Anda di halaman 1dari 19

Ditulis dalam Uncategorized

kloroplas
•Juni 17, 2009 • Tinggalkan sebuah Komentar

KLOROPLAS

DI SUSUN OLEH :

AAH MARATUSSHOLIHAT
IIS KURNIASIH
MIA OKTOMIA.KM
HENI SARWENI
IRNIYA FAUZIYAH

KELAS: VI B

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI


JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA &ILMU PENGETAHUAN ALAM
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA
2009

KLOROPLAS

Kloroplas atau Chloroplast adalah plastid yang mengandung klorofil. Di dalam kloroplas
berlangsung fase terang dan fase gelap dari fotosintesis tumbuhan. Kloroplas adalah
plastida yang berwarna hijau, umumnya berbentuk lensa, terdapat dalam sel
tumbuhan lumut (Bryophyta), paku-pakuan (Pterydophyta) dan tumbuhan berbiji
(Spermatophyta). Garis tengah lensa tersebut 2 – 6 milimikron, sedangkan tebalnya 0,5
– 1,0 milimikron.
Kloroplas terdapat pada hampir seluruh tumbuhan, tetapi tidak umum dalam semua
sel. Bila ada, maka tiap sel dapat memiliki satu sampai banyak plastida . Plastida
adalah organel bermembran rangkap yang bentuk dan fungsinya bermacam-macam.
Proplastida merupakan prekursor berbagai macam plastida dalam jaringan tanaman,
tergantung pada macam jaringan dan macam lingkungan yang berpengaruh,
proplastida berdiferensiasi menjadi plastida yang berbeda.

Macam-macam plastida dikelompokkan berdasarkan pigmen yaitu:


¬ Kromoplastida
Merupakan plastida berwarna kuning, orange, karatenoid merah, xantofil, dan pigmen
lainnya.
Kromoplastida bertanggung jawab atas warna jaringan mahkota bunga, buah yang
masak, dan beberapa akar (contoh: akar wortel), serta daun yang hendak gugur
(pigmen klorofil karotenoid).
¬ Leukoplastida
Merupakan plastida tidak berwarna, fungsinya untuk menyimpan cadangan makanan
seperti amilum dan protein pada sel-sel akar ketela, batang kentang dan wortel.
¬ Amiloplastida
Merupakan nama lain leukoplastida yang khusus berisi tepung pati, dan ditemukan
pada umbi batang kentang.
¬ Elaioplastida
Merupakan plastida yang menyimpan butir-butir lemak dan lipid.
¬ Kloroplas
Merupakan plastida yang mengandung pigmen klorofil (hijau daun) dan berfungsi untuk
melakukan aktifitas fotosintesis.

(A) (B)
Keterangan:
(A) Kromoplastida yang mengandung tetes lemak, dimana carotenoid disimpan.
(B) Amiloplastida mengandung garula-granula pati yang berukuran besar

Pada tumbuhan tingkat tinggi umumnya plastida berbentuk cakram (kira-kira 2 x 5


mm, kadang-kadang lebih besar), tersusun dalam lapisan tunggal dalam sitoplasma
tetapi bentuk dan posisinya berubah-ubah sesuai dengan intensitas cahaya. Pada
ganggang, bentuknya dapat seperti mangkuk, spiral, bintang menyerupai jaring,
seringkali disertai pirenoid. Kloroplas matang pada beberapa ganggang, bryophyta dan
lycopodium dapat memperbanyak diri dengan pembelahan. Kesinambungan kloroplas
terjadi melalui pertumbuhan dan pembelahan proplastid di daerah meristem.
Secara khas kloroplas dewasa mencakup dua membran luar yang meliputi stroma
homogen, di sinilah berlangsung reaksi-reaksi fase gelap. Dalam stroma tertanam
sejumlah grana, masing-masing terdiri atas setumpuk tilakoid yang berupa gelembung
bermembran, pipih dan diskoid (seperti cakram). Membran tilakoid menyimpan
pigmen-pigmen fotosintesis dan sistem transpor elektron yang terlibat dalam fase
fotosintesis yang bergantung pada cahaya. Grana biasanya terkait dengan lamela
intergrana yang bebas pigmen.
Prokariota yang berfotosintesis tidak mempunyai kloroplas, tilakoid yang banyak itu
terletak bebas dalam sitoplasma dan memiliki susunan yang beragam dengan bentuk
yang beragam pula.
Kloroplas mengandung DNA lingkar dan mesin sintesis protein, termasuk ribosom dari
tipe prokariotik. Seperti organisme lainnya, tanaman tersusun atas sel-sel sebagai unit
dasar penyusun kehidupan tanaman. Sel-sel tanaman mengandung struktur yang
disebut kloroplas (Chloroplast) yang merupakan tempat terjadinya fotosintesis.
Kloroplas adalah organel khusus yang dimiliki oleh tanaman, berbentuk oval dan
mengandung klorofil (chlorophyll) yang dikenal dengan zat hijau daun. Seluruh bagian
tumbuhan yang merupakan struktur berwarna hijau, termasuk batang dan buah
memiliki kloroplas dalam setiap sel penyusunnya. Namun secara umum aktifitas
fotosintesis terjadi di dalam daun. Michael W. Davidson menyatakan bahwa kepadatan
kloroplas di permukaan daun suatu tanaman rata-rata sekitar satu setengah juta per
milimeter persegi.

Karakteristik Kloroplas
¬ Umumnya berbentuk lensa.
¬ Kloroplas merupakan organel berukuran kecil seperti mitokondria.
¬ Tergantung pada kondisi cahaya, kloroplas dapat bergerak dalam sel. Misalnya ke
permukaan untuk menangkap lebih banyak cahaya pada kondisi cahaya yang sedikit .
¬ Kloroplas berperan sebagai organel untuk menghasilkan energi melalui proses
fotosintesis

Genom Kloroplas
Kloroplas pada tanaman tingkat tinggi merupakan evolusi dari bakteri fotosintetik
menjadi organel sel tanaman. Genom kloroplas terdiri dari 121 024 pasang nukleotida
serta mempunyai inverted repeats (2 kopi) yang mengandung gen-gen rRNA (16S dan
23S rRNAs) untuk pembentukan ribosom. Genom kloroplas mempunyai subunit yang
besar yaitu penyandi ribulosa biphosphate carboxylase. Protein yang terlibat di dalam
kloroplas sebanyak 60 protein. 2/3nya diekspresikan oleh gen yang terdapat di inti sel
sementara 1/3nya diekspresikan dari genom kloroplas.

Fungsi dan struktur Kloroplas


Fungsi kloroplas adalah sebagai tempat fotosintesis. Pada dasarnya fotosintesis seperti
juga reaksi pada mitokondria merupakan pembentukan ATP dan melibatkan transport
hidrogen dan elektron dalam senyawa-senyawa seperti NADH dan sitokrom.
Perbedaannya adalah bahwa fotosintesis menggunakan cahaya sebagai sumber energi
dan bukan substrat kimia, fotosintesis menggunakan CO2 dan air, menghasilkan
oksigen dan karbohidrat.
Reaksi fotosintesis yaitu :
6CO2 + 6H2O Cahaya matahari + klorofil C6H12O6 + 6O2

Sumber : http://sunenergyfacts.com/
mekanisme fotosintesis

Fotosintesis dikenal sebagai suatu proses sintesis makanan yang dimiliki oleh tumbuhan
hijau dan beberapa mikroorganisme fotosintetik. Organisme yang mampu mensintesis
makanannya sendiri disebut sebagai organisme autotrof. Autotrof dalam rantai
makanan menduduki sebagai produsen. Pada prinsinya komponen yang dibutuhkan
dalam reaksi fotosintesis adalah CO2 yang berasal dari udara dan H2O yang diserap
dari dalam tanah. Selain itu sesuai dengan namanya, foto “cahaya” reaksi ini
membutuhkan cahaya matari sebagai energi dalam pembuatan atau sintesis produk
(senyawa gula dan oksigen).
Reaksi fotosintesis dapat diartikan bahwa enam molekul karobondioksida dan enam
molekul air bereaksi dengan bantuan energi cahaya matahari untuk dirubah menjadi
satu molekul glukosa dan enam molekul oksigen. Glukosa adalah molekul yang
dibentuk sebagai hasil dari proses fotosintesis yang di dalamnya tersimpan hasil
konversi energi cahaya matahari dalam bentuk ikatan-ikatan kimia penyusun molekul
tersebut. Glukosa merupakan senyawa karbon yang nantinya digunakan bersama
elemen-elemen lain di dalam sel untuk membentuk senyawa kimia lain yang sangat
penting bagi organisme tersebut, seperti DNA, protein, gula dan lemak. Selain itu,
organisme dapat memanfaatkan energi kimia yang tersimpan dalam ikatan kimia di
antara atom-atom penyusun glukosa sebagai sumber energi dalam proses-proses di
dalam tubuh.

Gambar Struktur Kloroplas


(sumber http://micro.magnet.fsu.edu/cells/chloroplasts/)

Kloroplas memiliki struktur membran ganda, yaitu membran luar (outer membrane)
dan membran dalam (inner membrane) yang dipisahkan oleh ruang intermembran.
membran dalam kloroplas mengalami modifikasi struktur yang disebut dengan tilakoid
(thylakoid) dan selanjutnya tumpukan tilakoid disebut grana. Matrik yang ada di dalam
kloroplas merupakan struktur gel yang disebut dengan stroma.
Fotosintesis memiliki dua macam reaksi, yaitu reaksi terang (fotolisis) yang terjadi di
grana dan reaksi gelap (siklus Calvin) terjadi di stroma kloroplas. Selama reaksi terang,
klorofil bersama dengan pigmen-pigmen lain di dalam kloroplas menyerap energi
cahaya matahari dan mengkonversinya menjadi energi kimia yang disimpan dalam
ikatan kimia penyusun glukosa. Energi yang diserap merupakan energi kaya elektron
yang nantinya akan terlibat dalam serangkaian rantai reaksi yang disebut transpot
elektron. Menurut Stone (2004), air melalui reaksi terang akan dipecah (fotolisis)
menjadi proton, elektron dan O2. Proton dan elektron yang dihasilkan dari pemecahan
ini bergabung dengan senyawa aseptor elektron NADP+ (nicotinamide adenosine
dinucleotide phosphate) membentuk NADPH. Beberapa proton bergerak melalui
membran kloroplas , dan energi yang dibentuk berupa ATP (Adenosine triphospat).
NADPH dan ATP adalah komponen yang masuk ke dalam reaksi gelap (siklus Calvin),
yang merubah molekul CO2 menjadi molekul gula berantai karbon tiga. energi kimia
hasil konversi dari energi cahaya matahari tersimpan dalam senyawa karbon tersebut.
Pada siklus Calvin atau reaksi gelap terdiri dari tiga tahap utama yakni:
¬ Karboksilasi.
Pada tahap ini terjadi proses penambahan CO2 dan H2O pada RuBP untuk membentuk
2 molekul 3-PGA.
¬ Reduksi.
Tahap ini berlangsung pada gugus karboksil molekul 3-PGA untuk membentuk gugus
aldehida pada senyawa 3-fosfogliseraldehida (3-PGald), tetapi sebelumnya terjadi
perombakan terlebih dahulu menjadi asam 1,3-bisfosfogliserat (1,3-bisPGA)
¬ Regenerasi
Tahap ini lebih kompleks dan melibatkan gula-gula yang terfosforilasi dengan 4, 5, 6,
atau 7 atom C.

Produk dari fotosintesis yaitu:


ϖ Metabolit Primer
Semua produk yang langsung menjadi senyawa metabolit utama dalam sel. Contohnya
asam amino, protein, karbohidrat, dan lemak.
ϖ Metabolit Sekunder
Metabolit sekunder berfungsi untuk mempertahankan diri, dan sebagai obat atau
jamu, insektisida, fungisida alami, bahan kosmetik dan lain-lain.
Metabolit Sekunder digolongkan menjadi senyawa:
♣ Fenilpropanoid
♣ Mevalonat
♣ Alkaloid

MITOKONDRIA DAN KLOROPLAS

PENDAHULUAN

Penemuan susunan sel dalam organisme adalah bersamaan dengan


permulaan pemakaian Mikroskop.
Dari hasil penelitian beberapa para ahli dihasilkan beberapa teori sel
diantaranya:

• Sel berasal dari sel dan berkembang biak dengan cara


membelah diri.

• Sel adalah suatu unit struktural dan fungsional terkecil pada


makhluk hidup.

• Sel adalah suatu unit aktifitas Biologi yang dibatasi oleh


membran semipermiabel dan dapat melakukan reproduksi sendiri
pada medium di luar makhluk hidup.

Di dalam sel terdapat beberapa bagian diantaranya mitokondria dan


kloroplas. Mitokondria pertama-tama diobservasi oleh Kolliker tahun
1880 pada otot serangga. Ia mendapati bahwa granula tersebut dapat
mengembang dalam air. Pada tahun 1882 Fleming memberinya
nama Fila dan tahun 1890 Altman memberi nama Biobblas. Nama
mitokondria berasal dari Benda (1897-1898) tahun 1948 Hogeboom
melihat bahwa mitokondria sebagai tempat (lokasi) respirasi sel. Nass
(1963) membuktikan bahwa di dalam mitokondria terdapat ADN.
Kloroplas merupakan organel yang mengandung klorofil, untuk
digunakan pada saat fotosintesis. Kloroplas dapat memperbanyak
dengan membelah diri (replikasi). Kloroplas mempunyai ADN yang
sirkulasi ADN kloroplas berisi informasi genetik untuk pembentukan r
ARN, t ARN (d ARN) untuk pembentukan protein struktural.
Kloroplas mempunyai derajat otonomi karena mempunyai genom
tersendiri, tapi pada replikasi dan dan diferensiasinya sebagian
dipengaruhi ADN inti dan sebagian lagi oleh ADN kloroplas. Replikasi
dan diferensiasi kloroplas dipengauhi oleh faktor-faktor lingkungan
tertentu seperti cahaya, suhu, regulator pertumbuhan dan mineral.[1]
PEMBAHASAN
Mitokondria

Mitokondria merupakan organel sel yang dapat mengoksidasi bahan


makanan menjadi CO2 dan H2O, Mito berarti benang, Chondria berarti
granula. Mitokondria terdiri dari :

1. Membran luar yang berfungsi sebagai pembatas antara bagian


dalam mitokondria dengan sitoplasma.

2. Membran dalam yang berlekuk-lekuk (krista) berfungi untuk


memperluas permukan dan untuk melangsungkan rantai respirasi
yang menghasilka ATP.

3. Ruang antar membran (antara membran dalam dan luar),


berfungsi untuk oksidasi asam lemak dan katabolisme asetil
koenzim.

4. Matriks mitokondria, merupakan sebuah ruang yang dikelilingi


oleh membran dalam yang berguna sebagai tempat oksidasi asam
lemak dan katabolisme asetil koenzim.[2]

Gb.1. Mitokondria[3]
Mitokondria memiliki dua lapis membran. Membran luar membatasi
bagian dalam dengan matriks sel. Membran dalam berlekuk-lekuk.
Proses respirasi terjadi di dalam membran dalam.
Mitokondria memiliki DNA tersendiri, yang dikenal sebagai mtDNA
(Ing. mitochondrial DNA). MtDNA berpilin ganda, sirkular, dan tidak
terlindungi membran (prokariotik). Karena memiliki ciri seperti DNA
bakteri, berkembang teori yang cukup luas dianut, yang menyatakan
bahwa mitokondria dulunya merupakan makhluk hidup independen
yang kemudian bersimbiosis dengan organisme eukariotik.
Mitokondria berbentuk bulat, lonjong, atau batang dengan diameter
berkisar antara 0,5-10µm dan panjang antara 1-4 µm, organel ini
terdapat pada semua sel euokariotik dan jumlahnya beragam.

Fungsi mitokondria :

1. Proses respirasi sel

2. Mengubah energi potensial berbagai bahan makanan menjadi


energi potensial yang disimpan di dalam ATP.

3. Oksidasi

4. Dehidrogenasi

5. Oksidatif fosforilasi[4]
Mitokondria terdapat pada sel-sel ginjal, hati, pankreas spermatozoa
dan otot lurik.

Komposisi Kimia Membran

Air merupakan bagian terbesar dari mitokondria dan ditemukan pada


berbagai bagian mitokondria kecuali pada lapisan lemak membran
dibagian dalam makro molekul. Air sangat penting untuk berbagai
reaksi enzim selain itu juga sebagai media tempat berdifusinya
berbagai metabolik diantara sistem enzim dan keluar masuk
mitokondria. Bahan utama selain air pada mitokondria adalah protein.
Protein lebih banyak tedapat pada membran dalam yaitu berisi 60%
dikeseluruhan protein mitokondria.

Selain air dan protein juga tedapat komposisi lipida membran pada
mitokondria atau fosfolipid.

Kompartementasi Enzim-Enzim.

Enzim-enzim yang terdapat pada (kompartemen) mitokondria.

TERDAP
AT ENZIM
PADA
1. NADH-sitokrom C oksido
reduktasa
2. Sitokrom B
Membran luar
3. Asil ko A sintetasa
4. Minoamin oksidasa
5. Kinorenin hidrolasa

1. Kreatin kinasa
Ruang Antar Membran
2. Adenilat kenasa
1. Sitokrom B,C,C1,A,A3
2. Suksinat dehidrogenasa
3. NADH dehidrogenasa
4. Piruvat oksidasa
Membran dalam
5. Karnitin asil transferasa
6. Hidroksibutiratdan
hidroksipropionat
7. ATP sintetasa

1. Sitrat sintetasa
2. Akonitasa
3. Isositrat dehidrogenasa
4. Fumarasa
5. Malat dehidrogenasa
6. Glutamat dehidrogenasa
Matriks 7. Asparat aminotransferasa
8. Kompleks piruvat
dehidrogenasa
9. Enzim-enzim untuk sintesis
protein dan asam nukleat
10. Enzim-enzim untuk oksidasi
asam lemak

Subfraksi Membran Dalam

ATP sintetase merupakan kompleks lain pada membran dalam


mitokondria yang terdiri atas 10 polipeptida. Setengahnya merupakan
protein intrinsik dan setengahnya merupakan protein ekstrinsik.
Protein intrinsik merupakan agregat yang tidak larut yang berisi
reseptor untuk oligomisin dan disiklo heksilkarbodlimida yang
merupakan inhibitor yang spesifik untuk produksi ATP. Protein
ekstrinsik merupakan suatu agregat dari kompleks tempat terjadi
aktivitas ATPase.

Jalur-Jalur (pathways) Oksidasi Hidrat Arang

Fase-fase oksidasi hidrat arang adalah :

1. Glikolisis

Glikolisis terjadi di sitoplasma yang bersifat anaerob selama glikolisis


molekul glukosa dipecah menjadi asam piruvat dan melepaskan energi
untuk mensintesis 2 (dua) molekul ATP.

Asam piruvat asetal dehid etil alkohol +


energi

Asam piruvat dehidrogenaselaktat asam laktat + energi

+NADH

1. Dekarboksilasi Oksidatif

Yaitu asam piruvat masuk ke mitokondria dan diubah menjadi asetil ko


A. Disebut dekarboksilasi oksidatif karena terjadi oksidasi dan
kehilangan gugusan karboksil menjadi karbondioksida

1. Daur Krebs

Terjadi dalam matriks mitokondria. Daur krebs juga disebut daur asam
sitrat atau daur asam trikarboksilat. Daur krebs dimulai dengan
dilepaskannya gugusan asetil dari asetil ko A dan bereaksi dengan
oksaloasetat membentuk asam sitrat.
1. Rantai Pernafasan dan Fosforilasi Oksidatif

Rantai respirasi yaitu, koenzim yang telah direduksi dioksidasi oleh


molekul oksigen melalui sebuah sistem enzim dan koenzim. Rantai
respirasi terjadi pada membran dalam mitokondria.fosforilasi oksidatif
yaitu sintesis ATP pada protein ekstrinsik waktu proses oksidasi.

ADN dan Biogenesis Mitokondria

1. ADN mitokondria

Mitokondria berisi ADN yang membentuk D ARN (M RNA) dan t


ARN untuk mensintesis sejumlah protein enzim mitokondria. Tetapi
protein, ribosom, ARN dan ADN polimerase dan enzim-enzim yang
penting untuk translasi sintesisnya ditentukan oleh ADN inti. Jadi dua
genom (dari ADN inti dan ADN mitokondria) bekerja sama untuk
membentuk mitokondria yang sempurna struktural dan fungsional.

1. Biogenesis Mitokondria

Berbagai hipotesis tentang bagaimana terjadinya mitokondria di


dalam sel yaitu hipotesi “de novo” yaitu mitokondria berasal dari yang
ada didalam sel itu sendiri. Hipotesis lain mengatakan bahwa
mitokondria berasal dari RE atau membran plasma yang juga kurang
dapat diterima.
Hipotesis yang paling banyak diterima adalah mitokondria berasal dari
mitokondria yang telah ada, telah ditemukan pula bahwa berubah
memanjang kemudian memisahkan diri menjadi bagian-bagian kecil
(fragmen). Tiap fragmen dapat membentuk mitokondria baru, selama
pembelahan sel mitokondria kelihatan membelah secara transfersal
menjadi dua dan tiap bagian berkembang menjadi mitokondria
baru[5].
Kloroplas
Kloroplas hanya terdapat dalam sel-sel tumbuhan dan ganggang
tertentu. Pada sel tumbuhan, kloroplas biasanya dijumpai dengan
bentuk cakram dengan diameter 5µm dan tebal 2-4 µm.

Kloroplas itu dibatasi oleh membran ganda, didalamnya ada sistem


luas membran interval yang terbenam dalam matriks fluida yang
disebut stomata, membran dalam ini kaya akan fosfolipid dan protein,
juga mengandung pigmen-pigmen, yang paling utama diantaranya
ialah klorofil. Hijaunya klorofil yang tergabung dadalam membran
itulah yang memerikan warna hijau kepada kloroplas dan kepada sel
serta jaringan tumbuhan yang terkena cahaya.

Klorofil menangkap energi matahari dan memungkinkannya digunakan


untuk fotosintesis zat makanan. Jadi kloroplas merupakan tempat
fotosintesis. Tanpa organel ini, maka kehidupan yang kita ketahui tidak
akan ada.[6]
.Struktur Kloroplas Terdiri Dari

a. Membran Luar

Fungsinya : untuk melewatkan molekul-molekul kurang dari 10


kilodelton tanpa selektivitas

b. Membran Dalam

Fungsinya : untuk memilih membrasn yang keluar masuk dengan


transport aktif.
c. Stroma (cairan kloroplas)

Fungsinya : untuk menyimpan hasil fotosintesis dalam bentuk pati


(amilum)

d. Tilakoid

Fungsinya : tempat terjadi fotosintesis

e. Grana ( kumpulan-kumpulan lamela)

Kromoplas : adalah plastida yang berwarna kuning jingga dan merah


karena mengandung karotin.

Pada kloroplas terdapat pigmen-pigmen, yaitu :

a. Klorofil (zat hijau daun)

b. Karotenoid (karoten yang memberikan warna jingga)

c. Xantofil (untuk warna kuning)

Bentuk Kloroplast

Kloroplas dapat dilihat dengan mikroskop biasa. Panjangnya antara 5-


10µm, dilihat dari atas maupun samping terlihat lonjong, sebagian
sisinya datar atau sebagian sisinya konkav (cekung, cakram)

Kloroplas terdapat pada sel-sel tumbuhan eukariotik. Sel tumbuhan


tinggi berisi 50-200 kloroplas, pada tumbuhan rendah bentuknya
bervariasi lagi, contohnya pada Euglena gracilla mempunyai 10 buah
kloroplas tiap sel. [7]
Klorofil berfungsi untuk merubah energi matahari menjadi energi kimia
selama berlangsung proses pembentukan senyawa kompleks berupa
zat tepung dari bahan senyawa sederhana, karbondioksida dan air.
Selain kloroplas, yang trmasuk plastida berwarna adalah kromoplas,
yaitu plastida yang terdapat pada buah, bunga, umbi dan daun.
Plastida ini berupa xantofil (warna kuning kelabu), karoten (kuning),
dan likopena (merah).

Adapun plastida yang tidak berwarna ada dua, yaitu :

1. Leukoplast/amiloplas : untuk pembentukan amilum

2. Elaipoplas : untuk pembentukan minyak.[8]

GB.2. Mitokondria dan Kloroplas di dalam sel.[9]


Keterangan

1. Kloroplas k. Vesikel kecil


bermembran

2. Vakuola l. Reticulum endoplasma


3. Nucleus m. Pori-pori nukleus

a. Plasmodesmata n. Membrane inti

b. Membran plasma o. Nukleolus

c. Dinding sel p. Ribosom

d. Membran tilakoid q. Retikuylum endoplasma


halus

e. Amilum r. Vesikel golgi

f. Vakuola s. Badan golgi

g. Tonoplas t. Sitoskleton

h. Mitokondrion (mitokondria)

i. Peroksisoma

j. Sitoplasma
Gb. 3. Kloroplas dan Klorofil[10]

RANGKUMAN
Mitokondria dijumpai hampir dalam semua sel eukariotik. Mitokondria
panjangnya sekitar 10µm. Mitokondria dibungkus oleh suatu selubung
yang tediri dari dua membran, masing-masing merupakan fasfolipid
yang mempunyai kumpulan protein yang tertanam. membran dalam
membagi mitokondria menjadi dua ruangan internal yaitu : ruang
intermembran dan ruang matriks mitokondria.

Kloroplas merupakan anggota khusus dari keluarga oranel tumbuhan


yang berkerabat dekat yang disebut plastid. Amiloplas ialah plastid
yang tak berwarna yang menyimpan pati (amilum), khususnya pada
akar dan umbi, kloroplas mengandung banyak pigmen yang membuat
buah dan bunga, mempunyai corak jingga dan kuning. Kloroplas
mengandung klorofil pigmen hijau bersama-sama enzim dan molekul
lain yang berfungsi dalam produksi makanan dengan cara fotosintesis.
Organel berbentuk lensa ini ditemukan dalam daun dan organ
tumbuhan hijau lainnya dan dalam algae eukariotik.

PENUTUP
Demikianlah makalah ini kami buat, sebagai kajian bersama, semoga
dapat memberikan manfaat yang berharga bagi kita semua,
selanjutnya kritik dan saran selalu kami terima, demi terciptanya hal
yang lebih baik, terimakasih.

Daftar Pustaka

Aryulina Dyah, PhD, Dkk, Biologi Jilid 3, Erlangga,2003


D.A. Pratiwi, Dkk, Penuntun Biologi, Erlangga1998
Djamhur Winata Sasmita, Biologi Sel, Karunika, jakarta, 1986
http://en.wikipedia.org

Kimball, Biologi jilid I, Erlangga, Jakarta :1983


Tim penulis Biologi, Biologi SMU kelas 3, PT Remaja Rosdakarya,
Bandung

[1] Drs. Djamhur Winata Sasmita, Biologi Sel, Karunika, jakarta, 1986,
hlm 42-43.
[2] Dyah Aryulina, PhD, Dkk, Biologi Jilid 3, Erlangga,2003, Hlm 16-17.
[3] http//id.wikipedia.org/wiki/mitokondria.2 April 2008.7.53pm.
[4] Tim penulis Biologi, Biologi SMU kelas 3, PT Remaja Rosdakarya,
Bandung, Hlm 8-9.
[5] Drs. Djamhur winata sasmita, Biologi Sel, Karunika, Jakarta, 1986,
Hlm. 4.2-4.18
[6] John Kimball, Biologi jilid I, Erlangga, Jakarta :1983 Hlm 97-98
[7] Biologi sel. Hlm 4.23.
[8] D.A. Pratiwi, Dkk, Penuntun Biologi, Erlangga1998 halm 12-13
[9] http://en.wikipedia.org.26 April 2008. jam 10.30am
[10] ibid
[11] ibid