atau mengeluh. Seorang pasien dapat menginginkan peredaan cepat
sementara yang lain berpikir peredaan nyeri adalah tanda kelemahan atau berpikir
bahwa obat nyeri adalah adiktif.
Respons pasien berbeda-beda terhadap nyeri
Pedoman perawatan pasien
157
Bagaimana mengatasi nyeri pasien
Di bawah ini adalah kunci untuk penatalaksanaan nyeri yang efektif:
• Tunjukkan bahwa Anda mengenali nyeri pasien dan berespons
dengan sikap penuh perhatian.
• Dengarkan dengan cermat apa yang dikatakan pasien tentang
nyeri.
• Bertindak untuk meredakan nyeri. Pada kasus nyeri akut seperti
pembedahan atau trauma, bertindak dengan cepat untuk
meredakan nyeri adalah sangat penting. Nyeri dapat menimbulkan
komplikasi dan memperlambat pemulihan. (Namun,
jangan memberikan obat nyeri pada pasien yang mengalami
nyeri akut pada abdomen sampai masalah telah ditemukan).
• Beri peredaan nyeri sebelum nyeri menghebat. Jika nyeri pasien
berlanjut, Anda harus memberi medikasi pada jadwal reguler
bukan menunggu sampai pasien meminta bantuan. Dosis
terjadwal mempertahankan kadar konsisten dalam darah dan
mencegah nyeri hebat. Ini berarti bahwa sedikit obat diperlukan
untuk mengendalikan nyeri. Jika dosis obat bervariasi telah
diresepkan (sebagai contoh, morfin intramuskular 5 sampai 15
mg setiap tiga sampai empat jam), tanyakan pasien tentang
nyeri dan sesuaikan dosis untuk meyakinkan nyeri pasien terkendali.
Medikasi nyeri
Penatalaksanaan obat meliputi penggunaan opiat narkotik, dan obat antiinflamasi
non-steroid dan analgesik lain.
Analgesik narkotik
Narkotik meredakan nyeri dan memberikan rasa euforia. Narkotik seperti morfin
memberikan peredaan nyeri maksimal. Dosis dapat secara mantap ditingkatkan
untuk meredakan nyeri. Morfin adalah obat terbaik untuk nyeri sangat hebat dan
untuk sakit terminal, yang nyerinya dapat meningkat secara terus-menerus.
Petidin juga analgesik narkotik efektif yang dapat digunakan sebagai alternatif
morfin. Tetapi kerja obat ini tidak bertahan lama seperti morfin dan tidak seefektif
morfin untuk pasien yang menderita nyeri hebat. Kodein adalah narkotik yang
dapat diberikan per oral untuk nyeri sedang.



Bab 13. Merawat pasien nyeri
158
Parasetamol atau obat anti-inflamasi lain dan narkotik bekerja bersama dengan baik.
Obat ini memberikan peredaan nyeri lebih baik daripada obat yang diberikan tunggal.
Dosis efektif parasetamol atau aspirin untuk peredaan nyeri adalah antara 650 dan 1000
mg. Dosis narkotik bervariasi, dan Anda harus mengetahui rentang dosis efektif. Dosis
bervariasi bergantung pada cara obat diberikan.
Pemberian narkotik
Narkotik dapat diberikan dalam berbagai cara yang berbeda. Narkotik paling umum
diberikan per oral, intramuskular, atau rute intravena seperti bolus intravena atau infus
intravena kontinu. Pemberian per oral adalah rute paling mudah. Namun, efek
kebanyakan narkotik opiat hanya berlangsung kira-kira empat jam. Ini berarti bahwa
pasien yang menggunakan morfin atau opiat lain per oral harus bangun tengah malam
untuk mengontrol nyeri mereka dengan tepat. Ada beberapa bentuk morfin yang bekerja
lama, dengan durasi delapan jam. Ada juga morfin cair baru untuk mereka yang tidak
dapat menelan pil.
Beberapa opiat narkotik tersedia dalam bentuk supositoria. Rute pemberian ini terutama
membantu untuk pasien yang tidak dapat menelan atau yang me-ngalami mual dan
muntah.
Pasien yang nyerinya tidak dapat dikontrol dengan obat oral mendapatkan obat mereka
diinjeksikan di bawah kulit (injeksi subkutan). Pereda nyeri juga dapat diberikan ke dalam
otot. Ini tidak diminati karena menimbulkan nyeri, absorpsi obat bervariasi dan
penyuntikan harus diulang setiap tiga sampai empat jam. Pemberian obat per intravena
cepat dan efektif. Obat ini bermanfaat untuk pasien yang mengalami nyeri akut.
Beberapa rumah sakit besar sekarang memiliki pereda nyeri yang dikendalikan-pasien.
Pompa mengalirkan opiat ketika pasien menekan tombolnya.
Pereda nyeri yang dikendalikan-pasien juga mungkin dengan memberikan pasien suplai
morfin cair.
Penggunaan analgesik narkotik normalnya dikendalikan dengan berbagai per-aturan dan
prosedur untuk mencegah penyalahgunaan dan untuk memenuhi konvensi internasional
mengenai obat narkotik. Akses ke obat narkotik mungkin sulit karena obat ini normalnya
disimpan dalam penyimpan terkunci. Petugas kesehatan dituntut untuk menyimpan
catatan rinci penggunaan obat ini. Penggunaan analgesik narkotik kadang dihindari
karena hal ini menambah beban kerja dan tanggung jawab dokter dan perawat. Tetapi
kesejahteraan pasien harus menjadi pertimbangan utama perawat. Jangan membiarkan
kerja tambahan ini menghentikan Anda menggunakan analgesik yang efektif.
Pedoman perawatan pasien
159
Efek samping analgesik narkotik
Semua narkotik mempunyai efek samping. Anda harus meninjau ulang efek
sampingnya ketika memberikan narkotik apa pun.
Depresi pernapasan: Narkotik dapat membuat pasien susah bernapas. Depresi
pernapasan ini adalah efek samping paling berbahaya. Semua narkotik juga
membuat pasien mengantuk pada awalnya.
Periksa kesadaran pasien dan
pernapasannya sebelum memberikan
narkotik. Informasi ini
akan membantu Anda memutuskan
apakah pasien mengalami
kesulitan pernapasan
atau terlalu mengantuk. Jika
Anda melihat ada masalah
ini, dosis terlalu besar, dan
Anda harus mendapatkan pesan
dari dokter untuk mengurangi
dosis dengan segera.
Tingkat sedasi dari analgesik narkotik akan berkurang secara bertahap setelah
pasien menggunakan obat ini selama tiga sampai lima hari.
Seperti juga penurunan pernapasan, analgesik narkotik mempunyai efek samping
lain. Efek ini meliputi konstipasi, gatal (pruritus), dan yang jarang terjadi adalah
ketidakmampuan berkemih (retensi urine).
Untuk konstipasi, tingkatkan asupan cairan pasien, tingkatkan serat dan agens
pembentuk serat pada diet, tingkatkan latihan fisik dan bila perlu berikan pelunak
feses atau laksatif. Mual dan muntah secara bertahap akan berhenti. Berikan
antiemetik sampai mual dan muntah berhenti. Pasien mungkin menginginkan
analgesik diganti.
Untuk pruritus (gatal), gunakan kemasan pendingin dan losion dan berikan
pasien antihistamin. Antihistamin paling umum adalah prometazin (fenergan).
Selalu sediakan prometazin kapan pun obat diberikan, untuk mengatasi reaksi.
Jika pasien mengalami retensi urine (ketidakmampuan berkemih), perawat perlu
mengkateterisasi pasien, atau memberikan obat antagonis narkotik seperti Narcan.
Kewaspadaan klinis: Jika pernapasan pasien menurun,
berikan obat untuk menghilangkan efek narkotik,
misalnya nalokson hidroklorid (Narcan) sampai
pernapasan kembali normal.
Bab 13. Merawat pasien nyeri
160
Analgesik non-narkotik
Obat anti-inflamasi non-steroid atau non-narkotik meliputi aspirin, asetaminofen, dan
ibuprofen. Obat ini dapat bekerja sebagai pereda nyeri dan juga menurunkan demam.
Efek samping paling umumnya adalah susah makan, atau pada kasus ekstrem ulkus
lambung dan perdarahan lambung. Efek samping ini dapat dicegah dengan makan
makanan ketika minum obat.
Analgesik adjuvan adalah obat yang tidak dikembangkan untuk pereda nyeri tetapi dapat
mengurangi beberapa tipe nyeri, khususnya nyeri kronis. Obat ini meliputi sedatif ringan
atau tranquilizer. Obat ini dapat menurunkan spasme otot serta ansietas dan
ketegangan, yang dapat meningkatkan nyeri. Antidepresan seperti amitriptilin
hidroklorida juga dapat membantu mengatasi nyeri. Anti-konvulsan seperti
karbamazepin dapat mengontrol nyeri herpes zoster (shingles) dan masalah saraf
diabetik, seperti nyeri pada kaki.
Anda dapat memeriksa pasien dengan sering yang mungkin mengalami nyeri akut,
seperti setelah pembedahan. Periksa setiap dua jam selama 24 jam pertama setelah
pembedahan, dan kemudian setiap tiga sampai empat jam sampai pulang. Berikan
analgesik narkotik dan obat antiinflamasi non-steroid (NSAID) sesuai program dokter.
NSAID meningkatkan peredaan nyeri yang diberikan narkotik. Nyeri berkurang hebatnya
jika obat pereda diberikan berdasarkan jadwal. Jangan menunggu sampai pasien yang
mengalami nyeri meminta peredaan tersebut.
Ketika pasien tidak jelas mengenai penyebab nyeri dan jumlah nyerinya, akan membantu
bila mengikuti tiga tahap pendekatan penunjuk nyeri yang di-kembangkan oleh World
Health Organization untuk nyeri kanker. Pendekatan ini secara seimbang bermanfaat
untuk nyeri dengan penyebab lain.
• Pertama berikan pasien obat anti-inflamasi nonsteroid non-narkotik (NSAID).
• Jika pasien masih merasa nyeri setelah menggunakan dosis maksimum NSAID,
tambahkan narkotik opioid ringan.
• Jika pasien masih merasa nyeri, tambahkan narkotik opioid kuat.
Pada setiap langkah, analgesik adjuvan juga dapat diberikan.
Pedoman perawatan pasien
161
Tindakan keperawatan untuk peredaan nyeri
Ada banyak hal yang dapat Anda lakukan untuk membantu meredakan nyeri
pasien:
• Bicara dengan perlahan dan tenang kepada pasien
• Ubah posisi pasien untuk membuatnya lebih nyaman
• Tempatkan bantalan di atas area tonjolan tubuh sebelum Anda
memberikan balutan.
• Berikan kompres panas atau dingin pada area nyeri
• Tawarkan makanan yang sesuai
• Berikan cairan yang cukup
• Dorong pengunjung untuk mengalihkan dan menyamankan
pasien dengan percakapan yang bersahabat atau dengan
memainkan musik favorit dengan tenang.
• Berikan pasien mandi hangat yang merilekskan
• Berikan gosokan atau masase punggung


Percaya apa yang dikatakan pasien tentang nyeri yang
dialaminya.
Bab 13. Merawat pasien nyeri
162
Merawat pasien kedaruratan yang
mengancam jiwa
Ketika hidup pasien dalam bahaya, keadaan ini adalah kedaruratan dan Anda perlu
melakukan tindakan segera. Kedaruratan dapat terjadi karena penyebab yang berbeda.
Sebagai contoh, individu mungkin cedera hebat, atau mengalami serangan jantung atau
stroke, atau mengalami reaksi alergik berat. Individu ini mungkin mengalami keracunan
atau luka bakar hebat, atau mungkin tenggelam. Bab ini berfokus pada tanda-tanda
bahaya untuk diperhatikan dan tindakan segera yang harus dilakukan dalam situasi
kedaruratan.
Bersiap untuk keadaan darurat
Anda harus mempunyai akses cepat terhadap alat atau troli resusitasi yang mencakup
alat-alat berikut:
• spuit, jarum (berbagai ukuran), jarum butterfly (jika mungkin), swab (kapas alkohol),
plester, dan beberapa ampul (bila mungkin)
• set tetes intravena (IV) dan kanula intravena
• 4-5 liter cairan IV: laktat Ringer atau Hartmann, salin normal, dekstrosa 5%, plasma
• oksigen, jika mungkin
• alat pengisap (suction) dan kateter
• slang saluran udara, jika mungkin, laringoskop
• torniket
• kantung ambu (pediatrik dan dewasa) dan beberapa ukuran masker yang berbeda

14
163
• Obat-obatan: Obat berikut harus ada dalam troli atau siap
tersedia dalam ruang kedaruratan atau ruang kecelakaan
suatu rumah sakit - 50% larutan dekstrosa, adrenalin, frusemid
(Lasix), diazepam (Valium), hidrokortison/deksametason, fenergen,
ergometrin, nalokson (Narcan), insulin, lignokain, anti-bisa
ular (bila ada), atropin, aminofilin, obat anti-malaria, aspirin
dan antibiotik.
Troli atau peralatan harus diperiksa setiap hari untuk meyakinkan bahwa semua
alat dan bahan siap digunakan.
Resusitasi A, B, C dan D
Pada situasi mengancam jiwa, tugas pertama adalah meresusitasi pasien. Selalu
mulai resusitasi sekaligus; jangan menunggu sampai Anda mengkaji pasien. Ikuti
resusitasi A, B, C, dan D.
A Pastikan jalan napas
Pertama, periksa untuk melihat apakah jalan napas pasien terbuka. Jika pasien
dapat bicara, jalan napas berarti terbuka. Jika pasien tidak dapat bicara, lihat
apakah dinding dada mengembang. Dengarkan pertukaran yang terjadi dalam
jalan napas (pernapasan) dan coba raba pernapasan dengan tangan Anda. Bila
terlalu sedikit atau tidak ada gerakan udara pada pasien sadar, pasien mungkin
tersedak.
Obstruksi jalan napas: pasien sadar
Jika pasien sadar tersedak, lakukan manuver Heimlich.
Berdiri di belakang pasien, tempatkan lengan mengelilingi
abdomen, di antara pergelangan tangan dan
iga-iga, dan genggam tangan Anda satu dengan yang
lain. Kemudian berikan tarikan cepat dan tiba-tiba
pada tangan Anda dengan gerakan ke atas. Ulangi tindakan
menekan ini tiga sampai empat kali bila perlu.
Ini akan membantu melepaskan objek yang menyumbat
jalan napas pasien.
Obstruksi jalan napas: pasien tidak sadar
Jika pasien yang tersedak tidak sadar, duduk di atas
pasien (pasien harus berbaring telentang), dan tempatkan
tumit tangan Anda di garis tengah tubuh


Manuver Heimlich
Bab 14. Merawat pasien kedaruratan yang mengancam jiwa
164
pasien, di atas umbilikus dan tepat di bawah sternum bagian bawah. Tempatkan tangan
lain di atas tangan pertama dan tekan ke dalam dan ke arah atas diafragma pasien
dengan lima kali dorongan cepat. Ini akan melepaskan benda asing di jalan napas.
Jika pasien adalah anak, gunakan prosedur yang sama seperti orang dewasa. Ulangi
dorongan ke atas lima kali.
Jika pasien adalah bayi, baringkan bayi telungkup di lengan bawah Anda, dengan kepala
lebih rendah dari tubuh. Sokong kepala dan dada bayi serta berikan lima kali pukulan di
antara belikat.
Jika tindakan ini tidak melepaskan benda asing yang menyumbat, tempatkan bayi pada
posisi telentang dengan kepala lebih rendah dari tubuh. Dengan menggunakan dua jari
pertama dari salah satu tangan, tekan di antara umbilikus dan tulang dada dengan
gerakan cepat dan kuat sebanyak lima kali.
Jika pasien tidak jelas apakah mengalami tersedak, Anda mungkin dapat membuka jalan
napas dengan mengekstensikan leher pasien. Untuk melakukan ini, tengadahkan kepala
ke belakang dengan satu tangan dan angkat rahang dengan tangan yang lain.
Jika pasien tidak sadar dan bernapas, tem-patkan pasien pada posisi koma, berbaring
pada salah satu sisi dengan lutut difleksi-kan dan kepala dimiringkan ke salah satu sisi.
Tindakan ini akan mencegah lidah atau muntahan menyumbat jalan napas.
Melepaskan obstruksi dari jalan napas bayi
Membuka jalan napas dengan menengadahkan kepala ke belakang dan mengangkat dagu
Pedoman perawatan pasien
165
B Memastikan bahwa pasien bernapas
Jika pasien berhenti bernapas, Anda perlu membantunya
untuk bernapas setelah Anda membersihkan
jalan napas. Tanpa bernapas, pasien
akan meninggal dalam empat menit.
Lakukan resusitasi mulut-ke-mulut atau kantung
dan masker ambu. Baringkan pasien dengan
wajah menghadap ke atas, dengan perlahan
angkat kepala ke belakang dan tarik rahang ke
depan. Bila pasien mungkin mengalami patah
tulang belakang, angkat rahang ke depan pada
dagu dan jangan mengekstensikan leher.
Untuk resusitasi mulut-ke-mulut, tutup cuping hidung dengan satu tangan, buka
mulut Anda lebar-lebar dan ambil napas dalam.
Tutup mulut pasien dengan mulut Anda dan
tiupkan dengan kuat ke dalam paru pasien selama
kira-kira dua detik sehingga dada meninggi.
Biarkan udara keluar dengan melepaskan mulut
Anda dari mulut pasien, dan kemudian tiup lagi.
Ulangi setiap lima detik. Untuk bayi atau anak
kecil, tiup dengan perlahan dan ulangi setiap
tiga detik.
Lanjutkan sampai pasien dapat bernapas sendiri
atau pasien memang sudah meninggal.
Kewaspadaan klinis: Jika ada kemungkinan patah tulang
belakang, jangan menggerakkan pasien sama sekali.
Jangan mengekstensikan leher. Tempatkan diri Anda
pada kepala pasien dan buka jalan napas dengan
menekan sudut rahang bawah pasien ke depan, sambil
Anda menstabilkan kepala di antara lengan bawah
Anda. Anda mungkin perlu menggunakan pengisap
untuk membersihkan jalan napas pasien.
Membersihkan jalan napas
Resusitasi mulut-ke-mulut
Bab 14. Merawat pasien kedaruratan yang mengancam jiwa
166
C Memastikan bahwa jantung pasien berdenyut
Jika pasien bernapas, jantung berdenyut. Jika pasien tidak bernapas, periksa nadi karotis
(di leher) atau nadi femoralis (di bagian dalam paha atas sebelah lipat paha). Ini adalah
nadi yang paling mudah untuk diraba. Pada bayi, raba nadi brakialis di lengan atas
bagian dalam, di antara siku dan bahu. Bila tidak ada nadi dan pasien tidak bernapas,
mulai resusitasi jantung paru (RJP)
Pasien harus berbaring telentang pada permukaan keras. Jika Anda mencurigai ada
cedera tulang belakang, pertahankan kepala dan tubuh pada garis lurus.
Selalu beri ventilasi lebih dulu pada pasien, sebelum melakukan kompresi dada.
Jika Anda menolong seorang diri, ventilasi pasien dewasa dengan dua napas dalam yang
lambat yang berakhir kira-kira masing-masing dua detik, seperti dijelaskan di atas.
Kemudian kompresi dada pasien di garis tengah sternum 15 kali. Untuk menemukan
posisi yang tepat, pertama temukan lekukan di bawah sternum, tempatkan tangan di
atas lekukan dan letakkan tangan Anda untuk mengompresi di atas dua jari dari titik
tersebut. Setelah Anda melakukan 15 kompresi, ventilasi pasien dengan 2 pernapasan
lagi. Kemudian berikan 15 kompresi lagi. Ulangi tindakan ini empat kali.
Meraba nadi karotis
Meraba nadi femoralis
Kompresi dada
Pedoman perawatan pasien
167
Apabila pasien sudah bernapas, sekarang pantau dengan ketat. Jika pasien tidak
bernapas, lanjutkan untuk memberi ventilasi dengan satu pernapasan setiap 5
sampai 6 detik. Jika tidak ada nadi atau pernapasan, lanjutkan dengan resusitasi
jantung-paru.
Jika ada dua orang salah satu dapat memompa jantung 80-100 kali per menit
sementara yang lain memberi ventilasi paru 12-15 kali per menit, atau satu kali
setelah setiap lima kali kompresi dada.
Untuk resusitasi jantung-paru pada anak, kompresi sternum dengan hanya
menggunakan
salah satu tangan pada kecepatan 80-100 kali per menit dan ventilasi
anak sekali setiap lima kali kompresi.
Untuk bayi, gunakan dua
jari untuk memberi kompresi
dada 100 kali per
menit dan ventilasi sekali
setiap 5 kali kompresi. Kompresi
dada di atas sternum,
satu jari lebarnya di bawah
garis imajinasi yang digambarkan
di antara puting
bayi.
Bila jantung berdenyut tetapi
nadi pasien sangat lemah,
tinggikan kaki pasien
dan mulai terapi cairan intravena. Periksa tekanan darah. Siapkan untuk memulai
kompresi dada bila diperlukan.
D Gunakan infus untuk menjamin pasien mendapat
hidrasi dan persiapan untuk memberikan
obat yang diprogramkan
Pasien mungkin mengalami syok jika suplai darah ke organ vital dalam tubuh
terlalu sedikit. Tanda syok adalah:
• ansietas, gelisah atau ketakutan
• ketidakmampuan berkonsentrasi
• pernapasan cepat
• haus, mual
Kompresi dada pada bayi
Bab 14. Merawat pasien kedaruratan yang mengancam jiwa
168
• dilatasi pupil
• kulit pucat dan dingin
• pengisian kapiler lambat
• peningkatan nadi dan penurunan tekanan darah
Jika syok berlanjut, pasien mungkin mengalami koma atau meninggal karena kehilangan
cairan dan darah.
Syok umum terjadi pada pasien yang mengalami cedera berat, luka bakar berat, reaksi
alergi hebat, overdosis obat, keracunan, dehidrasi berat, sepsis (infeksi hebat dalam
aliran darah) atau serangan jantung masif. Memberikan cairan pada pasien dalam situasi
darurat merupakan standar praktik.
Bagaimana mengatasi syok
• Berikan tetesan intravena cepat dengan menggunakan salin normal, Hartmann atau
plasma; gunakan larutan dekstrosa 5% bila tidak ada yang lain.
• Baringkan pasien datar dan tinggikan kaki untuk membantu aliran balik vena ke
jantung dan meningkatkan tekanan darah. Jangan menggerakkan pasien bila dicurigai
ada cedera tulang belakang.
• Lanjutkan tetesan intravena sampai tekanan darah pasien normal.
• Pertahankan pasien hangat.
• Berikan oksigen bila ada.
• Pantau jalan napas, pernapasan, dan tanda-tanda vital pasien.


Kewaspadaan klinis: Jangan meninggikan kaki bila
pasien mengalami gagal jantung kongestif, cairan dalam
paru (edema pulmonal) atau kesulitan bernapas hebat
(gawat napas).
Pedoman perawatan pasien
169
Bagaimana mengatasi perdarahan
Pada pasien yang mengalami perdarahan,
hentikan perdarahan dengan menggunakan
balutan tekan atau tekanan manual secara
langsung di atas luka. Tekanan hampir selalu
akan menghentikan perdarahan.
Tinggikan luka di atas tinggi jantung, bila
mungkin.
Bila perlu, berikan tekanan langsung di atas
titik tekanan seperti di atas arteri besar (brakialis
pada lengan bagian dalam atau femoralis
pada paha bagian atas/lipat paha).
Kadang arteri atau vena yang mengalami perdarahan dapat dengan jelas dilihat
pada luka. Bila tekanan tidak menghentikan perdarahan, Anda dapat mengklem
pembuluh darah dengan forsep arteri. Lakukan dengan sangat hati-hati untuk
tidak salah mengklem struktur vital.


Kewaspadaan klinis: Jangan memberi cairan pada pasien
cedera kepala kecuali ia dalam keadaan syok, karena
cairan dapat meningkatkan pembengkakan otak (edema
serebral). Hati-hati untuk tidak memberi terlalu banyak
cairan pada pasien gagal jantung atau anak. Beberapa
orang menganjurkan memperlambat pemberian cairan
untuk pasien trauma.
Menghentikan perdarahan dengan balutan tekan
Kewaspadaan klinis: Torniket berbahaya dan tidak boleh
digunakan untuk menghentikan perdarahan. Anda
hanya dapat menggunakan torkinet untuk luka tungkai
bawah saat perdarahan hebat mengancam jiwa. Pada
kasus ini, lepaskan torniket selama beberapa menit
setiap setengah jam.
Bab 14. Merawat pasien kedaruratan yang mengancam jiwa
170
Tegakkan diagnosis pasien
Bila Anda telah meresusitasi pasien dan menghentikan perdarahan, periksa penyebab
yang mendasari keadaan darurat dan mulai lakukan tindakan. Ambil waktu khusus untuk
berfokus pada riwayat dan memeriksa tanda-tanda vital.
Kepala dan leher
Periksa kepala untuk adanya luka atau laserasi, drainase dari hidung atau telinga, cedera
mulut dan rahang.
Perhatikan adanya pembengkakan atau cedera pada leher.
Cium pernapasan pasien untuk adanya bau tidak lazim.
Lanjutkan untuk memantau tanda-tanda vital dan mengkaji tingkat kesadaran pasien.
Pertahankan pasien tidak sadar berbaring miring.
Bila ada cedera pada mata, tutup mata dengan tameng mata.
Periksa pupil pada kedua mata. Normalnya pupil sama dan bereaksi ketika sinar
disorotkan padanya.
Jika hidung mengalami perdarahan, dudukan pasien bila mungkin dan tutup hidung
selama sepuluh menit untuk menghentikan perdarahan.
Bahu dan lengan
Periksa bahu, lengan, dan tangan pasien. Minta pasien menggenggam tangan Anda dan
melepaskannya, bila ia mampu. Periksa rentang gerak siku. Jika ada fraktur, lakukan
pembebatan.
Dada
Periksa dada pasien. Dada harus mengembang dengan sama pada kedua sisi ketika
pasien bernapas.
Perhatikan adanya luka dada yang melesak.
Dengarkan bunyi napas dari kedua paru dengan stetoskop, dan dengarkan bunyi
jantung. Bunyi paru harus sama pada kedua sisi.
Palpasi klavikula, sternum, dan iga dan tanyakan apakah tidakan ini menimbul-kan nyeri.


Pedoman perawatan pasien
171
Bila terdapat luka terbuka pada dada, tutup luka dengan balutan dan perban
penahan udara yang bersih. Bila pasien mengalami masalah pernapasan, plester
salah satu sisi tepi balutan sehingga ini akan bertindak sebagai katup.
Abdomen
Kaji abdomen terhadap adanya distensi dan cedera. Jika Anda mencurigai adanya
kerusakan organ internal, atau bila abdomen mengalami nyeri tekan hebat atau
sangat kaku, lanjutkan cairan intravena. Jangan memberikan apa pun per oral
karena pembedahan mungkin diperlukan.
Tulang belakang
Bila ada cedera tulang belakang, jangan menggerakkan pasien sampai Anda
mempunyai sedikitnya tiga orang penolong. Leher, tulang belakang, dan tubuh
pasien tidak boleh dilengkungkan ketika memindahkannya. Sambil menunggu
bantuan, letakkan tangan Anda dengan perlahan di bawah kurva bawah punggung
dan raba adanya nyeri tekan atau deformitas.
Ekstremitas bawah
Periksa dan raba (palpasi) area pelvik dan tulang. Perhatikan adanya cedera
tersembunyi.
Periksa kaki dan tungkai untuk adanya deformitas, perdarahan, protrusi tulang
(penonjolan), pembengkakan atau perubahan warna.
Periksa nadi pada kaki.
Tindakan kedaruratan
Setelah konfirmasi diagnosis, berikan tindakan kedaruratan. Jika tidak ada dokter,
mungkin perlu mengatur pengiriman pasien ke fasilitas kesehatan lain.
Terapi obat segera adalah penting untuk kondisi tertentu
berikut ini:
Obat berikut harus digunakan sesuai jadwal tindakan (atau protokol) yang
ditetapkan untuk fasilitas kesehatan Anda.
• Untuk konvulsi: Diazepam (Valium)
• Untuk perdarahan pascapartum: Ergometrine


Bab 14. Merawat pasien kedaruratan yang mengancam jiwa
172
• Untuk asma: Aminofilin
• Untuk overdosis obat narkotik: Narcan
• Untuk pasien syok hebat atau mengalami reaksi alergik: Hidrokortison intravena atau
intramuskular (plus adrenalin bila syok disebabkan reaksi alergik)
• Untuk reaksi alergik akut: Adrenalin dan fenergen
• Untuk edema pulmonal dan gagal jantung: Frusemid (Lasix)
• Untuk keracunan insektisida: Atropin
• Untuk gula darah rendah: larutan dekstrosa 50%
• Untuk hiperglikemia diabetik: Insulin
• Untuk gigitan ular: Anti-bisa gigitan ular
• Untuk serangan jantung: Aspirin dan trombolitik, bila ada. Morfin intravena dapat
diberikan untuk nyeri hebat
• Untuk infeksi seperti tifoid, meningitis, septikemia, penyakit radang panggul,
pneumonia dan peritonitis: antibiotik
• Untuk malaria: Obat antimalaria seperti quinin dan klorokuinin.
Pasien dengan kebanyakan kondisi ini akan membutuhkan pemasangan dini jalur
intravena.
Untuk tindakan segera terhadap luka bakar, rendam bagian tubuh
dalam air dingin selama 30 menit pertama dan berikan medikasi
nyeri.
Berkomunikasi dengan keluarga
Ketika pasien dalam kondisi terancam jiwanya, anggota keluarga perlu diberi informasi
sesegera mungkin. Beri tahu keluarga apa yang terjadi, dalam keadaan suatu peristiwa
telah terjadi. Diakhiri dengan memberitahu tentang kondisi pasien sekarang. Bila pasien
dalam kondisi kritis, akan bermanfaat untuk menambahkan sesuatu seperti “Ia tidak
sadar dan tidak mengalami nyeri.” Bila pasien menjelang ajal, coba untuk memberikan
keluarga suatu kewaspadaan tentang apa yang akan terjadi.


Pedoman perawatan pasien
173
Bila pasien dalam ruang kedaruratan atau ruang operasi, atau bila keluarga
tidak boleh masuk ke dalam ruangan pasien, buat mereka nyaman dalam ruang
tunggu ketika mereka tiba dan berikan mereka informasi tentang pasien sesering
mungkin dan secepat mungkin. Sesegera mungkin, biarkan salah satu anggota
keluarga melihat pasien bila ia menginginkannya, tetapi jelaskan apa yang akan
dilihatnya.
Jika pasien meninggal, biarkan keluarga melihat pasien setelah meninggal. Sebelum
mereka masuk ruangan, buat jenazah tampak sealamiah mungkin. Tempatkan
tubuh telentang dengan lengan di samping tubuh. Tutup kelopak mata
dan mulut. Cuci area tubuh yang kotor dan tutup dengan selimut. Lepaskan alat
atau bahan dari pasien.
Biarkan keluarga tinggal bersama jenazah selama mereka menginginkannya untuk
mengucapkan perpisahan pada pasien. Berikan kenyamanan dan perhatian
pada keluarga.
Bab 14. Merawat pasien kedaruratan yang mengancam jiwa
174
Merawat pasien menjelang ajal dan
keluarganya
Ketika tidak mungkin untuk mencegah pasien meninggal, dan perawatan medis tidak
mungkin lagi atau tidak lagi bermanfaat, perawat memberikan perawatan penunjang
pada pasien dan keluarga. Tujuan utama perawatan ini adalah untuk:
• mempertahankan pasien nyaman dan bebas nyeri
• membuat hari-hari akhir pasien sebaik mungkin untuk pasien maupun keluarga,
dengan sedikit mungkin penderitaan
• membantu pasien meninggal dengan damai
• memberikan kenyamanan bagi keluarga.
Penting bagi perawat yang merawat pasien menjelang ajal menyadari perasaan mereka
sendiri tentang kematian dan tentang pasien mereka. Sulit untuk melihat orang yang
telah Anda rawat meninggal. Khususnya sulit bila anak atau orang muda yang
meninggal. Anda tidak hanya merawat mereka, Anda juga memperhatikan mereka.
Banyak perawat merasa frustrasi dan berduka ketika pasien mereka meninggal. Penting
bagi Anda untuk mengenali perasaan tersebut. Anda perlu saling memberi kenyamanan
dan mendukung dalam perawatan Anda terhadap orang menjelang ajal.
Meredakan nyeri orang yang menjelang ajal
Tindakan untuk meredakan nyeri dijabarkan sepenuhnya dalam bab merawat pasien
nyeri. Pada pasien yang berada pada tahap akhir penyakit, penting untuk mengingat
bahwa salah satu tujuan utama keperawatan adalah meredakan atau menghilangkan
penderitaan. Pedoman berikut akan membantu.

15
175
• Selalu percaya apa yang pasien katakan tentang nyeri mereka.
Jangan pernah membuat keputusan Anda sendiri tentang
seberapa nyeri yang mereka rasakan.
• Banyak pasien takut bahwa mereka akan meninggal dalam
penderitaan yang dalam. Bersikap baik ketika orang mengekspresikan
atau menunjukkan rasa takut. Tenangkan mereka
dan beri tahu mereka bahwa Anda dapat merawat nyeri tersebut
dan bahwa mereka tidak perlu merasa takut.
• Berikan dosis medikasi nyeri yang memberikan pengendalian
nyeri paling besar dengan efek samping paling kecil.
• Berikan obat nyeri sepanjang siang dan malam hari (dua puluh
empat jam) untuk meyakinkan bahwa pasien mendapatkan
peredaan nyeri yang cukup.
• Obat nyeri paling baik untuk
pasien menjelang ajal
adalah morfin. Dosis morfin
dapat ditingkatkan sesuai
dengan meningkatnya toleransi
pasien dan menurunnya
efektivitas obat.
• Memberikan beberapa obat secara bersamaan (dalam kombinasi)
akan meningkatkan efektivitas obat. Misalnya, obat
anti-inflamasi non-steroid meningkatkan keefektifan opioid
seperti morfin.
• Gunakan rute paling sederhana untuk memberikan obat. Berikan
per oral, selama pasien dapat menelan. Jika pasien tidak
dapat menelan, bolus opiod berulang dapat diberikan di bawah
kulit (rute subkutan). Rute intramuskular tidak seefektif rute
subkutan.
• Gunakan cara lain untuk mengendalikan nyeri, termasuk masase,
musik, dan memposisikan pasien dengan nyaman. Kadang
bantalan panas atau botol air panas berguna untuk
mengatasi nyeri ini.
• Adiksi terhadap medikasi tidak pernah menjadi masalah yang
penting untuk pasien menjelang ajal.
• Penurunan pernapasan (depresi pernapasan) tidak penting
untuk pasien menjelang ajal.
Kewaspadaan klinis: Jangan ragu untuk memberikan
dosis medikasi nyeri efektif.
Bab 15. Merawat pasien menjelang ajal dan keluarganya
176
Pertahankan kenyamanan pasien
• Pasien mungkin menderita ketidaknyamanan lain, sebagian karena medikasi nyeri.
• Bila pasien konstipasi, laksatif mungkin membantu. Juga dorong pasien untuk minum
jus buah.
• Sebanyak mungkin, beri pasien diet tinggi kalori dan tinggi vitamin. Jangan memaksa
pasien untuk makan. Pasien harus makan hanya makanan yang ia ingin makan.
• Dorong pasien untuk minum cairan.
• Pertahankan pasien bersih; mandikan dengan sering, beri perawatan mulut bila mulut
kering, dan bersihkan kelopak mata bila ada sekresi.
• Bantu pasien turun dari tempat tidur dan duduk di kursi bila ia mampu. Jika tidak, ganti
posisi setiap dua jam dan coba untuk mempertahankan pasien pada posisi apa pun yang
paling nyaman.
• Jika pasien mengalami kesulitan bernapas, bantu ia duduk.
• Jika jalan napas tersumbat, Anda mungkin perlu untuk mengisap tenggorok pasien.
• Jika pasien merasa napas pendek atau kekurangan udara, berikan oksigen.
• Bahkan ketika pasien hampir meninggal, mereka dapat mendengar, sehingga jangan
bicara dengan berbisik. Bicara dengan jelas. Pasien juga masih merasakan sentuhan
Anda.
Bagaimana membantu pasien meninggal dengan damai
Penting untuk menanyakan kepada pasien dan keluarga apakah pasien ingin tinggal di
rumah sakit atau pulang untuk hari terakhirnya. Kadang keluarga tidak dapat merawat
pasien di rumah, tetapi itu merupakan pilihan. Bila pasien ingin pulang, ajarkan keluarga
bagaimana merawat pasien. Terutama, tunjukkan pada keluarga cara memberikan obat
untuk nyeri. Yakinkan bahwa mereka me-mahami bahwa sangat penting memberikan
obat dalam dosis dan waktu yang tepat. Juga jelaskan pada mereka bagaimana
membuat pasien nyaman, seperti disebutkan di atas.



Pedoman perawatan pasien
177
Bila pasien tinggal di rumah sakit, cobalah, sebanyak mungkin, untuk melakukan
apa yang diinginkan pasien dan keluarga. Penting untuk memberikan
kenyamanan fisik. Juga penting untuk membuat pasien merasa aman sampai
tenang terhadap rasa takut, dan memberi pasien harapan.
Buat pasien merasa aman dan terlindungi dengan menunjukkan bahwa ia akan
dirawat, dan tidak akan ditinggalkan sendiri.
Tenangkan rasa takut dengan meyakinkan pasien bahwa ia tidak akan menderita
atau ditinggalkan sendiri.
Berikan harapan. Jangan memberikan keyakinan palsu. Berikan target yang lebih
kecil. Bicara tentang masa depan keluarga pasien, atau anjurkan bahwa pasien
dapat berharap tentang kebaikan di masa akan datang, atau mengingatkan ia
bahwa anak-anaknya akan segera berkunjung.
Bila pasien memiliki urusan yang belum selesai, berikan bantuan apa yang perlu
ia lakukan. Pasien mungkin perlu bantuan dalam mengatur anak-anak atau rumahnya.
Berikan perawatan spiritual bila pasien menginginkan, atau bicara pada keluarga
untuk memanggil rohaniawan berkunjung.
Lebih dari semua itu, hargai keputusan pasien. Terima perasaan pasien. Bila ia
tidak ingin makan, atau turun dari tempat tidur, atau membalikkan badan di tempat
tidur, terima hal ini. Dengarkan dan biarkan pasien bicara tentang bagaimana
perasaannya. Bila pasien atau keluarga marah, coba untuk menerimanya.
Permudah bagi keluarga untuk tinggal dengan pasien sebanyak mungkin yang
mereka inginkan. Tunjukkan pada mereka bagaimana merawat pasien dan
mempertahankan
pasien tetap bersih dan nyaman.
Pertahanan keluarga mendapat informasi tentang bagaimana keadaan pasien.
Ketika kematian mendekat, biarkan mereka mengetahui sehingga mereka dapat
bersama pasien pada saat kematian bila mereka menginginkan.
Perawatan setelah kematian
Bila keluarga ada pada saat kematian, biarkan mereka tinggal dengan pasien
setelah kematian, untuk mengucapkan perpisahan.


Bab 15. Merawat pasien menjelang ajal dan keluarganya
178
Jika keluarga tidak ada, tetapi ingin melihat jenazah setelah kematian, buat jenazah
terlihat sealamiah mungkin. Buat lingkungan bersih. Penting untuk melakukan ini dengan
segera, karena mayat akan mulai kaku (rigor mortis) kira-kira dua sampai empat jam
setelah kematian.
Tempatkan jenazah dalam posisi datar, lengan pada sisi tubuh. Tempatkan bantal atau
gulungan handuk di bawah kepala sehingga darah tidak mengubah warna wajah. Tutup
kelopak mata dan tahan selama beberapa detik sehingga mata tetap menutup. Tutup
mulut. Bersihkan daerah yang kotor. Singkirkan semua peralatan dan bahan yang
dipakai dari tempat tidur.
Tenangkan keluarga dan biarkan mereka berduka.
Pedoman perawatan pasien
179
Menyiapkan pasien untuk pulang
Mulailah menyiapkan pasien untuk kembali ke rumah (pulang) sesegera mungkin.
Tujuan perencanaan pulang
Anda perlu merencanakan pemulangan pasien. Tujuannya adalah:
• meningkatkan pemahaman pasien dan keluarga tentang masalah kesehatan dan
kemungkinkan komplikasi dan pembatasan yang akan diberlakukan pada pasien di
rumah.
• mengembangkan kemampuan pasien dan keluarga untuk merawat kebutuhan pasien
dan memberikan lingkungan yang aman untuk pasien di rumah.
• meyakinkan bahwa rujukan yang diperlukan untuk perawatan selanjutnya dibuat
dengan tepat.
Untuk memulai perencanaan pemulangan, perhatikan masalah pasien dan perawatan
yang diperlukannya. Kadang pasien dipulangkan sangat cepat dari rumah sakit dan
masih perlu banyak perawatan di rumah. Sebagai contoh, pasien mempunyai luka bedah
yang perlu perawatan. Kadang pasien atau anggota keluarga dapat merawat segala
sesuatu bila mereka mendapat instruksi dan bahan yang tepat. Di lain kasus pasien akan
memerlukan perawat untuk datang dan memberikan perawatan di rumah.
Persiapan Anda pada pasien dan keluarga akan bergantung pada masalah apa yang
Anda akan temukan pada pasien di rumah. Kadang pasien meninggalkan rumah sakit
tanpa masalah dan tidak memerlukan perawatan lanjut. Pada kasus ini, yakinkan bahwa
pasien dan keluarga memahami kemungkinan masalah selanjutnya. Beri tahu mereka
apa yang harus diperhatikan dan dilakukan bila ada masalah.

16
180
Pada kebanyakan kasus, pasien memerlukan perawatan ketika ia meninggalkan rumah
sakit. Bicara pada pasien sesegera mungkin untuk memastikan apakah ada seseorang di
rumah untuk membantu. Cari tahu siapa orang tersebut. Bila Anda mengetahui sesuatu
tentang pengaturan pasien untuk perawatan di rumah, Anda perlu mengajarkan pasien
dan memberi perawatan apa yang akan dilakukan di rumah.
Menyiapkan pasien untuk pulang
Minta pasien untuk mengundang pemberi perawatan primer di rumah datang
ke rumah sakit sehingga Anda dapat bicara bersama mereka.
Ajarkan pasien dan anggota keluarga tentang cara menangani perawatan di
rumah. Yakinkan bahwa pasien dan keluarga memahami apa masalahnya. Beri tahu
mereka kemungkinan yang akan terjadi dan kapan mereka diharapkan pulih total. Beri
tahu mereka bagaimana mengenali kemungkinan masalah, dan apa yang dilakukan bila
mereka melihat tanda-tanda masalah tersebut.
Beri tahu pasien dan keluarga, apa yang dapat dan tidak dapat dilakukan
pasien. Sebagai contoh, pasien mungkin harus tirah baring selama tiga hari, atau
mungkin perlu turun dari tempat tidur setiap hari dan berjalan beberapa langkah. Pasien
mungkin perlu mandi hanya sebagian, sampai balutan dilepas. Ia mungkin perlu
meninggikan kaki atau lengan untuk periode tertentu. Pasien mungkin hanya mampu
makan makanan lunak selama beberapa hari.
Diskusikan dengan pasien dan keluarga hal-hal yang perlu mereka lakukan
untuk membuat rumah lebih aman dan lebih mudah untuk pasien. Bila pasien
tidur jauh dari kamar mandi atau toilet dan belum dapat berjalan dengan baik, pasien
perlu menaruh wadah di samping tempat tidur sampai ia dapat berjalan dengan mudah.
Bila pasien tidak dapat berjalan mantap, ia mungkin memerlukan tongkat.
Beri tahu pasien dan keluarga tentang medikasi yang perlu digunakan pasien.
Yakinkan bahwa mereka memahami kapan meminumnya dan seberapa banyak.

Yakinkan bahwa pasien dan keluarga memahami berapa lama waktu 


Perencanaan pulang harus melibatkan pasien dan
anggota keluarga atau orang lain yang akan merawat
pasien.
Pedoman perawatan pasien
181
yang diperlukan untuk minum obat. Kadang pasien berhenti minum obat ketika
mereka merasa lebih baik bila mereka tidak memahami bahwa harus melanjutkan
meminum obat tersebut. Kadang pasien tidak tahu bahwa mereka perlu
menyimpan resep untuk persediaan obat selanjutnya. Jelaskan pada pasien dan
keluarga bila obat perlu diminum dengan makanan, atau perlu diminum satu jam
sebelum makan.
Diskusikan perlunya cairan dan diet nutrisi yang adekuat. Jika pasien masih
hanya mengonsumsi cairan, beri tahu keluarga kapan dan bagaimana meningkatkannya
menjadi makanan lunak dan diet normal. Beri tahu pasien dan keluarga
bahwa tanda cukup minum adalah bibir dan lidah lembap (tidak kering),
berkemih teratur dan urine jernih, tidak berkabut.
Memberi pasien dan keluarga instruksi jelas untuk mengatasi nyeri pada
pasien
adalah sangat penting. Coba untuk membantu pasien menjalankan jadwal medikasi
sehingga tidak perlu bangun malam hari. Nyeri berkurang bila obat diberikan
dengan teratur, sesuai jadwal. Pastikan bahwa pasien memahami bahwa ia
harus terus menggunakan obat sampai nyeri benar-benar hilang. Jelaskan bahwa
nyeri terkontrol bila obat digunakan sebelum nyeri menjadi hebat.
Beri pasien bahan atau alat yang diperlukan atau berikan instruksi tentang
cara
mendapatkan hal-hal yang diperlukan. Beri tahu pasien dengan jelas hal-hal
yang harus dilakukan. Beri insruksi dalam bentuk tertulis, karena instruksi detil
mudah dilupakan, khususnya bila pasien kecewa atau marah. Ajarkan pasien
atau anggota keluarga bagaimana melakukan prosedur yang diperlukan. Periksa
pemahaman mereka dengan meminta mereka untuk menunjukkan cara melakukan
prosedur tersebut. Ini disebut demonstrasi ulang.
Bila pasien harus tirah baring, ajarkan keluarga bagaimana mengatur pasien di
tempat tidur, memiringkan, dan membantu pasien berpindah dari tempat tidur
ke kursi. Anggota keluarga sering tidak tahu seberapa penting memiringkan pasien
dengan teratur, membantunya
turun dari tempat tidur
dan ke kursi, dan kemudian
membantu berjalan bila pasien
telah siap. Beri tahu keluarga
bahwa pemberian posisi
dan memiringkan yang tepat
akan membuat pasien lebih
nyaman dan akan mencegah
dekubitus. Demikian Juga,
bila keluarga memahami cara
Pemberi perawatan keluarga dapat mempelajari
bagaimana memberikan perawatan dengan membantu
Anda dalam aktivitas, kemudian melakukannya dalam
pengawasan Anda.
Bab 16. Menyiapkan pasien untuk pulang
182
memindahkan pasien tanpa membahayakannya, mereka akan lebih percaya diri dalam
pemberian perawatan.
Bicara dengan hati-hati pada pasien dan keluarga tentang ramuan buatan
rumah dan penyembuh tradisional. Penting untuk mengetahui apakah pasien diobati
oleh penyembuh tradisional atau diberi ramuan tradisional. Jangan mengkritik keluarga
dalam hal penggunaan metode penyembuhan tradisional bila hal ini tidak berbahaya
bagi pasien. Banyak metode penyembuhan tradisional yang efektif. Misalnya, bila pasien
mengalami pilek, teh herbal sama kuatnya dengan obat atau sirup batuk. Dorong
keluarga untuk memberi tahu Anda atau dokter bila pasien mengalami masalah
kesehatan serius.
Jika pasien perlu mengikuti perawatan lanjutan di rumah, buat rujukan
sebelum pasien meninggalkan rumah sakit. Dalam komunitas kecil perawat yang
merawat pasien di rumah sakit mungkin adalah perawat yang memberikan perawatan di
rumah. Tetapi biasanya seorang perawat kesehatan komunitas yang memberikan
perawatan di rumah. Penting untuk perawat rumah sakit merujuk pasien ke perawat
kesehatan komunitas segera setelah pasien masuk ke rumah sakit. Akan sangat
membantu bila perawat kesehatan komunitas dapat memenuhi kebutuhan pasien dan
keluarga sebelum pasien dipulangkan. Beri tahu pasien bagaimana menghubungi
perawat pada kasus perawat tidak datang atau bila ada kebingungan tentang waktu dan
tempat.
Temukan informasi tentang pelayanan sosial yang tersedia di komunitas dan rujuk
pasien bila perlu.
Prinsip dasar penyuluhan pasien yang baik
Ketika menyiapkan pasien dan keluarga untuk pulang, selalu ikuti prinsip dasar
penyuluhan pasien yang baik:
• Jadwalkan penyuluhan ketika pasien sadar dan berminat terhadap pembelajaran.
• Mulai dengan bahan yang paling ingin pasien ketahui.
• Bila Anda mempunyai beberapa hal untuk diberi tahu kepada pasien, selalu mulai
dengan informasi yang paling sederhana. Berikutnya berikan pasien informasi yang lebih
rumit.
• Gunakan kata-kata yang jelas, umum, bukan kata-kata medis.


Pedoman perawatan pasien
183
• Hentikan bila pasien tampak bingung dan tanyakan apakah ia
memahami.
• Bila perlu ulangi lagi informasi tersebut, atau katakan dalam
kata-kata yang berbeda sampai Anda yakin bahwa ia memahami
Anda.
• Dorong pasien untuk mengomentari dan mengajukan pertanyaan
dan untuk menunjukkan pada Anda apa yang ia ketahui.
• Minta untuk demonstrasi ulang prosedur yang perlu dilakukan
pasien. Bila prosedur melibatkan area tubuh pribadi, akan
membantu untuk meminta perawat yang sama jenis kelaminnya
dengan pasien untuk menunjukkan pada pasien bagaimana
melakukannya.
• Dorong anggota keluarga untuk mengajukan pertanyaan. Pastikan
bahwa mereka memahami apa yang perlu dilakukan.
• Gunakan gambar dalam penyuluhan Anda dan berikan makalah
sederhana dalam bahasa pasien.
• Berikan jawaban yang jelas untuk pertanyaan dan berikan
senyaman dan setenang mungkin, tanpa mengatakan bahwa
ada yang tidak benar.
Ketika pasien meninggalkan rumah sakit
• Ketika pasien meninggalkan rumah sakit, sekali lagi tekankan
informasi yang telah Anda berikan sebelumnya dan program
dokter untuk medikasi, tindakan, atau peralatan khusus.
• Tekankan perjanjian rujukan sehingga pasien jelas tentang halhal
yang harus dilakukan.
• Yakinkan pasien dan keluarga memahami keterbatasan pasien,
seberapa lama hal ini akan berlangsung, bagaimana mengenali
tanda dan gejala yang perlu diwaspadai, dan tindakan
yang harus mereka lakukan untuk membantu pemulihan pasien
semaksimal mungkin.
• Dorong pasien dan keluarga untuk datang kembali ke rumah
sakit bila kondisinya tidak membaik atau memburuk.
• Ketika pasien pulih, dorong untuk kembali ke kehidupan dan
perannya yang normal seperti sebelum sakit.


Bab 16. Menyiapkan pasien untuk pulang
184
REFERENSI
Terbitan WHO
Action Programme for the Elimination of Leprosy: Status Report 1996. Geneva: World
Health Organization, 1996 (WHO/LEP/96.5).
AIDS Home Care Handbook. Geneva: World Health Organization, 1993
(WHO/GPA/IDS/HCS/93.2).
Chemotherapy of Leprosy. Report of a WHO Study Group. Geneva: WHO Technical Report
Series 847, 1994.
Caring for Mothers and Their Babies. Manila, Philippines: World Health Organization
Regional Office for the Western Pacific, 1997.
Clean Delivery: Techniques and Practices for Prevention of Tetanus and Sepsis. Geneva:
World Health Organization, 1994 (WHO/MSM/CHD94.6).
Community Health Worker: Working Guide, Guidelines for Training, Guidelines for
Adaptation. Geneva: World Health Organization, 1990.
Counselling for Maternal and Child Health. Manila, Philippines: WHO Regional Office for
the Western Pacific, 1995.
Detecting Pre-Eclampsia: Using and Mantaining Blood Pressure Equipment. Geneva:
World Health Organization, 1992 (WHO/MCH/MSM/92.3).
Diarrhoea Management Training Course: Participant Manual. (Rev. Ed.). Geneva: World
Health Organization, 1992 (CDD/SER/90.2. Rev 1).
Elimination of Leprosy (Revised ed.). Geneva: World Health Organization, 1996
(WHO/LEP/96.4).
Epidemiological Review of Leprosy in the Western Pacific Region 1982-1995. Manila,
Philippines: WHO Regional Office for the Western Pacific, 1996.
Epidemiological Review of Tuberculosis in the Western Pacific Region. Manila, Philippines:
Research Institute of Tuberculosis, Japan Anti-
185
Tuberculosis Association and WHO Regional Office for the Western
Pacific, 1995.
Essential Elements of Obstetric Care at First Referral Level. Geneva: World
Health Organization, 1991.
Guide to Eliminating Leprosy as a Public Health Problem. (Pocket Ed.). Geneva:
World Health Organization, 1995 (WHO/LEP/95.1).
Guidelines for Cholera Control. Geneva: World Health Organization, 1993.
Guidelines for the Clinical Management of HIV Infection in Adults. Geneva:
World Health Organization, 1991 (WHO/GPA/IDS/HCS/91.6).
Harries, A.D., & Maher, D. TB/HIV: A Clinical Manual. Geneva: World Health
Organization, 1996.
HIV Infection and AIDS: Guidelines for Nursing Care. HIV/AIDS Reference
Library for Nurses, Vol.4. Manila Philippines: WHO Regional Office
for the Western Pacific, 1993.
HIV Prevention and Care: Teaching Modules for Nurses and Midwives. Geneva:
World Health Organization, 1993 (WHO/GPA/CNP/TMD/93.3).
Infection Control. HIV/AIDS Reference Library for Nurses, Vol.2. Manila, Philippines:
WHO Regional Office for the Western Pacific, 1993.
Intercountry Workshop on the Role of Nurses and Auxiliary Staff in Care of
Persons with HIV/AIDS/STD. Alexandria, Egypt: WHO Regional Office
for the Eastern Mediterranean, 1997.
Learning Material on Nursing (LEMON), Chapter 1-13. Copenhagen, Denmark:
WHO Regional for Europe, 1996.
Living with AIDS in the Community. Geneva: World Health Organization, 1992
(WHO/GPA/IDS/HSC/92.1).
Management and Prevention of Diarrhoea: Practical Guidelines (3rd. Ed.).
Geneva: World Health Organization, 1993.
Management of Acute Respiratory Infection in Children. Geneva: World Health
Organization, 1995.
Referensi
186
Managing Maternal and Child Health Programmes: A Practical Guide. Manila: WHO
Regional Office for the Western Pacific, 1997.
MDT: Questions and Answers (Revised edition). Geneva: World Health Organization, 1996
(WHO/LEP/96.6).
Mother-Baby Package: Implementing Safe Motherhood in Countries. Geneva: World
Health Organization, 1994 (WHO/FHE/MSM/94.11).
Obstetric and Contraceptive Surgery at the District Hospital: A Practical Guide. Geneva:
World Health Organization, WHO/MCH/MSM/92.8.
On Being in Charge: A Guide to Management in Primary Health Care. (2nd Ed.). Geneva:
World Health Organization, 1992.
Outpatient Management of Young Children with ARI: A Four-Day Clinical Course:
Director’s and Facilitator’s Guide. Geneva: World Health Organization, 1995.
Outpatient Management of Young Children with ARI: A Four-Day Clinical Course.
Participant Manual. Geneva: World Health Organization, 1995.
Quality Health Care for the Elderly: A Manual for Instructors of Nurses and Other Health
Workers. Manila: WHO Regional Office for the Western Pacific, 1995.
TB: WHO Report on the Tuberculosis Epidemic. Geneva: World Health Organization, 1997.
Things to Do to Stay Healthy. Manila: WHO Regional Office for the Western Pacific, 1995.
Terbitan Lain
Balladin, B., Hart, R., Huenges, R., & Versluys, Z., Child Health. Rural Health Series 1.
Nairobi, Kenya: African Medical and Research Foundation, 1984.
Cage, C.B., Francis, M.D., Van Leuven, K., & White, C.T., Clinical Companion to
Fundamentals of Nursing Care. Redwood City, CA, USA: Addison-Wesley, 1995.
Pedoman perawatan pasien
187
Child Health Dialogue, 2nd and 3rd quarters, double issue 3 and 4, 1996.
Child Health Dialogue, 4th quarter, Issue 5, 1996.
Chin, P., Fundamentals of Nursing. El Paso, Texas, USA: Skidmore-Roth
Publishing, Inc, 1995.
Crofton, J., Horne, N., & Miller, F., Clinical Tuberculosis. London, England:
Macmillan Education, Ltd., 1992.
Desenclos, J.C. (Ed.), Clinical Guidelines: Diagnostic and Treatment Manual
(3rd Ed.). Paris, France: Medicins sans Frontieres, 1993.
Ebrahim, G. J., Nutrition in Mother and Child Health. London, England: Macmillan,
1983.
Ebrahim, G. J., Paediatric Practice in Developing Countries. (2nd Ed.). London,
England: Macmillan, 1993.
Essential Obstetrics Function. Kathmandu, Nepal: Health Learning Materials
Centre, T.U. Institute of Medicine, 1993.
Evian, C., Orlek, J., & Scholtz, A., Primary Clinical Care, Books 1-14. Johannesburg,
South Africa: Health Services Development Unit, Department
of Community Health, University of the Witwatersrand Medical
School, 1987-1992.
Eye Infections. The Prescriber: Guidelines on the Rational Use of Drugs in
Basic Health Services, Issue no. 13. New York, NY, USA: UNICEF,
1997.
Hosken, F., The Universal Childbirth Picture Book. Lexington, MA, USA: Women’s
International Network News, 1995.
Infection Prevention Policy Guidelines for Health Facilities. Port Moresby, Papua
New Guinea: National Department of Health, 1995.
Kenyon, M., Maternal Child Health Manual for Solomon Islands. Honiara,
Solomon Islands: Save the Children Fund Australia, 1992.
King, M., King, F., & Soebagio, M., Primary Child Care: A Manual for Health
Workers, Book One. Oxford, England: Oxford University Press,
1984.
Referensi
188
Klein, S., A Book for Midwives. Palo Alto, CA, USA: The Hesperian Foundation, 1995.
Kozier, B., Erb, G., Blais, K, & Wilkinson, J., Fundamentals of Nursing Care: Concepts,
Process, and Practice (5th Ed.). Redwood City, CA, USA: Addison Wesley, 1995.
Luckman, J. (Ed.), Saunders Manual of Nursing Care. Philadelphia, PA: Saunders, 1997.
Midwives Manual on Maternal Care. San Lazaro, Manila: Maternal and Child Health
Service, Department of Health, and UNICEF, 1993.
Practical Guidelines for Preventing Infections Transmitted by Blood or Air in Health-Care
Settings. London: Appropriate Health Resources and Technologies Action Group, 1996.
Ramanujam, T, M., Parenteral Nutrition in Infants and Children. Madras, India: V.V.
Publishers, 1988.
Reducing the Impact of HIV/AIDS on Nursing/Midwifery Personnel: Guidelines for National
Nurses’ Associations and Others. Geneva: International Council of Nurses, 1996.
Rigal, J. Ed., Minor Surgical Procedures in Remote Areas. Paris: Medecins sans Frontieres,
1989.
Werner, D., & Bower, B., Helping Health Workers Learn. Palo Alto, CA: The Hesperian
Foundation, 1982.
Werner, D., Thurman, C., & Maxwell, J., Where There Is No Doctor. (Revised Ed.). Palo
Alto, CA: The Hesperian Foundation, 1992.
Witter DU Gas, B., Introduction to Patient Care. (4th Ed.). Philadelphia: Saunders, 1983.
Pedoman perawatan pasien