Anda di halaman 1dari 18

Topik dalam kalkulus

Teorema dasar
Kalkulus Limit fungsi
Kekontinuan
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas Kalkulus vektor
Langsung ke: navigasi, cari Kalkulus matriks
Teorema nilai purata
Kalkulus (Bahasa Latin: calculus, artinya "batu kecil", untuk
menghitung) adalah cabang ilmu matematika yang mencakup Turunan
limit, turunan, integral, dan deret takterhingga. Kalkulus Kaidah darab
adalah ilmu mengenai perubahan, sebagaimana geometri Kaidah hasil-bagi
adalah ilmu mengenai bentuk dan aljabar adalah ilmu Kaidah rantai
mengenai pengerjaan untuk memecahkan persamaan serta Turunan implisit
aplikasinya. Kalkulus memiliki aplikasi yang luas dalam Teorema Taylor
bidang-bidang sains, ekonomi, dan teknik; serta dapat Laju berhubungan
memecahkan berbagai masalah yang tidak dapat dipecahkan Tabel turunan
dengan aljabar elementer.
Integral
Kalkulus memiliki dua cabang utama, kalkulus diferensial
dan kalkulus integral yang saling berhubungan melalui Tabel integral
teorema dasar kalkulus. Pelajaran kalkulus adalah pintu Integral takwajar
gerbang menuju pelajaran matematika lainnya yang lebih Pengintegralan dengan:
tinggi, yang khusus mempelajari fungsi dan limit, yang secara bagian per bagian, cakram,
umum dinamakan analisis matematika. silinder, substitusi,
substitusi trigonometri,
pecahan parsial
Daftar isi
[sembunyikan]
• 1 Sejarah
○ 1.1 Perkembangan
○ 1.2 Pengaruh penting
• 2 Prinsip-prinsip dasar
○ 2.1 Limit dan kecil tak terhingga
○ 2.2 Turunan
 2.2.1 Notasi pendiferensialan
○ 2.3 Integral
 2.3.1 Integral tertentu
 2.3.2 Integral tak tentu
○ 2.4 Teorema dasar
• 3 Aplikasi
• 4 Referensi
○ 4.1 Sumber
○ 4.2 Daftar Pustaka
• 5 Sumber lain
○ 5.1 Bacaan lebih lanjut
○ 5.2 Pustaka daring
○ 5.3 Halaman web

[sunting] Sejarah

Sir Isaac Newton adalah salah seorang penemu dan kontributor kalkulus yang terkenal.
[sunting] Perkembangan

Artikel utama untuk bagian ini adalah: Sejarah kalkulus


Sejarah perkembangan kalkulus bisa ditilik pada beberapa periode zaman, yaitu zaman kuno,
zaman pertengahan, dan zaman modern. Pada periode zaman kuno, beberapa pemikiran tentang
kalkulus integral telah muncul, tetapi tidak dikembangkan dengan baik dan sistematis.
Perhitungan volume dan luas yang merupakan fungsi utama dari kalkulus integral bisa ditelusuri
kembali pada Papirus Moskwa Mesir (c. 1800 SM). Pada papirus tersebut, orang Mesir telah
mampu menghitung volume piramida terpancung.[1] Archimedes mengembangkan pemikiran ini
lebih jauh dan menciptakan heuristik yang menyerupai kalkulus integral.[2]
Pada zaman pertengahan, matematikawan India, Aryabhata, menggunakan konsep kecil tak
terhingga pada tahun 499 dan mengekspresikan masalah astronomi dalam bentuk persamaan
diferensial dasar.[3] Persamaan ini kemudian mengantar Bhāskara II pada abad ke-12 untuk
mengembangkan bentuk awal turunan yang mewakili perubahan yang sangat kecil takterhingga
dan menjelaskan bentuk awal dari "Teorema Rolle".[4] Sekitar tahun 1000, matematikawan Irak
Ibn al-Haytham (Alhazen) menjadi orang pertama yang menurunkan rumus perhitungan hasil
jumlah pangkat empat, dan dengan menggunakan induksi matematika, dia mengembangkan
suatu metode untuk menurunkan rumus umum dari hasil pangkat integral yang sangat penting
terhadap perkembangan kalkulus integral.[5] Pada abad ke-12, seorang Persia Sharaf al-Din al-
Tusi menemukan turunan dari fungsi kubik, sebuah hasil yang penting dalam kalkulus
diferensial. [6] Pada abad ke-14, Madhava, bersama dengan matematikawan-astronom dari
mazhab astronomi dan matematika Kerala, menjelaskan kasus khusus dari deret Taylor[7], yang
dituliskan dalam teks Yuktibhasa.[8][9][10]
Pada zaman modern, penemuan independen terjadi pada awal abad ke-17 di Jepang oleh
matematikawan seperti Seki Kowa. Di Eropa, beberapa matematikawan seperti John Wallis dan
Isaac Barrow memberikan terobosan dalam kalkulus. James Gregory membuktikan sebuah kasus
khusus dari teorema dasar kalkulus pada tahun 1668.

Gottfried Wilhelm Leibniz pada awalnya dituduh menjiplak dari hasil kerja Sir Isaac Newton
yang tidak dipublikasikan, namun sekarang dianggap sebagai kontributor kalkulus yang hasil
kerjanya dilakukan secara terpisah.
Leibniz dan Newton mendorong pemikiran-pemikiran ini bersama sebagai sebuah kesatuan dan
kedua orang ilmuwan tersebut dianggap sebagai penemu kalkulus secara terpisah dalam waktu
yang hampir bersamaan. Newton mengaplikasikan kalkulus secara umum ke bidang fisika
sementara Leibniz mengembangkan notasi-notasi kalkulus yang banyak digunakan sekarang.
Ketika Newton dan Leibniz mempublikasikan hasil mereka untuk pertama kali, timbul
kontroversi di antara matematikawan tentang mana yang lebih pantas untuk menerima
penghargaan terhadap kerja mereka. Newton menurunkan hasil kerjanya terlebih dahulu, tetapi
Leibniz yang pertama kali mempublikasikannya. Newton menuduh Leibniz mencuri
pemikirannya dari catatan-catatan yang tidak dipublikasikan, yang sering dipinjamkan Newton
kepada beberapa anggota dari Royal Society.
Pemeriksaan secara terperinci menunjukkan bahwa keduanya bekerja secara terpisah, dengan
Leibniz memulai dari integral dan Newton dari turunan. Sekarang, baik Newton dan Leibniz
diberikan penghargaan dalam mengembangkan kalkulus secara terpisah. Adalah Leibniz yang
memberikan nama kepada ilmu cabang matematika ini sebagai kalkulus, sedangkan Newton
menamakannya "The science of fluxions".
Sejak itu, banyak matematikawan yang memberikan kontribusi terhadap pengembangan lebih
lanjut dari kalkulus.
Kalkulus menjadi topik yang sangat umum di SMA dan universitas zaman modern.
Matematikawan seluruh dunia terus memberikan kontribusi terhadap perkembangan kalkulus.[11]

[sunting] Pengaruh penting


Walau beberapa konsep kalkulus telah dikembangkan terlebih dahulu di Mesir, Yunani,
Tiongkok, India, Iraq, Persia, dan Jepang, penggunaaan kalkulus modern dimulai di Eropa pada
abad ke-17 sewaktu Isaac Newton dan Gottfried Wilhelm Leibniz mengembangkan prinsip dasar
kalkulus. Hasil kerja mereka kemudian memberikan pengaruh yang kuat terhadap perkembangan
fisika.
Aplikasi kalkulus diferensial meliputi perhitungan kecepatan dan percepatan, kemiringan suatu
kurva, dan optimalisasi. Aplikasi dari kalkulus integral meliputi perhitungan luas, volume,
panjang busur, pusat massa, kerja, dan tekanan. Aplikasi lebih jauh meliputi deret pangkat dan
deret Fourier.
Kalkulus juga digunakan untuk mendapatkan pemahaman yang lebih rinci mengenai ruang,
waktu, dan gerak. Selama berabad-abad, para matematikawan dan filsuf berusaha memecahkan
paradoks yang meliputi pembagian bilangan dengan nol ataupun jumlah dari deret takterhingga.
Seorang filsuf Yunani kuno memberikan beberapa contoh terkenal seperti paradoks Zeno.
Kalkulus memberikan solusi, terutama di bidang limit dan deret takterhingga, yang kemudian
berhasil memecahkan paradoks tersebut.
[sunting] Prinsip-prinsip dasar
[sunting] Limit dan kecil tak terhingga

Artikel utama untuk bagian ini adalah: Limit


Definisi limit: kita katakan bahwa limit f(x) ketika x mendekati titik p adalah L apabila untuk
setiap bilangan ε > 0 apapun, terdapat bilangan δ > 0, sedemikian rupanya:

Kalkulus pada umumnya dikembangkan dengan memanipulasi sejumlah kuantitas yang sangat
kecil. Objek ini, yang dapat diperlakukan sebagai angka, adalah sangat kecil. Sebuah bilangan dx
yang kecilnya tak terhingga dapat lebih besar daripada 0, namun lebih kecil daripada bilangan
apapun pada deret 1, ½, ⅓, ... dan bilangan real positif apapun. Setiap perkalian dengan kecil tak
terhingga (infinitesimal) tetaplah kecil tak terhingga, dengan kata lain kecil tak terhingga tidak
memenuhi properti Archimedes. Dari sudut pandang ini, kalkulus adalah sekumpulan teknik
untuk memanipulasi kecil tak terhingga.
Pada abad ke-19, konsep kecil tak terhingga ini ditinggalkan karena tidak cukup cermat,
sebaliknya ia digantikan oleh konsep limit. Limit menjelaskan nilai suatu fungsi pada nilai input
tertentu dengan hasil dari nilai input terdekat. Dari sudut pandang ini, kalkulus adalah
sekumpulan teknik memanipulasi limit-limit tertentu. Secara cermat, definisi limit suatu fungsi
adalah:
Diberikan fungsi f(x) yang terdefinisikan pada interval di sekitar p, terkecuali mungkin pada p itu
sendiri. Kita mengatakan bahwa limit f(x) ketika x mendekati p adalah L, dan menuliskan:

jika, untuk setiap bilangan ε > 0, terdapat bilangan δ > 0 yang berkoresponden dengannya
sedemikian rupanya untuk setiap x:

[sunting] Turunan

Artikel utama untuk bagian ini adalah: Turunan

Grafik fungsi turunan.


Turunan dari suatu fungsi mewakili perubahan yang sangat kecil dari fungsi tersebut terhadap
variabelnya. Proses menemukan turunan dari suatu fungsi disebut sebagai pendiferensialan
ataupun diferensiasi.
Secara matematis, turunan fungsi ƒ(x) terhadap variabel x adalah ƒ′ yang nilainya pada titik x
adalah:

,
dengan syarat limit tersebut eksis. Jika ƒ′ eksis pada titik x tertentu, kita katakan bahwa ƒ
terdiferensialkan (memiliki turunan) pada x, dan jika ƒ′ eksis di setiap titik pada domain ƒ, kita
sebut ƒ terdiferensialkan.
Apabila z = x + h, h = x - z, dan h mendekati 0 jika dan hanya jika z mendekati x, maka definisi
turunan di atas dapat pula kita tulis sebagai:

Garis singgung pada (x, f(x)). Turunan f'(x) sebuah kurva pada sebuah titik adalah kemiringan
dari garis singgung yang menyinggung kurva pada titik tersebut.

Perhatikan bahwa ekspresi pada definisi turunan di atas merupakan gradien


dari garis sekan yang melewati titik (x,ƒ(x)) dan (x+h,ƒ(x)) pada kurva ƒ(x). Apabila kita
mengambil limit h mendekati 0, maka kita akan mendapatkan kemiringan dari garis singgung
yang menyinggung kurva ƒ(x) pada titik x. Hal ini berarti pula garis singgung suatu kurva
merupakan limit dari garis sekan, demikian pulanya turunan dari suatu fungsi ƒ(x) merupakan
gradien dari fungsi tersebut.
Sebagai contoh, untuk menemukan gradien dari fungsi f(x) = x2 pada titik (3,9):
Ilmu yang mempelajari definisi, properti, dan aplikasi dari turunan atau kemiringan dari sebuah
grafik disebut kalkulus diferensial

Garis singgung sebagai limit dari garis sekan. Turunan dari kurva f(x) di suatu titik adalah
kemiringan dari garis singgung yang menyinggung kurva pada titik tersebut. Kemiringan ini
ditentukan dengan memakai nilai limit dari kemiringan garis sekan.
[sunting] Notasi pendiferensialan
Terdapat berbagai macam notasi matematika yang dapat digunakan digunakan untuk menyatakan
turunan, meliputi notasi Leibniz, notasi Lagrange, notasi Newton, dan notasi Euler.
Notasi Leibniz diperkenalkan oleh Gottfried Leibniz dan merupakan salah satu notasi yang
paling awal digunakan. Ia sering digunakan terutama ketika hubungan antar y = ƒ(x) dipandang
sebagai hubungan fungsional antara variabel bebas dengan variabel terikat. Turunan dari fungsi
tersebut terhadap x ditulis sebagai:

  ataupun  
Notasi Lagrange diperkenalkan oleh Joseph Louis Lagrange dan merupakan notasi yang paling
sering digunakan. Dalam notasi ini, turunan fungsi ƒ(x) ditulis sebagai ƒ′(x) ataupun hanya ƒ′.
Notasi Newton, juga disebut sebagai notasi titik, menempatkan titik di atas fungsi untuk

menandakan turunan. Apabila y = ƒ(t), maka mewakili turunan y terhadap t. Notasi ini hampir
secara eksklusif digunakan untuk melambangkan turunan terhadap waktu. Notasi ini sering
terlihat dalam bidang fisika dan bidang matematika yang berhubungan dengan fisika.
Notasi Euler menggunakan operator diferensial D yang diterapkan pada fungsi ƒ untuk
memberikan turunan pertamanya Df. Apabila y = ƒ(x) adalah variabel terikat, maka sering kali x
dilekatkan pada D untuk mengklarifikasikan keterbebasan variabel x. Notasi Euler kemudian
ditulis sebagai:

  atau   .
Notasi Euler ini sering digunakan dalam menyelesaikan persamaan diferensial linear.
Notasi Leibniz Notasi Lagrange Notasi Newton Notasi Euler

Turunan ƒ(x) terhadap x ƒ′(x)


dengan y = ƒ(x)
[sunting] Integral

Artikel utama untuk bagian ini adalah: Integral

Integral dapat dianggap sebagai perhitungan luas daerah di bawah kurva ƒ(x), antara dua titik a
dan b.
Integral merupakan suatu objek matematika yang dapat diinterpretasikan sebagai luas wilayah
ataupun generalisasi suatu wilayah. Proses menemukan integral suatu fungsi disebut sebagai
pengintegralan ataupun integrasi. Integral dibagi menjadi dua, yaitu: integral tertentu dan integral

tak tentu. Notasi matematika yang digunakan untuk menyatakan integral adalah , seperti huruf
S yang memanjang (S singkatan dari "Sum" yang berarti penjumlahan).
[sunting] Integral tertentu
Diberikan suatu fungsi ƒ bervariabel real x dan interval antara [a, b] pada garis real, integral
tertentu:

secara informal didefinisikan sebagai luas wilayah pada bidang xy yang dibatasi oleh kurva
grafik ƒ, sumbu-x, dan garis vertikal x = a dan x = b.
Pada notasi integral di atas: a adalah batas bawah dan b adalah batas atas yang menentukan
domain pengintegralan, ƒ adalah integran yang akan dievaluasi terhadap x pada interval [a,b],
dan dx adalah variabel pengintegralan.

Seiring dengan semakin banyaknya subinterval dan semakin sempitnya lebar subinterval yang
diambil, luas keseluruhan batangan akan semakin mendekati luas daerah di bawah kurva.
Terdapat berbagai jenis pendefinisian formal integral tertentu, namun yang paling umumnya
digunakan adalah definisi integral Riemann. Integral Rieman didefinisikan sebagai limit dari
penjumlahan Riemann. Misalkanlah kita hendak mencari luas daerah yang dibatasi oleh fungsi ƒ
pada interval tertutup [a,b]. Dalam mencari luas daerah tersebut, interval [a,b] dapat kita bagi
menjadi banyak subinterval yang lebarnya tidak perlu sama, dan kita memilih sejumlah n-1 titik
{x1, x2, x3,..., xn - 1} antara a dengan b sehingga memenuhi hubungan:

Himpunan tersebut kita sebut sebagai partisi [a,b], yang

membagi [a,b] menjadi sejumlah n subinterval . Lebar


subinterval pertama [x0,x1] kita nyatakan sebagai Δx1, demikian pula lebar subinterval ke-i kita
nyatakan sebagai Δxi = xi - xi - 1. Pada tiap-tiap subinterval inilah kita pilih suatu titik sembarang
dan pada subinterval ke-i tersebut kita memilih titik sembarang ti. Maka pada tiap-tiap
subinterval akan terdapat batangan persegi panjang yang lebarnya sebesar Δx dan tingginya
berawal dari sumbu x sampai menyentuh titik (ti, ƒ(ti)) pada kurva. Apabila kita menghitung luas
tiap-tiap batangan tersebut dengan mengalikan ƒ(ti)· Δxi dan menjumlahkan keseluruhan luas
daerah batangan tersebut, kita akan dapatkan:
Penjumlahan Sp disebut sebagai penjumlahan Riemann untuk ƒ pada interval [a,b].
Perhatikan bahwa semakin kecil subinterval partisi yang kita ambil, hasil penjumlahan Riemann
ini akan semakin mendekati nilai luas daerah yang kita inginkan. Apabila kita mengambil limit

dari norma partisi mendekati nol, maka kita akan mendapatkan luas daerah tersebut.
Secara cermat, definisi integral tertentu sebagai limit dari penjumlahan Riemann adalah:
Diberikan ƒ(x) sebagai fungsi yang terdefinisikan pada interval tertutup [a,b]. Kita katakan
bahwa bilangan I adalah integral tertentu ƒ di sepanjang [a,b] dan bahwa I adalah limit dari

penjumlahan Riemann apabila kondisi berikut dipenuhi: Untuk setiap bilangan ε


> 0 apapun terdapat sebuah bilangan δ > 0 yang berkorespondensi dengannya sedemikian

rupanya untuk setiap partisi di sepanjang [a,b] dengan dan


pilihan ti apapun pada [xk - 1, ti], kita dapatkan

Secara matematis dapat kita tuliskan:

Apabila tiap-tiap partisi mempunyai sejumlah n subinterval yang sama, maka lebar Δx = (b-a)/n,
sehingga persamaan di atas dapat pula kita tulis sebagai:

Limit ini selalu diambil ketika norma partisi mendekati nol dan jumlah subinterval yang ada
mendekati tak terhingga banyaknya.

Contoh

Sebagai contohnya, apabila kita hendak menghitung integral tertentu , yakni mencari
luas daerah A dibawah kurva y=x pada interval [0,b], b>0, maka perhitungan integral tertentu

sebagai limit dari penjumlahan Riemannnya adalah


Pemilihan partisi ataupun titik ti secara sembarang akan menghasilkan nilai yang sama sepanjang
norma partisi tersebut mendekati nol. Apabila kita memilih partisi P membagi-bagi interval [0,b]
menjadi n subinterval yang berlebar sama Δx = (b - 0)/n = b/n dan titik t'i yang dipilih adalah titik
akhir kiri setiap subinterval, partisi yang kita dapatkan adalah:

dan , sehingga:

Seiring dengan n mendekati tak terhingga dan norma partisi mendekati 0, maka didapatkan:

Dalam prakteknya, penerapan definisi integral tertentu dalam mencari nilai integral tertentu
tersebut jarang sekali digunakan karena tidak praktis. Teorema dasar kalkulus (lihat bagian
bawah) memberikan cara yang lebih praktis dalam mencari nilai integral tertentu.
[sunting] Integral tak tentu
Manakala integral tertentu adalah sebuah bilangan yang besarnya ditentukan dengan mengambil
limit penjumlahan Riemann, yang diasosiasikan dengan partisi interval tertutup yang norma
partisinya mendekati nol, teorema dasar kalkulus (lihat bagian bawah) menyatakan bahwa
integral tertentu sebuah fungsi kontinu dapat dihitung dengan mudah apabila kita dapat mencari
antiturunan/antiderivatif fungsi tersebut.
Apabila
Keseluruhan himpunan antiturunan/antiderivatif sebuah fungsi ƒ adalah integral tak tentu
ataupun primitif dari ƒ terhadap x dan dituliskan secara matematis sebagai:

Ekspresi F(x) + C adalah antiderivatif umum ƒ dan C adalah konstanta sembarang.


Misalkan terdapat sebuah fungsi f(x) = x2, maka integral tak tentu ataupun antiturunan dari fungsi
tersebut adalah:

Perhatikan bahwa integral tertentu berbeda dengan integral tak tentu. Integral tertentu dalam

bentuk adalah sebuah bilangan, manakala integral tak tentu : adalah


sebuah fungsi yang memiliki tambahan konstanta sembarang C.
[sunting] Teorema dasar

Artikel utama untuk bagian ini adalah: Teorema dasar kalkulus


Teorema dasar kalkulus menyatakan bahwa turunan dan integral adalah dua operasi yang saling
berlawanan. Lebih tepatnya, teorema ini menghubungkan nilai dari anti derivatif dengan integral
tertentu. Karena lebih mudah menghitung sebuah anti derivatif daripada menerapkan definisi
integral tertentu, teorema dasar kalkulus memberikan cara yang praktis dalam menghitung
integral tertentu.
Teorema dasar kalkulus menyatakan:
Jika sebuah fungsi f adalah kontinu pada interval [a,b] dan jika F adalah fungsi yang mana
turunannya adalah f pada interval (a,b), maka

Lebih lanjut, untuk setiap x di interval (a,b),

Sebagai contohnya apabila kita hendak menghitung nilai integral , daripada


menggunakan definisi integral tertentu sebagai limit dari penjumlahan Riemann (lihat bagian
atas), kita dapat menggunakan teorema dasar kalkulus dalam menghitung nilai integral tersebut.
Anti derivatif dari fungsi adalah . Oleh sebab itu, sesuai dengan

teorema dasar kalkulus, nilai dari integral tertentu adalah:

Apabila kita hendak mencari luas daerah A dibawah kurva y=x pada interval [0,b], b>0, maka
kita akan dapatkan:

Perhatikan bahwa hasil yang kita dapatkan dengan menggunakan teorema dasar kalkulus ini
adalah sama dengan hasil yang kita dapatkan dengan menerapkan definisi integral tertentu (lihat
bagian atas). Oleh karena lebih praktis, teorema dasar kalkulus sering digunakan untuk mencari
nilai integral tertentu.
[sunting] Aplikasi

Pola spiral logaritma cangkang Nautilus adalah contoh klasik untuk menggambarkan
perkembangan dan perubahan yang berkaitan dengan kalkulus.
Kalkulus digunakan di setiap cabang sains fisik, sains komputer, statistik, teknik, ekonomi,
bisnis, kedokteran, kependudukan, dan di bidang-bidang lainnya. Setiap konsep di mekanika
klasik saling berhubungan melalui kalkulus. Massa dari sebuah benda dengan massa jenis yang
tidak diketahui, momen inersia dari suatu objek, dan total energi dari sebuah objek dapat
ditentukan dengan menggunakan kalkulus.
Dalam subdisiplin listrik dan magnetisme, kalkulus dapat digunakan untuk mencari total fluks
dari sebuah medan elektromagnetik . Contoh historis lainnya adalah penggunaan kalkulus di
hukum gerak Newton, dinyatakan sebagai laju perubahan yang merujuk pada turunan: Laju
perubahan momentum dari sebuah benda adalah sama dengan resultan gaya yang bekerja
pada benda tersebut dengan arah yang sama.
Bahkan rumus umum dari hukum kedua Newton: Gaya = Massa × Percepatan, menggunakan
perumusan kalkulus diferensial karena percepatan bisa dinyatakan sebagai turunan dari
kecepatan. Teori elektromagnetik Maxwell dan teori relativitas Einstein juga dirumuskan
menggunakan kalkulus diferensial.
[sunting] Referensi
[sunting] Sumber
1. ^ Helmer Aslaksen. Why Calculus? National University of Singapore.
2. ^ Archimedes, Method, in The Works of Archimedes ISBN 978-0-521-66160-7
3. ^ Aryabhata the Elder
4. ^ Ian G. Pearce. Bhaskaracharya II.
5. ^ Victor J. Katz (1995). "Ideas of Calculus in Islam and India", Mathematics Magazine
68 (3), pp. 163-174.
6. ^ J. L. Berggren (1990). "Innovation and Tradition in Sharaf al-Din al-Tusi's Muadalat",
Journal of the American Oriental Society 110 (2), pp. 304-309.
7. ^ "Madhava". Biography of Madhava. School of Mathematics and Statistics University
of St Andrews, Scotland. http://www-gap.dcs.st-
and.ac.uk/~history/Biographies/Madhava.html. Diakses pada 13 September 2006.
8. ^ "An overview of Indian mathematics". Indian Maths. School of Mathematics and
Statistics University of St Andrews, Scotland. http://www-history.mcs.st-
andrews.ac.uk/HistTopics/Indian_mathematics.html. Diakses pada 7 Juli 2006.
9. ^ "Science and technology in free India". Government of Kerala — Kerala Call,
September 2004. Prof.C.G.Ramachandran Nair.
http://www.kerala.gov.in/keralcallsep04/p22-24.pdf. Diakses pada 9 Juli 2006.
10. ^ Charles Whish (1835). Transactions of the Royal Asiatic Society of Great Britain and
Ireland.
11. ^ UNESCO-World Data on Education isapi.dll?
clientID=137079235&infobase=iwde.nfo&softpage=PL frame
[sunting] Daftar Pustaka
• Donald A. McQuarrie (2003). Mathematical Methods for Scientists and Engineers,
University Science Books. ISBN 978-1-891389-24-5
• James Stewart (2002). Calculus: Early Transcendentals, 5th ed., Brooks Cole. ISBN 978-
0-534-39321-2
[sunting] Sumber lain
[sunting] Bacaan lebih lanjut
• Robert A. Adams. (1999) ISBN 978-0-201-39607-2 Calculus: A complete course.
• Albers, Donald J.; Richard D. Anderson and Don O. Loftsgaarden, ed. (1986)
Undergraduate Programs in the Mathematics and Computer Sciences: The 1985-1986
Survey, Mathematical Association of America No. 7,
• John L. Bell: A Primer of Infinitesimal Analysis, Cambridge University Press, 1998.
ISBN 978-0-521-62401-5.
• Florian Cajori, "The History of Notations of the Calculus." Annals of Mathematics, 2nd
Ser., Vol. 25, No. 1 (Sep., 1923), pp. 1-46.
• Leonid P. Lebedev and Michael J. Cloud: "Approximating Perfection: a Mathematician's
Journey into the World of Mechanics, Ch. 1: The Tools of Calculus", Princeton Univ.
Press, 2004
• Cliff Pickover. (2003) ISBN 978-0-471-26987-8 Calculus and Pizza: A Math Cookbook
for the Hungry Mind.
• Michael Spivak. (Sept 1994) ISBN 978-0-914098-89-8 Calculus. Publish or Perish
publishing.
• Silvanus P. Thompson dan Martin Gardner. (1998) ISBN 978-0-312-18548-0 Calculus
Made Easy.
• Mathematical Association of America. (1988) Calculus for a New Century; A Pump, Not
a Filter, The Association, Stony Brook, NY. ED 300 252.
• Thomas/Finney. (1996) ISBN 978-0-201-53174-9 Calculus and Analytic geometry 9th,
Addison Wesley.
• Weisstein, Eric W. "Second Fundamental Theorem of Calculus." dari MathWorld--A
Wolfram Web Resource.
[sunting] Pustaka daring
• Crowell, B., (2003). "Calculus" Light and Matter, Fullerton. Retrieved 6th May 2007 from
http://www.lightandmatter.com/calc/calc.pdf
• Garrett, P., (2006). "Notes on first year calculus" University of Minnesota. Retrieved 6th
May 2007 from http://www.math.umn.edu/~garrett/calculus/first_year/notes.pdf
• Faraz, H., (2006). "Understanding Calculus" Retrieved Retrieved 6th May 2007 from
Understanding Calculus, URL http://www.understandingcalculus.com/ (HTML only)
• Keisler, H. J., (2000). "Elementary Calculus: An Approach Using Infinitesimals"
Retrieved 6th May 2007 from http://www.math.wisc.edu/~keisler/keislercalc1.pdf
• Mauch, S. (2004). "Sean's Applied Math Book" California Institute of Technology.
Retrieved 6th May 2007 from http://www.cacr.caltech.edu/~sean/applied_math.pdf
• Sloughter, Dan., (2000) "Difference Equations to Differential Equations: An introduction
to calculus". Retrieved 6th May 2007 from http://math.furman.edu/~dcs/book/
• Stroyan, K.D., (2004). "A brief introduction to infinitesimal calculus" University of Iowa.
Retrieved 6th May 2007 from
http://www.math.uiowa.edu/~stroyan/InfsmlCalculus/InfsmlCalc.htm (HTML only)
• Strang, G. (1991) "Calculus" Massachusetts Institute of Technology. Retrieved 6th May
2007 from http://ocw.mit.edu/ans7870/resources/Strang/strangtext.htm.
[sunting] Halaman web
• Calculus.org: The Calculus page di Universitas California, Davis
• COW: Calculus on the Web di Universitas Temple
• Online Integrator (WebMathematica) dari Wolfram Research
• The Role of Calculus in College Mathematics dari ERICDigests.org
• OpenCourseWare Calculus dari Institut Teknologi Massachusetts
• Infinitesimal Calculus Encyclopaedia of Mathematics, Michiel Hazewinkel ed. .
[sembunyikan]
l•b•s
Bidang utama matematika

Logika · Teori himpunan · Teori kategori · Aljabar (elementer – linier – abstrak) · Teori
bilangan · Analisis/Kalkulus · Geometri · Topologi · Sistem dinamik · Kombinatorika · Teori
permainan · Teori informasi · Analisis numerik · Optimisasi · Komputasi · Probabilitas ·
Statistika

Diperoleh dari "http://id.wikipedia.org/wiki/Kalkulus"


Kategori: Kalkulus
Peralatan pribadi
• Masuk log / buat akun
Ruang nama
• Halaman
• Pembicaraan
Varian
Tampilan
• Baca
• Sunting
• Versi terdahulu
Tindakan
• ↑
Cari
Top of Form
Istimew a:Pencari

Bottom of Form
Navigasi
• Halaman Utama
• Perubahan terbaru
• Peristiwa terkini
• Halaman sembarang
Komunitas
• Warung Kopi
• Portal komunitas
• Bantuan
Wikipedia
• Tentang Wikipedia
• Pancapilar
• Kebijakan
• Menyumbang
Cetak/ekspor
• Buat buku
• Unduh sebagai PDF
• Versi cetak
Kotak peralatan
• Pranala balik
• Perubahan terkait
• Halaman istimewa
• Pranala permanen
• Kutip halaman ini
Bahasa lain
• አማርኛ
• Aragonés
• ‫العربية‬
• বাংলা
• Deutsch
• Ελληνικά
• English
• Esperanto
• Español
• ‫فارسی‬
• Suomi
• Gaeilge
• 贛語
• िहनदी
• Ido
• Íslenska
• 日本語
• Basa Jawa
• 한국어
• Latina
• Lietuvių
• മലയാളം
• Bahasa Melayu
• Polski
• Português
• Runa Simi
• Scots
• සිංහල
• Simple English
• SiSwati
• தமிழ்
• ไทย
• Türkçe
• ‫اردو‬
• Winaray
• 中文
• Bân-lâm-gú
• 粵語
• Halaman ini terakhir diubah pada 15:02, 28 Januari 2011.
• Teks tersedia di bawah Lisensi Atribusi/Berbagi Serupa Creative Commons; ketentuan
tambahan mungkin berlaku. Lihat Ketentuan Penggunaan untuk lebih jelasnya.
• Kebijakan privasi
• Tentang Wikipedia
• Penyangkalan