Anda di halaman 1dari 10

1. Nallaca B.

V
Nallaca BV adalah sebagai pihak yang melakukan penawaran tender atas saham
PT.Hero Supermarket Tbk., diumumkan bahwa Nallaca BV, anggota Group Dairy Farm,
akan melakukan penawaran tender untuk memperoleh saham-saham PT. Hero Indonesia
Tbk yang belum dimiliki oleh Group Dairy Farm, yang mewakili 87,77% dari seluruh
saham yang dikeluarkan oleh PT.Hero Indonesia Tbk.
Dalam penawaran tender ini tidak ada batasan minimum atas jumlah saham yang
akan dibeli. Dengan demikian Nallaca B.V. akan membeli seluruh saham yang
ditawarkan selama masa penawaran tender meskipun jumlah saham-saham yang
ditawarkan untuk dijual tersebut adalah kurang dari 87,77%.
Harga penawaran tender adalah Rp.2.800 tunai persaham, yang mencerminkan
51,35% premium terhadap harga pasar tertinggi untuk saham PT. Hero Indonesia selama
90 hari sebelum pengumuman penawaran tender. Nallaca BV dan Mulgrave Corporation
BV adalah merupakan anak preusan yang dimiliki seluruhnya secara tidak langsung oleh
Dairy Farm.

2. PT.Hero Supermarket
PT.Hero Supermarket Tbk berkedudukan hukum di Jakarta, didirikan pada
tanggal 05 Oktober 1971 berdasarkan Akta Notaris Djojo Muljadi S.H, Notaris di Jakarta
dan telah memperoleh pengesahan dari Menteri Kehakiman Republik Indonesia dengan
Surat Keputusan No. J.A.5/169/11 tanggal 5 agustus 1972, serta diumumkan dalam
Tambahan No.390/1972 dari Berita Negara Republik Indonesia No.83 tanggal 17
Oktober 1972.
PT.Hero Supermarket Tbk sekarang merupakan perusahaan yang bergerak di
usaha pasar swalayan, hipermarket, perdagangan dan jasa. Perseroan hingga saat ini
memiliki 71 gerai Hero pasar swalayan, 26 gerai Star Mart, 40 gerai Guardian, yang
berdiri sendiri dan 8 gerai Mitra toko diskon.
Struktur permodalan Hero Indonesia adalah sebagai berikut
Modal Dasar : Rp. 450.000.000.000
Modal Ditempatkan : RP. 164.710.000.000
Modal Disetor : Rp. 164.710.000.000
Seluruh saham dari Hero tercatat di Bursa Efek Jakarta. Sedangkan pemegang
saham perseroan yang memegang 5% atau lebih saham per tanggal 31 Desember 2003,
bersama dengan jumlah total saham yang dipegang oleh seluruh pemegang saham
lainnya, dapat dilihat pada tabel dibawah
Pemegang Saham Jumlah Saham Nilai Nominal (Rp) %
PT.Hero Pusaka Sejati 165.039.700 82.519.850.000 50,10
Mulgrave Corporation 40.296.800 20.148.400.000 12,13
B.V
Pt Matahari Putra Prima 25.925.000 12.962.500.000 7,87
Tbk
Papua B. V 24.000.000 12.000.000.000 7,29
Pemegang Saham 54.152.000 27.079.000.000 16,44
Lainnya
Total 329.420.000 164.710.000.000 100

Issue
Nallaca BV adalah sebagai pihak yang akan melakukan penawaran tender atas
saham PT.Hero Supermarket Tbk.
Pengertian Penawaran Tender atau Tender Offer adalah suatu tindakan yang
terjadi berkaitan dengan kepemilikkan saham Emiten atau Perusahaan Publik dimana satu
pihak menawarkan untuk melakukan pembelian saham emiten atau perusahaan publik
yang dimiliki oleh pihak lain baik seluruhnya atau sebagian saja (tidak selalu mayoritas)
dengan harga terbaik berdasarkan mekanisme penentuan harga sesuai dengan ketentuan
yang berlaku.
Dalam pengertian umum, Tender Offer merupakan suatu penawaran melalui
media massa untuk membeli saham perusahaan publik yang tercatat di bursa.70
Berdasarkan Peraturan Bapepam IX.F.1, Tender Offer adalah penawaran melalui media
massa untuk memperoleh efek bersifat ekuitas dengan cara pembelian atau pertukaran
dengan efek lainnya.
Tender Offer dapat terjadi karena dua hal, pertama Tender Offer terjadi karena
adanya keinginan dari satu pihak untuk melakukan pembelian sejumlah saham
Perusahaan Sasaran dengan tujuan mengambil alih perusahaan sasaran, dimana pihak
pembeli (pihak yang mengambil alih) akan memperoleh sebagian besar atau seluruh efek
bersifat ekuitas dengan cara pembelian atau pertukaran dengan efek lainnya dari
perusahaan sasaran (perusahaan yang diambil alih) yang merupakan perusahaan publik
atau emiten yang efek bersifat ekuitasnya tercatat di Bursa Efek dan efek dimaksud
merupakan objek dari penawaran tender melalui media massa, dengan harga tertentu di
atas harga pasar (Market Price).
Apabila terjadi suatu keadaan bahwa jumlah saham yang ditawarkan untuk dijual
melebihi jumlah saham yang ditetapkan dalam Tender Offer, maka pihak yang
melakukan Tender Offer wajib melakukan penjatahan secara proporsional sebanding
dengan partisipasi setiap pihak yang melakukan penjualan dalam Tender Offer tersebut
dengan memperhatikan satuan perdagangan yang berlaku di Bursa Efek tanpa
pecahan.
Selain itu Tender Offer juga dilakukan sebagai kewajiban yang harus dilakukan
oleh pihak pengambilalih akibat terjadinya tindakan pengambilalihan saham sejumlah
25% (dua puluh lima perseratus) atau lebih. Dengan dilakukannya transaksi jual beli
saham 25% (dua puluh lima perseratus) atau lebih, maka pihak pembeli berkedudukan
sebagai pengendali perusahaan terbuka baru, kecuali pihak tersebut dapat membuktikan
tidak mengendalikan perusahaan terbuka. Dalam rangka pengambilalihan perusahaan
terbuka, pengendali perusahaan terbuka baru wajib melakukan Tender Offer untuk
seluruh sisa saham perusahaan terbuka, kecuali saham yang dimiliki oleh pemegang
saham utama atau pengendali lain. Hal ini sesuai dengan ketentuan pasal 2 Peraturan
Bapepam No.IX.H.1 Tentang Pengambilalihan Perusahaan Terbuka.
Beberapa akibat dari Tender Offer adalah sebagai berikut:
1. Tender Offer dapat mengakibatkan beralihnya pengendalian perusahaan publik
dari satu tangan (group) kepada tangan (group) lainnya;
2. Pelaksanaan Tender Offer dapat mempengaruhi masyarakat pemodal untuk
menjual atau tidak menjual saham yang dimilikinya.
3. Setelah melakukan Tender Offer, ada kemungkinan perusahaan yang
bersangkutan tidak lagi memenuhi persyaratan sebagai perusahaan publik yang
lazimnya dikenal dengan go private yang mengakibatkan terhentinya pencatatan
di bursa, tertutupnya mekanisme jual beli saham perusahaan yang bersangkutan
yang berarti berakhirnya likuiditas.
Karena luasnya dampak dari tindakan Tender Offer ini bagi pemodal, kaedah hukum
konkrit mengenai hal ini haruslah memberikan jaminan bahwa pihak yang melakukan
Tender Offer memberikan informasi yang benar dan tidak menyesatkan pemodal.
Mekanisme pengambilalihan melalui transaksi jual beli saham tentunya tidak
terlepas dari aspek hukum yang mengaturnya. Dalam perkembangannya,
pengambilalihan secara umum diatur dalam bab VII dari ketentuan pasal 102 sampai
dengan ketentuan pasal 109 UUPT (UU No.1 Tahun 1995 tentang Perseroan Terbatas)
mengenai “Penggabungan, Peleburan dan Pengambilalihan”.Untuk mengatur
pengambilalihan yang disertai dengan kewajiban dilakukannya Tender Offer, dikeluarkan
Peraturan Bapepam No.IX.H.1 tentang Pengambilalihan Perusahaan Terbuka.
Pada dasarnya mekanisme pengambilalihan sebagaimana ditentukan dalam
ketentuan UUPT dibandingkan dengan mekanisme pengambilalihan yang disertai dengan
kewajiban untuk melakukan Tender Offer berdasarkan Peraturan Bapepam No.IX.H.1
tentang Pengambilalihan Perusahaan Terbuka adalah sama. Perbedaannya adalah
pengambilalihan dengan kewajiban Tender Offer dilakukan melalui pembelian saham-
saham perusahaan sasaran secara langsung, sesuai dengan ketentuan dari pasal 103 ayat
(6) UUPT, yang mengakibatkan pihak pembeli saham memiliki kemampuan
pengendalian dalam perusahaan tersebut.
Dengan demikian, proses pengambilalihan melalui jual beli saham secara
langsung tidak lagi melalui beberapa langkah pendahuluan seperti yang diharuskan dalam
UUPT. Adapun yang dimaksud dengan kemampuan “Pengendalian” disini adalah
kemampuan untuk menentukan, baik langsung maupun tidak langsung, dengan cara
apapun, pengelolaan dan atau kebijaksanaan perusahaan seperti yang dinyatakan dalam
penjelasan ketentuan pasal 1 huruf (d) UUPM.
Berdasarkan Peraturan Bapepam No.IX.H.1 tentang Pengambilalihan Perusahaan
Terbuka, kemampuan pengendalian adalah kemampuan, baik secara langsung maupun
tidak langsung, untuk mengendalikan perusahaan terbuka, yaitu dengan cara menentukan
diangkat dan diberhentikannya direksi atau komisaris atau melakukan perubahan
anggaran dasar preusan terbuka.82 Pihak yang memiliki saham yang besarnya 25% (dua
puluh lima perseratus) atau lebih dari jumlah saham yang telah dikeluarkan dan
mempunyai hak suara pada perseroan dianggap tidak mengendalikan perseroan tersebut,
kecuali yang bersangkutan dapat dibuktikan melakukan pengendalian.
Kewajiban melakukan Tender Offer sebagai akibat pengambilalihan melalui
pengalihan kepemilikan saham perusahaan sasaran bermula dari terjadinya pembelian
saham oleh suatu pihak sehingga pemilikannya akan mencapai 25% (dua puluh lima
perseratus) atau lebih dari saham perusahaan sasaran, yang mengakibatkan
perubahan pengendali perusahaan terbuka. Kewajiban melakukan Tender Offer ini
ditujukan untuk melindungi kepentingan masyarakat publik, dalam hal ini pemegang
saham lain dalam perusahaan sasaran, dengan memberikan kesempatan menilai apakah
perubahan komposisi kepemilikan saham tersebut sebagai akibat dilakukannya
pengambilalihan dengan pengalihan kepemilikan saham akan menyebabkan pula
terjadinya perubahan visi atau arah perusahaan.
Mekanisme dari Tender Offer yang wajib dilakukan oleh pihak pembeli saham
sebagai akibat tindakan pengambilalihan melalui pengalihan kepemilikan saham atas
perusahaan sasaran menurut Peraturan Bapepam No.IX.H.1 tentang Pengambilalihan
Perusahaan Terbuka wajib dimulai paling lambat akhir hari kerja ke-2 (kedua) setelah
terjadinya pengambilalihan perusahaan terbuka, prosedur Tender Offer diawali dengan di
keluarkannya pengumuman rencana Tender Offer kepada Bapepam. Pelaksanaan Tender
Offer harus sudah diambil selambat-lambatnya 180 (seratus delapan puluh) hari sejak
pengumuman tersebut.
Maksud dilaksanakannya Tender Offer disebabkan oleh karena dengan pembelian
suatu efek dapat berakibat merubah pengendalian suatu perusahaan,dalam hal ini yaitu
perusahaan sasaran, maka akan mengakibatkan terjadinya:
1. Pengendalian perusahaan akan berubah, yang mungkin diikuti dengan perubahan
policy lainnya dalam perusahaan yang bersangkutan
2. Dapat menyebabkan berkurangnya jumlah pemegang saham secara signifikan.
3. Karena berkurangnya jumlah pemegang saham, ada kemungkinan perusahaan
yang bersangkutan tidak lagi memenuhi syarat sebagai perusahaan publik,
sehingga dengan demikian terjadilah proses go private dari perusahaan yang
bersangkutan.
Tujuan dari kegiatan Tender Offer adalah agar terjadi sinergi antara kegiatan
usaha utama dengan kegiatan usaha lainnya yang memiliki keterkaitan baik langsung
maupun tidak langsung sehingga diharapakan memperluas kegiatan usaha, potensi
keuntungan dan efisiensi suatu kegiatan usaha.
Dalam rangka melakukan kegiatan Penawaran Tender atau Tender Offer, para
pihak harus tunduk pada Peraturan Perundang-undangan yang berlaku, agar kegiatan
penawaran tender ini dapat berjalan secara wajar dan efisien. Karena penawaran tender
menyangkut kepentingan pemegang saham lainnya, sesuai dengan ketentuan dalam
Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1995 Pasal 83 tentang Pasar Modal, yang dimuat dalam
Lembaran Negara Republik Indonesia 1995 Nomor 64.
Dalam pasal ini memberi pengertian bahwa “setiap pihak yang melakukan
penawaran tender untuk membeli efek Emiten atau Perusahaan Publik wajib mengikuti
ketentuan mengenai keterbukaan, kewajaran, dan pelaporan yang di tetapkan oleh
Bapepam”. Mengenai kegiatan penawaran tender juga di atur dalam Keputusan Ketua
Badan Pengawas Pasar Modal (Bapepam) No.IX.F.1 No. Kep-04/PM/2002 tanggal 3
april 2002 tentang Penawaran Tender. Dalam peraturan ini memberi pengertian bahwa
Penawaran Tender adalah penawaran melalui media massa untuk memperoleh efek yang
bersifat ekuitas dengan cara pembelian atau pertukaran dengan efek lainnya.
Analisis
Berdasarkan dengan Peraturan Bapepam IX.H.1 dan IX.F.1 yang diterapkan
dalam Tender Offer Nallaca BV. Dairy farm Management Limited yang merupakan
pemilik saham dari Mulgrave Corporation B.V., pemegang 12,13% saham PT Hero
Supermarket Tbk, melalui anak perusahaannya Nallaca BV dapat melakukan pembelian
sejumlah 20,42% saham PT Hero Supermarket Tbk dalam proses Tender.
Berdasarkan ketentuan Peraturan Bapepam IX.H.1 tentang pengambilalihan
perusahaan terbuka dinyatakan bahwa setiap pihak yang memiliki saham 25% atau lebih
dikategorikan sebagai pengendali perusahaan terbuka. Dalam ketentuan yang dimaksud
setiap pengambilalihan perusahaan terbuka yang mengakibatkan perubahan pengendali
perusahaan terbuka wajib melakukan penawaran tender untuk seluruh sisa saham
tersebut, kecuali:
a. Saham yang dimiliki pemegang saham yang telah melakukan transaksi
pengambilalihan perusahaan terbuka dengan pengendali baru perusahaan
terbuka;
b. Saham yang dimiliki pihak lain yang telah mendapatkan penawaran dengan
syarat dan kondisi yang sama dari pengendali baru perusahaan terbuka;
c. Saham yang dimiliki pihak lain yang pada saat yang bersamaan juga melakukan
penawaran tender atas saham perusahaan terbuka yang sama.
d. Saham yang dimiliki pemegang saham utama atau pihak pengendali lain
perusahaan terbuka tersebut.
Saham yang wajib dibeli pengendali baru adalah saham yang dimiliki pemegang
saham yang diperoleh pemegang saham tersebut sebelum tanggal pengumuman rencana
penawaran tender. Berdasarkan fakta yang ada berkaitan dengan kepemilikan saham atas
PT. Hero Supermarket Tbk, maka dapat diketahui bahwa dalam hal ini Nalacca BV
memiliki kewajiban untuk melakukan pembelian sisa saham dari PT. Hero Supermarket
Tbk kecuali saham-saham yang dimiliki oleh PT. Hero Pusaka Sejati.
Pelaksanaan penawaran tender sebagaimana dimaksud diatas wajib dimulai paling
lambat akhir hari kerja ke-2 (kedua) setelah terjadinya pengambilalihan perusahaan
terbuka dan dilaksanakan sesuai dengan ketentuan dalam Peraturan Nomor IX.F.1 kecuali
ketentuan mengenai Pihak yang melakukan penawaran tender wajib menunjuk akuntan
yang terdaftar di Bapepam untuk melakukan pemeriksaan khusus mengenai kewajaran
pelaksanaan penjatahan dan larangan mengenai wajib menyampaikan laporannya kepada
Bapepam dalam jangka waktu 30 (tiga puluh) hari sejak tanggal penjatahan berakhir dan
mengenai pihak yang melakukan penawaran tender dilarang membeli atau menjual efek
bersifat ekuitas yang sedang ditawarkan dalam jangka waktu 15 (lima belas) hari sebelum
penerbitan pengumuman.
Dapat diketahui bahwa dalam melakukan proses penawaran tender oleh Nallaca
BV, hal tersebut dilakukan dalam waktu 5 hari setelah Nalacca BV melakukan pembelian
atau pengambilalihan saham PT. Hero Supermarket Tbk dari Mulgrave sebesar 20.42% .
Dalam ketentuan IX.H.1 angka 4 ditentukan pula bahwa calon pengendali baru yang
melakukan negosiasi yang dapat mengakibatkan pengambilalihan perusahaan terbuka
wajib secara teratur menginformasikan kepada perusahaan yang akan diambilalih,
Bapepam, Bursa Efek dimana saham dari perusahaan yang akan diambilalih tercatat, dan
masyarakat semua informasi yang berkaitan dengan perkembangan negosiasi.
Penyampaian informasi tersebut dilakukan selambat-lambatnya akhir hari kerja kedua
setelah dimulainya negosiasi dan setiap adanya perubahan baru.
Informasi dimaksud sekurang kurangnya meliputi:
a. Saham yang akan diambilalih;
b. Jati diri pengambilalih yang meliputi nama, alamat, jenis usaha, serta tujuan
pengendalian; dan
c. Cara selama proses negosiasi pengambilalihan; dan
d. Materi selama proses negosiasi pengambilalihan.
Berdasarkan IX.H.1 diatur pula berkaitan dengan harga saham pada proses
pengambilalihan perusaan terbuka wajib ditentukan sebagai berikut:
a. Dalam hal pengambilalihan perusahaan terbuka dilakukan secara langsung atas
saham perusahaan terbuka yang tidak tercatat dan tidak diperdagangkan di bursa,
maka harga pelaksanaan penawaran tender sekurang-kurangnya sama dengan
harga pengambilalihan perusahaan terbuka yang sudah dilakukan atau sekurang-
kurangnya sama dengan harga wajar yang ditetapkan oleh penilai independen.
Harga tersebut harus diambil harga yang paling tinggi;
b. Dalam hal pengambilalihan perusahaan terbuka dilakukan secara langsung atas
saham perusahaan terbuka yang tercatat dan diperdagangkan di Bursa namun
selama 90 (sembilan puluh) hari tidak diperdagangkan atau dihentikan sementara
perdagangannya, maka harga pelaksanaan penawaran tender adalah sekurang-
kurangnya sebesar harga tertinggi dalam waktu 12 (dua belas) bulan terakhir
sebelum hari perdagangan terakhir atau hari dihentikan sementara
perdagangannya atau harga pengambilalihan perusahaan terbuka yang sudah
dilakukan. Harga tersebut harus diambil harga yang paling tinggi;
c. Dalam hal pengambilalihan perusahaan terbuka dilakukan secara langsung atas
saham perusahaan terbuka yang tercatat dan diperdagangkan di Bursa Efek, maka
harga pelaksanaan penawaran tender sekurangkurangnya sebesar harga tertinggi
dalam jangka waktu 90 (sembilan puluh) hari terakhir sebelum pengumuman
informasi atas negosiasi atau harga pengambilalihan perusahaan terbuka yang
sudah dilakukan. Harga tersebut harus dipilih harga yang lebih tinggi;
d. Dalam hal pengambilalihan perusahaan terbuka dilakukan secara tidak langsung
atas saham perusahaan terbuka yang tidak tercatat dan tidak diperdagangkan di
bursa, maka harga pelaksanaan penawaran tender sekurang-kurangnya sama
dengan harga wajar yang ditetapkan oleh penilai independen;
e. Dalam hal pengambilalihan perusahaan terbuka dilakukan secara tidak langsung
atas saham perusahaan terbuka yang tercatat dan diperdagangkan di Bursa namun
selama 90 (sembilan puluh) hari tidak diperdagangkan atau dihentikan sementara
perdagangannya, maka harga pelaksanaan penawaran tender sekurang-kurangnya
sebesar harga tertinggi dalam waktu 12 (dua belas) bulan terakhir sebelum hari
perdagangan terakhir atau hari dihentikan sementara perdagangannya;
f. Dalam hal pengambilalihan perusahaan terbuka dilakukan secara tidak langsung
atas saham perusahaan terbuka yang tercatat dan diperdagangkan di bursa, maka
harga pelaksanaan penawaran tender sekurangkurangnya sama dengan harga
tertinggi dalam jangka waktu 90 (sembilan puluh) hari terakhir sebelum
pengumuman informasi.
Berkaitan dengan penentuan harga yang dilakukan dalam proses penawaran
tender oleh Nalacca BV, maka diperoleh fakta bahwa penentuan harga yang dilakukan
adalah sebesar Rp. 2.800.,- dimana harga pasar yang berlaku pada saat proses
pengambilalihan dilakukan adalah sebesar Rp 1.850 maka dengan demikian diketahui
bahwa penentuan harga adalah lebih besar 51,3% dibandingkan dengan harga tertinggi
selama waktu sebelum pengumuman informasi sebagaimaan dimaksud dalam angka 8
huruf c peraturan IX.H.1 diatas.