Anda di halaman 1dari 15

MAKALAH

TRAYEKTORI ORTHOGONAL DAN


OBLIQUE TRAYEKTORI

Disusun oleh Kelompok I:

1. Wahyu Berti Rahmantiwi (08301244004)

2. Oktaviana Dwi Mudarani (083012440..)

3. Wita Ratna (083012440..)

4. Etti Khoisyah (083012440..)

Pendidikan Matematika Swadana ‘08

UNIVERSITAS NEGRI YOGYAKARTA

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

PENDIDIKAN MATEMATIKA

2009
KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa.Yang telah
melimpahkan rahmat dan karunia-Nya sehingga kami dapat menyelasaikan makalah yang
berjudul “TRAYEKTORI ORTOGONAL DAN OBLIQUE TRAJECTORI” ini.

Matematika adalah ilmu yang menjadi dasar ilmu pengetahuan yang lain.Salah satu
pokok bahasan yang dipelajari adalah Persamaan Diferensial.Persamaan diferensial berperan
terhadap ilmu sains.Bagaimana persamaan diferensial diterapkan untuk menyelesaikan
permasalah dalam sains untuk menghasilkan temuan-temuan baru.

Makalah ini membahas aplikasi persamaan diferensial untuk menentukan trayektori


ortogonal dan oblique trayektori. Yang diharapkan dapat membantu pembaca untuk
memahami permasalahan ini.

Pada kesempatan ini penulis mengucapkan terimakasih kepada berbagai pihak atas
segala bantuannya sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah ini.

Yogyakarta,12 Oktober 2009

Penulis
DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL....................................................................................................................

KATA PENGANTAR..................................................................................................................

DAFTAR ISI...............................................................................................................................

BAB I PENDAHULUAN

A.Latar Belakang

B. Rumusan Masalah

C.Tujuan

BAB II PEMBAHASAN

A.Trayektori Ortogonal

B.Trajectori Oblique

C. Latihan

BAB III PENUTUP

A.Kesimpulan

DAFTAR PUSTAKA
BAB 1

PENDAHULUAN

Salah satu aplikasi dari persamaan diferensial orde satu adalah trayektori ortogonal dan
trayektori oblig dari suatu fungsi persamaan.Trayektori ortogonal dari suatu keluarga kurva
adalah keluarga kurva yang memotong tegak lurus keluarga kurva tersebut

A. Latar Belakang

B. Rumusan Masalah

1. Memberikan pemahaman konsep tentang trayektori ortogonal dan trayektori


trayektori oblig.

2. Memberi pemahaman langkah-langkah untuk menyelesaikan permasalahan trayektori


ortogonal dan trayektori oblig.

C. Tujuan Pembuatan

1. Memahami pengertian trayektori ortogonal dan trayektori oblig

2. Mampu menyelesaikan permasalahan trayektori ortogonal dan trayektori oblig


BAB 2

ISI

1. Tujuan / Masalah yang Akan Dideskripsikan.

Setiap kurva yang memotong setiap anggota keluarga kurva-kurva yang


diberikan dengan sudut tetap ω disebut trayektori – ω keluarga.Kali ini kita akan
membahas trayektori dengan ω = 90⁰.Dengan ω=90⁰ maka menjadi trayektori 90⁰
keluarga biasanya disebut trayektori orthogonal keluarga.Sebagai contoh ,pada
gambar(a)di bawah ,lingkaran-lingkaran yang melalui tiik asal dengan pusat pada
sumbu y,merupakan trayektori orthogonal keluarga lingkaran yang melalui titik asal
dengan pusat sumbu x.
y

Sedangkan bila ω ≠ 90⁰,disebut dengan trayektori obliq keluarga.

A. TRAYEKTORI ORTHOGONAL

1. Pengertian Trayektori Ortogonal


Salah satu aplikasi dari persamaan diferensial orde satu adalah menentukan
trayektori ortogonal dari suatu fungsi persamaan. Suatu himpunan garis-garis
lengkung (kurva-kurva)yang memotong tegak lurus himpunan garis – garis lengkung
yang lain disebut TRAYEKTORI ORTHOGONAL.
Dalam terapan seringkali diperlukan kurva-kurva yang memotong tegak lurus
kurva lainnya. Sebagai contoh, dalam medan listrik dua dimensi, garis-garis gaya
(garis-garis fluks) dan kurva-kurva ekipotensial saling tegak lurus, jadi saling
merupakan trayektori ortogonal.
Persamaan diferensial tingkat satu dapat digunakan untuk mencari kurva-
kurva yang memotong tegak lurus kurva-kurva lain yang diketahui,

F(x, y,C)=0

menyatakan satu kurva dibidang xy untuk satu nilai C tertentu dan untuk C yang
menyatakan kurva-kurva yang disebut sistem kurva dari satu parameter. C disebut
parameter sistem kurva itu.

2. Langkah-Langkah Mencari Trayektori Ortogonal

a) Dari persamaan : F(x,y,C)= 0 akan ditemukan persamaan diferensial

dy
=f ( x , y) .
dx
dy
b) Dari persamaan diferensial =f ( x , y) seperti yang ditemukan pada langkah
dx

−1
1, mengganti f(x,y) dengan kebalikan f(x,y) yaitu sehingga
f ( x , y)

dy −1
memberikan persamaan diferensial = yang merupakan persaman
dx f (x , y)
diferensial trayektori ortogonal .
c) Mendapatkan satu keluarga parameter
G(x,y,z)=0 atau y=F(x,c)
Dari solusi persamaan diferensial tersebut mendapatkan hasil yang dikehendaki dari
keluarga trayektori ortogonal.(kecuali untuk lintasan tertentu yang berbentuk garis
vertikal dan harus ditentukan secara terpisah)

3. Uraian Rinci Dari Langkah-Langkah

Andaikan diketahui himpunan garis-garis lengkung :

F (x , y , c ) = 0...............................................(1)
Dimana setiap satu harga c menyatakan satu garis lengkung (kurva), jadi c disini
sebagai parameter. Sedang dua garis lengkung dikatakan berpotongan tegak lurus bila
hasil ganda arah-arah garis singgung di titik potong sama dengan -1; atau arah

dy
bilangan (slope) garis singgung pada garis lengkung pertama , maka bilangan arah
dx
(slope) garis singgung pada garis singgung pada garis lengkung kedua adalah:

dy
Diketahui: M1=
dx

Karena tegak lurus maka ,

m1 m2 = -1

dy
m2 =- 1
dx

−1
m2 = dy
dx

−dx
m2 =
dy

−dx −1
=
Jadi bilangan arah (slope)garis singgung pada garis lengkung kedua adalah dy dy
dx
.

Jika persamaan (1) dideferensialkan ,terdapat :

dF dF dy
+ ∙ =0 .............................................(2)
dx dy dx

Eliminasi parameter c dari persamaan (1) dan (2) , didapat persamaan differensial :

dy
G(x,y, ) = 0..........................................(3)
dx
dy 1 −1
∙− dy
Oleh karena dx dy = -1, maka jka dalam persamaan (3) diganti dengan dy .
dx
dx dx

−1
=¿ −1 dy −1
Dimana dy . Maka sama saja mengganti dengan Sehingga
f ( x , y) dx f (x , y)
dx
terdapat persamaan differensial :

(
G x , y ,−
dy
dx
=0
)..........................................(4)

Yang merupakan persamaan differensial trayektori ortogonal. Sehingga penyelesaian


persamaan differensial (4) merupakan persamaan trayektori ortogonal dari himpunan
garis-garis lengkung (1) .

Contoh Soal:

Tentukan trayektori ortogonal dari himpunan lingkaran-lingkaran: x 2+ y 2=c 2!

Jawab:

x 2+ y 2=c 2 adalah himpunan (keluarga) dari garis lurus y=k . x

Menyelesaikan dengan menggunakan langkah-langkah diatas yakni,

Langkah 1:

x 2+ y 2=c .......................................................................(1)

Persamaan yang diberikan didiferensialkan:

2 xdx+2 ydy=0

2 ( xdx+ dy )=0

dy
x+ y =0
dx

dy
y =−x
dx
dy −x
=
dx y

dy −x
= ............................................................(2)
dx y

Langkah 2

−x y
Mengganti dengan negatif kebalikannya yaitu ke dalam persamaan
y x
differensial (2) untuk mendapatkan persamaan differensial trayektori ortogonal:

dy −x dy y
= menjadi = ..................................(3)
dx y dx x

Langkah 3

Menyelesaikan persamaan differensial (3) dengan memisahkan variabel

dy dx
=
y x

kemudian diintegralkan menghasilkan:

dy dx
=
y x

ln y + C1 =ln x + C2

ln y - ln x + k = 0

ln x – ln y = - ln k

y = kx

Ini merupakan persamaan trayektori ortogonal dari pesamaan differensial diatas,dan


merupakan himpunan garis –garis lurus yang melalui titik sumbu koordinat.

B. OBLIQUE TRAJECTORI

1. Pengertian oblique trajectori dan Langkah-Langkah Mencari Trayektori Obliq

Misalkan,

F(x,y,c) = 0 ....................................................... (3.12)


Adalah salah satu kelompok kurva parameter.Sebuah kurve memotong kelompok (3.12)
pada sebuah sudut yang konstan / tetap dengan a≠ 90⁰ disebut trayektori oblig.

Asumsikan kelompok persamaan diferensial tersebut adalah

dy
=f ( x , y) ....................................................(3.13)
dx

Kemudian kelompok kurva diatas(3.13) melalui titik (x,y) ,mempunyai arah f(x,y) di
(x,y)dan garis singgung itu mempunyai sudut iklinasi tan -1[f(x,y)].Garis singgung dari
oblig trayektori yang memotong kurva disudut α akan mempunyai sudut inklinasi

tan−1 [( x , y ) ]+ α

Dititik (x,y).Arah dari trayektori oblig ini

f ( x , y ) + tan α
tan Tan { Tan-1[f(x,y)] +α} =
1−f ( x , y ) tan α

Kemudian persamaan deferensial yang termasuk kelompok trayektori oblig diberikan

dy f ( x , y ) +tan α
=
dx 1−f ( x , y ) tan α

Untuk menghasilkan kelompok trayektori oblig yang memotong kelompok kurva


dengan sudut konstan α ≠ 90⁰, kita harus mengikuti 3 langkah dari prosedur untuk
menemukan trayektori ortogonal,kecuali langkah 2,kita harus mengubah langkah 2
menjadi langkah berikut:

Langkah 2

dy
Dalam persamaan diferensial = f(x,y),mengganti f(x,y) dengan persamaan
dx

f ( x , y ) + tan α
..............................................(3.14)
1−f ( x , y ) tan α

2. Uraian Rinci dari Langkah-Langkah

Uraian rinci dari langkah –langkah mencari trayektori obliq sama halnya dengan
trayektori orthogonal, hanya saja pada langkah kedua, kita mengganti f(x,y) dengan
persamaan:
f ( x , y ) + tan α
..............................................(3.14)
1−f ( x , y ) tan α

Penjelasannya adalah:

dy
kelompok kurva =f ( x , y) melalui titik (x,y), mempunyai arah f(x,y) di (x,y) dan
dx
garis singgung itu mempunyai sudut iklinasi tan -1[f(x,y)]. Garis singgung dari oblig
trayektori yang memotong kurva disudut α akan mempunyai sudut inklinasi:

tan−1 [( x , y ) ]+ α

Dititik (x,y). Arah dari trayektori oblig ini:

f ( x , y ) + tan α
tan Tan { Tan-1[f(x,y)] +α} =
1−f ( x , y ) tan α

CONTOH SOAL

Tentukan sebuah kelompok trayektori oblig yang memotong garis lurus y=cx pada
sudut 45⁰!

PENYELESAIAN:

Langkah 1

dy
Dari bentuk y= cx, dapat ditemukan = c................................(1)
dx

Dengan mengeliminasi c, dapat menghasilkan persamaan diferensial:

y
y=cx, berarti c= .
x

y
c= disubstitusikan ke persamaan (1). Sehingga menjadi,
x

dy y
= ....................................................................................(2)
dx x

Langkah 2

y
Mengganti f(x,y) = ke persamaan (2)
x
y y
+ tan 45 ° +1
f ( x , y ) + tan α x x x+ y
= = =
1−f ( x , y ) tan α 1− y ∙ tan 45 ° 1− y ∙1 x− y
x x

(tan α = tan 45 =1)

Kemudian menghasilkan persamaan differensial yang diinginkan oleh trayektori oblig


yaitu:

dy x+ y
= ........................................................................(3)
dx x− y

Langkah 3

Kita menyelesaikan persamaan differensial (3).Kita menyelediki apakah persamaan


differensial diatas adalah pesamaan differensial homogen.

Kita misalkan y = vx,untuk mendapatkan

dv 1+v
v+x =
dx 1−v

Setelah disedehanakan menjadi,

( v−1 ) dv −dx
=
v 2+1 x

Diintegralkan mendapatkan,

( v −1 ) dv −dx
∫ 2
v +1
=∫
x

1
ln ( v 2+¿ 1) – arctan v = -ln lxl – ln lcl
2

Atau

ln c2x2(v2+1) – 2 arctan v = 0

y
Mengganti v dengan , kita mendapatkan keluarga trayektori obliq yakni,
x
y
ln c 2 ( x 2+ y 2 ) −2 arc tan =0
x

C. LATIHAN SOAL
1. Tentukan trayektori orthogonal dari y=c . x 3!

Penyelesaian:

Langkah 1

y=c . x 3.........................................................(1)

didiferensialkan menjadi

dy
=3cx2............................................................(2)
dx

Dengan mengeliminasi parameter C antara persamaan (1) dan (2), kita mendapatkan
persamaan differensial:

y
y=cx3 berarti c= ,disubstitusikan ke persamaan (2)menjadi,
x3

dy y
=3 3 x 2
dx x

dy y
=3 ........................................................................(3)
dx x

Langkah 2

3y −x
Mengganti dengan kebalikan negatifnya yaitu menjadi,
x 3y

dy −x
= ................................................(4)
dx 3 y

Langkah 3

Menyelesaikan persamaan (4). Dengan memisahkan variabel, persamaan menjadi:


3y dy= x dx

Diintegralkan menjadi,

∫ 3 y dy =∫−x dx
3 2 −1
y +c1 = x2 + c2
2 2

3 2 1 2
y + x + C =0
2 2

3y2 + x2 =k2

BAB III

PENUTUP

Kesimpulan

Trayektori ortogonal dan oblique trajectori adalah beberapa aplikasi persamaan


diferensial.Suatu himpunan garis-garis lengkung (kurva-kurva)yang memotong tegak lurus
himpunan garis – garis lengkung yang lain disebut TRAYEKTORI ORTHOGONAL.

Langkah-Langkah Mencari Trayektori Ortogonal

dy
a) Dari persamaan : F(x,y,C)= 0 akan ditemukan persamaan diferensial =f ( x , y)
dx
dy
b) Dari persamaan diferensial =f ( x , y) seperti yang ditemukan pada langkah 1,
dx

−1
mengganti f(x,y) dengan kebalikan f(x,y) yaitu sehingga memberikan
f (x , y)

dy −1
persamaan diferensial = yang merupakan persaman diferensial trayektori
dx f (x , y)
ortogonal .
c) Mendapatkan satu keluarga parameter
G(x,y,z)=0 atau y=F(x,c)
Dari solusi persamaan diferensial tersebut mendapatkan hasil yang dikehendaki dari
keluarga trayektori ortogonal (kecuali untuk lintasan tertentu yang berbentuk garis
vertikal dan harus ditentukan secara terpisah)

Sebuah kurve memotong kelompok kurva parameter F(x,y,c) = 0 pada sebuah sudut yang
konstan / tetap dengan a≠ 90⁰ disebut trayektori oblig.

Langkah-langkah mencari trayektori oblig sama seperti mencari trayektori ortogonal,hanya


berbeda pada langkah ke 2 yaitu:

dy
Dalam persamaan diferensial = f(x,y),mengganti f(x,y) dengan persamaan
dx

f ( x , y ) + tan α
..............................................(3.14)
1−f ( x , y ) tan α

DAFTAR PUSTAKA

L. Ross, Shepley. Differential Equations, Third Edition. Singapore. 1984.

Ayres, Frank. Theory and Problems of Differential Equations SI (Metric) Edition (Schaum
Series). McGraw-Hill, Inc. Carlisle. 1981.