P. 1
Obyek Material Geografi

Obyek Material Geografi

|Views: 2,362|Likes:
Dipublikasikan oleh Suhadi Rembang
objek material geografi
objek material geografi

More info:

Published by: Suhadi Rembang on Mar 28, 2011
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPT, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/14/2013

pdf

text

original

OBYEK MATERIAL GEOGRAFI

DEWI LIESNOOR

OBYEK MATERIAL GEOGRAFI

LAPISAN ATMOSFER BUMI ATMOSFER berasal dari ATMO = UDARA SFERA = LAPISAN UDARA SANGAT PENTING BAGI KEHIDUPAN KETEBALAN LAPISAN UDARA DIPERKIRAKAN 100 km BERDASARKAN PERBEDAAN SUHU, ATMOSFER DIBEDAKAN EMPAT LAPISAN UTAMA: 1. TROPOSFER 2. STRATOSFER 3. MESOSFER 4. TERMOSFER

1. TROPOSFER Merupakan lapisan terbawah atmosfer. Pada Troposfer setiap naik 100 mete suhu udara turun sebesar 0,6oC. Lapisan Troposfer sangat penting bagi kelangsungan hidup: 1. bersentuhan langsung dengan makhluk hidup 2. tempat berlangsungnya proses pembentukan gejala-gejala cuaca; gejala3. didominasi zat-zat penopang kehidupan (Oksigen & Nitrogen) zat2. STRATOSFER Merupakan lapisan kedua. Ketinggian diperkirakan 12 50 km dapb. Merupakan lokasi akumulasinya ozon (ozone layer), Berfungsi melindungi permukaan bumi dari sinar ultraviolet. Lapisan ini juga sangat penting bagi kelangsungan hidup organisme 3. MESOSFER Ketinggian lapisan diperkirakan 50 - 80 km dapb, fungsi memantulkan gelombang radio (gelombang UHF, VHF, AM, FM, dan SW). 4. TERMOSFER Termosfer terletak pada ketinggian > 80 km dapb. Pada lapisan ini terjadi kenaikan suhu udara secara tajam Kenaikan suhu udara terjadi karena adanya radiasi sinar X dari Ultra Violet (UV). Terjadi gejala ionisasi disebut ionosfer. Lapisan eksosfer merupakan ruang hampa udara dengan gravitasi bumi nol )

PERUBAHAN IKLIM GLOBAL, EL NINO DAN LA NINA
1. GANGGUAN IKLIM EFEK RUMAH KACA Sekarang iklim tidak lagi bersifat tetap sepanjang tahun, ada kalanya mengalami perubahan dinamakan gangguan iklim.
Banyaknya CO2 dan gas-gas polutan lain di udara menyebabkan sinar matahari yang sampai ke bumi dan akan dipancarkan kembali ke angkasa, sebagian tertahan oleh gas-gas itu, kemudian dikembalikan lagi ke bumi. Akibatnya suhu udara di bumi makin panas. Gejala ini disebut efek rumah kaca (greenhouse effect)

2. EL-NINO dan LA-NINA El-Nino dan La-Nina merupakan peristiwa memanas dan melemahnya suhu air permukaan air laut di pantai Peru-Equador (Amerika Selatan), sehingga gejala ini mengakibatkan gangguan iklim secara global.

2. EL-NINO dan LA-NINA
Proses terjadinya El-Nino: Air laut yang panas dari perairan Indonesia bergerak ke timur sampai ke pantai barat Amerika Selatan (Peru-Equador). Air laut yang panas dari pantai Amerika Tengah bergerak ke arah selatan sampai di pantai Peru-Equador. Terjadi pertemuan air laut yang panas dari Indonesia dan dari Amerika Tengah, shg berkumpulah massa air laut panas dalam jumlah besar dan luas. Permukaan air laut yang panas menguap ke udara memuai ke atas (konveksi), terbentuklah daerah bertekanan rendah (-). Akibatnya semua angin di sekitar Pasifik dan Amerika Selatan bergerak menuju ke pantai Peru-Equador. Di Indoensia, angin muson datang dari Asia dan membawa banyak uap air, sebagian besar membelok ke daerah tekanan rendah Peru-Equador. Akibatnya angin yang menuju Indonesia hanya membawa sedikit uap air, sehingga terjadi musim kemarau panjang.

LA-NINA:
Pada saat El-Nino mulai melemah dan air laut yang panas di pantai Peru-Equador bergerak ke barat. Perjalanan air laut yang panas dari Peru-Equador ke arah barat akan sampai di Indonesia. Akibatnya wilayah Indonesia akan berubah menjadi daerah bertekanan rendah (-) dan semua angin di sekitar Pasifik Selatan dan Samudera Hindia akan bergerak menuju Indonesia. Angin tersebut banyak membawa uap air. Akibatnya di Indonsia akan terjadi hujan lebat. Hujan lebat dapat menimbulkan bencana alam seperti banjir, tanah longsor

Video Cuaca Exstrim
BMG

Video Cuaca Ke 2

HIDROSFER
Prakiraan jumlah air yang ada di bumi sejumlah 1,3 sampai 1,4 milyard km3,

Air di BUMI (1,3 ± 1,4 milyard km3)

Air Laut
(97,5%)

Air Tawar
(2,5 %)

ES
(1,75 %)

Air di daratan (0,73 %) Di Sungai Danau / Rawa Air Tanah

FUNGSI AIR:
‡ kebutuhan biologis makhluk hidup ‡ mempunyai energi berupa daya angkut dan daya pukul yang dapat dimanfaatkan. ‡ mempunyai energi perusak yang dapat mendatangkan bencana banjir dan tanah longsor.

SIKLUS HIDROLOGI

r e c h a r g e

air permukaan

aliran air tanah

lapisan kedap air

JENIS SIKLUS HIDROLOGI

Siklus air jenis siklus pendek

Siklus air jenis siklus Sedang

Siklus air jenis siklus Panjang

FENOMENA DANAU
Danau adalah Tempat penampungan air permukaan di daratan yang berbentuk cekung dan mempunyai ukuran relatif lebar. Menurut cara terbentuknya, danau alami dan danau buatan. Danau alami terbentuk sesuai dg mekanisme alam, melalui tanaga endogen (teknonisme, vulkanisme) dan tenaga eksogen (pelapukan, longsoran, endapan, dsb). Danau Toba di Sumatera Utara adalah contoh danau alami yang terjadi akibat proses volkano-tektonik. Danau buatan, danau yang dibuat oleh manusia secara terencana dengan cara membuat bendungan pada aliran sungai, seperti bendungan Karangkates di Jawa Timur, bendungan Gajahmungkur di Jawa Tengah, Bendungan Jatiluhur di Jawa Barat, dsb.

FENOMENA RAWA
RAWA = Tubuh air permukaan, umumnya terdapat di daerah topografi relatif datar, seperti daerah dataran pantai dan muara sungai. Air rawa ada yang payau dan ada pula yang tawar Rawa belum banyak mmberikan manfaat karena aksesibilitas rendah, tanah tidak subur, jenis tanaman terbatas, Potensi Rawa dikembangkan sebagai pertambakan, tumbuhan rawa dimanfaatkan sebagai energi (biogas), cagar alam dan suaka marga satwa bagi ekosistem pantai, atau sebagai penahan bersatunya antara air tawar dengan air asin dari laut, serta dapat dikembangkan sebagai obyek wisata.

PERMASALAHAN MENURUNNYA PERMUKAAN AIR TANAH
Pemukiman, pertanian dan industri yang terus berkembang memerlukan air semakin banyak, Pengambilan air tanah dilakukan dengan pengeboran air tanah atau pembuatan sumur-sumur bor. Air tanah disedot secara besarbesaran, sehingga terjadi ketidakseimbangan antara pengambilan/pemanfaatan dengan pembentukan air tanah, sehingga terjadi penurunan air tanah.

Pada daerah pesisir, penurunan permukaan air tanah akan mengakibatkan perembesan air laut ke daratan (intrusi), karena tekanan air tanah menjadi lebih kecil dibandingkan tekanan air laut.

PENCEMARAN AIR TANAH
1. LIMBAH RUMAH TANGGA 2. LIMBAH LALU LINTAS

3. LIMBAH KEGIATAN PERTANIAN

4. LIMBAH INDUSTRI/ PERTAMBANGAN

LITOSFER
Merupakan lapisan kulit bumi bagian luar, bersifat keras (crust), biasa disebut kerak bumi. Menurut Holmes, kerak bumi ini dibagi 3 bagian, yaitu: 1. Bagian Atas, ketebalan 15 km, massa jenis sekitar 2,7 dengan tipe magma granit. 2. Bagian Tengah, ketebalan 25 km, tnassa jenis 3,5 dengan tipe magma basalt. 3. Bagian Bawah, ketebalan 20 km, massa jenis 3,5 dengan tipe magma peridotit dan aklogit.

Litosfer atau kerak bumi tersusun atas berbagai jenis batuan, yaitu: 1. Batuan beku 2. metamorf 3. Sedimen. Bumi tidak RATA, di sekitar lingkungan kita ada dataran tinggi, dataran rendah, lembah, bukit, gunung, atau pegunungan. Penyebab terjadinya Relief di muka bumi yaitu: Tenaga Endogen : Tektonisme, Vulkanisme, Seisme (Gempa) Tenaga Eksogen : Perubahan Atmosfer, Tenaga Air, Perilaku Organisme (Jasad renik, tumbuhan, hewan, manusia)

Dinamika Bumi: Pergerakan Lempeng

Hal 17

TIPE PATAHAN GEMPA BUMI
BMG

- Patahan Turun (Normal Fault)
- Patahan Naik (Thrust Fault)

- Patahan Datar (Lateral Slip Fault)

DEPUTI SISDATIN:/C/rizkita/TEWS_DPR_INDONESIA.ppt

CONTOH PATAHAN YANG MENGAKIBATKAN TSUNAMI

DEPUTI SISDATIN:/C/rizkita/TEWS_DPR_INDONESIA.ppt

DAMPAK DARI PERGERAKAN LEMPENG TEKTONIK DI INDONESIA
BMG

PASIFIK
110 mm/thn

EURASIA
1 mm/thn

71 mm/thn

LEMPENG INDIA-AUSTRALIA

Sumber : ESDM

SISTEM MONITORING TEWS
BMG
BMG

Satellite

Lokasi : di Laut ..? Kuat : > 6.3 SR..? Kdlmn : < 70km ? Potensi tsunami ! TSUNAMI

Sinyal Sirine 3. Data Tinggi Muka Laut

BMG Pusat

Buoy

Tide gauge

Seismograph (Daerah) GPS

Bottom pressure gauge Lempeng Tektonik Samudera Hindia

? ? ?
Sumber : LIPI - Mod
6

RELIEF DASAR LAUT

ANTROPOSFER Antroposfer berasal dari kata latin anthropos (manusia) dan sphaira (lingkungan). Antroposfer artinya lingkungan bagian dari bumi atau biosfer yang dihuni manusia. Pembahasan antroposfer sangat luas, misalnya lokasi permukiman, lingkungan sekitar permukiman, jumlah penduduk di kawasan permukiman, vegetasi sekitar permukiman, dan lainlain-lain

ASPEK KEPENDUDUKAN DAN KOMPONEN PEUBAHNYA 1.Jumlah penduduk adalah keseluruhan
penduduk yang ada di suatu wilayah pada periode waktu tertentu. jumlah penduduk dunia pada tahun 2005 sudah mencapai 6,715 milyar. Ledakan penduduk terutama disebabkan menurunnya tingkat mortalitas dengan cepat, sementara tingkat fertilitas belum dapat dikontrol dengan baik. Komposisi penduduk berdasar aspek demografis adalah mendasarkan pada umur, jenis kelamin, jumlah anak. Komposisi penduduk menurut aspek non demografis mendasarkan pada status sosial-ekonomi-budaya penduduk tersebut, dan lokasi tempat tinggal.

2. Komposisi Penduduk Menurut Umur dan Jenis
Kelamin mempunyai manfaat untuk mengetahui beberapa indikator kependudukan lainnya, yaitu jumlah bayi, balita, penduduk usia subur, tenaga kerja, penduduk usia belum produktife, produktif, sudah tidak produktive, depedency ratio (DR), dan sex ratio (SR), dan piramida penduduk.
Rumus: Sex Ratio = z P laki-laki ----------------z P perempuan

z P 0-14 + z P > 65 Rumus: DR = ------------------------------- x 100 z P 15 - 65

4. Kepadatan penduduk adalah perbandingan antara jumlah penduduk dengan satuan unit wilayah. Kepadatan Penduduk di Suatu wilayah dapat dibagi menjadi empat: 1). Kepadatan penduduk kasar (crude dencity of population) atau kepadatan aritmatika 2). Kepadatan penduduk Fisiologis (physiological density) 3). Kepadatan penduduk agraris (agricutural density) 4). Kepadatan penduduk ekonommi (Economic density of population).

5. Pertumbuhan penduduk, adalah keseimbangan dinamis antara kekuatan-kekuatan yang menambah dan kekuatan-kekuatan yang mengurangi jumlah penduduk. Komponen yang mempengaruhi pertumbuhan penduduk, yaitu kelahiran, kamatian, dan mobilitas penduduk.
B ± D + Im - Om Angka Pertumbuhan Penddk (r) = ------------------------- x 100 % Pm rt Rumus eksponensial Pt = P0. e atau Pt = P0. (1-r)
rt

5. Komponen Peubah Pertumbuhan Penduduk
Kelahiran (Fertilitas)
Terdapat 7 parameter fertilitas, yaitu: CBR, ASBR, TFR, GRR, NRR, GWR dan CWR. Parameter yang paling umum digunakan adalah Total Fertility Rate (TFR), yaitu jumlah kelahiran hidup setiap 1000 penduduk wanita yang hidup hingga akhir masa reproduksinya. Dihitung dengan rumus sebagai berikut.
w

Kematian (Mortalitas) Parameter kematian penduduk ada tiga, yaitu crude death rate (CDR), age specific death rate (ASDR), infant mortality rate (IMR), dan angka kematian ibu melahirkan (AKI) Mobilitas Penduduk a. Angka mobilitas penduduk, ratio banyaknya penduduk yang pindah secara lokal dalam jangka waktu tertentu dengan jumlah penduduk. b. Angka migrasi masuk, menunjukkan banyaknya migran masuk setiap seribu penduduk daerah tujuan dalam waktu satu tahun. c. Angka migrasi keluar, banyaknya migran yang keluar setiap seribu penduduk daerah asal dalam waktu satu tahun. d. Angka migrasi neto, yaitu banyaknya migran masuk dan keluar dari suatu daerah setiap seribu penduduk dalam satu tahun. e. Angka migrasi bruto, banyaknya kejadian perpindahan yaitu jumlah migrasi masuk dan migrasi keluar dengan jumlah penduduk pertengahan tahun daerah asal dan daerah tujuan.

INDIKATOR NEGARA MAJU DAN NEGARA BERKEMBANG
Indikator ekonomi yang paling sering digunakan adalah GNP (Gross National Product) per kapita. GNP per kapita adalah produk nasional bruto dibagi jumlah penduduk. Karena mayoritas negara berkembang jumlah penduduknya besar maka GNP per kapita menjadi rendah. Berdasarkan GNP, negara di dunia dikelompokkan dalam 4 kelompok Negara berpengahasilan rendah (low income economies). Negara ini dengan GNP kurang dari US $ 695 pada thun 1993 Negara berpenghasilan menengah (midle income economies).Negara-negara dengan GNP antara US $ 695 ± US $ 8.626 pada tahun 1993 Negara berpenghasilan tinggi (high income economies). Negara dengan GNP lebih dari US $ 8.626 thun 1993 Dunia (world) meliputi semua negara di dunia, termasuk negara yang datanya langka dg penduduk kurang 1 juta jiwa.

INDIKATOR NEGARA DENGAN GNP TIDAK SELALU SESUAI negara dengan GNP tinggi belum pasti negara negara maju. Contoh Arab Saudi, Chile, Gabon mempunyai GNP tinggi tetapi tidak termasuk negara maju karena secara sosial budaya, teknologi, kesehatan masih rendah. Sebaliknya ada juga negara Eropa yang GNP di bawah negara maju (Bulgaria, Romania,Estonia dll). Indikator ekonomi dengan GNP ini mempunyai kelemahan yakni hanya menghitung kegiatan ekonomi yang melalui pasar. Kegiatan ekonomi subsisten, jasa ibu rumah tangga, atau transaksi barang bekas, kerusakan lingkungan tidak tercakup dengan GNP.

Indikator sosial adalah upaya untuk lebih cermat menilai keberhasilan pembangunan suatu negara dari berbagai aspek. Indikator sosial memperhatikan bahwa manusia itu sebagai tujuan pembangunan bukan sekedar alat pembangunan. Indikator sosial ada 3 jenis : 1. Indikator Indeks Mutu Hidup (PQLI) Indeks mutu hidup diperkenalkan oleh Morris sebagai Physical Quality Life Index (PQLI) yang selanjut disebut indeks Mutu Hidup (IMH). Indeks Mutu Hidup menggunakan 3 indikator yakni : 1) harapan hidup pada usia satu tahun 2) angka kematian, 3) tingkat melek huruf. Untuk masing-masing Indikator diberi skala 1- 100, dimana masing1skala 1 jika kinerja terjelek dan 100 jika kinerja terbaik

2. Indikator UNRISD (United Nation Research Institute on Soscial Development), meliputi 16 indikator terdiri dari 9 indikator
sosial dan 7 indikator ekonomi. Indikator tersebut adalah : angka harapan hidup persentase penduduk di daerah sebanyak 20.000 jiwa atau lebih kosumsi protein hewani per kapita persentase tingkat pendidikan dasar dan menengah rasio pendidikan luar sekolah rata-rata jumlah orang per kamar sirkulasi surat kabar per 1000 orang persentase penduduk usia kerja dengan kosumsi listrik, gas, air dll produksi pertanian per pekerja pria di sektor pertanian persentase tenaga kerja pria dewasa di sektor pertanian kosumsi listrik per kapita kosumsi baja per kapita kosumsi energi, ekuivalen dengan Kg batubara per kapita persentase sektor manukfaktur dalam GNP perdagangan luar negeri per kapita persentase penerima gaji dan upah terhadap angkatan kerja.

3. Human Development Index (HDI) Indikator lain yang digunakan UNDP (United Nations Development Program) baik di negara maju dan negara berkembang adalah Human Development Index (HDI). Pembangunan suatu negara apapun bentuknya baik ekonomi maupun fisik akan bermuara pada peningkatan kualitas hidup manusia itu sendiri. HDI mempunyai indikator : 1)Angka harapan hidup 2) persentase penduduk yang melek huruf dan rerata tahun sekolah 3) pendapatan per kapita Dari ketiga indikator tersebut, suatu negara diberi skala 0,0 ± 1,0, berdasarkan nilai HDI dibuat 3 tiga kelompok negara yakni : negara dgn pembangunan manusia rendah HDI : 0,0- 0,50 negara dgn pembangunan manusia menengah HDI : 0,51 ± 0,79 negara dgn pembangunan manusia tinggi HDI : 0,80 ± 1,0

Ranking HDI tidak selalu seimbang dengan ranking GNP. Sebagai contoh Brunei dan Gabon dimana rangking HDI dibawah ranking GNP, artinya negara tersebut mempunyai pendapatan per kapita yang tinggi, tetapi pembangunan manusia masih tertinggal misalnya tingkat kematian tinggi, angka buta huruf tinggi dan sebagainya.

Ciri-ciri negara berkembang seperti
1. tingkat kehidupan yang rendah baik pendapatan, kesehatan, pendidikan dan sebagainya; 2. perspektif kesejarahan sebagian besar adalah bekas negara jajahan; 3. secara demografis negara berkembang mempunyai jumlah penduduk yang besar dengan pertumbuhan penduduk yang tinggi, rasio ketergantungan yang tinggi, kepadatan penduduk tinggi; 4. ketergantungan pada sektor primer yang tinggi; 5. tergantung dan rentan dalam hubungan internasional; 6. Sebagian besar negara berkembang terletak di benua Asia, Afrika, Amerika latin atau sebelah selatan garis Katulistiwa sehingga hubungan dengan negara maju muncul istilah dialog utara- selatan.

Negara maju mempunyai ciri-ciri sebagai berikut ciri1. Mempunyai GNP cukup tinggi 2. Basis ekonomi dari sektor Industri atau jasa 3. Adopsi teknologi maju 4. Bersikap terbuka terhadap hal yang baru 5. Kualitas hidup tinggi (kesehatan, pendidikan, penghasilan dll) 6. Produktivitas tinggi 7. Konsentrasi penduduk di kota 8. Jumlah penduduk, kepadatan penduduk dan pertumbuhan penduduk relatif kecil/rendah

TUGAS MATA KULIAH PERSPEKTIF GEOGRAFI

MEMBUAT MAKALAH SISTEMATIKA ISI MAKALAH 1. LATAR BELAKANG MASALAH 2. TUJUAN 3. SUB JUDUL KAJIAN (pembahasan) 4. SUB JUDUL KAJIAN«««. DST 5. Dst«««««««««« 6. KESIMPULAN & SARAN 7. DAFTAR PUSTAKA Catatan: - Maksimal 10 halaman
- Waktu 2 minggu, - Presentasi Tugas

TEMA KAJIAN PERSPEKTIF GEOGRAFI
1. DAMPAK BENCANA VULKANISME TERHADAP KEHIDUPAN SOSIAL EKONOMI BUDAYA MANUSIA 2. PENGARUH BENTUK MUKA BUMI TERHADAP KEHIDUPAN DI KAWASAN PEGUNUNGAN DAN PANTAI 3. DAMPAK PENCEMARAN AIR TERHADAP KEHIDUPAN MASYARAKAT 4. DAMPAK PERUBAHAN IKLIM BAGI KEHIDUPAN SOSEKBUD MASYARAKAT 5. DAMPAK PEMANASAN GLOBAL TERHADAP KESEJAHTERAAN MASYARAKAT 6. DINAMIKA SOSIAL EKONOMI KEHIDUPAN MASYARAKAT PERKOTAAN DAN PERKOTAAN 7. KAJIAN LAHAN POTENSIAL DAN LAHAN KRITIS BAGI MASYARAKAT 8. PERKEMBANGAN TRANSPORTASI, PERDAGANGAN, DAN INDUSTRI PADA MASYARAKAT KOTA 9. PERSEBARAN FLORA FAUNA UNTUK PELESTARIAN LINGKUNGAN

TEMA KAJIAN PERSPEKTIF GEOGRAFI
(KELAS B)
1. DAMPAK FENOMENA VULKANISME TERHADAP KEHIDUPAN SOSIAL EKONOMI BUDAYA MANUSIA 2. FAKTOR PENYEBAB DAN DAMPAK PENCEMARAN AIR TERHADAP KEHIDUPAN MASYARAKAT 3. DAMPAK PENCEMARAN UDARA BAGI KEHIDUPAN DI KAWASAN PERKOTAAN 4. DAMPAK PEMANASAN GLOBAL BAGI PERUBAHAN IKLIM DAN PRODUKSI PERTANIAN 5. KEBERLANGSUNGAN KEHIDUPAN FLORA DAN FAUNA DI JAWA TENGAH 6. DINAMIKA SOSIAL EKONOMI KEHIDUPAN MASYARAKAT PERKOTAAN DAN PERDESAAN 7. KAJIAN LAHAN POTENSIAL DI DAERAH PEGUNUNGAN, DATARAN RENDAH, DAN KAWASAN PANTAI

KAJIAN PERSPEKTIF GEOGRAFI TERHADAP KEHIDUPAN MANUSIA (KELAS A)
Pengaruh Bentuk Muka Bumi terhadap Kehidupan di Daerah Pegunungan 2. Pengaruh Bentuk Muka Bumi terhadap Kehidupan di Daerah Dataran Rendah 3. Pengaruh Bentuk Muka Bumi terhadap Kehidupan di Perairan Laut 4. Kajian Lahan Potensial di daerah Pegunungan, Dataran Rendah dan Pantai 5. Kajian Lahan Kritis pada daerah Pegunungan, dan Dataran Rendah serta upaya penanganan 6. Manfaat Gejala Vulkanisme terhadap Kehidupan 7. Dampak Pencemaran Air terhadap Kehidupan Masyarakt 8. Faktor penyebab dan dampak pencemaran udara 9. Dampak Pemanasan Global bagi Kehidupan 10. Optimalisasi Ketersediaan Air untuk Menopang Kehidupan 11. Keberlangsungan kehidupan Flora Fauna di Jawa Tengah 12. Dinamika sosial ekonomi kehidupan Masyarakt Perkotann dan Perdesaan 1.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->