Anda di halaman 1dari 17

Kuliah Fisika Dasar Universitas Indonesia

Fluida Statik & Dinamik


✍ Pendahuluan
• Fluida didefinisikan sebagai zat yang dapat mengalir yai-
tu zat cair dan zat gas(termasuk gas yang terionisasi atau
plasma) tetapi zat padat pada temperatur tertentu dapat
mengalir misalnya aspal dan ter.
Secara umum dibedakan menjadi 2 bagian yaitu fludia sta-
tik dan fluida dinamik
• Sifat-sifat fluida adalah
⊲ Tidak dapat melawan secara tetap stress geser.
⊲ Mempunyai kompresibilitas.
⊲ Mempunyai kekentalan atau viskositas.

• Fludia Statik membahas


⊲ Tekanan
⊲ Tegang muka
⊲ Kapilaritas

• Fluida Dinamik membahas


⊲ Persamaan Kontinuitas
⊲ Persamaan Bernaoulli
⊲ Viskositas

dede@fisika.ui.ac.id -1-
Kuliah Fisika Dasar Universitas Indonesia

Fluida Statik
✍ Konsep Tekanan
• Tekanan didefinisikan sebagai gaya per satuan luas atau
P = FA

Gbr. 1: Tekanan hidrostatik

• Dalam zat cair tekanan berhubungan dengan tekanan per-


mukaan zat cair yaitu tekanan hidrostatik

P = Po + ρgh (1)

dengan P =tekanan pada kedalaman h, Po =tekanan pada


permukaan(N/m2 ), ρ=massa jenis fluida.

• Tekanan yang berhubungan dengan kolom udara dikenal


dengan tekanan barometer. Makin tinggi dari permukaan
bumi tekanan makin berkurang yaitu dengan asumsi udara
bersifat sebagai gas ideal dan temperatur seluruh atmofir

dede@fisika.ui.ac.id -2-
Kuliah Fisika Dasar Universitas Indonesia

sama.
Tekanan barometer dinyatakan

−M gh
P = Po e RT (2)

dengan P =tekanan pada ketinggian h, Po =tekanan pada


permukaan bumi, M =massa per mol(berat molekul),
T =temperatur dan R=tetapan gas(8, 315 J/molK ) atau
0, 082 atm/molK
✍ Satuan Tekanan
• Dalam satuan SI, satuan tekanan adalah N/m2 atau P a
atau Pascal dan dalam satuan c.g.s adalah dyne/cm2 .
Ada juga satuan praktis yang sering digunakan seperti atm
,bar , mbar , T orr .

• Konversi satuan SI ke satuan praktis

1 atm = 76 cmHg = 76 × 13, 6 × 980 dyne/cm2


= 1, 013 × 106 dyne/cm2
= 1, 013 × 105 N/m2
= 1, 013 × 105 P a ≈ 100 kP a

1 bar = 1 × 106 dyne/cm2 = 1 × 105 N/m2


1 T orr = 1 mmHG
1 atm = 760 T orr
dede@fisika.ui.ac.id -3-
Kuliah Fisika Dasar Universitas Indonesia

Contoh:
Suatu ban mobil diukur pada alat pengukur tekanan ban se-
besar 220 kP a. Hitung berapa tekanan dalam atm.
Mengukur tekanan ban mobil/motor didapatkan sebe-
sar 220 kP a artinya tekanan dalam mobil lebih ting-
gi daripada diluar yaitu 220 kP a + 100 kP a =
320 kP a ≈ 3, 2 atm
Prinsip Pascal
• Prinsip Pascal dinyatakan
“Tekanan yang dikerjakan pada suatu fluida akan me-
nyebabkan kenaikan tekanan ke segala arah dengan
sama besar”

F F2
1

1111
0000 111111
000000
0000
1111 000000
111111
0000
1111 000000
111111
A1 A2

Gbr. 2: Prinsip Pascal

F1 F2 F2 A2
P1 = P2 → = → = (3)
A1 A2 F1 A1
F
Besarnya F2 disebut keuntungan mekanik.
1

• Prinsip Pascal banyak digunakan pada

dede@fisika.ui.ac.id -4-
Kuliah Fisika Dasar Universitas Indonesia

⊲ Pompa hidrolik
⊲ Rem hidrolik pada mobil
⊲ Pengukur tekanan ban mobil/motor

Prinsip Archimides
• Benda yang tenggelam dalam fluida terlihat beratnya lebih
tendah dibandingkan di luar fluida. Hal ini disebabkan ben-
da didalam fluida mengalami gaya angkat atau gaya apung
atau buoyancy yaitu tekanan dalam fluida naik sebanding
dengan kedalaman. Tekanan ke atas pada permukaan ba-
wah benda lebih besar daripada tekanan ke bawah pada
bagian atas permukaan benda.
Gaya apung pada benda adalah FA = F2 − F1

FA = ρf gAb (h2 − h1 ) = ρf gVb (4)

dengan ρf =massa jenis fluida dalam kg/m3 dan Vb =volume


benda dalam m3 .

fluida F1 h
1

h h2

F2

Gbr. 3: Prinsip Archimides

dede@fisika.ui.ac.id -5-
Kuliah Fisika Dasar Universitas Indonesia

• Prinsip Archimides dapat dinyatakan


“ Gaya apung pada benda dalam zat cair sama de-
ngan berat fluida yang dipindahkan”
Contoh:
Sebuah mahkota dengan massa 14, 7 kg ditenggelam da-
lam air, skala yang terbaca pada pengukur adalah 13, 4 kg .
Jelaskan apakah mahkota ini terbuat dari emas!
Berat benda tenggelam adalah m′

w′ − w = FA = ρo gV − ρf gV
w − w′ = FA = ρf gV
w ρo 14, 7 kg
= = = 11, 3
w−w ′ ρf 1, 3 kg
Maka ρo = 11, 3 ρf = 11, 3 × 103 kg/m3 adalah
mahkota terbuat dari timbal dan untuk emas rhoo =
19, 3 × 103 kg/m3 .
Tegang muka(surface tension)
• Dalam peristiwa sehari-hari dapat diamati seperti
⊲ serangga dapat berjalan diatas permukaan air
⊲ jarum atau silet dapat diletakkan di atas permukaan air de-
ngan hati-hati

⊲ kecenderungan tetes air berbentuk bola, dsb

. Fenomena ini menunjukkan permukaan air mempunyai


semacam stress tekan atau tegang muka zat cair.

dede@fisika.ui.ac.id -6-
Kuliah Fisika Dasar Universitas Indonesia

Secara sederhana gaya permukaan zat cair dapat dinyata-


kan sebagai gaya per satuan panjang

F
γ= (5)
L
γ =koefisien tegang muka. Gaya ini berkurang dengan me-
ningkatnya temperatur dan berubah jika ada larutan-larutan
lain. Umumnya gaya per satuan panjang diukur pada su-
hu 20◦ C , misalnya untuk air sebesar 73 dyne/cm =
0, 073 N/m dimana 1 dyne = 10−5 N/m.
• Pengukuran γ
Pengukuran γ dapat diilustrasikan dengan sebuah kawat U
yang ditutup dengan kawat yang dapat bergerak dan diberi
beban. Kemudian kawat tsb dicelupkan pada suatu larutan,
misalnya larutan sabun dan dikeluarkan secara perlahan-
lahan.
selaput sabun

A B
W1

W2

Gbr. 4: Pengukuran tegang muka pada larutan sabun

Pada kawat terlihat lapisan tipis sabun, dan gaya per satuan

dede@fisika.ui.ac.id -7-
Kuliah Fisika Dasar Universitas Indonesia

panjang dinyatakan

2γL = w1 + w2 (6)

Gaya sebesar 2γL disebabkan oleh 2 permukaan selaput


pada kawat yang ditarik, maka koefisien tegang muka
w1 + w2
γ= (7)
2L
Besar γ dapat dinyatakan sebagai kerja yang dilakukan un-
tuk memperbesar luas permukaan cairan per satuan luas
atau energi permukaan. Jika x adalah pergeseran dari ka-
wat ke atas maka energi

W
W = F x = 2Lγ x = 2γA → = 2γ (8)
A
• Beda Tekanan(Gauge Pressure)
Beda tekanan di sini berhubungan tegang muka dengan te-
kanan udara luar. Beda tekanan P − Po adalah tekan-
an yang menyebabkan adanya gaya yang bekerja pada tiap
elemen permukaan zat cair yang arahnya tegak lurus per-
mukaan. Resultan gaya pada tetes cairan adalah

Fres = (P − Po )A = (P − Po )πr 2 (9)

A=luas permukaan pada tetes cairan. Berikut ini beda te-


kanan pada tetes air dengan gelembung sabun
1. Beda tekanan pada tetes air
Pada bagian dalam hanya berisi air maka hanya ada sa-

dede@fisika.ui.ac.id -8-
Kuliah Fisika Dasar Universitas Indonesia

tu selaput. Gaya tegang muka sama dengan 2πrγ , luas


permukaan πr 2 sehingga pada keadaan setimbang

(P − Po )πr 2 = 2πrγ (10)



P − Po = (11)
r

Gbr. 5: Selaput tipis pada sebuah gelembung

2. Beda tekanan pada gelembung sabun


Pada gelembung sabun umumnya terbentuk dua lapisan
maka pada saat kesetimbangan

(P − Po )πr 2 = 2.2πrγ (12)



P − Po = (13)
r
Contoh:
Berapa kerja yang dibutuhkan untuk meniup gelembung sa-
bun dengan jari-jari 10 cm dengan γ = 300 dyne/cm?
Larutan sabun mempunyai 2 selaput A = 2.4πr 2
F Fs W
γ= = = → W = 2γ4πr 2
L Ls A
dede@fisika.ui.ac.id -9-
Kuliah Fisika Dasar Universitas Indonesia

Maka W = 2.300.4π102 = 7, 54 × 104 erg


Kapilaritas
• Kapilaritas adalah peristiwa naik dan turunnya suatu zat
cair di dalam tabung dengan diameter yang cukup kecil ka-
rena pengaruh gaya adhesi dan kohesi.

θ θ

meniskus cekung meniskus cembung

Gbr. 6: Gejala kapilaritas

Kenaikan cairan dalam tabung dinyatakan

2γ cos θ
h= (14)
ρgr
r =jari-jari tabung dan γ =tegang muka cairan
• Gejala kapilaritas dapat ditemui pada tumbuhan yaitu zat-
zat makanan dari dalam tanah dapat naik sampai ke daun
dan darah mengalir pada pembuluh kapiler.

dede@fisika.ui.ac.id -10-
Kuliah Fisika Dasar Universitas Indonesia

Fluida Dinamika
• Fluida dinamika adalah mempelajari fluida dalam keadaan
bergerak. Gerakan fluida dipandang sebagai fungsi tempat
dan waktu. Tetapi untuk memudahkan mempelajari maka
diberikan pendekatan yaitu

⊲ Fluida tak dapat ditekan(imcompressible) sehingga kerapatan


fluida homogen.

⊲ Tak ada friksi antara lapisan-lapisan fluida sehingga tidak ada


energi yang hilang.

⊲ Arus fluida adalah stasioner(tidak berubah terhadap waktu)


dan tidak berputar(irrotational) artinya sepanjang lintasan, ti-
dak ada sirkulasi kecepatan(v ).

• Macam-macam aliran dalam fluida dinamika yaitu


⊲ Aliran Steady(Stasioner)
⊲ Aliran Viscous
⊲ Aliran Turbulen

Persamaan Kontinuitas dan Bernaoulli


• Persamaan kontinuitas menyatakan hubungan antara kece-
patan fluida yang masuk pada suatu pipa terhadap kecepat-
an fluida yang keluar. Hubungan tersebut dinyatakan sbb:

v1 A1 = v2 A2 = Q (15)

Q adalah debit air yaitu jumlah volume cairan per satuan


waktu, satuannya m3 /s atau cm2 /s.

dede@fisika.ui.ac.id -11-
Kuliah Fisika Dasar Universitas Indonesia

• Persamaan kontinuitas tidak mempertimbangkan tekanan


dan ketinggian dari ujung-ujung pipa maka persamaan kon-
tinuitas diperluas menjadi persamaan Bernaoulli yaitu

1 1
p1 + ρgh1 + ρv12 = p2 + ρgh2 + ρv22 (16)
2 2
Persamaan Bernaoulli berlaku dengan asumsi untuk fluida
ideal dengan aliran fluida streamline atau linier. Pada kon-
= h2 maka p + vρ 2 adalah tetap dan kondisi v = 0
disi h1
maka p + ρgh adalah tetap, disebut persamaan hidrosta-
tik.

• Pemakaian hukum Bernaoulli


1. Menghitung kecepatan arus pada cairan yang keluar pa-
da dasar bejana.

P
11111111111111111
00000000000000000
00000000000000000
11111111111111111
00000000000000000
11111111111111111
00000000000000000
11111111111111111
00000000000000000
11111111111111111
00000000000000000
11111111111111111
00000000000000000
11111111111111111 h
00000000000000000
11111111111111111
00000000000000000
11111111111111111
00000000000000000
11111111111111111
00000000000000000
11111111111111111
00000000000000000
11111111111111111
00000000000000000
11111111111111111
00000000000000000
11111111111111111
00000000000000000
11111111111111111
00000000000000000
11111111111111111
00000000000000000
11111111111111111
00000000000000000
11111111111111111
00000000000000000
11111111111111111
00000000000000000
11111111111111111

P
o

v2

Gbr. 7: Kecepatan aliran fluida yang keluar dari dasar bejana

dede@fisika.ui.ac.id -12-
Kuliah Fisika Dasar Universitas Indonesia

1 1
p + ρgh1 + ρv12 = p0 + ρgh2 + ρv22 (17)
2 2
h2 = 0, h1 = h dan p0 =tekanan udara luar
1 2 1
ρv2 = (p − p0 ) + ρv12 + ρgh (18)
2 2
2 (p − p0 )
v2 = 2 + v12 + 2gh (19)
ρ
Pers. kontinuitas v1 A1 = v2 A2 maka
 2
2 (p − p0 ) A2
v2 = 2 + v2 + 2gh (20)
ρ A1
"  2 #
2 A2 (p − p0 )
v2 1 − =2 + 2gh (21)
A1 ρ
 2
A2
Jika A2 ≪ A1 → A1 ≪ 1 maka kecepatan arus
keluar
s
(p − p0 )
v2 = 2 + 2gh (22)
ρ

Jika ∆p = p − p0 ≪ 2gh dan ∆p = 0(bejana terbu-


ka) maka
p
v2 = 2gh (23)

dede@fisika.ui.ac.id -13-
Kuliah Fisika Dasar Universitas Indonesia

2. Pengukuran kecepatan cairan seperti pada venturime-


ter dan tabung pitot
Pada venturimeter(Gambar.8) perbedaan tinggi cairan da-
lam pipa menunjukkan beda tekanan pada kedua tempat
artinya y1 = y2 dan ∆p = ρgh maka
s
1 2 2∆p
ρv2 = ∆p → v2 = (24)
2 ρ

11
00
00
11
00
11
00
11
00
11 h
00
11
00
11
00
11
00
11
00
11 11
00
00
11 00
11
00
11
00
11
00
11
00
11
fluida
P 2 A 2v 2

P 1A 1v 1

Gbr. 8: Menentukan kecepatan aliran fluida dengan venturimeter

Pada tabung Pitot(Gambar.9) perbedaan tekana diukur


dari perbedaan tinggi cairan pada pipa. Perubahan te-
kanan adalah p1 − p2 = ρgh maka
1 2 p
ρv = p1 − p2 → v = 2gh (25)
2

dede@fisika.ui.ac.id -14-
Kuliah Fisika Dasar Universitas Indonesia

arah air

Gbr. 9: Menentukan kecepatan aliran dengan tabung Pitot

Viskositas
• Viskositas berhubungan dengan fluida yang tidak encer ya-
itu adanya gesekan atau friksi antar lapisan-lapisan fluida
menyebabkan kehilangan energi.

• Arus tidak lagi stasioner dan ada beda kecepatan tiap arus
sehingga disebut aliran laminer. Lapisan akan menarik la-
pisan dibawahnya dengan gaya F

F dv
=η (26)
A dy
η =koefisien viskositas, satuannya dyne
cm3 = poise atau centi-
dv
poise(c.p) dan dy adalah gradien kecepatan, bila homo-
gen maka menjadi vd dengan d jarak antara kedua keping.

• Ukuran kekentalan sering juga dalam bilangan SAE(Society

dede@fisika.ui.ac.id -15-
Kuliah Fisika Dasar Universitas Indonesia

η = 160 −
of Automotive Engineers). SAE 10 artinya
220 c.p, SAE 20 artinya η = 230 − 300 c.p dan SAE
30 artinya η = 360 − 430 c.p

✍ Bagaimana menentukan η ?
Salah satu cara untuk menentukan nilai η suatu fluida dapat di-
gunakan dengan menggunakan Persamaan Stokes yaitu sebu-
ah bola kecil dengan jari-jari r , kerapatan ρb dijatuhkan dalam
fluida, ρf yang akan ditentukan nilai η (lihat Gambar.10)

111111111111
000000000000
000000000000
111111111111
000000000000
111111111111
000000000000
111111111111
B 000000000000
111111111111
000000000000
111111111111
000000000000
111111111111
000000000000
111111111111
000000000000
111111111111 dipercepat
000000000000
111111111111
000000000000
111111111111
000000000000
111111111111
000000000000
111111111111
000000000000
111111111111
000000000000
111111111111
000000000000
111111111111
000000000000
111111111111
000000000000
111111111111
000000000000
111111111111
Fr 111111111111
000000000000
000000000000
111111111111
000000000000
111111111111
000000000000
111111111111
000000000000
111111111111
G 000000000000
111111111111 gerak beraturan
000000000000
111111111111
000000000000
111111111111
000000000000
111111111111
000000000000
111111111111
000000000000
111111111111
000000000000
111111111111
000000000000
111111111111
000000000000
111111111111
000000000000
111111111111
000000000000
111111111111
000000000000
111111111111

Gbr. 10: Menetukan nilai η dengan cara Stokes

Pada saat kesetimbangan berlaku G − B − Fr = 0 dengan


Fr =gaya gesek bola yaitu 6πηrv , G=massa bola 4/3πr 3 ρb .g
dan B=gaya apung mf .g = 4/3πr 3 ρf .g . Maka nilai koefisien
viskositas adalah

4 3 2r 2 g(ρb − ρf )
πr (ρb − ρf ) = 6πηrv → η = (27)
3 9v
dede@fisika.ui.ac.id -16-
Kuliah Fisika Dasar Universitas Indonesia

✍ Bilangan Reynolds
• Bilangan Reynolds adalah bilangan yang menyatakan batas-
batas arus dalam fluida bersifat laminer atau turbulen. Bi-
langan Reynolds, NR didapatkan dari eksperimen yaitu

vD
NR = ρ (28)
η
ρ=kerapatan fluida, v =kecepatan arus, D =diameter tabung
dan η =koefisien viskositas.
NR < 2000 artinya arus bersifat laminer, NR > 3000
arus bersifat turbulen dan 2000 < NR < 3000 arus tak
stabil.

dede@fisika.ui.ac.id -17-