Anda di halaman 1dari 13

Hal : MEMORY KASASI

Perkara Pidana No. : 59/PID/2009/PTY


jo. Perkara Pidana No. : 75/Pid.B/2008/PN. Wt

Kepada :
Yth. KETUA MAHKAMAH AGUNG REPUBLIK INDONESIA
Di –
JAKARTA

Melalui :

Yth. KETUA PENGADILAN NEGERI WATES


Di –
WATES

Dengan Hormat,

Yang bertandatangan di bawah ini, APRILLIA SUPALIYANTO MS, SH.,


ARYA W. KUSUMAH, SH., AHANG PRADATA R., SH., SITI MUALIMAH,
SH., Advokat- Konsultan Hukum pada LAW OFFICE “APRILLIA
SUPALIYANTO MS, SH & ASSOCIATES “, beralamat kantor di Jl. Raya Janti
No. 340 (depan JEC) Yogyakarta 55198. Phone/ Fax. 0274-514507.
Berdasarkan Surat Kuasa Khusus tertanggal 17 September 2010 bertindak
untuk dan atas nama :

Nama Lengkap : NGADIMAN bin KASAN ATMO

Tempat lahir : Kulon Progo

Umur / Tgl. Lahir : 44 Tahun/ 08 Januari 1963

Jenis Kelamin : Laki-laki

Kebangsaan/ Indonesia
Kewarganegaraan :
Tempat tinggal : Pedukuhan III, Desa Garongan, Kecamatan
Panjatan RT. 10 RW. 05 Kabupaten Kulon Progo.

Agama : Islam

Pekerjaan : Kepala Desa Garongan


Semula adalah TERDAKWA dalam Perkara No. : 75/Pid.B/2008/PN. Wt dan
kemudian sebagai PEMOHON BANDING dalam Perkara No. : 59/PID/2009/PTY
dan sekarang sebagai PEMOHON KASASI.

Bahwa Pernyataan/ Permohonan Kasasi diajukan pada tanggal …. September


2010, dan kemudian Memory Kasasi kami serahkan pada tanggal 17
September 2010. Dengan demikian pengajuan Kasasi terhadap putusan
perkara ini masih dalam tenggang waktu yang ditentukan Undang-undang.

Bahwa berkaitan dengan putusan dalam perkara tersebut di atas, untuk dan
atas nama PEMOHON KASASI kami mengajukan MEMORY KASASI atas
Permohonan Kasasi NGADIMAN bin KASAN ATMO sebagaimana tertuang di
dalam Akta Permohonan Kasasi Nomor : …………………………. Sleman
tertanggal……………..

Sehubungan dengan Putusan Pengadilan Tinggi Yogyakarta Nomor :


59/PID/2009/PTY tanggal 16 November 2009 dengan amar Putusan sebagai
berikut:

MENGADILI

- Menerima permintaan permohonan banding dari Terdakwa dan Penuntut


Umum;

- Menguatkan putusan Pengadilan Negeri Wates No. : 75/ Pid. B/2008/


PN. WT tanggal 12 November 2008 yang dimohonkan tersebut;

- Membebankan biaya perkara kepada Terdakwa di dalam kedua tingkat


pengadilan yang dalam tingkat banding sebesar Rp. 5000,- (lima ribu
rupiah).

DASAR HUKUM PENGAJUAN KASASI

- Bahwa Pasal 244 KUHAP menyebutkan bahwa Permintaan Kasasi


dapat diajukan terhadap semua putusan perkara pidana yang
diberikan pada tingkat terakhir oleh Pengadilan lain selain dari
pada Mahkamah Agung, kecuali putusan bebas.

- Prinsip-prinsip keadilan, kebenaran, akuntabilitas, prinsip-


prinsip pengawasan dan koreksi putusan pengadilan.

HAL-HAL YANG MENJADI ALASAN PENGAJUAN KASASI

Bahwa atas putusan Pengadilan Tinggi Yogyakarta No. : 59/PID/2009/PTY


tersebut kami Kuasa Hukum PEMOHON KASASI dengan tegas menolaknya.
Adapun alasan keberatan-keberatan kami adalah sebagai berikut :

1. Bahwa Majelis Hakim Pengadilan Tinggi Yogyakarta telah salah dalam


memahami dan menerapkan Hukum dan Undang-Undang, serta telah
mengabaikan fakta hukum yang ada.

2. Bahwa Majelis Hakim Pengadilan Tinggi Yogyakarta Hanya mengulang


seluruh pertimbangan Pengadilan Negeri Yogyakarta tanpa melihat dan
memeriksa kembali keseluruhan fakta-fakta hukum yang
sesungguhnya.

3. Bahwa Judec factie telah salah dalam menerapkan dan memahami


maksud Pasal 12 huruf f Jo Pasal 12A ayat ( 2 ) jo Pasal 18 Undang-
Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dan ditambah
dengan Undang- Undang Nomor 20 Tahun 2001 Jo Pasal 64 ayat ( 1 )
KUHP.

4. Bahwa di dalam Pasal 12 huruf f UU No. 31 Tahun 1999 tentang


Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi disebutkan bahwa “ Pegawai
negeri atau penyelenggara Negara yang pada waktu
menjalankan tugas meminta, menerima, atau memotong
pembayaran kepada pegawai negeri atau penyelenggara Negara
yang lain atau kepada kas umum, seolah-olah pegawai negeri
atau penyelenggara Negara lain atau kas umum tersebut
mempunyai utang kepadanya, padahal diketahuinya bahwa hal
tersebut bukan merupakan hutang. “

5. Bahwa uraian fakta yang digunakan dalam pertimbangan judec factie


tentang elemen dan syarat perbuatan yang dilakukan pelaku apakah
dilakukan Terdakwa “ pada waktu menjalankan tugas meminta ,
menerima, dan atau memotong pembayaran “ ( vide halaman hal.
4 alinea ke - 5 s.d. hal. 48 alinea ke-2 putusan Pengadilan Negeri Wates

3
No. 75/Pid. B/2008/PN. Wt ), sesungguhnya tidak ada satupun
dalam uraian fakta tersebut yang dapat membuktikan bahwa
pelaku dalam hal ini terdakwa telah meminta, menerima, dan
atau memotong pembayaran, bahkan dalam uraian fakta tersebut
judec factie telah membuktikan bahwa terdakwa hanya meminjam
uang kas desa yang dikelola oleh saksi sutopo selaku bendaharawan
desa garongan, bukan secara langsung meminta, menerima dan atau
memotong pembayaran sebagaimana elemen dan syarat perbuatan
yang disebutkan dalam pasal 12 huruf f UU No. 31 tahun 1999 Tentang
pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, dan bahkan uang kas desa
tersebut telah dikembalikan seluruhnya kepada kas desa ( vide barang
bukti surat No. 20 dan 21 ), sehingga, sehingga seharusnya unsure
pada waktu menjalankan tugas meminta, menerima, dan atau
memotong pembayaran haruslah dinyatakan tidak terpenuhi.

6. Bahwa Judec factie telah keliru dalam menafsirkan isi Pasal 12 huruf f
UU No. 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi
yang diterapkan dalam pertimbangan hukum untuk mengadili terdakwa,
sehingga judec factie mengambil kesimpulan bahwa keadaan –keadaan
yang menyertai perbuatan yang dilakukan oleh Terdakwa dalam hal
keadaan “seolah-olah pegawai negeri atau penyelenggara Negara
lain atau kas umum tersebut mempunyai utang kepadanya,
padahal diketahuinya bahwa hal tersebut bukan merupakan
hutang “ karena sebagaimana fakta hukum yang diuraikan oleh judec
faktie ( vide hal. 45 s.d hal. 47 Putusan Pengadilan Negeri Wates No.
75/Pid. B/2008/PN. Wt ), berdasarkan keterangan saksi-saksi dan alat
bukti yang diakui pula oleh Terdakwa dimuka persidangan bahwa benar
terdakwa telah meminjam uang sejumlah Rp. 6.873.122,00 ( enam juta
delapan ratus tujuh puluh tiga seratus dua puluh dua rupiah ), dan telah
dikembalikan lunas oleh terdakwa melalui saksi Sutopo ( vide. Alat bukti
surat No.20 dan 21 ), dan dari fakta – fakta hukum yang diuraikan
dalam pertimbangan judec factie, tidak ada satupun fakta hukum
yang dapat membuktikan bahwa Terdakwa menganggap bahwa
seolah-olah Penyelenggara Negara atau kas umum mempunyai
utang kepadanya, namun fakta yang terbukti Terdakwalah yang
mempunyai dan telah mengakui mempunyai utang kepada kas
umum, bukan sebaliknya sebagaimana pertimbangan majelis
Hakim Pengadilan Negeri Wates No. 78/Pid.B/2008/PN.Wt
pada hal 48, sehingga pertimbangan judec faktie tersebut haruslah
dinyatakan batal, karena unsure seolah-olah pegawai negeri atau
penyelenggara Negara lain atau kas umum tersebut mempunyai
utang kepadanya, padahal diketahuinya bahwa hal tersebut
bukan merupakan hutang “ tidak terpenuhi.

7. Bahwa dalam pertimbangan Judec Factie ( vide. Hal. 46Putusan


Pengadilan Negeri Wates no. 78/ Pid.B/2008/PN.Wt ) judec factie
mendasarkan kerugian negara dari hasil temuan tim Monitoring Kantor
Bawasda, yang menemukan sampai dengan tanggal 6 Agustus 2007
yang telah dipinjam dan belum dikembalikan ke kas desa Garongan
sejumlah Rp. 6.873.122,00 ( enam juta delapan ratus tujupuluh tiga
seratus duapuluh dua rupiah).

Bahwa di dalam UUD 1945 pasal 23 E ayat (1) Jo UU No. 17 Tahun


2003 Tentang Keuangan Negara menyatakan Lembaga yang
berwenang untuk melakukan audit atau pemeriksaan terhadap
keuangan dan kekayaan negara adalah Badan Pemeriksa
Keuangan (BPK), dalam Undang-Undang tersebut dengan tegas
dikatakan, hanya satu badan yang bebas dan mandiri untuk
melakukan pemeriksaan keuangan dan kekayaan Negara, sehingga
Kerugian Negara yang dimaksud oleh Judec factie dalam perkara ini
bukan merupakan hasil penghitungan kerugian Negara yang dilakukan
oleh lembaga yang berwenang untuk itu. Sehingga dengan demikian
tentang nilai Kerugian Negara dan penghitungan kerugian Negara yang
disebutkan oleh judec factie dalam pertimbanganya dalam perkara ini
adalah tidak memiliki nilai hukum dan kekuatan hukum.

PERMOHONAN

Bahwa atas pertimbangan dan dalil-dalil yang kami kemukakan dalam Memory
Kasasi ini, mohon kepada Ketua Mahkamah Agung Republik Indonesia untuk
berkenan menerima Permohonan Kasasi dan Memory Kasasi yang kami ajukan
dan kemudian memutuskan Permohonan Kasasi ini dengan putusan sebagai
berikut :

5
1. Menerima Permohonan Kasasi dari Pemohon Kasasi untuk
seluruhnya;

2. Membatalkan Putusan Pengadilan Tinggi Yogyakarta No. :


59/PID/2009/PTY tanggal 16 November 2009;

3. Memeriksa dan mengadili sendiri perkara tersebut;

4. Menyatakan Terdakwa tidak terbukti melakukan tindak pidana


korupsi secara berlanjut;

5. Melepaskan Terdakwa dari segala tuntutan pidana;

6. Membebankan biaya perkara ini kepada Negara.

Demikian Memori Kasasi ini kami buat untuk kepentingan Permohon Kasasi,
atas perhatian dan perkenannya kami ucapkan banyak terima kasih.

FIAT JUSTITIA RUAT COULUM

Yogyakarta, 17 September 2010


Kuasa Hukum TERMOHON KASASI

APRILLIA SUPALIYANTO MS, SH.

ARYA W. KUSUMAH, SH.


AHANG PRADATA R., SH.

SITI MUALIMAH, SH.

Hal : MEMORY KASASI

Perkara Pidana No. : 59/PID/2009/PTY


jo. Perkara Pidana No. : 75/Pid.B/2008/PN. Wt

Kepada :
Yth. KETUA MAHKAMAH AGUNG REPUBLIK INDONESIA
Di –
JAKARTA

Melalui :

Yth. KETUA PENGADILAN NEGERI WATES


Di –
WATES

Dengan Hormat,

Yang bertandatangan di bawah ini, APRILLIA SUPALIYANTO MS, SH.,


ARYA W. KUSUMAH, SH., AHANG PRADATA R., SH., SITI MUALIMAH,
SH., Advokat- Konsultan Hukum pada LAW OFFICE “APRILLIA
SUPALIYANTO MS, SH & ASSOCIATES “, beralamat kantor di Jl. Raya Janti
No. 340 (depan JEC) Yogyakarta 55198. Phone/ Fax. 0274-514507.
Berdasarkan Surat Kuasa Khusus tertanggal 17 September 2010 bertindak
untuk dan atas nama :

7
Nama Lengkap : NGADIMAN bin KASAN ATMO

Tempat lahir : Kulon Progo

Umur / Tgl. Lahir : 44 Tahun/ 08 Januari 1963

Jenis Kelamin : Laki-laki

Kebangsaan/ Indonesia
Kewarganegaraan :
Tempat tinggal : Pedukuhan III, Desa Garongan, Kecamatan
Panjatan RT. 10 RW. 05 Kabupaten Kulon Progo.

Agama : Islam

Pekerjaan : Kepala Desa Garongan

Semula adalah TERDAKWA dalam Perkara No. : 75/Pid.B/2008/PN. Wt dan


kemudian sebagai PEMOHON BANDING dalam Perkara No. : 59/PID/2009/PTY
dan sekarang sebagai PEMOHON KASASI.

Bahwa Pernyataan/ Permohonan Kasasi diajukan pada tanggal …. September


2010, dan kemudian Memory Kasasi kami serahkan pada tanggal 17
September 2010. Dengan demikian pengajuan Kasasi terhadap putusan
perkara ini masih dalam tenggang waktu yang ditentukan Undang-undang.

Bahwa berkaitan dengan putusan dalam perkara tersebut di atas, untuk dan
atas nama PEMOHON KASASI kami mengajukan MEMORY KASASI atas
Permohonan Kasasi NGADIMAN bin KASAN ATMO sebagaimana tertuang di
dalam Akta Permohonan Kasasi Nomor : …………………………. Sleman
tertanggal……………..

Sehubungan dengan Putusan Pengadilan Tinggi Yogyakarta Nomor :


59/PID/2009/PTY tanggal 16 November 2009 dengan amar Putusan sebagai
berikut:

MENGADILI

- Menerima permintaan permohonan banding dari Terdakwa dan Penuntut


Umum;

- Menguatkan putusan Pengadilan Negeri Wates No. : 75/ Pid. B/2008/


PN. WT tanggal 12 November 2008 yang dimohonkan tersebut;

- Membebankan biaya perkara kepada Terdakwa di dalam kedua tingkat


pengadilan yang dalam tingkat banding sebesar Rp. 5000,- (lima ribu
rupiah).

DASAR HUKUM PENGAJUAN KASASI

- Bahwa Pasal 244 KUHAP menyebutkan bahwa Permintaan Kasasi


dapat diajukan terhadap semua putusan perkara pidana yang
diberikan pada tingkat terakhir oleh Pengadilan lain selain dari
pada Mahkamah Agung, kecuali putusan bebas.

- Prinsip-prinsip keadilan, kebenaran, akuntabilitas, prinsip-


prinsip pengawasan dan koreksi putusan pengadilan.

HAL-HAL YANG MENJADI ALASAN PENGAJUAN KASASI

Bahwa atas putusan Pengadilan Tinggi Yogyakarta No. : 59/PID/2009/PTY


tersebut kami Kuasa Hukum PEMOHON KASASI dengan tegas menolaknya.
Adapun alasan keberatan-keberatan kami adalah sebagai berikut :

8. Bahwa Majelis Hakim Pengadilan Tinggi Yogyakarta telah salah dalam


memahami dan menerapkan Hukum dan Undang-Undang, serta telah
mengabaikan fakta hukum yang ada.

9. Bahwa Majelis Hakim Pengadilan Tinggi Yogyakarta Hanya mengulang


seluruh pertimbangan Pengadilan Negeri Yogyakarta tanpa melihat dan
memeriksa kembali keseluruhan fakta-fakta hukum yang
sesungguhnya.

10.Bahwa Judec factie telah salah dalam menerapkan dan memahami


maksud Pasal 12 huruf f Jo Pasal 12A ayat ( 2 ) jo Pasal 18 Undang-
Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dan ditambah
dengan Undang- Undang Nomor 20 Tahun 2001 Jo Pasal 64 ayat ( 1 )
KUHP.

11.Bahwa di dalam Pasal 12 huruf f UU No. 31 Tahun 1999 tentang


Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi disebutkan bahwa “ Pegawai
negeri atau penyelenggara Negara yang pada waktu
menjalankan tugas meminta, menerima, atau memotong

9
pembayaran kepada pegawai negeri atau penyelenggara Negara
yang lain atau kepada kas umum, seolah-olah pegawai negeri
atau penyelenggara Negara lain atau kas umum tersebut
mempunyai utang kepadanya, padahal diketahuinya bahwa hal
tersebut bukan merupakan hutang. “

12.Bahwa uraian fakta yang digunakan dalam pertimbangan judec factie


tentang elemen dan syarat perbuatan yang dilakukan pelaku apakah
dilakukan Terdakwa “ pada waktu menjalankan tugas meminta ,
menerima, dan atau memotong pembayaran “ ( vide halaman hal.
4 alinea ke - 5 s.d. hal. 48 alinea ke-2 putusan Pengadilan Negeri Wates
No. 75/Pid. B/2008/PN. Wt ), sesungguhnya tidak ada satupun
dalam uraian fakta tersebut yang dapat membuktikan bahwa
pelaku dalam hal ini terdakwa telah meminta, menerima, dan
atau memotong pembayaran, bahkan dalam uraian fakta tersebut
judec factie telah membuktikan bahwa terdakwa hanya meminjam
uang kas desa yang dikelola oleh saksi sutopo selaku bendaharawan
desa garongan, bukan secara langsung meminta, menerima dan atau
memotong pembayaran sebagaimana elemen dan syarat perbuatan
yang disebutkan dalam pasal 12 huruf f UU No. 31 tahun 1999 Tentang
pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, dan bahkan uang kas desa
tersebut telah dikembalikan seluruhnya kepada kas desa ( vide barang
bukti surat No. 20 dan 21 ), sehingga, sehingga seharusnya unsure
pada waktu menjalankan tugas meminta, menerima, dan atau
memotong pembayaran haruslah dinyatakan tidak terpenuhi.

13.Bahwa Judec factie telah keliru dalam menafsirkan isi Pasal 12 huruf f
UU No. 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi
yang diterapkan dalam pertimbangan hukum untuk mengadili terdakwa,
sehingga judec factie mengambil kesimpulan bahwa keadaan –keadaan
yang menyertai perbuatan yang dilakukan oleh Terdakwa dalam hal
keadaan “seolah-olah pegawai negeri atau penyelenggara Negara
lain atau kas umum tersebut mempunyai utang kepadanya,
padahal diketahuinya bahwa hal tersebut bukan merupakan
hutang “ karena sebagaimana fakta hukum yang diuraikan oleh judec
faktie ( vide hal. 45 s.d hal. 47 Putusan Pengadilan Negeri Wates No.
75/Pid. B/2008/PN. Wt ), berdasarkan keterangan saksi-saksi dan alat
bukti yang diakui pula oleh Terdakwa dimuka persidangan bahwa benar
terdakwa telah meminjam uang sejumlah Rp. 6.873.122,00 ( enam juta
delapan ratus tujuh puluh tiga seratus dua puluh dua rupiah ), dan telah
dikembalikan lunas oleh terdakwa melalui saksi Sutopo ( vide. Alat bukti
surat No.20 dan 21 ), dan dari fakta – fakta hukum yang diuraikan
dalam pertimbangan judec factie, tidak ada satupun fakta hukum
yang dapat membuktikan bahwa Terdakwa menganggap bahwa
seolah-olah Penyelenggara Negara atau kas umum mempunyai
utang kepadanya, namun fakta yang terbukti Terdakwalah yang
mempunyai dan telah mengakui mempunyai utang kepada kas
umum, bukan sebaliknya sebagaimana pertimbangan majelis
Hakim Pengadilan Negeri Wates No. 78/Pid.B/2008/PN.Wt
pada hal 48, sehingga pertimbangan judec faktie tersebut haruslah
dinyatakan batal, karena unsure seolah-olah pegawai negeri atau
penyelenggara Negara lain atau kas umum tersebut mempunyai
utang kepadanya, padahal diketahuinya bahwa hal tersebut
bukan merupakan hutang “ tidak terpenuhi.

14.Bahwa dalam pertimbangan Judec Factie ( vide. Hal. 46Putusan


Pengadilan Negeri Wates no. 78/ Pid.B/2008/PN.Wt ) judec factie
mendasarkan kerugian negara dari hasil temuan tim Monitoring Kantor
Bawasda, yang menemukan sampai dengan tanggal 6 Agustus 2007
yang telah dipinjam dan belum dikembalikan ke kas desa Garongan
sejumlah Rp. 6.873.122,00 ( enam juta delapan ratus tujupuluh tiga
seratus duapuluh dua rupiah).

Bahwa di dalam UUD 1945 pasal 23 E ayat (1) Jo UU No. 17 Tahun


2003 Tentang Keuangan Negara menyatakan Lembaga yang
berwenang untuk melakukan audit atau pemeriksaan terhadap
keuangan dan kekayaan negara adalah Badan Pemeriksa
Keuangan (BPK), dalam Undang-Undang tersebut dengan tegas
dikatakan, hanya satu badan yang bebas dan mandiri untuk
melakukan pemeriksaan keuangan dan kekayaan Negara, sehingga
Kerugian Negara yang dimaksud oleh Judec factie dalam perkara ini
bukan merupakan hasil penghitungan kerugian Negara yang dilakukan
oleh lembaga yang berwenang untuk itu. Sehingga dengan demikian

11
tentang nilai Kerugian Negara dan penghitungan kerugian Negara yang
disebutkan oleh judec factie dalam pertimbanganya dalam perkara ini
adalah tidak memiliki nilai hukum dan kekuatan hukum.

PERMOHONAN

Bahwa atas pertimbangan dan dalil-dalil yang kami kemukakan dalam Memory
Kasasi ini, mohon kepada Ketua Mahkamah Agung Republik Indonesia untuk
berkenan menerima Permohonan Kasasi dan Memory Kasasi yang kami ajukan
dan kemudian memutuskan Permohonan Kasasi ini dengan putusan sebagai
berikut :

7. Menerima Permohonan Kasasi dari Pemohon Kasasi untuk


seluruhnya;

8. Membatalkan Putusan Pengadilan Tinggi Yogyakarta No. :


59/PID/2009/PTY tanggal 16 November 2009;

9. Memeriksa dan mengadili sendiri perkara tersebut;

10. Menyatakan Terdakwa tidak terbukti melakukan tindak pidana


korupsi secara berlanjut;

11. Melepaskan Terdakwa dari segala tuntutan pidana;

12. Membebankan biaya perkara ini kepada Negara.

Demikian Memori Kasasi ini kami buat untuk kepentingan Permohon Kasasi,
atas perhatian dan perkenannya kami ucapkan banyak terima kasih.

FIAT JUSTITIA RUAT COULUM


Yogyakarta, 17 September 2010
Kuasa Hukum TERMOHON KASASI

APRILLIA SUPALIYANTO MS, SH.

ARYA W. KUSUMAH, SH.

AHANG PRADATA R., SH.

SITI MUALIMAH, SH.

13