P. 1
Pengantar Ilmu Politik Kuliah 4

Pengantar Ilmu Politik Kuliah 4

|Views: 929|Likes:
Dipublikasikan oleh Ardhyana Rokhmah Pratiwi

More info:

Published by: Ardhyana Rokhmah Pratiwi on Mar 26, 2011
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/13/2012

pdf

text

original

Pengantar Ilmu Politik Kuliah 4 Universitas Terbuka Korea

Hak Azasi Manusia (HAM)

Oleh: Ardhyana Rokhmah Pratiwi
27/03/2011

HAM???
“Hak yang diperoleh manusia sejak kehadirannya di dunia ini” (Budiardjo, 2011)

Sejarah HAM

1789: Revolusi Perancis 1689: Bill of Rights (Parlemen Inggris)

1789: Bill of Rigths (Konstitusi AS)

1215: Magna Charta

Rasionalisme berkembang (Hobbes (penyerahan hak menyeluruh pada raja), Locke (pemerintahan terbatas), Rosseau) (Trias politica).

Magna Charta

Du Contract Social (Rousseau, 1762)

Bill of Rights Parlemen Inggris

Revolusi Perancis

Bill of Rights di Konstitusi Amerika Serikat

International History (1900-1945)
World War II in Europe

1929-1933 1919 The Versailles settlement

World War II in Asia and the Pacific

the global economic slump

1914 World War I

Negara-negara yang terlibat dalam Perang Dunia I

The Great Depression (1929-1930an)
Depresi ekonomi yang berasal dari U.S., berawal dari jatuhnya harga stock yang mulai pada 4 September 1929 dan menjadi berita dunia tentang stock market crash tanggal 29 Oktober 1929 (dikenal dengan sebutan Black Tuesday). Depresi ini lalu menyebar ke seluruh dunia.

Empat Kebebasan (Franklin D. Roosevelt, 1941)
• • • • Freedom of speech Freedom of religion Freedom from fear Freedom from want

Perang Dunia II
• Di Asia dan Pasifik • Di Eropa (Fasisme Italia dan Nazi Jerman – kalanangan ‘extreme right’ mengangkal persamaan atara umat manusia).

War Deaths in the 20th Century
• • There is no accurate data on war deaths in the 20th century and all figures are estimates But the range itself is appalling:
Low: 70-80 million High: 160-200 million
Arab-Israeli wars
This equals about 1/10th of the world’s TOTAL population in 1900 Interstate Warfare Genocide Civil Wars Incursions Border Wars Insurgencies POW Murders

I (1947-49): 6,373 Israeli and 15,000 Arabs die II (1956): 231 Israeli and 3,000 Egyptians die III (1967): 776 Israeli and 20,000 Arabs die IV (1973): 2,688 Israeli and 18,000 Arabs die Intifada I (1987-92): 170 Israelis and 1,000 Palestinians Intifada II (2000-03): 700 Israelis and 2,000 Palestinians

Indo-Pakistani Wars: 1947: 1,000,000 1971: 500,000

Darfur, Sudan: 180,000 (estimate as at 8/06)
14

Sumber: Kuliah Profesor Lee Chung Min, GSIS, Yonsei University

Combat Deaths in World War II
Australia: 26,976 Austria: 280,000 Canada: 42,042

► Figure doesn’t include wounded, MIA, war-related deaths, political killings, terrorist attacks, etc.
►Most devastating world war in the history of mankind ►Yet many historians also argue that World War II was one of the last “just wars against aggression” ►Civilian casualties were much higher than military ones... ► Closest we have come to living TOTAL WAR
15

China: 1,324,516
Source: http://www.infoplease.com/ipa/A0004619.html

France: 201,568 Germany: 3,250,000 Japan: 1,270,000 Poland: 664,000

USSR: 6,115,000
USA: 291,557

Worst Genocides in the 20th Century

• • • • • • • • • • • • •

Mao Ze-Dong (China, 1958-61 and 1966-69) 49,000,000 ("great leap forward" and "cultural revolution") Jozef Stalin (USSR, 1934-39)13,000,000 (the purges) Adolf Hitler (Germany, 1939-1945) 12,000,000 (concentration camps and civilians WWII) Hideki Tojo (Japan, 1941-44) 5,000,000 (civilians WWII) Pol Pot (Cambodia, 1975-79) 1,700,000 Kim Il Sung (North Korea, 1948-94) 1,600,000 (purges and concentration camps) Menghistu (Ethiopia, 1975-78) 1,500,000 Ismail Enver (Turkey, 1915) 1,200,000 Armenians Yakubu Gowon (Biafra, 1967-1970) 1,000,000 Leonid Brezhnev (Afghanistan, 1979-1982) 900,000 Jean Kambanda (Rwanda, 1994) 800,000 Suharto (East Timor, 1976-98) 600,000 Saddam Hussein (Iran 1980-1990 and Kurdistan 1987-88) 600,000 Yahya Khan (Pakistan, 1971) vs Bangladesh 500,000

Source: Piero Scarufi, http://www.scaruffi.com/politics/dictat.html

16

HAM di bidang sipil, politik dan HAM di bidang ekonomi, sosial dan budaya

Hak politik

Hak yang lebih luas

Universal Declaration of Human Rights (PBB, 1948)
• Diterima 48 negara pada SU PBB pada tahun 1948. • Bersifat normatif.

Usulan lain
Pendidikan
“A person’s freedom of learning is part of his freedom of thought, even more basic than his freedom of speech. If we take from someone his right to decide what he will be curious about, we destroy his freedom of thought.”

Hak dalam belligerency "The Right to Refuse to Kill."

Peraturan Pelaksana
• Baru mempunyai kekuatan yuridis 10 tahun kemudian pada tahun 1976.

International Bill of Human Rights (1966)
Convenant on economic, social, and cultural rights

Convenant on Civil and Political Rights
Termasuk hak hidup, kebebasan beragama, kebebasan menyuarakan pendapat, kebebasan berkumpul

Labour rights, hak kesehatan, hak untuk mendapat pendidikan, hak untuk mendapat standar hidup yang layak

ICCPR Signatories

ICESCR Signatories

Hak asasi perempuan

1993 1979 CEDAW 1960-an Vienna Declaration (kuota 30 % bagi perempuan dalam parlemen nasional)

1952
Convention on the Political 1840-1850 Rights of Feminisme Women gelombang (voting right) I

Feminisme Gelombang II

1840-1850 Feminisme gelombang I
• (27 April 1759 – 10 September 1797) • Seorang penulis, filsuf, dan advokat hak-hak perempuan Inggris pada abad ke-18. • Dia penulis novel, narasi perjalnan, sejarah revolusi Perancis, dan buku anak-anak.
Mary Wollstonecraft

A Vindication of the Rights of Woman: with Strictures on Political and Moral Subjects (1792)
• Dia berpendapat bahwa perempuanharus mendapatkan pendidikan yang sesuai dengan posisinya dalam masyarakat. Menurutnya, perempuan penting bagi negara karena mereka harus membesarkan anak dan mendukung suami mereka, bukan hanya sekadar ibu rumah tangga. Menurutnya perempuan bukan ornamen atau properti masyarakat yang bisa diperjualbelikan dalam pernikahan. Perempuan adalah manusia yang berhak mendapat hak-hak fundamental setara dengan lakilaki.

The Convention on the Elimination of All Forms of Discrimination against Women (CEDAW)
• Diadopsi pada tahun 1979 oleh SU PBB yang menjamin hak-hak asasi perempuan. Terdiri dari 30 pasal, mendefinisikan diskriminasi terhadap perempuan dan membuat agenda untuk aksi nasional demi menghentikan diskriminasi tersebut.

Partisipasi International dalam CEDAW

HAM dalam Islam
• Hak untuk Hidup (Al Israa’:33) “Dan janganlah kamu membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya), melainkan dengan suatu (alasan) yang benarDan barangsiapa dibunuh secara zalim, maka sesungguhnya Kami telah memberi kekuasaan kepada ahli warisnya, tetapi janganlah ahli waris itu melampaui batas dalam membunuh. Sesungguhnya ia adalah orang yang mendapat pertolongan.”

• (Al Maadinah:32) “Oleh karena itu Kami tetapkan (suatu hukum) bagi Bani Israil, bahwa: barangsiapa yang membunuh seorang manusia, bukan karena orang itu (membunuh) orang lain, atau bukan karena membuat kerusakan dimuka bumi, maka seakan-akan dia telah membunuh manusia seluruhnya. Dan barangsiapa yang memelihara kehidupan seorang manusia, maka seolah-olah dia telah memelihara kehidupan manusia semuanya. Dan sesungguhnya telah datang kepada mereka rasul-rasul Kami dengan (membawa) keteranganketerangan yang jelas, kemudian banyak diantara mereka sesudah itu sungguh-sungguh melampaui batas dalam berbuat kerusakan dimuka bumi. “

Hak untuk memperoleh keadilan
• (Al Maadinah:8) “Hai orang-orang yang beriman hendaklah kamu jadi orang-orang yang selalu menegakkan (kebenaran) karena Allah, menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.”

Hak persamaan
• Al Hujaraat:13 “Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal. “

Kewajiban untuk memenuhi apa yang sesuai dengan hukum Islam, serta hak untuk tidak patuh kepada apa yang tidak sesuai dengan hukum Islam • (Al Maadinah:2) “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu melanggar syi'arsyi'ar Allah, dan jangan melanggar kehormatan bulan-bulan haram, jangan (mengganggu) binatang-binatang had-ya, dan binatangbinatang qalaa-id, dan jangan (pula) mengganggu orang-orang yang mengunjungi Baitullah sedang mereka mencari kurnia dan keredhaan dari Tuhannya dan apabila kamu telah menyelesaikan ibadah haji, maka bolehlah berburu. Dan janganlah sekali-kali kebencian(mu) kepada sesuatu kaum karena mereka menghalanghalangi kamu dari Masjidilharam, mendorongmu berbuat aniaya (kepada mereka). Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya. “

Hak kebebasan
• (Ali ‘Imran:79) “Tidak wajar bagi seseorang manusia yang Allah berikan kepadanya Al Kitab, hikmah dan kenabian, lalu dia berkata kepada manusia: "Hendaklah kamu menjadi penyembah-penyembahku bukan penyembah Allah." Akan tetapi (dia berkata): "Hendaklah kamu menjadi orang-orang rabbani, karena kamu selalu mengajarkan Al Kitab dan disebabkan kamu tetap mempelajarinya. “

Hak kebebasan kepercayaan
• (Al Baqarah:256) “Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam); sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat. Karena itu barangsiapa yang ingkar kepada Thaghut dan beriman kepada Allah, maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang amat kuat yang tidak akan putus. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.

Hak untuk menyatakan kebenaran
• (An Nisaa’:135) “Wahai orang-orang yang beriman, jadilah kamu orang yang benar-benar penegak keadilan, menjadi saksi karena Allah biarpun terhadap dirimu sendiri atau ibu bapa dan kaum kerabatmu. Jika ia kaya ataupun miskin, maka Allah lebih tahu kemaslahatannya. Maka janganlah kamu mengikuti hawa nafsu karena ingin menyimpang dari kebenaran. Dan jika kamu memutar balikkan (kata-kata) atau enggan menjadi saksi, maka sesungguhnya Allah adalah Maha Mengetahui segala apa yang kamu kerjakan.”

Hak mendapat perlindungan terhadap penindasan karena perbedaan agama
• (6:108) “Dan janganlah kamu memaki sembahan-sembahan yang mereka sembah selain Allah, karena mereka nanti akan memaki Allah dengan melampaui batas tanpa pengetahuan. Demikianlah Kami jadikan setiap umat menganggap baik pekerjaan mereka. Kemudian kepada Tuhan merekalah kembali mereka, lalu Dia memberitakan kepada mereka apa yang dahulu mereka kerjakan.”

Hak mendapat kehormatan dan nama baik
• (Al Hujaraat:12) “Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan purba-sangka (kecurigaan), karena sebagian dari purbasangka itu dosa. Dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang.”

Hak ekonomi
• Adz Dzaariyat: 19 “Dan pada harta-harta mereka ada hak untuk orang miskin yang meminta dan orang miskin yang tidak mendapat bagian”.

• “Dan mereka memberikan makanan yang disukainya kepada orang miskin, anak yatim dan orang yang ditawan”. (Al Insaan:8)

• “Dan janganlah sebahagian kamu memakan harta sebahagian yang lain di antara kamu dengan jalan yang bathil dan (janganlah) kamu membawa (urusan) harta itu kepada hakim, supaya kamu dapat memakan sebahagian daripada harta benda orang lain itu dengan (jalan berbuat) dosa, padahal kamu mengetahui”. (Al Baqarah:188)
• “dan bahwasanya seorang manusia tiada memperoleh selain apa yang telah diusahakannya,” (An Najm:39)

Hak untuk memiliki
• “Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung”.
(Al Jumu’ah:10)

Hukum positif: The Constitution of Medina

‫صحیفة المدینه‬‎,Ṣaḥīfat al-Madīna, biasa dikenal pula dengan sebutan Median Charter, dibuat oleh Nabi Muhammad, SAW. Konstitusi tertulis pertama yang pernah ditemukan (622 masehi). Merupakan perjanjian formal antara Nabi dengan suku-suku dan keluarga di Yathrib (Madinah), termasuk Muslim, Yahudi, dan Kristen. Merupakan dasar pembentukan kekhalifahan Islam di kemudian hari. Menginstitusikan hak dan tanggung hawab bagi komunitas Madiah baik Muslim, Yahudi, Kristen, membawa semuanya menjadi satu komunitasUmat.

The original Madina Charter document does not exist but the most widely read version of the Constitution is found in the pages of Ibn Ishaq's Sirah Rasul Allah


• •

Non-Muslim mendapat hak-hak berikut: The security of God is equal for all groups, Non-Muslim members have equal political and cultural rights as Muslims. They will have autonomy and freedom of religion. Non-Muslims will take up arms against the enemy of the Ummah and share the cost of war. There is to be no treachery between the two. Non-Muslims will not be obliged to take part in religious wars of the Muslims.

Sumber: http://www.constitution.org/cons/medina/macharter.htm

HAM di Indonesia
HAM dalam UUD 1945
Pasal 27 • Menjamin kedudukan yang sama di muka hukum • hak bagi setiap warga negara untuk memperoleh pekerjaan yang layak Menjamin kebebasan berserikat, berkumpul serta mengemukakan pikiran sesuai dengan ketentuan undangundang

Pasal 28

Pasal 29

Menjamin kebebasan beragama

Pasal 31

Menjamin warga negara untuk memperoleh pendiikan

UUD 45 disusun dalam waktu yang sangat mendesak
Jepang menjanjikan kemerdekaan bagi bangsa Indonesia saat perang dunia II. Para pemimpin bangsa Indonesia berusaha menyusun UUD dalam waktu yang sangat singkat.

UUD 45 diundangkan sebelum Universal Declaration of Human Rights diterima PBB
Konstitusi RIS dan UUDs 1950 memasukkan banyak pasal yang memberikan jaminan perlindungan HAM.

Alasan Kultural

•The integralistic state. Tidak ada dualisme antara negara dan individu. Pasal-pasal yang bertentangan dengan nilai kekeluargaan akan merusak konstruksinya. – Profesor Soepomo. Mirip dengan pandangan Presiden Sukarno.

•Perlindungan dasar tidak harus berhubungan dengan liberalisme, melainkan semata-mata keharusan perlindungan kemerdekaan.

Amandemen UUD 1945
Dalam kurun waktu 1999-2002, UUD 1945 mengalami 4 kali perubahan (amandemen) yang ditetapkan dalam Sidang Umum dan Sidang Tahunan MPR: Sidang Umum MPR 1999, (14-21 Oktober 1999)Amandemen I Sidang Tahunan MPR 2000, (7-18 Agustus 2000)Amandemen II Sidang Tahunan MPR 2001, (1-9 November 2001)Amandemen III Sidang Tahunan MPR 2002, (1-11 Agustus 2002)Amandemen IV

• •

Amandemen I
Pasal 5 Pasal 9 Pasal 13 Pasal 14 Pasal 15 Pasal 17 Pasal 20 Pasal 21

Amandemen II
Pasal 18 Pasal 18A Pasal 18B Pasal 19 Pasal 20 Pasal 20A Pasal 22A Pasal 22B BAB IXA WILAYAH NEGARA Pasal 25E 10 BAB X WARGA NEGARA DAN PENDUDUK Pasal 26 Pasal 27 11 BAB XA HAK ASASI MANUSIA Pasal 28A Pasal 28B Pasal 28C Pasal 28D Pasal 28E Pasal 28F Pasal 28G Pasal 28H Pasal 28 I Pasal 28J BAB XII PERTAHANAN DAN KEAMANAN NEGARA Pasal 30 BAB XV BENDERA, BAHASA, DAN LAMBANG NEGARA, SERTA LAGU KEBANGSAAN Pasal 36A Pasal 36B Pasal 36C

Amandemen III
Pasal 1 Pasal 3 Pasal 6 Pasal 6A Pasal 7A Pasal 7B Pasal 7C Pasal 8 Pasal 11 Pasal 17 BAB VIIA DEWAN PERWAKILAN DAERAH Pasal 22C Pasal 22D BAB VIIB PEMILIHAN UMUM Pasal 22E Pasal 23 Pasal 23A Pasal 23C BAB VIIIA BADAN PEMERIKSA KEUANGAN Pasal 23E Pasal 23F Pasal 23G Pasal 24 Pasal 24A Pasal 24B Pasal 24C

Amandemen IV
Pasal 2 Pasal 6A Pasal 8 Pasal 11 Pasal 16 BAB IV DEWAN PERTIMBANGAN AGUNG Pasal 23B Pasal 23D Pasal 24 BAB XIII PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN Pasal 31 Pasal 32 BAB XIV PEREKONOMIAN NASIONAL DAN KESEJAHTERAAN SOSIAL Pasal 33 Pasal 34 Pasal 37 ATURAN PERALIHAN Pasal I Pasal II Pasal III ATURAN TAMBAHAN Pasal I Pasal II

HAM yang dilindungi konstitusi Republik Indonesia
• Hak atas kebebasan untuk mengeluarkan pendapat • Hak atas kebebasan beragama • Hak atas penghidupan yang layak • Hak atas kebebasan berserikat • Hak atas pengajaran

Perempuan di Parlemen
(%)

35
30 25 20 15 Series 1

10 5
0

1999

2004

2009

2014

Tahun

Hak

Kewajiban

Bibliografi
Budiardjo, Miriam, dkk.2011. Pengantar Ilmu Politik. Jakarta:Penerbit Universitas Terbuka. Lee, Chung Min. 2011. Dalam kuliahnya “The Causes of Wars and Conflicts”, di Graduate School of International Studies, Yonsei University.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->