ISSN: 2087-5967

Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada

Bencana

Tanggap

FEB UGM

LUSTRUM
FEB UGM

XI
7
Edisi2010 7 November

Preface
idak terasa, pada edisi kali ini, Ebiz Newletter telah sampai pada edisi ke tujuh. Bersamaan dengan itu, Fakultas Ekonomika dan Bisnis UGM (FEB UGM) memasuki Lustrum ke-XI atau usia yang ke-55 tahun. Di usia yang tidak muda lagi, FEB UGM semakin percaya diri menjejakkan kaki melintasi benua. Bertambahnya jumlah peserta student exchange dan seminar bertaraf internasional merupakan suatu bukti bahwa nama FEB UGM patut diperhitungkan di kancah dunia pendidikan internasional. Hadir di penghujung tahun 2010, Ebiz menyajikan liputan khusus mengenai FEB UGM Tanggap Bencana, Lustrum XI FEB UGM, Welcome Cocktail mahasiswa asing, dan Syawalan keluarga besar FEB UGM. Tidak ketinggalan, edisi kali ini juga akan mengetengahkan berita-berita dari unit-unit di lingkungan FEB UGM. Sejak Merapi erupsi banyak hal dilakukan segenap sivitas akademika FEB UGM, kebijakan darurat dibuat serta penggalangan bantuan dilakukan. Semua perhatian tercurah pada korban dan dampak erupsi Merapi di Yogyakarta. FEB UGM Tanggap Bencana mengulas mengenai topik ini. Berbicara mengenai kiprah mahasiswa dan dosen memang tiada habisnya. Selain aktif dalam kegiatan perkuliahan, mahasiswa juga bersemangat dalam meraih prestasi dalam kompetisi-kompetisi baik yang bersifat akademik maupun non akademik. Tidak kalah menariknya apabila dicermati kiprah dosen pada bidang penelitian dan karya-karya yang telah disumbangkan kepada FEB UGM khususnya dan masyarakat pada umumnya. Bertepatan dengan momen penting, Lustrum XI, Ebiz Newsletter berganti nama menjadi eb news. Hadir dengan semangat ke-khas-an Ekonomika dan Bisnis nya, singkat dan padat, ini diharapkan dapat menjadi sarana penyebarluasan informasi bagi civitas akademica FEB UGM dan selalu berbenah untuk menjadi lebih baik lagi. Dengan nama barunya, eb news juga hadir secara online di http://www.feb.ugm.ac.id/ebnews. Akhirnya, saya ucapkan selamat menikmati setiap rubrik pada edisi kali ini dan kunjungilah eb news online untuk update berita mengenai FEB UGM tercinta ini, Semoga bermanfaat. Terima kasih. November 2010

Content
20
LUSTRUM XI FEB UGM Serangkaian kegiatan
menyemarakkan Lustrum XI Fakultas Ekonomika dan Bisnis UGM. Di usianya yang ke-55 tahun kali ini Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (FEB UGM) mengangkat tema “Go Green: Taking Nature into Account”

T

30

Menggagas 3 | Preface 4 | Content Reformasi 5 | What’s Up FEB dari Kampus Biru Sony Warsono-bin-Hardono akan 20 | Special Report
28 | News from Abroad
Edy Junarsin, Ph.D: Sekolah Doktoral Bisnis: Tradisi Masa Lalu dan Tantangan Era Modern

Kacamata Sukanto Reksohadiprodjo

35 | Alumni Corner
Thatit Guritno, Keselarasan Akademik dan Hobi yang Membawa Kesuksesan

membahas gagasan reformasi akuntansi berbasis matematika yang akan memberi banyak manfaat bagi dunia akuntansi

36 P2EB
Fakultas Ekonomika dan Bisnis UGM memiliki unit penelitian baru bernama Lembaga Penelitian dan Pelatihan Ekonomika dan Bisnis (P2EB FEB UGM) yang secara resmi dibentuk pada tanggal 1 Juli 2010.

30 | Lecture’s Article
Sony Warsono-bin-Hardono: Menggagas Reformasi dari Kampus Biru

36 | Unit News 41 | Scholarship and Recruitment 42 | Around Bulaksumur
Pusat Kebudayaan Koesnadi Hardjasoemantri “membentuk manusia susila yang berbudi luhur”

33 | Partnership
Kunjungan Kerjasama Faculty of Economics and Commerce, University of Melbourne di Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada

43 | Facilities
Wisma MM: Friendliness in Academic Atmosphere

34 | Who’s Who
UGM Sebagai Research University dari

44 | Exchange Student’s Comment

Percetakan
Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada

Editor
Hestining Kurniastuti Erma Wheni Hertuti Dwi Andi Rohmatika

ADITYA MEDIA
Jl. Bimasakti 19 Yogyakarta T: + 62 274 520 612, 520 613 F: + 62 274 520 612, 520 613 E: adityamediajogja@yahoo.com

Tim Liputan
Fris Winayoga Prastowo Prima Yustitia Lukitasari

Prof. Marwan Asri, MBA., Ph.D Dekan

Diterbitkan oleh
Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada
Jl. Sosio Humaniora Bulaksumur, Yogyakarta 55281 T: + 62 274 548 510 (hunting) F: + 62 274 563 212 E: dekan@feb.ugm.ac.id W: http://www.feb.ugm.ac.id

Pengarah
Prof. Marwan Asri, MBA., Ph.D (Dekan) B.M. Purwanto, MBA., Ph.D (Wakil dekan Bidang Akademik, Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat) Eko Suwardi, M.Sc., Ph.D (Wakil Dekan Bidang Administrasi, Keuangan dan Sumber Daya Manusia)

Artistik
Lingga Binangkit Wana Darma

Sampul Depan
Oleh: Agung Budiono Alumni Fakultas Ekonomika dan Bisnis UGM jurusan Ilmu Ekonomi angkatan 2003 dan sekarang bekerja sebagai jurnalis di Harian Republika.

Penanggung Jawab
Prof. Wihana Kirana Jaya, M.Soc.Sc, Ph.D (Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, Alumni, Kerjasama dan Pengembangan Usaha)

What’s up FEB

What’s up FEB

SIMFONI 2010:

Parade Penyambutan Mahasiswa Baru
ebuah tradisi penyambutan khusus dipersiapkan bagi anggota keluarga baru sivitas akademika Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) UGM. Tradisi tahunan itu dijuluki SIMFONI. Sebuah akronim untuk Sosialisasi dan Inisiasi Mahasiswa Fakultas Ekonomika dan Bisnis. Bolehlah kita sebut agenda akbar ini sebagai OSPEK a la FEB UGM. Dikatakan 'a la FEB UGM' karena memang berbeda, tidak menonjolkan unsur perploncoan layaknya konsep OSPEK yang dikenal masyarakat. SIMFONI menekankan penanaman berbagai nilai positif kepada mahasiswa baru, seperti cinta tanah air, kekeluargaan, dan sebagainya. SIMFONI kembali menunjukkan kinerja mengagumkan dengan memberikan sambutan termanis bagi mahasiswa baru tahun ajaran 2010/2011 pada 19-22 Agustus 2010 lalu. SIMFONI 2010 hadir dengan mengusung tema 'Kepekaan Sosial sebagai Langkah Awal Pembangunan Bangsa'. Indikator nilai, seperti ketuhanan, keilmuan, nasionalisme, profesionalisme, daya saing, dan kebersamaan yang ingin ditanamkan pada mahasiswa baru pun menjadi esensi dirancangnya konsep sub acara SIMFONI 2010. Empat hari SIMFONI dirancang mengikuti alur harian yang telah dibuat oleh Steering Committee. Dari alur harian itulah dibuat rangkaian acara yang mendukung penanaman nilainilai yang sebelumnya telah ditentukan. Agenda penyambutan mahasiswa baru ini dibuka oleh Dekan Fakultas Ekonomika dan Bisnis, Prof. Marwan Asri, MBA., Ph.D. pada hari Kamis, 19 Agustus 2010 di halaman parkir dosen. Mahasiswa baru yang berseragam hitam putih dan berjas almamater berbaris rapi di lapangan, mendengarkan sambutan dari dekan. Dekan berpesan agar mahasiswa baru tidak sekedar menuntut ilmu, tetapi juga mengikuti kegiatan di luar kuliah yang memberikan nilai tambah.
4

Academic Coaching & Welcome Cocktail
enin(23/8) di gedung University Club, FEB UGM menyelenggarakan Academic Coaching & Welcome Cocktail untuk menyambut mahasiswa asing yang belajar di FEB, baik melalui program exchange maupun double degree. Pada semester I tahun ajaran 2010/2011 ini FEB UGM menerima 24 mahasiswa asing program exchange & 2 peserta double degree. Acara yang dibuka dengan sambutan dari Dekan FEB UGM Prof. Marwan Asri, MBA., Ph.D. ini bertujuan selain untuk memperkenalkan mahasiswa asing dengan pengelola fakultas, juga untuk memberikan informasi mengenai peraturan dan kalender akademik, yang disampaikan oleh Wakil Dekan Bidang Akademik, Penelitian, & Pengabdian Kepada Masyarakat Dr. B.M. Purwanto, MBA. Welcome Cocktail kali ini mendapat "surprise visit" dari Rektor UGM Prof. Dr. Ir. Sudjarwadi, M.Eng, yang memberikan ucapan selamat datang untuk para mahasiswa asing dan pesan singkat mengenai visi UGM untuk menjadi universitas riset kelas dunia.

S

S

Hari pertama diisi dengan presentasi perwakilan Dinas Pasar dari Pasar Sleman dan Pasar Beringharjo tentang pasar-pasar tradisional yang ada di Yogyakarta, penjelasan seputar keU G M - a n , d a n b e b e ra p a g a m e s kelompok yang mengasyikkan. Hari kedua tidak kalah seru, hadir Walikota Yogyakarta, H. Herry Zudianto S.E., Akt, yang berbagi pengalaman tentang kepemimpinan. Siangnya, mahasiswa baru diajak berkreasi dengan praktik membuat gerabah. Acara dilanjutkan dengan dialog bersama Prof. Dr. Indra Bastian, MBA. dan Dr. Ang gito Abimanyu, yang mengajak berdiskusi tentang nasionalisme dari kacamata ekonomi. Acara hari kedua ditutup dengan permainan duet flute Dr. Anggito Abimanyu dan seorang keyboardist. Alur utama hari ketiga yang mengangkat nilai profesionalisme dan daya saing sangat menarik untuk diikuti. Sebab, pada hari ketiga ini, hadir Dr. Djauhari Oratmangun, Dirjen Kerja Sama di ASEAN dan Dr. Supriyatno, MBA., Direktur Utama BPD DIY. Keduanya adalah alumni FEB UGM yang sudah sukses. Djauhari bercerita tentang geoekonomi Indonesia dan Supriyatno memberikan kisah-kisah moral kepada mahasiswa baru. Acara semakin 'panas'

setelah memasuki focus group discussion. Mahasiswa baru diajak merumuskan strategi mereka (sebagai perusahaan) untuk menghadapi Free Trade Agreement. Acara mencapai puncaknya pada hari keempat. SIMONOFONIA, sebuah simulasi perdagangan, adalah daya tarik acara hari ini. Kelompok-kelompok mahasiswa baru berperan sebagai perusahaan yang memproduksi barang dan mereka diminta saling bersaing menjual hasil produksinya kepada pembeli dan menarik investor di pasar. Segala kreativitas dan keuletan dikeluarkan di sini dan pada akhir hari, dipilih satu kelompok dengan laba terbesar. Selain SIMONOFONIA, mahasiswa baru diajak berkenalan dengan berbagai HMJ/LK yang ada di FEB UGM. Rangkaian acara SIMFONI 2010 ditutup dengan pemaknaan, sebuah sesi perenungan atas apa saja yang telah didapat selama empat hari yang telah berjalan. SIMFONI 2010, sebuah parade rangkaian acara untuk menyambut mahasiswa baru 2010 telah berakhir. Harapannya, seluruh penugasan maupun acara yang disusun benar-benar menumbuhkan nilai-nilai yang dicanangkan oleh panitia dan mahasiswa baru dapat lebih kerasan dan mengenal FEB UGM. Selamat datang mahasiswa baru! [tia]

Acara berlangsung meriah dengan spontanitas mahasiswa asing yang menyanyikan lagu-lagu khas negara mereka dan diakhiri dengan buka bersama dan makan malam.

Halal bi Halal Keluarga Besar FEB UGM
segenap karyawan FEB UGM. Acara dimulai dengan sambutan Dekan FEB UGM Prof. Marwan Asri, MBA, Ph.D. “Memanfatkan kesempatan ini untuk bersilaturahmi,” ujar dekan dalam sambutannya. Tamu undangan yang hadir dalam acara ini adalah segenap keluarga besar FEB UGM seperti dosen, staf karyawan, dan staf yang dalam masa pensiun. Penampilan dari komunitas mahasiswa angklung dan Tari Saman mengibur tamu. Komunitas angklung dalam salah satu penampilannya membawakan judul Laskar Pelangi. Walaupun hujan gerimis menguyur, penampilan dari Tari Saman yang atraktif dan menarik mampu menjadi penghibur tamu yang telah berkumpul. Acara halal bi halal kali ini mendatangkan Ustad Yusuf Mansyur untuk menyampaikan tausiahnya. Ustad yang banyak dikenal dengan ilmu sedekah ini menyampaikan tausiah dengan cerita-cerita dan contoh riil sehingga menjadi lebih menarik. Menyisihkan sebagian rezeki yang diterima untuk sedekah merupakan ibadah yang mulia. “Sesuatu yang disedakahkan karena ikhlas itu sebenarnya tidak habis, kelak akan dilipatgandakan oleh Allah”, ungkap Ustad Yusuf.

abtu (9/10), Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) UGM menyelenggarakan halal bi halal bertempat di halaman tengah FEB UGM. Bersamaan waktu menunggu acara dimulai, tamu undangan dihibur penampilan Sekar Laras yang merupakan kelompok kesenian karawitan yang beranggotakan

S

ebnews Edisi November 2010

ebnews Edisi November 2010

5

What’s up FEB

Magister Manajemen

Magister Manajemen

What’s up FEB

rogram Master Manajemen Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (MM FEB UGM) pada tanggal 2 Juli tahun ini genap berusia 22 tahun. Untuk merayakan hari jadinya, Program MM FEB UGM menyelenggarakan berbagai kegiatan mulai dari pertandingan olahraga, bakti sosial, dan family gathering. Untuk perayaan dies kali ini, tema yang diambil adalah ”Toward a Better Future“. Rangkaian kegiatan dimulai dengan pertandingan olah raga bilyar dan tenis meja pada Senin, 14 Juni 2010 pukul 16.00 WIB di kampus Yogyakarta. Acara

P

Dies Natalis ke-22 Program MM FEB UGM: Toward a Better Future
Ini merupakan salah satu wujud tanggung jawab Program MM FEB UGM dalam menjalankan sustainable develepoment (pembangunan yang berkesinam-bungan). Warna hijau pada logo melambangkan kesuburan alam sedangkan warna oranye diadopsi dari warna resmi Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (FEB UGM), induk lembaga Program MM FEB UGM. Usai sambutan Direktur, acara dilanjutkan dengan sodokan bola bilyar pertama oleh Direktur yang menandakan dimulainya rangkaian kegiatan Juli 2010 pukul 06.00-14.00 WIB di Plaza depan kampus MM FEB UGM Yogyakarta. Keluarga besar Program MM FEB UGM yang terdiri atas dekanat, pengelola, dosen, dan karyawan beserta keluarga, serta mahasiswa hadir dalam acara ini. Sejumlah relasi program MM FEB UGM juga tidak ketinggalan untuk ikut hadir dalam acara ini. Acara diawali dengan senam a e ro b i k b e rs a m a d a n d i l a n j u t ka n pertandingan bola voli eksibisi tim dosen dengan tim BNI 46 yang dimenangkan oleh tim BNI 46. Acara berikutnya adalah sambutan Dies ke-22 dari Direktur Program MM FEB UGM, Prof. Lincolin Arsyad, Ph.D. dan Dekan FEB UGM, Prof. Marwan Asri, MBA., Ph.D yang dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng dan pelepasan balon berhadiah, penyelenggaraan fun games, pengumuman karyawan teladan, penyerahan cincin pengabdian 15 dan 20 tahun kepada karyawan, pemberian hadiah umroh bagi karyawan, pertunjukan musik, dan pembagian aneka door prize dari para relasi. Rangkaian kegiatan dies natalis diakhiri dengan bakti sosial pada hari Rabu, 4 September 2010 di Desa Beji, Kecamatan Ngawen, Kabupaten Gunung Kidul. Pada acara ini, Program MM FEB UGM bersama dengan para mahasiswa UGM yang sedang mengikuti program Kuliah Kerja Nyata (KKN) melakukan penanaman bibit pohon di delapan dusun yang dilanjutkan dengan penyerahan bantuan peralatan sekolah kepada 147 siswa sekolah dasar serta bantuan uang dan peralatan ibadah kepada lima masjid di daerah tersebut.

Asian Study Programmes-Indonesia 2010
s e a n - E u ro p e a n U n i v e rs i t y Network (ASEA-UNINET), sebuah organisasi yang dibentuk oleh beberapa universitas ternama di Austria bersama dengan universitas mitra di kawasan Asia Tenggara (Indonesia, Philippina, Thailand, dan Vietnam) kembali menyelenggarakan Asian Study Programmes (ASP) 2010. Program ini m e r u p a ka n ke g i ata n ya n g d i s e lenggarakan bagi mahasiswa Austria untuk mengisi liburan musim panas dengan mengunjungi kawasan Asia Tenggara untuk mempelajari budaya, sejarah, politik, dan ekonomi di negara tersebut. Para mahasiswa dapat memilih salah satu dari empat negara di atas sebagai tujuan mereka. Untuk penyelenggaraan di Indonesia pada tahun ini, ASEA-UNINET kembali menunjuk mitra lamanya, Universitas Gadjah Mada, dan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) sebagai tuan rumah. Penyelenggaraan ASP-Indonesia 2010 di Program MM FEB UGM Kampus Yogyakarta ini merupakan yang ketujuh kalinya sejak penyelengga-

A

yang dihadiri oleh mahasiswa dan karyawan Program MM FEB UGM ini dibuka dengan sambutan Ketua Panitia Dies ke-22, Setiyono Miharjo, Ph.D. dan dilanjutkan dengan sambutan Direktur Program MM FEB UGM, Prof. Lincolin Arsyad, Ph.D. Pada kesempatan ini, Prof. Lincolin Arsyad, Ph.D. memperkenalkan logo Dies Program MM FEB UGM ke-22 yaitu gambar daun dan tetes embun yang didominasi warna hijau dan oranye. Logo ini mengandung arti bahwa Program MM FEB UGM peduli dan berperan aktif dalam pemeliharaan lingkungan hidup.
24 6

perayaan Dies ke-22. Pertandingan bilyar dan tenis meja diselenggarakan pada hari Senin sampai Jumat, 14-18 Juni 2010, sedangkan pertandingan olahraga lainnya yaitu futsal dan bola voli dilakukan pada Sabtu sampai Jumat, 1925 Juni 2010. Pertandingan olah raga ini diikuti oleh dosen, karyawan, dan mahasiswa Program MM FEB UGM. Semua pertandingan dilaksanakan di luar jam kuliah sehing ga tidak mengganggu kegiatan belajar mengajar. Acara puncak perayaannya adalah family gathering pada Minggu, 4

raan yang pertama kali pada tahun 2001. ASP-Indonesia 2010 diselenggarakan pada tanggal 8-25 Juli 2010. Para peserta yang terdiri atas beberapa dosen dan 11 mahasiswa Austria ini akan mengikuti berbagai kegiatan akademis dan sosial budaya di kampus UGM yaitu di Program MM FEB UGM, Pusat Studi Asia Pasifik (PSAP), Pusat Studi Pangan dan Gizi (PSPG), dan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) serta di kampus UMY. Kegiatan di kampus Program MM FEB UGM akan diselenggarakan pada tanggal 14-15 Juli 2010. Selain peserta dari Austria, kegiatan di kampus MM UGM juga akan diikuti oleh 11 mahasiswa Indonesia yang merupakan mahasiswa Kelas Penuh Waktu Program MM FEB UGM Yogyakarta. Para peserta dari Austria dipimpin oleh Prof. Dr. A Min Tjoa, koordinator ASEA-UNINET untuk Indonesia. Sebelum rangkaian kegiatan perkuliahan dimulai, Direktur Program MM FEB UGM, Prof. Lincolin Arsyad, Ph.D. dan para Deputi Direktur

menyambut dan mengucapkan selamat datang kepada para peserta khususnya kepada peserta dari Austria. Pada kuliah hari pertama, peserta mengikuti perkuliahan yang disampaikan oleh para staf pengajar Program MM UGM. Materi yang disampaikan adalah mengenai “Introduction to Indonesian History (Demography Perspective)” oleh Dewi Haryani Susilastuti, Ph.D., “Introduction to Indonesian Political System (Domestic Perspective)” oleh Abdul Gaffar Karim, M.A., dan “Introduction to Indonesian Political System (Regional Autonomy Perspective)” oleh Prof. Pratikno, Ph.D. Kuliah hari kedua diisi dengan topik tentang “Introduction to Indonesian Political System (International Perspective)” yang disampaikan oleh Prof. Mohtar Mas'oed, Ph.D., “Introduction to Indonesian Culture (Community Perspective) oleh Nicolaas Warouw, Ph.D., serta “Introduction to Indonesian Culture (Business Perspective) oleh Prof. Djamaluddin Ancok, Ph.D.

ebnews Edisi November 2010

ebnews Edisi November 2010

7

What’s up FEB

Magister Manajemen

Magister Sains dan Doktor
27 Agustus 2010

What’s up FEB

Kuliah Tamu Bartjan W Pennink, Ph.D dari University of Groningen: Metode Penelitian Kuantitatif vs Kualitatif
etode penelitian kualitatif versus kuantitatif masih seringkali diperdebatkan di ruang-ruang kuliah, ujian tesis dan disertasi. Selama ini penelitian di bidang ekonomika dan bisnis didominasi dengan metode penelitian kuantitatif. Menurut Dr. Pennink, hal terpenting untuk memulai penelitian ilmiah bukan menentukan metode penelitian tetapi merumuskan pertanyaan penelitian yang tepat. Terdapat dua jenis pertanyaan penelitian: pertanyaan terbuka dan tertutup. Bentuk pertanyaan itu merefleksikan pola berpikir kita. Terdapat dua bentuk reasoning yaitu deductive reasoning (Plato) dan inductive reasoning (Aristotle). Pertanyaan tertutup merupakan pola deductive reasoning, biasanya menghasilkan hipotesis yang kemudian diuji dengan metode kuantitatif. Pertanyaan terbuka adalah bentuk inductive reasoning. Bentuk pertanyaan kedua mengharuskan peneliti menemukan masalah dari hasil observasi kemudian membentuk pola, hipotesis tentatif yang pembuktiannya digunakan untuk merumuskan teori. Kedua metode itu dapat digunakan dalam satu penelitian. Hal terpenting adalah merumuskan pertanyaan penelitian terlebih dahulu. Jika pertanyaan penelitian dimulai Political, Economic, and Social Aspects”, serta Kuncoro Hartowidodo, Ph.D. yang membawakan materi “Global Supply Chain Management from an Indonesian Perspective”. Selain kegiatan penunjang di dalam kelas, para peserta juga mengunjungi sebuah industri berbasis teknologi skala menengah di Kalasan. Selain itu, acara bernuansa budaya juga digelar yaitu cultural evening bertema ”Global Friendship through Cutural Spirit ” sebagai ajang unjuk kebolehan para peserta membawakan seni budaya dari negara masing-masing. Rangkaian kegiatan ISU–Indonesia 2010 berakhir pada hari Jumat, 30 Juli 2010. Closing ceremony diselenggarakan di kampus MM FEB UGM dengan dihadiri oleh Wakil Dekan Bidang Akademisi, Penelitian, dan Pengabdian Masyarakat FEB UGM, B.M. Purwanto, Ph.D, Duta Besar Republik Austria untuk Indonesia, H.E. Dr. Klaus Wölfer, dan Perwakilan WU, Prof. Sebastian Gerhard Kummer. Pada acara ini, para peserta ISU2010 menerima sertifikat sebagai tanda penghargaan atas keikutsertaan mereka dalam program ini.

M

International Summer University–Indonesia 2010
irtschaftsuniversität (WU) Wien, Vienna University of Economics and Business, Austria melalui ASEA-UNINET bekerja sama dengan Program MM FEB UGM kembali menyelenggarakan International Summer University (ISU)–Indonesia. Kegiatan ini dilaksanakan pada 12-30 Juli 2010 di MM FEB UGM Kampus Yogyakarta. Pada tahun ini, kegiatan tersebut mengambil tema “Global Supply Chain Management ”. Pembukaan kegiatan dilakukan pada hari Senin, 12 Juli 2010 pukul 08.00 WIB oleh Direktur Program MM FEB UGM, Prof. Lincolin Arsyad, Ph.D. dan dosen dan perwakilan WU, Mag. Christian Hammer. ISU-Indonesia 2010 diikuti oleh 38 peserta, yang terdiri atas 23 mahasiswa dari WU Austria dan 15 mahasiswa dari Program MM FEB UGM Kampus Yogyakarta. Selama kurang lebih tiga minggu, para peserta mengikuti berbagai kegiatan akademis dan sosial budaya. Kegiatan akademis berupa kuliah, diskusi, dan presentasi dipandu oleh dosen dari WU Austria dan Program
24 8

dari pertanyaan terbuka maka metode kualitatif yang lebih dahulu digunakan, vice versa. Kedua metode ini sama pentingnya, tergantung masalah apa yang hendak dipecahkan (Dyna).

W

MM UGM. Para staf pengajar WU Austria yang terlibat dalam kegiatan ini adalah Mag. Christian Hammer yang m e nya m p a i ka n to p i k m e n g e n a i “Inbound Logistics”, “Outbound Logistics”, dan “Global Sourcing”, Mag. Felix Badura dengan materi tentang “Basics of Transportation, Road Transport ”, “Railway Transport”, “Air Transport”, dan “Maritime Transport”, serta Prof. Dr. Sebastian Gerhard Kummer yang mengajarkan tentang “Basics of Supply Chain Management, Beer Game”, “Supply Chain Analysis, Supply Chain Configuration”, “Basics of Global Supply Chain Management”, dan “Global Supply Chain Management”. Sedangkan staf pengajar dari Program MM FEB UGM yang menjadi narasumber dalam kegiatan ini adalah Hani Handoko, Ph.D. yang menyampaikan materi mengenai “Cross-Cultural Management from an Indonesian Perspective”, Prof. Mudrajad Kuncoro, Ph.D. yang membawakan topik tentang “Business Environment in Indonesia:

30 Juli 2010

Kuliah Umum oleh Prof. Dr. Insukindro: Meta-Analysis
hasil temuan tersebut (Glass, 1976). Tujuannya adalah untuk untuk mengkaji konsistensi hasil penelitian yang disebabkan semakin banyaknya replikasi atau verifikasi penelitian, yang sering kali justru memperbesar terjadinya variasi hasil penelitian. Meta-analysis menggunakan metodologi statistik yang disebut dengan quantitative synthesis. Walaupun meta-analysis merupakan metode analisis yang concern pada pendekatan kuantitatif (dibandingkan dengan narrative dan descriptive review) dan lebih tidak bersifat subjektif daripada metode tinjauan lain, analisis ini tetap saja masih memiliki kekurangan yang masih menuai kritik dari ahli-ahli statistik. Di antaranya karena analisis ini dominan dengan analisis kuantitatif, dimana dengan semakin banyak sampel maka hasil yang didapat akan semakin representatif (effect size), maka analisis ini juga akan rentan terhadap masalah garbage-in garbage-out dikarenakan bias yang didapatkan dalam sampel yang besar. Namun karena metaanalysis selalu menggunakan konten-konten yang spesifik, poor meta-analysis akan lebih mudah dideteksi daripada mendeteksi poor narrative review. (ikhsan)

rend terkini dari penelitian sintesis adalah melakukan analisis terhadap sebuah analisis yang telah ada sebelumnya. Metode inilah yang disebut meta-analysis. Meta-analysis merupakan analisis statistik dari sejumlah hasilhasil penelitian primer dan bertujuan untuk mengintegrasikan

T

ebnews Edisi November 2010

9 ebnews Edisi November 2010 24

What’s up FEB

Magister Sains dan Doktor

Magister Sains dan Doktor

What’s up FEB

Seminar Green Corporation, Human Resources Management (HRM), and the Future World of Works
ada tang gal 26 Juni 2010 bertempat di Auditorium BRI, Program Magister Sains dan Doktor FEB UGM bekerja sama dengan Asosiasi Hubungan Industrial Indonesia (AHII) menyelenggarakan seminar bertajuk 'Green Corporation, HRM, and the Future World of Works.' Seminar ini dibuka secara resmi oleh Dekan FEB UGM, Prof. Dr. Marwan Asri, MBA yang menekankan pentingnya seminar ini untuk dapat memahami lebih baik terkait isu bisnis berwawasan lingkungan, pekerjaan berwawasan lingkungan, dan gambaran dunia kerja pada masa yang akan datang. Sesi pertama seminar ini membahas tentang tren global bisnis berwawasan lingkungan (green corporation) dan dampaknya pada dunia kerja. Taufik Muhammad yang merupakan perwakilan dari ILO Jakarta membahas tentang the Green Jobs Initiative yang merupakan kerja sama antara United Nations Environment Program (UNEP), International Labor Organization (ILO), International Trade Union Confederation (ITUC), dan International Organization of Employers (IOE). Inisiatif ini merupakan salah satu upaya untuk menggerakan pemerintah, pengusaha, dan karyawan dalam bentuk dialog tentang kebijakan dan program-program yang efektif yang mengarah kepada green economy dengan green jobs dan pekerjaan yang layak untuk semua elemen. Dr. Kun Wardana sebagai perwakilan dari Uni Global Unions Asia Pasific memberikan paparan tentang penguatan peran serikat pekerja terhadap proses lingkungan internasional. UNI merupakan serikat global untuk sektor jasa dengan 20 juta anggota di seluruh dunia. Keanggo-taannya meliputi 1000 federasi serikat pekerja dari 152 negara. Paparan lain diberikan oleh Michael Nicholson yang merupakan pimpinan dari International Business Chamber (IBC) Indonesia. Terdapat sembilan isu penting yang dibahas oleh Mr. Nicholson yaitu: pendidikan dengan meningkatkan
10 24

P

kualitas pendidikan tinggi melalui keterlibatan sektor swasta, pengembangan SDM dengan menyediakan sumber daya lebih banyak untuk dapat meningkatkan ketrampilan pekerja, peningkatan pendapatan melalui peningkatan upah minimum yang seharusnya didasarkan pada tingkat inflasi ditambah dengan keuntungan produktivitas, kemampuan untuk menyewa pekerja kontrak musiman, kesulitan dalam mengikuti prosedur pemberhentian karyawan yang terlalu kompleks dan tidak dapat diprediksi, penyesuaian akan pembayaran potongan karyawan, pembayaran potongan yang seharusnya diakui sebagai item bebas pajak, keterbatasan ekspatriat, dan isu akan izin kerja ekspatriat yang masih terlalu kompleks. Untuk mengkaji kondisi lingkungan hidup di Indonesia, Prof. Ir. Nizam, M.Dc., Ph.D. sebagai peneliti dari Pusat Penelitian Lingkungan Hidup (PPLH) UGM memberikan gambaran dan rekomendasi komprehensif kepada pemangku kepentingan untuk dapat memperhatikan kondisi lingkungan guna memberikan keuntungan ekonomi dalam jangka panjang. Sesi pertama ini berjalan sangat menarik dengan moderator Dr. Sutanto Suwarno, M.Sc yang merupakan Sekjen AHII. Sesi kedua, dengan moderator

Sari Sitalaksmi, Ph.D membahas praktik bisnis berwawasan lingkungan, Manajemen Sumber Daya Manusia (MSDM), dan tantangan dunia kerja mendatang. Prof. Dr. Payaman J. Simanjuntak dari Universitas Krisnadwipayana menjelaskan peluang dan tantangan serikat pekerja di Indonesia. Poppy Ismalina, Ph.D. dari FEB UGM mengkaji pembangunan berkelanjutan, komitemen perusahaan, dan serikat p e ke r j a . B e rd a s a r ka n p a p a ra n nya , diperlukan UU atau peraturan-peraturan ya n g m e n e ga s ka n t i ga h a l u ta m a (pertumbuhan ekonomi, kesejahteraan sosial, dan lingkungan hidup) dalam pembangunan berkelanjutan. Serikat pekerja harus berfungsi secara efektif memberikan pengawasan dan evaluasi terhadap praktik bisnis industri yang kontraproduktif terhadap implementasi pembangunan berkelanjutan, dan dibutuhkan partisipasi sosial dari semua kalangan untuk meningkatkan posisi tawar masyarakat di dalam rencana-rencana investasi pembangunan. Seminar ini ditutup dengan paparan dari Ibnu Saleh, MM sebagai Ketua APINDO DIY yang menjelaskan tantangan yang dihadapi dalam pembangunan khususnya bidang ketenagakerjaan yang masih diwarnai oleh ketidakseimbangan penyediaan lapangan kerja dan kebutuhannya. (sandy).

Seminar Pengelolaan Makroekonomi untuk Pertumbuhan yang Inklusif dan Berpihak pada Kelompok Miskin
erekonomian Indonesia yang semakin berkembang menuntut adanya kesejahteraan bagi rakyat. Pertumbuhan ekonomi Indonesia saat ini relatif tinggi, diperkirakan dapat mencapai 6 persen. Namun yang menjadi pertanyaan apakah kemajuan ekonomi tersebut dinikmati oleh seluruh rakyat Indonesia atau hanya sebagian kecil saja; apakah sudah tercapai pembangunan yang berkualitas. Yang diharapkan adalah pertumbuhan inklusif, yang dapat diartikan sebagai pertumbuhan berkualitas yang dapat dinikmati oleh semua (termasuk orang miskin dan seluruh sektor usaha). Demikian hal yang menjadi pembahasan dalam seminar “Pengelolaan Makroekonomi untuk Pertumbuhan yang Inklusif dan Berpihak pada Kelompok Miskin” yang diselenggarakan oleh Program Magister Sains dan Doktor FEB UGM bekerja sama dengan Asian Development Bank, pada 30 Juni 2010. Seminar yang dimoderatori oleh Dr. Artidiatun Adji, MEc., MA ini menghadirkan dua pembicara dari Asian Development Bank, yaitu Priasto Aji, MA,

P

M.Sc (Ekonom ADB) dan Edimon Ginting, Ph.D (Ekonom Senior ADB). Pembahas seminar ini adalah ekonom dari FEB UGM, Dr. Adiningsih. Dari sisi fiskal terlihat bahwa rasio utang terhadap PDB semakin menurun dari tahun ke tahun. Penurunan utang ini menimbulkan ruang fiskal yang dapat dimanfaatkan untuk pengadaan infrastruktur serta pelayanan sosial dasar bagi masyarakat. Dari sisi perbankan, beberapa indikator perbankan terlihat membaik, seperti NPL (non performing loan) yang menurun dan CAR (capital adequacy ratio) yang meningkat. Dari sisi pendapatan nasional, konsumsi rumahtangga masih mendominasi. Dari sisi penawaran, sektor non-tradable masih mendominasi sedangkan sektor tradable terlihat stagnan karena adanya penurunan daya saing akibat ekonomi biaya tinggi. Hambatan terbesar terhadap pertumbuhan inklusif adalah pertumbuhan kesempatan kerja yang terbatas. Pada tahun 2000-2009, underemployment rate sekitar 30-33 persen sedangkan unemployment rate

berkisar 6-10 persen. Selain itu, banyak penduduk miskin atau hampir miskin yang masih rentan terhadap adanya shock. Yang menjadi tantangan bagi pemerintah adalah bagaimana membuat kebijakan fiskal dan kebijakan moneter yang juga berguna untuk si miskin. Peran kebijakan moneter adalah melalui penjagaan kestabilan harga serta transmisi kredit. Kenaikan harga akan mempengaruhi pola konsumsi seseorang. Mekanisme penyaluran kredit belum optimal karena terkendala oleh tingginya suku bunga sehingga kesulitan sangat dirasakan oleh dunia usaha. Peran kebijakan fiskal adalah menciptakan ruang fiskal dengan meningkatkan penerimaan maupun penggunaan anggaran yang tepat. Dominasi pengeluaran saat ini adalah untuk general public service. Beberapa hal yang dapat dilakukan oleh pemerintah adalah membuat kebijakan fiskal jangka menengah, menciptakan ruang fiskal yang lebih besar dengan menaikkan penerimaan, mengalihkan untargeted subsidies untuk pengeluaran yang lebih produktif, dan memperbaiki menajemen keuangan publik (lica).

ebnews Edisi November 2010

11 ebnews Edisi November 2010 24

What’s up FEB

Syawalan Magister Ekonomika Pembangunan
etelah merayakan idul fitri bersama keluarga masingmasing, karyawan Magister Ekonomika Pembangunan (MEP) kembali bekerja dengan semangat yang baru. Tidak hanya karyawan, tetapi juga mahasiswa MEP yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia kembali beraktifitas di kampus seperti biasa setelah melakukan ritual mudik ke daerah masingmasing. Meskipun libur lebaran sudah usai, tetapi suasana lebaran masih terasa di kampus MEP. Sudah menjadi tradisi di MEP, seperti halnya di tempat-tempat lain, untuk mengadakan

Magister Ekonomika Pembangunan

Magister Ekonomika Pembangunan

What’s up FEB

S

Selamat Datang Mahasiswa MEP Periode September 2010
ada periode September 2010, kegiatan perkuliahan MEP angkatan 44 dimulai pada tanggal 20 September 2010. Pada periode ini mahasiswa baru MEP terdiri dari mahasiswa reguler dengan konsentrasi Manajemen Aset dan Penilaian Properti, Keuangan Daerah, Pembangunan Daerah, Ekonomika Perpajakan, Ekonomika Keuangan dan Perbankan, mahasiswa kelas akselerasi (kerjasama MEP dengan Bappenas) dengan konsentrasi Pembangunan Daerah, dan mahasiswa Linkage/Double Degree (kerjasama MEP dengan Kementrian Keuangan dan Bappenas) dengan konsentrasi Pembangunan Daerah. Program MEP UGM kembali menjalin kerja sama dengan pemerintah Timor Leste dalam penyelenggaraan pendidikan S2. Periode September 2010 ini calon yang diterima mengikuti pendidikan di Program MEP UGM sebanyak 10 orang.

halal bi halal sebagai ajang untuk maaf-memaafkan setiap idul fitri usai. Acara syawalan yang berjalan dengan sukses ini dimulai pada jam 10.00 WIB dan diakhiri sekitar pukul 11.30 WIB. Acara ditutup dengan makan siang. Selanjutnya para peserta pria bergegas ke masjid untuk menunaikan salat Jumat. Semangat untuk terus beribadah diharapkan tidak pernah surut meskipun bulan puasa dan idul fitri telah berlalu.

P

Kuliah Umum Strategic Asset Management
ada tanggal 5 Oktober 2010 Magister Ekonomika Pembangunan (MEP) mengadakan kuliah umum bertajuk “Strategic Asset Management” dengan pembicara Lalu Hendry Yujana, Sekretaris Direktorat Jenderal Kekayaan Negara Kementrian Keuangan Republik Indonesia. Kuliah umum tersebut diikuti oleh hampir seluruh mahasiswa baik dari konsentrasi MAPP maupun konsentrasi yang lainnya. Kuliah umum diawali dengan penjelasan Dampak Akuntansi Akrual Terhadap Manajemen Aset Pemerintah Pusat/Daerah Terkait dengan LKPP/D. Yang menjadi isu utama dalam kuliah umum adalah penatausahaan BMN (Barang Milik Negara) dan pengelolaan BMN. BMN memiliki fungsi yang sangat strategis dalam penyelenggaraan pemerintahan, tetapi dalam pelak-sanaannya, pengelolaannya sarat dengan permasalahan. Jika BMN dikelola dengan tepat, hal ini akan memberikan manfaat yang sangat besar bagi negara. Pada hakikatnya, BMN merupakan salah satu unsur penting untuk mencapai cita-cita dan tujuan berbangsa dan bernegara dalam mewujudkan kemakmuran dan menjalankan roda pemerintahan.
12 24

P

Nagiskter Ekonomika Pembangunan Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada
Pendaftaran dilakukan setiap hari Senin s.d. Jumat pada jam kerja 07:30 - 16.00 WIB

INFORMASI PENDAFTARAN

Persyaratan
· · · Peserta mendaftar dan membayar biaya pendaftaran sebesar Rp500.000,00 (lima ratus ribu rupiah) melalui Bank BNI Cabang UGM No. Rekening: 003.922.944.7 Mengambil formulir pendaftaran dengan menyerahkan bukti pembayaran setiap hari kerja: Senin-Jum'at pukul 09.00 - 16.00 WIB Menyerahkan kembali formulir pendaftaran yang telah diisi dengan dilampiri: o Fotocopy ijazah dan transkrip nilai S1 dan atau program studi yang terakreditasi BAN o Pas photo berwarna ukuran 3x4 sebanyak 3 lembar o Hasil TPA >= 500 dan TOEFL >= 450 yang masih berlaku. Meskipun belum memiliki atau sedang menunggu hasil tes TPA dan TOEFL, peserta masih dimungkinkan untuk mendaftar tetapi wajib mengikuti tes validasi/kompilasi (bukan pengganti TPA)

Seleksi
Ÿ Peserta dengan persyaratan lengkap hanya mengikuti tes

wawancara
Ÿ Peserta dengan TPA < 500 WAJIB mengikuti tes

validasi/kompilasi dan wawancara
Ÿ Materi tes validasi/kompilasi meliputi: Logika dan

Pengetahuan Umum
Ÿ Tes Wawancara

Informasi
Bagian Admisi Program MEP-UGM Jalan Teknika Utara, Barek, Bulaksumur, Yogyakarta 55281 Telp. (0274) 518 946, 555 917-18, Fax. (0274) 555 922 atau

ebnews Edisi November 2010

What’s up FEB

Magister Akuntansi Terapan

Magister Akuntansi Terapan

What’s up FEB

isuda Pascasarjana Periode IV tahun ajaran 2009/2010 pada Juli lalu, Program MAKSI FEB UGM berhasil meluluskan 21 mahasiswa yang terdiri dari 13 wisudawan pria dan 8 wisudawan wanita. Upacara wisuda dilaksanakan di Gedung Grha Sabha Pramana Universitas Gadjah Mada yang dilanjutkan dengan pelepasan wisudawan di Ruang Sidang FEB UGM. Pelepasan wisudawan Program MAKSI FEB UGM ini, dihadiri pihak Mahasiswa dan keluarga mahasiswa serta dari pihak Program dihadiri pengelola Maksi. Acara pelepasan ini, merupakan acara rutin yang diadakan Program MAKSI FEB UGM setelah mahasiswa mengikuti acara wisuda pascasarjana di Grha Sabha Pramana. Pada Wisuda kali ini Program Maksi UGM juga berhasil meluluskan 6 Mahasiswa dengan predikat cumlaude, salah satunya adalah ata s n a m a S i t i Sya m s i n u r ya n g memperoleh predikat cumlaude tertinggi dengan Indek Prestasi Kumulatif 4,00. Mahasiswa dengan predikat lulus tercepat juga diperoleh atas nama Siti

W

Wisuda Magister Akuntansi Periode Juli 2010
Syamsinur dan I Made Rai Arnawa, yaitu lulus dalam waktu 15 bulan. Program MAKSI juga meluluskan Mahasiswa dengan usia termuda yaitu lulus dalam usia 24 tahun atas nama Herjuno Alfiansah dan Shinta Ningtiyas Nazar. Pada wisuda selanjutnya diharapkan Program Maksi FEB UGM dapat meluluskan kembali Mahasiswa yang berprestasi akademik gemilang.

Penandatanganan MoU BPKP dan MAKSI
Pada tanggal 7 Agustus 2010 yang lalu telah ditandatangani MoU antara BPKP dengan Program MAKSI FEB UGM di Kantor Per wakilan BPKP Provinsi Yogyakarta. MoU bernomor: 001/MOU/ M A K S I / F E B / U G M / V I I / 1 0 t e rs e b u t sekaligus menandai penyerahan 13 orang pegawai BPKP untuk mengikuti tugas belajar di Program MAKSI UGM pada Kelas Matrikulasi, Angkatan XXI, Periode Agustus 2010/2011. Perkuliahan atas dasar kesepakatan antara pihak BPKP dan pihak Maksi FEB UGM dimulai pada bulan Agustus setelah penandatanganan MoU kemudian pada tanggal 4 September 2010 dilaksanakan perkuliahan umum dengan pembicara Prof. Dr. Mardiasmo, MBA., Ak. Penandatanganan MoU tersebut, dihadiri oleh masing-masing 3 perwakilan baik dari pihak BPKP maupun pihak MAKSI FEB UGM. Pihak BPKP oleh Agus Witjaksono (Kepala Pusdiklat BPKP), Kepala Perwakilan BPKP DIY, sedangkan dari program Maksi oleh Prof. Dr. Jogiyanto HM, MBA., Akt. (Direktur Program Maksi UGM), Irwan Taufik Ritonga, SE., M.Bus., Ak (Direktur Akademik Program MAKSI FEB UGM) dan Dr. Budi Santoso, M. Bus (Direktur

Keuangan Program MAKSI FEB UGM). Diharapkan dengan penandatanganan MoU ini, kerjasama antara pihak MAKSI dengan instansi pemerintah khususnya bisa semakin meningkat. Khususnya dalam layanan MAKSI terkait dengan Program Belajar S2 bagi para pegawai di instansi pemerintah.

Kalender Admisi
Pada bulan Desember ada beberapa kegiatan yang menjadi agenda Admisi yaitu dilaksanakannya Tes Potensi Akademik (TPA) pada tanggal 4 Desember 2010 serta agenda penerimaan mahasiswa baru gelombang Desember yang akan dimulai perkuliahannya pada tanggal 4 Januari 2011. Untuk informasi lebih lanjut, berikut jadwal pendaftarannya:

Program Pendidikan Profesi Akuntansi

No.

Seleksi Masuk Program Maksi
(Kuliah perdana 4 Januari 2011)

Tanggal
3 Desember 2010 6 Desember 2010 6 Desember 2010 13 Desember 2010 4 Desember 2010

Waktu
08.00

Tempat
Maksi

Kegiatan Magang Mahasiswa Profesi Akuntansi
ntuk kesekian kalinya, mahasiswa PPAk mengikuti kegiatan magang sebagai bagian proses perkuliahan di instansi tersebut. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pengalaman dan pengembangan wawasan keilmuan yang mereka dapat selama perkuliahan. Sebelum mengikuti magang, mahasiswa mengikuti pelatihan terlebih dahulu selama 12 kali pertemuan. Pelatihan yang diberikan oleh kantor akuntan publik di mana mahasiswa nantinya mengikuti kegiatan magang diharapkan memberikan bekal yang memadai

Gelombang III 1. Batas Akhir pendaftaran TVK Tes Wawancara Pengumuman
2. TPA

U

07.30 s/d 11.30

Maksi

dalam kegiatan audit di lapangan. Pelaksanaan magang berlangsung dua sampai tiga bulan dan kegiatan tersebut disesuaikan dengan jadwal perkuliahan di PPAk sehingga bisa berjalan beriringan antara kegiatan kuliah dan kegiatan magang. Pada tanggal 11 Oktober 2010 dimulai proses pelatihan yang dilanjutkan dengan magang di Kantor Akuntan Publik Drs. Inaresjz Kemalawarta di Kota Gede, Yogyakarta yang diikuti oleh 19 mahasiswa PPAk FEB UGM.

14 24

ebnews Edisi November 2010

15 ebnews Edisi November 2010 24

What’s up FEB

Kuliah Umum dari Mochammad Jasin
enin (20/9), Program Pendidikan Profesi Akuntansi Fakultas Ekonomika dan Bisnis (PPAk FEB) UGM menyelenggarakan kuliah umum bagi mahasiswa baru. Acara ini dilaksanakan di Ruang BRI, lantai 3 Gedung Magister Sains (Msi) FEB mulai pukul 13.00-15.00 WIB yang dibuka oleh Prof. Wihana Kirana Jaya, M.Soc.Sc., Ph.D. selaku Wakil Dekan Bidang Kerjasama, Kemahasiswaan, Alumni dan Pengembangan Usaha. Dalam kuliah umum tersebut, Mochammad Jasin yang menjabat sebagai Wakil Ketua KPK menjelaskan secara singkat tentang sejarah pemberantasan korupsi di Indonesia, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) baik dari segi struktur organisasi, visi dan misi. Dalam penjelasan lebih lanjut, diuraikan tentang modus operasi korupsi di Indonesia dan strategi pemberantasan korupsi oleh KPK. Kemudian juga dipaparkan tentang profesi akuntan, audit investigatif dan akuntansi forensik, fungsi pengendalian internal dan audit internal, pengelolaan keuangan yang sehat dalam lingkungan pemerintahan, prinsip-prinsip good governance dan kegiatan pendidikan oleh KPK bagi masyarakat luas mulai pendidikan untuk TK sampai tingkat mahasiswa. Kegiatan kuliah umum tersebut mendapat sambutan yang sangat antusias dari mahasiswa profesi

Program Pendidikan Profesi Akuntansi

What’s up FEB

Peran Akuntan dalam Pemberantasan Korupsi di Indonesia

S

Akuntansi. Hal ini ditunjukkan oleh hampir seluruh kursi yang tersedia terisi penuh diiringi dengan banyaknya pertanyaan dalam sesi tanya jawab yang dilaksanakan dengan panduan Wiwin Rahmanti, S.E., M.Com., Ak. sebagai Wakil Pengelola PPAk FEB UGM.

Beasiswa Prestasi Akademik

D
No. 1. 2. 3. 4. 5. 6.

alam rangka menyambut periode perkuliahan 10 Januari 2011, PPAk menawarkan Beasiswa Prestasi Akademik bagi sarjana Akuntansi lulusan FEB UGM untuk melanjutkan perkuliahan di program tersebut. Beasiswa berupa pengurangan biaya kuliah berdasarkan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) di mana kategori beasiswa yang ditawarkan yakni: 1. Beasiswa sebesar Rp 4.000.000,00 bagi lulusan S1 Akuntansi FEB UGM dengan IPK > 3,51 2. Beasiswa sebesar Rp 3.000.000,00 bagi lulusan S1 Akuntansi FEB UGM dengan IPK 3,25-3,50 3. Beasiswa sebesar Rp 2.000.000,00 bagi lulusan S1 Akuntansi FEB UGM dengan IPK < 3,25

IMAGAMA's Grand Company Visit
cara IMAGAMA's Grand Company Visit (Grand Comvis) yang merupakan salah satu program kerja dari Departemen External Affairs IMAGAMA telah dilaksanaan pada tanggal 4–8 Oktober 2010 kemarin. Dengan didampingi satu dosen yaitu Ahmad Amin S.E, MBA., 24 Mahasiswa FEB melaksanakan kunjungan ini ke empat tempat, diantaranya KPMG, Bank Indonesia cabang Singapura, Universiti Tenaga Malaysia, dan Tenaga Nasional Berhaard. Tujuan kunjungan pertama yaitu ke KPMG. Di sini, para peserta mengenal istilah kiatsu yan menggambarkan kultur masyarakat Singapura. Kata ini diambil dari bahasa Jepang yang artinya “always want to be the number 1”. Pegawai berasal dari beragam etnis dan latar belakang universitasnya. Tujuan

Jadwal Seleksi Calon Mahasiswa Baru
alon mahasiswa PPAk FEB UGM diharuskan mengikuti Tes Validasi Kompetensi (TVK) sebagai ujian saringan masuk untuk mengikuti profesi akuntansi. Materi TVK meliputi 3 mata kuliah, yaitu Akuntansi Keuangan, Akuntansi Manajemen, dan Pengauditan. Sebelum mengikuti TVK, calon mahasiswa mengikuti tes TOEFL yang dilaksanakan di bawah kerja sama dengan Pelatihan Bahasa Fakultas Ekonomika dan Bisnis UGM (PBFEB). Berikut jadwal seleksi calon mahasiswa baru terdekat:

A

C

Jadwal TVK
16 Oktober 2010 11 Desember 2010 22 Januari 2011 9 April 2011 21 Mei 2011 13 Agustus 2011

Pendaftaran Terakhir untuk Mengikuti TVK

Perkuliahan Terdekat
Matrikulasi 1 November 2010 Reguler dan Matrikulasi 10 Januari 2011 Matrikulasi 7 Februari 2011 Reguler dan Matrikulasi 2 Mei 2011 Matrikulasi 6 Juni 2011 Reguler dan Matrikulasi 5 September 2011

30 September 2010 25 November 2010 7 Januari 2011 25 Maret 2011 6 Mei 2011 29 Juli 2011

kunjungan ke KPMG ini adalah untuk mengetahui bagaimana situasi bekerja di perusahaan internasional. Kunjungan berikutnya adalah ke Bank Indonesia cabang Singapura. Di bank tersebut hanya terdiri dari 10 karyawan. Mereka menjelaskan bagaimana cara mengolah devisa negara dengan berinvestasi. Cita-cita Bank Indonesia adalah untuk mencapai investment grade yang terdiri dari negara-negara maju. Investment guideline bagi BI yaitu security (aman), liquidity (kapan pun tersedia di pasar), dan profitability (untung). Di sana juga, para peserta ditunjukkan sebuah software untuk mengetahui siklus perekonomian dunia setiap detiknya. Di Malaysia, peserta Grand Comvis melakukan kunjungan ke Universiti Tenaga Nasional (Uniten) yang

merupakan salah satu universitas terbesar di Malaysia. Di sana, peserta disambut dengan sangat baik dan ramah. Agenda kegiatan yaitu diskusi dengan beberapa mahasiswa dan rektor dari Uniten mengenai wacana untuk MoU exchange students antara FEB UGM dengan Uniten. Kunjungan terakhir bertempat di sebuah perusahaan bernama Tenaga Nasional Berhaard yang mengelola energi listrik di seluruh Malaysia. Para peserta terlihat antusias mempelajari tentang beberapa costing system yang digunakan oleh TNB. Mereka menunjukkan sistem operasi perusahaan, seperti cara kerja customer service dalam menerima komplain dari masyarakat Malaysia via telepon. [timimagama]

16 24

ebnews Edisi November 2010

ebnews Edisi November 2010

Special Report

Special Report

FEB UGM Tanggap Bencana
anggal 5 November 2010 dini hari terasa mencekam. Gunung Merapi beraksi lagi dengan mengeluarkan semburan awan panas. Gemuruh suara letusannya bahkan terdengar hingga Kota Jogjakarta. Bencana kali ini memakan korban jiwa. Puluhan ribu orang lainnya mengungsi di berbagai tempat, termasuk juga di Gelanggang Mahasiswa UGM dan Gedung Koesnadi Hardjasoemantri. Pagi harinya (Jum'at) dan Sabtu, Ujian Tengah Semester ditunda atas inisiatif Dekan FEB UGM, Prof. Marwan Asri, MBA., Ph.D. Kemudian, disusul turunnya Surat Keputusan Rektor UGM yang menginstruksikan ditiadakannya kegiatan perkuliahan sampai 15 November 2010. Situasi yang tidak memungkinkan juga membuat pihak dekanat FEB UGM membuat kebijakan untuk melangsungkan kegiatan administrasi sampai setengah hari saja pada Jum'at (5/11). Senin pagi (8/11) seluruh staf administrasi FEB UGM berkumpul di ruang sidang FEB UGM untuk mengikuti doa bersama dan koordinasi. Acara dipimpin langsung oleh Dekan dan didampingi oleh Prof. Wihana Kirana Jaya, M.Soc.Sc, Ph.D, Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, Alumni, Kerjasama dan Pengembangan Usaha. Duka Menghampiri Keluarga FEB UGM Selasa (9/11), para staf FEB UGM mengunjungi tiga staf yang terkena dampak erupsi Merapi. Mujiono saat itu mengungsi di SD Pendowoharjo, Turi, Sleman bersama dengan 300 orang yang berasal dari dusunnya sejak 4 November lalu. Paginya, Mujiono sekeluarga sempat mengungsi ke rumah kerabat. Namun, dukuh desa asalnya memerintahkan agar warga berkumpul di satu tempat untuk kemudahan pendataan sehingga Mujiono sekeluarga pun pindah ke barak pengungsian di SD Pendowoharjo. Sedangkan Muslih beserta keluarga lain saat itu mengungsi di rumah seorang kerabat di Dusun Nambongan, Caturharjo, Sleman sejak Kamis malam (3/11) lalu. Staf Perpustakaan, Alfiani Nurrohmah, yang tinggal di pemukiman radius 17 km dari puncak Merapi, mengungsi ke

T

Mahasiswa FEB UGM juga tak ketinggalan untuk segera bertindak menggalang bantuan dana dan menyalurkannya. Penggalangan bantuan diawali mahasiswa pecinta alam FEB UGM, PALMAE pada selasa malam (26/10) sesaat setelah letusan pertama Merapi. Setelah letusan Jum'at dini hari (5/11) penggalangan dana semakin banyak dengan bergabungnya seluruh organisasi mahasiswa di FEB UGM. “Saat ini kami bekerja sama untuk membantu Posko Desa Watu Congol, Muntilan,” ujar Riski Raisa, Ketua BEM FEB UGM. Mahasiswa FEB UGM tidak hanya berkutat dengan bantuan logistik. Mereka juga

tempat kerabatnya di Kalasan. Uluran Tangan Dharma Wanita FEB UGM Sejak keadaan Gunung Merapi menjadi lebih mengkhawatirkan pada akhir Oktober lalu, Dra. Tiwi Marwan Asri, ketua Dharma Wanita Persatuan FEB UGM berinisiatif untuk menggalang bantuan dana bersama dengan istri dosen FEB UGM, antara lain: Ibu Ainun Na'im, Ibu Lincolin Arsyad, dan lain sebagainya. Peran para ibu ini cukup besar dalam penggalangan dana yang akhirnya menggugah banyak pihak untuk ikut membantu mengumpulkan dana. Dengan cekatan, para ibu menghubungi berbagai pihak untuk menanyakan kesediaan membantu korban erupsi Merapi. Sebelumnya, pada Kamis (4/11), Dharma Wanita FEB UGM ini bekerja sama dengan FE UI dan Disaster Response Unit (DERU) UGM memberikan bantuan untuk para korban yang beberapa hari sebelumnya mengalami semburan awan panas dan menyebabkan jatuhnya korban jiwa di Desa Balerante yang berjarak 5,5 km dari puncak Merapi. Kegiatan tanggap bencana dari Dharma Wanita FEB UGM tidak hanya terbatas dalam bentuk materi saja. Untuk menghilangkan stres yang melanda para pengungsi akibat hilangnya lahan pekerjaan dan ternak mereka, Dharma Wanita mengadakan pembekalan keterampilan yang dimulai pada 10-

mengadakan kegiatan trauma healing untuk anak-anak pengungsi yang diadakan lewat kerja sama dengan mahasiswa Fakultas Psikologi UGM. Kegiatan ini diadakan di sekitar Jogjakarta, misalnya untuk posko-posko di sekitar UGM, Kelurahan Pogung, dan Prambanan. Menurut Riski, terdapat wacana antara mahasiswa dan dosen untuk tidak sekedar membantu pada saat bencana terjadi sekarang ini. Namun, rehabilitasi jangka panjang juga akan diperhatikan, terutama dalam bidang ekonomi dan pendidikan.

13 November 2010 di Gelanggang Mahasiswa UGM maupun Gedung Koesnadi Hardjasoemantri. Pembekalan keterampilan ini teliputi keterampilan memasak dan memanfaatkan barangbarang bekas. “Kegiatan ini sangat bermanfaat, daripada kami diam saja. Bisa membekali diri juga,” tutur Tuminah, salah satu pengungsi di Gelanggang Mahasiswa yang mengikuti kegiatan memasak pada Rabu sore (10/11) lalu. Organisasi Mahasiswa FEB UGM Bersatu

18

ebnews Edisi November 2010

ebnews Edisi November 2010

19

Special Report

Special Report

erangkaian kegiatan menyemarakkan Lustrum XI Fakultas Ekonomika dan Bisnis UGM. Di usianya yang ke-55 tahun kali ini Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) UGM mengangkat tema “Go Green: Taking Nature into Account”. Dekan FEB UGM menyampaikan, “Harmonisasi kegiatan dan lingkungan sekitar harus kembali ditanamkan agar tercipta kesinambungan dalam kehidupan. FEB UGM berharap untuk dapat menjadi salah satu pelopor dalam pengembangan ilmu ekonomi dan bisnis dengan memasukkan unsur kelestarian alam di dalamnya, taking nature to account.” Rangkaian awal peringatan dimulai dengan international conference di Jogjakarta Plaza Hotel 2-3 Agustus 2010. Konferensi ini bertema besar “Toward Enhancement of Economic, Social, Technological and Environment Development for Welfare Implications”. Acara ini merupakan kerja sama FEB UGM dengan Chiangrai Rajabhat University. Topik pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan policy pro poor adalah pembahasan yang menjadi perhatian dalam konferensi. “Peserta dari Thailand dan beberapa dosen FEB UGM ikut berpartisipasi. Tetapi yang membedakannya adalah turut sertanya lulusan S1 kita dalam konferensi,” ujar Artidiatun Adji, MEC., MA Wakil Ketua Bidang Akademik Program M.Si dan Doktor FEB UGM yang dalam hal ini bertindak sebagai penanggung jawab acara. Konferensi tersebut membawa kesimpulan pada terjadinya pergeseran dampak pembangunan terhadap welfare dari sisi makro ke sisi mikro. Kebijakan pemerintah terhadap welfare lebih berfokus ke arah mikro perspektif. Seminar Lustrum XI FEB UGM: Membedah Perkonomian Indonesia Kamis, 23 September lalu, FEB UGM menyelenggarakan seminar yang diselenggarakan masih dalam rangkaian kegiatan peringatan lustrum XI di Hyatt Regency bertemakan "Kajian Terhadap Perekonomian Indonesia: Perspektif Makro, Fiskal, dan Mikro". Peserta yang hadir dalam seminar datang dari kalangan mahasiswa, dosen, praktisi, dan masyarakat umum. Dekan FEB, Prof. Marwan Asri, MBA., Ph.D membuka acara seminar dengan memberikan sambutan yang menyatakan bahwa lulusan FEB banyak berkiprah dalam pengambilan kebijakan di negeri ini dengan karakteristik "sedikit bicara banyak bekerja". Meskipun lulusan FEB UGM banyak melakukan aksi dalam pekerjaan, tetapi mereka tidak serta merta banyak
20 24

S

Go Green: Taking Nature into Account

LUSTRUM XI FEB UGM

ebnews Edisi November 2010

21 ebnews Edisi November 2010 24

Special Report
disahkan undang-undangnya tetapi p e l a ks a n a a n nya b e l u m b e r j a l a n sepenuhnya. Priyono dari Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas (BP Migas) menyatakan bahwa sektor migas mengalami perubahan paradigma dari minyak bumi menuju gas. “Bagaimana gas bisa terdistribusi dengan baik jika fasilitas infrastruktur tidak ada”, tandasnya. Perbaikan iklim investasi dengan reformasi birokrasi oleh pemerintah menjadi perhatian penting dalam sesi ini di samping perbaikan dan penambahan fasilitas infrastruktur yang seharusnya menjadi prioritas pembangunan. Talkshow yang membahas forum kebijakan dengan narasumber H.M Jusuf Kalla selaku mantan wakil presiden RI Kabinet Indonesia Bersatu dan S. Budi Rochadi (Bank Indonesia). Anis Baswedan sebagai moderator di forum kebijakan dengan memaparkan isu-isu terbaru tentang kebijakan. JK, panggilan akrab H.M. Jusuf Kalla, menyatakan bahwa pengambilan kebijakan merupakan bagian dari proses berpolitik. Pengalaman-pengalaman selama dalam pemerintahan menjadi menarik untuk didiskusikan. “Pengambilan kebijakan (seharusnya) dengan ilmu dan referensi”, ujar JK. Sesi terakhir seminar lustrum diisi dengan sesi paralel dengan membagi tiga ruang. Tema yang diangkat adalah berbagai permasalahan perekonomian Indonesia. Tidak tanggung-tanggung,

Special Report

narasumber yang mempresentasikan masing-masing tema merupakan pakar di bidangnya. Peserta yang hadir bisa memilih tema diskusi yang ingin diikuti. Seminar lustrum didedikasikan untuk memenuhi tanggung jawab FEB UGM dalam membahas dan memberikan solusi permasalahan perekonomian yang dihadapi Indonesia. Kepedulian Alumni pada Almamater Sabtu, 25 September 2010 FEB UGM menyelengarakan sarasehan alumni di ruang sidang FEB UGM. Acara ini adalah rangkaian kegiatan lustrum dengan mengundang segenap almuni FEB untuk berdiskusi dengan keluarga

bicara. Dengan begitu, hasil yang dikerjakan (output) akan mampu memenuhi ekspektasi. Acara dilanjutkan dengan peresmian unit Penelitian dan Pelatihan Ekonomika Bisnis (P2EB) oleh Dekan FEB UGM. Unit yang saat ini diketuai oleh Dr. Anggito Abimanyu, M.Sc. ini bukanlah unit baru, melainkan

hasil merger dari unit-unit sebelumnya seperti Pusat Penelitian Akuntansi (PPA), Pusat Penelitian Manajemen (PPM), Penelitian dan Pengembangan Ekonomi (PPE) dan unit-unit yang lainnya, . Acara dilanjutkan dengan sesi pleno yang dimoderatori oleh Dr. Anggito Abimanyu, M.Sc. dengan

mengangkat isu-isu mutakhir perekonomian Indonesia. Dr. A. Tony Prasetiantono, M.Sc. menjelaskan tentang outlook ekonomi global dan makro Indonesia. “Keluhan investor terhadap iklim usaha Indonesia menjadi perhatian penting”, terangnya. Lebih lanjut dia mengatakan, “Rendahnya infrastruktur menjadikan biaya ekonomi di Indonesia tinggi”. Untuk itulah perbaikan infrastruktur guna mendukung perekonomian Indonesia sangat diperlukan. Menurut penjelasan Tony selanjutnya terlihat bahwa tren positif sektor telekomunikasi dan komunikasi mengalami peningkatan walaupun tidak banyak menyerap tenaga kerja. Pemaparan selanjutnya yang berisi tentang strategi peningkatan kesejahteraan rakyat dan sistem jaminan sosial disampaikan oleh Prasetyono dari Badan Perencanaan dan Pembangunan Nasional (Bappenas). “Perbaikan iklim investasi, peningkatan kesempatan kerja, dan peningkatan kesejahteraan menjadi prioritas pembangunan indonesia”, ujar Tony Prasetyono. Selain itu, disinggung juga permasalahan sistem jaminan sosial nasional yang telah

besar (dosen) FEB UGM. Peserta yang hadir merupakan alumni-alumni yang berasal dari berbagai angkatan dari angkatan 1955 hingga awal 90-an. Acara ini mengedepankan permasalahan outcome lulusan yang dihasilkan FEB UGM di mata alumni yang sedang bekerja di instansi pemerintah dan swasta. Pukul 10.00 WIB acara dibuka dengan pemutaran profil FEB UGM. Sebagai bentuk kecintaan terhadap almamater yang membesarkannya, peserta menyanyikan Hymne Gadjah Mada dan Mars Ekonomi. Selanjutnya, pemaparan sekilas mengenai FEB oleh masing wakil dekan untuk memberikan gambaran mengenai pencapaian kampus saat ini. Acara selanjutnya adalah diskusi yang dipimpin oleh Dr. Anggito Abimanyu, M.Sc. sebagai moderator. Segenap alumni yang sekarang berada dalam public sector dan private sector menyampaikan beberapa masukan kepada pengelola FEB UGM. Salah satunya adalah pendidikan etika dan budi pekerti yang menjadi elemen penting dalam dunia kerja. Forum seperti ini setidaknya diadakan secara rutin untuk follow up, evaluasi program, dan penyusunan rencana yang dilakukkan untuk ke depannya. Acara sarasehan ditutup dengan penyerahan secara simbolis beasiswa dari alumni angkatan 1959 yang diwakili oleh Wahyu Hidayat pada Dekan FEB UGM, Prof. Marwan Asri, MBA, Ph.D. yang mewakili mahasiswa FEB UGM penerima beasiswa tersebut.
23 ebnews Edisi November 2010 24

22 24

ebnews Edisi November 2010

Special Report
Live merupakan konser ke-14 dan kali ini menghadirkan Ireng Maulana, Kiboud Maulana, Didiek SSS, dan Yance Manusama. Penampilan Citra Idol, Harvey Malaiholo dan Margie Segers sebagai penyanyi dalam konser memperlihatkan duet jazzy yang tidak dibatasi oleh umur. Balairung yang banyak menyimpan memori para alumni dipilih sebagai tempat pelaksanaan karena gedung ini memiliki sejarah panjang sebagai tempat kuliah bagi alumni yang lulus hingga tahun 1988. Family Fun Day dan Orkestra Minggu, 26 september 2010 memperlihatkan kebersaman segenap keluarga besar FEB UGM dalam acara family fun day. Kegiatan ini diisi berbagai wujud kebersamaan keluarga besar FEB UGM. Lustrum XI kali ini ditutup dengan perhelatan konser orkestra yang bertema “Discover Indonesia, Green, Blue dan Genuin”. Acara ini bertempat di Grha Sabha Pramana UGM. Meskipun sempat molor dari waktu mulai yang dijanjikan, konser yang menampilkan World Peace Orchestra (WPO) pimpinan Dwiki Dharmawan ini menampilkan karya seni yang mengetengahkan lagu-lagu daerah khas dari Sumatera hingga Papua dengan kemasan musik etnik-jazz orchestra. Konser kali ini didukung bebagai elemen musisi dan seniman dari dalam negeri seperti Demas Narawangsa, Nikita Dompas, Kristian Dharma, Ade Rudiana dan Zainal Arifin. Pergelaran kali ini menampilkan tamu istimewa yaitu Sandy Sandoro dan Andien, selain penyanyi terkemuka lainnya seperti Ivan Nestorman dan Dira J Sugandi. Musisi luar negeri macam Guy Strazz, Hugh Fraser, Andy Suzuki dan Philippe Ciminato juga menambah semarak tepukan penonton yang menggetarkan gedung ikon UGM tersebut. Penampilan lintas generasi mahasiswa dan alumni FEB UGM yang dikomandoni Anggito Abimanyu mengawali konser malam itu. Tak diduga, Andien menghidupkan suasana jazz-pop dengan lagu Malandoro dan lagu barunya yang berjudul Moving On. Penonton tidak diberikan waktu untuk menarik napas lega karena Ivan Nestorman langsung muncul dan memegang ritme suasana dengan mengangkat kultur Flores. Penampilan memukau Dira J Sugandi dengan power suaranya dan dinamika musik daerah timur Indonesia serasa menghipnotis penonton. Antusiasme penonton yang hadir malam itu sangat besar. Terbukti, berkali-kali tepukan tangan mereka mengiringi. Apalagi pada saat puncak acara yang menghadirkan Sandhy Sandoro. Penonton yang rata-rata wanita langsung berteriak-teriak histeris. Acara malam itu ditutup dengan lagu Zikir Tak Putus-Putusnya yang dibawakan oleh Dira. Para penonton sekali lagi terhipnotis dengan suara emasnya yang dipadu dengan dinamika kekuatan dan permainan nada yang dilakukannya. Tanpa dikomando, penonton memberikan standing applause kepada Dira dan seluruh pengisi acara yang dilanjutkan dengan pemberian kenang(Bersambung hal 40)

Special Report

Alumni Gathering Night “Nguri-nguri Kabudayan dan Berkesenian” Malam harinya pada pukul 19.00 WIB acara lustrum FEB UGM dilanjutkan acara alumni gathering night di Balairung UGM. Pembukaan acara dimulai dengan kegiatan potong tumpeng sebagai wujud rasa syukur bahwa FEB UGM telah berusia 55 tahun dan telah berkontribusi terhadap bangsa dan negara. Pemotongan tumpeng ini dilakukan oleh Prof. Marwan Asri, MBA, Ph.D. selaku dekan Fakultas Ekonomika dan Bisnis UGM. Selanjutnya, dekan memberikan potongan tumpengnya kepada Dr. Soetatwo Hadiwegono sebagai wakil dari sivitas akademika FEB

Dari Mahasiswa Untuk Lustrum XI FEB UGM
ustrum XI Fakultas Ekonomika dan Bisnis UGM merupakan sebuah momentum emas. Berbagai kegiatan diselenggarakan untuk menyemarakkan dies natalis kali ini. Bahkan, mahasiswa pun diberi kesempatan untuk turut memeriahkan lustrum dengan diselenggarakannya Student Week 2010. Mengangkat tema 'Bersinergi untuk Berkarya Nyata Membangun Bangsa', Student Week diselenggarakan pada 2025 September 2010. Berbeda dengan kegiatan lustrum fakultas yang panitianya adalah gabungan mahasiswa dan pengelola fakultas, Student Week benar-benar merupakan kegiatan dengan konsep dari, oleh, dan untuk mahasiswa FEB UGM. Student Week 2010 dibuka pada Senin, 20 September 2010 di plaza FEB. Dalam acara pembukaan ini, dekan FEB, Prof. Marwan Asri, MBA., Ph.D, menyampaikan asal mula ide diselenggarakannya Student Week 2010, yaitu dari sebuah sekolah bisnis di Amerika Serikat yang setiap tahunnya menggelar ekshibisi organisasi mahasiswa pada dies natalis di kampus tersebut. Agenda inilah yang mereka sebut dengan Student Week. Kemudian, FEB UGM pun ingin mengadopsi acara serupa untuk dies natalis kampus. Dekan berharap kegiatan Student Week ini nantinya dapat digelar setiap tahun agar menjadi sebuah tradisi perayaan dies natalis di FEB. Layaknya perayaan ulang tahun, pada acara pembukaan ini juga diadakan tiup lilin dan potong kue sebagai sebuah simbol bahwa FEB UGM telah menapaki usia ke-55. Acara semakin meriah ketika dekan menginisiasi pelepasan balon gas. Sekumpulan balon berwarna-warni yang membawa spanduk Lustrum XI FEB UGM diterbangkan, diikuti dengan balon-balon yang dilepaskan oleh mahasiswa, staf dan dosen. Talkshow Tentang Research dan Entrepreneurship Hari pertama Student Week diramaikan dengan talkshow mengenai penelitian dan kewirausahaan yang

L

UGM. Peserta yang hadir di Balairung merupakan keluarga besar sivitas akademika FEB UGM seperti dosen, karyawan, mahasiswa, dan alumni dari berbagai angkatan. Malam itu, tamu dihibur dengan kesenian ketoprak yang tidak biasa karena dimainkan oleh segenap dosen-dosen, karyawan, dan seniman Yogyakarta. Kolaborasi ini menarik dan menghibur penonton yang hadir karena hadirin bisa melihat keahlian dosen lainnya selain kegiatan rutinitas harian, yakni mengajar di kelas. Tamu undangan dihibur dengan alunan musik Jazz yang menjadi puncak acara malam itu. Konser Economics Jazz
24

acara seperti olah raga, sepeda gembira, dan perlombaan. Prof. Marwan Asri, MBA, Ph.D membuka acara sekaligus melepas kegiatan sepeda gembira. Rute yang dituju adalah Alun-Alun Keraton Yogyakarta untuk menapak tilas bahwa UGM dulu pernah menggunakan pergelaran keraton untuk perkuliahan. Tampak beberapa alumni juga turut menyemarakkan family fun day selain keluarga besar FEB UGM. Berbagai lomba-lomba juga diadakan seperti lomba kipas balon untuk anak-anak dan lomba memasak nasi goreng untuk bapak-bapak. Acara yang ditunggutunggu adalah pembagian door prize. Kesemarakan family fun day merupakan

diselenggarakan di plaza FEB. Acara talkshow ini dibagi menjadi dua sesi, dengan sesi pertama membahas tentang penelitian dan sesi kedua tentang kewirausahaan. Hadir sebagai narasumber adalah Tri Widodo, M.Ec.Dev, Ph.D. yang merupakan dosen FEB UGM yang juga seorang peneliti dan Marcella Chandra, mahasiswi FEB yang terlibat dalam beberapa penelitian. Dari kedua pembicara, didapat informasi yang sangat memotivasi peserta untuk giat melakukan penelitian. Dengan penelitian, mahasiswa bisa menuntaskan rasa ingin tahunya terhadap suatu permasalahan selain iming-iming hadiah atau honor melakukan penelitian. Kedua pembicara sepakat bahwa meneliti untuk berkontribusi pada pembangunan negeri tak harus bermula dari permasalahan pelik atau mengglobal, tapi bisa diawali dari rasa penasaran kita akan sesuatu. Di penghujung talkshow ini, diumumkan pemenang Lomba Penelitian dalam rangka Lustrum XI FEB UGM. Juara pertama diraih oleh Syariah Economics Forum, disusul Himiespa di urutan kedua dan Equilibrium di urutan ketiga. Sesi kedua dimulai dengan

mengangkat tema kewirausahaan. Dalam talkshow ini para pengusaha muda yang merintis karirnya dari nol, yaitu Saptuari (pemilik Kedai Digital), Firman (pemilik Cokro Telacake), dan pemilik Goeboex. Dari mereka bertiga, diketahui kiat-kiat berwirausaha, langkah yang harus ditempuh untuk memulai usaha, dan berbagai pengalaman pada mula usaha hingga saat ini. Bazaar Franchise dan Kewirausahaan Sepanjang 20-21 September 2010, sekeliling Plaza FEB UGM dihiasi oleh stan-stan yang menggelar berbagai macam dagangan. Kesempatan diberikan bagi para wirausahawan muda di FEB dan franchisor untuk memasarkan produk di FEB dalam acara Student Week 2010 lewat bazar franchise dan kewirausahaan. Ada sekitar dua puluh stan yang mengisi bazaar kali ini. Produk yang ditawarkan pun mulai dari kaos sampai hasil kerajinan daerah khas Yogyakarta. Para pemilik bisnis franchise pun tak ketinggalan. Beberapa ikut berpartisipasi di bazaar kewirausahaan ini, seperti Mister Burger dan Miss Pancake. Ikut sertanya stan franchise ini diharapkan
25 ebnews Edisi November 2010 24

ebnews Edisi November 2010

Special Report
dapat membuka wawasan dan peluang masyarakat FEB tentang sistem franchise. Discover Indonesia Selama dua jam, pada hari Selasa 21 September 2010, sivitas akademika FEB dihibur dengan penampilan tari dan musik. Tepatnya pukul 12.45 WIB, acara Discover Indonesia dibuka. Sebagai penampilan pembuka, Tari Saman hadir di atas panggung. Dengan kekhasan gerakannya dan suara-suara yang menyertainya, Tari Saman mampu menarik perhatian sivitas akademika FEB untuk menonton pertunjukkan Discover Indonesia. Sesuai dengan konsep acaranya, Discover Indonesia menyuguhkan berbagai macam penampilan, baik tradisional maupun modern. Beberapa tarian memukau penonton, dilanjutkan dengan parade band mahasiswa fakultas. Satu yang khas dari beberapa pen a m p i l a n b a n d , m e re ka membawakan sebuah lagu yang bertema Indonesia, baik itu lagu wajib nasional, maupun lagu daerah sebagai lagu pembuka. Meski cuaca t i d a k b e rs a h a b at , a ca ra Discover Indonesia tetap berlangsung meriah hingga pukul 14.30 WIB. Career Day Preparation Hari ketiga Student Week 2010, mahasiswa diajak untuk sedikit lebih serius, berdiskusi dan berbagi penga-laman seputar persiapan kerja dengan para profesional. Career Day Preparation diselenggarakan bagi mahasiswa FEB sebagai sebuah persiapan untuk menghadapi dunia kerja. Workshop sehari ini diselenggarakan di Auditorium Magister Sains FEB UGM. Pembicara pertama pada workshop ini adalah Sri Morisonya Maulidiana, S.E., M.HRD, seorang alumni FEB UGM yang sekarang sudah menjadi HRD PT Freeport Indonesia. Ia menuturkan persiapan yang harus dilakukan oleh calon pegawai untuk mendaftar ke perusahaan. Ia juga memberikan sebuah contoh format curriculum vitae yang apik dan menarik perhatian pembacanya. Dilanjutkan dengan pertanyaan-pertanyaan evaluatif
26 24

Special Report
dari Arief Surya Irawan, S.E., M.Com., Akt., dosen FEB UGM. Ia banyak memberikan wacana tentang tujuan setelah lulus kuliah, antara bekerja sebagai pegawai atau menjadi bos di bisnis sendiri. Pada sesi kedua hadir trainer Kapilawastu yang sudah tak diragukan lagi kemampuannya. Mereka memberikan training public speaking kepada peserta. Harapannya, setelah mengikuti workshop sehari ini, para peserta dapat lebih kompetitif saat memasuki dunia kerja. Seminar Ekonomi Islam Student Week 2010 melakukan gebrakan dengan menyelenggarakan sebuah seminar bertaraf internasional: Seminar Ekonomi Islam dengan mengangkat tema “Mengisi Pembangunan Nasional dengan Mengembangkan Bisnis perbankan di Malaysia. Sementara Adiwarman Karim banyak bercerita tentang pemerintah Indonesia yang mendukung penerapan ekonomi islam setelah terlihat adanya prospek mendatang yang sangat menjanjikan dari ekonomi islam. Econolympic Di Student Week 2010 juga diadakan ajang interaksi antar-angkatan, antar-jurusan, antar-program: Econolympic. Ya, di sinilah tempat seluruh sivitas akademika FEB dapat berinteraksi dalam kompetisi yang sehat melalui berbagai lomba olahraga yang digelar. Econolympic meliputi beberapa bidang olahraga, seperti bulu tangkis, voli, tenis meja, dan futsal. Econolympic dibuka dengan pertandingan voli pada 21 September di lapangan voli F E B U G M . Pe r l o m b a a n dilanjutkan pada hari kedua, yaitu bulu tangkis antarkaryawan di lembah UGM untuk partai ganda putra yang akhirnya di-menangkan oleh tim MM. Keesokan harinya, digelar pertandingan bulutangkis antar-mahasiswa S1 FEB. Cuaca yang buruk menyebabkan beberapa perlombaan sempat dibatalkan sehingga pertandingan baru selesai pada minggu ketiga. Pada minggu kedua pelaksanaan Econolympic, digelar lomba futsal yang bertempat di Planet Futsal. Tim Akuntansi A berhasil mengalahkan Tim Manajemen A. Sedangkan futsal putri, yang hanya diikuti 3 tim, dimenangkan oleh Tim Manajemen setelah sebelumnya mengalahkan Tim Akuntansi. Final kompetisi basket diadakan pada minggu ketiga. Pertandingan basket putra yang diadakan di lapangan UNY ini membawa Tim Akuntansi A menuju kemenangan, sedangkan basket putri dimenangkan oleh tim Manajemen. Sementara pertandingan pingpong yang dilaksanakan di selasar FEB UGM telah membawa Iqbal (IE 08) ke podium pemenang untuk tunggal putra dan ganda putra dimenangkan oleh tim MM.

Serangkaian Kegiatan Lustrum

Tim soft ball FEB UGM, terdiri dari dosen, alumni dan mahasiswa, dengan manajer Ahmad Jamli, M.A. telah mengalahkan tim juara DIY dalam pertandingan persahabatan dalam rangka Lustrum XI.

Dosen, alumni, staf dan keluarga staf berpartisipasi dalam serunya lomba memasak nasi goreng.

Dosen dan karyawan pemain ketoprak merger menghibur penonton dalam malam alumni gathering.

Berlandaskan Syariah”. Pembicaranya pun sangat berkompeten di bidangnya. Datang dari tanah seberang, Ahmad Sanusi Hakim, MIMM, AIBM, FPAM, IFP, MBA., DIT, seorang CEO Global Consulting & Al Falah Consulting di Malaysia. Pembicara kedua adalah Ir. H. Adiwarman A. Karim, S.E., MBA., MAEP, president director untuk KARIM business consulting di Indonesia. Seminar sehari ini terbagi atas dua sesi, sesi pertama diisi oleh Adiwarman Karim dan Ahmad Sanusi Hakim dan sesi kedua diisi oleh Ahmad Sanusi Hakim. Dalam seminar ini, para pembicara mengungkapkan fakta tentang perkembangan usaha syariah, baik di Indonesia maupun Malaysia. Ahmad Sanusi Hakim menitikberatkan pada perkembangan ekonomi islam dan

Pertunjukan wayang kulit dengan judul “Semar Mbangun Kayangan” oleh Ki Anom Suroto.

Kunjungan ke rumah pensiunan karyawan dalam kegiatan anjangsana sebagai bentuk kepedulian sosial keluarga besar FEB UGM.

ebnews Edisi November 2010

Ziarah, salah satu kegiatan rutin dies natalis dan lustrum, untuk mengenang jasa pendiri dan dosen yang telah meninggal.

27 ebnews Edisi November 2010 24

News from Abroad
idak terasa hampir dua tahun lalu saya menulis di buletin ini mengenai sekolah doktoral dan sekelumit kisah awal petualangan di Amerika. Saya menyadari bahwa pada dasarnya, “sequel is always not better than the original” (Fama 1991). Meskipun serentetan cerita dalam artikel pendek ini berdasarkan pengalaman penulis, tulisan ini tidak dimaksudkan untuk menjadi semacam The Adventure of Sherlock Holmes-nya Arthur Doyle atau Hercule Poirot-nya Agatha Christie. Harapan utama saya adalah tulisan ini mampu memberikan nuansa dan informasi baru mengenai sekolah doktoral di bidang bisnis. Secara tipikal, sekolah bisnis di Amerika (disebut juga College of Business, Business School, School of Management, dan yang lainnya) d i ko m p a r t e m e n t a l i s a s i m e n j a d i beberapa jurusan, yaitu Manajemen (mencakup Manajemen Operasi dan Manajemen Sistem Informasi), Pemasaran, Akuntansi, dan Keuangan. Jurusan Ilmu Ekonomi biasanya secara administratif berada di bawah fakultas yang berbeda, misalnya College of Liberal Arts. Jurusan Keuangan memiliki keunikan khusus berkaitan dengan posisinya dalam hal teknik dan literatur. Sebelum era 1950-an, finance secara keilmuan masih bertipe financial economics di bawah Jurusan Ilmu Ekonomi karena pada dasarnya hampir semua teori, model, dan teknik penelitian di bidang keuangan bersumber dari ekonomi. Sejak tahun 1950an, mulai muncul berbagai penelitian yang secara sistematis membentuk suatu mazhab keilmuan baru, yaitu keuangan yang memadukan teknik ekonometri dan ruang lingkup bisnis secara ide dan praktis. Perkembangan ilmu pengetahuan dan dunia praktis tentunya akan terus memunculkan bidang-bidang khusus dari waktu ke waktu. Mahasiswa doktoral di Amerika akan menjalani perkuliahan (coursework) antara dua sampai tiga tahun. Universitas-universitas yang lebih besar secara tipikal akan mengharuskan coursework yang lebih panjang. Coursework ini biasanya terbagi menjadi empat bagian utama: (1) foundations, (2) seminars, (3) tools and techniques, dan (4) graduate courses. Sebagai contoh, di
28 24

News from Abroad
prehensif dan second-summer paper, mahasiswa doktoral secara resmi menjadi Ph.D. candidate, dan dapat mulai menulis disertasi. Dalam proses menyelesaikan studi, Ph.D. candidate sangat diharapkan untuk mempresentasikan paper-paper dalam konferensi-konferensi dan kemudian menerbitkannya dalam jurnal-jurnal akademik. Hal ini sebenarnya bermanfaat bagi si kandidat itu sendiri karena kesempatan kerja setelah lulus sangat tergantung pada publikasi yang telah dilakukan. Contohnya, untuk bidang keuangan, para kandidat akan berusaha untuk mempresentasikan paper di Western Finance Association, American Finance Association, Financial Management Association (FMA), Southern Finance Association, dan berbagai konferensi lainnya. Western adalah konferensi dengan kualitas tertinggi sedangkan FMA memiliki keistimewaan karena di sinilah wawancara kerja biasanya berlangsung. Sistem pencarian kerja di Amerika itu pada dasarnya berbentuk sistem draft. Apabila pembaca memahami sistem draft dalam NBA, NFL, dan olahraga tipikal Amerika lainnya, pasti sangat mudah mengerti sistem draft dalam bidang akademik. Kandidat yang sudah lulus proposal disertasi biasanya akan masuk ke bursa kerja musim gugur tiap tahunnya melalui FMA. Universitasuniversitas akan memanggil dan mewawancarai para kandidat yang menarik bagi mereka. Masing-masing tahu posisi masing-masing. Misalnya, universitas level tertinggi akan cenderung mengambil kandidat dari uni-versitas level tinggi lainnya. Setelah lulus program doktoral, si kandidat akan bergabung dengan universitas penerima kerja tersebut, dan menjadi assistant professor. Setelah menjalani kontrak (biasanya 3-6 tahun), assistant professor ini akan menjadi associate professor (dengan tenure atau status permanen). Namun demikian, tidak semua lulusan doktor bisnis bergabung dengan dunia akademik. Di zaman modern ini dan masa mendatang, para eksekutif memiliki kredibilitas akademik yang semakin tinggi. Sebagai contoh, Jack Welch, mantan CEO General Electric yang te rs o h o r i t u , m e r u p a ka n P h . D. manajemen dari University of Illinois. Akhirnya, mengapa para mahasiswa pascasarjana bidang bisnis rela bersusah payah dalam prosesnya? Jawaban paling mendasar adalah pay-to-performance sensitivity. Kesempatan mendapatkan pendapatan di atas $130 ribu setahun untuk assistant professor baru (dan bisa jauh lebih besar bila masuk ke industri) merupakan daya tarik tersendiri. Namun demikian, itu tidak menjadi faktor tunggal. Faktor infrastruktur yang menjamin juga menjadi pertimbangan tersendiri. Penelitian dan pengambilan keputusan sangat mengandalkan ketersediaan literatur dan data. Penyediaan databases literatur seperti Elsevier dan EBSCO serta data seperti CRSP, Compustat, WARDS, SDC, CDA, Morningstar, maupun Thomson Financial oleh universitas akan sangat diperlukan dan menjadi semacam jaminan. Selain itu, dalam proses publikasi, diperlukan dana dan proses yang sangat intensif. Contohnya, di bidang keuangan, sekali pengiriman ke Journal of Finance harus disertai dengan biaya pengiriman sebesar $500. Biaya pengiriman kembali dalam revisi juga harus dibayar (misalnya $300 per pengiriman kembali). Untuk dapat mempublikasikan sebuah artikel di jurnal level tertinggi semacam itu, diperlukan pengiriman kembali berkali-kali (kalau tidak ditolak), dan bisa jadi memerlukan lima kali revisi dalam waktu 2-5 tahun. Makin tinggi level sebuah jurnal, makin mahal pengiriman dan biaya pengiriman kembali. Betapa menyedihkan apabila sudah mengirim kembali empat kali, dan akhirnya ditolak oleh reviewers putaran kelima! Demikian pengalaman yang bisa dibagikan untuk saat ini. Tirai yang memisahkan dunia akademik dan praktis semakin tipis dan terkoyak. Artinya, dalam dunia yang semakin modern, kualitas eksekutif akan semakin tinggi dalam hal kredibilitas akademik, dan pengambilan keputusan akan semakin berdasarkan riset yang solid. Di lain pihak, ide-ide penelitian akademik akan semakin bersumber dari kejadian-kejadian riil di industri dan antisipasi terhadap berbagai kebijakan publik pemerintah dan keputusan mikro dalam bisnis. Selain itu, perpaduan dan perpindahan minat antarjurusan juga semakin mudah terjadi. Contohnya, Ike Mathur, finance professor di SIU yang juga managing editor-nya Journal of Banking and Finance, memiliki latar belakang Ph.D. marketing.
29 ebnews Edisi November 2010 24

T

Sekolah Doktoral Bisnis:

Tradisi Masa Lalu dan Tantangan Era Modern
Oleh: Edy Junarsin

bidang finance, foundations adalah mata kuliah semacam microeconomics, mathematical statistics, atau asset pricing theory. Di tiap bidang, seminar merupakan komponen utama dalam perkuliahan doktoral. Dalam tiap seminar, pembahasan grand theory melalui academic papers dilakukan dengan detail dan mendalam. Misalnya, dalam finance ada empat seminar utama: (1) corporate finance, (2) investments, (3) financial institutions/risk management, dan (4) international finance. Dalam tiap seminar, biasanya ada keharusan menghasilkan sebuah makalah. Harapannya adalah agar makalah-makalah tersebut dapat dikembangkan lebih lanjut untuk menjadi disertasi atau artikel yang diperesentasikan di konferensi dan kemudian diterbitkan di jurnal akademik. Selanjutnya, tools and techniques berisi perkuliahan mengenai metode penelitian, seperti empirical

methods in finance, ekonometri (biasanya dua seri), dan multivariate statistics. Sisanya adalah graduate courses, berupa mata kuliah biasa atau pilihan. Setelah menjalani coursework tersebut, mahasiswa doktoral akan menghadapi ujian komprehensif (dikenal dengan sebutan comps, prelim, qualifying, dan berbagai nama lain). Untuk bidang Ilmu Ekonomi, biasanya ujian komprehensif diadakan pada akhir tahun pertama (untuk core courses) dan akhir tahun kedua (untuk field courses). Untuk bidang bisnis, ujian komprehensif biasanya diadakan setelah semua coursework selesai. Ujian komprehensif ini biasanya merupakan momen paling dramatis dan traumatis bagi mahasiswa doktoral. Seorang kenalan dan senior saya yang lulus program doktor finance di Southern Illinois University (SIU) bertahun-tahun silam dengan mimik muka serius mengatakan bahwa dia masih ingat tiap detik persiapan dan kejadian menjelang ujian komprehensif tahun 2003! Universitas-

universitas dengan tradisi tua juga mengharuskan mahasiswa doktoral menulis paper utama yang akan dipresentasikan di akhir coursework. Paper ini dikenal sebagai second-summer paper. Salah satu entrepreneur terkenal pernah menjadi “korban” dalam hal ini, yaitu Jimmy Wales. Dia menempuh program doktoral finance di Indiana University. Ketika mengumpulkan dan mempresentasikan second-summer paper, makalahnya dinyatakan tidak memuaskan sehingga harus menjalani revisi besar. Namun dia memutuskan tidak melanjutkan program dengan alasan resmi kebosanan yang mendalam. Di kemudian hari, dia menjadi penemu Wikipedia. Meskipun menjadi “korban”, ada lelucon yang mengatakan bahwa barangkali dia tidak sekaya sekarang apabila tidak dropped out dari program doktoral tersebut. Setelah lulus ujian kom-

ebnews Edisi November 2010

Lecture’sArticle
uara seseorang yang terdengar di telepon sebenarnya hanya berupa kumpulan bits o dan 1. Luarbiasanya, sistem bit menjadikan kita dapat mengenali pemilik suara dengan baik. Hal ini juga berlaku untuk komputer. Sayangnya, walau lebih dari 500 tahun akuntansi telah dikaruniai pengetahuan debet kredit tetapi kontribusinya belum optimal dalam kehidupan. KRISIS & GELOMBANG REFORMASI Krisis ekonomi dan keuangan merupakan fakta buruk yang berpeluang terjadi lagi di masa datang. Banyak faktor yang menyumbang terjadinya krisis (lihat Holthausen 2009; Ball, 2009). Pemerhati akuntansi sepatutnya bertanggungjawab atas terjadinya skandal keuangan dan berbagai tragedi keuangan yang menyebabkan krisis karena sistem perekonomian dewasa ini diukur secara keuangan. Sebagai bidang ilmu, akuntansi diharapkan menyajikan informasi keuangan yang dapat mencegah, mendeteksi, dan mengoreksi berbagai kesalahan yang terjadi. Sayangnya, realitas berbeda dari harapan. Kalau pada awal abad 20 akuntansi mendapat serangan dari pakar non-akuntansi (Hatfield, 1924), saat ini akuntansi justru mendapat serangan dari dalam (Hopwood, 2007; Demski, 2007; Fellingham, 2007; Ball, 2008). Bahkan, pemerhati akuntansi Basu (2008) meminta beberapa pakar akuntansi untuk mendiskusikan topik “What is the most important accounting issue where we either think we understand it but in fact do not or have failed to consider the issue in anywhere near the depth it deserves?" Gagasan untuk melakukan perubahan akuntansi sebenarnya sudah dimulai (Arnold, 2009; Mosso, 2010). Juga, saat ini dewan standar akuntansi IASB dan FASB bekerjasama mengimplementasikan International Financial Reporting Standards (IFRS) yang diharapkan berlaku secara global. Namun, gagasan-gagasan tersebut masih layak dipertanyakan keefektifannya, terutama implementasi IFRS, karena sulit meyakini bahwa 1 standar universal dapat menyelesaikan berbagai isu akuntansi yang dinamis. Disamping itu, hingga sekarang belum ada contoh standar yang
30 24

Lecture’s Article
samadengan Pemerolehan dana”. Akuntansi modern lebih suka menggunakan hukum “Sumberdaya samadengan Sumberdana”, padahal tidak semua sumberdana berwujud sumberdaya (aset), tetapi dapat diwujudkan langsung dalam pengorbanan (biaya). Mengungkap “kecerdasan yang dibungkus dengan kearifan”. Debet itu kiri sedangkan kredit itu kanan. Peters and Emery (1978) berpendapat bahwa debet kredit digunakan karena pada masa itu angka negatif belum digunakan. Sebagian besar pakar menyimpulkan bahwa debet kredit digunakan karena kesepakatan. Penulis berpendapat bahwa akuntansi meng-gunakan debet kredit karena 2 alasan. Pertama, akuntansi mendasarkan diri pada persamaan aljabar. Kedua, akuntansi menggunakan alat ukur berupa nilai moneter yang tidak mengenal angka negatif. Oleh karena ketiadaan nilai negatif di satuan moneter maka old but true accounting scholars menyajikan nilai negatif dengan cara memindahkan ke sisi lain dalam persamaan aljabar. Misalnya, minus 5 (-5) di sisi debet persamaan dapat dituliskan menjadi plus 5 (+5) di sisi kredit. Menariknya, cara berpikir matematika ini juga menjadikan mekanisme debet kredit yang selama dianggap sesuatu yang harus dihafalkan oleh setiap pembelajar ternyata dapat dijelaskan secara logis dan mudah. Mengidentifikasi Keterbatasan Standar. Menggunakan cara berpikir matematika, standar akuntansi keuangan yang telah berlaku lebih 25 tahun dapat diidentifikasi keterbatasannya. Sebagai contoh, transaksi barter terlewatkan oleh standar akuntansi keuangan sehingga berpeluang terjadinya earnings management. Menariknya, transaksi barter merupakan fenomena yang semakin sering dipraktikkan di bisnis. Mengajukan Solusi atas Isu-isu Terkini. Menggunakan cara berpikir matematika, akuntansi berpotensi untuk dikembangkan agar dapat menghasilkan informasi keuangan yang reliable sekaligus relevant, dan menyajikan informasi yang bermanfaat b a g i sta ke h o l d e r s , b u ka n h a nya stockholders. SEGITIGA PENGEMBANGAN AKUNTANSI Teknologi informasi (TI) dan akuntansi memiliki kesamaan dasar; keduanya berfungsi menyediakan informasi, dan keduanya berlandas matematika. Lebih mudah menganggap sistem bit (binary digits) sebagai aplikasi matematika
31 ebnews Edisi November 2010 24

S

Menggagas Reformasi dari Kampus Biru
Oleh: Sony Warsono-bin-Hardono

berlaku secara global. Sebaliknya, beberapa industri, seperti misalnya telekomunikasi dan komputer, menggunakan beberapa standar yang berbeda tetapi justru dapat berinteraksi dengan baik. AKUNTANSI DAN SEJARAHNYA Setiap insan pemerhati akuntansi berhak sekaligus mengemban amanah untuk menggagas reformasi akuntansi. Berbeda dari gagasan-gagasan sebelumnya yang mengandalkan pemikiran masa kini, penulis mengajukan gagasan reformasi akuntansi berlandas pada sejarah

akuntansi itu sendiri. Akuntansi terdokumentasi di buku Matematika berjudul Summa de Arithmetica, Geometria, Proportioni et Proportionalita (Summa) oleh Luca Pacioli sebagai profesor matematika yang mengajar selama 30 tahun dan menerbitkan banyak buku matematika (Sangster et al., 2007) pada 516 tahun yang lalu, tepatnya tahun 1494 (Peters and Emery, 1978; Weis and Tinius 1991). Sayangnya, pengembangan akuntansi modern menunjukkan adanya sinyal pengingkaran terhadap sejarahnya. Pertama, Pacioli lebih dikenal sebagai tokoh

agama ataupun pedagang, dibanding s e b a ga i m a t h e m a t i c i a n . Ke d u a , keberadaan akuntansi di buku Summa lebih dipandang sebagai ketidaksengajaan. Ketiga, pemerhati akuntansi lebih tertarik mengklaim akuntansi sebagai “language of business”. Keempat, pemerhati akuntansi menganggap double entry bookkeeping “hanya” sebatas warisan kuno yang terpaksa dilestarikan. Kelima, pengembangan akuntansi mengutamakan kepatuhan terhadap standar dan aturan. Pengembangan ilmu yang mengabaikan sejarah berisiko gagal. Terjadinya krisis ekonomi dan keuangan global dapat

menjadi gambaran kegagalan akuntansi. Pengembangan akuntansi yang berakar pada sejarah, sebaliknya, berpeluang sukses. REFORMASI BERBASIS MATEMATIKA Di samping berakar pada sejarah, gagasan reformasi akuntansi berbasis matematika memberi banyak manfaat (lihat Warsono-bin-Hardono, 2010): Menegakkan kembali hukum dasar akuntansi. Fisika mengenal hukum “Reaksi samadengan Aksi” maka akuntansi memiliki hukum yang selama ini diabaikan, yaitu “Penggunaan dana

ebnews Edisi November 2010

Article’s Lecture
dibanding sekedar “kesepakatan”, bukan? Di sisi lain, TI dan akuntansi memiliki perbedaan yang nyata. Di usianya yang relatif muda, peran TI semakin disegani seiring dengan semakin banyak individu mengandalkan TI untuk kehidupan, sedangkan di usia yang sudah mapan peran akuntansi justru dienggani seiring dengan penerapan akuntansi hanya jika dipaksakan oleh aturan. Akuntansi selama ini diperlakukan sebagai ilmu atau teknologi sosial. Contoh teknologi sosial adalah lampu lalu-lintas. Dalam kondisi normal, lampu lalu-lintas berfungsi secara o to m a t i s . N a m u n , p o l i s i d a p a t melakukan intervensi dengan meniadakan fungsi lampu lalu-lintas jika ada “pihak penting” akan muncul. Persoalannya, intervensi di akuntansi harus diminimalkan karena menjadi sifat dasar manusia untuk melakukan intervensi jika berkaitan dengan keuangan. Jika intervensi mudah dilakukan maka akuntansi tidak lagi dapat diandalkan menyajikan realitas ekonomi. Pengembangan akuntansi seharusnya berlandas 3 pilar utama. Pilar pertama berupa ilmu mapan, yaitu pengetahuan yang ditemukan manusia (bukan yang dibuat manusia). Pilar kedua berupa prinsip dasar yang dikembangkan berdasar kesepakatan. Dan pilar ketiga berupa rancang-bangun (seni) agar akuntansi dapat memberi kontribusi sesuai kebutuhan individu. Model ini dikembangkan berdasar perjalanan sejarah akuntansi sendiri. Awal pengembangan akuntansi, the founder mendasarkan pada pilar matematika (ilmu mapan). Dalam perjalanannya pengembangan akuntansi lebih berfokus pada seni (pilar rancang-bangun) dan selanjutnya bergeser sebagai ilmu sosial (pilar prinsip dasar). Sudah saatnya pemerhati akuntansi mengembangkan akuntansi berdasar ketiga pilar secara seimbang. TI berhasil dikembangkan berlandar tiga pilar secara seimbang, dengan pilar pertama sebagai pegangan utama dalam pengembangan pilar prinsip dasar dan rancang-bangun. UNTUK KITA RENUNGKAN Baik sebelum maupun sesudah Isaac Newton menemukan teori gravitasi, buah apel tetap jatuh ke bawah. Seandainya jatuhnya buah apel dipersepsikan sebagai “takdir” ataupun adanya “invisible hand” yang tidak menarik untuk dikaji, mungkin manusia sekarang belum menikmati pesawat terbang dan berbagai teknologi canggih lainnya. Sudah saatnya pemerhati akuntansi mempersepsikan mekanisme debet kredit sebagai cerminan dari ilmu m a p a n , ya it u m atem at ika , d a n termotivasi mengembangkan akuntansi berlandas matematika dengan sky as the limit. Seperti halnya ilmu sosial lainnya, akuntansi dewasa ini terlalu fokus pada pengembangan standar dan aturan. Dianalogikan, 3 garis lurus yang panjangnya tidak proporsional (misal: 3m, 5m, dan 20m) maka tidak mungkin menghasilkan segitiga yang ideal. Oleh karena itu, reformasi akuntansi harus dilakukan berdasar 3 (tiga) pilar secara seimbang dengan pilar matematika sebagai pilar utama. Keberhasilan dalam mengembangkan akuntansi secara seimbang ini dapat memotivasi ilmuilmu sosial maupun eksakta lainnya di kampus biru ini untuk berlomba menemukan ilmu mapan yang betulbetul betul. Jika diantara pembaca masih ragu atas keterkaitan akuntansi dan matematika, mungkin dapat belajar dari Soren, the owl dalam film Legend of the Guardians, yang meyakini bahwa “kisah (sejarah) yang diceritakan, meskipun tidak dapat ditemu-kenali jejaknya, bukan berarti tidak riil”. Kalau akuntansi jelas-jelas terdokumentasi di buku matematika oleh profesor matematika, mengapa kita justru lebih suka mengabaikannya?

Partnership

Kunjungan Kerjasama
Faculty of Economics and Commerce, University of Melbourne di Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada
akultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (FEB UGM), dalam rangka mewujudkan visi dan misinya, selalu berusaha untuk mengembangkan jejaring kerjasama internasional. Selain membuka banyak kerjasama baru dengan berbagai universitas di luar negeri, FEB UGM juga terus berupaya meningkatkan mutu dari kerjasama yang telah ada. Dalam rangka meningkatkan kualitas kerjasama dengan universitas mitranya, FEB UGM pada hari Kamis (05/08/10) telah menerima kunjungan dari Prof. Nasser Spear, Associate Dean (Global Engagement, Faculty of Business and Economics, University of Melbourne, Australia). Kunjungan Prof. Spear ini diterima langsung oleh Dekan FEB UGM, Prof. Marwan Asri, MBA., Ph.D yang didampingi oleh Wakil Dekan Bidang Akademik, Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Dr. BM. Purwanto, MBA., Wakil Dekan Bidang Administrasi Keuangan dan SDM, Dr. Eko Suwardi, M.Sc. dan staf Kantor Urusan Internasional FEB UGM. Pada kunjungan tersebut, pembahasan meliputi kerjasama yang selama ini telah berjalan dengan baik antara kedua belah pihak, serta

F

DAFTAR PUSTAKA
Arnold, P.J. 2009. Global financial crisis: The challenge to accounting research. Accounting, Organizations and Society, 34: 803-804. Ball, R. 2008. What is the actual economic role of financial reporting? Accounting Horizons, 22: 427-432. Ball, R. 2009. Market and political/regulatory perspectives on the recent accounting scandals. Journal of Accounting Research. 47: 277-323. Basu, S. 2008. Panel on big unanswered questions in accounting – Genesis. Accounting Horizons, 22: 425-426. Demski, J.S. 2007. Is accounting an academic discipline? Accounting Horizons, 21: 153-157. Fellingham, J.C. 2007. Is accounting an academic discipline? Accounting Horizons, 21: 159-163. Hatfield, H. R. 1924. An historical defense of bookkeeping. Journal of Accountancy, 241-253. Holthausen, R.W. 2009. Accounting standards, financial reporting outcomes, and enforcement. Journal of Accounting Research. 47: 447-458. Hopwood, A.G. 2007. Whither accounting research? The Accounting Review. 82: 1365-1374. Mosso, D. 2010. Transparency unveiled: Financial crisis prevention through accounting reform. Accounting Horizons, 24: 95-107. Peters, R.M. & Emery, D.R. 1978. The role of negative numbers in the development of double entry bookkeeping. Journal of Accounting Research, 16: 424-426. Sangster, A., Stoner, G.N., & McCarthy, P.A. 2007. Lessons for the classroom from Luca Pacioli. Issues in Accounting Education, 22: 447457. Warsono-bin-Hardono, S. 2010. Reformasi Akuntansi: Membongkar Bounded Rationality Pengembangan Akuntansi. Asgard Chapter. Facebook/email: asgard_chapter@yahoo.co.id Weis, W.L. and Tinius, D.E. 1991. Luca Pacioli: Renaissance accountant. Journal of Accountancy, November: 91–102.
32 24

kemungkinan-kemungkinan yang dapat dilakukan untuk membuat kerjasama yang sudah ada menjadi lebih baik. Salah satu poin yang disepakati dalam diskusi tersebut adalah pihak University of Melbourne akan mengusahakan lebih banyak beasiswa bagi mahasiswa FEB UGM yang ingin melanjutkan program Double Degree di sana. Pihak Unimelb

juga membuka kesempatan untuk melaksanakan kegiatan 'Global Mobility Program', semacam short summer course di University of Melbourne. Kunjungan Prof. Nasser Spear ini diharapkan dapat membawa peningkatan yang berarti bagi kerjasama FEB UGM dan FECOM Unimelb ke depannya[KUIFEBUGM].

Kerjasama Baru dengan Erasmus School of Economics: Program Pertukaran Mahasiswa

mpat tahun menjalin kerja sama program double degree dengan Erasmus School of Economics, Erasmus Unviersiteit Rotterdam Belanda, tahun 2010 Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada mengembangkan kerja sama dengan sekolah itu di program pertukaran mahasiswa program S1. Pada Kamis (26/08/10) Memorandum of Understanding mengenai pertukaran mahasiswa resmi ditandatangani oleh kedua belah pihak. Penandatanganan dilaksanakan oleh Prof.Dr.I.J.M.Arnold sebagai wakil dari ESE dan Prof. Marwan Asri, M.B.A., Ph.D. selaku Dekan FEB UGM. Dengan ditandatanganinya MOU tersebut, diharapkan kesempatan mahasiswa belajar satu semester di ESE dapat dimanfaatkan sebagai salah satu alternatif international academic exposure program bagi mahasiswa.
33 ebnews Edisi November 2010 24

E

Sumber: http://australia2007.splinder.com/post/16451573/goodbye-eur

ebnews Edisi November 2010

Who’s who

Alumni Corner

UGM Sebagai Research University dari Kacamata

Thatit Guritno,

Sukanto Reksohadiprodjo
rof (ret). Sukanto Reksohadiprodjo, M.Com., M.A., Ph.D. merupakan rektor UGM yang berasal dari Fakultas Ekonomika dan Bisnis UGM. Karirnya dimulai semenjak dia masih menuntut ilmu sebagai mahasiswa di Fakultas Ekonomi (FE, nama pada saat itured) pada tahun 1958-1960. Keikutsertaannya pada berbagai riset yang dilakukan pada saat itu mengantarkannya untuk mengambil karir sebagai dosen setelah lulus BSE pada tahun 1962. Dia melanjutkan studi di Amerika Serikat untuk mengambil gelar master di University of Illinois dan University of Colorado serta gelar doktor di University of Colorado. Kemampuannya untuk menjadi seorang pendidik handal sudah tak diragukan lagi. Di tengah-tengah periode pengambilan gelar master dan doktor tersebut, pria kelahiran Semarang 70 tahun silam ini mengambil non degree programme, International Teachers Program di Harvard Business School, Boston pada 1969-1970. Bapak dua orang putra ini memiliki kecintaan yang besar pada buku dan riset. Sudah lebih dari 80 buku dia tulis. Berkecimpung di dunia riset juga sudah menjadi bagian hidupnya. Bahkan, dia terlibat dengan riset antara UGM dengan National Universty of Singapore (NUS) yang mengharuskannya pulangpergi Indo-nesia-Singapura selama lebih dari satu tahun. Di Amerika Serikat, dia juga melakukan riset tentang batu bara yang ternyata tersimpan sepanjang pegunungan Rocky Mountain yang membentang sepanjang negara adidaya tersebut. Sebelum menjabat sebagai rektor UGM pada periode 1994-1998, Sukanto pernah dilantik sebagai sekretaris FE UGM dan menjabat dua periode sebagai dekan FE UGM. Dedikasinya untuk dunia pendidikan tidak hanya itu. Setelah menjabat sebagai dekan selama dua periode tersebut, dia diminta menjadi Kepala
34

Seorang pejuang pendidikan yang bermimpi menjadikan UGM sebagai universitas berbasis riset, bahkan pada saat keadaan universitas masih serba memprihatinkan.

Keselarasan Akademik dan Hobi yang Membawa Kesuksesan
lumni FEB UGM satu ini sangat menggemari olah raga yang menantang. Bahkan, dia pernah menjadi atlet terjun payung D. I. Yogyakarta pada tahun 1979-1987. Pria bernama Thatit Guritno ini dilahirkan di Surabaya 49 tahun silam. Awal cerita pertemuannya dengan olah raga terjun payung dimulai saat penerimaannya sebagai mahasiswa FE UGM (nama pada saat itu-red) tahun 1980 Jurusan Ekonomi Perusahaan yang saat ini berubah menjadi Jurusan Manajemen. Thatit pada saat itu aktif dalam olah raga basket dan tercatat sebagai anggota PALMAE (Pecinta Alam FEB UGM). Kebiasaannya berkecimpung pada dunia olah raga mengantarkannya untuk aktif dalam kegiatan terjun payung. Hobinya ini sempat membuat skripsinya terlantar beberapa bulan. Bahkan, karena ikut ambil bagian mewakili tim terjun payung DIY pada Pekan Olah Raga Nasional (PON) di Jakarta tahun 1986, wisuda sarjananya dilakukan pada bulan Februari 1987 setelah empat kali pendadaran. Pria yang bergelar MBA dari University of Dallas, Dallas, Texas, USA ini ternyata memiliki perjalanan karir yang panjang. Sekitar tahun 1990-an dia diterima bekerja di sebuah perusahaan konsultan di daerah perkantoran Thamrin. Di perusahaan tersebut, dia hanya bertahan salama satu bulan karena diterima bekerja di Citibank bagian Card Center Division di Jakarta. Setelah melanglang di dunia perbankan selama kurang lebih enam tahun, dia diterima bekerja di Cardig Internasional, sebuah perusahaan transportasi dan logistik swasta nasional yang berlokasi di daerah Jakarta Timur. Perusahaan ini merupakan holding company dari beberapa perusahaan, seperti bisnis freight forwarding (Cardig Express Nusantara),

P

A

bisnis airport services (Jasa Angkasa Semesta/JAS), dan bisnis penerbangan swasta nasional (Mandala Airlines). Mulai tahun 2005, Thatit akhirnya dipercaya oleh para pemilik perusahaan untuk duduk sebagai Presiden Direktur pada bisnis kurir domestiknya (CKI). Salah satu perubahan besar yang dilakukannya adalah memperbaiki satu yayasan yang

Badan Pendidikan dan Latihan Keuangan di bawah Departemen Keuangan selama tahun 1988-1991 dengan membawahi lima pusat pendidikan dan latihan (pusdiklat) dan Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN). Latar belakang pendidikannya di bidang ekonomi sangat berpengaruh dalam perannya sebagai seorang Ketua Badan Pengawas Pasar Modal (Bapepam) pada 1991-1993 dan pengangkatannya sebagai Komisaris Utama pada PT Bahana PUI dan Presiden Komisaris Bank Niaga. Bahkan, dia dikirim ke Amerika Serikat untuk melakukan studi banding mengenai badan pengawas pasar modal dan bagaimana kinerjanya untuk menghidupkan pasar modal Indonesia yang sempat collapsed dengan didirikannya bursa efek di Jakarta dan Surabaya. Dalam menjalankan tugasnya sebagai seorang Ketua Bapepam, banyak masalah yang dihadapi peraih Golden Star for Service dari pemerintah Austria, Satyalencana King Budouin Belgia, dan Satyalencana dari Presiden Republik Indonesia ini. “Pernah ada berita mengenai beredarnya saham palsu senilai 4,5 milyar rupiah. Bapak sampai tidak pulang pada saat

malam takbiran karena lembur kerja bersama Direksi BEJ. Alhamdulillah, akhirnya ketahuan adanya perusahaan fiktif yang melakukannya,” ujar Ibu Sukanto menjelaskan. Meskipun serangan stroke kedua pada 2004 silam melumpuhkan syaraf motorik tubuhnya bagian kanan, tetapi syaraf sensoriknya masih sehat sehingga daya pemahaman dan ingatannya masih aktif dan baik. Dia masih membaca koran dan mendengarkan berita melalui televisi sebagai kegiatan hariannya. Bahkan, beberapa undangan dari FEB UGM masih dihadiri. Di usia senja, Sukanto dan istrinya senantiasa mengamati apa yang terjadi di lingkungan universitas. Harapan untuk mewujudkan universitas berbasis riset seperti yang diidam-idamkan oleh Sukanto masih belum pudar. Seperti perjuangannya di antara dua negara (Indonesia-Singapura) dalam menegakkan ilmu pengetahuan berbasis riset, dia berharap sivitas akademika UGM juga memiliki tekad kuat untuk menghadirkan pengetahuan baru yang diperoleh dari hasil riset. (DA)

dinaungi oleh perusahaan tempatnya bekerja, bernama Yayasan Codex Universalis. Berdasarkan investigasi yang mendalam, pada bulan Maret 2008 dia dan koleganya mampu membuat laporan hasil temuan lengkap dengan bukti-buktinya. Pada bulan Mei 2008 dia ditunjuk sebagai Chief Executive Officer GS1 Indonesia. Sampai saat ini, yayasan yang sempat terpuruk ini akhirnya mampu memberikan kontribusi yang

diharapkan oleh pemegang saham. Penyuka outdoor sports ini mempunyai slogan untuk selalu bersyukur dan sabar dalam mengarungi hidup. Salah satu kunci suksesnya dalam menempuh studi dan karir adalah never give up on everything so easily! Terus berusaha disertai tanggung jawab terhadap apa yang sudah menjadi amanah dari para pemilik perusahaan, pemegang saham atau siapapun adalah prinsip yang menuntunnya pada kesuksesan. Dalam setiap langkah pengambilan keputusannya, dia cenderung berani dan cepat mengambil keputusan. Beberapa kali keputusan yang diambil pada saat itu tidak tepat, tetapi hal itu selanjutnya menjadi pembelajaran sehingga koreksi yang tepat bisa dilakukan. Sarjana Jurusan Manajemen ini berprinsip untuk selalu percaya kepada diri sendiri dan selalu berdoa kepada Tuhan agar diberikan jalan keluar yang terbaik. Dia menyimpan sebersit harapan untuk almamaternya agar terus berkembang dan membuka wawasan seluas-luasnya untuk mendapatkan masukkan dari para alumninya. FEB UGM harus lebih berani tampil beda ke depannya dengan mencetak wirausahawan lebih banyak lagi. Fakultas yang menaunginya ini diharapkan untuk tidak hanya mencetak lulusan yang bermental sebagai pegawai. Menurutnya, orangorang kita sendiri yang harus mengolah sumber daya yang ada dan menjadikannya komoditi yang menguntungkan negara. Dia menyadari bahwa hal ini tidak mudah, tetapi somebody has to do it! Mencetak seorang pegawai itu sangat mudah. Namun, mencetak seorang wirausaha yang ulet dan berani itu memakan waktu yang panjang dengan jalan yang berliku. Walaupun begitu, dia percaya bahwa FEB UGM bisa menjadi pelopor dalam melakukan terobosan besar tersebut. (Wheni, DA)

ebnews Edisi November 2010

ebnews Edisi November 2010 35

Unit News

Unit News

embaga Penelitian dan Pelatihan Ekonomika dan Bisnis Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (P2EB FEB UGM) secara resmi dibentuk pada tanggal 1 Juli 2010. P2EB FEB UGM ini merupakan lembaga yang dibentuk dari gabungan beberapa unit yang telah ada sebelumnya di lingkungan FEB UGM yang terdiri dari Penelitian dan Pengembangan Akuntansi (PPA), Penelitian dan Pengembangan Ekonomi (PPE), Penelitian dan Pengembangan Manajemen (PPM), Pelatihan Bahasa Fakultas Ekonomika dan Bisnis (PBFEB), Pusat Data Bisnis dan Ekonomi (PDBE), Center for Good Corporate Governance (CGCG), dan LEBI (Lembaga Ekonomi & Bisnis Islam). Visi dari P2EB adalah menjadi lembaga penelitian dan pelatihan dengan reputasi unggul dan terpercaya yang menjadi motor bagi FEB UGM sebagai fakultas yang berorientasi penelitian. Sedangkan misi dari P2EB adalah 1. Membangun reputasi P2EB FEB UGM dengan menjadikannya sebagai rujukan metoda, proses dan hasil kebijakan, pengkajian, advokasi dan pengabdian masyarakat. 2. Meningkatkan kepercayaan para pemangku kepentingan melalui integritas dan profesionalisme P2EB FEB UGM. 3. Menjadikan P2EB FEB UGM sebagai motor pengembangan riset fakultas melalui (1) peningkatan sinergi antara perkembangan teori dan terapan; (2) pemutakhiran metoda dan topik penelitian, pelatihan, publikasi dan konsultasi di antara sivitas akademika yang diperlukan untuk memperluas wawasan berpikir, keterampilan dan kemampuan mengajar; (3) penyediaan dukungan dan fasilitas terhadap pengembangan pemikiran, metoda dan teori dari para sivitas akademika FEB UGM dalam bidang ekonomika dan bisnis. Layanan dari P2EB meliputi layanan dalam bidang penelitian, pelatihan, konsultasi dan pengabdian kepada masyarakat serta publikasi dan basis data. · PENELITIAN Penelitian adalah kegiatan yang dirancang untuk melakukan studi secara mendalam (in-depth study) yang berkaitan dengan fenomena, permasalahan, dan isuisu tertentu yang harus dikaji dengan menggunakan pendekatan riset. P2EB secara berkesinambungan melakukan berbagai penelitian dalam lingkungan ekonomi maupun bisnis. Berbagai penelitian dilakukan dengan mendayagunakan sumber daya internal dari P2EB maupun sivitas akademika di lingkungan UGM maupun luar UGM. P2EB mengembangkan aktivitas penelitian untuk merumuskan berbagai permasalahan yang dihadapi dalam sektor ekonomi dan bisnis serta dalam lingkup organisasi swasta maupun publik. Selain itu, diharapkan hasil dari penelitian mampu menjadi bahan pengembangan ilmu pengetahuan secara umum maupun di lingkungan FEB UGM secara khusus.
36 24

L

·

Penelitian dan Pelatihan Ekonomika dan Bisnis
·

KO N S U LTA S I D A N P E N G A B D I A N K E PA D A MASYARAKAT P2EB memberikan jasa konsultasi yang handal melalui konsep dan teknik yang telah dikembangkan dalam beberapa bidang berikut ini:Evaluasi Proyek / Studi Kelayakan, Sistem Informasi Manajemen dan Akuntansi, Pajak, Auditing,,Ekonomi, Perbankan, Kewirausahaan , Manajemen Strategik, Manajemen Pemasaran, Manajemen Keuangan dan Investasi, Manajemen SDM, Manajemen Operasi, Bisnis Syariah. Jasa konsultasi yang diberikan P2EB ditawarkan untuk memberikan solusi yang akurat, komprehensif, dan berkesinambungan bagi permasalahan ekonomi dan bisnis. Selain itu, jasa ini juga didukung dengan berbagai ahli yang menguasai berbagai disiplin ilmu dengan latar belakang akademis yang tinggi dan pengalaman aplikasi yang luas. P2EB turut pula menyelenggaran kegiatan atau program yang dapat menjadi sarana bagi P2EB dan elemen FEB UGM untuk berpartisipasi dalam masyarakat sekaligus memberikan pengabdian bagi masyarakat. PUBLIKASI DAN BASIS DATA Salah satu bentuk layanan lain yang diberikan oleh P2EB adalah publikasi dan basis data. P2EB menyediakan layanan publikasi berbagai hasil penelitian dan pelatihan yang dilakukan P2EB dan sivitas akademika FEB UGM. Publikasi yang dilakukan oleh P2EB ini bertujuan agar berbagai hasil penelitian maupun pelatihan yang dilakukan oleh P2EB dan FEB UGM dapat digunakan oleh sivitas akademika FEB UGM maupun pihak eksternal lainnya untuk mengembangkan ilmu penge-tahuan. Selain itu, P2EB juga menyediakan layanan basis data untuk data yang terkait dengan ekonomi dan bisnis. Basis data ini diperuntukkan bagi pihak internal FEB UGM maupun pihak eksternal. Basis data yang tersedia adalah data pasar modal, data reksadana, data obligasi, indikator moneter, dan sebagainya.

·

PELATIHAN P2EB merancang dan melaksanakan jasa pelatihan dalam bentuk workshop dan seminar untuk mendukung upaya-upaya peningkatan dan pengembangan kualitas SDM bagi organisasi bisnis maupun publik. Pelatihan yang didesain P2EB selalu dikembangkan untuk selaras dengan perkembangan teknlogi dan perubahan yang terjadi di dalam lingkungan ekonomi dan peta persaingan bisnis serta kemajuan ilmu pengetahuan khususnya terkait dengan perekonomian

baik dalam skala nasional maupun internasional. Metode yang digunakan dalam berbagai pelatihan yang diselenggarakan P2EB adalah experiental learning, yakni pelatihan dilakukan melalui proses belajar-mengajar yang dilakukan secara interaktif, mandiri, dan berwawasan ke depan. Beberapa pelatihan yang diselenggarakan P2EB, antara lain Paket Brevet Pajak (A dan B), Paket Kursus Keuangan Daerah (KKD), dan Paket Kursus Pimpinan untuk semua level manajemen (Perum Pegadaian).

Pengelola P2EB adalah para dosen Fakultas Ekonomika dan Bisnis Ekonomika dan Bisnis UGM. Adapun susunan pengelolanya adalah sebagai berikut : Dr. Anggito Abimanyu, M. Sc sebagai Direktur, Poppy Ismalina, M.Ec.Dev., Ph.D. sebagai Wakil Direktur merangkap Deputi Bidang Penelitian, Sari Sitalaksmi, M.Mgt.,Ph.D. sebagai Deputi Bidang Pelatihan, Dr. Sahid Susilo Nugroho, M.Sc. sebagai Deputi Bidang Perencanaan dan Keuangan, Dr. Samsubar Saleh, M.Soc.Sc. sebagai Deputi Bidang Konsultasi dan Pengabdian Masyarakat, dan Rimawan Pradiptyo, M.Sc., Ph.D. sebagai Deputi Bidang Publikasi dan Basis Data.[Ayu]

ebnews Edisi November 2010

37 ebnews Edisi November 2010 24

Unit News

Journal of Indonesian Economy and Business

Pusat Bahasa Fakultas Ekonomika dan Bisnis

Unit News

Seminar Best Paper Award 2010
ada bulan Juli-Agustus 2010 JIEB mengadakan Call For Paper 2010. Pada acara ini, JIEB mengundang mahasiswa, akademisi, dan praktisi bidang ekonomi, manajemen serta akuntansi dari dalam maupun luar Indonesia untuk berpartisipasi menghasilkan karya tulis yang ilmiah dan orisinil. Pada acara tersebut, terdapat 26 artikel yang masuk menjadi peserta lomba. Artikel yang masuk tersebut tidak hanya ditulis oleh mahasiswa perguruan tinggi negeri tetapi juga dari perguruan tinggi swasta, luar negeri dan departemen pemerintahan. Dalam melakukan evealuasi serta review artikel yang masuk serta dalam call for paper, JIEB menggunakan sistem double and blind reviewed (satu artikel di-review oleh dua orang reviewer tanpa mencantumkan nama penulisnya) yang dilakukan oleh tim reviewer JIEB yang berkualitas. Dengan sistem ini diharapkan penentuan artikel terbaik dalam call for paper menjadi lebih objektif. Dari 26 artikel yang masuk tersebut terdapat 11 artikel yang layak dipublikasikan. Lalu dari 11 artikel tersebut dipilih tiga artikel yang menjadi pemenang dan dua artikel yang menjadi juara harapan. Masing-masing penulis artikel terbaik akan mendapatkan piagam penghargaan, publikasi pada jurnal internasional JIEB dan hadiah uang sebesar : 1. Rp 4.000.000,00 untuk pemenang pertama, 2. Rp 3.000.000,00 untuk pemenang kedua, dan 3. Rp 2.000.000,00 untuk pemenang ketiga. Dua pemenang harapan masing-masing mendapatkan hadiah sebesar Rp 1.000.000,00 Pada tanggal 16 Oktober 2010, JIEB mengadakan seminar Best Paper Award. Seminar ini merupakan acara tahunan JIEB yang digunakan sebagai media bagi para pemenang JIEB's Call For Paper untuk mempresentasikan karya mereka. Pada seminar tahun ini, terdapat lima orang pemenang yang
38 24

P

berhak mempresentasikan karya mereka. Kelima orang tersebut merupakan penulis dari artikel terbaik dalam Call For Paper 2010. Urutan pemenang dalam Call For Paper 2010 dari juara pertama sampai harapan kedua yaitu: 1.“Application of Rule of Law by Jurisdiction System on Illegal Logging Case in Indonesia 2002-2008” (Yudistira Hendra Permana, S.E., Universitas Gadjah Mada) 2. “The Effects of Changes in Minimum Wage on Employment in The Covered and Uncovered Sectors in Indonesia” (Devanto Pratomo, Ph.D., Universitas Brawijaya) 3. “The Impact of Reddi on Institutions Income: a Social Accounting Matrix Approach” (Nur Arifatul Ulya S.Hud., M. A., Kementrian Kehutanan RepubIik Indonesia) 4. “Glancing Meteor Shower over Indonesia: Volatility Spillovers From a Major Stock Market to Indonesian Stock Market and Currency” (Sekar Utami Setiastuti, S.E., Universitas Gadjah Mada) 5. “Pengukuran Efisiensi Sektor Publik di Indonesia (Periode Desentralisasi Fiskal, 2001-2008)” (Mayanggita Kirana, S.E. dan Dr. Samsubar Saleh, M.Soc.Sc., Universitas Gadjah Mada) Best Paper Awards 2010 dilaksanakan di Ball Room Grand Quality Hotel Yogyakarta. Acara ini dibuka Dr. Eko Suwardi, M.Sc. selaku Wakil Dekan bidang Administrasi, Keuangan dan Umum FEB UGM dan Prof. Mudrajad Kuncoro., Ph.D. selaku pimpinan redaksi JIEB. Total peserta yang hadir dalam seminar ini kurang lebih 150 orang yang terdiri dari berbagai kalangan. Dalam acara ini para pemenang berhak mempresentasikan karya mereka. Sedangkan para audiences berhak menanyakan serta meminta penjelasan mengenai artikel yang mereka tulis, baik metode, teori yang digunakan atau pun subjek penelitian yang mereka lakukan. Seluruh artikel yang menang dalam lomba ini akan dimuat dalam JIEB tahun 2011.

Mengutamakan Pelayanan
elayanan adalah kunci utama pengembangan PBFEB, terutama menyangkut kecepatan dan efisiensi. Untuk TOEFL Prediction Test misalnya, score card hasil tes dapat diambil hanya dalam waktu 1 X 24 jam setelah tes. Bagi yang membutuhkan score card pada hari tes, PBFEB juga menyediakan layanan cetak cepat. Hanya dengan menambah biaya Rp25.000,00 hasil tes bisa langsung diambil setengah jam setelah tes berakhir. Efisiensi kami tunjukkan dengan tetap menjaga harga seluruh program bersahabat bagi mahasiwa yang merupakan konsumen utama PBFEB. Biaya untuk TOEFL Predicton Test hanya sebesar Rp50.000,00. Sedangkan, untuk TOEFL Preparation Course sebesar Rp500.000. Peserta akan mendapatkan 30 kali pertemuan intensif, satu set modul, CD untuk listening practice dan sertifikat yang juga berlaku untuk digunakan sebagai syarat proses pendaf-

P

taran program Master dan Doktor di lingkungan UGM. Penawaran paling menarik dari PBFEB adalah program TOEFL Institutional Test Program (TOEFL ITP). Kami memberikan harga khusus sebesar 27 USD untuk dapat merasakan manfaat program ini. Selain merupakan harga tes TOEFL ITP termurah di antara institusi lain yang menyelenggarakan TOEFL ITP di Yogyakarta, harga dalam bentuk dolar yang bisa dibayar dalam bentuk rupiah dengan kurs yang berlaku saat pembayaran sangat menguntungkan konsumen. Perubahan status PBFEB menjadi bagian dari Business Communication memacu institusi ini untuk menambah banyak program. Ke depan, kami akan menambah pelayanan dengan membuka program untuk pelatihan public speaking dalam bahasa Inggris dan conversation for specific purpose.
39 ebnews Edisi November 2010 24

ebnews Edisi November 2010

Unit News

Center for Good Corporate Governance

Schedules
Application Submission Test Admission Announcement Enrollment Intensive Preparation Program (IPP) Monday - Friday (7.15 am - 4.00 pm), one week before the test
th Intake I : 4th week of December Intake II : 4 week of April st Intake III : 1 week of July

Akuntansi Itu Mudah
The Fact Banyak mahasiswa yang merasa kesulitan dalam mempelajari akuntansi. Sulit mengingat, sulit menjurnal atau bahkan bingung dengan mekanisme debit dan kredit. Fenomena yang sering terjadi dalam pembelajaran akuntansi adalah matimatian menghafal materi saat akan ujian, tetapi juga cepat melupakan bab yang telah dipelajari setelah ujian selesai. Tujuannya hanya satu, mencapai nilai setinggi mungkin. Pada akhirnya hanya nilai yang didapat, tidak demikian dengan ilmunya. Permasalahan tersebut kerap kali kita temukan. Tidak hanya dilakukan oleh mahasiswa, tetapi bahkan oleh lulusan akuntansi sekalipun. Siapa Bilang Akuntansi Itu Sulit? Sebenarnya akuntansi bukanlah hafalan. Terdapat logika yang mendasari setiap bentuk rasionalitas akuntansi. Mekanisme debit dan kredit dalam penjurnalan yang dirasakan sulit oleh kebanyakan mahasiswa sebenarnya bisa dijelaskan secara mudah dengan matematika sederhana. Cara ini sangat bermanfaat dalam membangun logika para pembelajar mengenai akuntansi, agar tidak hanya sekedar menghafal secara mentah-mentah. Dalam hal ini, Center for Good Corporate Governance (CGCG) UGM memfasilitasi metode pembelajaran akuntansi yang menarik dengan mengadakan CGCG's Accounting Training (CAT). Kurikulum CAT disusun berdasarkan pembelajaran akuntansi berbasis matematika yang merupakan suatu terobosan baru dalam pembelajaran akuntansi sehingga diharapkan dapat mempermudah pemahaman dan memperkaya khazanah berpikir bagi para pengguna ilmu akuntansi. Metode ini sangat sesuai digunakan (Sambungan hal. 24) kenangan oleh Prof. Marwan Asri, MBA, Ph.D kepada seluruh pengisi konser Discover Indonesia. Ziarah dan Anjangsana Pererat Silaturahmi Lustrum XI FEB UGM juga diwarnai dengan kegiatan sosial, yaitu ziarah ke makam dosen serta anjangsana ke rumah dosen dan karyawan yang telah pensiun. Ziarah makam diselenggarakan pada hari kelima perayaan lustrum. Rombongan peziarah berangkat dari FEB UGM dalam iring-iringan microbus, mobil fakultas, dan beberapa kendaraan pribadi. Ziarah diawali di makam Sawitsari. Ada sekitar enam belas makam yang dikunjungi. Dari Sawitsari, perjalanan rohani ini dilanjutkan menuju Sendowo dan berakhir di Kotagede, di makam pendiri
40 24

One week after the test Two weeks after receiving the letter of acceptance Second week of July Fourth week of August

International FEB Undergraduate UGM Program

Classes Commencement

Eligibilities
Ÿ Ÿ

Ÿ

High school or its equivalent graduates with good academic records English language proficiency, as indicated by TOEFL score of at least 500 (paper based) or 173 (Computer based), or IELTS no less than 5.5. Applicant whose score below the minimum requirement may be considered for enrollment based on probationary condition Good Academic capability, as indicated by score of UAT (Undergraduate Admission Test) or its Equivalent

International Undergraduate Program Faculty of Economics and Business Universitas Gadjah Mada

Admission Office

bahkan oleh orang yang sebelumnya belum mengenal akuntansi. Angkatan pertama CAT telah dimulai sejak tanggal 5 Oktober 2010 setiap hari Selasa dan Kamis, pukul 16.15 WIB dan akan berakhir pada tanggal 4 November 2010. CAT pada periode ini diikuti oleh 18 orang mahasiswa dan alumni dari beberapa perguruan tinggi di Yogyakarta yang memiliki latar belakang pendidikan yang berbeda-beda. Rencananya, angkatan kedua CAT akan diadakan mulai tanggal 30 November 2010. Tertarik? Silakan menghubungi CGCG untuk informasi lebih lanjut.

Jl. Sosio Humaniora Bulakusumur Yogyakarta Indonesia 55281 T: +62 274 548510 ext.123 F: + 62 274 580727 M: +62 811 250 0505 E: iup@feb.ugm.ac.id W: http://www.feb.ugm.ac.id/iup Apply online at: http://www.feb.ugm.ac.id/iup/b4.html

Fakultas Ekonomika dan Bisnis, Prof. Kertanegara. Dalam ziarah tersebut, dekan memberikan sambutan yang berisi penghargaan bagi para almarhum dosen atas kontribusi mereka terhadap pendidikan. Keluarga almarhum juga diundang dalam acara ini. Anjangsana sivitas akademika FEB yang telah pensiun sendiri dilaksanakan pada 21 dan 22 September lalu. Pensiunan dosen yang dikunjungi adalah para pensiunan yang sudah tidak aktif lagi mengajar di FEB maupun janda dari dosen dan mantan dosen. Yang mengunjungi para pensiunan dosen ini adalah para anggota Dharma Wanita FEB. Sedangkan pensiunan karyawan dikunjungi oleh karyawan yang masih aktif. Untuk anjangsana pensiunan karyawan, karyawan aktif FEB dibagi menjadi tiga tim yang berisi empat hingga lima orang. Tim ini ditugaskan ke tiga

bagian Yogyakarta, yaitu utara, tengah, dan selatan. Satu tim bertugas mengunjungi sekitar enam orang pensiunan karyawan FEB. Selain ramah-tamah, dalam anjangsana ini fakultas juga menyampaikan cinderamata berupa sembako bagi pensiunan karyawan dan suvenir bagi pensiunan dosen. Anjangsana dan ziarah merupakan dua agenda yang tak pernah absen dari rangkaian kegiatan dies natalis FEB UGM. Aktivitas ini adalah wujud kepedulian fakultas kepada para karyawan dan dosen yang telah berkontribusi menyumbangkan tenaga dan pikirannya bagi fakultas ini. Selain itu, acara anjangsana dan ziarah dimaksudkan agar para pensiunan maupun keluarga yang ditinggalkan merasa menjadi bagian dari FEB UGM. [pras&tia]

Beasiswa Magister Akuntansi
Magister Akuntansi (MAKSI), Fakultas Ekonomika dan Bisnis, Universitas Gadjah Mada membuka kesempatan bagi para lulusan S1 Akuntansi

Beasiswa yang ditawarkan :
· Beasiswa pendidikan sebesar 50% bagi lulusan UGM · Beasiswa pendidikan sebesar 40% bagi
Informasi dan Pendaftaran: Bagian Admisi Magister Akuntansi (MAKSI) Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada Jl. Humaniora No. 1 Bulaksumur Yogyakarta Telp : 0274-513109, 548516 www.maksi.ugm.ac.id

Persyaratan menjadi Peserta Program :
· Lulusan Sarjana Akuntansi · Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) minimal 3.25 · Skor TPA BAPPENAS minimal 550

ebnews Edisi November 2010

Around Bulaksumur

Facilities

Wisma MM:

Friendliness in Academic Atmosphere
iapa yang tidak mengenal Wisma MM UGM? Tempat hunian terbaik dengan lokasi yang sangat strategis, terletak di lingkaran segitiga antara Universitas Gadjah Mada dan universitas negeri maupun swasta lainnya, yang mengerti kebutuhan mahasiswa dan civitas akademika dengan sangat baik. Tempat-tempat wisata yang menari k seperti Keraton Yogyakarta, Museum Affandi, dan Taman Sari hanya berjarak be-

S

Pusat Kebudayaan Koesnadi Hardjasoemantri
Membentuk Manusia Susila yang Berbudi Luhur koridor endidikan dan kebudayaan adalah mengisi UGM sebagai universitas seyogyanya diselaraskan dengan
merupakan unsur terpenting dalam perkembangan manusia. Untuk itulah gedung Pusat Kebudayaan Koesnadi Hardjasoemantri (PKKH) hadir sebagai saksi hidup dalam konteks kehidupan kebudayaan di lingkungan kampus Universitas Gadjah Mada (UGM). Menurut penuturan Prof. Soetaryo, Pusat Kebudayaan Koesnadi Hardjasoematri yang dulu lebih dikenal dengan Purna Budaya didirikan oleh Kementerian Pendidikan Nasional (Kemendiknas). Gedung Purna Budaya sering digunakan untuk kegiatan kebudayaan di Yogyakarta. Pada tahun 2004 pengelolaan PKKH dialihkan dari Kemendiknas kembali ke UGM. Gedung PKKH pernah diwacanakan untuk digunakan sebagai perpustakaan tetapi para penggiat budaya UGM mengingatkan bahwa keberadaan gedung tersebut menyokong peran UGM sebagai Balai Nasional Ilmu Pengetahuan dan Kebudayaan. Menurut penuturan Prof. Soetaryo, visi PKKH
42 24

P

berapa menit dari Wisma ini. Tidak hanya itu, tempat menarik lainnya yang dapat menghibur Anda di tengah kepenatan yang ada pun bisa dicapai dalam waktu beberapa menit seperti shopping mall yang modern ataupun Malioboro sebagai pusat belanja ternama. Jadi, dimanapun Anda berada, saat sedang menikmati wisata bangunan bersejarah ataupun sedang dalam perjalanan dinas di Yogyakarta, Anda akan menemukan Wisma MM UGM sebagai tempat yang tepat untuk singgah. Wisma MM UGM memiliki 161 kamar yang nyaman dengan pelayanan akses wifi di area lobi, tempat parkir yang lu-

yang berdasarkan pada ilmu pengetahuan dan kebudayaan. Pendidikan dan kebudayaan adalah dua hal yang tidak bisa dipisahkan. Hal ini menjadi inti pendirian PKKH untuk membentuk manusia susila yang lengkap. “Sejak awal konsep Gadjah Mada adalah membentuk manusia susila yang berbudi luhur,” ujar Sutaryo. Oleh karena itu, sejak awal kegiatan di PKKH adalah penelitian, diskusi kebudayaan, dan performance kebudayaan. Keterikatan emosional antara seniman dengan gedung pusat kebudayaan ini sangat kental. Beberapa tokoh seniman besar seperti Umar Kayam dan Emha Ainun Najib pernah menggunakan gedung ini sebagai pusat berkumpul dan berekspresi. “Masyarakat umum bisa memanfaatkan pusat kebudayaan ini,” terang Dr. Ida Rochani Adi, S.U. selaku Ketua Pengelola PKKH dan sekaligus Dekan Fakultas Ilmu Budaya UGM. Menurutnya lagi, ketentuan penggunaan gedung ini

kebudayaan. Segala sesuatu yang berkaitan dengan kegiatan yang bersifat masal di UGM biasanya menggunakan PKKH sebagai tempat kegiatan. “Upacara wisuda mahasiwa UGM pun pernah dilakukan di PKKH sebelum Grha Sabha Pramana ada”, ungkap Ida. Keberadaan Grha Sabha Pramana dimulai sekitar tahun 1995 menjadi tempat pengalihan seluruh kegiatan yang dulunya menggunakan PKKH. Nama Purna Budaya habis setelah gedung ini dikembalikan ke Gajah Mada. Beberapa nama diusulkan untuk menganti nama purna budaya seperti Balai Kebudayaan Nasional dan kemudian Pusat Kebudayaan Koesnadi Hardjasoemantri. “Pada waktu didirikan, dukungan Koesnadi sangat kuat dan gedung ini dibuka pada saat beliau mengalami kecelakaan,” ujar Soetaryo. Atas usul Rektor UGM pada saat itu, Sofian Efendi, pada tahun 2006 gedung tersebut berubah nama menjadi Pusat Kebudayaan Koesnadi Hardjasoemantri.

as dan aman, jogging track, dan lapangan basket. Kamar dengan ukuran yang cukup lega tersedia dengan jenis twin maupun double bed memiliki berbagai fasilitas antara lain AC, lemari es, pemanas air dan televisi. Pengunjung yang menginap di kamar standard dan deluxe dapat menikmati kenyamanan kamar mandi dengan shower (air panas dan dingin). Bath up juga tersedia di kamar eksekutif. Fasilitas lainnya yang sangat mendukung yaitu ruang rapat, persewaan mobil, drugstore, pelayanan laundry, dan masih banyak lagi. Ketika Anda berada di Yogyakarta untuk menikmati pemandangan luar ruangan yang indah, kami juga menawarkan kepada Anda untuk menikmati keindahan di dalam ruangan khas Yogyakarta. Kami akan menyajikan pelayanan yang terbaik untuk Anda selama menginap di Wisma MM UGM dan membuat kunjungan Anda menjadi berkesan dan tak terlupakan.

ebnews Edisi November 2010

ebnews Edisi November 2010 43

Around Bulaksumur

Advertorial

Alexander Otten Exchange student from Arnhem Business School, Netherlands Semester II 2009/2010
The exchange semester at FEB UGM in Indonesia was one, if not, the greatest experiences in my life. The study program offers a great variety of relevant business and management courses. The workload seems to be comparable to European Universities (of applied Science). The IO at FEB UGM supports incoming exchange students in the best possible way. They help and handle any situation with great enthusiasm. The university provides all the necessary facilities students need nowadays. Incoming exchange students are very welcome among students, as well as teachers, staff and Yogyakarta's people. The nation and especially the countryside are breathtaking. There is even too much to explore, so no chance of getting bored. The lifestyle of the people is kind of laidback and relaxed. To point out is the friendliness and hospitality of Yogyakarta's, and Indonesia's

Dyah Paramitha Hastarini Soetarto

Belajar di Luar Negeri Lewat Beasiswa Unggulan DIKTI
Beasiswa Unggulan Kementrian Pendidikan Nasional studi lanjut luar negeri, atau biasa disebut Beasiswa Unggulan, merupakan beasiswa studi lanjut luar negeri untuk mendukung program studi dalam rangka menyiapkan insan Indonesia yang cerdas dan kompetitif sesuai dengan visi pendidikan nasional. Melalui MoU kerjasama antara Biro Perencanaan dan Kerja Sama Luar Negeri, Kementrian Pendidikan Nasional yang diwakili oleh Dr. R Agus Sartono, MBA. dengan Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (FEB UGM), diwakili oleh Prof. Wihana Kirana Jaya, M.Soc.Sc, Ph.D, lima mahasiswa Program S1 internasional (International Undergraduate Program/ IUP) dan lima mahasiswa Program Magister Manajemen FEB UGM berhasil mendapatkan kesempatan untuk menempuh program double degree di universitas mitra, yakni Erasmus School of Economics, Rotterdam School of Management, ESCEM School of Business and Management, dan Faculty of Business and Economics, University of Melbourne. Melalui korespondensi email, tim eb news berhasil mewawancarai salah satu penerima Beasiswa Unggulan, yaitu Dyah Paramitha Hastarini Soetarto, mahasiswa IUP FEB UGM untuk berbagi pengalaman mengenai kesannya mendapatkan beasiswa tersebut.

Anke Winkler Exchange student from Pforzheim University of Germany Semester II 2009/2010
I had a really nice semester in Indonesia. I like the country very much, it is just beautiful. I discovered a lot of nice places, travelled, and enjoyed my time in Yogyakarta a lot. Going to the UGM was a totally new experience as the system in Germany is different in many ways to the system here in Indonesia. Even though it took me a long time to get used to it. I think that both systems have their advantages and disadvantages. And it is part of such a semester abroad to get to know other cultures, systems, and people. One part of the Indonesian culture is that everyone tries to help others all the time and normally all people are very kind. Compared to Germany, that is very surprising. I want to thank you for all your help and assistance during the semester, and even before we arrived. Your support and guidance made it a lot easier for us to settle down. I would recommend to other students to go to the UGM to experience the differences of the systems. And to get to know one of the most beautiful countries I have ever been to. The most amazing thing, I did in Indonesia was probably to climb the Mt. Merapi for sunrise – even though it was very exhausting and it takes away all your strength – knowing you made it is a memory for life and worth all complications!

Sebelum mulai wawancara ini, boleh kami mengenal Anda lebih dekat? Saya mahasiswa Manajemen IUP FEB UGM a n g kata n 2 0 0 8 . S e b e l u m nya , s aya menempuh SMP dan SMA di Amerika, tepatnya di kota New York. Beberapa penghargaan dan pengalaman saya dapatkan sejalan dengan kegemaran saya aktif pada kegiatan ekstrakurikuler, salah satunya pengalaman menjadi relawan pada acara International World Culture Festival yang diadakan di Pulau Bahama. Bagaimana proses seleksi untuk mendapatkan Beasiswa Unggulan, khususnya yang telah Anda dapatkan? Seleksi beasiswa dilakukan secara internal oleh pengelola FEB UGM. Seleksi tahap pertama meliputi seleksi administrasi melalui transkrip akademik dan skor tes kemampuan Bahasa Inggris yang telah tercatat di fakultas. Peserta yang lolos tahap itu mengikuti tes interview oleh pengelola fakultas. Menurut Anda, apakah kelebihan mahasiswa FEB UGM kali ini dibandingkan peserta lain dalam bersaing mendapatkan Beasiswa Unggulan? Mahasiswa FEB UGM yang diajukan adalah mahasiswa IUP. Hal ini berarti bahwa kemampuan bahasa Inggris yang dibuktikan dengan skor TOEFL dari mahasiswa-mahasiswa IUP sudah tidak diragukan lagi. Apalagi dengan praktik bahasa Inggris yang dilakukan setiap hari lewat kegiatan perkuliahan. Hal ini adalah poin penting yang sangat diperhatikan dalam proses penyaringan Beasiswa Unggulan. Selain itu, sebagai mahasiswa FEB UGM, kami sudah melalui proses ujian masuk perguruan tinggi yang berat. Mungkin, hal inilah yang dimiliki oleh lima mahasiswa penerima beasiswa ini yang tidak dimiliki oleh mahasiswa lain.

Jorrun Lie Bjelland Exchange Student from Agder University of Norway, Semester II 2009/2010
I was very well received both by the staff at International Office and by the students assigned to assist me. I have got assisted during my stay here in Yogyakarta. I found the classes interesting and relatively easy to follow. Choosing subjects was great for I can choose from the scheduled time-table to manage time to travel as well as to study while I am here. I choose the subjects which I can measure my ability to pay my maximum efforts. However I would like to point out that I have been very lucky in choosing my subjects, I like that the class had to be an active part of the classes; which I am not in Norway. I have enjoyed staying at the Wisma MM UGM. The class would have been better integrated if there are more exchange students. This is the essentials of joining exchange program. The grading system set by FEB UGM enables us to earn grade as it consists of several grade components . Therefore; I still have hope to get a good grade even when I have a bad day during
44 24

Apakah ada saran yang bisa diberikan bagi mahasiswa lain yang ingin mendapatkan beasiswa serupa? Seperti yang saya kemukakan sebelumnya, persyaratan untuk seleksi beasiswa ini adalah IPK dan skor TOEFL. Mahasiswa yang ingin mengajukan diri harus mempersiapkan kemampuan akademik dan kemampuan berbahasa Inggris yang baik. Persiapan untuk memenuhi persyaratan ini tidak bisa dipersiapkan secara instan –membutuhkan proses lama untuk memiliki kemampuan tersebut, tentu saja. Jadi saya pikir menentukan goal yang jelas dan berusaha keras untuk meraihnya adalah kunci utama. Karena beasiswa ini termasuk beasiswa baru yang ditawarkan di FEB UGM, pencarian informasi tentang beasiswa ini dari awal merupakan suatu keharusan karena kita tidak tahu apakah pelamar untuk batch selanjutnya akan dipilih dari kampus lagi atau harus mengajukan aplikasi sendiri. (DA)

ebnews Edisi November 2010

ebnews Edisi November 2010 45

Student Corner

FEB in Picture

Dwi Andi Rohmatika

Menulis, Akademik, dan Organisasi
ari matanya terpancar kepandaian dan kegigihannya. Itulah yang pertama kali ditangkap ketika bertemu dengan Dwi Andi Rohmatika, seorang mahasiswi Akuntansi 2007. Dan ya, tak salah, ia memang seorang mahasiswi pandai dan berprestasi. Hingga usianya yang ke-21 ini, Dwi Andi yang akrab disapa DA, telah melanglang dari satu kompetisi ke kompetisi lainnya. Di antaranya adalah juara 1 paper competition Simposium Ekonomi Nasional UI 2009 dan juara 3 business plan competition ECOS UNDIP 2009. Oktober 2010 lalu, ia juga menunjukkan taringnya pada kompetisi paper di International 8th Economix Universitas Indonesia dan berhasil lolos menjadi finalis, menyisihkan puluhan peserta dari ASEAN. Motivasi Mengikuti Kompetisi Kegemaran berkompetisi melekat dalam diri penggemar musik Jazz ini sejak bangku SMP. Salah satu penghargaan yang pernah diraihnya saat itu adalah juara 1 English Debating Championship tingkat SMA se-Jawa Tengah. Bagi wanita kelahiran Surakarta, 29 Oktober 1989 ini, mengikuti perlombaan berarti berkontribusi bagi kehidupan khalayak ramai. Contohnya adalah ketika ia mengikuti kompetisi business plan. Ide yang ia dan timnya berikan pada lomba itu dapat menjadi inspirasi bagi orang lain untuk berwirausaha. Empat Sehat, Lima Sempurna Mengkonsumsi makanan itu harus empat sehat lima sempurna agar pola makan kita seimbang. Begitu juga dengan kehidupan, harus seimbang antara akademik dan nonakademik. Inilah yang dianutnya, mengikuti berbagai aktivitas agar terjadi keseimbangan kemampuan. Salah satu kegiatan nonakademik yang ia lakukan adalah mengikuti exchange program LEaRN (Leadership, Enrichment, and Regional Networking) ke Nanyang Technology
46 24

Kegiatan Lustrum X FEB UGM
Peringatan Lustrum ke-5 Fakultas Ekonomi (nama pada saat itu-red) UGM dimeriahkan dengan tarian yang diiringi musik di panggung.

D

University, Singapura. Di sana, ia merasakan added value dari aktivitas non akademik seperti kerja sama penyelesaian scrapbook dan video dengan peserta lainnya; serta kegiatan community services untuk kaum disable, orang tua, anak-anak, dan mentality disorder di samping mengikuti perkuliahan di Nanyang Business School. Selain itu, wanita yang hobi memasak ini aktif mengikuti beberapa organisasi untuk melatih leadership, mengembangkan social networking, dan mengembangkan kemampuan. Ia pernah

patkan kesempatan mengikuti program YLI (Young Leaders for Indonesia) yang diselenggarakan McKinsey & Company Indonesia. Segudang Aktivitas Dikenal sebagai wanita multitalenta karena kelihaiannya terbukti dengan IPK cum laude hingga saat ini. Di kelas, ia kerap aktif berpartisipasi menjawab pertanyaan dosen atau mengajukan pertanyaan yang kritis menggelitik. Tak hanya itu, ia juga seorang presenter yang handal. Setiap presentasinya dilakukan dengan brilian, memasukkan unsur-unsur jokes atau suatu renungan. Ditambah lagi dengan keahliannya dalam menjelaskan secara gamblang terhadap suatu permasalahan, ia menjadi seorang presenter yang baik. Satu lagi talentanya, menari Saman. Ia pernah tergabung dalam Klub Saman saat exchange ke NTU. Di sisi lain, wanita yang ingin keluar dari comfort zone-nya ini bercita-cita menjadi seorang business consultant, sebuah cita-cita yang berada di luar jurusannya dan menunjukkan betapa ia ingin menguasai banyak hal di luar ilmunya. DA, Lomba, dan Membagi Waktu Dengan semua kegiatannya, bisa dibilang DA adalah seorang manajer yang baik bagi dirinya sendiri. Bahkan, di tengah-tengah seluruh kesibukannya itu, ia masih sempat melakukan traveling ke beberapa tempat seperti Pulau Sempu di Malang dan menyusuri pantai Yogyakarta dengan kawan-kawannya. Saat ini, dia merasa keinginan mahasiswa FEB UGM untuk mengikuti berbagai kompetisi dan kegiatan di luar kampus masih kurang. “Rata-rata mahasiswa pintar yang ber-IPK tinggi jarang ikut perlombaan atau kegiatan di luar,” ujarnya. Ke depannya, dia berharap akan lebih banyak lagi mahasiswa yang berperan aktif dalam kedua bidang tersebut.[tia]

Pagelaran wayang tradisional diselenggarakan dalam rangkaian perayaan hari jadi FE UGM yang ke-25.

berpartisipasi dalam English Debating Club UGM dan menjadi program assurance pada acara International Summer School DREaM (Disaster Management, Cultural Empowerment, and Microeconomics) yang diinisiasi oleh Office of International Affairs UGM dan diikuti sekitar 30 peserta dari berbagai belahan dunia. Hingga saat ini, ia masih aktif sebagai koordinator Dewan Editor BPPM EQUILIBRIUM dan staf Divisi Riset pada Pusat Studi Perdagangan Dunia (PSPD) UGM. Tahun 2010 ini, ia menda-

Paduan suara ibu-ibu Dharma Wanita menyemarakkan dan peringatan dies natalis FE UGM pada tahun 1980 silam.

ebnews Edisi November 2010

35 35

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful