P. 1
AR ELNUSA 09

AR ELNUSA 09

|Views: 1,292|Likes:
Dipublikasikan oleh airfanz7

More info:

Published by: airfanz7 on Mar 28, 2011
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/02/2013

pdf

text

original

2009

Laporan Tahunan
Annual Report 2009
Laporan Tahunan
Annual Report
PT Elnusa Tbk
Jl. TB Simatupang Kav. 1B
Jakarta 12560
INDONESIA
Tel :+62 21 7883 9850
Direct : +62 21 7888 6410
Fax : +62 21 7883 0830
e-mail : korporat@elnusa.co.id
www.elnusa.co.id
2
0
0
9

L
a
p
o
r
a
n
T
a
h
u
n
a
n

A
n
n
u
a
l
R
e
p
o
r
t
C
r
e
a
t
i
n
g

H
i
g
h
e
r

P
e
r
f
o
r
m
a
n
c
e
T
h
r
o
u
g
h

S
t
r
a
t
e
g
i
c

F
o
c
u
s
P
T

E
l
n
u
s
a
T
b
k
Creating Higher Performance
Through Strategic Focus
Clean - Respectful - Synergy
PT Elnusa Tbk
Printed by Using Enviromental Friendly Materials
Laporan Tahunan Elnusa 2009
2009: Tahun Pertumbuhan
Kinerja Berkelanjutan
2009: The Year of Sustainable Growth
Permintaan jasa hulu migas yang terus meningkat telah memacu
pertumbuhan bisnis jasa inti Perseroan. Sebagai satu-satunya
perusahaan nasional dibidang jasa hulu migas terintegrasi, Elnusa
mampu mewujudkan pertumbuhan kinerja usaha yang meyakinkan.
Melalui keunggulan kompetitifnya dengan
kemampuan menyediakan solusi total bagi para pelanggan,
di tahun 2009 Perseroan berhasil mencatatkan
peningkatan penjualan bersih sebesar 44%
menjadi Rp3,66 triliun dan pertumbuhan laba bersih
yang melonjak sebesar 249% menjadi Rp466,23 miliar.
2009 Elnusa Annual Report
Penjualan
Bersih
Tumbuh 44%
menjadi
Rp3,66 triliun
Laba Bersih
Tumbuh 249%
menjadi
Rp466,23 miliar
The ever increasing demand in oil and natural gas
upstream services has spurred the growth of core
service business of the Company. As a single national
integrated upstream oil and gas services company,
Elnusa is well poised to carry out an encouraging
growth in operational performance.
Through its competitive advantage with the capability
of providing total solution to the customers, in 2009 the
Company was able to record net sales growth of 44%
into Rp3.66 trillion and net income growth that soared
by 249% into Rp466.23 billion.
Pengakuan
Kompetensi
Semakin dipercaya
para pelanggan
terkemuka di lingkup
nasional maupun
regional dengan
perolehan kontrak-
kontrak baru
Net Sales
Growth 44% into
Rp3.66 trillion
Net Income
Soared by 249% into
Rp466.23 billion
Trusted competence
Increasingly trusted by
leading customers to gain
new contracts agreements
in the domestic and regional
market
Elnusa Laporan Tahunan 2009
Strategi layanan jasa hulu migas
terintegrasi (One-Stop-Service)
yang mampu menyediakan
solusi total merupakan faktor
kunci peningkatan kinerja
sekaligus menempatkan
Elnusa pada posisi terdepan
dalam industri jasa hulu migas
terintegrasi di Indonesia.
Keunggulan tersebut didukung
oleh keahlian sumber daya dan
pengalaman yang ekstensif
dalam bidang QHSE, kualitas
produk maupun ketepatan
delivery dalam memenuhi
standar internasional, yang
menjadi prasyarat utama dalam
industri jasa hulu migas di dunia.
The integrated upstream oil and gas services
strategy (One-Stop-Service), which enables the
provision of total solution is the key factor in
performance improvement as well as positions
Elnusa as the avant-garde in the integrated
upstream oil and gas industry in Indonesia.
The advantage is supported by expertise of
resources and extensive experience in QHSE
aspect, product quality and timely delivery
in fulflling the international standard, which
become the primary requirements in global
oil and gas upstream services industry.
Elnusa 2009 Annual Report
Komitmen Kami dalam
Mengimplementasikan
Langkah Strategis Guna
Mewujudkan Peningkatan
Nilai Perusahaan
Fokus pada layanan jasa hulu
migas terintegrasi yang didukung
oleh peningkatan kompetensi,
pengembangan keahlian dan
teknologi, perluasan pangsa pasar,
penerapan sistem manajemen
risiko terpadu, optimalisasi
manajemen aset operasional,
pengembangan aliansi strategis,
peningkatan kompetensi
sumber daya manusia dan secara
konsisten mengimplementasikan
tata kelola dan komitmen pada
standar keselamatan kerja.
Our Commitment in
Implementing the Strategic
Steps to Deliver Value
Creation of the Company
Focusing on integrated oil and gas upstream services
which are supported by competence enhancement,
expertise and technological development, market
share expansion, integrated risk management system,
optimalization of asset utilization management,
strategic alliance development, human reesources
competence development as well as consistent
implementation of good governance and
commitment to the occupational safety standards.
Eteng A. Salam Direktur Utama
President Director
Elnusa Laporan Tahunan 2009
Daftar Isi
Table of Contents
IKHTISAR UTAMA
HIGHLIGHTS
6 Ikhtisar Keuangan Financial Highlights
7 Ikhtisar Operasional Operational Higlights
8 Peta Operasi Operational Map
10 Peristiwa Penting 2009 Signifcant Events 2009
12 Sertifkasi dan Award 2009 Certifcation and Award 2009
14 Ringkasan Aksi Korporasi 2009 Summary of Corporate Action 2009
17 Ikhtisar Kinerja Saham Stock Performance Overview
22 Kebijakan Dividen Dividen Policy
INFORMASI
PERSEROAN
COMPANY
INFORMATION
24 Data Perseroan Company Information
25 Sejarah Perseroan Company History
27 Bidang Usaha Line of Business
31 Visi dan Misi Vision and Mission
32 Strategi Jangka Panjang Long Term Strategy
33 Struktur Kepemilikan Perseroan, Anak Perusahaan dan Afliasi
Shareholding Structure of the Company, Subsidiaries & Affliates
34 Anak Perusahaan Subsidiaries
35 Perusahaan Afliasi Affliates
36 Komposisi Pemegang Saham Composition of Shareholders
37 Struktur Organisasi Organization Structure
LAPORAN
MANAJEMEN
MANAGEMENT
REPORTS
38 Laporan Komisaris Utama Report from President Commissioner
46 Laporan Direktur Utama Report from President Director
55 Tanggung Jawab Laporan Tahunan 2009 Responsibility of Annual Report 2009
LAPORAN
TATA KELOLA
PERUSAHAAN
CORPORATE
GOVERNANCE
REPORT
57 Prinsip Dasar Basic Principles
58 Penerapan GCG di Perseroan GCG Impelementation in the Company
61 Rapat Umum Pemegang Saham Annual Shareholders Meeting
62 Tugas dan Tanggung Jawab Dewan Komisaris Tasks and Responsibilities of
the Board of Commissionners
63 Frekuensi Rapat dan Tingkat Kehadiran Anggota Dewan Komisaris
Meeting Frequency and level of Attendance of BoC Members
63 Tugas dan Tanggung Jawab Direksi Tasks and Responsibilities of
the Board of Directors
64 Frekuensi Rapat dan Tingkat Kehadiran Anggota Direksi
Meeting Frequency and level of Attendance of BoD Members
65 Program Pelatihan Anggota Direksi BoD Training Program
65 Laporan Komite Audit Audit Committee’s Report
Elnusa 2009 Annual Report
Laporan Tahunan 2009 ini kami rancang secara khusus
agar pembaca dapat memahami lebih baik lagi tentang
perkembangan usaha kami.
This 2009 Annual Report has been designed in such a way
for the readers to have a better understanding on our
business progress.
68 Laporan Komite Nominasi & Remunerasi
Nomination & Remuneration Committee’s Report
72 Remunerasi Dewan Komisaris dan Direksi Remunerations for BoC & BoD
73 Auditor Independen Independent Auditor
73 Biro Admnistrasi Efek Stock Administration Bureau
74 Sekretaris Perusahaan Corporate Secretary
87 Kebijakan dan Prosedur Perseroan Corporate Policy and Procedure
89 Pengendalian Risiko Perusahaan Corporate Risk Management
95 Pengawasan dan Pengendalian Internal Internal Control
97 Perkara Hukum Perseroan Corporate Legal Cases
97 Media Penyebaran Informasi Information Distribution Media
ANALISIS DAN
PEMBAHASAN
MANAJEMEN
MANAGEMENT’S
DISCUSSION AND
ANALYSIS
98 Kondisi Makroekonomi Nasional 2009 National Macroeconomics
Condition 2009
100 Prospek Perekonomian 2010 2010 Economic Prospects
101 Tinjauan Umum - Industri Hulu Migas Indonesia 2009
General Overview - Indonesian Upstream Oil & Gas Services Industry 2009
106 Pembahasan atas Kinerja Bisnis Business Performance Analysis
128 Pembahasan Atas Kinerja Keuangan Financial Performance Analysis
LAPORAN
KEBERLANJUTAN
SUSTAINABILITY
REPORT
148 Laporan Sumber Daya Manusia Human Resources Report
160 Laporan Tanggung Jawan Sosial Perusahaan
Corporate Social Responsibility Report
168 Laporan K3LL Health Safety & Environment Report
INFORMASI
TAMBAHAN
ADDITIONAL
INFORMATION
176 Profl Dewan Komisaris Profle of The Board of Commissionners
181 Profl Direksi Profle of The Board of Directors
186 Profl Komite Audit Profle of Audit Committee
188 Profl Komite Nominasi & Remunerasi
Profle of Nomination & Remuneration Committee
190 Profl Sekretaris Perusahaan Profle of Corporate Secretary
191 Profl Direktur Utama Anak Perusahaan
Profle of The Subsidiaries President Directors
197 Jaringan Perseroan Offce Network
198 Referensi Terhadap Ketentuan Bapepam-LK mengenai Format
Laporan Tahunan Reference to the Bapepam-LK Regulation on
the Annual Report Format
211 Laporan Keuangan Konsolidasi Consolidated Financial statement
Elnusa Laporan Tahunan 2009
Ikhtisar Utama Highlights
6
Ikhtisar Keuangan
Financial Highlights
Dalam jutaan Rupiah,
kecuali disebutkan lain
In milions Rupiah,
unless otherwise stated
URAIAN 2005* 2006* 2007* 2008* 2009 DESCRIPTION
LAPORAN LABA RUGI STATEMENTS OF INCOME
Pendapatan Usaha 1.296.372 1.877.981 2.103.690 2.543.193 3.662.331 Operating Revenues
Laba Kotor 277.896 348.637 398.745 394.874 543.028 Gross Proft
Laba Usaha 77.547 115.331 144.354 180.387 276.287 Income from Operations
Depresiasi 88.254 89.310 121.016 150.688 203.311 Depreciation
EBITDA 165.801 204.641 265.370 331.075 479.598 EBITDA
Beban Keuangan 23.595 38.732 42.392 58.987 92.958 Financing Cost
Laba Bersih 58.615 83.033 100.140 133.722 466.233 Net Income
Jumlah Saham Beredar
(ribu lembar)
5.838.500 5.838.500 5.838.500 7.298.500 7.298.500
Number of Shares Issued
(thousand shares)
Laba Bersih per Saham (Rp) 10 14 17 19 65 Net Income per Share (Rp)
NERACA BALANCE SHEETS
Aktiva Lancar 652.741 835.284 994.492 1.619.482 2.548.026 Current Assets
Aktiva Tetap - bersih 633.516 702.095 836.185 1.294.400 1.413.322 Property & Equipment - net
Total Aktiva 1.548.293 1.808.610 2.159.405 3.317.816 4.210.421 Total Assets
Kewajiban Lancar 595.022 736.231 918.095 1.163.382 1.661.190 Current Liabilities
Kewajiban Tidak Lancar 128.273 178.588 277.169 522.342 624.978 Non - Current Liabilities
Total Kewajiban 723.295 914.819 1.195.264 1.685.724 2.286.168 Total Liabilities
Interest Bearing Debt 267.722 296.762 591.871 917.461 980.193 Interest Bearing Debt
Ekuitas 809.063 879.408 948.901 1.613.833 1.909.678 Equity
Modal Kerja - bersih 57.719 99.053 76.397 456.100 886.836 Working Capital - net
Pengeluaran Modal 90.544 92.438 156.916 577.558 241.046 Capital Expenditure
LAPORAN ARUS KAS STATEMENTS OF CASH FLOWS
Arus Kas Bersih dari Operasi 24.373 78.849 (142.145) 35.972 288.389 Net Cash from Operating Activities
Arus Kas Bersih untuk Investasi (68.526) (29.307) (126.713) (549.049) 320.030 Net Cash used in Investments
Arus Kas Bersih dari Pendanaan 72.372 12.038 218.748 807.249 114.663 Net Cash from Financing Activities
RASIO KEUANGAN FINANCIAL RATIO
Margin Laba Operasi 6% 6% 7% 7% 8% Operating Proft Margin
Margin Laba Bersih 5% 4% 5% 5% 13% Net Proft Margin
Margin EBITDA 13% 11% 13% 13% 13% EBITDA Margin
Rasio Lancar 110% 113% 108% 139% 153% Current Ratio
Perputaran Total Aset 84% 104% 97% 77% 87% Total Asset Turnover
Imbal Hasil Investasi 4% 5% 5% 4% 11% Return on Investment
Imbal Hasil Ekuitas 7% 9% 11% 8% 24% Return on Equity
Hutang/Ekuitas 0,33 0,34 0,62 0,57 0,51 Debt to Equity
Hutang/Total Aset 0,17 0,16 0,27 0,28 0,23 Debt to Total Asset
Hutang/EBITDA 1,61 1,45 2,23 2,77 2,04 Debt to EBITDA
EBITDA/Beban Bunga 7,03 5,28 6,26 5,61 5,16 EBITDA to interest expense
Total Kewajiban/Ekuitas 0,89 1,04 1,26 1,04 1,20 Total Liabilities to Equity
Total Kewajiban/Aset 0,47 0,51 0,55 0,51 0,54 Total Liabilities to Assets
*Disajikan kembali
*Restated
Elnusa 2009 Annual Report
Ikhtisar Utama Highlights 7
Ikhtisar Operasional (Dalam ribuan Rupiah)
Operational Highlight (In thousand Rupiah)
PENDAPATAN USAHA
Dalam miliar Rupiah
Operating Revenues
In billion Rupiah
LABA USAHA
Dalam miliar Rupiah
Operating Income
In billion Rupiah
LABA BERSIH
Dalam miliar Rupiah
Net Income
In billion Rupiah
JUMLAH AKTIVA
Total Assets
Dalam miliar Rupiah
In billion Rupiah
JUMLAH EKUITAS
Total Equity
Dalam miliar Rupiah
In billion Rupiah
JUMLAH KEWAJIBAN
Total Liabilities
Dalam miliar Rupiah
In billion Rupiah
05 06 07 08 09
2
.
5
4
4
3
.
6
6
2
2
.
1
0
4
1
.
8
7
8
1
.
2
9
6
05 06 07 08 09
2
7
6
1
8
0
1
4
4
1
1
5
7
7
05 06 07 08 09
4
6
6
1
3
4
1
0
0
8
3
5
9
05 06 07 08 09
4
.
2
1
0
3
.
3
1
7
2
.
1
5
9
1
.
8
0
8
1
.
5
4
8
05 06 07 08 09
2
.
2
8
6
1
.
6
8
6
1
.
1
9
5
9
1
5
7
2
3
05 06 07 08 09
1
.
9
0
9
1
.
6
1
3
9
4
8
8
7
9
8
0
9
Jasa Hulu Migas Terintegrasi
Integrated Upstream Oil & Gas Services
Jasa Hilir Migas
Downstream Oil & Gas Services
Jasa Penunjang Hulu Migas
Supporting Upstream Oil & Gas Services
2005 2006 2007 2008 2009
6
9
0
.
5
7
2
8
6
2
.
8
1
0
62%
9%
29%
Operating Revenue
Contribution 2009
Elnusa Laporan Tahunan 2009
8
Peta Operasi
Operational Map
Oi l fi el d Ser vi ces
Geosci ence Ser vi ces
Dri l l i ng Ser vi ces
Ikhtisar Utama Highlights
Elnusa Laporan Tahunan 2009
Elnusa 2009 Annual Report
9 Ikhtisar Utama Highlights
Elnusa 2009 Annual Report
Elnusa Laporan Tahunan 2009
30
Perseroan
melalui Divisi
Geoscience Services
mendapatkan
proyek 2D land
seismic di Suban
Siarak dan South
Bernai Benuang di
wilayah Sumatera
Selatan.
January 30, 2009
The Company through
its Geoscience
Services Division won
a 2D land seismic
project in Suban
Siarak and South
Bernai Benuang in
South Sumatera.
Januari
January
Februari
February
Maret
March
April
April
Mei
May
6
Perseroan tercatat
tepat 1 Tahun sebagai
Perusahaan Publik.
February 6, 2009
The Company
completed its frst year
as a Publicly Listed
Company.
12
Perseroan melalui
Divisi Drilling Services
telah menyelesaikan
proyek Integrated
Drilling Services
untuk Geothermal
di Kamojang, Jawa
Barat.
Februari 12, 2009
The Company through
its Drilling Services
Division completed the
Integrated Drilling
Services for Geothermal
project in Kamojang,
West Java.
25
Perseroan
melalui Divisi
Geoscience Services
mendapatkan proyek
seismik darat (land
seismic) 2D di area
Randugunting, Blora,
Jawa Tengah.
February 25, 2009
The Company through
its Geoscience Services
Division won a land
seismic project in
Randugunting, Blora,
Central Java.
Peristiwa Penting 2009
Signifcant Event 2009
Juni
June
2
Perseroan
melalui Divisi
Geoscience Services
mendapatkan
proyek land
seismic 3D di area
Rengasdengklok.
March 2, 2009
The Company through
its Geoscience
Services Division
won a 3D land
seismic project in the
Rengasdengklok area.
11
Modular Rig Super
Modern berkapasitas
1600 HP tiba di lokasi
proyek pemboran di
Kalimantan Timur.
April 11, 2009
a Super Modern
Modular Rig with1600
HP-capacity arrived at
the drilling project
site in East Kalimantan.
5
Perseroan berpartisipasi
dalam eksebisi Indonesia
Petroleum Association
(IPA).
May 5, 2009
The Company took
part in the Indonesia
Petroleum Association
(IPA) exhibition.
7
Perseroan melalui
divisi Geosience
Services mendapatkan
penghargaan QHSE dari
Nation/Loon Brunei
untuk proyek 3D Land
Seismic di wilayah Tutong
Brunei Darussalam.
May 7, 2009
The Company through
its Geosience Services
division won a QHSE
award from Nation/
Loon Brunei for the 3D
Land Seismic project
in Tutong, Brunei
Darussalam.
22
Perseroan melalui
divisi Oilfeld Services
mendapatkan proyek
penyisipan pipa gas
sejauh 20 km di Sumatera
Selatan.
May 22, 2009
The Company through
its Oilfeld Services
division won a 20-km
gas pipe insertion
project in South
Sumatera.
3
Perseroan mendapatkan
sertifkasi OHSAS 18001
dari PT SGS untuk masa
3 tahun.
June 3, 2009
The Company earned
an OHSAS 18001
certifcate from PT SGS
for a 3-year period.
30
Perseroan melakukan
"Rearranging Business
Portfolio" dengan
melepas 49% saham
Elnusa di Infomedia
Nusantara.
June 30, 2009
The Company
conducted a "Business
Portofolio Rearranging"
by divesting 49% of
Elnusa's shares in
Infomedia Nusantara.
10
11 April
Ikhtisar Utama Highlights
Elnusa 2009 Annual Report
November
Nopember
Desember
December
Juli
July
Agustus
August
September
September
Oktober
October
26
Perseroan, berhasil
meraih peringkat
kedua (Perak) untuk
penghargaan Adhicipta
Karya Perusahaan yang
diselenggarakan oleh
Perkumpulan Insinyur
Indonesia (PII) dalam
rangka Ulang Tahun PII
ke 57.
July 26, 2009
The Company, earned
a second place (Silver)
for the Adhicipta
Karya Perusahaan
award held by
the Indonesian
Association of
Engineers (PII) to
commemorate PII's
57th anniversary.
5
Kunjungan tim eksekutif
dari Sudapet Ltd Sudan
(perusahaan migas) dan
Pertamina Hulu Energu
dilanjutkan dengan
melakukan tour ke divisi
Elnusa Geoscience.
August 5, 2009
a visit by the executive
team of Sudapet Ltd
Sudan (an oil and gas
company) and Pertamina
Hulu Energi was followed
by a tour to the Elnusa
Geoscience division.
9
Perseroan memperoleh
ISO 9001:2008 untuk
masa 3 (tiga) tahun
mencakup aktivitas
Geoscience, Drilling dan
Oilfeld.
August 12, 2009
The Company earned ISO
9001:2008 for a three (3)-
year period which covered
Geoscience, Drilling and
Oilfeld operations.
26
Kunjungan Menteri
ESDM Bapak Purnomo
Yusgiantoro ke Anak
Perusahaan PT Patra
Nusa Data (PND) dan
PT Sigma Cipta Usaha
(SCU).
August 26, 2009 A visit by
the Energy and Mineral
Resource Minister Mr.
Purnomo Yusgiantoro
to Subsidiaries PT Patra
Nusa Data (PND) and
PT Sigma Cipta Usaha (SCU).
1
Perseroan melalui
Divisi Geoscience
Services memperoleh
proyek seismik darat
(land seismic) di area
Suko Propinsi Jambi.
September 1, 2009
The Company through
its Geoscience Services
Division won a seismic
project in Jambi
Province's Suko area.
9
Perseroan
merayakan hari
jadinya yang ke 40
Tahun dengan
mengeluarkan tema
"New Paradigm
for Excellence
Performance",
dimana Perseroan
berharap dapat
berfokus pada
Jasa Hulu Migas
terintegrasi.
September 9, 2009
The Company
celebrated its 40th
anniversary by
publishing the theme
"New Paradigm
for Excellence
Performance", in
which the Company
expected to focus on
integrated Oil and Gas
Upstream Services.
21
Perseroan melalui
Divisi Geoscience
Services memperoleh
proyek seismik darat
(land seismic) 2D
untuk area Jambi
Selatan.
October 21, 2009
The Company through
its Geoscience Services
Division won a 2D land
seismic project for the
South Jambi area.
11
Divisi Oilfeld Services
mendapatkan
penghargaan
pemenuhan standard
HSE dari PT Medco
E&P Indonesia.
November 11, 2009
Oilfeld Services
Division won an award
for HSE standards
compliance from
PT Medco E&P Indonesia
22
Pemboran titik
pertama program Air
Bersih pasca gempa
Padang di Sumatera
Barat.
November 22, 2009
Drilling of the frst spot
for the Clean Water
program following the
earthquake in Padang,
West Sumatera.
3
Perseroan berpartisipasi
dalam Investor Summit
bersamaan dengan
pelaksanaan Public Expose.
December 3, 2009
The Company took part in
the Investor Summit which
coincided with thePublic
Expose proceedings.
10
Divisi Oilfeld Services
mendapatkan
penghargaan sebagai
mitra kerja terbaik dari
Pertamina EP Region Jawa.
December 10, 2009
Oilfeld Services Division
won an award for best
working partner from
Pertamina's Java Region EP.
23
Perseroan meraih
penghargaan dalam
ajang Good Corporate
Governance Award yang
diselenggarakan oleh
The Indonesian Institute
for Corporate Governance
(IICG) dan majalah SWA
Sembada untuk Kategori
"Perusahaan Kelengkapan
Dokumen Terbaik" dan
Penghargaan untuk Kategori
"Perusahaan Terpercaya"
dengan skor 81,74, dan
termasuk dalam The Best
Top Ten kategori Emiten.
11
07
26 Juli
07 5 Mei
30 Juni
12 Februari
5 Agustus
22 November
3 Desember
26 Agustus
23
December 23, 2009
The Company won
an award at the Good
Corporate Governance
Award held by The
Indonesian Institute for
Corporate Governance
(IICG) and SWA Sembada
magazinefor the "Company
with Most Complate
Documents" Category
and for the "Most Trusted
Company" Category with
a score of 81,74, and was
ranked among the The Best
Top Ten for the Issuer category.
Desember
December
26 Juli
9 September
Ikhtisar Utama Highlights
Laporan Tahunan Elnusa 2009
12
Sertifkasi dan Penghargaan 2009
Certifcation and Awards 2009
01
02
03
04
25 Maret 2009
Anak Perusahaan
Perseroan yaitu
PT Sigma Cipta
Utama memperoleh
penghargaan dari
Exxon Mobil dalam
acara Global Contractor
Safety Forum di Kuala
Lumpur Malaysia.
25 March 2009
The Company’s
subsidiary - PT Sigma
Cipta Utama, obtained
award from Exxon Mobil
in the event of Global
Contractor Safety Forum
in Kuala Lumpur, Malaysia.
7 Mei 2009
Perseroan melalui divisi
Geoscience Services
telah memperoleh
pernghargaan safety
award dari Nation
Petroleum (Ltd)
sehubungan dengan
pengerjaan proyek
3D seismic di wilayah
Tutong - Brunei
Darussalam.
7 May 2009
The Company, through
its Geoscience Services
division, obtained
occupational safety award
from Nation Petroleum
(Ltd) in relation to the
3D seismic project
assignment in the area
of Tutong – Brunei
Darussalam.
3 Juni 2009
Perseroan telah
memperoleh
sertifkasi OHSAS
18001 meliputi
pekerjaan-pekerjaan
di Geoscience, Drilling
dan Oilfeld Services.
3 June 2009
The Company
obtained OHSAS
18001certifcation
conveying works in
Geoscience, Drilling
and Oilfeld Services.
28 Juli 2009
Perseroan memperoleh
penghargaan Perak
(Adhicipta Rekayasa)
dalam ajang Persatuan
Insiyur Indonesia (PII)
award.
28 July 2009
The Company won
Silver Award (“Adhicipta
Rekayasa”) in the event
of Indonesian Engineers
Association (PII) Award.
01 02
03 04
05
05
12 Agustus 2009
Perseroan memperoleh
sertifkasi ISO 9001
meliputi pengerjaan di
Geoscience, Drilling dan
Oilfeld Services.
12 August 2009
The Company obtained
ISO 9001 certifcation
conveying works on
Geoscience, Drilling and
Oilfeld Services.
Ikhtisar Utama Highlights
2009 Elnusa Annual Report
13
10 Desember 2009
Perseroan melalui
divisi Oilfeld Services
telah memperoleh
penghargaan
sehubungan dengan
penyediaan jasa migas
dari Pertamina EP.
10 December 2009
The Company, through
its Oilfeld Services,
obtained award in
relation to provition
of oil and gas services
from Pertamina EP.
23 Desember 2009
Perseroan telah
memperoleh
penghargaan dari
panitia the Indonesian
Institute of Corporate
Governance (IICG)
sebagai the Most
Trusted Company dan
Atas Kelengkapan
Dokumen Terbaik.
23 December 2009
The Company obtained
award from the
Indonesian Institute of
Corporate Governance
(IICG) as the Most Trusted
Company, as well as on
its Best Documentation
Completeness.
08 09
06
07
08
09
11 November 2009
Perseroan melalui
divisi Oilfeld Services
telah memperoleh
penghargaan
keselamatan kerja dari
Medco E&P Indonesia.
11 November 2009
The Company, through
its Oilfeld Services
(OFS) division obtained
Occupational Safety
award from Medco E&P
Indonesia.
06 07
18 Agustus 2009
Perseroan melalui
anak perusahaannya
PT Sigma Cipta Utama
(SCU) telah memperoleh
pengesahan dari
Pemerintah Kabupaten
Tangerang sehubungan
dengan Keselamatan
dan Kesehatan Kerja.
18 August 2009
The Company, through
its subsidiary – PT Sigma
Cipta Utama (SCU),
obtained endorsement
from the Government of
Tangerang Regency for its
Occupational Safety and
Health performance.
Ikhtisar Utama Highlights
Elnusa Laporan Tahunan 2009
14
Ringkasan Aksi Korporasi 2009
Summary of Corporate Action 2009
Sejalan dengan strategi usaha jangka panjang Perseroan
untuk fokus pada jasa hulu migas terintegrasi dan melakukan
pengembangan bisnis yang lebih bersinergi dengan bisnis
utama serta dalam rangka meningkatkan nilai perusahaan dimata
para Pemegang Saham, maka selama tahun 2009 Perseroan telah
melakukan beberapa tindakan Korporasi sebagai berikut :
A. DIVESTASI KEPEMILIKAN SAHAM PERSEROAN
Perseroan berupaya terus untuk melakukan pembenahan
struktur korporasi yang mendukung pertumbuhan tinggi
Perseroan kedepan. Setelah melakukan penggabungan usaha
(merger) beberapa Anak Perusahaan baik kedalam Perseroan
selaku perusahaan induk (holding company) maupun kedalam
Anak Perusahaan lainnya pada akhir tahun 2007, maka
selanjutnya ditahun 2009 Perseroan melanjutkan program
“rearranging business portfolio” dengan melakukan divestasi 2
(dua) Perusahaan Afliasi, yaitu :
1. PT Infomedia Nusantara (IMN)
• IMN adalah Perusahaan Afliasi Perseroan yang bergerak
pada jasa layanan direktori telepon, contact center dan
content, dimana Perseroan memiliki 49% dari seluruh
saham yang telah ditempatkan dan disetor penuh di
perusahaan tersebut. 51% saham lainnya dimiliki oleh
PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk (Telkom).
• Perseroan menjual seluruh kepemilikan sahamnya di
IMN (49%) yang berjumlah 205.800.000 lembar saham
(termasuk didalamnya adalah 166.600.000 lembar saham
dari peningkatan modal dasar, modal ditempatkan
dan modal disetor dalam IMN) dengan nilai nominal
Rp500 per saham. Total nilai transaksi adalah sebesar
Rp598.000.000.000
• Penjualan dilakukan kepada PT Multimedia Nusantara
(Metra), yaitu salah satu anak perusahaan Telkom yang
memiliki kegiatan usaha jasa penyiaran televisi swasta
sistem berlangganan dan multimedia.
• Tujuan dan manfaat dilakukannya transaksi adalah
disamping untuk lebih fokus pada industri migas yang
49%
Disvestasi 49% kepemilikan saham
Perseroan di PT Infomedia Nusantara
49% Divestment of Company’s share
ownership on PT Infomedia Nusantara
49%
Disvestasi 49% kepemilikan saham
Perseroan di PT Jabar Energi
49% Divestment of Company’s share ownership
on PT Jabar Energi
In line with the Corporate long-term business strategy to
focus on integrated oil and gas upstream services and carry
out business development that is more synergized with the
core business and to promote corporate values in the eyes
of the Shareholders, throughout 2009 the Company has
undertaken a number of Corporate actions as follows:
A. DIVESTMENT Of THE COMPANY SHARE HOLDING
The corporati on makes a conti nuous ef for t for
corporate restructuri ng that suppor ts the Company’s
hi gh growth i n the f uture. Af ter mergi ng a number of
Subsi di ari es ei ther i nto the Company as the hol di ng
company or i nto another Subsi di ar y i n l ate 2007, i n
2009 the Company subsequentl y conti nued wi th the
“rearrangi ng busi ness por tfol i o” program by di vesti ng
two ( 2) Af f i l i ated Compani es:
1. PT Infomedia Nusantara (IMN)
• IMN was a Corporate Afliate Company engaged
in telephone directory, contact center and content
service, in which the Company owned 49% of the entire
subscribed and fully paid up shares at the company. The
51% remaining shares were owned by PT Telekomunikasi
Indonesia (Persero) Tbk (Telkom).
• The Company sold its entire share ownership at
IMN (49%) at a total of 205,800,000 shares (included
166.600.000 shares from the increase of capital stock,
deposit and paid-up capital in IMN) with a nominal
value of Rp500. per share. Total transaction value is
Rp598,000,000,000.
• The sale was made to PT Multimedia Nusantara (Metra),
a subsidiary of Telkom which had a subscription-based
private television broadcast and multimedia service
business activity.
• The objective and beneft of the transaction were, apart
from to focus more on the oil and gas industry run by the
Ikhtisar Utama Highlights
Elnusa 2009 Annual Report
15
dijalankan Perseroan yang telah memiliki keunggulan
kompetitif dan lebih fokus pada pengembangan core
business Perseroan yang sesuai dengan visi dan misi
Perseroan, divestasi IMN juga bertujuan untuk mendapatkan
tambahan dana dalam rangka meningkatkan porsi ekuitas
dari investasi yang dilakukan untuk aktiftas jasa hulu migas
terintegrasi maupun pengelolaan lapangan migas.
• Karenanya, dana yang diperoleh Perseroan dari hasil
penjualan tersebut direncanakan untuk dipergunakan
dalam mewujudkan proyek-proyek yang fokus pada
kompetensi Perseroan dan memperkuat kompetensi inti:
• sekitar 35%, akan digunakan untuk memperkuat
kompetensi inti di jasa hulu migas terintegrasi meliputi
Geoscience Services, Drilling Services dan Oilfeld Services;
• sekitar 50% akan digunakan untuk investasi asset based
di blok migas maupun asset based lainnya;
• sekitar 10% akan digunakan untuk peningkatan modal
kerja untuk mendanai proyek-proyek perseroan yang
bersifat jangka pendek dan menengah;
• sekitar 5% akan digunakan untuk memperkuat
kapabilitas Anak Perusahaan yang mendukung
kompetensi inti Perseroan.
• Berdasarkan Peraturan Bapepam-LK No. IX.E.1 dan IX.E.2,
divestasi tersebut merupakan Transaksi Afliasi dan Material
bagi Perseroan, sehingga proses divestasi dilakukan
menurut peraturan tersebut diatas, dengan kronologi
sebagai berikut :
• Penilaian atas kisaran harga pasar wajar dan nilai
transaksi dilakukan oleh penilai independen yaitu
Martokoesoemo, Prasetyo dan Rekan (MPR). Dalam
Laporan Opini Kewajaran, dinyatakan bahwa transaksi
tersebut adalah Wajar.
• Keterbukaan Informasi mengenai informasi ringkas
rencana transaksi, diumumkan melalui surat kabar
pada tanggal 2 Juni 2009.
Perseroan konsisten untuk terus melanjutkan strategi
fokus pada jasa hulu migas terintegrasi, diantaranya
dengan melakukan program “rearranging business
portfolio” yakni divestasi non core bisnis.
The Company has consistently conducted the continuation of focus
strategy on integrated oil and gas upstream services, which among
others by implementing “rearranging business portfolio” program,
specifcally divestment of non-core business.
Company which already had a competitive advantage
and to focus more on developing the Company’s core
business in line with the Corporate vision and mission,
IMN divestment was also intended to raise additional fund
to increase the equity portion of the investment made for
integrated oil and gas upstream service and oil and gas feld
management activities.
• Therefore, the fund earned by the Company from the
proceeds of the sale was planned to be used in realizing
projects that would focus on the Corporate competence
and strengthen core competence:
• approximately 35% was to be used to strengthen core
competence in integrated oil and gas upstream services
which included Geoscience Services, Drilling Services
and Oilfeld Services;
• approximately 50% would be used for asset-based investment
in oil and gas blocks and other asset-based undertakings;
• approximately 10% would be used to increase working
capital to fund short- and medium-term corporate projects;
• approximately 5% would be used to strengthen the
capability of Subsidiaries that would support the
Company’s core competence.
• Under Bapepam-LK Regulations No. IX.E.1 and IX.E.2,
the divestment constituted an Afliation and Material
Transaction for the Company; as a result, the divestment
process was undertaken in accordance with the above
regulations, with the following timeline:
• Evaluation of the reasonable market price range and
transaction value was performed by the independent
appraiser Martokoesoemo, Prasetyo and Partners
(MPR). In the Fairness Opinion Report, stated that the
transaction is Fair.
• Public disclosure on the brief outline of the planned
transaction was announced on the newspapers on
June 2, 2009.
Ikhtisar Utama Highlights
Elnusa Laporan Tahunan 2009
16
• Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS LB)
persetujuan transaksi dilakukan pada 30 Juni 2009.
• Penandatanganan Perjanjian Jual Beli saham IMN
dilakukan pada tanggal 30 Juni 2009.
2. PT Jabar Energi (JBE)
• JBE adalah Perusahaan Afliasi Perseroan yang didirikan
untuk mengelola potensi Jawa Barat di bidang migas.
Perseroan memiliki 49% dari seluruh saham yang telah
ditempatkan dan disetor penuh di perusahaan tersebut.
• 51% saham lainnya dimiliki oleh PT Jasa Sarana, yaitu salah satu
Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Pemerintah Provinsi Jawa
Barat yang memiliki kegiatan usaha dibidang transportasi,
pengembangan wilayah, telematika dan energi.
• Walaupun JBE mengelola potensi migas, namun masih
belum sejalan dengan visi misi Perseroan karena JBE
sampai saat ini banyak bergerak dibidang infrastruktur dan
EPC (Engineering, Procurement & Construction).
• Perseroan menjual seluruh kepemilikan sahamnya di
JBE (49%) kepada PT Jasa Sarana yang berjumlah 49.000
lembar dengan nilai nominal Rp10.000 per saham dengan
total nilai transaksi sebesar Rp490.000.000.
• Dana yang diperoleh dari hasil divestasi dipergunakan
untuk meningkatkan kapabilitas operasional Perseroan.
• Transaksi penjualan saham ini tidak termasuk sebagai
Transaksi Material maupun Transaksi Afliasi.
B. PEMBAGIAN DIVIDEN INTERIM
• Dalam rangka memaksimumkan nilai Perseroan dimata
pemegang saham dan komitmen Perseroan dalam
memberikan signal positif di pasar serta ditunjang oleh
likuiditas perusahaan, pada akhir tahun 2009 Direksi
dan Dewan Komisaris Perseroan memutuskan untuk
membagikan Dividen Interim Tahun Buku 2009.
• Perhitungan dividen dilakukan berdasarkan Laba Bersih
Perseroan yang diperoleh dalam periode 9 bulan yang
berakhir pada tanggal 30 September 2009 yang tercatat
sebesar Rp492.544.000.000.
• Dividen Interim Tahun Buku 2009 yang dibayarkan
sebesar Rp20. per saham, atau seluruhnya berjumlah
Rp143.975.240.000. Dividen Interim Tahun Buku 2009
ini akan diperhitungkan dalam menetapkan Dividen
fnal dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan
Perseroan untuk Tahun Buku 2009.
• Dividen Interim Tahun Buku 2009 telah dibayarkan
secara tunai kepada seluruh pemegang saham yang
berhak sesuai recording date tanggal 12 Januari 2010
dan dibayarkan pada tanggal 26 januari 2010.
• Extraordinary General Meeting of Shareholders (RUPS LB)
to approve the transaction was held on June 30, 2009.
• Signing of the IMN shares Sale and Purchase Agreement
was conducted on June 30, 2009.
2. PT Jabar Energi (JBE)
• JBE was a Corporate Afliate Company established
to manage the West Java potential in oil and gas. The
corporation owned 49% of the entire subscribed and fully
paid up shares in the company.
• The remaining 51% of the shares were owned by PT Jasa
Sarana, a Region-owned Enterprise (BUMD) of the West Java
Provincial Government which had business operations in
transport, regional development, telematics and energy.
• While JBE managed oil and gas potential, it was not in line
with the Corporate vision and mission since JBE had been
largely engaged in infrastructure and EPC (Engineering,
Procurement & Construction).
• The Company sold its entire share ownership at JBE (49%)
to PT Jasa Sarana at a total of 49,000 shares with a nominal
value of share Rp10,000 per share for a total transaction
value of Rp490,000,000.
• The fund earned from the divestment would be used to
increase the Company’s operational capability.
• This share sale transaction did not constitute a Material
Transaction or Afliate Transaction.
B. INTERIM DIVIDEND DISTRIBUTION
• To maximize the Company’s value in the eyes of
shareholders and the Company’s commitment in giving a
positive signal in the market and supported by corporate
liquidity, in late 2009 the Corporate Board of Directors and
Board of Commissioners decided to distribute Interim
Dividend for the 2009 Accounting Year.
• The dividend was calculated based on the Corporate
Net Profts earned over the nine-month period
ending on September 30, 2009 which was recorded at
Rp492,544,000,000.
• The 2009 Accounting Year Interim Dividend was paid out
at Rp20.- per share, or for a total of Rp143,975,240,000.-
This 2009 Accounting Year Interim Dividend would
be calculated in determining the fnal Dividend in the
Corporate Annual General Meeting of Shareholders for the
2009 Accounting Year.
• The 2009 Accounting Year Interim Dividend had been
paid out in cash to all eligible shareholders according to
the recording date on January 12, 2010 and paid out on
January 26, 2010.
Ikhtisar Utama Highlights
Elnusa 2009 Annual Report
17
Ikhtisar Kinerja Saham
Stock Performance Overview
KINERJA SAHAM
Tahun 2009 merupakan puncak krisis global dimana berbagai
negara mencatatkan pertumbuhan ekonomi negatif. Indonesia
menjadi salah satu dari sedikit negara yang mampu bertahan
ditengah krisis global dengan pertumbuhan ekonomi sebesar
4,2% ditopang oleh kuatnya konsumsi domestik.
Perekonomian Indonesia yang kuat kemudian berimbas pada
kinerja saham-saham di Bursa Efek Indonesia. Indeks Harga
Saham Gabungan (IHSG) yang pada 2009 ditutup pada level
2.534 membukukan gain mencapai 80% dibanding IHSG
pada penutupan tahun 2008, dan menjadi salah satu indeks
berkinerja paling baik di dunia. Sektor pertambangan menjadi
salah satu penopang kinerja IHSG di lantai bursa. Harga
minyak mentah dunia yang secara bertahap menuju kelevel
USD70/barel direspon dengan akumulasi saham-saham
pertambangan oleh investor. Harga saham ELSA selama 2009
terus bergerak keatas dan mencetak gain sebesar 191% selama
setahun. Kinerja ELSA bahkan jauh lebih tinggi (outperformed)
dibanding kinerja IHSG.
KRONOLOGI PENCATATAN SAHAM
STOCK LISTING CHRONOLOGY
Tanggal
Date
Tindakan Korporasi
Corporate Action
Modal Dasar
(Miliar)
Equity
(billion)
Modal Ditempatkan
& Disetor Penuh
(Miliar)
Subscribed & Fully
Paid Up Capital
(billion)
Nilai Nominal Per
Lembar Saham
Nominal Value Per
Stock
Jumlah Saham
Beredar
Total Stocks In
Circulation
Pre Corporate Action
Rp750 Rp583,85 Rp500 1.167.700.000
9 Oktober 2007
Peningkatan Modal Dasar
Equity Increase
Rp2.250 Rp583,85 Rp500 1.167.700.000
9 Oktober 2007
Pemecahan Nilai Nominal Saham
(Stock Split) 1 : 5
1: 5 Stock Split
Rp2.250 Rp583,85 Rp100 5.838.500.000
6 Februari 2008
Initial Public Ofering - IPO 20%
1)
Initial Public Ofering - IPO 20%
1)
Rp2.250 Rp729,85 Rp100 7.298.500.000
13 Oktober 2008
Pembelian Kembali Saham – Buyback
2)
Buyback
2)
Rp2.250 Rp729,85 Rp100 7.298.500.000
Perseroan mengeluarkan dan melepas 20% dari jumlah saham yang beredar setelah stock split, yaitu sebesar 1.460.000.000 lembar saham kepada publik melalui mekanisme IPO dan 1.
mencatatkan sahamnya di bursa efek Indonesia dengan kode perdagangan "ELSA".
Program buyback yang dilakukan dari tanggal 13 Oktober 2008 sampai dengan 12 Januari 2009, telah melakukan pembelian kembali 99.738.000 lembar saham dengan 2.
jumlah dana yang digunakan sebesar Rp14,73 milyar. Saham yang telah dibeli tersebut sampai saat ini masih disimpan sebagai Treasury Stock Perseroan untuk jangka waktu
tidak lebih dari 3 tahun.
The Company issued and divested 20% of the total shares in circulation after the stock split, at 1,460,000,000 shares to the public through the IPO mechanism and list the 1.
shares at Indonesia Stock Excahnge under tick name "ELSA".
The buyback program carried out from October 13, 2008 to January 12, 2009 resulted in the buyback of 99,738,000 shares with a total fund used at Rp14.73 billion. The 2.
bought-back shares are still kept as Corporate Treasury Stock for a time frame of up to three years.
STOCK PERfORMANCE
2009 marked the peak of the global crisis in which countries
posted a negative economic growth. Indonesia was one of
the few countries that managed to survive amidst the global
crisis with an economic growth of 4.2% supported by strong
domestic consumption.
Indonesia’s strong economy went on to make an impact on
the performance of stocks in the Indonesia Stock Exchange.
The Jakarta Composite Index (IHSG) which closed at 2534
in 2009 posted a gain of 80% compared to its 2008 figure,
and was one of the best performing indexes in the world.
The mining sector bolstered IHSG’s performance in the
stock market. Investors responded to the global crude oil
price’s gradual move towards USD70/barrel by accumulating
mining shares. ELSA’s stock price throughout 2009 continued
to move upward and posted a gain of 191% over the year,
even outperforming the IHSG.
Ikhtisar Utama Highlights
Elnusa Laporan Tahunan 2009
ELSA menutup tahun 2009 pada level Rp355. Kisaran harga
selama setahun berada antara Rp114-420. Volume transaksi
rata-rata 44,24 juta lembar per hari. Periode kuartal II-2009
(April-Juni 2009) merupakan periode volume transaksi saham
Perseroan paling tinggi dalam setahun, mencapai 113,55 juta
lembar saham per hari.
Kapitalisasi pasar saham ELSA terus meningkat seiring dengan
menguatnya harga saham di pasar. Kapitaliasi pasar saham
Perseroan pada kuartal I-2009 senilai Rp1,25 triliun dan
mencapai Rp2,56 triliun pada kuartal IV-2009. ELSA banyak
memperoleh perhatian pasar selama periode 2009 atas kinerja
keuangan yang solid, perolehan kontrak-kontrak jasa hulu migas
terintegrasi yang berkelanjutan, aksi korporasi berupa divestasi
anak perusahaan Infomedia Nusantara dan pembagian dividen
interim, hingga rencana pelepasan 37,15% salah satu pemegang
saham Perseroan. Ditopang oleh kinerja fundamental yang kuat,
kapitalisasi pasar ELSA terus meningkat dan berada pada posisi
84 dari 400 lebih emiten yang listing di Bursa Efek Indonesia.
18
2009 Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec 2010
200%
150%
100%
50%
0%
ELSA.JK 315 JKSE 2.483,75
ELSA ended 2009 at Rp355. Its price throughout the year was
in the Rp114-420 range. The average transaction volume was
44.24 million shares per day. The second quarter of 2009 (April-
June 2009) saw the highest Corporate stock transaction volume
for the year, at as high as 113.55 million shares per day.
ELSA stock market capitalization continued to rise with the
strengthening of stock prices in the market. The Corporate stock
market capitalization in the frst quarter of 2009 was Rp1,25
trillion and went as high as Rp2,56 trillion in the fourth quarter
of 2009. ELSA drew a great deal of attention from the market
during 2009 due to its solid fnancial performance, acquisition
of sustainable integrated oil and gas upstream service contracts,
corporate action in the form of subsidiary Infomedia Nusantara
divestment and interim dividend distribution, to the planned
divestment of 37.15% of one of the Corporate shareholders.
Supported by a strong fundamental performance, ELSA’s market
capitalization continued to rise and was ranked at 84 among
more than 400 issuers listed at the Indonesian Stock Exchange.
Ikhtisar Utama Highlights
Elnusa 2009 Annual Report
HARGA SAHAM PER TRIWULAN TAHUN 2008 – 2009
STOCK PRICE PER QUARTER 2008 – 2009
Tertinggi
Highest
(IDR)
Terendah
Lowest
(IDR)
Penutupan
Closing
(IDR)
Volume Rata-Rata Harian
(Lembar)
Daily Average Volume (Shares)
Kapitalisasi Pasar (IDR)
Market Capitalization (IDR)
Kuartal I – 08 550 260 370 75.667.691 2.700.445.000.000 Quarter I – 08
Kuartal II – 08 445 280 345 33.661.802 2.517.982.500.000 Quarter II – 08
Kuartal III – 08 355 150 200 11.102.595 1.459.700.000.000 Quarter III – 08
Kuartal IV – 08 165 106 117 11.004.535 853.924.500.000 Quarter IV – 08
Kuartal I – 09 177 114 174 25.770.720 1.252.584.588.000 Quarter I – 09
Kuartal II – 09 420 172 340 113.552.226 2.447.579.080.000 Quarter II – 09
Kuartal III – 09 385 300 355 23.063.331 2.555.560.510.000 Quarter III – 09
Kuartal IV – 09 360 280 355 12.122.410 2.555.560.510.000 Quarter IV – 09
Tren harga saham yang terus meningkat diiringi juga dengan
meningkatnya likuditas di pasar. ELSA Rekomendasi analis-analis
di pasar atas saham ELSA memberikan keyakinan bagi pelaku
pasar untuk mengoleksi saham ELSA. 88% analis yang meng-
cover saham ELSA memberikan rating “Beli”.
19
Operasi "hydraulic
workover unit" di
laut Jawa.
“Hydraulic workover
unit” operation in the
Java Sea
The steadily rising stock price was also accompanied by
increasing liquidity in the market. Analysts’ recommendations in
the market for ELSA shares gave confdence to market players
to collect ELSA shares. 88% of the analysts who covered ELSA
shares gave a “Buy” rating.
Ikhtisar Utama Highlights
Elnusa Laporan Tahunan 2009
Jan-09
0
Feb-09 Mar-09 Apr-09 Mei-09 Jun-09 Jul-09 Ags-09 Sep-09 Oct-09 Nov-09 Dec-09
50
100
150
200
250
300
350
400
600
500
400
300
200
100
600
450
Harga
Volume (Dalam juta)
Volume (In million)
Volume Volume Harga Price
REKOMENDASI ANALIS
Beli
Netral
Buy
Neutral
88%
13%
Berikut komposisi pemegang saham Perseroan
Per 31 Desember 2009
Pemegang Saham Jumlah Pemegang
Saham
Total Number of
Shareholders
Jumlah Saham
Total Shares
% Kepemilikan
% of Ownership
Shareholder
Kepemilikan Saham 5% atau Lebih Share Ownership Of 5%
Or More
PT Pertamina (Persero) 1 3.000.000.000 41,10 PT Pertamina (Persero)
PT Tri Daya Esta 1 2.711.565.890 37,15 PT Tri Daya Esta
Kepemilikan Saham dibawah 5% Share Ownership Below 5%
Saham Treasury* 1 99.738.000 1,37 Treasury Stock
Dewan Komisaris & Direksi Perseroan 5 8.587.500 0,12 Corporate Board Of
Commissioners And Board
Of Directors
Masyarakat (masing-masing <5%) 10.516 1.478.608.610 20,26 Public (<5% Individually)
Jumlah Total 10.519 7.298.500.000 100,00 Total Number
*Saham Treasury merupakan hasil program pembelian kembali (buy back) yang dilakukan Perseroan pada periode 13 Oktober 2008 - 12 Januari 2009.
Treasury stock has been acquired by the Company during buy back program on 13 October 2008 - 12 January 2009.
20
REKOMENDASI ANALIS
Analysts’ Recommendation
The following is the Corporate shareholder composition
Per 31 December 2009
Ikhtisar Utama Highlights
Elnusa 2009 Annual Report
21
Komposisi kepemilikan saham masing-masing <5% sebagai
berikut:
Jan-09 Mar-09 Jun-09 Sep-09 Des-09
Individu Asing Foreign Individuals
Individual Domestik Domestic Individuals
Reksadana Mutual Fund
Badan Usaha Asing Foreign Business Entities
Dana Pensiun Pension Fund
Perseroan Terbatas Limited Liabilities
Perusahaan Sekuritas Securities Company
Koperasi & Yayasan Cooperative Union & Foundation
Bank & Asuransi Bank & Insurance
Komposisi pemegang saham dibawah 5% per Desember
2009 sebagian besar dipegang oleh individu sebesar 79,5%.
Meningkatnya kepemilikan oleh individu sekaligus mendorong
kenaikan likuiditas perdagangan saham ELSA di pasar. Individu
asing meningkatkan kepemilikan menjadi 1,4%. Kenaikan
likuiditas perdagangan saham ELSA menjadikan saham ELSA
secara 2 periode selama 2009 berturut masuk kedalam daftar
saham unggulan LQ45 periode Februari 2009-Januari 2010.
Dari sisi institusi, kepemilikan dana pensiun sebesar 5,6%,
reksadana 4,1%, koperasi & yayasan 3,8%, perseroan terbatas
2,4%, badan usaha asing 1,4%, perusahaan sekuritas 1,1%, dan
bank & asuransi 0,5%.
79%
Komposisi pemegang saham dibawah
5% per Desember yang dipegang
oleh individu
Composition of Individual Shareholders
under 5%
1,4%
Komposisi kepemilikan
individu asing
1.4% Composition of foreign
individual ownership
The composition of the Corporate share ownership below <5%
is as follows:
The composition of the below-5% shareholders per December
2009 was mostly held by individuals at 79.5%. The increasing
ownership by individuals also drove up the ELSA stock trade
liquidity in the market. Foreign individuals increased their
ownership to 1.4%. The rise in ELSA stock trade liquidity put
ELSA shares for two consecutive periods in 2009 in the LQ45
list of high-performing stocks for the February 2009-January
2010 period.
From an institutional standpoint, retirement fund ownership
held 5.6%, mutual fund 4.1%, cooperatives and foundations
3.8%, limited liability company 2.4%, foreign enterprise 1.4%,
security companies 1.1%, and banks and insurance 0.5%.
Ikhtisar Utama Highlights
Elnusa Laporan Tahunan 2009
22
Kebijakan Dividen
Dividend Policy
Seluruh saham biasa atas nama yang telah ditempatkan
dan disetor penuh, termasuk saham biasa atas nama yang
ditawarkan dalam Penawaran Umum ini, mempunyai hak yang
sama dan sederajat termasuk hak atas pembagian dividen.
Perseroan merencanakan dan berusaha untuk membagikan
dividen dalam bentuk uang tunai sekurang-kurangnya sekali dalam
setahun. Besarnya dividen dikaitkan dengan keuntungan Perseroan
pada tahun buku yang bersangkutan, dengan tidak mengabaikan
tingkat kesehatan Perseroan dan tanpa mengurangi hak dari Rapat
Umum Pemegang Saham Perseroan untuk menentukan lain sesuai
dengan ketentuan Anggaran Dasar Perseroan.
Dengan mengindahkan ketentuan-ketentuan di atas, Perseroan
merencanakan dan berusaha untuk mempertahankan rasio
pembayaran dividen sekitar 20% dari laba bersih konsolidasi
Perseroan untuk setiap tahunnya.
Penentuan jumlah dan pembayaran dividen tersebut, akan
bergantung pada rekomendasi dari Direksi Perseroan,
namun tidak terdapat kepastian bahwa Perseroan akan dapat
membayarkan dividen pada tahun ini ataupun pada tahun-
tahun mendatang. Keputusan Direksi dalam memberikan
rekomendasi pembayaran dividen tergantung pada:
• Rencana pengembangan Perseroan dan belanja modal;
• Kondisi arus kas dan kebutuhan modal kerja Perseroan;
• Kebijakan struktur permodalan Perseroan;
• Laba bersih;
• Pertimbangan kebijakan pada sektor industri yang sejenis.
Dividen yang diterima pemegang saham yang berkebangsaan
non-Indonesia akan mengikuti peraturan pajak di Indonesia.
KRONOLOGI PEMBAYARAN DIVIDEN
Perseroan membayar dividen tunai atas saham seperti yang
diputuskan oleh Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan
(RUPST), sebagai berikut:
All registered regular shares which have been subscribed and
fully paid up, including registered regular shares ofered in this
Public Ofering, shall have the same and equal rights including
the right to dividend distribution.
The Company plans and seeks to distribute dividends in the
form of cash at least once a year. The amount of dividend shall
be tied to the Company’s proft in the relevant accounting
year, without neglecting the Corporate soundness level and
without prejudicing the right of the General Meeting of
Corporate Shareholders to determine otherwise according to
the provisions of the Corporate Articles of Association.
With due regard to the above provisions, the Company plans
and seeks to maintain a dividend payout ratio of approximately
twenty percent of the consolidated net profit of the Company
for the year.
The dividend amount and payout determination shall depend
on the recommendation of the Corporate Board of Directors;
however, there is no certainty that the Corporate will be able to
pay a dividend in this year or any subsequent years. In making a
dividend payout recommendation, the Board of Directors shall
consider the following:
• Company development plan and capital expenditure;
• Cash fow state and working capital needs of the Company;
• Capital structure policy of the Company;
• Net proft;
• Policy considerations in similar industrial sectors.
The dividend received by non-Indonesian shareholders shall be
subject to Indonesian tax regulations.
DIVIDEND PAYOUT CHRONOLOGY
The Company shall pay a cash dividend on the shares as
resolved by the Annual General Meeting of Shareholders
(AGMS), as follows:
Ikhtisar Utama Highlights
Elnusa 2009 Annual Report
23
Operasi drilling rig
di Cirebon Jawa
Barat.
Drilling rig operation
in Cirebon West Java.
Tahun
Year
Tanggal Rupst
AgmS Date
Laba Bersih (Rp)
Net Proft (Rp)
Tanggal
Pembayaran
Payout Date
Jumlah Dividen (Rp)
Total Dividend (Rp)
Dividen Per
Lembar Saham
(Rp)
Dividend Per
Share (Rp)
Rasio
Pembayaran
Dividen
1
Dividend
Payout Ratio
1
2007 15 Mei 2008 100.140.357.333 25 Juni 2008 20.028.071.466 2,74 20%
2008 6 Mei 2009 133.772.000.000 25 Juni 2009 26.754.400.000 3,72 20%
2009
2
- 492.544.000.000 26 Januari 2010 143.975.240.000
3
20,00 29%
1. Rasio Pembayaran Dividen (Dividen Payout Ratio) dihitung dari jumlah dividen dibandingkan dengan Jumlah Laba Bersih tahun berjalan.
2. Merupakan Dividen Interim Tahun 2009, yang diputuskan oleh Rapat Direksi dan Dewan Komisaris tanggal 10 Desember 2009. Besaran dividen berdasarkan jumlah
Laba Bersih Perseroan yang diperoleh dalam periode 9 bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2009.
3. Jumlah Dividen Interim tersebut akan diperhitungkan dalam pembayaran Dividen fnal tahun buku 2009.
1. Dividend Payout Ratio shall be calculated from the total dividend against the Total Net Proft of the current year.
2. Shall constitute the 2009 Interim Dividend, decided by the Meeting of the Board of Directors and Board of Commissioners on December 10, 2009. The dividend
amount was based on the total Corporate Net Proft earned over a nine-month period ending on September 30, 2009.
3. The Total Interim Dividend shall be calculated in the fnal Dividend payout for the 2009 accounting year.
Ikhtisar Utama Highlights
Elnusa Laporan Tahunan 2009
Informasi Perseroan Company Information
24
Data Perseroan
Company Information
• Perseroan merupakan satu-satunya perusahaan Nasional
yang menyediakan Jasa Hulu Migas Terintegrasi dengan
konsep “one stop service” di dan fokus pada kegiatan Seismic
Services, Drilling Services & Oilfeld Services;
• 40 tahun terbukti berpengalaman dalam industri Migas
dan memiliki basis pelanggan yang kuat serta mendapat
pengakuan dan penghargaan dari pelanggan nasional
maupun internasional;
• Perseroan merupakan pemimpin pasar di beberapa bisnis
jasa hulu Migas, dengan total kontrak baru yang didapat
selama tahun 2009 sebesar USD140 juta.
• Perseroan membukukan proftabilitas tertinggi dalam 3 tahun
terakhir, dimana Laba Bersih tercatat sebesar Rp466 miliar.
• Perseroan mendapat dukungan dari Pemegang Saham
mayoritas baik dari segi manajemen maupun operasional.
• Perseroan juga menangani supporting upstream services
(OCTG, data management, & fuel station management) yang
mendukung Jasa Migas melalui Anak Perusahaan.
• Perseroan merupakan perusahaan Tbk dan telah tercatat di
Bursa Efek Indonesia (BEI) sejak 6 Pebruari 2008 dengan kode
transaksi perdagangan (“ELSA”).
• Pada akhir tahun 2009, saham ELSA di BEI dimiliki oleh 10.519
pemegang saham dengan harga saham mencapai Rp355
dengan nilai kapitalisasi pasar Rp6,81 miliar.
• The Company is the only national company that provides
Integrated Oil and Gas Upstream Services with a one-stop
service concept and a focus on Seismic Services, Drilling
Services & Oilfeld Services activities;
• The Company has a proven 40 years of experience in the Oil
and Gas industry and possesses a solid customer basis and
recognition and accolades from national and international
customers;
• The Company is the market leader in a range of upstream
Oil and Gas service businesses, with a total of new contracts
won in 2009 at USD140 million.
• The Company posted its highest proftability in the last three
years, with a Net Proft recorded at Rp466 billion.
• The Company receives support from majority Shareholders
both in management and operation.
• The Company also handles supporting upstream services
(OCTG, data management, and fuel station management)
that supports Oil and Gas Services through Subsidiaries.
• The Company is a Public company and has been listed at
the Indonesian Stock Exchange since February 6, 2008 with
a trade transaction code (“ELSA”).
• In late 2009, ELSA’s shares at BEI are owned by 10,519
shareholders with a share price of Rp355 and a market
capitalization value of Rp6.81 billion.
Elnusa 2009 Annual Report
Informasi Perseroan Company Information 25
Sejarah Perseroan
Company History
1969
Perseroan didirikan di Jakarta dengan nama PT Electronika
Nusantara berdasarkan Akta Pendirian No. 18 tanggal 25
Januari 1969 jo Akta Perubahan Anggaran Dasar No.10
tanggal 13 Februari 1969 di hadapan Notaris Tan Thong
Kie SH, dan mendapatkan Surat Keputusan Menteri
Kehakiman Republik Indonesia No. J.A.5/18/24 tanggal
19 Februari 1969 yang kemudian diumumkan dalam
Berita Negara Republik Indonesia No. 35, Tambahan No.
58 tanggal 2 Mei 1969.
Tanggal Penggantian Nama menjadi PT Elnusa:
9 September 1969.
Pada awal berdirinya, Perseroan adalah sebagai Marine
Electronics Workshop (pelayanan inspeksi, reparasi,
instalasi dan perawatan peralatan komunikasi
elektronik pelayaran).
The corporation was established in Jakarta under the name
PT Electronika Nusantara pursuant to Deed of Incorporation
No. 18 dated January 25, 1969 in conjunction with Deed
of Amendment to the Articles of Association No. 10 dated
February 13, 1969 before Notary Tan Thong Kie SH, and
ratifed with Decree of the Minister of Justice of the Republic
of Indonesia No. J.A.5/18/24 dated February 19, 1969 which
was later promulgated in State Gazette of the Republic of
Indonesia No. 35, Supplement No. 58 dated May 2, 1969.
Date of Name Change into PT Elnusa : September
9, 1969.
At its inception, the Company was a Marine
Electronics Workshop (inspection, repair, installation
and maintenance services for maritime electronic
communication equipment).
1971-1973
Perseroan mengawali kiprahnya sebagai pendukung
operasi perusahaan induk, yaitu PT Pertamina, terutama
memberikan pelayanan termasuk pemeliharaan dan
perbaikan, di bidang peralatan komunikasi elektronik (cikal
bakal PT Elnusa Rentrakom), peralatan navigasi dan sistem
radar yang digunakan oleh kapal-kapal milik Pertamina
maupun kapal-kapal minyak asing yang memiliki perjanjian
kerjasama dengan BUMN Migas. Pada periode ini Perseroan
melakukan pembangunan Integrated Oil Communication
System (IOCS) Pertamina sebagai sistem jaringan komunikasi
perminyakan terpadu.
The Company began its activity in supporting the operations
of its holding company, PT Pertamina, specifcally in providing
services including maintenance and repair, in the area of
electronic communication equipment (forerunner of PT
Elnusa Rentrakom), navigation equipment and radar system
used by Pertamina’s vessels and foreign oil vessels which
had a cooperation agreement with BUMN Migas. In this
period, The Company developed the Pertamina Integrated
Oil Communication System (IOCS) as an integrated oil
communication network system.
1972
Perseroan membentuk Divisi Seismic Data Processing
(cikal bakal PT Elnusa Geosains) bermitra dengan
Geophysical Service Inc. (GSI)
The corporation formed a Seismic Data Processing
Division (forerunner of PT Elnusa Geosains) in partnership
with Geophysical Service Inc. (GSI)
1974
Perseroan membentuk Scientifc Data Center yang
memberikan jasa pelayanan simulasi reservoir dalam
bidang perminyakan dan optimalisasi proses kilang.
The corporation formed a Scientifc Data Center which
provided reservoir simulation service in oil and refnery
process optimization.
1976
Untuk pertama kalinya, Perseroan menerbitkan
Buku Petunjuk Telepon di lima kota, yaitu Jakarta,
Bandung, Semarang, Surabaya, dan Yogyakarta (cikal
bakal PT Yellow Pages, yang kemudian menjadi
PT Infomedia Nusantara).
For the frst time, the Company published a Telephone
Directory in fve cities: Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya,
and Yogyakarta (forerunner of PT Yellow Pages, which later
became PT Infomedia Nusantara).
1978-1982
Perseroan mendapatkan kepercayaan dalam pelaksanan
Mecca – Medina Telephone Expansion Project dan
beberapa proyek telekomunikasi di Arab Saudi.
The Company was entrusted with the implementation of the
Mecca – Medina Telephone Expansion Project and a number
of telecommunication projects in Saudi Arabia.
1984
Mendirikan PT Elnusa Workover Hydraulic (kemudian
bertukar nama menjadi PT Elnusa Workover Services, yang
kemudian menjadi Divisi Oilfeld Services). Pada tahun ini
pula, nama Perseroan berubah menjadi PT ELNUSA
Established PT Elnusa Workover Hydraulic (which later
changed its name to PT Elnusa Workover Services, eventually
becoming the Oilfeld Services Division). It was in this year
that the Company changed its name to PT ELNUSA
1986
Pembentukan PT Elnusa Multi Industri Komputer
(kemudian berganti nama menjadi PT Elnusa Telematika)
PT Elnusa Multi Industri Komputer was established (which
later changed its name to PT Elnusa Telematika)
1987
Memasuki bisnis distribusi bahan bakar dalam negeri
(cikal bakal PT Elnusa Petrofn)
Entered the domestic fuel distribution business
(forerunner of PT Elnusa Petrofn)
1996
Menjadi Holding Company. Became a Holding Company.
PT Elnusa TBK
Graha Elnusa
Jl Tb Simatupang Kav. 1B
Jakarta 12560
Elnusa Laporan Tahunan 2009
Informasi Perseroan Company Information
26
1997
Terdapat beberapa tindakan korporasi pada tahun ini,
diantaranya adalah akuisisi PT Sigma Cipta Utama dan PT Sinar
Riau Drillindo, pembentukan PT Patra Nusa Data, serta menjadi
perusahaan terbuka (efektif ) tetapi dengan status unlisted.
There were a number of corporate actions this year, such
as the acquisition of PT Sigma Cipta Utama and PT Sinar
Riau Drillindo, establishment of PT Patra Nusa Data, and
becoming an (efectively) public if still unlisted company
2002
Dalam rangka konsolidasi kedalam dan melakukan
perbaikan proses bisnis, Perseroan memutuskan untuk
menjadi perusahaan tertutup kembali.
In a bid for internal consolidation and business process
improvement, the Company decided to revert into being
a private company.
2003
Perseroaan mulai masuk kedalam asset based dengan
didapatkannya lapangan gas (PSC) di Bangkanai,
Kalimantan Tengah dan membentuk Elnusa Bangkanai
Energy Ltd.
The Company began to enter the asset-based
business by acquiring an oil field (PSC) in Bangkanai,
Central Kalimantan and establishing Elnusa Bangkanai
Energy Ltd.
2004
Membentuk PT Elnusa Drillling Services untuk
memperkuat kompetensi Perseroan dalam jasa
pemboran terintegrasi.
Established PT Elnusa Drilling Services to strengthen the
Company’s competence in integrated drilling services.
2005
Akuisisi PT Purna Bina Nusa, Perusahaan yang bergerak
dalam jasa penguliran pipa untuk perminyakan.
Acquired PT Purna Bina Nusa, a Company engaged in
pipe threading services for the oil industry.
2007
Perseroan melakukan akuisisi 25% saham di Elnusa Tristar
Ramba Ltd.
Disamping itu, Perseroan kembali melakukan
restrukturisasi korporasi dan aktivitas bisnis dengan
tujuan memposisikan diri sebagai perusahaan Migas
pertama di Indonesia yang mampu menawarkan jasa
Migas yang terintegrasi (integrated oil and gas services)
dengan konsep “one stop service” di bidang pelayanan jasa
hulu Migas. Empat anak perusahaan (PT Elnusa Geosains,
PT Elnusa Oilfed Services, PT Sinarriau Drillindo dan
PT Elnusa Drilling Services) yang menjadi tulang punggung
bisnis jasa migas digabung ke dalam Perseroan, disamping
penggabungan horisontal (PT Elnusa Telematika dan PT
Elnusa Rentrakom kedalam PT Sigma Cipta Utama) yang
mengukuhkan penunjang bisnis utama.
Posisi baru ini membuat Perseroan semakin mantap
memasuki bisnis jasa hulu migas terintegrasi. Bukan
hanya di dalam negeri namun juga di luar negeri.
Kepercayaan pelanggan, kompetensi, dan komitmen
mengedepankan quality excellence serta pengalaman
panjang mengarungi bisnis jasa migas menjadi modal
utama Perseroan.
The Company acquired 25% of the shares in Elnusa Tristar
Ramba Ltd.
In addition, the Company undertook another corporate
and business activity restructuring with the objective
of positioning itself as the frst Oil and Gas company
in Indonesia that was capable of ofering integrated
oil and gas services with a one stop service concept
in Oil and Gas upstream service. Four subsidiaries (PT
Elnusa Geosains, PT Elnusa Oilfeld Services, PT Sinarriau
Drillindo and PT Elnusa Drilling Services) which formed
the backbone of the oil and gas service business were
absorbed into the Company, in addition to a horizontal
merger (PT Elnusa Telematika and PT Elnusa Rentrakom
into PT Sigma Cipta Utama) that reinforced the core
business support.
This new position strengthened the Company in entering
the integrated oil and gas upstream service business not
only domestically but also overseas. Customer confdence,
competence, and commitment to put quality excellence
to the fore and a long history in the oil and gas service
business was a key capital for the Company.
2008
Perseroan kembali membuat perubahan positif saat
Perseroan telah resmi menjadi Perusahaan Terbuka
yang juga tercatat dalam Bursa Efek Indonesia pada
tanggal 6 Pebruari 2008 dengan kode saham ELSA.
Dengan melakukan Penawaran Umum Perdana Saham,
Perseroan yang sudah memfokuskan bisnis usaha ke
Jasa Hulu Migas terintegrasi tersebut dapat memenuhi
kebutuhan “equity capital” baik dalam pengembangan
Anak Perusahaan maupun Pengembangan Usaha serta
merealisasikan proyek-proyek yang bersifat asset based,
disamping menjadikan Perseroan lebih profesional,
transparan dan terpercaya serta good corporate
governance dimata Publik.
The Company made another positive change when it
ofcially became a Public Company which was also listed
in the Indonesian Stock Exchange on February 6, 2008
with the stock code ELSA. By making an Initial Public
Ofering, the Company, which had already focused its
core business on the integrated Upstream Oil and Gas
Services, was able to meet its equity capital need both
for Subsidiaries development and Business Development
and realize asset-based projects; furthermore, it also made
the Company more professional, transparent and trusted
and a practitioner of good corporate governance in the
public eye.
2009
Dalam rangka “Re-arranging business portfolio” untuk
fokus pada jasa hulu migas terintegrasi dan melakukan
pengembangan bisnis yang lebih bersinergi, Perseroan
melakukan divestasi Perusahaan Afliasi PT Infomedia
Nusantara dan PT Jabar Energi.
In a bid for business portfolio rearranging to focus on
integrated oil and gas upstream services and a more
synergized business development, the Company divested
its Afliate Companies PT Infomedia Nusantara and PT
Jabar Energi.
Elnusa 2009 Annual Report
Informasi Perseroan Company Information 27
Bidang Usaha
Line of Business
Bisnis dan Kelompok Usaha Perseroan dapat dibagi dalam 4
(empat) kelompok usaha antara lain:

1. Integrated Upstream Oil & Gas Services ( Geoscience Services,
Drilling Services & Oilfeld Services)
2. Downstream Services
3. Upstream Oil and Gas Supporting Services
4. Asset Based (Management of Oil & Gas Field)
Tabel dari masing-masing kelompok usaha, kegiatan usaha dan
aktivitas bisnis Perseroan sebagai berikut:
Kelompok Usaha
Business Group
Divisi/Anak Perusahaan
Division/Subsidiary
Kepemilikan Saham
Share Ownership
Kegiatan Usaha
Business Operation
Aktiftas Bisnis
Business Activity
JASA HULU MIGAS
TERINTEGRASI
INTEGRATED
UPSTREAM OIL AND
GAS SERVICES
Divisi Geoscience Services
Geoscience Services
Division
- Jasa pengukuran data
geofsika/seismik secara
terintegrasi (integrated
seismic services)
Integrated geophysical/
seismic data
measurement services
(integrated seismic
services)
Geodata acquisition land,Geodata •
acquistion marine, Geodata
processing
Land geodata acquisition, marine •
geodata acquisition, Geodata
processing
Divisi Drilling Services
Drilling Services Division
- Jasa pemboran migas
terintegrasi (integrated
drilling services)
Integrated oil and
gas drilling services
(integrated drilling
services)
Integrated Drilling Services (IDS), •
Drilling Rig, Reservoir Evaluation
Service, Well service & testing
Integrated Drilling Services (IDS), •
Drilling Rig, Reservoir Evaluation
Service, Well service and testing
Divisi Oilfeld Services
Oilfeld Services Division
- Jasa produksi migas
terintegrasi (integrated
oilfeld services)
Integrated oil and gas
production services
(integrated
oilfeld services)
Well services, Production Facility •
Enhancement
Well services, Production Facility •
Enhancement
JASA PENUNJANG
HULU MIGAS
UPSTREAM OIL AND
GAS SUPPORTING
SERVICES
PT Purna Bina Nusa (PBN) 84,45% atau
34,781 lembar
saham, dengan nilai
nominal Rp100.000
per saham
84,45% or
34,781 shares at a
nominal value of
Rp100,000 per share
Jasa penguliran,
perdagangan pipa
OCTG dan
fabrikasi untuk
pemboran migas
Threading service,
OCTG pipe trade and
fabrication for oil and
gas drilling
Pengolahan, pembuatan dan •
perbaikan alat-alat perminyakan
Menjalankan perdagangan •
umum, termasuk ekspor,
interlokal dan lokal
Memberikan jasa dalam bidang •
minyak dan gas bumi yaitu OCTG
dan penguliran pipa
Processing, manufacturing and •
repair of oil-related instruments
Conducting general trade, •
including export, inter-local and
local trade
Providing service in oil and natural •
gas i.e. OCTG and pipe threading
The Company’s Businesses and Business Groups can be divided
into four (4) business group:

1. Integrated Upstream Oil & Gas Services ( Geoscience Services,
Drilling Services & Oilfeld Services)
2. Downstream Services
3. Upstream Oil and Gas Supporting Services
4. Asset Based (Management of Oil & Gas Field)
A table of each business group, business operation and business
activity of the Company is given as follows:
Elnusa Laporan Tahunan 2009
Informasi Perseroan Company Information
28
Kelompok Usaha
Business Group
Divisi/Anak Perusahaan
Division/Subsidiary
Kepemilikan Saham
Share Ownership
Kegiatan Usaha
Business Operation
Aktiftas Bisnis
Business Activity
JASA PENUNJANG
HULU MIGAS
UPSTREAM OIL AND
GAS SUPPORTING
SERVICES
PT Patra Nusa Data (PND) 70% atau 14.000
lembar saham,
dengan nilai
nominal Rp30.000
per saham
70% or 14,000
shares, at a nominal
value of Rp30,000 per
share
Jasa perolehan,
pengelolaan,
pengolahan dan
penyimpanan data
eksplorasi produksi
migas
Oil and gas production
exploration data
acquisition,
management,
processing and storage
services
Studi detail, antara lain studi •
perencanaan, studi kelayakan,
studi teknik, studi operasi dan
studi desain/evaluasi
Pengadaan bahan, supervisi •
pemasangan instalasi peralatan,
memberikan bantuan dan
nasihat teknik dan operasi
putar kunci; pembuatan
sistem informasi dan progress
pengelolaan data dengan
komputer dan teknologi
komputer
Peningkatan kualitas data •
dan alih media penyimpanan
data, pengelolaan dan
pemasyarakatan data,
workstation, penanganan data
navigasi dan positioning
Melayani konsultasi di bidang •
pengelolaan data
Memperoleh data dalam rangka •
penyelidikan umum
Detailed study, such as planning •
study, feasibility study, technical
study, operation study and design/
evaluation study
Material procurement, equipment •
installation supervision, providing
assistance and advice on turnkey
technique and operation;
creating an information system
and data management progress
by computer and computer
technology
Data quality enhancement and •
data storage media transfer, data
management and publication,
workstation, navigation and
positioning data handling
Providing consultation in data •
management
Acquiring data in general •
investigation
Elnusa 2009 Annual Report
Informasi Perseroan Company Information 29
Kelompok Usaha
Business Group
Divisi/Anak Perusahaan
Division/Subsidiary
Kepemilikan Saham
Share Ownership
Kegiatan Usaha
Business Operation
Aktiftas Bisnis
Business Activity
JASA PENUNJANG
HULU MIGAS
UPSTREAM OIL AND
GAS SUPPORTING
SERVICES
PT Sigma Cipta Utama (SCU) 99,98% atau
769.850 lembar
saham, dengan nilai
nominal Rp100.000
per saham
99.98% or 769,850
shares, at a nominal
value of Rp100,000
per share
Jasa pengelolaan data
Migas
Jasa pembangunan
sistem teknologi
informasi terpadu
Jasa telekomunikasi
Oil and gas data
management service
Integrated information
technology system
development service
Telecommunications
service
Main storage operation, Data
re-masteringIT infrastructure, IT
professional, Application & content
services Radio konventional &
trunking, AVTS dan NDB
Main storage operation, Data
re-mastering IT infrastructure, IT
professionals, Application and content
services, conventional and trunking
radio, AVTS and NDB
PT Patra Telekomunikasi
Indonesia (PKM)
40% atau
8,000 lembar
saham, dengan
nilai nominal
Rp1.000.000 per
saham
40% or 8,000 shares,
at a nominal value
of Rp1,000,000 per
share
Jasa penyediaan
jaringan,
telekomunikasi satelit
dan sistem komunikasi
VSAT
Network, satellite
telecommunication and
VSAT telecommunication
system provision service
Kegiatan jasa komunikasi satelit •
VOIP •
FOIP •
Pelayanan jaringan global •
Komunikasi radio •
Komunikasi data paket •
Internet provider •
Pemeliharaan peralatan •
telekomunikasi
Konsultan bidang telekomunikas; •
Pengembangan jaringan •
telekomunikasi dan perencanaan
pembangunan sarana
prasarana telekomunikasi dan
pemeliharaan jaringan.
Satellite telecommunication •
service operations
VOIP •
FOIP •
Global network service •
Radio communication •
Packet data communication •
Internet provider •
Telecommunication equipment •
maintenance
Telecommunication consultant •
Telecommunication •
network development and
telecommunication facilities
and infrastructure development
planning and network
maintenance
Elnusa Laporan Tahunan 2009
Informasi Perseroan Company Information
30
Kelompok Usaha
Business Group
Divisi/Anak Perusahaan
Division/Subsidiary
Kepemilikan Saham
Share Ownership
Kegiatan Usaha
Business Operation
Aktiftas Bisnis
Business Activity
JASA HILIR MIGAS
OIL AND GAS
DOWNSTREAM
SERVICE
PT Elnusa Petrofn (EPN) 99,93% atau
207.350 lembar
saham, dengan nilai
nominal Rp100.000
per saham
99.93% or 207,350
shares, at a nominal
value of Rp100,000
per share
Jasa pengoperasian
SPBU, Perdagangan
(BBM industri,
commodity chemical
& specialty chemical)
Depo dan Transportasi
SPBU operation service,
Trade (Industrial
oil fuel, commodity
chemicals & specialty
chemicals) Depot and
Transportation
Jasa konstruksi/fabrikasi dan •
instalasi peralatan dalam bidang
tidak terbatas pada instrumentasi
tangki penimbun
Usaha dalam bidang industri •
petrokimia termasuk
pencampuran (blending) bahan
bakar
Usaha dalam bidang •
perdagangan dan distribusi BBM
jenis premix, super TT serta BBM
lainnya
Equipment construction/ •
fabrication and installation service
in an unlimited range of areas in
stockpile tank instrumentation
Ventures in the petrochemical •
industry including fuel blending
Ventures in the trade and •
distribution of premix, super TT
and other fuel types
PT Elnusa Patra Ritel (EPR) 98,00% atau
1.470.000 lembar
saham, dengan nilai
nominal Rp100.000
per saham
98.00% or 1,470,000
shares, at a nominal
value of Rp100,000
per share
Non Aktif
Non Active
PENGELOLAAN
LAPANGAN MIGAS
OIL AND GAS FIELD
MANAGEMENT
Elnusa Bangkanai Energy,
Ltd (EBE)
100% atau 50.000
lembar saham,
dengan nilai
nominal USD1 per
saham
100% or 50,000
shares, at a nominal
value of USD1 per
share
Pengelolaan lapangan
eksplorasi gas Blok
Bangkanai, Kalimantan
Tengah (PSC)
Management of the
gas exploration feld in
Bangkanai Block, Central
Kalimantan (PSC)
Pengelolaan lapangan eksplorasi •
gas
Gas exploration feld management •
Elnusa Tristar Ramba, Ltd
(ETRL)
25% atau 25 lembar
saham, dengan nilai
nominal USD1 per
saham
25% or 25 shares, at
a nominal value of
USD1 per share
Pengelolaan lapangan
produksi minyak Blok
Ramba, Sumatera
Selatan (TAC)
Management of oil
production feld in
Ramba Block, South
Sumatera (TAC)
Pengelolaan lapangan produksi •
minyak
Oil production feld management •

Elnusa 2009 Annual Report
Informasi Perseroan Company Information 31
Misi
Mission
1. To provide an integrated high-quality service
(one-stop service) for customer satisfaction
and loyalty, supported by professional human
resource, equipment availability, technological
mastery, continuous improvement and product
innovation development.
2. To carry out the entire business operation
based on the principles of good engineering
practices with a world-class standard and to
realize operation excellence through the correct
and consistent application of QHSE (quality,
health and safety environment) principles, as a
realization of corporate excellence.
3. To promote a sustainable growth of the business
scale accompanied by improved fnancial and
non-fnancial performance.
4. To increase shareholder value in a sustainable
manner, and welfare and growth opportunity
for employees. To establish a harmonious
and mutually benefcial relationship with
the government, working partners and the
community in which the company operates.
Visi
Vision
Menjadi perusahaan kelas dunia
kebanggaan nasional, di bidang jasa
hulu migas secara solusi total untuk
memberikan nilai tambah optimal
bagi stakeholder.
To become a world-class company
and a national pride, in the area of oil
and gas service as a comprehensive
solution to provide optimum added
value to stakeholders.
1. Memberikan jasa layanan bermutu tinggi secara
terintegrasi (one stop services) untuk kepuasan
dan loyalitas pelanggan, yang didukung oleh
profesionalisme SDM, ketersediaan peralatan,
penguasaan teknologi, continuous improvement
dan pengembangan inovasi produk.
2. Melaksanakan seluruh kegiatan usaha
berdasarkan kaidah good engineering
practices dengan standar kelas dunia serta
mewujudkan operation excellence melalui
penerapan kaidah-kaidah QHSE (quality, health
& safety environment) yang benar dan konsisten,
sebagai realisasi keunggulan perusahaan.
3. Meningkatkan pertumbuhan skala usaha
secara berkesinambungan yang disertai
dengan peningkatan kinerja fnansial maupun
non fnansial.
4. Meningkatkan nilai pemegang saham secara
berkelanjutan, serta kesejahteraan maupun
kesempatan untuk tumbuh kembang
karyawan. Membina hubungan yang
harmonis dan saling menguntungkan dengan
pemerintah, mitra kerja maupun masyarakat
dimana perusahaan beroperasi.
Elnusa Laporan Tahunan 2009
Informasi Perseroan Company Information
32
Strategi Jangka Panjang
Long Term Strategy
1. Fokus pada ciri keunggulan penyediaan jasa hulu migas
terintegrasi.
2. Peningkatan kompetensi Perseroan di bidang seismic marine
dan transition zone market.
3. Pengembangan keahlian dan teknologi untuk melakukan
penetrasi usaha pada pasar pemboran sumur dalam dan
lepas pantai.
4. Perluasan pangsa pasar dan diversifkasi konsumen yang beragam.
5. Akuisisi kontrak jangka panjang dengan sistem manajemen
risiko yang terpadu.
6. Optimalisasi penggunaan aset operasional dan
pengembangan aliansi strategis.
7. Memastikan implementasi dari praktek tata kelola dan
komitmen pada standar keselamatan kerja.
8. Secara konsisten melakukan peningkatan kompetensi
sumber daya manusia.
1. Focus on excellence in providing integrated oil and gas
upstream services.
2. Improved Corporate competence in the marine seismic and
transition zone market.
3. Developing expertise and technology for a business
penetration into the deep-well and ofshore drilling market.
4. Market share expansion and consumer diversifcation.
5. Acquisition of long-term contracts with an integrated risk
management system.
6. Optimization of operational asset utilization and strategic
alliance development.
7. Ensured implementation of good governance and
commitment to occupational safety standards.
8. Consistent promotion of human resource competence.
Elnusa 2009 Annual Report
PT Cakrawala Tata Sejahtera PT Grahalestari Selaras
Yan Bosco Delima Wahyu Budianto
Reni Dahlan Kusyadi Kuyono Alok Adrianto PT Jalur Persada Sentosa
Informasi Perseroan Company Information 33
Struktur Kepemilikan Perseroan,
Anak Perusahaan dan Afliasi
Shareholding Structure of the Company,
Subdiaries and Affliates
EBE EPN PBN
ETR
EPR
PND
SCU
PKM
PT Pertamina (Persero) PT Tri Daya Esta
Masyarakat &
Lain-lain
50,00% 50,00%
30,00%
1,20%
37,15%
100,00% 99,93% 84,45%
70,00%
99,98%
40,00%
25,00% 98,00%
21,75% 41,10%
98,80%
70,00% 99,85% 0,15%
Geoscience
Services
Division
Drilling
Services
Division
Oilfeld
Services
Division
PT Elnusa Tbk
Note:
Per December 31, 2009
EBE: Elnusa Bangkanai Energy Ltd
ETR: Elnusa Tristar Ramba Ltd
EPN: PT Elnusa Petrofn
PBN: PT Purna Bina Nusa
EPR: PT Elnusa Patra Ritel
PND: PT Patra Nusa Data
PKM: PT Patra Telekomunikasi Indonesia
Elnusa Laporan Tahunan 2009
Informasi Perseroan Company Information
34
Anak Perusahaan
Subsidiaries
ANAK PERUSAHAAN PERSEROAN DENGAN KEPEMILIKAN > 50%
COMPANY SUBSIDIARIES WITH A > 50% OWNERSHIP
No Nama Perusahaan
Company Name
Domisili
Domicile
Kegiatan Pokok
Core Activity
Tahun Pendirian
Established In
Kepemilikan Efektif
Effective Ownership
1 PT Purna Bina Nusa Jakarta Jasa penguliran dan perdagangan
pipa casing untuk pemboran Migas
Pipe threading service and casing
trade for Oil and gas drilling
1982 84,45%
2 PT Elnusa Petrofn Jakarta Jasa pengelolaan SPBU, Depot,
Transportasi, dan perdagangan, BBM
dan bahan kimia
SPBU, Depot management and
fuel and chemical
transportation and trade service
1996 99,93%
3 PT Elnusa Patra Ritel Jakarta Jasa pegelolaan SPBU, depot,
transportasi dan perdagangan, BBM
dan bahan kimia (saat ini sedang
tidak aktif )
SPBU, Depot management and
fuel and chemical
transportaion and trade service
(currently inactive)
1996 98,00%
4 PT Patra Nusa Data Jakarta Pengolahan dan penyimpanandata
eksplorasi dan produksi Migas
Oil and gas exploration and
production data processing and
storage
1997 70,00%
5 PT Sigma Cipta Utama Jakarta Jasa pengelolaan dan
penyimpanandata migas serta jasa
bidang Telematika
Oil and gas data management and
storage service and Telematics service
1980 99,98%
6 Elnusa Bangkanai
Energy Ltd
British
Virgin
Islands
Pengelolaan lapangan eksplorasi di
Blok Bangkanai, Kalimantan Tengah
Exploraiton feld management
in Bangkanai Block, Central
Kalimantan
2003 100,00%
Elnusa 2009 Annual Report
Informasi Perseroan Company Information 35
PERUSAHAAN AFILIASI PERSEROAN DENGAN KEPEMILIKAN < 50%
COMPANY AFFILIATES WITH A < 50% OWNERSHIP
No Nama Perusahaan
Company Name
Domisili
Domicile
Kegiatan Pokok
Core Activity
Tahun Pendirian
Established In
Kepemilikan Efektif
Effective Ownership
1 PT Patra Telekomunikasi
Indonesia
Jakarta Sistem komunikasi VSAT
VSAT communication system
1995 40,00%
2 Elnusa Tristar Ramba Ltd British Virgin Islands Pengelolaan lapangan
produksi minyak di Blok
Ramba, Sumatera Selatan
Oil production feld
management in Ramba
block, South Sumatera
2007 25,00%
Operasi Well
Testing Barge
di Kalimantan
Timur.
Well Testing
Barge
operation
in East
Kalimantan.
Perusahaan Afliasi
Affliate
Elnusa Laporan Tahunan 2009
Informasi Perseroan Company Information
36
Komposisi Pemegang Saham
Composition of Shareholders
KOMPOSISI PEMEGANG SAHAM
PT Pertamina (Persero)
PT Tri Daya Esta
Publik Public
41,10%
37,15%
21,75%
Uraian
Description
Nilai Nominal 100 Per Saham
Nominal Value 100 Per Share
Jumlah Saham
Total Shares
Nominal (Rp)
Nominal (Rp) %
22.500.000.000 2.250.000.000.000
Modal ditempatkan dan disetor
penuh pemegang saham
Issued capital and shareholders’ fully
paid up capital
PT Pertamina (Persero)* 3.000.000.000 300.000.000.000 41,10
PT Tri Daya Esta* 2.711.565.890 271.156.589.000 37,15
Publik** 1.586.934.110 158.693.411.000 21,75
Jumlah modal ditempatkan dan
disektor penuh
Total issued and fullypaid-up capital
7.298.500.000 729.850.000.000
Jumlah Saham dalam Portepel
Total Portfolio of Shares
15.201.500.000 1.520.150.000.000
*PT Pertamina (Persero) dan PT Tri Daya Esta merupakan pemegang saham pengendali.
**Pemegang saham publik terdiri dari pemegang saham dengan kepemilikan < 5%.
*PT Pertamina (Persero) and PT Tri Daya Esta are controlling shareholder.
**Public shareholders consist of shareholders with ownership < 5%.
KOMPOSISI PEMEGANG SAHAM PER 31 DECEMBER
Shareholders composition per December 31
Elnusa 2009 Annual Report
Informasi Perseroan Company Information 37
Struktur Organisasi
Organization Structure
Direktur Utama
President Director
ETENGA.SALAM
Direktur
Pengembangan Usaha
Business Development Director
M.JAUzIARIf
Direktur Operasi
Operational Director
EDDYSJAHBUDDIN
Direktur Keuangan
Finance Director
SANTUNNAINGGOLAN
Direktur
SDM & Umum
HR & GA Director
LUCYSYCILIA
VP New Venture
VACANT
VP
Corporate Secretary
HERUSAMODRA
SVP Internal Audit &
System Procedure
RONY I.MAULANA
VP Health & Safety
Environment (HSE)
ISLAMK.DJAfAR
VP Corporate Legal
IMANSYAH
SYAMSOEDDIN
Deputy
Director Operation
TRISSUTISNA
VP Corporate
HR TRIVITA
DAMAYANTI
VP Accounting & Tax
M. zULKARNAIN
VP Corporate
Finance
BOBERP
BOETARBOETAR
Deputy Director
Geoscience
Services
DIPAMULIA
VP Merger
& Acquisition
SRINIRBITO
VP Strategic Planning
& Portfolio Mgt
YOGISUKMANA
Deputy Director
Drilling Services
EDYEfENDY
Information System
AHMAD AzHAD
VP Procurement&
Corporate Services
RAHMI HAfIEDA
VP Asset Mgt
& Maintenance
HARIS SYAHRUDIN
Deputy Director
Oilfeld Services
BUDHIN.
PANGARIBUAN
Elnusa Laporan Tahunan 2009
Laporan Manajemen Management’s Report
38
Laporan Komisaris Utama
Report from the President Commissioner
Waluyo
Komisaris Utama
President Commissioner
Elnusa 2009 Annual Report
Laporan Manajemen Management’s Report 39
Para Pemegang Saham yang kami hormati,
alam tahun 2009, telah terjadi pergantian anggota
Dewan Komisaris, pergantian serta penambahan
anggota Direksi PT Elnusa Tbk (“Perseroan”). Iin
Arifn Takhyan selaku Komisaris Utama periode
November 2006 – Mei 2009, Harry Triono selaku Komisaris
periode Oktober 2007 – Mei 2009, telah berakhir masa
jabatannya. Melalui keputusan Rapat Umum Pemegang Saham
Luar Biasa (RUPSLB) pada tanggal 6 Mei 2009, Waluyo diangkat
sebagai Komisaris Utama Perseroan, Soehandjono diangkat
sebagai Komisaris Perseroan, sedangkan dalam jajaran Direksi,
Santun Nainggolan diangkat menjadi Direktur Keuangan
menggantikan Hendri S Suardi. Sementara melalui keputusan
Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada
tanggal 30 Juni 2009, M. Jauzi Arif diangkat menjadi Direktur
Pengembangan Usaha Perseroan, Lucy Sicilia diangkat menjadi
Direktur SDM dan Umum Perseroan. Saya mewakili Dewan
Komisaris Perseroan dengan ini menyampaikan terimakasih dan
penghargaan setinggi-tingginya kepada Dewan Komisaris dan
Direksi terdahulu atas pengawasan dan pengurusan Perseroan
selama masa jabatan masing-masing. Kami juga mengucapkan
terimakasih kepada Pemegang Saham atas kepercayaan yang
telah diberikan kepada kami untuk mewakili Pemegang Saham
dalam mengawasi jalannya Perseroan.
The Board of Commissioners underscores several policies and
directives to the Board of Directors, among others: focusing
on integrated upstream oil and gas services competitive
advantage, national or regional market development,
anorganic business development and partnership strategy in
the framework of risk management.
Dewan Komisaris menggariskan beberapa kebijakan
dan arahan kepada Direksi, diantaranya: fokus pada
keunggulan kompetensi layanan jasa hulu migas
terintegrasi, pengembangan pasar nasional maupun
regional, pengembangan bisnis secara anorganik serta
setrategi kemitraan dalam rangka pengelolaan risiko.
D
Dear Shareholders,
009 saw a change to the Board of Commissioners
membership, change and addition of membership
of the Board of Directors of PT Elnusa Tbk (“the
Company”). Iin Arifn Takhyan as the President
Commissioner for the November 2006 – May 2009 period,
Harry Triono as Commissioner for the October 2007 – May 2009,
had concluded their terms of ofce. With a resolution of the
Extraordinary General Meeting of Shareholders (EGMOS) on May
6, 2009, Waluyo was appointed as the President Commissioner of
the Company; Soehandjono was appointed as a Commissioner
of the Company; while in the Board of Directors, Santun
Nainggolan was appointed as Finance Director to replace Hendri
S Suardi. While with a resolution of the Extraordinary General
Meeting of Shareholders (EGMOS) on June 30, 2009. M. Jauzi
Arif was appointed as the Business Development Director of the
Company; Lucy Sicilia was appointed as the Human Resource
and General Afairs of the Company. On behalf of the Corporate
Board of Commissioners, I hereby extend my gratitude and
highest appreciation to the previous Board of Commissioners
and Board of Directors for their supervision and management
of the Company during their respective terms of ofce. We also
thank the Shareholders for their confdence in us to represent the
Shareholders in supervising the running of the Company.
2
Elnusa Laporan Tahunan 2009
"As directed by the Board of Commissioners, the Company has implemented
focus strategy on core business that is integrated upstream oil and gas
services by conducting divestment of PT Infomedia Nusantara. Proceeds of
the divestment are aimed for reinvestment in the core business."
Laporan Manajemen Management’s Report
40
Sebagaimana arahan Dewan Komisaris: Perseroan telah mengimplementasikan
strategi fokus pada bisnis inti yakni layanan jasa hulu migas terintegrasi dengan
melakukan divestasi PT Infomedia Nusantara. Hasil divestasi ini direncanakan
untuk diinvestasikan kembali kepada bisnis inti.”
Dewan Komisaris bertugas melakukan pengawasan dan
memberikan arahan serta nasihat kepada Direksi dalam pengelolaan
dan pengurusan Perseroan untuk memastikan tercapainya target
kinerja yang telah ditetapkan, sehingga mampu memberikan imbal
jasa yang memuaskan bagi Pemegang Saham dan para stakeholder
lainnya. Dalam melakukan mekanisme proses pengawasan dan
pemberian arahan kepada Direksi, Dewan Komisaris melakukan
rapat-rapat bersama Direksi maupun rapat-rapat internal Dewan
Komisaris dengan Komite Audit maupun dengan Komite lainnya.
Selama tahun 2009 Dewan Komisaris mengadakan 21 kali rapat,
13 kali rapat diantaranya dilakukan bersama Direksi. Rapat-rapat
bisa merupakan rapat-rapat rutin untuk memantau kinerja secara
periodik, dan rapat-rapat non-rutin bila ada permasalahan yang
harus segera diambil keputusan dan hal-hal yang memerlukan
tindak lanjut dengan segera. Dalam menetapkan agenda rapat,
Dewan Komisaris menggunakan data-data dan informasi yang
merupakan laporan rutin perusahaan, surat-surat masuk baik
dari internal perusahaan (Direksi dan manajemen) maupun
external perusahaan baik langsung maupun tidak langsung, yang
sebelumnya sudah melalui review/analisa oleh Komite-komite
dibawah Dewan Komisaris maupun Konsultan/tenaga ahli yang
ditunjuk. Selain mengadakan rapat-rapat, Dewan Komisaris juga
melakukan inisiatif kunjungan lapangan untuk meninjau langsung
proyek-proyek yang sedang berjalan.
Sebagai perangkat Dewan Komisaris, Komite Audit telah
melaksanakan tugas dan tanggung jawab serta kewenangannya
sebagaimana tertuang dalam Piagam Komite Audit yang
disetujui Dewan Komisaris. Dalam kerangka pencapaian target
kinerja Perseroan, Komite Audit memberi masukan data dan
informasi kepada Dewan Komisaris dari segi-segi kepatuhan
terhadap peraturan dan perundang-undangan yang berlaku,
penerapan tatakelola perusahaan yang baik (GCG), penerapan
manajemen resiko pada bidang operasi, keuangan dan investasi.
Sedangkan Komite Nominasi & Remunerasi telah membantu
Dewan Komisaris dalam pelaksanaan penetapan nominasi
& remunerasi Direksi Perseroan melalui proses assessment
and ft & proper test terhadap para kandidat secara profesional
dan transparan.
The Board of Commissioners has the task of performing supervision
and providing guidance and recommendations to the Board of
Directors in the management and running of the Company to
ensure the achievement of the set performance targets, so as to be
able to provide a satisfactory return to the Shareholders and other
stakeholders. In carrying out the mechanism of the supervision
and guidance provision to the Board of Directors, the Board of
Commissioners held meetings with the Board of Directors and
internal meetings between the Board of Commissioners and
the Audit Committee as well as other committees. Throughout
2009 the Board of Commissioners held 21 meetings, 13 of them
with the Board of Directors. The meetings may have been routine
meetings for periodic performance monitoring, and non-routine
meetings when there were issues which required immediate
decision and matters that required immediate action. In setting
the meeting agenda, the Board of Commissioners used data and
information that made up the company’s routine reports, direct
and indirect incoming correspondence from both within the
company (Board of Directors and management) and outside the
company, which had been subjected to a review/analysis by the
Committees under the Board of Commissioners or the assigned
Consultant/expert. In addition to holding meetings, the Board
of Commissioners also initiated site visits to personally inspect
ongoing projects.
As an instrument of the Board of Commissioners, the Audit
Committee performed its tasks and responsibilities and
authority as set out in the Audit Committee Charter approved by
the Board of Commissioners. In the framework of achieving the
Corporate performance targets, the Audit Committee provided
data and information input to the Board of Commissioners
from a standpoint of compliance with the prevailing laws and
regulations, the application of good corporate governance
(GCG), application of risk management in operation, fnance and
investment. The Nomination and Remuneration Committee,
on the other hand, assisted the Board of Commissioners in
determining the nominations and remunerations for the
Corporate Board of Directors through an assessment and ft &
proper test on candidates in a professional and transparent.
Elnusa 2009 Annual Report
Untuk mencapai target kinerja yang telah ditetapkan dalam Rencana
Kerja dan Anggaran Perseroan (RKAP 2009), Dewan Komisaris
menggariskan beberapa kebijakan sebagai arahan kepada Direksi
Perseroan dalam melaksanakan strategi bisnis, diantaranya :
1. Fokus pada keunggulan kompetensi dalam bidang usaha penyediaan
layanan jasa hulu migas secara terintegrasi (integrated upstream oil and
gas services) dan pada kegiatan usaha penunjangnya.
2. Melakukan pengembangan pasar baik nasional maupun regional
dan pengembangan produk jasa baik land maupun marine serta
diversifkasi bisnis khususnya sektor jasa hulu migas.
3. Meningkatkan portfolio dan pengembangan bisnis anorganik untuk
memperoleh pendapatan yang berkelanjutan dengan melakukan
akuisisi asset yang sudah produksi dengan besaran (size) yang sesuai
dengan kemampun keuangan maupun teknis Perseroan, melalui
studi dan kajian manajemen resiko secara komprehensif baik operasi,
legal, keuangan, dan kompetensi sumber daya manusia.
4. Melakukan strategi kemitraan dalam rangka pengelolaan resiko baik
untuk pendanaan maupun teknlogi (hardware/software) peralatan.
Dalam upaya untuk fokus dalam usaha berbasis pada
kenggulan kompetensi, pada tanggal 30 Juni 2009 Perseroan
telah melakukan divestasi non core business dengan
melepas 49% kepemilikan saham Perseroan di PT Infomedia
Nusantara. Selanjutnya hasil divestasi sebagaimana arahan
Dewan Komisaris direncanakan untuk diinvestasikan
kembali pada bisnis inti (core business). Disamping itu
Perseroan juga masih memiliki bisnis jasa hilir dan property
asset yang masih dapat dikembangkan.
Kondisi makro ekonomi serta makro industri minyak dan gas bumi
sangat berpengaruh pada pencapaian target kinerja Perseroan.
Dalam tahun 2009, perekonomian Nasional terhindar dari dampak
krisis keuangan global, dimana infasi cukup rendah karena
terjaganya pasokan kebutuhan pokok dan menurunnya harga
BBM. Kondisi pasar keuangan yang likuid dimana perbankan terus
meningkatkan portfolio kredit pada tingkat suku yang cenderung
menurun akan memberikan dampak positif bagi pertumbuhan
Perseroan. Kondisi makro industri minyak dan gas bumi juga sangat
berpengaruh pada pencapaian target kinerja Perseroan. Sejak
awal tahun 2009 harga minyak mentah mulai meningkat mulai
dari USD41,9 per barel dan peningkatan terus berlanjut hingga
pada akhir tahun rata-rata USD70 per barel. Pencapaian realisasi
lifting minyak 2009 lebih baik dibanding tahun 2008. Pemerintah
Indonesia terus mendorong Pertamina dan Oil Producer lainnya
untuk meningkatkan aktiftas eksplorasi migas serta terus menarik
investor untuk membuka wilayah-wilayah kerja baru.

To achieve the performance targets set in the Corporate Work
Plan and Budget (RKAP 2009), the Board of Commissioners laid
down a number of policies as a direction for the Corporate Board
of Directors in carrying out the business strategy, such as:
1. Focus on competitive advantage in integrated upstream
oil and gas services and its supporting business
activities.
2. National and regional market development and land and marine
service product development as well as business diversifcation
for the upstream oil and gas service sector in particular.
3. Portfolio enhancement and inorganic business development
to earn sustainable revenue by acquiring productive assets
of an appropriate size to the fnancial and technical capacity
of the Company, through comprehensive studies and risk
management assessments in the operation, legal afairs,
fnance, and human resource competence.
4. Partnership strategy in the context of risk management for both
equipment funding and technology (hardware/software).
In the effort to focus on businesses that were based on
competitive advantage, on June 30, 2009 the Company
performed a divestment of non-core businesses by
divesting the Company’s 49% share ownership in PT
Infomedia Nusantara. As per the direction from the Board
of Commissioners, the proceeds of the divestment were
earmarked for reinvestment in the core business. In addition,
the Company also had downstream service businesses and
property assets that could still be developed.
The macro and microeconomic conditions of the oil and
natural gas industry had a major impact on the achievement
of the Company’s performance targets. In 2009, the National
economy was spared from the impact of the global financial
crisis, with inflation kept at a low rate thanks to the sustained
supply of basic needs and lower fuel prices. The liquidity of
the financial market, with banks continuing to increase their
loan portfolios at a declining interest rate, would have a
positive impact on the Company’s growth. The macroscopic
conditions of the oil and natural gas industry also had a major
impact on the achievement of the Company’s performance
targets. Since early 2009, crude oil prices had begun to
rise steadily from USD41.9 per barrel to a year-end average
of USD70 per barrel. The 2009 achievement of realized oil
lifting was better than in 2008. The Indonesian government
continued to encourage Pertamina and other Oil Producers
to increase their oil and gas exploration activities and to
attract investors to open up new working areas.
Laporan Manajemen Management’s Report 41
Elnusa Laporan Tahunan 2009
Laporan Manajemen Management’s Report
42
Dengan memanfaatkan situasi makro yang cukup kondusif
tersebut pada layanan jasa hulu migas terintegrasi, Direksi
Perseroan melaksanakan rencana kerja dan strategi bisnis
dengan disertai strategi fokus menitikberatkan pada
keunggulan mutu dan kualitas operasi (operation excellence),
good engineering practices, penerapan Quality, Health, Safety and
Environmental (QHSE). Untuk mewujudkan operation excellence
serta pengembangan pasar dan produk. Sejak tahun 2008
pasca IPO lalu, setelah melalui review/analisa dan persetujuan
Dewan Komisaris, Direksi Perseroan melakukan investasi
peralatan-peralatan operasi dengan aplikasi teknologi terkini,
yaitu pada peralatan-peralatan kegiatan survey seismik 3D baik
land maupun marine, peralatan drilling services (diantaranya
modular rig), peralatan oilfed services (snubbing rig, well testing
barge) dan lain-lain. Disamping melaksanakan investasi dalam
peralatan produksi, Dewan Komisaris juga mengingatkan
pentingnya pengembangan kompetensi sumber daya
manusia (human resources development) agar tidak terjadi gap
kompetensi dengan adanya perkembangan teknologi dalam
peralatan. Selain itu dalam rangka pencapaian target kinerja
Perseroan, Dewan Komisaris juga memberikan arahan agar
Direksi Perseroan menyempurnakan organisasi, bisnis proses
serta system and procedure diantaranya penyempurnaan proses
pengadaan barang dan jasa.
Kinerja Perseroan tahun buku 2009 berhasil lebih baik bila
dibandingkan dengan kinerja tahun buku 2008, yaitu :
1. Total Pendapatan Usaha mencapai Rp3,66 trilyun, 21% diatas
rencana dalam RKAP dan tumbuh 44% dibanding tahun
2008. Pendapatan ini dikontribusi 62% dari jasa hulu migas,
sisanya jasa hilir dan jasa penunjang hulu migas. Hal mana
menunjukkan konsistensi Perusahaan fokus pada bisnis jasa
hulu migas.
2. Proftabilitas Usaha, operating margin tumbuh 6% menjadi
7,5% sedangkan net proft margin tumbuh 142% menjadi
12,7% termasuk hasil divestasi kepemilikan 49%
saham PT I nfomedia Nusantara (IMN). Apabila tidak
memperhitungkan divestasi IMN maka net proft margin
ditahun 2009 tercatat sebesar 4,6%. Sedangkan EBITDA margin
(earning before income tax, depreciation and amortization)
sebesar 13%.
By capitalizing on the conducive macroscopic situation in the
integrated upstream oil and gas services, the Corporate Board
of Directors carried out a work plan and business strategy
accompanied by a focus strategy that emphasized operation
excellence, good engineering practices, and the application
of Quality, Health, Safety and Environment (QHSE) principles
to realize operation excellence and market and product
development. Following the 2008 IPO, upon review/analysis and
approval of the Board of Commissioners, the Corporate Board
of Directors took out an investment in operating equipment
with the most up-to-date technological applications, namely
in land and marine 3D seismic survey equipment, drilling
services equipment (such as modular rig), oilfield services
equipment (snubbing rig, well testing barge) and so forth.
In addition to the investment in production equipment, the
Board of Commissioners also drew attention to the importance
of human resource development to ensure that there would
be no competence gap with the technological developments
of the equipment. Furthermore, in the effort to achieve the
Company’s performance targets, the Board of Commissioners
also gave directions to the Corporate Board of Directors to
fine-tune the organization, business process and systems
and procedures such as the revision of the goods and service
procurement process.
The Company’s performance for the 2009 accounting year has
improved on that for the 2008 accounting year, namely:
1. Total Business Earnings of Rp3.66 trillion, 21% higher than the
plan in the RKAP and a 44% growth over the 2008 fgures. 62%
of these earnings were contributed by the upstream oil and
gas services, the rest by downstream services and upstream
oil and gas supporting services. This shows the Company’s
consistent focus on the upstream oil and gas service business.
2. Business Proftability with an operating margin that grew to 6%
became 7.5% and a net proft margin grew 142% became 12.7%
including the proceeds from the divestment of the 49% share
ownership in PT Infomedia Nusantara (IMN). Taking the IMN
out of the calculation, the net proft margin is recorded at 4.6%.
While the EBITDA (earning before income tax, depreciation and
amortization) is recorded at 13%.
Elnusa 2009 Annual Report
Melihat indikator-indikator kinerja Perseroan tahun 2009 tersebut diatas yang
menunjukkan peningkatan yang lebih baik bila dibandingkan tahun 2008, maka
Dewan Komisaris merasa cukup puas dengan kinerja Direksi."
"Considering the Company’s performance indicators in 2009 that showed better
improvement than in 2008, the Board of Commissioners feels satisfed with the
performance of the Board of Directors."
3. Imbal hasil kepada pemegang saham (dividen), yang diindikasikan
melalui Imbal Hasil rata-rata Ekuitas (ROE), seiring dengan
perbaikan kinerja perusahaan (tanpa memperhitungkan hasil
divestasi IMN) maka ROE Perseroan meningkat dari 8% menjadi
10,3%. Apabila memperhitungkan hasil divestasi IMN maka
ROE Perseroan meningkat menjadi 24%. Dengan ROE sebesar
ini, Perseroan telah memberikan imbal hasil sementara (dividen
interim) kepada pemegang saham sebesar Rp20 per lembar
saham, total Rp143 Miliar atau 31% dari laba bersih. Pemberian
imbal hasil ini kedepan diharapkan dapat terus dilakukan seiring
dengan pengembangan bisnis yang lebih terfokus pada segmen
jasa hulu migas yang lebih proftable.
Pencapaian-pencapaian positif tersebut diatas terutama
disebabkan adanya peningkatan utilisasi peralatan produksi
serta efsiensi proses bisnis di internal perusahaan.
Dewan Komisaris sangat menghargai komitmen Direksi
beserta jajaran manajemen Perseroan dalam penerapan dan
mengedepankan kaidah QHSE dengan memprioritaskan
keselamatan dan kesehatan kerja diseluruh kegiatan operasi
Perseroan yang saat ini memiliki 1.838 orang karyawan. Hal ini
telah dibuktikan dengan pencapaian Zero Fatality dan Lost Time
Injury (LTI) Frequency Rate in accident di tahun 2009 untuk total
jam kerja lebih dari 21 juta manhours. Atas pencapaian prestasi
dalam Keselamatan dan Kesehatan Kerja tersebut Perseroan
telah mendapatkan beberapa penghargaan dari perusahaan
migas baik nasional maupun internasional.
Direksi dan manajemen Perseroan tetap konsisten menyisihkan
dana untuk program kepedulian masyarakat (community
development). Sebagian besar dana secara konsisten dialokasikan
untuk menyelenggarakan program-program dengan konsep 3
(tiga) Fundamentals for better life bagi komunitas yaitu: kesehatan,
pendidikan dan ekonomi. Disamping itu Perseroan juga tetap
3. The yield for the shareholders (dividend), as indicated by the
average Return on Equity (ROE) of the Corporate Board of
Directors, in line with the company’s improved performance
(not taking into account the IMN divestment proceeds) grew
from 8% to 10.3%. Taking the IMN divestment proceeds
into calculation, the Corporate ROE rose to 24%. With such
ROE, the Company had paid out an interim dividend to
shareholders at Rp20 per share, total of Rp145 billion or
31% from net income. This dividend payout is expected to
continue in the future in line with the business development
that focuses more on the more profitable upstream oil and
gas service segment.
The above positive achievements were largely due to the
increased utilization of the production equipment and business
process efciency within the company.
The Board of Commissioners is profoundly appreciative of
the commitment of the Corporate Board of Directors and
the management in applying and putting forward the QHSE
principles by prioritizing occupational safety and health in the
entire Corporate operation, which currently employs 1,838
people. This has been proven by the achievement of Zero
Fatality and Lost Time Injury (LTI) Frequency Rate in accident in
2009 for a total of over 21 million man hours. The Company has
received a number of awards from national and international oil
and gas companies for this achievement in Occupational Health
and Safety.
The Corporate directors and management remain consistent
in setting aside a fund for community development. The
majority of the fund is consistently allocated to carry out
programs with the three (3) Fundamentals for a better life
concept for the community: health, education and economy.
Furthermore, the Company also continues to allocate a portion
Laporan Manajemen Management’s Report 43
Elnusa Laporan Tahunan 2009
Laporan Manajemen Management’s Report
44
mengalokasikan sebagian dana untuk disaster preparedness &
recovery serta untuk aktiftas spiritual, dukungan program pemerintah
dan untuk porsi lingkungan hidup yang aman dan sehat.
Hal-hal positif tersebut diatas tentu tidak terlepas dari penerapan
Sistem Tata Kelola Perusahaan yang baik atau Good Corporate
Governance (GCG) yang ditandai dengan sistem pelaporan yang
transparan, temuan-temuan Komite Audit maupun Internal Audit
yang terus dipantau dan ditindaklanjuti oleh manajemen Perseroan.
Lebih lanjut dalam ajang GCG Award yang diselenggarakan oleh
The Indonesian Institute for Corporate Governance (IICG) dan majalah
SWA Sembada, Perseroan telah meraih dua penghargaan yaitu
sebagai perusahaan terpercaya dengan skor 81,74 yang termasuk
dalam the best top ten kategori emiten dan sebagai perusahaan
dengan kelengkapan dokumentasi terbaik. Namun demikian
Dewan Komisaris tetap memberikan pengarahan agar Direksi
dan manajemen Perseroan terus melakukan peningkatan dan
perbaikan dalam pengendalian internal terutama dalam aspek
legal, pengelolan proyek, operasi, keuangan baik di Perseroan
maupun di Anak Perusahaan.
Melihat indikator-indikator kinerja Perseroan tahun 2009 tersebut
diatas yang menunjukkan peningkatan yang lebih baik bila
dibandingkan tahun 2008, maka Dewan Komisaris merasa cukup puas
dengan kinerja Direksi, manajemen dan seluruh karyawan. Meskipun
demikian Dewan Komisaris juga melihat masih ada hal-hal yang perlu
perbaikan dan penyempurnaan, karena itu Dewan Komisaris secara
konsisten mengarahkan dan meminta kepada Direksi Perseroan untuk
melakukan perbaikan-perbaikan serta penyempurnaan atas hal-hal
yang masih perlu peningkatan, diantaranya dalam:
• perencanaan investasi dan alternatif sumber pembiayaan
yang lebih murah,
• pelaksanaan manajemen proyek (operation excellence,
utilisasi peralatan, budget control system),
• efsiensi internal business process (penyempurnaan system
operating procedure, sistem teknologi informasi secara
umum, peningkatan kompetensi sumber daya manusia),
• perbaikan dan penyempurnaan dalam implementasi good
corporate governance (GCG).
of its funds to disaster preparedness and recovery as well for
spiritual activities, government program support and a safe
and healthy environment.
The above positives certainly have much to do with the
application of Good Corporate Governance (GCG) which was
marked by a transparent reporting system, Audit Committee
and Internal Audit fndings that were constantly monitored and
acted upon by the Corporate management. Subsequently, at
the GCG Award held by The Indonesian Institute for Corporate
Governance (IICG) and SWA Sembada magazine, the Company
won two awards: for the most trusted company with a score of
81.74 – among the best top ten for the issuer category – and
as the company with the most comprehensive documentation.
Nevertheless, the Board of Commissioners continues to give
directions to ensure that the Corporate Board of Directors
and management will continue to efect enhancements and
improvements in internal control especially in the legal aspects,
project management, operation, fnance in both the Company
and the Subsidiaries.
In view of the Company’s 2009 performance indicators
above which show an improvement over 2008, the Board of
Commissioners is reasonably satisfed with the performance of
the Board of Directors, the management and all employees. That
said, the Board of Commissioners also observes matters that still
require improvement and revision; to that efect, the Board of
Commissioners consistently directs and requests the Corporate
Board of Directors to carry out improvements and revisions for
things that still require an enhancement, such as in:

• planning for investments and cheaper, alternative sources of
funding,
• project management implementation operation excellence,
equipment utilization, budget control system),
• internal business process efciency (refnement of system
operating procedure, information technology system in
general, promotion of human resource competence),
• improvements and revisions in the implementation of good
corporate governance (GCG).
Elnusa 2009 Annual Report
Waluyo
Komisaris Utama
President Commissioner
Hormat kami,
Our sincerely,
Akhir kata, selaku Komisaris Utama mewakili semua anggota
Dewan Komisaris dan Komite mengucapkan terimakasih
kepada Direksi dan segenap manajemen dan karyawan
Perseroan atas segala upaya yang dilakukan dan keberhasilan
yang telah dicapai. Dengan harapan agar tetap berusaha untuk
mencapai kinerja yang lebih baik di masa yang akan datang.
Kami juga mengucapkan terimakasih dan penghargaan yang
tinggi kepada semua pemegang saham atas kepercayaan dan
dukungan selama tahun 2009. Segala puji dan syukur mari
kita panjatkan kepada Tuhan yang maha kuasa, karena semua
keberhasilan yang terjadi adalah berkat, rahmat dan ridhoNya.
Finally, as the President Commissioner and on behalf of all
members of the Board of Commissioners and the Committee
I would like to thank the Board of Directors and the entire
management and employees of the Company for all of their
efort and achieved success. We expect that they will continue
to achieve a better performance in the future. We also thank
and extend our great appreciation to all shareholders for their
confdence and support throughout 2009. Let us ofer our
praises and gratitude to the Almighty God, since all of our
successes have been thanks to His blessing and grace.
Laporan Manajemen Management’s Report 45
Elnusa Laporan Tahunan 2009
Laporan Manajemen Management’s Report
46
Laporan Direktur Utama
Report from the President Director
Eteng A. Salam
Direktur Utama
President Director
Elnusa 2009 Annual Report
Dear Shareholders,
n 2009 the Company has carried out a focused
strategy in the efort to increase Corporate
proftability and growth in line with the long-term
strategy of the Company to focus on excellence in
the provision of integrated upstream oil and gas services. The
Company possesses the capacity and competence to carry
out an entire range of integrated upstream oil and gas service
activities, from seismic survey (Geoscience), drilling, and oilfeld
maintenance, covering both the domestic and the international
markets. The focused strategy undertaken by the Company
in the integrated upstream oil and gas services constituted
a major step by the Company, which had been met with a
positive response by the market in a relatively short amount
of time. On 6 May 2009 the Company held Extra Ordinary
Shareholders Meeting which one of the resolution was the
change of Administration and Finance Director from Hendri S
Suardi to Santun Nainggolan. In business enhancement matter,
the Company set its business development strategy through
expansion to the ofshore market, in line with the growing oil and
gas opportunities in ofshore areas, so that the ofshore market
constituted a development target for the Company as marked
The conduct of focus strategy by the Company
in integrated oil and gas upstream services has
marked a remarkable step for the Company that
is well responded by the market in a relatively
short time.
Strategi fokus yang dilakukan oleh
Perseroan dalam jasa hulu migas
terintegrasi merupakan langkah besar
Perseroan yang telah direspon positif oleh
pasar dalam kurun waktu relatif singkat.
Para Pemegang Saham Yang Terhormat,
i tahun 2009 Perseroan telah melakukan strategi
fokus dalam rangka meningkatkan profitabilitas
dan pertumbuhan Perseroan sesuai dengan
strategi jangka panjang Perseroan untuk fokus
pada ciri keunggulan penyediaan jasa hulu migas terintegrasi.
Perseroan memiliki kapasitas dan kompetensi untuk melakukan
seluruh rangkaian kegiatan jasa hulu migas terintegrasi, dari
mulai kegiatan survey seismik (Geoscience), pemboran (Drilling)
dan pemeliharaan lapangan migas (Oilfield) yang mencakup
pasar domestik dan luar negeri. Strategi fokus yang dilakukan
oleh Perseroan dalam jasa hulu migas terintegrasi merupakan
langkah besar Perseroan yang telah direspon positif oleh pasar
dalam kurun waktu relatif singkat. Pada tanggal 6 Mei 2009
Perseroan telah melaksanakan Rapat Umum Pemegang Saham
Luar Biasa(RUPSLB) dengan salah satu hasil keputusan Rapat
adalah penggantian Direktur Administrasi dan Keuangan
dari Hendri S Suardi kepada Santun Nainggolan. Dalam hal
pengembangan bisnis, Perseroan telah menetapkan strategi
pengembangan bisnis melalui ekspansi ke pasar offshore,
hal ini sejalan dengan pertumbuhan peluang migas di
wilayah offshore, sehingga pasar offshore merupakan target
D I
Laporan Manajemen Management’s Report 47
Elnusa Laporan Tahunan 2009
pengembangan Perseroan yang ditandai dengan mulainya
pengerjaan proyek Transition Zone dan Marine. Dalam rangka
menunjang eksekusi strategi tersebut Perseroan juga telah
melakukan perubahan struktur organisasi di level Direksi
dengan menambah 2 (dua) fungsi Direktur meliputi Direktur
Sumber Daya Manusia dan Umum yaitu Lucy Sycilia yang
sebelumnya dirangkap oleh Direktur Keuangan dan fungsi
Direktur Pengembangan yaitu M Jauzi Arif. Kelengkapan dari
struktur Direksi Perseroan akan mempercepat proses Perseroan
untuk berlari cepat dalam mencapai target pertumbuhan
sehingga dapat meningkatkan nilai saham, seiring juga
meningkatnya kesejahteraan karyawan, dan meningkatkan
hubungan saling menguntungkan dengan pemerintah, mitra
usaha dan masyarakat di mana Perseroan beroperasi.
Dari sisi investasi di sektor hulu migas diestimasikan di akhir tahun
2009 berada pada level USD11,8 miliar, angka tersebut menurun
dari investasi aktual di tahun 2008 sebesar USD12,1 miliar, target
investasi migas pemerintah di tahun 2009 adalah USD13,1 miliar.
Di tahun 2009 terjadi pembalikan tren penurunan harga minyak
dunia, termasuk harga minyak mentah Indonesia (Indonesian
Crude Oil Price/ICP). Jika pada Desember tahun 2008 harga ICP
sebesar US$ 38,5 per barel, maka di Desember 2009 ICP ditutup
di level $ 75,58 per barel. Kenaikan di penghujung tahun karena
dipengaruhi oleh kenaikan impor minyak bumi oleh China
hingga mencapai 2,03 juta barel per hari. Konsumsi yang tinggi
juga di tunjang oleh rendahnya temperatur di belahan bumi
utara meliputi sebagian besar Eropa dan China.
Sementara itu Kondisi perekonomian di tahun 2009 tampak bahwa krisis
ekonomi global pada perekonomian Indonesia dirasakan puncaknya
ketika memasuki tahun 2009. Hal ini ditunjukan oleh penurunan nilai
ekspor Indonesia sebesar 17,7% di bulan Januari 2009, krisis likuiditas
(credit crunch) sektor perbankan semakin dirasakan dampaknya
pada perekonomian nasional di awal tahun 2009. Sementara tahun
2009 pertumbuhan ekonomi mencatat angka 4,3% lebih rendah
dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar 5,2%. Investasi
juga tumbuh melambat sebesar 3,5% , jauh lebih rendah dibandingkan
periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 13,7%.
Namun, ditahun 2009 secara keseluruhan masih merupakan
tahun pertumbuhan bagi Perseroan. Dengan mencermati
perubahan lingkungan bisnis serta menerapkan strategi dan
inisiatif yang tepat, dan ditunjang komitmen kuat Perseroan
terhadap pelaksanaan tata kelola perusahaan yang baik serta
kegiatan sosial perusahaan yang berkesinambungan, maka
pada penutupan tahun 2009 Perseroan tetap menunjukan
eksistensinya dengan membukukan pertumbuhan 44%. Hal ini
merupakan suatu prestasi yang patut disyukuri.
Laporan Manajemen Management’s Report
48
by the commencement of the Transition Zone and Marine
project execution. To support the execution of the strategy,
the Company has also efected a structural change to the
organization at the Director level by adding two (2) Directorial
functions: the Director of Human Resource and General Afairs,
Lucy Sycilia which had formerly been held concurrently by the
Finance Director, and the Development Director M Jauzi Arif .
The comprehensiveness of the Company’s Directorial structure
will speed up the Company’s process to get on the fast track to
the target growth so as to enhance the stock value, as well as to
promote employee welfare, and promote a mutually benefcial
relationship with the government, business partners and the
community in which the Company operates.
Investment in the upstream oil and gas sector was estimated
to be USD11.8 billion by the end of 2009, a decline from the
2008 actual investment of USD12.1 billion; the government’s
oil and gas investment target for 2009 was USD13.1 billion.
In 2009 there as a reversal of the downward trend for global
oil prices, including the Indonesian Crude Oil Price (ICP).
While the ICP price was at US$ 38.5 per barrel in December
2008, the ICP closed at $75.58 per barrel in December 2009.
The rise at the end of the year was affected by the increased
oil import by China to as much as 2.03 million barrels per
day. The high consumption was also supported by the low
temperatures in the northern hemisphere, including most of
Europe and China.
In the meantime, the economic conditions in 2009 indicated
that the global economic crisis to the Indonesian economy
reached its peak going into 2009. This was evident by the
decline in Indonesia’s export value by 17.7% in January 2009;
the impact of a credit crunch in the banking sector being
increasingly felt on the national economy in early 2009.
Meanwhile, economic growth in 2009 was recorded at 4.3%,
lower than in the same period of the previous year at 5.2%.
Investment also slowed down at 3.5%, far lower than the
13.7% for the same period of the previous year.
Overall, however, 2009 was still a growth year for the
Company. By observing the changes in the business
environment and applying the correct strategy and initiatives,
and supported by the Company’s strong commitment to
the implementation of good corporate governance and
sustained social activities by the Company, the Company
still showed its existence at the close of 2009 by posting a
growth of 44%. This is a laudable achievement.
Elnusa 2009 Annual Report
TINJAUAN TAHUN 2009
Perseroan, berdasarkan laporan keuangan yang telah diaudit
di tahun 2009, telah mencatatkan lonjakan laba usaha bersih
(net income) menjadi sebesar Rp466 miliar atau tumbuh 249%
dibandingkan tahun 2008. Kenaikan laba bersih tersebut
2009 REVIEW
The Company, based on the 2009 audited fnancial report,
posted a jump in net income to Rp466 billion or up 249% from
2008. The rise in net income was in line with the 44% rise in
business revenue from Rp2.5 trillion in 2008 to Rp3.6 trillion
Perseroan mencatatkan kenaikan pendapatan usaha
sebesar 44% serta kenaikan laba usaha bersih sebesar 249%
dibandingkan tahun 2008."
"The Company records operating revenue growth of 44% along with the
upsurge of net operating income by 249% compared to the year 2008."
seiring dengan kenaikan pendapatan usaha sebesar 44% dari
Rp2,5 triliun ditahun 2008 menjadi Rp3,6 triliun ditahun 2009.
Kontribusi pendapatan terbesar ditahun 2009 diperoleh dari
pelaksanaan kontrak-kontrak baru dan carry over jasa bisnis
hulu migas terintegrasi sebesar 62% dari total pendapatan
Perseroan atau sebesar Rp2,26 triliun, dibandingkan tahun 2008
yaitu sebesar 67% atau sebesar Rp1,68 triliun. Adapun sisa
pendapatan diperoleh dari jasa penunjang hulu migas, jasa hilir
migas dan jasa telematika penunjang migas. Dari kegiatan jasa
hulu migas terintegrasi kegiatan survei seismik yang dilakukan
oleh Geoscience Services (GSC) merupakan penyumbang terbesar
disegmen jasa hulu migas terintegrasi sebesar Rp1,2 triliun
disusul kemudian oleh Drilling Services (EDS) yang berfokus pada
jasa pemboran dan jasa penunjang pemboran, sebesar Rp551
miliar serta Oilfeld Services (OFS) yang berkaitan dengan kegiatan
perawatan sumur untuk meningkatkan produksi migas sebesar
Rp465 miliar. Kinerja yang baik di tahun 2009 tidak terlepas dari
strategi yang tepat yang dilakukan Perseroan berkenaan dengan
integrasi business process pasca merger, peningkatan utilisasi aset
produksi, dan upaya Perseroan untuk tetap fokus pada bisnis jasa
hulu migas terintegrasi. Disamping itu lonjakan laba bersih yang
sangat tinggi di tahun 2009 juga dikontribusikan oleh pendapatan
Perseroan dari pelepasan kepemilikan 49% saham di PT Infomedia
Nusantara sebesar Rp298 milyar bersih setelah pajak.
Sejalan dengan target kinerja Perseroan tahun 2009,
pencapaian baik dari sisi pendapatan usaha maupun laba
bersih melampaui target yang telah ditetapkan. Walaupun
masih diakui adanya kelemahan internal, namun kami terus
melakukan perebaikan yang meliputi: perbaikan bisnis
proses, perbaikan asset management, penyempurnaan sistem
dan prosedur serta peningkatan kompetensi sumber daya
manusia. Dari sisi ekternal masih terdapat beberapa kendala
yang harus dihadapi diantaranya fluktuasi dan kecenderungan
menurunnya harga minyak dunia serta meningkatnya
persaingan usaha di jasa hulu migas.
in 2009. The largest revenue contribution in 2009 was gained
from the implementation of new contracts and carryover of
the integrated upstream oil and gas business services at 63%
of the total Corporate earnings or Rp2.26 trillion, compared to
67% or Rp1.68 trillion in 2008. The rest of the revenues were
earned from downstream oil and gas supporting services,
downstream oil and gas services and oil and gas supporting
telematic services. From the integrated upstream oil and
gas services, the seismic survey activity undertaken by
Geoscience Services (GSC) was the largest contributor in the
integrated upstream oil and gas service segment amounted
to Rp1.2 trilion, followed by Drilling Services (EDS) which
focused on drilling services and drilling support services, and
Oilfield Services (OFS) related to well maintenance activities
to increase oil and gas production amounted to Rp551billion.
The good performance in 2009 had much to do with the right
strategy undertaken by the Company with regard to post-
merger business process integration, increased productive
asset utilization, and the Company’s effort to keep its focus
on the integrated upstream oil and gas service business. In
addition, the extreme jump in net income in 2009 was also
contributed by the Company’s earnings from the divestment
of its 49% stake in PT Infomedia Nusantara at Rp298 billion
net after tax.
In line with the Company’s performance target in 2009,
achievements in both the operating revenue and net income
surpassing the defined target. Even though we are still imposed
with internal weakness, however we have been continually
undergoing improvement schemes, encompassing: business
process improvement, asset management improvement,
upgrading systems and procedures, as well as human
resources competence enhancement. From external aspect,
several constraints are still abound, including fluctuation and
declining trend of global oil price in addition to increasing
business competition in the oil and gas upstream services.
Laporan Manajemen Management’s Report 49
Elnusa Laporan Tahunan 2009
Laporan Manajemen Management’s Report
50
KEGIATAN OPERASI
Dari sisi operasi selama tahun 2009 Perseroan telah mendapatkan
kepercayaan dari para pelanggan untuk mengerjakan proyek-
proyek baru dan meneruskan proyek-proyek carry over dari tahun
sebelumnya. Divisi Geoscience Services mendapatkan kontrak-
kontrak 3D/2D seismik baru meliputi proyek-proyek seismik darat
(land seismic) di area Rengasdengklok, Suban Siarak, Bernai Benuang
dan Randugunting, sementara untuk marine/transition zone seismic
Perseroan mengerjakan proyek-proyek di area Kalimantan Timur
dan Papua Barat. Disamping itu juga Perseroan melakukan proyek-
proyek carry over meliputi area Jambi, Sumatera Selatan dan Papua
Barat. Proyek-proyek tersebut berasal dari pelanggan-pelanggan
utama Perseroan meliputi Pertamina EP, Petrochina, Total E&P, BP,
Petrochina dan Ranhill.
Sementara divisi Drilling Services telah mendapatkan proyek-
proyek baru dan carry over dari tahun sebelumnya untuk
pengerjaan jasa integrated drilling services, integrated project
management, well testing dan reservoir drilling evaluation untuk
area-area di Palembang, Cirebon, Donggi-Sulawesi, dan
Kalimantan Timur. Proyek-proyek tersebut berasal dari beberapa
pelanggan utama Perseroan meliputi Pertamina EP, Odira, Vico,
Pertamina Geothermal Energy dan Chevron. Divisi Drilling
Services menandai tahun 2009 dengan dimulainya babak baru
pemboran 1600 HP dengan kemampuan melakukan pemboran
di kedalaman lebih dari 18.000 feet dengan mendatangkan rig
super modern fully-automatic dibandingkan rig-rig konvensional.
Divisi Oilfeld Services (OFS) di tahun 2009 melakukan pengerjaan
proyek-proyek well testing dan enhancement production facilities
(EPF) baik proyek-proyek baru maupun carry over dari tahun
sebelumnya. Area proyek meliputi wilayah-wilayah Kalimantan
Timur, Sumatera dan Jawa untuk pelanggan-pelanggan utama
OFS seperti Chevron, Total EP, Pertamina, Medco, Vico, Pertagas
dan Star Energy.
AKSI KORPORASI
Selama tahun 2009 Perseroan telah mencatatkan aksi korporasi
yang penting dan menjadi bagian sejarah Perseroan yang sudah
lebih hampir 40 tahun berkarya di sektor jasa hulu migas. Kami
merasa perlu melakukan aksi korporasi sebagai bagian langkah
strategis Perseroan dalam menyampaikan pesan ke pada pasar dan
para investor bahwa Perseroan senantiasa berupaya memperbaiki
diri untuk tumbuh dan mencapai target yang telah ditentukan.
Pada bulan Juni 2009 Perseroan telah melakukan strategi fokus
pada bisnis utama dengan melakukan divestasi 49% kepemilikan
saham di PT Infomedia Nusantara. Tujuan dilakukannya transaksi
adalah untuk lebih fokus pada industri hulu migas yang
dijalankan Perseroan yang telah memiliki keunggulan kompetitif
dan lebih fokus pada pengembangan bisnis utama Perseroan
OPERATIONAL ACTIVITIES
From an operational standpoint, throughout 2009 the Company
has been given a vote of confidence by its customers to
execute new projects and continue with carried-over projects
from the previous year. The Geoscience Services Division won
new 3D/2D seismic contracts including land seismic projects
in the Rengasdengklok, Suban Siarak, Bernai Benuang and
Randugunting areas, while in terms of marine/transition
zone seismic projects the Company took on new projects in
East Kalimantan and West Papua. Furthermore, the Company
also undertook carried-over projects covering Jambi, South
Sumatera and West Papua. The projects originated from the
Company’s key customers: Pertamina EP, Petrochina, Total E&P,
BP, Petrochina and Ranhill.
On the other hand, the Drilling Services division won new
projects and carried over projects from the previous
years for integrated drilling ser vices, integrated project
management, well testing and reser voir drilling evaluation
works for areas in Palembang, Cirebon, Donggi-Sulawesi,
and East Kalimantan Timur. The projects originated
from some of the Company’s key customers including
Pertamina EP, Odira, Vico, Pertamina Geothermal Energy,
and Chevron. The Drilling Ser vices Division marked 2009
by turning over a new chapter of 1600 HP drilling with
a drilling capacity of over 18, 000 feet deep by bringing
in fully automatic super-modern rigs compared to
conventional rigs. The Oilfield Ser vices (OFS) Division
worked on well testing and enhancement production
facilities projects in 2009, both new projects and carr y-
overs from the previous years. The project areas included
East Kalimantan, Sumatera and Java for the OFS’ key
customers such as Chevron, Total EP, Pertamina, Medco,
Vico, Pertagas, and Star Energy.
CORPORATE ACTION
During 2009 the Company recorded crucial corporate actions
that became a part of the Company’s nearly forty years of work
in the upstream oil and gas services. We felt the need to take the
corporate actions as part of the Company’s strategic measures
in conveying a message to the market and investors that the
Company was constantly seeking to improve itself to grow and
achieve the set targets.
In June 2009 the Company undertook focused strategy on
the core business by divesting its 49% stake in PT Infomedia
Nusantara. The objective of the transaction was to focus more
on the upstream oil and gas services run by the Company
which already had a competitive advantage and to focus
Elnusa 2009 Annual Report
yang sesuai dengan visi dan misi Perseroan. Perseroan menjual
seluruh kepemilikan sahamnya sebesar 49% di IMN yang
berjumlah 205.800.000 lembar dengan nilai nominal Rp500 per
saham dengan total nilai transaksi sebesar Rp598.000.000.000
sebelum pajak.
Masih ditahun yang sama, Perseroan melakukan rearranging business
portfolio dengan melepaskan 49% kepemilikan saham di PT Jabar
Energi (JBE). Walaupun JBE mengelola potensi migas, namun masih
belum sejalan dengan visi misi Perseroan karena JBE sampai saat
ini banyak bergerak dibidang infrastruktur dan EPC (Engineering,
Procurement & Construction). Perseroan menjual seluruh kepemilikan
sahamnya di JBE (49%) kepada PT Jasa Sarana yang berjumlah 49.000
lembar dengan nilai nominal Rp10.000 per saham dengan total nilai
transaksi sebesar Rp490.000.000 sebelum pajak.
Pada bulan September 2009 Perseroan melakukan aksi
korporasi lainnya dengan membagikan dividen interim ke para
pemegang saham. Pembagian dividen interim ini sebagai
bagian dari strategi Perseroan dalam memberikan signal
positif ke pasar akan kinerja Perseroan. Dividen Interim Tahun
Buku 2009 yang dibayarkan sebesar Rp20. per saham, atau
seluruhnya berjumlah Rp143.975.240.000. Dividen Interim
Tahun Buku 2009 ini akan diperhitungkan dalam menetapkan
Dividen final dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan
Perseroan untuk Tahun Buku 2009.
TATA KELOLA PERUSAHAAN
Dalam perkembangan dan menjalankan roda bisnisnya sebagai
salah satu perusahaan yang telah tercatat di Bursa Efek Indonesia,
PT Elnusa Tbk mengikuti peraturan yang telah ditetapkan
Bapepam-LK dan Bursa Efek Indonesia. Demikian pula dalam
tata kelola perusahaan yang baik, Perseroan berkomitmen
untuk melaksanakan tata kelola perusahaan sesuai kaidah
Good Corporate Governance (GCG). Perseroan menyadari bahwa
kaidah tata kelola perusahaan yang baik adalah sarana
utama meningkatkan kinerja perusahaan dan akuntabilitas
kepada publik.
Perseroan meraih penghargaan sebagai “Perusahaan
dengan Kelengkapan Dokumentasi Terbaik” dan sebagai
perusahaan “Terpercaya” dalam ajang GCG Award."
"The company won awards as “the Company with the Most Comprehensive
Documentation” and as a “Most Trusted” company at the GCG Award."
more on developing the Company’s core business in line
with the Corporate vision and mission. The Company sold all
of its 49% stake in IMN at 205,800,000 shares with a nominal
value of Rp500.- per share for a total transaction value of
Rp598,000,000,000.- before tax.
Also in the same year, the Company conducted a business
portfolio rearranging by divesting its 49% stake in PT Jabar
Energi (JBE). While JBE managed oil and gas potential, it was
not in line with the Corporate vision and mission since JBE to
date is largely engaged in infrastructure and EPC (Engineering,
Procurement and Construction). The Company sold its entire
stake in JBE (49%) to PT Jasa Sarana at 49,000 shares with a
nominal value of Rp10,000 per share with a total transaction
value of Rp490,000,000 before tax.
In September 2009 the Company took another corporate
action by paying out an interim dividend to the shareholders.
This interim dividend payout was part of the Corporate
strategy in giving a positive sign to the market on the
Company’s performance. The 2009 Fiscal Year interim
dividend was paid out at Rp20 per share, or a total of
Rp143,975,240,000. This 2009 Fiscal Year interim dividend
would be calculated in determining the final Dividend at the
Annual General Meeting of Shareholders of the Company for
the 2009 Fiscal Year.
GOOD CORPORATE GOVERNANCE
In its course and in running its business as a listed company
in the Indonesian Stock Exchange, PT Elnusa Tbk abides by
the regulation set forth by Bapepam-LK and the Indonesian
Stock Exchange. Thus in terms of good corporate governance,
the Company is committed to carrying out the corporate
governance according to the Good Corporate Governance
(GCG). The Company is aware that the principles of good
corporate governance is a primary means of promoting
corporate performance and public accountability.
Laporan Manajemen Management’s Report 51
Elnusa Laporan Tahunan 2009
Laporan Manajemen Management’s Report
52
Untuk mengedepankan tata kelola yang baik dan berstandar
dunia, perusahaan ini terus memperkuat kebijakan dan praktek
tata kelola perusahaan, pengembangan dan penyempurnaan
struktur pengendalian internal dan prosedur yang mampu
menciptakan keseimbangan dan dapat dipertanggungjawabkan.
Salah satu standarnya adalah kewenangan untuk mengawasi
pengendalian internal perusahaan melalui Corporate Internal
Audit dan Risk Management (CIARM). Komitmen dalam hal ini
antara lain juga dengan keberadaan Audit Internal, Komite
Audit dan Komite Nominasi dan Remunerasi.
Di tahun 2009 Perseroan meraih dua penghargaan sekaligus
adalam ajang Good Corporate Governance Award yang
diselenggarakan oleh The Indonesian Institute for Corporate
Governance (IICG) dan majalah SWA , Perseroan meraih
penghargaan sebagai “Perusahaan dengan Kelengkapan
Dokumentasi Terbaik” dan sebagai perusahaan “Terpercaya”
dengan skore 81,74 termasuk dalam the best top ten kategori
emiten. Dalam ajang GCG award tersebut Perseroan menyampaikan
makalah dengan judul “Good Corporate Governance dalam perspektif
manajemen stratejik di PT Elnusa Tbk”.
SERVICE ExCELLENCE DAN PERBAIKAN YANG
BERKELANJUTAN
Sebagai perusahaan jasa, service excellence merupakan hal penting
untuk menjamin peningkatan berkesinambungan dan meraih
prestasi demi prestasi. Perbaikan internal dilakukan Perseroan
dari sisi human capital yang menjadi perhatian besar Perseroan,
yaitu Sumber Daya Manusia (SDM). Sebagai perusahaan yang
bergerak dalam bisnis jasa migas, Perseroan dihadapkan pada
kompetisi yang sangat ketat dalam hal kompetensi profesional
serta pemanfaatan teknologi tinggi. Untuk itu Perseroan
memerlukan SDM yang berkualitas. Competency Based Human
Resources Management diterapkan Perseroan sebagai dasar setiap
pengambilan keputusan di bidang SDM. Sistem ini digunakan
antara lain untuk menentukan jenjang karir, penempatan posisi
karyawan, reward and punishment.
Business process untuk menghasilkan layanan excellence kepada klien
dilakukan dengan melakukan fne-tuning organization. Upaya tersebut
diakui akan menunjang efsiensi dan efektivitas manajemen. Business
process menjadikan pekerjaan lebih simple. Berbagai perbaikan yang
dilakukan pada intinya akan mempengaruhi pula performa keuangan
perusahaan dan kesiagaan berkompetisi di kancah lokal dan regional.
Paduan dari baiknya sumber daya manusia dan rapinya internal
business process, akan mempengaruhi kepuasan para pelanggan.
Perseroan senantiasa terus meningkatkan kompetensi, kualitas,
sumber daya manusia, dan kelengkapan peralatan. Pemain global
adalah mitra bagi kami untuk dapat mensejajarkan diri sebagai world
class services company.
To put forward a good, world-standard corporate
governance, the company continues to strengthen its
corporate governance policies and practices, develop and
refine the internal control structure and procedure that can
create a balance and is accountable. One of the standards
is the authority to supervise the company’s internal control
through Corporate Internal Audit and Risk Management
(CIARM). Commitment on this matter is also indicated by the
presence of Internal Audit, Audit Committee and Nomination
and Remuneration Committee.
I n 2009 the Company won a total of two awards at the
Good Corporate Governance Award organized by the
I ndonesian I nstitute for Corporate Governance (IICG)
and SWA magazine, winning as “the Company with the
Most Comprehensive Documentation” and as a “Most
Trusted” company with a score of 81. 74, placing it in the
best top ten of the issuer categor y. At the GCG award,
the Company presented a paper title “Good Corporate
Governance from a strategic management perspective at
PT Elnusa Tbk”.
SERVICE ExCELLENCE AND CONTINUOUS
IMPROVEMENT
As a service company, service excellence is a crucial issue to
guarantee sustainable improvement and rake in achievement
by achievement. The Company undertook internal improvement
from a human capital point of view which was a major concern
for the Company, i.e. Human Resource. As a company engaged
in the oil and gas service business, the Company is faced with
ferce competition in professional competence and advanced
technology utilization. Therefore, the Company would require
quality human resource. The Company applies Competency
Based Human Resources Management as a basis for every
decision making in Human Resources. This system is used
among other things to determine the career path, employee
assignment, reward and punishment.
The business process to produce service excellence to clients
is done by fne-tuning the organization. It is recognized that
the efort will support managerial efciency and efectiveness.
The business process will simplify the work. In essence, the
improvements being made will in fact afect the company’s
fnancial performance and readiness to compete at the local
and regional level. A combination of good human resource and
well-organized internal business process will infuence customer
satisfaction. The Company continues to promote competence,
quality, human resource, and equipment comprehensiveness.
Global players are partners to us in order to be able to stand as
a world-class service company.
Elnusa 2009 Annual Report
TANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAAN (CSR)
Corporate Social Responsibility (CSR) merupakan bagian yang tak
terpisahkan dari bisnis perseroan. Dalam membudayakan gaya hidup
berorientasi ramah lingkungan dan menjaga bumi hijau, Perseroan
secara konsisten mengkampanyekan Go Green di lingkungan kantor
dan sekitarnya. Bentuk kegiatan berupa penanaman pohon langka,
penggunaan material environmental-friendly, hemat energi, hingga
dukungan bagi akademisi dalam pengembangan energi alternatif.
Bagi masyarakat yang masih membutuhkan uluran bantuan untuk
perbaikan kualitas hidup, Perseroan mengembangkan program-
program multiplier efect untuk komunitas di sekitar kantor pusat
tempat perseroan beroperasi. Bentuk kegiatan ini berorientasi
pada Three Primary for Better Life mencakup pendidikan, ekonomi
dan kesehatan. Bentuk kegiatan lain berupa Taman Belajar Elnusa,
Beasiswa Terpadu, Sekolah TK Patra, Kewirausahaan Komunitas,
program Ayo Sehat, Pendampingan Ekonomi, SMEday (Small and
Medium Enterprise – Day) setiap pekan dan masih banyak lagi kegiatan
yang diselenggarakan secara berkesinambungan.
Perseroan juga memberikan perhatian besar untuk berpartisipasi
membantu korban bencana alam di tanah air. Perseroan memiliki tim
khusus Elnusa Emergency Response (EER) untuk bekerja bersama para
relawan. Di kawasan bencana, Perseroan mengambil peran pada
fase relief. Dengan alat drilling lengkap, EER melakukan pemboran
dengan berbagai tingkat kesulitan, untuk membantu penyediaan
air bersih. Di Sumatera Barat, Perseroan mendapatkan apresiasi dari
berbagai NGO lokal dan internasional untuk kecepatan dan akurasi
dalam boreholes drilling.
PROSPEK DI MASA DEPAN
Tahun 2010 adalah tahun yang tepat bagi Perseroan untuk lebih
meningkatkan kompetensi inti di bisnis jasa hulu migas, meliputi
Geoscience, Drilling dan Oilfeld Services. Di jasa layanan Geoscience,
Perseroan merupakan market leader di pasar nasional pada segmen
land seismic. Perseroan akan mengembangkan keunggulan kompetitif
pada segmen marine seismic sebagai bagian dari strategi penetrasi
pasar ofshore. Di jasa pemboran terintegrasi (Integrated Drilling
Services), Perseroan telah memiliki Modular Rig dengan teknologi
terbaru yang disebut sebagai rig fully-automatic dibanding dengan
rig konvensional yang umum berada di pasar. Sedangkan pada jasa
pemeliharaan sumur dan lapangan migas terpadu (Integrated Oilfeld
Services), Perseroan menguasai pasar jasa Well Services (pemeliharaan
sumur migas) di Indonesia, terutama hydraulic workover. Dengan
berbekal pengalaman lebih dari 20 tahun dalam menangani pekerjaan
tersebut, Perseroan merambah pada kompetensi di bidang teknik
peningkatan produksi lanjut (Enhanced Oil Recovery). Ini adalah salah
satu kekuatan di bidang product enhancement. Dengan penguatan
kompetensi di bisnis inti, Perseroan berharap dapat meningkatkan
baik penjualan maupun proftabilitas. Oleh karenanya perlu persiapan
disegala lini termasuk kesiapan SDM.
CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY (CSR)
Corporate Social Responsibility (CSR) is an inseparable part of the
corporation’s business. In creating a culture of environmentally-
friendly lifestyle and keeping the earth green, the Company has
consistently put up a Go Green campaign at the workplace and in
its surroundings. The forms of activity include planting rare trees,
using environmentally friendly material, saving energy, and giving
support to academicians in developing alternative energy.
For communities who still need assistance for an improved quality of
life, the Company develops multiplier-efect programs for communities
around the head ofce at which the corporation operations. The forms
of these activities are oriented on Three Primary for Better Life which
includes education, economy and health. Other forms of activity include
Taman Belajar Elnusa (Elnusa Study Club), Integrated Scholarship, Patra
Kindergarten, Community Entrepreneurship, the Ayo Sehat (Let’s Get
Healthy) Program, Economic Facilitation, weekly SMEday (Small and
Medium Enterprise – Day) and many more activities conducted in a
continuous manner.
The Company also gives a great deal of attention to participate
in helping natural disaster victims in the country. The Company
has a Elnusa Emergency Response (EER) special team in place to
work with volunteers. At the disaster area, the Company takes
part in the relief phase. With a complete drilling equipment, EER
would conduct drilling at various degrees of difculty, to help
provide clean water. In West Sumatera, the Company received
an appreciation from local and international NGOs for its speed
and accuracy in boreholes drilling.
fUTURE PROSPECT
2010 is the right year for the Company to further increase core
competence in the upstream oil and gas service business,
which includes Geoscience, Drilling, and Oilfield Services.
In Geoscience services, the Company is the national market
leader in the land seismic segment. The Company is going
to develop the competitive advantage in the marine seismic
segment as part of the offshore market penetration strategy.
In the Integrated Drilling Services, the Company already
owns a Modular Rig with the latest technology – called the
fully-automatic rig – instead of the conventional rigs that
are commonly found in the market. As for Integrated Oilfield
Services, the Company controls the Well Services market (oil
well maintenance) in Indonesia, especially hydraulic work
over. Armed with over twenty years of experience in handling
such work, the Company is branching out into competence in
Enhanced Oil Recovery. This is one of the strengths in product
enhancement. With competence strengthening in the core
business, the Company expects to increase both its sales
and profitability. Therefore, preparation in all areas, including
human resource preparedness, will be required.
Laporan Manajemen Management’s Report 53
Elnusa Laporan Tahunan 2009
Eteng A.Salam
Direktur Utama
President Director
Hormat kami,
Our sincerely,
Kita semua berharap perubahan ekonomi makro dunia kearah
perbaikan akan mendorong belanja modal di sektor migas dan
Pemerintah akan mampu memulihkan kondisi ekonomi nasional
dengan kebijakan-kebijakan yang tepat. Pengalaman Perseroan
selama lebih dari 40 tahun telah membuktikan keberhasilan untuk
tetap tumbuh dan berkembang secara berkesinambungan, bahkan
dimasa-masa sulit. Dengan keyakinan yang sama Perseroan siap
menghadapi tahun-tahun mendatang.
APRESIASI
Kerja keras manajemen dan karyawan Perseroan telah membuahkan
pencapaian dan berbagai penghargaan dari para pelanggan utama
dan lembaga-lembaga profesional di tahun 2009. Selama tahun
2009 beberapa pelanggan Perseroan juga telah memberikan
penghargaan untuk kategori safety dan kinerja proyek. Nation
Petroleum telah memberikan safety award atas pengerjaan
proyek 3D seismic di Tutong, Brunei Darussalam, Medco Energy
telah memberikan safety award atas pengerjaaan proyek Oilfeld
services di wilayah Sumatera, dan Pertamina EP telah memberikan
penghargaan kepada Perseroan atas prestasinya dalam mendukung
Pertamina EP dalam meningkatkan produksi migas di region Jawa.
Sementara itu juga, Perseroan telah mendapatkan sertifkasi OHSAS
18001 dari PT SGS untuk masa 3 tahun mencakup lingkup kerja
yang lebih luas meliputi geophysical data acquisition (marine dan
land), drilling dan jasa terkait serta oilfeld services. Pada bulan Juli
2009 Perseroan telah memperoleh penghargaan silver award dalam
ajang Persatuan Insinyur Indonesia (PII) award dengan manampilkan
makalah dengan judul “Inovasi Peningkatan Produksi Minyak Secara
Eksponensial untuk Mendukung Target Produksi Nasional”, dan di
bulan Desember 2009 Perseroan telah memperoleh penghargaan
GCG award yang diselenggarakan oleh The Indonesian Institute for
Corporate Governance (IICG) dan Majalah Swa.
Atas semua pencapaian tersebut, kami ingin menyampaikan
penghargaan yang setinggi-tingginya atas dedikasi yang telah
ditunjukan oleh para karyawan. Kami juga berterima kasih kepada
Dewan Komisaris, para pemegang saham, mitra usaha, pemasok dan
pelanggan atas kepercayaan yang telah diberikan. Dukungan Anda
semua memberikan arti yang besar bagi keberhasilan Perseroan
dalam mengarungi tahun-tahun yang penuh tantangan.
Laporan Manajemen Management’s Report 54
We all hope that any global macroeconomic change for the
better will encourage capital spending in the oil and gas sector
and that the Government will be able to restore the national
economic conditions with the right policies. The Company’s
over forty years of experience has proven to be a success for
continued growth and development, even in tough times.
With the same conviction, the Company is ready to face the
coming years.
APPRECIATION
The hard work put in by the Company’s management and
employees has resulted in achievements and a string of
awards from key customers and professional institutions in
2009. Throughout 2009, some of the Company’s customers
also gave awards for the safety and project performance
categories. Nation Petroleum gave the Company the safety
award for its performance of the 3D seismic project in Tutong,
Brunei Darussalam; Medco Energy gave the safety award for its
performance of the Oilfeld services project in Sumatera, and
Pertamina EP gave an award to the Company for its achievement
in supporting Pertamina EP in boosting oil and gas production
in the Java region. At the same time, the Company has received
the OHSAS 18001 certifcate from PT SGS for a three-year period
that covers a broader scope of work including geophysical
data acquisition (marine and land), drilling and related services
and oilfeld services. In July 2009 the Company won a silver
award at the Association of Indonesian Engineers (PII) Awards
by presenting a paper titled “Innovations for an Exponential
Increase of Oil Production to Support the National Production
Target”, and in December 2009 the Company won an award
at the GCG awards organized by The Indonesian Institute for
Corporate Governance (IICG) and Swa magazine.
For all of those achievements, we would like to express our highest
appreciation for the dedication shown by the employees. We
also thank the Board of Commissioners, shareholders, business
partners, vendors and customers for their confdence. Your
support has given a very profound meaning for the Company’s
success in coping with challenging years.
Elnusa 2009 Annual Report
Tanggung Jawab Laporan Tahunan 2009
Responsibility for 2009 Annual Report
Sesuai ketentuan Undang Undang No. 40 Tahun 2007 tentang
Perseroan Terbatas dan Peraturan No. X.K.6 lampiran Keputusan
Ketua Bapepam No: KEP-134/ Bl/2006 tertanggal 7 Desember
2006, tentang laporan Tahunan.
Laporan Tahunan ini, berikut Laporan Keuangan dan informasi
lain yang terkait, merupakan tanggung jawab Manajemen
PT Elnusa Tbk dan telah disetujui oleh seluruh anggota Dewan
Komisaris dan Direksi dengan membubuhkan tandatangannya
masing-masing dibawah ini.
In Compliance with the Law No. 40 year 2007 on Limited
Company and Regulation No. X.K.6 Attachment of the Decision
of the Chairman of Bapepam No. KEP-134/Bl/2006, dated 7th
December 2006 on Annual Report.
This Annual Report and the accompanying Financial Statements
and related fnancial information, are the responsibility of the
Management of PT Elnusa Tbk and have been approved by
members of Board of Commissioners and the Board of Directors
whose signature appear below.
Waluyo
Komisaris utama
President Commissioner
S. M. Hari Kustoro
Komisaris Independen
Independent Commissioner
Anton Sugiono
Komisaris
Commissioner
Surat Indrijarso
Komisaris Independen
Independent Commissioner
Soehandjono
Komisaris
Commissioner
DEWAN KOMISARIS
Board of Commissioners
DIREKSI
Board of Directors
Eteng A. Salam
Direktur Utama
President Director
Santun Nainggolan
Direktur Keuangan
Finance Director
Lucy Sycilia
Direktur SDM & Umum
HR & GA Director
Eddy Sjahbuddin
Direktur Operasi
Operation Director
M. Jauzi Arif
Direktur Pengembangan Usaha
Business Development Director
Laporan Manajemen Management’s Report 55
Elnusa Laporan Tahunan 2009
Laporan Tata Kelola Perusahaan Corporate Governance
56
Laporan Tata Kelola Perusahaan
Corporate Governance Report
Transparansi adalah keterbukaan
mengemukakan informasi material dan
relevan mengenai Elnusa kepada pihak
yang berkepentingan.
Transparency is the sincerity in expressing
material and relevant information on Elnusa to the
concerned parties.
Elnusa 2009 Annual Report
Laporan Tata Kelola Perusahaan Corporate Governance 57
PRINSIP DASAR
Dasar hukum atas penerapan Tata Kelola Perusahaan yang Baik
atau Good Corporate Governance (GCG) di Indonesia mengacu
kepada Undang-Undang PT No. 40/2007 yang mengakomodir
beberapa prinsip GCG seperti prinsip kesetaraan antar organ
perusahaan; lebih memperjelas hak-hak masing-masing
pemangku kepentingan; peran, hak dan kewajiban Direksi
dan Dewan Komisaris lebih jelas; prinsip kolektivitas Dewan
Komisaris; serta mengatur tentang keberadaan komisaris
independen dan komisaris utusan.
Memahami pentingnya pelaksanaan GCG, maka Dewan Komisaris
dan Direksi Perseroan telah menjadikan GCG sebagai bagian
dari pengelolaan Perseroan melalui penerapan suatu sistem
yang mencerminkan prinsip-prinsip keterbukaan informasi,
akuntabilitas, kesetaraan dan tanggung jawab. Penerapan
prinsip-prinsip GCG mampu menciptakan keunggulan bagi
Perseroan dalam menghadapi persaingan dan memberikan
nilai tambah bagi para pemangku kepentingan.
Penerapan kelima prinsip GCG tersebut dapat dilihat dalam
berbagai bidang kegiatan Perseroan, antara lain:
Transparansi
Transparansi adalah keterbukaan mengemukakan informasi
material dan relevan mengenai Perseroan kepada pihak
yang berkepentingan. Perseroan menjamin akurasi informasi
material menyangkut kinerja operasi dan kinerja keuangan,
pengelolaan serta kepemilikan saham Perseroan dan informasi
lain-lain yang penting.
Perseroan memberikan informasi yang seluas-luasnya kepada
publik dan pemegang saham, sesuai peraturan Bapepam –
LK. Laporan diterbitkan secara berkala dan tepat waktu dalam
dua bahasa (Indonesia dan Inggris) yang antara lain mencakup
Laporan Keuangan Triwulanan, Laporan Keuangan Semesteran,
Laporan Keuangan Tahunan yang telah diaudit oleh Kantor
Akuntan Publik, Laporan Tahunan, Laporan Eksplorasi dan
Laporan Registrasi Pemegang Saham.
Akuntabilitas
Perseroan menerapkan prinsip akuntabilitas sebagai salah satu
cara untuk mengatasi persoalan yang timbul karena adanya
pembagian tugas (division of authority) antar organ di Perseroan
serta mengurangi dampak dari agency problem yang timbul
akibat perbedaan kepentingan antara pihak manajemen,
pemegang saham dan stakeholders.
Bentuk dari penerapan prinsip akuntabilitas meliputi antara
lain pelaporan Direksi kepada Dewan Komisaris mengenai
BASIC PRINCIPLES
The legal basis for the application of Good Corporate
Governance (GCG) in Indonesia refers to Company Law Number
40/2007 which accommodates several GCG principles such
as the principle of equality among company organs; further
clarifying the respective rights of each shareholder; clearer
role, rights and obligations of the Board of Directors and Board
of Commissioners; the principle collectivity for the Board of
Commissioners; and governs the existence of independent
commissioners and delegated commissioners.
Understanding the importance of GCG implementation, the
Corporate Board of Commissioners and Board of Directors
have made GCG a part of the Corporate management through
the application of a system that reflects the principles of
disclosure, accountability, equality and responsibility. The
application of GCG principles can create excellence for the
Company in dealing with competition and providing added
value to stakeholders.
The application of the fve principles of GCG is evident in various
areas of Corporate activity, such as:
Transparency
Transparency is open disclosure of material and relevant
information on the Company to stakeholders. The Company
guarantees the accuracy of material information concerning
the operational performance and fnancial performance,
management and share ownership of the Company and other
important information.
The Company provides the information as broadly as possible
to the public and shareholders, in accordance with Bapepam-LK
regulations. The report is published periodically and punctually
in dual languages (Indonesian and English), covering among
other things the Quarterly Financial Statement, Semiannual
Financial Statement, Annual Financial Statement audited by a
Public Accountant’s Ofce, Annual Report, Exploration Report
and Shareholder Register Report.
Accountability
The Company applies the principle of accountability
as a way of coping with issues that arise from the
division of authority among organs in the Company and
minimizing the impact of any agency problem that arises
from conflicts of interest between the management,
shareholders and stakeholders.
The application formats of the accountability principle include
among other things the Board of Directors reporting to the Board
Elnusa Laporan Tahunan 2009
Laporan Tata Kelola Perusahaan Corporate Governance
58
rencana kerja anggaran tahunan, evaluasi bersama kinerja
operasi dan keuangan, penyampaian laporan keuangan pada
RUPS Tahunan, pembentukan Audit Internal dan penunjukan
auditor eksternal.
Tanggung Jawab
Perseroan memastikan pengelolaan perusahaan dengan mematuhi
peraturan serta ketentuan yang berlaku sebagai cerminan tanggung
jawab korporasi sebagai warga korporasi yang baik (good corporate
citizen). Perseroan akan senantiasa mengupayakan kemitraan dengan
semua pihak yang berkepentingan (stakeholders) dalam batas-batas
peraturan perundang-undangan dan etika bisnis yang sehat.
Perseroan telah menyesuaikan Anggaran Dasar/Anggaran
Rumah Tangga Perseroan dengan UU PT no 40/2007, selain itu
melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) Perseroan
terlibat langsung dalam berbagai kegiatan sosial yang terpusat
pengembangan masyarakat, pendidikan, kesehatan dan
bantuan korban bencana alam.
Kemandirian
Perseroan berupaya untuk mengelola perusahaan secara
professional tanpa benturan kepentingan dan pengaruh/
tekanan dari pihak manapun yang tidak sesuai dengan
peraturan perundang-undangan yang berlaku dan prinsip-
prinsip korporasi yang sehat.
Dewan Komisari dan Direksi Perseroan memiliki pendapat
yang independen dalam setiap keputusan yang diambil,
namun dimungkinkan untuk mendapatkan saran dari
konsultan independen, hukum, dan komite-komite untuk
menunjang kelancarannya.
Kesetaraan
Perseroan menjamin perlakuan yang adil setara kepada setiap
stakeholders dalam setiap aktivitas yang dilakukan dan selalu
mengupayakan agar pihak-pihak yang berkepentingan dapat
memahami hak dan kewajibannya sesuai dengan peraturan
perundang-undangan.
PENERAPAN GCG DI PERSEROAN
Sebagai perusahaan yang tercatat di Bursa Efek Indonesia
Perseroan berkomitmen penuh mengembangkan dan
menerapkan kebijakan serta praktek GCG yang sesuai dengan
standar pasar modal dunia. Perseroan menyadari pentingnya
prinsip-prinsip GCG sebagai alat untuk meningkatkan kinerja
Perseroan dan akuntabilitas kepada publik.
of Commissioners regarding the annual budge work plan, joint
evaluation of operational and fnancial performance, delivery of
the fnancial statement at the Annual AGMS, establishment of
Internal Audit and appointment of external audit.
Responsibilities
The Company ensures the company’s management with due
regard to the rules and regulations in place as a refection of
the corporation’s responsibility as a good corporate citizen.
The Company will continue to seek partnerships with all
stakeholders within the limits of the laws and regulations and
strong business ethics.
The Company has adjusted its Corporate Articles of
Association/Bylaws to Company Law no. 40/2007;
furthermore, through the Corporate Social Responsibility
(CSR) program the Company is directly involved various
social activities centered around community development,
education, health, and disaster relief.
Independence
The Company seeks to manage the company in a
professional manner without any conflict of interest and
influence/pressure from any party that is not in compliance
with the prevailing laws and regulations and the principles
of sound corporation.
The Board of Commissioners and Board of Directors have
independent opinions in every decision made, but are
enabled to receive recommendations from independent
consultants, legal consultants, and committees to support
their smooth performance.
Equality
The Company guarantees fair and equal treatment to all
stakeholders in every activity it undertakes and always makes an
efort to ensure that stakeholders will be able to understand their
rights and obligations according to the laws and regulations.
GCG APPLICATION IN THE COMPANY
As a listed company in the Indonesian Stock Exchange, the
Company is fully committed to developing and applying GCG
policies and practices that are in line with the global capital
market standards. The Company realizes the importance of GCG
principles as a tool to promote the Company’s performance and
public accountability.
Elnusa 2009 Annual Report
Laporan Tata Kelola Perusahaan Corporate Governance 59
Perseroan telah secara terus menerus memperkuat kebijakan dan
praktek tata kelola perusahaan, diantaranya dengan dibuatnya
Pedoman Etika Bisnis dan Etika Kerja (Code of Conduct), Piagam
Audit Internal (Internal audit Charter), Panduan Tata Kelola
Perusahaan (Board Manual), Peraturan Perusahaan, Pedoman
dan Kebijakan Dasar Perusahaan, Standar Operasional Prosedur
(SOP) serta membentuk satuan kerja audit internal, manajemen
risiko, komite-komite yang bekerja dibawah pengawasan
Dewan Komisaris meliputi komite audit dan komite nominasi
dan remunerasi. Disamping itu, Perseroan juga telah memiliki
subdepartemen khusus yang menangani GCG dan etika kerja
dan bisnis. Perseroan senantiasa berkomitmen penuh untuk
menjaga standar terbaik untuk tata kelola dan etika.
Di tahun 2009 Perseroan meraih dua penghargaan sekaligus adalam
ajang Good Corporate Governance Award yang diselenggarakan
oleh The Indonesian Institute for Corporate Governance (IICG) dan
majalah SWA, Perseroan meraih penghargaan sebagai “Perusahaan
dengan Kelengkapan Dokumentasi Terbaik”dan sebagai perusahaan
“Terpercaya” dengan skore 81,74 termasuk dalam the best top ten
kategori emiten. Dalam ajang GCG award tersebut Perseroan
menyampaikan makalah dengan judul “Good Corporate Governance
dalam perspektif manajemen stratejik di PT Elnusa Tbk”.
Pedoman dan Kebijakan Dasar Perusahaan
Sebagai wujud dari komitmen bersama atas penerapan
GCG, Perseroan menyusun Pedoman dan Kebijakan Dasar
Perusahaan yang bertujuan menyediakan kerangka aturan
dan acuan mengenai penyelenggaraan Perseroan yang baik
sesuai dengan konsep GCG dengan efesien dan efektif di
lingkungan Perseroan.
Pedoman dan Kebijakan Dasar Perusahaan meliputi prinsip-
prinsip Good Corporate Governance, Organ Perusahaan, Standar
Akuntansi dan Pengendalian Internal dan Kebijakan Perseroan.
Board Manual GCG
Board Manual merupakan kompilasi dari prinsip-prinsip hukum
korporasi dan ketentuan Anggaran Dasar yang mengatur tata
kerja Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan. Board Manual
merupakan hasil pengembangan dari berbagai peraturan yang
berlaku bagi Perseroan dan praktik-praktik terbaik (best practices)
Good Corporate Governance. Tujuan disusunnya Board Manual
adalah untuk mempermudah kerja Dewan Komisaris dan Direksi
dalam memastikan praktek GCG di Perseroan.
Pedoman Etika Bisnis dan Etika Kerja
(Code of Conduct)
Disusun guna memberikan nilai tambah terhadap Perseroan
dalam mencapai sasaran yang telah ditetapkan sesuai dengan
The Company has constantly reinforced the corporate
governance policies and practices, such as by preparing
a Code of Conduct, I nternal audit Charter, Board Manual,
Company Regulations, Company Guideline and Basic
Policies, Standard Operating Procedure (SOP) and
forming an internal audit work unit, risk management,
committees working under the supervision of the Board
of Commissioners include the audit committee and the
nomination and remuneration committee. Furthermore,
the Company also has a special sub-department that
handles GCG and code of conduct. The Company remains
fully committed to maintain the best standard for
governance and ethics.
In 2009 the Company won a total of two awards at the
Good Corporate Governance Award event organized by the
Indonesian Institute for Corporate Governance (IICG) and SWA
magazine, the Company being awarded for “Company with the
Most Comprehensive Documentation” and as a “Most Trusted”
company with a score of 81.74 placing it among the best top
ten for the issuer category. At the GCG award, the Company
presented a paper with the title “Good Corporate Governance
from a strategic management perspective at PT Elnusa Tbk”.
Company Guidelines and Basic Policies
As a manifestation of the joint commitment for the GCG
application, the Company has drafted Company Guidelines
and Basic Policies that are intended to provide a regulatory
framework and terms of reference on good Corporate
governance according to the GCG concept in an efcient and
efective manner within the Company.
The Company Guidelines and Basic Policies include the principles
of Good Corporate Governance, Company Organ, Accounting
Standard and Internal Control and Corporate Policies.
GCG Board Manual
Board Manual is a compilation of the corporate legal principles and
provisions of the Articles of Association that regulate the working
procedures for the Corporate Board of Commissioners and Board of
Directors. The Board Manual was developed out of the regulations
that prevail for the Company and the best practices of Good
Corporate Governance. The purpose of drafting this Board Manual
is to facilitate the work of the Board of Commissioners and Board of
Directors in ensuring GCG practice in the Company.
Code of Conduct
Drafted to provide added value to the Company in achieving
the targets set out in the RKAP and RJPP and the manners and
Elnusa Laporan Tahunan 2009
Laporan Tata Kelola Perusahaan Corporate Governance
60
RKAP dan RJPP serta cara dan media untuk mencapaianya.
Pedoman Etika Bisnis dan Etika Kerja telah disahkan melalui Surat
Keputusan Direksi No. 086/EN/KPTS/000D/2007. Buku pedoman ini
juga mengatur secara luas hubungan Perseroan dengan pegawai,
pelanggan, pemasok, pemegang saham, pemerintah dan regulator,
lingkungan, kreditur, investor, pesaing dan masyarakat sekitar.
Code of Conduct Perseroan mencakup prinsip-prinsip dasar etika
bisnis sebagai pedoman bagi seluruh pegawai yang mencakup
beberapa aspek :
1. Etika Bisnis
Hubungan dengan pegawai Perseroan; y
Hubungan dengan pelanggan ; y
Hubungan dengan pemegang saham ; y
Hubungan dengan pemerintah dan regulator ; y
Hubungan dengan lingkungan ; y
Hubungan dengan penyedia barang/jasa ; y
Hubungan dengan kreditur/investor ; y
Hubungan dengan pesaing ; y
Hubungan dengan masyarakat sekitar. y
2. Etika Kerja
Tuntutan Perilaku Individu ; y
Kepatuhan terhadap hukum dan peraturan perundang- y
undangan ;
Kerahasiaan Informasi ; y
Benturan kepentingan ; y
Pemberian dan penerimaan hadiah ; y
Anti penggelapan ; y
Melindungi aset perusahaan ; y
Keselamatan dan kesehatan kerja ; y
Menjaga citra perusahaan ; y
Ketepatan Pencatatan. y
Piagam Audit Internal
Disusun sebagai pedoman Audit Internal untuk dapat
melaksanakan kewenangan, tugas dan tanggungjawabnya secara
kompeten, independen dan dapat dipertanggungjawabkan.
Piagam Audit Internal telah disahkan oleh Surat Keputusan
Direksi No. 053/EN/KPTS/000D/2009.
Standard Operating Procedure (SOP)
SOP merupakan tata cara kerja atas kegiatan di perusahaan yang
teratur, terukur, terstandar dan dilakukan secara konsisten sesuai
dengan tujuan dan kebijakan perusahaan serta aturan yang berlaku.
SOP tersebut disajikan dalam dokumen SOP yang berupa fow of
process dan description, mencakup manual SAP, alat, IRISQ, maintenance
dan lain sebagainya beserta formulir-formulir yang terkait.
media through which to achieve them. The Code of Conduct
was ratifed by Decision of Board of Directors No. 086/EN/
KPTS/000D/2007. This guidebook also governs broadly the
Company’s relationship with employees, customers, suppliers,
shareholders, the government and regulator, the environment,
creditors, investors, competitors, and neighboring communities.
The Corporate Code of Conduct encompasses the basic
principles of business ethics as a guideline for the entire
employees which cover a number of aspects:
1. Business Ethics
Relationship with Corporate employees; y
Relationship with customers; y
Relationship with shareholders; y
Relationship with the government and regulators; y
Relationship with the environment; y
Relationship with goods/service providers; y
Relationship with creditors/investors; y
Relationship with competitors; y
Relationship with neighboring communities. y
2. Work Ethics
Individual Behavior Demands; y
Compliance with laws and regulations; y
Information Confdentiality; y
Confict of interest; y
Gift giving and receiving; y
Anti-embezzlement; y
Protecting company assets; y
Occupational safety and health; y
Maintaining the company image; y
Documentation Accuracy. y
Internal Audit Charter
Drafted as a guideline for Internal Audit to carry out its
authorities, duties and responsibilities in a competent,
independent and accountable manner. The Internal Audit
Charter ratified by Decision of Board of Directors No. 053/EN/
KPTS/000D/2009.
Standard Operating Procedure (SOP)
SOP is a working procedure for activities in the company that are
organized, measured, standardized and performed consistently
in keeping with the objectives and policies of the company
and prevailing rules. The SOP is presented in an SOP document
in the form of fow of process and description, covering SAP
manual, equipment, IRISQ, maintenance and so forth and the
related forms.
Elnusa 2009 Annual Report
Laporan Tata Kelola Perusahaan Corporate Governance 61
Perubahan struktur organisasi di level direksi dengan
menambah fungsi Direktur Sumber Daya Manusia
dan Umum dan Direktur Pengembangan Usaha akan
mempercepat proses pecapaian target pertumbuhan.
Company management structure changers in directors level by
adding functionality of Director Human Resources and General
and Director Business Development will accelerate the procces
of achieving growth targets.
Peraturan Perusahaan
Peraturan Perusahaan PT Elnusa Tbk telah disahkan oleh
Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi RI, Direktorat
Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan
Sosial Tenaga Kerja pada tanggal 7 Agustus 2008 No. B.667/
PHIJSK-PKKAD/PP&PKB/VIII/2008. Bagi Perseroan peraturan
perusahaan memegang peran penting karena kepatuhan
sebagai perusahaan terbuka dan aktivitas profesional
perusahaan didedikasikan untuk dapat memberi nilai tambah
bagi stakeholder.
Secara umum Peraturan Perusahaan memuat hak dan kewajiban
karyawan dan perusahaan meliputi syarat-syarat kerja, tata tertib
dan kondisi kerja untuk mendukung kinerja Perseroan.
Struktur Tata Kelola Perusahaan
Struktur tata Kelola Perusahaan Perseroan terdiri dari organ
utama meliputi Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), Dewan
Komisaris dan Direksi, serta organ pendukung terdiri atas
komite-komite meliputi Komite Audit dan Komite Nominasi
dan Remunerasi.
Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS)
RUPS merupakan organ perusahaan yang memegang
kekuasaan dan wewenang tertinggi. Kewenangan RUPS
antara lain mengangkat dan memberhentikan anggota
Dewan Komisaris dan Direksi, mengevaluasi kinerja Dewan
Komisaris dan Direksi, menyetujui perubahan Anggaran
Dasar, menyetujui laporan tahunan dan menetapkan
bentuk dan jumlah remunerasi anggota Dewan Komisaris
dan Direksi.
Selama tahun 2009 Perseroan telah melaksanakan 1 (satu) kali
RUPS Tahunan pada tanggal 6 Mei 2009, dan 2 (dua) kali RUPS
Luar Biasa (RUPSLB) pada tanggal 6 Mei 2009 dan 30 Juni 2009.
Keputusan penting yang ditetapkan dalam RUPS antara lain:
Company Regulation
The PT Elnusa Tbk Company Regulation was ratified by
the Department of Manpower and Transmigration of the
Republic of Indonesia, Directorate General of Industrial
Relationship Facilitation and Manpower Social Service on
August 7, 2008 No. B.667/PHIJSK-PKKAD/PP&PKB/VIII/2008.
For the Company, the company regulation plays a key rule
since compliance as a public company and the company’s
professional activities are dedicated to providing added
value to stakeholders.
In general, the Company Regulation contains the rights and
obligations of the employees and company including the work
terms, code of conduct and working conditions to support the
Company’s performance.
Corporate Governance Structure
The Corporate Governance Structure of the Company consists of the
primary organs which include the General Meeting of Shareholders
(AGMS), Board of Commissioners and Board of Directors, and
supporting organs consisting of committees including the Audit
Committee and Nomination and Remuneration Committee.
Annual General Meeting of Shareholders
(AGMS)
AGMS is the company organ with the highest power and authority.
AGMS has such authorities as to appoint and discharge members
of the Board of Commissioners and Board of Directors, evaluate the
performance of the Board of Commissioners and Board of Directors,
approve any amendment to the Articles of Association, approve
annual report and determine the form and amount of remuneration
for members of the Board of Commissioners and Board of Directors.
In 2009 the Company held one (1) Annual AGMS on May 6,
2009, and two Extraordinary AGMS (EAGMS) on May 6, 2009
and June 30, 2009, respectively. The key decisions made in the
AGMS include:
Elnusa Laporan Tahunan 2009
Laporan Tata Kelola Perusahaan Corporate Governance
62
• Tanggal 6 Mei 2009 : Perseroan memperoleh persetujuan
atas (i) laporan tahunan 2008, (ii) laporan keuangan untuk
tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember
2009, (iii) pemberian wewenang kepada Direksi untuk
menunjuk Kantor Akuntan Publik independen dan
menentukan besaran jasa audit, (iii) pengunaan laba
bersih Perseroan, (iv) perubahan susunan Direksi dan
Dewan Komisaris Perseroan.
• Tanggal 30 Juni 2009 : Perseroan memperoleh persertujuan
atas (i) transaksi material pelepasan saham di Infomedia
Nusantara, (ii) perubahan susunan Direksi Perseroan.
DEWAN KOMISARIS
Tugas dan Tanggung Jawab
Dewan Komisaris berfungsi melakukan pengawasan secara umum
dan atau khusus, memberikan nasehat kepada Direksi dalam
menjalankan kepengurusan Perseroan, serta melakukan pemantauan
terhadap efektiftas praktek GCG yang diterapkan Perseroan dan
apabila perlu dapat melakukan penyesuaian sesuai dengan kebutuhan
Perseroan. Susunan Dewan Komisaris berdasarkan Pasal 17 Anggaran
Dasar Perseroan, yaitu terdiri dari seorang atau lebih anggota Dewan
Komisaris. Anggota Dewan Komisaris diangkat dalam RUPS untuk
jangka waktu 3 tahun dengan tidak mengurangi hak RUPS untuk
memberhentikan sewaktu-waktu. Anggota Dewan Komisaris saat ini
terdiri dari 5 orang dengan jangka waktu pengangkatan dari tahun
2007-2010. Dua dari anggota komisaris adalah Komisaris Independen
sebagaimana jumlah Komisaris Independen yang ditentukan dalam
Surat Edaran Bapepam No. SE.03/PM/2000 dan Peraturan Pencatatan
Efek Nomor 339/BEJ/07-2001 tgl 21 Juli 2001.
Susunan Dewan Komisaris per 31 Desember 2009, yaitu;
Waluyo (Komisaris Utama) 1.
SM Hari Kustoro (Komisaris Independen) 2.
Surat Indriarso (Komisaris Independen) 3.
Anton Sugiono (Komisaris) 4.
Soehandjono (Komisaris) 5.
Berdasarkan Board Manual, Dewan Komisaris melakukan
pembagian tugas diantara Dewan Komisaris yang dituangkan
dalam risalah Komisaris, yaitu:
No. Dewan Komisaris
Board of Commissioners
Bagian Pengawasan
Areaof Supervision
1. Waluyo Pengembangan Usaha
Business Development
2. SM Hari Kustoro Operasi & Marketing
Operation and marketing
3. Surat Indriarso Sistem Manajemen dan GCG serta merangkap Ketua Komite Nominasi dan Remunerasi
management System and gCg and serving concurrently as Chairman of the Nomination and
Remuneration Committee
4. Anton Sugiono Keuangan dan Sumber Daya Manusia
Finance and Human Resource
5. Suhandjono Sosial, Politik dan Keamanan
Social, Political and Security Affairs
• May 6, 2009: The Company was granted approval for (i) the
2008 annual report, (ii) the fnancial statement for the fscal
year ending December 31, 2009, (iii) the granting of authority
to the Board of Directors to appoint an Independent Public
Accountant Ofce and determine the amount of audit
remuneration, (iii) use of the Company’s net proft, (iv)
changes to the composition of the Corporate Board of
Directors and Board of Commissioners.
• June 30, 2009: The Company was approved for (i) divestment
material transaction at Infomedia Nusantara, (ii) changes to
the composition of the Corporate Board of Directors.
BOARD Of COMMISSIONERS
Tasks and Responsibilities
The Board of Commissioners serves to carry out general and or
special supervision, gives advice to the Board of Directors in running
the Company, and monitoring the efectiveness of the GCG practices
carried out by the Company and if necessary may make adjustments
according to the Company’s needs. The Board of Commissioners’
composition under Article 17 of the Corporate Articles of Association
consists of one or more members of the Board of Commissioners. Board
of Commissioners members are appointed at the AGMS for a three-year
service term without prejudicing the AGMS’ right to discharge any of
them at any time. At present the Board of Commissioners membership
consists of fve persons with an appointment period of 2007-2010.
Two of the commissioners are Independent Commissioners as per
the number of Independent Commissioners determined in Bapepam
Circular Letter No. SE.03/PM/2000 and Stock Listing Regulation Number
339/BEJ/07-2001 dated July 21, 2001.
The composition of the Board of Commissioners per December
31, 2009 is as follows:
Waluyo (President Commissioner) 1.
SM Hari Kustoro (Independent Commissioner) 2.
Surat Indriarso (Independent Commissioner) 3.
Anton Sugiono (Commissioner) 4.
Soehandjono (Commissioner) 5.
Based on the Board Manual, the Board of Commissioners divides
the tasks among the Board of Commissioners as set out in the
Commissioner’s summary:
Elnusa 2009 Annual Report
Laporan Tata Kelola Perusahaan Corporate Governance 63
Koordinasi
antar fungsi
merupakan
salah satu
kunci
keberhasilan
pencapaian
kinerja
Perseroan.
Coordination
between
function is
one key to the
successfull
Company
performance
achievement.
frekuensi Rapat dan Tingkat Kehadiran
Anggota Dewan Komisaris
Selama tahun 2009, Dewan Komisaris menyelenggarakan 8 kali
rapat dan berikut adalah tingkat kehadiran Dewan Komisaris:
Nama
Name
Jabatan
Title
Rapat Internal Dewan Komisaris
Board of Commissioners Internal
meeting
Waluyo
*
Komisaris utama President Commissioner 6 dari 8
S.M. Hari Kustoro Komisaris Independen Independent Commissioner 8 dari 8
Surat Indrijarso Komisaris Independen Independent Commissioner 8 dari 8
Anton Sugiono Komisaris Commissioner 5 dari 8
Soehandjono
**
Komisaris Commissioner 6 dari 8
Keterangan:
* Menjabat sebagai Komisaris Utama pada bulan Mei 2009, non aktif pada bulan Oktober 2009 dan kembali menjabat Komisaris Utama Perseroan pada bulanDesember 2009.
** Menjabat sebagai Komisaris Perseroan pada bulan Mei 2009.
* Served as President Commissioner in May 2009, stepped down in October 2009 and was reinstated as President Commissioner of the Company in December 2009.
** Served as Commissioner of the Company from May 2009.
DIREKSI
Tugas dan Tanggung Jawab
Direksi Perseroan bertanggung jawab penuh dalam pelaksanaan
tugasnya untuk kepentingan Perseroan dalam mencapai maksud
dan tujuannya meliputi pencapaian sasaran-sasaran jangka
pendek yang tercantum dalam Rencana Kerja dan Anggaran
Perusahaan (RKAP) dan sasaran-sasaran jangka panjang yang
tercantum dalam Rencana Jangka Panjang Perusahaan (RJPP).
Disamping itu bertanggung jawab atas pelaksanaan GCG
dan sistem manajemen resiko secara konsisten. Direksi wajib
Meeting frequency and level of attendance of
Board of Commissioners Members
Throughout 2009, the Board of Commissioners held eight
meetings and the attendance level of the Board of Commissioners
was as follows:
THE BOARD Of DIRECTORS
Tasks and Responsibilities
The Corporate Board of Directors has the full responsibility in
the performance of its tasks for the interest of the Company
in achieving the latter’s intent and objectives through the
achievement of short-term targets set out in the Company
Work Plan and Budget (RKAP) and long-term targets set out in
the Company Long-Term Plan (RJPP). In addition, the Board of
Directors is responsible for the consistent implementation of
GCG and the risk management system. The Board of Directors
Elnusa Laporan Tahunan 2009
Laporan Tata Kelola Perusahaan Corporate Governance
64
mempertanggungjawabkan pelaksanaan tugasnya kepada
pemegang saham melalui RUPS.
Direksi Perseroan terdiri atas 5 (lima) orang, yaitu 1 (satu) orang
Direktur Utama dan 4 (empat) orang Direktur. Anggota Direksi
di seleksi oleh komite Nominasi dan Remunerasi dan diangkat
melalui RUPS, dengan masa jabatan masing-masing anggota 3
tahun per periode dan dapat diangkat kembali sesuai dengan
keputusan RUPS.
Susunan Direksi Perseroan per 31 Desember 2009 adalah
sebagai berikut:
1. Eteng A Salam (Direktur Utama) bertanggung jawab atas
seluruh kegiatan operasional Perseroan.
2. Eddy Sjahbuddin (Direktur Operasi) bertanggung jawab atas
pelaksanaan proyek-proyek.
3. Santun Nainggolan (Direktur Keuangan) bertanggung jawab
atas keuangan, investasi dan teknologi informasi.
4. Muhammad Jauzi Arif (Direktur Pengembangan Usaha)
bertanggung jawab atas pengembangan usaha.
5. Lucy Sycilia (Direktur Sumber Daya Manusia & Umum)
bertanggung jawab atas pengembangan sumber daya manusia
Perseroan, juga menangani procurement dan asset management.
frekuensi Rapat dan Tingkat Kehadiran
Anggota Direksi
Sepanjang tahun 2009, Direksi menyelenggarakan 45 kali rapat
direksi dan berikut adalah tingkat kehadiran dalam Rapat Direksi
Nama
Name
Jabatan
Title
Rapat Direksi
Board Of Directors meeting
Eteng A. Salam Direktur Utama President Director 43 out of 45
Eddy Sjahbuddin Direktur Operasi Operations Director 43 out of 45
Santun Nainggolan
*
Direktur Keuangan Finance Director 27 out of 45
M. Jauzi Arif
**
Direktur Pengembangan Usaha Business Development Director 25 out of 45
Lucy Sycilia
***
Direktur SDM & Umum HR and general Affairs Director 25 out of 45
Keterangan:
*Menjabat sebagai Direktur Keuangan pada bulan Mei 2009
**Menjabat sebagai Direktur Pengembangan Usaha pada bulan Juni 2009
***Menjabat sebagai Direktur SDM & Umum pada bulan Juni 2009
must account for the performance of its tasks to the shareholders
through the AGMS.
The Corporate Board of Directors consists of fve (5) people –
one (1) President Director and four (4) Directors. The Directors
were selected by the Nomination and Remuneration Committee
and appointed by the AGMS, with a service term of three years
per period for each members and may be reappointed under a
AGMS resolution.
The Composition of the Corporate Board of Directors per
December 31, 2009 is as follows:
1. Eteng A. Salam (President Director) is in charge of the
Company’s entire operations.
2. Eddy Sjahbuddin (Operations Director) is in charge of the
projects’ implementation.
3. Santun Nainggolan (Finance Director) is in charge of fnance,
investment, and information technology.
4. Muhammad Jauzi Arif (Business Development Director) is in
charge of business development.
5. Lucy Sycilia (Human Resource and General Afairs Director) is
in charge of the Company’s human resource development,
as well as procurement and asset management.
Meeting frequency and Level of Attendance
of the Board of Directors Member
Throughout 2009, the Board of Directors held 45 directors’
meetings and the attendance at the Board of Directors meetings
is given as follows:
Notes:
*Served as Finance Director from May 2009
**Served as Business Development Director from June 2009
***Served as HR & General Afairs Director from 2009
Elnusa 2009 Annual Report
Laporan Tata Kelola Perusahaan Corporate Governance 65
Selama tahun 2009 Direksi mengadakan rapat gabungan
dengan Dewan Komisaris dengan perincian tingkat kehadiran
sebagai berikut:
Nama
Name
Jabatan
Title
Rapat Gabungan Dewan Komisaris Dan Direksi
Board of Commissioners and Board of Directors Joint
meeting
Waluyo
*
Komisaris utama President
Commissioner
5 out of 13
S.M. Hari Kustoro Komisaris Independen Independent
Commissioner
12 out of 13
Surat Indrijarso Komisaris Independen Independent
Commissioner
13 out of 13
Anton Sugiono Komisaris Commissioner 8 out of 13
Soehandjono
**
Komisaris Commissioner 7 out of 13
Eteng A. Salam Direktur Utama President Director 12 out of 13
Eddy Sjahbuddin Direktur Operasi Operations Director 13 out of 13
Santun Nainggolan
***
Direktur Keuangan Finance Director 7 out of 13
M. Jauzi Arif
****
Direktur Pengembangan Usaha
Business Development Director
4 out of 13
Lucy Sycilia
*****
Direktur SDM & Umum
HR and General Affairs Director
4 out of 13
Keterangan
*Menjabat sebagai Komisaris Utama pada bulan Mei 2009, non aktif pada bulan
Oktober 2009 dan kembali menjabat Komisaris Utama Perseroan pada bulan
Desember 2009.
**Menjabat sebagai Komisaris Perseroan pada bulan Mei 2009.
***Menjabat sebagai Direktur Keuangan pada bulan Mei 2009.
****Menjabat sebagai Direktur Pengembangan Usaha pada bulan Juni 2009.
*****Menjabat sebagai Direktur SDM & Umum pada bulan Juni 2009.
Program Pelatihan Direksi
Selama tahun 2009 Perseroan telah memberikan pelatihan
kepada Direksi untuk dapat meningkatkan kompetensi
dan pengetahuan terhadap hal-hal yang berkaitan dengan
Perseroan. Berikut adalah daftar pelatihan/seminar yang diikuti
oleh Direksi dan Dewan Komisaris.
Nama
Name
Jabatan
Title
Program Pelatihan Training Program Tanggal Pelatihan
Training Date
Penyelenggara
Organizer
Lucy Sycilia Direktur SDM dan Umum
HR and general Affairs Director
Training and Directorship
Certifcation for Directors and
Comissioner
Training and Directorship
Certifcation for Directors and
Commissioner
15-16 Juli 2009
July 15-16, 2009
LKDI
LKDI
KOMITE-KOMITE
Dalam kesehariannya Dewan Komisaris dibantu oleh 2
(dua) komite yaitu Komite Audit dan Komite Nominasi
dan Remunerasi.
Laporan Komite Audit
Komite Audit Perseroan merupakan perangkat Dewan
Komisaris Perseroan didalam melakukan pengawasan dan
memberikan nasihat atau saran kepada Direksi Perseroan dalam
Throughout 2009 the Board of Directors held joint meetings
with the Board of Commissioners with the attendance level
detailed below:
COMMITTEES
In its daily afairs the Board of Commissioners was assisted by
two (2) committees: the Audit Committee and the Nomination
and Remuneration Committee.
Audit Committee Report
The Corporate Audit Committee was an instrument of the
Corporate Board of Commissioners in performing supervision
and giving advice or recommendations to the Corporate Board of
Note
*Served as President Commissioner from May 2009, stepped down in October
2009 and was reinstated as President Commissioner of the Company in
December 2009.
**Served as Commissioner of the Company from May 2009.
***Served as Finance Director from May 2009.
****Served as Business Development Director from June 2009.
*****Served as HR & General Afairs Director from 2009.
Board of Directors Training Program
Throughout 2009 the Company has provided training to the
Board of Directors to promote its competence and knowledge
on matters related to the Company. The following is a list of
the trainings/seminars attended by the Board of Directors and
Board of Commissioners.
Elnusa Laporan Tahunan 2009
Laporan Tata Kelola Perusahaan Corporate Governance
66
melaksanakan strategi dan pengelolaan perusahaan. Tugas dan
tanggung jawab serta kewenangan Komite Audit diatur dalam
Piagam Komite Audit (Audit Committee Charter) yang secara
periodik dinilai dan di evaluasi kecukupannya oleh Dewan
Komisaris disesuaikan dengan persyaratan dan peraturan
Bapepam-LK maupun Perundang-undangan yang berlaku agar
fungsi komite audit dapat dilaksanakan secara optimal.
Berdasarkan Piagam Komite Audit tersebut, tugas dan tanggung
jawab Komite Audit adalah untuk memastikan efektiftas
pelaksanaan tugas dari auditor eksternal atas keandalan
Laporan Keuangan Perseroan, memastikan efektiftas sistem
pengendalian internal perusahaan, memastikan efektiftas
ketaatan manajemen dalam menerapkan peraturan perundang-
undangan yang berlaku termasuk ketentuan Bapepam-LK dan
mengevaluasi resiko dari suatu kebijakan dan strategi yang
ditetapkan oleh manajemen serta tugas-tugas khusus yang
diminta Dewan Komisaris, setiap tahun dituangkan dalam
Rencana Kerja Komite Audit (RKKA) yang harus mendapat
persetujuan Dewan Komisaris.
Dalam RKKA Tahun 2009, Komite Audit Perseroan melaksanakan
fungsi dan tugas yang meliputi:
Melakukan evaluasi dan penelaahan Laporan Keuangan 1.
Perseroan secara periodik untuk memperoleh keyakinan
bahwa
Laporan Keuangan telah sesuai dengan Prinsip-prinsip y
Akuntansi dan tidak terdapat salah saji yang materiil.
Pencapaian Target Keuangan dan kecukupan pengungkapan y
informasi yang dapat mempengaruhi posisi keuangan
perusahaan dan ketepatan waktu penyampaian laporan
keuangan.
Nasihat dan rekomendasi Dewan Komisaris telah ditindak y
lanjuti.
2. Menilai pelaksanaan kegiatan audit serta hasil audit yang
dilakukan oleh Internal Audit dan Auditor Eksternal/Kantor
Akuntan Publik.
3. Mengkaji kompetensi dan Independensi dari Eksternal
Auditor/Kantor Akuntan Publik dan merekomendasikan
penunjukan Eksternal Auditor untuk mengaudit Laporan
Keuangan Perseroan kepada Dewan Komisaris yang akan
disampaikan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).
4. Memberikan rekomendasi mengenai perbaikan sistem
Pengendalian Manajemen Perusahaan serta pelaksanaannya.
5. Mengidentifkasi dan melaporkan hal-hal yang memerlukan
perhatian Dewan Komisaris.
6. Melakukan review dan terhadap kebijakan dan strategi yang
ditetapkan oleh Manajemen dan memberikan rekomendasi
kepada Dewan Komisaris.
7. Melaksanakan tugas-tugas khusus yang diminta Dewan
Komisaris.
Directors in carrying out the corporate strategies and management.
The tasks and responsibilities and authorities of the Audit
Committee are regulated in the Audit Committee Charter which is
periodically reviewed and evaluated for its adequacy by the Board
of Commissioners in light of the Bapepam-KL requirements and
regulations or the prevailing laws and regulations so that the audit
committee’s function can be undertaken optimally.
Based on the Audit Committee Charter, the tasks and
responsibilities of the Audit Committee are to ensure the
efective implementation of the external auditor’s tasks on the
reliability of the Corporate Financial Statement, ensuring the
efectiveness of the company’s internal control system, ensuring
the efectiveness of the management’s compliance in applying
the prevailing laws and regulations including Bapepam-LK
provisions and evaluating the risks of a policy and strategy set
forth by the management as well as special tasks requested by
the Board of Commissioners, which are set out annually in an
Audit Committee Work Plan (RKKA) which must be approved by
the Board of Commissioners.
In the 2009 RKKA, the Corporate Audit Committee performed
functions and tasks that included:
Performing a periodic evaluation and assessment of the 1.
Corporate Financial Statement to verify that
The Financial Statement is in compliance with the y
Accounting Principles and does not contain any material
misrepresentation.
The achievement of Financial Targets and sufcient y
disclosure of information that may afect the company’s
fnancial position and the timeliness of the fnancial report
submission.
The advice and recommendation of the Board of y
Commissioners have been acted upon.
2. Evaluating the implementation of audit activities and the
audit result conducted by Internal Audit and External Auditor/
Public Accountant Ofce.
3. Assessing the competence and Independence of the External
Auditor / Public Accountant Ofce and recommending the
appointment of an External Auditor to audit the Corporate
Financial Statement to the Board of Commissioners to be
presented at the General Meeting of Shareholders (AGMS).
4. Giving recommendations on the improvement of the Corporate
Management Control system and its implementation.
5. Identifying and reporting matters that require the attention
of the Board of Commissioners.
6. Performing a review on the policies and strategies set forth
by the Management and giving recommendations to the
Board of Commissioners.
7. Performing any special tasks requested by the Board of
Commissioners.
Elnusa 2009 Annual Report
Laporan Tata Kelola Perusahaan Corporate Governance 67
Pelaksanaan Tugas dan Tanggung Jawab Komite Audit selama
tahun 2009:
1. Melakukan evaluasi Rencana Kegiatan Internal Audit Perseroan
yang dituangkan dalam Program Kerja Audit Tahunan dalam
rangka meningkatkan kualitas pengendalian internal dan
kualitas proses bisnis internal perusahaan.
2. Melakukan review dan analisa atas Laporan Hasil Audit (LHA)
internal disertai pembahasan rencana tindak lanjut atas
temuan-temuan diantaranya:
a. Laporan Special Audit Pengadaan Investasi Peralatan
Operasi, diantaranya :
• Peralatan Cementing Unit
• Peralatan Modular Rig
b. Special Audit terhadap akun pengambilan uang muka
(panjar kerja) Operasional Perseroan.
c. Laporan Hasil Audit Pelaksanaan Operasional Proyek-proyek, baik
pada divisi services jasa hulu di Perseroan (Geoscience Services,
Drilling Services dan Elnusa Drilling Services) maupun di Anak
Perusahaan.
3. Melakukan pemantauan Program Implementasi GCG serta
melakukan evaluasi tingkat kepatuhan perusahaan terhadap
Peraturan Perundang-undangan yang berlaku melalui penelaahan
Laporan Manajemen, Laporan Internal Audit, Manajemen Letter
dari auditor eksternal (KAP).
4. Melakukan penelaahan pengembangan usaha dan investasi
Perseroan dalam operasional Asset Based dalam bidang migas
pada blok Bangkanai, blok Ramba dan blok Ramok Senabing serta
rekomendasi tindak lanjut kepada Dewan Komisaris.
5. Melakukan review strategi dan program kerja pengembangan
Informasi Teknologi Perseroan, serta memastikan berjalannya
infrastruktur yang ada dengan memantau langsung
prasarananya.
6. Bersama Internal Audit Perseroan melakukan proses penilaian
dan seleksi Kantor Akuntan Publik (KAP) untuk direkomendasikan
kepada Dewan Komisaris dalam rangka penunjukkan auditor
eksternal untuk melakukan audit atas Laporan Keuangan Perseroan
Konsolidasi maupun Anak Perusahaan.
7. Memantau dan mengevaluasi pelaksanaan audit yang dilakukan
auditor eksternal (KAP) melalui program kerja, kecukupan dan
kehandalan auditor yang ditugaskan serta memastikan laporan
yang diterbitkan berkualitas dan disampaikan tepat waktu.
8. Melakukan peninjauan pelaksanaan operasi di lapangan,
diantaranya kesiapan Modular Rig di Balikpapan, Workshop
Operasi divisi OFS, sarana dan prasarana Manajemen Data
Storage (SCU).
9. Melaksanakan tugas khusus yang diberikan Dewan Komisaris
atas permasalahan yang terjadi dalam proses investasi peralatan
Modular Rig serta memantau pelaksanaan penyempurnaan sistem
dan prosedur proses bisnis internal khususnya proses pengadaan
barang dan jasa.

Implementation of the Audit Committee’s Tasks and
Responsibilities in 2009:
1. Performing an evaluation of the Corporate Internal Audit
Activity Plan set out in the Annual Audit Work Program in
the efort to promote the quality of the company’s internal
control and internal business process.
2. Performing a review and analysis on the internal Audit Result
Report (LHA) accompanied by a discussion of the follow-up
plan for the fndings such as:
a. Special Audit Report on Operation Equipment Investment
Procurement, including:
Cementing Unit Equipment •
Modular Rig Equipment •
b. Special Audit on the Corporate Operation advance
withdrawal account.
c. Audit Result Report for the Project Operational
Implementations, both in the upstream services division at the
Company (Geoscience Services, Drilling Services and Elnusa
Drilling Services) and at the Subsidiaries.
3. Performing a monitoring of the GCG Implementation Program and
an evaluation of the company’s compliance with the prevailing
Laws and Regulations through an assessment of the Management
Report, Internal Audit Report, Management Letters from the
external auditor (KAP).
4. Performing an assessment of the Company’s business development
and investment in its Asset-based Operations in oil and gas at
Bangkanai block, Ramba block and Ramok Senabing block as well
as a follow-up recommendation to the Board of Commissioners.
5. Performing a review of the strategy and work program for the
Corporate Information Technology development, and ensuring the
operation of the existing infrastructure by directly monitoring the
infrastructure.
6. Performing, along with the Corporate Internal Audit, an
evaluation and selection of Public Accountant Ofces (KAP) to be
recommended to the Board of Commissioners in the appointment
of an external auditor to perform an audit on the Consolidated
Financial Statement of the Company or Subsidiaries.
7. Monitoring and evaluating the audit implementation carried out by
the external auditor (KAP) through a work program, adequacy and
reliability of the assigned auditors and ensuring that the published
report will be of good quality and submitted in a timely manner.
8. Performing an inspection of the operational implementation at
the sites, such as the readiness of the Modular Rig in Balikpapan,
Operation Workshop for the OFS division, Data Storage Management
(SCU) facilities and infrastructure.
9. Performing special tasks assigned by the Board of Commissioners
on the issues that occurred in the investment of the Modular Rig
equipment and monitoring the implementation of the internal
business process system and procedure revision especially the
goods and service procurement process.

Elnusa Laporan Tahunan 2009
Laporan Tata Kelola Perusahaan Corporate Governance
68
Untuk menjaga independensi anggota, keanggotaan Komite
Audit sejak tahun 2009 terdiri dari 5 orang, dua diantaranya
merupakan Dewan Komisaris Independen dan tiga diantaranya
dipiih dari kalangan profesional yang memiliki kemampuan dan
kompetensi yang sesuai tugas dan tanggung jawab Komite
Audit. Pada Mei 2009 salah seorang anggota mengundurkan
diri, dan pada bulan Juli 2009 diangkat seorang anggota Komite
Audit pengganti sehingga jumlah keanggotaan Komite Audit
tetap 5 (lima) orang dengan susunan sebagai berikut:
No Nama Name Jabatan Title
1 Surat Indrijarso Ketua (merangkap anggota) Chairman (and concurrent member)
2 SM Hari Kustoro Anggota member
3 Farida Meutia Anggota member
4 Zainal Ariffn Anggota member
5 Anita Kentjanawati
*)
Anggota member
6 Bibin Busono
**)
Anggota member
*Mulai Bulan Juli 2009
**Sampai dengan Bulan Mei 2009
*Efective July 2009
**Until May 2009
frekuensi Rapat Komite Audit
Sepanjang tahun 2009 Komite Audit mengikuti/mengadakan
rapat sebanyak 29 kali. Rapat tersebut merupakan rapat Internal
Komite Audit, Rapat dengan Internal Audit, Rapat dengan
Eksternal Audit dan Rapat Internal Dewan Komisaris. Rapat
tersebut diselenggarakan sesuai ketentuan tuntutan tugas dan
tanggung jawab Komite Audit.
Tingkat kehadiran anggota Komite Audit selama tahun 2009,
sebagai berikut :
No Nama Name Tingkat Kehadiran Attendance
1 Surat Indrijarso 29 out of 29
2 SM Hari Kustoro 29 out of 29
3 Farida Meutia 29 out of 29
4 Zainal Ariffn 28 out of 29
5 Anita Kentjanawati
*
8 out of 29
6 Bibin Busono
**
12 out of 29
*Mulai Bulan Juli 2009
**Sampai dengan Bulan Mei 2009
*Efective July 2009
**Until May 2009
Laporan Komite Nominasi dan Remunerasi
Pada awal tahun 2009 Komite Nominasi dan Remunerasi
dibentuk sebagai penyempurnaan dari Komite Remunerasi
yang sebelumnya telah dimiliki oleh perseroan. Fungsi
pemilikan pengurus perseroan yang sebelumnya dilakukan
sepenuhnya oleh Pemegang saham mayoritas, saat ini sudah
dijalankan oleh Komite Nominasi dan Remunerasi. Komite
Nominasi merupakan salah satu organ Perseroan yang
dibentuk untuk membantu pelaksana tugas-tugas Dewan
Komisaris yang berkaitan dengan nominasi pengurus
perseroan yang sangat direkomendasikan untuk dimiliki
perseroan dalam rangka penguatan implementasi good
For its independency, the Audit Committee membership
since 2009 consists of fve persons, two of them Independent
Commissioners and three others are professionals that have
competency suit to role and responsibility of Audit Committee.
In May 2009 one of the members resigned, and in July 2009 a
replacement Audit Committee member was appointed, so the
Audit Committee membership was maintained at fve (5) with
the following composition:
Meeting frequency Audit Committee
Throughout 2009 the Audit Committee attended/held 29
meetings. The meeting consisted of Audit Committee Internal
meetings, meetings with Internal Audit, meetings with External
Audit and Internal Meetings of the Board of Commissioners.
The meetings were held in compliance with the demands of
the tasks and responsibilities of the Audit Committee.
Attendance of the Audit Committee throughout 2009 was
as follows:
The Nomination and Remuneration
Committee Report
In early 2009 the Nomination and Remuneration Committee
was established as a revision of the Remuneration Committee
that the corporation had formerly had. The ownership
function of the corporate management, which was formerly
undertaken in full by the majority Shareholder, is now being
run by the Nomination and Remuneration Committee. The
Nomination Committee is a Corporate organ established to
assist the implementation of Board of Commissioners tasks
related to the nomination of corporate managers that are
highly recommended to the corporation in the interest of
Elnusa 2009 Annual Report
Laporan Tata Kelola Perusahaan Corporate Governance 69
corporate governance dan memenuhi peraturan Bapepam-
LK serta perundang-undangan yang berlaku sebagai
perusahaan publik.
Komite Nominasi dan Remunerasi bertanggungjawab kepada
Dewan Komisaris, susunan anggota Komite Nominasi dan
Remunerasi dilaporkan kepada Rapat Umum Pemegang
Saham (RUPS). Dalam pelaksanaan tugasnya Komite Nominasi
dan Remunerasi harus dapat bertindak secara kompeten,
independen, professional, dan memiliki integritas yang baik.
Karenanya keanggotaan komite ini terdiri dari anggota komisaris
dan profesional yang memiliki kompetensi dibidang tersebut,
dengan ketua Komite adalah salah satu anggota Komisaris.
A. Tugas Terkait Dengan Nominasi
1. Menyusun pedoman seleksi, kualifkasi, dan prosedur
nominasi yang transparan bagi calon anggota Dewan
Komisaris dan Direksi Perseroan.
2. Membantu Dewan Komisaris dalam memastikan bahwa
calon anggota Dewan Komisaris dan Direksi yang akan
diusulkan baik dari dalam maupun dari luar perusahaan
telah sesuai dengan kriteria seleksi dan prosedur nominasi
yang ditetapkan.
3. Menyampaikan rekomendasi kepada Dewan Komisaris,
calon Direksi dan Dewan Komisaris yang akan diusulkan
kepada RUPS.
4. Melakukan evaluasi dan rekomendasi terhadap
calon anggota komite yang dibentuk oleh Dewan
Komisaris.
5. Ikut serta dalam pemilihan Direksi Anak Perusahaan
Perseroan atas calon yang telah diusulkan oleh Direksi
Perseroan sesuai ketentuan dan mekanisme yang telah
diatur oleh Perseroan.
B. Tugas yang Terkait dengan Remunerasi
1. Mengembangkan sistem remunerasi beserta evaluasinya
bagi Dewan Komisaris dan Direksi.
2. Melakukan perhitungan dan peninjauan remunerasi
berdasarkan perkembangan skala usaha, perolehan
pendapatan, aktiva perusahaan dan atau perubahan
tingkat kompetisi dan atau benchmark/salary survey
(meliputi antara lain market position, market movement,
dan infation rate) minimal 1 (satu) tahun untuk diajukan
dalam RUPS.
3. Memastikan bahwa telah terdapat prosedur penggajian
yang benar dan memuaskan terhadap informasi yang
dikeluarkan oleh perseroan, termasuk laporan-laporan
remunerasi Dewan Komisaris dan Direksi yang disampaikan
baik kepada Pemegang Saham maupun Regulator.
strengthening the good corporate governance implementation
and fulfilling the Bapepam-KL regulation and the prevailing
laws and regulations as a public company.
The Nomination and Remuneration Committee reports to the Board
of Commissioners; the membership composition of the Nomination
and Remuneration Committee is reported to the General Meeting of
Shareholders (AGMS). In the performance of its tasks, the Nomination
and Remuneration Committee must be able to act in a competent,
independent, professional manner and with a solid integrity. There
for the membership of this committee consist of commissioneers
and professionals that competent in the area, with the chairman is
one of the Commissioners.
A.Nomination-related Tasks
1. Preparing a guideline for the transparent selection,
qualifcation, nomination procedure for candidate members
of the Board of Commissioners and Board of Directors.
2. Assisting the Board of Commissioners in ensuring that the
candidate members for the Board of Commissioners and
Board of Directors to be recommended either from within
or from outside are in compliance with the stipulated
selection criteria and nomination procedure.
3. Making recommendations to the Board of Commissioners,
candidates for the Board of Directors and Board of
Commissioners to be nominated to the AGMS.
4. Performing evaluations and recommendations on the
candidate members for any committee to be formed by
the Board of Commissioners.
5. Taking part in the election of the Corporate Subsidiary
Board of Directors on the candidates nominated by the
Corporate Board of Directors pursuant to the conditions
and mechanisms already set forth by the Company.
B. Remuneration-related Tasks
1. Developing a remuneration system and its evaluation for
the Board of Commissioners and Board of Directors.
2. Carrying out the remuneration calculation and review based
on developments in the business scale, earning, assets of
the company and or any change to the competence level
and or benchmark/salary survey (including among other
things the market position, market movement, and infation
rate) for at least one (1) year to be submitted at the AGMS.
3. Ensuring that there is a proper and satisfactory payroll
procedure in place on the information issued by the
corporation, including remuneration reports concerning
the Board of Commissioners and Board of Directors that
are submitted to the Shareholders or the Regulator.
Elnusa Laporan Tahunan 2009
Elnusa telah dipercaya untuk memelihara lapangan
produksi minyak lepas pantai laut Jawa.
Elnusa has been trusted to retain its of-shore oil production
felds in the Java sea.
Laporan Tata Kelola Perusahaan Corporate Governance
70
4. Mengusulkan sistem kompensasi, serta manfaat lainnya
bagi Dewan Komisaris dan Direksi jika perseroan
melakukan program pengurangan karyawan dalam rangka
penyehatan kinerja perseroan atau program standarisasi
kompetensi karyawan.
5. Mengusulkan remunerasi bagi anggota Komite yang
dibentuk untuk Dewan Komisaris.
C. Tugas Terkait dengan Penilaian Kinerja
1. Mengusulkan kepada Dewan Komisaris mengenai
penetapan Key Performance Indicator (KPI) Direksi pada
setiap awal tahun kerja.
2. Mengusulkan sistem evaluasi kinerja Dewan Komisaris
dan komite yang dibentuk oleh Dewan Komisaris untuk
diputuskan dalam rapat Dewan Komisaris.
3. Memfasilitasi penilaian kinerja Direksi berdasarkan KPI atau
sistem evaluasi lainnya untuk disampaikan kepada Dewan
Komisaris sebagai bahan evaluasi lebih lanjut.
D. Tugas Terkait Lainnya
1. Untuk pelaksanaan tugas khusus, jika dipandang perlu,
Komite Nominasi dan Remunerasi dengan persetujuan dari
Komisaris dapat meminta tim dari Sumber Daya Manusia
(SDM) atau bagian lainnya di internal perseroan untuk
melakukan penelitian ataupun penyelidikan terhadap
masalah-masalah tertentu yang berpengaruh terhadap
kinerja perseroan. Komite Nominasi dan Remunerasi
harus mengkomunikasikan kepada Direksi dalam rangka
pelaksanaan tugas ini.
4. Recommending a system of compensation and other
benefts for the Board of Commissioners and Board of
Directors if the corporation takes on a redundancy program
in the efort for corporate restructuring or employee
competence standardization program.
5. Recommending the remuneration for the members of any
Committee established for the Board of Commissioners.
C. Performance Evaluation-related Tasks
1. Making recommendations to the Board of Commissioners
regarding the stipulation of Board of Directors Key Performance
Indicators (KPI) at the start of every working year.
2. Recommending a performance evaluation system for the
Board of Commissioners and any committees established
by the Board of Commissioners to be decided in the Board
of Commissioners meeting.
3. Facilitating performance evaluation on the Board of Directors
based on the KPI or other evaluation system to be submitted to
the Board of Commissioners as material for further evaluation.
D. Other Related Tasks
1. For the implementation of special tasks, if considered
necessary, the Nomination and Remuneration Committee
with the approval of the Board of Commissioners may
request a team from Human Resources (HR) or other
division within the corporation to conduct a research or
investigation on certain issues that afect the company’s
performance. The Nomination and Remuneration
Committee must communicate with the Board of Directors
in the performance of this task.
Elnusa 2009 Annual Report
Laporan Tata Kelola Perusahaan Corporate Governance 71
2. Melakukan evaluasi dan pengawasan umum atas
pelaksanaan sistem nominasi dan remunerasi sesuai
dengan ketentuan yang berlaku dan peraturan
perundang-undangan.
3. Memberikan masukan kepada Dewan Komisaris tentang
penyusunan dan penyempurnaan Piagam Komite Nasional
dan Remunerasi secara berkala.
Rapat Komite Nominasi & Remunerasi
Sepanjang tahun 2009, Komite Nominasi dan Remunerasi
telah mengadakan 20 kali rapat. Rapat yang diadakan tersebut
merupakan rapat internal komite, maupun rapat gabungan
konsultan SDM eksternal dan rapat dengan Dewan Komisaris.
Rapat tersebut diselenggarakan sesuai kebutuhan tuntutan
tugas dan tanggung jawab. Tingkat kehadiran dan frekuensi
masing-masing anggota adalah sebagai berikut:
No Nama Name Jabatan Title Tingkat Kehadiran Attendance
1 Harry Triono
*)
Ketua Chairman 18 out of 20
2 Waluyo
*)
Ketua Chairman 2 out of 20
3 Lucy Sycilia
**)
Anggota member 13 out of 20
4 Nur Witjaksono
***)
Anggota member 19 out of 20
Keterangan:
*Harry Triono digantikan oleh Waluyo sejak 15 Mei 2009 sebagai Ketua Komite
Nominasi dan Remunerasi.
**Lucy Sycilia diberhentikan dengan hormat dan digantikan
oleh Trivita Damayanti sejak 11 Januari 2010.
***Nur Witjaksono digantikan oleh Rifa Syaeraf sejak 11 Januari 2010.
Program Kerja
Kegiatan dan aktivitas penting yang terkait dengan KNR pada
Periode tahun 2009 adalah sebagai berikut:
Mengusulkan pembentukan Komite Nominasi sebagai organ 1.
perseroan yang membantu tugas-tugas Dewan Komisaris.
Komite Nominasi dibentuk dan menjadi satu kesatuan
dengan Komite Remunerasi yang sudah ada sebelumnya
menjadi Komite Nominasi dan Remunerasi pada bulan
Januari 2009.
Menyusun piagam Nominasi dan Remunerasi sebagai 2.
dokumen untuk memperjelas ruang lingkup serta tugas
dan tanggung jawab Komite Nominasi dan Remunerasi
dan ditetapkan oleh Dewan Komisaris pada bulan Maret
2009. Piagam Nominasi dan Remunerasi berisi kedudukan
organisasi, ruang lingkup pekerjaan, tugas dan tanggung
jawab, mutasi kerja, wewenang, aturan rapat, pelaporan dan
kode etik Komite Nominasi dan Remunerasi.
Mengusulkan bentuk organisasi baru perseroan agar lebih 3.
efektif, transparan dan kompetitif terhadap persaingan dunia
usaha kedepan. Diusulkan pembentukan Direktorat baru
yang menangani fungsi Human Resource, Procurement, dan
Asset Management pada bulan Maret 2009.
2. Perform evaluation and general supervision on the
implementation of the nomination and remuneration
system pursuant to the prevailing provisions, laws
and regulations.
3. Giving input to the Board of Commissioners on the
drafting and revision of the Nomination and Remuneration
Committee Charter on a periodic basis.
Nomination and Remuneration Committee
Meeting
Throughout 2009, the Nomination and Remuneration Committee held
20 meetings. The meetings consisted of Committee internal meetings
and joint meetings with eternal HR consultants and meetings with the
Board of Commissioners. The meetings were held in keeping with the
demands of the tasks and responsibilities. The attendance level and
frequency of each member are given as follows:
Note:
*Harry Triono was replaced by Waluyo efective May 15, 2009 as the Chairman of the
Nomination and Remuneration Committee.
**Lucy Sycilia was honorably discharged and replaced by Trivita Damayanti efective
January 11, 2010.
***Nur Witjaksono was replaced by Rifa Syaeraf efective January 11, 2010.
Work Program
The key activities related to the NRC in the 2009 period were
as follows:
Recommended the establishment of a Nomination 1.
Committee as a corporate organ to assist the Board of
Commissioners’ tasks. The Nomination Committee was
established and merged with the pre-existing Remuneration
Committee into the Nomination and Remuneration
Committee in January 2009.
Drafted the Nomination and Remuneration charter 2.
as a document for clarifying the scope and tasks and
responsibilities of the Nomination and Remuneration
Committee and stipulated by the Board of Commissioners in March
2009. The Nomination and Remuneration Charter contained the
organizational standing, scope of work, tasks and responsibilities,
work transfers, authorities, rules of the meeting, reporting and code
of conduct for the Nomination and Remuneration Committee.
Recommended a new format of the corporate organization to make 3.
it more efective, transparent and competitive for competition in
the business world in the future. The Committee recommended the
establishment of a new Directorate to handle the Human Resource,
Procurement, and Asset Management functions in March 2009.
Elnusa Laporan Tahunan 2009
Menyusun pedoman pelaksanaan nominasi dan seleksi 4.
pengurus perseroan serta memilih lembaga assessment
center independen (eksternal) untuk melakukan ft & proper
test bagi calon Direksi pada bulan Maret 2009.
Mengusulkan penetapan Remunerasi 2009 dan Tantiem 2008 5.
bagi pengurus perseroan untuk Rapat Umum Luar Biasa
Tahunan.
Melakukan nominasi dan seleksi calon Direksi Perseroan 6.
bersama-sama lembaga assessment independen dan Dewan
komisaris. Calon Direksi diambil dari kandidat professional
atau internal, karyawan perseroan dan professional dari luar
perseroan yang diusulkan oleh pemegang saham mayoritas
atau komisaris yang memenuhi persyaratan kriteria jabatan
untuk Direksi Perseroan.
Mengusulkan peringkat 3 besar kandidat Direksi terpilih dari 7.
hasil nominasi seleksi pemegang saham mayoritas untuk
disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa
(RUPSLB) dilakukan pada Juni 2009.
Membuat evaluasi Remunerasi Pengurus Perseroan 8.
berdasarkan Peraturan Menteri Negara Badan Usaha
Milik Negara Republik I ndonesia No. PER-02/MBU/2009
tentang Pedoman Penetapan Penghasilan Direksi,
Dewan Komisaris, dan Dewan Pengawas Badan Usaha
Milik Negara.
Menyiapkan susunan anggota Komite Nominasi dan 9.
Remunerasi baru sehubungan dengan telah terjadinya
mutasi pada anggota Komite Nominasi dan Remunerasi
yang lama agar tugas dan tanggung jawab fungsi KNR dapat
berjalan lancar.
REMUNERASI DEWAN KOMISARIS dan
DIREKSI TAHUN 2009
Dewan Komisaris dan Direksi menerima remunerasi yang
terdiri atas gaji, tunjangan dan tantiem. Jumlah total
remunerasi yang diterima oleh anggota Dewan Komisaris
dilaporkan oleh Perseroan dalam RUPS tahunan. Remunerasi
yang ditetapkan untuk Direksi direkomendasikan oleh Komite
Nominasi dan Remunerasi dan Komisaris serta dilaporkan
dalam RUPS Tahunan. Adapun perincian jumlah remunerasi
yang diberikan adalah sebagai berikut:
No Pengurus
Position
Gaji & Tunjangan (Termasuk
Pajak)
Salaries & Benefts
(Including Tax)
Tantiem (Termasuk Pajak)
Tantiem (Including Tax)
Jumlah
Total
2008 2009 2008 2009 2008 2009
1 Dewan Komisaris
Board of
Commissioners
2.443 2.496 429 573 2.872 3.069
2 Direksi
Board of Directors
6.148 8.046 1.071 1.433 7.219 9.479
Laporan Tata Kelola Perusahaan Corporate Governance
72
Prepared a nomination implementation guideline and corporate 4.
management selection and selecting the independent (external)
assessment center institution to conduct the ft & proper test for
candidate Directors in March 2009.
Recommended the stipulation of the 2009 Remuneration and 2008 5.
Tantiem for the corporate management for the Annual General
Meeting of Shareholders.
Carried out the nomination and selection of candidate Directors 6.
of the Company together with the independent assessment
institution and the Board of Commissioners. The candidate
Directors were selected out of professional or internal candidates,
employees of the corporation and professionals from outside the
corporation who were recommended by the majority shareholders
or commissioners who met the title criteria requirements for the
Corporate Board of Directors.
Recommended the shortlist of top three candidate Directors 7.
out of the majority shareholder selection nomination result to be
approved at the Extraordinary General Meeting of Shareholders
(RUPSLB) held in June 2009.
Prepared an evaluation of the Corporate Management 8.
Remuneration pursuant to Regulation of the State Minister
for State Enterprises of the Republic of Indonesia No. PER-02/
MBU/2009 concerning Guideline for the Stipulation of Income for
the Board of Directors, Board of Commissioners and Supervisory
Board of State Enterprises.
Prepared a new membership composition of the Nomination and 9.
Remuneration Committee with relation to the transfers among
the former membership of the Nomination and Remuneration
Committee to ensure the smooth implementation of the NRC’s
tasks and responsibilities.
REMUNERATIONS fOR THE BoD & BoC 2009
The Board of Commissioners and Board of Directors received
a remuneration consisting of salaries, benefts and tantiems.
The total remuneration received by Board of Commissioners
members is reported by the Company at the annual GMS. The
remunerations set for the Board of Directors is recommended
by the Nomination and Remuneration Committee and
Commissioners and reported at the Annual GMS. The breakdown
of the remuneration amounts given is as follows:
Elnusa 2009 Annual Report
Dalam penetapan remunerasi untuk Dewan Komisaris dan
Direksi Perseroan mengacu kepada Peraturan Menteri Negara
BUMN Nomor Per-02/MBU/2009 tentang Pedoman Penetapan
Penghasilan Direksi, Dewan Komisaris Dan Dewan Pengawas
Badan Usaha Milik Negara serta dengan tetap memperhatikan
keadaan market competitiveness untuk level Jabatan Direksi dan
Dewan Komisaris.
Penghasilan anggota Direksi dan anggota Dewan Komisaris
ditetapkan oleh RUPS dengan mempertimbangkan faktor
pendapatan, aktiva, kondisi dan kemampuan keuangan perusahaan,
tingkat infasi dan faktor-faktor lain yang relevan sebagaiman yang
telah ditetapkan dalam peraturan perundang-undangan.
Prosedur dalam peninjauan remunerasi Direksi dan Dewan
Komisaris dilakukan sebagai berikut :
1. Komite Nominasi dan Remunerasi melakukan kajian
remunerasi yang berdasarkan peraturan perundang-
undangan yang berlaku serta mempertimbangkan hasil dari
market survey untuk mendapatkan market competitiveness.
2. Ketua Komite Nominasi dan Remunerasi mengusulkan
hasil peninjauan remunerasi berdasarkan point 1 kepada
Pemegang Saham mayoritas.
3. Penetapan remunerasi Direksi dan Dewan Komisaris
berdasarkan hasil RUPS.
AUDITOR INDEPENDEN
Laporan Keuangan Konsolidasi Perseroan tahun 2009 diaudit
oleh Kantor Akuntan Publik (KAP) Purwantono, Sarwoko
& Sandjaja (izin KAP No. KEP-122/KM.5/2006) dengan total
biaya sebesar Rp1.659.400.000 ( satu milyar enam ratus lima
puluh sembilan juta empat ratus ribu rupiah) meliputi jasa
audit Perseroan dan sebagian Anak Perusahaan. Tahun 2009
ini merupakan penugasan tahun ke 4 (empat) untuk KAP
Purwantono, Sarwoko & Sandjaja untuk melakukan audit
terhadap Laporan Keuangan Konsolidasi Perseroan. Disamping
Perseroan, Anak Perseroan yang juga diaudit oleh KAP ini adalah
PT Elnusa Petrofn, PT Elnusa Patra Ritel, PT Sigma Cipta Utama,
PT Patra Nusa Data, dan PT Purna Bina Nusa. Selain tugas audit
Laporan Keuangan KAP ini tidak melakukan tugas-tugas audit
lain dalam lingkungan Perseroan.
BIRO ADMINISTRASI EfEK (BAE)
Perseroan telah menunjuk PT Datindo Entrycom sebagai biro
administrasi efek yang bertugas melaksanakan pencatatan
pemilikan efek Perseroan. PT Datindo Entrycom beralamat di Puri
Datindo - Wisma Sudirman Jl. Jend. Sudirman Kav. 34-35 Jakarta.
In determining the remuneration to the Board of Commissioners
and Directors the Company pursuant to Minister of SOEs
Number Per-02/MBU/2009 of Income Determination Guidelines
Board, the Board of Commissioners and Board of Trustees
of State Owned Enterprises and with due regard to market
conditions for competitiveness Position level Directors and
Board of Commissioners.
Members of the Board of Directors and members of the Board
of Commissioners’ income is set by the AGM to consider the
factors of income, assets, fnancial condition and ability of the
company, the rate of infation and other factors relevant as
stated in the specifed in legislation.
Procedures in reviewing the remuneration of Directors and
Board of Commissioners are as follows:
1. Nomination and Remuneration Committee reviews the
remuneration based on legislation as well as consideration
of the results of market surveys to gain market
competitiveness.
2. Chairman of the Nomination and Remuneration Committee
proposes the review of remuneration based on points 1 to
shareholders of the majority.
3. Determination of remuneration of Directors and Board of
Commissioners based on the results of AGM.
INDEPENDENT AUDITOR
The Company’s Consolidated Financial Statements for the year
2009 was audited by Purwantono, Sarwoko & Sandjaja Public
Accountant Firm (KAP License No. KEP-122/KM.5/2006) with a total
fee of Rp1,659,400,000 (one billion six hundred ffty nin e million four
hundred thousand Rupiah), covering audit services to the Company
and part of its subsidiaries. The year 2009 marks the fourth year
assignment for Purwantono, Sarwoko & Sandjaja Public Accountant
Firm to render audit conduct of the Company’s Consolidated
Financial Statements. Apart from the Company, several subsidiaries
were also audited by this Public Accountant Firm, including PT
Elnusa Petrofn, PT Elnusa Patra Ritel, PT Sigma Cipta Utama, PT Patra
Nusa Data, and PT Purna Bina Nusa. Other than the audit conduct of
the Financial Statements, this Public Accountant Firm did not render
other audit services within the Company’s organization.
STOCK ADMINISTRATION BUREAU
The company has appointed PT Datindo Entrycom as the stock
administration bereau whose task is to record Company stock
ownership. PT Datindo Entrycom address at Puri Datindo -
Wisma Sudirman Jl. Jend. Sudirman Kav. 34-35 Jakarta.

Laporan Tata Kelola Perusahaan Corporate Governance 73
Elnusa Laporan Tahunan 2009
Laporan Tata Kelola Perusahaan Corporate Governance
74
SEKRETARIS PERUSAHAAN
Sesuai dengan Peraturan Bapepam No. IX.I.4 tentang Penunjukan
Sekretaris Perusahaan dan berdasarkan Surat Keputusan Direksi
102/EN/KPTS/000D/2009 Perseroan mengangkat Heru Samodra
sebagai Sekretaris Perusahaan. Sekretaris Perusahaan berperan
sebagai penghubung perusahaan dengan pihak eksternal
terutama pemegang saham/investor, pemerintah, pihak otoritas
pasar modal, media, dan pemangku kepentingan lainnya.
Sekretaris Perusahaan mengupayakan komunikasi yang efektif
dan transparan dengan pihak otoritas pelaku pasar modal dan
media; serta keterbukaan informasi khususnya tentang transaksi
material dan tindakan korporasi yang dilakukan Perseroan.
Sekretaris Perusahaan juga bertanggung jawab untuk memastikan
kepatuhan Perseroan terhadap peraturan dan kebijakan pasar
modal serta menyelenggarakan RUPS dan Paparan Publik untuk
memaparkan kinerja Perseroan kepada pemangku kepentingan.
Aktivitas Hubungan Investor
Perseroan senantiasa membangun hubungan dengan investor
melalui penyelenggaraan kegiatan berkala seperti pertemuan
dengan analis/investor dalam skala nasional maupun regional
serta paparan publik, dan menyampaikan hal-hal yang berkaitan
dengan peraturan Pasar Modal Indonesia seperti laporan
keuangan, laporan tahunan, laporan pemegang saham tertentu,
laporan eksplorasi dan paparan publik.
Sepanjang tahun 2009, Perseroan telah menyelenggarakan
berbagai kegiatan keterbukaan informasi sebagai berikut:
Konferensi Pers sebanyak 2 kali; y
Paparan Publik sebanyak 1 kali; y
Pertemuan Analis sebanyak 20 kali; y
Laporan Keuangan sebanyak 4 kali; y
Laporan Tahunan sebanyak 1 kali; y
Siaran Pers sebanyak 8 kali; y
Forum Investor sebanyak 2 kali; y
Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan sebanyak 1 kali; y
Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa sebanyak 2 kali. y
Selain kegiatan-kegiatan tersebut, Perseroan secara aktif
menyelenggarakan kegiatan lain seperti pertemuan media,
ulasan media dan promosi melalui media.
Perseroan telah memberikan akses seluas-luasnya kepada
masyarakat Umum dan Investor untuk memperoleh informasi
melalui situs Perseroan di www.elnusa.co.id. Situs ini memuat
informasi terkini seperti pergerakan harga saham, aksi korporasi,
laporan keuangan dan company guidance (triwulanan), bahan
presentasi Perseroan ke publik dan kliping media mengenai
pemberitaan Perseroan.
CORPORATE SECRETARY
Pursuant to Bapepam Regulation No. IX.I.4 concerning
Appointment of Corporate Secretary and under Decision of
the Board of Directors 102/EN/KPTS/000D/2009 the Company
appointed Heru Samodra as Corporate Secretary. The Corporate
Secretary acts as a liaison between the company and external
parties especially shareholders/ investors, the government,
capital market authority, the media, and other stakeholders.
the Corporate Secretary seeks efective and transparent
communication with the capital market authority and the
media; and information disclosure especially regarding material
transaction and corporate actions taken by the Company.
The Corporate Secretary is also responsible for ensuring the
Company’s compliance with capital market regulations and
policies and organizing AGMS and Public Exposés to elaborate
the Company’s performance to stakeholders.
Investor Relationship Activity
The Company continues to build a relationship with investors
by organizing periodic activities such as meetings with analysts/
investors on a national and regional scale as well as public
exposés, and by sharing matters related to the Indonesian
Capital Market regulation such as fnancial statement, annual
report, certain shareholder reports, exploration reports and
public exposés.
Throughout 2009, the Company organized a number of
disclosure activities as follows:
2 Press Conferences; y
1 Public Exposé; y
20 Analyst Meetings; y
4 Financial Statements; y
1 Annual Report; y
8 Press Releases; y
2 Investor Forums; y
1 Annual General Meeting of Shareholders; y
2 Extraordinary General Meetings of Shareholders. y
In addition to these activities, the Company actively organized
other activities such as media meetings, media review and
media promotion.
The Company has granted the broadest possible access to the
General public and Investors to obtain information through the
Company’s website at www.elnusa.co.id. This site contains the
most up-to-date information such as share price movements,
corporate actions, fnancial statements and (quarterly) company
guidance, the Company’s presentation to the public and media
clipping on Company coverage.
Elnusa 2009 Annual Report
Laporan Tata Kelola Perusahaan Corporate Governance 75
Daftar Korespondensi dengan Bapepam-LK dan PT Bursa
Efek Indonesia:
Tanggal
Date
Perihal Surat
Subject of Correspondence
Kepada
To
Peraturan
Regulation
12 Januari Penyampaian Laporan Bulanan Tentang Aktivitas Eksplorasi
Submission of monthly Report on Exploration Activities
BEI No.III.3.1 & III.3.2
15 Januari Penyampaian Laporan Penggunaan Dana IPO
Submission of Report on IPO Fund Utilization
Bapepam-LK No. X.K.4
21 Januari Penyampaian Laporan Final Pembelian Kembali Saham PT Elnusa Tbk
Submission of Final Report on PT Elnusa Tbk Share Buyback
Bapepam-LK No.XI.B.3
3 Februari Laporan Realisasi Pembelian Kembali Saham PT Elnusa Tbk
Realization Report on PT Elnusa Tbk Share Buyback
Bapepam-LK No.XI.B.3
9 Februari Keterbukaan Informasi Yang Perlu Diketahui Publik
Disclosure of Public Information
Bapepam-LK & BEI No.X.K.1
12 Februari Penyampaian Laporan Bulanan Tentang Aktivitas Eksplorasi
Submission of monthly Report on Exploration Activities
BEI No.III.3.1 & III.3.2
17 Februari Penyampaian Informasi yang harus diketahui publik dan
Penyampaian Press Release
Submission of public information and Submission of Press Release
Bapepam-LK No.X.K.1
12 Maret Penggantian Sekretaris Perusahaan PT Elnusa Tbk
Replacement of PT Elnusa Tbk Corporate Secretary
BEI No.IX.I.4
12 Maret Penyampaian Laporan Aktivitas Eksplorasi Bulan Februari 2009
Submission of Exploration Activity Report for February 2009
BEI No.III.3.1 & III.3.2
30 Maret Penyampaian Press Release PT Elnusa Tbk
Submission of PT Elnusa Tbk Press Release
BEI No. 1-E
13 April Penyampaian Laporan Aktivitas Eksplorasi Bulan Maret 2009
Submission of Exploration Activity Report for march 2009
BEI No.III.3.1 & III.3.2
15 April Penyampaian Laporan Penggunaan Dana IPO
Submission of Report on IPO Fund Utilization
Bapepam-LK No.X.K.4
20 April Konfrmasi Perseroan atas Penyampaian Laporan Keuangan
The Company’s Confrmation on the Submission of Financial
Statement
Bapepam-LK No.S-2814/BL/2009
22 April Penyampaian Laporan Tahunan 2008 PT Elnusa Tbk
Submission of PT Elnusa TBk’s 2008 Annual Report
BEI No I.E-III.2
23 April

Penjelasan Atas Permintaan Konfrmasi Bursa Tentang
Pemberitahuan Mengenai Perseroan Di Media Massa
Explanation on Request for Stock Exchange Confrmation on Notice
about the Company in the mass media
BEI
No S-02049/BEI.PSJ/04-2009
29 April Penyampaian Laporan Keuangan Interim per 31 Maret 2009
PT Elnusa Tbk
Submission of PT Elnusa Tbk’s Interim Financial Statement per march
31, 2009
BEI No. I.E-III.1.1.2
6 Mei

Konfrmasi Perseroan atas Keterlambatan Penyampaian Laporan
Realisasi
Penggunaan Dana Hasil Penawaran Umum
The Company’s Confrmation on the Delayed Submission of the
Realization Report on the Initial Public Offering Fund Utilization
Bapepam-LK No.S-3467/BL/2009
6 Mei Penyampaian Press Release PT Elnusa Tbk
Submission of PT Elnusa Tbk Press Release
BEI No.X.K.1
8 Mei Penyampaian Bukti Iklan Hasil RUPS-T & RUPS-LB PT Elnusa Tbk
Submission of Advertisement Proof for PT Elnusa Tbk’s RUPS-T and
RUPS-LB Results
Bapepam-LK Kep-60/PM/1996
8 Mei Jadwal Pembagian Dividen Tunai Final PT Elnusa Tbk
Schedule of Final Cash Dividend Payout by PT Elnusa Tbk
Bapepam-LK No.X.K.1
List of Correspondence with Bapepam-LK and PT Bursa
Efek I ndonesia:
Elnusa Laporan Tahunan 2009
Laporan Tata Kelola Perusahaan Corporate Governance
76
Tanggal
Date
Perihal Surat
Subject of Correspondence
Kepada
To
Peraturan
Regulation
11 Mei Penyampaian Laporan Aktivitas Eksplorasi Bulan April 2009
Submission of Exploration Activity Report for April 2009
BEI No.III.3.1 & III.3.2
25 Mei

Pemberitahuan Rencana Pelaksanaan Rapat Umum Pemegang
Saham Luar Biasa PT Elnusa Tbk
Submission of Planned Implementation of Extraordinary general
meeting of Shareholders of PT Elnusa Tbk
Bapepam-LK

No. IX.I.1

2 Juni

Keterbukaan Informasi Rencana Perseroan untuk Melaksanakan
Penjualan Seluruh Saham Milik Perseroan dalam PT Infomedia
Nusantara
Disclosure of the Company’s Plan to Divest Its Entire Shares in PT
Infomedia Nusantara
Bapepam-LK No. IX.E.1
2 Juni

Penyampaian Bukti Iklan Ringkasan Keterbukaan Informasi atas
Transaksi Material PT Elnusa Tbk
Submission of Advertisement Proof for Public Disclosure of the PT
Elnusa Tbk’s material Transactions
Bapepam-LK No. IX.E.2
10 Juni Penyampaian Laporan Aktivitas Eksplorasi Bulan Mei 2009
Submission of Exploration Activity Report for may 2009
BEI No.III.3.1 & III.3.2
11 Juni Penyampaian Bukti Surat Setoran Bukan Pajak PT Elnusa Tbk
Submission of Proof of Non-Tax Return for PT Elnusa Tbk
Bapepam-LK No.X.K.1
15 Juni Panggilan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa PT Elnusa Tbk
Summons for Extraordinary general meeting of Shareholders of PT
Elnusa Tbk
Bapepam-LK No.X.K.1
15 Juni

Penyampaian Bukti Iklan Penggilan Rapat Umum Pemegang
Saham Luar Biasa PT Elnusa Tbk
Submission of Advertisement Proof for the Summons for
Extraordinary general meeting of Shareholders of PT Elnusa Tbk
Bapepam-LK No. IX.I.1
30 Juni Penyampaian Press Release PT Elnusa Tbk
Submission of PT Elnusa Tbk Press Release
Bapepam-LK & BEI No.X.K.1
2 Juli

Keterbukaan Informasi PT Elnusa Tbk (“ELNUSA”) atas Transaksi
Afliasi
Penjualan 49% PT Infomedia Nusantara (“IMN”)
Public Disclosure of PT Elnusa Tbk (“ELNUSA”) on the Affliate
Transaction
Sale of 49% Stake in 49% PT Infomedia Nusantara (“ImN”)
Bapepam-LK & BEI No. IX.E.1
2 Juli Penyampaian Hasil Rapat Umum Pemegang Sahan Luar Biasa
PT Elnusa Tbk
Submission of the Result of PT Elnusa Tbk’s Extraordinary general
meeting of Shareholders
Bapepam-LK No. IX.I.1
7 Juli Penyampaian Laporan Aktivitas Eksplorasi Bulan Juni 2009
Submission of Exploration Activity Report for June 2009
BEI No.III.3.1 & III.3.2
15 Juli Bukti Setoran ke Kas Negara
Proof of Deposit to State Treasury
Bapepam-LK No. S-5892/BL/2009
16 Juli Penggantian Kepala Unit Audit Internal PT Elnusa Tbk
Replacement of PT Elnusa Tbk’s Head of Internal Audit Unit
Bapepam-LK No. IX.I.7
16 Juli Perubahan Susunan Anggota Komite Audit PT Elnusa Tbk
Change in the membership Composition of PT Elnusa Tbk’s Audit
Committee
Bapepam-LK No. IX.I.5
16 Juli Laporan Bulanan Regristrasi Pemegang Efek per 30 Juni 2009
Security Holder Register monthly Report per June 30, 2009
BEI No. I-E
30 Juli Penyampaian Bukti Iklan Laporan Keuangan Tengah Tahunan
per 30 Juni 2009
Submission of Advertisement Proof for the mid-Year Annual Report
per June 30, 2009
BEI No. X.K.2
11 Agustus Penyampaian Laporan Aktivitas Eksplorasi Bulan Juli 2009
Submission of Exploration Activity Report for July 2009
BEI No.III.3.1 & III.3.2
Elnusa 2009 Annual Report
Laporan Tata Kelola Perusahaan Corporate Governance 77
Tanggal
Date
Perihal Surat
Subject of Correspondence
Kepada
To
Peraturan
Regulation
8 September Penyampaian Laporan Aktivitas Eksplorasi Bulan Agustus 2009
Submission of Exploration Activity Report for August 2009
BEI No.III.3.1 & III.3.2
7 Oktober Penyampaian Laporan Aktivitas Eksplorasi Bulan September
2009
Submission of Exploration Activity Report for September 2009
BEI No.III.3.1 & III.3.2
15 Oktober Penjelasan atas Paparan Publik di Tahun 2009
Explanation of Public Exposé in 2009
BEI No.S-05169/BEI.
PSJ/10-1009
19 Oktober Laporan Bulanan Regristrasi Pemegang Efek per 30 September
2009
Security Holder Register monthly Report per September 30, 2009
BEI No. III.3.4 & No. III.3.5
28 Oktober Penyampaian Laporan Keuangan Interim per 30 September 2009
PT Elnusa Tbk
Submission of PT Elnusa Tbk’s Interim Financial Statement per
September 30, 2009
Bapepam-LK No. X.K.2
29 Oktober Penyampaian Revisi Press Release PT Elnusa Tbk
Submission of Revised Press Release for PT Elnusa Tbk
Bapepam-LK & BEI No. X.K.1
10 November Penyampaian Laporan Aktivitas Eksplorasi Bulan Oktober 2009
Submission of Exploration Activity Report for October 2009
BEI No.III.3.1 & III.3.2
17 November Pemberitahuan Rencana Paparan Publik tahun 2009 PT Elnusa Tbk
Notice of Planned 2009 Public Exposé for PT Elnusa Tbk
BEI No. I.E-V
25 November Penyampaian Materi Presentasi Paparan Publik tahun 2009
Submission of Presentation material for the 2009 Public Exposé
BEI No. I.E-V.4
30 November Laporan dan Penyampaian Bukti Iklan Pemberitahuan
Penyelenggaraan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa PT
Elnusa Tbk
Report and Submission of Advertisement Proof on the Notice of
Extraordinary general meeting of Shareholders of PT Elnusa Tbk
Bapepam-LK No. IX.I.1
1 Desember Laporan Bulanan Regristrasi Pemegang Efek per 31 Oktober
2009
Security Holder Register monthly Report per October 31, 2009
BEI No. III.3.4 & No. III.3.5
1 Desember Revisi Materi Presentasi Public Expose 2009
Revised Presentation material for the 2009 Public Exposé
BEI No.X.K.1
4 Desember Penyampaian Press Release PT Elnusa Tbk
Submission of PT Elnusa Tbk’ Press Release
Bapepam-LK & BEI No.X.K.1
4 Desember Penyampaian Laporan Paparan Publik PT Elnusa Tbk
Submission of Report on Pt Elnusa Tbk’s Public Exposé
BEI No. LE-V.4.4
8 Desember Penyampaian Laporan Aktivitas Eksplorasi Bulan November 2009
Submission of Exploration Activity Report for November 2009
BEI No.III.3.1 & III.3.2
14 Desember Penyampaian Bukti Iklan Pemberitahuan Pembagian Dividen
Interim Tahun Buku 2009 PT Elnusa Tbk
Submission of Advertisement Proof for the Notice of PT Elnusa Tbk’s
Interim Dividend Payout for the 2009 Fiscal Year
Bapepam-LK No. IX.I.1
21 Desember Laporan Bulanan Registrasi Pemegang Efek per 30 November
2009
Security Holder Register monthly Report per November 30, 2009
BEI No. III.3.4 & No. III.3.5
29 Desember Penyampaian Piagam Audit Internal PT Elnusa Tbk
Submission of PT Elnusa Tbk’s internal Audit Charter
Bapepam-LK No. IX.I.7
Elnusa Laporan Tahunan 2009
Laporan Tata Kelola Perusahaan Corporate Governance
78
Daftar Forum Investor tahun 2009 List of Investor Forums in 2009
No Penyelenggara
Organizer
Tema
Theme
Tempat
Place
Waktu
Time
1 Kendall Court Kuala Lumpur Investor Forum
KL Sentral, Kuala Lumpur
22 November 2009
2 Bursa Efek Indonesia
Investor Summit and Capital
Market Expo
Hotel Ritz Carlton,
Jakarta
2 - 3 Desember 2009
Daftar Kunjungan/Rapat dengan Analis dan Manajer Investasi
tahun 2009
No
Institusi
Institution
Waktu
Time
Negara
Country
1 Danareksa Sekuritas 12 Februari 2009 Indonesia
2 Bahana Sekuritas 19 Februari 2009 Indonesia
3 Mandiri Sekuritas 19 Februari 2009 Indonesia
4 Syailendra Capital 11 Maret 2009 Indonesia
5 BNP Paribas 19 Mei 2009 Indonesia
6 Credit Suisse 25 Juni 2009 Indonesia
7 JP Morgan US 7 Agustus 2009 Indonesia
8 Bank Mandiri 5 November 2009 Indonesia
10 Pheim (Asset Management) 10 Desember 2009 Singapore
11 Trimegah Sekuritas 14 Desember 2009 Indonesia
12 Fidelity 16 Desember 2009 Singapore
13 UBS 16 Desember 2009 Indonesia
14 CDC 17 Desember 2009 Inggris
15 OSK Nusadana Securities Indonesia 21 Desember 2009 Indonesia
Pertemuan analis dan non deal road show: Analyst meetings and non-deal road shows:
No Waktu
Date
Institusi
Institution
Tempat
Place
Keterangan
Description
1 30 April 2009 Dapen Telkom Bandung Bandung Non Deal Road Show
2 30 April 2009 Dapen IPTN Bandung Non Deal Road Show
3 30 April 2009 Dapen PT Pindad Bandung Non Deal Road Show
4 5 May 2009 Fortis Investment Hotel Sultan, Jakarta Analyst Meeting
5 5 May 2009 Indo Premier Securities Hotel Sultan, Jakarta Analyst Meeting
6 5 May 2009 CIMB - GK Hotel Sultan, Jakarta Analyst Meeting
7 5 May 2009 Kim Eng Securities Hotel Sultan, Jakarta Analyst Meeting
8 5 May 2009 Trimegah Securities Hotel Sultan, Jakarta Analyst Meeting
9 5 May 2009 BNI Securities Hotel Sultan, Jakarta Analyst Meeting
10 5 May 2009 Syailendra Capital Hotel Sultan, Jakarta Analyst Meeting
11 5 May 2009 Credit Suisse Hotel Sultan, Jakarta Analyst Meeting
12 5 May 2009 E Trading Securities Hotel Sultan, Jakarta Analyst Meeting
13 5 May 2009 Samuel Sekuritas Hotel Sultan, Jakarta Analyst Meeting
14 5 May 2009 Mandiri Sekurities Hotel Sultan, Jakarta Analyst Meeting
15 5 May 2009 Sinar Mas sekuritas Hotel Sultan, Jakarta Analyst Meeting
List of Visits/Meetings with Analysts and Investment Managers
in 2009
Elnusa 2009 Annual Report
Laporan Tata Kelola Perusahaan Corporate Governance 79
Pertemuan analis dan non deal road show: Analyst meetings and non-deal road shows:
No Waktu
Date
Institusi
Institution
Tempat
Place
Keterangan
Description
16 5 May 2009 Danareksa Sekuritas Hotel Sultan, Jakarta Analyst Meeting
17 5 May 2009 Bahana Hotel Sultan, Jakarta Analyst Meeting
18 5 May 2009 AAA Hotel Sultan, Jakarta Analyst Meeting
19 5 May 2009 Ciptadana Securities Hotel Sultan, Jakarta Analyst Meeting
20 12 May 2009 Dapen Antara Jakarta Non Deal Road Show
21 12 May 2009 Dapen Hutama karya Jakarta Non Deal Road Show
22 12 May 2009 Dapen BRI Jakarta Non Deal Road Show
23 12 May 2009 Dapen Bank Papua Jakarta Non Deal Road Show
24 12 May 2009 Dapenda Jakarta Non Deal Road Show
25 12 May 2009 Dapen Cardig Group Jakarta Non Deal Road Show
26 12 May 2009 Dapen RS Islam Jakarta Non Deal Road Show
27 12 May 2009 Dapen BNI Jakarta Non Deal Road Show
28 12 May 2009 Dapen Wika Jakarta Non Deal Road Show
29 12 May 2009 Dapen ASAP Jakarta Non Deal Road Show
30 12 May 2009 Dapen Krakatau Steel Jakarta Non Deal Road Show
31 12 May 2009 Dapen LIA Jakarta Non Deal Road Show
32 12 May 2009 Dapen Perumnas Jakarta Non Deal Road Show
33 12 May 2009 Dapen St Carolus Jakarta Non Deal Road Show
34 12 May 2009 DPPK JiwasRaya Jakarta Non Deal Road Show
35 5 August 2009 Henan Putihrai securities Jakarta Non Deal Road Show
36 5 August 2009 Kim Eng Securities Crown Plaza, Jakarta Analyst Meeting
37 5 August 2009 BNI Securities Crown Plaza, Jakarta Analyst Meeting
38 5 August 2009 Mega Capital Indonesia Crown Plaza, Jakarta Analyst Meeting
39 5 August 2009 E Trading Securities Crown Plaza, Jakarta Analyst Meeting
40 5 August 2009 Indo Premier Securities Crown Plaza, Jakarta Analyst Meeting
41 5 August 2009 Kresna Securitas Crown Plaza, Jakarta Analyst Meeting
42 5 August 2009 UOB Kay Hian Crown Plaza, Jakarta Analyst Meeting
43 5 August 2009 JP Morgan Crown Plaza, Jakarta Analyst Meeting
44 5 August 2009 Danareksa Sekuritas Crown Plaza, Jakarta Analyst Meeting
45 5 August 2009 Panin Sekuritas Crown Plaza, Jakarta Analyst Meeting
46 5 August 2009 Mandiri Sekuritas Crown Plaza, Jakarta Analyst Meeting
47 5 August 2009 Finan Corporindo Nusa Crown Plaza, Jakarta Analyst Meeting
48 5 August 2009 Osk Nusadana Sekuritas Crown Plaza, Jakarta Analyst Meeting
49 5 August 2009 Ciptadana Sekuritas Crown Plaza, Jakarta Analyst Meeting
50 5 August 2009 Panca Global Sekuritas Crown Plaza, Jakarta Analyst Meeting
51 5 August 2009 Sinar Mas Sekuritas Crown Plaza, Jakarta Analyst Meeting
52 2 September 2009 Dana Pensiun RNI Jakarta Non Deal Road Show
Elnusa Laporan Tahunan 2009
Laporan Tata Kelola Perusahaan Corporate Governance
80
Hasil Riset Institusi Keuangan dan Sekuritas: Financial Institution and Security Research Results:
No Nama Sekuritas
Security Name
Tanggal
Date
Rekomendasi
Recommendation
Target Harga
Price Target
1 Valbury Asia Futures 22 Mei 2009 Buy-Initiate Rp450
2 Bhakti Securities 26 Mei 2009 Buy-Initiate Rp470
3 Mandiri Sekuritas 4 Juni 2009 Netral-Update Rp350
4 BNI Securities 10 Juli 2009 Buy-Iniatiate Rp450
5 UOB Kay Hian Securities 7 Agustus 2009 Not Rated N.A
6 Sinarmas Sekuritas 8 September 2009 Accumulate and Buy on
Weakness below Rp330
Rp375
7 Paramitra Alfa 2 Oktober 2009 Buy-Iniatiate Rp450
8 Danareksa Sekuritas 7 Oktober 2009 Buy-Iniatiate Rp480
9 Kim Eng Securities 12 Oktober 2009 Buy-Iniatiate Rp430
10 Trimegah Securities 21 Desember 2009 Buy-Iniatiate Rp540
Perseroan sebagai satu-satunya penyedia jasa hulu migas
terintegrasi mengadakan edukasi kepada para analis dalam
bentuk seminar dengan tema Operational Workshop For Analyst
meliputi presentasi pemahaman operasi untuk proses geoscience,
drilling, oilfeld services dan business development.
Operational Workshop for Analyst: Operation Workshop for Analysts:
Tema Theme Tempat Place Waktu Time Analis Analysts
Operation Workshop
for Analyst
Hotel Mulia 10 September 2009 FSI Indonesia, Bank Mandiri, E-Trading Securities, Syailendra
Capital, Danareksa Securities, Indo Premier, Kim Eng, Samuel,
Finan Corporindo, Erdikha Securities, GMT Asset Management,
Bina Artha Securities, Panin Sekuritas, Sinar Mas Sekuritas,
Bahana Sekuritas, Panca Global Sekuritas, Madiri Sekuritas,
Ciptadana Sekuritas, BNI Securities, Kresna Securities.
Aktiftas Komunikasi Korporat
Total coverage Perseroan pada kurun waktu 2009 adalah 597
artikel dengan advertising value senilai Rp6.321.825.000 (enam
milyar tiga ratus dua puluh satu juta delapan ratus dua puluh
lima ribu Rupiah) dan PR value senilai Rp25.124.140.000 (dua
puluh lima milyar seratus dua puluh empat juta seratus empat
puluh ribu Rupiah). Advertising value merupakan besaran artikel
yang dihitung melalui pendekatan biaya iklan, sedangkan PR
value merupakan standar penghitungan di dunia kehumasan,
menghitung usaha dari pihak Perseroan untuk memasukan
berita dan atau foto disuatu media cetak.
Selama tahun 2009 sebanyak 76% atau 456 artikel merupakan
pemberitaan dengan tone positive, 22% atau 133 merupakan
pemberitaan dengan tone neutral sisanya adalah tone negative.
Dari total artikel yang dikumpulkan 87% merupakan artikel
yang secara utuh membahas mengenai Perseroan.
Isu-isu mengenai kinerja dan prospek merupakan pesan kunci
utama yang disampaikan kepada publik, hal ini diwujudkan
The Company as the sole provider of integrated oil and gas services
provided an education to the analysts in the form of a seminar
with the theme Operation Workshop for Analysts which covered
a presentation on operational understanding of the geoscience,
drilling, oilfeld services and business development process.
Corporate Communication Activities
The total coverage of the Company in 2009 was 597 articles
with an advertising value of six billion three hundred twenty
one million eight hundred and twenty fve thousand rupiah
(Rp6,321,825,000) and a PR value worth twenty fve billion
one hundred and twenty four million one hundred and forty
thousand Rupiah (Rp25,124,140,000). Advertising value is an
article amount calculated through an advertising cost approach,
while PR value is a calculation standard in the public relations
world, calculating the Company’s efort to place news and or
photographs in a print medium.
Throughout 2009 76% or 456 articles were coverage with a
positive tone, 22% or 133 coverage with a neutral tone and the
rest with a negative tone. Of the total compiled articles, 87%
were articles that exclusively discussed the Company.
Issues on performance and prospects were the key messages
conveyed to the public; this was realized by regularly organizing
Elnusa 2009 Annual Report
Laporan Tata Kelola Perusahaan Corporate Governance 81
dengan secara rutin melakukan kegiatan yang berhubungan
dengan media seperti press conference, media gathering maupun
distribusi press release. Efektiftas pemberitaan dengan pola ini
bisa dilihat dari banyaknya liputan yang terbit (Media Workhshop,
RUPSLB dan Investor summit). Harian Investor Daily merupakan
harian yang terbanyak menurunkan artikel mengenai Perseroan
dengan 68 liputan atau 18%, Bisnis Indonesia diperingkat kedua
dengan 55 liputan atau 15% dan Kontan diperingkat ketiga
dengan 41 liputan atau 11% dari keseluruhan artikel.

7
6
.
5
5
0
5
5
.
0
2
5
7
4
6
.
8
7
7
4
6
.
8
7
1
.
4
3
1
7
1
6
.
4
8
3
5
0
.
2
7
8
3
.
6
5
7 3
7
5
.
1
3 6
7
8
.
6
7
4
5
5
.
5
9
6
3
1
0
0
1
4
1
1
0
0
2
1
1
0
3
0
1
2
3
8
3
9
4
3
MONTHLY MEDIA COVERAGE TREND & AD VALUE
(in millions)
Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec
Coverage
Ad Value
ANALYSIS BY MEDIA PENETRATION (2009)
Newspaper
Web based
Tabloid
Magazine
35%
63%
1%
1%
No Media Article %
1 Newspaper 375 63
2 Magazine 8 1
3 Tabloid 7 1
4 Web based 207 35
Total 597 100
activities related to the media such as press conferences, media
gatherings and press release distribution. The efectiveness of
coverage with this pattern was evident from the amount of
coverage published (Media Workshop, RUPSLB and Investor
summit). Investor Daily was the newspaper that published the
most number of articles about the Company with 68 pieces or
18%, Bisnis Indonesia ranked second with 55 pieces or 15% and
Kontan placed third with 41 pieces or 11% of the total articles.
MONTHLY MEDIA COVERAGE TREND & AD VALUE (in millions Rupiah)
ANALYSIS BY MEDIA PENETRATION (2009)
Elnusa Laporan Tahunan 2009
Laporan Tata Kelola Perusahaan Corporate Governance
82
ANALYSIS BY MEDIA PENETRATION - Top 5 Newspaper (2009)
Investor Daily
Bisnis Indonesia
Kontan
Jakarta Globe
Seputar Indonesia
Lain-lain
18%
49%
15%
11%
4%
3%
No Media Article (%)
1 Investor Daily 68 18
2 Bisnis Indonesia 55 15
3 Kontan 41 11
4 Jakarta Globe 15 4
5 Seputar Indonesia 13 3
6 Lain-lain 183 49
TOTAL 375 100
ANALYSIS BY MEDIA PENETRATION - Magazine (2009)
Trust
Tempo
Gatra
Investor
37%
37%
13%
13%
No Media Article (%)
1 Trust 3 37
2 Tempo 3 37
3 Gatra 1 13
4 Investor 1 13
TOTAL 8 100
ANALYSIS BY MEDIA PENETRATION - MAGAzINE (2009)
ANALYSIS BY MEDIA PENETRATION - TOP 5 NEWSPAPER (2009)
Komunikasi kepada publik atas perkembangan kinerja
Perseroan antara lain disampaikan melalui media cetak
maupun media elektronik.
Communication to the public on the progress of Company's
performance, among other through print or electronic media.
Elnusa 2009 Annual Report
Laporan Tata Kelola Perusahaan Corporate Governance 83
ANALYSIS BY MEDIA PENETRATION - Tabloid (2009)
Kontan 100%
No Media Article (%)
1 Kontan 7 100
TOTAL 7 100
ANALYSIS BY MEDIA PENETRATION - Top 5 Web based (2009)
Inilah.com
okezone.com
detik.com
VIVAnews.com
Bisnis.com
Lain-lain
8%
2%
8%
12%
18%
52%
No Media Article (%)
1 Inilah.com 38 18
2 Okezone.com 24 12
3 Detik.com 17 8
4 VIVAnews.com 16 8
5 Bisnis.com 5 2
Lain-lain 107 52
TOTAL 207 100
Komunikasi kepada publik atas perkembangan kinerja
Perseroan antara lain disampaikan melalui media cetak
maupun media elektronik.
Communication to the public on the progress of Company's
performance, among other through print or electronic media.
ANALYSIS BY MEDIA PENETRATION - TOP 5 WEB BASED (2009)
ANALYSIS BY MEDIA PENETRATION - TABLOID (2009)
Elnusa Laporan Tahunan 2009
Laporan Tata Kelola Perusahaan Corporate Governance
84
Elnusa 2009 Annual Report
Laporan Tata Kelola Perusahaan Corporate Governance 85
ANALYSIS BY TONE(2009)
Positive
Neutral
Negative
76%
22%
2%
No Media Article (%)
1 Positive 453 76
2 Neutral 133 22
3 Gatra 10 2
TOTAL 597 100
ANALYSIS BY STATUS (2009)
Full story
Part of Article
Mentioned Only
87%
4%
9%
No Media Article (%)
1 Full Story 517 87
2 Part of Article 26 4
3 Mentioned 54 9
TOTAL 597 100
Ditahun 2009 Korporat Komunikasi mengadakan workshop
bagi para wartawan yang menulis disektor bisnis minyak dan
gas dengan memberikan paparan mengenai bentuk umum
bisnis di bidang minyak dan gas, dan peranan Perseroan sebagai
penyedia jasa hulu migas terintegrasi. Perseroan menampilkan
dua pembicara utama yaitu Direktur Operasi Eddy Sjahbuddin
dan analis dari Danareksa Lisa Yulianingrum.
In 2009 the Corporate Communication held a workshop for
journalists who covered the oil and gas sector by providing
an exposé on the general forms of business in the oil and gas
sector, and the Company’s role as the provider of integrated
upstream oil and gas services. The Company presented two
keynote speakers: Operations Director Eddy Sjahbuddin and
Danareksa analyst Lisa Yulianingrum.
ANALYSIS BY TONE (2009)
ANALYSIS BY STATUS (2009)
Elnusa Laporan Tahunan 2009
Laporan Tata Kelola Perusahaan Corporate Governance
86
Tema
Theme
Waktu
Time
Tempat
Place
Wartawan
Journalists
Media Workshop: Oil and Gas November 5, 2009 Grand Hotel Kemang Investor Daily, Kontan,
Seputar Indonesia, Dow
Jones, Vivanews, Berita
baru.com, Bloomberg,
Warta One, Indo Post,
Oke Zone, Jakarta Globe,
Rakyat Merdeka, Neraca,
Financial, Warta Ekonomi.
Kepemilikan Saham Dewan Komisaris dan
Direksi
Sesuai dengan ketentuan Bursa Efek Indonesia No. III.3.4 dan III.
3.5 Perseroan berkewajiban melaporkan registrasi pemegang
saham Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan. Berikut adalah
kepemilikan saham Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan per
31 Desember 2009.
Nama
Name
Jabatan
Position
Jumlah Lembar
Saham
Amount Share
Persentase
Percentage
1. Waluyo
2. SM Hari Kustoro
3. Surat Indrijarso
4. Anton Sugiono
5. Soehandjono
Komisaris Utama President Commissioner
Komisaris Independen Independent Commissioner
Komisaris Independen Independent Commissioner
Komisaris Commissioner
Komisaris Commissioner
0
0
0
1.664.500
0
0
0
0
0,023
0
6. Eteng A. Salam
7. Eddy Sjahbuddin
8. Santun Nainggolan
9. Lucy Sycilia
10. M. Jauzi Arif
Direktur Utama President Director
Direktur Operasi Operating Director
Direktur Keuangan Finance Director
Direktur SDM & Umum HR & gA Director
Direktur Pengembangan Usaha Business Dev. Director
2.446.000
3.014.500
0
598.000
864.500
0,034
0,041
0
0,008
0,012
Transaksi Material
Sebagaimana diatur dalam ketentuan Bapepam-LK IX. E.2
tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha Utama
selama tahun 2009 pihak Perseroan telah melaporkan ke Bapepam-
LK, Bursa Efek Indonesia dan publik berkaitan dengan pelepasan
saham di Infomedia. Perseroan telah mendapatkan persetujuan
tertulis dari pihak kreditur dan para pemegang saham melalui Rapat
Umum Pemegang Saham – Luar Biasa pada tanggal 30 Juni 2009.
Transaksi Afliasi dan Benturan Kepentingan
Perseroan telah melaporkan transaksi pelepasan kepemilikan
saham di PT Infomedia Nusantara sebagai transaksi afliasi
namun bukan merupakan transaksi benturan kepentingan
seperti diatur dalam ketentuan Bapepam-LK IX. E.1 tentang
Transaksi Afliasi dan Benturan Kepentingan Transaksi Tertentu.
Perseroan telah mendapatkan persetujuan tertulis dari pihak
kreditur dan pemegang saham melalui Rapat Umum Pemegang
Saham – Luar Biasa pada tanggal 30 Juni 2009.
Share Ownership of the Board of Commissioners
and Board of Directors
Pursuant to the Indonesian Stock Exchange provisions No. III.3.4
and III. 3.5 the Company is obligated to report the shareholder
register for the Corporate Board of Commissioners and Board of
Directors. The following is the share ownership of the Corporate
Board of Commissioners and Board of Directors per December
31, 2009.
Material Transaction
As regulated in Bapepam-LK Provision IX. E.2 concerning Material
Transaction and Core Business Change, throughout 2009 the
Company has reported to Bapepam-LK, the Indonesian Stock
Exchange, and the public with relation to the divestment of
Infomedia. The Company has received a written approval from
the creditors and shareholders at the Extraordinary General
Meeting of Shareholders on June 30, 2009.
Afliate Transaction and Confict of Interest
The Company has reported the PT Infomedia Nusantara
divestment transaction as an afliate transaction it did not
constitute a confict of interest transaction as regulated in
Bapepam-LK Provision IX. E.1 concerning Afliate Transaction
and Confict of Interest of Certain Transactions. The Company has
received a written approval from the creditors and shareholders
at the Extraordinary General Meeting of Shareholders on
June 30, 2009.
Elnusa 2009 Annual Report
Laporan Tata Kelola Perusahaan Corporate Governance 87
Operasi pada hydraulic workover unit.
Operation on hydraulic workover unit
KEBIJAKAN DAN PROSEDUR PERSEROAN
Perubahan internal organisasi Perseroan menuntut adanya
adaptasi terhadap struktur organisasi dan proses bisnis (Business
Process) di lingkungan Perseroan. Berkenaan dengan hal
tersebut maka untuk kelancaran dan kelangsungan operasi
Perseroan, kebijakan dan prosedur atas proses bisnis yang ada
di Perseroan perlu distandardisasikan dan disempurnakan.
Pendekatan dalam menentukan proses bisnis berasal dari ketentuan
pemangku kepentingan (stakeholder requirement) yang akan
dijalankan oleh Perseroan sehingga dapat menghasilkan kepuasan
para pemangku kepentingan. Perseroan telah menentukan bisnis
inti pada jasa hulu migas terintegrasi (Integrated Upstream Oil & Gas
Services) meliputi jasa-jasa di Geoscience, Drilling dan Oilfeld Services.
Identifkasi terhadap ketentuan pemangku kepentingan kemudian
dirumuskan dalam rencana bisnis (business plan) Perseroan dan
menjadi target pencapaian di semua lini mulai dari pra operasi,
operasi dan pasca operasi. Sementara fungsi Shared Service atau
Support menunjang kegiatan operasional Perseroan di setiap
tahapan Operasi. Atas semua proses bisnis yang terjadi maka dibuat
metode atau sistem yang menunjang serta proses pengendalian
atau assurance.
Dalam gambar di bawah ini, dapat dilihat keterlibatan proses-
proses yang ada dalam proses bisnis Perseroan, yang sekaligus
merepresentasikan unsur organisasi yang mewakilinya :Di
tahun 2009 dilakukan penyusunan kebijakan sebagai prinsip
acuan (guiding principle) dalam kegiatan operasional Perseroan.
Untuk mendukung aturan tersebut maka disusun prosedur
Perseroan sebagai panduan dalam tata cara kerja atas kegiatan
operasional Perseroan , yang teratur, terukur, terstandar dan
dilakukan secara konsisten sesuai dengan tujuan, kebijakan
serta aturan yang berlaku.

CORPORATE POLICIES AND PROCEDURES
Internal changes in the Company’s organization warranted
an adaptation of the organizational structure and Business
Process within the Company. With relation to this matter, the
policies and procedures on the existing business process in the
Company needed to be standardized and revised.
An approach in determining the business process originated
from the stakeholder requirement to be carried out by the
Company so as to satisfy the stakeholders. The Company has
determined the Integrated Upstream Oil and Gas Services
as its core business, which included services in Geoscience
seismic, Drilling and Oilfield Services. Identification of the
stakeholders’ provisions was later formulated in a Corporate
business plan and became the achievement target at all lines
from pre-operation, operation and post-operation. The Shared
Service or Support function, on the other hand, supported
the Company’s operational activities at every stage of the
Operation. A supporting method or system and control or
assurance process was created for all business processes
that took place.
The drawing below shows the involvement of the existing
processes in the Company’s business process, along with a
representation of the organizational elements that represented
them. In 2009 the policies that served as guiding principles in
the Company’s operational activities were drafted. To support
the rules, a Corporate procedure was prepared to serve as
a guideline in the working procedure for the Company’s
operation, which should be organized, measured, standardized
and consistently applied according to the objectives, policies
and rules in place.

Elnusa Laporan Tahunan 2009
Laporan Tata Kelola Perusahaan Corporate Governance
88
HUMAN
RESOURCE
ASSET
MANAGEMENT
PROCUREMENT FINANCE
Business Process
INPUT PROCESS OUT PUT
O
P
E
R
A
T
I
O
N
A
L
S
Y
S
T
E
M
C
O
N
T
R
O
L
Kebijakan dan Prosedur yang telah/sedang disusun adalah
sebagai berikut :
Planning & Performance
Planning & Performance
Investor Relations
Pre Operation
Marketing
Business Development
Risk Management
Operation Preparation
Investment
Operation
Operation - Geoscience
Operation - Drilling
Operation - Oilfeld
Operation - Support
Post Operation
Shared Service/Support
Pengadaan ( Procurement )
Asset Management & Maintenance
Human Resources
Finance
Accounting & Tax
Corp. Services
Property Management
System
Communications
Information System
System & Procedure
Assurance
Legal & ContRact Administration
Quality Assurance
Health Safet & Environment
Internal Audit
Good Corporate Governance
Branch/Perwakilan
The Policies and Procedures that have been/are being drafted
are as follows:
STAKEHOLDERS
REQUIREMENT
INTEGRATED UPSTREAM OIL & GAS SERVICES
AND BUSINESS DEVELOPMENT
STAKEHOLDERS
SATISFACTION
ASSURANCE
PLANNING
PRE
OPERATION
OPERATION
POST
OPERATION
SYSTEM
Elnusa 2009 Annual Report
Laporan Tata Kelola Perusahaan Corporate Governance 89
PENGENDALIAN RISIKO PERUSAHAAN
Risiko merupakan kekuatiran akan terjadinya peristiwa di masa
depan yang dapat berdampak merugikan bagi pencapaian
sasaran yang sudah ditetapkan Perseroan. Sebelum peristiwa
yang dikuatirkan terjadi, manajemen Perseroan – melalui proses
manajemen risiko – melakukan langkah-langkah antisipatif,
baik untuk mengurangi probabilitas terjadinya, maupun untuk
memitigasi dampaknya. Keberhasilan Perseroan mencapai
sasaran tergantung antara lain pada seberapa baik kemampuan
Perseroan mengelola risiko-risiko yang dihadapi. Sejalan dengan
karakteristik dan proses bisnis yang dijalankan Perseroan,
Perseroan menerapkan proses pengelolaan risiko pada dua level
utama, yaitu level korporat (Enterprise Risk Management) dan
level proyek (Project Risk Management). Di samping itu, karena
proyek yang diambil oleh Perseroan dapat melibatkan investasi
suatu alat, maka proses pengelolaan risiko juga mencakup
kegiatan investment risk assessment.
Perseroan terus melakukan langkah penyempurnaan
implementasi pengelolaan risiko pada tahun 2009 dengan
strategi sebagai berikut:
Penyempurnaan Pedoman Manajemen Risiko
a. Sebagai pedoman dalam pengelolaan risiko, Perseroan terus
menyesuaikan kebijakan dan prosedur pengelolaan risiko
sesuai dengan perkembangan terkini. Pedoman manajemen
risiko ditetapkan melalui Surat Keputusan Direksi Nomor:
090/EN/KPTS/D000/2008 tanggal 10 Juni 2008 sedang
disempurnakan untuk disesuaikan dengan sistem aplikasi risk
management software.
b. Penyempurnaan pedoman manajemen risiko dilakukan
sesuai kaidah sistem manajemen mutu, yang mencakup
kebijakan, prosedur, dan instruksi kerja manajemen risiko.
c. Untuk Enterprise Risk Management, proses manajemen
risiko diawali dengan pendefinisian risk appetite dan
risk tolerance oleh Board of Director. Pendefinisian ini
menjadi aktivitas integral dalam proses perencanaan
bisnis Perseroan baik perencanaan tahunan maupun
perencanaan jangka panjang.
d. Untuk Project Risk Management, proses manajemen risiko diawali
dengan penghitungan risk premium yang dikuantifkasi dan
dimasukkan sebagai salah satu komponen biaya proyek. Risk
premium diperoleh melalui kegiatan penghitungan risiko inheren
proyek dengan menggunakan project risk scoring (rating) template.
e. Untuk proyek-proyek yang membutuhkan investasi alat
baru, kajian risiko proyek dimasukkan sebagai salah satu
content dari usulan investasi (feasibility study). Persetujuan
investasi akan diberikan oleh Direksi atau Dewan Komisaris
Perseroan, jika berdasarkan analisis risiko, Risk Management
Unit merekomendasikan persetujuan untuk usulan investasi.
CORPORATE RISK MANAGEMENT
Risk is a concern over a future event that may have an adverse
impact on the achievement of the targets set by the Company.
Before the event that is the cause of concern occurs, the
Corporate management – through the risk management
process – took anticipatory measures, both to minimize the
probability of the occurrence, and to mitigate its impact. The
Company’s success in achieving its targets would depend
among other things on its ability to manage the risks it is
facing. In line with the characteristics and business process
carried out by the Company, the Company is applying a risk
management process at two key levels: the corporate level
(Enterprise Risk Management) and the project level (Project
Risk Management). In addition, since the projects taken up by
the Company may involve investment in an equipment, the
risk management process should also include the activity of
investment risk assessment.
The Company continues to carry out revision measures on
for the risk management implementation in 2009 with the
following strategy:
Risk Management Guideline Revision
a. As a guideline in risk management, the Company continues
to adapt the risk management policies and procedures to
keep up with the latest developments. The risk management
guideline stipulated by Decision of the Board of Directors
Number: 090/EN/KPTS/D000/2008 dated June 10, 2008 is
currently under revision to be adapted to the risk management
software application system.
b. Revision of the risk management guideline is carried out in
accordance with the principles of risk management system,
which covers risk management policies, procedures, and
working instructions.
c. For Enterprise Risk Management, the risk management process
begins with the defnition of risk appetite and risk tolerance
by the Board of Directors. This defnition becomes an integral
activity in the Company’s business planning process in both
the annual planning and long-term planning.
d. For Project Risk Management, the risk management process
begins with the calculation of risk premiums that are
quantifed and incorporated as a project cost component.
Risk premium is obtained through an inherent risk calculation
using a project risk scoring (rating) template.
e. For projects that require an investment in new equipment, the
project risk assessment is included as a content of the investment
proposal (feasibility study). Investment approval will be granted
by the Corporate Board of Directors or Board of Commissioners,
if based on the risk analysis, the Risk Management Unit
recommends an approval of the investment proposal.
Elnusa Laporan Tahunan 2009
Health Environment & Safety serta risiko operasi
merupakan salah satu unsur yang sangat penting dalam
mewujudkan operation excellence.
Health Environment & Safety and operational risk constitute as
the essential elements in delivering operation excellence.
Instalasi Perangkat Lunak Risk Management
a. Untuk menunjang kelancaran arus informasi dan komunikasi
risiko, Perseroan sejak akhir tahun 2008 mengimplementasikan
perangkat lunak risk management. Meskipun jumlah user
yang dibeli masih sangat terbatas, namun diharapkan
dengan adanya perangkat lunak risk management, proses
pengelolaan risiko menjadi melekat dalam kegiatan sehari-
hari para risk owner.
b. Sebagai bagian dari program implementasi risk management
software, konsultan yang ditunjuk telah melaksanakan kegiatan
board briefng kepada Direksi dan Dewan Komisaris Perseroan,
dan risk awareness training bagi para line managers.
c. Sejak pertengahan tahun 2009, perangkat lunak risk
management telah di aplikasikan ke dalam server Perseroan,
dan telah menghasilkan risk profle awal korporat untuk
laporan tanggal 31 Desember 2009.
Secara umum Perseroan menghadapi risiko yang dapat
dikelompokan kedalam 4 (empat) kategori utama yaitu risiko
strategis, risiko operasional, risiko keuangan dan risiko kepatuhan.
Risiko Strategis
Risiko strategis adalah risiko yang disebabkan oleh adanya
penetapan dan pelaksanaan strategi Perseroan yang
tidak tepat atau kurang responsifnya Perseroan terhadap
perubahan eksternal.
a. Persaingan usaha
Perseroan adalah sebuah perusahaan yang bergerak terutama
dalam bidang jasa hulu migas, yang menjalankan kegiatan usaha
berbasis proyek. Untuk mempertahankan keberadaannya,
Perseroan harus bersaing mendapatkan proyek melalui proses
tender yang kompetitif. Dengan demikian, risiko kalah bersaing
dalam tender mendapatkan proyek menjadi suatu eksposur
inheren Perseroan. Untuk menghadapi risiko persaingan usaha
ini, manajemen Perseroan terus berupaya mempertahankan
dan meningkatkan kualitas layanan melalui perbaikan dari
segi kualitas; health, safety dan environment (HSE), kompetensi
sumberdaya manusia dan teknologi.
Laporan Tata Kelola Perusahaan Corporate Governance
90
Risk Management software installation
a. To facilitate the flow of risk information and
communication, the Company implemented a risk
management software since 2008. Although the
number of purchased users was very limited, it is
expected that with the risk management software, the
risk management process becomes inherent in the risk
owner’s daily activities.
b. As part of the risk management software implementation
program, the appointed consultant has carried out the board
briefng activity to the Corporate Board of Directors and
Board of Commissioners, and risk awareness training for the
line managers.
c. Since mid-2009, the risk management software has been applied
into the Corporate server, and has produced a preliminary
corporate risk profle for the report dated December 31, 2009.
In general the Company is dealing with risks that can be
classifed into four (4) main categories: strategic risk, operating
risk, fnancial risk, and compliance risk.
Strategic Risk
Strategic risk is a risk caused by the stipulation and
implementation of inappropriate Corporate strategies and the
Company’s lack of responsiveness to external changes.
a. Business compettion
The Company is a company engaged especially in upstream
oil and gas services, running a project-based business activity.
To survive, the Company must compete for projects through
a competitive tender process. Therefore, the risk of losing a
tender for a project is an inherent exposure for the Company.
To cope with this business competition risk, the Corporate
management continues to make the efort to maintain and
promote service quality through improvements in quality,
health, safety and environment (HSE), human resource
competence and technology.
Elnusa 2009 Annual Report
b. Kemajuan teknologi
Teknologi dalam bidang jasa hulu migas baik untuk kegiatan
survey seismik, pemboran maupun pemeliharaan sumur
migas terus berkembang dari waktu ke waktu. Kondisi ini
mengharuskan Perseroan terus menyesuaikan teknologi yang
digunakan agar tidak kalah bersaing dengan perusahaan
sejenisnya. Salah satu teknologi yang telah digunakan untuk
mempertahankan bahkan meningkatkan daya saing Perseroan
adalah teknologi pemboran Modular Drilling Rig Services (MDRS)
yang telah direalisasikan investasi dan utilisasinya dalam tahun
2009 pada proyek pemboran di Kalimantan.
c. Ketepatan Pengambilan Proyek
Kelangsungan usaha Perseroan sangat tergantung pada
proyek yang ditangani, sehingga ketepatan pengambilan
proyek menjadi pintu masuk utama diperolehnya keuntungan
atau kerugian Perseroan. Kekuatiran suatu proyek yang
diambil ternyata di kemudian hari akan mendatangkan
kerugian dan masalah operasional lainnya, diantisipasi oleh
manajemen Perseroan dengan menerapkan project risk
rating, untuk mengukur risiko-risiko inheren dari proyek
yang akan diambil untuk kemudian menghitung besaran
risk premium yang harus disiapkan untuk mengantisipasi
kerugian yang diakibatkan oleh terjadinya risiko.
Risiko Operasional
Risiko operasional adalah risiko yang terdapat dalam pelaksanaan
kegiatan operasional sehari-hari, dapat terjadi baik di kegiatan
jasa seismik, jasa pemboran, jasa perawatan sumur dan kegiatan
eksplorasi & produksi.
a. Gangguan Kehumasan
Gangguan kehumasan adalah gangguan dari masyarakat di
sekitar lokasi proyek yang merasa terganggu dan atau dirugikan
oleh kehadiran proyek di sekitar mereka. Akibat dari terjadinya
gangguan kehumasan, suatu proyek bisa tertunda pelaksanaan
dan penyelesaiannya, atau bahkan harus dihentikan. Untuk
mengantisipasi risiko gangguan kehumasan ini, sebelum
memulai pekerjaan proyek, manajemen proyek berkoordinasi
dengan pihak pemilik pekerjaan melakukan pendekatan kepada
Pemda setempat; sosialisasi kepada masyarakat; bekerjasama
dengan aparat keamanan, tokoh masyarakat dan Lembaga
Swadaya Masyarakat (LSM). Selain itu, manajemen proyek juga
menerapkan teknik pemetaan wilayah berdasarkan tingkat
kerawanan tehadap gangguan kehumasan, dan memasukkan
faktor gangguan kehumasan ke dalam perhitungan project risk
rating. Sedangkan untuk memitigasi dampak risiko gangguan
kehumasan, manajemen proyek mengenakan standby rate
menjadi beban pemilik pekerjaan; memasukkan risk premium
ke dalam perhitungan rugi/laba (proft/loss) proyek; dan menarik
crew dari lapangan.
Laporan Tata Kelola Perusahaan Corporate Governance 91
b. Technological advances
Technology in upstream oil and gas ser vices for
seismic sur vey, drilling or oilfield activities continues
to develop from time to time. This condition requires
the Company to keep up with the technology in use
so as not to lose out to similar companies. One of the
technologies used to maintain and even promote the
Company’s competitiveness is the Modular Drilling
Rig Ser vices (MDRS) technology, the investment and
utilization of which had been realized in 2009 in a
drilling project in Kalimantan.
c. Accurate Project Acquisition
The Company’s business survival is highly dependent on the
projects it handles, so the accurate acquisition of projects
is a key point of entry for incurring a profit or loss to the
Company. Concerns that an acquired project turns out to
bring a loss and other operational issues in the future is
anticipated by the Corporate management by applying a
project risk rating, to measure the inherent risks of a project
to be acquired to later calculate the amount of risk premium
which should be prepared to anticipate any loss caused by
the occurrence of the risk.
Operational Risk
Operational risk is a risk found in the day-to-day
performance of operational activities; it may occur in
seismic services, oilfield service and exploration and
production activities.
a. Public Relations Disruption
Public relations disruption is a disruption by the community
around the project site who feels disturbed or disadvantaged by
the project’s presence around them. As a consequence of public
relations disruption, a project may have its implementation and
completion postponed, or even stopped. To anticipate this risk
of public relations disruption, before commencing the project
work, the project management in coordination with the project
owner make an approach to the local Government; outreach to
the community; work with security ofcers, community leaders
and Non-Government Organizations (NGOs). Furthermore, the
project management also applies an area mapping technique
based on vulnerability to public relations disruption, and
incorporates the public relations disruption factor into the
project risk rating calculation. To mitigate the impact of the
public relations disruption risk, on the other hand, the project
management imposes a standby rate as a burden of the project
owner; includes risk premium into the proft/loss calculation;
and withdraws the crew from the site.
Elnusa Laporan Tahunan 2009
Laporan Tata Kelola Perusahaan Corporate Governance
92
b. Ketidakpastian Kondisi Lokasi Proyek
Kondisi lokasi proyek mencakup antara lain posisi geograf,
kondisi litologi, morfologi, sosiologi dan sebagainya, terutama
pada proyek pekerjaan survei seismik. Akibat dari kondisi
lokasi proyek yang tidak sesuai dengan asumsi awal adalah
tertundanya pelaksanaan dan penyelesaian pekerjaan. Untuk
mengantisipasi risiko kondisi lokasi proyek, manajemen proyek
melakukan kegiatan scouting (survei lapangan secara detil, yang
dilakukan sebelum mengikuti tender di pemilik pekerjaan).
c. Perizinan
Pada proyek pekerjaan survei seismik, akses untuk memasuki
lokasi proyek ditentukan oleh diperolehnya perijinan baik dari
pemerintah (departemen kehutanan, pemda), ataupun pihak
pemilik area yang menjadi lokasi proyek. Masalah perijinan juga
mencakup perijinan alih fungsi bahan peledak yang digunakan
pada proyek pekerjaan survei seismik. Proses pengurusan dan
perolehan perijinan memasuki lokasi proyek dan alih fungsi
bahan peledak memang menjadi kewajiban pihak pemilik
pekerjaan, namun jika perijinan dimaksud tidak siap pada
waktu proyek hendak dimulai, dampaknya akan diderita oleh
Perseroan. Untuk mengantisipasi dampak risiko perijinan,
manajemen proyek memastikan bahwa proses perijinan
menjadi kewajiban pemilik pekerjaan, dan berkoordinasi
dengan pemilik pekerjaan memonitor proses perijinan.
d. Kehilangan atau Pencurian Alat
Proyek pekerjaan survei seismik memiliki karakteristik spesifk
yaitu bahwa pekerjaan tersebut dilaksanakan pada area umum
dan terbuka, sehingga rentan terjadi masalah gangguan
kehumasan dan perijinan. Eksposur lain dari karakteristik tersebut
adalah terjadinya kehilangan alat produksi jasa migas, terutama
karena pencurian oleh pihak ketiga. Untuk mengantisipasi
kemungkinan terjadinya pencurian alat, manajemen proyek
melakukan aktivitas pengendalian sama seperti pada risiko
gangguan kehumasan, sedangkan untuk memitigasi dampak
pencurian alat, manajemen proyek – melalui klausul kontrak –
memindahkan kerugian tersebut menjadi beban subkontraktor
yang bekerja menggunakan alat tersebut.
e. Kecelakaan Kerja
Kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja yang diderita oleh
pekerja dapat berdampak pada kerugian Perseroan. Sebagai
perusahaan jasa yang bergerak dalam bidang khususnya hulu
migas, salah satu karakteristik bisnisnya adalah penerapan
standar keselamatan dan kesehatan kerja yang sangat keras
dan hampir tidak ada toleransi.
Suatu peristiwa K3 yang terjadi dalam pelaksanaan pekerjaan
jasa migas akan menurunkan reputasi Perseroan. Kejadian
kecelakaan kerja sangat berpengaruh terhadap jalannya operasi.
Perseroan menerapkan strategi transfer risiko melalui penerapan
standar ISO 9001:2000 Sistem Manajemen Mutu dan ISO
18001:2007 OHSAS.
b. Uncertainty about Project Site Conditions
The project site conditions include among other things the
geographical position, lithological condition, morphology,
sociology etc., especially in seismic survey work projects. The
consequence of a project site condition that does not match
the initial assumption is the delay in project implementation
and completion. To anticipate the project site condition risk, the
project management performs scouting (detailed feld survey,
conducted before taking part in the tender at the project owner).
c. Permits
In a seismic survey work project, access into the project site
is determined by the acquisition of permits from both the
government (department of forestry, local government) and
the owner of the area that constitutes the project site. Permit
issues also include transfer of function permits for the explosives
to be used in the seismic survey work project. The application
and acquisition of permits to enter the project site and transfer
of function of explosives are indeed the obligation of the project
owner; if said permits are not ready by the time the project is
about to commence, however, the Company will sufer from
the impact. To anticipate the permit risk damage, the project
management ensures that the permit process will be the
obligation of the project owner, and will work with the project
owner in monitoring the permit process.
d. Equipment Loss or Theft
Seismic survey work projects have the specific
characteristics that the work is carried out in a public
and open area, and thus vulnerable to public relations
and permit issues. Another exposure of the characteristic
is the loss of oil and gas service production equipment,
especially due to theft by a third party. To anticipate any
possible equipment theft, the project management carries
out a control activity similar to that against the public
relations disruption risk, while to mitigate the impact of
equipment theft, the project management – through a
contract clause – will assign the loss to the subcontractor
who works using the equipment.
e. Workplace Accident
Workplace accidents and work-related illnesses sufered
by workers may infict a loss to the Company. As a service
company engaged in the upstream oil and gas sector in
particular, one of its business characteristics is the stringent
and minimum-tolerance application of occupational safety
and health standards.
An OSH that occurs in the performance of an oil and gas service
work will downgrade the Company’s reputation. Workplace
accident occurrences have a major efect on the operation. The
Company applies a risk transfer strategy through the application
of the ISO 9001:2000 Quality Management System and ISO
18001:2007 OHSAS standards.
Elnusa 2009 Annual Report
Laporan Tata Kelola Perusahaan Corporate Governance 93
Risiko Keuangan
Risiko keuangan adalah risiko yang disebabkan oleh masalah-
masalah keuangan dan hubungannya dengan bagaimana
perseroan mendanai kegiatan operasinya.
a. Arus Kas
Ketersediaan alat likuid yang setiap saat siap digunakan untuk
membiayai kegiatan operasional merupakan hal yang krusial
bagi Perseroan. Kekuatiran bahwa pada suatu titik waktu tertentu
Perseroan menghadapi defsit arus kas sangat beralasan karena
dua hal. Pada sisi arus kas masuk, karakteristik bisnis Perseroan
yang berbasis proyek memungkinkan tertundanya arus kas
masuk sampai tercapai kemajuan pekerjaan yang memenuhi
syarat bagi Perseroan mengajukan permintaan pembayaran
dari pemilik pekerjaan. Sedangkan pada sisi arus kas keluar,
kebutuhan kas untuk membiayai operasional proyek sangat
besar terutama untuk pengadaan alat dan material memenuhi
kewajiban pembayaran kepada Perseroan atas jasa yang telah
diserah terimakan, menjadi salah satu kekuatiran manajemen
Perseroan. Untuk mengantisipasi kondisi ini, manajemen
Perseroan memasukkan aspek kredibilitas calon pemberi kerja
sebagai unsur yang dinilai pada saat pengambilan keputusan
untuk menerima atau menolak proyek baru.
b. Pendanaan
Dana yang dibutuhkan Perseroan terutama untuk membeli
alat produksi jasa migas sangat besar, di samping karena faktor
ketergantungan pada teknologi asing, juga faktor ketersediaan
pemasok. Manajemen Perseroan telah menempuh beberapa
cara untuk memenuhi kebutuhan dana ini, antara lain melakukan
divestasi atas unit usaha Infomedia dalam tahun 2009. Langkah
ini sekaligus membuktikan komitmen Perseroan untuk fokus
pada bidang jasa migas terintegrasi.
c. Nilai Tukar
Tingkat risiko Perseroan terhadap fuktuasi nilai tukar terutama
ditimbulkan oleh kewajiban hutang jangka panjang dan jangka
pendek, piutang dan hutang, yang terutama dibayar melalui
penarikan berdasarkan program pinjaman Pemerintah dan
dinyatakan dalam Dolar AS dan Dolar Singapura. Sebagian dari
kewajiban ini dikompensasi dengan kenaikan nilai piutang dalam
mata uang asing. Informasi mengenai instrumen keuangan dan
transaksi yang sensitif terhadap nilai tukar mata uang asing,
termasuk kewajiban hutang dalam Dolar Amerika Serikat, dan
Dolar Singapura serta hutang dan piutang Perusahaan adalah
sebagai berikut:
financial Risk
Financial risk is a risk caused by fnancial problems and related to
how the corporation funds its operational activities.
a. Cash flow
The availability of a liquid instrument that is ready to use at any
time to fund operational activities is a crucial matter for the
Company. The concern that at a certain point in time the Company
is faced with a cash fow defcit is highly justifable for two things.
On the incoming cash fow side, the Company’s project-based
business characteristics enables the postponement of incoming
cash fow until progress in the work is achieved that will qualify
the Company to bill the project owner. On the outgoing
cash fow side, on the other hand, the cash need to fund the
project operation is enormous especially for the procurement
of equipment and materials to fulfll the payment obligation to
the Company for the services already handed over, is a concern
for the Corporate management. To anticipate this condition, the
Corporate management incorporates an aspect of potential
employer credibility as an evaluated element in the decision
making to accept or reject a new project.
b. funding
The fund required by the Company especially to purchase
oil and gas service production equipment is enormous, due
to the supplier availability factor as well as dependence on
foreign technology. The Corporate Management has taken a
number of ways to meet this fund need, such as by divesting
the Infomedia business unit in 2009. This measure also proved
the Company’s commitment to focus on the integrated oil and
gas service division.
c. Exchange Rate
The Company’s risk level to exchange rate fuctuation is
particularly due to long-term and short-term debt liabilities,
receivables and loans, which are mostly paid by collections
on the base of Government’s loan program and in US Dollar
and Singapore Dollar denominations. Part of these liabilities is
compensated by the increase of receivables value in foreign
exchange. Information on fnancial instrument and transaction
that is vulnerable to foreign exchange rate value, including loan
liabilities in US Dollar, Singapore Dollar and the Company’s loans
and receivables are listed below:
Elnusa Laporan Tahunan 2009
Outstanding Balance as at
December 31, 2009
Expected Maturity Date
Mata Uang
Asing/
Foreign
Currency
Rp Equiv. 2010 2011 2012 2013 2014
in thousand Rp in million Rp in million
Aktiva Assets
Kas dan setara kas Cash and cash equivalent
Dolar AS 49.643,33 466.647 US Dollar
Dolas Singapura 1,29 9 Singapore Dollar
Puitang usaha Trade receivables
Dolar AS 53.424,45 502.189 US Dollar
Dolar SIngapura 37,49 251 Singapore US Dollar
Puitang pembiayaan Finance lease receivables
Dolar AS 571,00 5.368 US Dollar
Puitang lain-lain Other receivables
Dolar AS 1.063,18 9.994 US Dollar
Uang muka Advances
Dolar AS 2.000,00 18.800 US Dollar
Piutang pihak hubungan
istimewa
Due from related paties
Dolar AS 488,84 4.595 US Dollar
Euro 242,50 3.276 Euro
Aktiva lain-lain Other assets
Dolar AS 2.514,74 23.639 US Dollar
Dolar Singapura 1,39 9
Kewajiban Liabilities
Pinjaman jangka pendek Short-term loans
Dolar AS 32.069,47 301.453 US Dollars
Hutang usaha Trade payables
Dolar AS 19.320,66 181.615 US Dollar
Dolar Singapura 345,65 2.316 Singapore Dollar
Euro 7,60 103 Euro
Hutang lain-lain Other payables
Dolar AS 11,686 1.098 US Dollar
Dolar Singapura 0,60 4 Singapore Dollar
Hutang pihak hubungan
istimewa
Due to related parties
Dolar AS 178,16 1.675 US Dollar
Dolar Singapura 0,70 5 US Singapore
Uang muka pelanggan Advances from customers
Dolar AS 1.556,25 14.629 US Dollars
Biaya masih harus
dibayar
Advance from customers
Dolar AS 14.448,66 135.817 US Dollar
Kewajiban jangka
panjang
Long-term liabilities
Dolar AS 69.088,12 649.428 165.974 165.766 159.353 107.041 38.192 US Dollar
Informasi yang disajikan dalam tabel didasarkan pada kurs
tengah Bank Indonesia pada tanggal neraca dan kurs tengah
rata-rata Bank Indonesia selama tahun berjalan. Kurs pada
tanggal 31 Desember 2009 pada asset dan kewajiban adalah
sebesar Rp9.400. Tidak ada kepastian yang dapat diberikan
bahwa asumsi tersebut benar untuk jangka waktu di masa
mendatang. Asumsi tersebut serta informasi yang diuraikan
dalam tabel dapat dipengaruhi oleh sejumlah faktor, termasuk
fuktuasi dan/atau depresiasi Rupiah dalam jangka waktu di
masa mendatang.
Laporan Tata Kelola Perusahaan Corporate Governance
94
Information presented on the table is based on medium
exchange rate of Bank Indonesia at the date of balance sheets
and average medium exchange rate of Bank Indonesia during the
year. Exchange rate at 31 December 2009 on assets and liabilities
was Rp9,400. No assurance can be given that the assumption is
accurate for a certain period in the future. The assumption and
information as described on the table is infuenced by several
factors, including fuctuations in/or depreciation of Rupiah in a
certain period in the future.
Elnusa 2009 Annual Report
Risiko Kepatuhan
Risiko kepatuhan adalah risiko yang berkaitan dengan aspek
yuridis yang akan berdampak pada permasalahan hukum.
Sebab terjadinya issue kepatuhan bersumber antara lain dari
perubahan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Pada akhir tahun 2009, ada dua momentum penting yang terjadi
pada peraturan eksternal yang dapat berdampak pada semakin
besarnya eksposur Perseroan terhadap risiko peraturan yaitu:
a. Perubahan Pedomaan Tata Kerja (PTK) 007 di BP Migas
Perubahan tersebut mengharuskan adanya proses
prakualifkasi untuk setiap tender yang dilaksanakan oleh
perusahaan di bidang migas. Perubahan ini berdampak
pada mundurnya beberapa proyek jasa hulu migas yang
ditargetkan Perseroan akan dikerjakan pada akhir 2009 atau
awal 2010.
b. Undang-undang nomor 32 tahun 2009
Undang-undang tentang Perlindungan Lingkungan Hidup
tersebut berdampak pada meningkatnya keterlibatan Perseroan
terhadap risiko pinalti akibat kelalaian yang menimbulkan kerusakan
lingkungan. Untuk memitigasi dampak risiko, manajemen proyek
berupaya melakukan pendekatan kepada pemilik pekerjaan untuk
memasukkan unsur risiko ke dalam harga proyek.
PENGAWASAN DAN PENGENDALIAN
INTERNAL
Pedoman dan Kebijakan Dasar Perusahaan Perseroan mengenai
GCG merekomendasikan agar perusahaan memiliki fungsi
pengawasan internal sebagai bagian dari GCG dan juga praktik
manajemen. Perseroan memandang Audit Internal sebagai
salah satu fungsi pengendali dan pengawas internal untuk
mendukung kegiatan operasional, keuangan dan manajemen
menjadi lebih efektif dan efesien. Disamping pedoman tersebut,
Departemen Keuangan Republik Indonesia melalui Badan
Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam dan
LK) yang telah memutuskan dan menetapkan keputusan Ketua
Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan tentang
Pembentukan dan Pedoman Penyusunan Piagam Unit Audit
Internal, yaitu dengan diterbitkannya Keputusan No. Kep-496/
BL/2008 tanggal 28 Nopember 2008 dan ketentuan mengenai
keputusan tersebut dimuat pada peraturan nomor IX.I.7.
Internal Audit Perseroan menempatkan diri sebagai mitra auditee
(pihak yang diaudit) dalam tujuan pencapaian sasaran Perusahaan.
Aktivitas Internal Audit mencakup pengujian atas transaksi keuangan,
compliance (ketaatan terhadap peraturan), serta pengujian terhadap
sistem yang ada, proses dan operasi yang berjalan.
Laporan Tata Kelola Perusahaan Corporate Governance 95
Compliance Risk
Compliance risk is a risk related to the judicial aspect that
will have an impact on legal issues, since compliance issues
originate among other things from changes to the prevailing
laws and regulations.
In late 2009, there were two key momentums that happened
to the external regulations that may have an impact on the
Company’s growing exposure to the regulation risk:
a. Amendment to Working Procedure Guideline (PTK)
007 at BP Migas
The amendment requires a prequalifcation process for every
tender carried out by the company in the oil and gas feld.
This amendment results in the postponement of a number of
upstream oil and gas service projects targeted by the Company
to begin work in late 2009 or early 2010.
b. Law number 32 of 2009
The Law on Environmental Protection has an impact on the
Company’s increased involvement to the penalty risk due
to any negligence that results in environmental damage. To
mitigate the risk impact, the project management seeks to
approach the project owner to factor the risk element into
the project price.
INTERNAL SUPERVISION AND CONTROL
The Company’s Basic Guideline and Policy on GCG
recommend that the company have an internal supervision
function as part of GCG as well as management practice. The
Company regards Internal Audit as an internal control and
supervisory function to support more effective and efficient
operational, financial and managerial activities. In addition
to the guideline, the Department of Finance of the Republic
of Indonesia through the Capital Market and Financial
Institution Supervisory Board (Bapepam and LK) which has
decided and stipulated the decision of the Chairman of the
Capital Market and Financial Institution Supervisory Board
on the Establishment of and Guideline for the Preparation
of Internal Audit Unit Charter, i.e. with the issuance of
Decree No. Kep-496/BL/2008 dated November 28, 2008
and the provisions regarding this decision are contained in
regulation number IX.I.7.
PT Elnusa’s Internal Audit positions itself as an auditee partner
in the achievement of the Company’s targets. The Internal
Audit activity includes testing on financial transactions,
compliance, and testing on the existing system, ongoing
processes and operations.
Elnusa Laporan Tahunan 2009
Saat ini ketua unit audit internal Perseroan dijabat oleh SVP Internal
Audit & Quality Management yakni Rony I. Maulana. Struktur unit
audit internal terdiri dari Operasional Audit, Quality Management, Risk
Management dan Good Corporate Governance.
Unit Audit Internal Perseroan juga telah menetapkan Piagam Audit
Internal yang merupakan aturan perilaku bagi Internal Auditor
dan prinsip-prinsip dasar pelaksanaan Internal Audit. Piagam Audit
Internal tersebut disahkan oleh surat keputusan Direktur Utama
pada tahun 2009 yang berisi:
• \|s|. n|s| J.: st..toc|.
• St.JktJ. c.c.:|s.s| J.: po.sv...t.: |:to.:.| /JJ|t.
• ||:ckJp poko.|..:. tJ|J.:. tJc.s J.: t.:ccJ:c |...b.
• St..toc| kcnJ:|k.s|
Tugas penting Audit Internal Perseroan adalah memastikan bahwa
pengendalian internal Perusahaan telah berjalan dan mengalami
peningkatan dari tahun ke tahun. Dalam melaksanakan tugasnya,
langkah-langkah yang dilakukan adalah sebagai berikut:
a. Menyusun Rencana Kerja Audit Tahunan (RKAT) pada setiap
awal tahun berdasarkan analisis risiko yang dimiliki Perusahaan.
RKAT ini disampaikan kepada Direksi dan Komite Audit untuk
mendapatkan persetujuan;
b. Melakukan pengujian terhadap pelaksanaan pengendalian
internal dan manajemen risiko sesuai kebijakan yang dimiliki
Perusahaan;
c. Melakukan pemeriksaan dan penilaian terhadap auditee yang
mencakup aspek pemasaran, operasi, keuangan, sumber daya
manusia, pengadaan, teknologi informasi, dan kegiatan lainnya;
d. Memberikan saran perbaikan dan informasi yang obyektif tentang
kegiatan yang diperiksa;
e. Memantau, menganalisis, dan melaporkan pelaksanaan tindak
lanjut perbaikan.
Selama tahun 2009, telah dilakukan audit terhadap beberapa obyek
audit sebagai berikut;
a. Divisi Operasi Perseroan, yang mencakup pemeriksaan atas
kesesuaian atas investasi yang telah dilakukan oleh Divisi tersebut
dan pelaksanaan proses operasinya;
b. Proyek-proyek yang berjalan di tahun tersebut yang memiliki nilai
uang dan risiko yang relatif besar;
c. Perusahaan-perusahaan yang menjadi Anak Perusahaan.
Dari hasil pelaksanaan audit tersebut, Audit Internal bersama-
sama dengan auditee telah membahas hal-hal yang merupakan
kelemahan untuk diberikan saran perbaikannya. Seluruh Laporan
Hasil Audit beserta rekomendasinya disampaikan kepada Direksi
dan Komisaris melalui Komite Audit. Laporan ini juga disampaikan
kepada auditee untuk dapat dipergunakan sebagai bahan perbaikan
Laporan Tata Kelola Perusahaan Corporate Governance
96
Currently the chairman internal audit unit of the Company
is SVP Internal Audit & Quality Management: Rony I. Maulana. The
structure of internal audit unit consist of Operasional Audit, Quality
Management, Risk Management dan Good Corporate Governance.
Internal Audit Unit of the Company has resolved Internal Audit
Charter which is a guidance for Internal Auditor and basic principles
of Internal Audit implementation. The Internal Audit Charter was
decided by Decree of President Director of the Company in 2009,
consist of :
• \|s|c:. n|s|c: .:J st..tocv.
• O.c.:|..t|c: st.JctJ.o .:J |:to.:.| /JJ|t .ooJ|.ono:ts.
• Sccpo c| .c.k. cb|oct|vos. t.sk .:J .ospc:s|b|||t|os.
• ´cnnJ:|c.t|c: st..tocv
One of key task of the Company Internal Audit is to ensure
that the Company’s internal control is running properly and
improves from year to year. In performing its tasks, Internal Audit
has taken the following measures:
a. Preparing an Annual Audit Work Plan (RKAT) at the beginning of
every year based on the risk analysis possessed by the Company.
This RKAT is delivered to the Board of Directors and Audit
Committee for approval;
b. Performing a test on the implementation of internal control
and risk management according to the policy in place at the
Company;
c. Perform an inspection and evaluation of the auditee which includes
the aspects of marketing, operation, fnance, human resource,
procurement, information technology, and other activities;
d. Giving corrective recommendations and objective information
on the inspected activity;
e. Monitoring, analyzing, and reporting the implementation of the
corrective follow-up action.
Throughout 2009, an audit was performed on a number of audit
objects as follows;
a. Operational Divisions of the Company, which included an
inspection on the compliance with the investment made by the
Division and the implementation of its operating process;
b. Ongoing projects in the year which had a relatively large
monetary value and risk;
c. Companies that constituted the Company’s Subsidiaries.
From the audit result, Internal Audit together with the auditee
discussed the matters that constituted weaknesses for corrective
recommendations. The entire Audit Result Report and its
recommendations were delivered to the Board of Directors and
Board of Commissioners through the Audit Committee. This
report was also delivered to the auditee for use as corrective
Elnusa 2009 Annual Report
baik aspek pengendalian internal, maupun proses dan aktivitasnya.
Secara berkala Internal Audit melakukan pembahasan tentang hasil
audit ini kepada Komite Audit.
PERKARA HUKUM PERSEROAN
Perseroan sepanjang tahun 2009 mempunyai perkara hukum
antara lain:
Gugatan Wanprestasi Perkara No. 555/Pdt.G/1998/PN.Jak-Sel.
Perseroan, PT Hutama Karya dan PT Paranada Ekayasa sebagai
Penggugat dan sebagai tergugat I: PT Mecona Perkasa, tergugat
II: Ir Sri Mulyono, tergugat III: Jembo Cable Company. Pengadilan
Negeri Jakarta Selatan menghukum PT Mecona Perkasa dan Ir.
Sri Mulyono untuk membayar ganti rugi sebesar Rp4.300.000.000
Per 31 Desember Perkara ini telah berkekuatan Hukum tetap
dengan ditolaknya Peninjauan Kembali dari Mahkamah Agung.
Pada saat ini Perseroan dan penggugat lainnya akan melakukan
proses eksekusi.
Gugatan Wanprestasi Perkara No. No. 554/Pdt.G/1998/PN.JakSel.
Perseroan, PT Hutama Karya dan PT Paranada Ekayasa sebagai
Penggugat dan PT Asuransi Parolamas sebagai Tergugat.
Pengadilan Negeri Jakarta Selatan memutuskan menghukum
Tergugat untuk membayar sejumlah Rp505.997.237,35
sebagai ganti rugi dan Rp2.023.988.909,40 sebagai Jaminan
Pembayaran Uang Muka. Per 31 Desember 2009 Perkara ini
telah berkekuatan hukum tetap dengan ditolaknya kasasi dari
Pihak tergugat. Saat ini Perseroan dan penggugat lainnya akan
melakukan proses eksekusi.
MEDIA PENYEBARAN INfORMASI
Dalam menjalankan komitmennya Perseroan mempunyai
menyediakan pelayanam informasi dan kemudahan untuk
mengaksesnya. Informasi ini terkait dengan stakeholders,
termasuk Pemegang Saham disampaikan melalui news letter
dan Laporan Tahunan (Annual Report). Disamping itu, Perseroan
juga mempublikasikan kepada stakeholders seperti mitra kerja
dan lembaga-lembaga terkait.
Media penyebaran informasi Perseroan tersebut antara lain :
FOCUS ELNUSA (newsletter) y
Website: www.elnusa.co.id y
Press Release y
Weekly Highlight y
Corporate Secretary ( Heru Samodra) y
Investor Relations (Tubagus Ali Akbar dan Fajriyah Usman) y
Corporate Communications (Hanny H Soemarno dan Rengga y
Jiwandana)
(021) 7883 0850 ext 1645 y
SMS Service 0811 222 1969 y
E-mail: corporate@elnusa.co.id y
Laporan Tata Kelola Perusahaan Corporate Governance 97
material in the internal control aspect or the process and
activity. Internal Audit periodically discussed this audit result
with the Audit Committee.
COMPANY’S LEGAL CASES
Throughout 2009, the Company had such legal cases as:
Default Lawsuit Case No. 555/Pdt.G/1998/PN.Jak-Sel. The
Company, PT Hutama Karya and PT Paranada Ekayasa as
Plaintifs with respondent I: PT Mecona Perkasa, respondent II: Ir
Sri Mulyono, respondent III: Jembo Cable Company. The District
Court of South Jakarta penalized PT Mecona Perkasa and Ir. Sri
Mulyono to pay a compensatory damage of Rp4,300,000,000
per December 31. This case has obtained permanent legal
force with the rejection of Review from the Supreme Court.
The Company and the other plaintifs are currently about to
undertake the execution process.
Default Lawsuit Case No. No. 554/Pdt.G/1998/PN.JakSel. The
Company, PT Hutama Karya and PT Paranada Ekayasa as
Plaintifs and PT Asuransi Parolamas as Respondent. The District
Court of South Jakarta decided to penalize the Respondent to
pay Rp505,997,237.35 as compensation and Rp2,023,988,909.
as an Advance Payment Guarantee. Per December 31, 2009 this
Case has obtained permanent legal force with the continued
rejection of the cassation from the Respondent. The Company
and the other plaintifs are currently about to undertake the
execution process.
INfORMATION DISTRIBUTION MEDIA
In carrying out its commitment the Company provides
information service and convenient access to it. This
information related to the stakeholders, including
Shareholders, is conveyed through newsletters and Annual
Reports. Furthermore, the Company also publishes the
information to stakeholders such as working partners and
related agencies.
The Company’s information distribution media include:
FOCUS ELNUSA (newsletter) y
Website: www.elnusa.co.id y
Press Release y
Weekly Highlight y
Corporate Secretary ( Heru Samodra) y
Investor Relations (Tubagus Ali Akbar and Fajriyah Usman) y
Corp Communications (Hanny H Soemarno and Rengga y
Jiwandana)
(021) 7883 0850 ext 1645 y
SMS Service 0811 222 1969 y
E-mail: corporate@elnusa.co.id y
Elnusa Laporan Tahunan 2009
Analisis dan Pembahasan Manajemen Management’s Discussion and Analysis 98
Pembahasan
dan Analisa Manajemen
Management Discussion and Analysis
The Company’s fundamental performance in 2009
increases signifcantly both from the aspect of
operating revenue and net income.
Kinerja fundamental Perseroan di
tahun 2009 meningkat dengan cukup
signifkan baik dari segi pendapatan
usaha maupun laba bersih.
Elnusa 2009 Annual Report
Analisis dan Pembahasan Manajemen Management’s Discussion and Analysis 99
KONDISI MAKRO EKONOMI NASIONAL
TAHUN 2009
Kondisi makro ekonomi selama tahun 2009 diawali dengan tekanan
dampak krisis global yang masih terasakan memasuki tahun 2009.
Pada triwulan I, ekspor dan impor dalam PDB mengalami konstraksi
yaitu masing-masing sebesar 19,1% dan 24,1%. Investasi juga
mengalami perlambatan sebesar 3,5% jauh lebih rendah dibandingkan
pertumbuhan periode yang sama pada tahun sebelumnya sebesar
13,7%. Di tahun 2009 angka pertumbuhan PDB dicatat pada level
4,3% lebih baik dibandingkan beberapa negara-negara Asia lain
yang mengalami pertumbuhan yang kurang baik bahkan negative.
Penyumbang terbesar dari pertumbuhan ekonomi Indonesia adalah
konsumsi swasta, investasi, konsumsi pemerintah dan ekspor bersih.
Namun angka pertumbuhan ini lebih rendah dibandingkan tahun
2008 dimana Indonesia mencatat pertumbuhan PDB sebesar 5,2%.
Sementara nilai tukar Rupiah pada paruh pertama tahun 2009
berfluktuasi dengan kecenderungan menguat yang disebabkan
oleh beberapa faktor baik eksternal maupun internal. Faktor
eksternal tersebut antara lain adalah masuknya investasi
asing di pasar domestik yang sejalan dengan menguatnya
optimisme pemulihan perekonomian global dan peningkatan
cadangan devisa Indonesia serta adanya dukungan kerjasama
antar bank melalui Bilateral Currency Swap Agreement (BCSA).
Sedangkan faktor internal adalah terjaganya kondisi sosial
politik dengan berhasilnya proses pelaksanaan pemilu legislatif
dan pemilihan presiden dan wakil presiden. Faktor lain yang
perlu diperhatikan dalam penguatan Rupiah terhadap Dollar
AS adalah kinerja ekspor tahun 2009 diatas USD95 miliar dan
surplus neraca perdagangan sebesar USD21.07 miliar pada
tahun 2009, hal ini menyebabkan cadangan devisa aman
di level USD60 miliar. Nilai tukar Rupiah terhadap US Dollar
di akhir tahun 2009 ditutup pada level Rp9.400 per 1 Dollar
AS, mengalami penguatan dibandingkan periode yang sama
tahun lalu ditutup pada level Rp10.950.
05 04 03 06 07 08 09
T
O
T
A
L

P
R
O
D
U
K
S
I

M
I
N
Y
A
K
T
o
t
a
l

O
i
l

P
r
o
d
u
c
t
i
o
n
1
.
1
8
3
1
.
0
8
7
9
6
9
1
.
1
2
9
1
.
0
1
7
1
.
0
0
4
9
4
9
TOTAL PRODUKSI MINYAK BUMI INDONESIA (1000 bopd) Indonesia
Crude Total Oil Production (1000 bopd) Indonesia
NATIONAL MACROECONOMIC CONDITIONS
IN 2009
The macroeconomic conditions in 2009 began with
the impact of global crisis that was still palpable going
into 2009. I n the first quarter, export and import in GDP
contracted by 19.1% and 24.1% respectively. I nvestment
also slowed down by 3.5%, far lower than the year-on-
year growth of the previous year at 13.7%. I n 2009, the
GDP growth was posted at 4.3%, better than other Asian
countries which experienced less and even negative
growth. The largest contributors to I ndonesia’s economic
growth was private consumption, investment, government
consumption and net export. However, this growth rate
was lower than in 2008, in which I ndonesia posted a GDP
growth of 5.2%.
The Rupiah exchange rate in the frst half of 2009 fuctuated with
a tendency to strengthen due to external and internal factors. The
external factors included the infux of foreign investment into the
domestic market along with growing optimism towards global
economic recovery and Indonesia’s rising foreign reserve and
inter-bank cooperation support through a Bilateral Currency Swap
Agreement (BCSA). The internal factors included stable social and
political conditions with a successful legislative general election
and presidential and vice-presidential election. Another factor that
needed to be taken into consideration in the strengthening of the
Rupiah against the US dollar was the 2009 export performance of
over USD95 billion and trade balance surplus of USD21.07 billion
in 2009, which kept the foreign reserve at a secure USD60 billion.
The Rupiah’s exchange value against the US dollar in late 2009
closed at Rp9,400 per 1 US dollar, stronger compared to the
Rp10,950 for same period in the previous year.
Elnusa Laporan Tahunan 2009
Analisis dan Pembahasan Manajemen Management’s Discussion and Analysis 100
Laju infasi pada tahun 2009 cenderung menurun, angka infasi
di akhir tahun 2009 ditutup pada level 2,78%. Rendahnya laju
infasi disebabkan oleh penurunan yang terjadi baik dari sisi
fundamental maupun non-fundamental. Dari sisi fundamental
disebabkan oleh terjagannya pasokan kebutuhan barang pokok
dan penurunan harga BBM, juga meredanya tekanan eksternal
sejalan dengan penguatan rupiah di tengah permintaan domestik
yang masih lemah. Adapun dari sisi non fundamental, disebabkan
oleh menurunnya harga-harga komoditi internasional.
Ditahun 2009 kinerja IHSG menunjukan perbaikan setelah
mengalami fase penurunan yang tajam dan fase dasar. Indeks
Harga Saham Gabungan (IHSG) yang pada tahun 2009 ditutup
pada level 2.534 membukukan pertumbuhan sebesar 80%, dan
menjadi salah satu indeks berkinerja paling baik di dunia. Sektor
pertambangan menjadi salah satu penopang kinerja IHSG di
lantai bursa. Harga minyak mentah dunia yang secara bertahap
menuju kelevel USD70 per barel direspon dengan akumulasi
saham-saham pertambangan oleh investor.
Kinerja pasar domestik yang terus membaik dikarenakan
pertumbuhan ekonomi Indonesia yang tumbuh sebesar 4,3%
dan Pemilu yang lancar dimulai dari anggota legislatif, presiden
dan wakil presiden. Selama tahun 2009 terdapat 13 emiten baru
yang melakukan IPO dengan menjual saham perdananya ke
publik, angka ini lebih rendah dibanding tahun 2008 dimana
terdapat 19 perusahaan melakukan go publik.
PROSPEK PEREKONOMIAN TAHUN 2010
Memasuki tahun 2010, terdapat beberapa faktor yang perlu
dicermati. Pertama, pergeseran ekonomi dunia ke negara-
negara berkembang dan Asia seperti Brazil, Rusia, India dan
China (BRIC). Kedua, angka pengangguran dan desift anggaran
Amerika Serikat yang masih tinggi. Ketiga, lonjakan harga minyak
mentah dunia yang diikuti oleh komoditas lainnya. Keempat,
FTA-ASEAN China yang sedikit banyak akan memberi tekanan
pada industri manufaktur nasional. Kelima, stabilitas politik dan
moneter yang masih terusik oleh isu-isu dalam negeri yang
dipolitiasi (Capital Price, 2010).
Proyeksi terkini yang dilakukan oleh International Monetary
Fund (IMF) menyatakan bahwa pertumbuhan ekonomi dunia
akan meningkat dari -1,1% di tahun 2009 menjadi 3,1 % di
tahun 2010. Perbaikan ekonomi akan tampak disegala bidang
di tahun 2010.
The infation rate tended to decline in 2009, closing at 2.78%
by the end of 2009. The low infation rate was due to a decline
in both the fundamentals and non-fundamentals. From a
fundamental standpoint, this was due to the maintained
supply of basic commodities and a fuel price decrease, and a
lower external pressure in line with the strengthening of the
rupiah amidst the still-weak domestic demand. On the non-
fundamental side, this was due to the decline in international
commodity prices.
I n 2009 IHSG’s per formance showed an improvement
after experiencing phases of shaRpdecline and bottoming
out. The Composite I ndex (IHSG) which closed at 2, 534 in
2009 posted a growth of 80%, and became one of the
best-per forming indexes in the world. The mining sector
was a bolster for IHSG’s per formance on the exchange
floor. I nvestors responded to the global crude oil prices’
gradual move towards USD70 per barrel by accumulating
mining stocks.
The steadily improving performance of the domestic market
was due to Indonesia’s economic growth of 4.3% and
smooth elections from the legislative election, presidential
and vice presidential election. Throughout 2009 there were
13 new issuers who made an IPO by selling their initial
stocks to the public, a lower figure than 2008 in which 19
companies went public.
2010 ECONOMIC PROSPECTS
Going into 2010, there are a number factors that need to
be observed. The frst is the global economic shift towards
developing countries and Asia such as Brazil, Russia, India and
China (BRIC). The second is the United States’ unemployment
and budget defcit, which remain high. The third is the jump
in global crude oil prices followed by other commodities. The
fourth is the ASEAN-China FTA which would exert a certain
pressure on the national manufacturing industry. The ffth is
the political and monetary stability which is still undermined by
politicized domestic issues (Capital Price, 2010).
The most recent projection made by the International Monetary
Fund (IMF) stated that global economic growth would rise from
-1.1% in 2009 to 3.1% in 2010. Economic improvement would be
apparent in all areas in 2010.
Elnusa 2009 Annual Report
Analisis dan Pembahasan Manajemen Management’s Discussion and Analysis 101
Pertumbuhan positif ini telah dirasa selama triwulan kedua 2009
beberapa negara utama di dunia telah menunjukan kenaikan yang
berarti. Signal positif tersebut menjadi lebih nyata di triwulan ketiga,
dimana negara-negara seperti Jerman dan Prancis menjadi pemicu
bagi pertumbuhan ekonomi yang positif setelah kejadian tahun 2008.
Jepang juga telah mencatatkan pertumbuhan positif sebesar 4,8%
(y-o-y). Negara-negara ekonomi lain seperti Brazil, Rusia, India dan China
(BRIC) telah menunjukan pembalikan pertumbuhan ekonomi yang
sangat kuat. Hanya Amerika Serikat yang masih menunjukan tingkat
ketidakpastian, angka pengganguran yang tinggi telah menekan angka
pertumbuhan menjadi single digit sejak Oktober 2009. Tantangan
terbesar di Amerika Serikat adalah bagaimana menarik dana likuiditas
yang melimpah dan mengatur hutang yang besar.
Konsensus para ekonom dan analis memperkirakan bahwa
perekonomian Indonesia di tahun 2010 akan lebih baik
dibandingkan tahun 2009. Pemerintah Indonesia sendiri
mengestimasikan pertumbuhan postif sebesar 5,5% di
tahun 2010. Proyeksi ini masih memungkinkan mengingat
pengalaman tahun 2009 yang menunjukan bahwa sumber-
sumber pertumbuhan ekonomi yakni konsumsi, investasi dan
belanja pemerintah sempat mengalami masalah namun PDB
Indonesia masih dapat tumbuh sebesar 4,3%.
TINJAUAN UMUM – INDUSTRI HULU MIGAS
INDONESIA 2009
Rata-rata produksi minyak bumi Indonesia pada tahun 2009
sebesar 949 ribu barel per hari, tercapai 98,9% dari target
pemerintah sebesar 960 ribu barel per hari. Penundaan proyek
akibat krisis ekonomi global dan unplanned shutdown seperti
gangguan cuaca, rusaknya fasilitas produksi, masalah kelistrikan,
hingga pencurian menjadi penyebab utama tidak tercapainya
target produksi minyak bumi. Meskipun demikian, pencapaian
tersebut meningkat 2,6% dari tahun 2008 sebesar 925 ribu barel
per hari. Kondisi sebaliknya justru terjadi pada produksi gas
bumi, dimana produksi gas lebih tinggi dari target produksi yaitu
7.960 juta kaki kubik per hari. Gabungan produksi minyak dan
gas bumi tahun 2009 mencapai sekitar 2,374 juta setara barel
minyak. Realisasi produksi migas ini lebih tinggi dibandingkan
realisasi produksi migas tahun lalu yang hanya sebesar 2,305
juta setara barel minyak.
Realisasi produksi minyak yang dibawah target turut menyebabkan
target lifting minyak (produksi minyak terjual) tidak tercapai. Pada
akhir tahun 2009, lifting minyak mencapai 949 barel per hari
sedangkan targetnya 960 ribu barel per hari.
Kendati tak mencapai target produksi sesuai APBN, pendapatan
negara dari produksi minyak justru melebihi target dikarenakan
rata-rata harga USDper barel yang lebih tinggi dibanding tahun
This positive growth had been felt during the second quarter
of 2009 with a number of key countries in the world having
shown a signifcant increase. The positive signs were clearer in
the third quarter, with countries such as Germany and France
becoming the trigger for positive economic growth since the
2008 events. Japan also posted a positive growth of 4.8% (y-o-y).
Other economies such as Brazil, Russia, India and China (BRIC)
had shown a very strong reversal of economic growth. Only the
United States still displayed a degree of uncertainty, with high
unemployment keeping the growth rate down to a single digit
since October 2009. The greatest challenge in the United States
was how to attract the abundant liquidity fund and to structure
its enormous debt.
The economists’ and analysts’ consensus predicted that
Indonesia’s growth in 2010 was going to be better than in 2009.
For its part, the Indonesian government estimated a positive
growth of 5.5% in 2010. This projection was still likely given the
2009 experience which had shown that the sources of economic
growth – consumption, investment and government spending
– had been met with some problems but Indonesia’s GDP could
nonetheless grow by 4.3%.
GENERAL OVERVIEW – INDONESIAN
NATURAL OIL AND GAS UPSTREAM
INDUSTRIES 2009
The average production of Indonesian natural oil in 2009 was 949
thousand barrel per day, achieving 98.9% from the government’s
target of 960 thousand barrel per day. Project postponement due to
global economic crisis and unplanned shutdown such as disruption
in weather, break down in production facilities, electricity problem,
and the acts of theft, have become the main causes that the natural
oil production target can not be fulflled. However, the achievement
increased 2.6% from 2008 of 925 thousand barrels per day. On the other
hand, production of the natural gas exhibited higher level of production
compared to the production target that is 7,960 million cubic feet
per day. Combined production amount of natural oil and gas in 2009
reached around equivalent to 2.374 million oil barrel. Realization of oil
and gas production is higher than the previous year production, which
only amounted to equivalent to 2.305 million oil barrels.
Realization of the oil production, which was under the target,
caused the oil lifting target can not be achieved. At end of 2009,
the oil lifting achieved 949 barrels per day, while the target is
960 thousand barrels per day.
Even though it did not fulfll the target as set by the State National
Budget (APBN), national income from oil production exactly
surpassed the target due to higher USD price per barrel compared
Elnusa Laporan Tahunan 2009
Analisis dan Pembahasan Manajemen Management’s Discussion and Analysis 102
sebelumnya. Penerimaan negara tahun 2009 sebesar USD19,7
milyar (Rp235 triliun) atau melebihi target sebesar USD18,8 milyar
(Rp230 triliun). Penerimaan tersebut lebih rendah dari realisasi
tahun 2008 sekitar Rp350 triliun. Rata-rata penurunan Indonesian
Crude Price (ICP) pada 2009 sebesar USD63 per barel, sedangkan
tahun lalu rata-rata USD93 per barel.
Selama tahun 2009 harga minyak kembali pulih berada di kisaran
USD40 – 80 per barel. Besar penurunan permintaan minyak pada
2009 yang mengakibatkan resesi ekonomi global, bersama-sama
dengan peningkatan kapasitas produksi yang signifkan meskipun
terjadi penundaan dalam proyek-proyek pembangunan yang baru,
menyebabkan kapasitas produksi cadangan minyak mencapai
tingkat tertinggi dalam hampir dua dasawarsa. Dari segi pasokan,
tingkat ketidakpastian dalam permintaan minyak dan harga minyak
membuat perusahaan minyak memotong investasi pada tahun
2009 - terutama dalam proyek-proyek dengan biaya produksi
tertinggi - tapi perkiraan pada akhir tahun mengindikasikan
kemungkinan peningkatan investasi kembali pada tahun 2010.
Perkembangan Harga Minyak
(USD per barel)
Oil Price Growth (USD per barrel)
0
140
120
20
40
60
80
100
J
a
n
-
0
8
M
a
y
-
0
8
M
a
y
-
0
8
J
u
l
-
0
8
S
e
p
-
0
8
N
o
v
-
0
8
J
a
n
-
0
9
M
a
r
-
0
9
M
a
y
-
0
9
J
u
l
-
0
9
S
e
p
-
0
9
N
o
v
-
0
9
ICP BRENT
Menurut data BP Migas, terdapat 10 Kontrak Kontraktor Kerja Sama
(KKKS) yang produksinya naik sepanjang tahun 2009 dan terdapat
14 Kontraktor KKKS yang produksinya melebihi target yang
ditetapkan dalam APBN (rata-rata 107 persen, sebesar 8.315 bopd).
Meski perolehan produksi tidak mencapai target, rasio pemboran
cukup tinggi yakni mencapai 50% jika dibadingkan dengan
rasio pemboran negara-negara lain yang mencapai 20% - 30%.
to its preceding year. The state national income in 2009 was USD19.7
billion (equivalent to Rp235 trillion) or exceeding the set target of
Rp18.8 billion (Rp230 trillion). The income was lower than realization
in 2008 of Rp350 trillion. Average decrease of Indonesian Crude Price
(ICP) in 2009 was USD63 per barrel compared to an average USD93
per barrel in the previous year.
Throughout 2009 the oil price recovered to a level ranging from
USD40 – 80 per barrel. While the volume of oil demand decreased
in 2009 along with the global economic recession, reversely
signifcant improvement in production capacity – even though
postponement occurred in several new development projects,
leading to highest record in oil reserve production capacity level
within nearly two decades. From supply side, the uncertainty
level in both oil price and demand caused oil companies to cut
down their investments in 2009, especially on certain projects
with high cost of production, even though end of the year
prediction saw encouraging investment opportunities in 2010.
Based on BP Migas data, there are ten Production Sharing Contracts (PSC)
whose production increased in 2009, along with 14 PSC contractors
whose production exceeded the target set by the State National Budget
(APBN) (an average of 107 percents, of 8,315 bopd).
Even though production did not meet the target, the drilling ratio
was sufciently high to achieve 50% compared to drilling ratio
experienced by other countries that range from 20 to 30 percent.
Elnusa 2009 Annual Report
Analisis dan Pembahasan Manajemen Management’s Discussion and Analysis 103
Kepuasan pelanggan menjadi prioritas bagi Perseroan.
Customer satisfaction has become the priority for the Company.
Peningkatan rasio pemboran ini terjadi karena sepanjang tahun
2009 telah dilakukan pemboran di 73 sumur eksplorasi yang 50
diantaranya telah dites dan ditemukan 33 sumur. Sedangkan
pemboran sumur eksploitasi mencapai 969 sumur atau 16.7% lebih
tinggi dibandingkan 2008 yang hanya 831 sumur. Sepanjang tahun
2009 telah ditandatangani tambahan 21 KKKS migas dan 13 KKKS
Coal Bead Methane (CBM) sehingga total KKS 2009 menjadi 232
terdiri dari 64 KKKS produksi dan 168 KKKS eksplorasi.
Pada tahun 2009 investasi di sektor migas mengalami penurunan,
dimana nilai investasi hanya mencapai USD10,87 milyar dari
target sebesar USD15,15 milyar (71,76%) atau lebih rendah 12%
dibandingkan tahun 2008 sebesar USD12,09 milyar. Realisasi
tersebut berasal dari wilayah produksi USD9,97 milyar dan
eksplorasi USD898 juta.
Ada beberapa permasalahan yang menjadi penghambat
realisasi investasi tahun 2009 ini, yaitu (1) persoalan tumpang
tindih lahan, (2) penerbitan berbagai peraturan dan kebijakan di
tingkat daerah, (3) belum jelasnya aturan tentang pembatasan
(capping) cost recovery, (4) kewajiban penerapan asas cabotage,
(5) lamanya perijinan penggelaran pipa, (6) penerapan pajak
dalam rangka impor, dan (7) ketentuan lingkungan hidup dalam
UU No. 32/2009.
Untuk soal lahan, misalnya, saat ini, lahan proyek 22 KKKS masih
tumpang-tindih dengan areal hutan, baik hutan konservasi cagar
alam, suaka margasatwa, taman nasional, taman wisata alam,
maupun hutan produksi. Ada juga kasus lahan yang sama-sama
digunakan untuk proyek lain.
Soal perijinan daerah, rata-rata waktu yang diperlukan sejak
penandatanganan KKKS hingga diterbitkannya izin kegiatan
pertambangan di dalam kawasan hutan mencapai sekitar 546
hari. Rinciannya, 146 hari untuk pengurusan izin prinsip dan 500
hari untuk izin operasi. Soalnya, perizinan harus melewati Dinas
Kehutanan Kabupaten, Bupati/Walikota, Dinas Kehutanan Provinsi,
The increase in drilling ratio is due to the fact that in 2009 drilling
activity was carried out in 73 exploration wells, among which 50
wells had been tested and 33 969 wells and 33 wells were found.
Whereas drilling activity of exploitation wells achieving 969 wells
or 16.7 percent higher than in 2008 of only 831 wells. Throughout
2009 another 21 PCS in oil and gas were signed, along with 13
Coal Bed Methane (CBM) PCS to achieve a total of 232 PCS in 2009
conveying 64 PCS in production and 168 PCS in exploration.
In 2009 investment in oil and gas experienced a decline, in
which only USD10.87 billion investment was achieved from
the set target of USD15.15 billion (71.76 percent), or 12 percent
lower than in 2008 of USD12.09 billion. The realization is derived
from production area of USD9.97 billion and exploration of
USD898 million.
Several constraints in investment realization were encountered
in 2009, which is (1) the problem of overlapping in felds, (2) the
issuance of various new regulations and policies in regional level,
(3) the obscurity of cost recovery capping, (4) obligation of the
cabotage principle implementation, (5) prolonged period of
permit for piping roll out, (6) incurrence of import related taxes,
(7) further requirements on living environment as transcribed on
Acts No. 32/2009.
For an example, for feld area, at the present time there are 22 PCS
projects which are overlapped with the forest areas, either natural
preserve conservation forest, wildlife reserve, national park, natural
tourism park, or productive forest. Another case is the feld area
which is overlapped and also being used for other project.
On regional permit, in average the period required as of the
signing of PCS to the issuance of mining activity permit in the
forest areas covering around 546 days. The elaboration is, 146
days for principal permit clearance, and 500 days for operational
permit. The process involves clearance through the Forestry
Section of the Regency, Regent/City Mayor, Forestry Section
of the Province, Governor, Ministry of Energy and Mineral
Elnusa Laporan Tahunan 2009
Analisis dan Pembahasan Manajemen Management’s Discussion and Analysis 104
Gubernur, Menteri ESDM, hingga Menteri Kehutanan. Berbelitnya
rantai birokrasi ini turut berimbas pada membengkaknya biaya
produksi dan operasional KKKS.
Asas cabotage juga menghambat karena banyak kapal canggih
untuk kegiatan hulu migas seperti LNG terminal foating storage
masih harus didatangkan dari mancanegara karena tidak ada dari
dalam negeri yang mampu menyediakan.
Prospek Tahun 2010
Kegiatan eksplorasi tahun 2010 diperkirakan mencapai 122 sumur.
Rinciannya, 80 kegiatan eksplorasi migas konvensional dan 42
eksplorasi coal bed methane (CBM).
Target investasi sektor hulu migas tahun 2010 menurut BP
Migas akan mencapai USD15.988 milyar yang dipicu dari
peningkatan produksi migas. Investasi tersebut rencananya
akan dialokasikan untuk pengerjaan wilayah kerja produksi
sebesar USD13.628 milyar dan sisanya sebesar USD2.36 milyar
untuk kegiatan eksplorasi.
Untuk mengejar target itu, pemerintah akan mengeluarkan RPP
soal alih fungsi kawasan hutan awal Februari ini yang mengizinkan
aktivitas pertambangan di hutan. Selain itu, birokrasi pengurusan
AMDAL (analisa mengenai dampak lingkungan) juga akan
dipangkas menjadi 3 bulan. Untuk permasalahan cost recovery,
Menteri Keuangan sudah menyetujui pembatalan pembatasan
(capping) cost recovery.

Resources, as well as the Ministry of Forestry. The complexity of
bureaucratic red-tape has taken its toll to the expanding cost of
PCS production and operation.
The cabotage principle also concerns restriction as there are many
modern ships for oil and gas upstream activities such as foating
storage terminal LNG that should be imported from overseas
countries, as there is no such provider in the country.
Prospect of 2010
The exploration activity in 2010 is estimated to achieve 122
wells, which consists of 80 conventional oil and gas activities,
and 42 coal bed methane (CBM) exploration.
Investment target of upstream oil and gas sector in 2010,
according to BP Migas, will achieve an amount of USD15,988
billion, spurred by oil and gas production enhancement. The
investment is planned to be allocated for production working
areas of USD13,628 billion, and the remaining amount of
USD2,36 billion is for exploration activities.
To achieve the target, the Government is scheduled to issue
RPP on the function alteration of forestry areas on the month of
February, for the permit required to conduct mining activities in
the forest areas. Apart from that, bureaucracy in environmental
efect analysis (AMDAL) will also be reduced into three months.
Whereas for cost recovery problem, approval on cancellation of
cost recovery capping was granted by the Minister of Finance.
Elnusa 2009 Annual Report
Analisis dan Pembahasan Manajemen Management’s Discussion and Analysis 105
STRUKTUR BISNIS
Business Structure
JASA HULU MIGAS TERINTEGRASI
Integrated Upstream Oil & Gas Services
Divisi Geoscience Services
Divisi Drilling Services
Divisi Oilfeld Services
JASA PENUNJANG HULU MIGAS
Supporting Upstream Oil & Gas Services
PT Patra Nusa Data
PT Sigma Cipta Utama
PT Purna Bina Nusa
PT Patra Telekomunikasi Indonesia
JASA HILIR MIGAS
Downstream Oil & Gas Services
PT Elnusa Petrofn
PT Elnusa Patra Ritel
PENGELOLAAN ASET LAPANGAN MIGAS
Oil & Gas field Asset Management
Elnusa Bangkanai Energy, Ltd.
Elnusa Tristar Ramba, Ltd.
Elnusa Laporan Tahunan 2009
Analisis dan Pembahasan Manajemen Management’s Discussion and Analysis 106
JASA HULU MIGAS TERINTEGRASI
INTEgRATED UPSTREAm OIL & gAS
SERVICES
66% peningkatan pada Laba Usaha
66% increase in Operating Income
Seiring dengan kondisi pasar yang membaik di tahun 2009,
segmen Jasa Hulu Migas menunjukkan peningkatan yang cukup
baik. Pendapatan bersih naik 33% dan laba usaha naik 66% jika
dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
Elnusa menyediakan rangkaian jasa yang diperlukan untuk hulu
migas yang dimulai dari pemetaan data dengan seismic, pemboran
(drilling) dan jasa-jasa pendukung untuk pengelolaan lapangan
migas. Jasa ini terintegrasi dan merupakan bisnis inti bagi Perseroan
serta fokus pengembangan usaha dimasa yang akan datang.
Perseroan saat ini memiliki tiga divisi operasi yang menjalankan
jasa hulu migas, yaitu :
Divisi
Division
Bidang
Scope of Work
Geoscience Services (GSC)
Integrated Geophysical Data Services:
Seismic & Non Seismic Acquisition, Processing and Geology Geophysics Reservoir
Drilling Services (EDS)
Integrated Drilling Services:
Wireline Logging Services, Cementing Services, Well Testing Services, Mud Logging Services
Oilfeld Services (OFS)
Integrated Oilfeld Services:
Hydraulic Workover (HWO)/Snubbing Services, Wireline/Slickline Services, Coiled Tubing Services, Pumping
Services, Production Facilities and Production Enhancement Services
Kontrak-kontrak utama yang diperoleh dan dikerjakan oleh tiga
divisi diatas di tahun 2009 adalah sebagai berikut :
Perusahaan Tanggal
Perjanjian
Nilai Kontrak Periode
Kontrak
Jenis Pekerjaan Wilayah
Company Agreement
Date
Contract Value Contract
Period
Type Of Work Area
Geoscience Services Division
Petrochina Intl Jabung Ltd 01-Sep-09 USD4.989.800 6 bulan 3D Seismic Data Land Suko, Sumatera
Ranhil Jambi, Inc. 15-Apr-09 USD5.450.560 7 bulan 2D Seismic Data Land Jambi, Sumatera
Pertamina EP 02-Mar-09
USD16.437.206 +
20 bulan 3D Seismic Data Land
Rengasdengklok
IDR 183.403.607.610 Jawa Barat
Petrochina Intl Jabung Ltd 19-Agust-08 USD19.728.993 18 bulan 3D & 2D Seismic Data Land Jabung, Sumatera
Conoco Phillips 25-Jun-08 USD 4.064.755 6 bulan 2D Seismic Data Marine Amborip VI
Pertamina EP 19-Mei-08
USD4.075.493 + 6 bulan
3D Seismic Eksplorasi
Randegan Utara,
Jawa Barat
IDR 44.924.000.000 8 hari
Total E&P Indonesie 13-Mei-09 USD35.627.300 12 bulan 3D seismic zona transisi Central Tunu
BP Berau, Ltd. 28-Apr-09 USD53.311.452 12 bulan
3D Western Berau
appraisal seismic survey
Papua
BP Berau, Ltd., 04-Agust-08 USD28.389.260 12 bulan
3D/2D seismic survey
marine
West Berau
In line with improving market condition in 2009, the Upstream
Oil & Gas Services sector displayed an encouraging raise. Net
revenue increased 33% along with net income rise of 66%
compared to its preceding year.
Elnusa provides a broad range of services required in upstream
oil and gas services, commenced from seismic data mapping,
drilling and other supporting services to manage oil and gas
feld. The service is integrated and becomes the core business
of the Company as well as focus of business development in
the future. The Company is currently having three operational
divisions in charge of upstream oil and gas services, as follows:
The main contracts obtained and carried out by the three
divisions in 2009 is as follows:
Pembahasan atas kinerja bisnis
Bisnis Performance Analysis
Elnusa 2009 Annual Report
Analisis dan Pembahasan Manajemen Management’s Discussion and Analysis 107
Perusahaan Tanggal
Perjanjian
Nilai Kontrak Periode
Kontrak
Jenis Pekerjaan Wilayah
Company Agreement
Date
Contract Value Contract
Period
Type Of Work Area
Bunga Mas Int’l Comp. 25-Agust-08 USD5.475.390 9 bulan 2D survey seismic
Lahat, Sumatera
Selatan
Loon Brunei, Ltd. 01-Mar-08 USD15.361.292 8 bulan 3D seismic data Tutong, Brunei
Japex Buton, Ltd. 15-Sep-08 USD7.734.778 3 bulan 2D Seismic Data Land
Buton, Sulawesi
Tenggara
Provident Indonesia
Energy LLC.
09-Jan-08 USD3.650.035 6 bulan 3D Seismic Data Land
Tarakan,
Kalimantan Timur
Drilling Services Division
Pertamina Geothermal
Energy
19 Nov 2008 USD7.143.216 12 bulan Penyediaan Jasa Semi IPM Kamojang
Virginia Indonesia
Company LLC
22-Sep-08 USD46.680.000 36 bulan
Modular Rig 1500 HP
Services
Kalimantan
Pertamina EP REG JAWA 13-Okt-09 USD4.999.994 24 bulan Jasa EWLPP Jawa
Pertamina UBEP Tanjung 01-Sep-08 USD4.404.727 30 bulan Wireline Services Tanjung
Pertamina Geothermal
Energy
08-Sep-09 USD8.275.116 6 bulan
Pengadaan casing Proyek
Geothermal Sungai Penuh
Karaha Bodas dan
Kotamobagu
Pertamina Geothermal
Energy
10-Feb-09 USD4.535.625 7 bulan
Pengadaan casing
pemboran Geothermal
Lahendong,
Lumutbalai dan
Ulubelu
PT Chevron Pacifc
Indonesia
22-Agust-08 USD17.930.300 12 bulan Jasa Mud Engineering Duri, Riau
Oilfeld Services Division
Total E&P Indonesie 03-Apr-09 USD1.307.880 24 bulan
Offoading Equipment
Rental and Services
Kalimantan Timur
Pertamina EP Reg Jawa 21-Feb-08 USD4.492.000 24 bulan Pemeliharaan Sumur Jawa Barat
Chevron 10-Jan-09 USD1.975.476 3 bulan
Hydraulic Workover Unit
Services
Kalimantan Timur
Total E&P Indonesie 13-Apr-09 USD1.900.782 15 bulan
Call Out Snubbing
Services
Kalimantan Timur
Chevron 07-Jan-09 USD1.964.026 3 bulan
Hydraulic Workover Unit
Services
Kalimantan Timur
Pertamina Gas 22-Mei-09 IDR 15.516.658.768 12 bulan Pemasangan/Penyisipan Sumatra Selatan
Pertamina Gas 21 Nov 2008 IDR 63.627.625.250
15 bulan
7 hari
Pembangunan Relokasi
Pipa
Porong, Jatim
Virginia Indonesia
Company LLC
14-Jul-09 USD1.634.336 6 bulan Coil Tubing Kalimantan Timur
Elnusa Laporan Tahunan 2009
Analisis dan Pembahasan Manajemen Management’s Discussion and Analysis 108
Sedangkan ringkasan kapasitas dan utilisasi peralatan operasi di
tiga divisi tersebut di tahun 2009 adalah sebagai berikut:


2008 2009
Capacity
Growth
Capacity Capacity Utility
Geoscience Services Division
Seismic acquisition
capacity
10 crew land 10 crew land 69% -
1 crew transition zone 1 crew transition zone JO with CGGVeritas -
1 crew marine 1 crew marine
JO with Bergen
Oilfeld Services AS
-
2D data collection (km) 1.595 3.310 - 107%
3D data collection (km
2
)
2.208 2.780 - 25%
2D data processing (km) 4.820 3.280 - -31%
3D data processing (km
2
) 4.315 3.355 - -22%
Drilling Services Division
Drilling Services 3 active drilling rig 3 active drilling rig 50% 25%
1 drilling rig on
maintenance
2 drilling rig on
maintenance
- -
Reservoir and Drilling
Evaluation
12 crew mud logging 15 crew mud logging 97% 25%
8 unit H2S 9 unit H2S 83% 12%
1 crew LMP 1 crew LMP 100% -
14 crew logging 15 crew logging 64% 7%
Well Service and Testing 2 crew cementing 3 crew cementing 81% 50%
2 crew downhole testing 4 crew downhole testing 25% 100%
1 crew surface testing 3 crew surface testing 25% 200%
Oilfeld Services Division
Well Services 9 active hydraulic
workover rig
9 active hydraulic
workover rig
94% -
5 crew portable wireline 5 crew portable wireline 100% -
3 working barge 3 working barge 85% -
2 testing barge 2 testing barge -
1 LCT boat 1 LCT boat -
Pada tahun 2009, jumlah capex yang dikeluarkan oleh jasa ini
sebesar Rp214,4 miliar yang dipergunakan untuk peningkatan
kapasitas operasi dan perbaikan peralatan.
Whereas summary of capacity and operational equipment
utilization in the three divisions in 2009 explains as follows:
In 2009, the capex amount spent by this services sector was
Rp214.4 billion for the purpose of improving the operational
capacity as well as equipment repair.
Elnusa 2009 Annual Report
Analisis dan Pembahasan Manajemen Management’s Discussion and Analysis 109
Berdasarkan pencapaian operasi diatas, maka ringkasan kinerja
segmen jasa hulu migas terintegrasi pada tahun 2009 adalah
sebagai berikut:
Jasa Hulu Migas Terintegrasi
Integrated Upstream Oil & gas
2008 2009
 %
Pendapatan Usaha 1.681.622 2.280.298 36 Operating Revenues
Beban Pokok Pendapatan Usaha (1.398.399) (1.853.372) 33 Cost Of Operating Revenues
Laba Kotor 283.223 426.962 51 gross Proft
Beban Usaha (146.774) (200.342) 36 Operating Expense
Laba (Rugi) Usaha 136.449 222.584 66 Operating Income (Loss)
Laba (Rugi) Sebelum Manfaat
(Beban) Pajak Penghasilan
152.136 654.956 331 Income (Loss) Before Income
Beneft (Expense)
Laba (Rugi) Bersih 133.772 466.233 249 Net Income (Loss)
Marjin Laba Kotor 16.8 18.7 11 gross Proft margin
Marjin Laba Kewajiban 8.1 9.9 22 Operating Proft margin
Marjin Laba Bersih 8.0 20.4 155 Net Proft margin
Jumlah Aktiva 3.104.178 3.705.436 19 Total Asset
Jumlah Kewajiban 1.513.176 1.795.758 19 Total Liabilities
Ekuitas 1.613.833 1.909.678 18 Equity
Pengeluaran Modal 531.604 214.367 -60 Capital Expenditure
Based on the above operational achievement, performance of
the integrated upstream oil and gas services sector in 2009 can
be summarized as the following:
Elnusa Laporan Tahunan 2009
Analisis dan Pembahasan Manajemen Management’s Discussion and Analysis 110
Elnusa 2009 Annual Report
Analisis dan Pembahasan Manajemen Management’s Discussion and Analysis 111
JASA PENUNJANG HULU MIGAS
SUPPORTINg UPSTREAm OIL & gAS
SERVICES
9% peningkatan pada
Pendapatan Usaha Bersih
9% Increase in Operating
Revenue
Jasa Penunjang Hulu Migas membukukan pencapaian
yang cukup baik, meskipun industri hulu migas mengalami
penurunan dan terjadinya pembenahan proses bisnis anak
perusahaan, didukung juga oleh pencapaian yang sangat baik
pada perusahaan asosiasi PKM.
Pada segmen jasa penunjang hulu migas, Perseroan mengelola
3 anak perusahaan dan1 perusahaan asosiasi, yaitu:
Anak Perusahaan
Subsidiary Company
Bidang
Scope of Work
PT Patra Nusa Data (PND)
Perolehan dan pengolahan data migas
Oil & gas Data management
PT Sigma Cipta Utama (SCU)
Penyimpanan data migas
Oil & gas Data Storage
PT Purna Bina Nusa (PBN)
Penguliran dan perdagangan pipa casing OCTG
Threading & trading OCTg pipe
PT Patra Telekomunikasi Indonesia (PKM)
Jasa pelayanan komunikasi melalui satelit
VSAT communication system
PT Patra Nusa Data (PND)
Kepemilikan saham pada PND adalah sebagai berikut:
31 Desember 2008
31 December 2008
31 Desember 2009
31 December 2009
Nilai Nominal Per Saham Rp30.000
Nominal Value Per Share Rp30.000
Jumlah Saham
Amount of Share
Nominal (Rp)
Nominal (Rp)
% Jumlah Saham
AmOUNT OF SHARE
Nominal (Rp) %
Modal Dasar 80.000 2.400.000.000 80.000 2.400.000.000
Modal Ditempatkan & Disetor Pemegang
Saham
Capital Stock Placement & Paid-up Capital
by the Shareholders
1. PT Elnusa Tbk
2. PT Kreasindo Resources Indonesia
14.000
6.000
420.000.000
180.000.000
70.00
30.00
14.000
6.000
420.000.000
180.000.000
70.00
30.00
Jumlah Modal Ditempatkan
& Disetor Penuh
Total Deposit Stock and Fully Paid-up
Capital
20.000 600.000.000 100.00 20.000 600.000.000 100.00
Jumlah Saham dalam Portepel
Total Shares in Portfolios
60.000 1.800.000.000 60.000 1.800.000.000
Susunan pengurusnya adalah:
Dewan Komisaris Board of Commissioners Direksi Board of Directors
Komisaris Utama President Commissioner : M. Teguh Pamudji
Komisaris Commissioner : Bambang H. Soewandi
Komisaris Commissioner : A. Edy Hermantoro
Komisaris Commissioner : Heru Samodra
Direktur Director: Muhammad Zakie
Supporting Upstream Oil & Gas Services recorded a good
achievement, despite the decline in upstream oil & gas
services and business process consolidation measures in its
subsidiary companies, which was contributed by outstanding
achievements in PKM associated companies.
In the supporting upstream oil and gas services sector, the
Company manages 3 subsidiaries and 1 associated companies,
which are:
PT Patra Nusa Data (PND)
Share Ownership on PND:
Composition of the management board:
Elnusa Laporan Tahunan 2009
Analisis dan Pembahasan Manajemen Management’s Discussion and Analysis 112
Kapasitas alat produksi di tahun 2009 adalah sebagai berikut :
Jenis Pekerjaan
Type of Work
Kapasitas Produksi
Production Capacity
2008 2009
Data Processing & Study Seismic Pre-stack Repro
Seismic Post-stack Repro
Study
2.000 km
60.000 km
-
3.000 km
60.000 km
2
Data Remastering Vectorisasi Seismik (Line)
Well Remastering (Well)
7.000 line
1.200 well
15.000 line
2.500 well
Storage Data Management Physical
Digital
1.000 m
2
26 tb
1.600 m
2
26 tb
Ringkasan kinerja operasi adalah sebagai berikut :
Jenis Pekerjaan
Type of Work
Pencapaian
Achievement
2008 2009
Data Collecting Seismic
Well
410.000 km
810 well
60.000 km
333 well
Data Remastering Vectorisasi Data
Well Remastering
12.473 line
1.654 well
10.500 line
2.600 well
Data Management Physical data Storage
Digital data Storage
100%
45%
40%
57%
Prospect Evaluation &
Data Enhacement
Reprocessing Seismic Pre-Stact Repro
Post-Stack Repro
6 km
49.654 km
3.100 km
68.000 km
Hydrocarbon Prospect Evaluation 5 block
Pengembangan software dan sistem yang dilakukan selama
tahun 2009 adalah melakukan perbaikan versi untuk software
DAVAL, pembuatan software DTSS untuk pemantauan speculative
survey dan perbaikan INAMETA. Di tahun 2009, jumlah capex yang
dikeluarkan oleh PND adalah Rp11,8 miliar untuk pembelian
software, hardware dan gedung storage.
Tahun 2009, PND juga meningkatkan jumlah koleksi data dari
pengalihan data terbuka pemerintah yang berada di Pertamina
dan data-data terbuka dari proses relinquishment serta terminasi
KKKS. Dengan peningkatan koleksi data yang dikelola maka PND
membantu pemerintah dalam kegiatan pemasyaratakan dan
pemanfaatan data.
Production equipment capacity in 2009:
The conduct of software and system development in 2009 is by
rendering version improvement on DAVAL software, building up
DTSS software for speculative survey monitoring and INAMETA
improvement. In 2009, total capex amount spent by PND was
Rp11.8 billion for the purchase of software, hardware and
storage building.
In 2009, PND also improved the amount of data collection from
the Government open data transfer available in Pertamina, and
open data from PCS relinquishment and termination. With the
increase of data collection management, therefore PND has
assisted the Government in its data socialization and utilization.
Summary of Operational Performance.
Elnusa 2009 Annual Report
Analisis dan Pembahasan Manajemen Management’s Discussion and Analysis 113
PT Sigma Cipta Utama (SCU)
Kepemilikan saham pada SCU adalah sebagai berikut:
31 Desember 2008
31 December 2008
31 Desember 2009
31 December 2009
Nilai Nominal Per Saham Rp100.000
Nominal Value per Share Rp100.000
Jumlah Saham
Amount Of Share
Nominal (Rp)
Nominal (Rp)
% Jumlah Saham
Amount Of Share
Nominal (Rp)
Nominal (Rp)
%
Modal Dasar Capital Stock 820.000 82.000.000.000 820.000 82.000.000.000
Modal Ditempatkan & Disetor Pemegang
Saham
Deposit & Paid-up Capital by the
Shareholders
1. PT Elnusa Tbk
2. Ir. Sakti Tamat
369.850
150
36.985.000.000
15.000.000
99.96
0.04
769.850
150
76.985.000.000
15.000.000
99,98
0,02
Jumlah Modal Ditempatkan
& Disetor Penuh
Total Deposit Stock and Fully
Paid-up Capital
370.000 37.000.000.000 100.00 770.000 77.000.000.000 100,00
Jumlah Saham dalam Portepel
Total Shares in Portfolios
450.000 45.000.000.000 50.000 5.000.000.000
Pada Desember 2009 terjadi peningkatan modal disetor oleh
Perseroan sebesar Rp4 miliar yang merupakan konversi atas hutang
menjadi ekuitas (debt to equity swap).
Susunan pengurusnya adalah:
Dewan Komisaris Board of Commissioners Direksi Board of Directors
Komisaris Utama President Commissioner: Santun
Nainggolan
Komisaris Commissioner : Indriyati
Komisaris Commissioner : Samsoedin
Direktur Director : Baskoro
Kapasitas alat-alat produksi SCU ditahun 2009 adalah sebagai
berikut :
Jenis Pekerjaan
Type Of Work
Pencapaian
Achievement
2008 2009
Manajemen Data
Data management
Tanah 19.000 m •
2
di BSD + storage
7.919 m
2

19.000 m •
2
land area in BSD + Storage
of 7.919 m
2
Tanah 19.000 m2 di BSD + storage 11. 000 m2 •
19.000 m •
2
land area in BSD + Storage of 11.000 m
2
Katalog Software berbasis web dan •
GIS (ROC@T)
Web base and gIS (ROC@T) •
Peralatan Data Management •
management Data Tools •
Katalog Software berbasis web dan GIS (ROC@T) •
Web based and gIS (ROC@T) •
Peralatan Data Management •
management Data Tools •
Peralatan DRC (DRC Room, Rak, UPS, AC Precision, •
FO Cable)
DRCTools(DRCRoom,Racks,UPS,ACPrecision,FOCable) •
Tekonologi Informasi
Information Technology
Server 31 unit, pc 3.114 unit notebook •
266 unit, printer 315 unit, setich 22 unit
Server 31 units, PC 3.114 units, Notebook •
266 Units, Printer 315 Units, Stitch 22
Units
Server 17 unit, PC 1.117 unit notebook 239 unit, •
printer 304 unit, setich 13 unit
Server 17 Units, PC 1.177 Units, Notebook 239 units, •
Printer 304 Units, Stitch 13 Units
Telekomunikasi
Telecommunication
Radio konvensional 61 unit •
Conventional radio: 61 units •
Radio trunking 356 unit •
Radio trunking 356 Units •
AVTS 7 unit dan NDB 4 unit •
AVTS: 7 Units, and NDB 4 Units. •
Radio konvensional 61 unit •
Conventional radio: 61 units •
Radio trunking 356 unit •
Radio trunking 356 Units •
AVTS 7 unit dan NDB 4 unit •
AVTS: 7 Units, and NDB 4 Units. •
PT Sigma Cipta Utama (SCU)
Share Ownership on SCU:
On December 2009 the Company increased the paid capital
to an amount of Rp4 billion, which was a conduct of debt to
equity swap.
Composition of the management board:
SCU production equipment capacity in 2009 consists of the
following:
Elnusa Laporan Tahunan 2009
Analisis dan Pembahasan Manajemen Management’s Discussion and Analysis 114
Ringkasan kinerja operasi SCU di tahun 2009 dibandingkan dengan
tahun 2008 adalah sebagai berikut:
Jenis Pekerjaan
Type Of Work
Pencapaian
Achievement
2008 2009
Manajemen Data
Data management
Main Storage
Data Remastering
Project Base
41 klien/clients
15 klien/clients
6 proyek/projects
50 klien/clients
50 klien/clients
8 Proyek/projects
Tekonologi Informasi
Information Technology
IT Insfrastructure
IT Profesional
Application & Content Services
15 proyek/projects
12 proyek/projects
7 proyek/projects
9 proyek/projects
15 proyek/projects
4 proyek/projects
Telekomunikasi
Telecommunication
Radio konventional & Trunking, AVTS
dan NDB
12 klien/clients 12 klien/clients
Di tahun 2009, jumlah capex yang dikeluarkan oleh SCU
adalah Rp12,7 miliar untuk pembelian peralatan operasi pada
3 unit bisnisnya.
PT Purna Bina Nusa (PBN)
Kepemilikan saham pada PBN adalah sebagai berikut:
31 Desember 2008
31 December 2008
31 Desember 2009
31 December 2009
Nilai Nominal Per Saham
Rp100.000
Nominal Value Per Share Rp100,000
Jumlah Saham
Amount of Share
Nominal (Rp)
Nominal (Rp)
% Jumlah Saham
Amount of
Share
Nominal (Rp)
Nominal (Rp)
%
Modal Dasar Capital Stock 45.000 4.500.000.000 45.000 4.500.000.000
Modal Ditempatkan & Disetor
Pemegang Saham
Deposit & Paid-up Capital by the
Shareholders
1. PT Elnusa Tbk
2. PT Multi Guna Laksindo
3. Anas Mappe Siri
34.781
6.321
68
3.478.100.000
631.200.000
6.800.000
84.50
15.33
0.17
34.781
6.312
68
3.478.100.000
631.200.000
6.800.000
84,50
15,33
0,17
Jumlah Modal Ditempatkan
& Disetor Penuh
Total Deposit Stock and Fully Paid-
up Capital
41.161 4.116.100.000 100.00 41.161 4.116.100.000 100,00
Jumlah Saham dalam Portepel
Total Shares in Portfolios
3.839 383.900.000 3.839 383.900.000

Susunan pengurusnya adalah:
Dewan Komisaris
Board of Commissioners
Direksi
Board of Directors
Komisaris Utama
President Commissioner: Eddy Sjahbuddin
Komisaris
Commissioner: Wisaksono Trisulo
Direktur Director: Pri Azman Syanif
Saat ini kapasitas produksi PBN sebesar 60.000 MT/tahun dalam
industri threading plant di Indonesia. Total kapasitas terpasang
325.000 MT/tahun dengan perbandingan 2x total pasar industri
threading di Indonesia yaitu sebesar 10.000 MT/tahun.
In 2009, the capex amount disbursed by SCU was Rp12.7 billion for
the purchase of operational equipments in its three business units.
PT Purna Bina Nusa (PBN)
Share Ownership on PBN is as follows:
SCU Operation Performance in 2009 compared to the year 2008
can be summarized as follows:
Composition of the management board is as follows:
At present PBN production capacity is 60,000 MT/year in the
threading plant industry in Indonesia. Total installed capacity is
325,000 MT/year with the ratio of 2 x total threading industry
market in Indonesia of 10,000 MT/year.
Elnusa 2009 Annual Report
Analisis dan Pembahasan Manajemen Management’s Discussion and Analysis 115
PBN dimiliki oleh Perseroan sebesar 84,45% dan melakukan
kegiatan usaha penguliran dan perdagangan pipa casing (OCTG)
serta fabrikasi yang berlokasi di pulau Batam. Proses penguliran PBN
dilakukan dengan mempergunakan mesin-mesin pengulir yang
memiliki kapasitas produksi hingga saat ini mencapai 60.000 metrik
ton/tahun. Mesin-mesin pengulir tersebut dapat memproduksi ulir
dari ukuran terkecil (2 3/8”) sampai ukuran terbesar (30”). Selain itu,
PBN juga memiliki fasilitas penyimpanan berupa storage yard seluas
sekitar 7 hektar untuk mendukung proses kegiatan tersebut.
Kapasitas operasi PBN ditahun 2009 adalah sebagai berikut:
Jenis Pekerjaan
Type Of Work
Pencapaian
Achievement
2008 2009
Threading Capaity 60.000 MT 60.000 MT
Actual
Thread Only •
Thread, Cpl & Prot •
7.595
9.409
11.744
4.026
17.004 15.770
Trading 2 3/8” - 13 3/8”
16” - 30”
3.919
307
4.226
4.573
2.273
6.846
Aktivitas fabrikasi yang dilakukan di tahun 2009 adalah sebagai
berikut:
• 3 modul oil processing unit untuk FPSO milik Wasco
Technologies (pemakai Petrobras Brasil).
• Modifkasi 11 unit gas compressor untuk penyaluran gas alam
dari lapangan gas milik Wasco Technologies (pemakai GSI).
PBN is owned by the Company with 84.45% equity, and conduct
the activity of casing pipe threading and trading (OCTG), as
well as fabrication that is located in the Batam island. The PBN
threading process is carried out by utilizing threading machineries
with current production capacity of 60,000 metric tons/year. The
threading machineries are capable of producing thread from the
smallest size ( 2 3/8”) to the largest size of 30”. Apart from that, PBN
also possesses storage facitlity in the form of 7 hectares storage
yard to support the activity chain process.
PBN Operational capacity in 2009 is as follows:
Fabrication activities carried out in 2009 is as follows:
• 3 modules of oil processing units for FPSO owned by Wasco
Technologies (user of Petrobras Brazilian).
• Modifcation of 11 units of gas compressor for natural gas distribution
from gas feld owned by Wasco Technologies (user of GSI).
Penguliran pipa
OCTG sebagai
salah satu jasa
penunjang
hulu migas
memberikan
nilai tambah
bagi bisnis inti
Perseroan.
OCTG pipe
threading, one
of our oil and
gas upstream
supporting
services, has
provided added-
value to the
Company’s core
business.
Elnusa Laporan Tahunan 2009
Analisis dan Pembahasan Manajemen Management’s Discussion and Analysis 116
• Pembuatan Electrical House (E House) untuk modul oil
proccessing unit FPSO milik Wasco Technologies (pemakai
Siemens).
• General Fabrication: steel structure, pembuatan pressure vessel,
pekerjaan rolling, painting, welding dll, milik perusahaan
fabrikator di Batam.
PT Patra Telekomunikasi Indonesia (PKM)
Kepemilikan saham pada PKM adalah sebagai berikut:
31 Desember 2008
31 December 2008
31 Desember 2009
31 December 2009
Nilai Nominal Per Saham Rp1.000.000
Nominal Value Per Share Rp1,000,000
Jumlah Saham
Amount Of Share
Nominal (Rp)
Nominal (Rp)
% Jumlah
Saham
Amount Of
Share
Nominal (Rp)
Nominal (Rp)
%
Modal Dasar Capital Stock 80.000 80.000.000.000 80.000 80.000.000.000
Modal Ditempatkan & Disetor Pemegang
Saham
Deposit & Paid-up Capital by the Shareholders
1. PT Elnusa Tbk
2. PT Telekomunikasi Indonesia Tbk
3. PT Tanjung Mustika
8.000
8.000
4.000
8.000.000.000
8.000.000.000
4.000.000.000
40.00
40.00
20.00
8.000
8.000
4.000
8.000.000.000
8.000.000.000
4.000.000.000
40,00
40,00
20,00
Jumlah Modal Ditempatkan & Disetor Penuh
Total Deposit Stock and Fully Paid-up Capital
20.000 20.000.000.000 100.00 20.000 20.000.000.000 100,00
Jumlah Saham dalam Portepel
Total Shares in Portfolios
60.000 60.000.000.000 60.000 60.000.000.000
Susunan pengurusnya adalah:
Dewan Komisaris Board Of Commissioners Direksi Board Of Directors
Komisaris Utama President Commissioner: Sarwoto
Komisaris Commissioner: Susilo
Komisaris Commissioner: Sutikno Widjaja
Komisaris Commissioner: Yogi Sukmana
Direktur Utama President Director: Moch. Bachrum
Direktur Pemasaran & Pengembangan marketing & Dev. Director: Paulus Tjahjono
Direktur Operasi Operational Director: Budi Hardono
Direktur Administrasi & Keuangan Adm & Finance Director: Dina Arifani
PKM memiliki dua layanan utama, yang pertama adalah penyedia
jasa jaringan telekomunikasi dan yang kedua adalah penyedia jasa
instalasi. Pada tahun 2009, realisasi jumlah node stasiun bumi yang
dioperasikan sebanyak 1.444 node untuk melayani Telkomsel Divre
VI, Telkomsel, Pertamina, Pertamina Geothermal Energy, perbankan
(BRI, BTN), BP Berau, Karya Megah Adijaya, Premier Oil Natuna Sea
BV, PPS Mall GTC Tanjung Bunga Makasar, Sekolah Dian Harapan
Makasar, Wiryadika Utama (belum termasuk jumlah node proyek
USO Telkomsel dan kerjasama Wartelsat dengan Telkom Divre VI).
Saat ini Patrakom menyewa sebanyak 6 transponder dengan lebar
bandwidth 220,68 Mhz dari berbagai satelit, masing-masing Telkom
1, Telkom 2, Apstar VI, dengan tingkat utilisasi diatas rata-rata sebesar
99,037% (target utilisasi 97%). Untuk ketersediaan jaringan produk
yang ditawarkan ke pada pelanggan service avaibility mencapai
rata-rata 99,76%. (target availability 99,70%).

• Construction of Electrical House (E House) for FPSO unit of
oil processing module owned by Wasco Technologies (user
of Siemens).
• General Fabrication: steel structure, pressure vessel
construction, rolling, painting, and welding, owned by
fabricating company in Batam.
PT Patra Telekomunikasi Indonesia (PKM)
Share Ownership on PKM is as follows:
Composition of the management board is as follows:
PKM operates two main services, which are telecommunication
network service provider, and installation service provider, In
2009, realization of earth station node amount operated was
1,444 nodes to serve Telkomsel Divre VI, Telkomsel, Pertamina,
Pertamina Geothermal Energy, banking institutions (BRI, BTN),
BP Berau, Karya Megah Adijaya, Premier Oil Natuna Sea BV,
PPS Mall GTC Tanjung Bunga Makassar, Dian Harapan School
– Makassar, Wiryadika Utama (excluding the amount of nodes
from USO Telkomsel projects and cooperation with Wartelsat
and Telkom Divre VI). Todate, Patrakom leases 6 transponders
offering 220.68 Mhz bandwidth from various satellites, which
is Telkom 1, Telkom 2, Apstar VI, with utilization rate of above
99.037% level (beyond the set utilization target of 97%). For
the product network availability offered to the customers,
its service availability achieved an average of 99.76% (target
availability is 99.70%).
Elnusa 2009 Annual Report
Analisis dan Pembahasan Manajemen Management’s Discussion and Analysis 117
Penyediaan jasa telekomunikasi berasal dari pengoperasian node
stasiun Bumi yang realisasinya selama tahun 2009 adalah sebagai
berikut:
Sistem
System
Realisasi 2008
2008 Realization
(Node)
Realisasi 2009
2009 Realization
(Node)
VSAT - SCPC 361 392
Radio Link 18 16
Wartelsat 107 107
VSAT - IP 51 929
VSAT - IT 133 -
LC - MPLS 248 107
Telkomsel USO - 325
Total 918 1,876
Sementara jasa instalisasi berasal dari instalasi node stasiun Bumi
yang realisasinya selama tahun 2009 adalah sebagai berikut:
Sistem
System
Realisasi 2008
2008 Realization
(Node)
Realisasi 2009
2009 Realization
(Node)
VSAT - SCPC 204 186
Radio Link 12 1
VSAT - IP - 1.165
VSAT - IT 75 -
LC - MPLS 107 78
Total 398 1.400
Dari sisi realibilitas layanan, PKM mampu mencapai service availability
99,7% sedikit diatas service availability yang dijanjikan kepada
pelanggan sebesar 99,65% dan setara dengan standar ISO yang
sebesar 99,7%. Berikut ini adalah rincian service availability PKM:
Sistem
System
Rata-Rata 2008
Average Of 2008
(Node)
Rata-Rata 2009
Average Of 2009
(Node)
VSAT - SCPC 99,8 99,8
Radio Link 99,8 99,8
VSAT - IP 99,6 99,5
VSAT - IT 99,3
LC - MPLS 99,8 99,5
Total 99,7 99,7
Di tahun 2009, jumlah capex yang dikeluarkan oleh PKM adalah
Rp46,95 milyar yang dipergunakan untuk investasi stasiun bumi
dan peralatan telekomunikasi.
The telecommunication service provision comes from the Earth
station node operation, with the realization in 2009 as follows:
Whereas installation service is derived from Earth station Node
installation, with the realization in 2009 as follows:
From the aspect of service reliabilities, PKM has successfully
managed 99.7% service availability level, slightly above the level of
service availability ofered to the customers of 99.65%, and equal
to the ISO standard of 99.7%. The following elaborates service
availability of PKM:
In 2009, the amount of capex disbursed by PKM was Rp46.95
billion, which was utilized for investment in earth stations as well as
telecommunication equipments.
Elnusa Laporan Tahunan 2009
Analisis dan Pembahasan Manajemen Management’s Discussion and Analysis 118
Tabel berikut ini merupakan ringkasan kinerja segmen Jasa
Penunjang Hulu Migas selama tahun 2009.
Jasa Penunjang Hulu Migas
Supporting Upstream Oil & Gas Services
2008 2009  %
Pendapatan Usaha 318.708 347.865 9 Operating Revenues
Beban Pokok Pendapatan Usaha (229.709) (273.563) 19 Cost of Operating Revenues
Laba Kotor 88.999 74.302 -17 gross Proft
Beban Usaha (52.192) (50.239) -4 Operating Expenses
Laba (Rugi) Usaha 36.807 24.063 -35 Income (Loss) from Operations
Laba (Rugi) Sebelum Manfaat
(Beban) Pajak Penghasilan
31.834 3.035 -90 Income (Loss) Before Tax Beneft (Expense)
Laba (Rugi) Bersih 19.360 (711) -104 Net Income (Loss)
Marjin Laba Kotor 27.9% 21.4% -23 gross Proft margin
Marjin Laba Usaha 11.5% 6.9% -40 Operating Proft margin
Marjin Laba Bersih 6.1% -0.2% -103 Net Proft margin
Jumlah Aktiva 346.752 327.123 -6 Total Assets
Jumlah Kewajiban 274.756 239.214 -12 Total Liabilities
Ekuitas 73.996 87.909 19 Equity
Pengeluaran Modal 42.495 24.528 -42 Capital Expenditures
The following table summarizes the performance of Supporting
Upstream Oil and Gas Services Sector throughout 2009.
Elnusa 2009 Annual Report
Analisis dan Pembahasan Manajemen Management’s Discussion and Analysis 119
With an insurance, the Company defnitely can avoid a total
loss from happening on its assets because it has a right of an
indemnifcation claim.
JASA HILIR MIGAS
DOWNSTREAm OIL & gAS SERVICES
566% peningkatan pada
Laba Bersih
566% increase on
Net Income
Jasa Hilir Migas pada tahun 2009 telah mampu melakukan
transformasi bisnis dan mendukung kinerja anak perusahaan
Perseroan lainnya. Kelompok bisnis ini telah berhasil membukukan
pencapaian yang baik dengan peningkatan laba bersih sebesar
566% menjadi Rp15,2 miliar.
Segmen ini dikelola oleh 2 anak perusahaan, yaitu:
Anak Perusahaan
Subsidiary
Bidang
Scope of Work
PT Elnusa Petrofn (EPN)
Perdagangan dan distribusi bahan bakar dan pelumas
Trading and distribution of fuel and lubricants
PT Elnusa Patra Ritel (EPR)
Distribusi bahan bakar dan pelumas (saat ini kondisi tidak aktif )
Distribution of fuel and lubricants (currently inactive)
PT Elnusa Petrofn (EPN)
Kepemilikan saham pada EPN adalah sebagai berikut:
31 Desember 2008
31 December 2008
31 Desember 2009
31 December 2009
Nilai Nominal Per Saham Rp1.000.000
Nominal Value Per Share Rp1,000,000
Jumlah Saham
Amount of Share
Nominal (Rp)
Nominal (Rp)
% Jumlah Saham
Amount of
Share
Nominal (Rp)
Nominal (Rp)
%
Modal Dasar Authorized Capital 350.000 35.000.000.000 350.000 35.000.000.000
Modal Ditempatkan & Disetor Pemegang
Saham Issued & Shareholders’ Paid-up Capital
1. PT Elnusa Tbk
2.Yayasan Tabungan Hari Tua
Karyawan Elnusa
87.350
150
8.735.000.000
15.000.000
99,83
0,17
207.350
150
20.735.000.000
15.000.000
99,93
0,07
Jumlah Modal Ditempatkan & Disetor
Penuh Total Issued & Fully Paid-up Capital
87.500 8.750.000.000 100,00 207.500 20.750.000.000 100,00
Jumlah Saham dalam Portepel Total
Portfolio of Shares
262.500 26.250.000.000 142.500 14.250.000.000
Kompetensi Perseroan pada bisnis jasa hilir Migas merupakan
kompetensi yang telah dibangun guna melengkapi bisnis inti
Perseroan.
Downstream Oil & gas Services in 2009 was able to implement
business transformation and back up the performance of other
Company’s subsidiaries. The business Group has efectively
managed satisfactory achievement by net income increase of
566% to an amount of Rp15.2 billion.
The sector is operated by our two subsidiaries, as follows:
PT Elnusa Petrofn (EPN)
Share ownership on EPN is a follows:
Elnusa Laporan Tahunan 2009
Analisis dan Pembahasan Manajemen Management’s Discussion and Analysis 120
Pada Desember 2009 telah terjadi konversi hutang EPN menjadi
ekuitas yang berasal dari Perseroan sebesar Rp12 miliar.
Susunan pengurusnya adalah:
Dewan Komisaris Board of Commisisoners Direksi Board of Directors
Komisaris Utama President Commissioner: Muhammad Jauzi Arif
Komisaris Commissioner: Edith Sundari Nasution
Komisaris Commissioner : K. Denni Wisnuwardani
Direktur Utama President Director: Susetiadi
Direktur Operasi & Marketing Operation & marketing Dir: Maryadi
Direktur Administrasi & Keuangan Adm. & Finance Dir: Lasmen Situmorang
EPN bergerak di bidang penyediaan, pemasaran, penyimpanan
dan distribusi khususnya untuk produk dan jasa minyak dan gas di
Indonesia. Dalam bisnis transportasi EPN menjadi pemain utama
dengan Patra Niaga sebagai kompetitor, memiliki wilayah operasi
di luar Pulau Jawa dengan market share EPN sebesar 45%.
EPN pada tahun 2009 ini mulai menjalankan bisnis pengelolaan
Depo swasta sebagai handling agent. Pengelolaan depo swasta ini
dijalankan dengan sistem VHS (Vendor Held Stock). EPN mengelola
5 depo dengan total throughput 20.700 KL/bulan.
Hingga tahun 2009 jumlah SPBU di Jabodetabek adalah 720
unit dengan720 unit dengan brand Pertamina sebanyak 675
unit. Dari jumlah 675 unit, sebanyak 22 unit adalah SPBU COCO
(milik Pertamina, operator Pertamina) sedangkan sisanya 653 unit
adalah SPBU DODO (milik swasta/ perorangan, operator swasta/
perorangan). EPN menjadi operator 6 unit dari 653 unit milik
swasta tersebut.
Bisnis trading meliputi BBM industri, specialty chemial dan
commodity chemical. Khusus untuk bisnis BBM industri,
konsumsi BBM secara ekonomi adalah 21 juta KL dengan
komposisi 20,16 juta KL untuk BBM Pertamina dan 0,84 juta KL
adalah BBM Non Pertamina dipasok oleh Shell, Petronas dan
AKR. EPN bersama dengan PT Patra Niaga merupakan agen
yang ditunjuk oleh Pertamina.
On December 2009, EPN carried out the conduct of debt to equity
swap from the Company amounted to Rp12 billion.
Composition of the management board is as follows:
EPN operates in the feld of supplies, marketing, storage and
distribution especially for oil and gas products and services in
Indonesia. In transportation sector, EPN performs as the main
player, in face of Patra Niaga as competitor, possesses operational
region outside Java island with EPN market share of 45%.
As of 2009, EPN commenced operating private depo management
as handling agent. This private depo management was carried out
by utilizing VHS (Vendor Held Stock) system. EPN manages 5 depos
with total throughput of 20,700 KL/month.
Up to the year 2009 the quantity of oil stations in Jabodetabek area
was 720 units with 720 units, out of which 675 units leveraging
Pertamina brand. Out of 675 units, 22 units are oil stations of COCO
(owned by Pertamina, an operator of Pertamina) whereas the
remaining 653 units belong to DODO (private business/ individuals,
private operator/individuals. EPN becomes the operator of 6 units
out of private owned 653 units.
The trading business conveys of fuel industry, specialty chemical
and commodity chemical. Exclusive for fuel industry business, the
economic fuel consumption is 21 million KL, comprises of 20.16
million KL for Pertamina fuel, and 0.84 million KL is Non-Pertamina
fuel, supplied by Shell, Petronas and AKR. EPN and PT Patra Niaga
both are the appointed agent by Pertamina.
Elnusa 2009 Annual Report
Analisis dan Pembahasan Manajemen Management’s Discussion and Analysis 121
Operasi yang dilakukan selama tahun 2009 adalah sebagai berikut:
Jenis Pekerjaan
Type Of Work
Kapasitas 2008
Capacity 2008
Kapasitas 2009
Capacity 2009
Transportasi BBM
Fuel Transportation
Kelola mobil tangki BBM PSO
dengan Pola Cost & Fee
manages PSO fuel tanks
under Cost & Free Scheme
176 unit units 299 unit units
Kelola mobil tangki BBM PSO
dengan Pola All In
manages PSO fuel tanks under
All-in Scheme
492 unit units 492 unit units
Kelola angkutan BBMK
sistem tarif (Rp/KL/KM)
manages tariff-system BBmK
transportaton (Rp/KL/Km)
6 unit units 6 unit units
Menyewakan mobil tangki
milik sendiri ke Pertamina
(sewa mobil tanki)
Renting Company’s owned
fuel tanks to Pertamina
(fuel tanks rental)
26 unit mobil tangki BBM
26 units of fuel tanks
28 unit mobil tangki BBM
10 unit mobil tangki LPG
28 units of fuel tanks
10 units of LPg tanks.
Depo
Penggunaan instalasi depo
Semper untuk penyaluran
BBM/BBMK
Utilization of Semper depo
installation for Fuel/BBmK
distribution
Kelola VHS di depo milik:
VHS management in the depos
owned by:
PT Timah
PT Arutmin
PT Lontar Lalyrus
Outsourcing tenaga kerja
Depo Cikampek
Outsourcing manpower of Depo
Cikampek
Pekerjaan handling agent Depo
Belinyu
Handling agent of Depo Belinyu
SPBU
PETROL STATION
Jasa pengelolaan SPBU
Petrol Station management
services
8 SPBU petrol stations
1 SPBN petrol station
1 SPDN petrol station
10 SPBU petrol stations
1 SPBN petrol station
1 SPDN petrol station
Kelola SPBU milik sendiri
managing own’s petrol
stations
2 SPBU petrol stations 2 SPBU petrol stations
Trading
Specialty Chemical :
Scale inhibitor 1.
Corrosion inhibitor 2.
Demulsifer 3.
Reverse demulsifer 4.
Water clarifer 5.
Antifoulant 6.
Antimony compound 7.
Pelanggan Customers:
Pertamina EP ; Sangata, Reg. 
Jawa
Pertamina UP ; UP IV Cilacap, 
UP V Balikpapan, UP VI
Balongan
TAC Pertamina ; PAN 
Petalahan
KPS ; Total E&P Indonesie, 
Chevron Pacifc Indonesia,
Kondur Petroleum, SEMCO
Pelanggan Customers:
Pertamina EP ; Sangata, Reg. 
Jawa
Pertamina UP ; UP III Plaju, UP 
V Balikpapan, UP VI Balongan
TAC Pertamina ; PAN 
Petalahan
KPS ; Total E&P Indonesie, 
Chevron Pacifc Indonesia,
Kondur Petroleum, Exxon
Mobil
Commodity Chemical:
1. Drilling mud
2. Polymer gel
3. Power Fuel
4. Pelumas
Pelanggan Customers:
1. PT Elnusa Tbk. div. Drilling
Services
2. PT Elnusa Tbk. div.
Geoscience
3. Pertamina UPMS III
Pelanggan Customers:
1. PT Elnusa Tbk. div. Drilling
Services
2. PT Elnusa Tbk.div.Geoscience
3. CV. Mandiri
4. Koperasi Patra
BBM Industri Fuel Industry:
High Speed Diesel 1.
Marine Fuel Oil 2.
Industrial Diesel Oil 3.
Pelanggan : Industri, Marine
dan Ritel Customer: Industrial,
marine & Retail
Wilayah pasar market areas:
Jakarta & Surabaya
Pelanggan : Industri, Marine
dan Ritel Customer: Industrial,
marine & Retail
Wilayah pasar: Seluruh
Indonesia market areas:
Entire the country.
Operation conducted throughout 2009 is as follows:
Elnusa Laporan Tahunan 2009
Di tahun 2009, jumlah capex yang dikeluarkan oleh EPN adalah
Rp3,46 milyar yang dipergunakan untuk peningkatan kapasitas
transportasi BBM.
PT Elnusa Patra Ritel (EPR)
Kepemilikan saham pada EPR adalah sebagai berikut:
31 Desember 2008
31 December 2008
31 Desember 2009
31 December 2009
Nilai Nominal Per Saham Rp1.000
Nominal Value Per Share Rp1,000
Jumlah Saham
Amount of Share
Nominal (Rp)
Nominal (Rp)
% Jumlah Saham
Amount of
Share
Nominal (Rp)
Nominal (Rp)
%
Modal Dasar Authorized Capital 5.000.000 5.000.000.000 5.000.000 5.000.000.000
Modal Ditempatkan & Disetor
Pemegang Saham
Issued & Shareholders’ Paid-up
Capital
1. PT Elnusa Tbk
2.Yayasan Tabungan Hari Tua
Karyawan Elnusa
1.470.000
30.000
1.470.000.000
30.000.000
98.00
2.00
1.470.000
30.000
1.470.000.000
30.000.000
98,00
2,00
Jumlah Modal Ditempatkan
& Disetor Penuh
Total Issued & Fully Paid-up Capital
1.500.000 1.500.000.000 100.00 1.500.000 1.500.000.000 100,00
Jumlah Saham dalam Portepel
Total Portfolio of Shares
3.500.000 3.500.000.000 3.500.000 3.500.000.000
Susunan pengurusnya adalah:
Dewan Komisaris Board Of Commissioner Direktur Director
Muhammad Jauzi Arif Susetiadi
Sejak 1 Juli 2005, EPR sudah tidak lagi melakukan kegiatan usaha
sebagai pengelola SPBU. Pengelolaan SPBU seluruhnya telah
diserahkan kepada EPN.
Selama tahun 2009, EPR hanya memperoleh pendapatan dari
bagian keuntungan atas pengelolaan 1 SPBU di Cikampek yang
dilakukan oleh EPN.
Analisis dan Pembahasan Manajemen Management’s Discussion and Analysis 122
In 2009, the capex amount disbursed by EPN was Rp3.46 billion
proceeded for the improvement of fuel transportation capacity.
PT Elnusa Patra Ritel (EPR)
Share ownership on EPS is as follows:
Management Board of the Company conveys of the following:
As of 1 July 2005, EPR had no longer conducted operation of oil
stations management, and subsequently the entire oil station
management was transferred to EPN.
During the year 2009, EPR only received revenues from proft
sharing on the operation of one oil station in Cikampek rendered
by EPN.
Elnusa 2009 Annual Report
Berdasarkan kinerja operasi tersebut diatas, maka ringkasan hasil
kinerja segmen Jasa Hilir Migas selama tahun 2009 adalah sebagai
berikut:
Jasa Hilir Migas
Downstream Oil & gas Services
2008 2009  %
Pendapatan Usaha 579.671 1.099.775 90 Operating Revenues
Beban Pokok Pendapatan Usaha (550.056) (1.045.774) 90 Cost of Operating Revenues
Laba Kotor 29.615 54.001 82 gross Proft
Beban Usaha (22.559) (26.061) 16 Operating Expenses
Laba (Rugi) Usaha 7.056 27.940 296 Income (Loss) from Operations
Laba (Rugi) Sebelum Manfaat (Beban)
Pajak Penghasilan
4.946 22.533 356 Income (Loss) Before Income Tax Beneft
(Expense)
Laba (Rugi) Bersih 2.282 15.200 566 Net Income (Loss)
Marjin Laba Kotor 5,1% 4,9% -4 gross Proft margin
Marjin Laba Usaha 1,2% 2,5% 11 Operating Proft margin
Marjin Laba Bersih 0,4% 1,4% 3 Net Proft margin
Jumlah Aktiva 153.051 406.139 165 Total Assets
Jumlah Kewajiban 124.697 373.853 200 Total Liabilities
Ekuitas 5.523 32.286 485 Equity
Pengeluaran Modal 3.459 2.151 -38 Capital Expenditures
Analisis dan Pembahasan Manajemen Management’s Discussion and Analysis 123
Based on the above operational performance, the Oil and Gas
Downstream Services performance results in 2009 can be
summarized as follows:
Salah satu kompetensi pada bisnis jasa hilir migas yakni
manajemen SPBU telah menempatkan Perseroan melalui
anak perusahaan sebagai salah satu perusahaan terpercaya
dalam bidang ini.
One of the core competences of oil and gas upstream services
business, which is fuel station management, has positioned
the Company through its Subsidiary, as one of the most trusted
companies in its business sector.
Elnusa Laporan Tahunan 2009
PENGELOLAAN ASET LAPANGAN MIGAS
OIL & gAS FIELD ASSET mANAgEmENT

Perseroan mempunyai 1 anak perusahaan yang mengelola
lapangan gas dan 1 perusahaan asosiasi yang mengelola
lapangan minyak.
No Nama Blok
Name of
The Block
Masa Akhir Kontrak
Expire Date of Contract
Partisipasi
Participation
Mitra
Partners
Luas (m
2
)
Width (m
2
)
Operator Keterangan
Description
Nama
Name
Partisipasi
Participation
1 Bangkanai PSC 2033 50,01% Mitra Energi Bangkanai Ltd.
Bangkanai Petroleum (L) Bhd.
34,99%
15,00%
4.534 Elnusa
Bangkanai
Energy Ltd.
(EBE)
Eksplorasi
Lapangan gas
gas Field
Exploration
2 Ramba TAC 2010 60,00% Talisman (Sumatera) Ltd. 40,00% Elnusa
Tristar
Ramba Ltd.
(ETR)
Eksploitasi
Lapangan
Minyak
gas Field
Exploration
Elnusa Bangkanai Energy Ltd. (EBE)
EBE dimiliki 100% oleh Perseroan dengan direktur J.J. Pattinasarany.
Kegiatan usaha EBE adalah aktivitas eksplorasi dan eksploitasi. Struktur
permodalan berdasarkan share certifcate EBE yang diterbitkan
pada tanggal 4 Desember 2003, modal dasar EBE adalah sebesar
USD50.000 yang terbagi atas 50.000 saham masing-masing ber nilai
USD1 dan seluruh saham dimiliki oleh Perseroan. Melalui perjanjian
farm in agreement yang ditandatangani pada bulan Oktober 2004,
Perseroan menjual 49% kepemilikannya dari blok/wilayah kerja yang
dimiliki kepada Mitra Energi Bangkanai (“MEB”) dan pada tanggal 25
April 2006, Bangkanai Petroleum Berhad membeli 15% kepemilikan
atas blok/ wilayah kerja yang dimiliki oleh MEB.
Proposal POD Perseroan telah disetujui berdasarkan surat BPMIGAS
No.:492/BP00000/2006-S1 tanggal 25 Agustus 2006 berjudul
“Persetujuan POD Pertama Lapangan Kerendan”. Pengembangan
lapangan Kerendan membutuhkan 7 sumur terdiri atas 2 sumur
yang telah ada dan pengembangan 5 sumur baru; 4 sumur akan
mulai berproduksi pada tahun 2008 yang terdiri atas 2 sumur baru
serta 2 sumur yang telah ada saat ini, sisa 3 sumur akan mulai
berproduksi pada tahun 2017, 2018 dan 2022 menggunakan
fasilitas pengolahan gas dengan kapasitas 20 MMSCFD.
Permohonan perpanjangan pengalihan tersebut diajukan dengan
surat No.EBE.161/XI/2008 tanggal 3 November 2008. Perpanjangan
ini disetujui oleh BPMIGAS dengan surat No.0615/BP00000/2009/S1
tanggal 26 Juni 2009 mengenai Pengalihan Komitmen Pasti Kontrak
Tahun ke-3 ke kontrak tahun ke-Blok Bangkanai, Kalimantan. Pada
tahun ke-6 perusahaan masih belum bisa melaksanakan komitmen
Analisis dan Pembahasan Manajemen Management’s Discussion and Analysis 124
The Company has one subsidiary to run the management
operation of gas felds, and one associated company to manage
the oil felds.
Elnusa Bangkanai Energy Ltd. (EBE)
EBE is 100 percent or wholly owned by the Company, in which
the director function is served by J.J. Pattinasarany. EBE operational
activities encompass exploration and exploitation operations. The
capital structure based on EBE share certifcate EBE issued at 4
December 2003, the capital stock of EBE is totaling to USD50,000,
divided into 50,000 shares with the value of USD1 per share and the
whole equities are wholly owned by the Company. Through the farm
in agreement signed on October 2004, the Company sold 49% of its
ownership on the Company’s blocks/working areas to Mitra Energi
Bangkanai (“MEB”), and on 25 April 2006, Bangkanai Petroleum
Berhad bought 15% of its ownership on MEB’s blocks/working areas.
Company’s POD Proposal was duly approved based on BP
MIGAS letter No.:492/BP00000/2006-S1, dated 25 August 2006
concerning “First POD Agreement on Kerendan Field”. The
development of Kerendan feld requires 7 wells, consisted of
2 existing Wells and the development of new 5 wells; 4 wells
commenced their production in 2008 that comprises of 2 new
wells and 2 existing Wells, whereas the remaining 3 wells will start
to produce in the year 2017, 2018 and 2022, utilizing 20 MMSCFD
capacity gas processing facilities.

Request for extending the alteration was forwarded through the
Company’s letter No.EBE.161/XI/2008 dated 3 November 2008.
The extensión was approved by BP MIGAS with its letter No.0615/
BP00000/2009/S1 dated 26 June 2009 concerning The Alteration
of Contract Year 3 Fixed Commitment to Contract Year X of Blok
Elnusa 2009 Annual Report
pasti sehingga Perseroan mengajukan permohonan perpanjangan
pengalihan di tahun ke-7 (tahun 2010). Permohonan perpanjangan
pengalihan tersebut diajukan dengan surat No.EBE.111/XI/2009
tanggal 18 November 2009. Atas permohonan perpanjangan
pengalihan ini belum mendapat jawaban dari BPMIGAS.
Manajemen berkeyakinan bahwa permohonan perpanjangan
pengalihan komitmen pasti di tahun ke-7 (2010) akan mendapat
persetujuan dari BPMIGAS di tahun 2010.
Sampai dengan akhir tahun keenam (2009), ternyata ada beberapa
Komitmen Pasti yang belum terlaksana. Untuk memenuhi komitmen
tersebut, EBE pada tanggal 18 November 2009 telah mengajukan
permohonan pengalihan Komitmen Pasti ke tahun 2010 dan telah
disetujui oleh BP Migas melalui surat No. 0066/BPA0000/2010/S1
tanggal 11 Maret 2010, dan telah mengajukan rencana kerja dan
anggaran tahun 2010 (Work Program and Budget/WP&B) dan telah
disetujui oleh BP Migas pada tanggal 3 November 2009.
Pada tanggal 2 Desember 2009, EBE melakukan pemutusan terhadap
Farm-In Agreement yang membatalkan pengalihan working interest
kepada MEB dan BPB, dan EBE kembali menjadi pemilik 100% working
interest atas Blok Bangkanai. MEB dan BPB menolak mengakui
pemutusan. Melalui surat No.0040/BPE0000/2010/S0 tanggal
4 Februari 2010, BP Migas meminta EBE untuk menyelesaikan
perbedaan pendapat tersebut.
Elnusa Tristar Ramba Ltd. (ETR)
ETR merupakan badan usaha yang dibentuk oleh konsorsium Perseroan
dan Tristar Global Holdings Company berdasarkan hukum British Virgin
Islands pada tanggal 3 Juli 2007 dan telah mendapatkan Certifcate
of Corporate Afairs dengan No. Perusahaan 1415114 diterbitkan oleh
registration of Corporate Afairs British Virgin Island pada tanggal yang
sama. Pembentukan badan usaha ini berkaitan dengan transaksi akuisisi
lapangan minyak Blok Ramba (TAC) melalui mekanisme pembelian
100% saham Conocophillips Ramba Ltd. (“CPRL”) oleh ETR. Transaksi
akuisisi Blok Ramba ini baru saja terjadi pada tanggal 14 September 2007,
dimana kedudukan CPRL nantinya akan digantikan oleh ETR sebagai
pengelola lapangan Blok Ramba. Kegiatan usaha ETR yang dijalankan
saat ini adalah melakukan aktivitas pengelolaan dan pengoperasian Blok
Ramba eks CPRL dimana ETR berperan sebagai operator.
Analisis dan Pembahasan Manajemen Management’s Discussion and Analysis 125
Bangkanai, Kalimantan. On the 6th Year, the Company had not
been able to fulfll the fxed commitment, therefore the Company
proposed the alteration extensión to the 7th year (2010). Request to
alteration renewal was proposed by letter No.EBE.111/XI/2009 dated
18 November 2009. Todate no reply has been received from BP
MIGAS on the alteration renewal request. The management realizes
that the request for fxed commitment alteration renewal in the 7th
year (2010) will obtain approval from BP MIGAS accordingly in 2010.
Until the sixth year (2009), several Fixed Commitments were
not realized. To fulfill the commitment, EBE on 18 November
2009 submitted request for Fixed Commitment alteration
to the year 2010, and was approved by BP Migas as stated
on their letter No. 0066/BPA0000/2010/S1 dated 11 March
2010, and EBE subsequently forwarded Work Program and
Budget/WP&B Year 2010 and duly approved by BP Migas on
3 November 2009.
On 2 December 2009, termination was conducted by EBE to Farm-
In Agreement which cancelled their working interest alteration to
MEB and BPB, and made EBE to be the proprietor of 100% working
interest on Blok Bangkanai. MEB and BPB both decline to admit the
termination. Through letter No.0040/BPE0000/2010/S0 dated
4 February 2010, appeal has been made by BP Migas to EBE to
settle the disagreement.
Elnusa Tristar Ramba Ltd. (ETR)
ETR is a business entity established by the Company’s consortium
and Tristar Global Holdings Company, based on legal requirements
of British Virgin Islands on 3 July 2007, which have obtained
Certifcate of Corporate Afairs with the Company Establishment
1415114 issued by the registration of Corporate Afairs British
Virgin Island on the same date. The establishment of this business
corporation is related to the acquisition transaction of Blok Ramba
oil feld (TAC) through the mechanism of 100% Conocophillips
Ramba Ltd. (“CPRL”) shares purchase by ETR. The acquisition
transaction was only occurred on 14 September 2007, in which the
upcoming position of CPRL will be substituted by ETR that conducts
the managerial function of the Block Ramba feld. Operational
activities carried out by ETR todate is handling managerial as well
as operational accomplishments of ex CPRL Block Ramba, in which
ETR functioning as the operator.
Elnusa Laporan Tahunan 2009
Berdasarkan Register of Members tanggal 3 Juli 2007, pemegang
saham ETR terdiri dari:
PT Tristar Ramba Ltd
31 Desember 2008
31 December 2008
31 Desember 2009
31 December 2009
Nilai Nominal Saham USD1
Nominal Value Per Share USD1
Jumlah Saham
Amount of Shares
Nominal (USD) % Jumlah Saham
Amount of Shares
Nominal (USD) %
Modal Dasar Authorized Capital 50.000 50.000 50.000 50.000
Modal Ditempatkan & Disetor
Pemegang Saham
Issued & Shareholders’ Paid-up Capital
1. PT Elnusa Tbk
2.Tri star Global Holding Co.
25
75
25
75
25,00
75,00
25
75
25
75
25,00
75,00
Jumlah Modal Ditempatkan & Disetor Penuh
Total Issued & Fully Paid-up Capital
100 100 100,00 100 100 100,00
Jumlah Saham dalam Portepel
Total Portfolio of Shares
49.900 49.900 49.900 49.900
Susunan pengurusnya adalah sebagai berikut:
Jabatan Occupation Nama Name
Direktur Utama President Director
Direktur Director
Direktur Director
Direktur Director
Franciscus Dewana Darmapuspita
Aditya Wisnuwardana Seky Soeryadjaya
Bambang Nugroho
Muhammad Jauzi Arif
Blok ini memiliki lapangan minyak yang berproduksi yaitu Ramba,
Bentayan,Tempino, Mangunjaya, Kluang dan Tanjung Laban.
Realisasi total produksi selama tahun 2009 adalah mencapai 3.932
bopd, mengalami penurunan dibandingkan dengan tahun 2008
sebesar 4.384 bopd. Produksi ini dihasilkan dari 9 sumur.
Tipe Pekerjaan
Type of Work
Rencana 2009
Plan 2009
Realisasi 2009
Realization 2009
Keterangan
Description
Radial drilling 4 sumur/well 3 sumur/well Lapangan Ramba Ramba feld
Workover 5 sumur/well 6 sumur/well
2 sumur di Lapangan Bentayan
2 wells in Bentayan Field
4 sumur di Lapangan Tanjung Laban
4 wells in Tanjung Laban Field
Pada tanggal 10 Maret 2010, Perseroan menandatangani Perjanjian
Jual Beli Saham Bersyarat (CSPA) dengan Eurorich Group Ltd.
(Eurorich), British Virgin Islands. Berdasarkan CSPA tersebut, seluruh
kepemilikan saham Perseroan di ETR akan dijual ke Eurorich dengan
harga jual sebesar USD1 juta setelah semua persyaratan terpenuhi
selambat-lambatnya selama 60 (enam puluh) hari setelah tanggal
tersebut di atas. Hal ini membuat Perseroan tidak mengakui bagian
laba atas ETR di tahun 2009.
Analisis dan Pembahasan Manajemen Management’s Discussion and Analysis 126
Based on Registers of Members dated 3 July 2007, composition of
ETR shareholders conveys of:
Elnusa Tristra Ramba Ltd
Composition of the management board is as follows:
The Block owns productive oil felds, that consist of Ramba,
Bentayan,Tempino, Mangunjaya, Kluang and Tanjung Laban.
Realization of total production in 2009 recorded at 3,932 bopd,
experienced a decline compared to the year 2008 of 4,384 bopd.
The production is extracted from 9 wells.
On 10 March 2010, the Company signed CSPA agreement with
Eurorich Group Ltd. (Eurorich), British Virgin Islands. Based on the
CSPA, the entire Company’s stakes on ETR will be sold to Eurorich
at selling price levcl of USD1 million after all the requirmeents have
been fulflled at the latest within 60 (sixty) days after the date of
signing. This corporate action eventually leads to the exclusion of
the income on ETR by the Company in 2009.
Elnusa 2009 Annual Report
Tabel berikut ini merupakan ringkasan kinerja segmen Pengelolaan
Asset Lapangan Migas pada tahun 2009 yang dikonsolidasi oleh
Perseroan yaitu berasal dari EBE.
Pengelolaan Asset Lapangan Migas
Oil & gas Field Asset management
2008 2009 %
Beban Usaha (95) (1.163) 1.124 Operating Expenses
Laba (Rugi) Usaha (95) (1.163) 1.124 Income (Loss) from Operations
Laba (Rugi) Sebelum Manfaat
(Beban) Pajak Penghasilan
(460) (2.668) 480 Income (Loss) Before Tax Beneft
(Expense)
Laba (Rugi) Bersih (460) (2.668) 480 Net Income (Loss)
Jumlah Aktiva 20.719 31.565 52 Total Assets
Jumlah Kewajiban 21.128 34.338 63 Total Liabilities
Ekuitas (409) (2.773) 578 Equity
Analisis dan Pembahasan Manajemen Management’s Discussion and Analysis 127
The following table summarizes the performance of Oil & Gas Field
Asset Management sector in 2009 consolidated by the Company,
which is from EBE.
Operasi
Hydraulic
Workover
di lepas
pantai.
Elnusa Laporan Tahunan 2009
Pembahasan dan analisis berikut mengacu pada Laporan
Keuangan Konsolidasi Perseroan hasil dari proses audit yang
dilakukan oleh KAP Purwantono, Sarwoko & Sandjaja yang
diselesaikan pada 24 Maret 2010 untuk tahun-tahun yang berakhir
pada tanggal 31 Desember 2008 dan 2009 yang disajikan dalam
buku Laporan Tahunan ini. Laporan Keuangan Konsolidasian
ini disajikan berdasarkan prinsip akuntansi yang berlaku umum
(PSAK Indonesia) dan peraturan BAPEPAM-LK No. VIII.G.7 tentang
Pedoman Penyajian Laporan Keuangan. Mata uang pelaporan
keuangan konsolidasi adalah Rupiah. Dalam analisa ini nilai rupiah
dinyatakan dalam satuan jutaan.
Kinerja Laba Rugi (Dalam jutaan Rupiah)
2008 % 2009 % %
Pendapatan Usaha 2.543.913 100,0 3.662.331 100,0 44 Operating Revenues
Beban Pokok Pendapatan Usaha (2.149.039) -84,5 (3.119.303) -85,2 45 Cost of Operating Revenues
Laba Kotor 394.874 15,5 543.028 14,8 38 gross Proft
Beban Usaha (214.487) -8,4 (266.741) -7,3 24 Operating Expenses
Laba Usaha 180.387 7,1 276.287 7,5 53 Operating Proft
EBITDA 330.644 13,0 478.439 13,1 45 EBITDA
Beban lain-lain (6.857) -0,3 392.495 10,7 -5.824 Other Expense
Laba Sebelum Pajak 173.530 6,8 668.782 18,3 285 Income Before Tax
Beban Pajak Penghasilan (33.503) -1,3 (199.289) -5,4 495 Income Tax Expense
Hak Minoritas (6.255) -0,2 (3.260) -0,1 -48 minority Interest
Laba Bersih 133.772 5,3 466.233 13 249 Net Income
Pendapatan usaha Perseroan meningkat 44% dari Rp2,5 triliun
di tahun 2008 menjadi Rp3,6 triliun di tahun 2009 karena
peningkatan kapasitas operasi yang dilakukan dengan investasi
alat. Peningkatan pendapatan terbesar Perseroan diperoleh dari
kenaikan pendapatan dari segmen jasa hilir migas sebesar 90%
dan diikuti oleh jasa hulu migas terintegrasi sebesar 36%. Jasa hulu
migas terintegrasi masih menempati kontribusi tertinggi dari total
pendapatan yaitu sebesar 62%.
(Dalam jutaan Rupiah)
Pendapatan Usaha 2008 % 2009 % % Operating Revenues
Jasa Hulu Migas Terintegrasi 1.681.622 66 2.280.298 62 36 Integrated upstream oil and gas services
Jasa Hilir Migas 579.671 23 1.099.775 30 90 Downstream oil and gas services
Jasa Penunjang Hulu Migas 318.708 13 347.865 9 9 Upstream oil and gas supporting services
Eliminasi (36.088) -1 (65.607) -2 82 Elimination
Jumlah 2.543.913 100 3.662.331 100 44 Total
1. Jasa Hulu Migas Terintegrasi
Kelompok ini dioperasikan oleh 3 divisi operasi, yaitu Divisi
Geoscience Services (GSC), Divisi Drilling Services (EDS) dan
Divisi Oilfeld Services (OFS). Pengakuan pendapatan pada
kelompok ini dilakukan pada saat jasa yang bersangkutan
telah diberikan.
Analisis dan Pembahasan Manajemen Management’s Discussion and Analysis 128
The following discussion and analysis is based on the Company’s
Consolidated Financial Statements, resulted from the audit process
conducted by Purwantono, Sarwoko & Sandjaja Public Accountant
Firm duly accomplished on 24 March 2010 for the years ended at
31 December 2008 and 2009 as presented on this Annual Report.
This Consolidated Financial Statements have been prepared in
accordance with the Indonesian Generally Accepted Accounting
Principles (GAAP) or “PSAK Indonesia”and regulations from the Capital
Market and Financial Institution Supervisory Agency (BAPEPAM-LK)
No. VIII.G.7 on The Guidance of Financial Statements Presentation.
Denomination for the consolidated fnancial statements is in Rupiah.
In this analysis Rupiah value is stated in millions.
Proft and Loss Statement (In millions Rupiah)
The Company’s operating proft increased 44% from Rp2.5 trillion
in 2008 into Rp3.6 trillion in 2009, due to operational capacity
improvement carried out through equipment investment. The
largest Company’s revenue growth is derived from revenue increase
from downstream oil and gas services sector by 90% and followed by
integrated upstream oil and gas services sector by 36%. Integrated
upstream oil and gas services managed to retain its highest
contribution from total revenue of 62%.
(In milions Rupiah)
1. Integrated Upstream Oil and Gas Services
This group is operated by 3 operational divisions, consists of
Geoscience Services Division (GSC), Drilling Services Divison
(EDS) and Oilfeld Services Division (OFS). Acknowledgment on
the revenue of this group is conducted at the time the respected
service has been delivered.
Pembahasan atas Kinerja Keuangan
Financial Performance Analysis
Elnusa 2009 Annual Report
Kontribusi terbesar pendapatan usaha dari kelompok ini berasal
dari GSC dengan kontribusi sebesar 54,4%. Pertumbuhan
pendapatan sebesar 36% dari jasa ini berasal dari pertumbuhan
dari pendapatan GSC, EDS dan OFS masing-masing sebesar
52%, 12% dan 32%. Pertumbuhan yang signifkan dari jasa
hulu migas terintegrasi ini diperoleh dari peningkatan aktivitas
eksplorasi di tahun 2009, seiring dengan program pemerintah
untuk meningkatkan produksi migas nasional.
(Dalam jutaan Rupiah)
Jasa Hulu Migas Terintegrasi
Integrated Upstream Oil and gas
Services
2008 % 2009 %  %
GSC 813.530 48,4 1.240.573 54,4 52
EDS 490.511 29,2 550.682 24,1 12
OFS 352.821 21,0 465.150 20,4 32
EBM 24.760 1,5 23.893 1,0 -4
Jumlah 1.681.622 100,0 2.280.298 100,0 36
2. Jasa Penunjang Hulu Migas
Jasa kelompok ini diperoleh dari 3 anak perusahaan, yaitu PT
Purna Bina Nusa (PBN), PT Patra Nusa Data (PND) dan PT Sigma
Cipta Utama (SCU), serta 1 perusahaan asosiasi yaitu PT Patra
Telekomunikasi Indonesia (PKM). Untuk 3 anak perusahaan
yaitu PBN, PND dan SCU diakui pendapatannya oleh Perseroan
pada pendapatan usaha total karena kepemilikan Perseroan
yang mayoritas, sedangkan untuk 1 perusahaan asosiasi yaitu
PKM diakui sebesar porsi laba (rugi) bersih dari perusahaan
afliasi karena kepemilikan minoritas Perseroan. Pengakuan
pendapatan pada kelompok ini bergantung pada jenisnya,
yaitu untuk pekerjaan jasa penyimpanan diakui selama
masa perjanjian jasa penyimpanan, pekerjaan perdagangan
penunjang hulu migas diakui pada saat barang telah dikirim
kepada pelanggan, sedangkan pekerjaan jasa penunjangnya
diakui pada saat jasa tersebut telah diberikan.
(Dalam jutaan Rupiah)
Jasa Penunjang Hulu Migas
Supporting Upstream Oil and gas Services
2008 % 2009 %  %
PND 113.669 35,7 90.740 26,1 -20
SCU 98.875 31,0 96.564 27,8 -2
PBN 106.164 33,3 160.561 46,2 51
Jumlah 318.708 100 347.865 100 9
3. Jasa Hilir Migas
Jasa hilir migas Perseroan didapat dari 2 anak perusahaan,
yaitu PT Elnusa Petrofn (EPN) dan PT Elnusa Patra Ritel (EPR).
Pengakuan pendapatan terbagi atas jasa dan perdagangan,
dimana untuk pendapatan jasa diakui pada saat jasa tersebut
telah diberikan dan pendapatan dari perdagangan hilir migas
diakui pada saat barang telah dikirim kepada pelanggan.
Analisis dan Pembahasan Manajemen Management’s Discussion and Analysis 129
The largest operating revenue contribution from this group
comes from GSC with 54.4% contribution. Revenue growth
of 36% from this service is derived from revenue increase of
GSC, EDS and OFS respectively by 52%, 12% and 32%. This
signifcant growth of the integrated upstream oil and gas
services is due to the increasing exploration activities in 2009,
commensurate with the Government program to raise the
national oil and gas production.
(In milions Rupiah)
2. Supporting Upstream Oil and Gas Services
Benefciary services of this group is obtained from the 3 subsidiary
companies, including PT Purna Bina Nusa (PBN), PT Patra Nusa Data
(PND) and PT Sigma Cipta Utama (SCU), as well as 1 associated
company - PT Patra Telekomunikasi Indonesia (PKM). For the three
subsidiaries, PBN, PND and SCU, the Company acknowledged
their total operating revenue due to the Company’s majority
stake, whereas for one associated company – PKM, the Company
acknowledged its portion of net proft (loss) from the afliated
company due to the minority stake of Company’s ownership.
Acknowledgement of the revenue on this group is dependant on
the type, which is for storage services to be acknowledged as long
as the period agreement of the storage services, and trading on oil
and gas upstream supporting services to be acknowledged at the
time the goods have been delivered to the customers, whereas
for the supporting services to be acknowledged at the time the
respected services have been delivered.
(In milions Rupiah)
3. Oil and Gas Downstream Services
The Company’s downstream oil and gas services is gained from
the 2 companies, consisted of PT Elnusa Petrofn (EPN) and PT
Elnusa Patra Ritel (EPR). Acknowledgement of the revenue on
this group is divided to services and trading, which is revenue of
services to be acknowledged as long has been given and revenue
of trading on oil and gas downstream to be acknowledged at
the time the goods have been delivered to the customers.
Elnusa Laporan Tahunan 2009
Peningkatan pendapatan usaha sebesar 90% di EPN
disebabkan transformasi bisnis yang dilakukan, dimana tahun
2008 dikontribusikan dari ritel bahan bakar dan di tahun 2009
kontribusi pendapatan EPN terbesar berasal dari trading BBM
industri dan pengelolaan depo.
(Dalam jutaan Rupiah)
Jasa Hilir Migas
Oil and Gas Downstream Services
2008 % 2009 %  %
EPN 579.672 100,0 1.099.655 100,0 90
EPR - 0,0 120 0,0 N/A
Jumlah 579.672 100 1.099.775 100 90
Komposisi pendapatan usaha berdasarkan segmen pelanggan
adalah sebagai berikut :
(Dalam jutaan Rupiah)
Pendapatan Usaha 2008 % 2009 %  % Operating Revenues
Pelanggan eceran 345.117 13,6 186.524 5,1 -46 Retail customer
Kontrak Bagi Hasil 918.128 36,1 553.691 15,1 -40 Production Sharing Contract
PT Pertamina EP 612.268 24,1 990.492 27,0 62 PT Pertamina EP
PT Pertamina (Persero) 237.543 9,3 301.161 8,2 27 PT Pertamina (Persero)
PT Pertamina Gas 1.017 0,0 134.687 3,7 13144 PT Pertamina gas
PT Pertamina Geothermal Energy 19.854 1 154.593 4,2 679 PT Pertamina geothermal Energy
Perusahaan Swasta 435.474 17,1 1.394.783 38,1 220 Private Company
Instansi Pemerintah 10.600 0,4 12.007 0,3 13 government Institution
Eliminasi (36.088) -1,4 (65.607) -1,8 82 Elimination
Jumlah 2.543.913 100,0 3.662.331 100,0 44 Total
Beban Pokok Pendapatan
(Dalam jutaan Rupiah)
Beban Pokok 2008 % 2009 % % Cost Of
Perdagangan dan Distribusi 363.555 14,3 762.060 20,8 110 Trading and Distribution
Penjualan Manufaktur 92.886 3,7 146.359 4,0 58 Sales manufactur
Pendapatan Jasa 1.692.598 66,5 2.210.884 60,4 31 Contractual Services
Jumlah 2.149.039 84,5 3.119.303 85,2 45 Total
Beban pokok pendapatan meningkat 45% dibandingkan tahun
sebelumnya dari Rp2,15 triliun di tahun 2008 menjadi Rp3,1
triliun di tahun 2009. Sumber peningkatan terbesar berasal
dari peningkatan beban atas perdagangan dan distribusi yang
signifkan. Hal ini terjadi karena pertumbuhan pendapatan usaha
yang berasal jasa hilir migas yang signifkan yaitu BBM industri,
perdagangan speciality chemical dan commodity chemical.
Beban Usaha
Beban usaha meningkat 24% dari Rp214 miliar di tahun 2008
menjadi Rp266 miliar di tahun 2009. Peningkatan biaya ini berasal
dari peningkatan beban umum dan administrasi, yaitu biaya
asuransi dan biaya iklan dan promosi. Untuk beban penjualan
terjadi efsiensi yang cukup besar sekitar 2% secara total.
Analisis dan Pembahasan Manajemen Management’s Discussion and Analysis 130
Operating revenue increase of 90% in EPN was driven by its
conduct of business transformation, in which in 2008 was
contributed by retail fuel business, and in 2009 the largest EPS
contribution obtainable from the trading of industrial fuel and
depo management.
(In milions Rupiah)
Composition of operating revenue based on customer sector is
described below:
(In milions Rupiah)
Cost of Operating Revenue
(In millions Rupiah)
Cost of operating revenue increased 45% compared to the
previous year amount of Rp2.15 trillion in 2008 into Rp3.1 trillion
in 2009. The largest source of increase was due to the signifcant
rise in trading and distribution expenses. This is due to the
signifcant growth of operating revenue from downstream oil
and gas services, covering industrial fuel, and trading of speciality
chemical and commodity chemical.
Operating Expenses
Operating expenses increased 24% from Rp214 billion in 2008 into Rp266
billion in 2009. The rise of expenses was due to the increase of general
and administration expenses, comprises of insurance expenses and
promotional and advertising expenses. With regard to sales expenses, a
substantial efciency was achieved at around 2% in total.
Elnusa 2009 Annual Report
(Dalam jutaan Rupiah)
Beban Penjualan 2008 % 2009 %  % Selling Expenses
Representasi dan sumbangan 2.956 0,12 1.093 0,03 -63 Representation and donation
Gaji, upah dan kesejahteraan karyawan 3.724 0,15 3.077 0,08 -17 Salaries, wages and employees’ benefts
Transportasi dan perjalanan dinas 818 0,03 430 0,01 -47 Transportation and travelling
Iklan dan promosi 732 0,03 552 0,02 -25 Advertising and promotions
Lain-lain 1.233 0,05 4.113 0,11 234 Others
Jumlah 9.463 0,37 9.265 0,25 -2 Total
Beban Umum
dan Administrasi
2008 % 2009 % % general and
Administration Expenses
Gaji, upah dan kesejahteraan karyawan 120.229 4,7 129.094 3,5 7 Salaries, wages and employees' benefts
Jasa teknik dan profesional 13.350 0,5 31.693 0,9 137 Technical and professional fees
Penyusutan dan amortisasi 14.846 0,6 17.235 0,5 16 Depreciation and amortization
Penyisihan piutang ragu-ragu 9.823 0,4 14.050 0,4 43 Provision for doubtful accounts
Sewa 9.551 0,4 11.839 0,3 24 Rent
Utilitas 9.316 0,4 11.662 0,3 25 Utilities
Asuransi 1.107 0,0 11.199 0,3 912 Insurances
Transportasi dan perjalanan dinas 6.220 0,2 6.489 0,2 4 Transportation and travelling
Penurunan nilai aset tetap - 0,0 4.065 0,1 N/A Impairment of property and equipment
Perlengkapan kantor 3.520 0,1 4.050 0,1 15 Offce supplies
Representasi dan sumbangan 2.031 0,1 3.658 0,1 80 Representation and donation
Pos dan telekomunikasi 4.246 0,2 2.875 0,1 -32 Postage and telecommunication
Iklan dan promosi 732 0,0 2.247 0,1 207 Advertising and promotions
Fasilitas kantor 2.890 0,1 2.104 0,1 -27 Offce facilities
Pelatihan dan seminar 1.314 0,1 1.750 0,0 33 Training and seminar
Proyek 826 0,0 1.371 0,0 66 Projects
Persediaan usang 1.441 0,1 55 0,0 -96 Provision for inventory obsolence
Lain-lain 3.582 0,1 2.040 0,1 -43 Others
Jumlah 205.024 8,1 257.476 7,0 26 Total
Peningkatan biaya asuransi disebabkan oleh Perseroan yang telah
mengasuransikan persediaan barang dagangan, aset tetap dan
properti investasi, dengan rincian sebagai berikut :
• Persediaan barang dagangan diasuransikan dengan nilai
pertanggunan sebesar Rp3 miliar pada PT Asuransi Jasa
Indonesia (Persero) dan PT Asuransi Allianz Utama Indonesia.
Persediaan barang kebutuhan proyek yang berada di gudang
milik Perseroan termasuk dalam perlindungan asuransi bersama-
sama dengan aset tetap, sementara yang berada di lokasi proyek
termasuk dalam perlindungan Combined Liability Insurance.
• Aset tetap diasuransikan atas semua risiko dengan nilai
pertanggungan sekitar Rp456,2 miliar dan USD162,2 juta
pada beberapa perusahaan asuransi. Asuransi bangunan
juga mencakup persediaan barang kebutuhan proyek yang
berada di gudang milik Perseroan.
Analisis dan Pembahasan Manajemen Management’s Discussion and Analysis 131
The insurance expenses increase was caused by the Company’s
conduct of insuring the inventories of goods sold, fxed assets and
investment properties, with the following details:
• Inventories of goods sold were insured with a coverage value
of Rp3 billion at PT Asuransi Jasa Indonesia (Persero) dan PT
Asuransi Allianz Utama Indonesia. Stock inventory of projects
available in the Company’s own storage, including mutual
insurance coverage with the fxed assets, whereas those
available in project locations included in the Combined Liability
Insurance protection.
• Fixed assets were insured against all risks with coverage
value of around Rp456.2 billion and USD162.2 million
in several insurance companies. Building insurance also
covered stock inventory of the projects available in the
Company’s owned storages.
(In milions Rupiah)
Elnusa Laporan Tahunan 2009
• Properti investasi diasuransikan atas semua risiko
dengan nilai pertanggungan Rp34,5 miliar pada PT
Tugu Pratama I ndonesia.
Laba Usaha dan Marjin Usaha
Hasil dari uraian beberapa hal diatas menyebabkan terjadi
peningkatan laba usaha Perseroan dari Rp180,4 miliar di tahun
2008 menjadi Rp276,3 miliar di tahun 2009 atau sebesar 53%.
Marjin laba usaha juga mengalami peningkatan dari 7,1% menjadi
7,5% di tahun 2009.
Pendapatan (Beban) Lain-lain
(Dalam jutaan Rupiah)
Penghasilan (Beban) Lain-Lain 2008 % 2009 % % Other Income (Charges)
Beban keuangan (58.987) -2,3 (92.958) -2.5 58 Financing cost
Beban pajak (20.328) -0,8 (26.308) -0.7 29 Tax expenses
Laba atas penjualan aktiva tetap 15.402 0,6 (1.101) 0.0 -107 gain on sale of assets
Rugi selisih kurs - bersih (30.818) -1,2 43.063 1.2 -240 Loss on foreign exchange
Penghasilan bunga 12.472 0,5 20.014 0.5 60 Interest income
Rupa-rupa bersih 4.719 0,2 (27.835) -0.8 -690 Other charges
Laba penjualan penyertaan saham 7.715 0,3 437.825 12.0 N/A gain on sale of investment
Bagian atas laba bersih Equity in net earnings
perusahaan asosiasi 62.968 2,5 39.795 1.1 -37 of associated companies
Jumlah (6.857) -0,3 392.495 10.7 -5,824 Total
Pada pendapatan lain-lain terjadi peningkatan yang signifkan dari
penjualan PT Infomedia Nusantara pada tanggal 30 Juni 2009 kepada
PT Multimedia Nusantara dengan laba penjualan sebesar Rp437,2
miliar dari nilai jual sebesar Rp598 miliar, dan penjualan PT Jabar Energi
pada tanggal 2 Desember 2009 kepada PT Jasa Sarana dengan laba
penjualan sebesar Rp535,3 juta dari nilai jual sebesar Rp490 juta.
Selain itu, pendapatan lain-lain yang diperoleh dari bagian laba
bersih perusahaan asosiasi didapat dari:
(Dalam jutaan Rupiah)
Laba Bersih Asosiasi
Net income of the associated
companies
2008 % 2009 % %
IMN 54.229 86% 36.570 92% -33%
PKM 2.001 3% 3.460 9% 73%
JBE (137) 0% (235) -1% 72%
ETR 6.875 11% - 0% N/A
Jumlah 62.968 100% 39.795 100% -37%
Laba bersih asosiasi yang diakui atas IMN untuk tahun 2009 untuk
penyertaan sampai dengan Juni 2009.
Analisis dan Pembahasan Manajemen Management’s Discussion and Analysis 132
• Investment properties insured against all risks with coverage
value of Rp34.5 billion at PT Tugu Pratama Indonesia.
Operating Income and Proft Margin
Results from the above elaboration on several matters led to
the increase of Company’s operating income from Rp180.4
billion in 2008 into Rp276.3 billion in 2009 or 53%. Operating
profit margin also experienced an increase from 7.1% into
7.5% in 2009.
Other Revenue (expenses)
(In milions Rupiah)
Significant increase occured on other revenue from the
divestment of PT Infomedia Nusantara on 30 June 2009
to PT Multimedia Nusantara, with sales income of Rp437.2
billion from the sales value of Rp598 billion, and divestment
of PT Jabar Energi on 2 December 2009 to PT Jasa Sarana
with sales income of Rp535.3 million from the sales value of
Rp490 million.
Apart from that, other revenue from net income portion of the
associated companies was derived from:
(In milions Rupiah)
The acknowledged net income of the associated company on
IMN for the year 2009 for the participation until June 2009.
Elnusa 2009 Annual Report
Untuk beban lain-lain peningkatan terbesar terjadi pada
beban keuangan karena penambahan hutang dari pinjaman
sindikasi dan perbankan lainnya untuk investasi alat dan
modal kerja, sedangkan pengurangan terbesar berasal dari
laba selisih kurs yang berubah 240% karena apresiasi Rupiah
terhadap Dolar AS.
Laba Sebelum Pajak dan Marjin Laba
Sebelum Pajak
Laba sebelum pajak meningkat signifkan dari Rp173,5
miliar di tahun 2008 menjadi Rp668,8 miliar di tahun 2009
yang disebabkan laba penjualan penyertaan saham sebesar
Rp437,8 miliar. Jika laba tersebut dikeluarkan maka peningkatan
terjadi sebesar 33% menjadi sebesar Rp231 miliar.
Beban Pajak Penghasilan
Beban pajak penghasilan meningkat sebesar 494% dari Rp33,5
miliar menjadi Rp199,3 miliar di tahun 2009 sejalan dengan
peningkatan laba sebelum pajak karena penjualan penyertaan
saham dan peningkatan perolehan laba dari operasi.
Hak Minoritas Atas Laba Bersih Anak
Perusahaan Dikonsolidasi
Hak minoritas atas laba bersih anak perusahaan dikonsolidasi
menurun menjadi Rp3,26 miliar atau 52% dari Rp6,25 miliar,
terbesar dari penurunan kinerja pada kelompok jasa penunjang
migas (dimana Perseroan menjadi pemegang saham mayoritas).
Laba Bersih dan Marjin Laba Bersih
Berdasarkan hal-hal tersebut diatas, maka laba bersih meningkat
248% dari Rp133,7 miliar di tahun 2008 menjadi Rp466,2 miliar di
tahun 2009. Marjin laba bersih turut meningkat dari 5,3% di tahun
2008 menjadi 12,7% di tahun 2009.
Informasi keuangan yang telah dilaporkan
yang mengandung kejadian yang sifatnya
luar biasa dan jarang terjadi
Di tahun 2009 Perseroan telah melaporkan transaksi yang
mengandung kejadian yang sifatnya luar biasa dan jarang
terjadi berupa pelepasan kepemilikan Perseroan di PT Infomedia
Nusantara kepada PT Multimedia Nusantara. Para pemegang
Analisis dan Pembahasan Manajemen Management’s Discussion and Analysis 133
For other expenses the largest increase experienced on the fnancial
expenses due to the addition of debts from syndicated loans
and other banking institutions for the investment of equipment
and working capital, whereas the largest deduction came from
diference of exchange rate which changed 240% due to the
appreciation of Rupiah against US Dollar.
Income Before Tax and Proft Margin Before
Tax
Income before tax increased significantly from Rp173.5
billion in 2008 into Rp668.8 billion in 2009, that was due to
income from stock divestment of Rp437.8 billion. Providing
exclusion of the income, it caused an increase of 33% into a
total of Rp231 billion.
Income Tax Expenses
Income tax expenses increased 494% from Rp33.5 billion into
Rp199.3 billion in 2009 commensurate with the increase of
income before tax due to divestment of participatory stocks and
increase of proceedings from operating income.
Minority Interest on Net Income of
Consolidated Subsidiaries
Minority interest on consolidated net income of subsidiary companies
degraded into Rp3.26 billion or 52% from Rp6.25 billion, the largest
amongst performance decline in the oil and gas supporting services
(in which the Company becomes the majority shareholders).
Net Income and Proft Margin
Based on the above matters, net income increased 248%
from Rp133.7 billion in 2008 into Rp466.2 billion in 2009. Net
profit margin also increased from 5.3% in 2008 into 12.7%
in 2009.
financial information which has reported as
an extraordinary and rare event.
In the year 2009 the Company reported transactions
containing extraordinary and rare events such as the
release of company ownership in PT Infomedia Nusantara
to PT Multimedia Nusantara. The shareholders agreed to
Pendapatan Usaha Perseroan meningkat sebesar 44% dari tahun lalu seiring dengan
peningkatan kapasitas dan utilisasi alat produksi.
The Company’s Operating Revenue increases 44% from the previous year commensurate with the
improving capacity and production equipment utilization.
Elnusa Laporan Tahunan 2009
saham Perseroan menyetujui untuk melepas saham sebanyak
105.800.000 saham dengan nilai jual Rp 598 Miliar. Laba Perseroan
sebesar Rp437,3 miliar di catat sebagai bagian dari ”Penghasilan
Lain-lain – Laba Penjualan Penyertaan Saham” pada Laporan Laba
Rugi Konsolidasi tahun 2009.
Dampak Perubahan Harga Terhadap
Penjualan, Pendapatan Bersih Perusahaan
atau Laba Operasi Perusahaan
Selama tahun 2009 tidak terdapat perubahan harga yang signifkan
yang telah mempengaruhi penjualan, pendapatan bersih ataupun
laba operasi perusahaan.
Kinerja Aktiva
Pada tahun 2009, total aktiva konsolidasi meningkat signifkan
sebesar 27% dari Rp3,3 triliun menjadi Rp4,2 triliun. Hal ini terutama
disebabkan oleh peningkatan aktiva lancar yang meningkat 57%
karena peningkatan kas yang diterima dan persediaan.
(Dalam juta Rupiah)
2008 % 2009 % %
AKTIVA LANCAR CURRENT ASSETS
Kas dan setara kas 401.120 12,1 1.124.202 26,7 180 Cash and equivalents
Investasi jangka pendek - - 75.000 1,8 N/A Short-term investment
Piutang usaha - bersih 779.325 23,5 848.743 20,2 9 Trade receivables-net
Piutang lain -lain 41.195 1,2 41.757 1,0 1 Other receivables
Persediaan 74.609 2,3 83.800 2,0 12 Inventories
Uang muka 181.097 5,5 200.118 4,8 11 Advances
Pajak pertambahan nilai dibayar dimuka 133.334 4,0 167.648 4,0 26 Prepaid value added taxes
Biaya dibayar dimuka 8.802 0,3 6.758 0,2 -23 Prepaid expenses
Jumlah aktiva lancar 1.619.482 48,8 2.548.026 60,5 57 Total current assets
Aset tetap 1.213.210 36,6 1.332.583 31,6 10 Property & equipment
Properti investasi 81.190 2,4 80.739 1,9 -1 Investment property
Aktiva lain-lain 401.851 12,1 29.073 5,9 -38 Other assets
Total Aktiva 3.315.733 100 4.210.421 100 27 Total Assets
Aktiva lancar Perseroan meningkat 57% menjadi Rp2,5 triliun,
terutama disebabkan oleh peningkatan kas dan setara kas sebesar
180% dan pajak pertambahan nilai dibayar dimuka sebesar 26%,
dimana kontribusi kas dan setara kas dan pajak pertambahan
nilai dibayar dimuka terhadap total aktiva masing-masing sebesar
26,7% dan 4%. Saldo kas yang meningkat ini disebabkan beberapa
proyek dan pekerjaan yang operasinya masih berjalan diantara
akhir tahun 2009 sampai dengna awal tahun 2010 sehingga masih
memerlukan modal kerja operasi dan belum digunakannya hasil
divestasi perusahaan asosiasi yang dimiliki Perseroan sebelumnya.
Pada akhir tahun 2009 dan 2008, komposisi kas dan setara kas dalam
mata uang asing masing-masing sebesar 35% dan 69% terutama
Analisis dan Pembahasan Manajemen Management’s Discussion and Analysis 134
sell its stock of 105,800,000 shares with a trading value of
Rp 598 billion. Company Earnings amounted to Rp437, 3
billion recorded as part of "Other Income - Gain on sale of
Investment Shares" in the Consolidated Income Statement
in 2009.
Impact of Price Changes on Company’s Sales,
Net Income or Operating Proft Companies
During the year 2009 there were no significant price
changes that have affected the company's net sales,
revenues or operating profit.
Assets Performance
In 2009, total consolidates assets increased signifcantly by
27% from Rp3.3 trillion into Rp4.2 trillion. The achievement was
mostly due to the increase of current assets which raised 57%
as a result of the improvement of cash revenue and inventories.
(In milions Rupiah)
The Company’s current assets increased 57% into Rp2. 5
trillion, mostly due to the increase of cash and cash
equivalent of 180% and pre-paid value-added tax of
26%, in which contribution of cash and cash equivalent
and pre-paid value-added tax againsttotal assets was
respectively 26. 7% and 4%. The increase of cash balance
was caused by running operation of several projects
and assignments, from end of year 2009 to early 2010,
requiring operating working capital and the fact that
divestment proceedings.
By end of 2009 dan 2008, composition of cash and cash
equivalent in foreign exchange was respectively 35% and 69%,
Elnusa 2009 Annual Report
dalam Dolar AS dan Dolar Singapura. Pergerakan nilai tukar Rupiah
terhadap mata uang asing pada tahun tersebut mempengaruhi
nilai dari kas dan setara kas Perseroan. Ringkasan kas dan setara kas
Perseroan adalah sebagai berikut:
(Dalam jutaan Rupiah)
2008 2009 %
Kas Cash
Rupiah 3.231 2.822 -13 Indonesian Rupiah
Dolar AS - 31 N/A US Dollar
Dolar Singapura - 2 N/A Singapore Dollar
Bank Bank
Rupiah 91.104 224.724 147% Indonesian Rupiah
Dolar AS 196.877 418.206 112% US Dollar
Dolar Singapura 105 7 -93% Singapore Dollar
Setara Kas Cash equivalents
Rupiah 33.153 505.000 1423 Indonesian Rupiah
Dolar AS 76.650 48.410 -37 US Dollar
Komposisi aktiva lancar lainnya yang paling besar adalah piutang
usaha yang meskipun besaran di tahun 2009 hanya meningkat
sebesar 9% dari tahun 2008, tetapi komposisi di tahun 2009
mencapai 20,2% terhadap total aktiva. Jika melihat dari analisa
umur piutang usaha maka sebagian besar masih berada dibawah
31 hari, yaitu tahun 2008 sebesar 70,2% dan tahun 2009 sebesar
89,4%, dengan detil sebagai berikut:
(Dalam jutaan Rupiah)
2008 % 2009 % %
<31 hari 547.448 70,2 758.752 89,4 39 <31 days
31 - 60 hari 68.771 8,8 23.881 2,8 -65 31 - 60 days
61 - 90 hari 60.432 7,8 18.360 2,2 -70 61 - 90 days
91 - 180 hari 35.764 4,6 14.444 1,7 -60 91 - 180 days
> 180 hari 114.967 14,8 85.327 10,1 -26 > 180 days
penyisihan piutang ragu-ragu (48.057) -6,2 (52.021) -6,1 8 Allowance for doubtful accounts
Jumlah 779.325 100 848.743 100 9 Total
Berdasarkan penelaahan atas keadaan akun masing-masing
piutang pada akhir tahun, Manajemen berpendapat bahwa
penyisihan piutang ragu-ragu sebesar Rp52 miliar pada tahun
2009 yang meningkat 8% dibandingkan tahun lalu tersebut
adalah cukup untuk menutup kemungkinan kerugian atas tidak
tertagihnya piutang usaha.
Piutang usaha ini digunakan oleh Perseroan sebagai jaminan atas
fasilitas kredit yang diperoleh dari beberapa bank.
Analisis dan Pembahasan Manajemen Management’s Discussion and Analysis 135
mostly in US Dollar and Singapore Dollar. The fuctuation of
Rupiah exchange rate against foreign denominations during
the year had afected the value of cash and cash equivalent
of the Company. Summary of cash and cash equivalent of the
Company is as follows.
(In milions Rupiah)

The largest composition of other current assets was trade
receivables, which even though in 2009 only increased by
9% from the year 2008, however the composition in 2009
achieved 20.2% from total assets. In view of maturity date
analysis of the operating receivables therefore most of
them were below 32 days, which is 70.2% in 2008 and 89.4%
in 2009, described as follows:
(In milions Rupiah)
Based on the review of each operating receivable account
condition at end of the year, the management concluded that
the allocation of doubtful accounts of Rp52 billion in 2009, which
increased 8% compared to the preceding year, is sufcient for
covering the probability of losses on the unsettlement of the
operating receivables.
These operating receivables are used by the Company
as collaterals on loan facility obtainable from several
banking institutions.
Elnusa Laporan Tahunan 2009
Analisis dan Pembahasan Manajemen Management’s Discussion and Analysis 136
Aktiva per segmen adalah sebagai berikut:
(Dalam jutaan Rupiah)
Aktiva 2008 2009 % Assets
Jasa Hulu Migas Terintegrasi 3.104.178 3.705.436 19 Integrated upstream oil and gas services
Jasa Hilir Migas 153.051 406.139 165 Downstream oil and gas services
Jasa Penunjang Hulu Migas 346.752 327.123 -6 Upstream oil and gas supporting services
Pengelolaan Lapangan Migas 20.719 31.565 52 Oil and gas asset management
Eliminasi (306.884) (259.842) -15 Elimination
Total Aktiva 3.317.816 4.210.421 27 Total Assets
Kinerja Kewajiban dan Ekuitas
(Dalam jutaan Rupiah)
2008 % 2009 % %
KEWAJIBAN LANCAR CURRENT LIABILITIES
Pinjaman jangka pendek 351.376 10,6 329.203 7,8 -6 Short-term loans
Hutang usaha 301.598 9,1 532.293 12,6 76 Trade payables
Hutang lain-lain 37.240 1,1 41.655 1,0 12 Other payables
Hutang pajak 103.967 3,1 173.841 4,1 67 Taxes payables
Uang muka pelanggan 37.125 1,1 38.032 0,9 2 Advances from customers
Biaya masih harus dibayar 224.823 6,8 360.368 8,6 60 Accrued expenses
Pendapatan ditangguhkan 3.020 0,1 5.160 0,1 71 Deferred income
Kewajiban jangka panjang jatuh
tempo
104.233 3,1 180.638 4,3 73 Current maturities of long term debts
Jumlah Kewajiban Lancar 1.163.382 35,1 1.661.190 39,5 43 Current Liabilities
KEWAJIBAN TIDAK LANCAR NON-CURRENT LIABILITIES
Kewajiban jangka panjang 461.852 13,9 476.754 11,3 3 Long term liabilities
Kewajiban tidak lancar lainnya 60.490 1,8 148.224 3,5 145 Other non-current liabilities
Jumlah Kewajiban 1.685.724 50,8 2.286.168 54,3 36 Total Liabilities
Hak minoritas 18.259 0,6 14.575 0,3 -20 minority interest
EKUITAS EQUITY
Saldo laba ditahan 476.977 14,4 772.480 18,3 62 Retained earnings
Ekuitas 1.613.833 48,7 1.909.678 45,4 18 Equity
TOTAL KEWAJIBAN DAN EKUITAS 3.317.816 100,0 4.210.421 100 27 TOTAL LIABILITIES & EQUITY
Kewajiban Perseroan pada tahun 2009 meningkat 36% yang dipicu
oleh kenaikan kewajiban lancar yaitu, peningkatan hutang usaha
sebesar 76%, peningkatan pendapatan ditangguhkan sebesar 71%
dan peningkatan kewajiban jangka panjang jatuh tempo sebesar
73%. Peningkatan kewajiban tidak lancar sebagian besar berasal dari
peningkatan hutang pihak yang mempunyai hubungan istimewa,
dalam hal ini adalah hutang dividen kas interim tahun buku 2009.
Peningkatan kewajiban jangka panjang sebesar 16% berasal dari
PT Bank Danamon Indonesia Tbk Divisi Syariah dan Nantixis Perancis
untuk peningkatan kapasitas alat. Selain hal-hal diatas, terjadi pula
peningkatan kewajiban dari anak perusahaan yaitu dari PT Bank
Muamalat Indonesia Tbk untuk modal kerja bisnis transportir EPN.
Perseroan juga mempunyai hutang sewa dengan PT Hewlett-
Packard Finance Indonesia dan PT Orix Indonesia Finance untuk
pembelian komputer, kendaraan serta mesin dan peralatan.
Assets per segment is as follows:
(In milions Rupiah)
Liabilities and Equity Performance
(In milions Rupiah)
The Company’s liabilities in 2009 increased 36% driven by the
increase of current liabilities, such as increase of trade payable
of 76%, increase of deferred revenue of 71% and increase of
mature long-term liabilities of 73%. The increase of non-current
maturities of long term debts were mostly from increase of
loan from the related parties, in this case interim cash dividend
loan for the fiscal year 2009.
The increase of long-term liabilities of 16% was from PT Bank
Danamon Indonesia Tbk Sharia Division and Nantixis – France,
for improving the equipment capacity. Apart from the above
matters, there was increasing liabilities from the subsidiary
company, which was from PT Bank Muamalat Indonesia Tbk for
EPN working capital in transportation business. The Company
aslso had leasing loan with PT Hewlett-Packard Finance
Indonesia and PT Orix Indonesia Finance for the purchase of
computers, vehicles as well as machineries and equipments.
Elnusa 2009 Annual Report
Analisis dan Pembahasan Manajemen Management’s Discussion and Analysis 137
Rincian kewajiban berbunga Perseroan adalah sebagai berikut:
(Dalam jutaan Rupiah)
2008 % 2009 % %
Sindikasi 602.107 61,0 599.464 65,3 -0.4
Danamon 208.532 21,1 137.404 15,0 -34
Natixis 106.847 10,8 68.261 7,4 -36
BNI 28.640 2,9 29.304 3,2 2
Ch inatrust 12.468 1,3 16.970 1,8 36
Deautshe Bank - 0,0 22.729 2,5 N/A
Muamalat 6.935 0,7 2.592 0,3 -63
Bukopin - 0,0 319 0,0 N/A
Sewa Pembiayaan 21.066 2,1 40.418 4,4 92
Jumlah 986.595 100 917.461 100 -7
Komposisi pinjaman jangka pendek dalam mata Dolar AS untuk
akhir tahun 2009 dan 2008 masing-masing sebesar 91% dan 92%,
sedangkan untuk komposisi pinjaman jangka panjang untuk
akhir tahun 2009 dan 2008 masing-masing sebesar 98% dan
99%. Pergerakan nilai tukar Rupiah terhadap mata uang asing
pada tahun tersebut mempengaruhi nilai dari kas dan setara kas
Perseroan. Ringkasan kewajiban Perseroan pada bank dan leasing
company adalah sebagai berikut:
(Dalam jutaan Rupiah)
2008 2009 %
Pinjaman Jangka Pendek Short-Term Liabilities
Rupiah 27.750 27.750 0 Indonesian Rupiah
Dolar AS 323.626 301.453 -7 USD Dollar
Pinjaman Jangka Panjang Long-term Liabilities
Rupiah 4.881 7.826 60 Indonesian Rupiah
Dolar AS 561.205 628.500 12 USD Dollar
Dari keseluruhan pinjaman jangka panjang pada tahun 2009 maka
pembayaran yang dijadwalkan pada tahun 2010, 2011, 2012, 2013
dan 2014 adalah Rp165,9 miliar, Rp165,8 miliar, Rp159,3 miliar,
Rp107 miliar dan Rp38,2 miliar.
Walaupun terjadi peningkatan hutang, namun neraca Perseroan
masih tergolong sehat, dengan tingkat leverage yang masih
konservatif dan arus kas yang masih cukup memadai.
Details of Company’s interest incurred liabilities are described
below:
(In millions Rupiah)
Composition of short-term liabilities in US Dollar denomination
at end of 2009 and 2008 was respectively 91% and 92%, whereas
composition of long-term liabilities at end of 2009 and 2008 was
respectively 98% and 99%. Fluctuation of Rupiah exchange rate
to foreign currencies during the year had afected the value
of cash and cash equivalent of the Company. Summary of the
Company’s liabilities in bank and leasing company is as follows:
(In millions Rupiah)
From the overall long-term liabilities in 2009, the scheduled
settlement for the year 2010, 2011, 2012, 2013 and 2014 is
respectively amounted to Rp165.9 billion, Rp165.8 billion,
Rp159.3 billion, Rp107 billion, and Rp38.2 billion.
Eventhough the loan increased, however the Company’s balance
sheets was regarded as sound along with a conservative level of
leverage and sufcient cash fow.
Elnusa Laporan Tahunan 2009
Ringkasan kewajiban per segmen adalah sebagai berikut:
(Dalam jutaan Rupiah)
Kewajiban 2008 2009 % Liabilities
Jasa Hulu Migas Terintegrasi 1.513.176 1.795.758 19 Integrated upstream oil and gas services
Jasa Hilir Migas 124.697 373.853 200 Downstream oil and gas services
Jasa Penunjang Hulu Migas 272.756 239.214 -12 Upstream oil and gas supporting services
Pengelolaan Lapangan Migas 21.128 34.338 63 Oil and gas asset management
Eliminasi (246.033) (156.995) -36 Elimination
Total Kewajiban 1.685.724 2.286.168 36 Total Liabilities
Jumlah ekuitas meningkat sebesar Rp295,8 miliar atau 18% dari Rp1,6
triliun di tahun 2008 terutama disebabkan dengan peningkatan laba
bersih Perseroan sebesar Rp466,2 miliar yang diimbangi dengan dividen
tunai sebesar Rp170,8 miliar. Dividen tunai tersebut berasal dari :
• Pembagian dividen kas dari laba bersih tahun buku 2008
berdasarkan RUPS Tahunan dan Luar Biasa yang diaktakan
dengan Akta Notaris Aulia Taufani, SH (pengganti Notaris
Sutjipto, SH, MKn), No. 28 tanggal 6 Mei 2009 sejumlah
Rp26,8 miliar.
• Pembagian dividen kas interim tahun buku 2009 berdasarkan
Rapat Direksi dan Komisaris tanggal 10 Desember 2009
sebesar Rp144 miliar.
Pada bulan 13 Oktober 2008 sampai dengan 13 Januari 2009,
Perseroan melakukan buy back saham (treasury stock) yang
tercatat di BEI sebanyak 99.738.000 saham dengan harga
perolehan sebesar Rp14,72 miliar.
Analisis dan Pembahasan Manajemen Management’s Discussion and Analysis 138
Summary of liability per segment is as follows:
(In millions Rupiah)
Jasa penunjang
hulu migas:
operasi jasa data
manajemen.
Oil and gas
upstream
supporting
services:
management data
service operation.
Total equity increased Rp295.8 billion or 18% from Rp1.6 trillion
in 2008 which was mostly due to the increase of Company’s
net income of Rp466.2 billion, compensated by cash dividend
amount of Rp170.8 billion. The cash dividend was gained from:
• Cash dividend distribution from net income of the fscal
year 2008 based on the Annual and Extraordinary GMS, duly
acted by the Notarial Deed of Aulia Taufani, SH (substitute
of Notary Sutjipto, SH, MKn), No. 28 dated 6 May 2009
amounted to Rp26.8 billion.
• Distribution of interim cash dividend for the fscal year 2009,
based on the Board of Directors and Commissioners’ meeting
on 10 December 2009 amounted to Rp144 billion.
On 13 October 2008 up to 13 January 2009, the Company
conducted shares buy back saham (treasury stock) registered at
the Indonesian Stock Exchange (IDX) amounted to 99,738,000
shares, with the proceedings price of Rp14.72 billion.
Elnusa 2009 Annual Report
Analisis dan Pembahasan Manajemen Management’s Discussion and Analysis 139
Modal Kerja
Modal kerja bersih merupakan selisih antara aktiva lancar dengan
kewajiban lancar, dimana pada tahun 2008 modal kerja bersih
sebesar Rp456,1 miliar dan meningkat 94% pada tahun 2009
menjadi Rp886,8 miliar. Peningkatan ini terutama disebabkan
peningkatan persediaan dan kas dan setara kas, sehingga
membuat peningkatan aktiva lancar sebesar 57% tetapi kewajiban
lancar hanya meningkat sebesar 43%.
Likuiditas dan Sumber Pendanaan
Berdasarkan analisa risiko yang dilakukan terhadap Perseroan, maka
faktor penting dalam penentuan likuiditas adalah jenis proyek
yang sedang berjalan, lamanya perputaran piutang usaha dan
perputaran hutang usaha, serta strategi dalam aktivitas pendanaan.
Kebutuhan proyek untuk jenis perdagangan umumnya jauh lebih
besar dari jenis jasa migas lainnya.
Untuk menjaga likuiditas tetap baik di masa mendatang, Perseroan
tetap mengandalkan aktivitas operasi untuk ketersediaan kas
internal dan didukung oleh pendanaan eksternal dari perbankan
dan pasar modal.
Perseroan selalu memerlukan pendanaan untuk membiayai
proyek-proyeknya, untuk itu Perseroan senantiasa mengandalkan
ketersediaan kas internal dan arus kas masuk dari kegiatan operasi.
Namun, jika tidak dapat dicukupi dari internal maka Perseroan
mencari sumber pendanaan dari eksternal yaitu dari perbankan
atau institusi keuangan lainnya.
Sumber pendanaan Perseroan pada tahun 2009 berasal dari:
1. Kas yang berasal dari operasi sebesar Rp761,1 miliar
2. Penerimaan atas penjualan aset tetap dan properti investasi
sebesar Rp603,5 miliar
3. Penerimaan pinjaman dari bank sebesar Rp358 miliar
4. Penerimaan dividen dari perusahaan asosiasi sebesar
Rp32,5 miliar.
Jika dilihat dari dilihat dari sumber pendanaan dan rasio hutang
pada kondisi 31 Desember 2009, Perseroan masih memiliki ruang
yang cukup untuk memperoleh tambahan pinjaman, baik untuk
barang modal maupun modal kerja. Namun demikian, hal tersebut
dilakukan dengan prinsip kehati-hatian.
Untuk mengoptimalkan struktur permodalan yang ada maka
Perseroan mempunyai beberapa kebijakan yaitu :
• |.s|c |Jt.:c bo.bJ:c. to.|.J.p |b|¯|/ bo.k|s.. 3.5 – 5 k.||
• |.s|c Jobt so.v|co ccvo..co n|:|nJn 1.1 k.||
• |.s|c |Jt.:c to.|.J.p okJ|t.s n.ks|nJn 2 k.||
Working Capital
Net working capital is the balance between current assets and
current liabilities, in which in 2008 recorded net working capital
of Rp456.1 billion and increased 94% in 2009 into Rp886.8
billion. The increase was mostly due to the increase of inventory,
as well as cash and cash equivalent, that supported the increase
of current assets by 57% whereas the current liabilities only
raised by 43%.
Liquidity and Source of finance
Based on the risk analysis conducted by the Company,
the primary factor in defining liquidity is the type of on-
going project, duration of trade receivables turn-over, and
operating loan turn-over, as well as strategy in financing
activities. Project requirements for trading business is
commonly higher compared to other oil and gas services.
To maintain the sound liquidity level in the future, the Company
consistently relies on the operational activities for internal cash
availability and to be supported by external fnancing from
banking institutions and capital market.
The Company always requires fnancing for the purpose of funding
the projects, and therefore the Company continuously relies on the
internal cash availability and cash infow from operational activities.
However, if the requirements can not be fulflled by internal
resources then the Company will search for external fnancing
resources, both from banking or other fnancial institutions.
The Company’s fund resources in 2009 derives from:
1. Cash from operational activity of Rp761.1 billion.
2. Proceedings from sales of fxed assets and invetsment properties
of Rp603.5 billion.
3. Loan from banks amounted to Rp358 billion.
4. Proceedings from the associated company’s dividends of
Rp32.5 billion.
Considering the fnancial resources and loan ratio at the
condition of 31 December 2009, the Company is still having
ample opportunities in obtaining additional loans, either
for capital goods or working capital. However, it should be
conducted by upholding the principles of prudency.
In optimalizing the existing capital structure the Company
subsequently holds several policies as the following:
ratio of interest incurred debt to EBITDA of around 3.5 - 5 times •
minimum ratio of debt service coverage of 1.1 time •
maximum ratio of debt to equity of 2 times •
Elnusa Laporan Tahunan 2009
Monitoring on performance achievement is a regular conduct of
activity to ensure the accomplishment of performance target.
Analisis dan Pembahasan Manajemen Management’s Discussion and Analysis 140
Monitoring atas pencapaian kinerja merupakan kegiatan yang
dilakukan secara berkala untuk memastikan tercapainya target
kinerja.
Kinerja Arus Kas
Dalam jutaan Rupiah
2008 2009
 %
Arus Kas dari Aktivitas Operasi Cash Flow from Operating Activies
Penerimaan dari Pelanggan 2.350.772 3.586.090 53% Cash received from customers
Pembayaran pada pemasok (2.219.019) (3.000.756) 35% Cash paid to suppliers
Pembayaran beban keuangan (58.987) (92.958) 58% Payment for fnancing costs
Pembayaran pajak (36.794) (203.987) 454% Payment for taxes
Kas Bersih dari Aktivitas Operasi 35.972 288.389 702% Net Cash used in Operation Activities
Arus Kas dari Aktivitas Investasi Cash Flow from Investing Activies
Penerimaan dividen 25.909 32.538 26% Proceeds from cash dividend
Penerimaan penjualan aktiva 27.191 603.538 2120% Proceeds from sale in assets
Pembelian aset tetap (577.558) (241.046) -58% Acquisition of property and equipment
Lain-lain (24.591) (75.000) 205% Others
Kas Bersih dari Aktivitas Investasi (549.049) 320.030 -158% Net Cash used in Investment Activities
Arus Kas dari Aktivitas Pendanaan 2008 2009 % Cash Flow from Financing Activies
Penerimaan hutang dari bank 895.374 357.971 -60% Proceeds from bank loans
Penerimaan dari penawaran umum
saham perdana
565.958 - N/A Proceeds from IPO of shares
Pembayaran hutang (569.783) (288.837) -49% Payment of loans
Pembayaran dividen kas (16.958) (54.085) 219% Payment of cash dividends
Pembayaran lain-lain (67.342) 99.614 -248% Other payments
Kas Bersih dari Aktivitas Pendanaan 807.249 114.663 -86% Net Cash used in Operation Activities
Arus Kas dari Aktivitas Operasi
Penerimaan dari Operasi di tahun 2009 meningkat signifkan sebebesar
702% dari Rp35,9 miliar di tahun 2008 menjadi Rp288,4 miliar di tahun
2009. Peningkatan ini diperoleh dari peningkatan penerimaan dari
pelanggan sebesar 53%, namun peningkatan pembayaran pada
pemasok hanya meningkat 35% dan peningkatan pembayaran beban
keuangan sebesar 58%, serta pembayaran pajak sebesar 454%. Perbaikan
arus kas operasi ini didapat dari perbaikan proses bisnis Perseroan secara
berkelanjutan dan dukungan sistem IT yang memadai.
Arus Kas dari Aktivitas Investasi
Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas investasi di tahun
2009 sebesar Rp320 miliar atau meningkat sebesar 158%
dari tahun sebelumnya. Hal ini terutama disebabkan oleh
peningkatan penerimaan penjualan aktiva sebesar 2,120%
yang terutama disebabkan pendapatan dari divestasi atas
Cash flow Performance
(In milions Rupiah)
Cash flow from Operational Activity
Operating revenue in 2009 increased signifcantly by 702% from
Rp35.9 billion in 2008 into Rp288.4 billion in 2009. The raise was
derived from revenue increase from customers of 53%, however
the increase in payment to suppliers only grew by 35%, and the
increase in fnancial expenses payment was 58%, whereas the
tax payment was 454%. Improvement of the operating cash
fow was obtained from the Company’s continuing business
process improvement and adequate supports of the IT system.
Cash flow and Investment Activities
Net cash fow obtained from investment activities in 2009
was Rp320 billion or increased 158% from its preceding year.
This was particularly due to earnings increase of asset sales by
2120%, which was mostly derived from divestment revenue of
Elnusa 2009 Annual Report
Analisis dan Pembahasan Manajemen Management’s Discussion and Analysis 141
PT Infomedia Nusantara dan PT Jabar Energi. Peningkatan
lainnya adalah penerimaan dividen dari perusahaan
asosiasi juga meningkat 26% yang diperoleh dari dividen
PT Infomedia Nusantara sebesar Rp32,5 miliar.
Selain kas dan bank, Perseroan juga menginvestasikan sebagian kecil
dari kelebihan kasnya dalam bentuk deposito berjangka pada PT Bank
Mandiri (Persero) Tbk dan PT Bank Negara Indonesia (Persero), Tbk.
Saldo total investasi jangka pendek pada akhir tahun 2009 sebesar
Rp75 miliar.
Pada tahun 2009 terjadi penurunan pembelian aset tetap yang
disebabkan asas kehati-hatian yang dianut oleh Perseroan karena
perubahan ekonomi global. Ringkasan belanja modal investasi
adalah sebagai berikut:
Dalam jutaan Rupiah
Belanja Modal 2008 2009
%
Capital Expenditure
Jasa Hulu Migas Terintegrasi 531.604 214.367 -60 Integrated upstream oil and gas services
Jasa Hilir Migas 3.459 2.151 -38 Downstream oil and gas services
Jasa Penunjang Hulu Migas 42.495 24.528 -42 supporting upstream oil and gas services
TOTAL BELANJA MODAL 577.558 241.046 -58 TOTAL CAPITAL EXPENDITURE
Pembelian aset tetap pada Jasa Hulu Migas di tahun 2009
terdiri dari konstruksi modular rig dan peralatan pendukung
lainnya dari IDM International Ltd., dan beberapa pemasok
lainnya. Selain itu juga untuk pembelian peralatan seismic
dan testing barge. Belanja modal untuk Jasa Hilir Migas
diperuntukkan bagi peningkatan kapasitas usaha transportasi,
sedangkan untuk Jasa Penunjang Hulu Migas adalah untuk
peningkatan kapasitas operasinya melalui pembelian
prasarana operasi dan peralatannya.
Arus Kas dari Aktivitas Pendanaan
Pada tahun 2009 terjadi perubahan signifkan pada aktivitas
pendanaan, dimana hanya terjadi sedikit penambahan sumber
dana yang bersumber dari perbankan yang diimbangi dengan
pembayaran hutangnya. Arus kas keluar yang dipergunakan untuk
pembayaran hutang adalah:
Hutang bank sebesar Rp269,5 miliar y
Hutang sewa pembiayaan sebesar Rp19,4 miliar y
Selain itu, berdasarkan RUPS Tahunan dan Luar Biasa Tahun
Buku 2008 yang diaktakan dengan Akta Notaris Aulia Taufani, SH
(pengganti Notaris Sutjipto, SH, MKn), No. 28 tanggal 6 Mei 2009
ditetapkan dividen kas sejumlah Rp26,8 miliar dan berdasarkan
Rapat Direksi dan Komisaris tanggal 10 Desember 2009 ditetapkan
pembagian dividen interim sebesar Rp144 miliar yang baru
sebagian dibayarkan untuk pemegang saham minoritas. Historis
pembayaran dividen Perseroan pada 3 tahun terakhir adalah
sebagai berikut:
PT Infomedia Nusantara and PT Jabar Energi. Another increase
was dividend earnings from the associated companies which
also rose by 26%, gained from PT Infomedia Nusantara dividends
amounted to Rp32.5 billion.
Apart from cash and bank, the Company also invested a small
part of its excessive cash in the form of time deposit in PT Bank
Mandiri (Persero) Tbk and PT Bank Negara Indonesia (Persero),
Tbk. Total balance of short-term investment at end of 2009 was
Rp75 billion.
In 2009 the fxed asset purchase declined due to the
implementation of prudent policy by the Company in face of
global economic changes. Summary of the investment capital
expenditure is as follows:
(In milions Rupiah)
Fixed assets purchase on Upstream oil and gas services in 2009
consisted of rig modular construction and other supporting
equipments from IDM International Ltd., and several other
suppliers. Besides that, it was also for the purchase of seismic
equipments and testing barge. Capital expenditure for Oil
and Gas Downstream Services was utilized for transportation
operation capacity improvement, whereas for Oil and Gas
Upstream Supporting Services was for the purchase of
operational infrastructure as well as its equipments.
Cash Flow from Funding Activity
In 2009 significant changes existed on funding activity, in
which only few incremental fund resources derived from
banking institutions occured that was compensated by its
loan settlement. Cash flow disbursement for loan settlement
consisted of:
Bank loan amounted to Rp269.5 billion. y
Finance leasing loan of Rp19.4 billion. y
Apart from that, based on the Annual and Extraordinary GMS for
the Fiscal Year 2009, as acted by the Notary Deed of Aulia Taufani,
SH (substitute of Notary - Sutjipto, SH, MKn), No. 28 dated 6 May
2009, cash dividend of Rp26,8 billion was determined and based
on the Board of Directors and Commissioners’ meeting on 10
December 2009, an interim dividend distribution amounted
to Rp144 billion, which was paid in partial to the minority
shareholders. The chronicle of the Company’s dividend payment
during the last three years are described below:
Elnusa Laporan Tahunan 2009
Analisis dan Pembahasan Manajemen Management’s Discussion and Analysis 142
(Dalam jutaan Rupiah)
2007 2008  %
Dividen kas (Jutaan Rp) 20.028 26.754 34 Cash dividend (in million Rp)
Rasio pembayaran dividen 20% 20% 0 Dividend payout ratio
Dividen kas per saham (Rp) 2,74 3,72 36 Cash dividend per share
Realisasi penggunaan dana hasil penawaran umum
Pada awal tahun 2008, Perseroan melakukan suatu aksi korporasi yaitu
Penawaran Umum Perdana Saham atau Initial Public Ofering (IPO)
dengan mencatatkan saham Perseroan di Bursa Efek Indonesia (BEI)
dengan kode saham ELSA, efektif mulai tanggal 6 Pebruari 2008.
Sebelum melakukan penawaran umum perdana saham tersebut.
Perseroan melakukan peningkatan Modal Dasar dari Rp750 miliar
menjadi Rp2,25 triliun, pemecahan nominal saham (stock split) 1 : 5 atau
dari Rp500 per lembar saham menjadi Rp100 per lembar saham serta
peningkatan Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh dari Rp583,85 miliar
menjadi Rp729,85 miliar. Penawaran umum perdana saham dilakukan
sebanyak 20% saham dari enlarged capital atau 1.460.000.000 lembar
saham, sehingga total lembar saham setelah IPO menjadi 2.798.500.000.
Harga Penawaran Umum Perdana Saham Perseroan adalah Rp400
per lembar saham sehingga nilai dana hasil penawaran umum
yang dihasilkan adalah sebagai berikut :
(Dalam miliar Rupiah)
Jumlah Hasil Penawaran Umum
IPO Proceed
Biaya Penawaran Umum
IPO Fee
Hasil Bersih
IPO Proceed - Net
584,00 17,69 566,30
Setelah pelaksanaan Penawaran Umum Perdana saham dan
mengacu pada butir 2 Peraturan Bapepam X.K.4, Perseroan telah
melaporkan rincian penggunaan dana kepada Bapepam-LK secara
berkala setiap tiga bulanan , yaitu mulai dari posisi per 31 Maret
2008, dan terakhir adalah posisi per 31 Maret 2009.
Pada posisi per 30 Maret 2009, Dana hasil penawaran umum
tersebut telah seluruhnya terealisasi dan secara umum tidak terdapat
perubahan realisasi penggunaan dana dibandingkan dengan
rencana penggunaan dana dalam prospektus. Hal tersebut juga telah
dilaporkan kepada Bapepam-LK dan Bursa Efek Indonesia.
(Dalam miliar Rupiah)
Modal Kerja
Perseroan
Pinjaman untuk
Pengembangan
dan Perluasan
Aktivitas Usaha Anak
Perusahaan
Pembayaran Sebagian
Hutang
Pembelian Barang
Modal
Total Rencana
Penggunaan
Dana
Total Realisasi
Penggunaan
Dana
Sisa Dana
Hasil
Penawaran
Umum
25% 25% 15% 15% 7% 7% 53% 52%
Rencana Realisasi Rencana Realisasi Rencana Realisasi Rencana Realisasi Rencana Realisasi
141.58 143.90 84.95 84.88 39.64 40.29 300.14 297.23 566.30 566.30 0
(In million Rupiah)
Realization of IPO proceed utilization
In early 2008, the Company did a corporate action to hold an
initial public ofering (IPO) by listing its shares in the Indonesia
Stock Exchange (IDX) with ELSA as the stock code, efective
initiated on the 6 February, 2008.
Before conducting the Initial Public Ofering, the Company
increased its Authorized Capital from Rp750 billion to Rp2.25
trillion, executed nominal stock split of 1:5 or from Rp500/share
to Rp100/share and increased Fully and Paid Up Capital from
Rp583.85 to Rp729 billion. The common ofered was as much as
20% of the enlarged capital, or 1,460,000,000 shares, therefor the
total shares post IPO is 2,789,500,000.
The share price in the initial public ofering was Rp400/share so
that the IPO proceed is as follows:
(In billion Rupiah)
After the implementation of the Initial Public Ofering, the
Company has reported the details of the use of proceed to
Bapepam-LK periodically, in every three months starting in
position per March 31 2008, and ending in position per march
31 2009.
At the position per March 31 2009, utilization of the IPO proceed
has been realized and generally there has not been any change
of the IPO proceed utilization compared to the plans for IPO
proceed realization in the prospectus. These matters have also
been reported to Bapepam-LK and Indonesia Stock Exchange.
(In billion Rupiah)
Elnusa 2009 Annual Report
Analisis dan Pembahasan Manajemen Management’s Discussion and Analysis 143
• Perseroan mempergunakan Rp143,90 miliar dana IPO untuk
modal kerja, dimana hal tersebut sesuai dengan persentase
rencana penggunaannya (25%);
• Dalam rangka pinjaman untuk pengembangan dan
perluasan aktivitas usaha Anak Perusahaan, Perseroan telah
mempergunakan Rp84,88 miliar atau 15% dari dana IPO.
Pinjaman tersebut diberikan kepada:
• Elnusa Bangkanai Energy Ltd dalam rangka persiapan
eksplorasi dan eksploitasi senilai Rp1,52 miliar
• PT Elnusa Petrofn untuk modal kerja operasi sebesar Rp24,0 miliar
• PT Sigma Cipta Utama dalam rangka perluasan storage,
investasi radio trunking dan modal kerja operasi senilai
Rp59,36 miliar
Apabila dana pinjaman diatas telah dikembalikan kepada
Perseroan, maka akan digunakan untuk modal kerja Perseroan.
• Perseroan juga telah mempergunakan 7% dana IPO atau Rp40,29
miliar untuk pembayaran sebagian hutang kepada :
• Sercel Nantes, Perancis senilai USD1.978.651
• PT Hewlett Packard Finance Indonesia senilai USD2.473.065
• Dan pembelian barang modal , yaitu :
• peralatan survei seismik senilai Rp37,18 miliar
• peralatan pemboran senilai Rp133,18 miliar
• peralatan oilfeld services senilai Rp126,87 miliar
Ikatan Material Untuk Investasi Barang Modal
1. Perjanjian Pemberian Fasilitas Kredit dalam Dollar AS secara
Sindikasi dengan PT Bank Central Asia Tbk (”BCA”), PT Bank
Chinatrust Indonesia, PT Bank International Indonesias Tbk,
PT Bank Mizuho Indonesia dan PT Bank Rabobank International
Indonesia, dengan BCA sebagai agen fasilitas, penjaminan
dan penampunyan serta arranger pada tanggal 16 Juli 2008.
Perjanjian tersebut dijaminkan dengan tanah, jaminan fdusia
atas mesin dan peratalan dan pengalihan secara bersyarat hak
atas rekening operasional dan rekening penampungan.
2. Perjanjian pemberian fasilitas pembiayaan Murabahah dalam
Dollar AS dari PT Bank Danamon Indonesia Tbk pada tanggal 11 Juni
2008 dan akan berakhir pada Desember 2014. Perjanjian tersebut
dijamin dengan fdusia atas kontrak pembelian oil rig, tagihan
asuransi, piutang dan oil rig berikut peralatannya serta cessie atas
rekening Debt Service Reserve Account yang berhubungan dengan
proyek yang dibiayai dengan fasilitas pembiayaan ini.
3. Perjanjian perolehan fasilitas kredit dalam Dollar AS dari Natixis
Perancis untuk pembelian peralatan seismik dari Sercel SA
(pemasok) pada tanggal 29 Juli 2008 dan 5 September 2008
dengan fasilitas kredit selama 5 tahun. Perjanjian tersebut
membuat Perseroan menjaminkan aset yang berkaitan dengan
perjanjian kredit ini.
4. Perjanjian perolehan fasilitas pembiayaan musyarakah (sampai
dengan 4 Juni 2010) dan murabahah (Juni 2007 s.d. September
• The Company used Rp143.90 billion of the IPO proceed for
working capital, which was set adequate with the percentage of
the utilization plan (25%);
• In scope of loan for development and expansion of
business activities of subsidiaries, the Company had used
Rp84.88 billion or 15%from the IPO proceed. The loan was
given to:
• Elnusa Bangkanai Energy Ltd for the preparation of exploration
and exploitation, mounted Rp1.52 billion
• PT Elnusa Petrofn for operational working capital of Rp24.0 billion
• PT Sigma Cipta Utama for storage expansion, radio trunking
investment and operational and operational working capital,
worth of Rp59.36 billion
When the loan funds have been returned to the Company, it will
be used for working capital of the Company.
• The Company has also occupied 7% of the IPO proceed or
Rp46.29 billion for the payment of debts to:
• Sercel Nantes, France worth USD1,978,651
• PT Hewlett Packard Finance Indonesia worth USD2,473,065
• And purchase of capital expenditure, namely:
• Seismic survey equipments, worth Rp37.18 billion
• Drilling equipments, worth Rp132.73 billion
• Oilfeld services equipments, worth Rp126.87 billion
Material Commitment Related To Capital Goods Investment
1. Agreement on Syndicated Loan Facility with PT Bank Central
Asia Tbk (”BCA”), PT Bank Chinatrust Indonesia, PT Bank
International Indonesia Tbk, PT Bank Mizuho Indonesia and PT
Bank Rabobank International Indonesia, with BCA as the agent
of facility, collaterals, escrow and trusteeship and arranger
on 16 July 2008. The agreement was collateralized by land
properties, fducial guarantee on machineries and equipments,
and unreserved alteration of proprietorship on operational
account and escrow account.
2. Agreement on Murabahah fnance facility from PT Bank
Danamon Indonesia Tbk on 11 June 2008, which will be due
on December 2014. The agreement was collateralized by
fducial guarnatee on purchase contract of oil rigs, insurance
collection, receivables and oil rigs and its equipments as well as
cessie on Debt Service Reserve Account related to the project
under the fnancial facility.
3. Agreement on Loan Facility Proceedings from Natixis France,
for the purchase of seismic equipments from Sercel SA
(vendor) on 29 July 2008 and 5 September 2008 under 5-year
loan facility. The agreement therefore engaged the Company
to collateralize assets related to the loan agreement.
4. Agreement on proceedings from musyarakah fnancing facility
(until 4 June 2010) and murabahah (June 2007 to September
Elnusa Laporan Tahunan 2009
Analisis dan Pembahasan Manajemen Management’s Discussion and Analysis 144
2012) dalam Rupiah dari PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk
Divisi Syariah kepada EPN dengan jaminan aset kendaraan (7 truk
tangki dan 3 truk) yang dibiayai dengan fasilitas murabahah, tanah
dengan SHGB No. 280 dan 281 atas nama EPR, tanah Perseroan,
piutang dan persediaan.
5. Perjanjian perolehan fasilitas pinjaman modal kerja dan kredit
dalam Dollar AS dari Bank Chinatrust pada bulan Juni 2007
kepada PBN dan berjangka waktu 5 tahun, dijaminkan dengan
tanah dan bangunan milik PBN, mesin-mesin yang dibiayai
dengan fasilitas kredit tersebut dan deposito berjangka.
6. Perjanjian perolehan fasilitas pembiayaan murabahah dalam
Rupiah dari PT Bank Muamalat Indonesia Tbk pada bulan Desember
2009 untuk pembiayaan modal kerja dalam rangka memperoleh 3
unit truk tangki LPG 8 Mton dan 7 unit truk tangki LPG 15 Mton.
Fasilitas ini dijaminkan dengan aset tersebut diatas dan piutang
sehubungan dengan penyewaan truk tangki tersebut.
Kebijakan Akuntansi yang Signifkan dan
Penggunaan Estimasi

1. Persediaan
Sebelum 1 Januari 2009, persediaan dicatat berdasarkan
PSAK No. 14 yang dikeluarkan pada tahun 1994. Efektif
tanggal 1 Januari 2009, Perseroan menerapkan PSAK No.
14 (Revisi 2008). Meskipun demikian, perubahan ini tidak
menimbulkan dampak yang signifkan terhadap laporan
keuangan konsolidasi.
2. Aset Tetap
Efektif tanggal 1 Januari 2008 Perseroan menerapkan
PSAK No. 16 (Revisi 2007) tentang Aset Tetap yang
menggantikan PSAK No. 16 (1994) tentang Aktiva Tetap
dan Aktiva Lain-lain dan PSAK No. 17 (1994) tentang
Akuntansi Penyusutan. Perseroan telah melakukan
revaluasi aset tetap sebelum penerapan PSAK No. 16
(Revisi 2007) dan memilih metode biaya, sehingga
dianggap sebagai biaya perolehan. Saldo selisih nilai
revaluasi aset tetap yang masih dimiliki pada saat
penerapan pertama kali yang disajikan sebagai bagian
dari ekuitas dalam neraca konsolidasi tahun 2007 telah
direklasifikasi ke saldo laba pada tahun 2008.
3. Sewa
Efektif tanggal 1 Januari 2008, PSAK No. 30 (Revisi 2007) tentang
Sewa menggantikan PSAK No. 30 (1990) tentang Akuntansi Sewa
Guna Usaha. Menurut PSAK revisi ini, sewa yang mengalihkan
secara substansial seluruh risiko dan manfaat yang terkait dengan
kepemilikan aset diklasifkasikan sebagai sewa pembiayaan. Jika
suatu sewa diklasifkasikan sebagai sewa operasi maka sewa
tidak mengalihkan secara substansial seluruh risiko dan manfaat
yang terkait dengan kepemilikan aset.
2012) from PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, Sharia
Division to EPN with the collaterals of vehicle assets (7 oil
tanks and 3 trucks) fnanced under murabahah facility, land
properties bearing SHGB No. 280 and No. 281 on behalf of EPR,
the Company’s land properties, receivables and inventories.
5. Agreement on proceedings from working capital loan and loan
from Bank Chinatrust on June 2007 to PBN with the period of 5
years, collateralized with PBN’s pwned land properties and buildings,
machineries fnanced under this loan facility and time deposit.
6. Agreement on proceedings of murabahah financing
facility from PT Bank Muamalat Indonesia Tbk on
December 2009 to finance the working capital reuired for
acquiring 3 units of LPG 8 Mton tank, and 7 units of LPG
15 Mton tank. The facility was collateralized by the above
mentioned assets and receivables related to the rental of
those tank trucks.
Signifcant Accounting Policy and Estimation

1. Inventories
Prior to 1 January 2009, inventories recorded in
accordance with the Indonesian GAAP (PSAK) No. 14 year
1994. Effective as of 1 January 2009, the Company applied
PSAK No. 14 (Revision 2008). However, the changes do not
impose significant effect to the consolidated financial
statements.

2. fixed Assets
Efective as of 1 January 2008, the Company applied
Indonesian GAAP (PSAK) No. 16 (Revision 2007) concerning
Fixed Asstes to replace PSAK No. 16 (1994) concerning Fixed
Assets and Other Assets, and PSAK No. 17 (1994) concerning
Accountancy on Depreciation. The Company has conducted
fxed asset revaluation accordingly prior to the implementation
of PSAK No. 16 (Revision 2007) and has chosen the cost
method, so it is regarded as cost of proceedings. Balance of
fxed asset revaluation value diferences available during the
frst implementation is represented as part of equity in the
consolidated balance sheets year 2007 have been reclassifed
into income balance for the year 2008.
3. Rental
Efective as of 1 Janaury 2008, PSAK No. 30 (Revision 2007)
concerning Rental to replace the requirements of PSAK No. 30
(1990) conmcerning Accountancy of Leasing. Due to the revised
PSAK, rental that substantially alters the entire risk and beneft in
relations to the assets ownership is classifed as leasing fnance.
If a rental is classifed as operation rent than the rent does not
substantially alter the entire risk and beneft in relations to the
asset ownership.
Elnusa 2009 Annual Report
Analisis dan Pembahasan Manajemen Management’s Discussion and Analysis 145
4. Properti Investasi
Efektif tanggal 1 Januari 2008 Perseroan menerapkan
PSAK No. 13 (Revisi 2007) tentang Properti Investasi yang
menggantikan PSAK No. 16 (1994) tentang Akuntansi untuk
Investasi. Perseroan telah memilih model biaya sehingga
nilai revaluasi properti investasi tersebut dianggap sebagai
biaya perolehan. Saldo selisih nilai revaluasi properti
investasi yang masih dimiliki pada saat penerapan pertama
kali yang disajikan sebagai bagian dari ekuitas dalam neraca
konsolidasi tahun 2007 telah direklasifikasi ke saldo laba
pada tahun 2008.
5. Penggunaan Estimasi
Penyusunan laporan keuangan konsolidasi sesuai dengan
prinsip akuntansi yang berlaku umum mengharuskan
Manajemen membuat taksiran dan asumsi yang
mempengaruhi jumlah yang dilaporkan dalam laporan
keuangan konsolidasi. Oleh karena terdapat risiko yang
melekat dalam suatu estimasi, maka hasil sebenarnya yang
akan dilaporkan di masa mendatang mungkin didasarkan
pada jumlah yang berbeda dari taksiran tersebut.
Informasi Material Sesudah Tanggal Laporan
Auditor
Proyek Drilling
Terkait dengan proyek drilling dengan VICO, pada 23 Desember
2009 Perseroan menerima surat tentang klaim penali sebesar
USD2,4 juta atas keterlambatan melakukan spud the frst well.
Untuk itu, pada 11 Januari 2010 Perseroan sudah menyampaikan
penjelasan bahwa keterlambatan disebabkan kejadian diluar
kendali Perseroan dan dikategorikan force majeure. Sampai
dengan saat ini, Perseroan masih melakukan negosiasi untuk
menyelesaikan klaim penalti tersebut.
TAC Ramok Senabing
Perseroan mengadakan perjanjian pembelian saham dengan
Tradewinds Oil and Gas International Ltd. (”TOGI”) pada tanggal
21 Juli 2008 untuk membeli seluruh kepemilikan saham TOGI
pada Gulfstream Resources Ramok Senabing Ltd. (”GRRS”) dengan
harga pembelian sebesar USD5,6 juta. Pada tanggal 25 Juli 2008
telah dibayarkan uang muka sebesar USD2,1 juta. Pada tanggal 7
Oktober 2008, Perseroan menovasikan perjanjian tersebut pada
EPR. Pada saat yang sama, EPR juga mengadakan perjanjian jual
beli dengan PT Mustika Arumsari dan Andi Rachmanudin Noor
untuk membeli seluruh kepemilikan mereka pada PT Radiant
Ramok Senabing (”RRS”) sebesar USD7,3 juta. GRRS dan RRS
memiliki 40% dan 60% participating interest pada TAC Ramok
4. Invetsment Properties
Efective as of 1 January 2008, the Company implemented
Indonesian GAAP (PSAK) No. 13 (Revision 2007) concerning
Investment Properties to alter PSAK No. 16 (1994) concerning
Accountancy on Investment, the Company has chosen the
cost method thereby the investment properties revaluation
value is regarded as the cost of proceedings. Balance of
investment property value diferences available during the
frst implementation is represented as part of equity in the
consolidated balance sheets year 2007 was duly reclassifed into
balance of income for the year 2008.
5. The Use of Estimation
The consolidated financial statements have been prepared
in accordance with the generally accepted accounting
principles requires the management to conduct estimation
and assumption that affect the amount reported in the
consolidated financial statements. Since built-in risk exists in
the estimation, therefore the actual results will be reported
in the future which may differs from the amount stated on
the estimate.
Subsequent Material Information After The
Auditor Reporting Date
Drilling Projects
In relation to the drilling project with VICO, on 23 December
2009 the Company received penalty claim of USD2.4 million
on the delay of spud the frst well conduct. For the case, on
11 January 2010 the Company conveyed clarifcation that the
delay was due emergencies beyond the Company’s control and
categorized as force majeure. Up to now, negotiation process
is being undertaken by the Company for the settlement of the
penalty claim.
Ramok Senabing TAC
The Company conducted stock purchase agreement with
Tradewinds Oil and Gas International Ltd. (“TOGI”) on 21
July 2008 for purchasing the entire stocks of TOGI at the
Gulfstream Resources Ramok Senabing Ltd. (“GRRS”) with the
purchase price of USD5.6 million. On 25 July 2008 an advance
payment of USD2.1 million was made. On 7 October 2008, the
Company renewed the agreement to EPR. At the same time,
EPR also conducted transaction agreement with PT Mustika
Arumsari and Andi Rachmanudin Noor to purchase their entire
ownership in PT Radiant Ramok Senabing (“RRS”) amounted to
Elnusa Laporan Tahunan 2009
Senabing. Setelah transaksi jual beli tersebut, EPR memiliki 100%
participating interest pada TAC, dimana 20% akan dialihkan
pada TIGO sesuai dengan perjanjian jual beli GRRS. Penyelesaian
kedua transaksi tersebut akan dilakukan setelah terpenuhinya
semua persyaratan yang dinyatakan secara tertulis oleh EPR dan
penjual dengan harga penyelesaian yang akan dinyatakan dalam
settlement statement. Berdasarkan surat pernyataan tanggal 20
Maret 2010, TOGI setuju untuk mengembalikan uang muka
sejumlah USD2 juta (setelah dikurangi USD85 ribu) selambat-
lambatnya 45 hari sejak tanggal tersebut.
Elnusa Bangkanai Energy, Ltd.
EBE berdasarkan Kontrak Bagi Hasil tanggal 30 Desember 2003
diberikan hak 30 tahun untuk mengeksplorasi, mengembangkan
dan memproduksi migas di Blok Bangkanai. Pada tanggal 1
Oktober 2004, EBE menandatangani Farm-In Agreement dengan
Mitra Energia Bangkanai Ltd. (”MEB”) dan setuju untuk mengalihkan
49% working interest atas Blok Bangkanai dan bertindak sebagai
operator untuk jangka waktu 3 tahun pertama. Berdasarkan
perjanjian tersebut disetujui bahwa akhir tahun ketiga kontrak
(2007), terdapat opsi untuk membentuk Joint Operation Company
yang sahamnya dimiliki EBE dan MEB masing-masing 50,01%
dan 49,99%. MEB akan menanggung biaya sehubungan dengan
pelaksanaan PSC untuk 3 tahun kontrak pertama dan memenuhi
komitmen eksplorasi. Penunjukan EBE sebagai operator dan
Farm-In Agreement telah disetujui oleh Dirjen Migas dalam surat
No. 14286/23/DJM.E/2004 tanggal 6 Desember 2004.
Pada tanggal 25 Agustus 2006, MEB mengalihkan 15% working
interest atas Blok Bangkanai kepada Bangkanai Petroleum (L)
Bhd. (”BPB”), Malaysia. Pada tahun 2007, EBE menyerahkan
0,99% working interest atas Blok Bangkanai kepada MEB sesuai
Farm-In Agreement.
Berdasarkan PSC, EBE melakukan Komitmen Pasti terhadap sejumlah
pekerjaan selama 3 tahun. Akhir tahun ketiga (2006), Komitmen
Pasti belum seluruhnya terlaksana sehingga EBE mengajukan untuk
mengalihkan ke tahun berikutnya. Pengalihan Komitmen Pasti ke
tahun 2007, 2008 dan 2009 masing-masing telah disetujui oleh BP
Migas melalui surat No. 719/BP00000/2006-S1 tanggal 29 Desember
2006, surat No. 0741/BP00000/2007/S1 tanggal 21 November 2007
dan surat No. 0615/BP00000/2009/S1 tanggal 26 Juni 2009.
Komitmen Pasti yang belum terlaksana sampai dengan akhir
tahun keenam (2009) adalah pembangunan 2 buah sumur
eksplorasi. Berdasarkan PSC, kegagalan memenuhi Komitmen
Pasti mengakibatkan EBE dinyatakan default oleh BP Migas, PSC
USD7.3 million. GRRS and RRS owns 40% and 60% participating
interest on TAC, in which 20% will be transferred to TIGO in
accordance with GRRS transaction agreement. Settlement of
both transactions will be conducted after the fulfillment of all
the requirements as stated in writing by EPR and seller with
the payment price will be stated on the settlement statement.
Based on the statement letter dated 20 March 2010, TOGI
agreed to return the advance payment of USD2 million (after
deducted by USD85 thousand) at least within 45 days after the
statement date.
Elnusa Bangkanai Energy, Ltd.
EBE – based on Production Sharing Contract dated 30 December
2003 – was given 30 years rights to explore, develop and produce
oil and gas in Block Bangkanai. On 1 October 2004, EBE signed
Farm-in Agreement with Mitra Energia Bangkanai Ltd. (“MEB”)
and agreed to transfer 49% working interest on Block Bengkanai
and perform as operator for the frst three years period. Based
on the agreement it was approved that by end of the third
year contractual agreement (2007), there will be an option to
establish a Joint Operation Company whose shares owned by
EBE and MEB, each respectively 50.01% and 49.99%. MEB will be
in charge of expenses related to the PSC implementation for the
frst 3 year contract and fulfll the exploration commitment. The
appointment of EBE as operator and Farm-in Agreement was
duly approved by the Director General for Oil and Gas, pursuant
letter No. 14286/23/DJM.E/2004 dated 6 December 2004.
On 25 August 2006, MEB transferred its 15% working
interest on Block Bangkanai to Bangkanai Petroleum (L)
Bhd. (“BPB”), Malaysia. In 2007, EBE transferred 0.99% of its
working interest on Block Bangkanai to MEB in accordance
with the Farm-in Agreement.
Based on PSC, EBE conducted Fixed Commitment on the entire works
for 3 years. End of the third year (2006), the Fixed Commitment have
not been fully executed, therefore EBE proposed to alter to the next
year. The transfer of Fixed Commitment to the year 2007, 2008 and
2009 has been respectively approved by BP Migas, pursuant to letter
No. 719/BP00000/2006-S1 dated 29 December 2006, letter No. 0741/
BP00000/2007/S1 dated 21 November 2006, and letter No. 0615/
BP00000/2009/S1 dated 26 June 2009.
The Fixed Commitment, which has not been fulflled until end of
the sixth year (2009), is the development of 2 exploration wells.
Based on the PSC, the failure to fulfll the Fixed Commitment
causes EBE was found default by BP Migas, PSC was cancelled
Analisis dan Pembahasan Manajemen Management’s Discussion and Analysis 146
Elnusa 2009 Annual Report
dibatalkan dan EBE dikenakan sanksi denda senilai Komitmen
Pasti yiang belum dilaksanakan tersebut. Pada tanggal 18
November 2009, EBE telah mengajukan permohonan pengalihan
Komitmen Pasti ke tahun 2010 dan telah disetujui BP Migas
melalui surat No.0066/BPA0000/2010/S1 tanggal 11 Maret 2010.
Untuk mendukung hal tersebut, Perusahaan telah mengajukan
rencana kerja dan anggaran (Work Program and Budget/WP&B)
tahun 2010 yang disetujui BP Migas tanggal 3 November 2009.
Pada tanggal 2 Desember 2009, EBE melakukan pemutusan Farm-
In Agreement, membatalkan pengalihan working interest kepada
MEB dan BPB. EBE kembali menjadi pemilik 100% working interest
atas Blok Bangkanai. MEB dan BPB menolak mengakui pemutusan
tersebut. BP Migas melalui surat tanggal 4 Februari 2010 meminta
EBE untuk menyelesaikan pendapat tersebut.
and EBE was subject to penalty sanction to an amount of the
unfulflled Fixed Commitment. On 18 November 2009, EBE
proposed request to alter Fixed Commitment to the year 2010,
and duly approved by BP Migas pursuant to letter No. 0066/
BPA0000/2010/S1 dated 11 March 2010. To support the case,
the Company has proposed Annual Work Plan & Budget (WP&B)
year 2010, which was approved by BP Migas on 3 November
2009. On 2 December 2009, EBE conducted termination on
Farm-in Agreement, cancelled the working interest transfer to
MEB and BPB. EBE returns back to become the owner of 100%
working interest on Block Bangkanai. MEB and BPB refused to
acknowledge the termination. BP Migas pursuant to letter dated
4 February 2010 had requested EBE to settle the dispute.
Analisis dan Pembahasan Manajemen Management’s Discussion and Analysis 147
Elnusa Laporan Tahunan 2009
Laporan Keberlanjutan Sustainability Report
Laporan Sumber Daya Manusia
Human Resources Report
The Company’s conduct of organizational changes into a more efective,
energetic and optimum organization has been taking place since the
merger process by prioritizing the business process and function of each
working-unit toward the achievement of our shared-vision.
Perubahan organisasi Perseroan menuju
organisasi yang lebih efektif, tangkas dan
optimal pada dasarnya telah dilakukan
sejak proses merger terjadi dengan lebih
mengutamakan terhadap business process
dan fungsi masing-masing unit kerja terhadap
pencapaian visi organisasi.
148
Elnusa 2009 Annual Report
Laporan Keberlanjutan Sustainability Report
Sepanjang tahun 2009, Perseroan melakukan konsolidasi dan
pembenahan organisasi secara menyeluruh melalui kajian
organisasi yang dilakukan dengan melibatkan konsultan
eksternal. Kajian tersebut meliputi kajian terhadap organisasi
Elnusa, efektiftas kegiatan fungsi operasional dan penunjang
(shared services), serta kajian terhadap pembentukan direktorat
yang menangani fungsi human resources, procurement, asset
management secara fokus.

Hasil kajian tersebut diterapkan dalam organisasi baru yang
efektif berlaku per 30 Juni 2009 setelah disetujui oleh Rapat
Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) Perseroan. Melalui
organisasi baru ini, diharapkan perusahaan semakin fokus dalam
mencapai visi dan misi Perseroan.
Perubahan organisasi Perseroan menuju organisasi yang lebih
efektif, tangkas dan optimal pada dasarnya telah dilakukan sejak
proses merger terjadi dengan lebih mengutamakan terhadap
business process dan fungsi masing-masing unit kerja terhadap
pencapaian visi organisasi.
Dalam upaya mendukung tuntutan bisnis, Perusahaan berusaha
untuk melakukan pembenahan dan perbaikan organisasi
149
Throughout 2009, the Company undertook a comprehensive
consolidation and restructuring of its organization through an
organizational assessment that was done by involving external
consultants. The assessment included an assessment of Elnusa’s
organization, efectiveness of operational and supporting activities
(shared services), and an assessment of the establishment of
directorates that would handle human resources, procurement,
asset management in a focused manner.
The result of the assessment was applied to the new organization
efective June 30, 2009 upon approval by the Extraordinary
General Meeting of the Company Shareholders. It is expected
that with this new organization, the company will become more
focused on achieving the corporate vision and mission.
The changes to the Corporate organization towards a more
efective, skillful and optimum organization has essentially been
undertaken since the merger process with a greater priority
given to the business process and functions of each work unit
towards the achievement of the organization’s vision.
In the efort to support the demands of the business, the
Company seeks to carry out restructuring and improvement of
Elnusa Laporan Tahunan 2009
agar lebih kompetitif terhadap persaingan dunia usaha.
Penempatan fungsi shared service (supporting) pada tiap Divisi
operasi terus dikuatkan agar proses bisnis dapat berjalan lebih
efektif dan proses pengambilan keputusan dapat dilakukan
dengan lebih cepat.
Perusahaan telah melakukan sejumlah perbaikan dan
pengembangan di bidang Sumber Daya Manusia di sepanjang
tahun 2009 antara lain berupa :
1. Pengkajian dan pembenahan atas fungsi-fungsi dalam
organisasi untuk mendukung kegiatan operasi, antara
lain pembenahan pengelolaan human resources, fnance,
information system, procurement, asset management dan
maintenance.
2. Pembenahan atas pengelolaan karyawan terkait dengan
status karyawan melalui identifkasi posisi-posisi pekerjaan
outsourcing (non core). Pembenahan status karyawan dan
pekerjaan core business yang bertujuan agar proses kerja
menjadi lebih efektif dan focus dengan tetap mengacu pada
ketentuan perundang-undangan yang berlaku.
3. Di bidang pengembangan, telah disusun Profl Kompetensi
berupa pengetahuan, skill/keahlian baik teknis maupun
non teknis yang dipersyaratkan di setiap bidang/fungsi
kerja. Profl kompetensi ini digunakan sebagai dasar untuk
memetakan level kompetensi karyawan untuk melihat
kebutuhan pengembangan terkait dengan tuntutan
kompetensi yang dipersyaratkan dengan level kompetensi
yang dimiliki karyawan.
4. Penyusunan Learning Directory sebagai kurikulum yang
digunakan untuk program pelatihan dan pengembangan
karyawan sesuai dengan kompetensi yang dipersyaratan di
tiap bidang/fungsi kerja.
Karyawan merupakan aset penting dalam memenuhi
tuntutan kualitas layanan jasa hulu Migas terintegrasi
bagi pelanggan.
Employee is a valuable asset in fulflling the quality demand of
integrated oil and gas upstream services to the customers.
Laporan Keberlanjutan Sustainability Report 150
the organization to make it more competitive in the business
world. The assignment of a shared service (supporting) function
to each operational Division continues to be strengthened so
that the business process can run more efectively and the
decision making process can be done more quickly.
The Company has carried out a number of improvements
and developments in Human Resource throughout 2009
such as:
1. Assessment and restructuring of functions in the
organization to support operational activities, such as
restructuring the management of human resources,
finance, information system, procurement, asset
management and maintenance.
2. Restructuring of employee management related to the
employees’ status through the identifcation of outsourcing
(non-core) positions. Restructuring of the employee status
and core business work was intended to make the work
process more efective and focused while still adhering to
the prevailing laws and regulations.
3. In terms of development, a Competence Profile has
been prepared in the form of knowledge, technical and
non-technical skill/expertise required in every area/
work function. This competence profile will be used as
a basis for mapping the employees’ competence level to
look at the development needs related to the required
competence demands with the competence level
possessed by the employees.
4. The preparation of a Learning Directory as a curriculum used
for the employee training and development program in line
with the competence required at each work area/function.
Elnusa 2009 Annual Report
5. Pengembangan konsep talent management melalui
assessment kompetensi karyawan dan kinerja karyawan untuk
mengidentifkasi karyawan potensial (talent pooling), termasuk
sebagai salah satu data pendukung untuk kepentingan
promosi, penempatan karyawan dan data pendukung suksesi.
6. Penyusunan, evaluasi dan perbaikan secara menyeluruh
terhadap proses bisnis, Kebijakan SDM dan Prosedur
Kerja SDM.
7. Dimulainya penyusunan Blueprint Human Resources sebagai
acuan untuk perencanaan stratejik dan rencana kerja SDM
yang selaras dengan rencana bisnis hingga 5 (lima) tahun
ke depan.
Seluruh kegiatan dan kebijakan sumber daya manusia senantiasa
dilakukan evaluasi dari waktu ke waktu sesuai kebutuhan
organisasi dan bisnis untuk meningkatkan standar kualitas
dalam pengelolaan SDM
PROfIL SDM
Jumlah Karyawan
Sampai dengan 31 Desember 2009, karyawan Perseroan dan
Anak Perusahaan berjumlah 1.838 karyawan, terdiri dari 1.251
karyawan Perseroan dan 587 karyawan anak perusahaan.
Tabel dibawah ini menguraikan rincian karyawan Perseroan dan
Anak Perusahaan berdasarkan posisinya :
No. Jenjang Jabatan Perseroan
Company
Anak Perusahaan
Subsidiary
Total % Level Position
SCU PND EPN PBN EBE
1 Direktur 5 2 1 3 1 1 13 1 Directors
2 Deputi Director &
Vice President
18 0 0 18 1 Deputi Director & Vice
President
3 Senior Manager 29 5 3 4 4 1 46 3 Senior Manager
4 Manager/Setara
Manager
59 18 7 14 7 4 109 6 Manager/Equiv.
to manager
5 Jr. Manager/Setara
Jr. Manager
118 8 5 2 133 7 Jr. Manager/Equiv.
to manager
6 Supervisor 363 64 14 55 26 5 527 29 Supervisor
7 Staf 659 81 42 66 127 17 992 54 Staf
JUMLAH 1.251 178 67 142 170 30 1.838 100 TOTAL
Laporan Keberlanjutan Sustainability Report 151
5. The development of the talent management concept through
the assessment of staf competence and staf performance
to identify potential employees (talent pooling), including to
serve as supporting data for the interest of promotion, staf
assignment and succession supporting data.
6. Draf ti ng, eval uati on and comprehensi ve i mprovement
of the busi ness process, HR Pol i ci es and HR Work
Procedures.
7. The commencement of the Human Resources Blueprint
drafting as a reference for HR strategic planning and work
plan that is in line with the business process for the next fve
(5) years.
The entire human resource activities and policies are constantly
evaluated from time to time according to the needs of the
organization and business to promote the quality standard in
HR management.
HR PROfILE
Number of Employees
As of December 31, 2009, the Company and Subsidiaries
had a total of 1,838 employees, consisting of 1,251 Company
employees and 587 subsidiary employees.
The table below gives a breakdown of the Company and
Subsidiary employees by rank:
Elnusa Laporan Tahunan 2009
Di bawah ini merupakan data jumlah karyawan dari tahun
2005 sampai dengan 2009. Tahun 2007 karyawan Perseroan
mengalami peningkatan tajam, hal ini di sebabkan adanya
penggabungan usaha (merger) 4 (empat) Anak Perusahaan
Perseroan ke dalam organisasi Perseroan.
Headcount Dec 2008 Dec 2009 Headcount
Perseroan 1.206 1.251 Company
Anak Perusahaan 594 587 Subsidiary
Total 1.800 1.838 Total
Komposisi Karyawan berdasarkan Jenjang Pendidikan
Dibandingkan dengan tahun 2008 terjadi perubahan jumlah
karyawan berdasarkan tingkat pendidikan, terutama pada
kelompok pendidikan SLTA mengalami penurunan dengan data
seperti di bawah ini.
No. Jenjang Pendidikan
Level Education
Perseroan
Company
% Perseroan
Company
%
31 Dec 2008 31 Dec 2009
1 Pasca Sarjana (S2/S3) Post Graduate 82 7 93 7
2 Sarjana (S1) Bachelor 579 48 602 48
3 Sarjana Muda (D3/D2/D1) Diploma 154 13 189 15
4 SLTA ≤ Senior Hight School 391 32 367 29
Total 1.206 1.251
Komposisi Karyawan Berdasarkan Jenjang Usia
Dibandingkan dengan tahun 2008, terjadi penurunan pada
kelompok usia 46 tahun ke atas, sementara pada kelompok usia
30 tahun ke bawah terjadi kenaikan terbesar.
No. Jenjang Usia
Age Interval
Perseroan
Company
% Perseroan
Company
%
31 Dec 2008 31 Dec 2009
1 20 - 25 tahun/year 99 8 120 10
2 26 - 30 tahun/year 254 21 264 21
3 31 - 35 tahun/year 218 18 222 18
4 36 - 40 tahun/year 217 18 226 18
5 41 - 45 tahun/year 160 13 177 14
6 46 - 50 tahun/year 136 11 134 11
7 51 - 56 tahun/year 122 10 108 9
Total 1.206 100 1.251 100
Laporan Keberlanjutan Sustainability Report 152
The following is the employee headcount from 2005 to
2009. 2007 saw a shaRpincrease in the number of Company
employees, due to a merger of four (4) Subsidiaries into the
Company organization.
Employee Composition by Education Level
Compared to 2008, there was a change in the number of
employees by education level; in particular, the high school
graduate group saw a decline with the following data.
Staf Composition by Age
Compared to 2008, there was a decline in the 46 and over
age group, while the 30 and under age group saw the
largest increase.
Elnusa 2009 Annual Report
PRODUKTIVITAS SDM
Produktivitas terhadap pertumbuhan laba usaha berbanding
jumlah karyawan pada tahun 2009 mengalami kenaikan
dibandingkan pada tahun 2008. Hal ini dapat dilihat dari
naiknya rasio pendapatan usaha dibandingkan dengan jumlah
karyawan dan laba usaha atau laba bersih dibandingkan dengan
jumlah karyawan.
Berikut informasi produktivitas SDM pada tahun 2008 – 2009 :
Komponen Satuan
UNIT
2008 2009 Pertumbuhan
Growth (%)
Component
Pendapatan Usaha/Jumlah
Karyawan
Rp Miliar 1,41 1,99 34 Operating Income/Total Employees
Beban Usaha/Jumlah Karyawan Rp Miliar 0,11 0,14 6 Operating Expenses/Total
Employees
Laba Usaha/Jumlah Karyawan Rp Miliar 0,10 0,15 47 Net Income / Total Employees
Laba Bersih/Jumlah Karyawan Rp Miliar 0,07 0,34 27 Net Income / Total Employees
Peningkatan
kompetensi
SDM dilakukan
sejalan dengan
pengembangan
bisnis Perseroan.
HR competence
enhancement
is carried out
in paralel with
the Company’s
business
development.
Laporan Keberlanjutan Sustainability Report 153
HR PRODUCTIVITY
Productivity in terms of business revenue growth against the
number of employees rose in 2009 compared to 2008. This is
evident from the increase in business revenue ratio versus
number of employees with and the business proft or net proft
versus number of employees.
The following is the HR productivity information in 2008 –
2009:
Elnusa Laporan Tahunan 2009
Pengembangan sumber daya manusia merupakan
pendorong bagi terciptanya operation excellence.
Human resources development is the prime driver in delivering
operation excellence.
PENGEMBANGAN SDM
Perseroan menyadari peranan penting Human Capital
Development sebagai mitra strategis manajemen dalam
mewujudkan visi, misi dan tujuan usaha Perseroan. Karena itu,
Perseroan mengimplementasikan pengelolaan pengembangan
sumber daya manusia yang berbasiskan terhadap kebutuhan
bisnis, competency dan target kinerja.
Program peningkatan kualitas sumber daya manusia telah
dilakukan secara konsisten untuk mendapatkan sumber daya
manusia yang kompeten dan berkualitas serta memperkaya
pemikiran-pemikiran karyawan dan mempercepat terciptanya
budaya kinerja yang lebih profesional sejalan dengan tuntutan
dan persaingan dunia usaha di bidang jasa industri migas.
Sebagai dasar pengembangan kompetensi, Perusahaan telah
menyusun Profl Kompetensi berupa pengetahuan, skill/keahlian
baik teknis maupun non teknis yang dipersyaratkan di setiap
bidang/fungsi kerja. Profl kompetensi ini digunakan sebagai
dasar untuk memetakan level kompetensi karyawan untuk
melihat kebutuhan pengembangan terkait dengan tuntutan
kompetensi yang dipersyaratkan dengan level kompetensi yang
dimiliki karyawan.
Berdasarkan Profl Kompetensi tersebut, telah disusun Learning
Directory sebagai kurikulum yang digunakan untuk program
pelatihan dan pengembangan karyawan sesuai dengan
kompetensi yang dipersyaratan di tiap bidang/ fungsi kerja.
Pola program learning & development untuk meningkatkan
kompetensi karyawan baik dalam hal peningkatan
kompetensi teknis, kompetensi manajerial maupun
sertifikasi diwujudkan dengan program learning &
development yang terpadu dan berkesinambungan. Dalam
hal ini semua karyawan mendapatkan kesempatan yang
sama untuk pengembangan kompetensinya.
Laporan Keberlanjutan Sustainability Report 154
HR DEVELOPMENT
The Company is aware of the important role of human capital
development as the management’s strategic partner in realizing
the vision, mission and business objective of the Company.
Therefore, the Company implements the management of
human capital development that is based on business needs,
competency and performance targets.
The human resource quality enhancement program has been
carried out consistently to acquire competent and high-quality
human resource and to enrich the employees’ ideas and speed
up the creation of a more professional performance culture in
line with the business demands and competition in the area of
oil and gas industry service.
As a basis for competence development, the Company has
drafted a Competence Profile in the form of knowledge,
technical and non-technical skill/expertise required in every
area/work function. This competence profile will be used
as a basis for mapping the employees’ competence level
to look at the development needs related to the required
competence demands with the competence level possessed
by the employees.
Based on the Competence Profle, a Learning Directory has
been prepared to serve as a curriculum used for the employee
training and development program in line with the competence
required at each work area/function.
The learning and development program scheme to promote
staf competence in terms of technical competence, managerial
competence or certifcation is realized with an integrated
and sustainable learning and development program. In this
matter the whole employees get equal opportunity for their
competency development.
Elnusa 2009 Annual Report
Program pengembangan SDM Elnusa diimplementasikan sejalan
dengan kebutuhan bisnis dan upaya untuk memenuhi kompetensi
yang dipersyaratkan dalam rangka mendukung pencapaian target
kerja dan tujuan Perusahaan melalui program-program pelatihan
dan pengembangan yang dikelola oleh Perusahaan.
Di tahun 2009, pendidikan dan pelatihan karyawan difokuskan
kepada:
1. Pengembangan dan peningkatan kompetensi teknis bisnis
inti perusahaan di bidang jasa migas dalam bentuk Elnusa
Petroleum School untuk menghasilkan SDM yang memiliki
kompetensi teknis migas yang berkualitas dan memenuhi
kebutuhan tuntutan bisnis migas.
2. Mengurangi kesenjangan kompetensi karyawan melalui
program pelatihan dan pengembangan yang berkualitas
baik in-house maupun public training.
Program-program tersebut dibagi ke dalam :
1. Elnusa Petroleum School yaitu program pelatihan yang
dikembangkan secara komprehensif untuk memenuhi dan
meningkatkan kompetensi teknis di bidang migas. Program
ini terdiri dari :
a. Mandatory Training Program, yaitu pelatihan yang berkaitan
dengan persyaratan suatu pekerjaan baik di bidang operation
maupun support yang wajib diikuti oleh karyawan sesuai
dengan fungsi pekerjaan dan kepangkatannya.
Pelatihan yang bersifat mandatory tersebut dapat berupa
mandatory certifcation yaitu pelatihan yang membutuhkan
sertifkasi yang diwajibkan oleh institusi pemerintah di bidang
migas nasional maupun institusi lain yang terkait dengan bisnis
migas, maupun mandatory non certification yaitu pelatihan untuk
mengembangkan kompetensi teknis yang bersifat wajib namun
tidak memerlukan sertifkasi dari lembaga tertentu.
Training mandatory tersebut dilakukan baik di dalam maupun di
luar negeri, seperti yang telah dilakukan untuk 10 orang engineer
yang dikirim ke Sercel, Perancis untuk mengikuti pelatihan alat 428
XL selama 4 (empat) minggu terkait dengan kebutuhan terhadap
penguasaan teknologi untuk mengoperasikan alat-alat baru
sesuai dengan tuntutan perkembangan bisnis perusahaan.
Training mandatory ini telah dilaksanakan sebanyak 328 Hari
pelaksanaan training (dalam satu hari kerja memungkinkan
terdapat beberapa pelaksanaan training secara paralel)
dengan jumlah peserta training sebanyak 1.157 Orang
selama Tahun 2009.
Laporan Keberlanjutan Sustainability Report 155
The Elnusa HR Development program was implemented in
line with business needs and the efort to meet the required
competence in order to support the achievement of work targets
and Company objectives through training and development
programs managed by the Company.
In 2009, staf education and training focused on:
1. Technical competence development and promotion for the
company’s core business in oil and gas service in the form of
Elnusa Petroleum School to produce human resource that
possesses a good quality technical competence in oil and
gas and meets the requirements for oil and gas business
demands.
2. Minimizing the gap in staf competence through good
quality training and development programs, both in-house
and public training.
The programs were divided into:
1. Elnusa Petroleum School, a training program
developed comprehensively to fulfill and promote
technical competence in oil and gas. This program
consists of :
a. Mandatory Training Program, i.e. training that is related
to the requirements of a job whether in operation or
support which is mandatory for the staf according to
their work function and rank.
The mandatory training may be a mandatory certifcation,
i.e. training that requires a certifcation mandated by a
government agency in the national oil and gas sector or
other institutions related to the oil and gas business, or
mandatory non-certifcation, i.e. mandatory training to
develop a technical competence but does not require
any certifcation from a given institution.
The mandatory training was conducted locally and
overseas, as was the case with the ten engineers sent
to Sercel, France to attend a four-week training for the
428 XL instrument related to the need for technological
mastery to operate new equipment in line with the
demands for company business developments.
This mandatory training took place over a total of 328
days of training (where it was possible to conduct
several parallel training sessions within one day) for 1,157
training participants in 2009.
Elnusa Laporan Tahunan 2009
b. Technical Training Program, yaitu pelatihan yang terkait dengan
kompetensi teknis pendukung suatu jabatan sesuai dengan
fungsi pekerjaan dan kepangkatannya.
Training technical ini telah dilaksanakan sebanyak 388 Hari
pelaksanaan training dengan jumlah peserta training
sebanyak 1.513 Orang selama Tahun 2009. Pada tahun 2009
telah dilaksanakan Seismic School di Divisi Geoscience Service
sebagai bagian dari pelaksanaan Technical Training Program.
Namun demikian dalam Seismic School tersebut diberikan pula
beberapa materi yang bersifat soft skill (non technical), dengan
pertimbangan bahwa terdapat kebutuhan yang tinggi untuk
mengembangkan aspek-aspek soft skill di lapangan seperti
Leadership, Interpersonal Skill dan People Management. Seismic
School ini dilaksanakan sebanyak 10 Hari per kelas.
c. Managerial Training Program & General (Non Core) Training
Program, yang dimaksud dengan Managerial Training Program
adalah pelatihan yang bersifat manajerial yang berkaitan dengan
soft skill sesuai dengan fungsi pekerjaan dan kepangkatannya,
sedangkan General (Non Core) Training Program adalah segala
bentuk pembelajaran untuk menambah pengetahuan umum
dan secara langsung tidak terkait dengan persyaratan suatu
jabatan atau kompetensi suatu jabatan tertentu (misalnya
seminar kondisi krisis keuangan global, corporate valuation dll).
Training managerial dan general (non core) ini telah dilaksanakan
sebanyak 41 Hari pelaksanaan training dengan jumlah peserta
training sebanyak 193 Orang untuk training managerial serta
125 Hari pelaksanaan training dengan jumlah peserta training
sebanyak 863 Orang untuk training general (non core).
d. Secara keseluruhan Elnusa Petroleum School telah melaksanakan
882 Hari pelaksanaan training dengan jumlah peserta
training sebanyak 3.726 Orang selama Tahun 2009 dengan
Mandays sebanyak 7,11 Hari, yakni satu orang di PT Elnusa Tbk
mendapatkan pelatihan selama Tahun 2009 sebanyak 7,11 hari.
2. Regular Training Program baik berupa in-house training program
maupun public training yang berfokus pada kebutuhan
pemenuhan kompetensi di luar kompetensi yang dapat
dikembangkan melalui Elnusa Petroleum School.
Di tahun 2009, in house training program yang diadakan
mencapai 183 kelas, dimana 32 kelas di antaranya merupakan
training bersertifkasi. Jumlah peserta untuk in house training
mencapai 3.011 orang.
3. Learning Directory merupakan Panduan Kompetensi dan Pelatihan
yang diperuntukkan untuk karyawan PT Elnusa Tbk baik dari
Laporan Keberlanjutan Sustainability Report 156
b. Technical Training Program, which is training related to
supporting technical competence for a position in line
with the work function and rank.
This technical training was carried out over 388 days of
training to a total of 1,513 training participants in 2009. in
2009, Seismic School was undertaken at the Geoscience
Service Division as part of the Technical Training Program
implementation. However, some materials on soft skills
(non-technical skills) were also given at the Seismic
School, with the consideration that there was a high
demand for developing the soft-skill aspects in the
feld such as Leadership, Interpersonal Skill and People
Management. This Seismic was done over a period of 10
days per class.
c. Managerial Training Program & General (Non Core) Training
Program - Managerial Training Program refers to training
of a managerial nature related to soft skills according to
the relevant work functions and ranks, while General (Non
Core) Training Program is all forms of learning to enhance
general knowledge and is not directly related to the
requirements for a title or competence for any particular
title (such as seminars on global fnancial crisis conditions,
corporate valuation etc.).
This managerial and general (non-core) training was
done over 41 days of training execution to a total of 193
participants for the managerial training and over 125
days of training execution to a total of 863 participants
for the general (non-core) training.
d. Overall, the Elnusa Petroleum School has conducted
822 days of training execution to a total of 3,726
participants in 2009 with 7.11 Man days, i.e. one
person at PT Elnusa Tbk received 7.11 days of training
throughout 2009.
2. Regular Training Programs in the form of in-house training
program and public training that focused on the need to
meet competence beyond the competences that could be
developed through the Elnusa Petroleum School.
In 2009, the conducted in-house training program amounted
to 183 classes, 32 of them certifed training. 3,011 participants
took part in the in-house training.
3. Learning Directory was a Competence and Training Guide
designated for PT Elnusa Tbk employees from Operation
Elnusa 2009 Annual Report
Operasi maupun dari Korporat. Learning Directory telah disusun
dengan pembagian Level Jabatan, Departemen dan Jenis Pelatihan
yang dibuat sesuai dengan kebutuhan dari karyawan. Sehingga
kebutuhan setiap karyawan dalam memenuhi Kompetensi akan
terfasilitasi dari Learning Directory ini dalam jangka waktu yang
cukup lama.
Selama tahun 2009, Elnusa telah mengalokasikan dana pelatihan
dan pengembangan sebesar Rp4,624 miliar di luar biaya perjalanan
dinasnya. Rata-rata alokasi biaya pelatihan per seluruh karyawan adalah
sebesar Rp3,7 juta. Adapun total peserta pelatihan selama tahun 2009
adalah 3.726 orang.
Total realisasi investasi pelatihan dan pengembangan tahun 2009
mengalami kenaikan sebesar 36.2% dibandingkan pada tahun
2008 menunjukkan komitmen perusahaan terhadap pelatihan dan
pengembangan yang berkelanjutan.
Di samping pendidikan dan pelatihan, program pengembangan
karyawan juga dilakukan melalui pelaksanaan mutasi (promosi dan
rotasi) dimana untuk tahun 2009 telah dilakukan sebanyak 128 orang.
Sedangkan total jumlah recruitment mencapai 184 orang yang terdiri
atas rekrutmen melalui program pro-hire dan fresh graduate. Jumlah
tersebut di luar jumlah rekrutmen untuk karyawan project base yang
bersifat temporer dan jangka pendek.
Di sepanjang tahun 2009, Perusahaan telah menetapkan dasar-dasar
pengembangan konsep talent management melalui assessment
kompetensi karyawan dan kinerja karyawan untuk mengidentifkasi
karyawan potensial (talent pooling), termasuk sebagai salah satu data
pendukung untuk kepentingan promosi, penempatan karyawan dan
data pendukung suksesi.
Hingga akhir 2009 telah dilakukan assessment baik untuk kebutuhan
promosi maupun pengembangan terhadap karyawan di level
manajerial maupun supervisor. Di tahun mendatang kegiatan tersebut
akan terus dilanjutkan sekaligus akan dikembangkan Development
Program untuk karyawan potensial, di samping identifkasi suksesor
untuk posisi-posisi yang bersifat kritikal dan strategis baik manajerial
maupun spesialis.
Di masa mendatang, Perseroan berupaya mengembangkan
Knowledge Management sebagai bagian dari pengembangan
SDM, yaitu berupa sarana untuk menyampaikan ide, konsep dan
informasi yang dapat diakses oleh seluruh karyawan, termasuk
sarana untuk mendokumentasikan informasi dan pengetahuan
yang dimiliki oleh Perusahaan.
Laporan Keberlanjutan Sustainability Report 157
and Corporate. The Learning Directory has been prepared
with a division by Title Level, Department and Training types
being prepared according to the staf’s needs. That way,
each employee’s need in meeting the Competence would
be facilitated from this Learning Directory over a reasonable
period of time.
Throughout 2009, Elnusa allocated Rp4,624 billion for
training and development fund, excluding the business
travel expenses. The average training cost allocation per
all employees was Rp3,7 million. In total there were 3,726
training participants in 2009.
The total training and development investment realization for
2009 saw a 36.2% increase compared to 2008, an indication
of the company’s commitment to continuous training and
development.
In addition to education and training, the staf development
program was also conducted through the implementation of
transfers (promotion and rotation) which was done for 128 persons
in 2009. The total number of recruits, on the other hand, was 184
consisting of recruitments through the pro-hire program and fresh
graduates. This fgure excludes the number of recruits for project-
based employees that are temporary and short-term in nature.
Throughout 2009, the Company has laid down the basis for
developing the talent management concept through staf
competence and staf performance assessment to identify
potential staf (talent pooling), including as supporting data
for the purpose of promotion, staf assignment and succession
supporting data.
By the end of 2009, assessment was performed for both
promotional and developmental needs on the staf at the
managerial and supervisor levels. In the next year, the activity
will continue and a Development Program will be developed at
the same time for potential employees, in addition to successor
identifcation for critical and strategic posts at the managerial
and specialist level.
In the future, the Company seeks to develop Knowledge
Management as part of HR development, in the form of
facilities for sharing ideas, concepts and information that can be
accessed by the entire staf, including facilities for documenting
the information and knowledge possessed by the Company.
Elnusa Laporan Tahunan 2009
PENGELOLAAN HUBUNGAN INDUSTRIAL
Dalam kaitannya dengan program pengelolaan SDM, Corporate
HR bersama dengan Serikat Pekerja Elnusa (SPE) sebagai partner
telah melakukan beberapa kegiatan seperti memfasilitasi
pertemuan Pengurus dengan Anggota Serikat Pekerja Elnusa
dalam rangka pembentukan pengurus baru.
Corporate HR juga telah melakukan beberapa kali kunjungan ke
lokasi-lokasi seperti Proyek Divisi EDS VICO Badak – Kalimantan
dan Duri Pekanbaru, PRoyek Divisi OFS di Balikpapan, Palembang
dan Cirebon dan Proyek Divisi Geoscience di Rengasdengklok Jawa
Barat. Kunjungan tersebut dikhususkan untuk sosialisasi kebijakan-
kebijakan baru Perusahaan, sosialisasi struktur organisasi baru dan
juga dalam rangka mengetahui aspirasi langsung dari karyawan
pada proyek-proyek yang ada di Elnusa.
Corporate HR di tahun 2009 juga menjalin hubungan dengan
instansi pemerintah seperti Dinas Tenaga Kerja Pusat dan Daerah,
Pemda setempat dan secara berkala mengadakan pelatihan dan
sharing knowledge yang berkenaan dengan perundang-undangan
ketenagakerjaan terkait dengan hubungan industrial.
Perusahaan mengatur kembali dan memperjelas status karyawan
dan pengelolaannya dengan melakukan pendataan ulang tentang
status tersebut dengan kriteria karyawan PWT, PWTT, Outsourcing
dan Tenaga Ahli/Konsultan. Hal tersebut diikuti pula dengan
penyelesaian status outsourcing karyawan di Divisi OFS Balikpapan
dengan tercapainya hasil penyelesaian yang kondusif.
Dengan operasi welltesting barge di Kalimantan Timur
Well testing barge operation in East Kalimantan.
Laporan Keberlanjutan Sustainability Report 158
INDUSTRIAL RELATIONSHIP MANAGEMENT
In relation with the HR management program, the Corporate
HR together with the Elnusa Workers’ Union (SPE) as a partner
carried out a number of activities such as facilitating a meeting
between the Management and Members of the Elnusa Workers’
Union to establish a new managing board.
Corporate HR also made a number of visits to such site as
the EDS VICO Division Project in Badak, Kalimantan and
Duri Pekanbaru, the OFS Division Project in Balikpapan,
Palembang and Cirebon and the Geoscience Division Project
in Rengasdengklok, West Java. The visits were specifically
made for disseminating the Company’s new policies, the new
organizational structure and to directly identify the aspirations
of employees at Elnusa’s projects.
In 2009 Corporate HR also established a relationship with
government agencies such as the National and Local Manpower
Service, local Government and conducted periodic training
and knowledge sharing related to the manpower laws and
regulations in the context of industrial relationship.
The Company rearranged and clarifed the employees’ status
and its management through a re-inventory of the status
with the employee criteria of PWT, PWTT, Outsourcing and
Expert/Consultant. This was also followed by the settlement of
employees’ outsourcing status at the Balikpapan OFS Division
with the achievement of a favorable settlement.
Elnusa 2009 Annual Report
PENGHARGAAN TERHADAP KARYAWAN
Di tahun 2009, Perusahaan megadakan program pemilihan
Karyawan Excellent sebagai salah satu upaya untuk menghargai
karyawan atas pencapaian kinerja maupun sikap positif dalam
bekerja untuk menumbuhkan performance based culture sekaligus
sebagai satu satu bentuk dukungan manajemen terhadap prinsip
pengelolaan SDM sebagai Human Capital Asset.
Perusahaan telah melakukan pemilihan Karyawan Excellent
pada bulan September 2009 melalui indikator penilaian berupa
intellectual capability, emotional capability, social capability, virtual
capability, adversity capability dan health capability.
Berdasarkan kriteria tersebut 25 orang karyawan dinyatakan
memenuhi kualifkasi untuk diusulkan sebagai kandidat Karyawan
Excellent untuk diseleksi lebih lanjut melalui Tim Panel dan pooling
pemilihan oleh karyawan dengan hasil akhir terpilih 3 orang
Karyawan Excellent untuk tahun 2009.
SISTEM INfORMASI SDM
Di tahun 2009, Corporate HR melalui media HRIS terus
melakukan update data secara berkesinambungan dan
memberikan informasi seputar kebijakan, kondisi perusahaan,
kegiatan-kegiatan olahraga, sosial serta informasi lainnya yang
dapat diakses oleh manajemen dan seluruh karyawan.
Sejalan dengan perkembangan kebutuhan informasi SDM yang
semakin komplek dalam bagian proses pengambilan suatu
keputusan manajemen maka diperlukan suatu sistim informasi
SDM yang lebih reliable.
Hal ini diwujudkan Perseroan dengan mengimplementasikan
Human Resources Information System (HRIS) yang berbasiskan web
melalui Portal HR untuk pemenuhan kebutuhan informasi secara
internal maupun secara external kepada karyawan Perseroan. Data
terkait dengan Uraian Jabatan, Profl Kompetensi dan Learning
Directory telah diupload ke dalam HRIS dan dapat diakses oleh
karyawan untuk kebutuhan pengelolaan SDM lebih lanjut.
Melalui Employee Self Service Application, karyawan dapat
mengakses informasi data pribadinya serta melakukan
pembaharuan data setiap saat apabila diperlukan.
Laporan Keberlanjutan Sustainability Report 159
APPRECIATION TO EMPLOYEES
In 2009, the Company held an Excellent Employee contest
as an effort to appreciate employees for performance
achievements and positive attitude at work to cultivate a
performance-based culture as well as a form of management
support for the principle of HR management as a human
capital asset.
The Company held the Excellent Employee contest in
September 2009 through evaluation indicators such as
intellectual capability, emotional capability, social capability,
virtual capability, adversity capability and health capability.
Based on the criteria, 25 employees were declared eligible
for nomination as Excellent Employee candidates for further
selection through the Panel Team and election polling by
employees, with the fnal result of three Excellent Employees
being elected for 2009.
HR INfORMATION SYSTEM
In 2009, Corporate HR through the HRIS medium continued to
update data continuously and shared information related to
policies, company conditions, sports activities, social events and
other information that can be accessed by the management
and all employees.
I n line with the growing need for HR information that
is increasingly complex in the management decision
making process, a more reliable HR information system
is required.
The Company created this by implementing a web-based
Human Resources Information System (HRIS) through the HR
portal to meet internal and external needs for information to
the Corporate employees. Data related to Job Description,
Competence Profle and Learning Directory have been
uploaded into the HRIS and can be accessed by employees to
accommodate the need for further HR management.
Through Employee Self Service Application, employees can
access their personal information and update the data at any
time as needed.
Elnusa Laporan Tahunan 2009
Kepedulian sosial
terhadap komunitas
dan lingkungan
menunjukkan
komitmen
Perseroan untuk
turut serta
meningkatkan
kualitas sosial
maupun lingkungan
dimana Perseroan
berada.
Social care to the
community and
environment exhibits
the Company’s
commitment to take
role in social and
environmental quality
improvement in
which the Company
operates.
Laporan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan
Corporate Social Responsibility Report
Pandangan Perseroan terhadap tanggung jawab sosial
perusahaan meliputi seluruh kegiatan bisnis yang secara masif
menjadi koridor dari setiap langkah Perseroan, yaitu clean,
respectful, synergy. Nilai-nilai tersebut diimplementasikan
di seluruh lini, menjadi sebuah kebersamaan bagi bisnis
berkelanjutan. Perseroan menerjemahkannya ke berbagai
aktivitas yang built-in dengan kegiatan operasi, kepekaan sosial
dalam misi kemanusiaan serta visi hijau bersama gerakan dunia
untuk menjaga bumi.

Data Singkat Pelaksanaan CSR Perseroan – Tahun 2009
Summary of Data on the Implementation of the Company’s CSR –2009
Jenis kegiatan
Type of activities
Visi hijau 1. green vision
Pemberdayaan melalui 3 kebutuhan dasar (ekonomi, pendidikan, kesehatan) 2. Empowerment
through 3 fundamentals (economy, education, health)
Kebudayaan 3. Culture
Sifat kegiatan
Characteristic of activities
- Berkelanjutan Sustainable
- Tanggap darurat dan kegiatan insidentil Emergency response and incidental activities
Lokasi (propinsi)
Location (province)
Sumatera Barat 1. West Sumatra
Jambi 2.
Sumatera Selatan 3. South Sumatra
Kalimantan Timur 4. East Kalimantan
Jawa Barat 5. West Java
DKI Jakarta 6.
Banten 7.
Jogjakarta 8.
Biaya Cost Rp2.466.264.369
Proporsi
Proportion
Sustainable 24%
Non-sustainable 72%
Emergency Response 4%
The Company’s view on corporate social responsibility includes
all massive business activities serving as the corridor of every
measure taken by the Company, namely clean, respectful,
synergy. These values are implemented in all lines creating
togetherness for sustainable business. The Company translates
these values into various activities built-in the operational
activities, social sensitivity in mission for humanity as well as
green vision along with the global earth protection movement.
Laporan Keberlanjutan Sustainability Report 160
Elnusa 2009 Annual Report
Laporan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan
Corporate Social Responsibility Report
Rp2,46 miliar 24%
Dana yang telah dikeluarkan
Perseroan untuk program CSR.
Funds that have been issued by the Company
for the CSR program.
Proporsi dana CSR untuk program
berkelanjutan.
The proportion of CSR funds for ongoing
programs.
Dalam implementasi kegiatan tanggung jawab sosial
perusahaan, Perseroan menyelenggarakan kegiatan dengan
memfokuskan pada aspek implementasi:
I. Komunitas, dan
II. Lingkungan hidup
I. KOMUNITAS
Komunitas merupakan bagian dari tanggung jawab sosial
perusahaan yang mengindikasikan keselarasan antara
pertumbuhan usaha (sustainable growth) dengan tingkat
perbaikan lingkungan sekitarnya. Penanganan komunitas
berorientasi pada pemberdayaan melalui 3 kebutuhan dasar
untuk peningkatan hidup yang lebih baik (Three Fundamentals
for a Better Life), yaitu:
1. Ekonomi
2. Pendidikan
3. Kesehatan
Kegiatan yang bersifat berlanjut dengan konsep Community
Development (Comdev) diselenggarakan di sekitar Kantor
Pusat, Graha Elnusa, Cilandak Jakarta Selatan. Sementara untuk
kawasan di sekitar wilayah operasi dilakukan dalam bentuk non-
sustainable disesuaikan dengan rentang waktu pekerjaan.
1. Ekonomi
Penanganan komunitas dari aspek ekonomi dilakukan
Perseroan dengan model-model berikut:
1. SME Day, adalah lokasi usaha setiap hari Jumat di kawasan
Graha Elnusa Jakarta. Pedagang kecil dan menengah
secara rutin memperoleh manfaat dari fasilitas tersebut.
2. Pengembangan Usaha Mikro, yaitu pendampingan
untuk pencapaian tingkat ekonomi yang lebih baik.
Total manfaat bagi masyarakat hingga November 2009
sebesar Rp848.379.850. Jumlah penerima manfaat
sebanyak 174 KK atau 690 Jiwa.
In conducting corporate social responsibility activities, the
Company organizes several activities by focusing on the aspect
of implementation:
I. Community, and
II. Environment
I. COMMUNITY
Community is a part of corporate social responsibility
indicating a harmony between business growth (sustainable
growth) and the rate of rehabilitation of its surrounding
environment. Community management is oriented to
empowerment through Three Fundamentals for a Better Life,
namely as follows:
1. Economy
2. Education
3. Health
Sustainable activities are conducted around the Head Ofce
area, Graha Elnusa, Cilandak South Jakarta by applying the
concept of Community Development (Comdev). On the other
hand, activities in around operational areas are conducted in
the form of non-sustainable activities which are adjusted to
the timeframe of work.
1. Economy
The Company administers Community management from
the economic aspect by adopting the following models:
1. SME Day is a business location opened on every Friday
in Graha Elnusa area, Jakarta. Small and medium-scale
traders regularly beneft from this facility.
2. Micro Business Development, namely assistance
provided in order to achieve a better economic level.
Total benefts allocated for the community until
November 2009 amounted to Rp848,379,850 with total
benefciaries of 174 Family Head or 690 People.
Laporan Keberlanjutan Sustainability Report 161
Elnusa Laporan Tahunan 2009
2. Education
The Company organizes community management from
the aspect of education by adopting the approach of (1)
Sustainable Development and (2) Temporary Development.
Sustainable Development includes Integrated Scholarship
(BEST) program, Elnusa Learning Cent (Taman Belajar
Elnusa/TBE), and Patra VII Kindergarten:
1. BEST is dedicated to students from less fortunate
families showing potentials which may be developed.
The scholarship is provided in the form of character
education by giving religious counseling, outbound
training, English training and try-out test. Since the
program commenced until December 2009, a total of
219 students with a high level of academic competence
has received BEST comprising 45 Elementary School
students, 57 Junior High School students and 117 High
School students throughout Jabodetabek.
2. TBE is a free education service based on mental and
spiritual resilience for children and teenagers. Intensive
activities are conducted every day to establish a strong
young generation of a good character. TBE is managed
by Baitul Hikmah Elnusa Foundation in the form of Taman
Pendidikan Al Quran (Al Quran Learning Center), Islamic
Kindergarten and Mentoring. These education activities
have received the Government’s accreditation. From its
frst opening until December 2009, the total benefciaries
of the program reached up to 1,607 students.
3. Patra VII Kindergarten is managed by Patra Women
Association (Persatuan Wanita Patra/PWP) with professional
education facilities. Through this program, the Company
ofers an equal opportunity for the children from less-
fortunate families to receive pre-school education. The
kindergarten is located in Jl. Albesia Raya Block A No. 6
and 7, Cipinang. The Company made a social investment
in the form of two-storey school building.
Harmonisasi antara Perseroan dan masyarakat disekitar
operasi Perseroan merupakan unsur penting bagi
kelancaran operasi dalam pencapaian target kinerja.
Harmonization between the Company and the community
around its operational areas is imperative in ensuring smooth
operation to achieve the performance target.
2. Pendidikan
Penanganan komunitas dari aspek pendidikan dilakukan
Perseroan dengan pendekatan (1) Pembinaan Berlanjut,
dan (2) Pembinaan Temporer.
Pembinaan Berlanjut meliputi program Beasiswa Terpadu
(BEST), Taman Belajar Elnusa (TBE), dan TK Patra VII:
1. BEST didedikasikan untuk pelajar dari kalangan keluarga
kurang mampu akan tetapi memiliki potensi yang
dapat dikembangkan. Beasiswa diberikan dalam bentuk
pendidikan karakter dengan bimbingan keagamaan,
outbound training, Bahasa Inggris dan try out test. Sejak
program berjalan hingga Desember 2009 total penerima
manfaat BEST berjumlah 219 siswa dengan kemampuan
akademis yang baik dari 45 siswa Sekolah Dasar, 57
siswa SLTP dan 117 siswa SLTA se- Jabodetabek.
2. TBE adalah layanan pendidikan gratis berbasis
ketahanan mental spiritual untuk anak-anak dan
remaja. Kegiatan diselenggarakan intensif setiap
hari kerja untuk pembentukan generasi muda yang
tangguh dan berkarakter. Operasional TBE dilaksanakan
oleh Yayasan Baitul Hikmah Elnusa dalam bentuk
Taman Pendidikan Al Quran, Taman Kanak-kanak
Islam dan Bimbingan Belajar. Kegiatan pendidikan
ini telah diakreditasi Pemerintah. Sejak pertama kali
diselenggarakan sampai dengan Desember 2009 total
penerima manfaat sebanyak 1.607 siswa.
3. TK Patra VII dikelola oleh Persatuan Wanita Patra (PWP)
dengan fasilitas pendidikan profesional. Melalui program
ini, Perseroan memberikan kesempatan yang sama bagi
anak-anak keluarga tidak mampu untuk mengecap
pendidikan pra sekolah. TK berlokasi di Jl. Albesia
Raya Blok A No. 6 dan 7, Cipinang. Investasi sosial dari
Perseroan berupa gedung sekolah berlantai dua.
Laporan Keberlanjutan Sustainability Report 162
Elnusa 2009 Annual Report
Temporary Development includes Field Work Practice (Praktek
Kerja Lapangan/ PKL), Internship Work, Creative Action, Special
Scholarship and Sport Achievement Development:
1. PKL, is an opportunity for students attending schools
around the operational areas to be involved in practical
work at the project. PKL is mainly conducted in the
locations of drilling work within a period of 3 to 6 months.
2. Internship Work, including research is opened for the
students of domestic or foreign universities. In 2009, the
Company gave an opportunity for engaging in internship
and performing research for 66 Indonesian students and
2 students of the University of Gotland, Sweden.
3. Creative Action, obtains the Company’s support in the
form of sponsorship and facilities for improving the
knowledge for the students, alumni and teachers. In
2009, the Company supported the creative action of UI
students (the 2009 Social Service Jamboree/Jambore
Bakti Sosial 2009), ITB (Golden Dies), University of
Padjadjaran (Geology Expedition), Alumni Association of
ITB, the students of UGM (Excursion Study), Workshop for
Teachers throughout Indonesia (Smart Excellence) and
creative action of mentally retarded student community.
4. Special Scholarship is temporarily provided for motherless/
fatherless/unfortunate students assisted by 4 social
partners of the Company with total benefciaries of around
500 students. High achiever students are supported until
they graduate from the University (UI and Al Azhar).
5. Sport Achievement Development is a facility provided
by the Company at the Head and branch offices. In
Balikpapan, the Company provides futsal sport facilities
and holds a Futsal Tournament for the people around
the operational areas. The “Elnusa Football Club” is a
famous club with a high performance in Balikpapan.
In2009, the Company supported the PT Elnusa Tbk.
team in Jakarta to participate in friendship matches
between companies.
3. Health
Community management from the health aspect is
administered in the form of:
1. Medical Post, namely free medical services provided on
a quarterly basis for General Medical Treatment, Dental
Care, Nutrition Package for Mother and Under 5 Children.
In 2009, the program was held for 4 times with the total
benefciaries of more than 1,600 patients.
2. Integrated Service Post Forum is established to support
the government’s program for mother and children’s
health. This forum is held on an annually basis consisting
of 10 member Posyandu spread in Cilandak Barat and
Cilandak Timur Sub-districts, South Jakarta.
Pembinaan Temporer meliputi Praktek Kerja Lapangan
(PKL), Kerja Magang, Aksi Kreatif, Beasiswa Khusus dan Bina
Prestasi Olahraga:
1. PKL, merupakan kesempatan bagi siswa-siswa yang
bersekolah di sekitar wilayah operasi untuk turut secara
praktis dalam pekerjaan proyek. PKL terutama di lokasi-
lokasi pekerjaan pemboran (drilling), dengan rentang
waktu 3 sampai 6 bulan.
2. Kerja Magang, termasuk penelitian, terbuka bagi
mahasiswa dari universitas di dalam negeri maupun
dari luar negeri. Dalam tahun 2009, Perseroan telah
memberikan kesempatan magang dan penelitian
bagi 66 mahasiswa Indonesia dan 2 mahasiswa dari
University of Gotland, Swedia.
3. Aksi Kreatif, mendapat dukungan dari Perseroan berupa
sponsorship dan fasilitas peningkatan pengetahuan
bagi mahasiswa, alumni dan guru. Dalam Tahun 2009,
Perseroan mendukung aksi kreatif mahasiswa UI
(Jambore Bakti Sosial 2009), ITB (Dies Emas), Universitas
Padjadjaran (Ekspedisi Geologi), Ikatan Alumni ITB,
mahasiswa UGM (Studi Ekskursi), Workshop Guru se-
Indonesia (Smart Ekselensia), dan aksi kreatif komunitas
siswa tunagrahita.
4. Beasiswa Khusus diberikan temporer bagi siswa/i yatim/
piatu/dhuafa yang dibina oleh 4 mitra sosial Perseroan
dengan total penerima manfaat sekitar 500 siswa. Siswa
berprestasi mendapat dukungan hingga menyelesaikan
jenjang Perguruan Tinggi (UI dan Al Azhar).
5. Bina Prestasi Olahraga merupakan fasilitas dari Perseroan di
Kantor Pusat dan kantor cabang. Di Balikpapan, Perseroan
memberikan fasilitas olahraga futsal dan Turnamen Futsal
bagi masyarakat daerah sekitar operasi. Klub “Elnusa
Football Club” di Balikpapan merupakan klub berprestasi
yang disegani. Di Jakarta, Tahun 2009 Perseroan
mendukung tim PT Elnusa Tbk. mengikuti pertandingan-
pertandingan persahabatan antar perusahaan.
3. Kesehatan
Penanganan komunitas dari aspek kesehatan
diselenggarakan dalam bentuk:
1. Pos Sehat yaitu layanan kesehatan cuma-cuma,
dilaksanakan 3 bulan sekali untuk Pengobatan Umum,
Pengobatan Gigi, Paket Gizi Ibu dan Balita. Pada tahun
2009, program diselenggarakan 4 kali dengan total
penerima manfaat lebih dari 1.600 pasien.
2. Forum Posyandu dibentuk guna mendukung program
pemerintah bagi kesehatan ibu dan anak. Forum
diadakan setiap bulan, beranggotakan 10 Posyandu
yang tersebar di kelurahan Cilandak Barat dan Cilandak
Timur, Jakarta Selatan.
Laporan Keberlanjutan Sustainability Report 163
Elnusa Laporan Tahunan 2009
4. Kebudayaan
Selain pembinaan komunitas bagi masyarakat sekitar
operasi, Perseroan memberikan perhatian khusus
terhadap aspek kebudayaan. Bentuk aktivitasnya
meliputi:
1. Hari Batik yaitu penggunaan pakaian batik sebagai
pakaian kerja setiap hari Jumat, terlebih setelah
batik dikukuhkan oleh UNICEF sebagai kebudayaan
asli Indonesia.
2. Friend of Lontar yaitu sebutan bagi Perseroan
dari Yayasan Lontar, sebuah lembaga nirlaba
beranggotakan para pecinta budaya Indonesia yang
konsisten mendukung upaya-upaya pelestarian
warisan budaya nasional. Pada Tahun 2009 Perseroan
mendukung pementasan seni wayang kulit “The
Bima Series” yang diinisiasi oleh komunitas tersebut.
Perseroan juga menggunakan karya masterpiece “The
Writing Traditions of Indonesia” sebagai corporate gift
untuk tamu-tamu khusus.
3. Pentas Seni Tradisional yaitu bentuk apresiasi
Perseroan terhadap seni budaya kekayaan bangsa.
Pada Tahun 2009, Perseroan mementaskan seni
angklung dari AWI (Angklung Web Institute).
4. Budaya masyarakat religi mendapat dukungan
Perseroan berupa kerja sama liputan pada tahun
2009 yaitu mata acara “Khazanah” Trans TV dan
“Spiritual CEO” TV One. Liputan-liputan terkait
intensitas kegiatan yang beragam dan semarak di
Masjid Baitul Hikmah Elnusa.
5. Perlindungan Konsumen
Perseroan memberikan perhatian besar terhadap
pelanggan dengan menyediakan secara khusus
departemen Operation Excellence dibawah
Direktorat Operasi. Pelanggan, sebagai konsumen
dari jasa yang disediakan oleh Perseroan, diberikan
jalur langsung untuk pengaduan melalui akses
www.elnusa.co.id pada menu contact, sub menu
Customer Service.
Untuk layanan pengaduan melalui email, customer
dapat langsung mengakses corporate@elnusa.co.id
yang dipublikasikan secara luas pada media komunikasi
dan marketing tools. Perseroan melakukan program
peningkatan layanan kepada customer secara berkala.
Biaya dialokasikan dari Direktorat Operasi.
II. LINGKUNGAN HIDUP
Penghijauan merupakan kegiatan sentral dalam rangka Go
Green yang diinisiasi Perseroan secara formal pada tanggal 9
4. Cultural
In addition community development for the people
around the operational areas, the Company also has a
special interest in the cultural aspect in which the form
of activities conducted includes as follows:
1. Batik Day, namely the use of batik clothing as work
attire on every Friday, particularly after UNICEF
declared batik as Indonesian original culture.
2. Friend of Lontar is a name given to the Company by
Lontar Foundation, a non-proft institution consisting of
the devotees of Indonesian culture as its members who
consistently support the eforts to preserve national
culture heritage. In 2009, the Company sponsored a
wayang kulit (leather puppet) performance titled “The
Bima Series” which was initiated by the community.
The Company also uses the masterpiece work of “The
Writing Traditions of Indonesia” as a corporate gift for
special guests.
3. Traditional Art Show is a form of the Company’s
appreciation to the nation’s cultural art asset. In
2009, a Company did an angklung art show from AWI
(Angklung Web Institute).
4. The Company also supports the community religious
culture in the form of cooperation in producing
television coverage in 2009, namely for “Khazanah”
show in Trans TV and “Spiritual CEO” show in TV
One. The coverage included the intensity of various
and colorful activities conducted in Baitul Hikmah
Elnusa Mosque.
5. Customer Protection
The Company provides special attention to the
customers by providing one dedicated department
named “Operation Excellence” under the Customer
Operation Directorate. The customers, as consumer of
the services rendered by the Company, to be provided
with a direct channel for complaint through the access
of www.elnusa.co.id under the contact menu, sub
menu: Customer Service.
For complaint service through email, customer can
directly access corporate@elnusa.co.id which has been
broadly published through communication medium
as well as marketing tools. The Company carries out
programe to increase regular services to customer. The
cost will be allocated to Operation Department.
II. ENVIRONMENT
Tree planting is a central activity in the context of Go Green
movement formally initiated by the Company on September
Laporan Keberlanjutan Sustainability Report 164
Elnusa 2009 Annual Report
September 2009. Bentuk kegiatan adalah:
1. Tanam Pohon Langka yang dilakukan oleh Direksi dan
Manajemen Perseroan untuk 9 jenis spesies khas Indonesia,
yang merupakan pepohonan langka yang dicanangkan
diadopsi secara berkelanjutan oleh Perseroan.
Berikut daftar 9 (sembilan) pohon langka yang ditanam
oleh Perseroan;
No Nama Pohon Langka, Spesies
Name of Rare Tree, Species
1 KEPEL, Stelechocorpus burahol
2 MANGGIS, Gabcinia mangostana L
3 GANDARIA, Bouea Macrophylla
4 SALAM, Syzygium polycanthum, W
5 CEREMAI, Phyllathus acidus L
6 PALA, Myristica Fragrans Houtt
7 SIRSAK, Annona muricata
8 SAWO DUREN, Chrysophyllum cainito
9 BUNI, Antidesma bunius
2. Kompetisi Hijau, merupakan dukungan bagi pemerintah
daerah Kota Jakarta Selatan dalam penyediaan tanaman
untuk menghijaukan kota. Perseroan juga mendukung
Kecamatan Cilandak Timur – lokasi domisili kantor
pusat Graha Elnusa – untuk meraih prestasi sebagai
kawasan hijau.
3. Workshop Tanaman Obat, diselenggarakan untuk
menjadi manfaat bagi komunitas di sekitar Graha Elnusa.
Kegiatan diawali dengan benchmark ke daerah kawasan
hijau di Cilandak Barat, program pendampingan dan
implementasi untuk mengarah pada program lanjut
berupa green community.
9, 2009. The form of this activity is as follows:
1. Rare Tree Planting performed by the Company’s Board of
Directors and Management includes 9 unique species
found in Indonesia in which the Company proclaims to
continuously adopt these rare trees.
Below if the list of 9 (nine) rare trees planted by the Company;
Laporan Keberlanjutan Sustainability Report 165
2. Green Competition is a support for the regional government
of South Jakarta Municipality in the provision of plants for
greening the city. The Company also supports Cilandak
Timur District where the head ofce of Graha Elnusa is
domiciled to win an award as a green area.
3. Medicinal Plant Workshop was held for the beneft of the
community around Graha Elnusa. The activity began by
setting the green area in Cilandak Barat as the benchmark
of the workshop. It was then followed with assistance and
implementation programs directed at creating an advance
program in the form of green community.
Elnusa Laporan Tahunan 2009
Perubahan Iklim disikapi Perseroan dengan implementasi:
1. Go Green. Diaplikasikan secara built-in dalam kegiatan
bisnis Perseroan. Program dimulai dari gaya hidup ramah
lingkungan, pemilihan material yang dapat mengurangi
dampak pencemaran udara, uji emisi, dan kampanye reuse,
reduce, recycle.
2. Jakarta Green Ofce 2009. Merupakan ajang kompetisi
antar komunitas kantor/perusahaan di kawasan DKI
Jakarta. Perseroan bergabung sebagai observer, mulai
mengimplementasikan tata cara menuju green ofce dan
berpartisipasi dalam komunitas “Jakarta Green Ofce”.
3. Energi Terbarukan. Merupakan bentuk perhatian
Perseroan terhadap pengembangan energi alternatif
untuk mengurangi efek pemanasan global dari
penggunaan energi industri ekstraktif. Perseroan
mendukung kegiatan pengembangan Energi Tenaga
Angin yang diinisiasi oleh Teknik Fisika ITB. Sebagai
pilot project, implementasi energi diterapkan untuk
penyediaan listrik di lokasi pasca bencana gempa bumi,
di Pangalengan, Jawa Barat.
Untuk aktivitas pengelolaan lingkungan termasuk didalamnya
aspek kesehatan lingkungan dan keselamatan kerja Perseroan
telah memperoleh berbagai sertifkat.

Kesiapsiagaan Bencana merupakan bentuk antisipasi Perseroan
terhadap terjadinya bencana alam maupun bencana akibat
perubahan iklim, khususnya di wilayah Indonesia. Bentuk
kesiap siagaan yang dilaksanakan Perseroan adalah:
1. Safety Drilling. Berupa latihan keselamatan bagi seluruh
tenaga kerja Perseroan, baik yang bertugas di lokasi rawan
bencana dan beresiko terhadap keselamatan jiwa maupun
bagi tenaga kerja di Kantor Pusat.
2. Elnusa Emergency Response (EER). Tim yang dibentuk sejak
Tahun 2006 ini memfasilitasi gerak cepat Perseroan dalam
melakukan aksi kemanusiaan di lokasi (1) bencana alam
kategori nasional, (2) bencana alam dengan radius sampai
dengan 10 km dari lokasi operasi atau Kantor Pusat, atau
(2) dimana tenaga kerja Perseroan berdomisili. Pada Tahun
2009 EER menurunkan tim pada kejadian:
a. Bencana Banjir, terjadi di kawasan Jakarta Selatan akibat
meluapnya Sungai Krukut. Perseroan memfasilitasi
lokasi evakuasi, penyediaan fasilitas dapur umum,
makanan siap santap, fasilitas perbaikan tanggul, serta
pemulihan. Total penerima manfaat (benefciaries)
sekitar 1.700 jiwa.
b. Bencana Situ Gintung, terjadi di kawasan Ciputat, Tangerang,
Banten. Perseroan berpartisipasi dalam mobilisasi pengungsi
dan program relief melalui bantuan siap guna (makanan,
pakaian, fasilitas kebersihan dan fasilitas kesehatan). Total
penerima manfaat (benefciaries) sekitar 750 jiwa.
The Company’s responses to climate change are implemented
through the following programs:
1. Go Green program. It is build in with the Company’s
business activities. The program begins with the application
of an eco-friendly lifestyle, the selection of materials which
reduce the impact of air pollution, emission test and reuse,
reduce, recycle campaign.
2. Jakarta Green Ofce 2009 is a competition between
ofce/company communities in DKI Jakarta areas. The
Company joins this competition as an observer and starts
to implement procedures for establishing a green ofce
and participate in “Jakarta Green Ofce” community.
3. Renewable Energy is a form of Company’s concern on the
development of alternative energy to minimize the efect
of global warming by using the energy from extractive
industry. The Company sponsors the Wind Power Energy
development activities initiated by the Physical Engineering
Division of ITB. As a pilot project, this energy project is
applied in Pangalengan, West Java at the location formerly
hit by earthquake for providing electricity supply.
For environmental management activities which include
health environmental aspect and company safety have been
awarded recognitions.
Disaster Preparedness is a form of Company’s action to
anticipate natural disasters or climate change impacts,
particularly in Indonesia regions. The form of preparedness
applied by the Company is as follows:
1. Safety Drilling. It is rescue training provided for all the
Company’s employees both those serving in disaster-
prone locations which risk the safety of their life and those
working at the Head Ofce.
2. Elnusa Emergency Response (EER). The team established
since 2006 facilitates the Company’s quick response in
performing an act for humanity at the location of (1)
national category natural disaster, (2) natural disaster
within the radius of 10 km from the operational location
or the Head Ofce or (2) natural disaster occurred at the
place of domicile of the Company’s employees. In 2009,
EER assigned its team to the following incidents:
a. Flood disaster hitting South Jakarta areas due to the
overfow of Krukut River. The Company facilitated the
evacuation location, provided public kitchen facilities,
ready-to-eat meals, dam renovation and rehabilitation
facilities for a total of around 1,700 benefciaries.
b. Situ Gintung Disaster hitting Ciputat areas, Tangerang,
Banten. The Company participated in mobilizing the
refugees and relief program by providing ready-to-
use assistance (food, clothes, sanitation and medical
facilities) for a total of around 750 benefciaries.
Laporan Keberlanjutan Sustainability Report 166
Elnusa 2009 Annual Report
c. Gempa bumi Jawa Barat, Perseroan berpartisipasi dalam
aksi emergency, mobilisasi pengungsi dan bantuan siap
guna (makanan, pakaian, fasilitas kebersihan dan fasilitas
kesehatan). Kawasan yang menjadi lokasi operasi EER
adalah Tasikmalaya, Ciamis, Garut dan Pangalengan.
Total penerima manfaat (benefciaries) sekitar 800 jiwa.
d. Gempa Bumi Sumatera Barat, dengan kawasan terparah
di Kabupaten Pariaman. Perseroan berpartisipasi pada
fase emergency dengan mitra lembaga kemanusiaan
nasional. Pada fase relief, Perseroan menyediakan
temporary shelter dan secara khusus mengoperasikan
program “Water for Survivor” dalam rentang waktu
3 bulan. Program tersebut adalah pengeboran
sumur (boreholes drilling di 21 lokasi pengungsi
dan rawan air bersih di kawasan pasca bencana.
Program dengan menggunakan perangkat Jacro 150
Drilling System direkomendasi WASH Cluster UNICEF,
yang selanjutnya menjadi bentuk aksi kemitraan
Perseroan bersama beberapa lembaga kemanusiaan
internasional. Total beneficiaries sekitar 22.000 jiwa.
Selain dari dana Perseroan kegiatan kemanusiaan
tersebut didukung donasi dari Direksi, Manajemen
serta karyawan PT Elnusa Tbk. hingga total mencapai
Rp197.140.487.
DESA BINAAN ELNUSA
Desa Binaan Elnusa hadir sejak Tahun 2006. Hingga tahun 2009
desa yang mengantarkan PT Elnusa Tbk. meraih Penghargaan
Madya 2008 dari Menteri Negara Perumahan Rakyat RI ini, telah
menjadi lokasi benchmark maupun kunjungan wisata sosial
bagi berbagai komunitas dan perusahaan nasional maupun
internasional. Desa Binaan Elnusa secara mandiri telah menjadi
komunitas contoh dalam tata kelola sosial kemasyarakatan.
Desa Binaan Elnusa berada di Dusun Kedaton Kidul, Pleret,
Bantul, Jogjakarta. Secara penuh kemudian menjadi kawasan
recovery yang menjadi perhatian Perseroan pasca gempa bumi
Jogjakarta-Jateng. Perseroan sebagai inisiator dari segmen
korporat bersama lembaga kemanusiaan ACT menggalang
kebersamaan bersama donatur dari lembaga-lembaga nasional
maupun internasional hingga terwujud total rumah tahan
gempa sebanyak 147 unit dalam masa 1 tahun. Selepas masa
intensif pemulihan fsik, ekonomi dan sosial, dalam tahun 2009
Perseroan secara temporer bekerja sama dengan Masyarakat
Relawan Indonesia (MRI) untuk peningkatan kualitas desa
secara terpadu untuk diimplementasikan secara berlanjut mulai
tahun berikutnya. Total penerima manfaat (benefciaries) di desa
tersebut sebanyak 1.030 jiwa.
Aktivitas pengelolaan lingkungan seluruhnya bersifat
berkelanjutan. Biaya atas aktivitas tersebut termasuk pada 24%
dari dana yang dikeluarkan Perseroan yaitu Rp591,9 juta.
c. Earthquake in West Java, the Company participated in
the emergency action, the mobilization of refugee and
ready-to-use assistance (food, clothes, sanitation and
medical facilities). Areas designated as the operational
location of EER included Tasikmalaya, Ciamis, Garut and
Pangalengan. The total benefciaries of this program
were around 800 people.
d. West Sumatra Earthquake in which Pariaman Regency
was the most severely hit area. The Company
participated in the emergency phase in partnership with
the national humanity agency. In the relief phase, the
Company provided temporary shelters and specifcally
operated a “Water for Survivor” program for the period of
3 months. This program included boreholes drilling in 21
refugee and clean water-prone locations in post-disaster
areas. The program employed Jacro 150 Drilling System
equipments recommended by WASH Cluster UNICEF,
which subsequently became a form of partnership action
between the Company and several international humanity
agencies with a total of around 22,000 benefciaries. In
addition to Company’s funds, the humanity activities
also received donation from the Board of Directors, the
Management and employees of PT Elnusa Tbk. with a
total donation reaching up to Rp197,140,487.
ELNUSA ASSISTED VILLAGE
Elnusa Assisted Village has been established since 2006. Until
2009, the village which had earned PT Elnusa Tbk. the 2008 Madya
Award from the State Minister of Public Housing of the Republic of
Indonesia had served as the benchmark location and social tourism
destination for various communities and national or international
companies. Elnusa Assisted Village has independently designated
as a model of social management community. Elnusa Assisted
Village is located in Kedaton Kidul Hamlet, Pleret, Bantul, Jogjakarta.
It will then be completely designated as a recovery area drawing
the attention of the Company in the aftermath of the Jogjakarta-
Central Java earthquake. The Company as the initiator of joint
corporate segment with the organization for humanity, ACT built
a sense of togetherness with the donators from national and
international institutions so that within 1 year, a total of 147 units
of earthquake resistant houses was constructed. After the end of
the intensive period of physical, economic and social recovery,
the Company temporarily engaged in cooperation with the
Indonesia Volunteer Community (Masyarakat Relawan Indonesia/
MRI) in 2009 to improve the village quality in an integrated
manner for continuous implementation in the following year. The
total benefciaries in the said village reached 1,030 people.
The whole environmental management activities are naturally
sustainable. Cost incurred include 24% from Company expenditure
of Rp591.9 million.
Laporan Keberlanjutan Sustainability Report 167
Elnusa Laporan Tahunan 2009
Sebagai perusahaan yang bergerak dan fokus pada jasa hulu migas,
Keselamatan, Kesehatan Kerja dan Lindung Lingkungan (K3LL)
atau biasa disebut Health Safety and Environment (HSE) merupakan
hal yang harus menjadi prioritas dalam pekerjaan. Hal tersebut
dikarenakan resiko pekerjaan dalam industri tersebut yang cukup
besar, baik terhadap pekerja, pihak lain maupun lingkungan di
daerah operasional, seperti misalnya terjadi semburan liar (blow
out) maupun pencemaran lingkungan. Karyawan support yang
bekerja didalam ruang kantor pun tidak serta merta terlepas dari
resiko operasional, karena itu ruang lingkup sosialisasi maupun
pelaksanaan K3LL juga mencakup seluruh personil dan lingkungan
baik yang berada didaerah operasional maupun kantor pusat.
Sampai saat ini, Perseroan menempatkan aspek K3LL sebagai
prioritas utama dalam melakukan aktivitasnya untuk mendukung
dan mencapai lingkungan kerja yang aman bagi karyawan, mitra
kerja dan pihak-pihak yang berkepentingan. Perseroan menyadari
bahwa aspek K3LL merupakan salah satu elemen yang sangat
penting dan tidak terpisahkan dalam kriteria penentuan tingkat
kualifkasi, kapabilitas dan performa perusahaan.
Perseroan menetapkan target yang dicanangkan di setiap
aktivitasnya yaitu :
1. Tidak ada kecelakaan yang berakibat fatal,
2. Rate kecelakaan yang berakibat hilangnya hari kerja (Lost Time
Injury Rate atau LTIR) sama dengan atau kurang dari (<) 0.4, dan
3. Tidak berdampak negatif pada lingkungan.
Untuk mencapai target tersebut,selama tahun 2009 Perseroan
telah melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan program
proaktif baik di lingkungan operasional maupun non operasional.
Kinerja K3LL Perseroan ditahun 2009 juga diukur berdasarkan 2
indikator utama yaitu Leading (Pro-active) Indicator dan Lagging
(Re-active) Indicator.
Leading/Proaktif Indicator
Merupakan upaya yang dilakukan untuk mencegah terjadinya
kecelakaan, termasuk di dalamnya adalah melakukan identifkasi bahaya
beserta pengendalian yang harus dilakukan. Program proaktif melalui:
• Management Tour
Merupakan suatu kegiatan dimana manajemen Perseroan
berkunjung ke daerah operasional untuk meninjau implementasi
aspek K3LL selama kegiatan operasional berlangsung. Hal ini
dinilai sangat penting, disamping untuk mereview secara
teknis implementasi K3LL, juga membangun suasana bahwa
manajemen Perseroan dan divisi juga menempatkan dan
berkomitmen penuh terhadap K3LL sebagai prioritas utama
dalam pencapaian kinerja operasional.
Laporan Keberlanjutan Sustainability Report 168
As a company engaged and focused on upstream oil
and gas services, Occupational Health, Safety and
Environment (HSE) should be a priority at work. This is
due to the significant occupational risks in the industry,
be they to the worker, other parties or the environment
at the operational area, such as blowout or environment
pollution. The support staff working in the office is not
safe from operational risks either; therefore, the scope
of HSE information dissemination and implementation
encompasses the entire personnel and environment both
in the operational areas and at the head office.
To date, the Company has placed the HSE aspects as a main
priority in conducting its activities to support and achieve
a safe working environment for employees, working
partners and stakeholders. the Company is aware that the
HSE aspect is a vital and integral element in the criteria for
determining the qualification, capability and performance
level of the company.
The Company has set targets in each of its activities:
1. Zero fatal accidents,
2. Lost Time Injury Rate (LTIR) equal to or less than (<) 0.4, and
3. No negative impact on the environment.
To achieve these targets, in 2009 the Company undertook
a number of eforts to promote proactive programs in the
operational and non-operational environment. The Company’s
HSE performance in 2009 was also measured by two key
indicators: Leading (Pro-active) Indicator and Lagging (Re-
active) Indicator.
Leading/Pro-active Indicator
These are the eforts carried out to prevent accidents, including
hazard identifcation and management which must be done.
The pro-active program through:
• Management Tour
An activity in which the Corporate management makes a visit
to an operational area to inspect the implementation of the
HSE aspect over the course of the operation. This is deemed
crucial; in addition to efecting a technical review of the HSE
implementation, it also builds the sense that the Corporate
management and divisions also place and fully commit to HSE
as main priority in achieving the operational performance.
Laporan Kinerja Keselamatan, Kesehatan Kerja
dan Lindung Lingkungan (K3LL)
Health Safety & Environment Report
Elnusa 2009 Annual Report
Selama tahun 2009, telah dilakukan 92 kali Management Tour,
mulai dari level Vice President sampai dengan Deputi Director
maupun General Manager operasi untuk meninjau dan
mereview pelaksanaan K3LL di 86 proyek operasi Perseroan.
• Internal Audit dan Inspeksi
Internal audit dilaksanakan minimum 1 kali untuk setiap
project sedangkan inspeksi dilakukan secara berkala
pada setiap proyek. Hal tersebut tertuang pada Rencana
departemen HSE Perseroan. Selain proyek, inspeksi dilakukan
juga di kantor pusat di Gedung Graha Elnusa dan Workshop
Elnusa. Inspeksi ini dilakukan tiap 2 minggu sekali dan khusus
untuk inspeksi Gedung Graha Elnusa dilakukan bersama
dengan Departemen Building Management.
Pada tahun 2009, Internal Audit dan inspeksi tersebut telah
dilakukan secara total sebanyak 8.185 kali di 86 proyek operasi
Perseroan, yaitu diantaranya adalah di proyek Rengasdengklok,
Karang Agung, Ciamis, Jambi, Cepu, Pendopo, seluruh
warehouse/workshop maupun di kantor pusat Graha Elnusa.
• Training and Drill Response
Setiap lokasi dan penugasan pekerjaan pasti memiliki
masalah, profl resiko maupun kebutuhan pelatihan K3LL
yang spesifk. Karena itu semua karyawan baru, karyawan
yang dipindahkan ke lokasi operasi atau penugasan kerja
Keunggulan kompetensi dalam kaitan dengan
HSE merupakan modal utama Perseroan untuk
memenuhi kepuasan pelanggan.
Our competitive advantage in HSE signifes an essential
capital for the Company in fulflling the customers’
satisfaction.
Laporan Keberlanjutan Sustainability Report 169
Throughout 2009, 92 Management Tours were conducted, from
the Vice President level to Deputy Director and General Manager
of the operation to inspect and review the HSE implementation
in 86 operation projects of the Company.
• Internal Audit and Inspection
Internal audit was performed at least once for each project,
while inspection was performed periodically on each project.
This was set out in the Corporate HSE department plan. Other
than on the projects, inspection was also performed at the
head ofce at Graha Elnusa Building and Workshop Elnusa. This
inspection was conducted every two weeks and the inspection
of the Graha Elnusa Building in particular was performed
together with the Building Management Department.
In 2009, the Internal Audit and inspections were conducted
for a total of 8,185 times at 86 operation projects of the
Company, such as at the projects in Rengasdengklok, Karang
Agung, Ciamis, Jambi, Cepu, Pendopo, all warehouses/
workshops and at the Graha Elnusa head ofce.
• Training and Drill Response
Every work site and assignment would have its issues, risk
profle or specifc HSE training need. Therefore, all new
employees, transfers to an operation site or new assignments
should be subjected to an HSE review for their assignment.
Elnusa Laporan Tahunan 2009
baru harus menerima tinjauan K3LL bagi penugasan mereka.
Hal ini dimaksud agar semua karyawan memahami prinsip
K3LL dan mengikuti prosedur K3LL yang ditentukan. Kegiatan
tersebut meliputi training yang bersifat wajib mengacu pada
standar kompetensi, beberapa training yang terkait dengan
K3LL yang dilakukan di tahun 2009 adalah :
1. HSE orientation program untuk karyawan di
kantor pusat.
Di dalam HSE Orientation program, HSE officer
memberikan induksi (pengarahan) mengenai
masalah HSE kepada karyawan baru di Perseroan. Hal
ini dimaksudkan agar para karyawan baru tersebut
mengerti dasar dan prinsip kesehatan dan keselamatan
kerja minimal dilingkungan kantor pusat.

2. Basic Safety Training
Program pelatihan ini yang wajib diikuti oleh semua
pegawai Elnusa, terutama menjadi bekal untuk ke
lapangan. Basic Safety Training meliputi Fire Fighthing
Training dan First Aid Training. Untuk karyawan yang
akan mengunjungi lapangan di perairan/laut harus
mendapatkan Sea Survival Training.

Untuk mencatat data pribadi karyawan mengenai aktiftas dan
kontribusi pada kegiatan K3LL, Perseroan juga menerbitkan
dan mendistribusikan “Paspor K3LL” kepada seluruh karyawan.
Data yang tercatat dalam Paspor K3LL tersebut mencerminkan
keterlibatan masing-masing karyawan dalam K3LL dan
komitmen pada peningkatan yang terus menerus. Dengan
paspor tersebut, karyawan mapun Perseroan dapat dengan
mudah menelusuri data pribadi (termasuk nomor kontak
darurat, informasi medis, status vaksinasi), catatan orientasi
dan pelatihan pribadi serta kursus K3LL yang diikuti, partisipasi
dalam Tim pencegahan kecelakaan, pencapaian, penghargaan
dan kontribusi K3LL serta kontak informasi tanggap darurat.
Selama tahun 2009, Actual Training & Drill Response yang telah
dilakukan kepada 266 orang dengan 745.614 jam training.
• Hazard Management Process
Dicapai dengan cara melibatkan seluruh level karyawan
dalam melakukan pengelolaan bahaya di seluruh area/lokasi
kerja melalui program HIRADC (Hazard Identifcation Risk &
Determining Control), Job Safety Analysis dan Program Hazard
Observation Card (HOC).
HOC merupakan kartu pelaporan Safe, Unsafe, dan Near Miss
yang terjadi di lokasi kerja Operasi Perseroan dan Graha
Elnusa. HOC baik yang berasal dari lokasi operasi maupun
Laporan Keberlanjutan Sustainability Report 170
This was intended to ensure that all employees would
understand the HSE principle and comply with the set HSE
procedure. The activities included mandatory training that
referred to the competence standard; the HSE-related training
conducted in 2009 included:
1. HSE orientation program for employees at the head
ofce.
At the HSE Orientation program, the HSE ofcer gives an
induction (directions) on HSE issues to new employees
at the Company. This is intended to ensure that the
new employees understand the minimum basics and
principles of occupational health and safety within the
head ofce.

2. Basic Safety Training
This training program, mandatory for all Elnusa
employees, was especially given to equip employees
for the site. Basic Safety Training includes Fire Fighting
Training and First Aid Training. Employees who are going
to make a visit to a maritime/marine site must receive a
Sea Survival Training.
To record the employees’ personal data on their activity and
contribution to the HSE activity, the Company also publishes
and distributes an “HSE Passport” to all employees. The
data recorded in the HSE Passport refects each employee’s
involvement in HSE and their commitment to continuous
improvement. With the passport, both the employees and the
Company will be able to easily trace personal data (including
emergency contact number, medical information, vaccination
status), orientation and personal training records and HSE
courses taken, participation in an accident prevention Team,
HSE achievements, awards and contributions and emergency
response contact information.
During 2009, Actual Training and Drill Response was conducted
on 266 persons with 745,614 hours of training.
• Hazard Management Process
This was achieved by involving all employee levels in
carrying out hazard management in all working areas/
sites through the HIRADC (Hazard Identifcation Risk &
Determining Control) program, Job Safety Analysis and
Hazard Observation Card (HOC) Program.
HOC is a report card for the Safe, Unsafe and Near Miss
incidents that occur at the Company’s Operation work
sites and Graha Elnusa. The HOCs, be they originated from
Elnusa 2009 Annual Report
Laporan Keberlanjutan Sustainability Report 171
kantor pusat dikumpulkan dan dilaporkan setiap minggu
serta dilakukan upaya-upaya perbaikan atas hal-hal yang
disampaikan ataupun dikeluhkan.
Hal yang disampaikan dalam kartu pelaporan tersebut
terbagi menjadi lima jenis observasi,p–– yaitu mengenai :
• |o.||.kJ |oko.|. (Human Behaviour)
• /|.t |o||:JJ:c ||.| (Personal Protective Equipment)
• |o.k.k.s J.: /|.t |o.|. (Tool & Equipment)
• ||:ckJ:c.: |o.|. (Work Environment)
• S|ston |ckJno: (Document System)
Selama tahun 2009, HOC yang disampaikan oleh karyawan
adalah sebanyak 5.731 buah, yang sebagian besar
disampaikan oleh karyawan Divisi Perseroan.

Dari total semua HOC yang disampaikan tersebut, jenis
observasi mengenai Human Behaviour (Perilaku Pekerja)
serta keadaan observasi yang “Unsafe” adalah materi yang
paling banyak disampaikan.
Document System 3%
Human Behaviour 37%
Personal Eective 15%
Total Equipment 25%
Working Environment 20%
Unsafe 4380
Near Miss 33
Safe 1318
• Program Kampanye HSE
Program publikasi HSE merupakan strategi Perseroan untuk
berbagi informasi, memperkenalkan resiko yang mungkin
terjadi di sekitar tempat kerja serta meningkatkan kesadaran
dan kepedulian serta tanggung jawab HSE mengenai bahaya
tersebut kepada semua pekerja. Bentuk program kampanye
tersebut dapat berbentuk buletin, Info HSE, poster, rambu
HSE, HSE audio visual.
an operational site or the head ofce, are collected and
reported on a weekly basis and correction eforts will be
taken on issues and complaints.
The issues revealed in the reporting card are divided into fve
observation types:
• |Jn.: bo|.v|c.
• |o.sc:.| |.ctoct|vo |oJ|pno:t
• ¯cc| ° |oJ|pno:t
• \c.k |:v|.c:no:t
• |ccJno:t Svston
In 2009, 5,731 HOCs were submitted by the employees,
the majority of them submitted by Corporate Division
employees.
Of the entire submitted HOCs, observation on Human
Behavior and observation of unsafe conditions made up the
most frequently shared material.
• HSE Campaign Program
The HSE publication program was a Company strategy for
sharing information, introducing possible risks around the
workplace and promoting HSE awareness and concern and
responsibility on the hazards to all employees. The campaign
program may take the form of bulletins, HSE Info, posters,
HSE signs, HSE audiovisuals.
Elnusa Laporan Tahunan 2009
Laporan Keberlanjutan Sustainability Report 172
Publikasi K3LL yang diterbitkan pada tahun 2009 diantaranya
adalah mengenai hal-hal dibawah ini :
Kesehatan
Health
Flu Babi
Smoking Hazard
Flu Burung
Swine Flu
Smoking Hazard
Avian Flu
Keselamatan
Safety
Don’t Stand Under The Load (Crane)
Evakuasi Gempa (1 &2)
Road Safety
Cacat Produksi pada Fall Protection Equipment baru
Kerusakan pada “Man Ridding” Winch
Always Think “Domino Efect”
Emergency Exit
Mudik Aman
Tabung Gas
Don’t Stand Under The Load (Crane)
Earthquake Evacuation (1 &2)
Road Safety
Production Defects in the new Fall Protection
Equipment
Damage in the new “Man Ridding” Winch
Always Think “Domino Efect”
Emergency Exit
Safe Holiday Travel
Gas Tank
Lingkungan
Environment
Global Warming Global Warming
Selain kampanye dalam bentuk yang telah disebutkan diatas,
Perseroan juga melakukan sosialisasi kebijakan dan pernyataan
mengenai K3LL yang telah disusun oleh departemen HSE
kepada seluruh manajemen dan karyawan. Kebijakan yang
telah disusun sampai dengan tahun 2009 sebagai dasar pijakan
implementasi K3LL tersebut diantaranya adalah :
Kebijakan K3LL •
Pernyataan Kesehatan •
Pernyataan Keselamatan •
Pernyataan Lingkungan •
Kebijakan Minuman Keras dan Obat Terlarang •
Kebijakan Transportasi, dan •
Kebijakan Lifting •

Awareness on the signifcance of fulflling the occupational
safety will encourage the creation of working culture that
prioritizes the HSE factor.
Kesadaran akan pentingnya mematuhi standar
keselamatan kerja akan berimplikasi pada terciptanya
budaya kerja yang mengutamakan faktor HSE.
In addition to the above campaign formats, the Company also
undertook the dissemination of HSE policies and declarations
drafted by the HSE department to the entire management and
employees. The drafted policies up to 2009 as the foundation of
HSE implementation included:
HSE Policies •
Health Declaration •
Safety Declaration •
Environment Declaration •
Alcohol and Drug Policy •
Transportation Policy, and •
Lifting Policy •
The HSE Publication published in 2009 involved such
matters as:
Elnusa 2009 Annual Report
Laporan Keberlanjutan Sustainability Report 173
Lagging/Reaktif Indicator
Mengacu kepada International Association Oil & Gas Producer
(OGP), Report No. 419, May 2009, Perseroan mengukur Safety
Performance Indicator (SPI) dalam penerapan sistem manajemen
HSE yang telah dijalankan. Parameter SPI yang dijadikan acuan
kinerja HSE perusahaan adalah :
Fatal Incident Rate (FIR) • yaitu jumlah kecelakaan fatal per
100.000.000 (seratus juta) jam;
Loss Time Injury Frequency Rate (LTIFR) • yaitu jumlah hilangnya
hari kerja karena cedera (kematian + kasus hilangnya hari
kerja) per 1.000.000 (satu juta) jam bekerja;
Total Recordable Injury Rate (TRIR), • yaitu jumlah cedera
yang tercatat (kematian + kasus hilangnya hari kerja +
kasus pembatasan hari kerja + kasus perawatan medis) per
1.000.000 (satu juta) jam bekerja.
Berdasarkan pencapaian kinerja K3LL Perseroan selama tahun 2009,
dengan paparan jam kerja total 22.589.088 man hours, tercatat
bahwa tingkat FIR dan LTIFR yang dicapai oleh Perseroan adalah
zero, sedangkan untuk TRIR adalah 0.12. Jika dibandingkan dengan
hasil survey OGP, dapat dilihat bahwa kinerja K3LL Perseroan
tergolong sangat baik dengan pencapaian yang jauh dibawah
rata-rata perusahaan migas khususnya kontraktor jasa migas.
Hal ini mencirikan suatu kinerja K3LL Perseroan yang tinggi dan
merupakan prestasi yang patut dibanggakan.
OGP Standard
Kinerja Perseroan Company Performance
2,47
0,56
2,23
0,12
Selain dari indikator tersebut diatas, Perseroan juga menilai
pencapaian implementasi K3LL dari beberapa hal lainnya, mulai
dari kasus yang ringan sampai yang berakibat fatal, sebagai
berikut :
• FAC (First Aid Case atau kasus P3K saja)
• MTC (Medical Treatment Case atau kasus penanganan medis)
• RWC (Restricted Work Case atau kasus kerja terbatas/
pengalihan kerja)
• LTI (Lost Time Injury atau kasus hilangnya hari kerja)
• FAT (Fatality atau kasus kematian/meninggal)
Lagging/Re-active Indicator
Referring to the International Association Oil & Gas Producer
(OGP) Report No. 419, May 2009, the Company measures the
Safety Performance Indicator (SPI) in the application of the HSE
management system already in place. The SPI parameters being
used as a reference for corporate HSE performance include:
Fatal Incident Rate (FIR), the total number of fatal accidents •
per 100,000,000 (one hundred million) hours;
Loss Time Injury Frequency Rate (LTIFR) i.e. the total lost man •
days due to injury (fatalities + lost time injuries) per 1,000,000
(one million) man hours;
Total Recordable I njur y Rate ( TRIR), i. e. the total •
recorded injuries (fatalities + lost time injuries +
restricted works + medical treatments) per 1, 000, 000
(one million) man hours.
Based on the Company’s HSE performance achievement in 2009,
over a total of 22,589,088 man hours, it was recorded that the FIR
and LTIFR achieved by the Company was zero, while the TRIR
was 0.12. Compared to the OGP survey result, it was evident that
the Company’s HSE performance was excellent with far lower
fgures than the average oil and gas companies especially oil
and gas service contractors. This indicates a high level of HSE
performance by the Company and a proud accomplishment.
Apart from the above indicators, the Company also evaluated
HSE implementation achievement from a number of other
items, from minor to fatal cases, as follows:
• FAC (First Aid Case)
• MTC (Medical Treatment Case)
• RWC (Restricted Work Case)
• LTI (Lost Time Injury)
• FAT (Fatality)
Elnusa Laporan Tahunan 2009
Laporan Keberlanjutan Sustainability Report 174
2008 2009
0
2
12
39
71
F
I
T
L
T
I
R
W
C
M
T
C
F
A
C
0
0
6
46
60
F
I
T
L
T
I
R
W
C
M
T
C
F
A
C
Bagan piramida dibawah ini menggambarkan komparasi jumlah
kasus yang dihadapi Perseroan dalam hal K3LL pada tahun 2008
dan 2009. Terlihat bahwa pada tahun 2009, kasus K3LL secara
umum relatif berkurang dari tahun sebelumnya atau secara total
kasus, pada tahun 2009 terjadi penurunan 10% dari tahun 2008.

Melalui berbagai upaya perbaikan dan pengendalian yang dilakukan,
Perseroan berusaha untuk mempertahankan dan meningkatkan
kinerjanya. Pemenuhan standar K3LL selalu diterapkan pada setiap
jenjang kegiatan, mulai dari awal hingga akhir pelaksanaan kegiatan.
Pemilihan mitra kerja, orientasi lokasi, penyiapan perlengkapan
kerja, program pelatihan K3LL dan monitoring secara teratur melalui
inspeksi/audit dilakukan secara intensif. Sistem komunikasi dipelihara
dan diselenggarakan dengan baik melalui pertemuan berkala, mulai
dari lini manajemen atas (top management) hingga pelaksana/
kru di lapangan ataupun melalui sistem informasi teknologi untuk
update informasi kegiatan. Hal ini dilakukan tidak lain adalah untuk
meningkatkan cara kerja yang lebih aman dari hari ke hari.
The pyramid chart below provides a comparison of the number
of cases faced by the Company in HSE matters in 2008 and 2009.
It is shown that the HSE cases for 2009 were relatively fewer than
the previous year; the total number of cases for 2009 was 10%
lower than for 2008.
Through the various corrective and control eforts it has
undertaken, the Company seeks to keep up and increase its
performance. HSE standard compliance is consistently applied
at each activity phase, from the beginning to the end of activity
implementation. Working partner selection, site orientation,
work equipment preparation, HSE training program and regular
monitoring through inspections/audits are done intensively.
The communication system is maintained and organized
properly through regular meetings, from the top management
to the operators/crew at the sites or through the information
technology system for activity updates. This is undertaken for
the purpose of promoting a safer way to work from day to day.
Elnusa 2009 Annual Report
Laporan Keberlanjutan Sustainability Report 175
Sebagai bukti komitmen Perseroan akan penerapan K3LL
dilingkungan operasional maupun non operasional, selain
sertifkasi ISO 9001:2000 yang telah didapatkan Perseroan
pada tahun 2008, Perseroan juga telah dinyatakan lulus dan
mendapatkan sertifkasi OHSAS 18001:2007 dari PT SGS Indonesia
pada tahun ini. OHSAS 18001 merupakan standar penerapan
manajemen keselamatan dan kesehatan kerja yang dibuat oleh
beberapa lembaga sertifkasi dan lembaga standarisasi kelas
dunia, salah satunya adalah dari PT SGS Indonesia. Sertifkasi
OHSAS ini pun mencakup seluruh aktiftas Perseroan dari semua
Divisi maupun pengelolaan gedung kantor pusat.
As proof of the Company’s commitment to HSE application in
the operational and non-operational environment, in addition to
the ISO 9001:2000 certifcation already earned by the Company
in 2008, the Company is also declared to have qualifed for
OHSAS 18001:2007 certifcation from PT SGS Indonesia this year.
OHSAS 18001 is the occupational health and safety management
application standard prepared by a number of certifcation
institutes and world-class standardization institutions, among
them PT SGS Indonesia. This OHSAS certifcation encompasses
the entire Corporate activities from all Divisions and the
management of the head ofce building.
Elnusa Laporan Tahunan 2009
Informasi Tambahan Additional Information
Profl Dewan Komisaris
Profle of the Board of Commissioners
WALUYO
Komisaris Utama
President Commissioner
Menjabat sebagai Komisaris Perseroan sejak Mei 2009. Mendapat
gelas Sarjana dari Teknik Mesin Universitas Trisakti dan gelar Magister
Manajemen dari Sekolah Tinggi Manajemen Prasetya Mulya. Saat ini
sedang mengambil program doktoral di Universitas Indonesia.
Memulai karir di BP Indonesia/Arco Indonesie, Staf Maintenance &
Engineering, dan Gas Operations Down Stream Manager (1975 – 1996),
Project Control & Business Manager (1998 – 1999), Production Down
Stream Asset Manager (1999), Senior manager of HSE (1999 – 2002),
keterlibatan pada Deputy Vice President of HR & Administration (2002
– 2003), Vice President Business Ethics and Assurance (2003 – 2004),
Deputi Bidang Pencegahan di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)
(2004 – 2007), Direktur Umum & SDM PT Pertamina (Persero) (2008
– 2009), dan dilantik menjadi Direktur Umum dan aset PT Pertamina
(Persero) terhitung mulai tanggal 5 Februari 2009.
He has been serving as a Commissioner of the Company since May
2009. He earned a Bachelor’s degree in Mechanical Engineering from
Trisakti University and a Master’s degree in Management from the
Prasetya Mulya Management College. He is currently pursuing a
doctoral program at the University of Indonesia.
He began his career at BP Indonesia / Arco Indonesie, as Maintenance
& Engineering Staf, and Gas Operations Downstream Manager
(1975 – 1996), Project Control & Business Manager (1998 – 1999),
Production Downstream Asset Manager (1999), Senior manager
of HSE (1999 – 2002), involved in Deputy Vice President of HR and
Administration (2002 – 2003), Vice President of Business Ethics and
Assurance (2003 – 2004), Deputy of Prevention at the Corruption
Eradication Commission (KPK) (2004 – 2007), Director of General
Afairs and Human Resources at PT Pertamina (Persero) (2008 –
2009), and appointed as Director of General Afairs and Assets of PT
Pertamina (Persero) efective February 5, 2009.
Informasi Tambahan Additional Information 176
Elnusa 2009 Annual Report
Informasi Tambahan Additional Information
S.M HARI KUSTORO
Komisaris Independen
Independent Commissioner
Menjabat sebagai Komisaris Perseroan sejak tahun 2004, dan
dilantik menjadi Komisaris Independen pada tahun 2007. Meraih
gelar kesarjanaan di Jurusan Teknik Perminyakan ITB (1978) dan
Fakultas Ekonomi UI (1986).
Sejak tahun 1979 memulai karir di PT Pertamina (Persero) dengan
beberapa jabatan diantaranya: Kepala Teknik Produksi Pangkalan
Brandan–UEP (1990-1993), Kepala Sub Dinas Proyek Loan Usaha
Baru Direktorat EP (1993-1995), Kepala Sub Dinas Patungan
Direktorat EP (1995-1996), Kepala Sub Urusan Patungan Usaha
Baru Direktorat EP (1996-2000), General Manager–JOBP Seaunion
(2000-20003), Senior Manager Produksi Direktorat Hulu (2003-
2004), Direktur Hulu PT Pertamina (Persero) (2004-2006) dan
Komisaris Utama Perseroan (2004-2006).
He has been serving as a Commissioner of the Company since
2004, and was appointed as Independent Commissioner in 2007.
He earned a Bachelor’s degree in Oil Engineering from ITB (1978)
and a Bachelor’s degree from the University of Indonesia School
of Economics (1986).
He began his career at PT Pertamina (Persero) in 1979 with a
number of titles such as: Head of Production Engineering in
Pangkalan Brandan-UEP (1990-1993), Head of the New Business
Loan Project Sub-Service in the EP Directorate (1993-1995), Head
of the Joint Venture Sub-Service in the EP Directorate (1995-
1996), Head of the New Business Joint Venture Afairs in the
EP Directorate (1996-2000), General Manager–JOBP Seaunion
(2000-20003), Senior Manager of Production in the Upstream
Directorate (2003-2004), Upstream Director of PT Pertamina
(Persero) (2004-2006) and President Commissioner of the
Company (2004-2006).
Informasi Tambahan Additional Information 177
Elnusa Laporan Tahunan 2009
SURAT INDRIJARSO
Komisaris Independen
Independent Commissioner
Menjabat sebagai Komisaris Perseroan sejak tahun 2007, dan dilantik menjadi
Komisaris Independen pada tahun 2007. Meraih gelar sarjana di Jurusan Teknik
Kimia Universitas Diponegoro (1984), dan memperoleh gelar Master of Science-
Chemical and Gas/Petrolium Engineering (1990) serta Ph.D Chemical and Gas /
Petrolium Engineering (1994) dari University of Salford, Inggris.
Memulai karir di Proyek Gas Natuna, antara lain sebagai Koordinator Studi atas
bentuk distribusi gas dan struktur, komposisi dan pembangunan dari suatu
Konsorsium para pembeli gas (1995-1998), Analis Industri dan Ketua Kelompok
Penilaian Industri Minyak dan Gas Bumi di Badan Pengkajian dan Penerapan
Teknologi (BPPT) (1985-1998), Koordinator Tim Kerja dalam Kebijakan Produksi dan
Distribusi BBM, Asisten Inspektur Jenderal Teknologi dan Industri Strategis di Bina
Graha (1998-2000). Kepala Sub Bagian Kesehatan dan Masalah Sosial–Sekretarariat
Kabinet (2000-2004), Kepala Bagian Energi, Sumber Daya Alam dan Lingkungan
Hidup–Sekretariat Kabinet (2004-2006), Kepala Biro Perindustrian, Perdagangan
dan Sumber Daya–Sekretariat Kabinet (2006-sekarang).
He has been serving as a Commissioner of the Company since 2004, and was
appointed as Independent Commissioner in 2007. He earned a Bachelor’s degree
in Chemical Engineering from Diponegoro University (1984), and a Master of
Science degree in Chemical and Gas/Petroleum Engineering (1990) as well as a
Ph.D. in Chemical and Gas/ Petroleum Engineering (1994) from the University of
Salford, England.
He began his career at the Natuna Gas Project, among other things as the Study
Coordinator on the forms of gas distribution and structure, composition and
development of a Consortium of gas buyers (1995-1998), Industrial Analyst and
Chairman of the Oil and Natural Gas Industry Assessment Group at the Technology
Assessment and Application Agency (BPPT) (1985-1998), Coordinator of the
Working Team in Oil Fuel Production and Distribution Policies, Assistant Inspector
General in Strategic Technology and Industry at Bina Graha (1998-2000), Head of
the Health and Social Issues Sub-Division – Cabinet Secretariat (2000-2004), Head
of the Energy, Natural Resource and Environment Division – Cabinet Secretariat
(2004-2006), Head of the Industry, Trade and Resources Bureau – Cabinet
Secretariat (2006-present).
Informasi Tambahan Additional Information Informasi Tambahan Additional Information 178
Elnusa 2009 Annual Report
ANTON SUGIONO
Komisaris
Commissioner
Menjabat sebagai Komisaris Perseroan sejak tahun 2004.
Meraih gelar Sarjana di Jurusan Teknik Sipil, Universitas Gajah
Mada, Yogyakarta (1982) dan memperoleh gelar Master of
Business Administration dari Institut Pengembangan Manajemen
Indonesia (IPMI) Jakarta pada tahun 1985.
Posisi yang pernah dijabat antara lain adalah Assistant to General
Manager PT Tifa Arum Reality (1982-1986), General Manager Retail
Division PT Mantrust/PT Borsumij Wehry Indonesia (Trading and
Investment Company) (1987-1991), President Director PT Bina Puri
Lestasi (PT Duta Graha Indah Group) (1992-sekarang), President
Director PT Bajradaya Sentarnusa (1995-sekarang).
He has been serving as a Commissioner of the Company since
2004. He earned a Bachelor’s degree in Civil Engineering,
Gajah Mada University, Yogyakarta (1982) and a Master of
Business Administration degree from IPMI (the Management
Development Institute of Indonesia), Jakarta (1985).
The positions that he has held include Assistant to General
Manager at PT Tifa Arum Reality (1982-1986), General Manager
of Retail Division at PT Mantrust/PT Borsumij Wehry Indonesia
(Trading and Investment Company) (1987-1991), President
Director of PT Bina Puri Lestasi (PT Duta Graha Indah Group)
(1992-present), President Director of PT Bajradaya Sentarnusa
(1995-present).
Informasi Tambahan Additional Information Informasi Tambahan Additional Information 179
Elnusa Laporan Tahunan 2009
SOEHANDJONO
Komisaris
Commissioner
Menjabat sebagai Komisaris Perseroan sejak bulan Mei 2009. Meraih
gelar sarjana Hukum dari Universitas Airlangga (1966) dan mengikuti
pendidikan LEMHANAS, KRA – XXIV, Lembaga Pertahanan Nasional
1991, dan berbagai pendidikan dan pelatihan, terakhir Pembentukan
Jaksa Angkatan ke IV, Kejaksaan Agung 1968 – 1969.
Memulai karir sejak tahun 1967 khususnya di bidang hukum dan
kejaksaan, dengan jabatan terakhir di Kejaksaan sebagai pelaksana
harian (Plh). Jaksa Agung Muda Pembinaan (1999). Selain berprofesi
sebagai Advokat / Konsultan Hukum, juga pernah menjabat sebagai
Komisaris PT Danareksa (Persero), (2004-2009). Terakhir Kepangkatan
sebagai Jaksa Utama golongan IV/e, dan telah menerima beberapa
tanda jasa kehormatan, antara lain Tanda Kehormatan Satya Lencana
Karya Satya 30 tahun (1998).
He has been serving as a Commissioner of the Company since May
2009. He earned a Bachelor of Law degree from Airlangga University
(1966) and attended LEMHANAS, KRA-XXIV education, the National
Defense Institute 1991, and various education and training, most
recently Establishment of Fourth Batch of State Attorneys, Attorney
General’s Ofce 1968 – 1969.
He began his career in 1967 specifically in law and state attorney
affairs, with the most recent title at the State Attorney’s Office as
the person-in-charge for daily affairs (Plh) of the Facilitation Junior
Attorney General (1999). In addition to having a profession of
Lawyer/Legal Consultant, he also served as a Commissioner for
PT Danareksa (Persero), (2004-2009). He last held a Rank of Senior
State Attorney grade IV/e, and has been awarded a number of
honorary awards, such as Satya Lencana Karya Satya for 30 years
of service (1998).
Informasi Tambahan Additional Information Informasi Tambahan Additional Information 180
Elnusa 2009 Annual Report
Profl Direksi Perseroan
Profle of the Board of Directors
ETENG A. SALAM
Direktur Utama
President Director
Menjabat sebagai Direktur Utama Perseroan sejak tahun 2007. Meraih gelar
sarjana di Jurusan Teknik Perminyakan Institut Teknologi Bandung (1978), dan
mengikuti pendidikan SUSPIMIGAS Angkatan XIII (1995) dan kursus singkat
Angkatan (KSA) IX LEMHANNAS (2001).
Memulai karir sebagai Exploitation Engineer, beberapa jabatan penting di BPPKA
(BP Migas) dan GM di Daerah Operasi EP dan terakhir sebagai Deputi Direktur
Bidang Hulu dan Pjs. Direktur Hulu (1978 – 2003), Direktur Pengembangan dan
SDM Pertamina (2003 -2004). Jabatan selain di lingkungan Pertamina meliputi
Komisaris PT Elnusa Workover Service (2002 – 2007), anggota Komite Manajemen
Bersama PT Bumi Siak Pusako – Pertamina Hulu (2002 – 2003), Ketua Dewan
Pengawas Dana Pensiun Pertamina (2003 – 2004), Presiden Komisaris PT Patra
Jasa & PT Perta Medika, Komisaris PT Pertamina EP ( 2006 – 2007).
He has been serving as the President Director of the Company since 2007.
He earned a bachelor’s degree at the Petroleum Engineering Department of
the Bandung Institute of Technology (1978), and attended the 13th Batch of
SUSPIMIGAS education (1995) and a brief course of the 9th Batch (KSA) at
LEMHANNAS (2001).
He began his career as Exploitation Engineer , some important positions in
BPPKA (BP Migas) and GM in the operating area and Deputy Director of EP
and acting Director of EP (1978 – 2003), Director of Development and Human
Resources Pertamina (2003-2004). Other positions within Pertamina include
Commissioner of PT Pertamina Workover Service (2002 – 2007), member of
Management Committee together with PT Bumi Siak Pusako – Pertamina
Hulu (2002 – 2003), Head of Supervisory Board of Pertamina Pension Fund
(2003 – 2004), President Commissioner PT Patra Jasa and PT Perta Medika,
Commissioner of PT Pertamina EP (2006 – 2007).
Informasi Tambahan Additional Information Informasi Tambahan Additional Information 181
Elnusa Laporan Tahunan 2009
SANTUN NAINGGOLAN
Direktur
Director
Menjabat sebagai Direktur Keuangan Perseroan sejak bulan
Mei 2009. Meraih gelar sarjana di Jurusan Teknik Mesin Institut
Teknologi Bandung (1982).
Memulai karier sebagai Marketing, Government Relationship
Manager PT Usaha Sistem Informasi Jaya (IBM Indonesia) (1982 –
1988), Technology Planning Subdivision Manager PT Bank Negara
Indonesia (1988 – 1989), AVP – Business Development, Loan
Operations Consumer Banking Group (1989 – 1991), President
Director PT Wartaartha (1991 – 1994), Corporate Finance Director
PT Pentasena Arthasentosa (1994 – 1997), President Director
Sempati Air (1996 – 1997), Chief Executive Ofcer (CEO) Asia
Market Invesments Ltd (1997 – 2000) dan Director PT Pentasena
Arthasentosa (2000 – 2009).
He has been serving as the Finance Director of the Company
since May 2009. He earned a bachelor’s degree in Mechanical
Engineering from the Bandung Institute of Technology (1982).

He began his career as Marketing, Government Relationship
Manager at PT Usaha Sistem Informasi Jaya (IBM Indonesia) (1982
– 1988), Technology Planning Subdivision Manager at PT Bank
Negara Indonesia (1988 – 1989), AVP – Business Development,
Loan Operations Consumer Banking Group (1989 – 1991),
President Director at PT Wartaartha (1991 – 1994), Corporate
Finance Director at PT Pentasena Arthasentosa (1994 – 1997),
President Director at Sempati Air (1996 – 1997), Chief Executive
Ofcer (CEO) at Asia Market Investments Ltd (1997 – 2000) and
Director of PT Pentasena Arthasentosa (2000 – 2009).
Informasi Tambahan Additional Information Informasi Tambahan Additional Information 182
Elnusa 2009 Annual Report
EDDY SJAHBUDDIN
Direktur
Director
Menjabat sebagai Direktur Operasi Perseroan sejak tahun 2004.
Meraih gelar sarjana di jurusan Teknik Geologi , Institut Teknologi
Bandung (1986) dan memperoleh gelar Magister Management di
University of Kentucky (USA) dan Universitas Gajah Mada (1998).
Memulai karir sebagai Researcher di BPPT (1986-1989). Pada tahun
1989 bergabung dengan Pertamina. Memulai karirnya sebagai
ahli geologi operasi pemboran Pertamina di UEP I pangkalan
Brandan Sumbagut (1989-1991), ahli Evaluasi Geologi Prospek
Eksplorasi UEP I Sumbagut (1991-1993). Kembali ke Pertamina
Pusat sebagai Ahli Utama Evaluasi Eksplorasi Migas Divisi
Planning & Portfolio Management (PPM) Direktorat EP Pertamina
(1996-2000), Kepala Sub Dinas Investasi Eksplorasi Direktorat
EP Pertamina (2000-2001) dan menjadi Manager Perencanaan
Eksplorasi Divisi New Venture Direktorat Hulu Pertamina (2001-
2002). Sejak tahun 2002-2004 sebagai Manager Perencanaan
Jasa Eksplorasi Direktorat EP Pertamina.
He has been serving as the Operations Director of the Company
since 2004.
He earned a bachelors degree in Geological Engineering, Bandung
Institute of Technology (1986) and a Master’s degree in Management
at the University of Kentucky (USA) and Gajah Mada University
(1998).
He began his career as a Researcher at BPPT (1986-1989). He joined
Pertamina in 1989, beginning his career as a Pertamina drilling
operation geologist at UEP I Pangkalan Brandan, Northern Sumatera
(1989-1991), Exploration Prospect Geological Evaluation Expert at
UEP I, Northern Sumatera (1991-1993). He returned to the Pertamina
Head Ofce as the Oil and Gas Exploration Evaluation Senior Expert at
the Planning & Portfolio Management (PPM) Division, EP Directorate
Pertamina (1996-2000), Head of the EP Directorate Exploration
Investment Sub-Service (2000-2001) and became a New Venture
Division Exploration Planning Manager at the Upstream Directorate
of Pertamina (2001-2002). In 2002-2004 he served as the Exploration
Service Planning Manager at Pertamina’s EP Directorate.
Informasi Tambahan Additional Information Informasi Tambahan Additional Information 183
Elnusa Laporan Tahunan 2009
MUHAMMAD JAUzI ARIf
Direktur
Director
Menjabat sebagai Direktur Pengembangan Usaha Perseroan
sejak bulan Juni 2009. Meraih gelar sarjana Tehnik Geologi di
Universitas Pembangunan Nasional Yogyakarta (1985) dan
mendapat gelar Master pada bidang International Business
Management Prasetya Mulya Business School (2000).
Memulai karir pada tahun 1986 sebagai Engineer pada bagian
Geodata Processing hingga Manager Marketing GDP di PT Elnusa
Geoscience hingga tahun 2001, menjabat sebagai Direktur
PT Golden Geosains, suatu Joint Venture Company antara
PT Elnusa Geoscience dan Fairfeld Industries (2003 – 2004),
Direktur Operasi PT Elnusa Geoscience (2005 – 2007), dan Deputy
Director Divisi Geoscience Services (2008 – 2009).
He has been serving as the Business Development Director of
the Company since June 2009. He earned a Bachelor’s degree in
Geological Engineering from Yogyakarta’s National Development
University (1985) and a Master’s degree in International Business
Management from Prasetya Mulya Business School (2000).
He began his career in 1986 as an Engineer in Geodata Processing
up to GDP Marketing Manager at PT Elnusa Geoscience until
2001, served as a Director at PT Golden Geosains, a joint venture
company between PT Elnusa Geoscience and Fairfeld Industries
(2003 – 2004), Operations Director at PT Elnusa Geoscience
(2005 – 2007), and Deputy Director of the Geoscience Services
Division (2008 – 2009).
Informasi Tambahan Additional Information Informasi Tambahan Additional Information 184
Elnusa 2009 Annual Report
LUCY SYCILIA
Direktur
Director
Menjabat sebagai Direktur SDM dan Umum Perseroan sejak
bulan Juni 2009. Meraih gelar Sarjana dari Teknologi Pertanian
Institut Pertanian Bogor (1990) dan gelar Magister Management
dari Sekolah Tinggi Bisnis dan Management Labora (1992). Saat
ini sedang menyelesaikan S2 Master Business Administration
– Magister Management di Universitas Gajah Mada jurusan
Human Resources.
Memulai karir sebagai Manager Marketing PT Honorindo
Cemerlang (Moderngroup, tahun 1990 – 1992), General Manager
Human Resources & General Afairs PT Infomedia Nusantara (1992
– 2000), Senior Manager Corporate HR Development PT Elnusa
(2000 – 2004), Di rector Human Resources & General Affai r
PT Infomedia Nusantara (2004 – 2008), dan VP Corporate Human
Resources PT Elnusa Tbk (2008 – 2009).
She has been serving as the HR and General Affairs Director
of the Company since June 2009. She earned a Bachelor’s
degree in Agricultural Engineering from the Bogor Institute of
Agriculture (1990) and a Master’s degree in Management from
the Labora Business and Management College (1992). She is
currently pursuing a Master’s degree in Business Administration
– Master of Management at Gajah Mada University’s Human
Resources Department.
She began her career as Marketing Manager of PT Honorindo
Cemerlang (Moderngroup, 1990 – 1992), General Manager of
Human Resources & General Afairs at PT Infomedia Nusantara
(1992 – 2000), Senior Corporate Manager of HR Development at
PT Elnusa (2000 – 2004), Director of Human Resources & General
Afairs at PT Infomedia Nusantara (2004 – 2008), and Corporate
VP of Human Resources at PT Elnusa Tbk (2008 – 2009).
Informasi Tambahan Additional Information Informasi Tambahan Additional Information 185
Elnusa Laporan Tahunan 2009
Profl Komite Audit Perseroan
Audit Committee Profle
Informasi Tambahan Additional Information Informasi Tambahan Additional Information 186
Elnusa 2009 Annual Report
SURAT INDRIJARSO
Ketua merangkap anggota
Head as well as a member
Juga menjabat sebagai Komisaris Independen Perseroan.
Menjadi Ketua merangkap anggota Komite Audit Perseroan sejak
tahun 2007.
He also serves as an Independent Commissioner of the Company.
He has been serving as Chairman and member of the Corporate
Audit Committee since 2007.
S.M. HARI KUSTORO
Anggota
member
Juga menjabat sebagai Komisaris Independen Perseroan.
Menjadi anggota Komite Audit Perseroan sejak tahun 2007.
He also serves as an Independent Commissioner of the Company.
He has been serving as a member of the Corporate Audit Committee
since 2007.
zAINAL ARIffIN
Anggota
member
Menjadi anggota Komite Audit Perseroan sejak tahun 2004
Pendidikan terakhir diselesaikan di Institut Ilmu Keuangan (1972).
Karirnya dimulai sebagai Auditor di kantor DJPKN, Bandung
(1972-1976), Kepala Seksi Pengawas Kehutanan Perkebunan Gula
dan Tembakau Wilayah DJPKN Jakarta (1976-1983), Kepala BPKP
Propinsi Sumatra Barat (1994-1997), Kepala Perwakilan BPKP
Propinsis Sulawasi selatan (1997-1998) dan Direktur Pengawasan
Usaha Perminyakan Deputy V BPKP (1998-2001).
He has been serving as a member of the Corporate Audit Committee
since 2004. He last completed his education at the Financial Science
Institute (1972). He began his career as an Auditor at the DJPKN
ofce, Bandung (1972-1976), Head of the DJPKN Region Sugar and
Tobacco Estate Forestry Inspector Section, Jakarta (1976-1983),
Head of the West Sumatra Provincial BPKP (1994-1997), Head of
the South Sulawesi Provincial BPKP Representative (1997-1998) and
Director of Deputy V Oil Business Supervision of BPKP (1998-2001).
fARIDA MEUTIA
Anggota
member
Menjadi anggota Komite Audit Perseroan sejak tahun 2004.
Pendidikan S1 diselesaikan di Fakultas MIPA ITB (1974), Magister
Management di Institut Manajemen Prasetya Mulya (1994).
Karirnya dimulai sebagai Programer Divisi Data Center PT Elnusa (1975),
General Afair Manager Divisi Data Center (1985-1994), Direktur PT Elnusa
Schlumberger LI (1994-1996), Direktur Keuangan PT Elnusa Geosains
(1996-1997), Direktur PT Sigma Cipta Utama (1997-2001), VP Corporate
Secretary Perseroan (2001-2004), dan Sekretaris Dewan Komisaris
Perseroan (2004-sekarang).
She served as a audit committee since 2004. She completed her
under graduate education at the ITB MIPA Faculty (1974), earned a
Master’s degree in Management at the Prasetya Mulya Management
Institute (1994).
She began her career as a Data Center Division Programmer at PT Elnusa
(1975), Data Center Division General Afairs Manager (1985-1994),
Director of PT Elnusa Schlumberger LI (1994-1996), Finance Director
of PT Elnusa Geosains (1996-1997), Director of PT Sigma Cipta Utama
(1997-2001), VP Corporate Secretary (2001-2004), and Secretary of the
Corporate Board of Commissioners (2004-present).
ANITA KENTJANAWATI
Anggota
member
Menjadi anggota Komite Audit Perseroan sejak tahun 2009.
Pendidikan S1 diselesaikan di Fakultas Teknik Industri ITB (1985), kuliah
paruh waktu (Fall) di Parkland College, Champaign Illinois USA, dan
master di bidang Akuntansi dan Keuangan, University of Illinois, Urbana,
USA (1997).
Karirnya dimulai sebagai sistem analis di Departemen Pekerjaan Umum
(1985 – 1987), antara tahun 1988 – 2004 bekerja di British Petroleum
dengan posisi terakhir sebagai Senior Contract Specialist di Departemen
Supply Chain Management, Procurement Ofcer di World Bank (2005
– 2006), Manager Supply Management di Premier Oil Natuna Sea B.V.
(2007) dan Staf Ahli Direktur Umum dan SDM bidang Pengadaan PT
Pertamina (Persero) ( 2008 – sekarang).
She has been serving a member of the Corporate Audit Committee since
2009. She completed her undergraduate education at the Industrial
Engineering Faculty of ITB (1985) pursued a part-time university course (Fall)
at Parkland College, Champaign, Illinois, USA, and earned a Master’s degree
in Accounting and Finance, University of Illinois, Urbana, USA (1997).
She began her career as a system analyst at the Department of Public
Works (1985 – 1987), worked at British Petroleum between 1988 –
2004 with a most recent position as Senior Contract Specialist at the
Supply Chain Management Department, Procurement Ofcer at the
World Bank (2005 – 2006), Supply Management Manager at Premier
Oil Natuna Sea B.V. (2007) and Expert Staf to the General Afairs and
Human Resource Director in Procurement at PT Pertamina (Persero)
(2008 – present).
Informasi Tambahan Additional Information Informasi Tambahan Additional Information 187
Elnusa Laporan Tahunan 2009
Profl Komite Nominasi dan Remunerasi
Nomination and Remuneration Committee Profle
Informasi Tambahan Additional Information Informasi Tambahan Additional Information 188
Elnusa 2009 Annual Report
RIfA SYAERAfI
Anggota
Member
Menjadi anggota Komite Nominasi & Remunerasi sejak tahun
2010, dan saat ini sebagai Senior Manager Compensation &
Beneft di Perseroan. Meraih gelar Sarjana Statistik dari Fakultas
Matematik dan IPA Universitas Padjajaran (1997).
Memulai karir di Coca-Cola Amatil Indonesia sebagai
Compensation & Beneft (C&B) Coordinator (1997- 2000), C&B
Supervisor Darya-Varia Group (2000-2001), HRIS PT Bursa Efek
Jakarta (2001), C&B Manager DHL Indonesia (2001-2005)
dan Senior HR Manager Goodyear Indonesia (2005-2008).
Bergabung dengan Perseroan sejak tahun 2008.
He has been serving as a member of the Corporate Nomination
and Remuneration Committee since 2010 and is currently
serving as the Compensation and Beneft Senior Manager of
the Company. He earned his Bachelor’s degree in Statistics
from the Faculty of Mathematics and Natural Sciences at
Padjadjaran University (1997).
He began his career at Coca-Cola Amatil Indonesia as
Compensation & Beneft (C&B) Coordinator (1997- 2000), C&B
Supervisor at Darya-Varia Group (2000-2001), HRIS at PT Bursa
Efek Jakarta (2001), C&B Manager at DHL Indonesia (2001-
2005) and Senior HR Manager at Goodyear Indonesia (2005-
2008). He joined the Company in 2008.
WALUYO
Ketua
Head
Menjadi anggota Komite Nominasi & Remunerasi Perseroan
sejak tahun 2009 dan saat ini juga menjabat sebagai Komisaris
Utama Perseroan.
He has been serving as a member of the Corporate Nomination
and Remuneration Committee since 2009 and is also serving as
the President Commissioner of the Company.
TRIVITA DAMAYANTI
Anggota
Member
Menjadi anggota Komite Nominasi & Remunerasi sejak tahun
2010, dan saat ini menjabat sebagai VP Corporate HR di Perseroan.
Meraih gelar Sarjana dari Universitas Indonesia (1989) dan gelar
Master of Business Administration dari Victoria University of
Technology, Australia (1995).
Memulai karir sebagai Administration Head di PT Binawan
Praduta (1988-1990), selanjutnya sebagai Section Head HRD
PT Dwi maj aya Utama ( 1990-1992) , Of f i ce Manager
PT Bakrie Nusantara International PTE, Ltd (1994-1996), HR
Manager PT Air Liquide indonesia (1996-1999), HR Manager
PT Schering-Plough Indonesia Tbk (1999-2001), Senior HR
Manager PT Cadbury Indonesia (2001-2002), General HR
Manager PT Goodyear Indonesia Tbk (2002-2006), HR Director
Asia PT Capsugel Indonesia – Pfzer Corp(2006-2008) dan Direktur
Pengembangan Organisasi di Danone Aqua (2008-2009).
She has been serving as a member of the Corporate Nomination
and Remuneration Committee since 2010 and is currently serving
as the HR Corporate VP at the Company. She earned her Bachelors
degree from the University of Indonesia (1989) and Master of
Business Administration degree from the Victoria University of
Technology, Australia (1995).
She began her career as the Administration Head at PT
Binawan Praduta (1988-1990), then as HRD Section Head at PT
Dwimajaya Utama (1990-1992), Ofce Manager at PT Bakrie
Nusantara International PTE, Ltd (1994-1996), HR Manager at PT
Air Liquide Indonesia (1996-1999), HR Manager at PT Schering-
Plough Indonesia Tbk (1999-2001), Senior HR Manager at PT
Cadbury Indonesia (2001-2002), General HR Manager at PT
Goodyear Indonesia Tbk (2002-2006), HR Director Asia at PT
Capsugel Indonesia – Pfzer Corp (2006-2008) and Organization
Development Director at Danone Aqua (2008-2009).
Informasi Tambahan Additional Information Informasi Tambahan Additional Information 189
Elnusa Laporan Tahunan 2009
Profl Sekretaris Perseroan
Corporate Secretary Profle
HERU SAMODRA
VP Corporate Secretary
Menjabat kembali sebagai VP Corporate Secretary sejak tahun 2009.
Mendapatkan gelar Sarjana dari Institut Pertanian Bogor dengan
spesialisasi Sosial Ekonomi Pertanian (1983) dan gelar MBA dari
Indonesian Institute for Management Development - IPMI (1987).
Memulai karir di Asean Aceh Fertilizer, Aceh utara sebagai Asisten
Direktur Komersial (1984). Mengikuti program Management Training
Bank Duta (1987-1988) yang diselenggarakan di Union Bank of
Switzerland (UBS) Singapore, sampai diangkat menjadi Chief of Foreign
Exchange Department (Forex). Kemudian bekerja di ING (Internationale
Nederlanden Indonesia Bank) Jakarta (1992-1993) dan Bank PDFCI
(1993-1999), Jakarta terakhir sebagai Vice President – Treasury dan
Internasional Banking, selanjutnya bekerja di Bank Danamon (2000).
Bergabung dengan Perseroan sejak tahun 2000, sebagai GM Treasury,
kemudian VP Corporate Treasury (2002), VP Corporate Finance (2003-
2004), VP Corporate Finance & Corporate Planning (2005-2007), VP
Corporate Secretary (2008), VP Corporate Finance (2009) dan kembali
menjabat sebagai VP Corporate Secretary sejak Juni 2009.
He was reinstated as the Corporate Secretary VP in 2009. He earned
a Bachelor’s degree from the Bogor Institute of Agriculture with a
specialization in Agricultural Social and Economic Afairs (1983) and
an MBA from the Indonesian Institute for Management Development
- IPMI (1987).
He began his career at the ASEAN Aceh Fertilizer, North Aceh as
the Commerce Assistant Director (1984). He attended a Bank Duta
Management Training program (1987-1988) held at the Union Bank
of Switzerland (UBS) Singapore, until he was appointed as Chief of
Foreign Exchange Department (Forex). He subsequently worked at
the Jakarta ING (Internationale Nederlanden Indonesia Bank) (1992-
1993) and Bank PDFCI (1993-1999), Jakarta most recently as the Vice
President of Treasury and International Banking, then worked at Bank
Danamon (2000). He joined the Company in 2000 as Treasury GM,
and later Corporate Treasury VP (2002), Corporate Finance VP (2003-
2004), Corporate Finance & Corporate Planning VP (2005-2007),
Corporate Secretary VP (2008), Corporate Finance VP (2009) and was
reinstated as Corporate Secretary VP in June 2009.
Informasi Tambahan Additional Information Informasi Tambahan Additional Information 190
Elnusa 2009 Annual Report
Profl Direktur Utama Anak Perusahaan
Subsidiary’s President Director Profle
PRI AzMAN SYANIf
Direktur
Director
PT Purna Bina Nusa
Menjabat sebagai Direktur PT Purna Bina Nusa sejak tahun 2009.
Meraih gelar Sarjana di Jurusan Teknik Geologi, Universitas
Gadjah Mada (1984).
Memulai karir di PT Elnusa sebagai Seismologist (1984-1986),
Party Chief GDA (1986-1993) dan Operation Supervisor GDA
(1994-1995). Pernah menjabat sebagai Kepala Field Operation
Support (1996-2001) dan Manager Operasi SDA (2001-2003) di
PT Elnusa Geoscience kemudian menjabat sebagai GM Geodata
Land (2004-2009) di PT Elnusa Tbk.
He has been serving a the Director of PT Purna Bina Nusa since
2009. Earned his Bachelor’s degree in Geological Engineering
from Gadjah Mada University (1984).
He began his career at PT Elnusa as a Seismologist (1984-1986),
GDA Party Chief (1986-1993) and GDA Operation Supervisor
(1994-1995). He has served as Head of Field Operation Support
(1996-2001) and Natural Resource Operation Manager (2001-
2003) at PT Elnusa Geoscience then as Land Geodata GM (2004-
2009) at PT Elnusa Tbk.
Informasi Tambahan Additional Information Informasi Tambahan Additional Information 191
Elnusa Laporan Tahunan 2009
SUSETIADI
Direktur Utama
President Director
PT Elnusa Petrofn
Menjabat sebagai Direktur Utama PT Elnusa Petrofn sejak
tahun 2007. Meraih gelar Sarjana dari Jurusan Teknik
Geologi, Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran,
Yogyakarta (1987) dan gelar Magister Manajemen dari Institut
Pengembangan Indonesia, Jakarta (1993).
Memulai karir di PT Elnusa sebagai Seismologist (1988-1993),
Manager Corporate Marketing (1994-1996) dan GM Koperasi
Elnusa (1996-1999). Pernah menjabat sebagai Direktur Sumber
Daya Manusia dan Umum (2000-2002) dan Direktur Sumber Daya
Manusia dan Teknologi Informasi (2003-2004) di PT Infomedia
Nusantara. Kembali ke PT Elnusa sebagai VP Corporate HR (2004-
2005) dan VP Corporate HR & Asset Management (2006-2007).
He has been serving as the President Director of PT Elnusa
Petrofn since 2007. He earned his Bachelor’s degree in
Geological Engineering from the Veteran National Development
University (UPN Veteran), Yogyakarta (1987) and Master’s degree
in Management from the Indonesian Development Institute,
Jakarta (1993).
He began his career at PT Elnusa as a Seismologist (1988-1993),
Corporate Marketing Manager (1994-1996) and Koperasi
Elnusa GM (1996-1999). He has served as the Human Resource
and General Affairs Director (2000-2002) and Human Resource
and Information Technology Director (2003-2004) at PT
Infomedia Nusantara. He returned to PT Elnusa as Corporate
HR VP (2004-2005) and Corporate HR and Asset Management
VP (2006-2007).
Informasi Tambahan Additional Information Informasi Tambahan Additional Information 192
Elnusa 2009 Annual Report
MUHAMMAD zAKIE
Direktur
Director
PT Patra Nusa Data
Menjabat sebagai Direktur PT Patra Nusa Data sejak tahun
2009. Meraih gelar Sarjana dari Jurusan Fisika Institut Teknologi
Bandung (1985) dan gelar Magister dari Prasetiya Mulya Business
School bidang studi International Marketing (2000).
Memulai karir sebagai Project Leader Seismic Refraction Survey
untuk Hydro Power Plant kerjasama antara ITB, PLN dan World
Bank (1984-1985). Mulai bergabung dengan PT Elnusa Geosains
sebagai Seismic Field Engineer of Geodata Acquisition hingga
menjabat sebagai Operation and Marketing Director (1986-
2004). Pernah menjabat sebagai Direktur Utama PT Sinar Riau
Drilindo (2004-2008), Direktur Utama PT Elnusa Drilling Services
(2004-2008), VP Operation & Service Excellence (2008-2009) dan
Komisaris PT Patra Nusa Data (2008-2009).
He has been serving as the Director of PT Patra Nusa Data since
2009. He earned his Bachelor’s degree in Physics from the
Bandung Institute of Technology (1985) and a Master’s degree
in International Marketing from the Prasetiya Mulya Business
School (2000).
He began his career as the Seismic Refraction Survey Project
Leader for a Hydro Power Plant, a collaboration between ITB,
PLN and the World Bank (1984-1985). He first joined PT Elnusa
Geosains as Seismic Field Engineer of Geodata Acquisition
until he finally served as Operation and Marketing Director
(1986-2004). He had served as President Director of PT
Sinar Riau Drilindo (2004-2008), President Director of PT
Elnusa Drilling Services (2004-2008), Operation and Service
Excellence VP (2008-2009) and Commissioner of PT Patra
Nusa Data (2008-2009).
Informasi Tambahan Additional Information Informasi Tambahan Additional Information 193
Elnusa Laporan Tahunan 2009
BASKORO
Direktur
Director
PT Sigma Cipta Utama
Menjabat sebagai Direktur PT Sigma Cipta Utama sejak Juni 2009.
Mendapatkan gelar Sarjana Elektro dari Institut Teknologi Bandung (1981).
Memulai karir sebagai programmer, analyst, system engineer dan
koordinator proyek di berbagai pekerjaan sistem informasi dan
telekomunikasi (1981-1989), membangun Seismic Data Processing
Center untuk Teknosif Sdn Bhd di Kuala Lumpur (1992), Software
& System Engineer and Operation Supervisor di Elnusa Seismic Data
Processing Center, di Mobil Oil Seismic Data Processing Center dan di
Pertamina Dedicated Exploration & Production Data Processing Center
(1989-1995), Kepala Unit Operasi Workstation PT Elnusa Geosains
dan sebagai anggota Tim Perencanaan Pertamina R&D Center serta
Koordinator Tim Pekerjaan Manajemen Data Migas Nasional dan
pendirian PT Patra Nusa Data 91995-1997), GM PT Patra Nusa Data
(1997-2000), Direktur utama PT Patra Nusa Data (2002-2004) dan
pernah menjabat sebagai VP Telematika & Inovasi Produk Perseroan
(2004-2008) dan Direktur Direktori PT Infomedia Nusantara (2008-
2009).
He has been serving as Director of PT Sigma Cipta Utama since June
2009. He earned his Bachelor’s degree in Electronic Engineering from
the Bandung Institute of Technology (1981).
He began his career at as a programmer, analyst, system engineer and
project coordinator in various information and telecommunications
system works (1981-1989), developing a Seismic Data Processing
Center for Teknosif Sdn Bhd in Kuala Lumpur (1992), Software and
System Engineer and Operation Supervisor at Elnusa’s Seismic Data
Processing Center, at Mobil Oil’s Seismic Data Processing Center
and at Pertamina’s Dedicated Exploration and Production Data
Processing Center (1989-1995), Head of the Workstation Operation
Unit of PT Elnusa Geosains and a member of the Pertamina R&D Center
Planning Team as well as Coordinator of the National Oil and Gas Data
Management Work Team and the establishment of PT Patra Nusa
Data (1995-1997), GM of PT Patra Nusa Data (1997-2000), President
Director of PT Patra Nusa Data (2002-2004) and served as Telematics
and Product Innovation VP of the Company (2004-2008) and Directory
Director of PT Infomedia Nusantara (2008-2009).
Informasi Tambahan Additional Information Informasi Tambahan Additional Information 194
Elnusa 2009 Annual Report
J.J. PATTINASARANY
Direktur
Director
Elnusa Bangkanai Energy, Ltd
Menjabat sebagai Direktur Elnusa Bangkanai Energy, Ltd sejak
2007. Mendapatkan gelar Sarjana bidang Fisika dari Universitas
Padjajaran (1982) dan Magister Management dari LPPM (2002).
Memul ai kari r sebagai Fi el d Sei smol ogi st Geodata Acq.
PT Elnusa Geoscience (1982-1988), selanjutnya menjadi Project
Manager Geodata Acq. PT Elnusa Geoscience (1988 – 1992),
Manager Geodata Acquisition PT Elnusa Geoscience (1992 –
1996), Manager Marketing PT Elnusa Geoscience (1996 – 1998),
Dir. Mkt. & Operation PT Timor Nusa Adipermata (1998 – 2001),
Direktur Marketing PT Elnusa Geoscience (2001 – 2002), Direktur
Geodata Acquisition PT Elnusa Geoscience (2002 – 2003) dan
Direktur Utama PT Elnusa Geoscience (2003 – 2007).
He has been serving as Director of Elnusa Bangkanai Energy,
Ltd since 2007. He earned a Bachelor’s degree in Physics from
Padjajaran University (1982) and a Master’s degree in Management
from LPPM (2002).
He began his career as a Field Seismologist in Geodata Acquisition at
PT Elnusa Geoscience (1982-1988), then Geodata Acquisition Project
Manager at PT Elnusa Geoscience (1988 – 1992), Geodata Acquisition
Manager at PT Elnusa Geoscience (1992 – 1996), Marketing Manager
at PT Elnusa Geoscience (1996 – 1998), Marketing and Operation
Director at PT Timor Nusa Adipermata (1998 – 2001), Marketing
Director at PT Elnusa Geoscience (2001 – 2002), Geodata Acquisition
Director at PT Elnusa Geoscience (2002 – 2003) and President
Director at PT Elnusa Geoscience (2003 – 2007).
Informasi Tambahan Additional Information Informasi Tambahan Additional Information 195
Elnusa Laporan Tahunan 2009
MOCHAMMAD BACHRUM
Direktur
Director
PT Patra Telekomunikasi Indonesia
Menjabat sebagai Direktur Utama PT Patra Telekomunikasi Indonesia
sejak Februari 2008.
Meraih gelar kesarjanaan di Jurusan Teknik Elektro, Institut Teknologi
Bandung (ITB) pada tahun 1981 dan memperoleh gelar Master of
Business Administration dari Institut Pengembangan Manajemen
Indonesia (IPMI) tahun 1990. Mengawali karir sebagai Kepala Teknisi
PT LEN-LIPI (1979-1981) dan Electrical & Instrumentation Services
Superintendent PT Stanvac Indonesia (1981-1984). Pernah menjabat
sebagai Direktur Operasi PT Petro Utama Teknik (1984-1989), Manager
Pemasaran dan Pengembangan Usaha PT Patra Utama (1987-1991),
Manager Pengembangan Usaha PT Elnusa Workover Services (1992-
1996), Direktur Administrasi dan Keuangan PT Inspektindo Pratama
(1992-1996), Manager Pengembangan Usaha Korporat PT Elnusa
(1996-2000), GM Operasi dan Pengembangan Usaha PT Elnusa
Rentrakom (2000-2002), Direktur PT Elnusa Rentrakom (2002-2004)
dan Direktur Direktori PT Infomedia Nusantara (Agustus 2004-
Februari 2008) selaku penerbit Yellow Pages.
He has been serving as President Director of PT Patra Telekomunikasi
Indonesia since February 2008.
He earned his Bachelor’s degree in Electronics Engineering from
the Bandung Institute of Technology (ITB) in 1981 a Master of
Business Administration degree from the Indonesian Management
Development Institute (IPMI) in 1990. He began his career as the
Head of Technicians at PT LEN-LIPI (1979-1981) and Electrical and
Instrumentation Services Superintendent at PT Stanvac Indonesia
(1981-1984). He served as the Operations Director at PT Petro Utama
Teknik (1984-1989), Marketing and Business Development Manager
at PT Patra Utama (1987-1991), Business Development Manager
at PT Elnusa Workover Services (1992-1996), Administration and
Finance Director at PT Inspektindo Pratama (1992-1996), Corporate
Business Development Manager at PT Elnusa (1996-2000), Operation
and Business Development GM at PT Elnusa Rentrakom (2000-2002),
Director of PT Elnusa Rentrakom (2002-2004) and Directory Director
of PT Infomedia Nusantara (August 2004-February 2008) as the
publisher of Yellow Pages.
Informasi Tambahan Additional Information Informasi Tambahan Additional Information 196
Elnusa 2009 Annual Report
Informasi Tambahan Additional Information Informasi Tambahan Additional Information 197
OffICE NETWORK
Head Ofce:
PT ELNUSA TBK - HEADQUARTERS
Graha Elnusa Building 16th Floor
Jl. TB Simatupang Kav. 1 B Jakarta 12560
INDONESIA
Phone : 62-21-78830850 (Hunting)
Facsimile : 62-21-7883 0883
62-21-7883 0907
Homepage : http://www.elnusa.co.id
Email : corporate@elnusa.co.id
Divisions:
GEOSCIENCE SERVICES DIVISION
Graha Elnusa Building 13
th
-14
th
Floor
Jl. TB Simatupang Kav. 1 B Jakarta 12560
INDONESIA PO BOX 1790 / JKS 12017
Phone : 62-21-7883 0866
Facsimile : 62-21-7883 1072
Email : geoscience@elnusa.co.id
DRILLING SERVICES DIVISION
Graha Elnusa Building 6
th
Floor
Jl. TB Simatupang Kav.1B Jakarta 12560
INDONESIA PO BOX 1790 /JKS 12017
Phone : 62-21-7884 5505 (Hunting) Ext.
0600
: 62-21-7884 5504 (Direct)
Facsimile : 62-21-7884 5507
Email : drilling@elnusa.co.id
OILfIELD SERVICES DIVISION
Head Ofce:
Graha Elnusa Building 8
th
Floor
Jl. TB Simatupang Kav. 1B Jakarta 12560
INDONESIA
Phone : 62-21-7883 1210 (Hunting) Ext.
0828
: 62-21-78843 0850 Ext. 0828-32
Facsimile : 62-21-7883 1209
E-mail : oilfeld@elnusa.co.id
Balikpapan Branch :
Jl. Mulawarman No. 91, Batakan
Balikpapan 76116-East Kalimantan
Indonesia
Phone : 62-542-770139, 770169
Facsimile : 62-542-770230
Email : oilfeld@elnusa.co.id
Cirebon Branch:
Jl. Moh. Toha No. 59 Kebon Baru
Kejaksaan, Cirebon 45124
INDONESIA
Phone : 62-231-207 258
Facsimile : 62-231-207 258
E-mail : ews-crb@plasa.com
Subsidiaries :
PT Purna Bina Nusa
Head Ofce & Factory
Jl.Tenggiri No. 2 Batu Ampar, Batam Island,
INDONESIA
Phone : 62-0778-412152, 412156
Facsimile : 62-0778-412151
E-mail : pbnbtm@indosat.net.id
Jakarta Ofce
Jl. Iskandarsyah Raya No. 106
Jakarta 12160 INDONESIA
Phone : 62-21-7399162, 7205487
Facsimile : 62-21-7222205
E-mail : purbinsa@ indosat.net.id
PT ELNUSA PETROFIN
Graha Elnusa Building 12
th
Floor
Jl. TB Simatupang Kav. 1B Jakarta 12560
INDONESIA
Phone : 62-21-7883 0860 (Hunting)
: 62-21-7883 0850
Hotline Service : 62-21-7883 0860
Facsimile : 62-21-7883 0853
Email : epn@elnusapetrofn.co.id
PT ELNUSA PATRA RITEL
Graha Elnusa Building
Jl. TB Simatupang Kav. 1B Jakarta 12560
INDONESIA
Phone : 62-21-7883 0860
Facsimile : 62-21-7884 0055
PT SIGMA CIPTA UTAMA
Graha Elnusa Building 2
nd
Floor
Jl. TB Simatupang Kav. 1B Jakarta 12560
INDONESIA
Phone : 62-21-78830856
Facsimile : 62-21-78830857
Homepage : http://www.scu.co.id
: http://www.elnusatelematika.co.id
Tekno I Blok B5-B7 Sektor XI
Taman Tekno BSD –Tangerang 15314 Banten
INDONESIA
Phone : 62-21-75871955
Facsimile : 62-21-7871933
Homepage : http://www.scu.co.id
PT PATRA NUSA DATA
Head Ofce :
Graha Elnusa Building 5th Floor
Jl. TB Simatupang Kav 1 B Jakarta 12560
INDONESIA
Phone : 62-21-7816 770 to 73
Facsimile : 62-21-7816 775
Website : http://www.patranusa.com
Email : marketing@patranusa.com
Taman Tekno
Sektor XI Blok G2/1
BSD, Tangerang 15314
INDONESIA
Phone : 62-21-7588 2510
Facsimile : 62-21-7588 2511
Website : www.patranusa.com
Email : marketing@patranusa.com
PT ELNUSA BANGKANAI ENERGY Ltd,
Graha Elnusa Building 7
th
Floor
Jl. TB Simatupang Kav 1 B Jakarta 12560
INDONESIA
Phone : 62-21-7884 1201
Facsimile : 62-21-7818 432
Afliates :
PT PATRA TELEKOMUNIKASI INDONESIA
JI. Pringgondani II No. 33 - Alternatif Cibubur
Depok 16954
Telepon : (62-21) 845-4040
Faksimili : (62-21) 845-7610
e-mail:
Kwarnas Building, 17
th
Floor
Jl. Medan Merdeka Timur No. 6 Jakarta 10110
INDONESIA
Phone : 62-21-3521915
Facsimile : 62-21-3502120
Homepage : www.patrakom.co.id
E-mail : customer_care@patrakom.co.id
marketing@patrakom.co.id
PT ELNUSA TRISTAR RAMBA Ltd,
Wisma 46, 21
st
Floor, Kota BNI
Jl. Jenderal Sudirman Kav 1 Jakarta 10220
INDONESIA
Elnusa Laporan Tahunan 2009
Referensi Terhadap Ketentuan Bapepam-LK mengenai format Laporan Tahunan
Reference to the Bapepam-LK Regulation on the Annual Report Format
Dalam penyusunan Laporan Tahunan 2009, selain merujuk kepada ketentuan Undang Undang No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan
Terbatas serta Peraturan Bapepam-LK No. X.K.6 lampiran Keputusan Ketua Bapepam-LK No. Kep-134/BI/2006 tanggal 7 Desember
2006 tentang Kewajiban Penyampaian Laporan Tahunan Bagi Emiten atau Perusahaan Publik, Perseroan juga memberikan uraian
penjelasan sesuai dengan kriteria penilaian untuk Annual Report Award 2009.
Kriteria penilaian dalam Annual Report Award 2009 tersebut dibagi menjadi 8 klasifkasi:
1. Umum: Bobot keseluruhan untuk klasifkasi ini sebesar 2 %.
2. Ikhtisar Data Keuangan Penting: Bobot keseluruhan untuk klasifkasi ini sebesar 5%.
3. Laporan Dewan Komisaris dan Direksi: Bobot keseluruhan untuk klasifkasi ini sebesar 5%.
4. Profl Perusahaan: Bobot keseluruhan untuk klasifkasi ini sebesar 8%.
5. Analisa dan pembahasan manajemen atas kinerja manajemen: Bobot keseluruhan untuk klasifkasi ini sebesar 25%.
6. Good Corporate Governance: Bobot keseluruhan untuk klasifkasi ini sebesar 30%.
7. Informasi keuangan: Bobot keseluruhan untuk klasifkasi ini sebesar 20%.
8. Lain-lain seperti:
• |..kt|k cccJ cc.pc..to ccvo.:.:co v.:c no|ob||| k.|to.|. (n.ks | 5: sopo.t|
a. Menyajikan informasi remunerasi direksi dan komisaris secara rinci pada saat perusahaan lainnya belum melakukan
hal tersebut.
b. Menyampaikan laporan berkelanjutan (sustainability report/CSR) secara terpisah.
• |..kt|k b.J cc.pc..to ccvo.:.:co v.:c t|J.k J|.tJ. J.|.n k.|to.|. (n.ks 5: sopo.t|
a. Perkara penting sedang dihadapi oleh perusahaan, anggota direksi atau anggota komisaris yang sedang menjabat
yang tidak diungkapkan dalam Laporan Tahunan.
b. Ketidakpatuhan dalam penyampaian SPT.
Berikut adalah daftar penyesuaian uraian Laporan Tahunan 2009 Perseroan yang disesuaikan dengan kriteria Annual Report
Award 2009 :
Kriteria Annual Report Award 2009 Laporan Tahunan 2009 Perseroan
Kriteria Penjelasan Check List Keterangan
I. Umum
1 Laporan Tahunan disajikan dalam
bahasa Indonesia yang baik dan
benar dan dianjurkan menyajikan
juga dalam bahasa Inggris.
√ Perseroan telah menyajikan Laporan Tahunan 2009
dalam 2 (dua) bahasa, yaitu bahasa Indonesia dan
bahasa Inggris dengan baik dan benar.
2 Laporan Tahunan dicetak pada
kertas yang berwarna terang agar
mudah dibaca dan jelas.
√ Perseroan telah mencetak Laporan Tahunan pada
kertas yang berwarna terang sehingga mudah dibaca
dan jelas.
3 Laporan Tahunan mencantumkan
identitas perusahaan dengan jelas.
Nama Perusahaan dan tahun
Annual Report ditampilkan di :
1. Sampul muka,
2. Samping,
3. Belakang dan
4. Setiap halaman.
√ Perseroan telah mencantumkan identitas perusahaan
dengan jelas pada :
1. Sampul muka,
2. Samping,
3. Belakang dan
4. Setiap halaman.
4 Laporan Tahunan ditampilkan di
website Perusahaan.
Laporan Tahunan disajikan pada
website Perusahaan minimal
untuk 2 tahun.
√ Perseroan telah menyajikan Laporan Tahunan di
website Perseroan (www.elnusa.co.id) untuk 3 tahun
terakhir, yaitu 2007, 2008 dan 2009.
Informasi Tambahan Additional Information Informasi Tambahan Additional Information 198
Elnusa 2009 Annual Report
Kriteria Annual Report Award 2009 Laporan Tahunan 2009 Perseroan
Kriteria Penjelasan Check List Keterangan
II. Ikhtisar Data Keuangan Penting
1 Informasi keuangan dalam bentuk
perbandingan selama 5 (lima)
tahun buku atau sejak memulai
usahanya jika perusahaan tersebut
menjalankan kegiatan usahanya
selama kurang dari 5 (lima) tahun.
Informasi memuat antara lain:
1. Penjualan/pendapatan Usaha,
2. Laba (rugi) Kotor,
3. Laba (rugi) Usaha,
4. Laba (rugi) Bersih,
5. Laba (rugi) Bersih per Saham.





Bab Ikhtisar Utama - hal 6.
Bab Ikhtisar Utama - hal 6.
Bab Ikhtisar Utama - hal 6.
Bab Ikhtisar Utama - hal 6.
Bab Ikhtisar Utama - hal 6.
2 Informasi keuangan dalam bentuk
perbandingan selama 5 (lima)
tahun buku atau sejak memulai
usahanya jika perusahaan tersebut
menjalankan kegiatan usahanya
selama kurang dari 5 (lima) tahun.
Informasi memuat antara lain:
1. Modal kerja bersih,
2. Jumlah investasi,
3. Jumlah aset,
4. Jumlah kewajiban,
5. Jumlah ekuitas.





Bab Ikhtisar Utama - hal 6.
Bab Ikhtisar Utama - hal 6.
Bab Ikhtisar Utama - hal 6.
Bab Ikhtisar Utama - hal 6.
Bab Ikhtisar Utama - hal 6.
3 Informasi keuangan dalam bentuk
perbandingan selama 5 (lima)
tahun buku atau sejak memulai
usahanya jika perusahaan tersebut
menjalankan kegiatan usahanya
selama kurang dari 5 (lima) tahun.
Informasi memuat 5 (lima)
rasio keuangan yang umum
dan relevan dengan industri
perusahan.
√ Bab Ikhtisar Utama - hal 6.
4 Laporan Tahunan wajib memuat
informasi harga saham dalam
bentuk tabel dan grafk Informasi
harga saham sebelum perubahan
permodalan terakhir wajib
disesuaikan dalam hal terjadi antara
lain karena pemecahan saham,
dividen saham, dan saham bonus.
Informasi memuat:
1. Harga saham tertinggi,
2. Harga saham terendah,
3. Harga saham penutupan,
4. Jumlah saham yang
diperdagangkan untuk setiap
triwulan dalam 2 (dua) tahun
buku terakhir (jika ada).




Bab Ikhtisar Utama - hal 19.
Bab Ikhtisar Utama - hal 19.
Bab Ikhtisar Utama - hal 19.
Bab Ikhtisar Utama - hal 19.
5 Laporan Tahunan wajib memuat
informasi jumlah obligasi atau
obligasi konvertibel yang
diterbitkan dalam 2 (dua) tahun
buku terakhir.
Informasi memuat:
1. Jumlah obligasi/obligasi
konversi yang beredar,
2. Tingkat bunga,
3. Tanggal jatuh tempo,
4. Peringkat obligasi.
X
X
X
X
Dalam 2 tahun terakhir, Perseroan tidak memiliki
atau tidak menerbitkan obligasi maupun obligasi
konvertibel.
III. Laporan Dewan Komisaris dan Direksi
1 Laporan Dewan Komisaris. Memuat hal-hal sebagai berikut:
1. Penilaian kinerja Direksi
mengenai pengelolaan
perusahaan.
2. Pandangan atas prospek usaha
perusahaan yang disusun oleh
Direksi.
3. Komite-komite yang berada
dibawah pengawasan Dewan
Komisaris.
4. Perubahan komposisi Dewan
Komisaris (jika ada).




Bab Laporan Manajemen - hal 42-44.
Bab Laporan Manajemen - hal 41.
Bab Laporan Manajemen - hal 40.
Bab Laporan Manajemen - hal 39.
2 Laporan Direksi. Memuat hal-hal sebagai berikut:
1. Kinerja perusahaan mencakup
antara lain kebijakan strategis,
perbandingan antara hasil
yang dicapai dengan yang
ditargetkan, dan kendala-
kendala yang dihadapi
perusahaan.
2. Prospek usaha.
3. Penerapan tata kelola
perusahaan yang baik yang
telah dilaksanakan oleh
perusahaan.
4. Perubahan komposisi Direksi
(jika ada).




Bab Laporan Manajemen - hal 49 - 51.
Bab Laporan Manajemen - hal 53.
Bab Laporan Manajemen - hal 51.
Bab Laporan Manajemen - hal 47
Informasi Tambahan Additional Information Informasi Tambahan Additional Information 199
Elnusa Laporan Tahunan 2009
Kriteria Annual Report Award 2009 Laporan Tahunan 2009 Perseroan
Kriteria Penjelasan Check List Keterangan
3 Tanda tangan anggota Direksi dan
anggota Dewan Komisaris.
Memuat hal-hal sebagai berikut:
1. Tanda tangan dituangkan pada
lembaran tersendiri
2. Pernyataan bahwa Direksi dan
Dewan Komisaris bertanggung
jawab penuh atas kebenaran isi
Laporan Tahunan.
3. Ditandatangani seluruh
anggota Dewan Komisaris
dan anggota Direksi dengan
menyebutkan nama dan
jabatannya
4. Penjelasan tertulis dalam surat
tersendiri dari ybs dalam hal
terdapat anggota Dewan
Komisaris atau direksi yang
tidak menandatangani laporan
tahunan, atau penjelasan
tertulis dalam surat tersendiri
dari anggota yang lain dalam
hal tidak terdapat penjelasan
tertulis dari ybs.



X
Bab Laporan Manajemen - hal 55.
Bab Laporan Manajemen - hal 55.
Bab Laporan Manajemen - hal 55.
Seluruh anggota Dewan Komisaris dan Direksi
menandatangani pernyataan pertanggungjawaban
atas Laporan Tahunan 2009.
IV. Profl Perusahaan
1 Nama dan alamat perusahaan. √ Bab Informasi Perseroan - hal 25.
2 Riwayat singkat perusahaan. Mencakup antara lain: tanggal/
tahun pendirian, nama dan
perubahan nama perusahaan
jika ada.
√ Bab Informasi Perseroan - hal 25.
3 Bidang usaha. Meliputi jenis produk dan atau
jasa yang dihasilkan.
√ Bab Informasi Perseroan - hal 27.
4 Struktur Organisasi. Dalam bentuk bagan, meliputi
nama dan jabatan.
√ Bab Informasi Perseroan - hal 37.
5 Visi dan Misi Perusahaan. Mencakup hal-hal sebagai berikut:
1. Penjelasan tentang visi
perusahaan.
2. Penjelasan tentang misi
perusahaan.


Bab Informasi Perseroan - hal 31.
Bab Informasi Perseroan - hal 31.
6 Identitas dan riwayat hidup singkat
anggota Dewan Komisaris.
Informasi memuat antara lain:
1. Nama.
2. Jabatan (termasuk jabatan
pada perusahaan atau lembaga
lain).
3. Umur.
4. Pendidikan.
5. Pengalaman kerja.





Bab Informasi Tambahan - hal 176-180.
Bab Informasi Tambahan - hal 176-180.
Bab Informasi Tambahan - hal 176-180.
Bab Informasi Tambahan - hal 176-180.
Bab Informasi Tambahan - hal 176-180.
7 Identitas dan riwayat hidup singkat
anggota Direksi.
Informasi memuat antara lain:
1. Nama.
2. Jabatan (termasuk jabatan
pada perusahaan atau lembaga
lain).
3. Umur.
4. Pendidikan.
5. Pengalaman kerja





Bab Informasi Tambahan - hal 181-185.
Bab Informasi Tambahan - hal 181-185.
Bab Informasi Tambahan - hal 181-185.
Bab Informasi Tambahan - hal 181-185.
Bab Informasi Tambahan - hal 181-185.
Informasi Tambahan Additional Information Informasi Tambahan Additional Information 200
Elnusa 2009 Annual Report
Kriteria Annual Report Award 2009 Laporan Tahunan 2009 Perseroan
Kriteria Penjelasan Check List Keterangan
8 Jumlah Karyawan (komparatif
2 tahun) dan deskripsi
pengembangan kompetensinya
(misal: aspek pendidikan dan
pelatihan karyawan).
Informasi memuat antara lain:
1. Jumlah karyawan untuk
masing-masing level organisasi.
2. Jumlah karyawan untuk
masing-masing tingkat
pendidikan.
3. Pelatihan karyawan yang telah
dan akan dilakukan.
4. Adanya persamaan
kesempatan kepada seluruh
karyawan.
5. Biaya yang telah dikeluarkan.





Bab Laporan Keberlanjutan - hal 151.
Bab Laporan Keberlanjutan - hal 152.
Bab Laporan Keberlanjutan - hal 155-157.
Bab Laporan Keberlanjutan - hal 154
Bab Laporan Keberlanjutan - hal 157.
9 Komposisi pemegang saham. Mencakup antara lain:
1. Nama pemegang saham yang
memiliki 5% atau lebih saham.
2. Direktur dan komisaris yang
memiliki saham.
3. Pemegang saham masyarakat
dengan kepemilikan saham
masing-masing kurang dari 5%.



Bab Informasi Perseroan - hal 20 dan 36.
Bab Laporan Tata Kelola Perusahaan - hal 86.
Bab Informasi Perseroan - hal 20 dan 36.
10 Daftar Anak Perusahaan dan atau
Perusahaan Asosiasi.
Informasi memuat antara lain :
1. Nama Anak Perusahaan/
Perusahaan Asosiasi.
2. % Kepemilikan saham.
3. Keterangan tentang bidang
usaha Anak Perusahaan atau
Perusahaan Asosiasi.
4. Keterangan status operasi
perusahaan anak atau
perusahaan asosiasi (telah
beroperasi atau belum
beroperasi).




Bab Informasi Perseroan - hal 27-30 dan 34-35.
Bab Informasi Perseroan - hal 27-30 dan 34-35.
Bab Informasi Perseroan - hal 27-30 dan 34-35.
Bab Informasi Perseroan - hal 27-30 dan 34-35.
11 Kronologis pencatatan saham; Mencakup antara lain:
1. Kronologis pencatatan saham.
2. Jenis tindakan korporasi
(corporate action) yang
menyebabkan perubahan
jumlah saham.
3. Perubahan jumlah saham
dari awal pencatatan sampai
dengan akhir tahun buku.
4. Nama bursa dimana saham
perusahaan dicatatkan.




Bab Ikhtisar Utama - hal 17.
Bab Ikhtisar Utama - hal 17.
Bab Ikhtisar Utama - hal 17.
Bab Ikhtisar Utama - hal 17.
12 Kronologis pencatatan Efek lainnya. Mencakup antara lain:
1. Kronologis pencatatan efek
lainnya.
2. Jenis tindakan korporasi
(corporate action) yang
menyebabkan perubahan
jumlah efek lainnya.
3. Perubahan jumlah efek lainnya
dari awal pencatatan sampai
dengan akhir tahun buku.
4. Nama Bursa dimana efek
lainnya perusahaan dicatatkan.
5. Peringkat efek.
X
X
X
X
X
Perseroan tidak melakukan tindakan korporasi
lainnya (selain IPO ditahun 2008) yang menyebabkan
perubahan jumlah efek lainnya.
Perseroan hanya mencatatkan saham di Bursa Efek
Indonesia.
13 Nama dan alamat lembaga dan atau
profesi penunjang pasar modal.
Informasi memuat antara lain:
1. Nama dan alamat BAE
2. Nama dan alamat Kantor
Akuntan Publik.
3. Nama dan alamat perusahaan
pemeringkat efek.


X
Bab Laporan Tata Kelola Perusahaan - hal 73.
Bab Laporan Tata Kelola Perusahaan - hal 73.
Selama tahun 2009, Perseroan tidak melakukan
pemeringkatan atas efek Perseroan.
Informasi Tambahan Additional Information Informasi Tambahan Additional Information 201
Elnusa Laporan Tahunan 2009
Kriteria Annual Report Award 2009 Laporan Tahunan 2009 Perseroan
Kriteria Penjelasan Check List Keterangan
14 Akuntan Perseroan. Informasi memuat antara lain:
1. Jumlah periode akuntan telah
melakukan audit laporan
keuangan tahunan perusahaan.
2. Jumlah periode Kantor Akuntan
Publik telah melakukan audit
laporan keuangan tahunan
perusahaan.
3. Besarnya fee audit.
4. Jasa lain yang diberikan
akuntan selain jasa fnancial
audit.




Bab Laporan Tata Kelola Perusahaan - hal 73.
Bab Laporan Tata Kelola Perusahaan - hal 73.
Bab Laporan Tata Kelola Perusahaan - hal 73.
Bab Laporan Tata Kelola Perusahaan - hal 73.
15 Penghargaan dan sertifkasi
yang diterima perusahaan baik
yang berskala nasional maupun
internasional.
Informasi memuat antara lain:
1. Nama penghargaan.
2. Tahun perolehan.
3. Badan pemberi penghargaan.
4. Masa berlaku




Bab Ikhtisar Utama - hal 12-13.
Bab Ikhtisar Utama - hal 12-13.
Bab Ikhtisar Utama - hal 12-13.
Bab Ikhtisar Utama - hal 12-13.
16 Nama dan alamat anak perusahaan
dan atau kantor cabang atau kantor
perwakilan (jika ada).
√ Bab Informasi Tambahan - hal 197.
V. Analisa dan Pembahasan Manajamen atas Kinerja Perusahaan
1 Tinjauan operasi per segmen usaha. Memuat uraian mengenai:
1. Produksi / kegiatan usaha.
2. Penjualan/ pendapatan usaha.
3. Proftabilitas.
4. Peningkatan/ penurunan
kapasitas produksi untuk
masing-masing segmen usaha.




Bab Analisis dan Pembahasan Manajemen - hal 106-127.
Bab Analisis dan Pembahasan Manajemen - hal 106-127.
Bab Analisis dan Pembahasan Manajemen - hal 106-127.
Bab Analisis dan Pembahasan Manajemen - hal 106-127.
2 Uraian atas kinerja keuangan
Perusahaan.
Analisis kinerja keuangan yang
mencakup perbandingan antara
kinerja keuangan tahun yang
bersangkutan dengan tahun
sebelumnya (dalam bentuk narasi
dan tabel), antara lain mengenai:
1. Aset lancar, aset tidak lancar,
dan jumlah aset.
2. Kewajiban lancar, kewajiban
tidak lancar, dan jumlah
kewajiban.
3. Penjualan/pendapatan usa.
4. Beban usaha.
5. Laba/Rugi bersih.





Bab Analisis dan Pembahasan Manajemen - hal 134-136.
Bab Analisis dan Pembahasan Manajemen - hal 136-138.
Bab Analisis dan Pembahasan Manajemen - hal 128-130.
Bab Analisis dan Pembahasan Manajemen - hal 130-132.
Bab Analisis dan Pembahasan Manajemen - hal 132-133.
3 Bahasan dan analisis tentang
kemampuan membayar hutang
dan tingkat kolektibilitas piutang
Perseroan.
Penjelasan tentang :
1. Kemampuan membayar
hutang.
2. Tingkat kolektibilitas piutang.


Bab Analisis dan Pembahasan Manajemen - hal 141
Bab Analisis dan Pembahasan Manajemen - hal 135
4 Bahasan tentang struktur modal
(capital structure), kebijakan
manajemen atas struktur modal
(capital structure policies), dan
tingkat likuiditas perusahaan
(liquidity).
Penjelasan atas:
1. Struktur modal (capital
structure).
2. Kebijakan manajemen atas
struktur modal (capital
structure policies).
3. Tingkat likuiditas perusahaan
(liquidity).



Bab Analisis dan Pembahasan Manajemen - hal 139
Bab Analisis dan Pembahasan Manajemen - hal 139
Bab Analisis dan Pembahasan Manajemen - hal 139
Informasi Tambahan Additional Information Informasi Tambahan Additional Information 202
Elnusa 2009 Annual Report
Kriteria Annual Report Award 2009 Laporan Tahunan 2009 Perseroan
Kriteria Penjelasan Check List Keterangan
5 Bahasan mengenai ikatan yang
material untuk investasi barang
modal.
Penjelasan tentang:
1. Tujuan dari ikatan tersebut.
2. Sumber dana yang diharapkan
untuk memenuhi ikatan-ikatan
tersebut.
3. Mata uang yang menjadi
denominasi.
4. Langkah-langkah yang
direncanakan perusahaan
untuk melindungi risiko dari
posisi mata uang asing yang
terkait.




Bab Analisis dan Pembahasan Manajemen - hal 143-144.
Bab Analisis dan Pembahasan Manajemen - hal 143-144.
Bab Analisis dan Pembahasan Manajemen - hal 143-144.
Bab Analisis dan Pembahasan Manajemen - hal 143-144.
6 Bahasan dan analisis tentang
informasi keuangan yang telah
dilaporkan yang mengandung
kejadian yang sifatnya luar biasa dan
jarang terjadi.
Ada atau tidak ada
pengungkapan.
√ Bab Analisis dan Pembahasan Manajemen - hal 133-134
7 Uraian tentang komponen-
komponen substansial dari
pendapatan dan beban lainnya,
untuk dapat mengetahui hasil
usaha perusahaan.
Ada atau tidak ada
pengungkapan.
√ Bab Analisis dan Pembahasan Manajemen - hal 132-133.
8 Jika laporan keuangan
mengungkapkan peningkatan
atau penurunan yang material
dari penjualan atau pendapatan
bersih, maka wajib disertai dengan
bahasan tentang sejauh mana
perubahan tersebut dapat dikaitkan
antara lain dengan, jumlah barang
atau jasa yang dijual, dan atau
adanya produk atau jasa baru.
Ada atau tidak ada
pengungkapan.
√ Bab Analisis dan Pembahasan Manajemen - hal 134
Tidak terjadi peningkatan maupun penurunan yang
material dari penjualan atau pendapatan bersih,
sehingga tidak terdapat uraian mengenai hal tersebut
dalam laporan keuangan audit maupun laporan
tahunan.
9 Bahasan tentang dampak
perubahan harga terhadap
penjualan atau pendapatan bersih
perusahaan serta laba operasi
perusahaan selama 2 (dua) tahun
atau sejak perusahaan memulai
usahanya, jika baru memulai
usahanya kurang dari 2 (dua) tahun.
Ada atau tidak ada
pengungkapan.
√ Bab Analisis dan Pembahasan Manajemen - hal 134
10 Informasi dan fakta material yang
terjadi setelah tanggal laporan
akuntan.
Uraian kejadian penting setelah
tanggal laporan akuntan termasuk
dampaknya terhadap kinerja dan
resiko usaha di masa mendatang.
√ Bab Analisis dan Pembahasan Manajemen - hal 145-146.
11 Uraian tentang prospek usaha
perusahaan.
Uraian mengenai prospek
perusahaan sehubungan dengan
industri, ekonomi secara umum
dan pasar internasional serta
dapat disertai data pendukung
kuantitatif jika ada sumber data
yang layak dipercaya.
√ Bab Analisis dan Pembahasan Manajemen - hal 100-104
12 Uraian tentang aspek pemasaran. Uraian tentang pemasaran atas
produk dan jasa perusahaan,
antara lain meliputi pangsa pasar.
√ Bab Analisis dan Pembahasan Manajemen - hal 106-127.
13 Pernyataan mengenai kebijakan
dividen dan tanggal serta jumlah
dividen kas per saham dan jumlah
dividen per tahun yang diumumkan
atau dibayar selama 2 (dua) tahun
buku terakhir.
Memuat uraian mengenai:
1. Besarnya deviden untuk
masing-masing tahun
2. Besarnya Payout Ratio


Bab Analisis dan Pembahasan Manajemen – hal 141-
142 dan Bab Ihktisar Utama – hal 22.-23.
Bab Analisis dan Pembahasan Manajemen – hal 141-
142 dan Bab Ihktisar Utama – hal 22.-23.
Informasi Tambahan Additional Information Informasi Tambahan Additional Information 203
Elnusa Laporan Tahunan 2009
Kriteria Annual Report Award 2009 Laporan Tahunan 2009 Perseroan
Kriteria Penjelasan Check List Keterangan
14 Realisasi penggunaan dana hasil
penawaran umum.
Memuat uraian mengenai:
1. Total perolehan dana.
2. Rencana penggunaan dana.
3. Rincian penggunaan dana, dan
4. Saldo dana.
5. Tanggal persetujuan RUPS atas
perubahan penggunaan dana
(jika ada).
6. Dalam hal dana hasil
penawaran umum telah habis
dipergunakan, harus ada
pernyataan mengenai hal
tersebut.






Bab Analisis dan Pembahasan Manajemen - hal142-143
Bab Analisis dan Pembahasan Manajemen - hal142-143
Bab Analisis dan Pembahasan Manajemen - hal142-143
Bab Analisis dan Pembahasan Manajemen - hal142-143
Bab Analisis dan Pembahasan Manajemen - hal142-143
Bab Analisis dan Pembahasan Manajemen - hal142-143
15 Informasi material mengenai
investasi, ekspansi, divestasi, akuisisi
atau restrukturisasi hutang/modal.
Memuat uraian mengenai:
1. Tujuan dilakukannya transaksi.
2. Nilai transaksi atau jumlah yg
direstrukturisasi.
3. Sumber dana.
Catatan: apabila tidak mempunyai
transaksi dimaksud, agar
diungkapkan



Bab Ikhtisar Utama- hal 14-16.
Bab Ikhtisar Utama- hal 14-16.
Bab Ikhtisar Utama- hal 14-16
(Perseroan mengungkapkan informasi mengenai
divestasi perusahaan afliasi).
16 Informasi transaksi material
yang mengandung benturan
kepentingan dan transaksi dengan
pihak afliasi.
Memuat uraian mengenai:
1. Nama pihak yang bertransaksi
2. Sifat hubungan afliasi
3. Penjelasan mengenai kewajaran
transaksi;
4. Realisasi transaksi pada periode
berjalan.
Catatan: apabila tidak mempunyai
transaksi dimaksud, agar
diungkapkan




Bab Ikhtisar Utama- hal 14-15.
Bab Ikhtisar Utama- hal 14-15.
Bab Ikhtisar Utama- hal 14-15.
Bab Ikhtisar Utama- hal 14-15.
(Divestasi salah satu perusahaan afliasi merupakan
transaksi afliasi dan material, tetapi bukan merupakan
transaksi benturan kepentingan. Hal tersebut juga
diungkap dalam Bab Laporan Tata Kelola Perusahaan
- hal 79).
17 Uraian mengenai perubahan
peraturan perundang-undangan
yang berpengaruh signifkan
terhadap perusahaan.
Memuat uraian perubahan
peraturan pemerintah dan
dampaknya terhadap perusahaan
√ Bab Analisis dan Pembahasan Manajemen - hal 99-104.
18 Uraian mengenai perubahan
kebijakan akuntansi.
Uraian memuat antara lain:
perubahan kebijakan akuntansi,
alasan dan dampaknya terhadap
laporan keuangan.
√ Bab Analisis dan Pembahasan Manajemen - hal 144-145.
VI. Good Corporate Governance
1 Uraian Dewan Komisaris. Uraian memuat antara lain:
1. Uraian pelaksanaan tugas
Dewan Komisaris.
2. Pengungkapan prosedur
penetapan dan besarnya
remunerasi anggota Dewan
Komisaris.
3. Frekuensi pertemuan.
4. Tingkat kehadiran Dewan
Komisaris dalam pertemuan.




Bab Laporan Tata Kelola Perusahaan - hal 62.
Bab Laporan Tata Kelola Perusahaan - hal 65.
Bab Laporan Tata Kelola Perusahaan - hal 63 dan 65.
Bab Laporan Tata Kelola Perusahaan - hal 63 dan 65.
Informasi Tambahan Additional Information Informasi Tambahan Additional Information 204
Elnusa 2009 Annual Report
Kriteria Annual Report Award 2009 Laporan Tahunan 2009 Perseroan
Kriteria Penjelasan Check List Keterangan
2 Uraian Direksi. Uraian memuat antara lain:
1. Ruang lingkup pekerjaan dan
tanggung jawab masing-
masing anggota Direksi.
2. Pengungkapan prosedur
penetapan dan besarnya
remunerasi anggota Direksi.
3. Frekuensi pertemuan.
4. tingkat kehadiran anggota
Direksi dalam pertemuan.
5. Program pelatihan dalam
rangka meningkatkan
kompetensi Direksi.





Bab Laporan Tata Kelola Perusahaan - hal 63-64.
Bab Laporan Tata Kelola Perusahaan - hal 65.
Bab Laporan Tata Kelola Perusahaan - hal 64-65.
Bab Laporan Tata Kelola Perusahaan - hal 64-65.
Bab Laporan Tata Kelola Perusahaan - hal 65.
3 Komite Audit. Mencakup antara lain:
1. Nama, jabatan, dan riwayat
hidup singkat anggota Komite
Audit.
2. Uraian tugas dan tanggung
jawab.
3. Frekuensi pertemuan dan
tingkat kehadiran Komite Audit.
4. Laporan singkat pelaksanaan
kegiatan Komite Audit.
5. Independensi anggota Komite
Audit.





Bab Laporan Tata Kelola Perusahaan hal 68 dan Bab
Informasi Tambahan - hal 184-186.
Bab Laporan Tata Kelola Perusahaan - hal 66.
Bab Laporan Tata Kelola Perusahaan - hal 68.
Bab Laporan Tata Kelola Perusahaan - hal 67
Bab Laporan Tata Kelola Perusahaan - hal 68.
4 Komite Nominasi. Mencakup antara lain:
1. Nama, jabatan, dan riwayat
hidup singkat anggota Komite
Nominasi.
2. Independensi anggota Komite
Nominasi.
3. Uraian tugas dan tanggung
jawab.
4. Uraian pelaksanaan kegiatan
Komite Nominasi.
5. Frekuensi pertemuan dan
tingkat kehadiran Komite
Nominasi.





Perseroan memiliki Komite Nominasi dan Remunerasi.
Bab Informasi Tambahan - hal 188-189.
Bab Laporan Tata Kelola Perusahaan - hal 69.
Bab Laporan Tata Kelola Perusahaan - hal 68-71.
Bab Laporan Tata Kelola Perusahaan - hal 71-72.
Bab Laporan Tata Kelola Perusahaan - hal 71.
5 Komite Remunerasi. Mencakup antara lain:
1. Nama, jabatan, dan riwayat
hidup singkat anggota Komite
Remunerasi.
2. Independensi anggota Komite
Remunerasi.
3. Uraian tugas dan tanggung
jawab.
4. Uraian pelaksanaan kegiatan
Komite Remunerasi.
5. Frekuensi pertemuan dan
tingkat kehadiran Komite
Remunerasi.





Perseroan memiliki Komite Nominasi dan Remunerasi.
Bab Informasi Tambahan - hal 188-189.
Bab Laporan Tata Kelola Perusahaan - hal 69.
Bab Laporan Tata Kelola Perusahaan - hal 68-71.
Bab Laporan Tata Kelola Perusahaan - hal 71-72.
Bab Laporan Tata Kelola Perusahaan - hal 71.
Informasi Tambahan Additional Information Informasi Tambahan Additional Information 205
Elnusa Laporan Tahunan 2009
Kriteria Annual Report Award 2009 Laporan Tahunan 2009 Perseroan
Kriteria Penjelasan Check List Keterangan
6 Komite-komite lain yang dimiliki
oleh perusahaan.
Mencakup antara lain:
1. Nama, jabatan, dan riwayat
hidup singkat anggota komite
lain.
2. Independensi anggota komite
lain.
3. Uraian tugas dan tanggung
jawab.
4. Uraian pelaksanaan kegiatan
komite lain.
5. Frekuensi pertemuan dan
tingkat kehadiran komite lain.
X
X
X
X
X
Perseroan tidak memiliki Komite lain dibawah Dewan
Komisaris, selain Komite Audit dan Komite Nominasi
dan Remunerasi.
7 Uraian mengenai kebijakan
penetapan remunerasi bagi Direksi
yang dikaitkan dengan kinerja
perusahaan.
Mencakup antara lain:
1. Prosedur penetapan remunerasi
tertuang dalam SOP.
2. Indikator kinerja untuk
mengukur performance Direksi.


Bab Laporan Tata Kelola Perusahaan - hal 72-73
Bab Laporan Tata Kelola Perusahaan - hal 72-73
8 Uraian tugas dan Fungsi Sekretaris
Perusahaan
Mencakup antara lain:
1. Nama dan riwayat jabatan
singkat Sekretaris Perusahaan
2. Uraian pelaksanaan tugas
Sekretaris Perusahaan


Bab Informasi Tambahan - hal 74.
Bab Laporan Tata Kelola Perusahaan - hal 74-86.
9 Uraian mengenai unit Audit Internal. Mencakup antara lain:
1. Nama ketua unit Audit Internal.
2. Struktur unit Audit Internal.
3. Piagam unit Audit Internal.
4. Uraian pelaksanaan tugas.




Bab Laporan Tata Kelola Perusahaan - hal 95
Bab Laporan Tata Kelola Perusahaan - hal 96
Bab Laporan Tata Kelola Perusahaan - hal 60 & 96
Bab Laporan Tata Kelola Perusahaan - hal 95-96.
10 Uraian mengenai manajemen risiko
perusahaan.
Mencakup antara lain:
1. Penjelasan mengenai
risiko-risiko yang dihadapi
perusahaan (misalnya risiko
yang disebabkan oleh
fuktuasi kurs atau suku bunga,
persaingan usaha, pasokan
bahan baku, ketentuan
negara lain atau peraturan
internasional, dan kebijakan
pemerintah).
2. Upaya untuk mengelola risiko
tersebut.


Bab Laporan Tata Kelola Perusahaan - hal 90-95.
Bab Laporan Tata Kelola Perusahaan - hal 90-95.
11 Uraian mengenai aktivitas dan biaya
yang dikeluarkan berkaitan dengan
tanggung jawab sosial perusahaan
terutama mengenai komitmen
perusahaan terhadap perlindungan
konsumen.
Mencakup antara lain informasi
tentang:
1. Pembentukan Pusat Pengaduan
Konsumen.
2. Program peningkatan layanan
kepada konsumen.
3. Biaya yang telah dikeluarkan.



Bab Laporan Berkelanjutan - hal 164.
Bab Laporan Berkelanjutan - hal 164.
Bab Laporan Berkelanjutan - hal 164.
12 Uraian mengenai aktivitas dan biaya
yang dikeluarkan berkaitan dengan
tanggung jawab sosial perusahaan
terutama mengenai “community
development program” yang telah
dilakukan
Mencakup antara lain informasi
tentang:
1. Mitra Usaha binaan Perusahaan
2. Program pengembangan
pendidikan
3. Program perbaikan kesehatan
4. Program pengembangan seni
budaya
5. Biaya yang telah dikeluarkan





Bab Laporan Berkelanjutan - hal 161.
Bab Laporan Berkelanjutan - hal 162.
Bab Laporan Berkelanjutan - hal 163.
Bab Laporan Berkelanjutan - hal 164.
Bab Laporan Berkelanjutan - hal 150.
Informasi Tambahan Additional Information Informasi Tambahan Additional Information 206
Elnusa 2009 Annual Report
Kriteria Annual Report Award 2009 Laporan Tahunan 2009 Perseroan
Kriteria Penjelasan Check List Keterangan
13 Uraian mengenai aktivitas dan biaya
yang dikeluarkan berkaitan dengan
tanggung jawab sosial perusahaan
terutama aktivitas lingkungan.
Mencakup antara lain informasi
tentang
1. Aktivitas pelestarian lingkungan.
2. Aktivitas pengelolaan
lingkungan.
3. Sertifkasi atas pengelolaan
lingkungan.
4. Biaya yang telah dikeluarkan.




Bab Laporan Berkelanjutan - hal 164-167.
Bab Laporan Berkelanjutan - hal 164-167.
Bab Laporan Berkelanjutan - hal 164-167.
Bab Laporan Berkelanjutan - hal 164-167.
14 Perkara penting yang sedang
dihadapi oleh Emiten atau
Perusahaan Publik, Direksi dan
anggota Dewan Komisaris yang
sedang menjabat.
Mencakup antara lain:
1. Pokok perkara/gugatan.
2. Posisi kasus.
3. Status penyelesaian perkara/
gugatan.
4. Pengaruhnya terhadap kondisi
keuangan perusahaan.




Bab Laporan Tata Kelola Perusahaan - hal 97.
Bab Laporan Tata Kelola Perusahaan - hal 97.
Bab Laporan Tata Kelola Perusahaan - hal 97.
Bab Laporan Tata Kelola Perusahaan - hal 97.
15 Akses informasi dan data
perusahaan.
Uraian mengenai tersedianya
akses informasi dan data
perusahaan kepada publik,
misalnya melalui website, media
massa, mailing list, bulletin dsb.
√ Bab Laporan Tata Kelola Perusahaan - hal 97.
16 Etika perusahaan. Memuat uraian antara lain:
1. Keberadaan code of conduct.
2. Isi code of conduct.
3. penyebaran code of conduct
kepada karyawan dan upaya
penegakannya.
4. pernyataan mengenai budaya
perusahaan (corporate culture)
yang dimiliki perusahaan.




Bab Laporan Tata Kelola Perusahaan - hal 59-60.
Bab Laporan Tata Kelola Perusahaan - hal 59-60.
Bab Laporan Tata Kelola Perusahaan - hal 59-60.
Bab Laporan Tata Kelola Perusahaan - hal 59-60.
VII. Informasi Keuangan
1 Surat Pernyataan Direksi tentang
Tanggung Jawab Direksi atas
Laporan Keuangan.
Kesesuaian dengan peraturan
Bapepam No. VIII.G.11 tentang
Tanggung Jawab Direksi atas
Laporan Keuangan.
√ Bab Laporan Keuangan Konsolidasi – hal 212
2 Opini akuntan atas laporan
keuangan.
Kesesuaian dengan SPAP-IAI. √ Laporan Auditor Independen
3 Deskripsi Auditor Independen di
Opini.
Deskripsi memuat tentang :
1. Nama & tanda tangan.
2. Tanggal Laporan audit..
3. No. ijin KAP (jika ada).



Laporan Auditor Independen
4 Laporan keuangan yang lengkap. Memuat secara lengkap unsur-
unsur laporan keuangan:
1. Neraca
2. Laporan laba rugi
3. Laporan perubahan ekuitas
4. Laporan arus kas
5. Catatan atas laporan keuangan





Bab Laporan Keuangan Konsolidasi – hal 1-3
Bab Laporan Keuangan Konsolidasi – hal 4
Bab Laporan Keuangan Konsolidasi – hal 5
Bab Laporan Keuangan Konsolidasi – hal 6-7
Bab Laporan Keuangan Konsolidasi – hal 8-100
5 Perbandingan tingkat proftabilitas. Uraian mengenai perbandingan
laba/rugi usaha tahun berjalan
dengan tahun sebelumnya.
√ Bab Laporan Keuangan Konsolidasi – hal 77-79
Informasi Tambahan Additional Information Informasi Tambahan Additional Information 207
Elnusa Laporan Tahunan 2009
Kriteria Annual Report Award 2009 Laporan Tahunan 2009 Perseroan
Kriteria Penjelasan Check List Keterangan
6 Penyajian Laporan Arus Kas. Memenuhi ketentuan sebagai
berikut:
1. Penggunaan metode langsung
(direct method).
2. Pengelompokan dalam tiga
kategori aktivitas: aktivitas
operasi, investasi, dan
pendanaan.
3. Pengungkapan aktivitas yang
tidak mempengaruhi arus kas.
4. Pemisahan penyajian antara
penerimaan kas dan atau
pengeluaran kas kepada
pelanggan (customer),
karyawan, pemasok, dan
pembayaran pajak selama
tahun berjalan pada aktivitas
operasi.
5. Penyajian penambahan dan
pembayaran hutang jangka
panjang serta dividen pada
aktivitas pendanaan.





Bab Laporan Keuangan Konsolidasi – hal 6-7
7 Ikhtisar Kebijakan Akuntansi. Meliputi sekurang-kurangnya:
1. Konsep dasar penyajian laporan
keuangan.
2. Pengakuan pendapatan dan
beban.
3. Penilaian investasi.
4. Penilaian dan metode
penyusutan aset tetap.
5. Dasar perhitungan laba per
saham.





Bab Laporan Keuangan Konsolidasi – hal11-28
8 Transaksi dengan Pihak Yang
Mempunyai Hubungan Istimewa.
Hal-hal yang harus diungkapkan
antara lain:
1. Rincian jenis transaksi, nama
pihak yang memiliki hubungan
istimewa, dan jumlah piutang
dan atau hutang yang terkait.
2. Dirinci jumlah masing-masing
pos aset, kewajiban, penjualan
dan pembelian (beban) kepada
pihak yang mempunyai
hubungan istimewa beserta
persentasenya terhadap total
aset, kewajiban, penjualan dan
pembelian (beban).
3. Penjelasan transaksi yang tidak
berhubungan dengan kegiatan
usaha utama dan jumlah
hutang / piutang sehubungan
dengan transaksi tersebut.
4. Sifat hubungan, jenis dan unsur
transaksi hubungan istimewa.
5. Kebijakan harga dan syarat
transaksi serta pernyataan
apakah penerapan kebijakaan
harga dan syarat tersebut sama
dengan kebijakan harga dan
syarat untuk transaksi dengan
pihak ketiga.





Bab Laporan Keuangan Konsolidasi – hal 35-37
Informasi Tambahan Additional Information Informasi Tambahan Additional Information 208
Elnusa 2009 Annual Report
Kriteria Annual Report Award 2009 Laporan Tahunan 2009 Perseroan
Kriteria Penjelasan Check List Keterangan
9 Pengungkapan yang Berhubungan
dengan Perpajakan.
Hal-hal yang harus diungkapkan
selain Jenis dan Jumlah Hutang
Pajak :
1. Rekonsiliasi antara beban
(penghasilan) pajak dengan
hasil perkalian laba akuntansi
dengan tarif yang berlaku
dengan mengungkapkan dasar
perhitungan tarif pajak yang
berlaku.
2. Rekonsiliasi fskal dan
perhitungan beban pajak kini
3. Pernyataan bahwa Laba Kena
Pajak (LKP) hasil rekonsiliasi
telah sesuai dengan SPT.
4. Rincian aset dan kewajiban
pajak tangguhan yang
disajikan pada neraca untuk
setiap periode penyajian, dan
jumlah beban (penghasilan)
pajak tangguhan yang diakui
pada laporan laba rugi apabila
jumlah tersebut tidak terlihat
dari jumlah aset atau kewajiban
pajak tangguhan yang diakui
pada neraca.
5. Pengungkapan ada atau tidak
ada sengketa pajak.





Bab Laporan Keuangan Konsolidasi – hal 56-60
10 Aset & Kewajiban Dalam Mata Uang
Asing.
Hal-hal yang harus diungkapkan:
1. Rincian aset dan kewajiban
dalam mata uang asing serta
ekuivalennya dalam rupiah,
2. Posisi neto dari aset dan
kewajiban dalam mata uang
asing.
3. Rincian kontrak valuta
berjangka dan equivalen dalam
rupiah.
4. Kebijakan manajemen resiko
mata uang asing.
5. Apabila lindung nilai tidak
dilakukan, alasan untuk tidak
melakukannya.





Bab Laporan Keuangan Konsolidasi – hal 97-98
11 Perkembangan Terakhir Standar
Akuntansi Keuangan dan Peraturan
Lainnya.
Hal-hal yang harus diungkapkan:
1. Penjelasan mengenai standar
akuntansi keuangan dan
peraturan baru yang diterapkan
dan mempengaruhi aktivitas
perusahaan.
2. Dampak penerapan standar
akuntansi keuangan dan
peraturan baru tersebut.


Bab Laporan Keuangan Konsolidasin – hal 25-28
Informasi Tambahan Additional Information Informasi Tambahan Additional Information 209
Elnusa Laporan Tahunan 2009
Kriteria Annual Report Award 2009 Laporan Tahunan 2009 Perseroan
Kriteria Penjelasan Check List Keterangan
12 Komitmen dan Kontinjensi. Hal-hal yang harus diungkapkan:
1. Untuk perikatan berupa
perjanjian sewa, keagenan dan
distribusi, bantuan manajemen,
teknis, royalti dan lisensi
memuat uraian tentang pihak-
pihak yang terkait, periode
berlakunya perikatan, dasar
penentuan kompensasi dan
denda, jumlah beban atau
pendapatan pada periode
pelaporan, dan pembatasan-
pembatasan lainnya.
2. Untuk perikatan berupa
Kontrak/perjanjian yang
memerlukan penggunaan
dana di masa yang akan
datang, seperti: pembangunan
pabrik, perjanjian pembelian,
ikatan untuk investasi, dsb.
memuat uraian tentang
pihak-pihak yang terkait dalam
perjanjian, periode berlakunya
perikatan, nilai keseluruhan,
mata uang, dan bagian yang
telah direalisasi.
3. Untuk pemberian jaminan/
garansi memuat uraian tentang
pihak-pihak yang dijamin
dan yang menerima jaminan,
yang dipisahkan antara pihak
yang mempunyai hubungan
istimewa dan pihak ketiga
untuk pihak yang dijamin,
latar belakang dikeluarkannya
jaminan, periode berlakunya
jaminan, nilai jaminan.
4. Perkara/sengketa hukum
dengan mengungkapkan
pihak-pihak yang terkait,
jumlah yang diperkarakan,
serta latar belakang, isi dan
status perkara dan pendapat
hukum (legal opinion).
5. Untuk peraturan pemerintah
yang mengikat perusahaan
seperti: masalah lingkungan
hidup, diungkapkan uraian
singkat tentang peraturan
dan dampaknya terhadap
perusahaan.





Bab Laporan Keuangan Konsolidasi– hal 63-94
Informasi Tambahan Additional Information Informasi Tambahan Additional Information 210
Elnusa 2009 Annual Report
Informasi Tambahan Additional Information Informasi Tambahan Additional Information 211
Consolidated Financial Statement
Laporan Keuangan Konsolidasi
Elnusa Laporan Tahunan 2009
Informasi Tambahan Additional Information Laporan Keuangan Konsolidasi Consolidated Financial statement 213
2009 Elnusa Annual Report
PT Elnusa Tbk dan anak perusahaan/
and subsidiaries
Laporan keuangan konsolidasi
beserta laporan auditor independen
tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2009 dan 2008/
Consolidated financial statements
with independent auditors’ report
years ended December 31, 2009 and 2008
Informasi Tambahan Additional Information Laporan Keuangan Konsolidasi Consolidated Financial statement
214
Halaman/
Page
Laporan Auditor Independen Independent Auditors’ Report
Neraca Konsolidasi........................................ 217-219 ...............................Consolidated Balance Sheets
Laporan Laba Rugi Konsolidasi..................... 220 .....................Consolidated Statements of Income
Laporan Perubahan Ekuitas Konsolidasi....... 221 .......Consolidated Statements of Changes in Equity
Laporan Arus Kas Konsolidasi....................... 222-223 ..............Consolidated Statements of Cash Flows
Catatan Atas Laporan Keuangan Konsolidasi. 224-316 ........Notes to the Consolidated Financial Statements
The original consolidated financial statements included herein are in
Indonesian language.
PT ELNUSA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI
BESERTA LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN
TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-
TANGGAL 31 DESEMBER 2009 DAN 2008
PT ELNUSA Tbk AND SUBSIDIARIES
CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
WITH INDEPENDENT AUDITORS’ REPORT
YEARS ENDED
DECEMBER 31, 2009 AND 2008
Daftar Isi Table of Contents
Halaman/
Page
Laporan Auditor Independen Independent Auditors’ Report
Neraca Konsolidasi …………………………………... 1-3 ………………………..... Consolidated Balance Sheets
Laporan Laba Rugi Konsolidasi …………… …........ 4 ………………….. Consolidated Statements of Income
Laporan Perubahan Ekuitas Konsolidasi ………...... 5 ………Consolidated Statements of Changes in Equity
Laporan Arus Kas Konsolidasi …………………….... 6-7 …………….. Consolidated Statements of Cash Flows
Catatan Atas Laporan Keuangan Konsolidasi …….. 8-100 .……Notes to the Consolidated Financial Statements
***************************
Informasi Tambahan Additional Information Laporan Keuangan Konsolidasi Consolidated Financial statement 215
2009 Elnusa Annual Report
Informasi Tambahan Additional Information Laporan Keuangan Konsolidasi Consolidated Financial statement
2009 Elnusa Annual Report
Laporan Tahunan Elnusa 2009
Informasi Tambahan Additional Information Laporan Keuangan Konsolidasi Consolidated Financial statement 217
2009 Elnusa Annual Report
The original consolidated financial statements included herein are in
Indonesian language.
Catatan atas laporan keuangan konsolidasi terlampir
merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan
keuangan konsolidasi secara keseluruhan.
The accompanying notes to the consolidated financial
statements form an integral part of
the consolidated financial statements.
1
PT ELNUSA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
NERACA KONSOLIDASI
31 Desember 2009 dan 2008
(Disajikan dalam Jutaan Rupiah,
Kecuali Nilai Nominal Per Saham)
PT ELNUSA Tbk AND SUBSIDIARIES
CONSOLIDATED BALANCE SHEETS
December 31, 2009 and 2008
(Expressed in Millions of Rupiah,
Except Par Value Per Share)
Catatan/
2009 Notes 2008
ASET ASSETS
ASET LANCAR CURRENT ASSETS
Kas dan setara kas 1.124.202 2d,2q,3,28 401.120 Cash and cash equivalents
Investasi jangka pendek 75.000 2d,4 - Short-term investments
Piutang usaha - bersih 2e,2q,5, Trade receivables - net
14,18,28,31
Pihak ketiga - setelah dikurangi Third parties - net of allowance
penyisihan piutang ragu-ragu for doubtful accounts of
sebesar Rp52.021 dan Rp48.057 Rp52,021 and Rp48,057
masing-masing pada tahun in 2009 and 2008,
2009 dan 2008 375.173 381.451 respectively
Pihak yang mempunyai
hubungan istimewa 473.570 2f,7 397.874 Related parties
Piutang sewa pembiayaan yang 2j,2q, Current maturities of
jatuh tempo dalam satu tahun 8.644 6,28,31 11.202 finance lease receivables
Piutang lain-lain - pihak ketiga 33.113 2q,28 29.993 Other receivables - third parties
Persediaan - setelah dikurangi Inventories - net of allowance
penyisihan persediaan usang for inventories obsolescence
sebesar Rp1.017 dan Rp1.441 of Rp1,017 and Rp1,441
masing-masing pada tahun 2g,8, in 2009 and 2008,
2009 dan 2008 83.800 14,18 74.609 respectively
Uang muka 200.118 2q,9,26e,28 181.097 Advances
Pajak pertambahan nilai
dibayar di muka 167.648 133.334 Prepaid value added taxes
Biaya dibayar di muka 6.758 2h 8.802 Prepaid expenses
Jumlah Aset Lancar 2.548.026 1.619.482 Total Current Assets
ASET TIDAK LANCAR NON-CURRENT ASSETS
Aset pajak tangguhan - bersih 38.148 2r,16 33.923 Deferred tax assets - net
Piutang sewa pembiayaan 2j,2q, Finance lease receivables -
jangka panjang 15.509 6,28,31 2.083 net of current maturities
Piutang pihak yang mempunyai
hubungan istimewa - setelah Due from related parties -
dikurangi penyisihan piutang net of allowance for
ragu-ragu sebesar Rp4.297 doubtful accounts of
pada tahun 2009 20.673 2e,2f,2q,7,28 28.159 Rp4,297 in 2009
Penyertaan saham - bersih 45.375 2c,10 198.782 Investments in shares of stock - net
Aset tetap - setelah dikurangi
akumulasi penyusutan sebesar Property and equipment - net
Rp1.086.455 dan Rp885.655 of accumulated depreciation of
masing-masing pada tahun 2009 Rp1,086,455 and Rp885,655 in
dan 2008 dan penurunan nilai 2i,2j,2k, 2009 and 2008, respectively, and
sebesar Rp4.065 pada tahun 2009 1.332.583 11,14,18 1.213.210 impairment of Rp4,065 in 2009
Properti investasi - setelah dikurangi Investment property - net
akumulasi penyusutan sebesar of accumulated depreciation of
Rp9.791 dan Rp9.340 Rp9,791 and Rp9,340
masing-masing pada tahun 2l,12, in 2009 and 2008,
2009 dan 2008 80.739 14,18 81.190 respectively
Aset lain-lain 129.368 2i,2m,2n, 140.987 Other assets
2q,13,16,
18,25,28
Jumlah Aset Tidak Lancar 1.662.395 1.698.334 Total Non-Current Assets
JUMLAH ASET 4.210.421 3.317.816 TOTAL ASSETS
Informasi Tambahan Additional Information Laporan Keuangan Konsolidasi Consolidated Financial statement
218
Laporan Tahunan Elnusa 2009
The original consolidated financial statements included herein are in
Indonesian language.
Catatan atas laporan keuangan konsolidasi terlampir
merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan
keuangan konsolidasi secara keseluruhan.
The accompanying notes to the consolidated financial
statements form an integral part of
the consolidated financial statements.
2
PT ELNUSA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
NERACA KONSOLIDASI (lanjutan)
31 Desember 2009 dan 2008
(Disajikan dalam Jutaan Rupiah,
Kecuali Nilai Nominal Per Saham)
PT ELNUSA Tbk AND SUBSIDIARIES
CONSOLIDATED BALANCE SHEETS (continued)
December 31, 2009 and 2008
(Expressed in Millions of Rupiah,
Except Par Value Per Share)
Catatan/
2009 Notes 2008
KEWAJIBAN DAN EKUITAS LIABILITIES AND EQUITY
KEWAJIBAN LANCAR CURRENT LIABILITIES
Pinjaman jangka pendek 329.203 2q,14,18,28 351.376 Short-term loans
Hutang usaha 2q,15,28 Trade payables
Pihak ketiga 298.216 276.211 Third parties
Pihak yang mempunyai
hubungan istimewa 234.077 2f,7 25.387 Related parties
Hutang lain-lain - pihak ketiga 41.655 2q,28 37.240 Other payables - third parties
Hutang pajak 172.841 2r,16 103.967 Taxes payable
Uang muka pelanggan 39.032 2q,28 37.125 Advances from customers
Biaya masih harus dibayar 360.368 2q,17,28 224.823 Accrued expenses
Pendapatan ditangguhkan 5.160 2n 3.020 Deferred income
Kewajiban jangka panjang yang jatuh Current maturities of
tempo dalam satu tahun 2q,18,28 long-term debts
Hutang bank 165.974 88.332 Bank loans
Hutang sewa pembiayaan 14.664 2j 15.901 Finance lease payables
Jumlah Kewajiban Lancar 1.661.190 1.163.382 Total Current Liabilities
KEWAJIBAN TIDAK LANCAR NON-CURRENT LIABILITIES
Hutang pihak yang mempunyai 2f,2q,
hubungan istimewa 116.083 7,28 19.581 Due to related parties
Kewajiban jangka panjang - setelah
dikurangi bagian yang jatuh Long-term debts - net of
tempo dalam satu tahun 2q,18,28 current maturities
Hutang bank 470.352 437.335 Bank loans
Hutang sewa pembiayaan 6.402 2j 24.517 Finance lease payables
Kewajiban diestimasi atas imbalan Estimated liabilities for
kerja karyawan 32.141 2p,25 40.909 employees’ benefits
Jumlah Kewajiban Tidak Lancar 624.978 522.342 Total Non-Current Liabilities
Jumlah Kewajiban 2.286.168 1.685.724 Total Liabilities
HAK MINORITAS ATAS ASET MINORITY INTERESTS IN NET
BERSIH ANAK PERUSAHAAN ASSETS OF CONSOLIDATED
YANG DIKONSOLIDASI 14.575 2b 18.259 SUBSIDIARIES
Informasi Tambahan Additional Information Laporan Keuangan Konsolidasi Consolidated Financial statement 219
2009 Elnusa Annual Report
The original consolidated financial statements included herein are in
Indonesian language.
Catatan atas laporan keuangan konsolidasi terlampir
merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan
keuangan konsolidasi secara keseluruhan.
The accompanying notes to the consolidated financial
statements form an integral part of
the consolidated financial statements.
3
PT ELNUSA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
NERACA KONSOLIDASI (lanjutan)
31 Desember 2009 dan 2008
(Disajikan dalam Jutaan Rupiah,
Kecuali Nilai Nominal Per Saham)
PT ELNUSA Tbk AND SUBSIDIARIES
CONSOLIDATED BALANCE SHEETS (continued)
December 31, 2009 and 2008
(Expressed in Millions of Rupiah,
Except Par Value Per Share)
Catatan/
2009 Notes 2008
EKUITAS EQUITY
Modal saham - nilai nominal Share capital - Rp100 par value
Rp100 per saham per share
Modal dasar - Authorized -
22.500.000.000 saham 22,500,000,000 shares
Modal ditempatkan dan disetor Issued and fully paid -
penuh - 7.298.500.000 saham 729.850 1b,19 729.850 7,298,500,000 shares
Tambahan modal disetor - bersih 419.958 19 419.958 Additional paid-in capital - net
Differences arising from
Selisih nilai transaksi restrukturisasi restructuring transactions among
entitas sepengendali 1.810 2b,20 1.810 entities under common control
Differences arising from
Selisih kurs karena penjabaran laporan foreign currency translation
keuangan 301 2b (41) of financial statements
Saldo laba Retained earnings
Telah ditentukan penggunaannya 28.526 19 21.838 Appropriated
Belum ditentukan penggunaannya 743.954 455.139 Unappropriated
Jumlah ekuitas sebelum dikurangi Total equity before
saham yang diperoleh kembali 1.924.399 1.628.554 treasury stock
Saham yang diperoleh
kembali pada harga Treasury stock at cost -
perolehan - 99.738.000 saham (14.721) 2v,19 (14.721) 99,738,000 shares
Ekuitas - Bersih 1.909.678 1.613.833 Equity - Net
JUMLAH KEWAJIBAN TOTAL LIABILITIES
DAN EKUITAS 4.210.421 3.317.816 AND EQUITY
Informasi Tambahan Additional Information Laporan Keuangan Konsolidasi Consolidated Financial statement
220
Laporan Tahunan Elnusa 2009
The original consolidated financial statements included herein are in
Indonesian language.
Catatan atas laporan keuangan konsolidasi terlampir
merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan
keuangan konsolidasi secara keseluruhan.
The accompanying notes to the consolidated financial
statements form an integral part of
the consolidated financial statements.
4
PT ELNUSA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
LAPORAN LABA RUGI KONSOLIDASI
Tahun yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal
31 Desember 2009 dan 2008
(Disajikan dalam Jutaan Rupiah,
Kecuali Laba Bersih Per Saham Dasar)
PT ELNUSA Tbk AND SUBSIDIARIES
CONSOLIDATED STATEMENTS OF INCOME
Years Ended December 31, 2009 and 2008
(Expressed in Millions of Rupiah,
Except Basic Earnings Per Share)
Catatan/
2009 Notes 2008
PENDAPATAN USAHA 3.662.331 2f,2o,7,21 2.543.913 OPERATING REVENUES
BEBAN POKOK 2f,2o, COST OF OPERATING
PENDAPATAN USAHA 3.119.303 7,22,25 2.149.039 REVENUES
LABA KOTOR 543.028 394.874 GROSS PROFIT
BEBAN USAHA 2f,2o, OPERATING EXPENSES
7,23,25
Penjualan 9.265 9.463 Selling
Umum dan administrasi 257.476 205.024 General and administrative
Jumlah Beban Usaha 266.741 214.487 Total Operating Expenses
LABA USAHA 276.287 180.387 INCOME FROM OPERATIONS
PENGHASILAN (BEBAN)
LAIN-LAIN OTHER INCOME (CHARGES)
Gain on sale of investment
Laba penjualan penyertaan saham 437.825 10,26f 7.715 in shares of stock
Gain (loss) on
Laba (rugi) selisih kurs - bersih 43.063 2q (30.818) foreign exchange - net
Penghasilan bunga 20.014 12.472 Interest income
Gain (loss) on sale of
Laba (rugi) penjualan aset tetap property and equipment
dan properti investasi - bersih (1.101) 2i,11,12 15.402 and investment property - net
Beban pajak (26.308) 2r,16 (20.328) Tax expenses
Beban keuangan (92.958) 14,18,24 (58.987) Financing costs
Rupa-rupa - bersih (27.835) 4.719 Others - net
Penghasilan (Beban)
Lain-lain - Bersih 352.700 (69.825) Other Income (Charges) - Net
BAGIAN ATAS LABA BERSIH EQUITY IN NET EARNINGS
PERUSAHAAN ASOSIASI - OF ASSOCIATED
BERSIH 39.795 2c,10 62.968 COMPANIES - NET
LABA SEBELUM MANFAAT INCOME BEFORE INCOME TAX
(BEBAN) PAJAK PENGHASILAN 668.782 173.530 BENEFIT (EXPENSE)
MANFAAT (BEBAN) INCOME TAX
PAJAK PENGHASILAN 2r,16 BENEFIT (EXPENSE)
Tahun berjalan (203.514) (36.692) Current
Tangguhan 4.225 3.189 Deferred
Beban Pajak Penghasilan - Bersih (199.289) (33.503) Income Tax Expense - Net
LABA SEBELUM HAK INCOME BEFORE
MINORITAS ATAS LABA BERSIH MINORITY INTERESTS
ANAK PERUSAHAAN YANG IN NET EARNINGS OF
DIKONSOLIDASI 469.493 140.027 CONSOLIDATED SUBSIDIARIES
HAK MINORITAS ATAS MINORITY INTERESTS
LABA BERSIH ANAK PERUSAHAAN IN NET EARNINGS OF
YANG DIKONSOLIDASI (3.260) 2b (6.255) CONSOLIDATED SUBSIDIARIES
LABA BERSIH 466.233 133.772 NET INCOME
LABA BERSIH PER SAHAM DASAR 65 2t,29 19 BASIC EARNINGS PER SHARE
Informasi Tambahan Additional Information Laporan Keuangan Konsolidasi Consolidated Financial statement 221
2009 Elnusa Annual Report
T
h
e
o
r
i
g
i
n
a
l

c
o
n
s
o
l
i
d
a
t
e
d

f
i
n
a
n
c
i
a
l

s
t
a
t
e
m
e
n
t
s

i
n
c
l
u
d
e
d
h
e
r
e
i
n
a
r
e

i
n

I
n
d
o
n
e
s
i
a
n

l
a
n
g
u
a
g
e
.
C
a
t
a
t
a
n
a
t
a
s
l
a
p
o
r
a
n

k
e
u
a
n
g
a
n

k
o
n
s
o
l
i
d
a
s
i

t
e
r
l
a
m
p
i
r
m
e
r
u
p
a
k
a
n
b
a
g
i
a
n
y
a
n
g

t
i
d
a
k

t
e
r
p
i
s
a
h
k
a
n
d
a
r
i
l
a
p
o
r
a
n

k
e
u
a
n
g
a
n

k
o
n
s
o
l
i
d
a
s
i

s
e
c
a
r
a

k
e
s
e
l
u
r
u
h
a
n
.
T
h
e
a
c
c
o
m
p
a
n
y
i
n
g
n
o
t
e
s

t
o

t
h
e

c
o
n
s
o
l
i
d
a
t
e
d

f
i
n
a
n
c
i
a
l

s
t
a
t
e
m
e
n
t
s

f
o
r
m
a
n
i
n
t
e
g
r
a
l
p
a
r
t
o
f
t
h
e

c
o
n
s
o
l
i
d
a
t
e
d

f
i
n
a
n
c
i
a
l

s
t
a
t
e
m
e
n
t
s
.
5
P
T

E
L
N
U
S
A
T
b
k

D
A
N
A
N
A
K

P
E
R
U
S
A
H
A
A
N
L
A
P
O
R
A
N

P
E
R
U
B
A
H
A
N

E
K
U
I
T
A
S

K
O
N
S
O
L
I
D
A
S
I
T
a
h
u
n
y
a
n
g

B
e
r
a
k
h
i
r
p
a
d
a
T
a
n
g
g
a
l
-
t
a
n
g
g
a
l
3
1

D
e
s
e
m
b
e
r
2
0
0
9
d
a
n
2
0
0
8
(
D
i
s
a
j
i
k
a
n
d
a
l
a
m
J
u
t
a
a
n

R
u
p
i
a
h
)
P
T

E
L
N
U
S
A
T
b
k

A
N
D

S
U
B
S
I
D
I
A
R
I
E
S

C
O
N
S
O
L
I
D
A
T
E
D

S
T
A
T
E
M
E
N
T
S
O
F

C
H
A
N
G
E
S

I
N

E
Q
U
I
T
Y
Y
e
a
r
s

E
n
d
e
d

D
e
c
e
m
b
e
r
3
1
,
2
0
0
9
a
n
d
2
0
0
8

(
E
x
p
r
e
s
s
e
d

i
n
M
i
l
l
i
o
n
s
o
f

R
u
p
i
a
h
)
S
e
l
i
s
i
h

N
i
l
a
i
S
e
l
i
s
i
h
T
r
a
n
s
a
k
s
i
S
e
l
i
s
i
h

K
u
r
s
N
i
l
a
i

R
e
v
a
l
u
a
s
i
R
e
s
t
r
u
k
t
u
r
i
s
a
s
i
k
a
r
e
n
a
A
s
e
t
T
e
t
a
p
E
n
t
i
t
a
s
P
e
n
j
a
b
a
r
a
n
d
a
n
P
r
o
p
e
r
t
i
S
e
p
e
n
g
e
n
d
a
l
i
/
L
a
p
o
r
a
n
I
n
v
e
s
t
a
s
i
/
D
i
f
f
e
r
e
n
c
e
s
K
e
u
a
n
g
a
n
/
M
o
d
a
l
S
a
h
a
m
R
e
v
a
l
u
a
t
i
o
n
A
r
i
s
i
n
g
f
r
o
m
D
i
f
f
e
r
e
n
c
e
s
D
i
t
e
m
p
a
t
k
a
n
T
a
m
b
a
h
a
n
I
n
c
r
e
m
e
n
t

i
n
R
e
s
t
r
u
c
t
u
r
i
n
g
A
r
i
s
i
n
g
f
r
o
m
S
a
l
d
o
L
a
b
a
/
R
e
t
a
i
n
e
d
E
a
r
n
i
n
g
s
S
a
h
a
m
y
a
n
g
d
a
n

D
i
s
e
t
o
r
M
o
d
a
l

D
i
s
e
t
o
r
-
P
r
o
p
e
r
t
y
a
n
d
T
r
a
n
s
a
c
t
i
o
n
s
F
o
r
e
i
g
n
D
i
p
e
r
o
l
e
h

K
e
m
b
a
l
i
P
e
n
u
h
/

B
e
r
s
i
h
/
E
q
u
i
p
m
e
n
t
a
m
o
n
g
C
u
r
r
e
n
c
y
T
e
l
a
h
B
e
l
u
m
p
a
d
a
I
s
s
u
e
d
a
n
d
A
d
d
i
t
i
o
n
a
l
a
n
d
E
n
t
i
t
i
e
s
u
n
d
e
r
T
r
a
n
s
l
a
t
i
o
n
D
i
t
e
n
t
u
k
a
n
D
i
t
e
n
t
u
k
a
n
H
a
r
g
a
P
e
r
o
l
e
h
a
n
/
C
a
t
a
t
a
n
/
F
u
l
l
y
P
a
i
d
P
a
i
d
-
i
n
I
n
v
e
s
t
m
e
n
t
C
o
m
m
o
n
o
f
F
i
n
a
n
c
i
a
l
P
e
n
g
g
u
n
a
a
n
n
y
a
/
P
e
n
g
g
u
n
a
a
n
n
y
a
/
T
r
e
a
s
u
r
y
S
t
o
c
k
E
k
u
i
t
a
s
-

B
e
r
s
i
h
/
N
o
t
e
s
S
h
a
r
e

C
a
p
i
t
a
l
C
a
p
i
t
a
l
-

N
e
t
P
r
o
p
e
r
t
y
C
o
n
t
r
o
l
S
t
a
t
e
m
e
n
t
s
A
p
p
r
o
p
r
i
a
t
e
d
U
n
a
p
p
r
o
p
r
i
a
t
e
d
a
t

C
o
s
t
E
q
u
i
t
y
-

N
e
t
S
a
l
d
o
1
J
a
n
u
a
r
i
2
0
0
8
5
8
3
.
8
5
0
-
2
6
1
.
9
9
6
1
.
8
1
0
3
8
1
6
.
8
3
1
8
4
.
3
7
6
-
9
4
8
.
9
0
1
B
a
l
a
n
c
e
a
s
o
f
J
a
n
u
a
r
y
1
,
2
0
0
8
P
e
n
e
r
b
i
t
a
n

s
a
h
a
m
m
e
l
a
l
u
i
p
e
n
a
w
a
r
a
n
u
m
u
m
I
s
s
u
a
n
c
e
o
f

s
h
a
r
e
s

t
h
r
o
u
g
h
s
a
h
a
m
p
e
r
d
a
n
a
1
9
1
4
6
.
0
0
0
4
3
8
.
0
0
0
-
-
-
-
-
-
5
8
4
.
0
0
0
i
n
i
t
i
a
l
p
u
b
l
i
c
o
f
f
e
r
i
n
g
B
i
a
y
a
e
m
i
s
i

s
a
h
a
m
-
(
1
8
.
0
4
2
)
-
-
-
-
-
-
(
1
8
.
0
4
2
)
S
t
o
c
k
i
s
s
u
a
n
c
e

c
o
s
t
R
e
c
l
a
s
s
i
f
i
c
a
t
i
o
n
o
f
r
e
v
a
l
u
a
t
i
o
n
i
n
c
r
e
m
e
n
t
R
e
k
l
a
s
i
f
i
k
a
s
i

s
e
l
i
s
i
h
n
i
l
a
i
r
e
v
a
l
u
a
s
i
i
n
p
r
o
p
e
r
t
y
a
n
d
e
q
u
i
p
m
e
n
t
a
n
d
a
s
e
t

t
e
t
a
p
d
a
n
p
r
o
p
e
r
t
i
i
n
v
e
s
t
a
s
i

k
e

s
a
l
d
o
l
a
b
a
2
i
,
2
l
-
-
(
2
6
1
.
9
9
6
)
-
-
-
2
6
1
.
9
9
6
-
-
i
n
v
e
s
t
m
e
n
t
p
r
o
p
e
r
t
y

t
o
r
e
t
a
i
n
e
d
e
a
r
n
i
n
g
s
C
a
d
a
n
g
a
n
u
m
u
m
1
9
-
-
-
-
-
5
.
0
0
7
(
5
.
0
0
7
)
-
-
A
p
p
r
o
p
r
i
a
t
i
o
n

f
o
r
g
e
n
e
r
a
l
r
e
s
e
r
v
e
s
S
a
h
a
m

y
a
n
g
d
i
p
e
r
o
l
e
h

k
e
m
b
a
l
i
2
v
,
1
9
-
-
-
-
-
-
-
(
1
4
.
7
2
1
)
(
1
4
.
7
2
1
)
T
r
e
a
s
u
r
y

s
t
o
c
k
L
a
b
a
b
e
r
s
i
h
-
-
-
-
-
-
1
3
3
.
7
7
2
-
1
3
3
.
7
7
2
N
e
t
i
n
c
o
m
e
D
i
v
i
d
e
n

k
a
s
1
9
-
-
-
-
-
-
(
1
9
.
9
9
8
)
-
(
1
9
.
9
9
8
)
C
a
s
h
d
i
v
i
d
e
n
d
s
S
e
l
i
s
i
h

k
u
r
s

k
a
r
e
n
a
p
e
n
j
a
b
a
r
a
n
l
a
p
o
r
a
n
D
i
f
f
e
r
e
n
c
e
s
a
r
i
s
i
n
g

f
r
o
m

f
o
r
e
i
g
n

c
u
r
r
e
n
c
y
k
e
u
a
n
g
a
n
2
b
-
-
-
-
(
7
9
)
-
-
-
(
7
9
)
t
r
a
n
s
l
a
t
i
o
n
o
f

f
i
n
a
n
c
i
a
l

s
t
a
t
e
m
e
n
t
s
S
a
l
d
o
3
1

D
e
s
e
m
b
e
r
2
0
0
8
7
2
9
.
8
5
0
4
1
9
.
9
5
8
-
1
.
8
1
0
(
4
1
)
2
1
.
8
3
8
4
5
5
.
1
3
9
(
1
4
.
7
2
1
)
1
.
6
1
3
.
8
3
3
B
a
l
a
n
c
e
a
s
o
f

D
e
c
e
m
b
e
r
3
1
,
2
0
0
8
C
a
d
a
n
g
a
n
u
m
u
m
1
9
-
-
-
-
-
6
.
6
8
8
(
6
.
6
8
8
)
-
-
A
p
p
r
o
p
r
i
a
t
i
o
n

f
o
r
g
e
n
e
r
a
l
r
e
s
e
r
v
e
s
L
a
b
a
b
e
r
s
i
h
-
-
-
-
-
-
4
6
6
.
2
3
3
-
4
6
6
.
2
3
3
N
e
t
i
n
c
o
m
e
D
i
v
i
d
e
n

k
a
s
1
9
-
-
-
-
-
-
(
1
7
0
.
7
3
0
)
-
(
1
7
0
.
7
3
0
)
C
a
s
h
d
i
v
i
d
e
n
d
s
S
e
l
i
s
i
h

k
u
r
s

k
a
r
e
n
a
p
e
n
j
a
b
a
r
a
n
l
a
p
o
r
a
n
D
i
f
f
e
r
e
n
c
e
s
a
r
i
s
i
n
g

f
r
o
m

f
o
r
e
i
g
n

c
u
r
r
e
n
c
y
k
e
u
a
n
g
a
n
2
b
-
-
-
-
3
4
2
-
-
-
3
4
2
t
r
a
n
s
l
a
t
i
o
n
o
f

f
i
n
a
n
c
i
a
l

s
t
a
t
e
m
e
n
t
s
S
a
l
d
o
3
1

D
e
s
e
m
b
e
r
2
0
0
9
7
2
9
.
8
5
0
4
1
9
.
9
5
8
-
1
.
8
1
0
3
0
1
2
8
.
5
2
6
7
4
3
.
9
5
4
(
1
4
.
7
2
1
)
1
.
9
0
9
.
6
7
8
B
a
l
a
n
c
e
a
s
o
f

D
e
c
e
m
b
e
r
3
1
,
2
0
0
9
Informasi Tambahan Additional Information Laporan Keuangan Konsolidasi Consolidated Financial statement
222
Laporan Tahunan Elnusa 2009
The original consolidated financial statements included herein are in
Indonesian language.
Catatan atas laporan keuangan konsolidasi terlampir
merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan
keuangan konsolidasi secara keseluruhan.
The accompanying notes to the consolidated financial
statements form an integral part of
the consolidated financial statements.
6
PT ELNUSA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
LAPORAN ARUS KAS KONSOLIDASI
Tahun yang Berakhir pada Tanggal-tanggal
31 Desember 2009 dan 2008
(Disajikan dalam Jutaan Rupiah)
PT ELNUSA Tbk AND SUBSIDIARIES
CONSOLIDATED STATEMENTS OF CASH FLOWS
Years Ended December 31, 2009 and 2008
(Expressed in Millions of Rupiah)
Catatan/
2009 Notes 2008
ARUS KAS DARI AKTIVITAS CASH FLOWS FROM OPERATING
OPERASI ACTIVITIES
Penerimaan kas dari pelanggan 3.586.090 21 2.350.772 Cash received from customers
Pembayaran kas kepada pemasok Cash paid to suppliers
dan kontraktor (2.306.175) (1.668.260) and contractors
Pembayaran kas kepada karyawan (518.783) (391.886) Cash paid to employees
Kas yang dihasilkan dari operasi 761.132 290.626 Cash provided by operations
Penerimaan penghasilan bunga 20.014 12.472 Receipts from interest income
Pembayaran beban keuangan (92.958) (58.987) Payments for financing costs
Pembayaran pajak (203.987) (36.794) Payments for taxes
Pembayaran atas aktivitas operasi Payments for other operating
lainnya - bersih (195.812) (171.345) activities - net
Kas Bersih Diperoleh dari Net Cash Provided by
Aktivitas Operasi 288.389 35.972 Operating Activities
ARUS KAS DARI AKTIVITAS CASH FLOWS FROM INVESTING
INVESTASI ACTIVITIES
Proceeds from cash dividends
Penerimaan dividen kas dari received from associated
perusahaan asosiasi 32.538 10 25.909 companies
Penerimaan atas penjualan: Proceeds from sale of:
Aset tetap 574 11 2.855 Property and equipment
Properti investasi 4.229 12 24.336 Investment property
Penyertaan saham 598.735 10 - Investment in shares of stock
Acquisition of
Pembelian aset tetap (241.046) 11 (577.558) property and equipment
Penempatan deposito berjangka - Placements of time deposits -
investasi jangka pendek (75.000) 4 - short-term investments
Advance for investment
Uang muka penyertaan saham - (19.234) in shares of stock
Addition in investment
Penambahan penyertaan saham - 10 (5.357) in shares of stock
Kas Bersih Diperoleh dari
(Digunakan untuk) Net Cash Provided by (Used in)
Aktivitas Investasi 320.030 (549.049) Investing Activities
ARUS KAS DARI AKTIVITAS CASH FLOWS FROM FINANCING
PENDANAAN ACTIVITIES
Penerimaan hutang bank 357.971 14,18 895.374 Proceeds from bank loans
Pembayaran untuk: Payments of:
Hutang bank (269.485) 14,18 (535.028) Bank loans
Hutang sewa pembiayaan (19.352) 18 (34.755) Finance lease payables
Penerimaan (pembayaran) hutang
pihak yang mempunyai Proceeds (payments) of due to
hubungan istimewa 103.988 (28.782) related parties
Pembayaran dividen kas (54.085) (16.958) Payments of cash dividends
Penurunan kas dan setara kas Decrease in restricted cash and
yang dibatasi penggunaannya (4.374) 13 (23.839) cash equivalents
Pembelian saham yang diperoleh
kembali - (14.721) Purchases of treasury stock
Penerimaan dari penawaran umum Proceeds from initial public
saham perdana - bersih - 19 565.958 offering of shares - net
Kas Bersih Diperoleh dari Net Cash Provided by
Aktivitas Pendanaan 114.663 807.249 Financing Activities
KENAIKAN BERSIH NET INCREASE IN
KAS DAN SETARA KAS 723.082 294.172 CASH AND CASH EQUIVALENTS
KAS DAN SETARA KAS CASH AND CASH EQUIVALENTS
AWAL TAHUN 401.120 3 106.948 AT BEGINNING OF YEAR
KAS DAN SETARA KAS CASH AND CASH EQUIVALENTS
AKHIR TAHUN 1.124.202 3 401.120 AT END OF YEAR
Informasi Tambahan Additional Information Laporan Keuangan Konsolidasi Consolidated Financial statement 223
2009 Elnusa Annual Report
The original consolidated financial statements included herein are in
Indonesian language.
Catatan atas laporan keuangan konsolidasi terlampir
merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan
keuangan konsolidasi secara keseluruhan.
The accompanying notes to the consolidated financial
statements form an integral part of
the consolidated financial statements.
7
PT ELNUSA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
LAPORAN ARUS KAS KONSOLIDASI (lanjutan)
Tahun yang Berakhir pada Tanggal-tanggal
31 Desember 2009 dan 2008
(Disajikan dalam Jutaan Rupiah)
PT ELNUSA Tbk AND SUBSIDIARIES
CONSOLIDATED STATEMENTS
OF CASH FLOWS (continued)
Years Ended December 31, 2009 and 2008
(Expressed in Millions of Rupiah)
Catatan/
2009 Notes 2008
AKTIVITAS YANG TIDAK ACTIVITIES NOT AFFECTING
MEMPENGARUHI ARUS KAS CASH FLOWS
Transfer of
Transfer aset tetap ke property and equipment
piutang sewa pembiayaan 14.848 - to finance lease receivables
Informasi Tambahan Additional Information Laporan Keuangan Konsolidasi Consolidated Financial statement
224
Laporan Tahunan Elnusa 2009
The original consolidated financial statements included herein are in
Indonesian language.
PT ELNUSA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASI
Tahun yang Berakhir pada Tanggal-tanggal
31 Desember 2009 dan 2008
(Disajikan dalam Jutaan Rupiah,
Kecuali Dinyatakan Lain)
PT ELNUSA Tbk AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
STATEMENTS
Years Ended December 31, 2009 and 2008
(Expressed in Millions of Rupiah,
Unless Otherwise Stated)
8
1. UMUM 1. GENERAL
a. Pendirian Perusahaan dan Informasi Umum a. Establishment of the Company and
General Information
PT Elnusa Tbk (Perusahaan) didirikan dengan
nama PT Electronika Nusantara pada tanggal
25 Januari 1969 berdasarkan Akta Notaris
Tan Thong Kie, S.H., No. 18 tanggal
25 Januari 1969 jo Akta Notaris No. 10 tanggal
13 Februari 1969 oleh notaris yang sama.
Akta pendirian ini telah mendapat pengesahan
dari Menteri Kehakiman Republik Indonesia
melalui Surat Keputusan No. J.A.5/18/24
tanggal 19 Februari 1969 serta telah
diumumkan dalam Berita Negara Republik
Indonesia No. 35, Tambahan No. 58 tanggal
2 Mei 1969. Anggaran Dasar Perusahaan
telah mengalami beberapa kali perubahan,
perubahan Anggaran Dasar terakhir kali
berdasarkan Akta Notaris Aulia Taufani, S.H.
(pengganti Notaris Sutjipto, S.H., M.Kn.)
No. 29 tanggal 6 Mei 2009 yang meliputi
antara lain perubahan mengenai pengeluaran
saham, Rapat Umum Pemegang Saham,
pengangkatan, pemberhentian, tugas dan
wewenang direksi dan dewan komisaris serta
pembagian dividen. Perubahan Anggaran
Dasar ini telah diberitahukan kepada Menteri
Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik
Indonesia dan diterima dengan Surat
Penerimaan Pemberitahuan No. AHU-
AH.01.10-08671 tanggal 25 Juni 2009.
PT Elnusa Tbk (the “Company”) was
established under the original name of
PT Electronika Nusantara on January 25,
1969 based on Notarial Deed No. 18 dated
January 25, 1969 of Tan Thong Kie, S.H., as
amended by Notarial Deed No. 10 dated
February 13, 1969 of the same notary. The
Deed of Establishment was approved by the
Minister of Justice of the Republic of
Indonesia in his Decision Letter No.
J.A.5/18/24 dated February 19, 1969, and was
published in Supplement No. 58 of the State
Gazette of the Republic of Indonesia No. 35
dated May 2, 1969. The Articles of Association
has been amended several times, the latest
amendments by Notarial Deed No. 29 dated
May 6, 2009 of Aulia Taufani, S.H. (substitute
notary of Sutjipto, S.H., M.Kn.) concerning,
among others, amendments on issuance of
shares, Shareholders’ General Meeting,
appointment, resignation, duties and
authorities of directors and board of
commissioners, and distribution of dividend.
These amendments in the Articles of
Association have been registered to the
Minister of Law and Human Rights of the
Republic of Indonesia with Register No. AHU-
AH.01.10-08671 dated June 25, 2009.
Berdasarkan Anggaran Dasar Perusahaan,
ruang lingkup kegiatan Perusahaan bergerak
dalam bidang jasa, perdagangan,
pertambangan, pembangunan dan
perindustrian. Perusahaan berdomisili di
Graha Elnusa Lt. 16, Jl. T.B. Simatupang Kav.
1B, Jakarta Selatan dan mulai beroperasi
secara komersial pada bulan September 1969.
Saat ini, Perusahaan beroperasi dalam bidang
jasa hulu migas dan penyertaan saham pada
Anak perusahaan dan perusahaan asosiasi
yang bergerak dalam berbagai bidang usaha,
yaitu jasa dan perdagangan penunjang hulu
migas, jasa dan perdagangan hilir migas, jasa
pengolahan dan penyimpanan data migas,
pengelolaan aset lapangan migas dan jasa
telekomunikasi. Perusahaan juga beroperasi
dalam bidang penyediaan barang dan jasa
kepada Anak perusahaan dan perusahaan
yang mempunyai hubungan istimewa serta
penyediaan dan pengelolaan ruang
perkantoran.
In accordance with the Company’s Articles of
Association, the scope of its activities is to
provide services, trading, mining, construction
and industry. The Company is domiciled at
Graha Elnusa Fl. 16, Jl. T.B. Simatupang Kav.
1B, South Jakarta and started its commercial
operations in September 1969. Currently, the
Company is engaged in upstream oil and gas
services and investing in shares of stock in
Subsidiaries and associates that are engaged
in several industries, such as upstream oil and
gas support services and trading, downstream
oil and gas services and trading, oil and gas
data management and storage services, oil
and gas field asset management and
telecommunication services. The Company
also provides goods and services to its
Subsidiaries and related parties and providing
and managing office spaces.
Informasi Tambahan Additional Information Laporan Keuangan Konsolidasi Consolidated Financial statement 225
2009 Elnusa Annual Report
The original consolidated financial statements included herein are in
Indonesian language.
PT ELNUSA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASI
Tahun yang Berakhir pada Tanggal-tanggal
31 Desember 2009 dan 2008
(Disajikan dalam Jutaan Rupiah,
Kecuali Dinyatakan Lain)
PT ELNUSA Tbk AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
STATEMENTS
Years Ended December 31, 2009 and 2008
(Expressed in Millions of Rupiah,
Unless Otherwise Stated)
9
1. UMUM (lanjutan) 1. GENERAL (continued)
b. Penawaran Umum Saham b. Public Offering of Shares
Pada tanggal 25 Januari 2008, Badan
Pengawas Pasar Modal dan Lembaga
Keuangan menerbitkan Surat Pemberitahuan
Efektifnya Pernyataan Pendaftaran
sehubungan dengan Penawaran Umum
Saham Perdana Perusahaan sebanyak
1.460.000.000 saham. Pada tanggal
6 Februari 2008, saham Perusahaan mulai
diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia
dengan harga penawaran perdana sebesar
Rp400 (Rupiah penuh) per saham.
On January 25, 2008, the Capital Market and
Financial Institutions Supervisory Agency
issued the Effective Statement Letter in
accordance with the Company’s Initial Public
Offering of its 1,460,000,000 shares. On
February 6, 2008, the Company’s shares have
been listed in the Indonesia Stock Exchange
at an initial offering price of Rp400 (full
amount) per share.
c. Karyawan, Direksi dan Komisaris c. Employees, Directors and Commissioners
Pada tanggal 31 Desember 2009, susunan
dewan komisaris dan direksi Perusahaan
adalah sebagai berikut:
As of December 31, 2009, the composition of
the Company’s boards of commissioners and
directors are as follows:
Dewan Komisaris Board of Commissioners
Komisaris Utama Waluyo President Commissioner
Komisaris Anton Sugiono Commissioner
Komisaris Soehandjono Commissioner
Komisaris Independen Sahap Manuntun Hari Kustoro Independent Commissioner
Komisaris Independen Surat Indrijarso Independent Commissioner
Direksi Directors
Direktur Utama Eteng Ahmad Salam President Director
Direktur Operasi Eddy Sjahbuddin Operation Director
Direktur Keuangan Santun Nainggolan Finance Director
Direktur SDM dan Umum Lucy Sycilia HR and General Affairs Director
Direktur Pengembangan Usaha Muhammad Jauzi Arif Business Development Director
Pada tanggal 31 Desember 2008, susunan
dewan komisaris dan direksi Perusahaan
adalah sebagai berikut:
As of December 31, 2008, the composition of
the Company’s boards of commissioners and
directors are as follows:
Dewan Komisaris Board of Commissioners
Komisaris Utama Iin Arifin Takhyan President Commissioner
Komisaris Harry Triono Commissioner
Komisaris Anton Sugiono Commissioner
Komisaris Independen Sahap Manuntun Hari Kustoro Independent Commissioner
Komisaris Independen Surat Indrijarso Independent Commissioner
Direksi Directors
Direktur Utama Eteng Ahmad Salam President Director
Direktur Pengembangan Eteng Ahmad Salam Development Director
Direktur Operasi Eddy Sjahbuddin Operation Director
Direktur Keuangan Hendri S. Suardi Finance Director
Informasi Tambahan Additional Information Laporan Keuangan Konsolidasi Consolidated Financial statement
226
Laporan Tahunan Elnusa 2009
The original consolidated financial statements included herein are in
Indonesian language.
PT ELNUSA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASI
Tahun yang Berakhir pada Tanggal-tanggal
31 Desember 2009 dan 2008
(Disajikan dalam Jutaan Rupiah,
Kecuali Dinyatakan Lain)
PT ELNUSA Tbk AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
STATEMENTS
Years Ended December 31, 2009 and 2008
(Expressed in Millions of Rupiah,
Unless Otherwise Stated)
10
1. UMUM (lanjutan) 1. GENERAL (continued)
c. Karyawan, Direksi dan Komisaris (lanjutan) c. Employees, Directors and Commissioners
(continued)
Pada tanggal 31 Desember 2009, susunan
komite audit Perusahaan adalah sebagai
berikut:
As of December 31, 2009, members of the
Company’s audit committee are as follows:
Ketua Surat Indrijarso Chairman
Anggota Sahap Manuntun Hari Kustoro Member
Anggota Zainal Ariffin Member
Anggota Farida Meutia Member
Anggota Anita Kencanawati Member
Pada tanggal 31 Desember 2008, susunan
komite audit Perusahaan adalah sebagai
berikut:
As of December 31, 2008, members of the
Company’s audit committee are as follows:
Ketua Surat Indrijarso Chairman
Anggota Sahap Manuntun Hari Kustoro Member
Anggota Zainal Ariffin Member
Anggota Farida Meutia Member
Anggota Bibin Busono Member
Sekretaris Perusahaan pada tanggal
31 Desember 2009 dan 2008 adalah Heru
Samodra.
The Corporate Secretary of the Company as
of December 31, 2009 and 2008 is Heru
Samodra.
Perusahaan dan Anak perusahaan
mempunyai 1.838 karyawan (1.331 karyawan
tetap dan 507 karyawan kontrak) dan 1.800
karyawan (1.335 karyawan tetap dan 465
karyawan kontrak) masing-masing pada
tanggal 31 Desember 2009 dan 2008 (tidak
diaudit).
The Company and Subsidiaries have 1,838
employees (1,331 permanent employees and
507 contract employees) and 1,800
employees (1,335 permanent employees and
465 contract employees) as of December 31,
2009 and 2008 (unaudited), respectively.
Gaji dan kompensasi lainnya yang dibayarkan
kepada direksi dan komisaris Perusahaan dan
Anak perusahaan adalah sebesar Rp16,0
miliar dan Rp12,3 miliar masing-masing untuk
tahun 2009 dan 2008.
Salaries and other compensation benefits paid
to the Company’s and Subsidiaries’ directors
and commissioners amounted to Rp16.0
billion and Rp12.3 billion in 2009 and 2008,
respectively.
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING
POLICIES
a. Dasar Penyajian Laporan Keuangan
Konsolidasi
a. Basis of Consolidated Financial
Statements
Laporan keuangan konsolidasi disusun sesuai
dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum
di Indonesia yang meliputi Pernyataan Standar
Akuntansi Keuangan (PSAK) yang dikeluarkan
oleh Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) dan
peraturan Badan Pengawas Pasar Modal dan
Lembaga Keuangan (BAPEPAM-LK).
The consolidated financial statements are
prepared in accordance with generally
accepted accounting principles in Indonesia
that are covered by Statements of Financial
Accounting Standards (SFAS) issued by
Indonesian Institute of Accountants (IAI) and
by the regulations of the Capital Market and
Financial Institutions Supervisory Agency
(BAPEPAM-LK).
Informasi Tambahan Additional Information Laporan Keuangan Konsolidasi Consolidated Financial statement 227
2009 Elnusa Annual Report
The original consolidated financial statements included herein are in
Indonesian language.
PT ELNUSA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASI
Tahun yang Berakhir pada Tanggal-tanggal
31 Desember 2009 dan 2008
(Disajikan dalam Jutaan Rupiah,
Kecuali Dinyatakan Lain)
PT ELNUSA Tbk AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
STATEMENTS
Years Ended December 31, 2009 and 2008
(Expressed in Millions of Rupiah,
Unless Otherwise Stated)
11
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING
(lanjutan)
2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING
POLICIES (continued)
a. Dasar Penyajian Laporan Keuangan
Konsolidasi (lanjutan)
a. Basis of Consolidated Financial
Statements (continued)
Laporan keuangan konsolidasi terlampir,
kecuali laporan arus kas konsolidasi, disusun
dengan dasar akrual dan berdasarkan konsep
biaya historis, kecuali untuk persediaan yang
dinyatakan sebesar harga yang lebih rendah
antara biaya perolehan atau nilai realisasi
bersih dan penyertaan saham tertentu yang
dicatat dengan metode ekuitas.
The consolidated financial statements, except
for the consolidated statements of cash flows,
are prepared using the accrual basis and
based on historical cost concept, except for
inventories that are valued at the lower of cost
or net realizable values and certain
investments which are presented using equity
method.
Mata uang pelaporan yang digunakan pada
laporan keuangan konsolidasi adalah Rupiah.
The reporting currency used in the
consolidated financial statements is
Indonesian Rupiah.
Laporan arus kas konsolidasi, disajikan
dengan menggunakan metode langsung
(direct method), menyajikan penerimaan dan
pengeluaran kas dan setara kas yang
dikelompokkan dalam aktivitas operasi,
investasi dan pendanaan.
The consolidated statements of cash flows are
presented using the direct method by
classifying the receipts and disbursements of
cash and cash equivalents into operating,
investing and financing activities.
b. Prinsip-prinsip Konsolidasi b. Principles of Consolidation
Laporan keuangan konsolidasi meliputi
laporan keuangan Perusahaan dan Anak
perusahaan yang dimiliki atau dikendalikan
oleh Perusahaan, secara langsung dengan
kepemilikan saham lebih dari 50,00%. Berikut
adalah rincian Anak perusahaan:
The consolidated financial statements include
the accounts of the Company and the
following Subsidiaries, whereby the Company
directly owns or controls more than 50.00% of
the voting shares. The details of Subsidiaries
are as follows:
Tahun
Perolehan/ Persentase Kepemilikan/
Pendirian/ Percentage of Ownership
Year of Jumlah Aset/Total Assets
Nama Anak Perusahaan/ Kegiatan Usaha/ Domisili/ Acquisition/ 2009 2008
Name of Subsidiaries Principal Activity Domicile Incorporation % % 2009 2008
PT Sigma Cipta Utama (SCU) Manajemen data, teknologi Jakarta 1980 99,98 99,96 115.595 144.774
informasi dan telekomunikasi/
Data management, information
technology and
telecommunications
PT Purna Bina Nusa (PBN) Jasa penguliran, perdagangan Batam 1982 84,50 84,50 148.410 117.833
(Catatan 26g/ dan pabrikasi pipa/
Note 26g) Pipe threading services,
trading and manufacturing
PT Elnusa Petrofin (EPN) SPBU, depo, transportasi dan Jakarta 1996 99,93 99,83 385.840 128.819
perdagangan BBM dan
bahan kimia/
Retail gas station, fuel storage,
oil and chemicals distribution
and trading
PT Elnusa Patra Ritel (EPR) SPBU migas/Retail gas station Jakarta 1996 98,00 98,00 20.299 24.232
PT Patra Nusa Data (PND) Jasa perolehan dan pengelolaan Jakarta 1997 70,00 70,00 63.118 84.645
(Catatan 26f/ data eksplorasi dan
Note 26f) produksi migas/
Oil and gas exploration and
production data acquisition
and management services
Elnusa Bangkanai Eksplorasi dan produksi British Virgin 2003 100,00 100,00 31.565 20.719
Energy Ltd. (EBE) migas/ Islands
Oil and gas exploration
and production
Informasi Tambahan Additional Information Laporan Keuangan Konsolidasi Consolidated Financial statement
228
Laporan Tahunan Elnusa 2009
The original consolidated financial statements included herein are in
Indonesian language.
PT ELNUSA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASI
Tahun yang Berakhir pada Tanggal-tanggal
31 Desember 2009 dan 2008
(Disajikan dalam Jutaan Rupiah,
Kecuali Dinyatakan Lain)
PT ELNUSA Tbk AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
STATEMENTS
Years Ended December 31, 2009 and 2008
(Expressed in Millions of Rupiah,
Unless Otherwise Stated)
12
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING
(lanjutan)
2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING
POLICIES (continued)
b. Prinsip-prinsip Konsolidasi (lanjutan) b. Principles of Consolidation (continued)
Untuk tujuan konsolidasi, akun-akun EBE,
Anak perusahaan yang berdomisili di British
Virgin Islands, dijabarkan dalam mata uang
Rupiah dengan dasar sebagai berikut:
For consolidation purposes, the accounts of
EBE, a Subsidiary domiciled in British Virgin
Islands, are translated into Rupiah on the
following basis:
Akun-akun aset dan kewajiban - Kurs tengah Bank Indonesia - Asset and liability accounts
pada tanggal neraca/
Middle rate published by Bank Indonesia
at balance sheet date
Akun-akun ekuitas - Kurs historis/ - Equity accounts
Historical rate
Akun-akun laba rugi - Kurs tengah rata-rata - Profit and loss accounts
Bank Indonesia
selama tahun berjalan/
Average rate published by
Bank Indonesia during the year
Kurs tengah Bank Indonesia pada tanggal
neraca dan kurs tengah rata-rata Bank
Indonesia selama tahun berjalan yang
digunakan adalah sebagai berikut:
The middle rate at balance sheets date and
average exchange rate during the year as
published by Bank Indonesia are as follows:
Rupiah Penuh/Rupiah (Full Amount)
Aset dan Kewajiban/ Laba Rugi/
Assets and Liabilities Profit and Loss
31 Desember 2009/ 31 Desember 2008/ 31 Desember 2009/ 31 Desember 2008/
December 31, 2009 December 31, 2008 December 31, 2009 December 31, 2008
1 Dolar AS 9.400 10.950 10.356 9.757 1 US Dollar
Selisih kurs karena penjabaran mata uang
asing akun neraca dan laporan laba rugi Anak
perusahaan yang dimiliki secara langsung
oleh Perusahaan disajikan sebagai akun
“Selisih Kurs karena Penjabaran Laporan
Keuangan” pada bagian Ekuitas di neraca
konsolidasi.
The resulting difference from the translation of
the balance sheet accounts and profit and loss
accounts of a directly-owned Subsidiary is
presented as “Differences Arising from
Foreign Currency Translation of Financial
Statements” account under the Equity section
in the consolidated balance sheets.
Semua saldo akun dan transaksi yang
signifikan antar perusahaan yang dikonsolidasi
telah dieliminasi.
All significant intercompany accounts and
transactions are eliminated.
Bagian kepemilikan pemegang saham
minoritas atas aset bersih Anak perusahaan
disajikan sebagai akun “Hak Minoritas atas
Aset Bersih Anak Perusahaan yang
Dikonsolidasi” pada neraca konsolidasi.
Kerugian yang menjadi bagian dari pemegang
saham minoritas pada suatu Anak perusahaan
dapat melebihi bagiannya dalam ekuitas Anak
perusahaan. Kelebihan tersebut dan kerugian
lebih lanjut yang menjadi bagian pemegang
saham minoritas, dibebankan kepada
pemegang saham mayoritas, kecuali
The proportionate shares of the minority
shareholders in net assets of the Subsidiaries
are reflected as “Minority Interests in Net
Assets of Consolidated Subsidiaries” account
in the consolidated balance sheets. When the
cumulative losses applicable to minority
shareholders of the Subsidiaries exceed their
interests in the equities of the Subsidiaries,
the excess is temporarily absorbed
by the majority shareholders, except
Informasi Tambahan Additional Information Laporan Keuangan Konsolidasi Consolidated Financial statement 229
2009 Elnusa Annual Report
The original consolidated financial statements included herein are in
Indonesian language.
PT ELNUSA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASI
Tahun yang Berakhir pada Tanggal-tanggal
31 Desember 2009 dan 2008
(Disajikan dalam Jutaan Rupiah,
Kecuali Dinyatakan Lain)
PT ELNUSA Tbk AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
STATEMENTS
Years Ended December 31, 2009 and 2008
(Expressed in Millions of Rupiah,
Unless Otherwise Stated)
13
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING
(lanjutan)
2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING
POLICIES (continued)
b. Prinsip-prinsip Konsolidasi (lanjutan) b. Principles of Consolidation (continued)
terdapat kewajiban yang mengikat pemegang
saham minoritas untuk menutup kerugian
tersebut dan pemegang saham minoritas
mampu memenuhi kewajibannya. Apabila
pada periode selanjutnya, Anak perusahaan
melaporkan laba, maka laba tersebut harus
terlebih dahulu dialokasikan kepada
pemegang saham mayoritas sampai seluruh
bagian kerugian pemegang saham minoritas
yang dibebankan pada pemegang saham
mayoritas dapat ditutup.
when the minority shareholders have the
obligation and the ability to absorb the excess
of related cumulative losses incurred.
Subsequent profits earned by a Subsidiary
under such circumstances that are applicable
to the minority shareholders are allocated to
the majority shareholders of the Company to
the extent of the minority interests’ share in
losses that have been previously absorbed by
the majority shareholders.
Berdasarkan PSAK No. 38 (Revisi 2004),
“Akuntansi Restrukturisasi Entitas
Sepengendali”, selisih antara biaya
perolehan/penerimaan atas aset bersih yang
diperoleh dan/atau dijual dengan nilai buku
sehubungan dengan transaksi restrukturisasi
entitas sepengendali dicatat dan disajikan
sebagai akun “Selisih Nilai Transaksi
Restrukturisasi Entitas Sepengendali” pada
bagian Ekuitas di neraca konsolidasi.
In accordance with SFAS No. 38 (Revised
2004), “Accounting for Restructuring Among
Entities under Common Control”, the
difference between the transfer price of
acquired and/or sold net assets and the book
value in the restructuring transactions
between entities under common control is
recorded and presented as “Differences
Arising from Restructuring Transactions
among Entities Under Common Control”
account under the Equity section in the
consolidated balance sheets.
c. Penyertaan Saham c. Investments in Shares of Stock
Penyertaan saham yang dimiliki Perusahaan
sebesar 20,00% sampai 50,00% dicatat
dengan menggunakan metode ekuitas.
Penyertaan tersebut adalah sebagai berikut:
Investments in shares of stock in which the
Company maintains ownership interest of
20.00% to 50.00%, are accounted for under
the equity method. These investments are as
follows:
Didirikan dan
Mulai Beroperasi
Persentase Kepemilikan/ Tahun/
Percentage of Ownership Year of Incorporation
Nama Perusahaan Asosiasi/ Kegiatan Usaha/ and
Name of Associate Principal Activity 2009 2008 Start of Operation
PT Patra Telekomunikasi Indonesia Sistem komunikasi VSAT/
VSAT communication system 40,00% 40,00% 1995/1996
Elnusa Tristar Ramba Ltd., Eksplorasi dan produksi migas/
British Virgin Islands Oil and gas exploration and production 25,00% 25,00% 2007/2007
PT Infomedia Nusantara Layanan direktori telepon, contact
(Catatan 10/Note 10) center dan content/
Directory services, contact
center and contents - 49,00% 1984/1984
PT Jabar Energi Usaha di bidang keenergian/
(Catatan 10/Note 10) Energy related business - 49,00% 2006/2006
Informasi Tambahan Additional Information Laporan Keuangan Konsolidasi Consolidated Financial statement
230
Laporan Tahunan Elnusa 2009
The original consolidated financial statements included herein are in
Indonesian language.
PT ELNUSA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASI
Tahun yang Berakhir pada Tanggal-tanggal
31 Desember 2009 dan 2008
(Disajikan dalam Jutaan Rupiah,
Kecuali Dinyatakan Lain)
PT ELNUSA Tbk AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
STATEMENTS
Years Ended December 31, 2009 and 2008
(Expressed in Millions of Rupiah,
Unless Otherwise Stated)
14
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING
(lanjutan)
2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING
POLICIES (continued)
c. Penyertaan Saham (lanjutan) c. Investments in Shares of Stock (continued)
Dengan metode ekuitas, penyertaan
dinyatakan sebesar biaya perolehannya dan
ditambah atau dikurangi dengan bagian atas
laba atau rugi bersih perusahaan asosiasi
dalam jumlah yang sesuai dengan persentase
kepemilikan Perusahaan atau Anak
perusahaan sejak tanggal perolehan serta
dikurangi dengan penerimaan dividen kas,
kecuali untuk penyertaan pada Elnusa Tristar
Ramba Ltd., British Virgin Islands, sebesar
25,00%, dimana pengakuan bagian atas laba
bersihnya didasarkan pada kondisi
sebagaimana diatur dalam perjanjian (Catatan
10).
Under the equity method, the cost of
investment is increased or decreased by the
Company’s or Subsidiaries’ share in the net
earnings or losses of the investees since date
of acquisition less cash dividend received,
except for the investment in Elnusa Tristar
Ramba Ltd., British Virgin Islands, with
25.00% ownership, whereby the recognition of
equity in net earnings is based on the
conditions as stipulated in the agreement
(Note 10).
Penyertaan saham lainnya dengan persentase
kepemilikan kurang dari 20,00% disajikan
sebesar biaya perolehan (cost method).
Other investments in shares of stock with
ownership interest of less than 20.00% are
accounted for under the cost method.
d. Setara Kas dan Investasi Jangka Pendek d. Cash Equivalents and Short-term
Investments
Call deposit dan deposito berjangka dengan
jangka waktu 3 (tiga) bulan atau kurang sejak
tanggal penempatan dan tidak digunakan
sebagai jaminan diklasifikasikan sebagai
“Setara Kas”.
Call deposits and time deposits with maturities
of 3 (three) months or less at the time of
placement and not pledged as collateral for
loans are classified as “Cash Equivalents”.
Deposito berjangka dengan jangka waktu lebih
dari 3 (tiga) bulan tapi tidak melebihi 1 (satu)
tahun sejak tanggal penempatan
diklasifikasikan sebagai “Investasi Jangka
Pendek”.
Time deposits with maturities of more than 3
(three) months but not exceed 1 (one) year at
the time of placement are classified as “Short-
term Investments”.
e. Penyisihan Piutang Ragu-ragu e. Allowance for Doubtful Accounts
Penyisihan piutang ragu-ragu ditentukan dan
dinyatakan berdasarkan hasil penelaahan
berkala terhadap kolektibilitas piutang masing-
masing pelanggan.
Allowance for doubtful accounts is determined
and provided based on periodic review of the
status of the receivable accounts for each
customer.
f. Transaksi dengan Pihak-pihak yang
Mempunyai Hubungan Istimewa
f. Transactions with Related Parties
Transaksi dengan pihak-pihak yang
mempunyai hubungan istimewa dicatat dan
diungkapkan sesuai dengan PSAK No. 7,
“Pengungkapan Pihak-pihak yang Mempunyai
Hubungan Istimewa”.
Transactions with related parties are recorded
and disclosed in accordance with SFAS No. 7,
“Related Party Disclosures”.
Transaksi antara Perusahaan dan Anak
perusahaan dengan Badan Usaha Milik
Negara/Daerah dan perusahaan-perusahaan
lain yang dimiliki/dikendalikan negara/daerah,
tidak diperhitungkan sebagai transaksi dengan
pihak-pihak yang mempunyai hubungan
istimewa.
Transactions between the Company and
Subsidiaries with the state and region
owned/controlled entities are not considered
as transactions with related parties.
Informasi Tambahan Additional Information Laporan Keuangan Konsolidasi Consolidated Financial statement 231
2009 Elnusa Annual Report
The original consolidated financial statements included herein are in
Indonesian language.
PT ELNUSA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASI
Tahun yang Berakhir pada Tanggal-tanggal
31 Desember 2009 dan 2008
(Disajikan dalam Jutaan Rupiah,
Kecuali Dinyatakan Lain)
PT ELNUSA Tbk AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
STATEMENTS
Years Ended December 31, 2009 and 2008
(Expressed in Millions of Rupiah,
Unless Otherwise Stated)
15
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING
(lanjutan)
2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING
POLICIES (continued)
f. Transaksi dengan Pihak-pihak yang
Mempunyai Hubungan Istimewa (lanjutan)
f. Transactions with Related Parties
(continued)
Seluruh transaksi signifikan dengan pihak-
pihak yang mempunyai hubungan istimewa
diungkapkan dalam Catatan 7.
All significant transactions with related parties
are disclosed in Note 7.
g. Persediaan g. Inventories
Sebelum tanggal 1 Januari 2009, persediaan
dicatat berdasarkan PSAK No. 14 yang
dikeluarkan pada tahun 1994. Efektif tanggal
1 Januari 2009, Perusahaan dan Anak
perusahaan menerapkan PSAK No. 14 (Revisi
2008), “Persediaan”, yang menggantikan
PSAK No. 14 (1994), “Persediaan”. Penerapan
PSAK revisi ini tidak menimbulkan dampak
yang signifikan terhadap laporan keuangan
konsolidasi.
Prior to January 1, 2009, inventories were
recorded based on SFAS No. 14 issued in
1994. Effective January 1, 2009, the Company
and Subsidiaries have applied SFAS No. 14
(Revised 2008), “Inventories”, which
supersedes SFAS No. 14 (1994),
“Inventories”. The adoption of this revised
SFAS did not result in a significant effect on
these consolidated financial statements.
Persediaan dinyatakan sebesar nilai terendah
antara biaya perolehan atau nilai realisasi
bersih. Biaya perolehan ditentukan dengan
metode rata-rata bergerak.
Inventories are stated at the lower of cost or
net realizable value. Cost is determined using
the moving-average method.
Penyisihan untuk persediaan usang disajikan
untuk mengurangi nilai tercatat persediaan ke
nilai realisasi bersih berdasarkan hasil
penelaahan berkala terhadap kondisi fisik
persediaan.
Allowance for inventory obsolescence is
provided to reduce the carrying value of
inventories to their net realizable value based
on the periodic review of the physical
condition of the inventories.
h. Biaya Dibayar di Muka h. Prepaid Expenses
Biaya dibayar di muka diamortisasi
menggunakan metode garis lurus selama
masa manfaat masing-masing biaya.
Prepaid expenses are amortized using the
straight-line method over the periods
benefited.
i. Aset Tetap i. Property and Equipment
Efektif tanggal 1 Januari 2008, Perusahaan
dan Anak Perusahaan menerapkan PSAK
No. 16 (Revisi 2007), “Aset Tetap”, yang
menggantikan PSAK No. 16 (1994), “Aktiva
Tetap dan Aktiva Lain-lain” dan PSAK No. 17
(1994), “Akuntansi Penyusutan”. Perusahaan
dan Anak perusahaan telah melakukan
revaluasi aset tetap sebelum penerapan PSAK
No. 16 (Revisi 2007) dan memilih model biaya,
maka nilai revaluasi aset tetap tersebut
dianggap sebagai biaya perolehan (deemed
cost) dan biaya perolehan tersebut adalah nilai
pada saat PSAK No. 16 (Revisi 2007)
diterapkan. Saldo selisih nilai revaluasi aset
tetap yang masih dimiliki pada saat penerapan
pertama kali PSAK No. 16 (Revisi 2007) yang
disajikan sebagai bagian dari ekuitas dalam
neraca konsolidasi tahun 2007 telah
direklasifikasi ke saldo laba pada tahun 2008.
Effective January 1, 2008, the Company and
Subsidiaries have applied SFAS No. 16
(Revised 2007), “Fixed Assets”, which
supersedes SFAS No. 16 (1994), “Fixed
Assets and Other Assets”, and SFAS No. 17
(1994), “Accounting for Depreciation”. The
Company and Subsidiaries had previously
revalued their property and equipment before
the application of SFAS No. 16 (Revised
2007) and have chosen the cost model, thus,
the revalued amount of property and
equipment is considered as deemed cost and
the cost is the value at the time SFAS No. 16
(Revised 2007) is applied. The balance of
revaluation increment in property and
equipment that still exist at the first time
application of SFAS No. 16 (Revised 2007) as
presented under equity section in the 2007
consolidated balance sheet have been
reclassified to retained earnings in 2008.
Informasi Tambahan Additional Information Laporan Keuangan Konsolidasi Consolidated Financial statement
232
Laporan Tahunan Elnusa 2009
The original consolidated financial statements included herein are in
Indonesian language.
PT ELNUSA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASI
Tahun yang Berakhir pada Tanggal-tanggal
31 Desember 2009 dan 2008
(Disajikan dalam Jutaan Rupiah,
Kecuali Dinyatakan Lain)
PT ELNUSA Tbk AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
STATEMENTS
Years Ended December 31, 2009 and 2008
(Expressed in Millions of Rupiah,
Unless Otherwise Stated)
16
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING
(lanjutan)
2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING
POLICIES (continued)
i. Aset Tetap (lanjutan) i. Property and Equipment (continued)
Aset tetap dinyatakan sebesar biaya
perolehan dikurangi akumulasi penyusutan
(kecuali tanah yang tidak disusutkan) dan rugi
penurunan nilai. Biaya perolehan termasuk
biaya penggantian bagian aset tetap saat
biaya tersebut terjadi, jika memenuhi kriteria
pengakuan. Selanjutnya, pada saat inspeksi
yang signifikan dilakukan, biaya inspeksi itu
diakui ke dalam jumlah tercatat (carrying
amount) aset tetap sebagai suatu penggantian
jika memenuhi kriteria pengakuan. Semua
biaya pemeliharaan dan perbaikan yang tidak
memenuhi kriteria pengakuan diakui dalam
laporan laba rugi konsolidasi pada saat
terjadinya.
Property and equipment is stated at cost less
accumulated depreciation (except for land
which is not depreciated) and impairment
losses. Such cost includes the cost of
replacing part of the property and equipment
when that cost is incurred, if the recognition
criteria are met. Likewise, when a major
inspection is performed, its cost is recognized
in the carrying amount of the property and
equipment as a replacement if the recognition
criteria are satisfied. All other repairs and
maintenance costs that do not meet the
recognition criteria are recognized in
consolidated statements of income as
incurred.
Penyusutan dihitung dengan menggunakan
metode garis lurus (straight-line method)
selama umur manfaat aset tetap yang
diestimasi sebagai berikut:
Depreciation is calculated based on straight-
line method over the estimated useful lives of
the assets as follows:
Tahun/
Years
Bangunan, prasarana dan instalasi 4 - 20 Buildings, improvements and installations
Mesin dan peralatan 2 - 10 Machinery and equipment
Perabotan dan perlengkapan kantor 2 - 5 Office furniture, fixtures and equipment
Alat transportasi 2 - 5 Transportation equipment
Konstruksi baja 10 Steel constructions
Jumlah tercatat aset tetap dihentikan
pengakuannya pada saat dilepaskan atau saat
tidak ada manfaat ekonomis masa depan yang
diharapkan dari penggunaan atau
pelepasannya. Laba atau rugi yang timbul dari
penghentian pengakuan aset (dihitung
sebagai perbedaan antara jumlah neto hasil
pelepasan dan jumlah tercatat dari aset)
dimasukkan dalam laporan laba rugi pada
tahun aset tersebut dihentikan pengakuannya.
An item of property and equipment is
derecognized upon disposal or when no future
economic benefits are expected from its use
or disposal. Any gain or loss arising on
derecognition of the asset (calculated as the
difference between the net disposal proceeds
and the carrying amount of the asset) is
included in profit and loss in the year the asset
is derecognized.
Pada setiap akhir tahun buku, nilai residu,
umur manfaat dan metode penyusutan ditinjau
ulang, dan jika sesuai dengan keadaan,
disesuaikan secara prospektif.
The asset’s residual values, useful lives and
methods of depreciation are reviewed, and
adjusted prospectively if appropriate, at each
financial year end.
Semua biaya yang terjadi sehubungan dengan
perolehan hak atas tanah ditangguhkan dan
disajikan secara terpisah dari biaya perolehan
tanah sebagai bagian dari “Aset Lain-lain”
dalam Aset Tidak Lancar pada neraca
konsolidasi. Biaya tersebut, yang meliputi
antara lain, biaya perizinan, biaya survei dan
pengukuran lokasi, biaya notaris dan pajak-
pajak yang berhubungan dengan perolehan
tanah tersebut, diamortisasi selama masa hak
atas tanah yang bersangkutan.
All incidental costs incurred in relation with the
acquisitions of landrights are deferred and
presented separately from the main
acquisition costs of the landrights as part of
“Other Assets” under Non-current Assets in
the consolidated balance sheets. Such costs,
which include, among others, legal fees, area
survey and remeasurement fees, notary fees,
and related taxes are amortized over the legal
terms of the related landrights.
Informasi Tambahan Additional Information Laporan Keuangan Konsolidasi Consolidated Financial statement 233
2009 Elnusa Annual Report
The original consolidated financial statements included herein are in
Indonesian language.
PT ELNUSA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASI
Tahun yang Berakhir pada Tanggal-tanggal
31 Desember 2009 dan 2008
(Disajikan dalam Jutaan Rupiah,
Kecuali Dinyatakan Lain)
PT ELNUSA Tbk AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
STATEMENTS
Years Ended December 31, 2009 and 2008
(Expressed in Millions of Rupiah,
Unless Otherwise Stated)
17
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING
(lanjutan)
2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING
POLICIES (continued)
i. Aset Tetap (lanjutan) i. Property and Equipment (continued)
Nilai aset harus dikaji ulang atas kemungkinan
penurunan pada nilai wajarnya yang
disebabkan oleh peristiwa atau perubahan
keadaan yang menyebabkan nilai tercatat aset
mungkin tidak dapat dipulihkan. Penurunan
nilai aset diakui sebagai biaya tahun berjalan.
Asset values are reviewed for any impairment
and possible writedown to fair values
whenever events or changes in circumstances
indicate that the carrying values of the assets
may not be fully recovered. Impairment of
assets is recognized as a charge to current
operations.
j. Sewa j. Lease
Efektif tanggal 1 Januari 2008, PSAK No. 30
(Revisi 2007), “Sewa” menggantikan PSAK
No. 30 (1990), “Akuntansi Sewa Guna Usaha”.
Berdasarkan PSAK No. 30 (Revisi 2007),
penentuan apakah suatu perjanjian
merupakan perjanjian sewa atau perjanjian
yang mengandung sewa didasarkan atas
substansi perjanjian pada tanggal awal sewa
dan apakah pemenuhan perjanjian tergantung
pada penggunaan suatu aset dan perjanjian
tersebut memberikan suatu hak untuk
menggunakan aset tersebut. Menurut PSAK
revisi ini, sewa yang mengalihkan secara
substansial seluruh risiko dan manfaat yang
terkait dengan kepemilikan aset,
diklasifikasikan sebagai sewa pembiayaan.
Effective January 1, 2008, SFAS No. 30
(Revised 2007), “Leases” supersedes SFAS
No. 30 (1990), “Accounting for Leases”. Based
on SFAS No. 30 (Revised 2007), the
determination of whether an arrangement is,
or contains a lease is based on the substance
of the arrangement at inception date and
whether the fulfillment of the arrangement is
dependent on the use of a specific asset and
the arrangement conveys a right to use the
asset. Under this revised SFAS, leases that
transfer substantially to the lessee all the risks
and rewards incidental to ownership of the
leased item are classified as finance leases.
Selanjutnya, suatu sewa diklasifikasikan
sebagai sewa operasi, jika sewa tidak
mengalihkan secara substansial seluruh risiko
dan manfaat yang terkait dengan kepemilikan
aset.
Moreover, leases which do not transfer
substantially all the risks and rewards
incidental to ownership of the leased item are
classified as operating leases.
Perusahaan dan Anak perusahaan sebagai
lessee
Company and Subsidiaries as lessees
i) Berdasarkan PSAK No. 30 (Revisi 2007),
dalam sewa pembiayaan, Perusahaan
dan Anak perusahaan mengakui aset dan
kewajiban dalam neraca konsolidasi pada
awal masa sewa, sebesar nilai wajar aset
sewaan atau sebesar nilai kini dari
pembayaran sewa minimum, jika nilai kini
lebih rendah dari nilai wajar. Pembayaran
sewa dipisahkan antara bagian yang
merupakan beban keuangan dan bagian
yang merupakan pelunasan kewajiban
sewa. Beban keuangan dialokasikan pada
setiap periode selama masa sewa,
sehingga menghasilkan tingkat suku
bunga periodik yang konstan atas saldo
kewajiban. Sewa kontinjen dibebankan
pada periode terjadinya. Beban keuangan
dicatat dalam laporan laba rugi
konsolidasi.
i) Based on SFAS No. 30 (Revised 2007),
under a finance lease, the Company and
Subsidiaries shall recognize assets and
liabilities in the consolidated balance
sheets at amounts equal to the fair value
of the leased property or, if lower, the
present value of the minimum lease
payments, each determined at the
inception of the lease. Minimum lease
payments shall be apportioned between
the finance charge and the reduction of
the outstanding liability. The finance
charge shall be allocated to each period
during the lease term so as to produce a
constant periodic rate of interest on the
remaining balance of the liability.
Contingent rents shall be charged as
expenses in the periods in which they are
incurred. Finance charges are reflected in
the consolidated statements of income.
Informasi Tambahan Additional Information Laporan Keuangan Konsolidasi Consolidated Financial statement
234
Laporan Tahunan Elnusa 2009
The original consolidated financial statements included herein are in
Indonesian language.
PT ELNUSA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASI
Tahun yang Berakhir pada Tanggal-tanggal
31 Desember 2009 dan 2008
(Disajikan dalam Jutaan Rupiah,
Kecuali Dinyatakan Lain)
PT ELNUSA Tbk AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
STATEMENTS
Years Ended December 31, 2009 and 2008
(Expressed in Millions of Rupiah,
Unless Otherwise Stated)
18
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING
(lanjutan)
2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING
POLICIES (continued)
j. Sewa (lanjutan) j. Lease (continued)
Perusahaan dan Anak perusahaan sebagai
lessee (lanjutan)
Company and Subsidiaries as lessees
(continued)
Aset sewaan (disajikan sebagai bagian
aset tetap) disusutkan selama jangka
waktu yang lebih pendek antara umur
manfaat aset sewaan dan periode masa
sewa, jika tidak ada kepastian yang
memadai bahwa Perusahaan dan Anak
perusahaan akan mendapatkan hak
kepemilikan pada akhir masa sewa.
Capitalised leased assets (presented
under the account of property and
equipment) are depreciated over the
shorter of the estimated useful life of the
assets and the lease term, if there is no
reasonable certainty that the Company
and Subsidiaries will obtain ownership by
the end of the lease term.
ii) Dalam sewa operasi, Perusahaan dan
Anak perusahaan mengakui pembayaran
sewa sebagai beban dengan dasar garis
lurus (straight-line basis) selama masa
sewa.
ii) Under an operating lease, the Company
and Subsidiaries recognized lease
payments as an expense on a straight-
line basis over the lease term.
Perusahaan dan Anak perusahaan sebagai
lessor
Company and Subsidiaries as lessors
i) Berdasarkan PSAK No. 30 (Revisi 2007),
dalam sewa pembiayaan, Perusahaan
dan Anak perusahaan mengakui aset
berupa piutang sewa pembiayaan di
neraca sebesar jumlah yang sama
dengan investasi sewa neto. Penerimaan
piutang sewa diperlakukan sebagai
pembayaran pokok dan penghasilan
pembiayaan. Pengakuan penghasilan
pembiayaan didasarkan pada suatu pola
yang mencerminkan suatu tingkat
pengembalian periodik yang konstan atas
investasi bersih Perusahaan dan Anak
perusahaan sebagai lessor dalam sewa
pembiayaan.
i) Based on SFAS No. 30 (Revised 2007),
under a finance lease, the Company and
Subsidiaries shall recognize assets held
under a finance lease in its balance
sheets and present them as a receivable
at an amount equal to the net investment
in the lease. Lease payment receivable is
treated as repayment of principal and
finance income. The recognition of
finance income shall be based on a
pattern reflecting a constant periodic rate
of return on the Company’s and
Subsidiaries’ net investment in the finance
lease.
ii) Dalam sewa menyewa biasa, Perusahaan
dan Anak perusahaan mengakui aset
untuk sewa operasi di neraca konsolidasi
sesuai sifat aset tersebut. Biaya langsung
awal sehubungan proses negosiasi sewa
operasi ditambahkan ke jumlah tercatat
dari aset sewaan dan diakui sebagai
beban selama masa sewa dengan dasar
yang sama dengan pendapatan sewa.
Sewa kontinjen, apabila ada, diakui
sebagai pendapatan pada periode
terjadinya. Pendapatan sewa operasi
diakui sebagai pendapatan atas dasar
garis lurus selama masa sewa.
ii) Under an operating lease, the Company
and Subsidiaries shall present assets
subject to operating leases in the
consolidated balance sheets according to
the nature of the asset. Initial direct cost
incurred in negotiating an operating lease
are added to the carrying amount of the
leased asset and recognized over the
lease term on the same basis as rental
income. Contingent rents, if any, are
recognized as revenue in the periods in
which they are earned. Lease income
from operating leases shall be recognized
as income on a straight-line basis over
the lease term.
Penyusutan aset yang diperoleh melalui sewa
pembiayaan dihitung dengan menggunakan
metode dan taksiran masa manfaat ekonomis
yang sama dengan yang diterapkan untuk
aset tetap dengan kepemilikan langsung
(Catatan 2i).
Depreciation of assets acquired under finance
leases is computed using the same method
and estimated useful lives applied to similar
property and equipment account acquired
under direct ownership (Note 2i).
Informasi Tambahan Additional Information Laporan Keuangan Konsolidasi Consolidated Financial statement 235
2009 Elnusa Annual Report
The original consolidated financial statements included herein are in
Indonesian language.
PT ELNUSA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASI
Tahun yang Berakhir pada Tanggal-tanggal
31 Desember 2009 dan 2008
(Disajikan dalam Jutaan Rupiah,
Kecuali Dinyatakan Lain)
PT ELNUSA Tbk AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
STATEMENTS
Years Ended December 31, 2009 and 2008
(Expressed in Millions of Rupiah,
Unless Otherwise Stated)
19
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING
(lanjutan)
2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING
POLICIES (continued)
k. Aset Dalam Penyelesaian k. Construction in Progress
Aset dalam penyelesaian (disajikan sebagai
bagian dari “Aset Tetap”) dinyatakan sebesar
biaya perolehan. Akumulasi biaya perolehan
akan dipindahkan ke masing-masing aset
tetap yang bersangkutan pada saat aset
tersebut selesai dikerjakan dan siap
digunakan. Perusahaan mengkapitalisasi
biaya pinjaman sesuai dengan PSAK No. 26,
“Biaya Pinjaman”.
Construction in progress (presented under
“Property and Equipment”) is stated at cost.
The accumulated costs are reclassified to the
appropriate property and equipment account
when construction is completed and the asset
is ready for its intended use. The Company
capitalizes borrowing cost in accordance with
SFAS No. 26, “Borrowing Costs”.
l. Properti Investasi l. Investment Property
Efektif tanggal 1 Januari 2008, Perusahaan
dan Anak perusahaan menerapkan PSAK
No. 13 (Revisi 2007), “Properti Investasi”, yang
menggantikan PSAK No. 13 (Revisi 1994),
“Akuntansi untuk Investasi”. Perusahaan dan
Anak perusahaan telah melakukan revaluasi
properti investasi sebelum penerapan PSAK
No. 13 (Revisi 2007) dan memilih model biaya,
maka nilai revaluasi properti investasi tersebut
dianggap sebagai biaya perolehan (deemed
cost). Saldo selisih nilai revaluasi properti
investasi yang masih dimiliki pada saat
penerapan pertama kali PSAK No. 13 (Revisi
2007) yang disajikan sebagai bagian dari
ekuitas dalam neraca konsolidasi tahun 2007
telah direklasifikasi seluruhnya ke saldo laba
pada tahun 2008.
Effective January 1, 2008, the Company and
Subsidiaries have applied SFAS No. 13
(Revised 2007), “Investment Property”, which
supersedes SFAS No. 13 (Revised 1994),
“Accounting for Investment”. The Company
and Subsidiaries had previously revalued their
investment property before the application of
SFAS No. 13 (Revised 2007) and have
chosen the cost model, thus, the revalued
amount of investment property is considered
as deemed cost. The balance of revaluation
increment in investment property that still exist
at the initial application of SFAS No. 13
(Revised 2007) as presented under equity
section in the 2007 consolidated balance
sheet have been reclassified to retained
earnings in 2008.
Properti investasi terdiri dari tanah, bangunan
prasarana dan instalasi, yang dikuasai
Perusahaan dan Anak perusahaan untuk
disewakan atau untuk mendapatkan
keuntungan dari kenaikan nilai atau kedua-
duanya, dan tidak untuk digunakan dalam
produksi atau penyediaan barang atau jasa
untuk tujuan administratif atau dijual dalam
kegiatan usaha sehari-hari. Properti investasi
dinyatakan sebesar biaya perolehan termasuk
biaya transaksi dikurangi akumulasi
penyusutan (kecuali tanah yang tidak
disusutkan) dan rugi penurunan nilai. Jumlah
tercatat termasuk bagian biaya penggantian
properti investasi yang ada pada saat
terjadinya biaya, jika kriteria pengakuan
terpenuhi; dan tidak termasuk biaya harian
penggunaan properti investasi.
Investment property consists of land,
buildings, improvements and installations,
which are held by the Company and
Subsidiaries to earn rentals or for capital
appreciation or both, rather than for use in the
production or supply of goods or services or
for administrative purposes or sale in the
ordinary course of business. Investment
property is stated at cost including transaction
costs less accumulated depreciation (except
for land which is not depreciated) and
impairment losses. The carrying amount
includes the cost of replacing part of an
existing investment property at the time that
cost is incurred if the recognition criteria are
met; and excludes the costs of day to day
servicing of an investment property.
Penyusutan bangunan, prasarana dan
instalasi dihitung dengan menggunakan
metode garis lurus selama umur manfaat aset
antara 4 (empat) sampai dengan 20 (dua
puluh) tahun.
Depreciation of buildings, improvements and
installations are computed using the straight-
line method based on the estimated useful
lives of the assets between 4 (four) to 20
(twenty) years.
Informasi Tambahan Additional Information Laporan Keuangan Konsolidasi Consolidated Financial statement
236
Laporan Tahunan Elnusa 2009
The original consolidated financial statements included herein are in
Indonesian language.
PT ELNUSA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASI
Tahun yang Berakhir pada Tanggal-tanggal
31 Desember 2009 dan 2008
(Disajikan dalam Jutaan Rupiah,
Kecuali Dinyatakan Lain)
PT ELNUSA Tbk AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
STATEMENTS
Years Ended December 31, 2009 and 2008
(Expressed in Millions of Rupiah,
Unless Otherwise Stated)
20
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING
(lanjutan)
2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING
POLICIES (continued)
l. Properti Investasi (lanjutan) l. Investment Property (continued)
Properti investasi dihentikan pengakuannya
pada saat pelepasan atau ketika properti
investasi tersebut tidak digunakan lagi secara
permanen dan tidak memiliki manfaat
ekonomis di masa depan yang dapat
diharapkan pada saat pelepasannya. Laba
atau rugi yang timbul dari penghentian atau
pelepasan properti investasi diakui dalam
laporan laba rugi dalam tahun terjadinya
penghentian atau pelepasan tersebut.
Investment property is derecognized when
either it has been disposed of or when the
investment property is permanently withdrawn
from use and no future benefit is expected
from its disposal. Any gains or losses on the
retirement or disposal of an investment
property are recognized in profit or loss in the
year of retirement or disposal.
Transfer ke properti investasi dilakukan jika,
dan hanya jika, terdapat perubahan
penggunaan yang ditunjukkan dengan
berakhirnya pemakaian oleh pemilik,
dimulainya sewa operasi ke pihak lain atau
selesainya pembangunan atau
pengembangan. Transfer dari properti
investasi dilakukan jika, dan hanya jika,
terdapat perubahan penggunaan yang
ditunjukkan dengan dimulainya penggunaan
oleh pemilik atau dimulainya pengembangan
untuk dijual.
Transfers to investment property are made
when, and only when, there is a change in
use, evidenced by the end of owner
occupation, commencement of an operating
lease to another party or completion of
construction or development. Transfers from
investment property are made when, and only
when, there is a change in use, evidenced by
commencement of owner occupation or
commencement of development with a view to
sale.
Untuk transfer dari properti investasi ke aset
yang digunakan dalam operasi, Perusahaan
dan Anak perusahaan menggunakan metode
biaya pada tanggal perubahan penggunaan.
Jika aset yang digunakan Perusahaan menjadi
properti investasi, Perusahaan mencatat aset
tersebut sesuai dengan kebijakan aset tetap
sampai dengan saat tanggal terakhir
perubahan penggunaannya.
For a transfer from investment property to
asset used in operations, the Company and
Subsidiaries used the cost method at the date
of change in use. If the asset used by the
Company becomes an investment property,
the Company accounts for such asset in
accordance with the policy stated under
property and equipment up to the date of
change in use.
m. Aset Tidak Berwujud m. Intangible Assets
Biaya sehubungan dengan perolehan piranti
lunak komputer ditangguhkan dan diamortisasi
selama 10 (sepuluh) tahun.
Cost incurred in relation to the acquisition of
software is deferred and amortized over 10
(ten) years.
n. Pendapatan Ditangguhkan n. Deferred Income
Pendapatan atas proyek dengan sistem
kontrak sewa dibukukan dalam akun
“Pendapatan Ditangguhkan” sebesar nilai
kontrak dan diakui sebagai pendapatan
selama jangka waktu kontrak. Biaya yang
timbul sehubungan dengan proyek tersebut
diakumulasikan dalam akun “Beban Proyek
Tangguhan” yang disajikan sebagai bagian
dari “Aset Lain-lain” dalam Aset Tidak Lancar
pada neraca konsolidasi dan diamortisasi
sesuai dengan jangka waktu kontrak.
Revenue from contract project are recorded
as “Deferred Income” at the amount of
contract value and recognized as income over
the term of the contract. Costs incurred in
connection with the projects are accumulated
in “Deferred Project Costs” which are
presented as part of “Other Assets” under
Non-current Assets in the consolidated
balance sheets and amortized over the term of
the project.
Informasi Tambahan Additional Information Laporan Keuangan Konsolidasi Consolidated Financial statement 237
2009 Elnusa Annual Report
The original consolidated financial statements included herein are in
Indonesian language.
PT ELNUSA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASI
Tahun yang Berakhir pada Tanggal-tanggal
31 Desember 2009 dan 2008
(Disajikan dalam Jutaan Rupiah,
Kecuali Dinyatakan Lain)
PT ELNUSA Tbk AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
STATEMENTS
Years Ended December 31, 2009 and 2008
(Expressed in Millions of Rupiah,
Unless Otherwise Stated)
21
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING
(lanjutan)
2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING
POLICIES (continued)
o. Pengakuan Pendapatan dan Beban o. Revenue and Expense Recognition
Pendapatan dari jasa hulu migas terintegrasi,
jasa hilir migas, jasa penunjang hulu migas
dan jasa telematika penunjang jasa migas dan
non-migas diakui pada saat jasa yang
bersangkutan telah diberikan. Pendapatan
dari perdagangan hilir migas dan perdagangan
penunjang hulu migas diakui pada saat barang
telah dikirim kepada pelanggan. Pendapatan
dari jasa penyimpanan diakui selama masa
perjanjian jasa penyimpanan. Semua kerugian
yang telah diketahui atau yang dapat
diantisipasi dari kontrak dilaporkan pada
laporan laba rugi konsolidasi tahun berjalan.
Klaim untuk kompensasi tambahan diakui
selama tahun diselesaikannya klaim tersebut.
Revenue from integrated oil and gas services,
downstream oil and gas services, upstream oil
and gas support services is recognized when
the related services are rendered. Revenue
from downstream oil and gas trading and
upstream oil and gas support trading is
recognized when the goods are delivered to
the customers. Revenue from storage
services is recognized over the term of the
service agreements. All known or anticipated
losses on any contracts are reflected in
consolidated statement of income for the
current year. Claims for additional
compensation are recognized during the year
when such claims are resolved.
Beban diakui pada saat terjadinya. Expenses are recognized as incurred.
p. Dana Pensiun dan Kesejahteraan Karyawan p. Pension Plans and Retirement Benefits
Perusahaan dan Anak perusahaan mencatat
penyisihan untuk imbalan kerja karyawan
sesuai dengan Undang-undang No. 13 Tahun
2003 tentang Ketenagakerjaan (UU
No. 13/2003). Berdasarkan UU No. 13/2003,
perusahaan-perusahaan diharuskan untuk
membayar uang pesangon, penghargaan
masa kerja dan penggantian hak kepada
karyawan apabila persyaratan yang ditentukan
pada UU No. 13/2003 terpenuhi.
The Company and Subsidiaries recognize
provision for employee service entitlements in
accordance with Law No. 13 Year 2003
regarding Labor (Law No. 13/2003). Under
Law No. 13/2003, companies are required to
pay separation, gratuity and compensation
benefits to their employees if the conditions
specified in Law No. 13/2003 are met.
Perusahaan dan Anak perusahaan
menyelenggarakan program pensiun manfaat
pasti untuk karyawan tetap tertentu yang
memenuhi syarat yang dikelola oleh Dana
Pensiun Elnusa (Dapenusa) atau program
pensiun iuran pasti untuk karyawan tetap
tertentu lainnya yang dikelola oleh Dana
Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK) BNI.
Sumber dana pensiun berasal dari iuran
Perusahaan dan Anak perusahaan dan
karyawan masing-masing sebesar 22,50%
dan 7,50% dari upah pokok pensiun
karyawan.
The Company and Subsidiaries have defined
benefit plans covering certain qualified
permanent employees which is managed by
Dana Pensiun Elnusa (Dapenusa) or defined
contributory retirement plans for other certain
qualified permanent employees which are
managed by Dana Pensiun Lembaga
Keuangan (DPLK) BNI. Contributions to
pension plans are funded by the Company
and Subsidiaries and their employees at
22.50% and 7.50%, respectively, of the basic
pension income of employees.
Sejak tanggal 1 April 1996, Perusahaan tidak
lagi memberikan kontribusi kepada Dapenusa,
karena manajemen berpendapat bahwa
jumlah aset Dapenusa untuk program pensiun
telah melebihi kewajiban aktuaria Perusahaan.
Pada saat ini, Perusahaan dan Anak
perusahaan masih memberikan kontribusi
iurannya yang dikelola oleh DPLK BNI.
Starting April 1, 1996, no contribution has
been paid by the Company to Dapenusa,
since the management believes that the plan
assets has exceeded its actuarial liabilities.
Currently, the Company and Subsidiaries are
still contributing funds which are managed by
DPLK BNI.
Informasi Tambahan Additional Information Laporan Keuangan Konsolidasi Consolidated Financial statement
238
Laporan Tahunan Elnusa 2009
The original consolidated financial statements included herein are in
Indonesian language.
PT ELNUSA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASI
Tahun yang Berakhir pada Tanggal-tanggal
31 Desember 2009 dan 2008
(Disajikan dalam Jutaan Rupiah,
Kecuali Dinyatakan Lain)
PT ELNUSA Tbk AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
STATEMENTS
Years Ended December 31, 2009 and 2008
(Expressed in Millions of Rupiah,
Unless Otherwise Stated)
22
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING
(lanjutan)
2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING
POLICIES (continued)
p. Dana Pensiun dan Kesejahteraan Karyawan
(lanjutan)
p. Pension Plans and Retirement Benefits
(continued)
Selain program pensiun di atas, Perusahaan
menyelenggarakan program tunjangan hari
tua dalam bentuk pesangon (“Program Tabel
Besar”) yang mencakup seluruh karyawan
tetap yang memenuhi syarat yang diberikan
pada akhir masa kerja. Perusahaan telah
membentuk yayasan untuk mengelola
pesangon tersebut dengan nama Yayasan
Tabungan Hari Tua Karyawan Elnusa.
Pesangon tersebut dibayar berdasarkan upah
tetap dan lamanya karyawan bekerja. Sumber
dana pesangon berasal dari iuran Perusahaan
sebesar 22,50% dari upah pokok pensiun dan
12,50% dari upah tetap. Mulai Juni 2008,
Perusahaan membayar pendanaan pesangon
sebesar Rp1,0 miliar per bulan.
Aside from the benefit plans as mentioned
above, the Company also provides a lump-
sum benefit payment (called “Big Table
Program”) for all qualified permanent
employees at the end of the employees’
service period. The Company has established
a foundation, Yayasan Tabungan Hari Tua
Karyawan Elnusa to manage the separation
benefits. Separation benefits are determined
based on the employees’ fixed income and
length of services. Separation benefit
contributions are funded by the Company at
22.50% of the employee’s basic pension
income and 12.50% from fixed income.
Starting June 2008, the Company has
contributed to the separation benefit fund
amounting to Rp1.0 billion per month.
Perusahaan dan Anak perusahaan
menerapkan PSAK No. 24 (Revisi 2004),
“Imbalan Kerja”, untuk mengakui kewajiban
diestimasi atas imbalan kerja karyawan sesuai
UU No. 13/2003. Berdasarkan PSAK No. 24
(Revisi 2004), perhitungan kewajiban
diestimasi atas imbalan kerja karyawan
berdasarkan UU No. 13/2003 ditentukan
dengan menggunakan metode aktuarial
“Projected Unit Credit”. Keuntungan atau
kerugian aktuarial diakui sebagai pendapatan
atau beban apabila akumulasi keuntungan
atau kerugian aktuarial bersih yang belum
diakui pada akhir tahun pelaporan sebelumnya
melebihi jumlah yang lebih besar antara
10,00% dari nilai kini kewajiban imbalan pasti
dan 10,00% dari nilai wajar aset program pada
tanggal tersebut. Keuntungan atau kerugian
aktuarial diakui atas dasar metode garis lurus
selama rata-rata sisa masa kerja karyawan
yang diharapkan.
The Company and Subsidiaries apply SFAS
No. 24 (Revised 2004), “Accounting for
Employee Benefits”, to recognize the
aforesaid employees’ benefits liability in
accordance with Law No. 13/2003. Under
SFAS No. 24 (Revised 2004), the calculation
of estimated liability of employees’ benefits
based on the Law No. 13/2003 is determined
using the projected unit credit actuarial
method. Actuarial gains or losses are
recognized as income or expense when the
net cumulative unrecognized actuarial gains or
losses at the end of the previous reporting
year exceeded the greater of 10.00% of the
present value of the defined benefit obligation
and 10.00% of the fair value of plan assets at
the date. Actuarial gains or losses are
recognized on the straight-line basis over the
expected average remaining working lives of
the employees.
q. Transaksi dan Saldo Dalam Mata Uang
Asing
q. Foreign Currency Transactions and
Balances
Transaksi dalam mata uang asing dicatat
dalam Rupiah berdasarkan kurs yang berlaku
pada saat transaksi dilakukan. Pada tanggal
neraca konsolidasi, aset dan kewajiban
moneter dalam mata uang asing dijabarkan ke
dalam Rupiah berdasarkan kurs yang berlaku
pada tanggal tersebut. Laba atau rugi selisih
kurs yang terjadi dikreditkan atau dibebankan
pada operasi tahun berjalan, kecuali untuk
kapitalisasi laba atau rugi kurs yang timbul dari
pinjaman yang digunakan untuk mendanai
aset tertentu.
Transactions involving foreign currencies are
recorded in Indonesian Rupiah amounts at the
rates of exchange prevailing at the time the
transactions are made. At consolidated
balance sheets date, monetary assets and
liabilities denominated in foreign currencies
are adjusted to Rupiah to reflect the rates of
exchange prevailing at such date. Any
resulting gains or losses are credited or
charged to operations of the current year,
except for capitalized foreign exchange gains
or losses arising from borrowings used to
finance qualifying assets.
Informasi Tambahan Additional Information Laporan Keuangan Konsolidasi Consolidated Financial statement 239
2009 Elnusa Annual Report
The original consolidated financial statements included herein are in
Indonesian language.
PT ELNUSA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASI
Tahun yang Berakhir pada Tanggal-tanggal
31 Desember 2009 dan 2008
(Disajikan dalam Jutaan Rupiah,
Kecuali Dinyatakan Lain)
PT ELNUSA Tbk AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
STATEMENTS
Years Ended December 31, 2009 and 2008
(Expressed in Millions of Rupiah,
Unless Otherwise Stated)
23
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING
(lanjutan)
2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING
POLICIES (continued)
q. Transaksi dan Saldo Dalam Mata Uang
Asing (lanjutan)
q. Foreign Currency Transactions and
Balances (continued)
Pada tanggal 31 Desember 2009 dan 2008,
kurs yang digunakan Perusahaan dan Anak
perusahaan masing-masing adalah sebagai
berikut:
As of December 31, 2009 and 2008, the
exchange rates used by the Company and
Subsidiaries are as follows:
2009 2008
Dolar AS ($AS1) 9.400 10.950 US Dollar (US$1)
Dolar Singapura ($Sin1) 6.699 7.608 Singapore Dollar (Sin$1)
Euro Eropa (€1) 13.510 15.432 European Euro (€1)
r. Pajak Penghasilan r. Income Tax
Beban pajak kini ditetapkan berdasarkan
taksiran penghasilan kena pajak untuk tahun
berjalan. Aset dan kewajiban pajak tangguhan
diakui atas beda temporer antara aset dan
kewajiban untuk tujuan komersial dan fiskal
pada setiap tanggal pelaporan. Manfaat pajak
di masa yang akan datang, seperti akumulasi
rugi fiskal yang belum digunakan, diakui
sebesar jumlah yang kemungkinan dapat
direalisasi.
Current tax expense is provided based on the
estimated taxable income for the current year.
Deferred tax assets and liabilities are
recognized for temporary differences between
the financial and the tax bases of assets and
liabilities at each reporting date. Future tax
benefits, such as the carry-forward of unused
tax losses, are also recognized to the extent
that realization of such benefits is probable.
Aset dan kewajiban pajak tangguhan dihitung
pada tarif pajak yang diharapkan untuk
diterapkan pada tahun ketika aset direalisasi
atau hutang diselesaikan, berdasarkan tarif
pajak (dan peraturan perpajakan) yang
berlaku atau secara substansial telah
diberlakukan pada tanggal neraca konsolidasi.
Aset dan kewajiban pajak tangguhan dari
masing-masing perusahaan disajikan dalam
jumlah bersih pada neraca konsolidasi.
Deferred tax assets and liabilities are
measured at the tax rates that are expected to
apply to the year when the assets is realized
or the liability is settled, based on the tax rates
(and tax laws) that have been enacted or
substantively enacted at the consolidated
balance sheets date. The deferred tax assets
and liabilities of each entity are shown at the
applicable net amounts in the consolidated
balance sheets.
Perubahan atas kewajiban pajak dicatat pada
saat hasil ketetapan pemeriksaan diterima
atau jika ada pengajuan keberatan atau
banding oleh Perusahaan dan Anak
perusahaan, pada saat hasil dari keberatan
atau banding tersebut telah ditetapkan oleh
pengadilan.
Amendments to tax obligations are recorded
when an assessment is received or, if
objected or appealed against by the Company
and Subsidiaries, when the results of the
objection or appeal is decided by the court.
s. Informasi Segmen s. Segment Information
Pelaporan segmen disusun sesuai dengan
kebijakan akuntansi yang diterapkan dalam
penyusunan dan penyajian laporan keuangan
konsolidasi. Bentuk primer pelaporan segmen
adalah segmen usaha, sementara segmen
sekunder adalah segmen kelompok
pelanggan.
Segment information is prepared using the
accounting policies adopted for preparing and
presenting the consolidated financial
statements. The primary format in reporting
segment information is based on business
segments while secondary segment
information is based on customer segments.
Informasi Tambahan Additional Information Laporan Keuangan Konsolidasi Consolidated Financial statement
240
Laporan Tahunan Elnusa 2009
The original consolidated financial statements included herein are in
Indonesian language.
PT ELNUSA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASI
Tahun yang Berakhir pada Tanggal-tanggal
31 Desember 2009 dan 2008
(Disajikan dalam Jutaan Rupiah,
Kecuali Dinyatakan Lain)
PT ELNUSA Tbk AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
STATEMENTS
Years Ended December 31, 2009 and 2008
(Expressed in Millions of Rupiah,
Unless Otherwise Stated)
24
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING
(lanjutan)
2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING
POLICIES (continued)
s. Informasi Segmen (lanjutan) s. Segment Information (continued)
Segmen usaha adalah komponen Perusahaan
dan Anak perusahaan yang dapat dibedakan
dalam menghasilkan produk atau jasa, baik
produk atau jasa individual atau sebagai suatu
kelompok produk atau jasa dan komponen itu
memiliki risiko dan imbalan yang berbeda
dengan risiko dan imbalan segmen lain.
A business segment is a distinguishable
component of the Company and Subsidiaries
that is engaged in providing products or
services for individual or a group of related
products or services and that is subject to
risks and returns that are different from those
of other business segments.
Segmen kelompok pelanggan adalah
komponen Perusahaan dan Anak perusahaan
yang dapat dibedakan dalam menghasilkan
produk atau jasa pada kelompok pelanggan
tertentu dan komponen itu memiliki risiko dan
imbalan yang berbeda dengan risiko dan
imbalan pada komponen yang beroperasi
pada kelompok pelanggan lain.
A customer segment is a distinguishable
component of the Company and Subsidiaries
that is engaged in providing products or
services within a particular customer
environment and that is subject to risks and
returns that are different from those of
components operating in other customer
environments.
Pendapatan dan beban antar segmen
dialokasikan atas dasar segmen usaha.
Inter-segment revenues and expenses are
allocated on the basis of business segment.
t. Laba Bersih per Saham Dasar t. Basic Earnings per Share
Laba bersih per saham dasar dihitung dengan
membagi laba bersih konsolidasi tahun
berjalan dengan jumlah rata-rata tertimbang
saham beredar pada tahun yang
bersangkutan. Jumlah rata-rata tertimbang
saham yang beredar pada tahun 2009 dan
2008 masing-masing sejumlah 7.198.762.000
dan 7.130.538.249 saham, setelah
memperhitungkan efek dari saham yang
diperoleh kembali pada tahun 2008 (Catatan
19 dan 29).
Basic earnings per share are computed by
dividing consolidated net income for the
current year with the weighted-average
number of outstanding shares during the year.
The weighted-average number of shares
outstanding in 2009 and 2008 are
7,198,762,000 and 7,130,538,249 shares,
respectively, after considering the effect of
treasury stock in 2008 (Notes 19 and 29).
u. Penggunaan Estimasi u. Use of Estimates
Penyusunan laporan keuangan konsolidasi
sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku
umum mengharuskan manajemen membuat
taksiran dan asumsi yang mempengaruhi
jumlah yang dilaporkan dalam laporan
keuangan konsolidasi. Karena terdapatnya
risiko melekat dalam suatu estimasi, hasil
sebenarnya yang akan dilaporkan di masa
mendatang mungkin didasarkan pada jumlah
yang berbeda dari taksiran tersebut.
The preparation of consolidated financial
statements in conformity with generally
accepted accounting principles requires
management to make estimations and
assumptions that affect amounts reported
therein. Due to inherent uncertainty in making
estimates, actual results reported in future
periods may be based on amounts that differ
from those estimates.
Informasi Tambahan Additional Information Laporan Keuangan Konsolidasi Consolidated Financial statement 241
2009 Elnusa Annual Report
The original consolidated financial statements included herein are in
Indonesian language.
PT ELNUSA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASI
Tahun yang Berakhir pada Tanggal-tanggal
31 Desember 2009 dan 2008
(Disajikan dalam Jutaan Rupiah,
Kecuali Dinyatakan Lain)
PT ELNUSA Tbk AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
STATEMENTS
Years Ended December 31, 2009 and 2008
(Expressed in Millions of Rupiah,
Unless Otherwise Stated)
25
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING
(lanjutan)
2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING
POLICIES (continued)
v. Saham yang Diperoleh Kembali v. Treasury Stock
Perusahaan menerapkan metode biaya untuk
saham yang diperoleh kembali, dimana jumlah
bruto dari biaya yang dikeluarkan untuk
membeli saham tersebut disajikan sebagai
pengurang pada sisi ekuitas neraca
konsolidasi. Ketika saham yang diperoleh
kembali tersebut diterbitkan kembali atau
dijual sebesar nilai perolehan, maka akun
pengurang ekuitas dikreditkan sebesar nilai
perolehan, selanjutnya kelebihan dari biaya
perolehan tersebut akan dikreditkan pada
akun tambahan modal disetor dan
kekurangannya akan dibebankan pada laba
ditahan.
The Company applied the cost method for
treasury stock, whereby the gross cost of the
shares reacquired is charged to a contra
equity account in the consolidated balance
sheets. When the treasury stock are
reissued or resold at cost, the contra equity
account is credited; the proceeds in excess
of cost are credited to the paid-in-capital
account; and any deficiency is charged to
retained earnings.
w. Instrumen Derivatif w. Derivative Instruments
Setiap instrumen derivatif (termasuk derivatif
melekat) dicatat sebagai aset atau kewajiban
dalam neraca konsolidasi dan diakui sebesar
nilai wajar masing-masing kontrak. Perubahan
nilai wajar instrumen derivatif harus dibukukan
pada usaha tahun berjalan, kecuali untuk
lindung nilai tertentu yang memungkinkan laba
atau rugi instrumen derivatif saling hapus
dengan aset atau kewajiban yang dilindungi
dalam laporan laba rugi konsolidasi. Setiap
entitas diharuskan untuk melakukan
dokumentasi, merancang dan menilai
efektivitas atas transaksi yang diperlakukan
sebagai akuntansi lindung nilai. Semua
instrumen derivatif tidak dirancang sebagai
aktivitas lindung nilai untuk tujuan akuntansi.
Every derivative instrument (including
embedded derivatives) is recorded in the
consolidated balance sheets as either asset or
liability and measured at fair value for each
contract. Changes in derivative fair value are
recognized in current earnings unless specific
hedges allow derivative gains and losses to
offset related results on the hedged item in the
consolidated statement of income. An entity
must formally document, designate and
assess the effectiveness of transactions that
meet hedge accounting. All of derivative
instruments are not designated as hedging
instruments for accounting purposes.
x. Standar yang Telah Dikeluarkan tetapi
Belum Berlaku Efektif
x. Standards Issued but Not Yet Effective
Standar Akuntansi yang telah dikeluarkan oleh
Dewan Standar Akuntansi Keuangan (DSAK)
sampai dengan tanggal penyelesaian laporan
keuangan konsolidasi tetapi belum berlaku
efektif diantaranya adalah sebagai berikut:
Accounting Standards issued by Financial
Accounting Standards Board (DSAK) up to the
date of completion of the consolidated
financial statements but not yet effective are
summarized below, among others:
Berlaku efektif pada atau setelah tanggal
1 Januari 2010
Effective on or after January 1, 2010
- PSAK No. 26 (Revisi 2008), “Biaya
Pinjaman”, menentukan biaya Pinjaman
yang dapat diatribusikan secara langsung
dengan perolehan, konstruksi, atau
pembuatan aset kualifikasian
dikapitalisasi sebagai bagian biaya
perolehan aset tersebut.
- PSAK No. 26 (Revised 2008), “Borrowing
Costs”, prescribes the borrowing costs
that are directly attributable to the
acquisition, construction or production of
a qualifying asset form part of the cost of
that asset.
Informasi Tambahan Additional Information Laporan Keuangan Konsolidasi Consolidated Financial statement
242
Laporan Tahunan Elnusa 2009
The original consolidated financial statements included herein are in
Indonesian language.
PT ELNUSA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASI
Tahun yang Berakhir pada Tanggal-tanggal
31 Desember 2009 dan 2008
(Disajikan dalam Jutaan Rupiah,
Kecuali Dinyatakan Lain)
PT ELNUSA Tbk AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
STATEMENTS
Years Ended December 31, 2009 and 2008
(Expressed in Millions of Rupiah,
Unless Otherwise Stated)
26
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING
(lanjutan)
2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING
POLICIES (continued)
x. Standar yang Telah Dikeluarkan tetapi
Belum Berlaku Efektif (lanjutan)
x. Standards Issued but Not Yet Effective
(continued)
Berlaku efektif pada atau setelah tanggal
1 Januari 2010 (lanjutan)
Effective on or after January 1, 2010
(continued)
- PSAK No. 50 (Revisi 2006), “Instrumen
Keuangan: Penyajian dan
Pengungkapan”, berisi persyaratan
penyajian dari instrumen keuangan dan
pengidentifikasian informasi yang harus
diungkapkan.
- PSAK No. 50 (Revised 2006), “Financial
Instruments: Presentation and
Disclosures”, contains the requirements
for the presentation of financial
instruments and identifies the information
that should be disclosed.
- PSAK No. 55 (Revisi 2006), “Instrumen
Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran”,
mengatur prinsip-prinsip dasar pengakuan
dan pengukuran aset keuangan,
kewajiban keuangan, dan kontrak
pembelian dan penjualan item non-
keuangan.
- PSAK No. 55 (Revised 2006), “Financial
Instruments: Recognition and
Measurement”, establishes the principles
for recognizing and measuring financial
assets, financial liabilities, and some
contracts to buy or sell non-financial
items.
- PPSAK No. 1, “Pencabutan PSAK No. 32:
Akuntansi Kehutanan, PSAK No. 35:
Akuntansi Pendapatan Jasa
Telekomunikasi, dan PSAK No. 37:
Akuntansi Penyelenggaraan Jalan Tol”,
berlaku untuk semua entitas yang
menerapkan PSAK No. 32, PSAK No. 35,
dan PSAK No. 37.
- PPSAK No. 1, “Revocation of PSAK No.
32: Accounting for Forestry Enterprises,
PSAK No. 35: Accounting for Revenues
from Telecommunication Services, and
PSAK No. 37: Accounting for Toll Road
Operations”, applicable for all entities that
apply PSAK No. 32, PSAK No. 35 and
PSAK No. 37.
- PPSAK No. 2, “Pencabutan PSAK No. 41:
Akuntansi Waran dan PSAK No. 43:
Akuntansi Anjak Piutang”, berlaku untuk
semua entitas yang menerapkan PSAK
No. 41 dan PSAK No. 43.
- PPSAK No. 2, “Revocation of PSAK No.
41: Accounting for Warrants, and PSAK
No. 43: Accounting for Factoring”,
applicable for all entities that apply PSAK
No. 41 and PSAK No. 43.
- PPSAK No. 3, “Pencabutan PSAK No. 54:
Akuntansi Restrukturisasi Utang Piutang
Bermasalah”, berlaku untuk semua entitas
yang menerapkan PSAK No. 54.
- PPSAK No. 3, “Revocation of PSAK No.
54: Accounting for Troubled
Payable/Receivable Restructuring”,
applicable for all entities that apply PSAK
No. 54.
- PPSAK No. 5, “Pencabutan ISAK No. 6:
Interpretasi atas Paragraf 12 dan 16
PSAK No. 55 (1999) tentang Instrumen
Derivatif Melekat pada Kontrak dalam
Mata Uang Asing”.
- PPSAK No. 5, “Revocation of ISAK No. 6:
Interpretation of Paragraphs 12 and 16 of
PSAK No. 55 (1999) on Embedded
Derivative Instruments in Foreign
Currency”.
Berlaku efektif pada atau setelah tanggal
1 Januari 2011
Effective on or after January 1, 2011
- PSAK No. 1 (Revisi 2009), “Penyajian
Laporan Keuangan”, menetapkan dasar-
dasar bagi penyajian laporan keuangan
bertujuan umum (general purpose
financial statements) agar dapat
dibandingkan baik dengan laporan
keuangan periode sebelumnya maupun
dengan laporan keuangan entitas lain.
- PSAK No. 1 (Revised 2009),
“Presentation of Financial Statements”,
prescribes the basis for presentation of
general purpose financial statements to
ensure comparability both with the entity's
financial statements of previous periods
and with the financial statements of other
entities.
Informasi Tambahan Additional Information Laporan Keuangan Konsolidasi Consolidated Financial statement 243
2009 Elnusa Annual Report
The original consolidated financial statements included herein are in
Indonesian language.
PT ELNUSA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASI
Tahun yang Berakhir pada Tanggal-tanggal
31 Desember 2009 dan 2008
(Disajikan dalam Jutaan Rupiah,
Kecuali Dinyatakan Lain)
PT ELNUSA Tbk AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
STATEMENTS
Years Ended December 31, 2009 and 2008
(Expressed in Millions of Rupiah,
Unless Otherwise Stated)
27
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING
(lanjutan)
2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING
POLICIES (continued)
x. Standar yang Telah Dikeluarkan tetapi
Belum Berlaku Efektif (lanjutan)
x. Standards Issued but Not Yet Effective
(continued)
Berlaku efektif pada atau setelah tanggal
1 Januari 2011 (lanjutan)
Effective on or after January 1, 2011
(continued)
- PSAK No. 2 (Revisi 2009), “Laporan Arus
Kas”, memberikan pengaturan atas
informasi mengenai perubahan historis
dalam kas dan setara kas melalui laporan
arus kas yang mengklasifikasikan arus
kas berdasarkan aktivitas operasi,
investasi, maupun pendanaan (financing)
selama suatu periode.
- PSAK No. 2 (Revised 2009), “Statement
of Cash Flows”, requires the provision of
information about the historical changes
in cash and cash equivalents by means of
a statement of cash flows which classifies
cash flows during the period from
operating, investing and financing
activities.
- PSAK No. 4 (Revisi 2009), “Laporan
Keuangan Konsolidasian dan Laporan
Keuangan Tersendiri”, akan diterapkan
dalam penyusunan dan penyajian laporan
keuangan konsolidasian untuk
sekelompok entitas yang berada dalam
pengendalian suatu entitas induk dan
dalam akuntansi untuk investasi pada
entitas anak, pengendalian bersama
entitas, dan entitas asosiasi ketika laporan
keuangan tersendiri disajikan sebagai
informasi tambahan.
- PSAK No. 4 (Revised 2009),
“Consolidated and Separate Financial
Statements”, shall be applied in the
preparation and presentation of
consolidated financial statements for a
group of entities under the control of a
parent and in accounting for investments
in subsidiaries, jointly controlled entities
and associates when separate financial
statements are presented as additional
information.
- PSAK No. 5 (Revisi 2009), “Segmen
Operasi”, informasi segmen diungkapkan
untuk memungkinkan pengguna laporan
keuangan untuk mengevaluasi sifat dan
dampak keuangan dari aktivitas bisnis
yang mana entitas terlibat dan lingkungan
ekonomi dimana entitas beroperasi.
- PSAK No. 5 (Revised 2009), “Operating
Segments”, segment information is
disclosed to enable users of financial
statements to evaluate the nature and
financial effects of the business activities
in which the entity engages and the
economic environments in which it
operates.
- PSAK No. 12 (Revisi 2009), “Bagian
Partisipasi dalam Ventura Bersama”, akan
diterapkan untuk akuntansi bagian
partisipasi dalam ventura bersama dan
pelaporan aset, kewajiban, penghasilan
dan beban ventura bersama dalam
laporan keuangan venturer dan investor,
terlepas dari struktur atau bentuk yang
mendasari dilakukannya aktivitas ventura
bersama.
- PSAK No. 12 (Revised 2009), “Interests in
Joint Ventures”, shall be applied in
accounting for interests in joint ventures
and the reporting of joint venture assets,
liabilities, income and expenses in the
financial statements of venturers and
investors, regardless of the structures or
forms under which the joint venture
activities take place.
- PSAK No. 15 (Revisi 2009), “Investasi
Pada Entitas Asosiasi”, akan diterapkan
untuk akuntansi investasi dalam entitas
asosiasi. Menggantikan PSAK No. 15
(1994), “Akuntansi untuk Investasi Dalam
Perusahaan Asosiasi”, dan PSAK No. 40
(1997), “Akuntansi Perubahan Ekuitas
Anak Perusahaan/Perusahaan Asosiasi”.
- PSAK No. 15 (Revised 2009),
“Investments in Associates”, shall be
applied in accounting for investments in
associates. Supersedes PSAK No. 15
(1994), “Accounting for Investments in
Associates”, and PSAK No. 40 (1997),
“Accounting for Changes in Equity of
Subsidiaries/Associates”.
Informasi Tambahan Additional Information Laporan Keuangan Konsolidasi Consolidated Financial statement
244
Laporan Tahunan Elnusa 2009
The original consolidated financial statements included herein are in
Indonesian language.
PT ELNUSA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASI
Tahun yang Berakhir pada Tanggal-tanggal
31 Desember 2009 dan 2008
(Disajikan dalam Jutaan Rupiah,
Kecuali Dinyatakan Lain)
PT ELNUSA Tbk AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
STATEMENTS
Years Ended December 31, 2009 and 2008
(Expressed in Millions of Rupiah,
Unless Otherwise Stated)
28
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING
(lanjutan)
2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING
POLICIES (continued)
x. Standar yang Telah Dikeluarkan tetapi
Belum Berlaku Efektif (lanjutan)
x. Standards Issued but Not Yet Effective
(continued)
Berlaku efektif pada atau setelah tanggal
1 Januari 2011 (lanjutan)
Effective on or after January 1, 2011
(continued)
- PSAK No. 25 (Revisi 2009), “Kebijakan
Akuntansi, Perubahan Estimasi
Akuntansi, dan Kesalahan”, menentukan
kriteria untuk pemilihan dan perubahan
kebijakan akuntansi, bersama dengan
perlakuan akuntansi dan pengungkapan
atas perubahan kebijakan akuntansi,
perubahan estimasi akuntansi, dan
koreksi kesalahan.
- PSAK No. 25 (Revised 2009),
“Accounting Policies, Changes in
Accounting Estimates and Errors”,
prescribes the criteria for selecting and
changing accounting policies, together
with the accounting treatment and
disclosure of changes in accounting
policies, changes in accounting estimates
and corrections of errors.
- PSAK No. 48 (Revisi 2009), “Penurunan
Nilai Aset”, menetapkan prosedur-
prosedur yang diterapkan agar aset
dicatat tidak melebihi jumlah terpulihkan
dan jika aset tersebut terjadi penurunan
nilai, rugi penurunan nilai harus diakui.
- PSAK No. 48 (Revised 2009),
“Impairment of Assets”, prescribes the
procedures applied to ensure that assets
are carried at no more than their
recoverable amount and if the assets are
impaired, an impairment loss should be
recognized.
- PSAK No. 57 (Revisi 2009), “Provisi,
Liabilitas Kontinjensi, dan Aset
Kontinjensi”, bertujuan untuk mengatur
pengakuan dan pengukuran kewajiban
diestimasi, kewajiban kontinjensi dan aset
kontinjensi serta untuk memastikan
informasi memadai telah diungkapkan
dalam catatan atas laporan keuangan
untuk memungkinkan para pengguna
memahami sifat, waktu, dan jumlah yang
terkait dengan informasi tersebut.
- PSAK No. 57 (Revised 2009), “Provisions,
Contingent Liabilities and Contingent
Assets”, aims to provide that appropriate
recognition criteria and measurement
bases are applied to provisions,
contingent liabilities and contingent assets
and to ensure that sufficient information is
disclosed in the notes to enable users to
understand the nature, timing and amount
related to the information.
- ISAK No. 9, “Perubahan atas Liabilitas
Purna Operasi, Liabilitas Restorasi, dan
Liabilitas Serupa”, diterapkan terhadap
setiap perubahan pengukuran atas
aktivitas purna-operasi, restorasi atau
kewajiban yang serupa yaitu diakui
sebagai bagian dari biaya perolehan aset
tetap sesuai PSAK No. 16 dan sebagai
kewajiban sesuai PSAK No. 57.
- ISAK No. 9, “Changes in Existing
Decommissioning, Restoration and
Similar Liabilities”, applies to changes in
the measurement of any existing
decommissioning, restoration or similar
liability recognised as part of the cost of
an item of property, plant and equipment
in accordance with PSAK No. 16 and as a
liability in accordance with PSAK No. 57.
- ISAK No. 12, “Pengendalian Bersama
Entitas (PBE): Kontribusi Nonmoneter
oleh Venturer”, berkaitan dengan
akuntansi venturer untuk kontribusi
nonmoneter ke PBE dalam pertukaran
dengan bagian partisipasi ekuitas PBE
yang dicatat baik dengan metode ekuitas
atau konsolidasi proporsional.
- ISAK No. 12, “Jointly Controlled Entities
(JCE): Non-Monetary Contributions by
Venturers”, deals with the venturer's
accounting for non-monetary contributions
to a JCE in exchange for an equity
interest in the JCE accounted for using
either the equity method or proportionate
consolidation.
Perusahaan dan Anak perusahaan sedang
mengevaluasi dan belum menentukan dampak
dari Pernyataan, Interpretasi dan Pernyataan
Pencabutan yang direvisi dan baru tersebut
terhadap laporan keuangan konsolidasi.
The Company and Subsidiaries are presently
evaluating and have not yet determined the
effects of these revised and new Statements,
Interpretations and Revocation Statements on
the consolidated financial statements.
Informasi Tambahan Additional Information Laporan Keuangan Konsolidasi Consolidated Financial statement 245
2009 Elnusa Annual Report
The original consolidated financial statements included herein are in
Indonesian language.
PT ELNUSA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASI
Tahun yang Berakhir pada Tanggal-tanggal
31 Desember 2009 dan 2008
(Disajikan dalam Jutaan Rupiah,
Kecuali Dinyatakan Lain)
PT ELNUSA Tbk AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
STATEMENTS
Years Ended December 31, 2009 and 2008
(Expressed in Millions of Rupiah,
Unless Otherwise Stated)
29
3. KAS DAN SETARA KAS 3. CASH AND CASH EQUIVALENTS
Kas dan setara kas terdiri dari: Cash and cash equivalents consist of:
2009 2008
Kas Cash on hand
Rupiah 2.822 3.231 Rupiah
Dolar AS ($AS3.300) 31 - US Dollar (US$3,300)
Dolar Singapura ($Sin325) 2 - Singapore Dollar (Sin$325)
Jumlah kas 2.855 3.231 Total cash on hand
Bank Cash in banks
Rupiah Rupiah
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk 153.344 38.803 PT Bank Mandiri (Persero) Tbk
PT Bank Central Asia Tbk 47.482 10.380 PT Bank Central Asia Tbk
PT Bank Mega Tbk 13.317 175 PT Bank Mega Tbk
PT Bank Syariah Mega Indonesia 6.000 15.639 PT Bank Syariah Mega Indonesia
PT Bank Muamalat Indonesia Tbk 1.255 153 PT Bank Muamalat Indonesia Tbk
PT Bank Negara PT Bank Negara
Indonesia (Persero) Tbk 1.021 21.117 Indonesia (Persero) Tbk
PT Bank Rakyat PT Bank Rakyat
Indonesia (Persero) Tbk 105 2.794 Indonesia (Persero) Tbk
Lain-lain (masing-masing di bawah Others (below
Rp1,0 miliar) 2.200 2.043 Rp1.0 billion each)
Sub-jumlah 224.724 91.104 Sub-total
Dolar AS US Dollar
PT Bank Central Asia Tbk PT Bank Central Asia Tbk
($AS31.265.479 dan $AS10.600.606 (US$31,265,479 and US$10,600,606
masing-masing pada tahun 2009 in 2009 and 2008,
dan 2008) 293.896 116.077 respectively)
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk PT Bank Mandiri (Persero) Tbk
($AS9.845.849 dan $AS2.571.527 (US$9,845,849 and US$2,571,527
masing-masing pada tahun 2009 in 2009 and 2008,
dan 2008) 92.551 28.158 respectively)
PT Bank Danamon Indonesia Tbk PT Bank Danamon Indonesia Tbk
($AS1.113.632 dan $AS289.393 (US$1,113,632 and US$289,393
masing-masing pada tahun 2009 in 2009 and 2008,
dan 2008) 10.468 3.169 respectively)
PT Bank Mega Tbk PT Bank Mega Tbk
($AS580.608 dan $AS509.229 (US$580,608 and US$509,229
masing-masing pada tahun 2009 in 2009 and 2008,
dan 2008) 5.458 5.576 respectively)
PT Bank CIMB Niaga Tbk PT Bank CIMB Niaga Tbk
($AS571.964 dan $AS57.943 (US$571,964 and US$57,943
masing-masing pada tahun 2009 in 2009 and 2008,
dan 2008) 5.376 634 respectively)
PT Bank Chinatrust Indonesia PT Bank Chinatrust Indonesia
($AS544.644 dan $AS522 (US$544,644 and US$522
masing-masing pada tahun 2009 in 2009 and 2008,
dan 2008) 5.120 6 respectively)
Deutsche Bank AG Deutsche Bank AG
($AS240.616 dan $AS250.523 (US$240,616 and US$250,523
masing-masing pada tahun 2009 in 2009 and 2008,
dan 2008) 2.262 2.743 respectively)
PT Bank Internasional Indonesia Tbk PT Bank Internasional Indonesia Tbk
($AS200.146 dan $AS127.755 (US$200,146 and US$127,755
masing-masing pada tahun 2009 in 2009 and 2008,
dan 2008) 1.881 1.399 respectively)
Informasi Tambahan Additional Information Laporan Keuangan Konsolidasi Consolidated Financial statement
246
Laporan Tahunan Elnusa 2009
The original consolidated financial statements included herein are in
Indonesian language.
PT ELNUSA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASI
Tahun yang Berakhir pada Tanggal-tanggal
31 Desember 2009 dan 2008
(Disajikan dalam Jutaan Rupiah,
Kecuali Dinyatakan Lain)
PT ELNUSA Tbk AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
STATEMENTS
Years Ended December 31, 2009 and 2008
(Expressed in Millions of Rupiah,
Unless Otherwise Stated)
30
3. KAS DAN SETARA KAS (lanjutan) 3. CASH AND CASH EQUIVALENTS (continued)
2009 2008
Bank (lanjutan) Cash in banks (continued)
Dolar AS (lanjutan) US Dollar (continued)
The Hongkong and Shanghai The Hongkong and Shanghai
Banking Corporation Ltd. Banking Corporation Ltd.
($AS6.106 dan $AS3.525.156 (US$6,106 and US$3,525,156
masing-masing pada tahun 2009 in 2009 and 2008,
dan 2008) 57 38.601 respectively)
Lain-lain (masing-masing di bawah Others (below Rp1.0 billion each)
Rp1,0 miliar) ($AS120.986 dan (US$120,986 and US$46,981
$AS46.981 masing-masing in 2009 and 2008,
pada tahun 2009 dan 2008) 1.137 514 respectively)
Sub-jumlah 418.206 196.877 Sub-total
Dolar Singapura ($Sin960 dan Singapore Dollar (Sin$960 and
$Sin13.827 masing-masing Sin$13,827 in 2009 and
pada tahun 2009 dan 2008) 7 105 2008, respectively)
Jumlah bank 642.937 288.086 Total cash in banks
Setara kas Cash equivalents
Call deposit dan deposito berjangka Call deposits and time deposits
Rupiah Rupiah
PT Bank Mega Tbk 228.000 4.037 PT Bank Mega Tbk
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk 150.000 - PT Bank Mandiri (Persero) Tbk
PT Bank Danamon Indonesia Tbk 25.000 - PT Bank Danamon Indonesia Tbk
PT Bank Capital Indonesia Tbk 15.000 - PT Bank Capital Indonesia Tbk
PT Bank Syariah Mega Indonesia 12.000 10.000 PT Bank Syariah Mega Indonesia
PT Bank Internasional Indonesia Tbk - 19.000 PT Bank Internasional Indonesia Tbk
Sub-jumlah 430.000 33.037 Sub-total
Dolar AS US Dollar
PT Bank Central Asia Tbk PT Bank Central Asia Tbk
($AS5.000.000) 47.000 54.750 (US$5,000,000)
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk PT Bank Mandiri (Persero) Tbk
($AS150.000) 1.410 - (US$150,000)
PT Bank Muamalat Indonesia Tbk PT Bank Muamalat Indonesia Tbk
($AS2.000.000) - 21.900 (US$2,000,000)
Sub-jumlah 48.410 76.650 Sub-total
Bank garansi Bank guarantees
Rupiah Rupiah
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk - 116 PT Bank Mandiri (Persero) Tbk
Jumlah setara kas 478.410 109.803 Total cash equivalents
Jumlah 1.124.202 401.120 Total
Bank dan setara kas ditempatkan pada bank pihak
ketiga.
Cash in banks and cash equivalents are deposited
in third party banks.
Rincian suku bunga tahunan call deposit dan
deposito berjangka berdasarkan jenis mata uang
adalah sebagai berikut:
The annual interest rates of the above call
deposits and time deposits based on their currency
denomination are as follows:
2009 2008
Rupiah 6,00 - 14,00 13,00 - 14,00 Rupiah
Dolar AS 1,00 - 6,00 3,75 - 6,00 US Dollar
Informasi Tambahan Additional Information Laporan Keuangan Konsolidasi Consolidated Financial statement 247
2009 Elnusa Annual Report
The original consolidated financial statements included herein are in
Indonesian language.
PT ELNUSA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASI
Tahun yang Berakhir pada Tanggal-tanggal
31 Desember 2009 dan 2008
(Disajikan dalam Jutaan Rupiah,
Kecuali Dinyatakan Lain)
PT ELNUSA Tbk AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
STATEMENTS
Years Ended December 31, 2009 and 2008
(Expressed in Millions of Rupiah,
Unless Otherwise Stated)
31
4. INVESTASI JANGKA PENDEK 4. SHORT-TERM INVESTMENTS
Investasi jangka pendek terdiri dari: Short-term investments consist of:
2009 2008
Deposito berjangka - Rupiah Time deposits - Rupiah
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk 50.000 - PT Bank Mandiri (Persero) Tbk
PT Bank Negara PT Bank Negara
Indonesia (Persero) Tbk 25.000 - Indonesia (Persero) Tbk
Jumlah 75.000 - Total
Suku bunga tahunan deposito berjangka yang
ditempatkan di PT Bank Mandiri (Persero) Tbk
adalah sebesar 8,50%, sementara nisbah bagi
hasil deposito berjangka yang ditempatkan di
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk adalah
sebesar 90,00%.
The annual interest rate of time deposit placed in
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk amounted to
8.50%, while the revenue sharing for time deposit
placed in PT Bank Negara Indonesia (Persero)
Tbk amounted to 90.00%.
5. PIUTANG USAHA 5. TRADE RECEIVABLES
Rincian piutang usaha adalah sebagai berikut: The details of trade receivables are as follows:
2009 2008
Pihak ketiga Third parties
Difakturkan Billed
PT Total E&P Indonesie 45.111 22.494 PT Total E&P Indonesie
PT Lingga Perdana 17.916 - PT Lingga Perdana
Chevron Indonesia Company, Chevron Indonesia Company,
Amerika Serikat 15.973 16.609 United States of America
PT Indo Thai Fishery Value 8.636 - PT Indo Thai Fishery Value
PT Lontar Papyrus Pulp & Paper PT Lontar Papyrus Pulp & Paper
Industry 8.250 - Industry
PT United Shipping Organization 8.238 - PT United Shipping Organization
Husky Oil North Sumbawa Ltd., Husky Oil North Sumbawa Ltd.,
Kanada 8.005 - Canada
JOB Pertamina - Petrochina East Java 7.270 2.616 JOB Pertamina - Petrochina East Java
PT Trans Power Marine 5.796 - PT Trans Power Marine
JOB Pertamina - Golden Spike 3.551 5.063 JOB Pertamina - Golden Spike
TAC Pertamina - Putra Batumandi TAC Pertamina - Putra Batumandi
Petroleum 3.518 6.244 Petroleum
BP Berau Ltd., BP Berau Ltd.,
Amerika Serikat 38 25.149 United States of America
Provident Indonesia Energy LLC, Provident Indonesia Energy LLC,
Amerika Serikat - 23.220 United States of America
Petrochina International Jabung Ltd., Petrochina International Jabung Ltd.,
Cina - 17.794 China
KSO Pertamina EP - Formasi KSO Pertamina EP - Formasi
Sumatera Energy - 11.771 Sumatera Energy
Bunga Mas International Company, Bunga Mas International Company,
Amerika Serikat - 6.669 United States of America
TAC Pertamina - Pilona Petro TAC Pertamina - Pilona Petro
Tanjung Lontar - 6.020 Tanjung Lontar
PT Dhiva Inter Sarana - 6.016 PT Dhiva Inter Sarana
Lain-lain (masing-masing di bawah Others (below
Rp5,0 miliar) 146.121 93.178 Rp5.0 billion each)
Sub-jumlah 278.423 242.843 Sub-total
Informasi Tambahan Additional Information Laporan Keuangan Konsolidasi Consolidated Financial statement
248
Laporan Tahunan Elnusa 2009
The original consolidated financial statements included herein are in
Indonesian language.
PT ELNUSA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASI
Tahun yang Berakhir pada Tanggal-tanggal
31 Desember 2009 dan 2008
(Disajikan dalam Jutaan Rupiah,
Kecuali Dinyatakan Lain)
PT ELNUSA Tbk AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
STATEMENTS
Years Ended December 31, 2009 and 2008
(Expressed in Millions of Rupiah,
Unless Otherwise Stated)
32
5. PIUTANG USAHA (lanjutan) 5. TRADE RECEIVABLES (continued)
2009 2008
Pihak ketiga (lanjutan) Third parties (continued)
Belum difakturkan Unbilled
Virginia Indonesia Company LLC, Virginia Indonesia Company LLC,
Amerika Serikat 32.219 20 United States of America
PT Total E&P Indonesie 28.502 38.123 PT Total E&P Indonesie
PT BP Indonesia 16.902 - PT BP Indonesia
PT Odira Energy Karang Agung 11.061 - PT Odira Energy Karang Agung
Petrochina International Jabung Ltd., Petrochina International Jabung Ltd.,
Cina 8.896 1.265 China
JOB Pertamina - Petrochina East Java 7.977 8.170 JOB Pertamina - Petrochina East Java
Chevron Indonesia Company, Chevron Indonesia Company,
Amerika Serikat 7.241 18.955 United States of America
BP Berau Ltd., BP Berau Ltd.,
Amerika Serikat 27 32.226 United States of America
Japex Buton Ltd., Jepang - 19.478 Japex Buton Ltd., Japan
Nations Petroleum Brunei Ltd., Siprus - 17.903 Nations Petroleum Brunei Ltd., Cyprus
JOB Pertamina - Lekom Maras - 7.829 JOB Pertamina - Lekom Maras
Lain-lain (masing-masing di bawah Others (below
Rp5,0 miliar) 35.946 42.696 Rp5.0 billion each)
Sub-jumlah 148.771 186.665 Sub-total
Jumlah pihak ketiga 427.194 429.508 Total third parties
Penyisihan piutang ragu-ragu (52.021) (48.057) Allowance for doubtful accounts
Pihak ketiga - bersih 375.173 381.451 Third parties - net
Pihak yang mempunyai hubungan
istimewa (Catatan 7) Related parties (Note 7)
Difakturkan Billed
PT Pertamina EP 109.700 147.283 PT Pertamina EP
PT Pertamina Gas 29.294 9.300 PT Pertamina Gas
PT Pertamina (Persero) 28.735 66.137 PT Pertamina (Persero)
PT Patra Logistik 2.415 2.434 PT Patra Logistik
PT Geosains (dahulu PT Geosains (formerly
PT Golden Geosains) 2.345 2.345 PT Golden Geosains)
PT Petrindo Nusa Persada (dahulu PT Petrindo Nusa Persada (formerly
PT Patraindo Nusa Pertiwi) 1.987 1.559 PT Patraindo Nusa Pertiwi)
PT Patra Trading 1.451 1.356 PT Patra Trading
PT Patra Niaga 1.190 1.088 PT Patra Niaga
Koperasi Karyawan Elnusa 957 362 Koperasi Karyawan Elnusa
PT Pertamina Geothermal Energy 216 43.328 PT Pertamina Geothermal Energy
Lain-lain (masing-masing di bawah Others (below
Rp500,0 juta) 1.475 1.227 Rp500.0 million each)
Sub-jumlah 179.765 276.419 Sub-total
Belum difakturkan Unbilled
PT Pertamina EP 149.257 92.926 PT Pertamina EP
PT Pertamina Geothermal Energy 90.033 266 PT Pertamina Geothermal Energy
PT Pertamina (Persero) 32.464 26.639 PT Pertamina (Persero)
PT Pertamina Gas 19.639 - PT Pertamina Gas
PT Patra Niaga 1.095 164 PT Patra Niaga
PT Petrindo Nusa Persada (dahulu PT Petrindo Nusa Persada (formerly
PT Patraindo Nusa Pertiwi) 729 750 PT Patraindo Nusa Pertiwi)
Koperasi Karyawan Elnusa 451 547 Koperasi Karyawan Elnusa
Lain-lain (masing-masing di bawah Others (below
Rp500,0 juta) 137 163 Rp500.0 million each)
Sub-jumlah 293.805 121.455 Sub-total
Informasi Tambahan Additional Information Laporan Keuangan Konsolidasi Consolidated Financial statement 249
2009 Elnusa Annual Report
The original consolidated financial statements included herein are in
Indonesian language.
PT ELNUSA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASI
Tahun yang Berakhir pada Tanggal-tanggal
31 Desember 2009 dan 2008
(Disajikan dalam Jutaan Rupiah,
Kecuali Dinyatakan Lain)
PT ELNUSA Tbk AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
STATEMENTS
Years Ended December 31, 2009 and 2008
(Expressed in Millions of Rupiah,
Unless Otherwise Stated)
33
5. PIUTANG USAHA (lanjutan) 5. TRADE RECEIVABLES (continued)
2009 2008
Pihak yang mempunyai hubungan
istimewa (Catatan 7) (lanjutan) Related parties (Note 7) (continued)
Jumlah pihak yang mempunyai
hubungan istimewa 473.570 397.874 Total related parties
Bersih 848.743 779.325 Net
Analisa umur piutang usaha berdasarkan tanggal
faktur penjualan adalah sebagai berikut:
The aging analysis of trade receivables based on
sales invoice date are as follows:
2009 2008
Pihak ketiga Third parties
Kurang dari 31 hari 341.736 283.806 Less than 31 days
31 - 60 hari 9.725 26.579 31 - 60 days
61 - 90 hari 8.979 27.142 61 - 90 days
91 - 180 hari 8.390 19.849 91 - 180 days
Lebih dari 180 hari 58.364 72.132 More than 180 days
Jumlah 427.194 429.508 Total
Penyisihan piutang ragu-ragu (52.021) (48.057) Allowance for doubtful accounts
Bersih 375.173 381.451 Net
Pihak yang mempunyai hubungan
istimewa (Catatan 7) Related parties (Note 7)
Kurang dari 31 hari 417.016 263.642 Less than 31 days
31 - 60 hari 14.156 42.192 31 - 60 days
61 - 90 hari 9.381 33.290 61 - 90 days
91 - 180 hari 6.054 15.915 91 - 180 days
Lebih dari 180 hari 26.963 42.835 More than 180 days
Jumlah 473.570 397.874 Total
Rincian piutang usaha berdasarkan mata uang
adalah sebagai berikut:
The details of trade receivables based on
currencies are as follows:
2009 2008
Rupiah 398.324 177.713 Rupiah
Dolar AS ($AS53.424.450 dan US Dollar
$AS59.314.611 masing-masing (US$53,424,450 and US$59,314,611
pada tahun 2009 dan 2008) 502.189 649.495 in 2009 and 2008, respectively)
Dolar Singapura ($Sin37.491 Singapore Dollar
$Sin22.860 masing-masing (Sin$37,491 and Sin$22,860
pada tahun 2009 dan 2008) 251 174 in 2009 and 2008, respectively)
Jumlah 900.764 827.382 Total
Penyisihan piutang ragu-ragu (52.021) (48.057) Allowance for doubtful accounts
Bersih 848.743 779.325 Net
Informasi Tambahan Additional Information Laporan Keuangan Konsolidasi Consolidated Financial statement
250
Laporan Tahunan Elnusa 2009
The original consolidated financial statements included herein are in
Indonesian language.
PT ELNUSA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASI
Tahun yang Berakhir pada Tanggal-tanggal
31 Desember 2009 dan 2008
(Disajikan dalam Jutaan Rupiah,
Kecuali Dinyatakan Lain)
PT ELNUSA Tbk AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
STATEMENTS
Years Ended December 31, 2009 and 2008
(Expressed in Millions of Rupiah,
Unless Otherwise Stated)
34
5. PIUTANG USAHA (lanjutan) 5. TRADE RECEIVABLES (continued)
Mutasi penyisihan piutang ragu-ragu adalah
sebagai berikut:
The movements of allowance for doubtful accounts
are as follows:
2009 2008
Saldo awal tahun 48.057 36.410 Beginning balance
Penyisihan tahun berjalan 8.572 9.823 Provision during the year
Selisih kurs (4.328) 2.923 Foreign exchange differences
Penghapusan piutang (280) (1.096) Write-off of receivables
Pemulihan penyisihan piutang ragu-ragu - (3) Reversal of allowance for doubtful accounts
Saldo akhir tahun 52.021 48.057 Ending balance
Piutang usaha digunakan sebagai jaminan atas
fasilitas kredit yang diperoleh dari beberapa bank
(Catatan 14 dan 18).
Trade receivables are pledged for the credit
facilities obtained from several banks (Notes 14
and 18).
Berdasarkan penelaahan atas keadaan akun
masing-masing piutang pada akhir tahun,
manajemen berpendapat bahwa penyisihan
piutang ragu-ragu adalah cukup untuk menutup
kemungkinan kerugian atas tidak tertagihnya
piutang usaha.
Based on the review of the status of the individual
receivable accounts at the end of the year, the
management believes that the above allowance for
doubtful accounts is adequate to cover any
possible losses that may arise from the non-
collection of trade receivables.
6. PIUTANG SEWA PEMBIAYAAN 6. FINANCE LEASE RECEIVABLES
SCU dan EPN mempunyai beberapa perjanjian
sewa pembiayaan untuk peralatan komputer dan
truk tangki dengan PT Pertamina (Persero),
PT Pertamina EP, PT Pertamina Hulu Energi dan
kelompok usaha Chevron.
SCU and EPN have several lease agreements for
computer equipment and tank trucks with
PT Pertamina (Persero), PT Pertamina EP,
PT Pertamina Hulu Energi and Chevron business
group.
Pada tanggal 31 Desember 2009 dan 2008, saldo
piutang sewa pembiayaan masing-masing adalah
$AS571,0 ribu dan Rp18,8 miliar atau keseluruhan
setara dengan Rp24,2 miliar, dan $AS651,3 ribu
dan Rp6,2 miliar atau keseluruhan setara dengan
Rp13,3 miliar, dengan jadwal penerimaan sewa
minimum di masa yang akan datang berdasarkan
perjanjian sewa adalah sebagai berikut:
As of December 31, 2009 and 2008, the balances
of finance lease receivables amounted to
US$571.0 thousand and Rp18.8 billion or a total
equivalent to Rp24.2 billion, and US$651.3
thousand and Rp6.2 billion or a total equivalent to
Rp13.3 billion, respectively, with a minimum lease
receipt schedule under the lease agreements as
follows:
2009 2008
Sampai dengan satu tahun 16.928 11.945 Less than a year
Lebih dari satu tahun
sampai dengan tiga tahun 12.931 2.296 More than a year until three years
Lebih dari tiga tahun 17.029 - More than three years
Jumlah 46.888 14.241 Total
Penghasilan bunga yang belum jatuh tempo (22.735) (956) Amount applicable to interest
Nilai sekarang dari penerimaan minimum 24.153 13.285 Present value of the minimum receipts
Bagian yang jatuh tempo dalam satu tahun (8.644) (11.202) Current maturities
Bagian jangka panjang 15.509 2.083 Long-term portion
Informasi Tambahan Additional Information Laporan Keuangan Konsolidasi Consolidated Financial statement 251
2009 Elnusa Annual Report
The original consolidated financial statements included herein are in
Indonesian language.
PT ELNUSA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASI
Tahun yang Berakhir pada Tanggal-tanggal
31 Desember 2009 dan 2008
(Disajikan dalam Jutaan Rupiah,
Kecuali Dinyatakan Lain)
PT ELNUSA Tbk AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
STATEMENTS
Years Ended December 31, 2009 and 2008
(Expressed in Millions of Rupiah,
Unless Otherwise Stated)
35
7. SALDO, TRANSAKSI DAN SIFAT HUBUNGAN
DENGAN PIHAK-PIHAK YANG MEMPUNYAI
HUBUNGAN ISTIMEWA
7. SIGNIFICANT TRANSACTIONS AND
ACCOUNTS WITH RELATED PARTIES
Perusahaan dan Anak perusahaan, dalam
kegiatan usaha yang normal melakukan transaksi
dengan pihak yang mempunyai hubungan
istimewa, terutama yang berhubungan dengan
transaksi penjualan, pembelian dan keuangan,
yang dilakukan pada harga, persyaratan dan
kondisi yang sama sebagaimana dilakukan dengan
pihak ketiga.
The Company and Subsidiaries, in their regular
conduct of business have engaged in transactions
with related parties principally consisting of sales,
purchases and financing transactions with the
same price, requirements and conditions as if the
transactions are conducted with third parties.
Rincian transaksi dengan pihak yang mempunyai
hubungan istimewa dengan jumlah Rp1,0 miliar
atau lebih adalah sebagai berikut:
The details of transactions with related parties with
amounts of Rp1.0 billion or above are as follows:
2009 2008
Pendapatan usaha: Operating revenues:
PT Pertamina EP 990.492 611.176 PT Pertamina EP
PT Pertamina (Persero) 301.161 237.543 PT Pertamina (Persero)
PT Pertamina Geothermal Energy 154.593 19.854 PT Pertamina Geothermal Energy
PT Pertamina Gas 134.687 1.957 PT Pertamina Gas
Elnusa Tristar Ramba Ltd., Elnusa Tristar Ramba Ltd.,
British Virgin Islands 5.038 - British Virgin Islands
PT Patra Niaga 3.507 1.297 PT Patra Niaga
PT Petrindo Nusa Persada (dahulu PT Petrindo Nusa Persada (formerly
PT Patraindo Nusa Pertiwi) 851 1.722 PT Patraindo Nusa Pertiwi)
Lain-lain (masing-masing di bawah
Rp1,0 miliar) 1.325 1.158 Others (below Rp1.0 billion each)
Jumlah 1.591.654 874.707 Total
Pembelian: Purchases:
PT Pertamina (Persero) 709.783 343.538 PT Pertamina (Persero)
Koperasi Karyawan Elnusa 24.088 30.552 Koperasi Karyawan Elnusa
PT Patra Niaga 11.817 577 PT Patra Niaga
PT Patra Logistik - 35 PT Patra Logistik
Jumlah 745.688 374.702 Total
Jumlah pendapatan usaha dari pihak yang
mempunyai hubungan istimewa adalah masing-
masing sebesar 43,46% dan 34,38% dari jumlah
pendapatan usaha konsolidasi pada tahun 2009
dan 2008, sedangkan jumlah pembelian dari pihak
yang mempunyai hubungan istimewa adalah
masing-masing sebesar 20,36% dan 14,73% dari
jumlah pendapatan usaha konsolidasi pada tahun
2009 dan 2008.
Total operating revenues derived from related
parties accounted for about 43.46% and 34.38%
from total consolidated operating revenues in 2009
and 2008, respectively, while purchases from
related parties accounted for about 20.36% and
14.73% from total consolidated operating revenues
in 2009 and 2008, respectively.
Rincian saldo atas transaksi di luar usaha pokok
dengan pihak yang mempunyai hubungan
istimewa pada tanggal 31 Desember 2009 dan
2008 adalah sebagai berikut:
The outstanding balances of non-trade
transactions with related parties as of
December 31, 2009 and 2008 are as follows:
Informasi Tambahan Additional Information Laporan Keuangan Konsolidasi Consolidated Financial statement
252
Laporan Tahunan Elnusa 2009
The original consolidated financial statements included herein are in
Indonesian language.
PT ELNUSA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASI
Tahun yang Berakhir pada Tanggal-tanggal
31 Desember 2009 dan 2008
(Disajikan dalam Jutaan Rupiah,
Kecuali Dinyatakan Lain)
PT ELNUSA Tbk AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
STATEMENTS
Years Ended December 31, 2009 and 2008
(Expressed in Millions of Rupiah,
Unless Otherwise Stated)
36
7. SALDO, TRANSAKSI DAN SIFAT HUBUNGAN
DENGAN PIHAK-PIHAK YANG MEMPUNYAI
HUBUNGAN ISTIMEWA (lanjutan)
7. SIGNIFICANT TRANSACTIONS AND
ACCOUNTS WITH RELATED PARTIES
(continued)
2009 2008
Piutang pihak yang mempunyai hubungan Due from related parties
istimewa (Aset tidak lancar): (Non-current assets):
PT Patra Telekomunikasi Indonesia 5.604 5.604 PT Patra Telekomunikasi Indonesia
PT Perta Insana 4.297 4.987 PT Perta Insana
PT Pertamina (Persero) 3.276 3.742 PT Pertamina (Persero)
Muhammad Jauzi Arif 2.400 2.400 Muhammad Jauzi Arif
PT Petrindo Nusa Persada (dahulu PT Petrindo Nusa Persada (formerly
PT Patraindo Nusa Pertiwi) 1.982 2.274 PT Patraindo Nusa Pertiwi)
PT Patra Logistik 1.813 3.274 PT Patra Logistik
Syaiful Huda 1.800 1.800 Syaiful Huda
Yogi Sukmana 1.800 1.800 Yogi Sukmana
Koperasi Karyawan Elnusa 929 823 Koperasi Karyawan Elnusa
PT Nusakontrindo Widyatama 786 786 PT Nusakontrindo Widyatama
Lain-lain (masing-masing di bawah
Rp500,0 juta) 283 669 Others (below Rp500.0 million each)
Jumlah 24.970 28.159 Total
Penyisihan piutang ragu-ragu (4.297) - Allowance for doubtful accounts
Bersih 20.673 28.159 Net
Hutang pihak yang mempunyai hubungan Due to related parties
istimewa (Kewajiban tidak lancar): (Non-current liabilities):
PT Pertamina (Persero) 60.000 - PT Pertamina (Persero)
PT Tri Daya Esta 54.231 17.497 PT Tri Daya Esta
PT Tugu Pratama Indonesia 1.407 1.591 PT Tugu Pratama Indonesia
Lain-lain (masing-masing di bawah
Rp500,0 juta) 445 493 Others (below Rp500.0 million each)
Jumlah 116.083 19.581 Total
Ringkasan sifat dari hubungan dan jenis transaksi
yang signifikan dengan pihak yang mempunyai
hubungan istimewa adalah sebagai berikut:
The summary of the nature of relationship and
significant transaction with related parties are as
follows:
Pihak yang Mempunyai
Hubungan Istimewa/ Sifat Hubungan Istimewa/ Jenis Transaksi/
No. Name of Related Party Nature of Relationship Nature of Transaction
1. PT Pertamina (Persero) Pemegang saham Penjualan jasa, pembelian
Perusahaan/ barang dagangan dan
Shareholder hutang dividen/
Sales of services, purchases
of merchandise inventories
and dividends payable
2. PT Tri Daya Esta Pemegang saham Hutang dividen/
Perusahaan/ Dividends payable
Shareholder
3. Koperasi Karyawan Elnusa Pemegang saham Sewa dan pembelian peralatan,
Perusahaan/ pemasok fasilitas kantor dan
Shareholder hutang dividen/
Rentals and purchases of
equipment, supplies of
office facilities and
dividends payable
Informasi Tambahan Additional Information Laporan Keuangan Konsolidasi Consolidated Financial statement 253
2009 Elnusa Annual Report
The original consolidated financial statements included herein are in
Indonesian language.
PT ELNUSA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASI
Tahun yang Berakhir pada Tanggal-tanggal
31 Desember 2009 dan 2008
(Disajikan dalam Jutaan Rupiah,
Kecuali Dinyatakan Lain)
PT ELNUSA Tbk AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
STATEMENTS
Years Ended December 31, 2009 and 2008
(Expressed in Millions of Rupiah,
Unless Otherwise Stated)
37
7. SALDO, TRANSAKSI DAN SIFAT HUBUNGAN
DENGAN PIHAK-PIHAK YANG MEMPUNYAI
HUBUNGAN ISTIMEWA (lanjutan)
7. SIGNIFICANT TRANSACTIONS AND
ACCOUNTS WITH RELATED PARTIES
(continued)
Pihak yang Mempunyai
Hubungan Istimewa/ Sifat Hubungan Istimewa/ Jenis Transaksi/
No. Name of Related Party Nature of Relationship Nature of Transaction
4. PT Pertamina EP Perusahaan afiliasi/ Penjualan jasa/
Affiliate Sales of services
5. PT Pertamina Gas Perusahaan afiliasi/ Penjualan jasa/
Affiliate Sales of services
6. PT Pertamina Geothermal Energy Perusahaan afiliasi/ Penjualan barang dan jasa/
Affiliate Sales of goods and services
7. PT Patra Niaga Perusahaan afiliasi/ Sewa ruangan dan
Affiliate pembelian barang dagangan/
Rentals of building space and
purchase of merchandise
inventories
8. PT Patra Logistik Perusahaan afiliasi/ Sewa bangunan dan
Affiliate transaksi keuangan/
Rentals of building and
financing transaction
9. PT Perta Insana Perusahaan afiliasi/ Transaksi keuangan/
Affiliate Financing transaction
10. PT Petrindo Nusa Persada Perusahaan afiliasi/ Sewa tanah dan
(dahulu/formerly Affiliate bangunan/
PT Patraindo Nusa Pertiwi) Rentals of land and
building
11. PT Nusakontrindo Widyatama Perusahaan afiliasi/ Penjualan jasa/
Affiliate Sales of services
12. PT Tugu Pratama Indonesia Perusahaan afiliasi/ Jasa asuransi/
Affiliate Insurance services
13. Elnusa Tristar Ramba Ltd., Perusahaan asosiasi/ Penjualan jasa/
British Virgin Islands Associate Sales of services
14. PT Patra Telekomunikasi Indonesia Perusahaan asosiasi/ Sewa satelit dan
Associate piutang dividen/
Satellite rental and
dividends receivable
15. Muhammad Jauzi Arif, Manajemen Perusahaan/ Penjualan saham
Yogi Sukmana dan/and Members of the Management PT Geosains/
Syaiful Huda of the Company Sales of shares of stock
in PT Geosains
Informasi Tambahan Additional Information Laporan Keuangan Konsolidasi Consolidated Financial statement
254
Laporan Tahunan Elnusa 2009
The original consolidated financial statements included herein are in
Indonesian language.
PT ELNUSA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASI
Tahun yang Berakhir pada Tanggal-tanggal
31 Desember 2009 dan 2008
(Disajikan dalam Jutaan Rupiah,
Kecuali Dinyatakan Lain)
PT ELNUSA Tbk AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
STATEMENTS
Years Ended December 31, 2009 and 2008
(Expressed in Millions of Rupiah,
Unless Otherwise Stated)
38
8. PERSEDIAAN 8. INVENTORIES
Persediaan terdiri dari: Inventories consist of:
2009 2008
Barang kebutuhan proyek 78.710 69.351 Project materials
Barang dagangan 3.231 2.853 Merchandise inventories
Barang jadi 2.124 2.893 Finished goods
Barang dalam proses 578 441 Work in process
Bahan baku 174 512 Raw materials
Jumlah 84.817 76.050 Total
Penyisihan persediaan usang (1.017) (1.441) Allowance for inventories obsolescence
Bersih 83.800 74.609 Net
Mutasi penyisihan persediaan usang adalah
sebagai berikut:
The movements of allowance for inventories
obsolescence are as follows:
2009 2008
Saldo awal tahun 1.441 - Beginning balance
Penyisihan tahun berjalan - 1.441 Provision during the year
Penjualan persediaan usang (424) - Sale of obsolescence inventories
Saldo akhir tahun 1.017 1.441 Ending balance
Persediaan barang kebutuhan proyek terutama
merupakan suku cadang milik Perusahaan yang
digunakan dalam proyek.
Project materials represent mainly spare parts
owned by the Company to be used in projects.
Persediaan barang dagangan adalah milik EPN
sedangkan persediaan barang jadi, barang dalam
proses dan bahan baku merupakan persediaan
milik PBN.
Merchandise inventories are owned by EPN, while
finished goods, work in process and raw materials
are owned by PBN.
Persediaan barang dagangan digunakan sebagai
jaminan atas hutang bank (Catatan 14 dan 18).
Merchandise inventories are secured to bank loans
(Notes 14 and 18).
Pada tanggal 31 Desember 2009, beberapa
persediaan barang dagangan telah diasuransikan
dengan nilai pertanggungan sebesar Rp3,0 miliar
pada PT Asuransi Jasa Indonesia (Persero) dan
PT Asuransi Allianz Utama Indonesia, pihak ketiga.
Persediaan barang kebutuhan proyek yang berada
di gudang milik Perusahaan termasuk dalam
perlindungan asuransi bersama-sama dengan aset
tetap (Catatan 11), sementara yang berada di
lokasi proyek termasuk dalam perlindungan
Combined Liability Insurance.
As of December 31, 2009, certain merchandise
inventories are covered by insurance at a total
coverage amounting to Rp3.0 billion with
PT Asuransi Jasa Indonesia (Persero) and
PT Asuransi Allianz Utama Indonesia, third parties.
Project materials located in the Company’s
warehouses are included in the insurance
coverage along with property and equipment (Note
11), while those inventories located in project
areas are included in the Combined Liability
Insurance coverage.
Manajemen berpendapat bahwa asuransi tersebut
telah memadai untuk menutup kerugian yang
mungkin timbul atas persediaan yang
dipertanggungkan. Persediaan lainnya tidak
diasuransikan karena menurut pendapat
manajemen persediaan tersebut bersifat tidak
mudah terbakar (terbuat dari bahan metal) dan
manajemen melakukan upaya pengamanan yang
memadai sehingga mengurangi kemungkinan
adanya pencurian.
The management believes that the insurance
coverage are adequate to cover possible losses
arising from the insured inventories. Other
inventories are not insured since the management
believes that such inventories are not easily
flameable (made from metal) and the related
controls on inventories are already in place in
order to reduce the possibility of theft.
Informasi Tambahan Additional Information Laporan Keuangan Konsolidasi Consolidated Financial statement 255
2009 Elnusa Annual Report
The original consolidated financial statements included herein are in
Indonesian language.
PT ELNUSA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASI
Tahun yang Berakhir pada Tanggal-tanggal
31 Desember 2009 dan 2008
(Disajikan dalam Jutaan Rupiah,
Kecuali Dinyatakan Lain)
PT ELNUSA Tbk AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
STATEMENTS
Years Ended December 31, 2009 and 2008
(Expressed in Millions of Rupiah,
Unless Otherwise Stated)
39
9. UANG MUKA 9. ADVANCES
Uang muka terdiri dari: Advances consist of:
2009 2008
Panjar kerja kebutuhan proyek 152.018 98.332 Advances for projects
Panjar kerja operasi 24.574 54.621 Advances for operations
Uang muka penyertaan Advances for investment in
saham (Catatan 26e) 18.800 22.830 shares of stock (Note 26e)
Lain-lain 4.726 5.314 Others
Jumlah 200.118 181.097 Total
Panjar kerja kebutuhan proyek dan operasi
terutama merupakan uang muka untuk pembelian
dan sewa peralatan, suku cadang, bahan bakar
dan biaya operasi lainnya untuk beberapa proyek
antara lain proyek PT Pertamina (Persero); Virginia
Indonesia Company LLC (VICO), Amerika Serikat;
PT Total E&P Indonesie; Petrochina International
Jabung Ltd., Cina; Marathon International
Petroleum Indonesia Ltd., Amerika Serikat; BP
Berau Ltd., Amerika Serikat; dan PT Pertamina
Geothermal Energy.
Advances for projects and operations mainly
represent advances to suppliers to purchase and
rent equipment, spare parts, fuels and other
operating costs for specific projects, such as
project with PT Pertamina (Persero); Virginia
Indonesia Company LLC (VICO), United States of
America; PT Total E&P Indonesie; Petrochina
International Jabung Ltd., China; Marathon
International Petroleum Indonesia Ltd., United
States of America; BP Berau Ltd., United States of
America; and PT Pertamina Geothermal Energy.
10. PENYERTAAN SAHAM 10. INVESTMENTS IN SHARES OF STOCK
Rincian penyertaan saham adalah sebagai berikut: The details of investments in shares of stock are
as follows:
2009
Akumulasi Bagian atas
Laba (Rugi) Bersih
Perusahaan
Asosiasi - Bersih/
Persentase Accumulated Equity
Kepemilikan/ in Net Earnings
Percentage (Losses) of Nilai Tercatat/
of Biaya Perolehan/ Associated Carrying
Ownership Cost Companies - Net Value
Penyertaan sahamPerusahaan Investments by the Company in shares
of stock
Metode ekuitas Under equity method
PT Patra Telekomunikasi Indonesia 40,00 8.000 28.409 36.409 PT Patra Telekomunikasi Indonesia
Elnusa Tristar Ramba Ltd., Elnusa Tristar Ramba Ltd.,
British Virgin Islands 25,00 1 6.875 6.876 British Virgin Islands
Metode biaya Under cost method
PT Margaraya Jawa Tol 16,87 31.952 - 31.952 PT Margaraya Jawa Tol
PT Patra Teknik (dahulu PT Patra Teknik (formerly
PT Elnusa Petro Teknik) 4,30 1.567 - 1.567 PT Elnusa Petro Teknik)
PT Bhakti Patra Nusantara 10,00 960 - 960 PT Bhakti Patra Nusantara
Jumlah 42.480 35.284 77.764 Total
Penyertaan sahammelalui Anak
perusahaan (EPN) Investments by EPN in shares of stock
Metode biaya Under cost method
PT Petroleum Lima 20,00 500 - 500 PT Petroleum Lima
PT Elnusa Prima Elektrika 7,50 23 - 23 PT Elnusa Prima Elektrika
Jumlah 523 - 523 Total
Penyisihan kerugian atas Provision for possible losses on
penyertaan saham investments in shares of stock in
PT Margaraya Jawa Tol (31.952) - (31.952) PT Margaraya Jawa Tol
PT Bhakti Patra Nusantara (960) - (960) PT Bhakti Patra Nusantara
Bersih 10.091 35.284 45.375 Net
Informasi Tambahan Additional Information Laporan Keuangan Konsolidasi Consolidated Financial statement
256
Laporan Tahunan Elnusa 2009
The original consolidated financial statements included herein are in
Indonesian language.
PT ELNUSA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASI
Tahun yang Berakhir pada Tanggal-tanggal
31 Desember 2009 dan 2008
(Disajikan dalam Jutaan Rupiah,
Kecuali Dinyatakan Lain)
PT ELNUSA Tbk AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
STATEMENTS
Years Ended December 31, 2009 and 2008
(Expressed in Millions of Rupiah,
Unless Otherwise Stated)
40
10. PENYERTAAN SAHAM (lanjutan) 10. INVESTMENTS IN SHARES OF STOCK
(continued)
2008
Akumulasi Bagian atas
Laba (Rugi) Bersih
Perusahaan
Asosiasi - Bersih/
Persentase Accumulated Equity
Kepemilikan/ in Net Earnings
Percentage (Losses) of Nilai Tercatat/
of Biaya Perolehan/ Associated Carrying
Ownership Cost Companies - Net Value
Penyertaan sahamPerusahaan Investments by the Company in shares
of stock
Metode ekuitas Under equity method
PT Infomedia Nusantara 49,00 19.600 137.078 156.678 PT Infomedia Nusantara
PT Patra Telekomunikasi Indonesia 40,00 8.000 24.948 32.948 PT Patra Telekomunikasi Indonesia
Elnusa Tristar Ramba Ltd., Elnusa Tristar Ramba Ltd.,
British Virgin Islands 25,00 1 6.875 6.876 British Virgin Islands
PT Jabar Energi 49,00 490 (300) 190 PT Jabar Energi
Metode biaya Under cost method
PT Margaraya Jawa Tol 16,87 31.952 - 31.952 PT Margaraya Jawa Tol
PT Patra Teknik (dahulu PT Patra Teknik (formerly
PT Elnusa Petro Teknik) 4,30 1.567 - 1.567 PT Elnusa Petro Teknik)
PT Bhakti Patra Nusantara 10,00 960 - 960 PT Bhakti Patra Nusantara
Jumlah 62.570 168.601 231.171 Total
Penyertaan sahammelalui Anak
perusahaan (EPN) Investments by EPN in shares of stock
Metode biaya Under cost method
PT Petroleum Lima 20,00 500 - 500 PT Petroleum Lima
PT Elnusa Prima Elektrika 7,50 23 - 23 PT Elnusa Prima Elektrika
Jumlah 523 - 523 Total
Penyisihan kerugian atas Provision for possible losses on
penyertaan saham investments in shares of stock in
PT Margaraya Jawa Tol (31.952) - (31.952) PT Margaraya Jawa Tol
PT Bhakti Patra Nusantara (960) - (960) PT Bhakti Patra Nusantara
Bersih 30.181 168.601 198.782 Net
Rincian bagian atas laba (rugi) bersih perusahaan
asosiasi terdiri dari:
The details of equity in net earnings (losses) of
associated companies are as follows:
2009 2008
PT Infomedia Nusantara 36.570 54.229 PT Infomedia Nusantara
PT Patra Telekomunikasi Indonesia 3.460 2.001 PT Patra Telekomunikasi Indonesia
PT Jabar Energi (235) (137) PT Jabar Energi
Elnusa Tristar Ramba Ltd., Elnusa Tristar Ramba Ltd.,
British Virgin Islands - 6.875 British Virgin Islands
Bersih 39.795 62.968 Net
PT Infomedia Nusantara (IMN) PT Infomedia Nusantara (IMN)
IMN bergerak dalam bidang jasa layanan informasi
dalam bentuk buku petunjuk telepon, media
elektronik dan contact center, content serta
segmen data. Pada tahun 2009 dan 2008,
Perusahaan memperoleh dividen kas dari IMN
masing-masing sebesar Rp32,5 miliar dan Rp25,9
miliar.
IMN is engaged in activities related to information
services under phone directory services, electronic
media and contact center, contents and data
segment. In 2009 and 2008, the Company earned
cash dividends from IMN, which amounted to
Rp32.5 billion and Rp25.9 billion, respectively.
Informasi Tambahan Additional Information Laporan Keuangan Konsolidasi Consolidated Financial statement 257
2009 Elnusa Annual Report
The original consolidated financial statements included herein are in
Indonesian language.
PT ELNUSA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASI
Tahun yang Berakhir pada Tanggal-tanggal
31 Desember 2009 dan 2008
(Disajikan dalam Jutaan Rupiah,
Kecuali Dinyatakan Lain)
PT ELNUSA Tbk AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
STATEMENTS
Years Ended December 31, 2009 and 2008
(Expressed in Millions of Rupiah,
Unless Otherwise Stated)
41
10. PENYERTAAN SAHAM (lanjutan) 10. INVESTMENTS IN SHARES OF STOCK
(continued)
PT Infomedia Nusantara (IMN) (lanjutan) PT Infomedia Nusantara (IMN) (continued)
Berdasarkan Keputusan Pemegang Saham Diluar
Rapat (Sirkuler) IMN tanggal 27 Mei 2009 yang
diaktakan dalam Akta Notaris Sjaaf De Carya
Siregar, S.H., No. 10 tanggal 5 Juni 2009, para
pemegang saham IMN memutuskan untuk
membagikan dividen saham yang berasal dari
kapitalisasi saldo laba sebesar Rp170,0 miliar atau
sebanyak 340.000.000 saham dengan nilai
nominal Rp500 (Rupiah penuh) per saham dimana
sebanyak 166.600.000 saham dialokasikan untuk
Perusahaan dengan jumlah nilai nominal sebesar
Rp83,3 miliar. Dengan demikian, setelah
pembagian dividen saham tersebut, jumlah saham
IMN yang dimiliki Perusahaan adalah sebanyak
205.800.000 saham dengan jumlah nilai nominal
sebesar Rp102,9 miliar.
In accordance with the Circular Shareholders
Meeting of IMN dated May 27, 2009, the minutes
of which were notarized under Notarial Deed
No. 10 dated June 5, 2009 of Sjaaf De Carya
Siregar, S.H., IMN shareholders decided to
distribute share dividends through capitalization of
retained earnings, which amounted to Rp170.0
billion or representing 340,000,000 shares with
nominal value of Rp500 (full amount) per share of
which 166,600,000 shares were allocated to the
Company with a total nominal value of Rp83.3
billion. Accordingly, after the share dividends, the
total IMN shares owned by the Company was
205,800,000 shares with total nominal value of
Rp102.9 billion.
Berdasarkan Rapat Umum Pemegang Saham Luar
Biasa Perusahaan pada tanggal 30 Juni 2009 yang
diaktakan dalam Akta Notaris Sutjipto, S.H.,
No. 247, para pemegang saham Perusahaan
menyetujui untuk menjual seluruh penyertaan
saham Perusahaan sebanyak 205.800.000 saham
pada IMN dengan nilai jual sebesar Rp598,0 miliar
kepada PT Multimedia Nusantara, yang dilakukan
berdasarkan akta jual beli saham yang diaktakan
dalam Akta Notaris Sjaaf De Carya Siregar, S.H.,
No. 25 pada tanggal yang sama. Laba penjualan
saham sebesar Rp437,3 miliar dicatat sebagai
bagian dari “Penghasilan Lain-lain - Laba
Penjualan Penyertaan Saham” pada laporan laba
rugi konsolidasi tahun 2009.
In accordance with the Company’s Shareholders’
Extraordinary General Meeting held on
June 30, 2009, the minutes of which were
notarized under Notarial Deed No. 247 of Sutjipto,
S.H., the Company’s shareholders agreed to sell
all its investment of 205,800,000 shares in IMN at
the selling price of Rp598.0 billion to PT
Multimedia Nusantara, which was effected based
on the deed of sale and purchase of shares
agreement as notarized under Notarial Deed No.
25 on the same date of Sjaaf De Carya Siregar,
S.H. The related gain on sale of shares amounted
to Rp437.3 billion is recognized as part of “Other
Income - Gain on Sale of Investment in Shares of
Stock” in the 2009 consolidated statement of
income.
PT Patra Telekomunikasi Indonesia (Patrakom) PT Patra Telekomunikasi Indonesia (Patrakom)
Patrakom didirikan berdasarkan Akta Notaris
Koesbiono Sarmanhadi, S.H., M.H., No. 100
tanggal 28 September 1995. Saham Patrakom
dimiliki Perusahaan sebesar 40,00%,
PT Telekomunikasi Indonesia Tbk sebesar 40,00%
dan PT Tanjung Mustika sebesar 20,00%.
Patrakom bergerak dalam bidang perencanaan,
pengadaan, pengembangan, pengoperasian,
pemeliharaan prasarana dan fasilitas jaringan dan
sistem komunikasi VSAT serta jasa
telekomunikasi. Pada tahun 2008, Perusahaan
memperoleh dividen kas dari Patrakom sebesar
Rp1,9 miliar. Pada tahun 2009, tidak ada dividen
kas yang dibagikan oleh Patrakom.
Patrakom was established based on Notarial Deed
No. 100 dated September 28, 1995 of Koesbiono
Sarmanhadi, S.H., M.H., with share ownerships
held by the Company at 40.00%,
PT Telekomunikasi Indonesia Tbk at 40.00% and
PT Tanjung Mustika at 20.00%. Patrakom is
engaged in activities related to planning,
supplying, developing, operating, maintaining
utilities and network facilities and VSAT
communication systems and telecommunication
services. In 2008, the Company earned cash
dividend from Patrakom, which amounted to Rp1.9
billion. In 2009, there is no cash dividend
distributed by Patrakom.
Informasi Tambahan Additional Information Laporan Keuangan Konsolidasi Consolidated Financial statement
258
Laporan Tahunan Elnusa 2009
The original consolidated financial statements included herein are in
Indonesian language.
PT ELNUSA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASI
Tahun yang Berakhir pada Tanggal-tanggal
31 Desember 2009 dan 2008
(Disajikan dalam Jutaan Rupiah,
Kecuali Dinyatakan Lain)
PT ELNUSA Tbk AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
STATEMENTS
Years Ended December 31, 2009 and 2008
(Expressed in Millions of Rupiah,
Unless Otherwise Stated)
42
10. PENYERTAAN SAHAM (lanjutan) 10. INVESTMENTS IN SHARES OF STOCK
(continued)
PT Jabar Energi (JE) PT Jabar Energi (JE)
Pada tanggal 23 Februari 2006, berdasarkan Akta
Notaris A. Budy Prihastyanti Surjaningsih, S.H.,
M.H., No. 2, Perusahaan melakukan penyertaan
saham pada JE sebesar Rp245,0 juta atas
kepemilikan 49,00%. JE bergerak dalam bidang
jasa pertambangan minyak, gas bumi dan panas
bumi, industri pengilangan minyak, pengolahan
gas bumi dan industri barang-barang dari hasil
pengilangan minyak bumi, perdagangan besar dan
eceran khusus bahan bakar dan minyak pelumas,
angkutan dengan saluran pipa, ketenagalistrikan,
gas dan pengadaan energi alternatif pengganti
minyak bumi. Pada tanggal 2 Desember 2009,
penyertaan saham pada JE telah dijual kepada
PT Jasa Sarana dengan harga nominal, yaitu
sebesar Rp490,0 juta. Laba penjualan saham
tersebut adalah sebesar Rp535,3 juta dan dicatat
sebagai bagian dari “Penghasilan Lain-lain - Laba
Penjualan Penyertaan Saham” pada laporan laba
rugi konsolidasi tahun 2009.
On February 23, 2006, based on the Notarial Deed
No. 2 of A. Budy Prihastyanti Surjaningsih, S.H.,
M.H., the Company acquired the shares of stock in
JE representing 49.00% equity interest at Rp245.0
million. JE is engaged in oil, gas and geothermal
mining, oil exploration industry, gas production and
other products from oil exploration, trading of fuel
and lubricant oil products, transportation with pipe,
electricity, gas and other alternative energy
supplies. On December 2, 2009, the investment in
JE was sold to PT Jasa Sarana at par value of
Rp490.0 million. The related gain on sale of such
shares amounting to Rp535.3 million is recognized
as part of “Other Income - Gain on Sale of
Investment in Shares of Stock” in the 2009
consolidated statement of income.
Elnusa Tristar Ramba Ltd. (ETRL), British Virgin
Islands
Elnusa Tristar Ramba Ltd. (ETRL), British Virgin
Islands
Pada tanggal 25 Mei 2007, Perusahaan
mengadakan perjanjian jual beli saham (Share
Sale and Purchase Agreement/SSPA) dengan
ConocoPhillips Indonesia Holding Ltd. (COPI),
British Virgin Islands, dimana Perusahaan setuju
untuk membeli seluruh kepemilikan saham COPI
pada ConocoPhillips Ramba Ltd. (CPRL),
Bermuda, dengan harga $AS20,0 juta dimana
akan dilakukan penyesuaian sesuai dengan
perhitungan modal kerja (working capital) yang
telah disepakati dan dituangkan dalam “Settlement
Statement”. Berdasarkan SSPA tersebut, CPRL
memiliki 60,00% participating interest pada
Kontrak Bantuan Teknis/Technical Assistance
Contract di Blok Ramba, Sumatera Selatan (TAC
Ramba).
On May 25, 2007, the Company has entered into a
Share Sale and Purchase Agreement (SSPA) with
ConocoPhillips Indonesia Holding Ltd. (COPI),
British Virgin Islands, whereby the Company
agreed to buy all COPI’s shares in ConocoPhillips
Ramba Ltd., (CPRL), Bermuda, at a purchase
price of US$20.0 million, which will be adjusted
according to the final calculation of the agreed
Actual Working Capital amount as stated in the
Settlement Statement. Based on the SSPA, CPRL
shall own 60.00% participating interest in the
Technical Assistance Contract located in Ramba
Block, South Sumatera (TAC Ramba).
TAC Ramba merupakan TAC antara Pertamina
dengan Asamera (South Sumatra) Ltd. tertanggal
27 April 1989 dengan jangka waktu selama 20
(dua puluh) tahun terhitung sejak tanggal
16 Oktober 1990.
TAC Ramba represents TAC between Pertamina
and Asamera (South Sumatra) Ltd. dated
April 27, 1989, with period covering 20 (twenty)
years since October 16, 1990.
Berdasarkan perjanjian tertanggal 25 Mei 2007
antara Perusahaan dan TriStar Global Holdings
Corporation (TriStar), British Virgin Islands,
Perusahaan setuju untuk mengalihkan semua hak
dan menovasikan seluruh kewajiban Perusahaan
yang terdapat pada perjanjian SSPA kepada
TriStar dan pada “Closing date” untuk menjual atau
In accordance with the agreement dated
May 25, 2007, by the Company and TriStar Global
Holdings Corporation (TriStar), British Virgin
Islands, the Company agreed to transfer all of its
rights and novate all of its obligations included in
the SSPA to TriStar and, at closing date, to sell or
Informasi Tambahan Additional Information Laporan Keuangan Konsolidasi Consolidated Financial statement 259
2009 Elnusa Annual Report
The original consolidated financial statements included herein are in
Indonesian language.
PT ELNUSA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASI
Tahun yang Berakhir pada Tanggal-tanggal
31 Desember 2009 dan 2008
(Disajikan dalam Jutaan Rupiah,
Kecuali Dinyatakan Lain)
PT ELNUSA Tbk AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
STATEMENTS
Years Ended December 31, 2009 and 2008
(Expressed in Millions of Rupiah,
Unless Otherwise Stated)
43
10. PENYERTAAN SAHAM (lanjutan) 10. INVESTMENTS IN SHARES OF STOCK
(continued)
Elnusa Tristar Ramba Ltd. (ETRL), British Virgin
Islands (lanjutan)
Elnusa Tristar Ramba Ltd. (ETRL), British Virgin
Islands (continued)
mengalihkan seluruh hak kepemilikan Perusahaan
pada CPRL sehubungan dengan pembiayaan
untuk pembayaran modal kerja dan pengeluaran
barang modal (pre-operating cost) sebelum
pendirian perusahaan dalam bentuk kerjasama
operasi (joint venture company/JVCO). JVCO yang
akan dibentuk akan dimiliki oleh TriStar sebesar
75,00% dan Perusahaan sebesar 25,00%, dimana
seluruh porsi kepemilikan Perusahaan pada JVCO
dijaminkan pada TriStar. Dalam perjanjian ini juga
dinyatakan bahwa semua pendapatan yang telah
dan akan diperoleh dari JVCO dan CPRL
berdasarkan TAC dan perjanjian kerjasama dan
atau kontrak lainnya akan terlebih dahulu
digunakan untuk membayar TriStar sampai dengan
dilunasinya jumlah keseluruhan harga pembelian
ditambah dengan tambahan biaya dan internal rate
of return (IRR) sebesar 20,00% dari seluruh jumlah
tersebut. Penerimaan bersih selanjutnya (setelah
dikurangi dengan kebutuhan modal kerja/
pembentukan cadangan yang dipersyaratkan)
akan dibagi secara pro rata di antara pemilik
JVCO.
transfer all of its equity interest in the capital of
CPRL in relation with funding working capital and
capital expenditures (pre-operating cost) prior to
the establishment of a joint venture company
(JVCO). The established JVCO will be owned
75.00% by TriStar and 25.00% by the Company,
whereby all of the Company’s interest in the capital
of JVCO shall be pledged to TriStar. The
agreement also stated that all the revenues
received and will be received from JVCO and
CPRL under the TAC and the operating agreement
and/or other contracts shall be paid first to TriStar
until it is able to recover the aggregate of the
purchase price, additional expenses and an
internal rate of return (IRR) of 20.00% calculated
on the sum of the purchase price and additional
expenses. Thereafter, such net proceeds (after
deducting working capital/reserve requirements)
will be paid pro rata to the shareholders of JVCO.
Berdasarkan surat Perusahaan tertanggal
2 Juli 2007 dan surat COPI tertanggal 4 Juli 2007,
Perusahaan dan COPI setuju untuk mengubah
beberapa hal, diantaranya pihak pembeli saham
CPRL yang semula adalah Perusahaan berubah
menjadi Elnusa Tristar Ramba Ltd. (ETRL), British
Virgin Islands. ETRL adalah JVCO/perusahaan
yang didirikan pada tanggal 3 Juli 2007 dengan
modal ditempatkan dan disetor penuh sebesar
$AS100,0 dan dimiliki oleh TriStar dan
Perusahaan, masing-masing sebesar 75,00% dan
25,00%.
Based on the Company’s letter dated July 2, 2007
and COPI’s letter dated July 4, 2007, the Company
and COPI agreed to amend certain terms, among
others, the buyer of CPRL, which was initially the
Company, shall become Elnusa Tristar Ramba Ltd.
(ETRL), British Virgin Islands. ETRL is a
JVCO/company established on July 3, 2007 with
issued and fully paid share capital of US$100.0
and is owned by TriStar and the Company at the
percentage of ownership of 75.00% and 25.00%,
respectively.
Berdasarkan Perjanjian “Closing and Amendment”
tertanggal 13 September 2007 oleh dan antara
Perusahaan, TriStar dan ETRL, semua pihak telah
menyetujui beberapa hal diantaranya: (1) “Closing
date” yang disebutkan dalam SSPA diubah dari
tanggal 1 Juli 2007 menjadi 14 September 2007;
(2) Jika disetujui oleh COPI, Perusahaan
menyetujui bahwa harga pembelian saham yang
harus dibayarkan ke COPI dikurangi dengan
(a) nilai persediaan yang merupakan cost recovery
dan atau sebaliknya tidak dapat dialokasikan oleh
COPI, (b) sejumlah tertentu atas piutang pajak
pertambahan nilai (PPN), (c) seluruh saldo kas dari
tanggal 1 Januari 2007 sampai dengan “Closing
date”; (3) Perusahaan menyetujui pada saat
“Closing date” menjaminkan seluruh kepemilikan
sahamnya di ETRL kepada kreditur yang
memberikan pinjaman kepada TriStar.
Based on the Closing and Amendment Agreement
dated September 13, 2007, by and between the
Company, TriStar and ETRL, all parties agreed on
certain matters, among others: (1) The Closing
date as defined in the SSPA shall be extended
from July 1, 2007, to September 14, 2007; (2) If
agreed by COPI, the Company agreed that the
purchase price payable to COPI shall be reduced
by (a) amount of inventory which represents the
cost recovery and/or otherwise can not be properly
allocated by COPI, (b) certain amount of value
added tax (VAT) receivables, (c) all cash balance
from January 1, 2007 up to the Closing date;
(3) The Company shall, at Closing date, pledged
all of its share ownership in ETRL to the lenders
who provide funding to TriStar.
Informasi Tambahan Additional Information Laporan Keuangan Konsolidasi Consolidated Financial statement
260
Laporan Tahunan Elnusa 2009
The original consolidated financial statements included herein are in
Indonesian language.
PT ELNUSA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASI
Tahun yang Berakhir pada Tanggal-tanggal
31 Desember 2009 dan 2008
(Disajikan dalam Jutaan Rupiah,
Kecuali Dinyatakan Lain)
PT ELNUSA Tbk AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
STATEMENTS
Years Ended December 31, 2009 and 2008
(Expressed in Millions of Rupiah,
Unless Otherwise Stated)
44
10. PENYERTAAN SAHAM (lanjutan) 10. INVESTMENTS IN SHARES OF STOCK
(continued)
Elnusa Tristar Ramba Ltd. (ETRL), British Virgin
Islands (lanjutan)
Elnusa Tristar Ramba Ltd. (ETRL), British Virgin
Islands (continued)
Pada tanggal 20 September 2007, ETRL dan
CPRL mengadakan perjanjian penggabungan
usaha dimana ETRL dan CPRL sepakat bahwa
seluruh usaha, aset, operasi, kontrak, hak,
kewajiban dan karyawan CPRL akan dialihkan
kepada ETRL, dimana ETRL sebagai perusahaan
penerus kegiatan usaha (surviving company).
Lebih lanjut, ETRL dan CPRL sepakat bahwa
ETRL akan menjadi operator TAC Ramba.
On September 20, 2007, ETRL and CPRL entered
into a merger agreement whereby ETRL and
CPRL agreed that the entire business, assets,
operations, contractual undertakings, rights,
liabilities and employees of CPRL shall be
transferred to ETRL, such that ETRL shall be the
surviving company. Furthermore, ETRL and CPRL
agreed that ETRL shall be the operator of TAC
Ramba.
Pada tanggal 21 September 2007, TriStar telah
melakukan pelunasan pembayaran ke COPI atas
pembelian saham CPRL dan disepakati sebagai
tanggal “Closing date”.
On September 21, 2007, TriStar had settled the
payment to COPI for the purchase of CPRL’s
shares and this date was then agreed as the
Closing date.
Perusahaan mencatat bagian atas laba bersih
ETRL dalam laporan keuangan konsolidasi
berdasarkan hasil operasi ETRL yang disesuaikan
dengan jumlah pemenuhan kewajiban kepada
Tristar di atas.
The Company has recognized the equity in net
earnings of ETRL in the consolidated financial
statements based on the operation result of ETRL
which has been adjusted by the amount of liability
to Tristar above.
Pada tanggal 10 Maret 2010, Perusahaan
menandatangani Perjanjian Jual Beli Saham
Bersyarat (CSPA) dengan Eurorich Group Ltd.
(Eurorich), British Virgin Islands. Berdasarkan
CSPA tersebut, seluruh kepemilikan saham
Perusahaan di ETRL akan dijual ke Eurorich
dengan harga jual sebesar $AS1,0 juta setelah
semua persyaratan terpenuhi selambat-lambatnya
selama 60 (enam puluh) hari setelah tanggal
tersebut di atas.
On March 10, 2010, the Company entered into
Conditional Sale and Purchase Agrement (CSPA)
with Eurorich Group Ltd. (Eurorich), British Virgin
Islands. Based on the CSPA, all the Company’s
share ownership in ETRL will be sold to Eurorich at
a selling price of US$1.0 million after all precedent
conditions are fully met at the latest of 60 (sixty)
days after the above-mentioned date.
PT Margaraya Jawa Tol (Margaraya) PT Margaraya Jawa Tol (Margaraya)
Penyertaan saham pada Margaraya merupakan
penyertaan saham yang dilakukan berdasarkan
perjanjian dengan PT Tri Daya Esta (TDE),
PT Jasa Marga (Persero) (Jasa Marga) dan
Margaraya tertanggal 3 September 1997.
Margaraya didirikan untuk membangun dan
mengoperasikan jalan tol tertentu di Surabaya dan
dimiliki oleh TDE dan Jasa Marga masing-masing
95,00% dan 5,00%. Berdasarkan perjanjian
tersebut, Perusahaan memperoleh 19,50% dari
kepemilikan TDE pada Margaraya yang terdiri dari
16.159.408 saham dengan harga pembelian
Rp16,2 miliar. Selanjutnya, pada tahun 2003,
Margaraya mengeluarkan saham baru dan
Perusahaan hanya mengambil bagian sebesar
Rp15,8 miliar yang terdiri dari 15.793.000 saham
sehingga kepemilikan Perusahaan pada
Margaraya terdilusi dari 19,50% menjadi 16,87%.
Investment in Margaraya represents an investment
made through an agreement dated September 3,
1997 with PT Tri Daya Esta (TDE), PT Jasa Marga
(Persero) (Jasa Marga) and Margaraya. Margaraya
was established to construct and operate certain
toll roads in Surabaya of which TDE and Jasa
Marga had equity interest of 95.00% and 5.00%,
respectively. Under the agreement, the Company
acquired 19.50% of TDE’s equity interest in
Margaraya which consisted of 16,159,408 shares
for a total consideration of Rp16.2 billion.
Subsequently, in 2003, Margaraya issued new
shares in which the Company subscribed
15,793,000 shares which amounted to Rp15.8
billion that resulted to the dilution of the Company’s
equity interest in Margaraya from 19.50% to
16.87%.
Informasi Tambahan Additional Information Laporan Keuangan Konsolidasi Consolidated Financial statement 261
2009 Elnusa Annual Report
The original consolidated financial statements included herein are in
Indonesian language.
PT ELNUSA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASI
Tahun yang Berakhir pada Tanggal-tanggal
31 Desember 2009 dan 2008
(Disajikan dalam Jutaan Rupiah,
Kecuali Dinyatakan Lain)
PT ELNUSA Tbk AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
STATEMENTS
Years Ended December 31, 2009 and 2008
(Expressed in Millions of Rupiah,
Unless Otherwise Stated)
45
10. PENYERTAAN SAHAM (lanjutan) 10. INVESTMENTS IN SHARES OF STOCK
(continued)
PT Margaraya Jawa Tol (Margaraya) (lanjutan) PT Margaraya Jawa Tol (Margaraya) (continued)
Sehubungan dengan kondisi ekonomi, kegiatan
Margaraya ditunda sehingga terdapat
ketidakpastian apakah Margaraya dapat
meneruskan usahanya. Oleh karenanya,
Perusahaan membentuk penyisihan kemungkinan
kerugian atas seluruh penyertaan saham pada
Margaraya.
Due to the effect of economic condition, the
operations of Margaraya have been postponed
indefinitely; therefore, there is uncertainty whether
Margaraya could continue its operations.
Accordingly, the Company recognized a provision
for possible losses on the full amount of its
investment in Margaraya.
Pada tanggal 19 Juli 2007, Margaraya bersama
dengan Pemerintah Republik Indonesia cq.
Departemen Pekerjaan Umum telah
menandatangani Perjanjian Pengusahaan Jalan
Tol (PPJT) yang merupakan amandemen dari
Perjanjian Kuasa Penyelenggaraan yang telah
ditandatangani pada tanggal 28 Agustus 1997.
On July 19, 2007, Margaraya and the Government
of Republic of Indonesia through the Department
of Public Works entered into Toll Road Business
Agreement (PPJT) which is the amendment of the
“Perjanjian Kuasa Penyelenggaraan” which was
signed on August 28, 1997.
Pada tanggal 23 Desember 2009, para pemegang
saham Margaraya melakukan Kesepakatan
Bersama dimana Margaraya setuju untuk
mengeluarkan saham baru yang akan diambil oleh
Jasa Marga dan PT Pembangunan Perumahan
(Persero) (PP) sehingga kepemilikan saham Jasa
Marga dan PP masing-masing akan menjadi
55,00% dan 20,00%, bergantung kepada Uji
Tuntas dari segi hukum, finansial, teknis dan lalu
lintas yang akan dilakukan terhadap Margaraya.
Apabila hasil Uji Tuntas tersebut positif, maka Jasa
Marga dan PP akan menjadi pemegang saham
dengan proporsi tersebut di atas.
On December 23, 2009, the shareholders of
Margaraya entered into a Mutual Agreement where
Margaraya agreed to issue new shares to be
acquired by Jasa Marga and PT Pembangunan
Perumahan (Persero) (PP) so that share
ownership of Jasa Marga and PP will become
55.00% and 20.00%, respectively, subject to the
legal, financial, technical and traffic Due Diligence
to be performed on Margaraya. If the results of
Due Diligence shall be positive, Jasa Marga and
PP will become shareholders with the share
proportion as stated above.
Sampai dengan tanggal penyelesaian laporan
keuangan konsolidasi, pembangunan jalan tol
belum dimulai karena tanah yang direncanakan
untuk pembangunan jalan tol tersebut masih
dimiliki oleh masyarakat dan belum dibebaskan
oleh pemerintah.
Until the date of completion of the consolidated
financial statements, the construction of the toll
road has not yet been started because the land of
the proposed toll road is still owned by the public
and subject to expropriation by the government.
11. ASET TETAP 11. PROPERTY AND EQUIPMENT
Aset tetap terdiri dari: Property and equipment consist of:
2009
Saldo Awal/ Saldo Akhir/
Beginning Penambahan/ Pengurangan/ Reklasifikasi/ Ending
Balance Additions Deductions Reclassifications Balance
Harga Perolehan Cost
Kepemilikan Langsung Direct Ownership
Tanah 206.159 - - - 206.159 Land
Bangunan, prasarana dan Buildings, improvements and
instalasi 252.136 15.539 157 29.338 296.856 installations
Mesin dan peralatan 1.037.699 137.518 5.118 304.983 1.475.082 Machinery and equipment
Perabotan dan perlengkapan Office furniture, fixture and
kantor 45.440 1.154 100 2.655 49.149 equipment
Alat transportasi 15.846 1.268 354 17.023 33.783 Transportation equipment
Konstruksi baja 131.177 22.197 - 92.498 245.872 Steel constructions
Sub-jumlah 1.688.457 177.676 5.729 446.497 2.306.901 Sub-total
Informasi Tambahan Additional Information Laporan Keuangan Konsolidasi Consolidated Financial statement
262
Laporan Tahunan Elnusa 2009
The original consolidated financial statements included herein are in
Indonesian language.
PT ELNUSA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASI
Tahun yang Berakhir pada Tanggal-tanggal
31 Desember 2009 dan 2008
(Disajikan dalam Jutaan Rupiah,
Kecuali Dinyatakan Lain)
PT ELNUSA Tbk AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
STATEMENTS
Years Ended December 31, 2009 and 2008
(Expressed in Millions of Rupiah,
Unless Otherwise Stated)
46
11. ASET TETAP (lanjutan) 11. PROPERTY AND EQUIPMENT (continued)
2009
Saldo Awal/ Saldo Akhir/
Beginning Penambahan/ Pengurangan/ Reklasifikasi/ Ending
Balance Additions Deductions Reclassifications Balance
Harga Perolehan (lanjutan) Cost (continued)
Kepemilikan Langsung Direct Ownership
(lanjutan) (continued)
Aset Kerjasama Operasi 6.550 - - - 6.550 Joint Operation Assets
Sewa Leases
Alat transportasi 2.375 - - (1.531) 844 Transportation equipment
Mesin dan peralatan 50.583 - - - 50.583 Machinery and equipment
Aset Dalam Penyelesaian Construction in Progress
Bangunan, prasarana dan Buildings, improvements and
instalasi 30.244 15.830 - (39.040) 7.034 installations
Mesin dan peralatan 320.656 138.728 - (408.193) 51.191 Machinery and equipment
Jumlah Harga Perolehan 2.098.865 332.234 5.729 (2.267) 2.423.103 Total Cost
Akumulasi Penyusutan Accumulated Depreciation
Kepemilikan Langsung Direct Ownership
Bangunan, prasarana dan Buildings, improvements and
instalasi 125.993 14.413 139 - 140.267 installations
Mesin dan peralatan 607.648 155.765 3.470 17.598 777.541 Machinery and equipment
Perabotan dan perlengkapan Office furniture, fixture and
kantor 36.922 3.475 91 - 40.306 equipment
Alat transportasi 8.962 1.687 354 3.698 13.993 Transportation equipment
Konstruksi baja 84.917 13.983 - (17.598) 81.302 Steel constructions
Sub-jumlah 864.442 189.323 4.054 3.698 1.053.409 Sub-total
Sewa Leases
Alat transportasi 1.191 182 - (996) 377 Transportation equipment
Mesin dan peralatan 20.022 12.647 - - 32.669 Machinery and equipment
Jumlah Akumulasi Penyusutan 885.655 202.152 4.054 2.702 1.086.455 Total Accumulated Depreciation
Penurunan Nilai Impairment
Kepemilikan Langsung Direct Ownership
Mesin dan peralatan - 4.065 - - 4.065 Machinery and equipment
Nilai Buku 1.213.210 1.332.583 Net Book Value
2008
Saldo Awal/ Saldo Akhir/
Beginning Penambahan/ Pengurangan/ Reklasifikasi/ Ending
Balance Additions Deductions Reclassifications Balance
Harga Perolehan Cost
Kepemilikan Langsung Direct Ownership
Tanah 198.958 7.201 - - 206.159 Land
Bangunan, prasarana dan Buildings, improvements and
instalasi 241.549 1.571 50 9.066 252.136 installations
Mesin dan peralatan 722.489 195.278 7.187 127.119 1.037.699 Machinery and equipment
Perabotan dan perlengkapan Office furniture, fixture and
kantor 49.435 614 3.760 (849) 45.440 equipment
Alat transportasi 17.617 4.143 5.914 - 15.846 Transportation equipment
Konstruksi baja 131.177 - - - 131.177 Steel constructions
Sub-jumlah 1.361.225 208.807 16.911 135.336 1.688.457 Sub-total
Aset Kerjasama Operasi 6.550 - - - 6.550 Joint Operation Assets
Sewa Leases
Alat transportasi 2.375 - - - 2.375 Transportation equipment
Mesin dan peralatan 82.549 - 31.966 - 50.583 Machinery and equipment
Perlengkapan kantor 788 - 788 - - Office equipment
Aset Dalam Penyelesaian Construction in Progress
Bangunan, prasarana dan Buildings, improvements and
instalasi 2.323 36.131 119 (8.091) 30.244 installations
Mesin dan peralatan 49.084 400.351 - (128.779) 320.656 Machinery and equipment
Jumlah Harga Perolehan 1.504.894 645.289 49.784 (1.534) 2.098.865 Total Cost
Informasi Tambahan Additional Information Laporan Keuangan Konsolidasi Consolidated Financial statement 263
2009 Elnusa Annual Report
The original consolidated financial statements included herein are in
Indonesian language.
PT ELNUSA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASI
Tahun yang Berakhir pada Tanggal-tanggal
31 Desember 2009 dan 2008
(Disajikan dalam Jutaan Rupiah,
Kecuali Dinyatakan Lain)
PT ELNUSA Tbk AND SUBSIDIARIES
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL
STATEMENTS
Years Ended December 31, 2009 and 2008
(Expressed in Millions of Rupiah,
Unless Otherwise Stated)
47
11. ASET TETAP (lanjutan) 11. PROPERTY AND EQUIPMENT (continued)
2008
Saldo Awal/ Saldo Akhir/
Beginning Penambahan/ Pengurangan/ Reklasifikasi/ Ending
Balance Additions Deductions Reclassifications Balance
Akumulasi Penyusutan Accumulated Depreciation
Kepemilikan Langsung Direct Ownership
Bangunan, prasarana dan Buildings, improvements and
instalasi 114.190 11.848 45 - 125.993 installations
Mesin dan peralatan 506.685 106.814 5.851 - 607.648 Machinery and equipment
Perabotan dan perlengkapan Office furniture, fixture and
kantor 39.562 2.623 3.729 (1.534) 36.922 equipment
Alat transportasi 12.918 1.958 5.914 - 8.962 Transportation equipment
Konstruksi baja 71.037 13.880 - - 84.917 Steel constructions
Sub-jumlah 744.392 137.123 15.539 (1.534) 864.442 Sub-total
Sewa Leases
Alat transportasi 703 488 - - 1.191 Transportation equipment
Mesin dan peralatan 20.433 12.646 13.057 - 20.022 Machinery and equipment
Perlengkapan kantor 415 - 415 - - Office equipment
Jumlah Akumulasi Penyusutan 765.943 150.257 29.011 (1.534) 885.655 Total Accumulated Depreciation
Nilai Buku 738.951 1.213.210 Net Book Value
Beban penyusutan dialokasikan sebagai berikut: Depreciation is charged as follows:
2009 2008
Beban Pokok Pendapatan Usaha 185.481 136.739 Cost of Operating Revenues
Beban Usaha 16.671 13.518 Operating Expenses
Jumlah 202.152 150.257 Total
Mesin dan peralatan sebagian besar merupakan
peralatan pengeboran rig, liquid mud plant,
peralatan hidrogen sulfida, peralatan mud logging,
peralatan cementing, logging truck, surface testing
unit, snubbing rig, portable wireline, barge dan
peralatan seismik. Konstruksi baja sebagian besar
merupakan peralatan utama pengeboran rig
seperti draw work dan mast stand.
Machinery and equipment consist mainly of drilling
rig, liquid mud plant, hydrogen sulfide equipment,
mud logging unit, cementing unit, logging truck,
surface testing unit, snubbing rig, portable wireline,
barge and seismic equipment. Steel constructions
consist mainly of main parts of drilling rig such as
draw work and mast stand.
Pada tanggal 31 Desember 2009, aset dalam
penyelesaian merupakan biaya pembangunan
gedung serta mesin dan peralatan terutama dalam
bentuk rig, testing barge dan peralatan cementing.
Dinilai dari sudut pandang keuangan, persentase
penyelesaian aset dalam penyelesaian berkisar
antara 5,00% sampai dengan 90,00%.
As of December 31, 2009, construction in progress
represents costs of building and machinery and
equipment mainly for rig, testing barge and
cementing unit. From the financial point of view,
the percentage of completion of the construction in
progress ranged from 5.00% to 90.00%.
Penambahan aset tetap pada tahun 2009 terdiri
dari modular rig dan peralatan pendukung lainnya
dari IDM International Ltd., Siprus, dan beberapa
pemasok lainnya sehubungan dengan
diperolehnya proyek jasa Modular Drilling Rig dari
VICO (Catatan 9 dan 26a). Modular rig tersebut
mulai beroperasi pada bulan November 2009.
Selain itu, Perusahaan juga melakukan pembelian
peralatan seismik dan testing barge.
Additions in property and equipment in 2009
consist of modular rig and other supporting
equipment from IDM International Ltd., Cyprus,
and other suppliers in accordance with the Modular
Drilling Rig services project from VICO (Notes 9
and 26a). The modular rig has started its operation
in November 2009. In addition, the Company also
purchased seismic equipment and testing barge.
Informasi Tambahan Additional Information Laporan Keuangan Konsolidasi Consolidated Financial statement
264
Laporan Tahunan Elnusa 2009
The original consolidated financial statements included herein are in
In