Anda di halaman 1dari 14

Anatomi Ekstremitas Bawah luas.

Bagian head dari femur memiliki lubang kecil yang disebut


Oleh Maulana Rosyady / 0906508270 fovea capitis. Ligamentum terikat antar acetabulum dengan fovea
capitis. Bagian neck dari femur merupakan bagian terlemah dan
Modul Muskuloskeletal fraktur sering ditemukan ditempat ini. Patella surface berartikulasi
A. ISTILAH-ISTILAH YANG SERING dengan patella
DIGUNAKAN
1. Aponeurosis = urat lembar
2. Brevis = pendek
3. Caput = kepala
4. Condylus = benjolan
5. Epicondylus = anak benjolan
6. Fascia = selaput otot
7. Fossa = lekuk
8. Fovea = cekungan
9. Longus = panjang
10. Peroneus = (mengenai) betis
11. Pulposus = berempulur
12. Quadriceps = catur hulu
13. Teres = bulat/gilik
14. Tuberositas = bongkol
15. Vastus = luas

B. TULANG-TULANG PADA EKSTREMITAS BAWAH


1. Tulang Femur 2. Patella
Merupakan tulang terbesar, terpanjang, dan terkuat pada tubuh Merupakan tulang sesamoid berbentuk triangular di bagian
manusia. Panjangnya sekitar ¼ dari tinggi tubuh. Femur berartikulasi quadriceps yang menahan otot anterior paha dengan tibia. Berfungsi
dengan tulang pinggul dan kearah bawah bertemu dengan lutut. Hal untuk melindungi anterior sendi lutut.
ini memungkinkan sendi lutut untuk lebih dekat dengan pusat
gravitasi tubuh dan memberikan keseimbangan yang lebih baik. Pada
wanita akan terlihat lebih jelas karena memiliki panggul yang lebih

1
3. Tibia dan Fibula

2
4. Kaki C. OTOT – OTOT PADA EKSTRIMITAS BAWAH

3
Gambar 2. Otot – otot paha

Gambar 1. Otot paha


4
Gambar 3. Otot-otot kompartemen posterior dari panggul dan paha kanan

Gambar 4. Otot obturator externus Gambar 5. Otot – otot kompartemen posterior paha dan panggul

5
Gambar 6. Otot – otot kompartemen anterior pada kaki (leg)
Gambar 7. Otot tibialis anterior dan ekstensor digitorum longus

6
Gambar 9. Otot fibularis longus dan fibularis brevis
Gambar 8. Otot-otot kompartemen lateral pada kaki (leg)
7
Gambar 10. Otot – otot kompartemen posterior pada kaki (leg)
Gambar 11. Otot – otot kompartemen posterior pada kaki (leg)

8
Gambar 13. Otot tibialis posterior dan flexor digitorum longus
Gambar 12. Otot – otot kompartemen posterior pada kaki (leg)
9
Gambar 14. Aksi dari otot – otot paha dan kaki (kompartemen pada paha)
Gambar 14. Aksi dari otot – otot paha dan kaki (kompartemen pada kaki)

10
Gambar 15. Otot – otot pada telapak kaki basis plantar (layer 3 dan 4)
Gambar 15. Otot – otot pada telapak kaki basis plantar (layer 1 dan 2)
11
D. SENDI – SENDI PADA EKSTREMITAS BAWAH

Berdasarkan sifak pergerakkannya, dibagi menjadi tiga:


1. Sinartrosis : tidak dapat digerakkan.
2. Ampiartrosis : sedikit dapat digerakkan.
3. Diartrosis: dapat digerakkan bebas.

12
1. Sendi Sinovial carpometacarpal dari ibu jari, yang memungkinkan pergerakkan
a. Sendi Geser memutar-mutar.
Sendi geser atau sendi luncur memiliki permukaan artikular pada
dasarnya datar, dan hanya memungkinkan sedikit pergerakkan f. Sendi Peluru
translasi. Contohnya adalah pada sendi-sendi intercarpal dan Bonggol bulat sari satu tulang berartikulasi dengan coket
intertarsal, serta sendi antara proses artikular tulang belakang, dan mangkuk pada tulang lain. Sendi ini merupakan sendi
sendi geser merupakan satu-satunya sendi nonaxial. multiaksial, dan sendi synovial paling bebas bergerak. Contohnya
adalah tulang bahu dan tulang pinggu, pergerakkan
b. Sendi Engsel memungkinkan ke segala arah.
Pada sendi engsel, proyeksi dari satu tulang sesuai dengan
permukaan bentuk palung tulang yang lain. Pergerakkan
menyerupai gerakan pada engsel. Sendi uniaxial engsel
memungkinkan pergerakkan flexi dan ekstensi. Contohnya adalah
pada siku dan lutut.

c. Sendi Putar
Pada sendi putar, salah satu tulang menonjol dan lainnya menjadi
cincin. Gerakkan yang dimungkinkan adalah rotasi uniaksial.
Sebagai contoh adalah gerakkan antara tulang atlas dan tulang
aksis pada servikal. Yang lainnya adalah sendi pada radioulnar
proksimal, memungkinkan pergerakkan pronasi dan suspinasi.

d. Sendi Kondiloid
Atau dikenal dengan sendi ellipsoidal, permukaan artikular
berbentuk oval dari salah satu tulang sesuai dengan permukaan
bongkol permukaan yang lain. Sendi biaksial kondiloid
memungkinkan pergerakkan ke semua sudut, fleksi dan ekstensi,
abduksi dan adduksi, serta sirkumduksi. Contohnya adalah sendi
pada pergelangan tangan dan sendi metacarpophalangeal.

e. Sendi Pelana Gambar 16. Perbedaan pergerakkan sendi synovial


Menyerupai sendi kondiloid, namun pergerakkan lebih bebas.
Permukaan artikular pada masing-masing tulang memiliki
permukaan yang cekung dan cembung yang sesuai satu sama lain
membentuk pelana. Contoh yang paling jelas adalah sendi
13
Daftar Pustaka
1. Furqonita D, dkk. Panduan Praktikum Anatomi. Edisi Kedua. Jakarta:
Balai Penerbit FKUI; 2009 .p. 38-44,94-98.
2. Marieb EN and Hoehn K. Human Anatomy and Physiology. 7th edition.
Unit Two: Covering, Support, and Movement of the Body.
3. Anonymous. Diunduh dari http://www.rci.rutgers.edu/~uzwiak/AnatPhys/
APFallLect10.html. Diakses pada 30 November 2010.

Gambar 17. Tipe-tipe sendi pada


sendi synovial

14