Anda di halaman 1dari 1

Em@il Dari TUHAN

Anak-Ku Tercinta,

Pernahkah kamu memperhatikan berapa banyak orang yang memakai salib


sebagai perhiasan? Kamu melihat kalung salib dan anting-anting salib - yang
terbuat dari emas dan yang terbuat dari perak, yang sederhana dan yang
mewah. Kenyataannya, salib-salib merupakan perhiasan yang begitu umum
sehingga kita jarang berhenti untuk memikirkan maknanya.

Bagi orang-orang pada zaman Yesus, memakai salib sebagai dekorasi kira-kira
seperti kalau kamu memakai kursi listrik kecil pada rantai di lehermu atau
kursi-kursi listrik kecil yang berayun-ayun di telingamu! Itu bukan merupakan
hiasan yan berkilauan yang bisa kamu pegang di telapak tanganmu. Itu
merupakan alat penyiksaan yang berat dan kasar, yang harus dipikul Yesus di
punggungnya sendiri. Itu merupakan alat kematian yang mengerikan, tempat
Ia dipaku. Ia harus membayar salib itu dengan seluruh jiwa raganya.

Kini salib merupakan suatu lambang kemenangan! Salib menjadi kosong karena
Yesus bangkit dari kematian dan duduk di sebelah kanan-Ku di Surga. Salib
merupakan lambang yang mempunyai arti segala-galanya bagi-Ku.

Bapamu,
Tuhan
Sambil memikul salib-Nya Ia pergi ke luar ke tempat yang bernama tempat
tengkorak, yang dalam bahasa ibrani disebut : Golgota. Disitu mereka
menyalibkan Dia. Bersama-sama dengan Dia disalibkan juga dua orang lain,
sebelah-menyebelah, sedangkan Yesus di tengah-tengah (Yohanes 19:17-18)

Edited by: syarta_boy (epen_taka@yahoo.co.id, http://epen-taka.blogspot.com)