Anda di halaman 1dari 4

Ciri orang Melayu (Manusia Indonesia)

Posted on Mei 11, 2008 by sugara

Inilah ciri – ciri kita sebagai manusia Indonesia (orang Melayu), dan inilah sekarang ini
yang sedang dikikis habis oleh manajamen sebuah Kampus yaitu AMIK-D3 Medicom
Medan, agar manusia Indonesia semakin baik dan semakin paham tentang siapa
sebetulnya orang melayu itu dan bagaimana sebetulnya siftar orang melayu itu
khususnya Indonesia yang semakin hari semakin hancur, akibat kebebasan yang tiada
batas. lebih baik kita kembali kemasa orde baru tetapi semuanya tidak ada kita dengar
pertikaian, perkelahian dan yang paling menyedihkan lagi orang – orang yang
merupakan menjadi panutan masyarakat malah menjadi tidak cocok lagi untuk di
contoh ibaratkan seorang anak, kalau melihat Ayah dan Ibu mereka selalu berantam di
rumah, yang akan terjadikan kerusakan mental sianak juga yang suatu saat dia akan
membuat hal yang serupa sepeti yang dibuat oleh orang tua mereka, sayang
disayangkan.

Berikut ini penjabaran tentang manusia indonesia sekarang ini yang dikutip dari Mochtra Lubis
dan Mahatir Mohammad :

Ciri Kesatu : “Munafik atau Hipokrit”; Ciri utama manusia Indonesia yang cukup
menonjol adalah Hipokritis atau Munafik. Suka berpura-pura, lain dimuka, lain
dibelakang. Hal ini bisa saja disebabkan oleh paksaan kekuatan-kekuatan luar untuk
menyembunyikan apa yang sebenarnya dirasakan, dipikirkan dan dikehendakinya
karena takut akan mendapat ganjaran atau hukuman bagi dirinya. Tetapi sebagai
manusia Indonesia yang terpelajar harus mengikis sifat buruk ini. Sehingga kita tidak
menjadi manusia yang munafik. Lain yang diomongkan lain yang dikerjakan.

Ciri Kedua : “Enggan dan Segan bertanggung jawab”; Di indonesia kita hanya
sering memikirkan enaknya saja, tetapi kalau sudah dibebankan sebuah tanggung
jawab pasti selalu ada alasan untuk selalu menghindar. kenapa? semua ya itu berbalik
kepada diri kita sendiri
Ciri Ketiga : “Bersikap Perilaku Feodal”; Ciri ketiga utama manusia Indonesia adalah
jiwa feodalnya. Meskipun salah satu tujuan revolusi kemerdakaan Indonesia ialah juga
untuk membebaskan manusia Indonesia dari feodalisme, tetapi feo – dalisme dalam
bentuk –bentuk baru main berkembang dalam diri dan masyrakat manusia Indonesia.
Sikap – sikap feodalisme ini dapat kita lihat dalam tatcara upacara resmi kenegeraan,
dalam hubungan – hubungan organisasi kepegawai (umpamanya, jelas dicerminkan
dalam bersenjata), dalam pencalonan istri pembesar negeri dalam daftar pemilihan
umum. Istri komandan, istri menteri otomatis jadi ketua, bukan berdasarkan kecakapan
dan bakat leadershipnya, atau pengetahuan dan pengalamanya, atau perhatiannya dan
pengabdiannya. .

Ciri ke Empat : “Percaya Takhyul”; Ini adalah sebuah ciri yang sudah mengakar
dalam kehidupan bangsa. Dulu, dan sekarang hal ini masih terjadi. Masih banyak
manusia Indonesia percaya kepada batu, gunung, pohon yang besar, atau benda –
benda seperti pedang, keris dan lain – lain yang dikatakan mempunyai kekuatan gaib
dan keramat sehingga manusia wajib mengatur hubungan khusus dengan ini semua.
Untuk menyenangkan mereka agar jangan memusuhi manusia, sehingga mereka
dipuja, diberikan sesajen dan lain – lain. Padahal hal – hal sperti itu seharusnya tidak
boleh terjadi lagi.

Ciri Ke Lima : “Arstistik”; Ciri manusia Indonesia yang ke-5 adalah artistik yang
memiliki bakat seni yang tinggi dekat dengan alam. Bakat seni yang dimiliki bangsa
indonesia dituangkan dalam segala rupa ciptaan artistik dan kerajinan yang indah –
indah dan serba aneka ragam variasi serta warna warni. Di Medicom, kami juga melatih
beauty/ penampilan yang baik, modis dan menarik kepada mahasiswa/i kita. Disatu sisi
salah satu kelebihan kita sebagai bahasa indonesia. Kita terkenal santun dalam
berbahasa, lemah – lembut. Banyak pantun, pusi dan lagu – lagu indah yang
menyentuh sukma.

Tetapi disisi lain ini jugalah merupakan kelemahan manusia Indonesia karena : dia
hidup lebih banyak dengan naluri, dengan perasaan, dengan perasaaan – perasaan
sensual. Sehingga lebih kuat naluri/ perasaan dalam tindakannya daripada rasio/ logika/
pola pikir yang rasional

Ciri Ke Enam : “Lemah Watak”; Karakter kurang kuat. Manusia Indonesia kurang kuta
mempertahankan atau memperjuangkan keyakinannya. Untuk menghilangkan sifat
lemah watak ini tentunya harus dipedomani kunci sukses yang selalu berkata “Saya
bisa”. Tentunya ini didapat melalui pengetahuan yang baik sehingga menimbulkan rasa
percaya diri yang baik pula. Selallu menjadikan sebauh persoalan sebagai tantangan
bukan sebagia beban dan selalu mempunyai sikap memberikan yang terbaik bagi
lingkungan atau komunitas dimanapun berada.

Ciri Orang Melayu “Cepat Puas” Menurut mahatir Mohammad, salah satu ciri – ciri
manusia melayu adalah cepat puas. Di indonesia kita masih sering melakukan suatu
pekerjaan tetapi belum maksimal tetapi kita sudah merasa cepat puas dan langsung di
hura – hurakan. Itu artinya kita tidak boleh cepat puas dengan apa yang sudah kita
miliki. Prinsip kita adalah kita harus belajar terus – menerus, tidak ada batasan waktu,
usia untuk belajar bahkan diagamapun kita tahu bahwa kita harus menuntut ilmu dari
ayunan sampaiu ke liang lahat. Begitu juga dalam agama kristen juga disebutkan
dengan segala daya upanya carilah pengertian. misalnya Jadi sebagai pembimbing kita
harus selalu membenahi kompetensi kita dengan cara belajar terus – menerus karena
pepatah mengatakan lancar kaji karena diulang, ada bisa belajar biasa. Sebagai dosen
pembimbing kita tidak boleh hanya bergantung pada penguasaan catatan mahasiswa
saja, kita harus memiliki dan membaca dari berbagai refrensi apalagi ilmu pengetahuan
terus berkembang. Sebagai contoh, dulu kita sangat bangga menguasai windows, lotus
atau ws, tetapi ini program tersebut tidak digunakan lagi sama sekali. Dulu kita snagat
bangga mapu mengetik dengan menggunakan mesin ketik, tetapi saat ini mesin ketik
hampir tidak digunakan lagi. Jadi intinya kita harus terus bekerja, belajar dan jangan
cepat puas . terima kasih.

Ciri Orang Melayu “Tidak Tahu Berterima kasih”; Salah satu ciri orang melayu
menurut mahathir mohammad adalah kurang mempunyai rasa berterima kasih. Dari
awal datang ke Medicom kalian terus dilatih dan diajari, diberi tempat untuk berlatih
bahkan selama proses berlatih diberi beasiswa. Tetapi masih banyak yang
mengganggap bahwa itu merupakan honor apabila itu berarti kurang mempunyai rasa
berterima kasih, seharusnya apabila kita yang diajari kita yang membayar tapi dalam
hal ini kata yang dalam hal ini kata yang diajari kita yang dibayari sudah sepantasnya
kita berterima kasih, kita hanya tetap memiliki ciri keterpelajaran, karena salah satu ciri
keterpelajaran adalah rendah hati dan tahu berterima kasih.

Ciri Orang Melayu “Pemalas” ; Sejak dibangku sekolah dasar kita sudah hapal arti
pepatah yang mengatakan rajin pangkal panda, malas pangkal bodoh. Apapun yang
kita inginkan untuk dikuasai hanya bisa terpenuhi dengan cara rajin mengulang – ulang
sampai mahir. Rajin mengulang pelajaran dirumah pasti pre test dan post test lulus.
Rajin praktek komputer pasti mahir komputer, rajin praktek bahasa inggris pasti bisa
ngomong bahasa inggris, rajin tulis ulang ulang sistem nilai pasiti mudah
menghapalnya, selanjutnya kerjakanlah. Jadi bagi kita tidak ada alasan untuk malasa
bahkan dalam agama pun diajarkan sipemalas adalah kawan siperusak. Nenek moyang
kita rajin, bisa kita lihat dari berbagai peninggalan meraka dimasa lalu, misalnya
berbagai ragam budaya dan kesenian yang indah adalah bukti mereka rajin. Kata orang
melayu itu malas, tapi di Medicom melayunya beda karena melayu di Medicom tahu ciri
– ciri keterpelajaran dan mengarahkan diri untuk memiliki ada keterpelajaran tersebut.

Ciri Orang terdidik “Not Conflict but Consensus”; Jika ada hal – hal yang kurang
jelas baik cara membimbing dilokal, menjawab pre test maupun post test, jadual
mengajara, jadwal diskusi dan sebagainya, kita harus mendiskusikan terlebih dahulu
kepada supervisor bidang stuid, managemen ataupun yayasan sehingga tidak sampai
menyalahkan artinya nantinya.

Ciri Orang terdidik “Hormat Aturan”; Dalam setiap tempat lingkungan kita pada ada
aturan, termasuk kami di Medicom ini ada aturan bagaimana membimbing yang baik,
kalau mau ujina kompetensi I maka aturannya harus bisa menguasai 5 topik mata
kuliah yang dibawakan, harus menghafal kunci sukses, ciri – ciri orang melayu menurut
muktar lubis, mahathir mohammad harus, lineur. Kalau mau ujian kompetensi II maka
aturannya harus mengusai 7 topik mata kuliah yang di bawakan, angket harus aman,
bisa menghafal aturannya 75% mata kuliahnnya harus dikuasai, angket aman,
menghafal sistem nilai, kesemua aturan tersebut agar kita bisa menjadi pembimbing
yang terampil

Setelah kita siap membaca artikel diatas mungkin mulai dari sekarang kita sudah bisa berpikir
siapa diri kita sebenarnya.

dari : Robby Sugara Silaen